0:02 Halo semuanya, selamat datang di Kisah Bijaksana. Teman-teman, banyak di antara kita yang sudah berusaha keras untuk mendapatkan kekayaan atau sekedar bisa hidup lebih layak. Namun meskipun sudah bekerja keras, menabung, bahkan berhutang untuk memulai sebuah bisnis, kekayaan yang diharapkan [musik] tak kunjung datang. Dan mungkin saja satu rahasia penting dari kisah inilah [musik] yang selama ini kita lewatkan. Sebuah rahasia yang bisa membantu siapa saja untuk mendapatkan kekayaan [musik] atau setidaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, jika saat ini kalian masih berusaha mencari [musik] jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera,
0:48 simaklah kisah ini sampai [musik] akhir agar rahasia yang terkandung di dalamnya dapat kita pahami dan pada akhirnya kesejahteraan [musik] hidup yang kita harapkan bisa kita dapatkan. [musik] Suatu ketika di sebuah desa kecil yang terletak jauh di wilayah Finlandia hiduplah sepasang suami istri dalam keadaan yang sangat miskin. Mereka adalah Ero dan Aino. Rumah mereka hanyalah sebuah rumah kayu sederhana di tepi hutan dan hampir tidak ada barang berharga yang mereka miliki. Kemiskinan mereka begitu parah hingga sang suami hanya mempunyai satu pakaian.
1:35 Itu pun sudah begitu tua [musik] dan penuh tambalan sehingga lebih pantas disebut kain comppang-camping daripada pakaian yang layak. Namun selama pakaian itu masih bisa menutupi tubuhnya, ia tetap memakainya [musik] setiap hari. Pasangan itu juga belum dikaruniai seorang [musik] anak. Meski demikian, mereka tetap menjalani kehidupan bersama dan berusaha bertahan dari hari ke hari. Setiap pagi ketika udara masih dingin dan kabut menggantung di antara pohon-pohon, mereka berjalan menuju hutan. Di sana mereka mengumpulkan ranting dan [musik] kayu kering yang bisa dibawa pulang. Setelah terkumpul cukup banyak, kayu-kayu itu akan mereka ikat dan bawa ke desa untuk dijual sebagai kayu bakar. Dari hasil penjualan
2:22 itulah mereka berharap bisa membeli sedikit makanan untuk hari itu. Begitulah kehidupan mereka berlangsung. Hari demi hari mereka bekerja keras hanya untuk mendapatkan makanan sederhana. Tidak ada kepastian mengenai apa yang akan mereka makan esok hari. Jika kayu yang terkumpul sedikit, maka makanan mereka pun akan sedikit. Pada malam hari, setelah kembali ke rumah dengan tubuh lelah, sang suami sering duduk di dekat perapian yang hampir kehabisan bar. Dalam keheningan malam, ia memandangi api kecil yang tersisa sambil memikirkan kehidupan mereka. Tidak jarang hatinya dipenuhi rasa putus asa. Ia kemudian berdoa agar suatu hari ada pertolongan yang datang kepada
3:08 mereka. Bukan kemewahan yang ia minta ia hanya ingin kehidupan yang [musik] sedikit lebih layak makanan, pakaian yang pantas, dan mungkin seorang anak yang bisa mengisi rumah mereka dengan kebahagiaan. Namun, hari-hari terus berlalu dan tidak ada perubahan. Sampai pada suatu hari sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan mulai terjadi. Jauh dari rumah pasangan miskin [musik] itu, tiga orang pengunjung sedang melakukan perjalanan. Mereka bukanlah orang biasa. Ketiganya membawa sesuatu yang sangat berbeda dan masing-masing memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan siapapun yang menerima mereka. Yang pertama bernama uang. Yang kedua [musik] bernama anak, dan yang ketiga
3:55 bernama kesabaran. Ketiganya berjalan bersama menuju sebuah rumah sederhana di tengah wilayah [musik] yang dingin itu. Namun sebelum sampai ke tujuan, perjalanan mereka menghadapkan ketiganya [musik] pada sebuah rintangan besar. Di hadapan mereka terbentang sebuah sungai yang lebar, dalam, dan mengalir deras. Bagi ketiga pengunjung itu, sungai tersebut menjadi ujian pertama dalam perjalanan mereka menuju rumah pasangan miskin tadi. Kesabaran tidak mengatakan apa-apa, hanya melangkah perlahan ke dalam air. Dengan tenang, ia menyeberangi sungai hingga akhirnya sampai di tepi seberang. Sementara itu, uang dan anak masih berdiri di [musik]
4:40 tepi sungai. Anak memandangi arus yang deras dengan rasa takut. Tubuhnya kecil dan ia merasa tidak mungkin mampu menyeberang sendirian. Akhirnya anak menoleh kepada uang. Anak merasa uang jauh lebih besar dan lebih kuat darinya. Karena itu menurutnya uanglah yang seharusnya [musik] mengedongnya menyeberangi sungai. Namun uang tidak menerima permintaan itu. Ia justru merasa tersinggung. Baginya ia lebih senior dan lebih berharga darada anak. yang harus digendong untuk menyeberang. Seharusnya justru anak yang harus menggendongnya. [musik] Keduanya pun mulai bertengkar. Anak bersih keras bahwa uang harus mengendongnya.
5:25 Uang tidak mau mengalah dan menundut agar anak yang mengendongnya. Tidak ada satuun yang bersedia menerima permintaan satu sama lain. [musik] Sementara pertengkaran mereka semakin panjang, kesabaran yang sudah sampai di seberang akhirnya menyadari bahwa kedua temannya belum juga menyusul. Ia pun kembali menuju tepi sungai. Kesabaran tidak ikut memperpanjang pertengkaran. Ia tidak mencoba menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Ia hanya melihat keduanya [musik] kemudian melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh mereka. Dengan tenang, [musik] kesabaran mengangkat anak dan uang sekaligus lalu membawa mereka menyeberangi sungai. Akhirnya ketiga pengunjung itu kembali berjalan bersama.
6:11 Setelah perjalanan yang cukup jauh, mereka tiba di sebuah rumah kayu sederhana. [musik] Rumah itulah milik pasangan miskin yang setiap hari bekerja mengumpulkan kayu bakar. Ketika melihat tiga orang asing datang, pasangan itu segera menyambut mereka dengan ramah. Mereka tidak tahu siapa sebenarnya para tamu tersebut dan mengapa mereka datang dari tempat yang jauh. Namun mereka tetap memberikan apapun yang mampu mereka berikan. Dengan makanan sederhana yang mereka miliki, pasangan itu menjamu ketiga tamunya sebaik [musik] mungkin. Mereka juga menyediakan tempat yang nyaman untuk beristirahat meskipun rumah mereka sendiri begitu sederhana. Setelah malam tiba dan ketiga tamu itu beristirahat, pasangan suami [musik]
6:57 istri tersebut akhirnya memiliki kesempatan untuk berbicara berdua. Sang suami memikirkan kembali apa yang terjadi hari itu. Ternyata kedatangan ketiga orang tersebut bukanlah kebetulan. Mereka membawa sebuah tawaran yang dapat mengubah kehidupan pasangan [musik] miskin itu untuk selamanya. Namun mereka hanya boleh memilih satu di antara ketiganya. Keesokan harinya sebelum matahari terbit sepenuhnya, ketiga pengunjung itu menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada pasangan tersebut. Mereka membawa kabar baik. Pasangan miskin itu boleh memilih satu dari mereka untuk tinggal di rumah tersebut selamanya. Dua lainnya harus pergi dan
7:43 kembali ke tempat asal mereka. Namun, keputusan itu [musik] tidak boleh ditunda terlalu lama. Pasangan tersebut diberi waktu hingga pagi berikutnya. Jika sampai saat itu mereka tidak mampu menentukan pilihan, maka ketiga pengunjung itu akan pergi [musik] dan tidak ada satuun yang tinggal bersama mereka. Mendengar hal itu, pasangan suami istri tersebut semakin bingung. Meski hidup dalam kemiskinan, mereka tetap berusaha menjamu ketiga tamunya dengan segala yang mereka punya. Makanan sederhana yang tersisa mereka bagi bersama. Tempat tidur yang terbatas mereka atur agar para tamu tetap dapat beristirahat dengan nyaman.
8:28 Malam itu, setelah ketiganya masuk ke tempat mereka masing-masing, sang suami dan istrinya duduk berdua di dalam rumah yang diterangi aif api. Sang suami menghela napas panjang. Ia tidak tahu bagaimana mereka harus memilih antara uang, anak, dan kesabaran. Ketiganya terdengar seperti pilihan yang dapat mengubah kehidupan mereka, tetapi mereka hanya boleh memilih satu. [musik] Sang istri pun mulai memikirkan keadaan mereka. Mereka memang sudah lama mendambahkan [musik] seorang anak, akan tetapi selama ini mereka bahkan kesulitan menyediakan makanan [musik] untuk diri sendiri. Jika seorang anak hadir di tengah keluarga [musik] mereka, bagaimana
9:15 mereka bisa memberinya makan dan merawatnya? Begitu pula dengan kesabaran. Bagi sang istri, kesabaran terdengar seperti sesuatu yang baik. Tetapi ia tidak melihat bagaimana hal itu bisa membuat kehidupan mereka menjadi lebih mudah. Kesabaran tidak bisa dibawa ke pasar untuk ditukar dengan makanan dan tidak bisa digunakan untuk membeli pakaian. Karena itu menurut sang istri, pilihan yang paling masuk akal adalah uang. Dengan uang mereka bisa membeli makanan. Mereka bisa memperbaiki rumah. Mereka juga bisa memenuhi kebutuhan mereka jika suatu hari memiliki seorang anak. Sang suami mengangguk mendengar pertimbangan istrinya. [musik] Namun meskipun ia memahami alasan
10:01 tersebut, hatinya masih belum benar-benar yakin. Ia ingin memastikan bahwa mereka tidak membuat keputusan yang akan mereka sesali. Akhirnya sang suami memutuskan untuk meminta nasihat dari tetangga mereka [musik] seorang pria bernama Mati. Mati telah lama tinggal tidak jauh dari rumah mereka. Ia dikenal sebagai tetangga yang cukup dihormati dan dianggap memiliki pengalaman lebih banyak dalam menghadapi kehidupan. Sang suami berharap mati dapat membantu mereka menentukan pilihan yang tepat. Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh pasangan tersebut. Selama bertahun-tahun, sesuatu telah berubah dalam hati mati. Rasa pahit terhadap kehidupannya sendiri telah
10:48 tumbuh sedikit demi sedikit. Ia mulai terobsesi pada kekayaan dan kekuasaan. Dalam pikirannya, [musik] kehidupan yang sempurna adalah kehidupan di mana ia memiliki banyak harta dan orang-orang lain tunduk pada perintahnya. Akan tetapi, semua pikiran gelap itu ia simpan rapat-rapat. Ketika Ero datang dan meminta nasihat, mati tidak menunjukkan sedikit pun niat buruknya. Ia justru memasang wajah seolah-olah benar-benar peduli terhadap masalah tetangganya. [musik] Mati mendengarkan dengan penuh perhatian ketika Ero menceritakan tentang tiga pengunjung yang datang ke rumahnya. Ia bahkan mengelus janggutnya seolah-olah sedang memikirkan sebuah
11:35 persoalan yang sangat sulit. Menurut Mati, pertanyaan yang dihadapi pasangan itu memang bukan perkara sederhana. Ia mengatakan bahwa keinginan memiliki seorang anak adalah hal yang wajar. Namun, membesarkan anak tanpa uang menurutnya adalah keputusan yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin mereka memenuhi kebutuhan seorang anak jika untuk makan sendiri saja mereka masih kesulitan? Namun, [musik] mati juga tidak menyarankan mereka memilih uang. Ia mulai menjelaskan berbagai masalah yang menurutnya akan muncul jika pasangan itu menjadi kaya. Orang-orang mungkin akan merasa iri dan bukan tidak mungkin orang jahat akan merencanakan untuk merampok mereka. Pada akhirnya
12:22 kata mati kekayaan justru bisa membuat mereka dijauhi dan bahkan [musik] membahayakan nyawa mereka. Namun di balik wajah tenangnya, Mati menyimpan pikiran yang sama sekali berbeda. Ia tidak sanggup membayangkan tetangganya yang selama ini hanya menjual kayu bakar [musik] tiba-tiba memiliki kekayaan. Dalam hatinya, ia merasa seharusnya dirinyalah yang mendapatkan kekayaan [musik] itu. Ia bahkan menganggap tetangganya bodoh karena tidak menyadari betapa besar kesempatan yang sedang berada di depan matanya. Tetapi [musik] semua pikiran itu tidak ia tunjukkan. Mati hanya mengangguk dengan wajah penuh perhatian. Seolah-olah natnya benar-benar diberikan demi kebaikan tetangganya.
13:08 Ero mempercayai kata-kata itu. Ia berterima [musik] kasih kepada mati kemudian pulang untuk menceritakan semuanya kepada istrinya. Mendengar [musik] natin terdiam cukup lama. Awalnya ia begitu yakin bahwa uang adalah pilihan terbaik. Tetapi setelah memikirkan perkataan mati, keraguannya mulai tumbul. Bagaimana jika semua yang dikatakan mati benar? Bagaimana jika setelah mereka kaya, orang-orang di desa mulai iri kepada [musik] mereka? Bagaimana jika mereka tidak lagi tahu siapa yang benar-benar menjadi teman dan siapa yang hanya mendekat karena menginginkan harta mereka? Bagaimana jika harta malah membahayakan diri mereka? Akhirnya sang istri menghala nafas. Ia
13:55 mulai merasa bahwa kehidupan yang terlalu kaya mungkin justru membawa masalah baru. Sang suami pun melihat bahwa pilihan mereka semakin menyempit. Jika mereka tidak memilih anak dan tidak memilih uang, maka hanya satu pilihan yang tersisa. Kesabaran. Sang istri akhirnya menerima pilian itu meskipun tanpa keyakinan yang besar. Menurutnya, kesabaran mungkin tidak memberikan apa-apa secara langsung, tetapi setidaknya itu masih lebih baik daripada tidak mendapatkan apun. Maka keputusan pun dibuat. Keesokan paginya, uang dan anak meninggalkan rumah tersebut. Sementara kesabaran tetap tinggal bersama pasangan itu.
14:41 Hari-hari berikutnya kembali berjalan seperti biasa. Rumah kecil itu tetap sederhana dan kehidupan pasangan tersebut belum berubah secara ajaib. Kesabaran kini tinggal bersama mereka. Sementara itu, uang dan anak telah meninggalkan rumah tersebut. Keduanya kembali berjalan melalui jalan yang sama seperti sebelumnya hingga akhirnya sampai di sungai lebar yang pernah mereka temui dalam perjalanan menuju rumah pasangan itu. Begitu melihat sungai tersebut, masalah yang sama kembali muncul. Anak memandang arus air yang deras dan merasa tidak mampu menyeberangi sendirian. Ia kemudian meminta uang untuk menggendongnya melewati sungai. Namun, uang kembali menolak. Uang justru bersi keras bahwa anaklah yang seharusnya menggendong
15:26 uang. [musik] Pertengkaran yang sebelumnya terjadi kembali terulang. Keduanya saling menuntut dan sama-sama tidak mau mengalah. Tidak ada kesabaran yang kali ini datang untuk membantu mereka. Mereka terus berdebat di tepi sungai [musik] sementara air mengalir deras. Pada akhirnya mereka menyadari bahwa tidak ada gunanya terus bertengkar. Mereka tidak mampu menyeberangi sungai tanpa bantuan kesabaran. Sementara itu, di rumah kecil tadi, kesabaran tetap bersama pasangan itu. Hari-hari berlalu. Sedikit demi sedikit kehidupan mereka mulai berubah. Bukan karena keberuntungan besar yang datang secara tiba-tiba, melainkan karena mereka mulai menjalani hidup dengan lebih sabar dan teratur. Dengan kesabaran yang membimbing mereka, pasangan tersebut
16:12 mulai memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan apa yang mereka miliki sebaik mungkin. Mereka tetap pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Namun, mereka tidak lagi terburu-buru menjual seluruh kayu yang berhasil dikumpulkan. Ketika musim kering tiba dan kayu lebih mudah dikumpulkan, mereka mulai menyimpannya. Sedikit demi sedikit persediaan kayu di rumah mereka bertambah. Mereka menunggu dengan sabar sampai musim hujan datang. Tidak lama kemudian, uang dan [musik] anak kembali ke rumah pasangan tersebut. Mereka tidak lagi memiliki alasan untuk pergi. Keduanya telah mencoba melanjutkan perjalanan tanpa kesabaran. Tetapi sungai yang sama membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat melangkah lebih jauh. Akhirnya uang dan anak kembali ke tempat
16:58 kesabaran tinggal. Sejak saat itu ketiganya berada di rumah pasangan tersebut bersama-sama. Kini [musik] tibalah musim saat hujan turun dan orang-orang membutuhkan lebih banyak kayu bakar. Pasangan itu menjual persediaan yang telah mereka kumpulkan dengan harga yang lebih baik. Untuk pertama kalinya, kerja keras mereka mulai menghasilkan lebih banyak daripada [musik] sekedar makanan untuk satu hari. Dan tidak lama kemudian sebuah kebahagiaan lain datang ke dalam rumah sederhana itu. Pasangan tersebut akhirnya dikaruniai seorang anak. [musik] Kehidupan pasangan itu pun perlahan menjadi lebih baik. Mereka tetap bekerja, tetap mengumpulkan kayu, dan tetap memanfaatkan hasil kerja mereka dengan [musik] bijaksana.
17:45 Mereka tidak menjadi kaya dalam satu malam. Tidak pula kebahagiaan datang tanpa usaha. Namun dengan kesabaran yang membimbing mereka, mereka belajar menunggu waktu yang tepat, [musik] menyimpan apa yang mereka miliki, dan bekerja dengan tekun sampai hasilnya benar-benar dapat mereka nikmati. Perlahan mereka mengelola hasil tabungan mereka, membeli kayu dari hutan, dan menjualnya kepada orang kota. [musik] Kini mereka telah menjadi saudagar kayu yang cukup terkenal di desa itu. Anak yang mereka mulai tumbuh besar dan sehat. [musik] Uang pun selalu ada untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan yang terpenting kesabaran tetap berada di antara mereka. Mengajarkan bahwa segala sesuatu
18:30 membutuhkan [musik] waktu untuk tumbuh. Dengan demikian, anak dan uang pada akhirnya akan menetap di tempat kesabaran telah dipilih untuk menetap. [musik] Teman-teman, dari kisah ini kita belajar bahwa kesabaran seringkiali menjadi sesuatu yang kita [musik] remehkan. Padahal justru kesabaranlah yang membantu kita mendapatkan banyak hal dalam kehidupan. Uang tanpa kesabaran bisa habis tanpa membawa kehidupan yang lebih baik. Bahkan tanpa kesabaran [musik] hutang bisa menumpuk di mana-mana. Menabung tanpa kesabaran tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang
19:15 berarti. Begitu [musik] pula dengan bisnis. Tanpa kesabaran, bisnis yang kita jalankan bisa saja hanya menjadi tempat bakar uang. Karena itu, jangan pernah menganggap kesabaran sebagai sesuatu yang tidak berguna. Kesabaran memang bukan sesuatu yang membawa kita menuju tujuan dengan cepat. Namun kesabaranlah yang [musik] membuat kita mampu bertahan, terus berusaha, dan tetap berjalan sampai tujuan itu akhirnya [musik] tercapai. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar jika teman-teman mendapatkan manfaat dari video ini. Terima kasih sudah menonton sampai [musik] akhir dan sampai jumpa di kisah berikutnya. Yeah.