ASN Belajar Seri 18 | 2026 - Pancasila The Living Values: ASN Menjaga Harmoni, Menguatkan Negeri

Ringkasan Singkat

Video ini membahas peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila serta tantangan yang dihadapi dalam pelayanan publik. ASN diharapkan untuk melayani dengan sepenuh hati, mengedepankan kompetensi dalam harmoni, serta menjaga integritas dan akuntabilitas.

  • ASN dituntut untuk menjadi teladan dalam masyarakat.
  • Pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • Terdapat tantangan nyata, seperti korupsi dan polarisasi sosial, yang mempengaruhi implementasi Pancasila.

Pengenalan dan Pentingnya Pancasila

Pembicara mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam melayani bangsa dengan sepenuh hati. ASN diajak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar untuk menjadi pedoman dan kekuatan dalam menjalankan tugas mereka. Melayani dengan akuntabilitas tinggi dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dari tugas ASN.

Tugas ASN dalam Melayani Bangsa

Tugas ASN adalah melayani bangsa dengan baik dan menunjukkan kompetensi di dalam harmoni. Mereka diharapkan untuk bekerja sepenuh hati dan tulus dalam membantu sesama, dengan bangga menjalankan tanggung jawab mereka sebagai abdi negara.

Penguatan Nilai Kebangsaan dan Toleransi

Pembicara menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan ASN serta menjaga toleransi di tengah masyarakat yang beragam. ASN dituntut untuk aktif berkolaborasi dengan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak dalam melayani masyarakat.

Tantangan dalam Mewujudkan ASN Berkualitas

Tantangan yang dihadapi ASN termasuk polarisasi sosial dan korupsi. Pembicara mendorong ASN untuk berkomitmen terhadap integritas dan menghindari tindakan-tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Hal ini menjadi penting untuk membangun kepercayaan publik.

Pendidikan dan Internaliasi Nilai Pancasila

Webinar ini juga membahas pentingnya pendidikan dalam memperkuat pemahaman tentang Pancasila. ASN diharapkan untuk selalu melibatkan masyarakat dalam dialog dan mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Dalam hal ini, partisipasi masyarakat dalam pembangunan kebijakan sangat diperlukan.

Pancasila Sebagai Pedoman dalam Pelayanan Publik

Akhirnya, pembicara menegaskan kembali bahwa Pancasila bukan hanya sekedar dokumen, tetapi harus diterapkan dalam tindakan nyata. ASN berkewajiban untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam setiap proses pelayanan publik yang dilakukan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:15 Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Heb di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya

1:03 sangat naif dan berkolaborasi. Bergandeng tangga satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni.

1:48 Melayani bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan bang kami melayani bangsa

2:52 Pesanlah Membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengikuti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas inovasi bersatu dalam visi yang terang

3:39 menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demil bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman

4:25 dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSDM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang. PPSDM Jawa Timur Center of Exans masa depanilang L

5:39 Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cakap Jawa Timur terus melaju bersama BPSDN Jatim kita terus melesai Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASNU tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi

6:26 inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melaju bersama BPSD. Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemel Jawa Timur terus melay Maju bersama BPSDM Jatim. Kita terus melesar untuk

7:12 Indonesia emas. Prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSTM Jatim. No one left behind. I um unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya.

11:12 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan dalam salam sehat untuk kita semua. Selamat pagi sobat ASN yang telah tergabung di BPSDM Jatim TV melalui YouTube dan juga Zoom meeting. Semoga diberkahi dengan kesehatan dan keselamatan selalu. Pagi hari ini berjumpa kembali dengan saya Fan Patriia yang akan menjadi moderator untuk memandu acara webinar ASN ke-18 tahun 2026 kali ini. Dan seperti biasa mengawali acara kita di pagi hari ini, saya ingin berpantun terlebih dahulu. Pergi ke taman memetik melatih harumnya semerbak di pagi hari. Jag Pancasila hidup dalam sanubari ASN menjaga harmoni menguatkan negeri.

12:01 Semoga saja pantun ini dapat meresap dan dapat diilhami begitu ya. Tidak hanya hari ini saja tapi juga dalam menjalani keseharian dan juga tugas melayani masyarakat sehari-hari. Dan saya juga ingin sekali untuk menyapa terlebih dahulu kepada yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P. PMP. Yang kami hormati para narasumber yang telah tergabung secara virtual, Mahasiswara dan juga staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Hajah Siti Musdah Mulia, MA. Yang kami hormati pula Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP Republik Indonesia Bapak Toto Purbianto, SKOM, MTI. Yang kami hormati Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang, Bapak Dr. Akhirul

12:48 Aminullah, Esos, M.Si. si serta Bapak, Ibu, Sobat SN di mana pun berada yang telah tergabung melalui BPSDM Jatim TV YouTube dan juga Zoom Meeting. Dan pada pagi hari ini saya ingin reminder lagi bahwa tema yang akan kita ikuti materinya selama 1 hari ini yaitu Pancasila The Living Values, ASN menjaga harmoni menguatkan negeri. yang dipersembahkan oleh BPSDM Jatim TV mengingat pada tanggal 1 Juni kemarin kita telah memperingati hari yang tidak kalah penting dengan hari besar lainnya yaitu kesaktian Pancasila. begitu ya. Dan mungkin Sobat ASN juga sudah banyak ee ilmu dan juga materi dan pengingat melalui apel pagi yang diselenggarakan melalui upacara tanggal 1. Namun pada

13:34 webinar kali ini kami ingin lebih memendalami lagi dan mengupas tuntas mengenai tema spesifik pada hari ini. Bapak, Ibu, dan juga Sobat SN di mana pun berada. Aparatur Sipil Negara atau ASN memiliki peran yang strategis tidak hanya sebagai pelaksana pemerintahan dan juga pelayanan publik, tetapi juga sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Di tengah tantangan era digital, globalisasi, serta meningkatnya potensi polarisasi sosial, ASN ini dituntut untuk mampu menjadi teladan dalam menjaga harmoni, memperkuat persatuan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tugasnya dan juga pengabdiannya setiap hari. Jadi Pancasila ini tidak cukup untuk dipahami saja sebagai konsep normatif, melainkan

14:20 harus diwujudkan dengan nilai yang hidup dalam budaya kerja dan juga pelayanan publik yang inklusif, adil, serta berintegritas. Sejalan dengan bonus demografi dan juga hadirnya generasi muda dalam birokrasi di era tahun 2026 ini, begitu ya. Penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin penting melalui internalisasi nilai gotongroyong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial yang selaras dengan core values ASN berakhlak. ASN ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan juga memperkuat fondasi negara. Oleh karena itu, webinar pada seri ke-18 tahun 2026 mengangkat tema Pancasila The Living Values. ASN menjaga harmoni menguatkan negeri ini hadir sebagai ruang pembelajaran dan

15:07 juga refleksi untuk bisa memperkuat komitmen kebangsaan ASN dalam mewujudkan Indonesia yang harmonis, maju, dan berdaya saing. Selengkapnya akan kita bahas dalam ASN Webinar seri ke-18 tahun 2026. Baik, Sobat SN mengawali webinar kita pada seri kali ini, kita akan menyimak terlebih dahulu keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP.

15:55 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Salam Pancasila. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam ruang belajar bersama webinar series ASN belajar persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Forum Pengembangan Kompetensi ASN ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar tetap menyala dan berkelanjutan di tengah tugas pengabdian yang semakin kompleks. Sobat HSN di seluruh tanah air, izinkan

16:40 saya memulai dengan mengingat kembali sebuah momentum bersejarah yang terjadi lebih dari 8 dekade yang lalu. Pada tanggal 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPU PKI, Bung Karno menyampaikan pidato yang kemudian menjadi tonggak lahirnya dasar negara Indonesia. Dalam pidato tersebut, Bung Karno mengatakan, "Aku namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita yang ahli bahasa namanya ialah Pancasila." Dan pada kesempatan yang sama, Bung Karno juga mengingatkan

17:27 jikalau bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar, maka hendaknya kita mendasarkan diri kepada suatu filosofi seonslah, suatu fundamen, suatu dasar yang sedalam-dalamnya. Hari ini lebih dari 80 tahun setelah pidato itu disampaikan, pertanyaan yang sama masih relevan bagi kita. Apakah Pancasila masih hidup dalam keseharian kita? Ataukah ia hanya menjadi teks yang dibaca setiap upacara, namun perlahan menjauh dari perilaku dan tindakan kita. Sobat ASN, tema yang kita angkat hari ini Pancasila The Living Foles. ASN

18:15 menjaga harmoni, menguatkan negeri, mengajak kita untuk melihat Pancasila bukan sekedar sebagai dasar negara, tetapi sebagai nilai hidup living values yang terus relevan menjawab tantangan zaman. Sobat TN, kita hidup di era yang sangat berbeda dengan era para pendiri bangsa. Dunia hari ini ditandai oleh disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, media sosial, arus informasi tanpa batas, serta berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Kita menyaksikan bagaimana informasi dapat menyatukan tetapi juga dapat memecah belah. Teknologi dapat

19:01 mendekatkan manusia, tetapi juga dapat menciptakan jarak sosial. Kemajuan dapat menghadirkan kesejahteraan, tetapi juga dapat melahirkan ketimpangan jika tidak dikelola dengan bijak. Di tengah kondisi seperti ini, Pancasila menemukan relevansinya kembali. Sobat ASN, karena sesungguhnya Pancasila bukanlah dokumen masa lalu. Pancasila adalah jawaban untuk masa depan Indonesia. Ketika dunia dipenuhi polarisasi, Pancasila mengajarkan persatuan. Ketika ruang digital dipenuhi ujaran kebencian, Pancasila mengajarkan kemanusiaan. Ketika kepentingan kelompok

19:46 sering mengalahkan kepentingan bersama, Pancasila mengingatkan pentingnya musyawarah dan gotongroyong. Dan ketika pembangunan hanya diukur dengan angka-angka ekonomi, Pancasila mengingatkan bahwa keadilan sosial harus menjadi tujuan akhirnya. Sopat SN di seluruh tanah air. Karena itu menjaga Pancasila bukan hanya tugas lembaga tertentu. Menjaga Pancasila adalah tugas seluruh anak bangsa. Dan bagi ASN penjaga Pancasila berarti memastikan bahwa negara selalu hadir untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi dan tanpa sekat. Melalui SN belajar hari ini, kita ingin

20:32 menegaskan bahwa Pancasila harus terus hidup dalam pikiran, dalam perilaku, dalam kebijakan. Karena bangsa ini tidak hanya membutuhkan ASN yang cerdas secara intelektual, tapi juga kokoh secara ideologis. Tidak hanya ASN yang menguasai teknologi, tetapi ASN yang memiliki kebijaksanaan dalam menggunakannya. Tidak hanya ASN yang profesional dalam bekerja, tapi juga ASN yang menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam pengabdiannya. Sebab pada akhirnya kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya, tidak pula semata-mata pada kemajuan teknologinya. Kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di

21:19 tengah keberagaman. Dan itulah yang diwariskan oleh Pancasila. Sobat ASN yang saya banggakan, pada kesempatan yang berharga ini kita akan mendapat perspektif yang sangat kaya dari para narasumber yang memiliki kapasitas dan dedikasi luar biasa dalam penguatan nilai-nilai Pancasila. Pertama, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Toto Purbianto, SKOM, MT. Beliau adalah Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang akan memberikan perspektif mengenai aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, kami menyampaikan terima kasih

22:05 kepada Ibu Prof. Dr. Haj Siti Musdah Mulia, MA. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah sekaligus Mahiswara BPIP RI yang akan memperkaya pemahaman kita tentang Pancasila sebagai nilai hidup yang mampu menjaga harmoni sosial dan kebinekaan Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Akhirul Aminullah Esos M.Si. Beliau adalah Kepala UPT Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang yang selama ini konsisten mengembangkan kajian dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan. Kepada seluruh narasumber kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya

22:51 atas kesediaannya berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Kehadiran para narasumber hebat hari ini menegaskan bahwa ASN belajar bukan sekedar forum diskusi, tapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memastikan bahwa pembelajaran benar-benar bertransformasi menjadi kinerja dan dampak nyata. Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-18 tahun 2026. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam Pancasila.

23:38 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Telah kita simak ke speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, ternyata banyak nilai-nilai penting yang harus kita cermati dan juga menjadi acuan kita dalam mengikuti webinar sehari ke-18 tahun 2026. Kali ini ada beberapa hal terlebih dahulu informasi yang saya akan sampaikan terkait dengan bagaimana Sobat ASN mengikuti ASN belajar seri kali ini. Yang pertama kembali sesi tanya jawab akan kami hadirkan dan juga berikan kesempatan untuk bertanya kepada sobat ASN kepada seluruh pemateri nanti setelah masing-masing pemateri selesai menyampaikan materinya dan kami akan pilih satu orang untuk berinteraksi secara langsung. Jadi nanti mohon ketika

24:24 sudah kami pilih open cam dan juga open mic dan kalau sudah tidak sabar ingin berinteraksi supaya terpilih begitu ya ra hand saja nanti teman-teman panitia dari BPSDM Provinsi Jawa Timur noti dan akan mengarahkan dan memilih sobat SN mana yang akan berinteraksi secara langsung dengan narasumber. Kemudian yang kedua, untuk sobat ASN yang bertanya melalui Zoom meeting maupun BPSDM Jatim TV yang ada di YouTube, silakan untuk mencantumkan nama dan institusinya dengan jelas supaya kami juga mengenal. Kan tak kenal maka tak sayang ya. Kemudian yang ketiga, Sobat SN, link absensi dan juga e-sertifikat nanti bisa diunduh di aplikasi Semesta Bangkom. Di awal tadi sudah kami

25:09 tampilkan juga tutorialnya. Maka nanti di setiap jeda sebelum kita masuk ke pemateri sebelumnya, kita juga akan berikan tayangan tutorial semesta Bangkom kembali supaya Sobat ASN tidak tertinggal atau tidak bingung. Nah, untuk e-sertifikat dan juga absensi akan berlaku selama ASN belajar ini berjalan. Jadi, jangan sampai ketinggalan dan mohon dicek secara berkala aplikasi semesta Bangkomnya. Demikian peraturan yang kami ee adakan dalam seri ke-18 tahun 2026 kali ini. Oh iya, satu lagi. Setiap penahnya akan mendapatkan apresiasi hadiah dari BPSDM Jatim TV. Jadi pastikan sobat ASN untuk antusias dan juga berpartisipasi pada sesi tanya jawab yang nanti kami akan sediakan di setiap akhir sesi pemateri. Dan kita

25:54 akan segera menyambut untuk kehadiran secara virtual narasumber kita yang pertama yaitu Mahesuara dan juga staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Hajah Siti Musdah Mulia, MA.

29:25 Baik, Sobat ASN sudah siap ya untuk dapat menyimak pemaparan materi narasumber kita yang pertama. Dan istimewanya pada hari ini akan dimulai terlebih dahulu oleh Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPP Republik Indonesia Bapak Toto Purbianto, SKOM M.TI. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Toto. Waalaikumsalam. Selamat pagi. Selamat pagi. Apa kabarnya Kamis hari ini? Alhamdulillah sehat. Semangat nih soalnya dengan ASN Jatim nih. Semangat. Baik, terima kasih kehadirannya di awal webinar ASN kali ini, Pak Toto. Dan sudah tidak sabar juga kami untuk dapat menyimak insight dan knowledge yang akan disampaikan selama kurang lebih 1 jam ini.

30:11 Disilakan, Pak Toto. Baik, eh terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu, rahayu, rahayu. Dan salam Pancasila. Baik, terima kasih ya. Pada yang saya hormati Bapak Kepala Badan, Bapak, Ibu semua para peserta webinar pagi ini di hari Kamis yang cerah. Kalau kami di sini ee di Jakarta cerah ya karena tidak hujan jadi cerah. Dan kepada semua yang dapat mengikuti acara ee apa namanya webinar ini melalui apapun platformnya. Selamat pagi. Dan

30:57 mungkin tadi kalau dimulai dengan pantun saya juga enggak mau kalah. Saya juga akan pakai pantun. Burung merpati terbang ke hulu. Cakep. Singgah sebentar di pohon randu. Cakep. Pancasila pedoman selalu cakep. Penuntun bangsa sepanjang waktu. Baik, izin perkenalkan eh saya Toto Purbianto. Saya di sebagai direktur pelaksanaan diklat di BPIP yang memang kami mempunyai tugas di BPIP dalam rangka bagaimana kita menginternalisasi, menjalankan atau menghabituasi nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari

31:43 kepada masyarakat. kita ee mencoba masuk melalui berbagai cara, melalui sosialisasi, melalui ee webinar seperti ini, melalui diklat, kadang-kadang juga melalui festival, melalui budaya, melalui wayang dan seterusnya. Dan memang yang paling ee utama adalah pada anak-anak kita. Kita juga masuk melalui ee pendidikan formal. sudah ada buku teks utama pendidikan Pancasila yang diberikan kepada yang diwajibkan pada semua ee pelajar tingkat ee kelas 1 sampai kelas 12 SMA. Izin saya mungkin akan share screen.

32:35 Baik, izin hari ini tadi seperti disampaikan oleh ee moderator, kita akan bicara tentang Pancasila. Tadi Pak ee Kepala Badan sudah menyampaikan kita baru saja memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni. Kemarin diperingati ee dihadiri oleh Bapak dipimpin langsung Bapak Presiden Pak Prabowo di gedung Pancasila ee apa namanya? di pejambon Jakarta. Dan gedung itu memang sangat sangat bersejarah karena di situlah pertama kali sidang BPU PK 8 dekade lalu tahun 45 ee mulai dari 29 Mei tahun 2045 sampai 1 Juni tahun 45 itu ada

33:22 pertemuan, ada rapat tentang bagaimana kita perumusan dasar negara. Di situlah asal ee muasal Pancasila. Tapi kali ini kita bicara tentang Pancasila The Living Value. ASM menjaga harmoni, menguatkan negeri. Dan saya ingin mengajak Bapak, Ibu semua sekalian peserta webinar, peserta acara hari ini untuk kita paham dulu kita itu dari mana sih saat ini sehingga sampai jadi ASN sekarang. Jadi saya akan mengajak dari sejarah persatuan bangsa menuju aktualisasi nilai Pancasila dalam pengabdian ASN. Ini data ee diri saya. Jadi saya memang di BPIP sudah di beberapa posisi. Mudah-mudahan ee ini dapat apa namanya

34:08 menjelaskan ee tentang bagaimana ee apa namanya ee diri saya. Nah, ini saya akan mulai di suatu trigger gitu yang mungkin akan menjadi pemantik gitu. Pemantik apakah bangsa Indonesia bisa bubar? Kita sudah 801 tahun bentar lagi Agustus nanti kita sudah berdiri, kita sudah menjadi negara yang besar sudah akan 81 tahun. Kalau 81 tahun sudah usianya sudah sangat-sangat ee matang sekali. Kita mungkin tidak sadar bahwa kita itu besar, kita itu kuat. Bapak, Ibu, Saudara ada yang

34:54 pernah dengar Uni Soviet dulu kalau kita nonton film Hollywood itu itu mesti apa namanya? Peretorannya antara Amerika lawan Soviet, CIA lawan KGB. Tapi Soviet pecah. tahun 91 menjadi 15 negara. Ada Rusia, Ukraina, Belarus, Kirgizstan, Uzbekistan, Tantan semua Kazakhstan Tajistan seterusnya. Pernah dengar Yugoslavia? Ini sahabatnya Presiden kita Soekarno pas ee apa namanya? Asia Afrika tahun e '6. tahun 91 juga pecah menjadi enam negara. Kroasia Bosnia Herzgogovina Serbia

35:40 Montenegro dan seterusnya. Bisa loh pecah, bisa loh bubar. Apakah bangsa Elusa bisa bubar? Kita akan bicara nanti sampai di belakang. Kita mulai dari awal. Bapak, Ibu semua sekalian, kita paham kita ini sangat beragam. kita ini sangat sangat ee divers, sangat-sangat berbeda. Zaman dulu sekali Nusantara itu adanya kerajaan-kerajaan, kerajaan Hindu, Buddha, kerajaan Islam, ada Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit, Demak, Banten dan seterusnya. Mereka adalah negara-negara yang berdiri sendiri, punya ee apa namanya? kebijakan

36:25 sendiri, punya program sendiri, punya apa namanya masyarakat sendiri, mungkin bahasanya juga bahasa Sriwijaya, bahasa di sekitar Palembang sana, mungkin juga yang di Demak mungkin bahasa Jawa dan seterusnya. Masing-masing sendiri berupa kerajaan dan kesultanan. Kemudian sampailah waktu berjalan terus di era-era penjajahan kolonialisme. Akibatnya karena ada revolusi industri. Bapak, Ibu sekalian, saat itu negara-negara di Eropa melihat dari perjalanan mereka karena sudah mempunyai teknologi untuk apa? Berlayar antar benua.

37:13 sampailah ke Indonesia dan mereka tahu terinfokan oh Indonesia itu kaya akan sumber daya alam, kaya akan rempah, akan cengkeh, pala dan seterusnya di apa namanya? Dikuatkan lagi. Setelah itu teknologi yang timbul dari revolusi industri itu adalah mesin uap. pakailah kapal-kapal yang bertenaga mesin uap sehingga mampu menjelajah ke banyak negara, banyak benua. Apa yang dicari? Ya, itu mencari rempah-rempah. Ada Portugis, ada Belanda, semua datang ke Indonesia. Portugis ke Indonesia tahun 1511 itu sudah abad ke-14 awal lah gitu. 15 awal. VOC tahun

38:00 1600-an. Dan akhirnya kesengsemlah negara-negara itu dengan Indonesia karena rempah-rempahnya. Belanda sudah 350 tahun waktu itu menduduki Indonesia meskipun tidak semua wilayah diduduki dari awal. Itu menyebabkan hal yang kayak kita kok enggak ngelawan sih gitu. Kok kita tidak berperang sih? tadi itu ada teknologi yang kemudian berkembang di luar tapi belum di kita teknologi mesi jadi mereka bisa membuat bedil ini di gambar kanan mereka pakai senjata ditarukan kita mereka pakai bedil pakai senjata mungkin datang pakai meriam kita

38:47 pakai badik pakai tombak pakai panah ya kalahlah itulah kenapa teknologi menguasai ee negara atau orang yang sangat-sangat menguasai teknologi itu, teknologi mesin uap, teknologi Mesiu yang mereka kuasai duluan itu akan menguasai tempat atau bangsa lain. Berjalan terus Indonesia setelah di masa penjajaan Belanda juga ternyata Belanda pun masih ada baik-baiknya juga. Mereka para company itu memperbolehkan pemuda-pemuda lokal gitu ya, orang Indonesia lokal itu untuk sekolah sekolah kedokteran kira-kira gitu. Di

39:32 Stofia UI sekarang itu ada dr. Wahidin, Gunawan Suraji, Sutomo dan seterusnya. Karena pemikiran yang baik, karena sekolah, makin pintarlah pemuda kita sehingga mereka terberetik. Kenapa ya kita tidak melawan para penjajah? Kenapa ya kita kok begini terus? Kenapa ya kok kita perang kalah terus? Kenapa ya kita waktu itu ada perang Diponegoro, kita kalah perang Padri kalah, perang Aceh juga mungkin enggak berhasil. Jadi tidak sepenuhnya akan menang karena memang Belanda menguasai teknologi Mesiu dan perlawanan tadi sifatnya regional yang dapat dengan

40:19 mudah dipatahkan oleh Belanda dan ini mendorong strategi baru bagaimana melalui pendidikan organisasi dan sadar nasional itu untuk kita bergerak untuk bangkit. Karena itulah saat BRI Burut Tomo tahun 20 Mei tahun 28 itu kita jadikan sebagai hari kebangkitan nasional. sampai sekarang. Lanjut sekarang sejarahnya. Tadi 1908. 20 tahun kemudian ada Sumpah Pemuda yang merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Indonesia karena menandai lahirnya kesadaran kebangsaan yang kuat di kalangan pemuda di berbagai daerah. Jadi kalau Budi Utomo tahun 1908 itu awal kebangkitan nasional, maka Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah penegasan

41:07 identitas Indonesia sebagai satu bangsa. Dan di sanalah ada keputusan kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Tanah Indonesia. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Setelah tanah, sekarang bangsa. Dan kami putra-putri Indonesia mengaku bahasa persatuan, bahasa Indonesia, bahasa. Dan di sinilah yang melatar belakangi adalah karena pemuda Stofia tadi itu nota bene pemuda yang terpelajar. Mereka tergerak menyatukan perjuangan dan pergerakan dari suku, agama, bahasa, dan wilayah menjadi ee sumpah pemuda. Dan inilah kita enggak

41:52 lihat lagi suku daerah masing-masing. Jawa hanya orang Jawa, Bugis hanya dengan Bugis. Sekarang sudah menyatu menjadi bangsa Indonesia dengan bahasa Indonesia. Nah, tadi lahir sekarang pada saat Sumpah Pemuda itu tahun 28 untuk pertama kali lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan oleh WR Supratman. Ada tiga stanza Bapak Ibu sekalian di lagu Indonesia Raya itu mungkin Bapak Ibu sudah pernah mendengar ya. Tapi ini yang saya highlight yang sebelah kanan nih yang paling menjadikan sesuatu sekali. Marilah kita berseru Indonesia bersatu. Tahun 28 tadi yang saya sampaikan sudah

42:38 ngajak bersatu. Marilah kita mendoa Indonesia bahagia. Sudah berharap akan bahagia tahun 1928 karena kita haus akan kemerdekaan. Haus akan ee kemerdekaan yang tidak kita ee dapati selama penjajahan ee Belanda. Dan marilah kita berjanji Indonesia abadi sampai saat kapanpun Indonesia akan abadi. Inilah doa-doa harapan yang disampaikan tahun 1928. Bersatu, bahagia, dan abadi. Kalau abadi enggak akan pecah dong kayak Soviet, kayak Yugoslavia kan seperti itu. Bisa tetap ada Indonesia sampai kapanpun. Itu intinya. Dan tadi kalau kita

43:25 menyampaikan bahwa kita dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni. Setelah itu ini proses menjadi negara Indonesia 1 Juni 45 di sanalah saat itu pimpinan dari BPU PK Dr. Rajiman Widodinat bertanya kepada para peserta eh BPUPK waktu itu. Kalau bahasa ee apa namanya? eh Jepangnya Dokurizu Zunbi Tosakai yang kira-kira persiapan untuk kemerdekaan. Kita belum ngomong Indonesia jadinya kita enggak pakai nama Indonesia dan BPUK yang disampaikan atau terjadi di gedung Pancasila Jakarta itu hanya untuk wilayah Jawa dan Madura. Jadi ada BPUPK juga drusubi Kosakai

44:11 untuk daerah lain, tapi saat itu hanya di daerah Jakarta dan eh Jawa dan ee Madura saja. Sehingga kita enggak nyebut sebagai BPU PKI, tapi hanya BPU PK saja karena hanya ada di satu daerah di Jawa dan Madura. Saat itu Dr. Ajiman tanya, "Negara Indonesia merdeka akan kita bangun itu apa dasarnya?" Pertanyaannya apa dasarnya? yang pidato banyak semua pidato semua ada Yamin Supo semua banyak pidato dan yang paling akhir Soekarno itu pas 1 Juni 1 Juni dia menyampaikan kita sudah 3 hari rapat 3 hari bertemu tapi belum ada yang menjawab tadi pertanyaan negara Indonesia merdeka itu apa dasarnya dan

44:59 oleh Soekarno disampaikan ada prinsip-prinsip kebangsaan internasionalisme mufakat Akad kesejahteraan dan ketuhanan yang disebut Pancasila itu itu disebutnya dengan Pancasila. Jadi kata-kata Pancasila oleh Soekarno itu diucapkan pada saat 1 Juni tahun 45. Itulah kita sebut pertama kali kata Pancasila keluar 1 Juni 45. Meskipun secara intinya juga berlanjut menjadi piagam Jakarta. Dan akhirnya di pembukaan Undang-Usar tahun 45 18 Agustus narasi dari Pancasila tadi ketuanan esa kemanusiaan dan seterusnya disampaikan ee menjadi ee alin yang keempat dari pembukaan Undang-Undang Dasar. Jadi

45:45 Bapak, Ibu, Saudara sekalian, Pancasila kalau kita bilang lahirnya kapan? Ya, disebut pertama kali 1 Juni, tapi ditetapkannya adalah 18 Agustus. Sehingga itu tidak dapat kita pisahkan. itu akan menjadi satu tarikan nafas 1 Juni tanggal ee 22 Juni di Piagam Jakarta dan di 18 Agustus saat setelah proklamasi tarikan nafas lahirnya Pancasila tapi Pancasila diucapkan pertama kali 1 Juni. Jadi kalau analoginya mungkin kalau Bapak Ibu sekalian yang punya anak gitu ya lahirnya mungkin sekarang hari Kamis. Hari Kamis lahir tanggal ee 4 saat ini

46:30 rumah sakit mungkin pulang segala pakai baru ngurus akta kelahiran mungkin seminggu kemudian, sebulan kemudian tanggalnya kan sebulan kemudian. Kira-kira seperti itu. Jadi lahirnya hari ini tapi aktik lahirnya mungkin terbit 1 bulan, mungkin 2 bulan kemudian yang itu adalah di 18 Agustus. Nah, sekarang Bapak, Ibu sekalian kita masuk ke intinya. Ini setelah proklamasi saya skip aja. Bagaimana kita sebagai ASN mengaktualisasikan nilai Pancasila. Tadi saya cerita sudah dari zaman ee apa namanya? Kerajaan kolonial kita perjuangan kemerdekaan. Kita sekarang sudah jadi ASN 80 tahun kemudian setelah kemerdekaan. Apa lah

47:16 ini tadi disampaikan juga oleh Pak Kaban Pancasila itu harus hidup dalam tindakan bukan omon-omon belaka. Hafalan itu kalau hanya bisa hafal Pancasila, oh hafal sebutkan satu Tuhan Maha Esa, kemanusiaan dan seterusnya itu memang semua orang sudah harus bisa menyebutkan tapi bukan itu yang sebut sebagai sudah Pancasilais dan bukan juga sebagai slogan Pancasila di dadaku. Tidak sekedar itu saja atau simbol pasang logo Pancasila di topi, di dada, di punggung. Oh, saya sudah Pancasila ini ada lambangnya. Tidak seperti itu. Tapi Pancasila adalah nilai yang hidup dalam perilaku sehari-hari.

48:02 Kita sebagai ASN melayani dengan integritas, membiasakan sesuatu harus yang benar. Jadi saya harapkan Bapak Ibu sekalian kita sebagai ASN harus mampu mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Jadi kita harus membiasakan hal yang benar, bukan membenarkan hal yang biasa. Contoh, kita datang ke satu layanan, apapun layanannya misalnya mau urus KTP, urus, minta surat dari RT, RW, segala macam, surat keterangan apapunlah. Kemudian kita kayak semacam sukarela gitu memberikan sejumlah uang atau mungkin ee oleh-olehlah gitu.

48:49 Mungkin kalau ditanya ini apa? Oh, ini uang rokok, Pak. Atau apapunlah gitu. Ini uang kopi, Pak. Karena sudah terbiasa orang-orang menyatakan seperti itu, maka petugas atau orang tadi yang memang bertanggung jawab untuk persuratan tadi itu akan menjadikan penerimaan tadi menjadi kebiasaan. Jadi, karena sudah biasa malah nanti kapan-kapan petugas akan nyari, "Loh, kok enggak ada uang rokoknya?" Seperti itu, kok enggak ada uang kopinya? Akan begitu. Jadi kita harus membiasakan hal yang benar mulai dari kita, bukan membenarkan hal yang biasa. Hal biasa ngasih uang rokok, uang kopi seperti itu. Itu kan membenarkan hal yang biasa. Padahal kita sudah kalau di apa namanya, Bapak, Ibu sekalian ke

49:35 jalan tol itu ada kalau kita ke toilet kan ada tulisan harap tidak memberi uang tip seperti itu. Itu membenarkan hal yang biasa karena mereka kerja si petugas yang di ee apa toilet tadi itu akan memang tugasnya membersihkan kamar mandi toiletnya. Ada atau tidak ada yang memberikan pasti dia dibayar atau ditugasi untuk membersihkan. Tapi jangan gara-gara kita memberikan terus nanti dia kalau enggak ada yang memberi dia enggak akan membersihkan toilet di jalan tol itu, di rest area. Nah, itu kan salah. Jadi kita membenarkan hal yang biasa itu belum tentu baik bagi orang. Itu satu hal yang jadi contoh. Sekarang ee kita lihat berikutnya. Peran ASN dalam menjaga harmoni.

50:21 Kita harus menjadi masyarakat yang menjaga toleransi, menyurakan kebenaran, pemimpinnya harus adil, harus apa? Punya teladan dan seterusnya. Pak, ini kan normatif lah. Iya. ASN itu harus ini yang kita lakukan. Karena sekali lagi ASN bukan hanya pelaksana administrasi negara, tapi adalah perkat persatuan. Jangan mecah belah, jangan ngadu domba. Sebagai pelayan publik yang baik, sebagai teladan, etika di mana kita berada, pasti ASN sebagai abin masyarakat itu kalau salah viral. ASN mungkin apa transaksi narkoba misalnya, ASN di daerah mana ketangkap tangan transaksi

51:08 narkoba, ASN-nya yang diutamakan. Karena kita dianggap sebagai abdi masyarakat kok berbuat yang jelek. Jadi, Bapak, Ibu sekalian semua sebagai pimpinan entah itu yang paling ataslah dari ketua MPR, anggotanya, DPR, kepala daerah, Gubernur, Bupati, RT, RW atau kita, kita harus menjadi teladan etika karena kita disorot oleh masyarakat sebagai abdi masyarakat. siapapun kita harus menjadi contoh netral, profesional, adil, dan melayani tanpa diskriminasi. Nah, sekarang kita lihat ASEN lebih dari sekedar pelaksana asmisi negara. Bapak, Ibu tahu ada tadi kita sebut ee

51:54 apa namanya? ee ee sebagai budaya yang baik, membangun karakter yang baik. Tahu enggak bahwa kita adalah salah satu negara yang tingkat korupsinya secara dunia ya cukup tinggi. di data saya adalah peringkat ke-99 dari 180 itu tahun 2024 kalah dengan negara tetangga misal Jepang, Singapura, Korea, Jepang. Tuh ngapain sih, Pak? Bapak perhatian Jepang sangat disiplin sama waktu.

52:43 Kalau Bapak lihat film-film di Jepang itu kalau jalan-jalan raya itu cepat jalannya. Dia enggak ada jalan. Orang Jepang jalan pelan enggak ada. Selalu cepat karena selalu disiplin terhadap waktu. Dan dia mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Dan paling utama mereka punya rasa malu. Kalau dia berbuat salah dia akan mundur. Bahkan kalau yang suka di apa yang suka di film-film itu saking malunya dulu jam kerajaan segala macam itu sampai hara kiri mungkin. Maaf, bunuh diri karena rasa malu. Demikian kuatnya budaya ee Jepang terhadap integritas bahwa dia tidak bisa atau tidak boleh salah. Rasa malu itu menjadi hal yang paling penting. Kalau kita kan ketangkap KPK masih

53:29 senyam-senyum di depan kamera. Wah, disorot TV nih senyum-senyum. Dia orang salah tapi kok enggak punya rasa malu ya. Nah, itu yang beda membedakan kita dengan Jepang yang punyai budaya yang sangat tinggi tentang bagaimana karakter. Karakter itu penting, jangan dinodai. Jadi dia akan punya rasa malu bila berbuat salah. Singapura misalnya sekarang, Singapura itu termasuk salah satu negara di Asia yang ee apa tingkat ee apa anti korupsinya tinggi sekali. Dia kalau di data saya ranking ketiga dunia tahun 2024 di bawah Denmark dan Finlandia. Singapura loh tetangga kita dekat kok. Paling 2 jam naik pesawat dekat sekali.

54:15 Kenapa lah ini tadi? Karena ee di Singapura dia ee apa? Sistemnya adalah berbasis kompetensi dan kinerja menggunakan data dalam semua kebijakan keputusan dan fokus pada hasil. Sehingga kalau misalnya disebut oh ya memang begitu Pak. Kalau di Indonesia kan memang rankingnya kan ranking rankingnya rendah nih nomor 99 dari 180. Karena kenapa? Oh Pak karena budaya korupsi merebak. Korupsi kokaya budaya kita tadi budaya yang luhur, budaya gotong-royong, budaya toleransi, nilai Pancasila dari situ kan. Masa korupsi jalin budaya? Jangan. Budaya kita bukan korupsi. Itu yang harus kita berantas dan jadikan budaya masyarakat

55:02 itu jaga toleransi. Seperti kata ee Soekarno pas waktu pidato di tahun 4 Trisakti dia menyatakan berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Kuat di politiknya, mandiri dalam ekonominya dan kebudayaannya yang itu sesuatu yang pribadi. Jangan korupsi. Nah, itulah yang membedakan kita dengan negara-negara ee lain tentang bagaimana pelayanan publik, teladan etika itu menjadi ee penting di masyarakat. Nah, sekarang kita lanjut bagaimana kita menjadi ASN yang kelas dunia. ASN harus jadi teladan dalam setiap ruang publik.

55:49 Jadi, ASN kelas dunia itu memang kita harus punya integritas, bebas intervensi politik, punya kompetensi profesionalisme angabilitas, adaptif inovatif. Kemudian ada pertanyaan, ini halnya agak susah, Pak, sem jalankan. Bisa, Bapak, Ibu semua bisa. Bapak, Ibu sudah integritas itu melakukan hal yang benar meskipun tidak diawasi itu sudah integritas, tidak bolos kerja, tidak korupsi waktu, orientasi pelayanan memandang bahwa kalau tugasnya melayani masyarakat ya dia bukan yang menguasai masyarakat. Kalau mau ke saya bayar dulu

56:36 seperti itu misalnya contoh. Enggak gitu. Kita sebagai pelayan masyarakat kita harus melayani masyarakat. Apa kebutuhan masyarakat kita bantu. Karena sekali lagi kita dibiayai dan hidup dari negara. Negara itu dari pajak. Pajak itu dari masyarakat. Jadi kita bagaimanapun akan dibayari atau digaji oleh masyarakat se-Indonesia sehingga akan sangat ee apa namanya? ee buruk bilamana kita tidak menjalankan tugas apa yang jadi diamankan amanahkan oleh kita. profesionalisme misalnya bekerja sesuai kompetensi aturan standar berani tanggung jawab atas hasil kerja dan seterusnya. Dan ini yang juga menjadi ee hal baik di mana kalau kita

57:22 bicara tentang ASN dalam rangka tindakan nyata nilai Pancasila, ketuhanan bagaimana bekerja dengan jujur, amanah, itu sudah ketuhanan, Pak. Sudah Pancasila itu tidak hanya dihafalkan sebagai Ketuhanan yang Maha Esa. Itu adalah salat, sembahyang, ibadah. Bukan hanya seperti itu. Bekerja dengan integritas moral yang tinggi itu sudah ingat bahwa dia bertanggung jawab pada Tuhannya. Itu sudah bagian dari ketuhanan. Jadi implementasi nilai Pancasila itu sangat-sangat ee apa namanya? cair gitu. Di dalam ASN pun Bapak Ibu semua sekalian sudah berjanitas dengan modalitas sudah sesuai dengan sila pertama ketuhanan.

58:10 Kemanusiaan ciptakan pelayanan publik yang empat, humanis, menghormati martabat masyarakat dilayani. Bahasa lainnya memanusiakan manusia, nguongkewong. Kalau di daerah Sulawesi Utara tuh sitou, timu tumutou kira-kira sama memanusiakan manusia itu ada nilai-nilai dari kemanusiaan dari ee Pancasila. Persatuan menjaga harmoni sosial toleransi lingkungan kerjaan masyarakat itu sudah bagian dari menjaga atau menjalankan nilai persatuan di ASN. kerakyatan mendengar aspir aspirasi masyarakat

58:56 misalnya ada masyarakat ngadu ya kita dengarkan karena bagaimanapun tadi kita pelayanan masyarakat jadi jangan pokoknya begini Bapak Ibu sekalian harus menurut saya enggak seperti itu. Karena sekali lagi mendengar dan paling penting kita harus mengajak masyarakat untuk diskusi untuk kita terlibat melibatkan masyarakat itu adalah implementasi dari nilai kerakyatan di Pancasila. dan keadilan sosial sekarang yang paling akhir dari sila memastikan pelayanan dapat diakses seluruh warga secara adil. Jangan beda-bedakan pelayanan setara tanpa pandang latar belakang dan itu harus jelas dalam budaya kerja ASN setiap hari. Nah, ini yang saya juga mau masukkan di

59:43 materi ini adalah tadi di awal apakah Indonesia bisa bubar? Ingat pertanyaan tadi? Jawabannya bisa. Bisa oleh kita sendiri. Salah satunya oleh ASN. Kita tadi mengadu domba, ngacak-ngacak, bikin susah orang segala macam sehingga orang-orang tidak makmur. Dan yang kedua ini tantangan baru di era digital. Ini bagi saya sangat-sangat penting saat ini karena ASN sekarang harus bijak bermedsos, jaga etika digital, penyejuk di tengah masyarakat. Jangan memecah belah. Karena sekali lagi kalau kita tenggelam di medsos yang tidak benar

1:00:28 gitu karena kita ikut, kita nge-like, kita kasih komen untuk hal yang tidak benar, ada ujaran kebencian, ada polarisasi sosial, perpecahan jadinya akhirnya ee terjadi. Dan ini yang tadi yang saya sampaikan, Indonesia bisa bubar, bisa oleh siapa? Ya, oleh kita sendiri. Karena kita yang bubarin, kita yang pecah belah, kita yang bikin hoa, kita yang adu domba dan seterusnya. Lah sekarang bagaimana, Pak caranya? Kalau kita mau bermesos, pastikan apakah informasi yang kita sampaikan itu terverifikasi. Jadi, misalnya kalau Anda, Bapak, Ibu sekalian sebagai ASN, bikinlah sesuatu informasi yang valid gitu, yang benar.

1:01:15 Jangan sesuatu yang tidak benar kemudian disampaikan. Misalnya masukin ke grup ee IG gitu misalnya di bagian IG bukan di grup di ee apa mesosnya IG ada pembagian apa namanya sembakau gratis di mana tanpa diverifikasi itu benar apa enggak. Kita hanya nerusin aja. Ternyata masyarakat ke sana enggak ada pembagian itunya akan marah mungkin akan jadi apa keos segala macam. Nah, itu apakah informasi yang kita ketik, yang kita tulis, yang kita tulis adalah benar. Itu yang harus terverifikasi. Karena dengan demikian kita akan meminimalisir penyebaran hoa. Kita tidak merusak individu orang lain dan akan menjadikan penurunan kepercayaan masyarakat kalau ternyata yang kita

1:02:00 masukkan itu atau kita informasikan jadi tidak benar. Kedua, sekarang apakah yang kita masukkan itu bermanfaat kita posting? Apakah bermanfaat, apakah sesuai, apakah ada untungnya bagi orang lain? Karena Bapak, Ibu semua sekalian sebagai ee apa namanya? ASN berikan informasi layanan publik, berikan edukasi ringan-ringan aja. Misalnya ee Bapak, Ibu semua, Saudara sekalian, misalnya kalau ada gempa bumi, bersembunyilah di misalnya di bawah meja atau di di dekat tiang supaya meminimalisir kena gempa bumi misal kalau rumahnya runtuk. itu kan layanan publik memberikan edukasi bagaimana masyarakat bila menghadapi

1:02:46 sesuatu ada solusinya dan apapun Bapak Ibu sekalian kalau misalnya di jalan ada seperti apa harap menelepon mana. Nah, itu juga suatu hal yang informatif dan itu dapat dilakukan Bapak, Ibu sem ee semuanya berbagi pengalaman yang dapat membantu orang lain sehingga kalau ini dilakukan maka informasi yang baik tadi di ruang digital penuh dengan informasi yang bagus, yang produktif sehingga orang tidak bising informasinya, tidak overload, berita-berita enggak benar dan kita harus mengisi. Jadi kalau saya mendefinisikan, kita tidak bisa menghambat atau menyetop berita buruk di medsos. Yang bisa kita lakukan adalah mengisi dengan yang baik. Kalau timbangan gitu ya, isilah dengan yang baik terus

1:03:33 sehingga nanti timbangannya akan berat ke yang baik. Nah, itu akan penting di mana kita melawan ee mesos yang buruk dengan hal atau konten yang baik. tadi sudah sekarang menginspirasi apakah kalau kita apa bermesos menginspirasi orang lain ada motivasi bagi orang lain karena media sosial itu memberi kekuatan membentuk pola pikir perilaku masyarakat bisa meningkatkan semangat optimisme kreativitas dan seterusnya membagikan kisah keteladan praktik baik ngangkat cerita keberhasilan mungkin di ee instansi Bapak sendiri itu misalnya Bapak Ibu sendiri itu kan oh di BPSDM

1:04:18 Jatim punya apa best practice ini ya gitu yang lain akan nyontek akan niru oh mungkin di tempat yang lain mungkin ee dinas mana punya apa yang baik gitu misalnya orang akan niru oh kemarin misalnya ee perayaan atau peringatan 1 Juni di kantornya oh ternyata meriah sekali dibagikan orang lihat wah kok sana lebih bagus ya nah itu kan suatu hal yang menginspirasi sesuatu yang baik yang mungkin mungkin dapat tereskalasi di masa ke depan. Nah, kemudian sekarang kalau kita bermesos, apakah perlu? Apakah informasi itu harus disampaikan? Kalau enggak perlu-perlu, enggak usah deh. Ada kalanya kita sebagai ee netizen punya kewajiban satu hari paling enggak

1:05:03 harus satu uploadan, satu konten. Padahal enggak penting-penting banget. Itu kan memenuhi dunia sana. Jadi sesuatu hal yang enggak perlu enggak usahlah disampaikan. Karena kadang-kadang kita kelewatan atau kebobolan apa kebablasan lah gitu. Ada informasi yang sifatnya pribadi sensitif atau mungkin dapat mengganggu orang kita tanpa sadar kita masukkan sebagai ee hal yang ee kita upload di medsos. Jadi contoh baik itu adalah menahan diri untuk tidak mengunggah informasi pribadi orang, tidak nyebarin rumor yang belum jelas. Pertimbangkan juga dampak sosial sebelum memposting sesuatu. Jadi itu yang

1:05:49 mungkin dapat menjadikan kita akan lebih ee bijak dalam bermetsos. Dan satu lagi adalah baiknya kalau kita bermesos adalah yang santun. yang santun itu dalam rangka supaya kalau ada kritik ya konstruktif, jangan ada ujaran kebencian, menghormati pendapat orang, bahasa yang sopan sehingga masyarakat yang membaca konten Bapak, Ibu sekalian itu akan nyaman gitu. Dan sekali lagi tadi itu kita berharap ee Indonesia bersatu, Indonesia bahagia, dan Indonesia abadi. Tidak akan pecah seperti saya disampaikan di awal tadi itu bahwa ee seperti Soviet dan Yugoslavia yang pecah dan kita sebagai

1:06:34 ASN itu harus sebagai orang-orang yang mempunyai peran lebih karena kita di gara terdepan. di gara terdepan bagaimana kita menjaga persatuan bangsa dan karakter nilai bangsaan itu ada dapat kita lakukan dari kita sendiri. Sekali lagi kalau zaman dulu apa ee negara lain Eropa koloni itu kolonial itu ngambil kayaan alam Indonesia. Sekarang kita sadar kita besar bukan hanya kekayaan alam tapi kita punya persatuan dan karakter. bangsanya. Karakter apa? Karakter Pancasila. Bermusyawarah, kemudian tolong-menolong, toleransi.

1:07:23 Kita suka membantu orang kalau lagi sedekah itu keadilan dan seterusnya. Ini yang menguatkan kita sebagai bangsa yang besar. Jadi, Bapak Ibu semua sekalian, saya mengajak kita sudah Indonesia sudah besar. Jangan merasa minder dengan bangsa lain. Kita jadi bangsa yang besar tidak akan pernah bubar. Jangan gara-gara dulu ketemu orang Soviet, wo bagus, orangnya tinggi, gagah, bubar negaranya, kalah sama kita. Kita enggak mungkin secara umum kita enggak terlalu tinggi badannya, tapi kita jadi satu karena kita punya karakter, kita punya suatu hal yang sama, kita punya Pancasila dan ini akan menjadi pedoman kita hidup seterusnya. Dan ini sebelum penutup

1:08:09 kita punya integritas, kita punya bagaimana digital ini kita ee apa teladani, apa kita kuatkan dan itu untuk mendukung pelayanan kita pada masyarakat. Harapan kita semua ya, Pak Presiden mengharapkan Indonesia Emas 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, kita akan lebih lebih baik dari saat ini. Dan semoga kita sebagai ASN kita bersama dapat membantu semua bergotongroyong enggak cuman ASN aja ya, dengan masyarakat lain, dengan pemerintah juga untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Karena kita lahir dari persatuan dan kita sama-sama mungkin pernah ada duka COVID, ada mungkin perbedaan perpecahan

1:08:54 segala macam. Satu lagi yang mau saya itu kita bersyukur bahwa kita berbeda dari Sabang Merauke, dari Pulau Rote sampai itu kita dari utara selatan barat ee ke timur itu beda-beda. Beda bahasa, beda kulit, beda ee apa namanya? nya beda suku, beda agama, tapi kita tetap satu karena kita punya satatu yang menyatukan kita, yaitu Pancasila yang terus hidup dalam tindakan kita. Mungkin itu dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan dan nanti dibuka ee sesi diskusi. Saya kembalikan ke moderator. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam Pancasila.

1:09:44 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Toto, terutama pesan terakhirnya untuk kita semua dan ini kesempatan kepada Sobat ASN untuk berinteraksi dan bertanya langsung dengan Pak Toto. Kita akan sambungkan dengan Sobat SN yang sudah tergabung dan telah kami pilih. Sebenarnya ini ada dua pertanyaan juga dari Sobat ESN melalui chat. Tapi kalau misalnya ada waktu sisa, kita akan coba tanyakan kepada Pak Toto begitu ya. Kami akan hubungkan terlebih dahulu yang sudah rais hand tadi. Baik, selamat pagi. Masih mencoba kami hubungkan. Oke, kita akan bacakan terlebih dahulu saja pertanyaan yang telah masuk dalam kolom chat. Begitu Pak Toto ya. Karena ini ada dari dua kota yang

1:10:30 berbeda. Yang pertama dari Pemkot Bandung atas nama Bapak Udin. Pertanyaannya, bagaimana BPIP melihat hubungan antara penguatan ideologi Pancasila dengan peningkatan kualitas, tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap birokrasi? Demikian pertanyaannya satu terlebih dahulu Pak Roto. Mohon untuk dapat dijawab. Baik, terima kasih Pak Udin. Jadi memang ee kapan lalu saya juga sempat hadir di acara BPSDM Jawa Barat ya. Memang ee waktu itu juga oleh Kang IB ya, Pak Ib waktu itu juga menyampaikan banyak t bagaimana kita mentransformasikan nilai Pancasila dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Jadi, Bapak Ibu sekalian seperti gini

1:11:17 ee kita mempunyai pemberan yang baik. kita sudah punya sistem, kita sudah mempunyai pedoman, sudah mempunyai cara, kita punya sistem merit kita. Kalau hanya punya saja tapi tidak dijalankan, itu akan percuma. Seperti tadi saya sampaikan, kita punya hal-hal yang baik tapi yang paling penting adalah melaksanakannya. Pancasila dalam tindakan, tidak omon-omon lah. Di sini tata perintah apa? Tata kelola pemerintah yang baik dikaitkan dengan Pancasila. Tentu kalau kita melihat dari apa yang di di apa istilahnya di digariskan atau di ee arahkan oleh ee masing-masing daerahnya tentu punya tujuan dan tujuan itu pasti tujuan yang mulia, tujuan yang baik untuk mensejahterakan masyarakat. Mjarakan

1:12:02 masyarakat itu mungkin akan banyak hal yang dari pendidikan, dari kesehatan, dari mungkin keamanan, dari ee pangan dan seterusnya. Tata kelola yang baik adalah bagaimana pimpinannya itu dapat melaksanakan tugasnya dengan amanah. Mungkin Bapak Ibu semua di satu du hari ini melihat dari beberapa pimpinan ee BGN ditangkaplah gitu ya ee akan dimintai keterangan terkait dengan pengelolaan ee apa namanya? makan bergizi gratis yang tidak baik gitu seperti itu. Ini salah satu contoh makan bergizi gratis bagus tujuannya bagus programnya. Bagaimana pemerintah Pak Presiden Prabowo itu berharap kalau

1:12:50 kita mau meningkatkan karakter bangsa, karakter itu kalau mau dibentuk melalui pendidikan formal, nonformal, informal, tentu anak-anaknya harus mempunyai apa istilahnya kecukupan gizi sehat dululah bahasanya seperti itu. Dengan ee dari apa tubuh yang sehat, maka dia akan dapat bergerak yang lebih positif. Bagaimana kalau dia ternyata sakit ya enggak akan bisa beraktivitas, enggak bisa berpikir dengan baik dan seterusnya. Tujuannya bagus, makan bergizi gratis, turunkan ke bawah. Ada struktur tata kelola aturannya segala macam tentang makanan bergizi gratis. Tapi bilamana ada tadi tidak integritas, kemudian ee mencoba juga untuk usaha-usaha korupsi, untuk

1:13:37 KKN yang semua itu tidak sesuai dengan Pancasila. Dan saya angkat jempol kepada Pak Presiden kita yang sudah tegas. Beliau yang mengangkat, tapi beliau juga yang mengkoreksi atau apa namanya ee menegur bahkan menghentikan stafnya atau anggotanya yang salah. Jadi itulah yang kita haruskan, kita harus ee lakukan sebagai pemimpin. Siapapun kita, apapun jabatan kita, kita pun ee apa namanya? tinggi mungkin punya staf di bawahnya, punya ee pegawai di bawahnya. Kalau ternyata kita sendiri di rumah gitu misalnya, terapkan juga kita sebagai orang tua kepada istri, kepada anak, kepada tetangga itu suatu hal yang tata kelola yang baik akan benar atau

1:14:24 berjalan bilamana dijalankan. Karena bagaimanapun itu dari orangnya juga. Dan kalau memang orangnya tidak sesuai, tidak benar misalnya misalnya nih di lingkup kita terdekat Pak RT-nya gitu mungkin enggak bagus ya kita akan tegur gitu dengan baik dengan sopan ya tidak Bapak tidak benar tidak ee tidak sesuai dan seterusnya dan ini menjadi penguat kita bersama bahwa sekali lagi kita tidak bekerja sendiri-sendiri kita harus bergerak secara kelompok tapi dengan cara yang sopan musyawarah untuk mufakat untuk mengkoreksi pimpinan yang tidak benar. Dan di sinilah insyaallah kalau ee semua saling kerja sama pimpinannya sudah amanah dilindungi apa di apa dikoreksi oleh lingkungannya yang

1:15:10 benar tentu program-program yang sudah baik tentu akan berjalan dengan baik. Mungkin itu dari jawaban dari saya. Kembalikan ke ee moderator. Baik, satu pertanyaan tadi telah terjawab, maka ada satu pertanyaan lagi. Begitu titipan dari chat yaitu dari SASA dari Kota Blitar. Menurut BPIP, indikator apa yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan kinerja ASN sehari-hari? Demikian pertanyaan Pak Tat. Silakan. Ya, ini kalau tadi saya sampaikan di awal ya, untuk kinerja ASN itu kan banyak ya, tapi kalau langsung menyentuh ke masyarakat tentu yang harus nilai-nilai berkaitan dengan masyarakat. Jadi bagi saya nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan itu utama. paling penting

1:15:56 karena kita melayani. Jadi kalau semua penting tentang ASN itu harus berakhlak ya berapa ee intinya harus ee harus jadi contoh panutan ee apa beribadah misalnya begitu mempunyai ee tujuan. Kemudian kita juga harus jaga persatuan juga penting juga jaga apa namanya ee musyawarah juga penting. Tapi kalau tadiilihat saya lihat bagaimana ee apa namanya maksimalnya seorang ASN untuk dapat berkinerja baik bagi masyarakat tentu harus mengutamakan masyarakat karena target tujuannya target itu apa capaiannya adalah kepuasan masyarakat dan di sini kalau masyarakat diorangkan tadi manusiakan-manusia sampaikan tadi dan juga kemudian kita me apa istilahnya

1:16:43 tidak membeda-bedakan gitu itu kalau apa namanya ee kita dalam pelayanan gitu ya memang harus butuh cepat ya harus dicepatkan gitu tapi sesuai dengan prosedur ada urutannya mungkin ada ee apa namanya ada prioritasnya dan seterusnya mudah-mudahan apa yang kita lakukan dilakukan dalam rangka ee bagaimana tata kelola pemerintah yang baik bagi masyarakat itu akan terlaksana. Sekali lagi yang dibutuhkan adalah person-nya, orangnya, kitanya. Kita menganggap bahwa kita ee masyarakat harus kita apa namanya? kita layani. Layani dengan hati. Sekali lagi layani dengan hati. Karena kalau kita layani dengan kalau ada perintah, kalau ada uangnya, kalau supaya ee bisa jadi medsos, jadi bagus, itu enggak dapat. Kita sebagai ASN, kita harus kerja

1:17:30 dengan hati dan semoga kalau kita jalan apa bekerja dengan hati, dengan kompetensi kita, dengan kinerja kita, mudah-mudahan apa yang tadi diitakan akan tercapai. Mungkin itu dari saya. Baik, terima kasih. Dua pertanyaan telah dijawab oleh Pak Tato sebagai narasumber yang pertama. Terima kasih banyak, Pak, waktunya kurang lebih 1 jam telah memberikan wacana dan kembali diingatkan juga dengan sejarah Indonesia yang menjadi akar dari jiwa kita. Apalagi tagline kita ASN berakhlak. Pak Toto terima kasih banyak semoga dapat bertemu dalam kesempatan lain dalam webinar ASN BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sampai jumpa lagi Bapak. Terima kasih. Nah, Sobat ASN, kita masih memiliki dua narasumber yang akan memberikan materinya. Tentunya akan lebih melengkapi topik besar kita pada ASN

1:18:15 belajar sehari-hari ini. Namun, kita akan jeda terlebih dahulu sambil kita berikan tutorial untuk aplikasi semesta Bangkom. Gunanya untuk sobat ASN absensi, presensi, dan juga untuk e-sertifikat. Diisi terlebih dahulu satu persatu dan segera akan kita kembali dengan narasumber kita yang kedua.

1:22:01 Selamat datang kembali SN dalam webin Webinar ASN belajar ke-18 tahun 2026 persembahan BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan tema kita kali ini yaitu Pancasila The Living Values. ASN menjaga harmoni menguatkan negeri. Memang di saat-saat seperti ini memiliki value Pancasila ini harus dan wajib dimiliki oleh setiap ASN. Untuk itu dalam penguatannya pada hari ini kita akan sekali lagi menyimak pemaparan dari materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang kedua yaitu Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Malang Bapak Dr. Akhirul Aminullah Esos, M.Si.

1:22:47 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Akirul. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk waktunya menyempatkan diri kurang lebih 1 jam memberikan banyak sekali wacana dan juga ilmunya, Pak. Apalagi tadi sudah disampaikan juga di awal oleh Pak Tok materi dari Pak Kirul tentunya akan lebih memperlengkapi kami. Disilakan waktunya, Pak. Ee terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu-rahayu. Salam Pancasila. Yang saya hormati

1:23:35 Bapak Dr. Rami Ramlianto sebagai Kepala BPSDM Jawa Timur. juga Bapak Toto Purobianto SKOM MTI sebagai Direktur Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI dan Prof. ee Siti Musdah Mulia sebagai staf ee khusus ketua dewan pengarah BPIP dan para tim dari BPSDM Jatim dan rekan-rekan sekalian yang saya hormati. Izin saya berbagi ee sedikit materi ini. Saya mau ee share screen dulu.

1:24:27 Oke, materinya sudah bisa terlihat Bapak Ibu. Terlihat dengan jelas. Silakan dilanjutkan. Oh, kelihatan ya? I. Oke. Jadi berkaitan dengan ee diskusi kita kali ini, tadi sudah disampaikan bahwasanya temanya ngomong tentang Pancasila the living values ASN menjaga harmoni menguatkan negeri. Ini menjadi hal yang penting. Sebagaimana tadi ee sempat disampaikan oleh Pak Toto. tentunya ini berkaitan dengan ee bulan Juni dianggap sebagai bulan Pancasila. Kita kemarin ee hampir

1:25:14 semuanya mengikuti upacara 1 Juni ya. Kita menjadi refleksi tentang arah bangsa kita. Bagaimana tujuan negara kita itu merdeka. Bagaimana Pancasila itu tetap menjadi cita-cita bangsa Indonesia menjadi pedolong pedoman kita. dan menjadi nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Spesifiknya apa? Spesifiknya adalah ASN. Karena ini ASN menjadi tonggak dari pemerintah. Tidak hanya pemimpin ee yang harus betul-betul bagus menahkotai negara dan bangsa ini, tetapi ASN sebagai aparat negara, aparatur ee

1:26:00 pemerintah. Baik buruknya negara ini juga akan dipengaruhi oleh bagaimana kondisi ee ASN. Bapak, Ibu sekalian yang ee saya hormati. Mungkin kita sedikit ngomong tentang kondisi birokrasi kita gitu ya. Kita ngomong, saya menyebut sebagai paradoks modern birokrasi kayak gitu ya. Ini banyak dikeluhi. Jadi kita mencoba nanti itu diskusi tidak hanya menampilkan yang baik-baik tetapi juga kita ngomong tentang kondisi apa adanya untuk menjadikan refleksi kita. sebuah refleksi itu bisa kita lakukan ketika kita mau jujur ngomong tentang kondisi kita. Tidak semua orang itu baik, tidak

1:26:47 tetapi juga tidak semua orang itu jelek. Dalam diri kita termasuk ASN itu pasti ada sisi kita yang baik, ada sisi kita yang buruk juga seperti itu. Ini tentunya perlu kita ee sadari. Oke. Kalau kita ngomong tentang kondisi kita ya tentunya dibanding dulu ketika kita awal merdeka, maka saat ini kondisi pendidikan semakin tinggi. Banyak para aparatur ee ASN yang pendidikannya sudah bagus. Paling tidak biasanya itu adalah S1 sarjana. Tidak jarang yang sudah S2, magister, bahkan yang doktor itu banyak yang menjadi ASN, para pejabat kita di

1:27:35 dalam birokrasi kita. Tetapi seringki pengetahuan yang semakin tinggi belum tentu kadang diimbangi dengan karakter yang bagus, clean government dan transparansi. bagaimana kerja-kerja birokris birokrasi kita yang masih bagus belum tentu ee linier dengan pendidikan para aparaturnya. Ini kenapa hal ini bisa terjadi? nanti kita berkaitan dengan ee nilai nilai yang kita ee ketahui, nilai yang kita pahami, nilai yang kita yakini, dan bagaimana ee ujungnya nilai-nilai yang kita yakini

1:28:21 itu nanti kita jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari. ini yang terjadi. Banyak ee keluhan-keluhan di masyarakat itu bagaimana pelayanan kita belum maksimal. Seringki ee guyonannya ee teman-teman atau orang-orang ee biasa itu kadang salah satuya kalau di Indonesia itu tolak ukurnya ee pelayanan di Bank BCA ya yang dianggap sebagai pelayanan yang bagus di sektor swasta. melayani yang bagus, sepenuh hati, ikhlas tanpa ada kata-kata atau slogan. kita kalau ee mendatangi kantor-kantor

1:29:06 ee publik ya, pelayanan di catatan sipil, pelayanan di kepolisian, pelayanan di kesehatan Pokesmas yang sifatnya publik milik pemerintah seringkiali itu ada ee tulisanttulisan zona integritas, transparansi, pelayanan sepenuh hati, ee mengabdi adalah ibadah itu banyak sekali ee slogan-slogan. Tetapi bagaimana slogan-slogan ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Bagaimana kita tahu keluhan-keluhan ee masyarakat itu salah satunya adalah seringkali masyarakat itu menyampaikan keluhan-keluhannya itu di media sosial baik melalui Twitter, Instagram ee

1:29:54 bahkan TikTok kayak gitu. Kita tentunya sebagai ASN tidak bisa menutup mata. Kita harus bisa melek, oh ini loh yang terjadi di masyarakat. Itu juga berkaitan dengan apa di dalam paradoks modern birokrasi kemajuan teknologi semakin cepat apalagi ee online ya. Sehingga harusnya dengan perkembangan teknologi dan digital digitalisasi itu memperpendek, memperingkas, dan lebih menyederhanakan birokrasi. tetapi masih banyak kita alami itu

1:30:39 semakin kadang menambah rentetan birokrasi yang akhirnya di dalam perkembangan teknologi yang pesat itu seringki malah menjadikan konflik sosial polarisasi ee meningkat. kita harus aware ini ya, kita harus melek terhadap perkembangan teknologi. Kalau dulu ketika ada ee pelayanan-pelayanan yang tidak bagus, masyarakat mengeluh di tempat lain, di daerah lain, mungkin pimpinan yang di pusat tidak tahu. Tetapi sekarang dengan media sosial keluhan-keluhan itu w bisa langsung muncul. sehingga seringkiali kadang ee muncul di

1:31:25 masyarakat itu pelayanan itu akan menjadi bagus kalau sudah viral. Jadi sesuatu itu kalau enggak viral tidak ditangani lah. Itu kita harus betul-betul memitigasi masalah-masalah seperti itu sehingga apa? Dibutuhkan yang institusi terus direformasi, diperbaiki tetapi bukan menambah administrasi. sudah aware, sudah sadar melek membandingkan bagaimana pelayanan di negara kita dengan di negara lain, di negara tetangga, di Singapura bagaimana, di Malaysia bagaimana, belum itu kalau di Australia, di Amerika, di Eropa lah. Ini kita harus ee sadari ini tentunya

1:32:12 kita harus melihat ee secara positif positifnya apa? bagaimana pelayanan-pelayanan di negara lain, di daerah yang lain yang lebih bagus bisa kita tiru untuk memperbaiki secara internal. Kekurang-kekurangan ee kita bisa mitigasi lah. Ini yang harus kita ee pahami. Jadi ee jawabannya itu bukan semata kurangnya regulasi atau teknologi yang teknologi, tetapi seringki adalah hilangnya suatu nilai. Saya lihat di negara kita untuk ee regulasi itu sudah banyak. Setiap ada kekurangan dari sebuah kebijakan ditambah regulasi. Setiap ada

1:32:57 permasalahan ditambah regulasi. Tetapi kita lupa membangun kultur, membangun budaya yang baik, membangun budaya pelayanan yang bagus, membangun budaya nilai-nilai kejujuran, transparansi. lah. Itu yang seringki ee kurang sehingga apa? Budaya yang tidak bagus dikasih atau dirubah berapa kalipun regulasi itu perubahan tidak akan begitu banyak. itu yang perlu ee kita pahami. Ee kita sekarang ngomong tentang ee Pancasila sebagai living values yang terus kita ee tanamkan ya. Jadi kalau

1:33:45 kita ngomong ee Pancasila kita itu ngomong tentang bagaimana kita ee mempunyai panduan di dalam berbangsa dan bernegara. Mungkin saya sedikit agak filosofis ya kalau kita ngomong tentang ontologi ya. Pancasila kalau kita lihat secara ontologis gitu ya, ini kan sebuah realitas. Kita harus memahami realitas itu ada tiga. Ada realitas objektif, ada realitas subjektif, dan ada realitas intersubjektif. Realitas objektif adalah kita sepakat enggak sepakat, suka enggak suka.

1:34:31 Realitas itu ada. Contohnya saya sebagai pemateri kalau ditanya apakah saya Pak Akhirul Aminullah ini jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan? Semuanya sepakat. Saya laki-laki enggak ada perdebatan suka enggak suka sama saya. Saya laki-laki. Ini adalah realitas ee objektif. Ada realitas yang kedua yaitu realitas subjected. Saya sebagai pemateri kayak gitu. Nanti di akhir ee paparan saya mungkin saya akan diberi penilaian. Apakah Pak Akhir itu materinya bagus, sesuai atau tidak lah. Ini bisa saya gitu. Ada orang yang mungkin menilai, ah enggak bagus, ee jelek, membosankan.

1:35:19 Nah, ini realitas subjektif. Mungkin ada yang mungkin tertarik, "Oh, bagus materinya menarik." Lah ini bisa menimbulkan perbedaan persepsi. Ini adalah realitas ee subjektif. Yang ketiga, secara ontologis ada realitas intersubjektif. Maaf saya minum dulu. saya lanjutkan ya. Ada realitas intersubjektif yaitu suatu realitas itu ada karena kita sepakati ada.

1:36:06 Contohnya Pancasila sebelum 1 Juni 1945. Apakah Pancasila ada? Enggak ada. Tetapi ketika sudah dipidatokan oleh Bung Karno, gagasan tentang dasar negara yang disebut sebagai Pancasila dan disahkan di dalam konstitusi 18 ee Agustus, maka Pancasila itu ada.

…

Share

Ringkasan Video YouTube