Ringkasan Singkat
Video ini menceritakan kisah seorang pengusaha amplang yang memulai usahanya pada tahun 2018. Usaha ini berkembang pesat, terutama selama pandemi COVID-19 karena penjualan online meningkat. Meskipun ada kendala seperti kesulitan transportasi dan masalah dengan bahan baku ikan, pengusaha ini tetap semangat berkat dukungan keluarga. Kualitas rasa amplang yang dijaga dengan baik menjadi kunci keberhasilan, sehingga pelanggan selalu kembali membeli. Dengan omset kotor sekitar 15 juta rupiah per bulan, pengusaha ini memberikan motivasi kepada orang lain untuk tidak takut memulai usaha dan terus meningkatkan kualitas produk.
- Usaha amplang dimulai pada tahun 2018 dan berkembang pesat selama pandemi COVID-19.
- Kualitas rasa amplang yang dijaga dengan baik menjadi kunci keberhasilan.
- Omset kotor mencapai sekitar 15 juta rupiah per bulan.
- Motivasi untuk tidak takut memulai usaha dan terus meningkatkan kualitas produk.
Pengusaha ini memulai usaha amplangnya pada tahun 2018. Motivasi awalnya adalah karena terinspirasi dari tempatnya bekerja sebelumnya. Penjualan justru meningkat selama pandemi COVID-19 karena banyak orang beralih ke belanja online. Kendala utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam pemasaran karena tidak bisa menggunakan kendaraan sendiri, sehingga harus bergantung pada orang lain.
Kendala utama adalah pemasaran karena pengusaha tidak bisa menggunakan kendaraan sendiri. Untuk pemasaran ke swalayan masih belum bisa dilakukan. Karyawan yang ada dibagi tugas, mulai dari menggoreng, mencetak, membungkus, hingga mengemas. Kualitas rasa amplang sangat dijaga agar pelanggan selalu kembali membeli. Jika ada amplang yang kurang bagus, akan diinformasikan kepada pembeli dan diberikan secara gratis jika mereka mau.
Kualitas rasa amplang sangat penting untuk menjaga loyalitas pelanggan. Tergantung pesanan, omset bisa mencapai lebih dari 1 juta rupiah. Penjualan online lebih bagus daripada offline. Kemasan produk juga diperhatikan, bahkan ada saran dari dinas terkait untuk mengganti kemasan agar lebih menarik.
Masalah bahan baku ikan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat ikan datang dalam kondisi belum bersih. Membersihkan ikan sendiri bisa sangat melelahkan, terutama untuk ikan pipih yang tipis dan harus hati-hati agar tidak ada duri yang tertinggal. Kadang-kadang amplang gagal dibuat dan dijual murah daripada merusak reputasi.
Motivasi utama datang dari keluarga, terutama suami. Sekarang, ada penjual ikan yang sudah membersihkan ikan, sehingga lebih memudahkan proses produksi. Omset kotor per bulan mencapai sekitar 15 juta rupiah, dengan modal sekitar 3 juta rupiah untuk sekali produksi. Penjualan amplang bersifat musiman, terutama saat musim liburan atau lebaran.
Kemasan produk disesuaikan dengan saran dari dinas terkait. Harga produk bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000. Pengusaha ini memberikan motivasi kepada orang lain untuk tidak takut memulai usaha, karena rezeki sudah ada yang mengatur. Yang penting adalah terus meningkatkan kualitas produk.
Summarize any YouTube video in seconds
Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.
Transkrip
YouTube Transcript Generator
0:00 kita tuh membersihkan sendiri kadang ngeluh Aduh capek kayak gitu He capek gini ya mau jualan kayak [Musik] gitu mulai 2018 itu saya sendiri yang usaha dan motivasinya itu karena ya biasa ikut orang kan jadi terinpirasi dari orang tersebut malah makin lancar covid kemarin tuh makin bagus penjualannya sebabnya orang lewat online kan jadi kita ngak perlu anu lagi
0:45 anu naruh naruh lagi kalau kendala ya ini kan pemasarannya sudah enak sebetulnya Cuma kendalanya saya gak bisa pakai kendaraan jadi pasti disuruh orang nyuruh-nyuruh orang itu kan kalau nunggu orang harus mau di anu kalau masuk-masuk apa Sway itu Alhamdulillah sudah ada jadi kendalanya itu saya sendiri yang gak bisa memasarkannya ke swayan karyawan yang satu tukang goreng tukangetak tukang bungkus tukang kemas
1:31 kayak gini kan nah ini packaging baru dari kami kalau bentuknya Ini kan ada bulat ada kuku macan ada amplang panjang jadi kalau biasa tuh kalau orang cari ada amplang kuku macan ada kadang-kadang yang cari amplang bulat ada Jadi harus ada semua kualitas rasa mungkin ya kualitas rasa itu dijaga jadi kalau pelanggan sudah sekali beli itu pasti kembali lagi kalau rasa beda sudah jadi tetap dia ke sini bilang bilang pembeli kan beda sama yang di tempat lain tergantung pesanan kadang-kadang ya sampai 1 juta lebih lah He kalau
2:19 langganan ngambil semua itu kalau di online itu banyak anunya apa itu penjualan lebih bagus dari anu di Heeh dari offland pernah itu saya bikin terus dilihatnya aja di anu kemasan punya saya itu jadi ada orang anu bilang coba di di sosm bilangnya lebih bagus lagi di langsung dibuat di sosmet kan lebih banyak pemesanan itu sampai kewalahan kemarin he jadi sangat membantuah masalah kadang-kadang ikan ikan itu Kan kadang-kadang datangnya yang masih belum dibersihkan jadi jadi mau berhenti apa anu tapi enak
3:07 uangnya kadang kalau penjualan ramai itu semangat kalau untuk yang memotivasi itu ya keluarga suamiah sekarang kan ada ikan orang jual langsung yang bersihnya jadi kita langsung ngerja aja lagi D di sendiri sampai minta bantu gak ada yang mau bantui jadi di dibersihkan sendiri ikannya itu aduh besok lagi mau dibikin Ini lagi mau dibungkus lagi kan kalau ikan pipih itu ikannya tipis jadi harus kita anu bersihkannya tuh hati-hati jadi kalau gak hati-hati ada durinya pernah gagal
3:55 bant keras amplangnya tapi kadang-kadangak dijual satu karung kayak gini Kalya bant tuh ah dijual daripada merusak Jadi kadang-kadang kalau ada orang pembeli banyak kan dikasih tahu ini amplangnya gagal mau kah Mau dikasih aja yang penting kita Jelaskan kan ini amplangnya kurang bagus kayak gitu Jadi kalau mau dikasih I mau mau bilang dikasihkan aja daripada dijual kan kalau ini pemasarannya kan dari dinas nanti kan baru mau an mau ke Sarina tapi belum lagi yang jelas kita siapkan memang sudah kalau yang ini kan kuku macan bungkusannya harga R5 Kalau yang ini
4:42 Rp20.000 yang ini juga 25 jadi kan pihak dinas kemarin tuh sudah ngasih tahu kan harus packagingnya jangan seperti ini bilangnya diganti seperti ini jadi kita bikin memang sebelum kita ngajukan ke sana sudah siap punya kita omsetnya kotor aja 15an R jut dengan modal Iya modal modalnya berapa modal itu kita kalau 1 bulan itu kadang-kadang gak tahu ya tapi kalau sekali produksi itu kadang sampai R3 juta kalau dijual kan kalau makanan ini kan makanan musiman kalau untuk oleh-oleh kan baru orang c jadi apalagi kalau musim lebaran itu
5:28 tambah ramai kadang-kadang ini gak ada Diak Sin semuanya itu kadang-kadang kita pesan untuk pesanan orang aja di kemas untuk pesanan jadi jarang ada di anu kayak gini Jadi untuk pesanan apalagi kayak gitu toplesan tuh lebih diminati lah He sampai kemasan kayak gini motivasinya untuk teman-teman yang untuk usaha itu jangan takut barang kita gak laku karena kan kalau amplang ini kan banyak orang yang jualan itu tergantung selera orang masing-masing jadi jangan takut bersaing sama yang punya orang di luaran yang jelas kita tingkatkan kualitas kita sendiri
6:19 [Musik]