Eps 933 | AQUA MENIPU PUBLIK ? JAWA AKAN KRISIS AIR TAHUN 2040 AKIBAT SUMUR BOR TAK TERKENDALI

guru gembul www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas polemik mengenai sumber air Aqua yang disidak oleh Dedi Mulyadi, serta menjelaskan bahwa air mineral memang berasal dari dalam tanah. Lebih lanjut, video ini mengupas masalah krisis air di Pulau Jawa yang disebabkan oleh berbagai faktor, bukan hanya oleh perusahaan air minum dalam kemasan. Beberapa poin penting yang dibahas:

  • Air mineral memang berasal dari dalam tanah karena proses penjernihannya alami melalui batuan.
  • Pulau Jawa rentan terhadap krisis air dengan jatah air per kapita jauh di bawah standar minimum.
  • Krisis air di Jawa disebabkan oleh pengambilan air berlebih, perubahan iklim, kerusakan daerah resapan air, penumpukan sampah, pencemaran sungai, ketimpangan distribusi air, penggunaan air yang tidak efisien, tata kelola yang buruk, dan pertumbuhan penduduk.
  • Tindakan yang bisa dilakukan adalah mendukung kebijakan pemerintah yang baik untuk lingkungan, membuat sumur resapan, dan mengkampanyekan kesadaran peduli lingkungan.

Polemik Sumber Air Aqua dan Penjelasan Air Mineral

Video dimulai dengan membahas sidak Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua yang menimbulkan polemik di media sosial. Guru Gembul menjelaskan bahwa Aqua tidak salah karena air mineral memang seharusnya diambil dari dalam tanah, bukan dari air permukaan. Air mineral mengalami proses penjernihan alami melalui batuan di dalam tanah, berbeda dengan air demineral seperti Amidis yang bisa diambil dari mana saja dan dibersihkan dengan teknologi. Klaim "dari mata air pegunungan" dijelaskan sebagai air hujan yang tersaring di lapisan tanah dan berasal dari pegunungan.

Kondisi Air di Pulau Jawa yang Memprihatinkan

Guru Gembul menjelaskan bahwa air di Pulau Jawa berada dalam kondisi tertekan dan hampir kritis. Dulu, Aqua tidak laku karena dianggap air biasa yang dijual, namun kini air minum kemasan menjamur karena adanya kelangkaan air bersih. Data dari Kementerian PUPR tahun 2012 menunjukkan bahwa jatah air per kapita di Jawa sangat rendah dibandingkan pulau lain, yaitu hanya 1100 m³ per tahun per orang, jauh di bawah standar minimum 1600 m³. Hal ini menyebabkan banyak daerah di Jawa rentan kekeringan. Trennya pun semakin menurun, diperkirakan pada tahun 2040 hanya akan ada 480 m³ per orang per tahun, yang berarti krisis air akan semakin parah.

Penyebab Krisis Air di Pulau Jawa

Guru Gembul menjabarkan 10 penyebab utama krisis air di Pulau Jawa. Pertama, pengambilan air berlebih untuk industri dan rumah tangga, di mana lebih dari setengah penduduk mengambil air dari dalam tanah karena kurangnya dukungan ledeng. Kedua, perubahan iklim yang menyebabkan kemarau lebih panjang dan musim hujan tidak menentu. Ketiga, kerusakan daerah resapan air akibat pemukiman, perkebunan, pariwisata, dan industri. Keempat, penumpukan sampah dan sedimentasi yang mencemari air. Kelima, kerusakan parah pada hulu sungai. Keenam, pencemaran berat air sungai oleh industri. Ketujuh, ketimpangan distribusi air. Kedelapan, penggunaan air yang tidak efisien. Kesembilan, tata kelola dan konflik air. Kesepuluh, pertumbuhan penduduk yang tinggi, di mana 55% penduduk Indonesia menggunakan hanya 5% dari total air yang ada di Indonesia.

Tindakan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Krisis Air

Guru Gembul mengajak untuk mendukung kebijakan pemerintah yang baik untuk ekosistem dan lingkungan, serta melakukan hal-hal baik untuk lingkungan secara individu. Contohnya, membuat daerah resapan air atau sumur resapan di rumah. Selain itu, penting untuk mengkampanyekan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli pada lingkungan dan air agar terhindar dari bencana di masa depan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Asalamualaikum. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Media sosial kita itu kadang-kadang sangat sensitif terhadap hal-hal yang unik gitu terkait dengan pejabat-pejabat publik yang sangat dicintai atau sangat dibenci gitu. Kemarin Pak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang sangat fenomenal dan sangat terkenal itu sidak ke pabrik Aqua dan kemudian di sana dia menemukan sebuah fakta yang cukup mengerikan bahwa Aqua ternyata tidak ngambil dari mata air pegunungan, tetapi ngambilnya ngebor dari dalam tanah. Nah, pernyataan ini ee atau pertanyaan Pak Dedi kepada pabrik Aqua adalah lah ini ngambilnya bukan dari permukaan itu, kalau dari dalam tanah longsor dong. Itu kan sebenarnya adalah sebuah pertanyaan. Tapi kemudian pertanyaan itu entah bagaimana

0:47 ceritanya, entah gara-gara persaingan bisnis atau apa, kemudian digoreng di media sosial sehingga memunculkan cukup banyak polemik. Dan yang cukup mengesalkan dan kemarin saya komentari itu adalah respon dari Aquanya. Respon dari Aquuanya yang dipublikasikan justru malah mengatakan, "Ya, kami ngambilnya ngebor dari dalam tanah, tapi bukan ngebor biasa, tapi sampai 140 m menembus lapisan aqui dan karena itu tidak berdampak apapun terhadap masyarakat yang ada di sini. Dan kemudian serangkaian iklan. Nah, ini komunikasi publiknya jelek lagi ini. E, Bapak-bapak P Aqua mohon maaf itu ditegur ya. Karena ini pada akhirnya memunculkan kebingungan di masyarakat. Akhirnya masyarakat juga banyak yang komplain,

1:33 "Wah, jadi selama ini air Aqua itu dari dalam tanah ngebor bukan dari air mata eh mata air pegunungan dan sebagainya." Saya ingin sampaikan kepada Baraya bahwa dalam konteks ini Aqua itu tidak salah. Jadi, saya tidak dikasih endor sama Aqua ya. Tapi saya ingin menjelaskan kepada baraya begini. Aqua itu air mineral. Air mineral itu artinya apa? Air yang proses penjernihannya itu melalui ee batuan-batuan di dalam tanah secara alamiah. Dan karena itu maka dia tidak mungkin ngambil dari air permukaan. Namanya juga air mineral. Jadi disaringnya dari dalam tanah yang mengandung banyak mineral. Begitu. Jadi ketika kita beli Aqua dan teman-temannya

2:19 ya, bukan hanya Aqua kemudian kita kenyot. Nah, itu tuh sebenarnya adalah air yang memang ada mineralnya yang terkandung di dalam tanah. Ini berbeda sekali misalkan dengan Cleo dengan amidis. Kalau amidis itu D mineral, airnya murni, tidak ada mineralnya. Kenapa? Airnya bisa ngambil dari manaun termasuk dari air permukaan misal. Tapi kemudian sama mereka dibersihkan sebersih-bersihnya menggunakan teknologi manusia sehingga layak untuk minum atau baik untuk diminum begitu. Nah, jadi kalau baraya mendengar kabar ada air mineral ya pasti itu nyedotnya dari dalam tanah. Karena syarat untuk menjadi air mineral itu adalah ya dia

3:05 dibersihkan di dalam tanah secara alamiah. Begitu kurang lebihnya. Lalu ada klaim ini kan dari mata air pegunungan gitu. Nah, makanya dari mata air pegunungan itu sebenarnya ada penjelasan bahwa kalau kan ini gambarnya seperti inilah kurang lebihnya begitu ya. Nah, jadi di lapisan tanah bumi itu kan ada yang namanya aqui lapisan yang tidak tembus sama air. Nah, karena itu maka ada air hujan masuk ke situ. Itu tidak bisa masuk ke lapisan yang lebih bawahnya lagi karena terhalang. Nah, jadi air yang ada di bawah aqui itu berasalnya dari mana? Ya, berarti berasalnya dari pegunungan. Jadi, walaupun ngambilnya katakanlah bukan di daerah pegunungan, di kaki gunung misalkan, tapi itu sangat berpotensi itu adalah air dari

3:52 pegunungan. Begitu kurang lebihnya. Nah, jadi Pak Guru Gembul ini dibayar berapa untuk menjadi tukang kampanye Aqua? Ya, enggak sebenarnya ini hanya untuk memberikan penjelasan aja kepada baraya. Maksudnya sekali lagi namanya juga air mineral. air mineral ya berarti di dari dalam tanah, enggak mungkin dari permukaan seperti yang ditanyakan oleh Kang Dedi kemarin. Jadi, Kang Dedi Mulyadi salah ya, tidak salah sama sekali. Ini kan namanya adalah sidak. Sidak jadi banyak bertanya. Nah, namanya juga banyak bertanya ya seperti itu gitu. Ee dan saya pikir Kang Dedi Mulyadi itu adalah orang yang harus diapresiasi sebagai pejabat daerah. Beliau itu adalah orang yang sangat konsen terhadap lingkungan hidup. Jadi saya tuh menaruh banyak sekali perhatian dan menaruh banyak sekali simpati kepada

4:37 Kang Dedy. Khususnya karena kepedulian Kang Dedi itu terhadap lingkungan hidup. Jadi dalam hal ini kita lihat beliau itu sebagai orang yang sidak terhadap perusahaan yang diduga akan mencemari lingkungan atau merusak lingkungan. Begitu. Lalu bagaimana ceritanya dengan kalau ngambilnya dari dalam tanah itu akan menyebabkan longsor? Apakah itu benar? Itu benar. Kalau berlebihan. Nah, bagaimana cara mengukur berlebihannya? Ya, harus ee ditanya kepada para akademisi. Nah, akademisi itu kan punya perhitungan-perhitungan ee dalam satu kawasan nyedotnya berapa miliar liter misalkan itu akan mengganggu. Nah, dan lain sebagainya itu sudah ada perhitungannya. Dan sejauh ini ya silakan diserahkan kepada para akademisi itu. Kita semua belum memiliki akses pengetahuan dan takaran terkait dengan

5:24 sampai sejauh mana air disedot itu menyebabkan longsor atau penurunan muka tanah dan lain sebagainya. Nah, tetapi saya juga sebenarnya sangat suka dengan respon netizen terkait dengan Aqua ini karena mereka berarti peduli pada lingkungan. Dan karena itu di episode ini saya akan jelaskan sebenarnya masalah utama terkait dengan air yang ada di Pulau Jawa. Dan itulah alasan kenapa kita harus mendukung terus program-program KDM dalam lingkungan hidup. Saya ingin menjelaskan kepada Baraya bahwa air e di Pulau Jawa itu sebenarnya dalam situasi dan keadaan yang tertekan. Dalam keadaan stres, dalam keadaan hampir kritis. Kita mulai dari hal yang sederhana. Aqua itu dulu waktu awal mula diperkenalkan dia tuh

6:10 enggak laku. Kenapa enggak laku? Karena air biasa tapi ada harganya. Menurut orang-orang kebanyakan ya namanya air bisa didapatkan dari manapun. Kenapa harus ada harganya? Mendingan naheur sendiri. Biasanya begitu. Tetapi seiring berjalannya waktu, Aqua bukan hanya tumbuh subur, bukan hanya laku keras, tetapi teman-teman Aqua Sabang Saning Ron 88, kemudian ada lagi pit, kemudian ada wah banyak sekali air air kemasan yang seperti itu menjamur dan menjadi sangat banyak dan bisa dibilang sekarang konsumsi masyarakat ee di Pulau Jawa untuk minuman itu kebanyakan berasal dari air minum kemasan. Itu menunjukkan apa? Kalau ada harga

6:56 berarti ada kelangkaan. Jadi hal yang menciptakan harga itu adalah kelangkaan. Jadi kalau ada air bersih, air mineral, air yang diminum itu ternyata ada harganya, maka berarti air yang dimaksud itu masuk ke dalam kategori langka. Itu kan logika ekonomi yang sangat sederhana. Nah, sampai selangka apa? Nah, di sinilah masalahnya di antara semua pulau-pulau yang ada di Indonesia, Pulau Jawa itu adalah yang paling rentan terhadap krisis air. Saya ingin menjelaskan ini adalah data yang dikeluarkan sama Kementerian PUPR pada tahun 2012. Jadi, ini 13 tahun yang lalu. Di Papua jatah per kapita air untuk setiap satu individu dan 1 tahun

7:42 itu sekitar 300.000 m³. Sekali lagi ya, per orang per tahun. Jadi banyak sekali. Bandingkan kemudian dengan Kalimantan. Kalimantan itu 80.000 m³ per tahun per orang. Kemudian Sulawesi 19.000 m³ per tahun per orang. Kemudian Sumatera 15.000 m³/ tahun per orang. Nah, Jawa ah coba tebak baraya. Jawa itu 1100 m³ per tahun per orang. Jadi bayangkan di Papua 300.000 m³ per tahun per orang, di Jawa 1100. Jadi angkanya sangat tinggi. Nah, menurut para ilmuwan, jatah air per

8:29 orang, per kapita per tahun itu minimal banget 1600 m³ per tahun. Nah, sedangkan Pulau Jawa sekarang itu 1100. Inilah yang menyebabkan banyak sekali kawasan-kawasan di Jawa itu yang rentan terhadap kekeringan. Di Jawa Barat misalkan di wilayah Garut, di wilayah Sukabumi itu curah hujan sangat tinggi, tetapi di sana banyak lahan kekeringan. E aneh kan? Aneh. Apalagi di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah itu banyak sekali di antara Jawa Tengah, Jawa Timur dan ee Jawa Barat. Jawa Tengah itu yang paling banyak ee titik-titik kekeringannya. Tapi intinya secara keseluruhan, secara rata-rata Pulau Jawa sekarang itu sudah

9:15 kekurangan air, sudah defisit air sampai ada di kisaran 500-an m³ per tahun perang. Nah, ini bisa bisa sangat mengerikan baraya. Makanya air di sini tuh sebenarnya sudah sangat-sangat tidak layak. Dan ditambah lagi kemudian ada sebuah penelitian yang menyebut bahwa trennya per tahun per orang per kapita air di Jawa itu semakin lama semakin susut sampai diperkirakan pada tahun 2040 hanya ada di kisaran 480-an m³ air per orang per tahun. Jadi sekarang 1100 nanti akan menjadi ee 480-an. sangat sedikit sekali dan itu sudah

10:01 masuk ke dalam kategori langka dan itu sudah masuk ke dalam kategori krisis. Kris yang dimaksud itu adalah bahwa nanti di tahun 2040 mau musim hujan, mau musim kemarau tetap kekeringan, tetap kekurangan air. Itu masalahnya. Jadi kalau baraya cek 480 sekian m³ per orang per tahun itu artinya itu berarti sekitar 1,2 m³ per hari per orang. Artinya apa? Satu orang itu jatahnya adalah satu toren per hari. Itu sedikit enggak? Itu sedikit banget baraya. Tapi kan itu banyak banget. Pasti enggak akan habislah sama saya juga ya. raya pasti mikirnya itu

10:49 adalah untuk minum cukup 2 liter gitu ya, untuk ee cukup 1 ember gitu ya, enggak akan habis satu toren. Enggak, logika berpikirnya tuh enggak seperti itu baraya. Jadi masalah terbesarnya, masalah utamanya itu adalah bahwa kita hidup dalam sebuah ekosistem. Jadi kalau baraya pagi-pagi saja makan bubur, maka bubur itu kan ada ayamnya. Nah, si ayam yang digunakan untuk makan baraya itu itu kan butuh air per hari per ayam. Kemudian di situ tuh ada padi. Nah, padi itu butuh air segimana banyak. Kemudian di situ juga ada cakuehnya, berarti ada gandumnya. Dia menghabiskan berapa air dan lain sebagainya. Jadi untuk sekali sarapan aja itu tuh membutuhkan banyak sekali air yang tidak kita sadari. Belum

11:34 lagi misalkan kebutuhan-kebutuhan nih online-an kayak gini. Baraya tahu enggak kalau misalkan saya bikin video Zoom misalkan dengan orang lain, dengan Ustaz Feliksiao misalkan, setiap 1 jam itu saya tuh menghabiskan sekitar 2 sampai 3 liter air. Enggak ngapa-ngapain, enggak minum, enggak apa, cukup zoom doang. Karena dengan Zoom kayak gitu tuh itu ngambil air atau misalkan teman-teman yang suka streaming 1 jam, 2 jam itu bisa ngambil air tuh 5 sampai 10 liter selama streaming itu. Nah, jadi kebutuhan kita akan air itu di dunia modern tidak hanya sebatas makan, minum, eek, cuci, dan lain-lain, bukan. Tetapi seluruh aspek kehidupan kita itu dihitung dan itu tuh tidak akan cukup hanya dengan satu orang satu toren satu

12:22 hari. enggak cukup. Nah, makanya kalau tren ini dibiarkan terus-menerus, maka dipastikan orang Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur plus Madura itu akan hidup dalam penderitaan yang sangat karena kekurangan air. Air akan menjadi sangat mahal. Sudah mahal, langka pula begitu kan. Nah, itu adalah sesuatu yang sangat mengerikan yang akan terjadi di 2040 kalau kita tidak mau bertindak begitu. Nah, jadi itu penyebabnya Aqua bukan penyebabnya bukan Aqua. Bukan Aqua, bukan Amidis, bukan PIT, bukan Ron 88, bukan. Bukan itu. Kenapa? Karena mereka itu dalam tanda kutip ya hanya memanfaatkan kelangkaan untuk mendapatkan keuntungan.

13:09 Pada faktanya adalah seandainya Aqua dan air-air ee kemasan yang lainnya itu pabriknya digeruduk kemudian hilang sama sekali, maka kita tetap membutuhkan air, kita tetap nyedot air, kita tetap nahur air, gitu kan. Nah, karena itu maka sebenarnya dihilangkannya Aqua itu sama sekali tidak berdampak untuk menyelesaikan masalah. Masalahnya adalah karena kita berjumlah terlalu banyak. Makanya kalau misal baraya mau ngecek, saya mengumpulkan ada 10 penyebab kenapa Pulau Jawa itu akan krisis air dalam tahun dalam 15 tahun ke depan. Yang pertama itu adalah pengambilan air berlebih untuk industri dan rumah tangga. Silakan baraya cek lebih dari

13:57 setengah penduduk di Pulau Jawa itu air bukan ngambil dari Ledeng karena Ledeng tidak didukung oleh pemerintah. Entah bagaimana ceritanya gitu ya. kebanyakan ngambilnya dari dalam tanah. Nah, dari dalam tanah itu menyebabkan apa? Menyebabkan air menjadi di bawahnya menjadi lebih kering. Kemudian tanah menjadi turun. Ada begitu banyak bencana yang menanti. Tapi intinya adalah lebih dari 50% saya duga lebih dari 60% warga di Pulau Jawa itu kalau ngambil air itu dari dalam tanah begitu kan. Apalagi industri. Industri itu sampai miliaran liter baraya sebulan bahkan miliaran liter sehari. itu ada industri yang nyedot air dari dalam tanah. Nah, itu masalah utama. Kemudian masalah yang kedua itu adalah perubahan iklim. Perubahan iklim itu ee menyebabkan

14:45 kemarau menjadi lebih panjang dan musim hujan lebih tidak menentu. Kadang-kadang hujan lama, kadang-kadang berhenti di tengah jalan begitu. Dan saya pikir baraya semua mengalaminya. Puncak dari kengerian perubahan iklim di Indonesia itu Elnina dan Nadino itu sekitar eh 2018, 2019 dan 2020 itu kekeringannya banyak sekali. Sekarang mulai agak nambah lagi airnya tetapi tetap perubahan iklim itu benar-benar mengacaukan siklus air yang ada di Pulau Jawa. Kemudian yang ketiga itu adalah kerusakan daerah resapan air karena pemukiman, karena perkebunan, pariwisata, dan bahkan industri. Baraya cek di puncak Bogor, di Lembang, di Gunung Patuha, Bandung dan sebagainya. Itu hutan-hutan tuh banyak yang dibabat.

15:32 Dirubah jadi villa, dirubah jadi hotel, dirubah jadi industri, dirubah jadi tempat pariwisata dan lain sebagainya. ini menurunkan e kemampuan tanah untuk menyerap air. Jadi sekarang fenomena yang terjadi itu adalah kalau hujan sedikit banjirnya gede tapi air langsung mengalir saja ke laut. Udah jadi pas kemarau kita kekeringan, pas hujan kita kebanjiran. Itu yang kedua. Itu yang ketiga faktornya. Kemudian faktor yang keempat itu adalah penumpukan sampah dan sedimentasi. ini udah enggak usah dibahas. Jadi, air yang sebenarnya layak minum itu menjadi sangat terbatas karena terlalu banyak sampah dan ee sampah polusi dan sedimentasi. Kemudian

16:19 kerusakan parah pada hulu sungai. Nah, aduh itu hulu sungai, hulu sungai Citarum saya di Bandung. Aduh, sekarang tuh sudah banyak kebon ini. Kesal saya itu ya. Kemudian pencemaran berat air sungai. Nah, ini pencemaran berat tuh ya kita tahulah khususnya industri gitu ya. Di kawasan-kawasan industri sungai itu menjadi sungai pelangi gitu. Kadang-kadang merah, kadang-kadang kuning, kadang-kadang hijau. Dan wilayah-wilayah yang sangat tercemar itu di antaranya adalah si Cisadane, Citarum ee dan Ciliwung. Itu di daerah Jawa bagian barat. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur silakan cek sendiri. Kemudian ketimpangan distribusi air di mana irigasi dan lain-lain itu sebenarnya

17:06 sekarang itu sudah tidak lagi banyak membantu. Sehingga seperti yang dijelaskan tadi di beberapa kawasan itu kering kerontang. Di kawasan yang lain air sebenarnya cukup tapi tidak terdistribusikan dengan baik. Kemudian penggunaan air yang tidak efisien. Nah, ini banyak sekali saya melihat dulu dulu saya pernah ikutan ceramah ee ceramah seorang ustaz yang sebenarnya mah pola pikirnya tuh maju gitu. Nah, di ustaz itu tuh menceritakan tentang krisis air yang akan terjadi di Jawa beberapa tahun ke depan gitu. Dia tuh mengatakan begini begini dan sebagainya. Pas saya keluar dari pengajian itu, itu adik si ustaznya di sana lagi nyemprotin air ke untuk apa kan ada puffing blok gitu. Si pping bloknya itu kan banyak tanah-tanah di situ. Nah,

17:52 dibersihinnya disemprot pakai air ser gitu. Itu kan tidak efisien. Nah, ini banyak di antara kita yang air itu tidak efisien gitu. Mandi seenaknya, cuci mobil habis-habisan air segala rupa menganggap bahwa air itu tidak akan habis gitu. Apalagi kalau misalkan baru bikin pompa bor gitu, air tuh dikeluarin sampai semalaman sampai 2 malam gitu cur ngocor terus. Dan mereka tuh merasa enggak bersalah bahwa ya ada air di dalam mah akan penuh terus dan lain-lain gitu. itu itu masalah jadi inefisiensi terhadap penggunaan air. Kemudian masalah yang berikutnya itu adalah tata kelola dan konflik air. Ya, ini tata kelola ee itu berhubungan dengan Bapak-bapak birokrat, tapi intinya adalah masalahnya di situ. Kemudian yang ke-10 itu adalah

18:38 pertumbuhan penduduk. Nah, di Pulau Jawa itu beban pertumbuhan penduduknya mengerikan. Jadi kalau kita lihat dalam persentase ee air di Pulau Jawa itu 5% dari total air yang ada di Indonesia, tapi digunakan oleh 55% penduduk Indonesia. Nah, gara-gara pertumbuhan penduduk yang signifikan. Nah, jadi itu masalah-masalah yang saya mohon maaf menyebabkan di masa depan kita akan mengalami krisis air. Jadi, bukan hanya masalah Aquanya, tetapi masalah yang jauh lebih besar daripada itu. Makanya ketika ada pejabat daerah kayak Kang Dedi Mulyadi yang mengharamkan jual sawah, harus izin dulu sama saya misal begitu ya, saya akan mendukung itu

19:23 karena memang di masa depan khususnya orang Jawa, Pulau Jawa maksudnya itu mengalami bencana yang akan sangat parah, cukup ekstrem. Lalu tindakan kita bagaimana atuh? ya tindakan kita yang pertama dukung kebijakan-kebijakan pemerintah yang baik untuk ekosistem, yang baik untuk lingkungan. Kalau kebijakan-kebijakan yang buruk ya kita demo habis-habisan gitu ya. Kemudian kita kita juga harus memulai untuk melakukan hal-hal yang baik untuk lingkungan, untuk air secara khusus. Jadi misalnya di rumah kita bikin daerah resapan air, sumur resapan gitu ya. Nah, ini kayak rumah saya ini banyak pohonnya sengaja ya biar untuk siklus air. Dan di rumah saya, rumahnya sebenarnya kecil

20:10 tapi di sini sampai ditanam 8 atau 12 sumur resapan air. Ya, saya harap baraya juga menjadi seperti itu karena kan gampang bikin sumber resapan air itu ya. Nah, kemudian kampanyekan kesadaran kepada orang-orang, kepada masyarakat untuk peduli pada lingkungan, peduli pada air agar kita terhindar dari bencana yang mungkin akan menghajar kita di kemudian hari. Oke, baraya itu saja. Sekali lagi video ini tidak di iklanin sama Aqua terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube