Dokdes Ryu Hasan : Konspirasi Elit Global

ABU MARLO www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang teori konspirasi elit global, mengapa manusia menyukainya, dan bagaimana hal itu berkaitan dengan evolusi manusia. Dijelaskan pula mengenai konsep "elit" dan bagaimana peradaban memunculkan elit-elit pemalas yang justru memiliki waktu untuk merenung dan berpikir.

  • Teori konspirasi sudah ada sejak zaman nenek moyang dan membantu mereka bertahan hidup.
  • Mitos dan hoaks seringkali mengandung sedikit kebenaran yang membuat kita lebih percaya.
  • Peradaban didasarkan pada eksploitasi oleh sekelompok kecil orang (elit) terhadap banyak orang.
  • Perang, meskipun menimbulkan korban, juga menghasilkan kemajuan bagi manusia.
  • Menghindari hoaks dan teori konspirasi sulit karena itu adalah bagian dari kehidupan kita.

Pembukaan

Abu Marlo membuka dialog dengan Dr. Riw Hasan mengenai konspirasi elit global, sebuah topik yang sedang menarik perhatian. Mereka akan membahas apa itu konspirasi, mengapa manusia menyukainya, dan bagaimana hal itu berkaitan dengan sistem yang sering dibicarakan, seperti vaksin. Dr. Riw Hasan bercerita bahwa dirinya dituduh sebagai anggota Illuminati.

Mengapa Otak Kita Suka Teori Konspirasi

Teori konspirasi adalah bagian dari perkembangan otak manusia. Nenek moyang kita, sebagai pemburu dan pengumpul, keselamatan mereka bergantung pada kecepatan merespon lingkungan dan pola, bukan pada pengetahuan fisika, kimia, atau biologi. Otak manusia yang mengembangkan teori konspirasi memiliki keuntungan evolusioner untuk bertahan hidup. Contohnya, nenek moyang yang melihat semak bergerak dan langsung berasumsi ada bahaya lebih mungkin selamat daripada yang mencoba membuktikan apa yang ada di balik semak tersebut.

Mitos dan Kebenaran

Semakin mengancam sebuah teori konspirasi, mitos, atau hoaks, semakin mudah otak kita percaya. Kebenaran seringkali didasarkan pada siapa yang berbicara, misalnya kepala suku atau dukun. Konspirasi adalah permufakatan, sedangkan teori konspirasi adalah mitos atau cerita bohong yang dikembangkan seolah-olah mengancam kita. Dalam sebuah mitos besar, hampir semuanya bohong, tetapi biasanya ada sedikit kebenaran yang membuat kita lebih percaya. Contohnya, mitos tentang wortel yang bisa membuat mata lebih sehat, padahal awalnya digunakan Winston Churchill untuk mengelabui Hitler.

Peran Elit dalam Peradaban

Elit adalah kelompok yang dianggap sebagai pusat dalam suatu kelompok. Elit jarang muncul pada masa pemburu-pengumpul karena semua orang egaliter. Elitisasi muncul pada masa pertanian, di mana ada orang-orang yang tidak bekerja tetapi mengaku memimpin. Pada masa ini, pertanian harus dijaga mati-matian, sehingga muncul kelas penjaga atau tentara yang mendapat bagian lebih banyak saat panen. Peradaban memunculkan elit-elit pemalas yang memiliki waktu untuk merenung dan berpikir, sehingga muncullah filsuf. Fondasi peradaban adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang.

Elit Global dan Hukum Peradaban

Elit ada di berbagai level, dari desa hingga global. Kebenarannya adalah ada orang-orang elit di tingkat global, seperti Elon Musk atau Steve Jobs. Fondasi peradaban manusia adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang, dan itu adalah hukum peradaban yang tidak bisa dihindari. Bahkan, Abu Marlo secara tidak langsung mengeksploitasi orang-orang yang menonton videonya. Setelah revolusi industri, muncul kelompok-kelompok baru yang menguasai sumber daya dan bukan berasal dari keluarga kerajaan.

Perang dan Kemajuan

Elit seringkali menggerakkan perang untuk memutar roda ekonomi dengan cepat. Perang salib, misalnya, digerakkan oleh elit agama dan politik yang tidak ikut perang tetapi merasakan manfaatnya. Perang juga menghasilkan kemajuan bagi manusia. Perang Dunia Pertama memberikan pengetahuan tentang transfusi, sedangkan Perang Dunia Kedua memberikan antibiotik dan cikal bakal komputer serta pesawat ruang angkasa.

Menyikapi Hoaks dan Teori Konspirasi

Menghindari hoaks dan teori konspirasi sulit karena itu adalah bagian dari kehidupan kita. Kita menciptakan mitos untuk mengatur anak-anak kita. Jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu karena ada peluang untuk salah. Ajarkan generasi kita dengan pengetahuan, bukan dengan keyakinan. Elit global menguasai, tetapi sulit untuk menunjuk namanya atau kelompoknya.

Ancaman vs. Iming-iming

Otak lebih aware terhadap yang menakutkan daripada yang menenangkan karena kemampuan bertahan hidup adalah kemampuan menghindari bahaya. Ancaman kehidupan jauh lebih penting daripada harapan terpenuhi. Ancaman terhadap siksa atau dosa lebih efektif daripada iming-iming pahala.

Kerja Sama vs. Eksploitasi

Dalam sejarah, tidak pernah terjadi orang yang dieksploitasi balik mengeksploitasi orang yang mengeksploitasi mereka. Revolusi seringkali hanya mengganti penguasa dengan orang-orang yang kemarin-kemarin juga. Mengeksploitasi perlu keterampilan dan latihan. Elit tidak selalu cerdas, tetapi mereka terlatih dan terbiasa berperilaku sebagai elit.

Pernyataan Penutup

Dr. Riw Hasan tidak ingin manusia terbebas dari mitos. Ia hanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Peradaban didasarkan pada sedikit orang mengeksploitasi banyak orang, dan itu adalah fakta sejarah. Jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu supaya tidak takut. Belajar dari fakta dapat mengurangi ketakutan kita atas mitos-mitos yang kita buat sendiri. Jika ingin kaya atau menjadi mitos, ada caranya, asalkan kita bisa menerima konsekuensinya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:07 In 5432. Selamat malam dan selamat datang di Dialog Negatif. Masih bersama Dr. Riw Hasan. Kita tepuk tangan dulu dong buat Dokd. Dok, terima kasih sudah hadir kembali di Dialog Negatif. Ee lama banget ya kita terakhir ketemu di pesta kuliner tahun lalu. Iya, tahun lalu pesta kuliner [tertawa] terakhir. Dan kita mau pesta kuliner lagi, Dok. I sebentar lagi kita ke pesta kuliner sambil menipu diri bahwa kita sedang tirakat. Oke. [tertawa] Iya. Dan semakin menipu diri, semakin dirakat, semakin memang menyenangkan ya. Menyenangkan. Iya. Menyenangkan. Oke, Dok. Malam hari ini tuh banyak banget yang request gitu ya, pengin bicara tentang konteks yang namanya ee konspirasi elit global. Ini kan lagi menarik nih, Dok, lah. Ya, seram banget sih itu. Ser,

0:52 Mbak apa elit global. Oke deh, ya. [tertawa] Kita bahas ya. Biasa kita ngomong yang absurd-absord lah ya, Dok ya. I absur-absord enggak apa-apa [tertawa] memang. Iya. Iya memang yang absur-absur itu bagus ya. Oke, bagus. Oke. Jadi poinnya adalah mungkin kita akan membedah tentang apa sih konspirasi? Kenapa manusia senang dengan konspirasi? Saya pernah nonton satu videonya Docdes bahwa hoaks konspirasi hampir sangat tidak mungkin untuk dihilangkan gitu. karena ini sudah menjadi cerita panjang kita sebagai evolusi manusia yang sampai hari ini ee punya kebiasaan seperti itu. So, mungkin opening-nya adalah konspirasi itu apa? Elit global tuh gimana sih sebenarnya? Dan kita kan sering bicara masuk dalam sistem gitu, Dok. Dikuasai ngomongin vaksin sistem lah, ngomongin apa gitu-gitulah, Dok. Monggo, Dok. Tidak berpanjang lebar. Silakan.

1:38 Selamat malam. Salam sehat, salam sejahtera, salam bahagia tentu saja ya karena ee password-nya Mas Abu Marlu kali ini bahagia. Password-nya bahagia. Oke ya. Ee ini ya namanya konspirasi elit global yang pertama. Eh saya ini sekarang biasanya saya dituduh ATI sekarang saya dituduh anggota Illuminati. Coba ada. [tertawa] Oh itu naik pangkat atau turun pangkat DK? Iya, itu biasanya saya dituduh ATI, sekarang saya [tertawa] dituduh ee anggota apa namanya? Anggota Illuminati. Freemason. Freemason ya. Iya. Waduh, ini saya anggota remason. Oke, ya. Enggak apa-apa jugalah, Wi. Enggak penting. Tapi gini, kalau kita berbicara tentang konspirasi elit global bahwa yang namanya

2:24 teori teori konspirasi ya teori konspirasi itu adalah bagian dari perkembangan apa yang kenapa otak kita itu suka dengan teori konspirasi? Kenapa otak kita itu suka dengan mitos? Kenapa otak kita itu suka dengan hoa? Gitu ya. mitos, hoa ee konspirasi itu adalah ee hal yang sangat akrab dengan kehidupan kita pada sejak saat kita nenek moyang kita itu sebagai pemburu pengumpul ya sebelum 12 juta tahun yang lalu. Jadi 3.500 tahun yang lalu sampai 12.000 ribu tahun yang lalu keselamatan nenek moyang kita itu bukan

3:11 didasarkan atas pengetahuan fisika, kimia atau biologi gak itu. Hm. Tapi adalah kecepatan merespon lingkungan, kecepatan merespon pola. Itu yang menentukan apakah nenek moyang kita itu mempunyai potensi lebih besar untuk selamat atau menjadi santapan predator lain gitu ya. Kenapa ya? Bayangin aja nenek moyang kita berburu di padang savana. Datanglah singa, mau lari juga enggak bisa gitu ya. Apalagi ketemu jaguar misalnya, jaguar-jagoan manjat, jagoan renang. Kita masuk ke kolam dikejar sama Jaguar. Jadi pada saat itu manusia adalah ee

3:57 dalam rantai makanan itu adalah mediukare yang di tengah-tengah. Hm. Bukan pemucak rantai makanan. Sekarang kita adalah pemucak rantai makanan. Apa yang enggak kita makan? Semua kita makan. Binatang, kita makan, tumbuhan, kita makan ee jamur, kita makan, bakteri pun kita minum. Gak ada gak ada yang selamat dari ee apa namanya? perilaku makan manusianya. Nah, kembali ke yang namanya teori konspirasi tadi bahwa ee otak manusia yang mengembangkan teori konspirasi itu mempunyai eh advantage, mempunyai keuntungan evolusioner untuk bisa lebih survive ketimbang yang tidak mengembangkan teori konspirasi di

4:43 otaknya. Hmm. Yang sering saya ambil contoh adalah gini. Ee kalau seandainya nenek moyang kita itu pemburu pengumpul itu sedang di padang savana, terus kemudian dia melihat semak bergerak-gerak gitu dan di otaknya itu memang orang ini bakat anu berkonspirasi. Otak teori konspirasi. Uh itu ada serigala sedang ngomong-ngomongan sama macan itu di situ. Mereka mengintai kita. Ayo kita lari. Nah, dan ee otak semacam ini tuh tidak perlu lama, hanya 50 nano detik menentukan itu ada singa dia lari gitu ya. 50 nanodik

5:28 daripada bayangin aja nenek moyang kita yang anu ee sok peneliti gitu ya. Sok peneliti nenek moyang kita gu itu. Begitu ada apa namanya ada semak bergerak-gerak. Saya ini peneliti keputusan saya berbasis bukti. misalnya ya, kita harus buktikan yang bergerak-gerak itu adalah macan atau kelinci kawin gitu ya. He. Nah, begitu dia datangin semak-semak macan betulan, matilah dia. Hmm. Ya. Jadi, nenek moyang kita yang mengembangkan otak konspirasi itu mempunyai kesempatan untuk hidup potensinya lebih besar daripada yang pengin tahu disemak-semak itu ada ada apa gitu. itu itu yang namanya konspirasi dia.

6:15 Jadi di situ itu ada ada macan, ada serigala di balik semak-semak, ada singa, ada cita gitu dia lari aja langsung. Dan ini lebih menguntungkan bagi nenek moyang kita ketimbang, "Ah, itu jangan-jangan kelinci kawin." Nah, kita buktikan siapa yang benar. Karena orang-orang yang tidak bisa mengembangkan teori konspirasi di otaknya mempunyai kesempatan untuk survive lebih rendah. Sehingga dalam waktu bergenerasi-generasi akhirnya tinggallah manusia-manusia bedes-bedes sapien ini yang penuh dengan otak konspirasi. Akhirnya ya dan itu berkembang terus. Nah, zaman berubah gitu ya.

7:02 Pada saat kita sudah bisa mengembangkan, mulai mengembangkan bahasa, kita menciptakan teori konspirasi, menceritakan kepada penduduk sekitar. Wah, saya tadi ketemu macan sedang omong-omongan sama serigala gitu ya. Mereka bersembunyi di balik dengan panjang lebar mereka menceritakan itu. Semakin semakin mengancam sebuah teori konspirasi, semakin mengancam sebuah mitos, semakin mengancam hoa itu otak kita akan gampang percaya ketimbang memberikan harapan. Jadi hoa, mitos, teori konspirasi yang kelihatan sangat mengancam itu ditangkap otak kita sebagai kebenaran.

7:47 Hm. Trut gitu ya. Apalagi yang menyampaikan adalah orang yang kita anggap punya otoritas. Itu autoritas gitu. Iya. Iya. Authority truth. Jadi ke kebenaran gitu itu didasarkan atas siapa yang berbicara. Kalau yang berbicara kepala suku ya dukun gitu lebih dipercaya daripada ya berburu enggak bisa disuruh ngomong enggak entos ya itu enggak akan dipercaya. Nah itu yang namanya konspirasi teori konspirasi ya. Jadi konspirasi dan teori konspirasi itu dua hal yang berbeda. Konspirasi itu permakatan itu ya permufakatan itu konspirasi itu

8:34 permufakatan jahat atau baik itu ya konspirasi. Berkonspirasi konotasinya lebih jelek ya permufakatan jahat. Tapi kalau yang namanya namanya teori konspirasi adalah mitos adalah cerita bohong yang dikembangkan. Cerita yang tidak sesungguhnya dikembangkan seolah-olah itu adalah mengancam kita. Ya, itu yang namanya harimau dengan serigala sedang duduk di tepi sungai. Mereka sedang berdiskusi bagaimana caranya makan kita. Itu itu teori konspirasi. Itu adalah mitos. Nah, pada sebuah mitos, pada sebuah mitos besar hampir semuanya itu bohong. Tapi dalam sebuah mitos biasanya terselip sedikit kebenaran. Itu yang membuat kita lebih

9:21 percaya. itu ada sedikit terselip kebenaran gitu. Sedikit aja yang lain bohong. Bahwa yang namanya serigala atau simpanse atau harimau atau macan itu ya itu bisa memakan manusia. Itu kebenarannya. Hmm. Ya. Tetapi serigala ngomong sama macan gitu ya. Serigala ini balas dendam kepada ee apa Mas apa Mas Mas Abu itu Mas Abu Marlu dendam. Kenapa dulu itu pasangannya, pacarnya itu ditembak sama masa pabomar? Loh, itu kan teori konspirasi. Itu adalah mitos. Nah, mitos berkembang banyak gitu ya. Ya, gak usah jauh-jauh. Mitos tentang apa ya, tentang

10:07 vitamin A gitu ya, tentang wortel gitu ya. Itu kan mitos. Itu mitos itu karena di belakangnya ada teori konspirasi. Ada teori konspirasi. Mitos. mitos bahwa mata yang mata yang mata yang kurang awas itu itu kalau kamu enggak makan wortel matamu akan makin keawas makin sakit gitu. Sehingga mitos tentang wortel itu padahal yang namanya mitos tentang wortel itu adalah Winston Churchill mau membohongi Hitler gitu lah. Yang terbohongi seluruh dunia. Hm. Hm. Ya, mitos tentang woroyal air force-nya Inggris malam hari bisa

10:54 menembak musuh, bisa menemukan sasaran dengan tepat gitu. Ketika Cercil ditanya, "Ah, itu pesawat apa pilot-pilot tempurmu kok hebat malam-malam bisa melihat itu mereka makan wortel gitu. Itu adalah omongan Winon Chcil untuk mengelabui Jerman." Karena waktu itu Inggris sudah menemukan radar. Jadi malam-malam itu pesawat-pesawat Royal Airforce apa namanya angkatan udara Inggris itu dituntun oleh radar. Nah, untuk mengelabui Hitler karena di apa namanya? Di Jerman, di Jerman itu ada kepercayaan Wortle itu bisa memperbaiki pandangan mata juga. Makin percayalah mereka ini makin percaya. Dan

11:40 sampai sekarang banyak orang tua yang tiap hari marut, parut, wortel dikasihkan anaknya masih kemakan. Apa mitos sampai sekarang? Bahwa kebenarannya bahwa yang namanya vitamin A yang ada dalam wortel ee kalau kita kekurangan vitamin A ya kita kekurangan vitamin A ya kita sakit. Bukan hanya mata yang sakit, semua bisa sakit kalau kekurangan vitamin A. sedikit kebenarannya itu. Tetapi wortel membuat mata kita menjadi lebih sehat itu mitos. Hm. Ya. Nah, teori konspirasi ini semakin mengancam teori konspirasi makin gampang diterima oleh orang. Nah, kembali ke teori konspirasi. Otak-otak yang mampu mengembangkan teori konspirasi dengan baik, dengan hebat itu mempunyai

12:27 kesempatan untuk hidup lebih bagus. Sehingga akhirnya ya pada saat akhir zaman pemburu pengumpul memasuki masa di mana kita mempunyai peradaban 12.000 sampai 10.000 tahun yang lalu ya mayoritas manusia yang ada adalah manusia dengan otak-otak konspirasi, teori konspirasi. Sehingga begitu ada orang yang menyampaikan teori konspirasi yang mengancam dirinya, dia lebih gampang percaya. lebih gampang percaya. Diceritakan, "Wah, saya tadi ketemu penunggu pohon cemara gitu. Penunggu pohon cemara ini marah sama kita gitu." [tertawa] Marah sama kita. Karena apa? Kita tidak

13:13 pernah ngomong sama pohon cemara. Jadi mulai sekarang kita harus sehari ngomong lima kali sama pohon cemara supaya penunggunya enggak marah. gitu. Nah, mitos-mitos yang seperti ini, teori konspirasi yang seperti ini dengan ancaman-ancaman ini, ini akan mudah diterima oleh manusia gitu. Termasuk tadi apapun konspirasinya, teori konspirasi apapun itu lebih mudah diterima ketimbang manusia menyampaikan apa adanya secara sederhana. G. Hmm. Ya, ini adalah konspirasi. Nah, ini kita sudah membahas konspirasi. Nah, sekarang kita ngomong elit nih. Oh, elit ini apa gitu. Iya, Dok. Ini lagi dikit-dikit elit

13:59 global, dikit-dikit ini bahasa gitu [tertawa] tuh loh, Dok. Sekarang apa sih gitu nih? Sekali lagi mitos atau teori konspirasi tentang elit global itu mitos. Tapi tentu ada sedikit kebenaran di situ. Hmm. H ya. Ayo kita lihat kebenarannya itu apa gitu kebenarannya. Jadi yang namanya konspirasi kita tahu elit global apa yang yang apa yang yang membuat ada sedikit kebenaran sehingga gampang kita kita terima. Satu apa sih elit itu? Elit itu kalau ada dalam satu kelompok dia itu dianggap the center of gerombolan itu ya. Ya. H itu adalah elit. ya. Nah, orang-orang

14:47 elit itu jarang muncul pada saat masa kita pemburu pengumpul dulu ya. Nenek moyang kita pemburu pengumpul hampir gak ada elit ya karena semua egaliter. Semua sama misalkan ee pemburu-pengumpul yang bekerja sama berburu bison en keluarga, 7uh keluarga, 10 keluarga bison itu terus kemudian dibagi rata menjadi 10. itu masih memungkinkan. Tetapi pada saat manusia memasuki masa agriculture ya pertanian, nah di situ terjadilah yang namanya elitisasi. Hm. Ada elitisasi muncul orang-orang elit

15:34 malah sebetulnya dia enggak kerja ya, tapi dia ngaku saya ini mimpin kalian. Ya, itu tuh gara-gara lebih pintar gitu, Dok. Apa gimana? Ya jelaslah. H bayangnya dia lebih cerdik ya. Ya, cerdik dan licik itu kan cuma beda pandangan saja. Iya iya iya. Cerdas dan culas itu kan dari mana kita melihat itu? Kalau teman kita, kita bilang cerdas. Kalau musuh kita, kita bilang culas gitu. Heeh. Tergantung ya. Iya. Ya. [tertawa] Ya. Ini ya. misalkan kalau kita melihat Jenderal Dekok kita itu sebagai orang Indonesia dia itu culas dia menipu

16:19 menipu katanya apa memperdaya Pangeran Diponegoro Jenderal Deko itu. Tapi kalau kita itu bukannya orang Indonesia, waheko itu pintar ngakali pangegoro lah ya. Itu sama dalam hal ini juga begit demikian. Pada saat kita menjadi tadi pemburu-pengumpul terus kemudian kita sekitar 12.000 sampai 12 sampai 10.000 tahun yang lalu kita memasuki yang namanya ee masa agriculture gitu ya. Nah, itu kita mengalami revolusi kognitif kedua itu dalam sejarah peradaban manusia. Kita kenal yang namanya peradaban. Yang tadinya kita berkelompok paling banyak ya 50 atau 200, sekarang bisa ribuan dalam satu

17:08 sistem pertanian. Ada pertanian di situ, ada peternakan gitu yang bekerja. Petani yang bekerja nelayan, yang bekerja peternak tapi pada saat panen yang paling banyak dapatnya itu kepala suku. gitu. Hm. Ya, ini ada elit akhirnya ada elit-elit. Nah, pada saat misalnya bayangkan Mas Abu pada saat kita itu menjadi pemburu pengumpul gak ada perang. Gak ada. Kalau ada kelompok yang lebih besar, kelompok kecil kepepet, ya minggir aja dia. Ini dunia masih lebar. Tetapi bayangkan pada saat masa agriculture, pertanian itu harus dijaga mati-matian. Kalau tidak dijaga, kita makan apa itu.

17:56 Nah, akhirnya muncul kelas baru yang namanya penjaga lah. Muncul tentara lah gitu. Hmm. Yang tugasnya menjaga gitu. Nah, tentara ini ya. Ya, itu kalau tentara ini, tentara ini gajinya pembagiannya kalau masa panen itu lebih banyak dari petani, tentara-tentara ini. Padahal ya belum tentu dia 10 tahun sekali perangnya gitu. Tapi orang-orang merasa aman dengan yang namanya tentara, prajurit, penjaga penjaga suku gitu ya. penjaga suku, penjaga kampung, penjaga ee kelompok gitu. Ini yang namanya

18:42 namanya elit baru juga ini. Padahal belum tentu perang 10 tahun sekali kerjaannya ya muter-muter kota muter-muter kampung itu petentang-petenteng sambil bawa tumbak gitu. Lama-lama bukan menakut-nakuti musuh, nakut-nakutin petani. [tertawa] Karena bosan enggak ada musuh kali ya. Enggak ada [tertawa] musuh. Iya. Enggak ada musuh. Petaninya yang takut. Wah, petentang-petenteng gitu. Jadi dia menjadikan kelas baru. Nah, muncul strata, muncul apa spesif apa namanya sp ee spesialisasi sendiri-sendiri. ada spesialis ya jadi lurah jadi jadi bayan, jadi cari gitu. Ini adalah elit-elit itu ini adalah elit-elit pemalas.

19:30 Peradaban memunculkan elit-elit pemalas. Tapi sekali lagi orang-orang pemalas yang tidak kerja di sawah, tidak kerja di ladang, tidak berburu, tidak beternak, mereka punya waktu yang banyak untuk merenung, berpikir. Nah, muncullah filsuf karena anggur gitu. mikir filsuf gitu ya. Karena nganggur itu makanya filsuf itu tentu orang yang nganggur. Orang yang punya apa namanya? Orang yang punya ee apa namanya? E waktu banyak enggak kerjaan. Diam aja mikir kira-kira gimana ngarang gitu. Nah, saya bilang filsuf ngarang itu banyak orang yang marah loh. Kenapa kok dibilang filsuf ngarang itu marah? Orang pengarang lagu dibilang ngarang. Bangga kok ini filsuf dengarang fil malah marah. Ini ajaib kok

20:16 orang-orang ini [tertawa] yang marah-marah itu bukan filsuf. Itu fans beratnya filsuf itu. Iya benar. Tapi fans selalu lebih ribet sih ya, Dok. Nah, iya iya sama dengan inti sepak bola itu sepak bola yang namanya pemain sama pelatih itu pindah-pindah klub biasa. Yang gak bisa pindah klub itu fans beratnya itu loh. Iya benar. [tertawa] Marah itu ya. Sama. Nah, elit juga demikian. elit ee adalah kelompok kecil. Kelompok kecil yang bisa dibilang memanipulasi atau mengeksploitasi orang banyak di sekitarnya gitu ya. Jadi the corner stone of the civilization ya yang namanya apa namanya? Fondasi

21:03 dari peradaban. Fondasi dari peradaban adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang. Hmm. ya. Hmm. Nah, sedikit orang yang mengeksploitasi banyak orang itu adalah elit gitu. Ayo kita perang dengan tetangga sebelah. Ya, dia enggak ikut perang gitu ya. Elit. Nah, elit itu tentu ada levelnya. Elit desa gitu ya. Elit kecamatan sendiri itu elit kota madya, elit kabupaten, elit provinsi. elit negara. Nah, sekarang ada yang namanya global, ada yang namanya nasionalisme, ada globalisme. Nah,

21:49 sekarang kita ngomong tentang elit global. Ada enggak sih orang-orang elit di tingkat global? L ya ada gitu. Hmm. Ini kebenarannya bahwa elit-elit orang-orang elit di tingkat global ya tentu ada contoh Elon itu orang elit dalam tingkat global. Hmm. ya, Steve Job kalau masih hidup gitu itu juga adalah orang elit di tingkat global. Ini adalah kebenarannya. Tapi apakah mereka itu bisa menguasai kalian itu atau menguasai e apa? Menguasai menciptakan sebuah bencana. Nah, itu adalah urusan yang berbeda. Hmm.

22:35 Ya, jadi kebenarannya bahwa ada elit-elit di tingkat global ya tentu ada. Oh, di di level kampung ada, di level kelurahan juga ada di level kecamatan ada elitnya, di level kabupaten ada elitnya sama itu. Tapi begitu ada elit di tingkat global, apakah ada? Ya tentu ada. itu elit dalam sebuah masyarakat. Sekali lagi, the cornerstone of the civilization. Ya, yang namanya fondasi dari peradaban manusia itu sedikit orang mengeksploitasi banyak orang dan itu adalah hukum peradaban. Tidak bisa bahwa dulu Pak Karno misalkan kita

23:21 jangan ngikuti eksploitasi ongelomplom gitu. bahwa manusia mengeksploitasi manusia lain. Nah, itu adalah hukum dasar peradaban. Tidak bisa kita hindari. Mas Abu ini secara tidak langsung ini mengeksploitasi orang-orang ini loh yang ini ini yang ngumpul di sini berapa orang ini ini dieksploitasi oleh Mas Abu. Ini yang nganggur sih, Dok. Kayaknya [tertawa] iniak ada kerjaan, Dok. Sama ya ini [tertawa] bayangin aja sama. Kalau misalkan di sebuah organisasi, pimpinan organisasi itu mengeksploitasi banyak orang. Hm. Ya. Loh, ya memang itu adalah cara kerja dunia. Cara kerja cara kerja kehidupan

24:08 setelah setelah ada civilization ini ada yang namanya peradaban. Bahwa kita itu mengalami beberapa kali ee apa namanya? Beberapa kali kepunahan. ee kita ngomong manusia, kita ngomong manusia bahwa kita beberapa kali mengalami revolusi kognitif tidak mengubah, tidak mengubah ini bentuk eksploitasi. Hanya elitnya itu berbeda. Zaman zaman awal peradaban elitnya itu adalah keluarga kerajaan dan orang yang dekat dengan keluarga kerajaan. Elit apa? Elit politik, elit agama itu adalah elit. H. Nah, pada saat setelah ee ada apa namanya revolusi industri gitu ya, ada revolusi industri,

24:56 ada kelompok-kelompok baru yang menguasai sumber daya, mendadak kaya dan mereka bukan keluarga kerajaan, bukan orang-orang Ningrat, bukan darah biru. Nah, ini adalah kelompok baru. Setelah revolusi industri ini, cara pandang manusia terhadap dunia berbeda juga. Kerajaan runtuh satu persatu ambrol kerajaan Inggris, kerajaan Prancis jatuh. Habis itu muncullah konsep negara bangsa. Hmm. Ya, negara bangsa ya itu penguasanya bukan bukan hanya dari darah biru. Nah, ini ini yang kita berbicara tentang elit gitu. Tentu ada elitnya gitu. bahwa elit itu kemudian kita anggap seperti

25:43 raja. Iyalah gitu. Ah, feodal kita lah. Feodal itu tertanam dalam otak kita lama gitu. Sehingga meskipun sekarang kita republik punya presiden itu bukan raja lah anaknya presiden kita cium tangan. Jangankan anaknya presiden, anak-anaknya lurah aja kita cium tangannya gitu. Hmm. Jadi feodalisme itu memang kompatibel dengan otak kita. itu yang namanya elit tadi dan elit itu selalu lebih malas daripada pekerja-pekerja. Itu adalah the corner stone of the civilization. Sedikit orang mengeksploitasi banyak orang gitu ya. Ya kalau bisa berusahalah jadi yang sedikit orang itu jadi elit gitu. Tapi kalau enggak bisa ya gak apa-apa temannya banyak gitu [tertawa]

26:31 ya. Dikuasai aja ya. Loh, ya memang demikian, Mas Abu. Contoh-contoh. Siapa yang menggerakkan perang salib? Misalkan 200 tahun perang salib itu hampir 200 tahun yang mencetuskan enggak ikut-ikutan tetap enggak ikut perang. Benar. Dan dia tetap bertakahta di tempatnya dan dia merasakan manfaat perang itu. Kenapa? Perang itu memutar roda ekonomi dengan cepat. Ada perdagang, perdagangan senjata, perdagangan transportasi, perdagangan logistik. Nah, elit-elit itu selalu akan kebagian perdagangan ini. Hm. Ya, loh. Itu merasakan akhirnya kenapa raja-raja penguasa itu senang perang? Karena mereka mengalami setiap kali perang kekayaannya dia bertambah. Tentu

27:18 ada yang namanya korban perang. Tentu ada mati ada. Tapi begitu mati gampang. Anggap aja pahlawan loh. Keluarganya bangga gitu ya. Tetap miskin gitu. Benar. Loh, yang menggerakkan perang ini makin kaya. 200 tahun perang salib itu digerakkan oleh elit-elit, elit agama, elit politik gitu. Apakah elit-elit itu ikut perang? Gak ada gitu. Gak ada yang ikut perang elit cuma dua itu. Richard the Lionhard dan Sultan Salahuddin. Dan setelah itu selesai orangnya. Tapi kalau yang tidak ikut perang itu ngomong gitu dikorbankan oleh Paus Urban 2. Mari kita perang melawan Infidel. 200

28:03 tahun perang salib itu. Hm. Dan itu menggerakkan roda ekonomi dengan cepat. Logistik itu perlu biaya. Hmm. Alat perang itu perlu dengan biaya. Sama pada saat perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Wah, itu yang namanya industri pesawat tempur itu hampir tiap bulan ada baru itu. Hm. Setelah perang dingin selesai l pesawatnya itu-itu aja belum ada yang baru. Hm. Nah, pergerakan ekonomi pada saat namanya perang itu lebih besar daripada saat zaman tidak perang. Nah, sekali lagi elit ini yang mengarahkan secara langsung atau tidak disadari itu

28:49 mengarahkan arah yang namanya peradaban ini ke mana. Peradaban menghasilkan perang tadi sebelum ada peradaban enggak ada perang. Setelah ada peradaban ada perang. Perang mengarahkan peradaban bahwa bahwa perang itu menimbulkan korban. Iya, gitu. Tapi apakah perang itu menghasilkan sesuatu yang menguntungkan manusia? Loh, ya jelas kalau kita lihat sejarahnya gitu. Hm. Perang dunia pertama menghadiahkan manusia pengetahuan terhadap transfusi. Sebelumnya enggak tahu kita. Hmm. Ya. Perang dunia kedua menghadiahkan umat manusia antibiotik. Hm. Cikal bakal komputer gitu ya.

29:34 Hm. Elantouring ya. Ya. Elant touring. H. Terus kemudian cikal bakal pesawat ruang angkasa gitu ya. Ya itu Van von Brown itu dulunya orang Jerman mengembangkan roket. Misinya dia adalah roket dengan kendali yang bisa menghancurkan London tapi dikendalikan dari Jerman. Itu ya V2 itu V2 itu menghantam Inggris. menimbulkan korban orang-orang Inggris. Tetapi kalau kita melihat sejarahnya atau menghitung hitung korban yang meninggal karena ledakan V2 di Inggris

30:19 itu masih jauh kalah banyak ketimbang korban di pabrik V2-nya itu meledak di pabrik sering itu orang mati gitu. Hm. Jadi korban V2 itu lebih banyak orang Jermannya ketimbang orang Inggrisnya. Nah, setelah perang dunia selesai, Von Brown itu direkrut oleh orang Amerika untuk mengembangkan pesawat luar angkasa. Lahirlah Apollo, gitu. Nah, dengan demikian kalau kita kalau seandainya enggak ada Perang Dunia Kedua, mungkin sampai sekarang kita belum kenal antibiotik gitu. Hm. Ya. Oh, kita bisa berarti perang-perang sekarang yang lagi ada juga akan menimbulkan sesuatu dong, Dok. Itu sejarah yang akan menjelaskan itu. H ya. kita tidak bisa ini perang di apa di

31:05 Yaman Saudi itu nanti menghasilkan apa gak tahu. Iya iya iya. Tapi dalam sejarah perang itu memberikan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia sekarang gitu ya. Yang dulu ya mereka sengsara banyak yang sengsara perang itu bagaimana jengiskan itu merangsep sampai ke Eropa sana ya. itu jengiskan merangsuk ke Eropa itu seperenam luas dunia dikuasai sehingga yang namanya Jengiskan adalah orang nomor dua terkaya dalam sejarah manusia yang pertama terkaya adalah orang raja dari S namanya Mansa Musa.

31:51 Nah, dengan demikian kenapa orang senang perang itu? Dia dia makin kaya yang gak tahu itu orang-orang yang disuruh perang jadi yang makin kaya elit-elitnya. Sekali lagi jangan kecil hati gitu. Jangan baper kalau kamu dikuasai. Memang jalannya dunia gitu. The cornerstone of the civilization. Fondasi dari ee peradaban adalah tadi sedikit orang mengeksploitasi banyak orang. Ya, kalau bisa berusahalah masuk yang di sedikit itu gitu. Tapi kalau enggak bisa enggak apa-apa temannya banyak [tertawa] dinikmati dan disyukuri aja gitu ya. Ya, ya sudah riang gembira aja [tertawa] sebagai orang yang dieksploitasi gitu.

32:38 Oke. Oke. Baik. Nah, cuman gini, Dok. ini ada narasi-narasi nih ya. Misalkan ada satu narasi contoh misal gitu ya, Indonesia lagi dikuasai oleh elit global, kita harus melawan gitu. Jadi ada satu kelompok membentuk sebuah community gitu menyebarkan tentang si ya cerita-cerita masonik lah, Freemason lah. Jangan pakai pasta gigi inilah, bawa ada cip lah, COVID lah, itu semua ciptaan-ciptaan elit Global. Padahal saya juga pernah nonton Docdes bicara tentang bikin virus Covid itu kan enggak enggak mungkinlah gitu dalam tanda petik ya. Iya. Heeh. Nah, ini ini titik terangnya gimana? Karena gini, Dok. Masifnya pembicaraan dan berita ini kan juga menjadi sebuah majority gitu ya. Sehingga mayoritas ini dianggap benar gitu. Titik tengah supaya kita tetap waras tuh piye, Dok? Gimana,

33:25 Dok? Ya, kalau kita menghindari hoa dan teori konspirasi ya sulit gitu. Itu adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita menciptakan mitos untuk mengatur anak kita. Mitos, hooks. Teori konspirasi itu kita pakai untuk mengarahkan keluarga kita. Gimana kita mau bebas dari teori konspirasi? Hm. Enggak bisa itu. Ya, ikuti aja. Semakin kita kalau kita mau mau hilang dari itu harus kita menerima konsekuensi lain gitu. Jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu. Keyakinanmu itu ada peluang untuk salah. Lah repot lah ya. Gitu. Benar [tertawa] ya. Benar. Oke. Itu ada konsekuensinya gitu. Ada

34:12 konsekuensinya. Kita hanya perlu menerima konsekuensi. Kalau enggak mau ya sudahlah gak apa-apal ya. Gitu itu ya. Bahwa apa? Elit global menguasai. Tunjuk namanya, tunjuk kelompoknya, tempatnya di mana gak bisa gitu. Hmm. Ya, sama dengan kemarin ada singa sama serigala omong-omongan, "Mana singanya?" gak tahu gitu. Nah, sekarang kalau kita bagaimana kita itu supaya terhindar gak bisa, Mas. Kalau meminimalkan ya gitu. Hm. Meminimalkan apa? Ya, dengan ya mencoba mengajarkan ee ee mengasuh, mendidik anak kita,

34:59 mendidik generasi kita dengan dengan pengetahuan ya, bukan dengan keyakinan. Nah, kan kalau enggak mau ya enggak apa-apa gitu. Hm. Bagaimana kita menget mendorong keyakinan tetapi kepingin teori konspirasi itu hilang? Gak bisa. Orang konspirasi juga bisa jadi keyakinan ya, Dok. Ya. Lah tujuannya memang itu. Oke oke oke. Tujuannya kan meyakinkan orang dengan cerita enggak jelas itu. Hmm. Ya, gitu. bahwa ada penunggu pohon yang mempunyai gigi taring sebelah sebelah kanan tok sebelah kiri enggak senang gitu karena ini penunggu pohonnya enggak suka kiri yang suka kanan jadi taringnya cuman kanan misalnya gitu.

35:45 Ini kan cerita enggak jelas taringnya apa. Tapi harus diyakini kamu kalau nak yakin itu namanya kamu durhaka gitu. Kamu kalau durhaka kamu bisa dikutuk jadi jambu monyet. Bijinya di luar kamu nanti gitu. [tertawa] Tapi gitu dipercaya lagi, Dok. Ya, gimana ya? [tertawa] Nanti kamu dikutuk jadi jambu monyet. Apa? Kenapa? Bijinya di luar gitu. [tertawa] Ini yang nonton banyak yang terkutuk kayaknya Dok. [tertawa] Oh ini ya hal-hal yang semacam ini pada saat berkembang begitu mengancam dia akan dipercaya gitu ya. dipercaya,

36:31 dipercaya, dipercaya. Bagaimana kita mau mencegah hal-hal yang demikian? Orang kita menciptakan mitos untuk anak kita, kita menekan anak kita untuk percaya sebuah mitos itu. Hm. Nah, ya enggak apa-apa. Tapi kalau kalau mau ya terima konsekuensinya ya sudah iya ah. Gimana? Nah, bapaknya gini. Keyakinan itu ya yang namanya juga keyakinan belum tentu benar. Cuma yakin aja kita gitu. Hm. Ya. Jadi keyakinan kita ini ada kemungkinan untuk salah lah. Mana ada orang mengajarkan keyakinan seperti itu. Gak ada itu yang yang ngomong gitu biasanya pesulap aja. Gu [tertawa] sesama pesulap. Kalau di depan penonton,

37:19 wah lain lagi pesulap itu. Oh. Oh. [tertawa] Beda cerita dong. Beda. Iya. Di atas stage sama di belakang stage beda cerita. Magician doesn't believe in magic. Kalau ngomong sesama pesulap, tapi begitu di depan penonton, beda lagi pesulap itu. Itu [tertawa] benar, Dok. Benar, benar, benar. Benar. Oke. Nah, tadi menarik sih, Dok, ya. Kenapa ya ini tadi memang memang secara secara evolusi bahwa otak itu lebih lebih aware kepada yang menakutkan gitu ya, daripada yang menenangkan. Itu tuh tuh emang emang akan selalu begitu Dok. Iya. Karena yang namanya survivabilitis apa e apa survivabilitas atau kemampuan kita bertahan adalah kemampuan kita

38:05 menghindari bahaya, bukan kemampuan kita membentuk atau ee mewujudkan suatu sebuah harapan. Enggak harapan kita enggak tercapai enggak apa-apa. Yang penting kita tetap hidup gitu. Jadi ancaman kehidupan itu jauh lebih penting dari adakah harapan itu terpenuhi atau tidak gitu. Saya nanti kalau jalan ke sana saya akan menemukan sebuah gunung emas itu harapan itu itu gak penting. Tapi kalau ada harimau lari aja yang penting gitu. Jadi ancaman itu jauh lebih penting ketimbang iming-iming gitu. Hm. Nah, iming-iming itu hanya berlaku pada beberapa orang

38:50 aja yang ingin harapannya itu dikejar. Itu hanya sedikit orang dan itu biasanya orang gila. Ya, bayangin aja di seberang lautan itu ada apa? Wah, gak ada apa-apa. Dia berangkat aja berharap di seberang lautan ada sesuatu yang bisa diambil. W seram banget itu. Itu hanya orang gila yang menyeberangi lautan enggak jelas gitu. bayangin aja di Asia dan orang-orang gila itu bisa sampai ke Australia. Hm. Ya, orang-orang yang begini ya. Ya, ini adalah bagaimana sebuah ancaman itu lebih efektif ketimbang iming-iming ya. Ancaman terhadap siksa, ancaman terhadap apa namanya ee dosa itu

39:35 lebih efektif ketimbang iming-iming tentang pahala. Oke. Oke. Ngomong-ngomong, Dok, tadi kalau yang sedikit mengeksploitasi yang banyak ya, kalau yang sedikit kerja sama itu bisa ngalahin. Oh jelas bisa jadi kebalik enggak sih, Dok? Kebalik gimana? Gini, kan tadi kan yang sedikit mengeksploitasi yang banyak nih. Iya. Ini kerja sama nih, gitu untuk bikin mengubah keadaan gitu memungkinkan enggak? Tidak pernah terjadi dalam sejarah. Nah, mak ya gimana, Dok? Gimana? tidak pernah terjadi dalam sejarah gitu. Contoh contoh revolusi negara itu di mana-mana pernah ada ya gerombolan. Wah orang kumpul meruntuhkan sebuah

40:22 pemerintahan lah. Nanti gantinya pemerintah ya orang-orang itu lagi yang kemarin-kemarin. Hmm. Ya, Filipina itu tahun 5 Kori Aquuino menurunkan Ferdinand Marcos ya 20 tahun dia jadi diktator. Marcos jatuh, Kori Aquino jadi presiden. Tetapi penguasa sesungguhnya bukan Kori. Juan Ponse Andr, Fidel Ramos, Gregorio Honasan ini orang-orang sekitarnya Markos. Hmm. Ya, tahun 9 di Rumania juga demikian. Apa Nikolaj Josesku 41 tahun dia itu

41:09 jadi jadi diktator. Runtuh dalam sehari ya. Terus kemudian apa ee Rumania menjadi republik. Penguasanya siapa lah temannyaesco namanya Ilon Iliesku. sama aja gitu tetap elit-elit yang kemarin gitu. Hm. Di mana-mana sejarah seperti itu gitu ya. Sama terjadi yang di Cina lah bagaimana yang namanya Cinsi Huangti digulingkan oleh seorang kapten yang dibantu oleh Liupang. Ya memang dia di apa disenangi rakyat jelata Liupang. Begitulah itu menjadi raja dinastihan yang pertama ya itu itu lagi itu

41:56 selalu itu yang terjadi gitu ya. Ya tentu ada dalam kelompok baru yang terbentuk itu ya ada orang luar yang kemarin gak tapi orang-orang luar yang begitu masuk itu rentan gitu rentan gitu. Rentan disingkirkan rentan. Nah, itu itu adalah bagaimana yang namanya sedikit orang mengeksploitasi banyak orang. Mengeksploitasi banyak orang itu perlu keterampilan. Keterampilan perlu latihan. Kalau dia sudah latihan dari kecil menjadi elit, jadilah dia elit. Hm. Dah dari kecil kita latihan sebagai orang yang dieksploitasi lah. Ya, dieksploitasilah kita. Tapi itu privilege enggak, Dok? Eh, si elit ini terlahir atau emang privil ya tentu ada privileg lah, Mas. Itu

42:44 bagaimana seorang Jos Bush junior ini menggantikan Jos Bus senior. Jos Bus Junior tidak pintar gitu mungkin pintar lebih pintar Mas Abu gitu. Hm. Cuman beda aja beda nasib orang tuanya beda lahirnya beda. [tertawa] Iya iya iya ya. Jadi elit-elit ini tidak selalu dia itu cerdas, tidak. Tapi dia itu sudah terlatih, terbiasa, terbiasa berperilaku sebagai elit. Ya, jadi elit. Bagaimana caranya dia mengeksploitasi? Banyak orang itu sudah berlatih gitu ya. Di seberangnya sana orang-orang itu sudah terbiasa berlatih untuk dieksploitasi. Hmm. Ya, mari kita

43:29 anu bela negara ini dengan darah gitu lah. Ya sudah sana itu pahlawan matilah gitu. Dan pahlawan itu diberi jasa wah pengakuan ya mati tetap itu yang berkuasa itu orang yang enggak ikut perang itu adalah elit. bagaimana elit itu terus kemudian mengeksploitasi. Tapi ya itu adalah sekali lagi itu adalah the corner zone of the civilization. Dalam dalam scop yang lebih yang berbeda, perusahaan juga demikian. Entah itu KUD lah, ya pusat koperasilah, induk koperasi. Jangan dikira itu bukan

44:15 bukan mengeksploitasi. Itu mengeksploitasi karena itu adalah the cornerstone of the civilization. Itu adalah pondasi dari peradaban. Jadi jangan baperlah kalau di di dieksploitasi dalam sebuah perusahaan ya. Pemilik perusahaan itu kadang cuman pergi-pergi aja jalan-jalan ke mana-mana. Nah, itu yang kerja keras itu kan ini pejuang-pejuang rupiah ini hujan-hujan rumahnya di Depok, kantornya di Mangga 2 sana gitu. dia tidak merasa itu dieksploitasi. Bahkan dia merasa pahlawan keluarga, menghidupi keluarganya lah kan. Bagaimana coping mekanisme itu terus kemudian berjalan

45:01 sebagai pahlawan pahlawan rumah tangga ini yang terjadi dan orang yang bukan elit. Nah itu mengembangkan coping mechanism lah. Yang elit ya beda lagi urusannya. Dan itu adalah cerita tentang dunia. Itu adalah narasi tentang dunia. Ee sejarah tidak menyediakan cerita tentang bagaimana orang yang tadi dieksploitasi terus balik mengeksploitasi orang yang kemarin mengeksploitasi. Tidak demikian cara kerja dunia. Sekali lagi, dunia ini bekerja tidak dengan mengikuti kemauan, tidak dengan mengikuti karpir raimu. Ya,

45:51 oke. Thank you, Dok. Terima kasih. Tepuk tangan dulu, Dok, buat Dok, Des. Eh, ini internet saya kayaknya apakah masih oke, Teman-teman? Ya, gak apa-apalah, Mas. Oke, dikit. Heeh. Bentar, Dok. Internet saya kayaknya ng-drop deh. Oh, gitu ya. Gak apa-apa. Nah, ini benar ini internet dikuasai elit global. Internet kita lagi dikuasai elit global kayak global. Nah, iya benar itu

46:36 [tertawa] ya. Baik gitu. Oke Dok. Terima kasih banyak, Dok. Terima kasih banyak. mungkin karena larut juga dan mungkin sedikit, Dok, penutup sebagai final statement untuk karena gini ee banyakbanyak orang yang cemas, khawatir, takut gitu ya dengan berita-berita ini. Mungkin satu hal yang bisa kita berikan atau doc bisa berikan untuk menyadarkan kat dalam tanda petik memberi asupan bahwa sebetulnya gimana sih kita menyikapi semua hoaks apa dan lain-lain sebagai finman. Silakan. Yang pertama, saya juga tidak dalam kapasitas ingin manusia itu terbebas dari mitos. Tidak, gitu. Dan bagi saya adalah perbuatan yang sia-sia. Menghilangkan ketakutan

47:23 kepada manusia tentang apa yang ditakuti. Tidak gitu. Saya hanya menjelaskan kenapa terjadi seperti ini. Bahwa dalam sebuah mitos besar biasanya terselip sebuah sedikit kebenaran sehingga mitos itu kita percaya secara utuh gitu. bahwa yang namanya peradaban ini dasarnya adalah sedikit orang mengeksploitasi banyak orang. Itu adalah sebuah fakta sejarah. Belum ada sejarah yang bertentangan dengan itu. Tapi kalau kita bagaimana kita sedikit menghilangkan ketakutan gitu ya jangan terlalu yakin dengan keyakinanmu supaya tidak takut gitu. Itu pun konsekuensi ya.

48:08 kita harus menyediakan spare, menyediakan tempat bahwa keyakinan kita ada mungkin salahnya sedikit banyak atau kemungkinan besar. Dengan demikian kita akan melihat semua fakta dan kalau kita belajar dari fakta, banyak hal yang bisa mengurangi ketakutan kita atas mitos-mitos yang kita buat sendiri. Tapi sekali lagi, apakah orang harus terbebas dari mitos? Enggak juga, gitu. Tidak ada yang mengharuskan. Apakah manusia harus kaya? Enggak ada yang mengharuskan gitu. Tetapi kalau pengin kaya, pengin jadi mitos, ada caranya. Asalkan kita bisa menerima konsekuensi

48:54 dari tujuan kita, dijalankan. Tapi kalau kita tidak siap menerima konsekuensi, ya sudah begini juga enggak apa-apa, gitu. Masu silakan, Dok. Terima kasih sekali lagi. Boleh tepuk tangan buat Dokdes. Dok, sehat selalu. Jangan bosan untuk diundang, Teman-teman. Sor ini pengin ngobrol panjang lebar tapi udah larut juga. Thank you, Dok. Sampai ketemu lagi. Nanti kita rencanakan lagi, nanti kita bikin lagi dialog negatif di part berikutnya. Terima kasih. Terima kasih dan terima kasih. Kita tepuk tangan buat Dokdes. Terima kasih, Dok. Thank you. Terima kasih. Oke, Teman-teman semua terima kasih juga. Ee sekali lagi sor ininya

49:40 panjang cuman tadi Dok habis operasi dan sudah larut juga nanti mungkin dalam waktu dekat saya rasa ee seru gitu ya. Dan terima kasih buat semua teman-teman yang sudah hadir. Meskipun larut tapi kita ditonton lebih dari 1.000 orang ya di semua platform. Dan semoga obrolan kita malam hari ini ada sesuatu dan poinnya kita sama-sama belajar untuk menerima konsekuensi. Sampai ketemu di dialog positif sor sal negatif ya. Sampai ketemu di dialog negatif berikutnya. Selamat malam, selamat istirahat

Share

Ringkasan Video YouTube