0:00 10% hal yang indah itu didapatkan setelah melewati 90% yang tidak indah. >> Wow. >> Itu punggungnya kita. >> He. >> Masalahnya kita men-judge hidup kita berdasarkan 10% panggungnya orang-orang dan kita men-judge panggung orang dengan punggung kita, which 90% hidup kita yang biasa-biasa aja. >> Iya. Kalau dia masih mikir pendapat orang hidupnya kurang kepepet, >> berarti kuncinya adalah membuat sebuah situasi di mana kita mepetin diri kita sendiri. Workholic hassle culture itu cuma berlaku ketika lu tidak mencintai apa yang lu lakukan. Hidup ini harus eksponensial. 2 * 2 4 tapi harus itu harus langsung 4* 4. >> H >> jangan ditambah. Leverage itu merupakan faktor kali dalam hidup kita,
0:45 >> Bro. Gua Gus Bang Gua merinding. >> Manusia itu bukan burung dalam sangkar. Lu selalu punya opsi. Kalau lu enggak suka posisi lu di hidup sekarang, lu punya freewel, lu punya kehendak bebas untuk merubah hidup lu, untuk merubah nasib. Kalau kalian percaya diri dengan keuangan kalian, enggak perlu pakai gold chain kayak rapper. Kalian gantung tuh emas 2 kilo di leher kalian. Just use a simple outfit. Halo semuanya, kembali lagi di podcast suara berkelas. Hari ini kita kedatangan tamu berkelas, ada temanku David Noah. Halo, Bro. Welcome to the show. Terima kasih sudah diundang. >> Spesial banget karena gua kayaknya menebak kalau lu punya satu cara pandang hidup yang sama dengan gua.
1:32 >> Oke. >> Fortis fortuna, Adifan. What does it mean? >> It means fortune favors the bold. Hm. Gua sangat percaya bahwa kekayaan itu hanya berpihak bukan cuma kekayaan ya, keberuntungan. Virtune itu maknanya jauh lebih dalam daripada sekedar uang. Keberuntungan. hanya bisa berpihak pada orang-orang pemberani. >> H >> pemikiran itu gua adopsi karena eh gua berasal dari keluarga yang sangat sederhana, coming from a very humble family. Eh yang benar-benar makan otak-otak sambil nunggu makanan tuh suatu privilege buat kita. >> Hm. >> Atau naik ojek yang mungkin orang bilang
2:17 itu sebagai sesuatu hal yang kayak, "Oh, gua hidup susah, gua naik ojek." Gua dulu bahkan enggak mampu naik ojek, harus naik angkot. Tapi hidup bisa berubah karena keberanian. >> Hm. >> Gua percaya bahwa orang-orang yang bisa merubah nasibnya adalah orang-orang yang berani coba hal baru, orang yang berani belajar hal baru, orang yang berani untuk dijudge oleh kebanyakan orang. Karena ketika lu ingin merubah nasib, lu harus ngelakuin sesuatu yang tidak pernah dilakukan. sebelumnya dan di tengah lingkungan yang enggak mendukung itu berat sekali ya. >> He. >> Jadi, gua sebagai pengusaha, gue jadi seorang investor. Enggak ada satuun
3:04 orang di keluarga gua yang seorang investor, seorang pengusaha besar. Kita selalu di di framingnya adalah oh hidup ini enggak usah muluk-muluk, kita cukup jadi karyawan, kerja yang bagus. belajar yang belajar setinggi-tingginya, kita dapat gaji, hidup nyaman. That's it. H. >> Tapi ya mungkin sejak kecil gitu ya, gua melihat bahwa oh keluarga kita kok kerja sangat keras gitu. Nyokap gua bangun jam .00 pagi, tapi kita ee kita dagang risoles zaman dulu untuk bertahan hidup, tapi kok hidup kita susah terus bertahun-tahun enggak ada yang berubah gitu. Jadi, ya karena sesimpel enggak ada yang berani untuk nge-break sistemnya gitu, enggak ada yang berani
3:50 untuk nge-break kebiasaannya. >> Makanya dari situ akhirnya gua menemukan quotes tersebut. Forstis, Fortuna, Aduf, kekayaan hanya berpihak pada orang pemberani, keberuntungan berpihak pada orang pemberani. Akhirnya dari situ itu yang merubah hidup gua dan gua pengin share filosofi itu untuk banyak orang juga. >> H. Gue juga sempat nulis 4 tahun lalu di buku gua. Oke, gua bilang, "Aku percaya kalau dunia itu berpihak kepada orang yang berani, bukan orang pintar." >> Setuju >> ya? Makanya gua ketika nemu Fortis, Fortuna, Dufat, gua rasa itu sangat relevan untuk kita buka podcast hari ini. >> I >> ada enggak fase di hidup seorang David Noah? >> Iya. >> Yang di mana tadi lu lihat orang tua lu harus kerja keras banget, mungkin
4:36 uangnya enggak seberapa. >> I >> di titik mana kemudian lu kayak break the cycle? kayak, "Oke, gua enggak bisa gini terus. Gua ingin menjadi pembeda di keluarga gua. Gua jadi orang terkaya pertama di keluarga gua." >> Kayak sebenarnya gua enggak pernah aiming untuk jadi orang terkaya di keluarga gua. >> Hmm. >> Gua bahkan tidak pernah ada satuun mimpi terliar gua itu bisa hidup kayak gua sekarang. >> Oke. >> Tidak pernah ada. Karena for context ya, kita tuh dulu surviving benar-benar dengan less than 100.000 Rp.000 per hari spending household spending kita. >> Jadi >> Jakarta bahkan >> di Bogor. Zaman dulu >> di Bogor. >> Dan banyak orang enggak tahu gua tuh enggak SMA, Bro. Gua tuh SMK.
5:22 >> Oke. Gua enggak tahu juga. He. >> SMK itu adalah untuk orang-orang yang enggak punya uang untuk kuliah karena ketika lulus lu harus kerja. >> Yup. >> Jadi bisa dibayangin zaman dulu tuh sesusah apa gitu kan. Basically, eh yang benar-benar menghancurkan hati gua adalah gue inget banget 2016 eh gua bangun pagi jam .00 pagi gua ngelihat nyokap gua itu goreng so sambil nangis Bro jam .00 pagi. Terus jam .00 pagi gua harus otw anterinos ketiga sekolah sebelum gua berangkat sekolah. Jadi gua ngelihat kayak kan zaman dari zaman dulu ada quotes, "Oh, uang enggak bisa beli kebahagiaan gitu." Tapi satu hal yang gua tahu pasti adalah enggak
6:09 punya uang tuh bawa segala penderitaan. >> Hm. >> Jadi motivasi gua untuk kayak ah enggak bisa nih gini terus gua harus bisa kerja segila mungkin, kerja sekeras mungkin ya, at least supaya keluarga gua enggak usah hidup dengan susah seperti dulu gitu. >> Jadi enggak pernah ada di bayangan gua untuk jadi kayak sekarang. Yap, >> just surviving every day, one day at a time. >> He. Untuk teman-teman 20-an yang menonton ini yang mungkin di fase seperti David sekarang, langkah pertama lu ngapain? Supaya kita juga bisa mempelajari blueprint ketika lu berangkat dari bawah tadi. Langkah pertama ya untuk umur 20-an. Gua starting tuh very early, Bro. Gua
6:55 starting kayak umur 15, 16 tahun. Cuma kalau ditanya orang, langkah pertama adalah mulai dari apa yang lu punya. >> Hm. >> Jadi jangan pernah nunggu for perfect conditions karena perfect tuh enggak pernah ada. Done is better than perfect. >> Hm. >> Apapun yang lu punya ya skill apapun, kondisi sesusah apapun pasiennya bisa dikerjakan. >> Hm. >> Anak muda tuh selalu ngeluh. Oh, enggak punya modal. pengin bikin usaha enggak punya enggak punya modal gitu. Tapi modal itu bukan cuma tentang uang. Modal itu tentang waktu, tenaga, kemauan kita. Salah satu idola gue yang Nafal pernah bilang, >> "Y, >> pengetahuan tuh enggak kurang. Apalagi
7:40 di zaman sekarang >> ada AI, kita tinggal buka YouTube, tinggal buka Google, semua informasi itu tersedia. >> Abundance >> ya. Tapi yang scars adalah keinginan untuk belajar. >> Hmm. Jadi sebenarnya untuk realizing bahwa oh banyak orang tuh enggak usaha karena mereka merasa they are not in a perfect condition. Padahal ketika lu mulai lu kena masalah, lu selesaiin masalah itu, step by step, step by step ujungnya akan jadi sukses. Jadi mikirnya jangan ketinggian. Kalau orang bilang kayak, "Oh, mimpi harus setinggi mungkin." Jangan. Mimpi itu harus selangkah ke depan. Karena kalau mimpinya 1000 langkah ke depan udah kehilangan motivasi. >> Benar. Jauh banget 1000 langkah. >> Jauh banget
8:27 ya. You are a runner. >> He. >> Kalau belum pernah full maraton misalkan 42 km misalkan kita disuruh maraton tanpa usaha enggak ada yang finish. >> Yap. >> Tapi kalau eh coba lari dulu, lari 10, lari 20, lama-lama maratonnya kelar. >> Hm. >> Hidup tuh persis kayak gitu. Jadi, we need to sing life as a marathon instead of sprint. >> H >> banyak orang lari maraton, dia sprint di awal. >> Iya, iya. >> Di tengah giving up. >> Benar. >> Kenapa mereka sprint di awal? Karena social pressure. >> He. >> Ngelihat oh ada anak muda lebih kaya dari dia. Ngelihat orang lain jadi sukses lebih cepat dari dia. >> Heeh.
9:13 Nah, jadi after you start from where you are ya dengan segala hal yang kita punya, next stepnya adalah focus on your own journey. >> H >> rumput tetangga soal lebih hijau belum tentu. Karena rumput yang hijau adalah rumput yang rajin disiram, rajin dirawat, dan butuh banyak komitmen untuk bikin rumput itu jadi hijau. >> He >> masalahnya di sosial media yang kita lihat cuma rumput tetangga yang hijau. Kita enggak pernah lihat proses mereka nyiramnya. >> Iya. >> Kita enggak pernah lihat ya perawatannya seperti apa. Jadi jangan pernah membandingkan panggungnya orang lain dengan punggungnya kita. >> Oke, nice. Jangan pernah membandingkan panggungnya orang lain dengan punggungnya kita.
9:59 >> Bisa elaborasi >> panggung itu sosial media. >> Hm. >> Itu highlight reels-nya orang-orang. Kita hanya pos pencapaian kita. Orang tunangan, orang menikah, kita beli mobil, kita beli rumah, kita jalan-jalan. Tapi apakah 100% hidup kita merupakan hal yang indah? Jan enggak. 10% hal yang indah itu didapatkan setelah melewati 90% yang tidak indah. >> Wow. >> Itu punggungnya kita. >> Hm. Masalahnya kita men-judge hidup kita berdasarkan 10% panggungnya orang-orang dan kita menjudge panggung orang dengan punggung kita which 90% hidup kita yang biasa-biasa aja. >> Iya. >> Kalau orang berpikir kayak, "Oh, gua pengin jadi kaya, pengin liburan, naik
10:44 bisnis class, hotel bintang lima, mobil mewah, dan lain sebagainya." Itu 10%. >> 90%-nya gua bangun jam .00 pagi, lari pagi, kerja dari jam 09.00 sampai jam .00 malam. malamnya nge-gym. >> Hm. >> Kita lakuin itu selama 3 bulan, di bulan keempat baru kita bisa jalan-jalan. >> Yes. Yes. >> Itu punggung yang enggak pernah kelihatan. >> H. Nice. Fakta hidup yang mungkin anak-anak 20 harus sadari kalau kalau lu mau jadi yang terbaik above the rest, lu harus siap untuk disalah pahami >> ya. Lu harus siap menghadapi fase kayak bangun lebih awal, tidur lebih telat di nikah orang lain. Nah, di fase itu yang paling lu ingat ketika lu berangkat dari
11:30 umur 16 tahun, 17 tahun tadi, apa makna yang bisa lu share ke kita? >> Sukses di umur 20 itu enggak wajar. >> Enggak wajar. >> Makanya disebutnya outliers. Ya, >> outliers adalah data yang jauh berbeda daripada kebanyakan normal data. When you're the exception, wajar aja kalau hidup lu enggak sama kayak orang lain. >> Hmm. >> Jadi, orang misunderstanding, orang misjudging you, itu adalah pajak yang harus lu bayar. >> Hmm. Karena ketika lu berbeda, misalkan gini, kalau lu di
12:16 tempat yang isinya semua orang perokok, lu tidak merokok tuh salah. >> Benar. >> Iya. Iya. >> Dan lu merasa bersalah. >> He. >> Tapi ketika lu di kalangan orang sehat, lu ngerokok kayak kok gua enggak sehat sendiri ya? Jadi kebenaran itu ada dua. Ada kebenaran objektif, ada kebenaran yang subjektif. Kebenaran yang subjektif adalah kebenaran berdasarkan lingkungan. Jadi memang ada fase-fase kesepian di awal-awal. >> He ya. >> He. >> Di umur 16 tahun gua pertama kali merintis dari jualan. Lalu gua pernah jadi tour guide. Gua pernah tidur di pangkalan bis jam 2.00 pagi depan Posatpam. Ya. Mandi di mana? Mandi di posatpam ya.
13:03 >> Hmm. Kesepian. Jelas kesepian. Tapi lebih baik mana? Kesepian atau kelaparan? Ya jelas lebih mending kesepian. Jadi rasa malas, tidak konsisten, enggak punya motivasi itu merupakan sebuah privilege Bro. >> Privilege. >> He. >> Karena di posisi gua zaman dulu malas itu bukan opsi. Karena kalau besok pagi kita misalkan enggak bisa makan, orang yang tadinya malas bisa jadi orang paling pekerja keras Bro. >> Jadi enggak ada hungernya. Kenapa orang-orang merasakan malas? Lalu kenapa orang-orang takut dijudge? Oh, gua enggak mau bikin konten. Takut dijudge orang. Kalau lu masih bisa mikir
13:48 gitu, percayalah you're in a very privileged position. Yes, setuju. >> Karena >> ketika enggak ada pilihan untuk sukses, ketika enggak ada pilihan untuk >> kayak, "Oh, gua gak bisa, enggak bisa gagal nih, gua enggak bisa malas-malasan, gua enggak bisa enggak bikin konten, gua enggak bisa." >> Itulah baru, ya. >> So, aku percaya kamu yang masih menonton sampai sekarang itu smart people. Dan smart people biasanya akan mengupayakan apapun agar rumah mereka juga smart. Makanya sponsor kita hari ini yaitu Bardi Smarth Home. Bayangin rumah kamu AC, CTV, dan hal lainnya itu dikenalikan oleh satu device doang. So that's why Body diy Smarthome cocok untuk rumahnya
14:35 Smart People. Gua ingat banget ketika awal-awal juga gua berintis ketika lu cerita tadi itu emang benar-benar masuk banget. Enggak ada pilihan lain. >> Enggak ada pilihan lain. >> Mungkin ketika kita punya uang opsi semakin banyak. Semakin l kaya opsi lu semakin banyak. Tapi ketika lu >> besok lu enggak tahu makan apa, even nanti malam lu bingung harus ngapain, lu jawabannya ya atau tidak gitu. Lanjut atau enggak. Ya, mungkin lu sekarang yang masih nonton suara berkelas, masih ada akses internet, lu mungkin masih bisa punya HP yang keren itu lu privilege. Tapi lu masih bikin alasan untuk tidak ngonten karena overthinking dan takut dijak sama orang itu lu wasting your energy dan >> kalau masih mikirin pendapat orang >> berarti hidupnya kurang kepepet. >> Oke. Kalau dia masih mikir pendapat
15:22 orang hidupnya kurang kepepet. >> I. >> Hmm. Berarti kuncinya adalah membuat sebuah situasi di mana kita mepetin diri kita sendiri. >> Hm. Ada cara enggak dari lu? >> Percaya atau enggak? Gua p detik ini gua tuh memepetkan diri gua sendiri >> dari sisi uang kah? Dari sisi >> ee kayak simpel gini, kenapa besok pagi gua harus kerja? Untuk orang-orang yang harus kerja, kerja adalah suatu kewajiban. Tapi di posisi gua sekarang, kerja merupakan suatu pilihan. >> Hm. Gua bisa saja besok pagi memutus untuk tidak bekerja. Tapi kenapa kerja? Itu harus diredefining. Kenapa harus bekerja? Oh, karena bekerja adalah sesuatu yang menyenangkan. Kalau enggak kerja stres.
16:07 Gua sangat enjoy bekerja karena pekerjaan gua membantu banyak orang. Gua suka dapat DM kayak thank you ya gara-gara nonton konten lu >> ya. >> Kayak semua orang yang bikin konten dan itu membantu orang pasti pernah dapetin DM kayak gitu. He. >> Dan itu menjadi api jadi semangat baru buat kita. Hm. He. >> Iya kan? >> Gimana lu ng-define kerja dari sisi orang semua bilang tentang oke gua passionate di sini? Gua enggak bisa kerja kalau gaji kecil segala macam. Kalau lu bisa balik ke fase even kalau lu enggak punya apa yang lu punya sekarang vinoah di usia lu sekarang >> i >> lu ngelihat kerja itu seperti apa supaya less stress less anxious. Ya, sebenarnya dari zaman dulu gua tuh mungkin rada
16:53 aneh, Bro. Mungkin otak gua rada rusak, ya. >> Ya, justru orang aneh biasanya yang beda yang berkembang. >> Gua tuh enggak pernah merasa gua tuh kerja, gua enggak pernah kerja sedetik pun dalam hidup gua. >> Hm. >> Ketika gua jual nugget, gua enjoy the art of selling nugget. Serius, gua benar-benar pelajarin kayak kenapa orang mending beli nugget gua daripada mereka ke kantin ya. Terus kira-kira kalau gua jual nugget enggak laku, udah enggak laku kayaknya gua harus jual cornet pakai telur deh. Terus kalau gua bawa nasi sendiri margin gua bisa nambah berapa? >> Gua obsessing over that. >> Wow. >> Waktu gua jadi tour guide umur gua 17 tahun. Gua tuh turga termuda waktu itu. >> Gue juga penasaran gitu eh gimana cara gua dapat tips lebih banyak dari turis. Ya, gua always
17:38 obsessing akan apa yang gua kerjain. Gua enggak pernah merasa kerja. itu cuma penyaluran apa yang gua suka aja gitu. >> Hm. >> Dan gua searnya kayak oh kerja harus pakai passion gitu. Passion itu sebenarnya bukan di kerjanya. Passionnya sebenarnya adalah kayak misalkan oh gua tuh passionate exploring something new atau oh gua passionate doing everything excellently. >> H >> jadi enggak harus kerja. Gua sekarang lagi belajar main pedal. Gua obsessing over forehand gua gimana, backhand gua gimana, footwork gua nanti gimana. >> Wow, >> gua obsessing over every single details. Jadi menurut gua kerja itu merupakan suatu pembelajaran, eksplorasi,
18:28 terus ee banyak orang bilang kayak, "Oh, Fit, lu kerja keras banget, lu bangun jam 08. Pagi kerja, lu baru kelar. Kadang tim gua masih gua chatin jam . pagi gitu. Kok lu apa hard working banget." Terus apa bahasanya? Hassle culture, workholic and everything. Workaholic, hassle culture itu cuma berlaku ketika lu tidak mencintai apa yang lu lakukan. >> Oke. Find work that feels like play to you and work to others. Hafalkan. >> W. >> Dan itu gua sangat setuju. >> He. >> Ketika lu mencintai segala hal yang lu lakukan, lu enggak akan pernah punya namanya kerja. Lu tidak akan pernah punya yang namanya waktu nganggur juga. >> Hmm. Iya. Jadi, there's no work and life balance, there's work and life harmony.
19:13 H >> work and life udah bukan merupakan suatu hal yang terpisah. Itu merupakan suatu penggabungan dan gua sangat bahagia. >> Aku ingat juga kata-kata Chris Willmson dibilang kalau lu ngomongin tentang World Life Balance di usia lu 22 tahun, lu nongkrong sama orang yang salah. Sama orang yang salah. >> Iya iya iya. Tapi tadi gua sampai nulis loh, the art of selling nugget itu enggak ada dibukuin gitu. Karena maksudnya gini, mungkin kalau dari POV gua sebagai penulis ketika ngelihat ada judul buku The Art of selling Nugget kan ini sesuatu yang terkesan sederhana tapi lu bisa detailin mungkin jadi autobiography >> ya, >> Univerno ya, the art of selling nugget. Dari situ lu memahami bahwa lu obsess sama kerjaan
19:59 apapun yang lu lakuin even dalam konteks 10 tahun terakhir. >> I >> gimana caranya? terkesan aneh cara pandang kita kayak cara pandang lu tadi aneh >> gimana caranya gua bisa obses kerjaan yang di mana mungkin gaji gua tinggi tapi gua benci kerjaan itu enggak ada alasan untuk gua resign karena dia di posisi kepepet paham gaji tinggi dan kepepet ya aja udah suatu hal yang aneh >> hmm kalau gaji lu tinggi tapi lu kepepet dengan pengeluaran bukan pengeluaran yang tinggi tapi gengsi lu yang tinggi. Yes. >> Manusia itu bukan burung dalam sangkar. Lu selalu punya opsi. Kalau lu enggak suka posisi lu di hidup sekarang,
20:45 lu punya free will, lu punya kehendak bebas untuk merubah hidup lu, untuk merubah nasib lu. Gua tuh sangat percaya manusia selalu bisa redefining, selalu bisa reinventing dirinya sendiri dan dengan ambisi, obsesi, dan lu benar-benar fokus giving all your best ke apapun yang lu lakuin. Takdir pun bisa lu bengkokin. >> Hmm. Karena gua tidak seharusnya dari posisi kayak sekarang. Takdirnya tuh enggak kayak gitu. >> Hm. Tapi gua selalu percaya juga takdir akan gua bengkokin. >> Hmm. Jadi orang harus obsessing enough. Jadi gini, gua tuh bisa jadi kayak sekarang bukan karena gua investor saham, bukan karena
21:31 gua inventure, bukan karena gua pengusaha. Karena kalau gua fokus jualan nugget, gua pasti juga bisa di posisi karang. Kalau gua tetap jadi tour guide, gua juga pasti bisa jadi posisi sekarang. Atau besok pagi nih, gua misalkan gua pengen pensiun jadi investor saham, gua pengin misalkan jualan kentang goreng, gua yakin juga bisa bikin perusahaan konglomerasi kentang goreng. Jadi yang harus difokuskan bukanlah apa yang kita kerjakan, melainkan bagaimana cara kita approaching work. Karena seorang pengusaha yang sukses jualan software ketika dia bikin AI sukses juga. >> Hm. >> Ketika dia bikin FMCG sukses juga. Berarti kan bukan masalah apa yang kita kerjakan. >> Y. >> Terus kalau orang bilang kayak e oh enggak semua orang sebelum lu bisa mengerjakan passion-nya. Siapa yang bilang trading sama passion gua?
22:18 >> Oke oke oke. >> Kapan gua pernah bilang kayak oh ini passion gua gitu. Gua dilahirkan untuk ini gitu. >> Iya iya. >> Tidak. Tapi passion itu akan muncul semakin lu jago di suatu hal. >> Hm. >> Semakin jago >> ya. >> Semakin reward-nya banyak. Heeh. >> Semakin banyak orang yang terbantu akan kehadiran lu. He. Heeh. >> Suka itu ujung di ujung. >> Iya. >> Suka tuh akan muncul dengan sendirinya. >> Hmm. >> Sekarang kalau gua suruh kalian misalkan, "Eh, gua punya produk nih kos kaki." >> He. >> "Coba jualin dong. Gua impor dari China." Terus ketika mereka jualin, omset mereka sebulan R miliar, bersih Rp300 juta. Bisa ajak nyokapnya ke luar negeri, bisa beli rumah, bisa beli mobil. Bohong kalau kalian bilang kalian
23:03 enggak suka. Boleh enggak mengerjakan passion kita? Oh, sangat boleh. Tapi ketika hidupnya sudah enggak kepepet, >> yang tadi gua bilang, kerjanya jadi suatu pilihan, bukan suatu kewajiban. >> Karena puncak tertinggi manusia itu adalah tanggung jawab kewajiban kita akan keluarga kita, akan diri kita sendiri. Enggak usah ngomongin masyarakat deh. Kita ngomongin tentang diri kita dan orang-orang yang penting di hidup kita dulu. Kalau itu sudah terpenuhi kewajibannya, baru boleh kita berpikir tentang passion, tentang pengabdian. He. >> Karena kalau kita pelajarin teori Maslow, hierarchy of mungkin pernah tahu ya, self >> actualization itu adalah di puncak
23:48 tertingginya piramid. Puncak paling eh sor paling bawah daripada piramid apa? Survivor. Survivorship. Survival. Kita yang harus bertahan hidup dulu. Kayak gitu. Ngomongin passion >> ya, >> banyak orang menyelhatikan passion. Padahal kalau dari sisi pasio itu suffering, lu relaffering untuk hal yang lu kerjain. Aku sempat ngomong sama salah satu pebasket nasional ya, siapa bilang gua suka basket? Kata dia, >> "Gua suka bola." Gua suka bola. >> Oh, suka bola. >> Dan dia jago bola. >> Oke. >> Tapi dia jadi salah satu pebasket top nasional. >> Oke. >> Poinnya apa? Mungkin lu sekarang bermimpi atau dulu
24:34 lu dulu sempat bermimpi jadi atlet sepak bola gitu ya, tapi ada momen di mana lu harus memahami bahwa lu basket gitu. >> I >> itu yang gua suka dari lo tadi dan puncak tertinggi dari sisi manusia itu yaitu tanggung jawab untuk diri lu sendiri, untuk keluarga lu. >> Karena ada orang yang merasa gua harus bertanggung jawab untuk daerahnya >> i >> pemerintah di satu negara ini. Tapi untuk diri lu sendiri aja itu harus bertanggung jawab. Kalau pria menolak tanggung jawab, lu ada komentar enggak? Kayak, "Ah, gua enggak mau provider deh." Ya, gua gua gini apa adanya. Berarti lu enggak memahami esensi jadi seorang pria yang sebenarnya. >> Hm. >> Karena pria itu dilahirkan.
25:21 Kodratnya memang untuk karena gini, zaman dulu ketika zaman purba, pria itu kodratnya adalah mencari makan. Oke. >> Mereka lawan macan yang singanya taringnya tebal, Bro. Pria-pria zaman dulu untuk nge-provide keluarganya itu mengorbankan nyawa. Sekarang lu bangun dari sofa aja enggak bisa. Berarti lu bukan pria. >> Hm. >> Wanita zaman dulu aja ketika zaman perang mereka harus ngorbanin nyawa buat ngelindungin anaknya. Jadi makin sekarang be minimum untuk jadi seorang pria itu makin rendah. Setuju. >> Ketika be minimum untuk jadi pria itu
26:06 makin rendah, semua pria jadi wanita. >> Hmm. >> Sisi femininnya naik. >> Yap. >> Gua suka banget ada quotes kayak hard times create strong man, >> strong man create good times, >> good times create weak man, and weak man create hard times. >> Y. >> Yap. Ketika lu tidak memenuhi kodrat atau tujuan lu sebagai seorang pria, which is provide and protecting your loved ones, lu lagi setting up your life untuk jadi hidup yang hancur, hidup yang menderita, hidup yang sedih karena menyedihkan. >> Hm. >> Lu ngelihat orang tua lu nangis gitu, enggak bisa makan, lu masih asyik main Mobile Legends, menyedihkan. Nanti lu
26:51 menikah punya anak, anak lu enggak bisa ikut ujian karena belum bayar uang sekolah. Itu menyedihkan. >> He he. >> Istri lu harus ngantri beras miskin atau ngantri gas LPG 3 kilo atau harus ngantri di sembakau gratis. Menyedihkan. Cuma gara-gara apa? Cuma gara-gara lu hari ini memilih bangun pagi main Mobile Legends instead of lu cari kerjaan. >> Heeh. Jadi banyak orang hidup menyalahkan pemerintah, banyak orang hidup menyalahkan influencer ini. Gar-gar infenser ini saya bangkrut. Menyalahkan orang tua, menyalahkan pacar, istri, menyalahkan anak. Gara-gara saya punya anak, saya enggak bisa ambil resiko. >> He. He. >> Tapi enggak pernah satu pun dari mereka
27:37 menyalahkan dirinya sendiri. >> Yes, that's the point. >> Karena hidup itu tidak by accident. >> Hm. >> Kesialan satu kali itu sial. Sial dua kali. Ya memang mungkin lagi sial banget, tapi kesialan tiga kali itu pilihan. >> Heem. Heem. Apapun yang lu inginkan hidup ini sebenarnya adalah the other side dari rasa takut lu, >> ya, >> kemageran lu dan lu selalu menyalahkan dunia kalau apapun yang terjadi ke lu itu ya. >> Cara paling simpel kalau gua di fase enggak punya apa-apa. Even kalau lu menyarankan kayak start we have tapi gua enggak punya apa-apa. Apakah gua harus nanya ke teman gua yang ada kerjaan >> ya, >> berhutang ke mereka, gua harus ngapain
28:24 di usia gua yang sekarang 25 tahun? Ini tergantung sama sebelum 25 tahun apa yang lu lakuin. >> Oke. >> Karena zaman sekarang apalagi di dunia digital kayak sekarang orang tuh mulai udah bukan umur 25. Orang tuh harusnya mulai umur 15 16 tahun. >> Jadi makin sekarang orang dewasa tuh makin cepat. He. >> Karena dulu zaman gua dulu headline gua adalah ya 5 tahun yang lalu ya waktu gua di sosial media anak sukses umur 20. Sekarang tahu enggak headline-nya apa? Anak sukses umur 15 tahun atau anak sukses umur 9 tahun? >> Iya. I >> sekalian nih anak sukses umur 9 bulan. Iya. Gara-gara yang 9 tahun anak sukses
29:09 anak tetangga dibandingin >> jadi makin sekarang standarnya udah makin enggak masuk akal gitu. Gua juga dulu berpikir standar gua itu tidak masuk akal. Sekarang makin enggak masuk akal lagi. >> Yap. Yap. >> Jadi buat yang baru memulai dari nol gitu umur 25 and everything gitu jangan pernah fokus ke apa yang bikin orang lain sukses. You need to find your own way. Jangan berpikir karena oh Bilal sukses bikin podcast. Saya pengin jadi podcaster. He >> David sukses di saham. Saya pengin jadi investor. Lu harus mengenali diri lu sendiri. Kuncinya adalah di self awareness. >> Hm.
29:56 >> Apakah gua seorang investor yang paling jago? Jawabannya bukan. Apakah gua seorang pengusaha yang paling jago? Jawabannya bukan. Tapi gua tahu apa apa yang gua lakuin hari ini itu cuma gua yang bisa ngelakuin. Satu-satunya di dunia yang bisa ngelakuin itu cuma gua. He. >> Specific knowledge. >> Specific knowledge. I love that. He >> gua tahu selfawareness-nya apa. Gua gua sangat strong di attention to detail. Gua punya photographic memory. Gua mudah untuk merangkum hal yang ribet jadi simpel. Itu merupakan basis daripada semua yang gua kerjakan. Gua punya systematic thinking. Jadi ketika gua ngelihat suatu bisnis atau suatu perusahaan, gua tuh sangat mudah untuk ngerangka itu kayak puzzle. Kemen puzzle. He he. >> Gua punya bakat alami untuk ngelihat
30:43 pecahan-pecahan data tuh menjadi satu kesatuan yang utuh. >> Hm. >> Itu self awareness. >> He. >> Gua enggak mencoba untuk jadi programmer. Gua enggak mencoba untuk jadi sesuatu yang bukan diri gua gitu. >> Jadi when you have selfawareness dan lu membentuk, gua pakai bahasanya membentuk karena gua percaya manusia itu dibentuk. membentuk diri lu ke arah your true self, lu akan punya specific knowledge. Specific knowledge ditambah leverage, ditambah accountability itu akan memberikan lu kesuksesan yang luar biasa. Apalagi di zaman sekarang. >> Mm. Fit >> ya. >> Aku yakin enggak banyak orang yang tahu specific knowledge-nya >> ya, >> leverage dan accountability kayak lu bilang tadi. >> Coba kita gali satu persatu dari
31:28 specific knowledge, leverage, dan accountability >> ya. specific knowledge itu adalah satu-satunya hal di dunia ini yang cuma lu bisa lakuin dan orang lain enggak bisa. >> Hm. Kalau ditanya, "Oh, strengnya Bilal apa atau oh streng-nya David itu apa?" Kalau kita juga misalkan komunikasi, marketing ya semua orang juga punya strengnya itu. He. >> Tapi masing-masing orang tuh punya unique kind of skill set di mana skill setnya itu benar-benar random yang cuma dia yang punya. Contoh Sve Jobs itu pernah eh belajar di kampusnya yang dia
32:15 kan drop out dari kampusnya >> iya >> dia pernah belajar kaligrafi tulisan dan itu menjadi dasar daripada font-nya Apple yang kita pakai sekarang. Oke, baru tahu ya itu specific knowledge cuma dia yang tahu. Jadi specific knowled itu merupakan kumpulan daripada expertise daripada semua yang kita pelajari seumur hidup yang mungkin terkesannya random. Contoh, gua dulu umur 16 tahun, tidur di posat jam 2. pagi itu gua dapat satu specific knowledge, making small talks, making connections. Gua ngobrol sama Pak Satpam, gua ngobrol sama tukang wartek, gua ngobrol sama tukang parkir. Gua tahu gimana caranya doing small talks dan
33:02 make deep connection dari small talks tersebut. Dari situ membukakan jalan gua ke konglumrat. Sekarang teman-teman gua anak-anak top 50 orang teray di Indonesia. Anak-anaknya orang-orang yang kalian lihat di Forbes >> orang paling kaya. Ilmu itu didapatkan dari lu bayangin ngobrol sama Satpam, ngobrol sama pedagang wartek yang gelasnya gua pecahin gara-gara gua ngantuk. Jadi very random. Lu mendapatkan ilmu yang sangat random tapi cuma lu yang punya. >> Hm. Passive knowledge itu enggak bisa diajarin, enggak bisa dipelajarin. He he. >> Itu cuma bisa didapatkan true
33:47 experience, true trial and error atau apprentice. Makanya di umur 20-an bekerjalah dengan orang yang lu kagumin. >> Wow, gua suka tuh. >> Jangan pernah bekerja untuk uang. Karena gua pun sampai detik ini atau bahkan sampai umur 30 nanti, gua enggak akan pernah menghitung uang gua berapa. >> Hmm. Jangan pernah berfokus kepada uang. Fokuslah menjadi versi terbaik diri lu. Jadilah yang orang yang paling unik sedunia. Jadilah orang yang tidak mungkin tergantikan. Karena value itu salah satu komponennya adalah scarity. Ketika lu enggak bisa digantikan, you are one of one. Lu menjadi sangat valuable di dunia ini. >> Hmm. Setuju. Setuju.
34:34 Leverage. >> Yap. Leverage simpelnya adalah bagaimana merubah pertambahan jadi perkalian. Banyak orang tuh berpikirnya linear. Oh, saya bekerja naik gaji setiap tahun 10%, gaji saya sekarang R juta, tahun depan jadi R8 juta. Selesai. Sedangkan hidup ini harus eksponensial. 2 * 2 4. Tapi harus itu harus langsung 4 * 4. >> H >> jangan ditambah. Leverage itu merupakan faktor kali dalam hidup kita. Leverage orang itu berbeda-beda. Zaman sekarang mungkin yang paling visible adalah konten
35:20 atau AI. >> Yap. yang tadinya kita bekerja butuh misalkan 6 jam 1 hari untuk mengerjakan satu task dengan AI kita cuma butuh 1 jam. He. >> Ketika kita bisa bekerja apa yang orang lain butuh 6 jam, kita bisa kerja dalam 1 jam itu merupakan leverage. Karena kita menghemat banyak sekali waktu untuk ngelakuin hal lain yang bis jadi lebih produktif atau konten. Ketika brand-brand besar membutuhkan miliaran untuk bayar K, content creator untuk mencapai suatu campaign objektif tertentu di campaign mereka, kita content creator bisa mendapatkan hasil yang serupa dengan modal nol.
36:05 >> Hm. H >> itu leverage. Jadi leverage itu bisa didapatkan melalui orang. Kita punya karyawan, kita punya tim, kita bikin sistem. Bisa juga melalui capital. Kita punya uang ya, kita bisa invest, kita bisa bikin project baru, kita bisa ambil risiko, atau juga bisa melalui media. Which sekarang yang paling mahal harganya adalah media. >> He. >> Karena zaman dulu orang kaya melalui minyak, hari ini orang kaya melalui atensi. >> Hm. Hm. >> Orang terkaya zaman dulu, Rockefeller. Orang terkaya zaman sekarang Elmas Musk. Karena dia punya followers terbanyak di Twitter. >> Yup. Yup. >> Tesla itu nol marketing cost-nya. >> Mark Zuckerberg dia penguasa attention
36:52 dunia yang punya TikTok. Jeff Bezos, Amazon gua bisa sebutin semua orang terkait nomor top 10 itu semua didapatkan uangnya dari atensi. >> Yes. Hm. Lalu accountability. Accountability adalah kita nyaman untuk mengambil risiko dan integritas. Sebenarnya accountability itu sebenarnya integritas. Integritas adalah kita melakukan apa yang kita omongin. Jadi apa yang kita omongin dan kita lakuin itu enggak berbeda. Karena kalau kita ngomongnya A, kita lakuinnya B, itu namanya enggak punya integritas. >> Hm. Accountability dan integritas ini berhubungan dengan apa? Berhubungan
37:37 dengan trust and respect, berhubungan dengan reputasi. Banyak orang bilang, "Oh, saya hidupnya tidak beruntung." Kenapa tidak beruntung? Karena lu adalah orang yang tidak bisa dipercaya orang. Tapi kalau lu sangat kompeten lalu karakternya sangat bagus, lalu orang sangat percaya, at the end semua opportunity akan datang lewat lu, akan datang ke el, ke kita. >> Hm. >> Tiba-tiba sumur hidup kita jadi beruntung. >> Iya. Ya, >> berarti keberuntungan ada yang memang tidak bisa diciptakan, ada keberuntungan yang bisa diciptakan. >> Y >> melalui apa? Salah satunya melalui reputasi. Reputasi dibangun melalui apa? melalui integritas dan accountability. H
38:23 >> we are who we say we are. Ini sebenarnya kalau gua clip 8 menit aja viral sih harusnya ini bisa mengalahkan pelajaran-pelajaran di sekolah karena sangat-sangat bagus banget. Gua mau parafrase dari sisi specific knowledge ya. Iya. >> Karena gua suka banget ketika lu sangat detail, even kalau lu ngomong sama sapam itu bisa kasih lu proximity untuk ketemu sama anak-anak. Kalau tadi >> itu mahal banget proximity itu. >> Dan kalau lu enggak enggak bisa miluhan ya itu sekedar omongan experience lu ngomong sama siapa mudah udah gitu >> ya. >> Itu mahal banget. Yang kedua, dari sisi leverage, orang mungkin enggak sadar kalau setiap bisnis besar,
39:08 event terbesar di Indonesia itu dari kacamata leverage. >> Iya. >> Ketika kita melihat orang pengin makan adanya GoFood, akhirnya orang enggak lihat bahwa toko kaset pada tutup adanya Spotify sekarang. Kok mungkin kalau teman-teman di sini mau bikin bikin bisnis atau produk, aku bisa sarankan untuk record apa yang disampaikan oleh David tadi >> dari sisi acuntability aku ngelihat bahwa sisi integritas ini berat ya karena anak-anak 20-an lebih tepatnya yang nonton ini mungkin tidak bisa bilang no ke orang terdekat dia. People pleaser mungkin bahasa zaman sekarang ya. Benar. Enggak enakan >> kayak gua masuk dari kacamata lu sendiri
39:53 melihat itu kayak gimana caranya kita bisa berani kayak visi hidup kita ini untuk bilang noh. >> Oke, balik lagi. Otak gua tuh rada aneh. Gua enggak pernah sekalipun enggak enakan sama orang. >> Wow. Kak even sama keluarga sendiri. Gua rasa atau gua pikir selama ini semua orang pernah mengalami itu. >> Iya. Gua enggak pernah merasakan itu. Kenapa? Karena gua percaya at the end life is a single player game. >> He. >> Terdengarnya egois. >> Y. Terdengarnya egois. He me out. Hear me out. He. >> Untuk merubah hidup itu butuh ekstreme obsession. Butuh obsesi yang sangat ekstrem. Ketika kita
40:40 kerja di pagi sampai pagi lagi, kita enggak punya waktu untuk keluarga, kita enggak punya waktu untuk pacar, enggak punya waktu untuk sahabat. But actually, busy friends are good friends. >> Hm. Anak yang sibuk adalah anak yang baik. Karena anak yang sibuk yang terobsesi dalam jangka waktu pendek, kita enggak kita enggak ngomongin seumur hidup. Karena 8 tahun pertama gua kerja, gua enggak punya waktu buat siapapun. itu sangat egois. H >> gua say no to everything, say no to parties, say no to family events, say no to birthdays, eh say no to orang minjam duit. Actually sampai sekarang gua say no to orang minjam duit >> ya. Padahal gua mau minjam tadi benar. >> Tapi ya sudah 8 tahun dan I'm set for
41:27 life. >> Hm. Jadi egois itu di fase awal, fase merubah nasib itu menurut gua the only way. Karena kalau sedikit-sedikit kita say yes to people, kita minjamin duit ke orang, minjamin duit ke keluarga atau misalnya kita bikin bisnis, keluarga bilang, "Eh, gratisin dong lu kan keluarga gua." Kita enggak akan pernah bisa bertumbuh. Jadi egoistik di fase awal sampai kita mencapai titik tertentu baru kita pure jadi orang yang dermawan. Karena prinsip gua adalah kita enggak pernah bisa nuangin air dari gelas yang kosong. Hm. Kita punya gelas air gua sedikit, lu haus gua kasih.
42:13 Lalu gelasnya kosong. Tenggorokan gua udah panas kayak mau kebakar. Pas minum enggak bisa. Tahu enggak apa yang terjadi? Gua akan membenci lu. >> Yes. >> Karena gua memberikan airnya ke lu. Lu tidak melihat itu sebagai suatu hal yang spesial. Padahal itu adalah satu-satunya air yang gua punya. >> Hmm. >> Gua akan membenci lu. >> He he. Akar utama konflik even dalam konteks perceraian juga masalah air tadi. >> I >> pertemanan yang rusak juga. >> Lu membenci. Banyak orang yang membenci orang tuanya karena masalah air tadi. >> Hmm. Ada teman gua pengin jadi dokter, disuruh orang tuanya misalkan jadi lawyer karena orang tuanya lawyer. >> Y, >> akhirnya dia jadi lawyer yang hidupnya memidihkan
42:59 dan dia jadi membenci orang tuanya. Itu hidup yang sangat menyedihkan. >> Heeh. >> Makanya life isle single player game. At the end, your loves will gonna die. You gonna die. >> Just do whatever you want in your life. >> He. >> Jangan pernah takut dijudge oleh orang. Karena dia seketika kita meninggal, seminggu pun orang sudah enggak ada yang ingat sama kita. I >> Yap. >> Tapi, Bang, entar aku malah dianggap sombong, >> entar aku dijauhin sama keluarga aku, entar kalau aku sakit dan segala macam kan aku balik ke keluarga. >> Ya, >> the statement udah di situ dari sisi society dulu. >> I, >> tapi dari sisi mindset, single player game tadi itu mungkin lihat, wah si David mah pakai mindset barat. Kita kan
43:44 di Indo Fit. What do you think? Jangan pernah hidup berdasarkan penilaian orang terhadap diri kita. >> Hm. >> Orang yang ngerti kita enggak akan pernah membenci kita dan orang yang membenci kita enggak akan pernah ngerti kita. Jadi kalau kita misalkan enggak minjamin orang uang, terus dia bilang, "Ah, dia mah sombong. Enggak usah lagi temenan sama dia. Bagus. Enggak usah lagi temenan." Karena kita harus paham bahwa at the end setiap manusia itu egois. >> H >> mau barat, mau Asia, contoh simpel, kalian foto ramaian. >> Heeh. >> Muka siapa yang pertama kali dilihat? >> Y, of course. Muka dia sendiri agak
44:30 gemukan ya. >> Kalian enggak peduli sama teman kalian mau dia gaynya lagi aneh, kalian enggak peduli. Itu menandakan manusia adalah makhluk yang egois. Memang dilahirkan untuk egois. >> Hm. Jadi dermawan tuh bukan nature-nya manusia. Itu butuh usaha. Jadi kalau misalkan orang ngomong kayak, "Oh, David sombong." Tapi ada juga orang ngomong, "Wih, David rendah hati banget." Ada yang bilang, "Oh, David marah." Ada yang bilang, "Uh, David orangnya baik, enggak pernah marah." Jadi, kita tuh memang selalu punya versi yang berbeda di masing-masing pemikiran orang. >> Wow, gua baru bikin postingan itu kemarin dan wow. >> Lu kalau ketemu gua pas gua belum makan seharian, Bro, lu akan bilang gua emosian. Iya. Iya. Kantau kalau lu misalkan ketemu gua habis gua putus cinta misalkan lu akan bilang gua orang yang
45:16 pemurung. >> Hmm. >> Iya sih. >> Y. >> Perspektif orang, persepsi orang akan hidup kita >> itu tidak mdefine siapa diri kita. >> Hmm. So live stay true to yourself. He he. La la la. Karena biasa ngekut musik itu loh. Itu bagus banget def. Yup. Aku mau menggali dari sisi specific knowledge tapi dari sini aku juga mau melihat atau cara pandang lu ketika melihat orang yang ragu, full, anxiety, atau dia overthinking terhadap dunia yang di masa akan datang. Iya.
46:03 >> Kalau lu ngobrol sama orang itu, lu bakal menampar dia dengan apa? Gua juga punya anxiety yang sama. >> Hmm. >> Gue juga punya stress yang sama. >> It means we are alive. Gua yakin satu-satunya waktu kita enggak punya anxiety dan kita enggak stres adalah waktu di mana kita masuk peti mati. Fortune favors the bold. Kekayaan, keberuntungan berpihak pada orang pemberani. Orang pemberani itu bukan berarti mereka enggak punya rasa takut. >> Ya, itu yang ingin gua tekankan. >> Yang pemberani, all the business leaders, gua punya akses ke orang-orang paling powerful, orang-orang paling kaya di negara ini. Dan setiap kali pertanyaan
46:48 gua juga mempertekkan hal yang sama. Dan jawaban mereka selalu kata siapa kita enggak takut? >> He he. >> Kata siapa kita enggak enxious? Iya kan? Jadi, you need to accept bahwa itu adalah hal yang normal. >> He. >> Tapi jangan sampai itu mdefine siapa diri lu. >> He. >> Orang yang pemberani, orang yang percaya diri, semua orang punya insecurity masing-masing. Tapi we need to act without. Membiarkan emosi kita tuh mengambil alih. Kita harus terbiasa untuk mengotak-ngotakan. Kalau lagi putus cinta kita memimpin perusahaan yang isinya 500 orang, apakah perasaan kita akan membiarkan 500
47:34 orang itu kelaparan atau enggak? >> Mm. >> I kan y >> kalau kita stres di kerjaan, kita pulang ke anak istri kita, apakah kita akan marah-marah ke anak istri kita? Jadi jangan pernah m-define perilaku lu. Apapun yang lu lakukan itu berdasarkan emosi, stres, anxiety, rasa takut itu kayak awan mendung. Cukup dengan waktu yang berlalu, emosi akan hilang. >> Hm. Jadi prinsip kita adalah kita harus bekerja, kita harus hidup berdasarkan kedisiplinan. Kita harus doing what what is right. Bukan cuma what is feels right.
48:20 Karena what is right and what is feels right itu dua hal yang berbeda. >> He. >> Kalau kita lagi enggak feeling good, kita enggak mau kerja, masa kita enggak kerja. Masalahnya kalau kita enggak kerja, kita enggak pernah merasa feeling good to work anyway. >> Y. Jadi, the only way to feel good adalah ini paradoks justru the only way to feel good about work adalah do the work. >> Ketika you do the work, lu akan mempunyai motivasi untuk merasakan, "Oh, ternyata gua suka ya kerja." >> Hmm. >> Jadi, stres, rasa takut, anxiety itu muncul karena penundaan. Karena lu kabur dari sesuatu. Y >> semakin lu kabur dari anxiety, semakin lu kabur dari rasa takut, lu memberikan kontrol akan anxiety dan rasa takut itu dan mereka akan jadi tambah besar. >> He.
49:06 >> Jadi ini kayak cerita zaman dulu kesatria lawan naga, jangan tunggu naganya ke kota, pergi ke goa naganya habisin di sana. >> Makanya quot kayak kalau lu ada di fase di mana lu paling takut buat lompat, justru segala hal yang lu mau dalam hidup itu ada di balik lompatan tersebut. He he >> which 100% benar. >> H the magic you are looking for is in the work. >> You are avoiding. Y >> ya. >> Aku suka banget bagian ketika kita sendiri itu nolak untuk bangun pagi karena kita tahu berapa enggak kerja hari ini gitu. >> Iya. untuk seorang David. Dari tadi kita ngomongin tentang wisdom, life advice
49:52 dan lain-lain. >> Mungkin orang sudah umum juga kena nanya lulus dan segala macam. >> I >> untuk teman-teman yang mungkin sudah creating wealth ya kayak lu udah mungkin lu 5 10 tahun udah bangun kekayaan lu yang lu enggak expect juga dan ini juga konteksnya bisa ke David. Cara paling bijak untuk kita menghabiskan uang kita di usia 20-an gimana menurut lu? Karena gua rasa banyak orang-orang yang even DM gua kabil gua dapat R juta pertama tapi gua harus apa? Gua bingung. >> Kalau konteksnya usia 20-an the best way to spend your money adalah ke semua hal yang membentuk diri lu jadi manusia yang lebih baik.
50:39 bukan cuma terbatas dalam belajar, tapi juga traveling. Gua tuh sangat kagum sama teman-teman yang maksudnya travel gitu ya. Kita punya teman Dimas misalkan Sadam, Pandu juga kemarin ke sini kan. >> Iya, Pandu. >> Gue tuh jujur sangat kagum sama mereka. In their 20s gua merasa hidup mereka tuh lebih penuh daripada gua. >> Sama lagi feel-nya sama. He. >> Kenapa ya? Karena ketika mereka traveling, mereka belajar culture baru itu merupakan suatu pembelajaran tersendiri. H. >> Jadi yang pengin gua tekankan terutama untuk umur 20-an, hidup ini 100% harus tentang belajar. Gua tuh enggak pernah merasa diri gua kaya raya. Kenapa?
51:27 Sampai umur 30, umur 20-an tuh buat gua tutorial Bro. Life starts at 30 20. Gua mau gagal, gua mau hilang uang kek, gua mau apa kek, mau mau ditipu orang, mau dikhianatin orang, enggak apa-apa. Tutorial gua baru pertama kali hidup. >> Hm. >> Wajar buat salah. >> Ketika kita berpikirnya kayak gitu, kita akan melihat hidup ini sebagai perjalanan. >> Hm. >> Jadi, the work is the reward. >> Work is the reward. >> Work. Work is the reward. >> Dan kesuksesan. Orang tuh salah kaprah tentang kesuksesan. Yap, yap. Let me know. Let me know. Diusya 20-an. Gua udah bisa beli semua hal yang gua pengenin di usia waktu usia gua 16 17
52:13 tahun. Gua bisa beli semua mobil, gua bisa beli semua rumah, gua bisa beli semuanya benar-benar semuanya apapun. Tapi setelah nyampai ke puncak, tebak apa yang gua temuin. >> Nothing. >> Puncak yang lebih tinggi. >> Oke. >> Artinya apa? Finish line itu ilusi. Manusia dilahirkan untuk enggak pernah puas. Ketika lu mencapai ke satu puncak, lu akan melihat kok enggak ada apa-apa di sini ya. What's next? Jadinya anxiety, jadinya penuh rasa takut, jadinya ngapain lagi ya? boring hidup malah depresi.
52:59 >> Y >> makanya kalau mungkin lu pernah nonton ada orang ngomong kayak, "Oh, gua habis jual company gua for like 100 juta dolar which is 1,5 triliun." >> Lalu gua depresi. Banyak orang enggak enggak ngerti perasaannya. Tapi gua ngerti perasaannya. >> Hmm. >> Betul. Ketika lu mendapatkan semua hal yang lu pengenin, akan ada fase di mana terus what's next, apalagi? He. Gua harap ketika kalian dengar hal ini, itu menghilangkan keinginan untuk jadi kaya secara cepat, kaya secara instan. Karena setelah kalian mencapai hidup yang kalian mau pun, at the end, kalian harus cari naga yang lebih besar lagi untuk dipotong. >> Hm. >> Jadi, the journey is never end. Makanya gua gua tulis di by Instagram gua, I'm a
53:45 lifelong learner. >> Hm. >> Gua enggak bilang kayak, "Oh, gua multimillionire." gitu. I'm a lifelong learner. Gue tuh seumur hidup merupakan seorang pembelajar. >> He. >> Dan gua percaya di fase-fase umur 20-an ini adalah fase terbaik ya. Kita masih muda, energi kita unlimited, kita diizinkan untuk salah. So, just do whatever you can dengan semua uang lu, semua perhatian, semua tenaga untuk jadi manusia yang lebih baik. >> He. >> Dari segi karakter, dari segi adab, dari segi pertemanan. traveling pengalaman. Enggak usah mikirin kayak, "Oh, gua pengin ubah kripto gua dari R juta jadi 1000 miliar atau berapapun angkanya."
54:31 Itu merupakan hal yang itu ilusi. >> Hm. >> Tapi kalau berpikirnya kayak, "Oh, baru punya uang Rp100 juta, boleh deh ajak nyokap jalan-jalan ke tanah suci." >> Wise ya, >> wis. >> Mau uang jadi nol pun enggak apa-apa. Tapi yang penting ada cerita ke anakmu nanti. Papa dulu umur 28 juta pertama Papa itu buat antar nenek ke tanah suci. Bayangin keren enggak nak lu dengar itu? >> Iya. Iya. >> Karena gua berpikir ketika gua udah dewasa atau ketika gua nanti dipetim gua selalu berpikir ketika gua dipeti mati gua selalu menjudge hidup gua berdasarkan kalau gua meninggal nanti. Anak gua bakal bangga enggak sih gua punya Ferrari 5 di rumah? atau anak gua lebih bangga dia ingat di umur dia yang ke4 tahun pertama kali dia les bola gue yang ngantterin pergi ya.
55:17 >> Hm. Dan dia lupa dengan Ferrari ya Hunter ya mungkin itu bonus ya mungkin itu bonus >> tapi anyway orang enggak akan enggak akan ingat dan enggak akan peduli itu. >> Hm. >> Kayak misalkan sekarang deh gua ya mungkin gua ingat gitu mobil apa yang bikin gua bahagia. Tapi gua selalu ingat perjalanan gua di Februari 2024 gua ke Himalaya. He >> gua ngelihat quotnya Dalai Lama itu di puncak Monestri di Himalaya. Tujuan hidup adalah untuk membantu manusia untuk meringankan rasa sakit mereka, meringankan penderitaan mereka. Kalau ada satu orang yang harinya itu lebih baik karena kehadiranmu, berarti di hari itu kamu sudah sukses. Berarti kan sukses itu masalah simpimpel setiap hari. Apakah ada orang hidupnya
56:03 merasa lebih baik, perasaan lebih baik, punya motivasi lebih tinggi karena ketemu lu, >> Bro, gua Gus Bam, >> gua merinding. >> Iya kan? >> He >> berarti ternyata sukses itu bukan imagin imaginary places yang kita dapatkan setelah melewati kerja keras 10 tahun. B. Jadi sukses itu didapatkan setiap hari. >> H >> dan diredefining setiap hari. >> Wow. Di fase lu sekarang melihat sisi kekayaan itu ya puncak lebih tinggi itu apa yang ada di kepala lu? >> Puncak dari lebih daripada kekayaan. >> Y jadi lu ah di puncak tertinggi versi
56:49 lu sekarang. Oke. Dan manusiawi kalau lu bakal ngelihat puncak lebih tinggi, something bigger or oke gini, gua enggak bilang kekayaan itu enggak berguna. Kekayaan itu sangat berguna. Kenapa kekayaan itu berguna? Karena kekayaan memberikan kita kebebasan dan optionality. >> Hm. >> Kita punya opsi, kita punya kebebasan. Cuma buat orang yang enggak punya kebebasan, mereka berpikir kebebasan adalah segalanya. Padahal kebebasan tuh juga suatu paradoks. Ketika lu bebas ngelakuin apapun, lu bisa enggak ngelakuin apapun loh. >> I >> which is lu akan depresi juga. >> Iya. >> Jadi enggak punya freedom bikin lu depresi. Terlalu banyak freedom bikin depresi juga. >> Benar.
57:35 >> Jadi hidup ini kalau lu pernah dengar namanya gold lock effect. >> H enggak pernah dengar. >> Gold lock itu tentang menemukan the perfect balance of everything. Kalau lu main game terlalu susah, difficulty-nya level maksimum, lu enggak akan termotivasi untuk finishing the game. Tapi pun kalau terlalu mudah, you will feel kayak, "Oh, boring banget nih game. Gampang banget menanginnya." Lu enggak akan termotivasi juga. Tapi with enough difficulty, lalu lu berhasil memenangkan itu dengan penuh perjuangan, suatu game itu akan jadi sangat menyenangkan untuk dimainin. >> Hmm. Nah, menurut gua hidup itu juga tentang mencari titik gold lock kita. Mencari titik optimal, bukan titik perfect. Karena di hidup ini enggak ada yang perfect. Selalu ada plus dan minusnya,
58:21 pro dan kontranya. Kayak tadi lu bilang, pasio >> selalu ada penderitaannya. Tinggal penderitaan mana yang kita rela ambil untuk menikmati hidup ini gitu. H he he. Jadi untuk menemukan titik gold di lock ini, kekayaan ini fungsinya adalah supaya kita enggak perlu lagi mikirin tentang uang. Jadi masalah yang bisa diselesaikan untuk dengan uang itu bukan masalah. Which is itu solving like 90% masalah hidup. >> He. >> Karena money will solve money problems. After you solve all the money problems, lu tetap harus menghadapi masalah yang tidak bisa dibayar dan dibeli pakai uang. >> Hmm. >> Contoh badan bagus enggak bisa dibeli pakai uang. >> Yap. Tapi kita bisa higher pity, kita bisa beli makanan sehat which is mahal, kita bisa beli vitamin, kita bisa beli everything. Jadi uang itu merupakan
59:06 enhancer. Uang itu merupakan supporting, support system. Basically uang itu cuma alat untuk mencapai hidup yang kita mau. Masalahnya adalah masalah terbesar adalah orang pikir tujuan hidup adalah mendapatkan sebanyak-banyaknya uang. Itu salah. >> Hm. itu sama kayak imagine mobil. Lu punya mobil goal-nya kan adalah untuk menuju dari titik A ke titik B. >> He >> iya kan bukan untuk punya bensin yang full di mobilnya. >> Hmm. >> Manusia juga sama persis. Bensin itu dianalogikan sebagai uang. Manusia itu sebagai mobilnya. >> Manusia diciptakan di dunia ini oleh Tuhan. Emang lu pikir Tuhan kayaknya kamu ke dunia ya kumpulin uang 1000
59:52 triliun? Iya. >> Enggak ada >> kumpulin BKW sebanyak mungkin. K >> enggak ada. Enggak ada. Enggak ada perintah Tuhan kayak gitu. >> Perintah Tuhan adalah kamu harus bantu sesama, kamu harus ee memelihara bumi ini, ya kan? Jadi ya just do apapun yang lu ditakdirkan oleh Tuhan untuk ada di dunia ini. >> Lu just bukan mengukuran uang sebanyak-banyaknya, >> tapi menggunakan uang sebagai alat >> untuk menuju your ultimate dream. Apa mimpi ultimate-nya orang masing-masing beda. >> He fit ya. Tadi malam aku sempat kepoin IG story kamu yang di mana kamu bikin quotes yang bagus banget. >> Never tell anybody how much you make >> ya or how much you have. >> Y >> because there is only
1:00:39 >> two possible reaction ya. Yang pertama, if they have more than you, they don't care. If they have less, they g to lebih enfus. >> Envious. >> Bisa jabarkan ke kita enggak? Kenapa lu enggak mau sharing lu punya uang berapa, jumlahnya berapa? Ya, gua dapetin insight ini ketika ke Turki ya waktu sama family tahun lalu. Di Turki ini ada namanya Evil Eye. >> Hmm. >> Jadi ada logo mata warna biru gitu di Turki. Di mana pun ada ya, mungkin di Middle East. Inti adalah Eva itu inti adalah semakin banyak orang yang ngelihat apa yang kita
1:01:24 punya itu membawakan membawa kesialan untuk datang, mengundang kesialan untuk datang. >> Oke. >> Jadi hidup yang paling sebenarnya hidup yang private. Walaupun kita sebagai public figure, privacy itu merupakan harga yang harus kita bayar. Terutama gua sebagai apa? quat quot unquote public figure, financial inventor and everything. Semua orang selalu namanya pocket watching. >> Hm. >> Semua orang penasaran ini orang duitnya berapa sih. >> Benar. >> Orang income-nya sebulan berapa sih. >> Dan mungkin ada beberapa orang yang dengan nyaman ngasih tahu, "Oh, duit gua segini, income gua segini." Tapi gua sekalipun enggak pernah memberitahu exactly persisnya berapa atau har bulan ini dapat berapa. Karena ada beberapa hal dalam hidup ini
1:02:10 yang enggak semua orang tuh wajib tahu. Tidak semua mobil yang gua punya gua posting. Tidak semua jam yang gua punya gua posting. Tidak semua jalan-jalan harus gua posting. Tidak semua hal di hidup gua harus diposting. Karena sosial media menurut gua itu apa yang gua tunjukkan di sosial mediaalah apa yang mau gua tunjukkan. >> Hmm. Sedangkan yang tidak mau dan tidak harus ditunjukkan, mending tidak ditunjukin. Salah satu adalah itu. How much you have and how much you make. Karena yang pertama, sosial media gua tuh rada unik. Follower sosial media gua tuh dari orang paling kaya sampai orang enggak punya duit. Itu kayak spektrum di mana puncak tertinggi dan puncak terendah daripada negara ini, gitu.
1:02:56 Kalau gua posting how much I have, gua malu sama teman-teman gue anak konglomrat. Tapi yang enggak punya uang pun nanti akan ngelihat gua sebagai orang song banget OKB ini orang. >> Hmm. >> Jadi titik tengahnya adalah mending enggak usah diposting. >> Hm. >> Dan ini berlaku bukan cuma tentang uang, tapi tentang sisi private dalam kehidupan. >> He >> karena gua seorang financial influencer, gua bawa angle dari sisi uang. >> Oke. >> Tapi untuk sebagian orang bisa jadi kalian terlalu memposting kemesraan kalian di sosial media. >> Yap. Dan biasanya orang yang memposting berlebihan tentang kemesraannya ternyata hubungan tidak semesra itu. >> Ada studinya juga. Benar. Atau orang yang menggembar-gemborkan misalkan gua ngomong, "Oh, gua punya kekayaan segini, uang gua segini." Ternyata tidak, uangnya enggak sebanyak itu.
1:03:41 >> Yap, karena ini gua kutip dari Barack Obama ya. Y, >> Barack Obama bilang, "Kalau kalian PD dengan kejantanan kalian sebagai laki-laki, enggak perlu nunjukin itu dengan gandeng tiga cewek langsung sekaligus." >> Hmm. cukup jadi setia dengan dari dengan satu wanita. Kalau kalian percaya diri dengan keuangan kalian, enggak perlu pakai gold chain kayak rapper. Kalian gantung tuh emas 2 kilo di leher kalian. Just use a simple outfit. >> Bagaimana cara kita ngomong, cara kita memperlakukan orang, bagaimana karakter dan adab kita itu lebih mencerminkan kualitas diri daripada seberapa mahal barang kita pakai. >> Setuju >> ya. Soalnya gua enggak pernah pakai branded things and everything. He he he. >> Enggak pernah pakai kalung 2 kg. pakai kalung 2 kg terus kayak tulisannya I'm
1:04:27 rich gitu. >> Karena di hidup ini ya mungkin gua juga pernah melewati fase OKB. Jelas semua perintis yang pertama kali ngerasain uang itu pasti pernah di fase OKB. >> Manusiawi. Tapi B itu fase. >> Heeh. >> Tapi kalau karakter kita bagus lama-kelamaan kita sudah terbiasa punya uang. Uang tuh udah bukan suatu hal yang spesial gitu. >> Iya >> ya. At the end, kita lebih pengin berfokus sekarang lebih ke karakter. Misalkan kita nge-treat gimana cara kita nge-treat karyawan restoran itu sebaik kita ngetreat orang yang punya konglomerasi FnB. >> Hm. >> Karakter tells everything about you. >> Y. >> Bagaimana cara kita berterima kasih ketika ada orang yang bantuin kita buka pintu
1:05:13 itu jauh lebih penting daripada kita ngomongin kayak, "Eh, tahu enggak bulan ini penghasilan gua sekian misalkan." >> He, >> ya kan? He >> NV orang ketika iri NV itu ada di Seven Deadly Sins. >> I >> orang bisa ngelakuin apapun ketika dia iri. >> Kalau di sini Ain >> Ain ya. >> Yap >> i >> evil I. >> H >> ya. >> Jadi per hari ini menurut gua salah satu insya bagus banget di suara berkelas yaitu ketika lu main sosial media lu punya pilihan untuk tahu ngeposting apa >> ya. Dan harus ada privasi. Karena kalau enggak ada privasi itu menurut gua sangat berbahaya. >> I >> orang bisa nyerang lu dari mana aja. >> Betul. >> He. Betul.
1:06:00 >> Kita masuk ke KN >> ya. >> Ada tiga pertanyaan dari teman-teman suara berkelas yang sudah kita catat, kita rangkum. Yang pertama pertanyaannya kayaknya terlalu tajam ini dari sisi keuangan >> dari Am Rizal. Bang David izin nanya. Aku yang masih 20-an bingung nih mau terjun ke kripto atau saham. Ada sarannya? Sarannya adalah harus pelajarin dulu dua-duanya secara mendalam. Jangan langsung terjun cuma karena ngelihat influencer A kayak dari kripto atau influencer B kait dari saham. Karena dua-duanya merupakan industri yang sangat sulit. Industri yang 95% orang kehilangan uang. He >> industri yang lebih banyak orang bangkrut daripada orang sukses di situ.
1:06:46 It's a very competitive industry. You fight against all the most brilliant people in this country. Kalau playing crypto berarti you fight with all the geniuses in global market. Which kita fight lawan orang Belanda, orang Jerman, orang Inggris, orang US atau semua all the genius quantitative trader di China. Apakah lu bisa menang lawan mereka atau tidak? >> Atau lu memilih jadi average at the end kalau kita bermain di sana, you gonna be average anyway. >> Hm. >> Jadi jangan melihat industri ini sebagai industri yang cuma indah doang, yang untung doang, enggak ada ruginya. >> Yes. >> At the end, this industry is full of survivorship bias. He,
1:07:32 >> gua dan orang-orang yang kalian tonton di sosial media itu adalah satu dari berapa ratus ribu orang yang bangkrut. >> Hm. >> Jadi, gua enggak pernah bilang, "Oh, kalau saya bisa, Anda juga pasti bisa." Mustahil. Karena butuh jadi orang yang otaknya rusak untuk bisa bertahan di industri sekeras financials. >> Hm. >> Jadi, opsinya adalah jangan terlalu berfokus untuk making money-nya. Berfokus untuk pelajarin dulu A sampai Z-nya. Kalau crypto ya pelajarlah tentang blockchain technologynya, pelajaran tentang web redevelopment, baca semua eh project-projek yang baca white paper, Bitcoin. Kalau saham pelajarin gimana cara bisnis bekerja, how all the bus make money, gimana cara mereka ngelola perusahaannya, baca akuntansi untuk baca laporan
1:08:17 keuangannya, pelajar makroekonomi. >> He he. >> Ketika kalian sudah majarin secara dalam, barulah kalian nanti akan nemu jawaban mana yang lebih bagus. Yes. Karena bisa biasanya orang yang nanya pertanyaan seperti itu digiring oleh opini orang lain. >> Exactly. >> Sebelum dia menggali dirinya sendiri. Ya. >> Exactly. >> Y, bagus banget jawaban lu. Kita ke pertanyaan kedua dari Makfirah. Mas, apa tanggapan Mas tentang banyaknya kreator saham atau investor di Indonesia? Ya, >> karena di Cina sudah ada regulasi untuk kreator ketika posting. Apakah di di Indonesia perlu? Ya. >> Oke.
1:09:03 China dan Indonesia secara landscape negara itu merupakan dua negara yang sangat jauh beda. >> He. >> Karena kalau kita ngomonginnya China segalanya diatur, kalau Indo itu kayak gitu berontak semua masyarakat kita. >> H. >> Karena di China itu sistemnya komunis. >> Yap. Kita pernah mencoba menjalankan akhirnya presidennya digulingkan. >> Iya. >> Jadi China itu karena di segala hal diatur. Masalahnya orang Indonesia itu enggak bisa pakai caranya China. Karena kalau orang Indonesia misalkan semuanya diatur kayak gitu ya, ujungnya apa? Market kita enggak akan berkembang. >> Hm. >> Jadi apakah peraturan itu penting? Misalkan peraturannya adalah oh tidak boleh ngepost saham di Insta Story
1:09:50 dengan ajakan atau eh tujuannya membuat orang lain membeli saham tersebut. Itu setuju. Tapi kalau semua orang yang mau edukasi itu harus dibikin licensing yang panjang, perizinan yang panjang, diatur segala jenis, enggak boleh ngomongin A B C D ujungnya enggak ada orang yang mau edukasi. Ketika enggak ada orang yang mau edukasi dampaknya apa? Marketnya mati. >> Hmm. Jadi balik lagi pros and cons kalau prosnya adalah untuk melindungi boleh dibikin license. Tapi kalau tujuan adalah untuk cuma mencari uang semata dari pengambilan license and everything karena lisensi murah sekali dan kita semua bisa bayar. >> I >> atau mungkin entar ada calok lisensi. >> He >> welcome to Indonesia. Realit seperti itu kan. Jadi enggak ada poinnya. Semua
1:10:37 orang bisa ngambil calo lisensi. >> Hm. Ya, ya, ya. Nice. Itu jawaban yang sangat realistis ya. Pertanyaan terakhir dari Ananda. Kak, ada enggak satu financial terms buat aku pebisnis muda ketika memulai yang harus aku tahu? >> Oke, financial terms ya. Yang penting itu sebenarnya cuma tiga. Oke. Pertama, profit and loss PNL. He intinya adalah jangan sampai omset yang masuk ke kalian. Kalian kalian enggak ngelihat gini. Pertama, kalian harus bisa ngerti bedanya antara ee omset, profit, sama cash flow.
1:11:25 Omset itu orang beli barang kalian. Profit itu adalah omset dikurangin semua cost. Cashfow itu adalah uang yang masuk ke rekening kalian. Kalau profit kalian tinggi tapi piutangnya banyak, enggak ada uang masuk mati juga. Yap. >> Jadi kalian harus ngerti bedanya omset, profit, and cash flow. Yang kedua, kalian harus ngerti namanya customer acquisition cost. C. >> C itu akan menentukan seberapa murah kalian mengakuisisi satu customer masuk ke bisnis kalian. Gimana cara bikin CC sangat murah? Tadi udah dijelasin dengan bikin konten, dengan punya personal branding, punya digital awareness, itu akan memurahkan CC kalian. Dan tiga dan mungkin ini yang paling penting CLTV customer life and value. At the end daripada sebuah bisnis, kita harus bisa menciptakan
1:12:10 suatu ekosistem di mana ketika orang masuk ke dalam ekosistem kita, dia akan berputar-putar memutarkan duitnya di tempat kita dari hulu ke hilir di semua industri. Contoh kalau di financials gitu ya, orang belajar di kita, orang buka sekuritas under kita, nanti orang mau beli reks dana under kita. Jadi dibikinost di financial industry. Kalau di di bidang makanan misalkan oh eh misalkan kalian bikin franchise FnB, bahan pokoknya dari kalian, pembangunan tempatnya dari kalian. Setiap bulan management consulting-nya kalian yang
…