0:00 Assalamualaikum beraya ini guru gembul teruntuk untuk Ibu Puan Maharani secara spesial beserta jajaran teman-teman di DPR dan teman-teman di pemerintahan teman-teman para penegak hukum. Kita sekarang melihat dan mengetahui dengan jelas dan pasti bahwa rakyat bisa beringas, rakyat bisa frontal dan bisa sangat keras. Kita melihat bahwa mereka sudah melakukan tindakan-tindakan yang cukup mengintimidasi pejabat-pejabat publik. Iya. Kita mengetahui bahwa sesuatu yang ilegal tetaplah ilegal dan tidak bisa dibenarkan. Kriminalitas tetap kriminalitas tidak bisa dibenarkan. Tapi ada satu hal yang tegas dan pasti di sini adalah bahwa sasaran kemarahan rakyat sekarang bukan lagi pada pihak-pihak lain, tetapi pada pejabat-pejabat publik. Dulu Indonesia mengalami keos semacam ini, kekerasan
0:46 semacam ini. Siapa yang diserang? Siapa yang dikambing hitamkan? Cina yang katanya antek-antk kapitalis, orang-orang yang katanya antek-antk asing, kemudian kelompok dari suku-suku tertentu, kelompok dari agama-agama tertentu itu yang diserang yang menyebabkan masyarakat Indonesia berperang satu sama lain, mempertahankan dirinya masing-masing. Tetapi sekarang tidak, fenomenanya terbalik. Jadi ketika ada kerusuhan, ketika ada kebingungan, ketika ada keos, yang diserang itu adalah pejabat-pejabat publik, baik itu di DPR maupun di pemerintahan. dan tentu saja para penegak hukum. Nah, kenapa bisa seperti itu? Karena sekarang rakyat sudah sadar, sudah paham. Kita memahami kalkulasinya bahwa sekarang
1:32 rumusannya adalah Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya, sangat makmur, sumber dayanya melimpah, wilayahnya luas sekali dan tenaga kerja yang itu sangat banyak. Tapi walaupun sangat banyak rakyatnya hidup dalam kemiskinan, penderitaan, ketidakpastian, keputusasaan, rasa frustasi yang besar. Nah, kalau misalkan terjadi ironi dan anomali seperti ini, apa yang jadi masalahnya? Di satu sisi kita kaya raya tetapi rakyatnya miskin, satu-satunya penjelasan adalah karena tata kelola negara diserahkan kepada orang-orang yang tidak becus. Siapa? pejabat-pejabat itu. Jadi bisa dibilang kalau Indonesia kaya tapi rakyatnya miskin, maka yang paling layak untuk dipersalahkan dan
2:17 paling layak untuk bertanggung jawab itu adalah pejabat. Karena mereka yang mengelola kekayaan Indonesia, mereka yang mengelola administrasi Indonesia, karena mereka yang bertanggung jawab. Dan sekarang rakyat sudah tahu setiap ada keos, setiap ada kekerasan, setiap ada kekacauan, maka hati-hati ibu-ibu pejabat, Bapak-bapak pejabat, rumah-rumah Bapak pejabat akan ditandai. Mobil-mobil, perusahaan-perusahaan, aset-aset itu akan ditandai oleh rakyat. Dan bisa saja rakyat akan melampiaskan kekerasan, kekesalan mereka kepada aset-aset itu. Ini bukan ancaman. Ini fakta yang sudah terjadi dan sedang terjadi. Ini adalah sebuah peringatan kuat bahwa di masa depan kalau ada pejabat yang tidak amanah, kalau ada pejabat yang menyengsarakan rakyat, kalau ada pejabat yang memanipulasi
3:03 keuangan negara, maka itu bisa saja menjadi sasaran dari rakyat. Sekarang rakyat sudah melek. Mereka sekarang punya media sosial. Mereka sekarang dikasih tahu sama influencer. Mereka sekarang bisa mencari data sendiri di tengah arus informasi yang begitu banyaknya. Maka hati-hatilah Bapak, Ibu pejabat semuanya sekarang enggak usah flexing-flexingan, enggak usah drama-dramaan, enggak usah arogan pakai patwal di sepanjang jalan, enggak usah bikin sesuatu yang kontroversial, enggak usah. Karena sekarang rakyat tahu kalau negara ini kaya tetapi rakyatnya miskin, satu-satunya yang bisa mempertanggungjawabkan itu adalah para pejabat publik, Bapak, Ibu semua. Dan jangan enggan untuk bertanggung
3:48 jawab. Karena begini, Teman-teman, kawan-kawan pejabat. Ketika Indonesia kaya raya, kemudian rakyatnya miskin dan itu disebabkan oleh tata kelola yang buruk dari para pejabat, pejabatnya kaya raya. Iya kan? Itu yang jadi masalah. Pejabatnya bisa flexing, pejabatnya dikawal ke mana-mana pakai mobil yang operasionalnya menggunakan pajak rakyat. Begitu kan? Jadi ini benar-benar ironi. Coba bayangkan barak ya jangan lepas tanggung jawab. Perhatian penting ya. Kan negara Indonesia kaya raya tetapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Penyebabnya adalah tata kelola negara yang buruk yang dilakukan oleh para pejabat. Tapi di Indonesia pejabat-pejabat itulah yang gajinya paling gede,
4:34 tunjangannya paling gede, fasilitasnya paling gede sampai mereka bisa foya-foya di tengah jalan ngelaksonin orang-orang seenaknya. karena ada orang yang mengawalnya begitu kan. Nah, kalau misalkan rakyat pada akhirnya marah ya jangan komplain. Memang realitasnya seperti ini kan. Dan coba di Indonesia itu kan kejadiannya selalu sama. Anomali itu selalu terjadi di mana-mana. Ada BUMN rugi puluhan triliun menyengsarakan rakyat, menghambur-hamburkan uang negara, tetapi direksinya, komisarisnya gajinya malah dinaikin. Itu yang terjadi di Indonesia kan. Ada DPR tidak bisa menyuarakan suara rakyat, tidak bisa menyambung lidah rakyat, tidak bisa mengapresiasi dan menghargai cita-cita
5:21 rakyat. Mereka hidup teralienasi dari rakyat, tetapi gajinya tinggi, tunjangannya banyak, mobil, motor, semuanya ditanggung sama negara. Nah, ini kan yang bikin marah sama rakyat Indonesia. Dan kalau misalkan kita melihat ternyata pejabat-pejabat yang kita maksudi itu banyak di antaranya yang tidak berkompeten, tidak ngerti terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dan kita melihat itu, makanya saya tandai misalkan saya mohon maaf ya, Ibu Puan Maharani, Ibu adalah orang yang paling tinggi posisi dan jabatannya di lembaga paling tinggi di Indonesia yaitu DPR, perwakilan rakyat. Tapi kompetensinya apa? Ngomong aja itu sulit terbata-bata.
6:09 Jangankan ngomong, jangankan retorika, jangankan menyampaikan komunikasi yang baik dengan rakyat, jangankan menyambung lidah rakyat, berpura-pura untuk merakyat saja gagal, berpura-pura jadi petani saja gagal. Kompetensinya segitu. Dan kita lihat pejabat-pejabat yang lain banyak yang kompetensinya itu enggak ada. Coba kita lihat di Indonesia ada begitu banyak orang yang jenis kelaminnya, usianya, sukunya sama dengan Ibu Puan Maharani. Dan mereka ada yang berkompeten di bidang tertentu, ada yang ahli di bidang tertentu. Tapi kenapa yang dipilih sama IW adalah Ibu Puan Maharani? Karena apa? Enggak ada alasan apapun selain gara-gara privilege, gara-gara ibu
6:54 adalah anak dari presiden yang juga adalah anak dari presiden. Enggak lebih dari itu. Sekarang bayangkan negara Indonesia kaya raya, rakyatnya miskin disebabkan oleh tata negara yang gagal pengelolaannya. Karena pengelolaan yang gagal itu jelas dilakukan oleh pejabat-pejabat. Yang kenapa pejabat-pejabat itu gagal? Ya, karena enggak berkompeten, enggak ngerti apa-apa soal masalah hal seperti ini. Iya kan? Jadi, coba rasakan bagaimana orang-orang cerdas di Indonesia, orang hebat di Indonesia mau melamar pekerjaan tertutup diganti sama orang dalam. Orang dalam itulah yang sekarang menjadi pejabat-pejabat publik. Orang-orang dalam itulah yang sekarang menjadi anggota DPR, menjadi ketua DPR. Jadi, orang-orang yang hebat, orang-orang yang tulus, orang-orang yang ikhlas,
7:40 orang-orang yang kredibel dan berkompeten itu tersingkirkan. Nah, diganti sama pejabat-pejabat itu. Jadi, kalau misalkan sekarang rakyat marah gara-gara tata tata kelola negara yang buruk dan itu dilakukan oleh para pejabat, maka itu wajar. Makanya sekali lagi Bapak-bapak, Ibu-ibu, para pejabat sekarang tahu dirilah. Coba lihat ke dalam diri sendiri. Tahu dirilah Indonesia begitu besarnya, luas wilayahnya 5 juta km², penduduknya 280 juta orang. Ada begitu banyak sumber daya yang bisa dikelola. Ada begitu banyak tantangan yang datang menghadang. Semuanya harus diatasi oleh orang-orang yang hebat, orang-orang yang berkompeten. Saya tanya kepada para pejabat itu, tanya langsung ke dalam hati nurani, apakah sebenarnya saya
8:25 layak untuk memimpin negara sebesar ini? Dan pada faktanya kan memang tidak layak. Buktinya Indonesia itu kacau. Buktinya kekayaan alam Indonesia itu tidak bisa diolah, tidak bisa dikelola. Kita tuh hidup dari utang dan pajak. Nah, itu gara-gara apa? gara-gara pengelolaan negara diserahkan kepada orang yang tidak becus. Yang masuk ke situ gara-gara jalur orang dalam, jalur partai politik yang enggak jelas, jalur pakai duit dan sogokan. Iya kan? Ya, tapi itu okelah sudah selesai, aman. Tapi intinya seperti ini. Mulai saat ini rakyat akan mengawasi Bapak Ibu pejabat 24 jam. Sekarang zaman teknologi, sekarang zaman media, sekarang zaman komunikasi. Bapak mau pergi ke mana akan kita tandai. Rumah Bapak dan Ibu itu di
9:10 mana? Mungkin kita tandai. Semua aset-aset Bapak dan Ibu itu sekarang bisa ditandai. Jadi hati-hati kalau tidak lagi amanah, kalau tetap menyengsarakan rakyat maka bisa saja rakyat brutal. Ini bukan sebuah ancaman bar. Ya, ini bukan ancaman. Ini sudah kejadian seperti itu. Jadi, please mulai dari sekarang nurutlah kepada rakyat karena kami itu pemegang otoritas. Kami tuh pemegang kedaulatan. Ingat enggak Bapak Ibu waktu sebelum menjabat itu ngakunya apa? Kami pelayan rakyat. Kalau jadi pelayan ngapain juga jalan ke mana-mana dengan sombongnya pakai patwal? Ya kalau jadi pelayan ya bersikaplah sebagai pelayan. Kami yang megang otoritas, kami yang megang kedaulatan. Jadi Bapak Ibu dibayar oleh pajak. Yang pajak itu dibayarkan oleh
9:56 kami semua rakyat Indonesia. Jadi please kita tuh enggak mau ngancam. Kita mau enggak mau ribut-ributan. Kita mauya sederhana. Negara Indonesia kaya raya tapi rakyatnya miskin karena tata kelola yang buruk. Kalau ada pejabat-pejabat yang tata kelolanya buruk yang enggak ngerti apa-apa, ya udah tahu diri aja, lengser dengan hati nurani. Coba bayangkan ini tanggung jawabnya besar gitu. Tanggung jawabnya besar. Jadi lengser aja. Berikan kesempatan kepada orang-orang yang ahli. Berikan kesempatan kepada orang-orang yang memang mumpuni di bidang itu. Ingat tahu diri sajalah. Sebab kalau misalkan terus-terusan seperti ini dengan fenomena yang menggejala yang seperti ini terus-terusan, maka ya sekali lagi ya rakyat mungkin tidak akan lagi terprovokasi untuk menyerang satu sama lain, tetapi mungkin rakyat sepenuhnya
10:43 akan minta pertanggungjawaban kepada pejabat yang alamat rumahnya, mobilnya, perusahaannya, tempat hangout-nya itu sudah ditandai. Semoga Indonesia menjadi lebih baik. Please banget. Semoga Indonesia menjadi lebih baik. Please pejabat-pejabat publik ini momentumnya amanahlah dan tahu dirilah. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.