KAUM MUNAFIK YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA

guru gembul www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini adalah curhatan Guru Gembul mengenai pengalaman buruknya selama setahun terakhir setelah mengkritik beberapa pihak. Ia merasa difitnah, diteror, dan dikucilkan oleh berbagai kelompok, termasuk oknum Baalawi dan beberapa pihak yang mengatasnamakan Islam. Guru Gembul menjelaskan bagaimana pernyataannya dipotong dan diputarbalikkan untuk menyerangnya, serta dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan profesionalnya. Di akhir video, ia memohon bantuan kepada para penonton (Baraya) untuk melawan fitnah tersebut dan membantu menyebarkan narasi yang benar.

  • Guru Gembul merasa difitnah dan diteror setelah mengkritik beberapa pihak.
  • Pernyataannya dipotong dan diputarbalikkan untuk menyerangnya.
  • Ia memohon bantuan penonton untuk melawan fitnah dan menyebarkan narasi yang benar.

Undangan ke Rabitah Alawiyah dan Dampak Setelahnya

Guru Gembul menceritakan pengalamannya diundang oleh Rabitah Alawiyah untuk mempertanggungjawabkan klaimnya tentang tidak adanya hubungan darah antara Rabitah Alawiyah dan Baalawi dengan Nabi Muhammad. Meskipun disambut dengan baik oleh pihak Rabitah Alawiyah, setelah perdebatan terbuka, ia mengalami serangan framing yang intensif dan terus-menerus. Serangan ini berupa fitnah, teror, dan upaya boikot yang sangat mengganggu dan membuatnya merasa terancam.

Curhatan tentang Fitnah dan Framing

Guru Gembul mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk curhat di media sosial terbuka setelah diajak oleh Kang Feri Irwandi karena merasa terbebani oleh serangan teror intensif selama setahun terakhir. Ia mencontohkan bagaimana videonya dipotong dan diputarbalikkan, seolah-olah ia mengatakan lebih baik dari Gus Baha, yang memicu kemarahan dari para santri dan kiai. Padahal, dalam video aslinya, ia justru membela Gus Baha.

Fitnah PKI dan Dampaknya

Guru Gembul menjelaskan bagaimana ia dituduh sebagai PKI oleh sebagian kaum Baalawi, dengan Ustaz Alvian Tanjung sebagai tokoh yang gencar menyebarkan isu tersebut. Fitnah ini berasal dari pernyataannya yang lagi-lagi dipotong. Ia menjelaskan bahwa ia pernah mengaku sebagai cucu PKI dalam dua konteks: pertama, untuk menunjukkan penderitaan keluarganya akibat ekstremisme golongan kiri, dan kedua, untuk membela para habaib dari tuduhan keturunan komunis Yaman. Namun, pernyataannya diputarbalikkan untuk menyerangnya.

Pengalaman dengan Ustaz Felixiao dan Serangan Berkelanjutan

Guru Gembul menceritakan pengalamannya dengan Ustaz Felixiao, di mana kolaborasi mereka difitnah seolah-olah Guru Gembul dipermalukan. Ia juga mengungkapkan bahwa ia terus-menerus diserang melalui buzzer dengan berbagai tuduhan, seperti liberal, PKI, Wahabi, anti-Islam, anti-pesantren, dan anti-kiai. Padahal, ia mengkritik semua pihak berdasarkan perbuatan, bukan pihak itu sendiri. Ia mencontohkan bagaimana kritiknya terhadap kiai-kiai NU juga diframing secara negatif, meskipun ia menyampaikan kritik dengan baik dan tanpa ujaran kebencian.

Kritik Konstruktif vs. Hujatan Baalawi

Guru Gembul membandingkan kritiknya yang konstruktif dengan hujatan yang dilakukan oleh kalangan Baalawi terhadap NU. Ia merasa heran mengapa ia yang memberikan kritik membangun justru diframing habis-habisan, sementara orang-orang Baalawi yang jelas-jelas melakukan hujatan tidak mendapatkan sanksi atau pemboikotan. Ia menyimpulkan bahwa ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk menghancurkan kredibilitasnya dan menciptakan ancaman terhadap dirinya dan keluarganya.

Permohonan Bantuan kepada Baraya

Guru Gembul memohon bantuan kepada para penonton (Baraya) untuk melawan fitnah yang dialaminya. Ia meminta mereka untuk mengambil dan memotong video ini, kemudian membagikannya kepada teman-teman dengan harapan orang-orang yang memfitnahnya akan bertobat. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah menyerang Islam atau ajaran agama apapun, melainkan mengkritik perbuatan umatnya yang memperburuk citra Islam. Ia meminta bantuan untuk membuat klip penyeimbang dan kontra-narasi untuk membantu perjuangannya memperbaiki citra Islam, mendamaikan antar umat beragama, dan memberikan kontribusi positif terhadap bangsa.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:05 Asalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Sebagaimana yang beraya ketahui, sekitar 1 tahun yang lalu saya diundang oleh pihak Rabitah Alawiyah untuk mempertanggungjawabkan klaim saya di media sosial bahwa pihak Rabitah Alawiyah dan Baalawi itu tidak memiliki hubungan darah apapun dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. pernyataan saya itu harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk perdebatan terbuka di ruang publik. Begitu kan? Dan seperti yang Baraya ketahui pula bahwa sayalah satu-satunya orang yang datang ke sana mewakili orang yang menentang. Ee sebenarnya sejujurnya harus saya sampaikan bahwa di belakang layar ada begitu banyak orang yang memohon kepada saya, meminta kepada saya untuk tidak hadir dalam acara perdebatan

0:52 itu. Ada di antara mereka yang khawatir terhadap keselamatan saya. Ada yang mengkhawatirkan tentang kredibilitas saya di masa depan dan lain sebagainya. Tapi saya berpikir pada waktu itu bahwa saya memiliki iktikad yang baik dan saya memiliki prasangka yang baik. Dan karena itu maka saya akan maju saja sebagai pertanggungjawaban atas klaim yang saya ajukan di media. Dan luar biasanya apa? Memang pihak Rabitah Alawiyah menyambut saya dengan baik, memberikan kepada saya ee sajian-sajian yang positif dan memberi saya makanan yang enak dan secara porsi itu juga cukup. Pada dasarnya mereka adalah kelompok orang-orang yang baik yang mencoba untuk menjamu tamu dengan sebaik-baiknya. Nah, tetapi yang saya sayangkan adalah bahwa ternyata pihak Rabitah Alawiyah

1:39 itu tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mengontrol oknum-oknum dan pihak-pihak Baalawi secara keseluruhan. Sehingga setelah perdebatan itu terjadi, framing terhadap saya itu langsung banjir begitu penuh, begitu intensif. Dan itu dimulai dari sejak saat perdebatan itu sampai saat ini. Serangannya itu terus-terusan nonstop, intensif, luar biasa dalam bentuk fitnah, dalam bentuk framing, dalam bentuk teror dan lain sebagainya. Ada juga upaya boikot, ada juga tekanan kepada pihak-pihak yang lain untuk memboikot saya dan lain sebagainya. Eh ya itu sebenarnya sangat-sangat mengganggu dan pada beberapa titik saya

2:26 menjadi merasa terancam dengan berbagai teror itu. Saya mendapatkan teror dari begitu banyak pihak, bukan hanya dari pihak yang itu saja. Dan ini benar-benar menjadi beban yang lebih besar kepada saya karena menjadi jauh lebih intensif lagi. Maka kemarin ketika Kang Feri Irwandi ngajak saya untuk berbicara di ruang media sosial terbuka karena sebelumnya kita berbicara biasa di WA gitu ya. Ee ketika Kang Feri mengajak saya untuk berdiskusi di ruang yang lebih terbuka dan disanjikan kepada publik, ee saya tanya, "Kita mau bahas apa nih?" Kang Feri bilang, "Apa aja yang ada dalam benak Guru Gembul?" Lalu saya katakan, "Oke, saya akan curhat. Saya akan sampaikan apa yang saya mau. Jadi, pada akhirnya apapun yang ditanyakan sama Kang Feri, saya akan mengarahkan pada apa yang ingin saya

3:11 katakan. Karena saya ingin men-spill tentang betapa mengerikan dan betapa menyakitkannya ketika mendapatkan serangan teror intensif selama 1 tahun dalam bentuk framing, hujatan, cacian, makian, fitnah, dan itu juga disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Ee kalau beraya menganggap bahwa apa yang saya katakan itu sekedar berlebihan atau ini baperan dan sebagainya, saya minta Baraya menyimak video ini. Ini salah satunya ya. bahwa sebenarnya Gus Baha itu enggak pintar-pintar amat, biasa-biasa aja se ini. Apa yang saya tahu dia itu enggak tahu dan apa yang dia ketahui saya semuanya sudah tahu itu. Oke, Baraya sudah melihat ya video itu menerasikan bahwa saya itu mengatakan bahwa saya lebih baik daripada Gus Baha dan seterusnya dan seterusnya. Dan tentu

3:56 saja itu memantik amarah yang sangat luar biasa dari para santri, dari para kiai khususnya dari kalangan hadin. Apa yang sebenarnya menjadi masalah di situ adalah bahwa saya tidak mengatakan itu. Itu sebenarnya adalah framing dan itu adalah fitnah. Itu itu adalah cara orang secara sengaja dan terencana memotong video saya agar saya menjadi buruk di hadapan mereka. Ini kutipan langsung video asli saya tanpa potongan. Asalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Ini curhatan aja ya. Semoga curhatnya berfaedah. Jadi kemarin dulu itu saya bertemu dengan seseorang yang e ilmu agamanya sangat tinggi dan sekampung dengan Gus Baha. Kemudian orang yang dimaksud itu kemudian berbicara kepada saya bahwa

4:41 sebenarnya Gus Baha itu enggak pintar-pintar amat, biasa-biasa aja. Menurut dia, dia mengatakan kurang lebih seperti ini. Apa yang saya tahu dia itu enggak tahu dan apa yang dia ketahui saya semuanya sudah tahu itu. Jadi ya satu-satunya yang membuat dia menjadi lebih terkenal itu adalah gara-gara Gus Baha itu sombong begitu. Dan kesombongannya itu disukai sama banyak orang. Makanya dia tuh pikir, katanya dia tuh kesal, "Kenapa orang Indonesia begitu mudah terperangah sama orang yang seperti itu gitu. Gimana kalau seandainya saya yang bikin channel YouTube, mungkin saya akan membuat lebih terpang lagi mereka karena mereka itu benar-benar ilmunya itu enggak sampai pada apa yang saya pahami sejauh ini gitu ya. Kurang lebih seperti itu. Lalu saya kurang lebih penasaran juga apa yang sebenarnya dia ketahui. Lalu dia mulai bercerita tentang begini dan begitu dan ini dan itu dan ya sesuatu

5:29 yang membuat saya Oh, oh gitu ya. Oke. Oke. Nah, coba baraya bandingkan yang satu itu sudah dipotong seakan-akan saya mengatakan bahwa selebih baik daripada Gus Baha. Yang aslinya adalah saya tidak mengatakan seperti itu. Yang asli adalah saya mengatakan ada orang yang meremehkan Gus Baha kemudian saya membela Gus Baha. Jadi dalam video itu sebenarnya yang asli itu adalah saya membela reputasi dan kredibilitas Gus Baha. Karena apa? Karena saya relatif orang yang sangat bersimpati kepada Gus Baha dan relatif suka pada ceramah-ceramahnya. Nah, tapi itu diputar balikkan menjadi sebuah fitnah. Seakan-akan saya mengklaim bahwa saya lebih cerdas daripada Gus Baha dan seterusnya dan seterusnya. Dan itu memantik kemarahan yang sangat luar

6:15 biasa. Satu hal yang penting adalah baraya bahwa itu jelas fitnah. Betul kan? Memutarbalikkan fakta. Yang kedua, video itu diunggah oleh kanal yang penuh dengan atribut-atribut keislaman. Kalau memang mereka benar-benar Islam, mereka itu akan takut sekali dengan fitnah. Karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan dalam versi Islam. Dan kalau dalam versi yang lebih rasional, ya tentu saja lebih kejam daripada pembunuhan. Karena memfitnah itu berarti membunuh kredibilitas, membunuh karakter manusia dan dan itu bisa saja menyebabkan si manusia itu mendapatkan bencana yang buruk dan kemudian setelah mati pun itu reputasinya namanya sudah benar-benar berubah gara-gara fitnah. Jadi fitnah

7:00 itu memang lebih buruk daripada pembunuhan karena dia membunuh karakter seseorang secara permanen. Nah, ini muslim yang melakukan itu kepada saya. Jadi sekali lagi saya tuh pada waktu itu tidak memiliki masalah dengan Gus Baha. Saya suka dengan ceramah-ceramahnya dan sebagainya. Tapi sejak potongan video itu beredar, saya difitnah, dihujat habis-habisan. Bahkan kiai-kiai NU seperti yang ini itu marah-marah karena saya dianggap melecehkan dan menghina Gus Baha dan seterusnya dan seterusnya. Nah, ini ini salah satu di antara sekian banyak fitnah. Sekali lagi ini terencana beraya ini niat banget bikin yang seperti ini. Dan level kerusakan dari fitnah itu sampai bikin grup WA keluarga saya itu

7:47 pecah dan blokir-blokiran. Karena apa? Iya, karena saya dikira menghina kiai dan seterusnya dan seterusnya dalam konteks itu. Dan atau ada kejadian yang lain, kejadian yang kemarin juga saya spill di podcastnya dengan Kang Firi Irwandi. Jadi saya oleh sebagian gelintir kaum Baalawi itu dituding sebagai orang yang akan membesarkan PKI, yang akan membangkitkan PKI dan seterusnya di Indonesia. Sehingga harus diberantas. Salah satu tokoh yang gencar sekali untuk mengkumandangkan isu bahwa saya itu adalah PKI itu adalah seorang ustaz yang namanya Alvian Tanjung. Ustaz itu intensif sekali nyebar-nyebar berita secara offline dan online di banyak ceramahnya kepada purnawirawan

8:33 tentara, kepada rakyat jelata, kepada orang-orang awam bahwa saya adalah PKI, saya akan membangkitkan kembali PKI, saya adalah agen mata-mata PKI dan lain sebagainya. Luar biasa. Dari mana beliau mengajukan fitnah itu? Dari pernyataan saya yang lagi-lagi dipotong ini. Jadi mereka tuh niat banget baraya untuk motong kata-kata saya tuh niat gitu. Coba misalkan begini ya. Apakah saya pernah mengaku sebagai cucu PKI? Pernah. Di dua kesempatan saya tampilkan misalkan di beberapa video ee apa yang saya katakan di sana? Pertama saya mengatakan tuh dalam konteks seperti ini. Saya punya nenek. Nenek itu menjanda dalam satu waktu. Kemudian dia

9:19 dinikahi oleh seorang kader atau simpatisan PKI. Dan sejak saat pernikahan nenek saya dengan kader PKI itu, kehidupan keluarga nenek saya itu berubah total menjadi sangat-sangat menderita, penuh dengan kenestapaan. Karena apa? Kader PKI itu mengharamkan ibu saya, nenek saya untuk mengaji, untuk beribadah. Jadi, setiap ibu saya pulang dari pengajian itu enggak akan dapat makanan dan atau mendapatkan siksaan fisik atau makanannya ada tapi dikencingin. Baraya begini, ee kakek saya adalah seorang komunis. Dia kejam luar biasa terhadap anak-anaknya, termasuk ibu dan bibik saya. Ibu dan bibi saya itu kalau ketahuan beribadah itu jatah makanannya

10:04 dikencingin. Pokoknya mah tidak boleh beribadah. Karena ya bagi dia ibadah itu adalah salah satu hegemoni kebudayaan dari kebudayaan asing kepada kebudayaan kita. Maka kita tidak menghasilkan budaya sendiri katanya. Begitu. Jadi agama itu nonsens omong kosong. Karena itulah dia kemudian bersikap kejam terhadap keluarganya yang masih dianggap beragama. Jadi saya mewartakan bahwa kakek tiri saya adalah orang PKI itu sebenarnya dalam konteks untuk menunjukkan bahwa ekstremisme terhadap golongan kiri itu benar-benar dirasakan oleh keluarga saya sendiri dan ibu saya itu menjadi korban kekerasan karena mempertahankan ajaran agamanya. Nah, itu konteksnya begitu. Dipotong dong. Lalu dikatakan saya

10:51 adalah pejuang PKI. Kemudian ada narasi berikutnya. Saya mengaku dalam kesempatan yang lain bahwa saya adalah cucu tiri dari PKI. Dalam konteks apa? Membela para habaib. Jadi kan saya tuh selalu mengedepankan objektivitas. Jadi saya tetap akan menyerang ide dan gagasan, tapi saya tidak akan menyerang pribadi. Itu prinsip saya. Dan ketika saya berkonflik secara ideologi dengan habib-habib yang ada di Indonesia misalkan, ee saya tuh fokusnya itu adalah pada perilaku mereka. Makanya ketika Habib-Habib di Indonesia itu diserang di antaranya oleh teman-teman PWI gitu ya, bahwa diserang bahwa mereka itu Habib-habib di Indonesia adalah keturunan dari PKI Yaman atau komunis

11:39 Yaman. Itu kan tuduhan yang serius. Maka saya katakan ya, habib-habib itu jangan diperlakukan seperti itu. Toh kalaupun benar mereka itu adalah keturunan komunis bukan berarti merekanya komunis. Leluhurnya punya ideologi komunis yang memungkinkan bawahnya juga tidak komunis, kan begitu. Lalu saya mencontohkan, contohnya saya walaupun kakek tiri saya adalah orang komunis, tetapi saya tidak komunis. Jadi saya dalam hal itu tuh membela habib habib-habib itu. Tapi justru mereka yang motong. Pernyataan saya untuk menebarkan fitnah. Bayangkan baraya sekarang tuh banyak banget orang yang musuhin saya termasuk para purnawirawan tentara-tentara. Ada kiai-kiai, ada ustaz-ustaz yang

12:24 terus-terusan mengatakan bahwa saya itu adalah PKI dan kemudian disebarkan ke mana-mana bahwa saya itu adalah ateis. Saya diframing begini dan begitu. Kejam luar biasa baraya. Jadi mereka tuh muslim. Mereka tuh harusnya tuh takut sama dosa fitnah. Tapi mereka begitu terbuka mereka merencanakan itu, mereka motong video saya. Jadi niat banget untuk itu. Nah, atau contoh yang lain yang lebih kecil itu banyak sekali baraya. Jadi contoh ya saya dengan Ustaz Felixo itu kan berteman kami tuh WA-an baik-baik ya walaupun hubungan kami agak tersendat karena jaraknya memang cukup jauh gitu tapi itu ya temenan dan cukup intensif lah untuk WA-an gitu untuk ngobrol. Ee dan karena itu satu waktu kami tuh kan

13:10 kolaborasi ee diskusi saya di kanal beliau, beliau di kanal saya dan sebagainya gitu ya. Kemudian lanjut juga dengan Kang Rayon Cin yang menunjukkan bahwa kami itu enggak jadi masalah gitu. E Kang Ustaz Felixo juga ngundang saya beberapa kali dalam acaranya walaupun seringkiali tidak bisa saya hadiri gitu. Tetapi luar biasanya apa? Ketika hasil kolaborasi kami itu lalu saya jadikan sebuah video kemudian saya share video itu tuh dicuri sama orang kemudian narasinya tuh diubah bahwa guru gembul dipermalukan sama Ustaz Felixiao dan sebagainya dan sebagainya gitu. Kita tuh temenan tapi langsung diframe seperti itu, difitnah seperti itu. Dan isi kolom komentarnya luar biasa baraya. Jadi maksud saya tuh lagi-lagi, ya ampun, kenapa ada muslim yang berani memfitnah?

13:58 Itu kan salah satu dosa paling besar dalam Islam. Lebih besar dosanya daripada membunuh gitu katakanlah seperti itu. Tapi mereka tega untuk melakukan itu gitu. Dan akhirnya apa? Mereka tuh melakukan rangkaian serangan terus-terusan melalui bazir-bzir mereka. bahwa saya itu adalah kaum liberal, bahwa saya itu adalah orang PKI, bahwa saya itu adalah Wahabi, bahwa saya itu adalah anti Islam, saya adalah anti pesantren, saya adalah anti kiai, dan lain sebagainya. Saya tuh mengkritik semua pihak baraya, tapi bukan pihaknya, perbuatannya. Jadi ketika misalkan saya mengkritik Habib, saya enggak ngekritik Habibnya, saya mengkritik feudalisme di antara mereka. Sehingga ketika saya mengkritik Habib gara-gara satu alasan misalkan cium tangan, cium kaki dan sebagainya, saya melakukan kritik yang sama terhadap

14:43 Gus-Gusan. Karena saya enggak ngurusin habibnya, enggak ngurusin Gusnya. Saya mengkhawatirkan perbuatan mereka. Dan yang saya ajukan itu adalah kritik. Apa ketika saya misalkan mengkritik kiai-kiai NU kemarin itu di framing-nya luar biasa. Padahal saya kurang apa, Baraya. Ketika saya mengkritik kiai-kiai NU misalkan pertama saya mengkritiknya tanpa ujaran kebencian, tanpa kata-kata yang kasar. Kemudian ketika saya mengkritik, saya langsung sampaikan ke orangnya, ketua PBNU langsung. Dan kemudian rekamannya saya sampaikan di ruang publik dan kemudian apa? Saya berikan argumentasi-argumentasinya. Dan ketika misalkan saya dianggap menang dalam perdebatan itu, saya enggak

15:29 menjelekkan siapapun, tidak menekan dan tidak merendahkan lawan diskusi saya. Kalaupun memang saya dianggap menang dalam perdebatan itu, misalkan begitu, saya kurang apa coba? Tapi itu lagi-lagi diframe bahwa saya itu adalah anti pesantren, saya adalah anti NU, saya penuh kebencian terhadap mereka. Gimana caranya? Coba baraya pikirkan sendiri ya. Bagaimana ceritanya? Saya sendirian tanpa beking, tanpa dekeng, tanpa siapapun berani berkonfrontasi langsung dengan sebuah ormas yang memiliki pasukan 100 juta di Indonesia. Dan kemudian saya tampilkan ke ruang publik tantangan-tantangan terbuka kepada mereka. Emang emang saya begitu ya? Enggak. Yang saya sampaikan itu adalah kritik yang ada argumentasinya dan itu membangun. Insyaallah itu membangun. dan

16:15 orang-orang PBNU yang saya ajak diskusi juga ya memang mereka bilang itu membangun walaupun ee keberatan mereka itu adalah gara-gara saya bukan dari kalangan mereka, bukan dari Nahdiyin kan masalahnya tuh di situ. Tapi framing-nya itu yang anti Islam lah, yang anti pesantren, anti kiai dan sebagainya itu bertebaran di mana-mana. Baraya setelah itu tuh saya diundang di Cilacap oleh pesantren NU dan saya di situ juga berbicara enggak jadi masalah, enggak apa-apa. Tapi kenapa framing keburukannya itu terus-terusan fitnah itu potongan-potongan video saya dan sebagainya itu disebarkan sampai bikin tetangga-tetangga saya komplain bukan gara-gara apa, tapi gara-gara mereka tetangga-tetangga saya juga ikutan di teror dong segitunya gitu. Dan kalau

17:03 memang orang-orang NU itu katakanlah marah sama saya karena saya dianggap menghina kan yang menghina itu bukan saya. yang menghina itu adalah kalangan BAwi. Kalangan Blawi itu eksplisit terbuka mengatakan kiai NU yang itu, Gus NU yang itu tuh itu buta mata, buta hati. Kiai NU itu yang paling hebat sekalipun itu derajatnya jauh lebih buruk, jauh lebih rendah daripada habib yang paling bodoh. Bahwa habib-habib itu yang paling bodoh itu alas kakinya lebih mulia daripada kepalanya kiai-kiai. Itu kan perkataan mereka. itu jelas penghinaan itu eksplisit. Sedangkan yang saya katakan itu bukan penghinaan, itu adalah kritik. Misalkan saya mengkritik orang-orang NU ketika

17:50 mereka menjadi asobiyah, ketika mereka mengancam orang-orang menggorok leher dan sebagainya. Saya katakan itu akan membuat resistensi menjadi semakin besar terhadap Islam dan terhadap NU. Itu adalah argumentasi yang bisa diuji dan bisa diperdebatkan dan itu bukan hujatan. Lalu kenapa saya yang memberikan kritik konstruktif justru malah diframing habis-habisan? Sedangkan orang-orang Baalawi itu yang jelas-jelas melakukan hujatan, caci maki dan sebagainya, tidak ada cerita-cerita tentang pemboikotan. Intinya adalah ini berasal dari satu arus yang sama sejak 1 tahun yang lalu. Di mana ada upaya yang sangat sistematis untuk menghancurkan kredibilitas saya, membuat orang-orang membenci kepada saya, bahkan menciptakan ancaman yang intensif terhadap diri saya

18:36 dan keluarga saya. Makanya di sini saya ingin curhat kepada Baraya. Kalau Baraya mau motong video ini, silakan dan kemudian nge-share. Kan gini, Baraya, saya tuh ada sebuah dilema gitu. Jadi di satu sisi banyak kliper-kliper saya itu yang ngambil video saya secara utuh dan akhirnya membuat kanal ini tuh terancam oleh YouTube sendiri. Tapi di sisi lain, saya tuh enggak punya dana, saya tuh enggak punya kekuatan, saya tuh bukan YouTuber profesional sehingga saya tuh punya kliper-kliper yang sampai jutaan omsetnya yang segala rupa. Saya enggak punya itu. Jadi saya tuh enggak punya kemampuan untuk mempertahankan diri ketika saya diframing habis-habisan mendapatkan fitnah yang seperti itu, saya tuh enggak punya kesempatan untuk melawan. enggak bisa gitu sampai akhirnya hari ini gitu. Nah, makanya saya mohon kepada Baraya video-video

19:22 yang tadi adalah bukti bahwa saya itu mendapatkan framing dan fitnah dan saya mohon bantuan baraya untuk membantah itu juga di ruang publik. Saya saya benar-benar apa ya ini saya tidak pernah minta bantuan ee kepada baraya sampai sejauh ini. Nah, kecuali pada bagian ini. Secara pribadi saya mohon ee baraya mungkin bisa melakukan kontrapropaganda kepada orang-orang yang menghujat dan mem-framing saya seakan seakan-akan saya adalah musuh dari para kiai, musuh ulama, musuh dari umat Islam dan lain sebagainya. Bahwa saya itu dalam situasi ini difitnah baraya. Please ambil video ini, potong video ini, kemudian share ke teman-teman. Semoga mereka yang memfitnah saya itu tobat. Bahwa saya saya tuh enggak melakukan tindakan-tindakan yang kriminal.

20:08 Misalkan gini lah ya. Saya dianggap menghina umat muslim atau menyerang Islam. Kok video guru gembul menyerang Islam terus? Sejak kapan saya menghina Islam dan menyerang Islam? Saya enggak menyerang ajaran agama apapun. Mau Islam, mau Kristen, mau Hindu, saya enggak nyerang seperti itu. Yang saya serang itu di antaranya apa? Ya, umatnya. Jadi misalkan ketika ada e kaum muslimin yang kuburannya itu pakai topping dan kemudian dibisnisin besar-besaran dan itu membuat citra Islam itu buruk di ruang publik. Saya kritik itu. Nah, ketika saya mengkritik amalan itu, kenapa saya yang dianggap anti Islam? Saya mengkritik ada orang Wahabi, ada orang NU, ada orang Muhammadiyah itu asabiah luar biasa. Mereka lebih mengedepankan kesetiaan pada kelompoknya daripada kepada Islam.

20:54 Saya kritik itu kenapa saya disebut sebagai anti Islam? Kemudian saya misalkan mengkritik ada pesantren-pesantren yang jalan jongkok, jalan bebek, kemudian sujud dan cium kaki kepada ulama dan kiainya. Itu saya kritik. Karena apa? Karena itu memperburuk citra Islam. Itu menjelekkan Islam. Itu membuat nama Islam itu tercemar. Saya kritik itu sebagai pembelaan saya terhadap Islam. Tapi kenapa saya dibalik dicitrakan sebagai anti Islam? Ketika ada masjid yang toanya itu kencang banget, yang itu mengganggu dan itu mempermalukan lagi-lagi kaum muslimin di seluruh dunia, saya kritik itu kita tidak anti azan, kita anti suara yang berlebihan. Nah, itu lagi-lagi di frame saya itu

21:39 adalah anti Islam dan sebagainya. Saya tuh memperjuangkan Islam, saya memperjuangkan kemanusiaan, saya memperjuangkan perdamaian, saya memperjuangkan bangsa dan negara. tapi mendapatkan framing yang intensif selama 1 tahun ini terus-terusan. Makanya please Baraya, saya saya mohon maaf tapi saya minta bantuan kepada Baraya untuk bikin klip penyeimbang kontra eh propaganda, kontra narasi ya untuk membantu saya secara pribadi dan membantu perjuangan saya untuk memperbaiki citra Islam, untuk mendamaikan antar umat beragama dan antar suku di Indonesia dan untuk memberikan kontribusi yang positif terhadap bangsa. Please bantu saya untuk ini. Karena orang jahat itu tega untuk memfitnah. Jadi saya saya silakan saya

22:27 tawarkan kepada baraya. Kelompok-kelompok yang memfitnah saya itu kata-katanya kasar luar biasa. Menghakimi orang lain dan memaksa orang lain untuk berpikir sesuai dengan keinginan dan pendapat mereka. Sedangkan saya saya ngajak orang lain untuk berpikir terbuka. Jangan percaya sepenuhnya pada apa yang saya katakan. Biasakan belajar kritis. Biasakan belajar skeptis. saya tidak memiliki otoritas dalam bersuara dan lain sebagainya. Nah, tapi saya yang dikatakan sebagai orang yang sok segala tahu dan kemudian menyampaikan semuanya. Sedangkan mereka dengan kata-kata kasarnya, dengan keberanian untuk memfitnah dan mem-framing-nya, mereka justru mendapatkan kemerdekaan untuk melakukan itu semua tanpa tendensi dari pihak lain. Eh,

23:14 itu saja, Baraya. Sekali lagi saya mohon bantuan kepada Baraya. Em karena ini memang sudah benar-benar berat dan saya menanggung ini sendirian dalam waktu 1 tahun dan itu ada bersamaan dengan tekanan-tekanan teror-teror dari pihak-pihak lain dari oknum pemerintah, dari judul, dari mana itu semuanya ke saya. Saya menanggungnya sendirian. Dan ketika kemarin saya menemukan momen ketemukan sama Kang Feri Irwandi, saya pikir saya harus melawan hari ini dan saya minta bantuan kepada Baraya untuk ikut melawan. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya Guru Gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube