0:21 already substantially ahead of our time projections, but whatever the time is, it's Oke, halo warga sipil sekalian. Oke, kalian mungkin sudah terpapar banyak sekali informasi mengenai perang Amerika Serikat, Israel melawan Iran ya. Dan kalau kalian nonton video ini, baik sengaja atau tidak, tolong tonton sampai habis karena konten ini akan memberikan kalian informasi, perspektif, dan kedalaman data yang mungkin berbeda dari konten yang sebelumnya kalian tonton. jelas bedah gu gua bayarnya mahal data laporannya ya kita beli gitu dunia ini luar biasa sekali jadi gini teman-teman gua bukan pakar geopolitik gua enggak bakal ngomongin konspirasi gua enggak ngomongin info A1 A2 A3 Vivu Fufu Fava info intel game teori teologi
1:07 ramalan cenayang siapa yang kalah siapa yang menang enggak gua cuma mau bahas konten ini dari pisau bedah ekonomi bidang yang secara keilmuan formal gua tekunih dan di sini kita enggak bakal punya banyak opini dapat-dapat kita bakal jelasin dengan angka dan data yang nantinya akan bisa kalian simpulkan sendiri ke mana arahnya. Intinya apapun yang kalian yakini dengan angka dan data ini, kalian akan melihat seberapa mengerikannya seorang manusia bernama Donald Trump. We will make America great again. Dan ya dia lebih mengerikan dari apa yang kalian lihat sekarang. Karena apapun yang dilakukan Trump sekarang, misalnya kalian sudah benci sama Trump, ya nonton video ini mungkin
1:53 bakal lebih benci lagi. Karena apa yang dilakukan Trump bukan cuma menyengsarakan hampir seluruh populasi di dunia ini, tapi masyarakat Amerika sendiri. Dan dia melakukan itu semua demi keuntungan pribadinya dan para kroninya. Jadi, penderitaan yang sekarang dirasakan oleh banyak orang di seluruh dunia ini datang dari dua mesin uang Trump yang saat ini bekerja dalam perang, yaitu industri LNG dan senjata. Jadi selamat menyaksikan bukan tentang aku, ini tetap kamu ini tentang kamu.
2:41 Oke, Teman-teman langsung aja. beberapa hari yang lalu ya, sekitar 1 minggu yang lalu mungkin ya gua udah sempat bahas berapa besar keuntungan yang diperoleh dari industri pertahanan Amerika Serikat atau industri senjatanya US gitu dan gua post di Instagram berikut videonya. You know, after all this year, Russian and Ukraine still at war right now. So, let me ask you something. And all this fighting going on, who really getting paid? The answer is America. And here's the crazy part. The more tension you see around the world China and Taiwan, Israel and Iran, the more money start flowing into the US. Why? Because America run the biggest weapon industry on the planet. When the country start fighting, they don't go shopping for the peace, they shopping for a weapons. And a huge chunk of the equipment made in
3:28 the United States. They spend almost trillion dollar a year on the defense. That's all about 37% of all military spending on the earth. And when it comes to selling weapon globally, the US control about 40% of the arm market. So think upon the cycle. Here's the funny part. The iron. Look at that market. They are buying American missile to protect green buying weapon from America to protect themselves from the possibility of American pressure. It's like buying security camera from the same dude you worry might rob your house. Kind of funny, right? But that's how system works. And when defense spending goes up, a big part of that money flow straight into the American defense industry. And right now, America
4:15 sit right where the money flow. Nah, kenapa gua pakai bahasa Inggris ya? you know lah karena kita butuh diskusi yang membangun dan emang terbukti enggak ada komen-komenan yang menyebalkan dari konten itu. Simpelnya kayak gini, Teman-teman, dari konten itu. Sejak perang Rusia dan Ukraina terjadi, perusahaan-perusahaan senjata di Amerika Serikat itu kaya raya banget. Saham mereka stong, omset dan profit mereka naik berkali-kali lipat, duit mereka tambah banyak. Dan kita bisa bilang merekalah pemenang sejati dari perang Rusia dan Ukraina. Belum lagi kita ngomongin kasus Greenland-nya Denmark ya, di mana negaranya Peter Michael ini terpaksa belanja sistem pertahantahanan dari Amerika Serikat demi melindungi kawasan mereka dari tekanan Amerika Serikat. Yaitu kayak lu punya toko, lu dipaksa untuk bayar duit keamanan ke ormas yang kalau lu enggak bayar toko lu
5:00 bakal diobrak-abrik sama ormas ini. Gila kan? Nah, ya itu sama persis dan itu yang terjadi gitu. Belum lagi serangan dan invasi Israel ke Gazab Palestina ya, yang mana kita seperti yang kita ketahui dan gua jelaskan di video itu 40% market senjata di dunia ini dimiliki oleh Amerika Serikat. Nah, berdasarkan data dan angka yang kita kumpulkan, print pasar terakhir IT, ITF, Aerospace, dan Defense Amerika Serikat ada di 242,20. Lock hit ada di 671,77 naik sekitar 15,51 di hari yang sama ya. RTX itu ada di 209,76 naik 5,93 dan Nortop itu berada di angka 756,13 naik sekitar 16,80. Jadi market memang
5:48 nge-price upside buat sektor ini, gitu. Nah, kalau kita lihat penjualannya, kita lihat sales-nya, alat militer Amerika Serikat itu gila banget. Gua bisa bilang gila banget. Pada tahun 2024 itu mencetak rekor naik 29% ke 318,7 miliar dengan dair komercial sales sekitar 200,8 miliar dari foreign military sales 117,9 miliar dan siri juga nyata 33 ekspor senjata Amerika Serikat pada tahun 2020 sampai 2025 pergi ke Timur Tengah. Jadi kalau regionnya makin panas, Teman-teman, ekspor tambahan ke sekutu itu sangat plausible. Dan kalau kita lihat perinci perusahaannya, angkanya masih gila Bapak, Ibu semua. Misalnya Lockhit Martin itu mencetak penjualan 2025 di
6:34 angka 75 miliar US dolar dengan laba bersih sekitar 5 miliar US dar. Pada kuartal ketiga backing lock-nya mencapai 179 miliar US Dar. Nortop nortop Grumen ya itu di 2026 masuk dengan backlock rekor sekitar 95,7 miliar. General Dynamics menutup 2025 dengan backlock 118 miliar dan total estimate contract value sebesar 179 miliar US dar. Dan terakhir RTX itu melaporkan sales 2025 sebesar 88,6 miliar dengan backlock 268 miliar US Dar. Nah, ini yang terjadi teman-teman. Belum lagi perang lain, konflik lain, penjajahan lain. Semakin banyak orang ribut, semakin panjang
7:19 waktu ributnya, semakin besar pula keuntungan perusahaan-perusahaan macam Lokic, RTX, Boeing, dan berbagai perusahaan senjata yang lainnya. Nah, kalau enggak ada perang, kalau enggak ada konflik, kalau enggak ada keributan, udah hancur industri ini. Dan ini mungkin teman-teman sudah sedikit terpapar dan pahamlah bagaimana industri senjata bekerja di seluruh konflik di dunia ini. Ya, tapi lu tahu enggak industri senjata saat ini bukan satu-satunya mesin pencetak uang yang Tram miliki. Ada satu lagi industri yang menghasilkan lebih besar dari angka-angka yang kita sebutin tadi. Dari angka-angka yang kita sebutin tadi dari keadaan perang kayak sekarang. dan keuntungan yang mereka dapatkan bisa dua sampai tiga kali lipat. Industri itu bernama LNG.
8:10 Dan lu tahu ketika perang dengan Iran terjadi dan Selat Hormus ditutup, Trump bisa menghasilkan jauh lebih besar dari yang selama ini mereka peroleh dari semua kekacauan ini. Nah, sebelum kita lanjut, gua mau jelasin dulu apa itu LNG. LNG itu singkatan dari liquified natural gas. Jadi intinya gas alam itu didinginin, Teman-teman, sampai suhunya menyentuh -12 derajat Celcius dan berubah jadi cair. Nah, kenapa harus dicairkan? Karena volume gas turun sekitar 600 kali lebih kecil ketika itu dicairkan. Jadi, bisa diangkut tuh pakai kapal tanker ke seluruh dunia. Begitu LNG ini muncul, Teman-teman, pasar energi itu berubah total. Gas yang dulunya bersifat regional berubah jadi komoditas global seperti minyak. Negara yang punya cadangan gas bisa menjual energinya ke mana saja selama ada
8:56 terminal liquifaction-nya untuk mencairkan gas dan kapal tanker untuk mengangkutnya. Di sisi yang lain, negara yang kekurangan dan energi bisa membangun terminal registifikasinya untuk mengubah LNG kembali menjadi gas, lalu memasukkannya pada jaringan listrik atau industri. Sampai sini paham ya? Nah, supaya teman-teman ketahui, banyak banget negara di dunia ini yang enggak punya gas tapi butuh gas. Di Eropa banyak, Pank Korea juga sama. Mereka punya ketergantungan pada gas ini tadi. Dan selama ini pemain besarnya ada dua negara ini, selain Australia sama beberapa negara lain yaitu Rusia dan Qatar gitu. Rusia supaya teman-teman ketahui dulu nge-suplai lebih dari 40% gas untuk Eropa. Sementara Qatar itu ngeberesin Asia dan sekitarnya gitu. Tapi itu dulu, Teman-teman ya, enggak
9:43 dulu-dulu banget sih, sekitar 4 tahun sampai 5 tahun yang lalu ya. Sekarang kedua negara ini dikalahkan oleh satu negara yang 20 tahun lalu masih menjadi importir RNG. Negara tersebut tak lain tak bukan adalah Amerika Serikat. Dan perubahan ini terjadi bukan cuma karena produksi Amerika meningkat tapi karena perang Rusia dan Ukraina yang terjadi beberapa tahun yang lalu, konflik di Timur Tengah dan perang Iran, Israel, Amerika yang terjadi hari ini. Kita mulai dulu dari yang pertama ya. Selama puluhan tahun Eropa itu bergantung pada gas Rusia, Teman-teman. Sebagian besar gas itu tidak datang lewat kapal, melainkan lewat jaringan pipa raksasa yang mengalir dari Siberia menuju Eropa Timur sampai dengan Jerman. Sebelum perang Ukraina, sekitar 40% kebutuhan gas Eropa itu datang dari
10:29 Rusia. Dan ini hubungan yang simbiosis, Rusia butuh uang, Eropa butuh energi. That's it. Maka industrinya bergerak, kan seperti itu. Nah, pabrik baja Jerman, industri kimia, dan banyak pembangkit listrik di Eropa berdiri di atas gas. Rusia yang relatif murah. Lalu, long story short tahun 2022, Rusia menyerbu Ukraina. Sejak momen itu, geopolitik energi berubah seperti papar catur yang dibalik, Teman-teman. Eropa akhirnya memutuskan mengurangi ketergantungannya pada Rusia. Pipa gas yang dulu jadi tulang punggung energi mereka tiba-tiba menjadi resiko politik. Negara-negara Eropa mulai mencari alternatif dengan kecepatan yang gila gitu loh. Mereka membangun terminal LNG yang baru, menyewa terminal terapung, bahkan mengubah kebijakan energi mereka. hanya untuk satu tujuan mendapatkan gas
11:15 dari tempat lain. Di sinilah Amerika Serikat masuk, gitu kan. Amerika sebenarnya sebelumnya belum pernah tuh jadi raksasa LNG 20 tahun yang lalu bahkan masih menjadi importir gas gitu loh. Perubahan besarnya terjadi setelah revolusi sel gas gitu loh, Teman-teman. Jadi teknologinya berkembang. bisalah mereka buka cadangan gas raksasa di Texas, Pennsylvania, dan beberapa wilayah lain. Dan produksi gas Amerika Serikat akhirnya melonjak dengan sangat cepat sehingga mereka memiliki surplus energi yang sangat besar gitu. Nah, ketika perang Ukraina pecah dan Eropa kehilangan gas Rusia, Amerika sudah siap dengan infrastruktur LNG raksasa di Teluk Meksiko, Teman-teman. Terminalnya tuh kayak Sabrin P di Luciana milik Senior Energy dan mulai mengirim kapal LNG dalam jumlah besar menuju Eropa. Gas
12:01 ini gas yang sebelumnya hanya beredar di pasar domestiknya Amerika. Sekarang berubah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Dan yang membuat bisnis ini luar biasa menguntungkan adalah perbedaan harganya. Gas di Amerika relatif murah karena produksinya sangat besar. Sedangkan harga domestiknya sering berada di kisaran 2 sampai 4 dolar per MBBTU. Tapi ketika krisis energi melanda, harga gas di sana melonjak sampai 20 bahkan 30 per MBBTU. Selisih harga ini akhirnya ya ekonomi dasar ya menciptakan target yang sangat besar. Gas murah dari Amerika Serikat bisa dijual dengan harga berkali-kali lipat di pasar internasional. Akibatnya ya seperti yang gua bilang tadi, Amerika berubah menjadi eksportir LNG terbesar di dunia.
12:48 Kapal-kapal LNG dari Texas dan Luciana akhirnya berlayar hampir tanpa henti menuju Eropa. Bagi perusahaan energi Amerika seperti Chanel, Ventur Global, Exon ya teman-teman atau Chevron, ini adalah periode keuntungan yang luar biasa. Kenapa demikian? Karena kontrak LNG itu enggak pernah pendek, cuy. Banyak kesepakatan ekspor LNG itu berlangsung 20 tahun. Artinya ketika Eropa menandatangani kontrak dengan perusahaan Amerika setelah krisis Ukraina ya, mereka pada dasar yang mengunci pembelian energi dari Amerika sampai beberapa dekade ke depan. Jadi begitu Rusia keluar dan pasar Eropa kebingungan, Amerika langsung masuk sebagai pemasok utama LNG. Dalam beberapa tahun setelah invasi, ekspor LNG Amerika ke Eropa lebih dari dua kali lipat dibanding sebelum perang. Sekarang kita lihat angka dan uangnya,
13:33 Teman-teman. Salah satu kesepakatan terbesar terjadi ketika Uni Eropa menandatangani komitmen pemilihan LNG dari Amerika Serikat adalah 750 miliar selama 3 tahun. Kira-kira 250 miliar per tahun. Di level perusahaan ini terlihat lonjakan yang sangat jelas gitu. Xer Energi misalnya eksporter LNG terbesar di Amerika Serikat tahun 2025 mencatat laba bersih sekitar 5,3 miliar US Do. Naik 64%. dibandingkan tahun sebelumnya karena lonjakan permintaan LNG global ya. Kalau kita gabungin seluruh industri energi Amerika, LNG, minyak dan gas, keuntungan yang muncul setelah krisis energi Rusia itu bahkan lebih besar lagi. Contohnya Chevron itu mencatat 36,5 miliar laba pada tahun
14:18 2022. Salah satu yang terbesar dalam sejarah perusahaan energi modern. Gila kan? Dari Ukraina, US dapat duit dari bisnis senjatanya dari Eropa, permintaan NATO, pemesanan dan lain sebagainya. Dari Rusia mereka ambil pasar LNG-nya. Nah, lu bayangin kalau Ukrain dan Rusia ini cuma konflik selama 1 bulan dan 2 bulan terus semua kondisi tetap aman ya Eropa masih bergantung pada Rusia. Untuk LNG-nya Ukraina enggak butuh senjata sebajak itu. Jadi makanya kalau lu perhatiin ya Amerika itu kan bilang bantu Ukraina tapi ya bantunya gitu-gitu aja masih terjadi cekcok gitu, friksi gitu. Terus mereka juga bilang musuhan sama Rusia tapi ya masih teleponan-teleponan aja gitu. Jadi ya mereka memang mau mempertahankan konflik ini berlangsung lebih lama karena mereka lebih untung. That's it. Itu aja sudah
15:04 gila, Teman-teman. Dan kalian tahu yang mereka dapatkan dari konflik Iran dan tutupnya Selat Hormus hari ini ternyata jauh lebih besar. Gini, ketika konflik Amerika Serikat, Iran Israel ini meningkat, harga gas Eropa dari LNG Asia melonjak dan pemasuk utamanya itu namanya Qatar energi. Nah, masalahnya Qatar Energi ini itu kena serangan ya kan selama konflik. Jadi kan Iran menyerang akhirnya rusak. Jadi mereka menyatakan force major pada ekspor LNG-nya pada 2 Maret setelah fasilitas pencairannya rusak oleh serangan ground Iran. Katanya seperti itu. Nah, masalahnya ini enggak ada garis waktu yang jelas kapan perbaikannya, kapan pulihnya, dan lain sebagainya. Dan hingga menyebabkan pasar berubut untuk menetapkan harga yang kembali pada ketidakpastian.
15:50 Dan rally tersebut, Teman-teman, menghujani nilai ekspor tambahan untuk volume LNG Amerika Serikat yang memasuki Eropa dan Asia. Mereka sudah dapat pasal Asia, tapi karena Qatar ini rusak terus hormus ditutup, akhirnya negara-negara Asia yang butuh gas ini kayak Jepang, Korea dan lain sebagainya mau enggak mau mereka ke Amerika Serikat. Dan margin keuntungan nominal dari satu cargo LNG yang dikirim ke Eropa melonjak dari 25 juta minggu lalu menjadi lebih dari R juta pada 2 Maret. Dan fakta yang lain lagi adalah eksportir dan pedagang LNG Amerika diatur untuk mengumpulkan sekitar 870 juta US dar per minggu dalam margin tambahan di atas garis dasar prakrisis mereka dan ini semakin meningkat, Teman-teman. Skala keuntungan potensialnya hampir seluruhnya
16:36 bergantung pada satu variabel, apa itu? Yaitu durasi. Jadi kalau kita pakai pemodelan data baru dari energi flux ya, Teman-teman, mereka memperkirakan bahwa ekspor LNG Amerika Serikat dapat menghasilkan keuntungan mencapai 4 miliar US dolar jika force major tetap berlangsung selama 1 bulan. Angka ini bisa naik jadi 20 miliar per bulan jika pasar kehilangan pasokan Qatar sampai musim panas. Secara kumulatif, keuntungan perang LNG Amerika Serikat meningkat tajam. Semakin lama konflik Timur Tengah berlarut-larut karena harga meningkat pada pengetatan fisik keseimbangan global. Selama 4 bulan pertama, profitabilitas LNG Amerika Serikat itu mencapai angka 33 miliar US Dar. Dan selama 8 bulan, kalau ini diasumsikan 8 bulan ya, angkanya bisa
17:23 mencapai 108 miliar US Dar. Dan jika dalam skenario yang ekstrem, Teman-teman, LNG Qatar ditutup selama setahun penuh, kelebihan keuntungan ini bisa mencapai angka hampir 170 miliar US Doar. Dan ini bakal jadi keuntungan terbesar dalam sejarah pasca tahun 2000 dalam komoditasnya. Dan ini jelas lebih besar dari apa yang mereka dapat di peran Rusia dan Ukraina. Dan jika konflik ini berlanjut beberapa bulan angka-angkanya akan sangat besar teman-teman. Dalam 4 bulan tadi 33 miliar dolar, 8 bulan 108 miliar dolar, kalau 1 tahun 170 miliar dolar. Sebagai perbandingan dalam 1 tahun di konflik Rusia dan Ukraina, perusahaan LNG-nya Amerika Serikat mendapatkan sekitar 85 miliar dolar. Jadi lebih tinggi gitu loh
18:09 kalau ini berlangsung terus dan terus. Artinya sederhananya konflik Iran berpotensi menghasilkan lebih dari dua kali lipat keuntungan itu hanya dalam beberapa bulan. Siapa yang menikmati keuntungan itu? bukan dunia bahkan bukan penduduk Amerika Serikat secara keseluruhan tapi Trump dan koloni-koloninya. Supaya teman-teman ketahui, masyarakat Amerika Serikat pun dipaksa menanggung babah fiskal yang besar dampak kebijakan Trump ini. Pengangguran bertambah, pembiayaan bertambah, beban APBNnya Amerika Serikat bertambah dan lain sebagainya. Tapi di sisi yang lain, di saat yang bersamaan, Trump dan sponsornya mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Oke, Teman-teman. Ini bukan spekulasi. Gua berusaha untuk ngetrace keterlibatan Trump pada dua industri ini. Melakukan riset, mencari fakta dan jajaknya. Dan kalian tahu ada elepant in
18:56 the room yang selama ini enggak dilihat banyak orang. Kenapa demikian? Karena ternyata berdasarkan bukti, fakta, dan data yang kita himpun, Trump sangat dekat dan sangat terkait dengan industri senjata dan LNG. Dan ini akan sangat terlihat ketika kita follow the money. Jadi ya buktinya ada konkrit bukan lagi perkiraan atau asumsi atau pertama dua anak Trump Eric Trump dan Donald Trump Junior itu diketahui sudah melakukan akuisisi dan investasi kepada banyak perusahaan militer khususnya drone militer. Salah satunya extend. Dan kalau teman-teman mau tahu lagi, tarik ke belakang, Trump pernah mengusulkan peningkatan anggaran militer sebesar 1,5 triliun untuk membangun dream military. Nah, begitu proposal itu muncul, saham Lockheit Martin, Nortrop, RTX, Boeing
19:41 langsung bergerak naik ke pasar. Artinya hubungan Trump dengan industri senjata lebih banyak melalui anggaran militer dan kontra pemerintah. Artinya ada hubungan dari anggaran militer dan kontra pemerintah dengan kenaikan industri senjata. Nah, di industri LNG gua juga menemukan fakta bahwa CEO perusahaan LNG terbesar Amerika Shener Energy diketahui sebagai salah satu sponsor terbesar Donald Trump dalam kampanyenya gitu. Selain itu, perusahaan ini menerima lebih dari 370 juta tax kredit untuk kapal LNG dari kebijakan pajak federal. Dan kalau lu lihat kebijakannya, Drum itu secara konsisten mendorong pertama deregulasi gas alam, dua pencepatan izin terminal energi, 3 ekspor gas ke Eropa menggantikan Rusia. Akibatnya sejak 2016 waktu dia pertama
20:27 kali menjabat, LNG Amerika meningkat tajam setelah terminal Sebin Milikir mulai beroperasi dan sekarang Amerika Serikat sudah menjadi eksportir LNG terbesar di dunia. Dan di masa pemerintahan Trump, dia punya proyek raksasa namanya Alaska LNG Proyek. Nah, Alaska LMG ini sebenarnya sudah dibicarakan sejak lama, tapi Eratram itu mulai ada dorongan politik yang besar, Teman-teman. Pemerintah ingin menggunakan LNG sebagai alat energi dominance-nya Amerika. Artinya, Amerika tidak hanya produksi energi, tapi pemasuk energi di dunia. Trump juga mendorong proyek ini sebagai cara untuk satu membuka cadangan gasa Alaska, dua meningkatkan ekspor LNG, ketiga menjual gasnya ke Asia dengan developer utamanya bernama Jen Farny Group. Perusahaan ini membeli 75% saham proyek Alaska LNG dari
21:13 perusahaan negara Alaska. Kemudian beberapa perusahaan lain ikut masuk sebagai partner teknologi atau investasi. Selain itu, lebih dari 50 perusahaan global menyatakan minat investasi dengan nilai kontrak potensial mencapai 115 miliar US Do. Nah, kenapa proyek ini kontroversial teman-teman? Kenapa ini banyak ditentang di Amerika? Sebentar. Satu, biayanya sangat besar. Dua, resiko lingkungannya di Arti. Ketiga, orang-orang waktu itu ngelihat ketidakpastian pembilian LNG nih. Bahkan beberapa analis menyebut proyek ini lebih bersifat politik daripada ekonomi gitu. Jadi banyak ditentang juga sebenarnya tapi kan Tram bilang udah tetap kita jalan ada kok. Dan akhirnya sekarang mulai terlihat ke mana sih proyek ini diarahkan gitu. Selain itu lebih mengejutkan lagi ya kalau kita lihat datanya dan track recordnya di pemerintahan Trump periode pertama atau kedua ada 30 proyek LNG yang dibangun
22:00 dan dilaksanakan dan mostly dijalankan oleh tiga perusahaan besar yaitu Shener, Exon sama Sempra yang mana ya balik lagi sponsornya Trump di kampanye dan total kapasitas produksinya meningkat sampai 100 ton dengan total investment menembus 500 miliar US dolar. Gila kan? Dan ini kita baru ngomongin dua nih, LNG dan senjata. Belum lagi soal oil gitu. Dari semua ini kayaknya enggak perlu jadi Einstein untuk paham. Semakin lama perang berlangsung mengambang berjalan dengan ketidakpastian, maka semakin kaya pula Donald Trump dan kawan-kawan. Dan ketika itu terjadi, maka semakin susah pula hidup seluruh orang di dunia ini. Kalau ada yang bilang, "Wah, Tramin itu bisnisman, dia tidak suka perang. Dia sukanya berbisnis. Ah, dia sukanya trade wars. Ah, dia bla bla bla bla bla.
22:47 Ya, kalian bisa lihatlah data-data angka tadi yang mana itu sangat bertolak belakang dari asumsi-asumsi seperti itu, Teman-teman. Karena setiap konflik terjadi, perang terjadi, Trump akan muncul dari negaranya Amerika Serikat ini lalu melantangkan sebuah slogan yang namanya B OP atau buy our product. Entah itu senjata LNG atau minyak. Next episodenya kita bakal bahas bagaimana seharusnya Indonesia merespon situasi yang sudah bisa kita bilang tidak terkendali ini. Sekian dari gua, semoga konten ini bermanfaat. Sampai jumpa div vlog selanjutnya.