Bab 62-67 Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Ringkasan Singkat

Video ini menceritakan tentang konflik yang terjadi di pasar ikan antara Dodi dan tim penangkap ikan dari Dusun Darmadi dengan Handoko dan Eko, yang berujung pada penangkapan Dodi dan Sony. Konflik ini ternyata merupakan bagian dari intrik politik yang lebih besar di kantor kabupaten, melibatkan bupati, wakil bupati, dan kepala kepolisian. Danur, seorang pemuda dari Dusun Darmadi, memberanikan diri untuk mengadukan masalah ini ke pengadilan, yang kemudian mengungkap berbagai kebohongan dan rencana tersembunyi.

  • Konflik di pasar ikan merupakan bagian dari intrik politik di kantor kabupaten.
  • Danur mengadukan masalah ini ke pengadilan dan mengungkap kebohongan.
  • Wira berusaha mencari saksi yang jujur untuk membela Dodi dan Sony.

Bab 62

Handoko memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Dodi, namun Dodi dengan cepat mengalahkan mereka. Darmadi dan tim penjual ikan mencoba membantu, tetapi Sony mencegah mereka karena merasa ada yang tidak beres. Tiba-tiba, seseorang berteriak bahwa orang dusun Darmadi membunuh orang, dan Eko bersama polisi datang dengan pisau panjang, menangkap Dodi dengan tuduhan melakukan kekerasan. Handoko memutarbalikkan fakta, menuduh Dodi sebagai preman yang memeras mereka.

Bab 63

Tim penangkap ikan bersiap membantu Dodi, tetapi Sony mencegah mereka karena takut masalah akan menjadi lebih besar. Danur melemparkan tongkat kepada Dodi, yang kemudian digunakan untuk melawan polisi. Sony mencoba bernegosiasi dengan Eko, tetapi malah ditangkap. Dodi akhirnya menyerah dan ikut ditangkap. Handoko kemudian meminta komisi 30% dari tim penangkap ikan jika ingin Dodi dan Sony dibebaskan.

Bab 64

Tim penangkap ikan berencana mengadukan masalah ini ke pengadilan. Danur merebut surat pengaduan dan berlari ke pengadilan untuk mengadukan Handoko, Eko, dan Parangga. Gavin berusaha mengatur agar penjaga pengadilan memberikan keringanan pukulan kepada Danur. Di pengadilan, Danur dipaksa menerima hukuman 40 pukulan karena memukul gendang pengaduan di luar jam pengadilan.

Bab 65

Danur menerima hukuman 40 pukulan, tetapi penjaga pengadilan sengaja tidak memukulnya terlalu keras. Setelah hukuman selesai, Danur menyampaikan pengaduannya terhadap Rangga, Eko, dan Handoko. Iqbal, sang bupati, menyadari adanya intrik politik di balik semua ini dan memerintahkan untuk memanggil Rangga, Eko, dan Handoko.

Bab 66

Rangga, Eko, dan Handoko membantah semua tuduhan Danur. Iqbal kemudian menghukum Handoko dengan 80 pukulan karena berani mengatakan dirinya "tertinggi" di hadapan pengadilan. Handoko pingsan setelah menerima pukulan tersebut. Iqbal memerintahkan Regan untuk menyelidiki kebenaran di pasar ikan.

Bab 67

Di penjara, Budi mengejek Dodi dan Sony, mengatakan bahwa Wira juga akan dipenjara. Dodi marah karena Budi mengancam Wira. Sementara itu, Wira mengetahui tentang penangkapan Dodi dan Sony, dan memutuskan untuk pergi ke pasar ikan untuk mencari saksi yang jujur. Wira menyadari bahwa ada jebakan yang dipasang untuk menjatuhkan bupati. Regan, yang menyelidiki di pasar ikan, menemukan bahwa semua pedagang ikan menuduh orang-orang Dusun Darmadi sebagai pembuat masalah.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:02 [Musik] bab 62 ayo saja kalau mau berkelahi kami tidak takut Bunuh semua orang kampungan ini begitu perintah Handoko dilontarkan belasan anak buahnya langsung maju seakan-akan telah lupa seberapa mengenaskannya mereka dipukuli Dodi waktu itu cari mati seketika Dodi menyerbu ke arah para kerumunan ituo yang menjadi sasar per teratuhelahkenukannya meskipun terlihat ketakutan anak buah Handoko tetap saja nekat menyerang Dodi berani-beraninya menyerang orang dusun darmadi Ayo semuanya hajar perusuh ini anggota tim penjual ikan beserta gabrata tiga bersaudara mengambil tongkat dan menerjang ke arah lawan hentikan Sony mencegah mereka semua kelihatannya ada yang tidak beres dengan mereka Jangan

0:49 bertindak gegabuh mereka tidak membawa senjata jadi pasti tidak akan bisa melukai Dodi ya ada yang tidak beres dengan mereka Mari kita tahan diri dulu dan lihat apa yang akan terjadi nanti saran Gavin dia juga menyadari bahwa perusuh-perusuh ini berperilaku aneh hari ini sebelumnya orang-orang ini selalu patuh dan bersikap ramah ketika bertemu dengan Dodi namun Hari Ini Mereka terlihat seperti sengaja mencari masalah meskipun tim penjual ikan sangat marah saat ini mereka tetap menunggu di samping sambil memegang tongkat semua orang tahu jelas dengan kemampuan Dodi tanpa senjata orang-orang ini sama sekali bukan tandingan Dodi bum bum buom Dodi melancarkan serangan bertubi-tubi aduh ah beberapa saat kemudian Handoko beserta para anak buahnya terkapar di tanah sambil merintih kesakitan

1:36 sekelompok pecundang belum cukup ya Dipukul sebelumnya sekarang minta dipukul lagi Dodi menghentikan serangannya dan berdiri dengan gagah saat ini tiba-tiba terdengar teriakan ada yang membunuh orang orang dusun darmadi membunuh orang Ayo cepat lihat para pengunjung dan penjual di pasar ikan itu langsung berkerumun Karena penasaran beberapa perusuk itu memejamkan mata mereka sambil terkapar di tanah dan berpura-pura meninggal Dodi langsung panik dan berteriak bicara sembarangan Apa kalian Siapa yang membunuh orang aku cuma menggunakan sedikit tenagaku sama sekali tidak membunuh mereka Sony mengerutkan keningnya dan menatap orang yang berteriak firasatnya mengatakan bahwa orang-orang ini ingin memperkeruh situasi tim penangkap ikan juga merasakan ada yang tidak beres siapa yang berani membunuh orang di sini

2:22 tangkap mereka segera terdengar teriakan yang tegas saat Eko berjalan menuju tempat kejadian dengan langkah cepat diikuti oleh tujuh polisi lainnya kedelapan orang itu mengeluarkan pisau panjang mata pisau yang berkilauan membuat semua orang bergidik sehingga kerumunan itu pun langsung berhamburan Eko anak buahnya mengepung Dodi sambil berkata Dari mana datangnya pengacau ini berani-beraninya melakukan kekerasan di siang bolong begini Bukan aku yang melakukan kekerasan mereka sendiri yang datang mencari masalah aku hanya membela diri Dodi menatap pisau panjang itu dengan perasaan waspada tetapi dot dia tidak merasa takut Tuan Eko Kami adalah kelompok buruh yang bekerja dengan jujur di pasar ikan ketika bertemu dengan preman ini tadi kami dipukuli hanya karena kami tidak tersenyum kepadanya Handoko memohon sambil meneteskan air

3:09 mata kamu bilang aku preman saking kesalnya Dodi sampai tidak bisa bereaksi belum pernah dia bertemu dengan preman yang begitu Mahir dalam memutar Balikkan fakta bahkan ada beberapa penjual dan pengunjung pasar ikan lainnya yang mendukungnya benar tadi kami juga melihat Dodi yang memukul orang duluan dia bahkan bilang mau ambil keuntungan dari mereka kamu ingin sekali rasanya Dodi menyerang orang ini jelas sekali mereka semua sedang berbohong berani-beraninya kamu melakukan kejahatan di depan aparat penegak hukum tangkap dia Eko berteriak sambil Mengayunkan pisaunya ketujuh polisi lainnya juga mengerumuni Dodi sambil memegang pisau saat ini dahi Dodi mulai bercucuran keringat dingin bab 63 bila pisau yang berkilauan membuat seluruh anggota tim penangkap ikan menjadi pucat

3:54 mereka semua menatap Sony dan bersiap-siap untuk bertindak Jika dia memberi aba-aba Coba saja turun tangan Tuan Eko akan menangkap kalian semua dan memenjarakan kalian Handoko yang tergeletak di tanah melihat mereka dengan penuh harap jangan ada yang menyerang Sony menggertakkan giginya dan mengepalkan tinju jika mereka menyerang aparat hukum Kejadian ini akan menjadi masalah besar huh Dodi terdesak hingga tidak bisa mundur lagi danur yang usianya paling muda di antara semuanya melemparkan sebuah tongkat ke arah itu syoot Dodi mendengar suara angin dan menangkap tongkat yang dilemparkan kepadanya dengan gesit klontang delan orang polisi yang memegang pisau itu terpaksa menghindar salah satu petugas berteriak dengan marah Siapa yang melemparkan tongkat itu danur bersembunyi di antara kerumunan tim

4:40 penangkap ikan karena dia adalah yang paling kecil di antara mereka dan tidak ada yang memperhatikannya Eko berteriak dengan tegas zabran kamu sudah ditangkap polisi Apa kamu masih mau memberontak aku Dodi merasa ragu-ragu dia ingin melemparkan tongkat itu tetapi dia takut tidak ada senjata lagi untuk melindungi diri Sony merenung sejenak sebelum melangkah maju Tuan Eko Aku ini orang yang sederhana orang yang menjadi temanku akan mendapat uang dariku tapi kalau menjadi musuhku aku akan menghabisinya apakah Tuan Eko mau menjadi temanku Atau menjadi musuhku Hebat sekali kamu berani-beraninya mengancam pejabat besar sekalinya limu tangkap mereka Tuan Eko yang sedari tadi mengernyit tiba-tiba tatapannya tampak berbinar dia menempatkan pisau panjang di leher Sony Kenapa bisa begini bila

5:27 pisau itu sangat dingin hingga menusuk tulang meskipun merasa takut Sony lebih bingung dengan situasi saat ini baru beberapa hari yang lalu dia melihat Wira meyakinkan jamadi dengan kata-kata yang serupa menurut tebakannya niat Eko melakukan semua ini juga hanya demi uang setelah mengucapkan perkataan itu dan memberikan uang kepada mereka Eko beserta anak buahnya seharusnya akan mundur Padahal semua yang dilakukannya tadi Sama persis dengan yang dilakukan kakra namun Kenapa hasilnya begitu berbeda kedua tangan Sony di borgol ek berbalik ap Dodi dan berkata zabran kalau kamu masih menolak untuk ditangkap aku akan menyuruh pemanah untuk datang mendengarnya Dodi merasa makin ragu dia takut Eko akan memanggil pemanah dan menembak mereka jadi Sony segera meyakinkannya Dodi cepat lepaskan

6:14 tongkatmu ikut mereka ke kantor Kabupaten kita tidak takut menghadapi pengadilan Dodi melepas tongkatnya dan pasrah diborgol oleh para polisi Eko dan ketujuh orang lainnya menahan kedua orang itu dan pergi sementara itu Handoko dan rombongannya bangkit dengan Ang hati berani melawan kami tunggu dihabisi saja kalian Handoko melihat para tim penangkap ikan itu dengan tatapan merendahkan dan berkata mulai sekarang ikut aturan dan beri kami 30% komisi kedua orang itu akan dilepaskan setelah beberapa waktu kalau tidak jangan berharap bisa menjual seekor ikan pun di pasar ikan ini Oh satu hal lagi di belakang Tuan Eko ada Kepala Kepolisian parangga aku tahu kalian suka mengadu Jadi silakan saja ke kantor Kabupaten dan lihat apakah kalian bisa masuk ke sana

7:00 sekelompok orang itu pergi dengan bangga belasan orang tim penangkap ikan berdiri terpaku di pasar ikan kita adukan saja ke pengadilan waktu itu Budi juga dipenjara ini membuktikan bahwa Bupati kita ini adalah orang yang adil Gavin mengulurkan tangannya dan berkata berikan surat gugatan itu padaku aku akan pergi mengajukan pengaduan ke pengadilan Kak Gavin aku saja yang pergi Kak Gandi aku saja Gandi dan Ganjar saling berebutan ingin pergi mengajukan pengaduan Seorang anggota tim penangkap ikan mengeluarkan selembar kertas pengaduan dengan gemetar dan menyerahkannya kepada Ketiga orang tersebut ini adalah surat pengaduan yang ditulis oleh Wira sebelumnya demi mencegah Eko dan Handoko bertindak sembarangan mereka sudah mengajukan pengaduan terhadap Budi sebelumnya jadi semua orang tahu tentang aturan

7:45 membunyikan gendang di depan pengadilan yaitu harus di pukul 40 kali sebelum bisa mengajukan pengaduan orang yang berjaga di depan pengadilan itu adalah kaki tangan Eko hanya dengan memberikan sejumlah uang kepada mereka penjaga itu pasti akan langsung isi orang yang berani mengajukan pengaduan Aku adalah yang tertua jadi Seharusnya aku yang pergi setelah mendorong kedua adiknya Gavin merai surat pengaduan itu dengan wajah Tegas tiba-tiba danur yang paling muda di antara semuanya muncul dan merebut surat pengaduan itu dan berlari Kak Wira adalah orang dari dusun darmadi jadi orang dari dusun daradi yang seharusnya mengajukan pengaduan ini aku tidak hanya akan mengadukan Handoko dan Eko tapi juga parangga bab 64 ah Jer penangkap ikan dengan kaget tidak ada

8:31 yang menyangka bahwa danur begitu nekad dia bahkan berani mengadukan Pak Erik Gandhi cari kakwira Aku akan pergi ke pengadilan untuk mengatur agar penjaganya bisa memberi keringanan pukulan Gavin memberikan instruksi sebelum mengejar danur penjaga pintu pengadilan akan memperlakukan orang dengan berbeda sesuai dengan imbalan yang diterima jika diberi sogokan mereka hanya akan berpura-pura memukul orang yang mengadu namun jika tidak diberi sogokan mereka akan memukul pengadu dengan keras danur berlari sepanjang jalan ke pengadilan dan langsung menuju ke gendang pengaduan ekspresi dua penjaga gerbang pengadilan sontak berubah mereka Langsung menahan danur dengan pedang mereka namun sebelum mereka sempat bergerak Gavin menghalangi dan menahan tangan mereka Tuan Mohon pengertiannya kami benar-benar dizalimi

9:16 adikku masih muda dan tidak sanggup menahan pukulan tolong kalian bantu sampaikan kepada penjaga di dalam selanjutnya uang 2.000 gabak disodorkan ke tangan para penjaga itu kedua penjaga itu Saling pandang sejenak dan bergumam cukup bijaksana jangan khawatir adikmu tidak akan mati karena pukulan Gavin menghela napas lega bum bum bum di depan gendang pengaduan danur Mengayunkan Palu dengan kuat dan memukulnya seisi pengadilan menjadi gempar petugas pengadilan buru-buru keluar untuk mencari Bupati ketika gendang pengaduan berbunyi Bupati harus naik ke ruang sidang ini adalah peraturan yang tegas di barat petugas di belakang pengadilan setelah mendengar suara gendang Eko keluar dan melihat seorang pria parubaya Pak para pengacau itu telah memukul gendang pengaduan Apakah kamu sudah

10:03 mengatur semuanya dengan baik salah satu dari tiga Kepala Kepolisian di pengadilan Rangga Hamzah mengenakan seragam berkerah hitam yang keren dengan tubuh yang tegap dan mata yang tajam Eko yang bersikap misterius di hadapan para tim penangkap ikan tadi kini tampak merendahkan diri semua telah diatur sesuai permintaan Tuan Baiklah sudah cukup kalau begitu Rangga memainkan cincin di ibu jarinya sambil berkata ketika Bupati masuk ke ruang sidang mereka akan ditetapkan sebagai pengacau Eko mengerutkan kening dan berkata Tuan aku merasa agak bingung beberapa waktu yang lalu bupati yang mengadili kasus mereka dan memihak kepada mereka sekarang kita malah mengubah status mereka menjadi pengacau Bukankah ini sama saja menghina Tuan Bupati nanti Tuan Bupati akan marah Rangga tersenyum

10:48 sinis lalu berkata Eko ada berapa tuan di kantor Kabupaten ini Eko menjawab dengan gemetar ada tiga Rangga menyipitkan mata lalu melanjutkan Siapa yang menentukan Tuan mana yang paling berkuasa di sini Eko merasa bahwa dia telah melihat rencana tersembunyi meskipun Bupati memiliki otoritas tertinggi Jika dia tidak dapat mengendalikan aparat penegak hukum semua itu hanya akan sia-sia posisinya bahkan akan menjadi lebih rendah daripada wakil bupati dan wakil kedua dia tetap harus membiarkan bawahannya mendapat sedikit keuntungan agar semua orang rela bekerja keras untuknya Rangga menghela napas Tuan Bupati adalah sosok yang adil dan tidak memihak dia bahkan memenjarakan kepala desa demi para pengacau Kalau tuan Bupati adalah orang yang paling berkuasa di kantor Kabupaten maka

11:33 kehidupan kita yang sejahtera akan segera berakhir aku mengerti Eko mengangguk sambil tersenyum tipis tetapi dia tampak khawatir saat berbalik ketika para penguasa bertarung orang yang mendapat kesialan adalah para anak buahnya jelas sekali ini adalah rencana yang dibuat wakil bupati untuk melengserkan posisi Bupati dia yang menyuruh Rangga untuk membuat skenario seperti ini Tujuannya adalah untuk mempermalukan Tuan Bupati agar dia Kehilangan wiba di pengadilan pengacau dari dusun darmadi menjadi bidak bagi Rangga sementara itu Handoko akan menjadi duri di Mata Bupati seandainya Handoko tahu semua ini Sebelumnya dia pasti tidak akan terlibat namun sekarang sudah terlambat untuk mundur kini Handoko hanya bisa berharap Rangga dan wakil bupati akan berhasil Begitu masa

12:18 jabatan Bupati ini berakhir maka dia akan aman sat jam kemudian pengadilan dimulai Iqbal sang Bupati mengenakan pakaian resmi berwarna hijau dan duduk tegak di atas panggung besar di sebelah kanan ada sebuah meja kecil yang berisi perlengkapan tulis dengan wakil bupati yang duduk di depannya danur berlutut di lantai diam-diam melirik bupati dan wakil bupati dengan tubuh yang gemetaran tanpa henti dia selalu menantikan momen untuk mengajukan pengaduan seperti yang dijelaskan oleh Sony dan hari ini Akhirnya dia memiliki kesempatan itu ketika mendengar cerita mereka danur tidak merasa takut namun sekarang ketika dia berlutut sambil menatap Bupati rasa khawatir tiba-tiba muncul di hatinya dia lebih takut dengan hukuman 40 pukulan yang akan dijatuhkan padanya karena memukul gendang pengaduan orang yang

13:04 memukul gendang pengaduan di luar waktu pengadilan harus dihukum 40 kali pukulan saat melirik pemuda di bawah panggung Iqbal mengeluarkan sebatang kayu putih dan melemparkannya ke lantai peraturan ini dijalankan dengan sangat ketat Jika ada yang memukul gendang pengaduan di luar jam pengadilan akan dihukum dengan berat 40 pukulan meski sudah mempersiapkan diri sebelumnya danur tetap merasa guguh wajahnya tampak cat dia menggertakkan gigi dan sekujur tubuhnya terasa kaku bab 65 melihat kayu putih yang dilempar oleh Bupati tatapan kedua penjaga yang bertugas memukul pengadu menjadi berbinar mereka Mengayunkan papan pemukul secara bergantian kayu yang dilempar oleh Bupati ada tiga macam yaitu kayu putih Kayu Merah dan kayu hitam warna putih menandakan hukuman seadanya warna merah

13:51 menandakan harus dihukum berat dan warna hitam berarti harus dipukul sampai mati ini adalah peraturan untuk pukulan di pengadilan jika Bupati telah mengeluarkan kayu berwarna hitam bahkan diberikan sogokan sekalipun para penjaga itu tetap harus menghukumnya dengan berat Kak klak suara papan pemukul terdengar nyaring namun danur yang berbaring di tanah tampak sangat heran kenapa rasanya tidak sakit padahal pukulan itu terdengar begitu keras tapi bokongku tidak terkena pukulannya Tuan Bupati sangat murah hati karena melemparkan tongkat putih ditambah lagi ada yang memberi uang sogokan tapi anak ini benar-benar bodoh kalaupun tidak terasa sakit seharusnya dia tetap berteriak kalau tidak berteriak orang lain akan mengatakan bahwa pukulan kita hanya pura-pura pukul dia sekali dia

14:37 pasti akan berteriak dua pemburu tersebut saling pandang lalu papan pemukul mereka jatuh di bokong danur ah ekspresi danur berubah drastis dia berteriak dengan menyedihkan begini baru benar kalau kamu tidak berteriak semua orang akan mengira pukulan kami ini hanya pura-pura kedua penjaga itu mengangguk pelan papan pemukul itu terus diayunkan jika danur tidak berteriak mereka akan memukulnya sekali setelah dipukul tiga kali berturut-turut dan Nur juga Mulai mengerti maksud penjaga ini dia berteriak dengan sangat mengenaskan demikianlah 40 pukulan telah berlalu Iqbal mengetuk meja dengan papan kayu dan bertanya siapa kamu Hal apa yang mau kamu adukan Nama saya danur saya adalah penduduk desa pimola Dusun darmadi Saya mau mengadukan bahwa polisi bernama

15:22 Rangga dan Eko bersekongkol dengan Handoko yang ada di pasar ikan danur yang gemetaran mengangkat surat pengaduan dan dengan hati-hati menjelaskan rincian kasus tersebut dia sudah mendengar cerita Sony tentang bagaimana dia pergi ke pengadilan Kabupaten untuk melaporkan Budi berulang kali jadi danur Sudah tahu bagaimana cara mengajukan pengaduan Desa pimoli Dusun dararmadi Iqbal mengernyit dan memandang ke arah wakil bupati Radit dengan tatapan tajam sebagai orang yang berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan tentu saja Iqbal langsung bisa mengerti semua rencana Di balik semua ini dia sudah sering mendengar bahwa Radit mengendalikan Bupati sebelumnya dan berkuasa di kantor Kabupaten ini selama 2 tahun Kini dia bahkan mau menekan Iqbal Radit hanya tersenyum dan mengangguk seolah-olah tidak tahu apa-apa orang-orang ini

16:08 adalah kerabat dari tuan Wira pantas saja nyali mereka sebesar ini beberapa waktu yang lalu mereka melaporkan kepala desa dan sekarang mereka datang untuk melaporkan petugas patroli dan petugas polisi Kalau Radit berani berbuat seperti ini dia pasti sudah punya rencana yang matang untuk menghancurkan reputasiku sorot mata Iqbal tampak dingin ketika berkata pelayan Panggil Rangga Eko dan Handoko petugas pengadilan langsung bergegas keluar beberapa saat kemudian Rangga Eko dan Handoko telah tiba dan Nur melihat Ketiga orang itu sambil menggertakkan gigi Iqbal kembali berkata Rangga Eko dan Handoko dan Nur dari dusun darmadi mengajukan tuntutan terhadap kalian atas dugaan keterlibatan dalam aksi premanisme pemerasan tanpa izin dan mengambil dua hingga tiga kali lipat dari pajak yang seharusnya dikumpulkan

16:54 oleh pemerintah Apa kalian ada pembelaan Rangga berlutut di lantai dan berkata dengan tegas Tuan ini hanya fitnah silakan minta bukti darinya kalau tidak ini namanya pencemaran nama baik Eko juga berkata dengan wajah sedih Tuan Saya telah melakukan patroli di pasar ikan selama bertahun-tahun dengan sungguh-sungguh saya tidak pernah mengambil sepeser pun dari pedagang Tuan silakan memanggil pedagang lainnya untuk diinterogasi dan memastikan bahwa saya tidak bersalah benar Tuan ini adalah fitnah Handoko berkata dengan nada sedih dan marah Saya adalah pekerja di pasar ikan tetap Saya telah dianiaya oleh para pengacau ini kalau bukan karena tuan Rangga dan Tuan Eko Saya mungkin sudah mati diserang oleh mereka Tuan Tolong berikan keadilan kepada saya kalian

17:39 berdua berbohong jelas-jelas kamu ini preman di pasar ikan dan kamu ini pendukung mereka danur menunjuk Ketiga orang yang menolak untuk mengaku itu dengan cemas padahal Sony mengatakan bahwa begitu dia menyerahkan surat gugatan Budi langsung mengaku bersalah tanpa melakukan pembelaan Apun Kenapa Ketiga orang ini berbeda Harap tenang sambil menepuk meja Iqbal menatap Handoko dengan senyum Tenang saja aku tidak akan melepaskan penjahat mana pun juga tidak akan sembarangan menjatuhkan tuduhan katanya namamu ini Handoko ya benar Tuan arti nama saya ini adalah tertinggi dan tersohor jawab Handoko dengan senang ketika melihat Bupati tersenyum padanya namun ekspresi Radit malah berubah drastis brak Iqbal kembali menepuk mejanya dan melemparkan kayu berwarna hitam lalu dia berkata dengan

18:25 ekspresi dingin berani-beraninya seorang rakyat Bi mengatakan dirinya adalah yang tertinggi di hadapan pengadilan pelayan pukul 80 kali BAB 66 ah mohon ampun Tuan itu hanya panggilan orang-orang nama asliku adalah Oman Handoko memohon ampun menyadari bahwa dipukul dengan tanda hitam berarti nyawanya terancam plak kayu hitam dijatuhkan di lantai brak brak brak kedua penjaga pengadilan langsung memukulnya tanpa ampun ah setelah di pukul belasan kali kulit Handoko juga sudah terluka dia berteriak Eko tolonglah aku Aku tidak mau mati makanya jangan bicara sembarangan kamu memang pantas dihukum kalau benar-benar sampai mati suruh keluargamu datang untuk mengurus jenazahmu ujar Eko Seraya berbalik dengan Tatapan yang menggelap

19:12 jika saat ini dia membela Handoko Bupati pasti akan ikut menghukumnya bahkan Tuan Rangga dan Radit saja tidak bicara sama sekali keluarga ini jelas adalah ancaman Handoko memejamkan matanya sambil menggertakkan Gigi setelah menahan 10 kali pukulan lagi dia PSan Regan Pergilah ke pasar ikan dan temui beberapa pedagang ikan tanyakan keadaan sebenarnya dengan raut wajah serius Iqbal berkata beritahu mereka untuk mengatakan hal yang sejujurnya Apun yang terjadi Bupati akan menegakkan keadilan dan melindungi mereka dari pemerasan para penjahat dan petugas korup awalnya Dia mengira Handoko akan keceplosan tapi sayangnya dia pingsan Tanpa sempat berkata apa-apa Iqbal terpaksa mengutus orang untuk menyelidiki di pasar ikan baikan maju dengan membawa sekelom

19:58 petugas polisi lainnya untuk pergi ke pasar ikan Eko dan Rangga yang berada di pengadilan saling bertukar pandang dan tersenyum sinis petugas kecil lebih kuat daripada bupati yang terus-menerus berganti jabatan para pedagang itu sudah pasti tidak akan mengkhianati mereka hanya karena beberapa patah kata dari Bupati rad tampak tenang tetapi dalam hatinya merasa sangat bangga pasalnya semua pemimpin-pemimpin ini memihak padanya jika Bupati sebelumnya juga bisa dilengserkannya Bupati kali ini juga tidak akan menjadi pengecualian masih lumayan Jika dia tidak menghadirkan saksi dari pasar ikan begitu dihadirkan saksi seperti itu tuduhan bahwa penduduk Dusun dharmadi adalah pengacau itu akan semakin kuat dalam kesempatan ini mereka bisa mencabut kasus Budi dan mengirim wira ke penjara atau pengasingan tugas yang diberikan oleh keluarga silali juga

20:45 telah selesai saat itu kekuasaan Iqbal sebagai bupati akan sepenuhnya hilang dan kantor Kabupaten akan berada di bawah kendalinya sekali Mendayung Dua pulau terlampaui di dalam sel tahanan yang baau Budi yang telah masuk selama 10 hari terbaring ditumpukan jerami ketika melihat ke sel sebelah dia langsung berteriak Hei Dodi Sony Kalian juga masuk penjara Budi Kamu mau cari masalah ya setelah mendengar suara yang menjengkelkan itu Dodi yang sangat marah Langsung Melompat ke depan pintu sel Ayo pukul aku gunakan kekuatanmu untuk memukulku aku tunggu ah melihat Dodi terhalang oleh jeruji Budi berdiri sambil mengejeknya tiba-tiba sebuah sepatu kain terbang dan menghantam wajahnya dengan keras ternyata sepatu itu dilemparkan oleh Dodi Dodi Sony

21:33 kalian tidak akan bisa sombong terlalu lama Budi memegang wajahnya sambil mundur ke dalam selnya bukan hanya kalian yang akan dipenjara Wira juga harus masuk ke sini pada saat itu aku akan keluar dan kembali menjadi kepala desa pimola kelak aku akan menjaga keluarga kalian dengan baikh setelah masuk ke penjara Budi mulai merasa putus asa namun dalam dua hari belakangan ada yang memberitahunya untuk bersiap-siap mengajukan banding kini setelah melihat Dodi dan Sony masuk ke penjara Budi mulai merasa ucapan itu memang benar kalau bisa kembali ke desa untuk menjadi kepala desa Siapa juga yang mau menjadi tahanan di sini Dodi terkejut dan berkata kamu jangan bicara sembarangan kasus yang diadili oleh Bupati tidak mungkin akan berubah Kak Wira tidak akan dipenjara Kenapa tidak

22:19 mungkin Budi tersenyum sinis dan berkata gabrata tiga bersaudara mencuri di rumahnya tapi dia malah memaksaku untuk tidak boleh memberitahukan hal ini Kepada Bupati sekarang dia malah mempekerjakan Ketiga orang itu berarti sama saja dengan bersekongkol dengan pencuri saat naik banding nanti akan kubongkar semua ini kamu berani kalau sampai kakra di penjara aku tidak akan Melepaskanmu Dodi mengguncang-guncang pintu dotsel matanya memeras saking marahnya berkat kakwira keluarganya sekarang sudah bisa makan daging adik-adiknya juga tidak pernah kelaparan lagi dan bisa mengenakan pakaian yang bagus bab 67 kini Dodi dan Kakaknya bisa membangun rumah besar tentu saja menikah juga bukan lagi hal yang sulit ketika Dodi keluar bersama ayah dan kakaknya semua penduduk desa

23:04 akan menyambut mereka dengan wajah tersenyum ekspresi mereka bahkan terlihat lebih tulus dan senang daripada saat bertemu dengan kepala desa Dusun mereka juga mengalami perubahan yang luar biasa Setiap keluarga pasti ada yang bergabung ke tim penangkap ikan penjual ikan ataupun tim pembuat sabun makanan di kantin juga diperbolehkan untuk dibawa pulang hampir tidak ada lagi yang kelaparan di Dusun mereka ini semua orang juga bisa membersihkan diri dengan menggunakan sabun hasil produksi mereka kini Dusun dararmadi tampak penuh dengan harapan Dodi tidak berani membayangkan Bagaimana jadinya kalau Wira di penjara maka dari itu mereka tidak boleh membiarkan Budi naik banding dan Kak Wira juga tidak boleh dipenjara tuan tanah Yang Licik ini harus mati Dodi tenang dulu Kak Wira tidak akan di penjara dia orang terpelajar jadi pasti

23:52 punya banyak akal Sony yang berdiri di sampingnya berusaha menghibur Dodi tetapi sebenarnya hatinya juga merasa khawatir Wira bukan hanya harapan mereka dia adalah harapan seluruh Dusun darmadi teknik mengikat ikan membuat gula membuat sabun semua ini diajarkan olehnya tanpa Wira Dusun darmadi bagaikan pasir yang terceraiberai barang yang dibuat mereka juga tidak akan bernilai kini semua penduduk desa Bersatu padu dan hidup akur berkat Wira asalkan Wira baik-baik saja semua penduduk desa akan tetap hidup rukun meskipun yakin bahwa Wira akan punya ide Sony tetap saja tidak kepikiran Baga akan m situi seperti ini benar kakraalah orang terpelajar dia tidak akan bisa dipenjara dengan mudahnya doantaiil bergumam tetapianya tetap terju P Budi

24:40 kakra begitu di pengadilan semu penangkap ikanelilinginya danghel naasgh mereka Jangan khawatir aku akan menangani masalah ini Baim kondisinya sek dan menjelaskan kronologisnya secara singkat kepada Wira dia terus berjaga di depan pengadilan kerjamu bagus setelah memuji Gavin Wira berbalik dan pergi Ayo kita ke pasar ikan bukan ke pengadilan tanya tim penangkap ikan dengan kebingungan menurut pemikiran mereka Wira adalah orang terpelajar jadi dia pasti akan sangat pandai berbicara Jika dia masuk untuk membela Sony dan Dodi Bupati pasti akan membebaskan kedua orang itu tidak ada gunanya kepengadilan

25:25 poin utama kasus ini adalah mencarikan saksi untuk mereka Wira menjelaskan asalkan orang-orang di pasar ikan mau berkata jujur kasus ini sudah pasti akan kita menangkan Tapi orang-orang itu tidak mau berkata jujur mereka malah bilang kita membunuh orang ujar anggota tim penangkap ikan dengan cemas itu karena ada yang mengancam mereka biar kuulihat dulu Bagaimana situasinya tidak ada yang bisa menyembunyikan fakta selamanya Wira sudah mendengar sikap orang-orang di pasar ikan sebelumnya dari Gandi nalurinya berkata pasti ada yang tidak beres dengan hal ini ada seseorang yang memasang jebakan Di balik semua ini jebakan ini bukan hanya menargetkan mereka tetapi juga hendak menjatuhkan Bupati Wira menyadari bahwa kantor Kabupaten ini lebih rumit dari yang dibayangkannya Sesampainya di pasar

26:11 ikan sebagian besar nelayan masih berada di sana untuk menjajakan dagangan mereka Regan membawa beberapa polisi lainnya mengelilingi seorang nelayan sambil membujuknya jangan takut Tuan Bupati akan menegakkan keadilan untuk kalian asalkan kalian berani memberi kesaksian para preman dan petugas korup itu akan dipenjara dan tidak ada lagi yang memeras uang kalian nelayan yang berpakaian lusu berkata dengan gemetaran pak polisi selama kami berjualan di sini tidak pernah diperas oleh Tuan Eko dan Handoko malah orang-orang dari dusun darmadi itu yang ingin memeras uang kami mereka yang seharusnya disebut preman Regan mengernyitkan alisnya dia telah mengunjungi 10 penjual ikan di pasar dan semuanya menuduh orang-orang Dusun daradi sebagai pembuat masalah Regan adalah bawahan yang dipercaya oleh Bupati jadi dia tahu persis jenis saksi

26:56 seperti apa yang utuhkan oleh Bupati saat ini Namun sepertinya para nelayan dan pedagang ini telah berkomplot dalam kesaksian mereka sehingga sulit baginya untuk meyakinkan mereka mustahil baginya untuk meyakinkan penjual ikan tersebut dan juga tidak mungkin bagi Tuan Bupati untuk turun tangan sendiri tiba-tiba terdengar sebuah suara yang nyaring Pak Regan Mohon bantuanmu untuk mengumpulkan para pedagang ikan dan [Musik] nelayan

Share

Ringkasan Video YouTube