Bab 56-61 Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Ringkasan Singkat

Video ini menceritakan tentang Wira, seorang pemuda desa yang memberikan ide-ide inovatif kepada Tuan Indra, seorang pejabat yang diasingkan, untuk meningkatkan perekonomian daerah. Ide-ide tersebut meliputi penghapusan tembok pasar kota, pengembangan ekonomi malam, dan penjualan tanah pemerintah. Namun, ide-ide ini juga menimbulkan kontroversi dan ditentang oleh beberapa pihak. Wira juga menghadapi masalah dengan keluarga Silali yang berusaha menghalangi bisnis sabunnya. Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Wira tetap gigih dan berhasil menjual seluruh sabunnya kepada seorang wanita misterius dari keluarga Wibowo.

  • Wira memberikan ide-ide inovatif untuk meningkatkan perekonomian daerah.
  • Wira menghadapi masalah dengan keluarga Silali yang berusaha menghalangi bisnisnya.
  • Wira berhasil menjual seluruh sabunnya kepada seorang wanita misterius dari keluarga Wibowo.

Bab 56: Tuan Indra Memberikan Pandangannya Kembali kepada Wira

Wira membahas cara menghasilkan uang dengan Tuan Indra, menyarankan untuk menargetkan orang kaya daripada rakyat biasa. Dia mengusulkan untuk menghancurkan tembok antara pasar-pasar kota agar perdagangan lebih bebas dan menciptakan ekonomi malam dengan mengizinkan bisnis beroperasi di malam hari. Mahendra menentang ide ini karena khawatir akan meningkatkan kriminalitas, tetapi Tuan Indra tertarik dan meminta Wira melanjutkan. Wira menambahkan bahwa dengan kota yang lebih meriah, tuan tanah dan bangsawan akan pindah ke kota, meningkatkan permintaan rumah dan memberikan mata pencaharian bagi rakyat. Tuan Indra berencana mengajukan proposal ini, meskipun Harsa memperingatkan tentang kontroversi yang mungkin timbul. Wira menekankan pentingnya mengabdikan diri kepada negara dan menciptakan perdamaian abadi.

Bab 57: Dampak Perkataan Wira

Perkataan Wira tentang misi para sarjana mengguncang hati Tuan Indra, Mahendra, dan Harsa. Tuan Indra bahkan mengejar Wira, tetapi Wira sudah pergi. Tuan Indra menanyakan hubungan Harsa dengan Wira dan ingin mengunjunginya di Desa Pimola, Dusun Dararmadi. Seorang pengirim pesan melaporkan bahwa seorang pengacau bernama Danur melaporkan petugas keamanan dan polisi yang menyalahgunakan kekuasaan mereka. Tuan Indra, yang ternyata adalah Iqbal, bupati yang baru menjabat, berpamitan. Harsa mengungkapkan bahwa Wira membuat gula kristal dan sabun yang laris di kota, tetapi suaminya tidak suka dengan bisnis. Harsa juga mengatakan bahwa keluarga Linardi tidak akan mengakui Wira sebagai menantu kecuali dia menjadi sarjana. Mahendra mengetahui bahwa Wira pergi ke toko kelontong untuk menjual sabun dan memerintahkan semua toko di jalanan itu untuk tidak membelinya.

Bab 58: Wira Mencari Peluang Bisnis

Wira tiba di pasar barat dan menawarkan sabunnya kepada penjaga toko, Tuan Suryono, dengan harga 1000 gabak per potong dan eksklusif selama 3 bulan. Tuan Suryono tertarik, tetapi kemudian menolak karena tokonya disewa dari keluarga Silali. Wira mengetahui bahwa sebagian besar toko di jalanan itu milik keluarga Silali, Wibowo, dan Suteja. Danu melaporkan bahwa pengemudi keluarga Silali melarang Tuan Suryono berbisnis dengan mereka. Wira mencoba menjual sabunnya ke toko-toko keluarga Wibowo dan Suteja, tetapi semuanya takut menyinggung keluarga Silali. Danu marah karena modal Wira terancam rugi besar. Wira tetap optimis dan mengajak Danu mencari toko lain.

Bab 59: Tuan Muda Ketiga Keluarga Suteja

Wira bertemu dengan Hendra, tuan muda ketiga keluarga Suteja, yang sedang memeriksa keuangan toko kelontongnya. Hendra tertarik dengan gula kristal buatan Wira dan menawarkan untuk menaikkan harganya, tetapi Wira tidak punya stok lagi. Wira mencoba menawarkan sabunnya, tetapi Hendra tidak tertarik. Hendra mencurigai Wira bermasalah dengan keluarga Silali dan ingin mencari tahu lebih lanjut. Wira dan Danu terus mengunjungi toko-toko lain, tetapi tetap ditolak. Pengawal keluarga Silali menghina mereka. Wira memutuskan untuk melakukan promosi langsung ke pelanggan.

Bab 60: Wanita Misterius di Kereta Kuda

Wira mendekati sebuah kereta kuda yang indah dan menawarkan sabunnya kepada wanita di dalamnya. Salah satu pelayan menolak, tetapi wanita itu meminta sebaskom air untuk mencoba sabunnya. Wanita itu bertanya mengapa Wira tidak menjual sabunnya di toko kelontong, dan Wira menjelaskan bahwa ada orang licik yang menghalanginya. Wanita itu memanggil penjaga toko kelontong keluarga Wibowo dan mengetahui bahwa keluarga Silali menyuruh mereka untuk berpihak pada mereka. Wanita itu marah dan memecat penjaga toko tersebut. Dia kemudian membeli seluruh sabun Wira dengan harga 100 gabak per potong, tetapi dengan syarat Wira hanya boleh menjual sabun itu kepadanya di provinsi Jawali. Wanita itu memberikan 10 batang emas sebagai pembayaran dan berjanji akan menunggu Wira di kediaman keluarga Wibowo sebulan kemudian.

Bab 61: Peringatan dari Hendra

Hendra memperingatkan Wira untuk tidak menyentuh wanita dari keluarga Wibowo itu karena dia dianggap sebagai wanita sial yang menghisap energi vital pria. Wira tidak percaya dan naik ke kereta kudanya. Gandi datang dan melaporkan bahwa orang-orang dari tim penjual ikan dipukul oleh Handoko, Dodi, dan Sony ditangkap oleh Eko dan anak buahnya, dan Danur membawa surat pengaduan ke pengadilan. Wira panik karena Eko dan petugas polisi terlibat, dan Danur nekat menggugat seorang polisi. Kilas balik menunjukkan bahwa tim penjual ikan sangat sukses berkat teknik menangkap ikan dengan busur yang diciptakan Wira. Sony memperhatikan bahwa Handoko tampak sangat yakin bahwa tim penjual ikan akan kalah. Handoko muncul dengan sekelompok preman dan menantang tim penjual ikan untuk bertarung.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:02 [Musik] bab 56 Tuan Indra mengarahkan pandangannya kembali kepada Wira anak muda Mari kita bicara tentang hal lain Sepertinya kalau aku tidak mengatakan sesuatu hari ini Tuan Indra tidak akan membiarkanku pergi Wira berkata dengan putus asa aku memang tidak mengerti tentang pajak tapi aku bisa membahas tentang menghasilkan uang menghasilkan uang tatapan Tuan Indra menjadi berbinar ketika berkata silakan ceritakan mengumpulkan pajak memang berarti menghasilkan uang cara Wira menyebut hal ini sangat unik Harsa memandang tajam ke arah Wira dan membatin dia menganggap urusan negara seperti urusan biasa Mahendra menghela napas ringan dia tidak akan percaya bahwa seorang petani Desa bisa memiliki pemahaman yang lebih baik

0:48 tentang pajak Wira mengangkat alisnya lalu melanjutkan kalau mau menghasilkan uang tentu saja harus dari orang yang kaya kalau targetnya cuma rakyat biasa yang hidupnya menderita malah menghabiskan waktu dan tenaga saja tapi tidak bisa dapat banyak untung Tuan Indra tertawa terbahak-bahak lalu berkata hebat sekali anak muda tapi mau bagaimana mendapat uang dari mereka Harsa dan Mahendra merasakan Hawa dingin yang menjalar dari punggung mereka Sebab mereka berdua adalah orang kaya Wira berkata menghancurkan tembok antara pasar-pasar kota sehingga tidak ada lagi pembatasan wilayah perdagangan setiap tempat bisa dipakai untuk berbisnis sistem kota dan pasar yang ada saat ini adalah memisahkan wilayah tempat tinggal dan wilayah bisnis dengan tembok tinggi yang memisahkan pasar-pasar terdapat

1:34 tembok tinggi yang memisahkan pasar-pasar kota Pagi hari ketika pasar dibuka dan matahari terbenam saat pasar ditutup pemerintah akan memukul gendang dan menutup pintu besar pasar keuntungannya adalah pemerintah dapat dengan mudah mengendalikan kota tetapi kerugiannya adalah perdagangan menjadi tidak nyaman dari sejarah yang diketahuinya setelah dihapuskan sistem pasar kota bisnis menjadi berkembang pesat pemasukan pemerintah meningkat drastis dan tidak ada lagi masalah kekurangan uang Tuan Indra mengangguk sambil berkata ini memang berguna kalau di setiap sudut kota terdapat tokooh-toko pembelian dan penjualan akan menjadi lebih mudah dan pajak tentunya juga akan meningkat Wira menambahkan hancurkan tembok saja tidak cukup kita juga perlu menciptakan ekonomi malam izin bertanya apa itu ekonomi malam tanya Tuan Indra Dengan hormat Wira

2:21 mengangkat bahunya dengan frustrasi dan menjelaskan mengizinkan bisnis beroperasi di malam hari seperti grup teater dan festival lampu Hiburan ini akan mengundang orang untuk keluar dan bermain di malam hari serta menjual makanan ringan di tepi jalan dengan begitu orang tidak akan tinggal di rumah pada malam hari mereka semua akan keluar untuk jalan-jalan orang kaya akan berbelanja atau menikmati hiburan sementara orang miskin akan mulai mencari nafkah seluruh kabupaten ini akan menjadi lebih meriah meskipun pemilik tanah bangsawan dan orang-orang kaya memiliki uang tetapi tidak ada terlalu banyak tempat untuk menghabiskannya Tuan Indra menyipitkan matanya dan berkata dengan antusias pandangan anda sangat bagus di zaman dahulu masih diberlakukan jam malam orang-orang dilarang keluar pada malam hari semuanya harus tetap di rumah baik

3:08 orang kaya maupun miskin tidak ada kesenangan di rumah sehingga membuat mereka merasa bosan jika bisnis dapat berjalan pada siang hari dan juga pada malam hari pemasukan pajak akan semakin meningkat Harsa melihat Wira seolah-olah tidak mengenalinya lagi merasa bahwa adik iparnya ini telah berubah Wira mengerucutkan bibirnya padahal ini bukan ide yang brilian di seluruh daerah akan ada tokoh-tokoh dan malam hari akan menjadi pemandangan yang lebih hidup semua ini akan menjadi buah bibir bagi semua orang Mahendra menggelengkan kepalanya dan menentang Tuan Indra setiap hal pasti ada pro dan kontranya dengan menghancurkan tembok pasar kota dan melanggar larangan malam jumlah perampok dan penjahat akan meningkat pesat rencana ini mungkin terlihat baik tetapi memiliki risiko yang sangat besar anak kecil kita bisa mengirim lebih

3:55 banyak polisi untuk menghadapi pencuri tidak boleh menahan langkah hanya karena takut terjebak dalam situasi yang buruk setelah melemparkan sekilas pandang kepada Mahendra Tuan Indra memandang Wira sambil membungkuk silakan lanjutkan Mahendra merasa marah Tuan Indra memanggilnya anak kecil tapi dia malah memanggil Wira anak muda posisi Mahendra tidak bisa menandingi Wira di dalam hati Indra Wira berdiri dan berkata asalkan haldot itu bisa dijalankan saja Sudah Cukup selama suasana kota tetap meriah jumlah penduduk yang mencari mata pencaharian akan bertambah para tuan tanah dan bangsawan dari desa-desa akan pindah ke kota permintaan akan rumah di kota akan meningkat pemerintah bisa menjual tanah dan membangun rumah memberikan mata pencaharian lebih banyak untuk rakyat ini adalah usul yang baik Tuan Indra berdiri dan berkata sekarang

4:41 Aku akan kembali ke istana dan mengajukan proposal untuk menjelaskan manfaat menghancurkan tembok pasar kota Tuan Indra berhati-hatilah dengan ekspresi cemas Harsa mencoba menghalanginya sistem pasar kota adalah Peraturan Pemerintah siapapun yang berani mengusulkan penghapusan pasti akan menghadapi kecaman terlebih lagi anda sendiri Tuan Indra mengernyit memikirkan hal ini dia tidak mendapatkan simpati dari Kaisar saat ini dan telah diasingkan ke tempat ini bahkan saran dari dirinya mungkin juga tidak akan dihiraukan Wira berjalan keluar sambil menimpalkan benar langkah ini pasti akan menimbulkan kontroversi namun keberadaan kita sebagai para Sarjana adalah untuk mengabdikan diri kepada negara kita harus menetapkan tujuan hidup bagi rakyat melanjutkan warisan para orang bijak terdahulu dan menciptakan

5:27 perdamaian abadi Kita harus melakukan suatu bab 57 Boom perkataan Wira yang sederhana itu memberi dampak yang sangat kuat mengguncangkan hati dan menggetarkan jiwa Ketiga orang tersebut dia mengungkapkan misi para sarjana di seluruh dunia memungkinkan setiap orang yang berhasrat menemukan tempat yang tepat dengan empat baris kalimat ini kita dapat mencapai ketenaran di seluruh dunia dikenang selama berabad-abad dan meninggalkan jejak dalam sejarah Mahendra merasa iri kenapa kalimat-kalimat ini bisa keluar dari mulutnya ekspresi Harsa tampak rumit meski meskipun empat baris kalimat ini dapat membuat mereka memperoleh ketenaran tanpa gelar kehormatan dalam ujian negara Wira tidak akan mendapatkan pengakuan sosial dan tidak dapat menjadi menantu keluarga linardi mendedikasikan hati untuk negara menetapkan tujuan

6:13 hidup untuk rakyat melanjutkan warisan para bijak terdahulu dan membawa perdamaian ke seluruh dunia dengan suara gemetar dan air mata mengalir di pipinya Tuan Indra bangkit dari kursinya dan mengejar keluar dia berteriak memanggil Wira Tunggu aku Tuan Mahendra dan Harsa juga mengikutinya dari belakang namun ketika mereka keluar Wira dan kereta kudanya telah menghilang Tuan Indra terkejut sejenak dan berkata Tuan Harsa Apa hubungan anda dengan Tuan itu Apakah anda tahu di mana dia tinggal Aku ingin mengunjunginya Mahendra menggigit bibirnya panggilannya berubah dari anak muda menjadi tuan tuan Indra terlalu memuja pria itu Harsa menghela napas lalu berkata hubungan kami cukup rumit lebih baik tidak usah diceritakan kalau kamu ingin mengunjunginya Pergilah ke

6:58 desa pimola Dusun dararmadi carilah yang namanya Wira hanya dengan empat kalimat itu saja masih belum cukup untuk membuat keluarga linardi mengakuinya sebagai menantu jika ingin menjadi menantu keluarga linardi setidaknya harus mendapat gelar sarjana kalau tidak hal ini akan membuat Ayah Mereka malu Bagaimana mungkin keluarga sarjana bisa menerima menantu yang biasa-biasa saja Desa pimola Dusun daradi Tuan Indra mendengarnya dengan mata berbinar seolah-olah Dia pernah mendengar tempat-tempat ini sebelumnya drap drap drap tiba terdengar suara derap langkah kaki kuda seorang pengirim pesan membungk kepada tuan Indra dan berkata tuan besar seorang pengacau bernama danur melaporkan kepada kantor Kabupaten bahwa petugas keamanan dan polisi bekerja sama dan menyalahgunakan kekuasaan mereka Oh

7:44 Tuan Indra mengicingkan matanya dan berbalik untuk memberi hormat kepada kedua orang itu Tuan Harsa Tuan Mahendra sampai jumpa lagi kedua orang itu juga menangkupkan tangan untukemberi hormat Ketika tuan Indra pergi mahendrau Berk takangka dia adalah Iqbal bupati yang baru menjabat Harsa tersenyum ringan dia menggunakan nama samaran Indra kamu seharusnya sudah menyadari itu sejak awal Mahendra menggerutu dengan tidak Acuh Bukankah pecundang itu juga tidak kepikiran melihat kepergian kereta kuda itu Harsa berkata sayangnya meski dia lulus di ujian negara tingkat kedua selama 5 tahun ini dia terus diturunkan jabatannya hingga menjadi Bupati Untung saja semangatnya tidak berubah dia masih tetap ingin mengabdi kepada rakyat Mahendra berpamitan dengan Harsa dengan

8:30 perasaan enggan dalam hatinya sekelompok orang kampungan itu sudah ditakdirkan untuk menjadi miskin siapun yang berjuang untuk mereka juga tidak ada gunanya Harsa kembali ke kediamannya istrinya membawa sebungkus gula putih dan sebatang sabun sambil berkata kepadanya dengan senang sayang Lihatlah dua benda ini ini seperti gula kristal yang laris di kota dan sabun ini lebih harum dan bersih daripada sabun biasanya kata wulan ini semua dibuat oleh Wira hebat juga dia Harsa berkata dengan tidak Acuh semua ini tidak pantas ditempatkan di ruang yang berkelas kalaupun semua Ini adalah buatannya Apa gunanya kalau tidak bisa menghasilkan banyak uang seperti generasi ketiga keluarga silali yang berdagang garam wanita itu membuka mulutnya tetapi tidak mengatakan apa-apa sahabatnya di kota pernah memberitahunya bahwa gula kristal

9:16 seperti ini sangat laris di sana Jika gula kristal ini benar-benar buatan Wira berarti dia tidak kalah dengan keluarga silali yang berdagang garam namun dia juga tahu bahwa suaminya tidak suka dengan bisnis oleh karena itu dia pun tidak banyak bicara lagi Harsa berkata dengan suara berat nasihatilah Wulan aku dan ayah melakukan semua ini juga demi kebaikannya kalau dia memang Bersi keras beritahu dia keluarga linardi tidak akan mengakui suaminya itu kecuali dia menjadi sarjana keluarga linardi adalah keluarga sarjana dari generasi ke generasi kami tidak akan membiarkan seorang menantu pelajar kecil mempermalukan nama keluarga sambil menunjuk posisi kereta kuda Wira tatapan Mahendra berkilat tajam ketika berkata apa kamu tahu ke mana perginya orang itu Ayahnya telah mempersiapkan sebuah

10:01 perangkap untuk menjebloskan pecundang ini ke penjara kedua kereta berhenti di depan pintu dan seorang pelayan keluarga silali segera berkata menjawab tuan muda Sepertinya dia pergi ke toko kelontong di jalan Barat Kota katanya dia ingin menjual sesuatu yang disebut sabun Mahendra memicingkan matanya sambil mendengus Memangnya kenapa kalau orang kampungan itu bisa menyebutkan sajak terkenal Bukankah sekarang dia tetap melakukan perdagangan rendahan untuk mendapat uang beritahu semua toko di jalanan itu siapun yang berani membeli Sabunnya berarti bertentangan dengan keluarga silali Baik tuan muda ucap pelayan itu lalu dia berbalik dan berlari kecil Mahendra memasang wajah kejam dan berkata pecundang aku akan membuatmu ditolak di mana-mana sampai pada akhirnya kamu hanya bisa berlutut memohon padaku dan merelakan Wulan

10:48 menjadi wanitaku dalam hierarki masyarakat zaman dahulu meskipun pedagang memiliki banyak uang tetap saja tidak ada kekuasaan hal ini juga yang menjadi alasan baginya untuk mengikutiu Jian kenegaraan dan bahkan berusaha mendekati keluarga linardi dengan menikahi putrinya melalui pernikahan kedua lebih baik berkuasa Daripada kaya Danu mengendarai kereta ke pasar barat sepanjang perjalanan wajahnya terlihat serius dan cemas Dia pernah pergi ke pengadilan bersama Dodi dan Sony untuk mengajukan gugatan Tuan Indra tadi itu terlihat mirip sekali dengan Bupati Namun sepertinya juga ada yang berbeda sebagai seorang pejabat Bupati seharusnya mengenakan jubah Sutra brokat namun Tuan Indra tadi itu hanya mengenakan pakaian katun bab 58 Wira tersenyum tipis dan bergumam Tuan Indra

11:34 menarik juga kereta kudanya tiba di pasar barat setelah menemukan sebuah toko kelontong yang cukup besar Wira berjalan masuk ke toko itu ada yang bisa saya bantu Tuan melihat pakaian dan aurawira yang luar biasa penjaga toko itu keluar menyambutnya dengan tersenyum bawakan sebaskom air aku akan menunjukkan sebuah kesempatan mendapatkan uang untukmu ucap Wira dengan nada sombong Seraya meletakkan kedua tangannya di belakang punggung dalam menjalankan bisnis tidak hanya melulus soal keuntungan tetapi juga harus mengandalkan a jika tidak kita malah akan jadi yang dikendalikan penjaga toko itu ragu-ragu sejenak namun melihat penampilan Wira yang mewah Dia menyuruh pelayan untuk membawakan air untuk Wira Wira mengeluarkan sabun itu dan mengajari pelayannya mencuci tangan dalam seketika tangannya yang kotor itu

12:21 langsung Menjadi bersih mata penjaga toko itu langsung berbinar dia mengambil sabun itu dan mencobanya lalu mencium wanginya n saya tahu siapa nama anda Wira Melambaikan tangannya dan berkataaku wira tuanryo sebaiknya kita bahas soal bisniso melihat sabun Itu sekilas lalu Berkata sambil tersenyum Tuan Wira terus terang saja sabun ini sangat wangi dan bersih para bangsawan dan nona-nona dari keluarga kaya pasti akan menyukainya Kalau boleh tahu anda mau menjualnya dengan harga berapa mengangkatisnya dan berkata aku membawa 1000 buah sabun dan berenc akan menjualnyaara ceran Kalau tuan Suryono mau aku akan menjualnya dengan harga 1000 gabak per potong dalam waktu 3 bulan ini aku tidak akan

13:06 menjualkannya lagi kepada orang lain eksklusif hanya untukmu eksklusif ya boleh juga kalau 1000 gabak per potong penjaga toko itu merenung sejenak lalu menyetujuinya tapi Mohon tuan tunggu sebentar uang 1000 gabak itu bukan jumlah kecil kami butuh waktu 2 jam untuk mempersiapkannya Wira tersenyum dan mengangguk boleh penjaga toko ini cukup cerdas dan berani melihat sabun ini adalah barang baru dia berani mempertaruhkannya dengan uang 1000 gabak keberanian seperti ini sangat langka di zaman ini namun benda yang semakin langka akan semakin berharga jika sudah punya langganan benda ini akan bisa terjual dengan mudah setelah keluar dari toko beberapa saat penjaga toko dot itu kembali dengan ekspresi yang buruk Tuan Wira Saya tidak jadi membeli sabunmu

13:52 mohon maaf tuan Suryono tidak perlu merasa bersalah masalah jual beli memang harus kesepakatan dari kedua belah pihak lagi pula kita juga tidak buat kontrak Wira menyipitkan matanya dan berkata hanya saja aku merasa cocok ketika pertama kali bertemu dengan Anda jadi aku ingin tahu alasannya penjaga toko itu menjawab dengan liri Tuan Wira barang-barangmu memang bagus dan aku memang sangat menginginkannya aku juga bisa mengumpulkan uangnya tetapi toko ini disewa dari keluarga siali aku mengerti emosi Wira langsung memuncak namun dia menahan amarahnya dan berkata Tuan Suryono apa Tok kelontong di jalanan ini semuanya adalah milik keluarga silali Mahendra sialan ini terus-menerus mencari masalah dengannya jika semua toko kelontong di jalanan ini adalah milik mereka berarti dia tidak

14:38 akan bisa menjual sabun ini lagi tidak semuanya penjaga toko itu berkata dengan suara rendah di seluruh jalanan ini selain ada tokoh keluarga silali ada juga milik keluarga Wibowo dan keluarga Suteja tapi ketiga keluarga ini saling menghormati satu sama lain kalau Tuan Wira ingin menjual sabun Anda harus mencari orang dari keluarga silali untuk meredakan k tegangan Terima kasih atas saran Tuan Suryono Wira mengeluarkan dua potong sabun dan meletakkannya di meja Aku ingin tahu tok mana yang merupakan milik keluarga silali toko mana yang milik keluarga Wibowo dan Suteja penjaga toko menyimpan sabun itu dan membisikkannya kepada Wira setelah mencatatnya Wira berjalan keluar di pintu Danu yang mengendarai kereta datang dan berkata Kak Wira Apakah bisnisnya berhasil baru saja pengemudi

15:24 keluarga silali menemui Tuan Suryono dan melarangnya berbisnis dengan kita kalau tidak mereka akan merebut tokoh miliknya aku tahu kita ke tokoh lain saja mereka menghindari tokoh-tokoh keluarga siali dan menuju tokoh-tokoh keluarga Wibowo dan Suteja begitu memasuki tokoh kelontong keluarga Suteja Wira mengeluarkan Sabunnya dan berkata penjaga toko sebelum Wira selesai bicara penjaga toko itu langsung menangkupkan tinjunya Tuan jangan mempersulit aku tadi orang keluarga siali sudah memperingatkan bahwa siapun yang berani membeli barangmu berarti bertentangan dengan keluarga siali Wira mengernyit dan berkata Bukannya tokohmu ini milik keluarga Suteja penjaga tokoh itu tersenyum canggung dan berkata memang tokoh ini milik keluarga Suteja tapi keluarga silali adalah keluarga yang kuat di Kabupaten mana mungkin keluarga

16:11 kecil seperti kami bisa menyinggung mereka Tuan mohon Anda Maklumi Maaf mengganggu Wira tidak lagi mempersulit mereka dan berbalik keluar dari toko itu keempat tokooh yang dikunjunginya selanjutnya adalah milik keluarga Suteja dan Wibowo tanpa terkecuali semuanya takut menyinggung keluarga silali dan tidak berani membeli Sabunnya Danu yang selama ini bersikap tenang kini juga menjadi marah hingga wajahnya memerah Wira menghabiskan modal sekitar 150.000 gabak untuk memproduksi sabun ini jika semuanya tidak bisa terjual ini akan menjadi kerugian besar Mahendra sialan ini terus berulang kali mencari gara-gara dengan kakuirra ingin sekali rasanya Danu menghajarnya sampai mati Danu Tenangkan dirimu kita ke toko selanjutnya saja uang akan bisa mengubah hati seseorang pasti akan ada orang yang

16:57 berani melawan tek an dari keluarga silali dan membeli sabun kita Wira menghibur Danu dan dirinya sendiri lalu berjalan ke toko Berikutnya sebelum Wira berbicara penjaga toko itu langsung berkata Tuan kami tidak sanggup menyinggung keluarga silali Jadi kami tidak bisa membeli barangmu kamu cari saja pembeli lainnya Maaf mengganggu ketika Wira baru saja hendak pergi tiba-tiba terdengar sebuah suara dari belakangnya Dik Wira Jangan pergi dulu bab 59 tuan muda ketiga keluarga Suteja yang bernama Hendra berjalan keluar dari toko kelontong Wira merasa terkejut dan berkata Tuan Hendra Kenapa kamu di sini Hendra tersenyum sambil berkata ini adalah tokoh kelontong keluarga Suteja Aku sedang memeriksa keuangan di belakang sana begitu mendengar suaramu

17:43 aku kira aku yang salah dengar ternyata benar-benar kamu ya apa sudah ada gula kristal lagi gula sebanyak 10 kg itu dijualnya sampai ke kota provinsi dengan harga beli r30.000 gabak per Seteng kg dijualnya kembali dengan harga r100.000 gabak per5 kg namun dalam sekejap mata gula itu sudah habis terjual kaum pejabat dan bangsawan yang pernah mencicipi gula ini memujinya sebagai gula terenak di dunia ini bahkan ada orang yang membuat puisi untuk memuji cita rasa gula ini sekarang Jika Anda meminta bantuan seseorang di kota provinsi mengirimkan beberapa ratus ribu gabak tidak akan membuahkan hasil namun jika anda memberikan 12 kg gula kristal tugas akan segera diselesaikan dan hasilnya Jauh lebih efektif daripada mengeluarkan ribuan gabak k dia baru

18:29 mengerti apa yang dimaksud dengan semakin langka sebuah barang semakin berharga pula nilainya pedagang gula di kota provinsi bahkan menawarkan r.000 hingga r.000 gabak per Seteng kg gula kristal Bisa dibilang harganya sudah setinggi langit gula kristal tidak lagi sebatas gula biasa tetapi kini telah menjadi buah tangan ketika berkunjung ke rumah pejabat tidak ada gula kristal Wira mengeluarkan Sabunnya dan berkata tapi aku punya benda baru ini namanya sabun efek membersihkannya lebih bagus darip pada sabun biasa dan wanginya juga banyak pilihan dijamin para nona-nona keluarga pejabat akan menyukainya Oh setelah meliriknya sejenak Hendra kembali mengalihkan topik diquira kalau ada gula kristal Keluarkan saja jangan disembunyikan lagi aku akan menaikkan harganya menjadi r0.000 gambak per

19:16 Seteng kg jadi Tolong bawakan lagi barangnya sekarang ini aku sudah hampir gila didesak oleh pedagang gula di kota mereka terus mengirimkan surat untuk mencari gula kristal ke kakakku kalau aku tidak bisa mengeluarkan stok lagi kakakku akan menghukumku di Wira tolonglah aku Tuan Hendra aku benar-benar tidak punya gula kristal tidak mengindahkan permohonannya Wira terus mempromosikan sabun ini juga sangat istimewa Kalau kamu bisa menjualnya dengan baik keuntungannya tidak akan kalah dari gula kristal Bukankah itu cuma sabun sebersih Apun khasiatnya itu hanya benda untuk para wanita tidak banyak pejabat dan bangsawan yang akan tertarik Hendra meliriknya sekilas lalu melaikan tangannya Dik benda-benda ini hanya bisa dijual di toko kelontong asalkan kamu bisa mengeluarkan gula kristalnya aku

20:02 akan membeli semua sabunmu gula kristal adalah bisnis besar yang paling nyata Wira membuka kedua tangannya dan berkata tim penjual gula belum tiba di kota Hendra memicingkan matanya dan berkata Dik terus terang saja gula tidak mudah untuk disimpan gula yang kamu berikan kepadaku tidak terlihat ada tanda-tanda terkena panas atau lembab seolah-olah gula itu baru selesai dibuat Wira tersenyum canggung Tuan Hendra setelah bertahun tahun berkecimpung dalam bisnis gula seharusnya anda tahu tentang penggunaan selimut katun untuk menghalangi cahaya dan Arang kayu untuk menyerap kelembaban selama penyimpanan gula bukan Hendra tetap tidak menyerah Dik reputasi keluarga Suteja sangat tinggi Kalau kamu benar-benar bisa membuat gula kerja sama saja dengan keluarga kami kamu yang urus produksinya

20:47 dan kami yang akan menjualnya kita pasti bisa menghasilkan banyak uang Wira mengangkat Sabunnya dan berkata Tuan Hendra kalau aku bisa buat gula kristal apa aku masih perlu menjual barang wanita seperti ini kalau kamu mau kerja sama kita coba lagi kali ini kalau kamu tidak mau aku mau pergi untuk jualan sabun dulu ternyata si licik ini kembali mengujinya lagi setelah kerja sama mereka yang terakhir kali jika keluarga Suteja tidak menyuruh orang untuk membuntutinya mereka bisa melanjutkan kerja sama namun jika keluarga Suteja mengawasinya itu berarti si licik ini mungkin memiliki motif tersembunyi dengan kemampuannya yang terbatas sudah cukup sulit bagi Wira untuk berurusan dengan keluarga silal apagi sekarang keluarga Suteja juga mengalihkan perhatiannya tanpa

21:33 menstabilkan kedudukannya di Kabupaten uswal Wira tidak akan membawa gula kristal untuk dijual lagi kalau begitu Kamu sibuk saja dulu aku tidak tertarik dengan barang ini Hendra Melambaikan tangannya Seraya berkata ingat cari aku kalau sudah ada gula kristal Wira berbalik dan pergi Hendra menghela naas dan berbalik melihat penjaga tok kelontong sekilas Kenapa keluargaali menyuruh semua Tok kelontong di jalanan ini membi barangnya penjaga toko itu tersenyum lalu menjelaskan kabarnya dia menyinggung tuan muda keluarga siali Kenapa dia bisa menyinggungnya jangan-jangan mereka kenal Hendra menyipitkan matanya dan berkata jangan-jangan Dia orang yang bermasalah dengan Tuan Mahendra nanti harus kutanyakan Kalau bertemu dengan Tuan Mahendra aku akan cari tahu dari mana

22:18 datangnya gula kristal itu Wira dan Danu kembali mengunjungi tiga tokoh lainnya namun mereka tetap ditolak oleh semua tokoh Danu terlihat kecewa dan putus asa padahal sudah ditolak berkali-kali Kenapa kakra masih saja bers keras Danu di mana ada kemauan di situ ada jalan orang yang kuat tidak akan pernah menyerahjar Wira menyemangatinya Danu benar-benar mengagumi Wira dia benar-benar pejuang yang sangat tangguh padahal Sabunnya tidak laku sepotong pun tapi dia malah tidak menyerah sama sek kedua orang itu memasuki toko kelontong terakhir Tuan keluareluar padahal sudah diusu to kalian sajaek ada yang berani menyinggung keluarga siali kedua orang itu berdiri terpaku di jalanan Kak Wira Danu yang

23:04 baru saja menghimpun semangatnya kini malah hancur lagi pengawal dari keluarga silali yang mengintai di seberang jalan menghina mereka Sambil tertawa padahal hanya Orang kampungan tapi berani-beraninya dia melawan tuan muda kami cukup satu kalimat dari keluarga silali saja sudah bisa menghancurkanmu teruskan ucap Wira sambil menggertakkan gigi dengan marah Wira terlalu meremehkan pengaruh keluarga besar di kabupaten ini namun sabun itu tetap harus dijualnya Kalau tidak dia akan rugi besar tim pembuat sabun yang baru didirikannya juga akan sangat Terpukul jika mau pergi ke kota atau Kabupaten lain dia tetap harus menghadapi preman setempat Jadi Wira harus memulai pasarnya di kabupaten ini bahkan jika harus melakukan promosi secara langsung ke pelanggan juga tidak masalah Danu

23:49 berbisik Kak Wira Bagaimana kalau kita pulang saja tidak ada yang berani membelinya Wira melihat ke sekeliling tiba-tiba matanya berbinar Dia berjalan ke arah sebuah kereta kuda yang indah empat pelayan yang berdiri belakang kereta langsung mengadang Wira dengan wajah penuh waspada Mau apa kamu Danu buru-buru menghampiri mereka dan melindungi Wira di belakangnya sambil menatap keempat pelayan itu dengan was-was keempat orang itu adalah seniman bela diri kalau mereka benar-benar berkelahi kekuatan keempat orang itu tidak kalah dari gabrata tiga bersaudara Wira mengeluarkan dua potong sabun sambil berkata saya tidak berniat buruk saya lihat di dalam kereta ini adalah wanita semua sabunku ini khusus dibuat untuk wanita khasiatnya untuk memutihkan meremajakan kulit menghilangkan keriput membersihkan detoksifikasi dan

24:36 mewangikan dijamin 100 kali lipat lebih bagus daripada sabun biasa wanita di dalam kereta ini boleh mencobanya secara gratis Danu terbelalak melihatnya dia tidak menyangka Wira akan berani mempromosikan produknya dengan cara seperti ini salah satu pelayan itu berkata dengan suara keras Nona Kami tidak akan menggunakan produk yang asal-usulnya tidak jelas minggir sana melihat tidak ada tanggapan dari dalam kereta Wira berbalik sambil mengerutkan dahinya cara promosi seperti ini gagal tampaknya orang di zaman ini masih belum bisa menerima cara promosi barang yang terlalu unik ini tunggu tiba-tiba terdengar suara dari dalam kereta muncul sebuah tangan yang putih dan ramping dari kereta itu ambilkan sebaskom air Aku mau coba sabun yang dijualnya bab 60 salah seorang pelayannya berlari ke

25:22 sebuah toko kelontong di pinggir jalan dan mengambil sebaskom air ke dalam kereta itu air yang membasuh tangannya terdengar keluar kereta Danu menahan napas karena gugup entah wanita di dalam kereta itu akan membeli sabun Wira atau tidak Kalaupun dia membelinya Memangnya bisa seberapa banyak yang sanggup dibeli oleh seorang pelanggan Wira juga menjadi panik dia sudah mengatakan khasiat untuk meremajakan kulit memutihkan kulit menghilangkan keriput dan mewangikan tubuh Dia sangat yakin bahwa wanita bertangan putih halus ini pasti akan membelinya tidak ada seorang wanita pun yang bisa menolak iklan seperti itu hanya saja Entah berapa banyak sabun yang akan dibelinya Apakah wanita ini akan menyebarkan sabun ini ke kalangan sahabat-sahabatnya sebenarnya pasar utama yang diincar untuk penjualan sabun

26:07 ini adalah kalangan wanita kaya orang biasa juga tidak akan sanggup membelinya tidak lama kemudian dari dalam kereta terdengar suara berapa harganya sabun ini per potong Wira menjawab kalau dijual eceran harganya 100 gabak tapi kalau beli banyak ada diskon Danu dan keempat pelayan lainnya terbelalak mendengarnya uang 2000 gabak itu sudah cukup untuk menghidupi keluarga mereka selama sebulan Siapa yang mau menghabiskan uang itu untuk membeli sabun cuci tangan kemudian terdengar kembali suara di dalam kereta Lalu kenapa kamu tidak menjualnya di toko saja sampal harus menjualnya dengan cara mencegat orang seperti ini penjaga toko kelontong juga banyak yang bisa menilai barang bagus Wira menghela napas sambil berkata ada orang licik yang menghalangiku Oh suara yang dingin itu

26:54 kembali terdengar Panggil penjaga tok kelontong keluarga ow salah satu pelayannya masuk ke sebuah toko kelontong dan kembali dengan membawa penjaga tokohnya penjaga toko itu memberi hormat salam Nona besar Wira terkejut dia tak menduga bahwa kereta kuda yang dicegatnya ini ternyata penumpangnya adalah Putri keluarga Wibowo di antara tiga keluarga terkemuka di kota ini yaitu keluarga Suteja keluarga silali dan keluarga Wibowo mereka mengendalikan bisnis yang paling menguntungkan seperti kain garam dan gandum dianttara mereka keluarga Wibowo memiliki pengaruh sebagai pedagang gandum Nona keluarga Wibowo itu mengulurkan sabun keluar dari tirai kereta dengan tangannya yang mulus Seraya bertanya apakah tadi ada yang menjual sabun ini di toko kelontong ada penjaga toko melihat Wira dan berkata

27:40 Tuan ini baru saja datang tapi tuan muda keluarga silali mengirim seseorang untuk menyampaikan pesan menyuruh keluarga Wibowo untuk berpihak pada mereka Aku khawatir hal ini akan menimbulkan konflik antara kedua keluarga jadi aku tidak membeli barang dari tuan ini wanita di dalam kereta kuda itu berkata dengan suara Ketus kamu ini orang keluarga silali atau keluarga Wibowo mereka mengutus orang untuk menyampaikan pesan seperti itu lantas keluargaku harus menyia-nyiakan kesempatan bisnis ini duk penjaga toko langsung berlutut dan keringat dingin mengucur dari dahinya suara dingin dari dalam kereta terdengar tanpa emosi serahkan catatan toko kelontong ini Lalu kamu ke desa saja untuk mengumpulkan sewa kalau kerjamu bagus masih ada kesempatan untuk kembali ke kota Terima kasih atas kemurahan hati Nona besar penjaga toko

28:26 meninggalkan tempat itu dengan rasa hormat dan syukur mata Wira berbinar melihat adegan ini wanita ini jelas memahami seni mengendalikan orang lain meskipun sedang memberi hukuman dia tetap tidak membuat orang putus asa dia masih memberikan harapan sehingga membuat orang tidak berani menjadi malas dan tetap harus bekerja keras wanita itu kembali berkata Tuan Berapa banyak sabun yang kamu punya 1000 potong Bagaimana harganya kalau aku membeli semuanya perpotong 1ib gabak baik wanita itu kembali berkata dengan suara dingin tapi aku punya satu syarat kamu hanya boleh menjual sabun ini kepadaku seorang di provinsi jawali ini wanita ini bahkan mengerti praktik monopoli Wira menjadi makin tertarik kamu mau jadi agen di provinsi jawali agen setelah jeda

29:11 sejenak wanita itu kembali berkata istilah yang menarik aku mau jadi agen Wira tersenyum ringan Kalau anda benar-benar ingin menjadi agen bawa 1ib buah sabun ini dan jual ke setiap kabupaten di provinsi jawali dalam waktu 3 bulan kalau anda berhasil bisa membahasnya lagi nanti provinsi jawali membentang sejauh 500 km dari utara ke selatan dengan 8 Kabupaten dan ratusan Desa jarak yang jauh dan Medan yang sulit membuat siapapun bahkan keluarga-keluarga berpengaruh di tingkat kabupaten atau provinsi untuk memasarkan produk mereka di seluruh wilayah baik terdengar suara yang dingin itu mengiakkan persetujuan ini wanita itu mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah kotak kayu sebulan kemudian aku akan menunggu tuan di kediaman keluarga Wibowo begitu membuka kotak itu Ternyata

29:58 isinya adalah 10 batang emas yang tampak berkilau napas Danu langsung memburu menyaksikan hal tersebut ternyata perkataan Kak Wira memang benar di mana ada kemauan di situ ada jalan setelah selesai transaksi kereta kuda yang indah itu pun melaju perlahan-lahan sementara itu Wira masih merasa takjub bisnisnya sudah selesai tapi dia malah belum bertemu dengan orangnya bab 61 adegan ini juga menarik perhatian banyak orang di jalanan Hendra menghampiri Wira dan berkata Dik Wira tidak boleh menyentuh wanita sial itu kamu bisa mati Wira kebingungan lalu bertanya wanita sial apanya Nona besar keluarga wibowok sambil menunjuk ke arah kereta kuda Hendra berkata dengan suara pelan Dia sudah pernah menikah tiga kali usia pernikahannya tidak pernah lewat dari

30:43 sebulan suaminya selalu meninggal dengan cara yang misterius ada yang mengatakan Dia adalah wanita setan yang menghisap energi vital pria setiap pria yang bersentuhan dengannya akan mati Wira tidak percaya sesial itu jangan pernah menyentuhnya di luar sana banyak wanita lainnya kalau punya uang wanita mana yang tidak mau mendekat ekspresi Hendra sangat khawatir dia memperingatkan Wira karena takut setelah Wira meninggal dia tidak akan bisa membeli gula kristal lagi selain itu dia juga takut Wira akan bekerja sama dengan keluarga Wibowo jika bisnis gula kristal sampai direbut oleh mereka dia tidak akan bisa merebutnya kembali lagi Terima kasih atas peringatannya Tuan Hendra Wira naik ke kereta kudanya lalu menatap Hendra dengan tatapan berbinar Tuan Hendra Apa kamu masih mau mutus orang untuk

31:30 membuntutiku tidak mungkin waktu itu cuma salah paham kamu Jangan berpikir sembarangan ucap Hendra Seraya Melambaikan tangannya Danu mengendarai kereta sementara Wira duduk di dalamnya mereka meninggalkan pasar barat dan baru saja mencapai sudut jalan ketika Gandi datang tergesa-gesa tuan muda ada masalah serius orang-orang dari tim penjual ikan dipukul oleh Handoko Dodi dan Sony melakukan perlawanan tapi mereka semua Malah ditangkap oleh Eko dan anak buahnya danur Membawa surat pengaduan yang anda tulis dan pergi ke pengadilan untuk melaporkannya dan para petugas polisi itu bahkan Kakakku juga tidak bisa menghentikannya kapan ini terjadi wajah Wira memucat Dia mengira Eko adalah satu-satunya yang terlibat di balik layar di pasar ikan tetapi ternyata ada juga petugas polisi meskipun petugas polisi tidak memiliki

32:16 pangkat resmi mereka memiliki pengaruh di hadapan Bupati otoritas Bupati sangat bergantung pada dukungan dari penegak hukum beberapa pejabat berpengaruh di Kabupaten menggulingkan posisi bupati dengan mengandalkan koneksi dari para penegak hukum ini meskipun menggugat seorang petugas patroli itu kemungkinan besar bisa sukses tetapi kemungkinan untuk berhasil menggugat seorang polisi itu sangat kecil yang lebih penting lagi dalam surat gugatan itu tidak ada mengungkit nama pak Rangga sama sekali apa danur sudah gila kenapa dia nekat sekali menggugat seorang polisi apa tubuhnya yang lemah itu sanggup menahan pukulan sebanyak 40 kali sudah hampir 2 jam 2 jam lalu Dodi melihat kereta kosong dengan antusias bisnis ini sangat bagus semua ikan kita terjual abis hari ini kita mendapatkan 34.000 gabak danur

33:03 mendonga dan berkata Semua ini karena kehebatan Kak Wira dia menciptakan teknik menangkap ikan dengan busur sehingga semua ikan kita tetap hidup siapapun yang datang ke pasar ikan akan membeli ikan dari kita terlebih dahulu beberapa pemancing lain juga datang untuk membeli ikan mereka Ingin mencuri ilmu tentang cara mengikat ikan namun rahasia terbesar dari cara mengikat ini adalah harus mengikat ikan dua kali dengan selang waktu du jam di antara keduanya cara ini tidak bisa terlihat hanya dengan membeli ikan Sony diam-diam memperhatikan rombongan Handoko merasa ada yang tidak beres dengan mereka hari ini sepertinya Mereka tampak sangat yakin bahwa tim penjual ikan akan kalah sebagai pemimpin tim ini pekerjaan sehari-hari Sony lebih sedikit tetapi dia harus lebih banyak menggunakan akalnya dia selalu memperhatikan bagian

33:49 yang kemungkinan akan terjadi kesalahan dan memikirkan solusinya anggota tim penjual ikan justru sangat bersemangat dan bersiap untuk membereskan kendaraan mereka dan kembali ke desa saat ini ada tiga gerobak keledai sehingga mereka bisa pergi bola-balik hingga 15 KM setiap harinya setelah pulang ke desa mereka bisa menikmati dua hidangan daging tidak perlu diragukan lagi betapa bahagianya hidup ini begitu pula dengan gabgata tiga bersaudara sebelumnya mereka mengalami kekurangan gizi karena belajar seni bela diri namun sekarang mereka sudah mendapatkan cukup protein dan kekuatan mereka semakin bertambah ketika tim penjual ikan baru saja hendak pergi Sony Dodi apa aku menyuruh Kalian pergi tiba-tiba Handoko muncul dengan sekelompok rusuh di belakangnya Sony mendekat dan mengerutkan kening Handoko

34:36 Apa yang ingin kamu lakukan mau bertarung maju saja semuanya sekalian aku sendirian saja sudah cukup untuk menghadapinya Dodi tertawa sinis lalu dia maju sambil menggenggam tinjunya bahkan tulang-tulang di seluruh tubuhnya bergerak gabrata tiga bersaudara tim penjual ikan dan danur yang usianya paling muda juga ikut maju setelah melengserkan Bu ra juga menyemangati semua warga desa di rapat besar tim penjual ikan sama sekali tidak takut lagi terhadap preman lokal seperti Handoko ini mereka semua bahkan sangat [Musik] merendahkannya

Share

Ringkasan Video YouTube