#Eps4 | Belajar Al Quran itu Mudah

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kemudahan Al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, menekankan bahwa Al-Quran diturunkan dengan ilmu Allah agar mudah dipahami dan dipelajari. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Al-Quran diturunkan untuk memudahkan, bukan menyusahkan manusia.
  • Konsep "peringatan" dalam Al-Quran lebih sebagai "reminding" atau pengingat akan kebenaran yang sudah ada dalam diri.
  • Setiap individu memiliki "kitab" di dalam dirinya, dan Al-Quran berfungsi mengkonfirmasi kitab yang ada di dalam diri tersebut.
  • Bahasa Arab dalam Al-Quran bukan hanya sekadar bahasa, tetapi juga mengandung makna "irab" atau penguraian agar dapat dipahami dengan lebih baik.

Pembukaan: Al-Quran untuk Semua

Sesi Ngaji bareng ini membahas tentang Al-Quran yang seharusnya mudah diakses dan dipahami oleh semua orang. Paradigma bahwa Al-Quran itu sulit dan memerlukan pembelajaran mendalam dari A sampai Z perlu diubah. Al-Quran sendiri menyatakan bahwa ia diturunkan dengan mudah, dan kemudahan ini akan dibahas lebih lanjut.

Kemudahan Al-Quran dan Peran Oknum

Al-Quran diturunkan dengan ilmu Allah dan dibantu oleh Allah agar mudah dipahami. Namun, ada oknum yang mempersulit pemahaman Al-Quran dengan berbagai persyaratan seperti harus pesantren, paham balago, bahasa Arab, dan sebagainya. Penting untuk berhati-hati terhadap oknum yang membuat Al-Quran terkesan sulit, karena hal ini menghalangi orang dari cahaya Allah. Allah hendak menyempurnakan cahaya kesadaran melalui Al-Quran yang mudah dipahami.

Al-Quran sebagai Pengingat

Surat Thaha ayat 2 menegaskan bahwa Al-Quran tidak diturunkan agar manusia menjadi susah. Al-Quran seharusnya mudah diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang atau pengetahuan mereka. Surat Al-Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40 berulang kali menyatakan bahwa Al-Quran dimudahkan untuk peringatan (reminding), bukan sekadar warning yang menakut-nakuti. Reminding adalah mengingatkan kembali apa yang sudah ada di dalam kesadaran kita yang paling tinggi.

Ahli Kitab dan Kitab di Dalam Diri

Ahli kitab bukanlah sekadar orang beragama lain, tetapi pemilik kitab yang ada di dalam diri mereka. Al-Quran berfungsi mengkonfirmasi kitab yang sudah ada di dalam diri kita. Surat Al-Qalam ayat 36-37 menyindir orang-orang yang seolah-olah memiliki kitab yang diturunkan, padahal kitab tersebut ada di dalam diri mereka sendiri. Al-Quran adalah pedoman bagi manusia yang memperhatikan (basoir), bukan hanya sekadar melihat (watching).

Segitiga Pemahaman Al-Quran

Ada tiga kitab yang perlu dipahami: kitab di hati (ayat bayyinah), kitab di buku (Al-Quran), dan kitab di semesta (kejadian alam). Ketiganya harus dibaca secara bersamaan agar terjadi segitiga pemahaman yang utuh. Surat Fussilat ayat 53 menyatakan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda-Nya di segenap penjuru dan pada diri manusia sendiri, sehingga jelaslah bahwa Al-Quran itu benar. Pemahaman Al-Quran harus melibatkan hati dan tindakan nyata.

Bahasa sebagai Jembatan Pemahaman

Salah satu hal yang membuat Al-Quran terkesan sulit adalah bahasa. Namun, Surat Az-Zukhruf ayat 58 menyatakan bahwa Al-Quran dimudahkan dengan bahasa kita masing-masing. Ini berarti setiap bahasa dapat menjadi jembatan untuk memahami Al-Quran. Tajwid yang benar tidak menjadi syarat mutlak, karena Allah menciptakan manusia dengan berbagai macam bahasa dan dialek. Surat Ad-Dukhan ayat 58 dan Maryam ayat 97 juga menegaskan bahwa Al-Quran dimudahkan dengan bahasa masing-masing.

Makna "Arab" dalam Al-Quran

Surat Yusuf ayat 2 dan Az-Zukhruf ayat 3 menyatakan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab agar manusia mengerti. Namun, "Arab" di sini bukan hanya sekadar bahasa Arab sebagai bahasa kaum Arab, tetapi juga mengandung makna "irab" atau penguraian. Al-Quran perlu diurai agar dapat dipahami dengan baik. Penguraian ini dilakukan oleh kecerdasan yang disebut Jibril, yang ada di dalam diri kita. Jibril adalah kecerdasan yang menjabarkan petunjuk-petunjuk Tuhan yang tadinya tidak kita ketahui.

Kesimpulan

Al-Quran dimudahkan bagi manusia, dan pemahaman yang benar dapat diperoleh melalui penguraian (irab) yang dilakukan oleh kecerdasan Jibril di dalam diri kita. Terminologi "arabian" bukan hanya tentang bahasa, tetapi juga tentang proses penguraian yang mendalam.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Manusia itu diciptakan Tuhan dengan berbagai macam bahasa. Yes, pasti. Surah 30 ayat 22 ya kan? Dan bahasa kita tuh berbeda-beda. Sementara Quran ini petunjuk untuk semua manusia. Hm. Dengan bahasa yang berbeda-beda gitu. Sehingga satu cara Tuhan memudahkan kita untuk mempelajari Quran ini adalah dengan bahasa kita masing-masing gitu. Jadi kalau ada Tuhan mempermudah mengapa kita mempersulit gitu. Betul. [Musik] Asalamualaikum. Selamat di Ngaji bareng dari lisan menuju kesadaran. kita menyelami lagi Quran, kita mendalami lagi dan kita terus-menerus mau belajar untuk bertumbuh dan selalu mendislaimer

0:46 kita murid yang lagi sama-sama belajar dan kita bukan mau meyakinkan sesuatu tetapi semoga apapun yang kita diskusikan menjadi footnote catatan kecil untuk menambah wawasan dan menambah kesadaran. Kita sudah bahas panjang lebar di awal-awal tentang Quran, umi dan kalaupun Quran untuk semua manusia ya harusnya mudah dan dapat diakses oleh siapapun. Nah, selama ini mungkin ada paradigma bahwa Quran itu susah, harus mengalami pembelajaran A sampai Z dulu. Mungkin itu secara mainstream. Tetapi Quran sendiri mengatakan nanti kita akan bahas lebih dalam tentang kemudahan-kemudahan itu. Seperti apa sih mudahnya, Mas Andi? Iya, Kang Abu. Eh, jadi Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah. Yes. Diturunkan dengan ilmu Allah dan dibantu oleh Allah

1:33 untuk ditunjuki dan sebagainya. Diturunkan itu artinya diturunkan kan kita sudah bahas sampai benar-benar mudah gitu. Jadi Quran itu yang yang kalau menurut Allah tuh mudah gitu, tapi menurut oknum enggak tahu siapa nih. Susah susah enggak boleh baca Quran begini, enggak boleh gini. Kalau enggak tahu ilmunya, wah bikin prosedurnya harus pesantren lah, harus pada pahal balago lah, bahasa Arab dan sebagainya gitu. Yang bikin susah kan bukan Tuhan. Hmm. Tapi oknum. Jadi hati-hatilah sama oknum yang bikin yang mengatakan bahwa Quran enggak boleh semudah ini. Benar. Quran harus dibikin susah supaya lewat orang-orang ini di kita belajar enggak bisa langsung gitu. Benar. Benar. Ya kan? Ini kan enggak enak ngomonginnya. Ini kan menghalangi orang dari cahaya.

2:20 Allah. Betul. Benar. Iya. Memadamkan cahaya Allah. Kita bahas buka yuk. Ayat. Iya. Langsung ke situ nih kita nih. Entar entar ya. Iya kan? Padahal Allah hendak menyempurnakan cahaya. Cahaya itu orang kesadaran. Jadi kita harus membuat Quran ini turun sesuai ilmu Allah yaitu mudah gitu memang benar-benar mudah. N coba buka ya ayatnya 20 ayat 2 tuh. Oke. Surat 20 Thaha ayat 2. He. Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu agar engkau menjadi susah. Nah, jadi tidak menurunkan Quran. Jadi gini loh, itu diturunkan itu kan artinya dibikin sampai paling gampang dong. He. Kalau saya punya anak umur ee 1 tahun, 5 tahun ee 10 tahun sama 15 tahun. Hm.

3:08 Saya taruh ee sikat gigi di WC, saya enggak mungkin taruh di tempat yang tinggi, Kang. Benar, benar. Saya harus taruh di tempat paling rendah sehingga anak saya yang umur setahun, 3 tahun, 5 tahun, 15 tahun tuh bisa ngambil semua gitu. Benar. Jadi Quran itu sama Tuhan kan buat semua, bukan cuman buat nabi aja gitu. Jadi dan orang-orang yang bergelar, berpengetahuan itu kan, tapi buat semuanya. Sehingga ilmu Tuhan itu akan membuat Quran itu bisa diturunkan. Hm. Sampai orang yang paling enggak enggak punya background apa-apa tuh ngerti gitu. Yes. Paham gitu untuk bisa melakukan ini gitu. He ya. Dan itu sama

3:53 Tuhan sama Allah ee yang kita sebut sering sebut aku satu itu. Itu diulang ulang ulang ulang di satu ayat di satu surat surat 54. Iya benar Mas. Nah, coba kita buka tuh di 54 ayat 17. Ini menarik benar nih. Ini ini juga salah satu main blowing waktu Kang ipai awal dulu. Coba buka buka. Wah, itu tuh banyak orang yang enggak tahu dan termasuk aku waktu itu juga main blowing gitu. Dan sungguh sungguh sungguh nih ya walaqad sungguh gitu. Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan. He. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Nah, peringatan kan. Hm. Jadi Quran itu dimudahkan untuk peringatan. peringatan di situ, Kang Abu, bahasa Arabnya eh bahasa Inggrisnya bukan warning, tapi reminding. Reminding. Iya.

4:40 Oke. Reminding itu beda sama warning. Warning itu nakut-nakutin gitu. Oke. Kalau kita lihat ini peringatan gitu kan, itu nak-nakutin bukan. Itu reminding. Reminding itu artinya segala sesuatu yang sebenarnya kamu sudah tahu. Hm. Kamu cuma diingetin lagi gitu loh ya. Tahunya tuh di mana? di kesadaranmu yang paling tinggi. He. Jadi kalau saya ajak Kang Abu keadaran Kang Abu yang paling lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi dan paling tinggi yang disebut sidratul Muntaha itu kesadaran tertinggi. Maka Kang Abu apa-apa yang disampaiin ini Kang Abu cuman gini doang. Oh iya, oh iya ini benar nih. Ini benar nih. Ini benar karena sudah ada di dalam dirinya gitu. Benar. Benar. Asal apa? Asal caranya mudah berarti. Yang kedua mau belajar

5:27 mengambil pelajaran. Benar. Benar. Kita tuh selama ini baca Quran mau dijadiin sarana ladang amal. Maksudnya satu huruf satu pahala gitu. Betul, betul, betul, betul. Bukan mau belajar gitu. Berapa banyak sih orang buka Quran mau belajar? Betul. Benar, Mas. Dan berapa banyak orang buka Quran maunya khatam, hafal sama pahala gitu? Pahala. Pahala. Mantra. Satu lagi. Mantra. Ya, kalau mau anaknya ganteng baca surat Yusuf. Kalau mau rezeki baca surat WQIAh. Padahal judul kiamat. Nah, itu benar. Nah, kan ya. Jadi, jadi asal mau ngambil pelajaran maka Quran tuh dimudahkan untuk mengingatkan kita kembali apa-apa yang sebenarnya di kesadaran kita yang lebih tinggi daripada otak itu udah ngerti gitu, udah

6:16 udah tahu gitu. Nah, ini diulangin empat kali di satu ayat. Coba buka lagi 54 ayat 22. E jadi 54 17 22 32 40 itu menarik nih. 17 22 sama nih ya. Tuh lihat sama tuh plek enggak ada beda-bedanya sama. Walaqat yasaral quran. Iya kan? Walaqat yasar qurana lizikri faham mimudakir. Sama tuh 32 juga nih. 32 sama juga enggak ada yang ini satu lagi 40 ya. 40 sama. Ini kan sama kalau kalau diulang kan berarti serius banget mah. Iya. Bukannya Tuhan lupa kan? I kan bukan lupa bukan lupa dong. Iya. Dihulang berarti serius

7:02 atau ah goblok banget sih lu enggak ngerti-ngerti gitu loh. Kenapa sih kamu pakai ngambil cara yang sulit gitu? Oke. Oke. Kenapa sih kamu ngambil cara yang sulit? Kenapa sih kamu ngambil cara yang sulit? Sehingga kamu enggak paham-paham ini. Hm. Sampai gemes gitu. Empat kali diulang. Tapi yang menarik tuh peringatan tadi sih, Mas. reminding itu kan bukan menakuti tetapi mengingat yang sudah ada ya. Betul. Cuma mengingatkan yang sudah ada. Oke. Jadi sebenarnya Abu kitab itu sudah ada di dalam diri kita. Hm. Gitu. Jadi maka disebutnya ahli kitab itu ahli ahli kitab itu disering disebut sebagai orang beragama lain bukan. Ahli itu artinya pemilik. Hm. Kayak ahli waris. He. Ahlul bait. Pemilik gitu. Kamu tuh sudah punya

7:47 kitab. Ahli kitab tuh artinya memiliki kitab. H. Jadi ee di dalam diri kita tuh ada kitab. He. Kalau kita ini produk Tuhan, maka kitabnya tuh di dalam bukan di luar. Iya. Iya. Gitu. Kitab di luarnya mengkonfirmasi kitab yang sudah ada di dalam, gitu. Oke. Nah, makanya ee ee kitab kita tuh adanya di dalam diri kita sendiri. Nah, coba kita buka tuh surah 68. Hm. ayat 36 ya sampai dari 36 aja ya. Iya boleh. Oke. 68 Alqalam ayat 36. Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimana kamu mengambil keputusan? Iya. Atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan

8:33 Allah yang kamu pelajari? Nah, itu. Iya. Iya. Nah, nih ini kan kayak sindiran kan. Kamu tuh punya kitab loh sebenarnya. Kayak punya aja sih. Oh, iya. Betul enggak sih? Loh, iya iya. Iya. kitabnya di di mana? Di Gramedia atau di toko buku gitu? Benar sih, Mas. Kan waktu ayat ini turun bukunya. Belum ada bukunya. Benar. Jadi kitab tuh ada di mana? Makanya oke bolak-balik Nabi Muhammad bilang ini adalah petunjuk. Coba kita buka 45 ayat 20. Iya. I tapi yang ke ke-1714 juga menarik sih, Mas. Iqra kita baka. Ik bakar. Benar enggak ke dalam gitu? Oke. 45 20 45nya 20 tuh. Iya. Iya. Benarbenar. Wah, ini tuh ya. Ini tuh padahal bahasan belasan tahun yang lalu, tapi always

9:19 fresh masnya. Iya, selalu ada. Iya. Kangen gitu ya. He kangen dan terus pemahaman-pemahaman itu jadi lebih mengkerucut mendalam lebih ya gitulah lebih karena ini kitab energi kamu. Kitab energi sih. Always fresh. Benar. Kalau energi kita di sini, pemahaman kita di sini. Kalau energi kita naik, pemahaman naik. Iya. Ya, ayatnya mah kan ada di sini terus nih ya, si nomornya nih. Tapi begitu tadi Mas Soni bilang sesuatu ya, wah gitu tuh Mas. Nah, gitulah ada sesuatu yang jadi apabila energi kita nanti naik naik itu akan naik terus dan energi yang tertinggi itu kasih sayang. Oke. Yes. Yes. Jadi kalau mau paham ini kita harus berkasih sayang baru kita dapat hakikat yang energi paling tinggi. Makanya kenapa hikmah diberikan kepada orang-orang yang berbuat baik ya, bukan yang rajin baca buku gitu. Bukan. Bukan.

10:08 Oke. Nah, dalam kurung nih ya Al-Qur'an dalam kurung nih. Ini adalah pedoman kata-ak ada kan di situ ya. Had basoir gitu. Ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. Iya. Ini adalah sebenarnya basoir itu artinya kan penglihatan. Hm. H. Memperhatikan. Hm. H. Ini adalah ee petunjuk kalau kamu memperhatikan gitu. kamu pakai basoro. Bas basir itu artinya melihat gitu. Melihat dia bukan bukan kalau bahasa Indonesia ada watching, ada seeing, bukan observing gitu. Oke. You have to observe. Kal kita harus memperhatikan dengan seluruh hati, pikiran seluruhnya itu setiap ayat yang kita baca dan membiarkan kasih sayang Tuhan menggunakan semua instrumen itu,

10:56 akal itu untuk bisa Tuhan alirkan kesadaran gitu. Hm. Jadi ketika menyebutnya ini, ini kan waktu itu belum ada bukunya ini. Betul. Ini belum ada nih. Betul. Jadi ini yang mana? Ini yang di sini gitu loh. Yes. Yang di dalam gitu loh. Betul. Jadi jadi kitab itu udah kita miliki. Kita tuh ahli kitab. Kitab yang ada di dalam. Cuman kitab ini ketutup. Hm. Jadi mau baca kitab ini harus pakai kitab yang ini dong. Betul. Dan tiga sebenarnya kitab tuh. Jadi ada kitab di hati yang disebut ayat bayyinah tuh ada tiga ayat-ayat yang menjelaskan tanda-tanda yang tu ada tiga. Ada yang di hati, ada yang di buku, ada yang di semesta. Lewat kejadian, lewat apa. Ini segitiga, Kak Bu. Betul. Betul. Jadi kalau cuman baca

11:43 baca ininya doang enggak pakai ini, enggak nyambung. Betul. Baca ini pakai ini enggak lihat sekitar alam lah. Sekitar alam untuk membuktikan ini enggak nyambung. He. He. Jadi ini harus dibaca pakai hati dan pakai action gitu. Heeh. Heeh. Baru terjadi segitiga itu baru baru kita paham gitu. 4153 dulu, Mas. Nah, situ dulu, Mas. Ini nih menarik nih. Aku jadi ingat ini nih. Iya. Oke. Oh, si segitiga itu ada di mana-mana ya memang. Yes. Di 4153 tuh ada gini. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri. Heeh. Jadi di penjuru pada diri afak dan anfus gitu ya. Di dalam konteks di mana di luar ada. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Betul. Tidak cukupkah bagi kamu

12:28 bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Oke. Betul. Jadi apa namanya ee surat Ali yang surah 3 190 191 kan? Iya iya iya iya iya. Apa coba kita buka Bu? Iya iya sor maaf ya. Dalam penciptaan langit dan bumi itu kan innaq infi. Sor maaf innafi saya itu bukan orang ini sih bahasa Arab maaf ya. subhanakaabanar. Jadi memperhatikan segala yang ada di langit dan bumi gitu.

13:14 Langit penciptaan langit dan bumi itu artinya juga bumi artinya badan fisik. langit yang nonisik gitu kan gitu. Jadi, jadi itu segitiga ayat itu harus selalu kita pakai kalau baca Quran. Betul. Betul. Harus connect gitu. Oke. Oke, Mas menarik nih. Jadi, jadi Al-Qur'an mudah ya. Mudah gitu. Nah, mungkin kan untuk mudah ini let's say kita akan apa sih yang bikin Quran susah? Pengawu atau baca Quran? Apa yang bikin susah? Menurut aku ya di awal-awal ya bahasa sih. Iya itu dia. Heeh. Jadi ngelihatnya aja udah harus mikir. Dan dari dulu kan bahwa ya sor ya Mas ya ini dapat pemahaman dari kecil bahwa bahasa di alam kubur itu bahasa Arab. Heeh. Gitu. Oh bukan bahasa Padang ya di Padang Mahsyar. Oh ada padangnya. Jadi

14:01 waktu itu udah terinstal Z. Oh iya ya. Berarti harus bisa bahasa Arab. Dan begitu enggak bisa bahasa Arab ke sini juga enggak. Ya udah yang tadi Mas bilang dimaindsetin harus inilah itulah. Eh belakangan ngerti memang kayaknya harus lewat orang ini dulu gitu ya supaya jadi ngerti misalkan gitu ya. Nah akhirnya ya itu tadi ketika 4458 deh misalnya n kita mungkin lebih lebih dalamin ya. Tapi aku jadi ingat ayat ini sih Mas si 4458 ini yang benar-benar ee memberikan hope lah buat saya gitu bahwa fainama yasaru bilisanika. Jadi sungguh kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu. Betul. Agar mereka mendapat pelajaran. Iya. Ya, kalau Quran pedoman bagi manusia, berarti setiap bahasa pun bisa menjadi sebuah jembatan untuk mengerti ini, gitu, Mas. Gitu. Iya. Nah,

14:47 jadi betul kalau tadi Mas Soni pertanyaannya paling susah menurut aku waktu itu bahasa dan dimudahkan pakai bahasa kita. Nah, aku semangat, Mas. Itu bukan cuman bahasa toh, bilisan tuh dengan dialek. Jadi gini loh, kan banyak orang bilang baca Quran tajwidnya mesti benar. Tajwid. Yes. Kalau tajwid kita enggak benar karena dialek kita salah, gimana? Sebagai contoh kayak orang Jepang misalnya bisa ngomong huruf L. Heeh. Kan tajutnya berantakan. Masa satu Jepang masuk neraka. Iya. Iya. Orang Cina enggak bisa ngomong huruf R gitu. Bismillahirrahmanirrahim. Dulu orang Jawa alhamdulillahiabbil ngalamin. Ngalamin. Benar. Enggak bisa. Ah enggak bisa ngalamin itu. Iya iya iya iya iya. Jadi masa orang Jawa dulu masuk

15:33 Iya gara-gara itu gitu ya. Kan ini kata-katanya kan bilisan nikah. Bilisan nikah tuh dengan bahasa, dengan lisanmu, dengan dialekmu masing-masing gitu. Jadi saya juga kadang-kadang kayak misalnya ada orang udah berumur gitu ya pengin paham tentang hidup, petunjuk lalu diajarin Quran pertama kali diajarin tajwid dulu gitu. Betul. Itu udah umur 60 70 misalnya aja terus enggak pernah masuk ke jadi di kulit-kulitnya aja gitu. Padahal boleh bisnis lisan nikah gitu. Iya. Iya. Iya. Benar. dengan lisanmu masing-masing. Dan bahasa itu gini, Kang Abu. Ee manusia itu di disuruh di diciptakan Tuhan dengan berbagai macam bahasa. Yes, pasti. Surah 30 ayat 22 ya kan? Dan bahasa kita tuh berbeda-beda. Sementara

16:19 Quran ini petunjuk untuk semua manusia. Hm. Dengan bahasa yang berbeda-beda gitu. Sehingga satu cara Tuhan memudahkan kita untuk mempelajari Quran ini adalah dengan bahasa kita masing-masing gitu. He. He 44 ayat 58 dan satu lagi 19 ayat 97. Iya. Benar. Diulang lagi. Heeh. Maka sungguh telah kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu. Heeh. Agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang. Iya. Lisan nikah. Jadi dengan bahasa, dengan lisan masing-masing gitu. Nah, supaya Quran itu mudah. Jadi kita baca Quran selama ini pakai bahasa Indonesia itu salah apa benar tuh? Ya. I kan udah ada ininya

17:04 juga ayatnya kata-kata begitu. Iya. Jadi, jadi kalau ada Tuhan mempermudah mengapa kita mempersulit gitu. Betul. Betul. Tapi nanti keluar kata kunyitnya tuh afdol, Mas. Karena ada pertanyaan kalau baca ini tuh enggak afdol gitu, Mas. Itu kan udah jadi ya itu tadi ketika trademark Quran itu pahala, trad Quran itu adalah khatamnya, trad Quran itu adalah bahasa Arabnya. lupa bahwa ini Quran ini adalah petunjuk gituah. Itu sih iya buat orang yang paham dia ee apa namanya ee ee bahasa boleh bahasa Arab. Tapi kalau ee sebenarnya gini sih, bahasa Arab tuh bahasa apa sih? Hm. Gitu kan? H bahasa Arab itu coba kita buka deh. Kita harus memahami dulu Arab

17:51 itu apa gitu ya. Bukan bangsa Arab gitu ya. Benar. Bu. Benar. Coba kita buka ya. Surat 12 dua dari dua. Dua ya. Oke. Wah, ini menarik sih dan informasi ini banyak tidak tersebar sih. Sesungguhnya kami menurunkannya sebagai Al-Qur'an berbahasa Arab agar kamu mengerti. Nah, bahasa Arab agar kamu mengerti. Dulu waktu saya baca ini, Kang Abu ini kayaknya ayat ini salah nih. E karena Arab ini gitu ya. Supaya dalam bahasa Arab supaya kamu ngerti. Saya kan bukan orang Arab ya. Hm. Kalau yang dibaca sama orang di Arab, benar nih. Oke. Dalam bahasa Arab supaya kamu ngerti. Kalau saya kenapa enggak bahasa Indonesia supaya kamu ngerti? Betul. Ada sesuatu yang aneh nih di sini. Eh, makanya di situ saya enggak

18:37 mau langsung terima kan. Iya. Katanya tadi dimudahkan. Iya. Tapi bahasa Arab. Bahasanya Arab. Saya enggak bukan orang Arab gitu kan. Nah, ini ada lagi nih. Misalnya di surat tadi ya 40 ee berapa namanya? ee 43 ayat 43 1 sampai 3. Ah 1 sampai 3 misalnya kan sama tuh ya. Iya sama persis. He 3 sampai 3 kan demi kitab Al-Qur'an yang jelas kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti. Nah ternyata setelah saya renungkan gitu Kang Abu lewat ya lewat memasrahkan kemudian nanya ke Tuhan dialirkan gitu ya. H Arab di situ bukan Arab Arab di Arab yang ahli bata begitu bukan. He. He. Arab itu artinya bahasa yang harus diurai gitu. Betul. Dirab. Jadi, Arab di

19:25 situ arabian itu artinya rab. Kata dasarnya irab. Irab itu urai. Betul. Yes. Bukan bukan kaum Arab gitu. He he. He. Artinya dirab itu harus diuraikan. Kalau enggak diuraikan, kamu enggak bakal ngerti, gitu loh. Makanya di sini Quran itu diturunkan dalam bahasa yang harus dirab, diurai arabian supaya kamu ngerti. He. Jadi harus diurai dulu supaya ngerti. Jadi enggak ada hubungan sama harus paham bahasa Arab gitu loh. Betul. Betul. Penguraiannya yang penting. Penguraian yang penting. Irab. H. Nah, dirabnya kalau kalau kita mau benar-benar paham Quran begini berarti harus diaku dua gitu. Hm. Karena yang mengurai bukan bikon otak, bukan kita,

20:10 bukan konsep, bukan kata orang gitu. Tapi ada kecerdasan yang namanya Jibril gitu. Oke. Jibril itu bukan sosok gitu dan bukan sosok yang malaikat yang sudah pensiun waktu Nabi Muhammad selesai gitu. Enggak gitu. Sekarang enggak ada kerjaan. Ada kerjaan bukan. Jibril itu adalah kecerdasan. Makanya yang disebutnya bangsa malaikat tuh jin kan. Jin itu genius gitu dari kecerdasan. Jadi kecerdasan yang ada di aku dua untuk menjabarkan atau menjibrilkan, menguraikan petunjuk-petunjuk Tuhan yang tadinya tuh enggak kita ketahui gitu. Oke. Oke. Nah, jadi dalam bahasa yang perlu diurai tapi yang mengurai bukan kita h tapi Tuhan lewat kecerdasan

20:55 namanya Jibril gitu. Oke, begitu kita bisa mengaktifkan fasilitas kecerdasan Jibril di aku 2, maka Quran ini diurai gitu. Yes. Supaya jadi jelas gitu. Oke. Jadi enggak ada hubungannya bahasa gitu bahasa secara language Arab-Arab alif batasa ini gitu ya. Karena nanti kalau kita sadar bahwa Quran yang ada di semesta itu untuk seluruh makhluk. Hm. Rahmatan maksudnya zikrul lil alamin. Zikrulil alamin. Surat 8 81 ayat 27. 27 ya kan? Iya. Quran itu kelul alamin. Alam itu dimensinya banyak Kang Bu. Iya. Masa huruf ya? Masa bahasa Arab. Iya iya. I nanti ada planet mana ada makhluk harus belajar bahasa Arab. Enggak. Itu ini buat semua ini. Oke. Oke. Wah

21:44 penguraian ini nanti kita uraikan lagi Mas. Ini menarik banget Mas ya. Jadi kita dapat pelajaran ya mudah sampai di surat 54 17 22 32 40 walaqod yasaral quranaikri fahal mimudakir dimudahk dimudahkan dan semoga ini juga menambah semangat buat kita untuk memperdalam karena ternyata mudah dan ternyata ada satu terminologi arabian yang bukan hanya bahasa tetapi rab itu diurai nah kita akan mengurai lebih dalam lagi di episode yang akan datang terima kasih. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube