BERJALAN DENGAN PERKENAN TUHAN | PS DEBBY BASJIR

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya pertobatan dan kesadaran diri untuk memperoleh kelegaan dari Tuhan, serta bagaimana Roh Kudus memampukan orang percaya untuk bersaksi dan berdampak dalam kerajaan Allah.

  • Pentingnya dipenuhi Roh Kudus sebelum melayani.
  • Pertobatan sejati menghapus dosa dan mendatangkan kelegaan.
  • Kelegaan dari Tuhan lebih penting daripada kekayaan materi.

Pentingnya Dipenuhi Roh Kudus

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk tidak memberitakan Injil sampai mereka dipenuhi Roh Kudus. Hal ini sangat penting karena sebelum dipenuhi Roh Kudus, seperti Petrus yang menyangkal Yesus saat Dia ditangkap, manusia cenderung lemah dan tidak berani. Setelah dipenuhi Roh Kudus pada peristiwa Pentakosta, Petrus menjadi berani menyembuhkan orang sakit dan berkhotbah. Orang Kristen seharusnya tidak hanya menjadi "penghangat kursi gereja" tetapi harus aktif mengambil bagian dalam kerajaan Allah dan membawa orang lain kepada Kristus melalui kesaksian hidup yang berubah.

Dampak dalam Kerajaan Allah

Orang Kristen dipanggil untuk memberikan dampak dalam kerajaan Allah, bukan hanya sekadar beribadah rutin tanpa hasil. Semakin besar dampak yang kita berikan, semakin Tuhan memperluas kapasitas kita untuk berbuah lebih banyak. Yesus adalah pokok anggur, dan kita adalah ranting-rantingnya. Jika kita tinggal di dalam Dia, kita akan berbuah. Jika tidak, kita akan dipotong dan dibakar. Setelah dipenuhi Roh Kudus, para rasul tidak bisa menahan diri untuk menceritakan tentang Yesus. Pertanyaannya adalah, apa yang kita ceritakan ketika bertemu dengan orang yang belum mengenal Yesus?

Khotbah Petrus: Kesadaran dan Pertobatan

Petrus berkhotbah di Serambi Salomo, menyerukan agar orang-orang sadar dan bertobat supaya dosa mereka dihapuskan. Orang yang berdoa meminta ampun tetapi tidak bertobat, dosanya tidak dihapuskan. Berbahagialah orang yang mengakui dosanya dan meninggalkannya. Keadaan paling berbahagia bagi manusia adalah ketika dosanya dihapuskan. Jika dosa tidak diampuni, hidup akan terasa sial. Oleh karena itu, penting untuk tidak bermain-main dengan kasih karunia Tuhan dan benar-benar bertobat dari dosa.

Memahami Kebenaran yang Sejati

Seringkali orang Kristen memiliki pemahaman yang salah tentang berkat dan kutuk. Bukan rumah atau tempat yang membuat seseorang sial, tetapi orang itu sendiri. Jika seseorang tidak sadar dan tidak bertobat, rumahnya bisa menjadi sarang setan meskipun sudah didoakan oleh pendeta. Kita harus memiliki iman yang benar dan menyampaikan firman Tuhan di rumah kita sendiri. Jika kita dipenuhi Roh Kudus, Roh Kudus akan berkuasa atas kita dan memberikan pengertian yang benar.

Waktu Kelegaan dari Tuhan

Tuhan menjanjikan waktu kelegaan bagi mereka yang sadar dan bertobat. Kelegaan dari Tuhan adalah kelegaan yang sejati dan permanen, bukan hanya sementara. Banyak orang kaya juga tidak hidup dalam kelegaan. Dalam Tuhan Yesus, kita dituntun kepada pertobatan dan kesadaran akan hidup, sehingga Tuhan mendatangkan waktu kelegaan. Kelegaan adalah kondisi di mana kita merasa lega dan bersyukur kepada Tuhan.

Kisah Tabut Perjanjian dan Kejatuhan Israel

Bangsa Israel mengalami kekalahan dan kesuraman karena dosa-dosa mereka, termasuk dosa Imam Eli dan anak-anaknya yang mencemarkan bait Allah. Mereka membawa tabut perjanjian ke medan perang, tetapi tetap kalah karena mereka tidak bertobat. Tabut Allah dirampas, dan anak-anak Eli tewas. Hal ini menunjukkan bahwa simbol-simbol rohani tidak akan menyelamatkan kita jika kita tidak hidup dalam pertobatan. Samuel menyerukan agar bangsa Israel bertobat dan berbalik kepada Tuhan, dan setelah mereka bertobat, Tuhan memberikan kemenangan kepada mereka.

Pesan untuk Hari Ini

Kita hidup di masa yang sulit, dan kita tidak akan bisa memperoleh kelegaan jika kita tidak sadar dan bertobat. Mari kita sadar, bertobat, dan berjaga-jaga. Hanya orang-orang yang hidup dalam pertobatan yang akan melihat jalan-jalan Tuhan dibukakan dan mengalami kelegaan dari Tuhan. Yang kita butuhkan bukan menjadi kaya, tetapi kita butuh kelegaan yang dari Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Ketika kita sungguh-sungguh bertobat, Tuhan akan menjadi jawaban.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 [Musik] Bapak, Ibu ya ketika Roh Kudus, kenapa Yesus berkata kepada murid-muridnya, "Jangan pergi dulu memberitakan Injil. Tunggu sampai engkau dipenuhi Roh Kudus baru engkau boleh pergi." Ya, mengapa? Itu satu hal yang sangat serius sekali sampai Yesus melarang mereka untuk pergi sebelum dipenuhi oleh Roh Kudus. Nah, kita tahu bersama ketika sebelum Petrus dipenuhi Roh Kudus, waktu Yesus ditangkap, orang bertanya, "Ya, ini juga muridnya." Petrus jawab, "Apa?" "Aku gak kenal dia." Ya, memang membuktikan sahabat sejati itu waktu kita dalam kesukaran.

0:47 Ketika Yesus lagi dipuji-puji, banyak yang datang-datang ngaku murid termasuk Petrus dan semua teman-temannya. Tapi ketika Yesus ditangkap dalam kesulitan bahkan mau dibunuh ya ditanya ini temannya dia jawabannya bukan ya. Sahabat sejati itu terbukti ketika engkau ada dalam kesulitan. Waktu kita lagi senang banyak yang datang ngaku-ngaku saudara ya. Bahkan enggak dikenal pun ngaku, "Oh, iya ini saudara loh ya." Saudara dari mana ya? Sepupu. Sepupu berapa kali? Lain kali ya. itu banyak namanya juga manusia ya. Tapi ketika kita dalam pergumulan, dalam tekanan, dalam kesedihan lah orang yang datang mengaku saudara, nah itulah

1:34 sahabat yang sejati. Ketika Petrus belum dipenuhi Roh Kudus, dia menyangkal Yesus. Tapi ketika Roh Kudus penuhi mereka setelah peristiwa Pentakosta, ya Yesus berkata, "Jangan pergi sampai Roh Kudus itu dikirim kepadamu." Mereka melihat, mereka dilawat oleh Roh Kudus di peristiwa Pentakosta di loteng, Yerusalem. Apa yang terjadi? Kalau saudara baca di Kisah Para Rasul itu 1 du itu peristiwanya bagaimana ya mereka menuju ke Pentakosta. Lalu pada kisah Rasul pasal yang ketiga itu Petrus sudah mengalami jamahan Roh Kudus ya. Dan dia mulai menyembuhkan orang-orang lumpuh, orang sakit ya siapapun yang ditemui

2:22 disembuhkan ya. Bahkan akhirnya dia mulai berani berkhotbah. Saudara jangan jadi Kristen yang cuma bikin panas kursi gereja. Lihat kanan kirimu ya. bilang kamu cuma bikin panas kursi gereja gak. Kita ini beribadah bukan cuma datang, duduk, diam, pulang tapi mari kita lakukan sesuatu. Ambil bagian di dalam kerajaan Allah. Ini masih banyak kursi yang kosong ya. Ajak saudaramu, temanmu, tetanggamu, mereka yang belum bertobat mungkin ya satu dua kali tapi dia menolak, Bu. Gak apa-apa. Coba terus ya beritakan tentang Yesus.

3:08 Tapi memang hidup kita dulu harus berubah. Karena kalau kita enggak berubah, kita enggak bisa ngajak-ngajak orang. Orang akan ngomong gini, "Lu aja masih ngerokok. Lu aja masih hidupmu kayak gitu. Ngajak saya ketemu Tuhan Yesus." Ya, hidup kita harus berubah supaya orang melihat. Lalu kita ngajak orang akan menjadi kesaksian. Engkau dipanggil bukan cuma jadi Kristen yang tiap minggu ke gereja pelayanan tapi enggak ada dampak apa dampak apa-apa dalam kerajaan Allah. Kita harus berdampak di dalam kerajaan Allah. Semakin kita berdampak, Tuhan akan semakin perluas kapasitas kita supaya semakin banyak kita berbuah. Amin. Ya. Yesus berkata, "Engkau itu ranting.

3:55 Aku ini pokok anggur. Barang siapa tinggal dalam aku, dia berbuah. Persoalannya banyak orang ngaku tinggal dalam Yesus, tapi kok enggak berbuah. Nah, itu pertanyaannya ya. Apakah kita sungguh-sungguh tinggal di dalam Kristus atau tidak ya? Dan akhirnya Yesus bilang kalau dia berbuah dia kan semakin dibersihkan supaya semakin banyak berbuah. Tapi kalau enggak berbuah jadi ranting kering akan dipotong dan dibakar di dalam api. Maka kebinasaan. Nah, Bapak Ibu, akhirnya Petrus mulai menyembuhkan orang lumpuh. Dia ketemu orang dilayani. Ketika Roh Kudus memenuhi rasul-rasul, mereka mulutnya tidak tahan untuk

4:42 menceritakan siapa Yesus. Harusnya kita juga begitu ya. Waktu kita jadi Kristen, kita dipenuhi Roh Kudus ya, maka engkau akan pergi buahnya apa? Engkau tidak akan tahan ketemu orang. Kau akan cerita tentang kasih Tuhan. Masihkah itu ada dalam hidup kita ketika kita ketemu orang, kita bersaksi, kita cerita tentang Tuhan, ya atau ya cerita tentang saham? Ya, banyak hamba Tuhan kalau ketemu yang diceritain saham bukan Tuhan. Ya, ini jadi pertanyaan apa yang kita ceritakan ketika kita berjumpa dengan orang yang kira-kira belum kenal Yesus? Apakah kita bersaksi tentang siapa Tuhan? Ya, ketika orang dipenuhi Roh Kudus,

5:29 maka dia enggak akan bisa tahan. Rasul-rasul pada waktu itu mereka dipenuhi Roh Kudus. Tadinya mereka orang-orang yang menyangkal Yesus, tapi ketika dipenuhi Roh Kudus mereka bercerita tentang siapa Yesus. Lalu kita lihat di Kisah Para Rasul ayat pasal yang ketiga. Kita baca ayat 19 dan 21. Petrus berkhotbah di Serambi Salomo. Ya, ini isi khotbahnya. Ketika banyak orang di situ, lalu dia berkata kepada mereka, isi khotbah Petrus, dia bilang apa di sana? Karena itu sadarlah dan bertobatlah supaya dosamu dihapuskan. Ya. Lalu ayat yang berikutnya dikatakan agar apa? Tuhan mendatangkan waktu

6:15 kelegaan dan mengutus Yesus yang dari semula diuntukkan bagimu sampai di situ saja. dulu ya, Bapak, Ibu. Dikatakan di sana Petrus mulai berkhotbah di depan banyak orang. Apa isi khotbah Petrus yang diurapi Roh Kudus itu? Ya, dia bilang, "Karena itu sadarlah dan bertobatlah supaya dosamu dihapuskan." Ini sebuah rahasia. Jadi, Bapak Ibu, ternyata orang kalau berdoa minta ampun dosa tapi tidak bertobat, dosanya itu tidak dihapuskan. Amin. Jangan bermain-main dengan kasih karunia Tuhan. Yang orang yang dosanya

7:01 dihapuskan itu dikatakan karena dia sadar dan bertobat maka dosanya akan di hapus. Ya. Tapi kalau orang berbuat dosa terus ya lalu minta ampun diampuni berdosa lagi enggak ya. Berbahagialah orang yang mengakui dosanya dan meninggalkannya. Kata firman Tuhan ya. Petrus berkhotbah. Dia bilang, "Karena itu sadarlah, bertobatlah supaya dosamu dihapuskan." Keadaan yang paling berbahagia bagi seorang manusia itu adalah ketika kita ini dosanya dihapuskan.

7:47 Ya, siapa yang banyak dosa di sini? Ya, banyak dosa semua ya. Puji Tuhan ngaku ya. Banyak dosa yang tidak ada dosa ya. Kalau ada yang angkat tangan itulah yang paling berdosa yang mengaku tidak ada dosa. Kita nih semua banyak dosa ya. Dosa apa? Dosa ketidaksadaran. Seringki dalam pikiran kita sudah menghakimi orang. Dalam pikiran tuh sudah berdosa loh, belum muncul pada perbuatan. Kita baru lihat orang, lihat mukanya orang enggak senyum, lalu kita pikir, "Nih orang sama saya kok gini banget ya." Itu udah dosa ya. Jadi kalau mau dihitung setiap hari ini kita ini sebenarnya banyak dosa. Tapi Alkitab bilang berbahagia orang yang dosanya itu diampuni. Karena kalau

8:35 kita enggak diampuni, hidupmu tuh sial. Usahanya sial, bisnisnya sial, keadaannya sial. Banyak orang datang pada saya bertanya, "Bu, kenapa saya ini sial?" Ya, biar engkau panggil pendeta hebat sekali bersiapapun suruh doa tumpang tangan, tumpang kaki. Kalau engkau tidak bertobat dan tidak sadar akan dosamu, maka keadaanmu akan sial terus. Ya, jadi bukan soal jangan kita ini jadi Kristen yang salah ya. Apalagi titip doa, "Oh, saya sudah dikasih minyak urapan." Katanya nanti kalau sial ini minyak disiram biar mau dipakai mandi.

9:20 Mengerti kebenaran yang sebenarnya ya. Yang sial itu orangnya. Makanya saya selalu bilang kalau ada orang datang ya mau doain rumah. Bu saya minta ibu doain rumah saya ya. Saya mau pindah rumah baru. Tapi saya gak ada. Ibu aja datang nanti saya kasih kunci. Nanti ada pegawai saya ya. Saya bilang pret. Orang Kristen itu kadang-kadang salah pemahaman. Dia pikir ketika dia bisa datangkan pendeta, pendeta suruh doain dikasih amplo. Pendetanya pergi doain rumah kosong. Itu juga pendeta kalau ada yang mau begitu pendeta goblok ya. Cuma karena dapat amplop mau pergi. Kita harus kasih pemahaman yang benar. Saya sering bilang Bapak Ibu kalau Bapak

10:06 Ibu enggak ada gak usah doa dulu. Kenapa? Karena kita harus menyampaikan firman ya, Bapak Ibu yang doain urapi rumah itu. Saya hanya berdoa Bapak Ibu sendiri yang urapi supaya setan tahu dengan imanmulah yang tinggal di rumah itu. Ya, bukan pendetanya siapa, tapi orangnya yang tinggal di rumah itu yang harus punya iman yang benar. Kalau cuma engkau undang pendeta, dia berdoa, saudara enggak ngapa-ngapain. Pendetanya pulang, waktu didoakan rohnya pergi, pendeta pulang, dia ajak tujuh roh lebih jahat. Maka rumahmu jadi sarang setan. L engkau bilang, "Padahal lu saya suruh pendeta itu loh berdoa lah kau tidak bertobat. Makanya rumahmu jadi sarang setan. Keluarga ribut terus, berantem terus

10:52 karena orangnya enggak sadar dan tidak bertobat." Ya, demikian juga mau beli rumah, mau cari apa, banyak orang datang itu rumahnya tusuk sate loh. Sial. Yang sial itu orangnya, bukan rumahnya, bukan soal tempatnya. Walaupun tempat itu ada setannya, kalau yang masuk orang benar, maka setan pergi. Amin. Jadi, buang pemahaman-pemahaman yang salah. Kalau kita dipenuhi Roh Kudus, Roh Kudus berkuasa atas kita. Saya kalau cari rumah malah yang tusu sate ya. Kalau ada rumah tusu sate lama tidak dihuni, kalau bisa ada setannya. Kenapa? Harganya murah ya. Iya dong. kita masuk ya. Sampai saya

11:38 dulu waktu beli rumah saya yang terakhir nih, satpamnya bilang, "Ibu, kok beli rumah itu? Tuh rumah lama tidak dihuni loh. Rumah kosong ada setan. Enggak apa-apa, Pak, kalau saya masuk setannya saya usir nanti pindah ke pos Bapak." Dia bilang, "Atagfirullahu, Bu. Jangan begitu dong. Makanya Bapak harus beriman. Kalau Bapak beriman, setannya enggak mau tinggal di pos Bapak karena ada orang beriman di situ. Amin. Jadi bukan pemahaman-pemahaman berhenti punya pemahaman yang salah. Kalau kita ada dalam Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memberikan kita pengertian. Ayat ini berkata dengan jelas, "Karena itu sadarlah dan bertobatlah supaya dosamu dihapuskan agar Tuhan mendatangkan apa

12:24 di sana dikatakan? Waktu kelegaan. Siapa yang mau mengalami waktu kelegaan hari-hari ini? Nah, udah pengep nih, Bu. Ya, ada orang bilang sama saya, "Bu, doain dong biar saya jadi orang kaya. Udah capek miskin terus. Banyak masalah hidup kalau miskin. Enak aja doakan supaya jadi orang kaya. Hm. Pergi sana ke Gunung Kawi kalau cuma mau cari kekayaan. Ya, engkau pikir setelah engkau kaya, engkau enggak ngap juga kalau enggak ada Yesus. Bagaimana kita ini bisa memiliki hidup di dalam kelegaan? Orang kaya juga banyak masalah. Jangan Bapak, Ibu pikir, uh, orang kaya itu

13:10 enggak ada masalah. Masalahnya lebih banyak dari kita. Makin kaya orang, makin banyak orang yang menghabiskan kekayaannya. Makin banyak masalah yang dia pikir. Orang punya rumah satu pikirannya satu. Tapi kalau punya rumah dua, rumah pikirannya jangan pikir setelah kaya itu enggak ada pikiran apa-apa. Justru ya. Tapi dalam Tuhan Yesus ketika kita punya Roh Kudus, kita dibilang, dikatakan di sana kita dituntun kepada pertobatan, ya, kita dituntun kepada kesadaran akan hidup. Lalu dibilang di sana kita ini akan dibawa Tuhan ya, maka Tuhan akan

13:55 mendatangkan waktu kelegaan. Amin. Ya, waktu kelegaan orang itu kalau lega gimana, Saudara? Ya, lega itu haduh puji Tuhan itu lega. Amin. Kalau tanya tentang kelegaan mungkin kalau sama orang yang sakit bersalin ya itu sakit minta ampun. Tapi ketika anaknya sudah keluar, lega enggak dia? Huh, lega ya. Yang pernah hamil pasti tahu rasanya. Jadi kita tahu apa yang namanya kelegaan. Tanya lagi apa itu kelegaan? Tanya sama yang dikejar-kejar depollektor. Ya, banyak yang tertawa ya.

14:40 Jangan-jangan lagi jadi sasaran ya. Orang kalau dikejar hutang ya aduh itu rasanya ya dua hal yang membuat jantung berpacu dengan cepat. jatuh cinta dan jatuh tempo. Ya, tanya tentang kelegaan terus tanya sama orang yang punya hutang. Gak enak kalau sudah mau jatuh tempo itu dikejar-kejar. Aduh. Ya, tapi kalau sudah lewat lega. Dan ayat ini berkata Tuhan menjanjikan waktu kelegaan. Kalau Tuhan yang berjanji itu bukan kelegaan yang sementara. Amin. Ini benar-benar kelegaan ya. Dalam kehidupan kita ini semua butuh kelegaan, bukan kekayaan.

15:28 Karena banyak orang kaya juga hidupnya gak lega. Amin. Tapi sekalipun kita mungkin ada dalam tekanan bersama Tuhan ya kita akan memiliki kelegaan. Nah, syaratnya tadi Petrus berkata dalam khotbahnya ya itu dikatakan apa? Karena itu sadarlah dan bertobatlah. supaya apa? Supaya dosamu dihapuskan. Dan ayat 20 berkata, "Agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan dan mengutus Yesus yang dari semula itu diuntukkan bagimu Kristus." Ya, Bapak, Ibu. Ketika kita ini sadar,

16:13 bertobat, meninggalkan dosa, dosa kita dihapuskan. Itulah yang mendatangkan kelegaan di dalam hidup kita. Ya, makanya mari kita lebih sungguh lagi mencari Tuhan. Hari-hari ini. Semua orang membutuhkan kelegaan. Apalagi menghadapi masa-masa ke depan ini tidak akan semakin baik loh. Alkitab berkata ya bukan ramalan, tetapi firman Tuhan berkata bahwa hari-hari terakhir itu akan menjadi masa yang sulit, akan datang masa yang sukar. Ya, orang akan mencintai diri dan akan menjadi hamba uang dan uang semakin diburu semakin hilang ya semakin sulit. Hari-hari ini saudara rasa enggak susah enggak cari uang?

17:02 Susah enggak cari uang Bapak Ibu? Coba saudara jalan dari sini sampai ujung mangga dua sana. Coba cari uang di jalan. Ada gak? Susah toh cari uang? Ya, jangankan R1 juta, nyari Rp100.000 di jalan ada enggak? Itu berarti memang susah cari uang. Apalagi istri yang enggak dikasih uang sama suaminya. Cari di bawah bantal, cari di dompet. Susah cari uang. Benar enggak, Ibu-ibu? Gak usah angkat tangan, nanti suamimu malu. Di sini orangnya itu kul ya, enggak bisa tertawa ya. Ah, ini baru terdengar tertawanya. Dibilang enggak bisa tertawa baru tertawa. Ya, kita harus bersukacita loh hari-hari ini, Ibu-ibu, Bapak-bapak, ya. Supaya apa? Hidup ini memang berat,

17:47 tetapi kita ikut Tuhan yang berjanji hari ini akan memberikan waktu kelegaan bagi kita. Ya, Petrus berkata, "Sadarlah dan bertobatlah. Maka dosamu dihapuskan dan Tuhan memberi waktu kelegaan bagimu. Bangsa Israel ketika mereka hidup dalam dosa, tabut Tuhan diletakkan di Silo ketika sejak zaman hakim-hakim. Ketika tabut Tuhan ditaruh di Silo di tempatnya Imam Eli dan kedua anaknya Hofni dan Pinehas. Mereka berbuat dosa di hadapan Tuhan. Alkitab berkata kedua anaknya ini tidak menghormati Tuhan. Persembahan yang

18:35 dibawa oleh bangsa Israel sebagai korban bakaran bagi Allah. Mereka ambil lemak-lemaknya, mereka bakar, mereka makan. Padahal itu untuk Tuhan. Bukan hanya itu, mereka meniduri pelayan-pelayan Tuhan di bait suci. Mereka melakukan percambulan. Ya, mereka melakukan dosa kenajisan. Hati-hati para pelayan Tuhan harus menjaga hidup kudus di hadapan Tuhan. Jangan engkau berlaku cemar, engkau bersinah, engkau berbuat cabul, lalu engkau datang dan pergi. Maaf ya, Tuhan itu Tuhan yang kudus. dan dia melihat hidupmu di luar gereja dan di dalam gereja itu Tuhan tahu ketika mereka tidak lagi menghormati bait Allah

19:22 di sana ada tabut perjanjian yang diletakkan itu berbicara tentang kehadiran Tuhan. Tapi Imam Eli dan anak-anaknya berbuat dosa. Eli dianggap Tuhan berbuat kesalahan di hadapan Tuhan karena apa? Dia membiarkan anak-anaknya berbuat dosa. Dia enggak tegur. Dan Tuhan bilang, "Engkau lebih menghormati anak-anakmu daripada aku." Makanya Tuhan berkata, "Aku akan mendatangkan masa kegelapan bagi engkau dan seluruh keluargamu." Dan singkat cerita, akhirnya Tuhan murka karena bait Allah sudah dicemarkan. Gereja kita ini adalah wadah di mana Tuhan bisa hadir di tengah

20:07 bangsa ini. Tapi kalau gereja sudah cemar, maka bagaimana Tuhan menyatakan kemuliaannya bagi bangsa? Ketika gereja cuma sibuk dengan kepentingan diri, banyak politik di dalamnya, ya. Banyak hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Bahkan kenajisan, percabulan terjadi di mimbar. Maka itu sama dengan kita menghina Tuhan. Akhirnya Tuhan membangkitkan orang Filistin untuk datang berperang melawan bangsa Israel. Ketika mereka maju berperang, mereka masih GR dipikir Tuhan akan membela mereka. Ketika mereka akhirnya berperang melawan orang Filistin, kalah terpukul.

20:55 Lalu para tua-tua Israel berkata, "Kenapa Tuhan membiarkan kekalahan ini menimpa kita?" Ya, coba kita baca bersama. Itu ada di dalam ya 1 Samuel 1 Samuel pasal yang keempat. Kita lihat di sana tabu Tuhan dirampas. Ya, dikatakan di sana 1 Samuel 4 ayat yang pertama. Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel. Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Ebenzer. Sedangkan orang Filistin berkemah berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya. Di sana dikatakan ya, orang Filistin mengatur

21:42 barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kala menewaskan kira-kira 4.000 orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, "Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian Tuhan supaya Ia ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita. Pada waktu itu orang Israel, Bapak, Ibu, berpikir kalau mereka membawa tabut Allah, maka mereka akan menang. Karena dari dulu tabut Allah itu berbicara tentang kemenangan. Ya, mereka masih berpikir bahwa sesuatu

22:28 yang sifatnya rohani itu melambangkan lambang rohani akan membuat mereka itu bisa menang. Lalu mereka membawa ayat 4 berkata di sana, "Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam yang bersemayam di atas para kerupuk. Kedua anak Eli Hovni dan Pinehas ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring sehingga bumi bergetar." Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata, "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka bahwa

23:13 tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan, ketakutanlah orang Filistin. Sebab kata mereka, "Allah, mereka telah datang ke perkemahan itu dan mereka berkata, "Celakalah kita sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu." Ayat 8. Celakalah kita. Siapakah yang akan menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun. Tetapi saudara lihat ayat yang keesemba, "Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki

23:59 dan berperanglah." Ayat 10 berkata, "Lalu berperanglah orang Filistin sehingga orang Israel terpukul kalah." Ada tabut enggak di sana? Ada. Ada tabut dibawa. Mereka berpikir mereka akan menang kalau membawa tabut. Maaf Bapak Ibu, banyak orang Kristen sekarang berpikir dia datang ke gereja, dia masih menyembah Tuhan, tetapi hidupnya penuh dengan kekalahan, kekalahan, dan kekalahan. Kenapa? Karena engkau tidak sadar dan tidak bertobat. sehingga Tuhan tidak mendatangkan waktu kelegaan kepadamu. Kalah tabut dibawa. Lalu dikatakan di sana apa ya? Maka kalahlah ya terpukul kalah orang Israel lalu berperanglah orang Filistin ayat 10

24:45 sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka apa? Melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu dari pihak Israel. Gugur berapa? 30.000 Rib orang pasukan berjalan kaki. 30.000 mati terbunuh. Banyak enggak itu? Banyak sekali. Rasanya Tuhan tidak membela mereka. Ayat 11 berkata, "Lagi pula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli Homni dan Pinehas apa? Tewas." Tewas ya. Apa yang Tuhan katakan? Mereka sudah berbuat jahat ya. Bahkan mereka tidak lagi menghargai korban. Mereka tidak lagi menghargai bait kudus. Mereka tidak menghargai pelayanan. Gereja sudah

25:30 tidak menghormati Tuhan. Sehingga Tuhan mengizinkan bangsa Israel mengalami kekalahan. Tabut itu dirampas oleh orang Filistin dan anaknya Elih Hovni dan Pinas Tewas. Ayat 12. Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran. Pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dari medan pertempuran loh. Dia lari ke tanah ya dengan dan dengan tanah di kepalanya. Ayat 13. Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu. Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu,

26:18 bertanyalah ia keributan apakah itu? Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya. Eli sudah umur 98 tahun umurnya dan matanya sudah bular sehingga ia tidak dapat melihat lagi. Kata orang itu kepada Eli, "Aku datang dari medan pertempuran. Baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli, "Bagaimana keadaan anakku?" Jawab pembawa kabar itu. Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin. Kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat. Lagi pula kedua anak Muhovni dan Pinehas telah tewas dan tabut Allah sudah dirampas. Sebelum kisah ini Tuhan sudah berkata kepada lewat Samuel kepada Eli, "Karena engkau

27:04 tidak menghormati kekudusanku, kedua anakmu akan mati dalam waktu yang bersamaan." Dan itu betul-betul terjadi. Bukan hanya kedua anaknya. Hari itu pun Eli tewas. Alkitab berkata di sana, "Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli terlentang dari kursi di sebelah pintu gerbang. Batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. 40 tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel. Tidak sampai di situ. Adapun menantunya, perempuan istrinya Pinehas anaknya itu ya sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati. Duduklah ia berlutut lalu bersalin. Bersalin

27:51 mendadak, Saudara. Sebab ia kedatangan sakit beranak hari itu juga. Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya, "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia menjawab dengan tidak memperhatikannya. Ia menamai anak itu Ikabot. Ya, katanya, "Telah lenyap kemuliaan Tuhan dari Israel. Karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya." Katanya, "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas." Ketika itu, Bapak, Ibu, terjadi masa kesuraman di Israel 20 tahun lamanya. Apa yang terjadi? Samuel tampil dan orang Israel berkata, "Kenapa Tuhan

28:37 meninggalkan kami? Kenapa Dia tidak memberikan kami kelegaan?" Lalu Samuel tampil dan berkata, "Hari ini bertobatlah dan kembalikan dan tunjukkanlah hatimu berbalik kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan kepadamu waktu kelegaan itu." Orang Israel kembali bertobat dan apa yang terjadi? Tuhan memberikan kemenangan kepada mereka. Bapak, Ibu, waktu-waktu ke depan adalah masa yang sulit. Saya undang para imam musik maju ke depan. Kita tidak akan bisa memperoleh kelegaan kalau engkau tidak sadar dan bertobat. Pesan firman Tuhan hari-hari ini tidak lain. Mari kita sadar bertobat dan

29:25 berjaga-jaga. Karena hanya orang-orang yang hidup dalam pertobatan yang akan melihat jalan-jalan Tuhan bukakan. Hanya orang-orang yang mau hidup di dalam pertobatan yang akan melihat kelegaan demi kelegaan Tuhan berikan. Yang kita butuhkan bukan jadi kaya, tapi kita butuh kelegaan yang dari Tuhan. Kita butuh kelegaan dalam rumah tangga kita. Kita butuh kelegaan di dalam segala hidup kita. Tetapi ketika kita sungguh-sungguh bertobat, maka Tuhan yang akan menjadi jawaban. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube