0:02 Suku Dayak yang merupakan salah satu penduduk asli Kalimantan punya budaya unik yaitu kepemilikan akan benda-benda yang berasal dari bagian tubuh harimau. Contohnya taring yang digunakan sebagai benda pusaka. Namun anehnya di Kalimantan sendiri tidak ada harimau yang hidup saat ini. Lantas dari mana benda-benda itu berasal? Lebih jauh lagi ada pertanyaan yang telah lama coba untuk diungkap, yaitu kenapa tidak ada harimau di pulau Kalimantan? Padahal wilayah di sekitarnya seperti Pulau Jawa, Bali, Sumatera hingga Semenanjung Malaya menjadi habitat asli dari kucing besar ini. Dan Kalimantan pernah menyatuh dengan wilayah-wilayah tersebut di masa lalu. Apa yang membuat Kalimantan menjadi pengecualian bagi sang raja rimba? [Tepuk tangan]
0:48 [Musik] Sudah menjadi pengetahuan umum jika dahulu sekitar 12.000 hingga 2 juta tahun yang lalu, wilayah Indonesia bagian barat menyatu menjadi satu daratan luas yang dikenal dengan paparan Sunda atau Sunda menyatukan tiga pulau besar di Indonesia yaitu Sumatera, Kalimantan, dan Jawa dengan daratan Asia. Alhasil, wilayah-wilayah itu
1:34 memiliki beberapa kesamaan flora dan fauna. Paparan ini masih ada sampai sekarang, namun tenggelam di bawah lautan. membuat wilayah yang dulunya menyatu tersebut menjadi terpisah dalam bentuk gugusan pulau. Harimau sendiri adalah spesies kucing besar asli dari benua Asia. Mereka tidak ditemukan secara alami selain di benua Asia. Pada masa ketika paparan Sunda masih berada di atas permukaan laut, terbentanglah jembatan darat yang memungkinkan berbagai spesies untuk bermigrasi ke selatan. Melalui jalur inilah harimau yang berasal dari Asia Timur menyusuri Semenanjung Malaya, menyeberang ke Sumatera lalu ke Jawa dan akhirnya mencapai Bali. Jejak keberadaan mereka di masa lampau dapat ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari kala Plestosen di berbagai situs purba di Indonesia. Salah satunya
2:21 adalah fosil harimau trinil yang diperkirakan berusia sekitar 1,2 juta tahun. Ditemukan di tepi Bengawan Solo, tepatnya di situs Trinil Ngawi, Jawa Timur. Sementara itu, salah satu yang paling terkenal adalah Harimau Ngandung. Diduga sebagai salah satu subspesies harimau terbesar yang pernah ada yang ditemukan di situs ngandung, Blora, Jawa Tengah. Ketika zaman es mulai berakhir, suhu bumi perlahan meningkat dan menyebabkan glorer serta lapisan es mencair. Akibatnya, permukaan laut pun naik secara drastis dan menenggelamkan paparan Sunda. Daratan yang dulunya luas kini terbagi menjadi gugusan pulau. Di tengah perubahan ini, harimau dan berbagai hewan lainnya kini terjebak di pulau-pulau terpisah. Isolasi geografis
3:07 ini mendorong mereka berevolusi menjadi subspesies yang unik. menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan masing-masing. Namun dari wilayah-wilayah yang disebutkan, ada satu yang terlewatkan, yaitu Kalimantan. Jika harimau berhasil menjelajah hingga Sumatera, Jawa, bahkan Bali melalui jalur darat paparan Sunda, lalu kenapa saat ini tidak ada harimau di Kalimantan? Beberapa suku asli Kalimantan termasuk di antaranya adalah suku Dayak. Bagi mereka, harimau bukan hanya hewan liar yang hidup dalam hutan, tapi telah meresap dalam budaya dan narasi. Berbagai catatan yang dilaporkan para peneliti juga memaparkan bagaimana
3:53 harimau begitu melekat dalam budaya masyarakat adat di Kalimantan. Tidak hanya mewujud dalam cerita-cerita, namun juga berbagai benda yang berasal dari bagian tubuh harimau. Taring, dan kulit dipercaya sebagai benda pusaka. Setiap suku tampak memperlakukan benda-benda pusaka itu dengan kepercayaan yang berbeda-beda. Salah satunya dipercaya sebagai jimat pelindung. Beberapa masyarakat adat seperti masyarakat adat Ngaju punya sebutan tersendiri untuk harimau yaitu harimaungu. Dalam sebuah artikel yang disajikan oleh Mongabay dari hasil liputan mereka kepada seorang pemimpin masyarakat adat Dayak Naju memperlihatkan mandau yang dihiasi taring yang diduga milik harimau. Kata sang narasumber, taring itu berasal dari harimau yang diburu leluhurnya. Ia juga
4:39 mengatakan jika seseorang laki-laki bisa memburu dan membunuh harimau saat istrinya sedang hamil. maka anaknya kelak akan tumbuh menjadi raja atau pemimpin. Tapi masalahnya tidak ada bukti ilmiah tentang keberadaan harimau di Kalimantan saat ini. Lalu dari mana masyarakat adat punya cerita tentang harimau dan benda-benda pusaka itu? Nah, adik di sungai dia buaya, kakak di darat dia harimau. Benda-benda pusaka yang berasal dari bagian tubuh harimau dan cerita-cerita yang beredar biasanya merupakan hasil dari warisan turun-temurun dari para buyut kepada anak cucunya. Memori itu tampaknya masih hidup dalam budaya masyarakat adat Kalimantan. Beberapa orang di Kalimantan juga mengaku pernah melihat harimau dan
5:25 mereka mampu membedakannya dengan macan dahan. Lantas dengan bukti-bukti tersebut, bukankah berarti harimau pernah ada di Kalimantan? Logikanya tidak sesederhana itu. Sayangnya cerita-cerita dan benda-benda pusaka belum dapat menjadi bukti yang kuat. Masih banyak plot hale yang harus dipecahkan sebelum klaim dilakukan. Jika tidak memperhatikan variabel lain, maka hal itu hanya akan menjadi asumsi dan tidak dapat diterima secara ilmiah. Pertama, masih butuh bukti ilmiah untuk memastikan keberadaan harimau. Contohnya tanda biologis seperti kotoran, bulu, atau mungkin sisa mangsa dengan tanda-tanda bekas buruan harimau yang kemudian bisa diuji melalui laboratorium. Sampai sekarang bukti ini belum ada.
6:10 Pernah ada satu laporan dari seorang penulis asal Slovakia bernama Dosan Gersy pada tahun 1975 yang mengeklaim telah memberikan bukti adanya harimau di Kalimantan. Ia mengaku tidak hanya melihat harimau di dekat sungai Balayan di Kalimantan Timur, tetapi ia juga mengambil foto hewan tersebut yang kemudian dimuat dalam bukunya. Namun fotonya bermasalah. Keaslian foto-foto tersebut diragukan dan asal-usulnya masih belum jelas. tidak dapat membuktikan bahwa foto tersebut benar-benar diambil di Kalimantan. [Musik] Kedua, budaya masyarakat Kalimantan bisa saja menyerap unsur budaya luar tanpa harus mengalami langsung fenomena yang diangkat. Harimau sangat lekat dengan budaya Melayu dan Dayak di wilayah Kalimantan. Namun ini bisa jadi hasil
6:56 dari pengaruh wilayah lain tempat di mana harimau memang ada secara alami. Terlebih lagi masyarakat Asia Tenggara dan Asia Selatan memiliki budaya erat terkait harimau dan Kalimantan di masa lalu telah lama memiliki hubungan erat dengan bangsa lain. Sementara itu, cerita turun-temurun juga bisa berkembang dari mitos yang diimpor lalu diadaptasi ke dalam cerita lokal. Atau bisa jadi masyarakat adat Kalimantan dulunya punya nenek moyang yang berasal dari wilayah di mana harimau berada. Hal-hal itulah yang menjadi salah satu dugaan sebagian peneliti. Ketiga, barang pusaka harimau tidak menunjukkan asal usulnya. Taring, kulit, atau kuku harimau yang ditemukan di Kalimantan belum tentu berasal dari harimau yang hidup di sana. Bisa jadi
7:41 itu adalah barang yang didapat dari luar Kalimantan. Terkait hal ini, ada bukti dokumenter tentang bagian-bagian tubuh harimau yang dibawa ke Kalimantan oleh manusia. Seorang antropolog Belanda pernah membawa tengkorak dan gigi harimau dari Jawa ke Kalimantan sebagai hadiah untuk para pemimpin suku di hulu sungai Mahakam dan Kapuas di Kalimantan Timur dan Barat. Hubungan budaya yang kuat dengan harimau di Kalimantan bukanlah bukti bahwa harimau pernah ada secara alami di sana. Dalam ilmu pengetahuan, keberadaan suatu spesies harus dibuktikan melalui jejak biologis atau rekaman sejarah yang jelas dan tidak ambigu. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang mengaku melihat atau mendengar keberadaan harimau? Kesaksian pribadi tidak dapat dijadikan
8:28 bukti ilmiah karena sulit untuk memverifikasi kebenaran dari kesaksian yang diberikan. Belum lagi ada kemungkinan kesalahan identifikasi. Ketika seseorang sudah percaya harimau itu ada, maka mereka lebih mudah menganggap suara bayangan. atau hewan tertentu sebagai harimau. Tapi itu di masa sekarang. Bagaimana dengan masa lalu? Bagaimana dengan bukti paleontologi atau mungkin arkeologi? [Musik] Setelah mengetahui bagaimana harimau hidup dalam budaya sebagian masyarakat adat Kalimantan, namun tetap belum cukup untuk membuktikan jika harimau ada atau pernah hidup di Kalimantan. Sekarang
9:14 coba kita bertanya, apakah jangan-jangan Kalimantan tidak cocok untuk habitat harimau? Terletak di garis katulistiwa, Kalimantan memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun. Di bawah kondisi ini membentang hutan hujan tropis yang lebat dihiasi oleh lahan gambut dan aliran sungai yang deras. Apakah lingkungan seperti ini tidak cocok untuk harimau? Meskipun survei pada tahun 2011 di Riau, Sumatera menggunakan kamera trap menunjukkan bahwa harimau memiliki kepadatan paling rendah di lahan gambut. Habitat yang banyak ditemui juga di Kalimantan. Ini jugalah yang pernah dijelaskan oleh Bapak Canii Kalawit. Lengkapnya kalian bisa tonton di kanal YouTube beliau. Ada beberapa perbedaan dari skala misalnya luas rawah yang ada
10:01 di Kalimantan dibandingkan Sumatera. Namun bukan berarti harimau mustahil berada di lahan gambut. Dan terlepas dari itu, harimau dikenal sebagai spesies yang sangat adaptif. Mereka mampu hidup di berbagai jenis habitat. Mulai dari hutan lebat di Sumatera, padang rumput terbuka di India, hingga wilayah bersalju di Siberia. Jadi dari sisi habitat, Kalimantan seharusnya tidak menjadi hambatan untuk tidak adanya harimau sama sekali. Lalu bagaimana dengan ketersediaan mangsa? Kalimantan justru memiliki kekayaan fauna yang potensial sebagai mangsa harimau seperti babi hutan, rusa sambar, kijang, hingga banteng. Jadi harusnya ketersediaan mangsa tidak jadi masalah. Atau jangan-jangan harimau kalah saing dengan predator lain. Di Kalimantan
10:48 kucing terbesar adalah macan dahan. Namun di Sumatera, harimau dapat hidup berdampingan dengan macan dahan tanpa konflik berarti. Bahkan di India dan Jawa, harimau mampu berbagi wilayah dengan kucing besar lain seperti macan tutul. Begituun beruang. Di berbagai tempat harimau mampu berbagi ruang dengan beruang. Jika habitat mendukung, mangsa tersedia dan persaingan minimal. Lagi-lagi mengapa tidak ada harimau di Kalimantan? Peneliti bernama Eric Major, ia pernah mengajukan empat poin terkait harimau di Kalimantan yang ia terbitkan pada jurnalnya tahun 1999. Pertama, harimau kemungkinan tidak pernah ada di Kalimantan. Kalimantan mungkin tidak cocok untuk habitat harimau atau harimau mencapai Sumatera,
11:35 Jawa, dan Bali. Saat ketiga pulau itu masih terhubung, namun Kalimantan sudah terpisah. Kedua, harimau pernah ada di Kalimantan, namun punah akibat kondisi ekologis yang kurang mendukung. Ketiga, kemungkinan kecil bahwa harimau masih ada saat ini di Kalimantan dalam jumlah yang sangat terbatas. Terakhir, ada kemungkinan bahwa harimau pernah dibawa oleh manusia ke Kalimantan dan sempat hidup liar. Namun, Eric Mejard menerbitkan jurnalnya di tahun 1999. Pada kala itu belum ada bukti kuat terkait tanda-tanda keberadaan harimau di Kalimantan. Mungkin akan berbeda jika ia menulisnya di masa sekarang. Secara mengejutkan, sejumlah jurnal ilmiah terbaru pernah melaporkan penemuan fosil yang dikonfirmasi milik Harimau di Pulau Kalimantan.
12:21 Pada tahun 2007, para peneliti melaporkan temuan fosil harimau dari situs Arkeologi Taman Nasional Niah di Sarawak, Malaysia. Fosil tersebut merupakan bagian dari koleksi museum hasil penggalian antara tahun 1954 hingga 1966. Setelah diteliti, fosil itu diidentifikasi sebagai metakarpa atau tulang telapak tangan harimau yang diperkirakan berasal dari sekitar 13.000 tahun yang lalu, tepatnya pada masa Plestosen akhir. Kemudian pada tahun 2019, laporan serupa kembali menjuat kali ini dari wilayah Kalimantan Tengah. Fosil harimau berupa mandibula atau rahang bawah lengkap dengan taring ditemukan di dalam lapisan sedimen gambut di tepi barat Sungai Kahayan, beberapa kilom dari utara Palangkaraya. Berdasarkan penanggalan
13:08 lapisan sedimen, fosil tersebut diperkirakan berusia sekitar 22.000 tahun menjadi lebih tua daripada temuan diniah. Pada masa itu, Kalimantan masih menjadi bagian dari daratan paparan Sunda. Temuan-temuan ini membuka cakrawala baru tentang misteri keberadaan sang raja rimba di tempat yang telah lama menjadi laboratorium alam yang terkenal di seluruh pencuru dunia dengan biodiversitasnya. Jadi kesimpulannya, apakah harimau benar-benar pernah hidup di Kalimantan? Dari bukti-bukti fosil yang ditemukan, memberikan petunjuk kuat bahwa harimau memang pernah mendiami Kalimantan di masa lalu. Kemungkinan mereka menyebar ke Kalimantan pada saat masih tergabung dalam paparan Sunda. Artinya, meskipun
13:55 tidak ada harimau liar yang hidup di Kalimantan saat ini, jejak fosil yang tersisa menjadi saksi bahwa pulau ini pernah menjadi bagian dari wilayah jelajah kucing besar tersebut. Sekian dulu video kali ini. Terima kasih. Jika kalian ingin mendukung keberangsungan channel ini, berikan dukungan dengan berdonasi lewat Saweria. Scan QR berikut atau klik link di deskripsi. [Musik]