Eps 936 | SEJARAH DAN CIRI DEMAGOG : MAHLUK SERAKAH YANG MUNCUL DI NEGARA DEMOKRASI

guru gembul www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang sistem demokrasi kuno di Yunani, yang disebut Eklesia, dan bagaimana sistem ini justru dapat memunculkan demagog, yaitu pemimpin yang pandai bicara dan menarik simpati rakyat, tetapi sebenarnya jahat. Dijelaskan pula ciri-ciri demagog dan dampak buruknya bagi peradaban.

  • Eklesia, sistem demokrasi kuno Yunani, memiliki potensi memunculkan demagog.
  • Demagog adalah pemimpin yang pandai bicara, menarik simpati, tetapi sebenarnya jahat.
  • Ciri-ciri demagog antara lain pandai membujuk, menjanjikan hal tidak realistis, dan mudah menghasut.
  • Demagog dapat merusak peradaban dengan memicu konflik dan menghancurkan persatuan.

Tato Merah Kratos dan Demokrasi Kuno Yunani

Awalnya, tato merah pada tubuh Kratos di God of War hanya sebagai penegas karakter barbar dan kuat. Namun, tato tersebut mengingatkan pada hukuman bagi anggota dewan di Yunani kuno yang mangkir dari tugas. Anggota dewan yang tidak hadir rapat akan dicambuk atau diseret dengan tali merah oleh pasukan berkuda, meninggalkan bekas merah di tubuh mereka sebagai bentuk penghinaan dan hukuman sosial.

Eklesia: Demokrasi Kuno Yunani

Eklesia adalah mekanisme politik di Yunani kuno di mana warga berkumpul dalam rapat besar untuk memutuskan hal-hal penting terkait bangsa, seperti bencana alam, masalah politik, atau serangan dari bangsa lain. Namun, seperti masyarakat pada umumnya, ada juga orang-orang yang malas atau memiliki kepentingan lain sehingga tidak mau hadir dalam rapat. Ketidakhadiran ini dihukum dengan cambukan tali merah.

Ostrakismos: Pengucilan Pejabat yang Tidak Amanah

Salah satu alasan diadakannya Eklesia adalah untuk melaksanakan Ostrakismos, yaitu pengucilan terhadap pejabat yang tidak benar atau tidak amanah. Hukuman ini dilakukan dengan menulis nama pejabat tersebut pada pecahan tembikar. Jika lebih dari 6.000 orang menulis nama yang sama, pejabat tersebut akan dikucilkan selama 10 tahun. Sistem ini bertujuan untuk mencegah pejabat yang tidak amanah membangun jaringan kejahatan.

Munculnya Demagog dalam Sistem Demokrasi

Meskipun tampak maju, sistem demokrasi kuno ini memiliki masalah karena dapat memunculkan demagog, yaitu orang yang pandai bicara dan menarik simpati rakyat, tetapi sebenarnya jahat. Pejabat yang baik justru bisa dikucilkan karena tidak mau atau tidak bisa memfitnah dan melakukan tindakan jahat, sementara demagog bisa berbohong dan merekayasa publik untuk mendapatkan simpati.

Ciri-Ciri Demagog

Ciri-ciri demagog antara lain: pandai membujuk dan menarik simpati dengan retorika yang baik, menjanjikan sesuatu yang tidak realistis dan berlebihan, serta mudah menghasut, mengeksploitasi, dan menciptakan framing negatif terhadap pihak lain. Demagog seringkali menciptakan framing untuk menjatuhkan lawan politiknya, sehingga opini orang yang sudah terkena frame tidak akan didengar lagi.

Dampak Buruk Demagog bagi Peradaban

Orang-orang Yunani akhirnya menyadari bahwa sistem demokrasi seperti Eklesia dapat merusak karena memunculkan demagog yang dipilih oleh rakyat, sementara pejabat yang jujur justru dikucilkan. Kemunculan demagog memicu perang besar di Yunani antara Sparta dan Athena, menghancurkan persatuan bangsa. Meskipun Yunani sempat bangkit kembali, politiknya tidak bisa bertahan dan akhirnya dijajah oleh Romawi. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati terhadap demagog yang dapat merusak peradaban.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum beraya. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Apakah Baraya pernah bertanya-tanya kenapa karakter Kratos dalam God of War itu itu digambarkan badannya bertato merah seperti pita begitu di sekujur tubuhnya? Ya, sebenarnya itu adalah alasan estetika belaka. sekedar penegas bahwa dia itu adalah karakter yang barbar, yang kuat, yang mengerikan ya hal yang semacam itu. Tetapi jujur saja ketika saya melihat Kratos, saya langsung kepikiran bahwa dia itu sebenarnya adalah anggota dewan, anggota DPR yang 500 tahun sebelum Masehi di Yunani kuno itu sering mangkir dari tugasnya. Kenapa bisa seperti itu? Karena gini, Baraya,

0:46 ini adalah sesuatu yang saya pikir cukup menarik. Jadi sekitar 500 tahun sebelum Masehi eh orang-orang Yunani itu menjalankan demokrasi tidak seperti sekarang, tapi demokrasi klasiklah, sederhana sekali. Tetapi demokrasi. Nah, salah satu wujud dari demokrasinya itu adalah mereka menjalankan yang namanya eklesia. Eklesia Yunani, bukan eklesia teman-teman kita yang Kristen. Tapi eklesia. Apa itu eklesia? eklesia itu adalah sebuah mekanisme politik di mana ketika ada sesuatu yang penting terkait dengan bangsa Yunani, apakah itu bencana alam, apakah itu ee masalah-masalah politik atau serangan dari bangsa lain, maka mereka akan berkumpul dalam rapat besar, rapat akbar kemudian memutuskan tentang

1:34 apa yang harus mereka lakukan setelah mereka bermusyawarah dan mungkin voting. Itulah yang namanya eklesia. Ee lalu apa hubungannya dengan Kratos? Jadi sama seperti bangsa lain di seluruh dunia, mereka itu terdiri dari orang-orang yang baik, orang-orang yang taat, tetapi ada juga orang-orang yang bengal, orang yang nakal dan sebagainya. Nah, dalam rapat akbar itu untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan itu kadang-kadang orang-orang tertentu tidak mau hadir karena malaslah, karena mereka punya kepentingan lainlah, karena mereka berdagang di Agora lah dan sebagainya. Dan sebagai hukuman anggota DPR atau orang yang seharusnya rapat, parlemen-parlemen itu yang tidak mengikuti rapat itu akan dikejar-kejar

2:22 oleh pasukan berkuda Yunani. Dan dari pasukan berkuda itu, pasukan berkudanya itu membawa semacam tambang atau tali yang sudah dicelup warna merah yang kalau ketemu sama orang yang mangkir dari tugas mereka akan dicambuk atau diseret atau dijaring menggunakan tali warna merah itu yang menyebabkan ada bekas merah di tubuhnya yang akan bertahan sampai beberapa minggu berikutnya. Dan itu sebenarnya adalah sebuah penghinaan. Jadi itu sebenarnya adalah sebuah pelecehan. Jadi orang yang ada tanda merahnya di tubuhnya itu sebenarnya adalah orang yang sudah mangkir dari tugasnya. Kemudian orang-orang di sekitarnya harus memberikan hukuman sosial kepadanya,

3:07 ejekan, hujatan, caci maki terhadap orang-orang yang sudah ditandai itu. Begitu. Makanya saya berpikir jangan-jangan Kratos begitu gitu. dia adalah anggota parlemen, anggota DPR yang harusnya rapat tapi malah mangkir ya, datang ke pasar dan lain sebagainya begitu. Nah, apa sebenarnya yang membuat ee orang-orang di Yunani itu harus mengadakan eklesia? Banyak seperti yang tadi saya jelaskan, tetapi satu di antaranya itu adalah ostrakismos atau ostrakisme. Apa itu ostrakismos? Ostrakismos itu adalah pengucilan. Nah, ini penting baraya. Jadi orang-orang Yunani kuno itu ketika mereka menemukan ada pejabat yang tidak benar, ketika mereka menemukan ada wakil rakyat yang tidak becus, ketika

3:54 mereka menemukan ada kelompok orang yang seharusnya menjalankan satu tugas tapi dia tidak melakukannya, maka orang-orang itu harus dihukum dengan hukuman Ostrakismos, yaitu pengucilan selama 10 tahun dengan menulis nama orang yang menjengkelkan itu. pejabat yang menyebalkan itu dalam sebuah tembikar ee pecahan tembikar yang kemudian dikumpulkan. Kalau ada lebih dari 6.000 orang yang menulis dalam tembikar nama orang yang sama, maka orangnya itu akan dikucilkan. Karena orang itu adalah orang yang menjadi pejabat yang menyebalkan, yang ngeselin, yang tidak amanah. Begitu kurang lebihnya. Nah, ini adalah sistem demokrasi ee klasik atau kuno ala

4:41 Yunani. Nah, tetapi praktik atau mekanisme politik seperti ini walaupun nampaknya lebih maju daripada zamannya itu sebenarnya bermasalah. Yang kemudian bahkan orang Yunani sendiri benci dengan gagasan dan mekanisme ini. Kenapa? Karena gagasan ini pada akhirnya akan memunculkan demagog-demagog politik. Apa itu demagog? Jadi, demagog itu adalah orang atau pihak yang pintar ngomong, yang bisa mengumpulkan simpati dari rakyat, tapi sebenarnya dia tuh jahat. Nah, inilah yang akan muncul kalau eklesia itu terus-terusan dijalankan. Jadi begini, Baraya, ee kan eklesia itu anggaplah sebagai praktik

5:26 demokrasi. Nah, orang-orang Yunani kuno pada waktu itu berpikir bahwa kalau ada pejabat yang nyebelin, kalau ada pejabat yang kurang amanah, kalau ada pejabat yang ee sering leha-leha dan sebagainya, maka harus dikucilkan selama 10 tahun agar dia tidak memiliki kesempatan untuk membangun jaringan kejahatan dalam sebuah negara. Begitu kan? Nah, tetapi ketika Ostrakismos ini dijalankan, dikucilkan, mungkin saja yang dikucilkan justru adalah pejabat-pejabat yang baik. Karena apa? Karena pejabat yang baik tidak mau dan tidak bisa memfitnah, tidak berani untuk melakukan tindakan-tindakan keji dan jahat. Kemudian bahwa mereka itu biasanya sesuai dengan peraturan. Sedangkan orang

6:12 jahat itu orang jahat itu bisa berlaku munafik. Orang jahat itu bisa menebar fitnah dan lain sebagainya. Jadi bayangkan kalau ada dua orang politisi yang satu baik, yang satu jahat, maka yang pasti difitnah itu adalah orang yang baik dan dia tidak akan berani membalas karena dia memang orang baik. Di sisi lain, orang yang jahat itu pasti berani untuk berdusta, berbohong, merekayasa publik untuk mendapatkan simpati dari rakyat. Sedangkan orang baik tidak bisa seperti itu. Nah, jadi dalam situasi seperti ini kira-kira kalau ada politisi yang baik dan politisi yang jahat berseteru dan kemudian ee mereka mencoba mencari simpati dari rakyat, siapa kira-kira yang akan dikucilkan?

6:57 Pasti yang baik begitu. Yang jahatnya justru yang akan bertahan di situ. Nah, inilah yang pada akhirnya disebut sebagai demagog. Demagog jahat tapi pandai mencari simpati dari rakyat. Secara garis besar kita bisa menemukan karakteristik atau ciri-ciri dari Benggog sebagai berikut. Yang pertama itu adalah orangnya itu pandai membujuk, pandai kampanye, pandai menarik simpati dari rakyat. Itu yang pertama. Nah, ketika demagog jahat ya, ketika orang jahat itu bisa berbohong untuk mendapatkan simpati dari rakyat, kemudian bisa memanipulasi rakyat, kemudian bisa menciptakan

7:43 fenomena-fenomena sosial yang menguntungkan dirinya, maka orang yang baik tuh tidak bisa melakukan itu karena dia jujur, karena dia terikat pada etika. Nah, sehingga kalau misalkan nanti ada eklesia di mana pejabat itu dibenturkan satu sama lain, maka diduga yang kalah dan dikucilkan itu adalah orang yang baik. Makanya ciri orang yang pertama, ciri demagog yang pertama itu adalah dia pandai untuk merebut simpati dengan kata-kata yang baik, retorika yang baik yang bisa memancing emosi masyarakat. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, orang-orang yang demagog itu seringki menjanjikan sesuatu yang tidak

8:29 realistis, berlebihan, tetapi itu disukai oleh rakyat. Contohnya adalah gini nih. Ini ini politisi yang baik yang bakal terkucilkan. Politisi yang baik. Dia ditempatkan di sebuah negeri yang busuk luar biasa, yang miskin, yang penuh korupsi, yang cacat moral. bangsanya itu jelek banget. Kemudian dia disuruh memimpin. Apa yang dia katakan kepada rakyatnya? Wahai rakyat, negara kita miskin. Karena itu ayo kita bekerja keras habis-habisan. Belajar habis-habisan. Bekerja habis-habisan. Berkreasi, berinovasi habis-habisan. Ketika berhadapan dengan bangsa yang lain, siaplah, relalah menderita. Itu orang

9:15 itu realistis. Dan itu hanya akan diucapkan oleh politisi-politisi yang baik. Dan tentu saja itu tidak disukai. Coba bandingkan dengan demagog. Demagog ketika dia berkampanye di tengah masyarakat yang krisis, yang amoral, yang buruk, maka dia akan ngomong, "Kita semua miskin. Karena itu makanan saya gratiskan, minuman saya gratiskan, pekerjaan saya kasih banyak." Jadi dia kasih janji-janji yang palsu yang dia sendiri tahu bahwa itu tidak akan wujud. Tapi demi agar dirinya dapat suara dan agar dia tidak dikucilkan dalam eklesia, maka dia harus kasih janji-janji betapaapun itu tidak masuk akal. Sekali lagi saya katakan kepada Baraya, kalau ada negara

10:00 yang keos, negara yang hancur, negara yang miskin, maka solusinya adalah pemimpin itu ngajak orang untuk bekerja, berinovasi, dan berdedikasi. Iya kan? Tapi kalau demagog yang datang, maka dia justru akan mengajarkan, mengajak orang untuk menggratiskan ini itu. Kalian harus malas-malasan, kalian harus makan gratis. Biarlah semuanya saya yang menanggung. Padahal dirinya yang mendapatkan kekuasaan penuh. Begitu kan? Nah, sekali lagi saya tanya kepada Baraya. Baraya. Kalau misalkan dalam eklesia, kalau misalkan dalam demokrasi ada dua pemimpin yang seperti itu, orang-orang itu akan memilih yang realistis atau yang berlebihan. Pasti yang menang adalah yang demagog. Begitu

10:46 kan? Nah, itu ciri dari demagog yang kedua. Kemudian ciri dari demagog yang ketiga itu adalah dia mudah menghasut, mengeksploitasi, dan menciptakan framingframing. Jadi terhadap pihak lain tuh dia bikin langsung framing-nya. Wah, kelompok ini mah gini, kelompok itu gini, kelompok ini gitu dan sebagainya. Di satu negara non jauh di sana, ribuan tahun setelah kejadian eklesia di Yunani kuno itu, ada misalkan pejabat yang ngomong bahwa wah ini mah pro khilafah berarti dia jahat. Wah, dia mah proek PKI, keturunan PKI, berarti dia tuh jahat. Wah, dia mah buzer berarti dia tuh jahat gitu. Jadi, dia tuh ciptakan frame dulu kepada orang-orang. Nah, kalau misalkan orang itu sudah kena frame, dia mau ngomong

11:32 apapun udah enggak didengar. Misalkan gini, "Ah, kamu mah buzer." Nah, yang dituding Boozer itu mau ngomongnya kayak gimanapun udah kadung disebut Buzer sama si e demagog ini. Maka ya sudah mau ngomong kayak gimana pun enggak akan dipercaya sama rakyat. Begitu kan. Nah, kemampuan keahlian utama dari demagog itu adalah menciptakan framing-framing yang seperti itu. Ada sebenarnya beberapa ciri dan karakteristik lain dari Demagog. Baraya bisa cek di Google. Tapi sebenarnya intinya adalah bahwa pada saat itulah orang-orang Yunani akhirnya paham bahwa demokrasi itu enggak boleh kita pakai. Eklesia itu enggak boleh kita pakai karena dia merusak. Merusak akhirnya apa? Menciptakan demagog yang akan dipilih oleh rakyat.

12:18 Sedangkan pejabat-pejabat yang jujur justru akan dikucilkan oleh rakyat dengan mekanisme yang seperti itu. Nah, tetapi walaupun orang Yunani pada akhirnya paham bahwa eklesia itu buruk dan itu merusak, tetapi sudah tanggung karena pada akhirnya demagog-demagog yang mereka khawatirkan itu akhirnya memang benar-benar muncul. Dan demaguk-demaguk itulah yang akhirnya memicu perang besar di Yunani antara Sparta dengan Athena. Prajuritnya saling bantai, saling bunuh. Mereka satu keturunan, keturunan Helas, keturunan Helen. Mereka satu bangsa yang namanya Yunani atau Greko atau ya Helas. Tapi

13:03 mereka baku hantam. Karena apa? Karena mereka akhirnya dipimpin oleh demagog-demagog itu. Ya, mereka bisa bangkit lagi di tahun 300-an sebelum Masehi, tahun 200-an sebelum Masehi. Mereka bangkit lagi di era Aristoteles dan lain sebagainya. Tapi kebangkitan itu hanya kebangkitan akademik, kebangkitan nalar. Sedangkan politiknya Yunani sudah tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dihancurkan sama orang Romawi, dijajah. Dan ya kita lihat sekarang kondisi situasi Yunani sekarang seperti apa gitu. Karena apa? Karena kerusakan yang disebabkan oleh demagog-demagog itu. Jadi apakah Baraya bisa ngambil pelajaran bahwa demokrasi itu bisa saja menghasilkan demagog yang akan merusak

13:50 peradaban? Ya, makanya berhati-hatilah terhadap orang demagog-demagog itu. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube