0:34 عروس يا تز arus yaq rawabina ilaik tahnia minq muhdina waana ilikhdil naqduhil
1:29 ابي abduq yaqina ilikatan minal muhdina waana minina han ya munalqalbi fi maalina asallahu yunirud
2:16 bfiqi amina Am am amqdina wafana hadina
3:08 arus alaqan rawina min naqan abaduhina
3:58 tusqina ilikub naqad yabdu tusqina tusqina minh farina wardana
4:46 maalina asallahuir bfiqi amina yaq maalina asallahu bfi am amina minatana
5:42 Arus ya alaqan fi rawabina ilik tahniatan minal muhdina
6:39 naqina minhatana maalinauirfiq
7:26 amina yaqalq maalina asallahu bf am amina minatana
8:16 Arus ya alaqan tazy rawabina ilik tahniatan minal muhdina mininairina
9:13 naqaduh minh fahat waana yaqal fi maalina asallahu yunirud
9:59 bfiqi amina yaqalq fi maalina asallahuirfiq am amina minuh waina
10:50 arusan ya alaqan tazyana fi rawabina ilaikia tahniatan minal muhdina
11:47 naqina minhatana maalina asallahuirfiqi
12:34 amina yaq maalina asallahu bf am amina minatana
13:24 arusan ya alaqan tazyana fi rawabina ilaikia tahniatan minal muhdina minana ilikhdil naqduhiki
14:21 naq minhat wafana fi mainau yunir
15:07 bfiqi amina yaq maalinafiq amina minat waana
15:58 arusan ya alaqan tazyana fi rawabina nasikia tahniatan minal muhdina
16:55 naqaduh minh farina wardana mainauirfiq
17:42 amina yaq maalinafi am amina minatana
18:34 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi ustazah dan seluruh thalibah Rumah Quran Bunda Aisyah dari berbagai wilayah di Indonesia. yang telah hadir melalui Zoom maupun YouTube. Masyaallah, satu demi satu peserta dari berbagai daerah mulai bergabung pada pagi hari ini. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah senang sekali keluarga besar Rumah Quran Bunda Aisyah dapat berkumpul dari berbagai kota dalam satu majelis baik melalui Zoom maupun siaran YouTube. Bagi yang baru bergabung silakan
19:20 tuliskan di kolom chat yang tersedia nama strip kota, dan satu emoji yang menggambarkan perasaan pagi ini. Masyaallah dari chat Zoom dan YouTube sudah hadir peserta dari Kota Bandung, Bandar Lampung Bekasi Solo Purwokerto dan masih banyak lagi. Selamat datang semuanya. Walaupun terpisah jarak, pagi hari ini kita dipertemukan oleh satu kerinduan yang sama, ingin semakin dekat dengan Al-Qur'an. Sambil menunggu acara dimulai, kami mengajak ustazah dan tholbah menjawab
20:05 satu pertanyaan sederhana. Cukup satu kata di chat Zoom atau di live chat YouTube. Bagaimana hubungan kita dengan Al-Qur'an akhir-akhir ini? Dekat, rindu, tenang, sedang berjuang, naik turun, atau mungkin ingin lebih memahami? Ya masyaallah. Ada yang menulis rindu berjuang, ingin lebih dekat, naik turun
20:50 dan butuh dikuatkan. Terima kasih Ustazah dan thalibah untuk kejujurannya. Semua keadaan itu boleh hadir di ruang ini. Kita tidak datang karena kita sudah sempurna. Kita datang karena sama-sama ingin dituntun. Khusus bagi peserta Zoom yang belum mengganti nama dipersilakan untuk mengganti nama dengan format nama strip kota. Bagi peserta yang mengikuti melalui YouTube jangan lupa untuk tetap menyiapkan mushaf dan alat tulis. Ustazah dan thalibah yang belum mengenal atau belum mendaftar di kelas tadabur, tetaplah bersama kami sampai akhir. Karena pada hari ini akan dibuka satu
21:37 kesempatan khusus akan dijelaskan tentang programnya tapi ee dan satu kesempatan khusus agar tidak ada yang tertinggal hanya karena informasinya belum sampai. Pendaftaran reguler memang telah kami tutup pada 31 Juli 2026. Namun khusus bertepatan dengan Stadium General ini, pendaftaran akan dibuka kembali pada 6 sampai 7 Agustus 2026. Sebelum mengambil keputusan, marilah kita pahami lebih dahulu mengapa kelas ini hadir dan bagaimana ia menemani hubungan kita dengan Al-Qur'an. Sebentar lagi acara akan kita mulai.
22:22 Mari kita hentikan aktivitas lain secara perlahan. Luruskan niat, siapkan hati, dan jadikan waktu pertemuan ini sebagai ruang khusus bersama firman Allah. Tim media akan menampilkan hitung mundur. Saat angka mencapai nol, kita mulai perjalanan pagi ini bersama-sama.
23:34 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. Kuatkan langkah untuk mengamalkannya. Mari kita buka rangkaian acara ini dengan membaca basmalah bersama-sama. Bismillahirrahmanirrahim. Selanjutnya marilah kita berdoa agar Allah memberikan keberkahan, kelapangan hati, dan pemahaman yang benar. Ya Allah, bukakan hati kami untuk menerima firman-Mu. Anugerahkan ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang benar, hati yang khusyuk,
24:22 dan kekuatan untuk mengamalkan apa yang Engkau ajarkan. Jadikanlah majelis ini penuh keberkahan dan mendekatkan kami kepada-Mu. Amin ya rabbal alamin. Ustazah dan thbah yang dirahmati Allah. Perjalanan pagi hari ini akan kita mulai dengan mendengarkan firman Allah. Ayat yang akan dibacakan adalah Quran surah Shad, yaitu surah yang ke-38. Dimulai dari ayat 27 sampai dengan ayat 29 yang ada di halaman 455. Dan apabila dibacakan Al-Qur'an maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapatkan rahmat. Quran surah Ala'raf
25:10 ayat 204. Kepada Ustazah Ida Astuti kami persilakan. itu belum ini saya tempak enggak apa-apa gimana Ya, 15 saya lihat mana nih itu.
26:03 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Wama khalaqnasama wal ardho wama bainahuma bathila.
26:54 Dzalika donnulladzina kafaru fawailul lilladzina kafaru. Fawailul lilladzina kafaru minanar. Am naj'alulladzina amamanu wailus shihati kal mufsidin liyaddabbaru ayatihi waliyatadzakkaro
27:40 ulul albab Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itulah anggapan orang-orang kafir. Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk ke dalam neraka. Apakah pantas kami menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal saleh
28:26 sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Pantaskah kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan para pendurhaka? Al-Qur'an ini adalah kitab yang kami turunkan kepada Nabi Muhammad yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapatkan pelajaran. Allahummarhamna bil Quran. Ya Allah rahmatilah kami dengan
29:11 Al-Qur'an. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khairon kepada Ustazah Ida Astuti. Semoga lantunan ayat yang baru saja kita dengar tidak hanya indah di telinga, tetapi juga bisa mengetuk hati kita. Ayat-ayat tadi mengingatkan bahwa langit, bumi, dan kehidupan tidak diciptakan dengan sia-sia. Pilihan hidup kita memiliki makna dan Al-Qur'an diturunkan sebagai kitab penuh
29:57 berkah agar ayat-ayatnya direnungi dan menjadi pelajaran. Dari sinilah perjalanan pagi hari ini dimulai. Bukan hanya membaca, tetapi membiarkan ayat Al-Qur'an menuntun hidup. Untuk membuka arah perjalanan program tadabur series 2, kita akan mendengarkan sambutan dari ketua program tadabur Rumah Quran, Bunda Aisyah. Kepada Ustazah Iren Karmelita, kami persilakan. di sini di sini di sini
30:52 bismillahirrahmanirrahim warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsani ila yaumiddin. Amma ba'du. Alhamdulillahiabbil alamin. Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa taala yang telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman, dan mempertemukan kita dalam majelis Al-Qur'an bersama seluruh ustazah dan thlibah rumah Quran Bunda Aisyah dari berbagai wilayah. Selawat teriring salam semoga senantiasa
31:38 tercurah kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga beliau. sahabat dan umatnya yang mengikuti ajarannya hingga akhir zaman. Ustazah dan tholibah yang kami cintai karena Allah, di rumah Quran Bunda Aisyah melalui kelas tahsin kita terus belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Setelah bacaan lebih baik, tumbuh kebutuhan berikutnya. Bagaimana ayat yang kita baca tidak berhenti pada lisan, tetapi ikut menuntun sikap, keputusan, dan keseharian kita. Dari kebutuhan itulah program tadabur rumah Quran Bunda Aisyah hadir. Tadabur bukan pengganti tahsin. Keduanya
32:24 memiliki fokus yang berbeda dan saling melengkapi. Tahsin membantu bacaan kita semakin benar. Sedangkan tadabur melatih hati untuk berhenti memahami pesan ayat melalui bimbingan guru. Lalu menghubungkannya dengan diri dan amal. Studium Jeneral hari ini dihadirkan agar seluruh ustazah dan tholibah memahami tujuan program, pola kajian dan refleksi, serta mengenal pembimbing yang akan membersamai perjalanan tadabur series 2. Kami memahami bahwa informasi ini mungkin belum sampai secara utuh kepada semua thalibah. Harapannya setelah acara ini banyak hati yang akan tergerak untuk mentadaburi
33:09 Al-Qur'an bersama. Seperti yang telah disampaikan oleh MC di awal bahwa pendaftaran yang sebelumnya ditutup pada 31 Juli 2026. Kami buka kembali secara khusus hari ini 6 Agustus dan besok 7 Agustus 2026. Biaya pendaftaran sebesar Rp150.000 Ibu untuk satu series selama 3 bulan dan terpisah dari kelas tahsin. Dan jika ada peserta yang tidak dapat hadir, kami menyediakan rekaman yang bisa diakses selama satu pekan berikutnya. Penjelasan teknis selengkapnya akan disampaikan oleh MC. Kami mengajak ustazah dan thibah mengikuti seluruh rangkaian acara dari
33:54 awal hingga selesai dengan hati terbuka. Setelah memahami programnya, silakan mengambil keputusan dengan sadar. Apakah 3 bulan ke depan kita bersedia memberi ruang agar Al-Qur'an tidak hanya kita baca, tetapi semakin membimbing hidup kita ke depannya sehingga kita bisa menghidupkan hati, merenungi ayat, dan mewujudkannya dalam amal harian kita. Kami ucapkan jazakumullahu kepada narasumber. Tim panitia, semua ustazah dan thibah yang telah hadir pagi hari ini. Semoga stadium general ini menjadi awal yang baik untuk membuka hati kita untuk
34:40 menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya dalam kehidupan kita. Dan setiap langkah kita bersama Al-Qur'an semoga dihitung Allah sebagai pahala yang akan memperberat timbangan amal kita di yaumil hisab kelak. Amin ya rabbal alamin. Saya akhiri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khairon kepada Ustazah Iren Karmelita atas sambutan dan arah program yang telah disampaikan. Selanjutnya kita akan mendengarkan sambutan dan penguatan dari ketua
35:26 Yayasan Mis Quran, Yayasan yang menaungi Rumah Quran Bunda Aisyah. Kepada Ustaz Muhajirin Ibrahim, kami persilakan. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi mawalah wa ba'ad. Rbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan m lisani yafqohu qauli. Amin ya rabbal alamin. Para tholibah Rumah Quran Bunda Aisyah di ee semua ee di pusat baik ee di pusat maupun di cabang. Alhamdulillah dengan izin Allah hari ini
36:13 ee kegiatan belajar Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an ee hari ini diliburkan untuk kita bersama-sama hari ini insyaallah mengajak semua ee tholibah, bahkan tidak cuma komponen tholibah, tapi juga yang paling dasarnya, paling pokoknya para ustazat ee dan juga semua yang ada di komponen Rumah Quran Bunda Aisyah untuk bersama-sama memulai kegiatan tadabur Al-Qur'an. Alhamdulillah dengan izin Allah Taala kita sudah dibukakan oleh Allah Taala pintu untuk mendekati Al-Qur'an.
37:02 Ee ada satu nasihat yang menarik yang diungkapkan oleh seorang alim senior dari kalangan tabiin bernama Al-Han Albashri rahimahullah. Kata beliau, "Apabila kamu ingin Allah berbicara kepadamu, maka bacalah Al-Qur'an. Dan apabila kamu ingin berbicara dengan Allah, maka tegakkan salat." Coba dua bagian ucapan dari ee Alhan Albasri ini kita pikirkan dalam dalam. Kalau kamu ingin berbicara kepada Allah, maka tegakkan salat. Sedangkan kalau kamu ingin Allah berbicara kepadamu, maka bacalah Al-Qur'an. Coba kita pikir, kalau kita ingin Allah
37:48 berbicara kepada kita, maka bacalah Al-Qur'an. Pertanyaan yang mendasar adalah saat kita membaca Al-Qur'an, hakikatnya Allah sedang berbicara kepada kita. Pertanyaannya adalah Allah berbicara apa? Apakah saat kita membaca Al-Qur'an yang Allah sedang berbicara kepada kita itu kita tahu yang dibicarakan itu apa? Ada sosok penting yang berbicara kepada kita dalam kehidupan kita yang punya tempat yang spesial di hati kita, berbicara kepada kita. Kemudian saat sosok ini berbicara di depan kita, kita enggak ngerti apa yang dia bicarakan. sama sekali enggak masuk, enggak ngerti apa yang kemudian dia pesankan. Enggak ngerti lah. Inilah ee di antara poin
38:35 pentingnya kita untuk membersamai Al-Qur'an dengan tadabur. Supaya kita paham betul apa sih yang sedang Allah bicarakan kepada kita. Ee para thibah yang dimuliakan oleh Allah, sedikit saja saya singgung gitu. Cobalah kita mamanya ee punya proyek tentang tadabur ini. Apalagi subhanallah Rumah Quran Bunda Aisyah menyediakan kesulitan kita untuk mentadaburi secara personal sendiri. Maka kemudian disediakan seorang guru yang nyuapin kita akan ee tadabur Al-Qur'an ini. Itu adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Begitu ya. Jadi begini, coba kalau kita seandainya
39:21 membaca salah satu surah Al-Qur'an, kita ambil contohlah yang ee di bagian-bagian akhir umpamanya surah An-Naba gitu. Saat kita diajak bicara oleh Allah Taala membaca auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Amma yatasaalun secara lafaz kita aja merasakan subhanallah di situ amma ada idgab yang dibaca panjang. Ada juga ee mad wajib muttasil yang dibaca panjang. Kalau kita baca terjemahannya, mungkin di terjemahan akan diartikan tentang apa
40:10 yang mereka pertanyakan. Coba kalau kita membuat refleksi dari surah An-Naba ini dari ayat pertama saja kita mencoba untuk berpikir ini sebenarnya adalah sebuah sindiran yang sangat telak buat kita bahwa seakan-akan Allah Taala berbicara begini kepada kita. mereka itu sedang ngeributin apa? Kalian manusia itu sedang ribut dalam urusan apa? Maka kadang ya saya sendiri ketika membaca ayat ini kadang ee cuma kadang hati kita sering gofla ya, sering lupa, sering lalai. Baca ayat ini kadang merasa jahat sendiri gitu ya. Merasa jahat sendiri. Kenapa?
40:56 Ternyata di sekian umur yang kita miliki kalau kita baca surah An-Naba ini, Subhanallah kita enggak paham dengan apa yang sedang Allah bicarakan atau kita paham tapi sebenarnya kita tidak serius. Kenapa? Ternyata dari banyak umurku yang sekian banyak dari sejak saya balik mulai bisa berpikir yang kita ributkan itu apa? Ternyata kita sedang ribut tentang subhanallah tentang dunia kita, tentang ee apa namanya proyek-proyek ee dunia yang kita gagal tentang bisnis kita, tentang apa itu yang banyak menghabiskan pikiran-pikiran kita.
41:45 Apakah kena ee pernahkah kita kemudian ribut tentang urusan annaba aladzim? Makanya setelah amma yatasaalun anin nabailim. Padahal dalam bahasa naba itu sudah bermakna sebuah cerita yang besar, cerita yang penting, cerita yang spesial. Ditambahi di situ ada sifat al-adzim yang sangat besar. Coba cerita spesial yang sangat besar. Pertanyaannya, apakah kita sudah menjadikan pikiran tentang kematian dan kehidupan tentang mati? ee kehidupan setelah mati sampai tentang kiamat itu menjadi pikiran yang sudah spesial yang meributkan kehidupan kita. Ternyata selama ini kita cuma ribut
42:32 dalam urusan-urusan yang subhanallah. Makanya seakan-akan di sini Allah menyindir kita sebenarnya ketika kita membaca amma yatasaalun. Ya Allah, selama ini saya ribut, saya hanya kepo tentang urusan-urusan yang sifatnya bagi Allah enggak penting sekali. BBM naik, apalagi Subhanallah yang kemudian membuat diri kita sampai susah, stres, dan sebagainya. Pernahkah kita stres tentang annaba aladzim? Sudahkah kita menjadikan pikiran tentang kiamat? Mati. Kehidupan setelah mati itu di poin annaba aladzim. Ini adalah sebuah berita yang spesial,
43:18 berita yang agung. Coba kita baru baca dua ayatnya. Amma yatasaalun anin nabail adzim. Ternyata ini adalah sindiran yang telak buat diri kita. Ya, masalahnya bukan kita enggak percaya sama akhirat, tapi apa? pikiran tentang mati, pikiran tentang persiapan untuk kehidupan setelah mati itu hanya opsi cadangan yang kita taruh di dalam saku. Dan seakan-akan dia enggak penting. Bukan menjadi sebuah nabak adim, bukan sebagai sebagai sebuah cerita yang besar yang membuat pikiran kita sibuk. Yatasaalun, kita sampai ribut, kepo tentang urusan itu. Enggak pernah kita
44:03 memikirkan hal itu, gitu. lah ee ini bagian daripada ee tadabur yang seharusnya seandainya kita dapat dua ayat saja subhanallah gitu ya. Itu adalah sebuah mutiara-mutiara yang sangat berharga untuk diri kita. Makanya jangan sampai subhanallah yang kita takutkan dalam proyek rumah Quran Bunda Aisyah ini adalah kita berpuas diri setelah kita mengenal hurufnya saja tapi kita tidak pernah merasa bertanya what next selanjutnya apa menunjukkan bahwa kita hakikatnya bukan menikmati sesuatu
44:48 kita kemudian haus untuk menikmati berikutnya maka Al-Qur'an Quran itu diturunkan untuk kita pahami pesannya apa, Allah sedang berbicara apa kepada kita. Bukan kemudian kita hanya mendengar seperti orang jalan kemudian mendengar suara. Dia tahu suara itu, dia dengarkan dengan baik, tapi dia enggak tahu maknanya apa. Di sinilah ee ayo ayo ayo kita sadar untuk meningkatkan ee apa namanya level kita next-nya apa setelah kita bisa belajar lafaz-lafaznya terutama subhanallah ee dan ini sebenarnya memang perlu kesadaran Afwan agak panjang sedikit ee
45:36 saya tutup aja dengan nasihat menarik dari Imam Ghazali di bukunya Ayyuhal Walad begitu ya. Beliau sampaikan kepada muridnya yang sudah sukses jadi mufti. Bahkan sebagian ada yang sudah jadi hakim. Maka mereka mengirimkan surat untuk meminta nasihat. Dikasih ee surat isinya sampai beberapa halaman terdiri dari 25 poin nasihat. Maka di antara nasihat itu beliau menyampaikan ngasih nasihat itu mudah, yang susah adalah menerimanya. Bahkan sampai kemudian beliau katakan begini, "Nak, gimana aku bisa menjelaskan kepadamu nikmatnya nasihat
46:21 seperti sementara nikmatnya nasihat itu adalah olah rasa?" Gimana kata Imam Ghazali? Bagaimana seorang yang baru nikah menjelaskan nikmatnya nikah kepada orang yang mandul? Kan enggak bisa dengar kata-kata saja. Di situlah kita ayo buka olah rasa kita untuk betul-betul bisa menyadari tadabur Quran itu sesuatu yang sangat nikmat, sesuatu yang sangat spesial. Allahuam. Ini ajakan kami untuk semua komponen yang ada di RQ ya ee untuk mari kita ee apa namanya tidak sekedar berhenti di huruf-huruf Al-Qur'an tapi kita menikmati pesan-pesannya Allah di
47:07 dalam Al-Qur'an ini. Had shallallallahu wasallam ala nabina Muhammadin wa alihi wasbihi ajmain. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khairan katiron kepada Ustaz Muhajirin Ibrahim atas penguatan dan dukungan Yayasan Mahkak Quran terhadap perjalanan kita bersama Al-Qur'an. Ustazah dan tholbah Rumah Quran Bunda Aisyah. Setiap layak setiap hambatan layak didengar. Karena itu sebelum mengenal skema kelas, mari kita menyimak suara Thalibah dalam
47:53 video singkat. Kenapa belum lanjut ke tadabur series 2? Tapi aku enggak nyambung loh, Mi. Wajar sih. Tadabur itu bukan langsung untuk ngerti di kepala. Dia buat nyantol atau masuk ke dalam hati dulu. Nyambungnya bukan pas dengar sekali, tapi nyambungnya pas diulang. Jam siang itu jamnya ngantuk loh, Mi. Ngantuk itu manusiawi. Jadi jangan hanya mengandalkan mood. Wudu dulu, duduk tegat, siapkan minum. Misalnya bisa juga kopi dan cukup targetkan satu pesan yang ingin dibawa pulang. Kita enggak harus menang telak melawan ngantuk. Cukup
48:40 jangan menyerah sebelum mulai. Aku kira tadabur itu cuma dengar arti ayat. Tadabur mengajak kita berhenti dan merenungi apa pesan ayat ini untuk sikap, pilihan, dan hidup kita hari ini. Bukan sekedar tahu ayatnya, tapi belajar merasa bahwa pesan ayat itu sedang berbicara kepada kita. Ustaznya cepat banget nih. Baru mau nyatat sudah pindah. Tandain bagian yang belum paham lalu lanjutkan di pekan refleksi. Yang penting bukan seberapa penuh catatanmu, tapi adakah satu pesan yang benar-benar hidup setelah kelas selesai?
49:29 Mau ikut. Tapi kalau siang itu kerjaannya banyak banget. Nih kita pasti hidup dengan banyak kesidukan. Tapi belajar Al-Quran tidak menunggu hidup benar-benar sepi. Bukan mencari waktu luang, tapi meluangkan satu ruang kecil untuk Alquran. Oh, benar juga ya, Mi. Nah, jadi sekarang mau ikut apa enggak nih? Ikut dong. Saya kertas sekarang ya, Mi? Masyaallah, jujur sekali ya, Ustazah Nurbaiti, saya rasa sebagian dari kita mungkin pernah merasakan hal yang sama. Kadang sudah mengikuti melalui layar
50:14 tapi belum paham. Kadang ingin fokus tapi justru mengantuk. Iya betul Ustaz I. Hambatan itu nyata dan tidak perlu ditertawakan. Namun hambatan juga bukan alasan untuk untuk kita berhenti. Kadang hambatan menunjukkan bahwa kita memerlukan cara belajar yang lebih disiapkan dan lebih terarah. Saya ingin bertanya mewakili thalibah yang mungkin baru pertama kali mendengar tentang program tadabur. Ustazah Nurbaiti, sebenarnya apa beda kelas tahsin yang sudah kita ikuti dengan program tadabur? Iya. Jadi tahsin dengan tadabur itu berbeda ya, Ustazah. Tahsin itu membantu kita memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Misal
51:01 seperti memperbaiki makhraj, sifatul huruf, ya kaidah-kaidah bacaan panjang pendek. Sedangkan tadabur itu adalah membantu kita berhenti pada ayat yang sudah dibimbing oleh guru. Memahami pesan utamanya, lalu bertanya apa yang perlu diluruskan dan apa yang bisa diamalkan. Mm. Jadi bukan memilih salah satu ya, Ustazah? Iya, bukan Ustazah. Karena tadabur dengan tahsin itu kedua hal yang berbeda. Berbeda fokus, namun saling melengkapi. Bacaan yang benar itu harus selalu dijaga. Namun pada yang pada saat yang sama hati kita juga perlu dilatih agar tidak hanya melewati ayat, tetapi
51:46 menangkap petunjuknya. Lalu, apa yang dimaksud dengan refleksi? Ada yang mungkin berpendapat bahwa refleksi itu adalah tugas yang panjang dan sulit. Iya. Ya. Jadi refleksi itu bukan lomba menulis ya, Ustazah dan juga bukan menafsirkan ayat berdasarkan perasaan sendiri. Refleksi itu adalah ruang untuk mengendapkan materi yang sudah dibimbing. Jadi, peserta itu cukup menjawab secara sederhana saja gitu. pesan apa yang paling menyentuh, bagian mana yang berkaitan dengan diri dan satu amal apa yang bisa dia lakukan. Berarti peserta tidak harus memahami semuanya dalam sekali duduk ya, Ustazah? Iya, tidak, Ustazah. Karena ee cukup
52:31 tangkap dulu satu pesan utamanya. Dicatat satu hal yang ingin diingat. Justru pola kajian dan refleksi dibuat agar kita tidak hanya mengejar banyaknya materi. Lalu, bagaimana dengan alur dari program tadabur series 2 nanti? Iya, setelah kelas mukadimah hari ini ya, kajian inti insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 13 dan 27 Agustus, tanggal 10 dan 24 September, serta tanggal 8 dan 22 Oktober. Pada pekan di antaranya peserta mendapat panduan refleksi melalui grup WhatsApp. Untuk biaya pendidikan, kami ingin menyampaikan secara terbuka bahwa kelas tadabur merupakan program pendidikan
53:18 tersendiri sehingga pembayarannya terpisah dari kelas tahsin. Biaya pendidikannya sebesar Rp150.000 untuk satu series, yaitu keseluruhan program selama 3 bulan. Jadi bukan Rp150.000 setiap bulan. Pendaftaran reguler secara resmi sudah ditutup pada tanggal 31 Juli. Namun karena kami menyadari bahwa informasi belum sampai secara merata sehingga banyak juga umahat yang masih menghubungi kontak persen tadabur series 2 setelah pendaftaran resmi ditutup. Oleh karena itu, pendaftaran tadabur series 2 dibuka kembali khusus hari ini, 6 Agustus sampai besok 7 Agustus 2026. QR code tautan pendaftaran dan nomor
54:04 admin sudah tampil di layar. Ustazah dan tholibah tidak perlu mengambul mengambil keputusan karena terburu-buru. Mari kita ikuti dulu seluruh rangkaian acara. Kita rasakan kebutuhannya kemudian baru kita ambil keputusan itu dengan sadar. Setelah mengenal bagaimana kelas ini berjalan, sekarang kita akan mengenal lebih jauh pembimbing yang akan menuntun kita memahami ayat secara tertib dan bertanggung jawab. Tim media akan menayangkan profil Ustaz Nurfajri Ramadan kemudian langsung melanjutkannya dengan sapaan khusus yang
54:50 beliau siapkan sendiri untuk seluruh ustazah dan thalibah rumah Quran Bunda Aisyah se-Indonesia. Pada saat stadium jenderal ini berlangsung, beliau sedang berada di Jepang. Masyaallah. Dalam perjalanan tadabur Al-Qur'an rumah Quran Bunda Aisyah, para ustazah dan thbah akan dibimbing oleh Ustaz Nurfajri Ramadan, seorang hafiz, pengajar, penulis, dan peneliti yang menekuni bacaan Al-Qur'an, tafsir, Ulumul Qur'an, fikih, dan hukum Islam. Pendidikan formal keislaman beliau ditempuh dalam bidang bahasa Arab dan
55:37 ilmu syariah di Al Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University. Beliau kemudian melanjutkan studi magister dalam bidang studi peradilan Biking Abdul Aziz University Judah serta memperluas kajian melalui pendidikan ilmu hukum di Universitas Indonesia. Dalam bidang Al-Qur'an, beliau merupakan seorang hafiz dan pemegang sanad 10 qiraat Alquran. Perjalanan ilmu tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dengan Al-Qur'an dibangun melalui proses belajar yang panjang, bertahap, dan penuh kedisiplinan.
56:22 Kesungguhan beliau dalam mendekatkan umat kepada Al-Qur'an juga hadir melalui pendidikan, penelitian, dan karya tulis. Di antaranya Quran mapping, sepurnama bersama Alquran dan Alkizuron Ulumil Quran. Beliau juga berperan sebagai direktur syariah len Quran dan aktif dalam kajian fatwa serta majelis tarjih dan tajid. Melalui kajian, televisi, dan berbagai ruang dialog publik, beliau menyampaikan pembahasan keislaman dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami.
57:09 Namun, yang menjadi kekuatan utama bukanlah luasnya media yang dijangkau, melainkan kesungguhan menjaga ilmu, dalil, dan adab dalam menjelaskan ayat. Inilah bekal yang akan menyertai perjalanan tadabur rumah Quran Bunda Aisyah. Bukan sekedar mencari kalimat yang menyentuh, tetapi belajar mengenali konteks ayat, hubungan pesan, penjelasan para ulama, dan arah amal dalam kehidupan. Dari Jepang, Ustaz Nurfajri Ramadan menyampaikan pesan khusus untuk seluruh ustazah dan thibah Rumah Quran Bunda
57:56 Aisyah se-Indonesia. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Para ustazah, para bunda sekalian saudari-sudari peserta kelas tadabur Rumah Quran Bunda Aisyah yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Saat ini saya sedang berada selama 2 pekan di Jepang di sekitar 9 Kota mengadakan serangkaian kegiatan. Di antara kegiatan ini adalah kegiatan bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui tadabur. Termasuk juga ada minat yang cukup serius terkait
58:43 dengan buku Quran mapping. Sekaligus kita juga di hari-hari ini insyaallah 6 Agustus 2026 akan memulai kelas pembukaan yang akan diisi oleh ustazah guru kita semua, Ustazah Umu Yusdiana. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala selalu berkahi beliau. Kelas pembukaan serial tadabur yang kedua. Setelah sebelumnya kita me menuntaskan seri yang pertama dari sebagian besar surah Al-Kahfi. Mudah-mudahan para ustazah, bunda, dan saudari sekalian terus kita bersemangat menjalani proses demi proses hari demi hari kegiatan mentadaburi Alquranul Karim. mengambil
59:30 pelajaran-pelajaran dan inspirasi-inspirasi darinya. Surat demi surat insyaallah kita akan kaji. Dan kalau tanggal 6 akan diisi oleh Ustazah Ummu Yusdiana, insyaallah tanggal 13 saya insyaallah sudah sampai di Indonesia kembali kita akan memulai petualangan yang baru dari seri yang kedua ini. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan di series yang pertama. Insyaallah series yang kedua kita akan melakukannya lebih baik lagi dengan izin Allah dan juga mudah-mudahan lebih banyak lagi keikhlasan kebermanfaatan yang kita peroleh selama proses tadabur series yang kedua. Selamat memulai petualangan yang baru. Mudah-mudahan Allah berikan taufik pada kita. Fastabiul khairat. Wasalamualaikum
1:00:17 warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah. Dari profil yang baru saja kita saksikan, kita dapat melihat perjalanan ilmu, karya, dan kesungguhan Ustaz Nur Fajri Ramadan dalam membimbing umat untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. Hal ini menegaskan bahwa tadabur bukan hanya sekedaran rangkaian kata yang menyentuh, tetapi merupakan suatu proses untuk memahami ayat secara tertib dan bertanggung jawab. Dan melalui sapaan yang beliau sampaikan langsung dari Jepang, kita merasakan perhatian dan kedekatan seorang guru kepada para penuntut ilmu meskipun dipisahkan oleh jarak. Jazakumullahu
1:01:02 khairon kepada Ustaz Nurfajri atas sapaan, doa, dan penguatan yang telah diberikan untuk seluruh ustazah dan tholibah Rumah Quran Bunda Aisyah se-Indonesia. Semoga perjalanan ilmu beliau menambah keyakinan kita untuk belajar dengan adab, kesungguhan, dan kesiapan untuk memperbaiki diri. Semoga sapaan beliau juga menguatkan kita untuk hadir sebagai penuntut ilmu yang siap mendengar, mencatat, merenungi, dan mengamalkan. Perjalanan tadabur juga lahir dari sebuah harapan besar agar thibah rumah Quran Bunda Aisyah tidak hanya semakin baik bacaannya, tetapi juga semakin dekat kehidupannya dengan petunjuk Al-Qur'an.
1:01:48 Mari kita dengarkan bersama harapan Umi Yusdiana untuk kelas tadabur rumah Quran Bunda Aisyah. Sahabat Quran, Rumah Quran Bunda Aisyah sudah berusia 15 tahun. Kami ada bukan karena kami kuat, kami ada karena pertolongan Allah Subhanahu wa taala. untuk menemani sahabat semuanya meniti jalan kehidupan untuk mengisi hati-hati yang sepi. Maka ketika tadabur Quran sudah sampai ke seri berharap agar ini menjadi amanah bersama amanah besar untuk menghadirkan ruang
1:02:34 belajar bagi jiwa-jiwa yang merindukan kebahagiaan. berharap bahwa Alquran tidak hanya sampai di lisan kita, tetapi kita menjadikan Alquran menjadi pedoman. Kita menjadikan Alquran sebagai cara pandang. Karena Al-Qur'an selalu bicara tentang kita. Maka semoga Al-Quran menjadi jalan bagi kehidupan kita semua. Masyaallah. Pesan Umi mengingatkan kita bahwa Al-Qur'an bisa sangat dekat di tangan kita, tetapi kita masih membutuhkan perjuangan agar ayat
1:03:21 Al-Qur'an hadir dalam setiap keseharian dan keputusan kita. Pagi ini kita akan diajak melihat kembali perjalanan itu dengan lebih utuh dari tilawah menuju hidayah. Dengan penuh hormat kami mengundang Umi Yusdiana untuk menyampaikan materi utama Studium General dengan tema perjalanan dari tilawah menuju hidayah. Kepada Umi waktu dan ruang kami persilakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirahman
1:04:08 alamal Quran khalaqal insan alamahul bayan wasalatu wasalamu ala khairul anam rasulillahi sallallahu alaihi wasallam waa wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahu biani ila yaumiddin. Alhamdulillah. Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah subhanahu wa taala. Allah yang telah memberikan hidayah kepada diri kita sehingga kita semua hari ini berkumpul di sini di ruang ini. Ruang yang mungkin secara tempat berjauhan tetapi sesungguhnya kita berada di ruang yang sama.
1:04:56 Ruang Al-Qur'an. Jika bukan karena hidayah dari Allah Subhanahu wa taala, manalah mungkin kita berada di ruangan ini. Ruangan istimewa yang hanya Allah berikan kepada mereka yang diberikan hidayah oleh Allah Subhanahu wa taala untuk mencintai Al-Qur'an. Semoga syukur kita setiap hari bertambah. Kecintaan kita kepada Al-Qur'an selalu bertambah sehingga Al-Qur'an benar-benar menjadi hujah bagi kita di hadapan Allah kelak. Di dunia Al-Qur'an menjadi cahaya. Di akhirat Al-Qur'an menjadi cahaya dan teman perjalanan menuju kepada surganya
1:05:42 Allah Subhanahu wa taala. Selawat serta salam sejahtera kepada kekasih kita pengajar Al-Qur'an pendidik yang telah sukses. Menyampaikan Al-Qur'an, mendakwahkan Al-Qur'an hingga Al-Qur'an ada di dada kita. Karena cintanya beliau kepada kita tanpa lelah. Beliau berjuang agar Al-Qur'an sampai di tengah-tengah kita. Semoga kita istikamah senantiasa menjadi pengikut beliau untuk memperjuangkan Al-Qur'an. Al-Qur'an yang ada di dalam diri kita masih harus kita perjuangkan
1:06:28 dan Al-Qur'an agar juga membumi di tengah kehidupan umat Islam. Jazakumullah khairon. Terima kasih Umi ucapkan untuk para ustazat yang ikut membantu, mengajak para thalibahnya untuk bersama-sama berada di sini. Jazakumullah khairan kepada Thalibat semuanya yang telah benar-benar menyengajakan dirinya untuk berada bersama-sama dengan kita semuanya. Semoga Allah sinari hidup kita semuanya dengan Al-Qur'an. Tentu saja ucapan terima kasih jazakumullah khairon kepada panitia yang
1:07:14 sudah bekerja keras untuk menyajikan acara ini. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat ganda. Sahabat Quran yang saya cintai, alhamdulillah saya mendahului Ustaz Fajri untuk hadir di tengah-tengah ruang sahabat Quran semuanya. Tak lain dan tak bukan untuk menyapa, untuk menyampaikan cinta, untuk mengalirkan gemuruh yang ada di dada. Bahwa betapa ruginya orang ketika melewatkan hidupnya tanpa Al-Qur'an. Rumah Quran ini ada 15 tahun yang lalu berdiri. itu juga
1:08:00 karena cinta, bukan karena ambisi, karena kecintaan umi kepada para umahat, kepada anak-anak perempuan yang sebetulnya memiliki tugas yang berat dalam kehidupan. Tetapi jika mereka kosong dari Al-Qur'an, sungguh hidupnya akan merugi. Alhamdulillah Al-Qur'an ini, rumah Quran Bunda Aisyah masih bersama dengan kita. Semoga masih tetap bersama dengan kita sampai akhir hayat kita. untuk menghadirkan kelezatan-kelezatan, kenikmatan apa yang Allah berikan melalui Al-Qur'an kepada kita. Nah, pada hari yang berbahagia ini ee Umi ingin menyampaikan satu pesan yang lahir dari hati nurani.
1:08:48 Sebuah tema yang insyaallah akan kita simak bersama-sama, yaitu perjalanan dari tilawah menuju hidayah. Barangkali ada yang bertanya, "Apakah kita masih membutuhkan hidayah sehingga kita masih berjalan menuju hidayah?" Tentu saja, sahabat, bukankah Allah Subhanahu wa taala memerintahkan kepada kita setiap hari agar kita meminta hidayah? Bahkan kita mengucapkannya lebih dari 17 kali. Ihdinasiratal mustaqim. Kita minta hidayah kepada Allah Subhanahu wa taala. Bukan hanya berhenti hidayah itu ketika kita menjadi seorang muslim, tapi tentu saja dalam
1:09:36 ketakwaan kita ada hierarki-hierarkinya, ada level-levelnya. Hidayah pun demikian. Hidayah itu kita butuhkan agar kita terus naik levelnya, kualitas kita naik terus. Karena sesungguhnya kita akan datang kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka janganlah kita berhenti di tilawah. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hadir ke dunia ini tugasnya bukan hanya membacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Yatlu alaihim ayatihi wauzzakkiihim. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga bertugas dengan Al-Qur'an itu agar manusia mentazkiah dirinya, mentarbiah
1:10:22 dirinya dengan Al-Qur'an itu. Waimuhumul kitaba wal hikmah. Dan Al-Qur'an itu menjadi sumber ilmu bagi kita dan sumber hikmah. Ini bukan hanya di lisan, tapi bagaimana kita bisa merasakan ini. Al-Qur'an sebagai sumber hidayah. Al-Qur'an sebagai sumber hikmah harus kita rasakan. Sahabat Quran, hari ini ada sesuatu yang suatu paradoks dalam kehidupan kita, dalam pendidikan Al-Qur'an kita. Memang ada yang membahagiakan yang terjadi pada hari ini. Majelis Al-Qur'an
1:11:07 ada di mana-mana. Mushaf mudah sekali diakses. Hampir di semua gawai kita ada Al-Qur'annya. Di mana saja kita berada, mudah kita untuk mengakses Al-Qur'an. Bahkan hari ini, khususnya bangsa Indonesia lebih banyak yang fasih untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tajwidnya lebih baik, lebih sempurna. Paradoksnya di mana? realita. Kalau kita melihat realita hari ini ketika dihadapkan pada kenyataan, ketika kita menghadapi musibah, ketika kita menghadapi tekanan atau godaan
1:11:56 harta jabatan mengapa seolah-olah Al-Qur'an itu tidak nampak? Beberapa hari yang lalu saya mencari berita tentang isu kesehatan mental. Ternyata hasil penelitian di sebuah ee universitas ya perguruan tinggi ternama di Indonesia ini bahwa cukup banyak angkanya ya. Angka orang-orang dari 280 juta orang Indonesia. Ternyata yang mengalami
1:12:41 isu kesehatan mental itu cukup banyak jumlahnya. Ada sekitar 31 juta orang ya 19. Dan itu di kalangan remaja. Ini baru bicara tentang remaja. Remaja yang berusia 15 tahun 31 juta orangnya mengalami kesehatan mental. Kan mereka juga ngaji, mereka juga ada di pesantren ya sebagiannya. Nah, ini paradoksnya. Jadi akar masalahnya di mana kalau begitu? Kita tidak kehilangan teks Al-Qur'an. Kita juga tidak kehilangan orang-orang yang menghafal Al-Qur'an. Tapi kita kehilangan manhaj, kita kehilangan metode.
1:13:28 Metode apa? metode berinteraksi dengan Al-Qur'an. Kita kehilangan satu sarana yang menghubungkan kita dengan Al-Qur'an. Sehingga Al-Qur'an ini berhenti di lisan tapi tidak sampai ke dalam hati. Al-Qur'an tidak masuk ke dalam rumah kita. Al-Qur'an berhenti di masjid. Al-Qur'an berhenti di ruang-ruang tahsin. Ini kenyataan. Nah, untuk itu kita harus kembali mengingat apa sebetulnya pesan Allah
1:14:14 Subhanahu wa taala kepada kita. Mengapa ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengalami kegelisahan menghadapi fenomena jahiliah, kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an karena memang Al-Qur'an akan selalu menjadi solusi di zaman apapun. Al-Qur'an diturunkan untuk menawarkan jalan-jalan keluar bagi persoalan manusia. Tetapi seperti tadi dikatakan oleh Ustaz Muhajirin bahwa itu bisa kita bisa kita alami, bisa kita
1:15:01 rasakan jika kita tahu apa yang ingin dikatakan Allah kepada kita. Jika kita tahu pesan apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an, maka Allah Subhanahu wa taala berfirman ya bahwa Al-Qur'an itu kitabun anzalnahu ilaika mubarokun liyadabbaru ayatihi waliyatadzakaro ulul albab. Al-Qur'an itu ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur'an itu jangan berhenti di lisan saja, jangan berhenti di tilawah saja, tapi sesuai dengan perintah Allah bahwa keberkahan Al-Qur'an itu akan kita
1:15:46 rasakan manakala kita mentadaburinya, kita memikirkannya, sampaikan ke hati kita. dengan melalui tadabur ini. Jangan menunggu kita fasih berbahasa Arab. Jangan menunggu kita mengerti langsung baru kita mengamalkan ayat-ayatnya. Tapi melalui tadabur dengan bimbingan ustaz yang siqoh, kita bisa merasakan nikmatnya Al-Qur'an. Kita bisa mengambil
1:16:32 hikmah dari Al-Qur'an. Kita bisa tahu pesan-pesan Allah. Kita bisa tahu iradah Allah. Karena kita harus selalu menyamakan iradah kita dengan iradah Allah. Apa yang diinginkan Allah dari kita? Apa yang diinginkan Allah dari umat. Tidak harus menunggu sampai kita fasih berbahasa Arab bisa baca kitab gundul baru kita tadabur. Maka Rumah Quran Bunda Aisyah menghadirkan seorang ustaz yang memang berkompeten di situ ya secara keilmuan. Beliau memang mampu ya memang di situ ilmu beliau.
1:17:19 untuk membimbing kita mentadaburi ayat-ayat Allah. Jadi kita dimudahkan karena ini yang menjadi kegelisahan Umi sejak lama. Bagaimana agar ruang-ruang Al-Qur'an yang ada di rumah Quran Bunda Aisyah itu tidak berhenti di program tahsin saja. Bagaimana juga semua thaibah rumah Quran Bunda Aisyah merasa nikmatnya bertadabur. Itu bukan pencarian 1 tahun, bukan pencarian 2 tahun, 3 tahun, tapi saya sudah lama mencari mana ustaz yang cocok, yang pas secara keilmuan. Karena
1:18:04 kita harus mengambil ya sumber ilmu yang otoritatif. Nah, beliau ini adalah sumber ilmu yang otoritatif secara akademis bahkan secara pengalaman pribadi. Beliau dari kelas 5 SD itu sudah suka suka sekali hobinya membaca tafsir-tafsir. Jadi seluruh tafsir dalam bahasa Indonesia, terbitan Indonesia beliau sudah selesaikan semuanya. Kan saya harus memastikan, saya sebagai penanggung jawab di rumah Quran Bunda harus memastikan untuk menghadirkan guru ke hadapan sahabat semuanya itu. Guru yang memiliki otoritas dalam keilmuan. Ini tanggung jawab besar. Tidak asal mengambil ustaz yang lagi tren. Tidak. Tanggung jawabnya besar. Alhamdulillah kita mendapatkan itu dan
1:18:51 kita termasuk yang agak duluan ya karena sekarang banyak ya sahabat-sahabat kita bahkan di luar negeri sudah mengundang beliau. Alhamdulillah ya. Nah ini teman-teman sehingga bagaimana hasil dari proses interaksi kita dengan Al-Qur'an itu bisa menjadi peringatan, bisa menyadarkan kita ya. Sehingga ada hasilnya ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur'an ada perubahan yang signifikan di dalam diri kita, dalam keluarga kita, dalam umat kita. Nah, jadi apa sebetulnya penghalang? Apa yang menjadi penghalang interaksi kita dengan Al-Qur'an? Sehingga antara kita dengan Al-Qur'an
1:19:38 seperti berjarak, seperti ada gap-nya. Ini apa sebetulnya penghalangnya? Dan juga tidak ketika kita mendengarkan ayat-ayat dibacakan tidak tersentuh ya, tidak tersentuh hatinya, tidak mudah menangis ya, tidak mudah tergerak untuk melakukan aktivitas yang diinginkan oleh Al-Qur'an. Ternyata memang Allah Subhanahu wa taala menyindir kita. Jangan-jangan memang ada hati-hati yang terkunci, hatinya digembok ya, hatinya itu tertutup. Maka Allah Subhanahu wa taala mengingatkan kita, afala yatadabbarunal Quran.
1:20:25 Apa mereka itu memang tidak mentadaburi Al-Qur'an? Mengapa tidak tergerak? Mengapa hati mereka tidak merasakan keindahan Al-Qur'an? Mengapa Al-Qur'an tidak menjadi solusi dalam kehidupan manusia? Oh ternyata jangan-jangan memang mereka itu digembok hatinya, tertutup hatinya, tidak terbuka hatinya. Jadi, cara membuka gembuk itu adalah dengan tadabur. Jangan biarkan hati kita digembuk. Jangan biarkan hati kita tertutup sehingga caya Al-Qur'an sulit masuk ke dalam diri kita ya. Nah, bagaimana hati yang terbuka?
1:21:12 Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam Quran surah Qaf ayat 37. Inna fialika likro limanana lahu qolbun alqamaa wahua syahid. Jadi ternyata Al-Qur'an itu akan datang kepada manusia menjadi cahaya sebagaimana generasi terbaik umat ini. Generasi yang sukses dididik oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tidak butuh waktu yang lama ya. 13 tahun di Makkah berinteraksi dengan Al-Qur'an. Ketika di Madinah, mereka mengukir prestasi yang luar biasa membawa umat
1:21:58 manusia ke gerbang peradaban dunia. Ya, karena ini syaratnya ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur'an itu hatinya terbuka. Inna fidalika likro. Al-Qur'an itu akan menjadi pelajaran. Al-Qur'an itu akan menjadi peringatan bagi siapa? liman lahu qolbun. Bagi mereka yang punya hati, ya kita tuh semua punya jantung, kita semua punya hep secara biologis, secara anatomis. Di dalam diri kita ada jantung, di dalam diri kita ada hepar, ada hati. Tapi bukan itu yang dimaksud, tapi hati yang siap untuk menerima peringatan-peringatan Allah. Hati yang
1:22:45 terbuka, yang mudah disentuh dengan ayat-ayat Allah. Jadi kita memang harus menyiapkan hati. Ketika kita tadabur itu kita siap membuka menyiapkan hati kita untuk disentuh untuk dimasuki dengan ayat-ayat Al-Qur'an. A alqama. Di sini bukan hanya pendengaran ya, tapi au alqosah yaitu telinga yang siap mendengar, pendengaran yang selalu standby, siap untuk mendengarkan ayat apa nih yang akan Allah sampaikan, pesan apa nih yang akan Allah sampaikan kepadaku. Wahua syahid. Jadi pendengaran, penglihatan hati mereka itu hadir ketika
1:23:33 membaca Al-Qur'an. Hadir pendengaran, penglihatan hati hadir ketika mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an. Mengapa kalau kita sedang umrah mendengarkan ee bacaan Al-Qur'an para masyaikh ya, imam-imam ee Masjidil Haram itu mereka kan bacaannya jelas karena mereka juga memahami maknanya sampailah hati mereka rasa yang ya rasa yang ada pada para imam itu sampai loh ke para makmumnya. Kita mudah menangis kan kalau kita sedang salat di belakang para imam. ee karena mereka juga menghadirkan ketika mereka membaca Al-Qur'an hadir hati mereka, hadir telinga mereka ya
1:24:20 sehingga sampailah itu kepada kita ya. Nah, jadi masalah utamanya bukan kurangnya kecerdasan. Kan kadang-kadang ya di thabah kita itu di rumah Quran itu kalau enggak naik kelas merasa bodoh. Kok saya bodoh sekali? apa ya sampai enggak naik. Sebetulnya bukan itu, bukan kurangnya kecerdasan melainkan hatinya yang harus siap untuk dibuka, menerima petunjuk. Ya, jadi tadabur menjadi pembuka ya, kunci hati yang digembok tadi gitu ya. ini bisa kita tarik ya dalam sejarah
1:25:07 karena kita harus akui, kita harus imani bahwa guru Quran terbaik adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan kita juga punya data bahwa generasi terbaik adalah generasi para sahabat yang dididik langsung oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Koiru qurun qarni. Ya, itu ucapan beliau. Sebaik-baik generasi adalah generasikuadinaalunahum. Kemudian generasi sesudah itu yaitu para sahabat ee para tabiin dan para tabiut tabiin. Nah, kalau kita melihat peta dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, fase Makkah 13 tahun itu
1:25:55 aktivitas mereka. Ya, kalau teman-teman yang belajar sirah nabawiyah ini tahu, aktivitas 13 tahun di Makkah itu adalah aktivitas tarbiah. Tarbiah tazkiah selama 13 tahun itu belum ada perintah zakat, perintah puasa, perintah puasa, puasa Ramadan itu diperintahkan di tahun kedua menjelang perang Badar ya. Belum ada hukum waris, belum ada hudud, belum ada aturan-aturan sosial. Ayat-ayat yang mengatur kehidupan sosial seperti surah Al-Hujurat itu, itu kan turunnya di tahun ke-9 Hijriah sudah di Madinah, sudah Rasulullah hampir wafat. Jadi ayat-ayat apa dong yang turun di
1:26:40 Makkah ya itu sebetulnya ayat-ayat yang memberikan pondasi pondasi tauhid. Ayat-ayat yang mengenalkan Allah, ayat-ayat yang mengenalkan siapa itu Rasulullah, ayat-ayat yang mengenalkan apa itu Al-Qur'an. ya, berisi tentang tauhid, hari akhirat, kemudian ayat-ayat yang bicara tentang alam semesta, penciptaan langit, bumi, ya sungai, bergantinya siang dan malam, belum turun-turun ayat hukum tapi Allah memberikan pondasi, ada proses tarbiah. Jadi kalau kita lihat apa yang dilakukan apa aktivitas apa di Darul Arqam itu
1:27:28 sebagai pesantrennya para sahabat itu adalah aktivitas tarbiyah. Jadi Al-Qur'an itu memang harus menjadi kurikulum pokok, kurikulum utama dalam tarbiah ya keluarga-keluarga muslim. Nah, maka kita tidak heran ketika nanti sudah hijrah di Madinah, bagaimana para sahabat ini memanen hasilnya. Memanen hasil sehingga ee perintah-perintah dari Allah Subhanahu wa taala itu mudah mereka ee laksanakan ya. Jadi di Makkah sudah dibangun tentang tauhid ya, tentang keimanan, tentang konsep hidup. Apa itu manusia? Tujuan
1:28:16 manusia ada di dunia ini untuk apa? Ini mereka sudah mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mereka tahu Al-Qur'an kenapa diturunkan. Mereka tahu siapa dirinya, untuk apa mereka ada di dunia. Ya, sehingga nanti ketika dibebankan syariat ada hukum-hukum Allah itu mudah. Jadi penting sekali bagi kita adalah bagaimana menyiapkan hati kita, mentarbiah diri kita. Kita tidak boleh berhenti. Kita tidak boleh berhenti untuk mentarbiah, mentazkiah diri kita. Dan Al-Qur'an itulah kurikulum utamanya dalam proses tarbiah itu. Jadi ee yang dilakukan oleh Rasulullah
1:29:02 sallallahu alaihi wasallam adalah membangun pondasi sebelum membebankan syariat. Ya, perintah salat itu kepada anak-anak kita akan mudah jika pondasinya sudah kuat. Begitulah yang terjadi kepada para sahabat ketika pondasi sudah tertanam, maka ketika turun syariat itu begitu mudah. Jadi kalau lihat hari ini, mengapa pelanggaran syariat itu masif adanya di hadapan kita dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal kalau dilihat KTP-nya mereka juga muslim, tapi muslim yang tidak berinteraksi dengan Al-Qur'an. memang tidak punya
1:29:48 pondasi keimanan yang kuat sehingga godaan-godaan itu begitu mudah untuk menarik mereka kepada perbuatan-perbuatan dosa. Nah, hari ini di tengah kebisingan zaman kalau kita tidak dekat dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an ada tetapi kita tidak mentadaburi ayat-ayatnya menjadi tidak berfungsi. Ya. Maka bagaimana proses wahyu ketika di Makkah? itu meresap ke dalam hati untuk membentuk cara pandang kehidupan, cara mengevaluasi keberhasilan dan keberanian mengambil keputusan. Maka di program tadabur ini kan ada refleksi ya. Refleksi itu bukan ujian ya sahabatku, teman-teman thibah
1:30:36 semuanya. Refleksi itu bukan ujian. Bukan untuk mengetes sejauh mana Anda paham. Bukan. Panitia tadabur enggak pengin tahu juga sebetulnya Anda itu bagaimana, tapi lebih ke membantu. Jadi kalau ada pertanyaan itu sebetulnya untuk membantu ya kita semuanya bertanya kepada diri kita. Enggak usah harus menjawab yang benar ya menjawab apa adanya saja. itu untuk membantu bahwa oh ternyata saya baru paham ya ayat ini. Boleh juga kan jawabannya seperti itu. Ternyata saya baru paham ya ayat ini. Boleh loh direfleksi cuma nulis begitu. Jangan enggak nulis sama sekali gitu. Ih main blowing banget ya ayat ini. Kok saya
1:31:23 baru tahu ya. Kemudian bolehlah action apa yang harus kita lakukan setelah kita tahu ya. Bolehlah itu menyampaikan itu atau saya menjadi termotivasi untuk apa gitu ya dengan saya memahami ayat ini gitu ya. Jadi pendidikan Al-Qur'an Rasulullah sallallahu alaihi wasallam merubah paradigma Al-Qur'an ya yang diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat merubah framework, merubah paradigma berpikir, merubah cara pandang. Misalnya apa? Tentang harta. Mereka sama-sama pedagang. Ketika mereka sudah sebelum masuk Islam mereka pedagang. Abu Bakar, Umar kan mereka pedagang ya. Ketika sudah di Madinah, mereka juga
1:32:08 jadi pedagang. Tapi cara pandang mereka tentang harta, konsep harta berbeda. Kehormatan. Ya, di Arab jahiliyah itu amat sangat mengejar kehormatan. Tapi kehormatan, karam. Karam ketika mereka belum Islam dengan karam ketika mereka sudah Islam beda. Inna akromakumallahi atqokum. Itu kan yang diajarkan Allah. Kalau ketika jahiliah karam itu mulia itu ketika mereka kaya, ketika mereka terkenal, ketika mereka pandai bersyair, ketika mereka dagangannya banyak, ketika mereka adalah bangsawon, Quraisy, Bani Mahzum,
1:32:54 orang-orang terhormat. Tapi ketika mereka sudah disirami, disibghah dengan Al-Qur'an, ketika mereka sudah berinteraksi dengan Al-Qur'an, karam menjadi beda. Apa karamnya? Inna akramakum indallahi atqokum. Yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa, gitu ya. Jadi cara pandang yang berbeda. Termasuk cara pandang tentang manusia. Jadi ee tadabur bukan sekedar tahu artinya. Tadabur bukan sekedar menambah pengetahuan, tapi tadabur adalah perenungan. sebuah proses memasukkan ayat-ayat itu dari lisan
1:33:39 kepada pikiran, kepada hati di proses bagaimana dia mendidik diri kita, mendidik jiwa kita, mentazkiah diri kita sehingga kita akan lahir menjadi manusia yang baru. Ya. Jadi kalau kita kembali lagi belajar dari ee sirah nabawiyah, fase Madinah itu fase ketaatan. Karena akarnya sudah kuat di Makkah, maka di Madinah itu panen ketaatan. Saya ambil aja dari kisah biar biar mudah ya kita memahaminya. Badar, peristiwa Badar itu tahun kedua Hijriah. Artinya Rasulullah baru 2 tahun hijrah ke Madinah. Tiba-tiba ada peristiwa ya. Jadi perang
1:34:26 Badar itu sebetulnya kan tidak dirancang untuk perang. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hanya ingin menakut-nakuti kafilah dagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan agar Quraisy itu tahu bahwa mereka setelah hijrah mereka menguasai wilayah. Setelah hijrah mereka punya daya tawar. Ya, setelah mereka usir ya, serah mereka mengusir Rasulullah dan para sahabat, mereka punya eksistensi di Madinah untuk unjuk kekuatan ya, bahwa kami ada, kami ya tidak bisa disepelekkan. Tapi ternyata Quraisy itu salah menafsirkan. Jadi mereka mengirim ee mereka ketakutan intinya mengirim pasukan. Yang datang adalah pasukan Abu Jahal. Dan di surah Al-Anfal Allah
1:35:14 jelaskan Allah sengaja ya walaupun yang diinginkan Rasulullah bertemu dengan pasukan Abu Sufyan yang bawa dagangan, tapi Allah sengaja coba di surat Al-Anfal ya diperiksa Allah sengaja mempertemukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal berperang. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam perlu bertanya kepada sahabat kesiapannya karena memang mereka pergi bukan untuk berperang. Rasulullah bertanya. Menjawablah Abu Bakar, menjawablah Umar, menjawablah Miqdad. Ya, dari mau Muhajirin, kesiapan mereka. Ya Rasulullah, siap. Kami selalu siap. Samna wa apa saja yang kau perintahkan. Datanglah juga perwakilan dari Ansar Saad bin Muad mengatakan, "Ya Rasulullah, ya kita sudah keluar nih di
1:35:59 Badar 150 kilo kira-kira ya ke Badar itu dari Madinah itu." Kata Saad bin Muad, "Walaupun musuh ada di seberang lautan, kami siap bersamamu." Kan Rasulullah khawatir ya, karena berangkat itu tidak untuk berperang, tahu-tahu bertemu dengan musuh. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memastikan bagaimana kesiapan para sahabat. Di sinilah bukti bahwa ketika Al-Qur'an sudah menghidupi hati-hati mereka, perintah yang begitu berat menjadi mudah ya bagi para bagi para sahabat. Jadi sebetulnya Badar itu bukan kemenangan militer. Mungkin dulu kita menganggap bahwa Badar sebagai kemenangan militer, tapi sebetulnya
1:36:46 kemenangan hati. Bukti atas kemenangan hati mereka. Jadi, Badar bukanlah kemenangan yang lahir di medan perang ee tetapi dia lahir dari tarbiah Darul Arqam, lahir dari hati-hati yang sudah tertarbiah dengan dengan Al-Qur'an. Ya, maka indikator keberhasilan tarbiah ee generasi terbaik adalah akidahnya kuat ya, ee lahirnya kader pendidik. Karena belajar tauhid itu bukan belajar teori ya. ee tauhid adalah tauhid itu ada tiga kan iman bukan itu belajar tauhid itu sebetulnya bagaimana menanamkan keyakinan tentang Allah tentang Rasulullah seperti tadi yang digambarkan
1:37:31 oleh Ustaz Muhajirin ya bagaimana ya cara pandang kita tentang hari kiamat ya itu kan tergantung dari tauhid kita, keimanan kita yang tertanam di dalam dada kita ya. Nah, ee yang menarik sahabat Quran yang dimuliakan Allah Subhanahu wa taala, bagaimana proses Al-Qur'an ini ketika didakwahkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena Rasulullah adalah panutan kita dalam segala hal. Laqodana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah. Ini harus selalu tertanam di dalam hati kita. apapun yang kita kerjakan, kita harus melihat apa perintahnya dari Allah dan apa perintahnya dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kita lihat ternyata Al-Qur'an itu tidak
1:38:20 hanya sampai kepada para sahabat. Kan yang bermajelis dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kan para sahabat. Nanti di Madinah baru tuh para sahabiyah minta kepada Rasulullah untuk bermajelis dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tapi tampilnya Bunda Khadijah sebagai pendukung dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tampilnya Sumayyah bahkan di fase Makkah, di fase-fase awal, Sumayyah menjadi syahid pertama. Jadi, orang yang mati syahid pertama dalam Islam adalah seorang perempuan. Orang yang masuk Islam pertama adalah seorang perempuan. Ibunda Khadijah masuk Islam di hari pertama wahyu turun. Seorang yang syahid, yang mati syahid pertama adalah seorang perempuan namanya Sumayyah. di awal-awal dakwah itu membuktikan apa? Membuktikan bahwa
1:39:07 Al-Qur'an masuk ke ruang ruang privat para sahabat. Al-Qur'an tidak hanya di masjid, tapi Al-Qur'an masuk ke rumah tangga mereka menyinari istrinya, menerai anak-anaknya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika berdakwah itu tidak ada satu anggota keluarga yang serumah dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang menolak dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Semua putrinya Islam. Ya, Zaid bin Haritah ada di rumah beliau Islam. Ali bin Abi Thalib yang ada di rumah beliau Islam. Jadi, Al-Qur'an masuk ke ruang-ruang privat. Di kamar-kamar mereka ada Al-Qur'an bukan secara fisik, tetapi nilai Al-Qur'an itu masuk, dakwah Islam itu masuk. Begituun di Madinah. Bahkan para wanita ya tidak hanya tampil
1:39:55 sebagai ee pembelajar Al-Qur'an, bahkan menjadi para ulama. Mereka mengajar kaum wanita yang lainnya. Jadi, Al-Qur'an ini betul-betul menjadi cahaya dari lapisan-lapisan masyarakat yang ada. Tidak hanya di kalangan pembesar, kalangan-kalangan seperti Umar, Abu Bakar, tapi juga kalangan-kalangan budak ya. Bahkan gembala Ibnu Mas'ud itu kan latar belakangnya adalah penggembala ya. Ini ini yang sangat menarik yang bagaimana hari ini agar Al-Qur'an tidak hanya berhenti di ruang tahsin, di ruang tahfid, di ruang ceramah, tapi juga kita bawa pulang. Nilainya kita bawa pulang ada di kamar kita, ada di antara diskusi
1:40:42 kita dengan suami, ada di dapur kita ketika kita memilih makanan, ada juga di ruang tamu kita menembus ke dada-dada anak-anak kita. Ya. Dan itu tentu saja dimulai dari alum madrasatula, dimulai dari para ibu. Makanya sebetulnya rumah Quran itu menarik karena mayoritas muridnya adalah para ibu ya. Di mana para ibu adalah almadrasatul ula. Jadi kalau keberhasilan tadabur ini dicapai oleh kaum wanita, maka rumah-rumah kita akan menjadi rumah-rumah yang bercahaya. Ya, segala kebisingan yang ada di luar rumah itu tidak akan mengganggu kesalehan kita. Insyaallah ya. Nah, ini ee hal-hal yang menarik sekali di dalam
1:41:27 sejarah ya. Bagaimana proses Al-Qur'an itu ee menembus rumah-rumah para sahabat dan para sahabiyah. Nah, ee ada pertanyaan besar untuk kita hari ini ya. Kalau kita bedakan zaman kita dengan zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Darul Arqam itu kan rumah Alarqom. Rumah Al-Arqam itu bukan gedung bertingkat yang mewah gitu ya. Jadi pendidikan pada masa itu tanpa gedung mewah, tanpa teknologi yang memudahkan. Bahkan kita bisa ee memahami dakwah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu di Makkah penuh dengan tekanan ya dan berakhir dengan ee ancaman pembunuhan yang itu dilakukan oleh kafir
1:42:14 Quraisy kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sehingga ada peristiwa hijrah. Ya, itu yang terjadi kepada para sahabat tanpa kurikulum yang tertulis tapi output-nya apa? Hasilnya apa? Lahirlah Abu Bakar, lahir Umar, Utsman, Ali yang nanti menjadi khalifah. Empat khalifah yang menjadi rujukan. Jadi ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Alaikum bunti wasunati khulafa rasyidin almahdiyin" itu enggak bisa dipisahkan. mengikuti sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan mengikuti sunah para khulafaur rasyidin itu hasil ya hasil output dari dakwah yang ditegakkan dengan serba sederhana dengan fasilitas yang serba sederhana dan lahir juga para
1:42:59 wanita-wanita agung seperti Ibunda Khadijah, Sumayyah, tampil juga Ibunda Aisyah gitu. Nah, ee umat hari ini gedung sekarang kan kajian-kajian bukan cuman di masjid ya, di gedung gedung pencakar langit juga ada kajian-kajian. Fasilitasnya melimpah. Mushaf digital ada di mana-mana. Kajian mudah, kita tinggal milih mau bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa India itu ada semuanya ceramah di YouTube ya. mengakses tajwid hafalan juga mudah hari ini. Tapi mengapa outputnya masyarakat yang rapuh? Datanya nanti para sahabat Quran semuanya bisa diklik aja dicari data ee tentang apa namanya
1:43:46 tadi? Tentang kesehatan mental. Isu kesehatan mental. Anak-anak remaja sekarang yang yang rapuh. Bukan cuman anak-anak remaja yang rapuh, ibu-ibunya juga rapuh ya. mudah terpuruk, mudah kena mental gitu. Ini apa ya sebetulnya fenomena ini harus kita baca ya. Nah, jika metode pendidikan kita benar-benar mengikuti manhaj Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, mengapa output-nya sangat berbeda? Nah, semoga kehadiran program tadabur ini bisa menjawab semua persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi di masyarakat. Hari ini terjadi bencana sosial yang sangat masif. ya ee perselingkuhan yang begitu masif ya. Kemudian juga ada kasus-kasus ee
1:44:34 orientasi seksual yang menyimpang yang jumlah korbannya semakin banyak gitu ya. Ini kan sesuatu yang miris gitu. Tentu saja kita berharap ada solusi ya dari langit untuk kita semua termasuk juga solusi-solusi tentang ekonomi ya. Apa ya yang salah umat ini? Di kita hidup di Indonesia dengan sumber daya alam yang begitu melimpah ya. Al-Qur'an ada di hadapan kita sebagai panduan kehidupan. Apa yang salah? Ya, maka semoga melalui proses tadabur ini ada penghayatan yang lebih dalam, ada langkah-langkah maju cara berinteraksi kita dengan dengan Al-Qur'an sehingga Al-Qur'an itu betul-betul menjadi solusi bagi kita.
1:45:19 hadir loh Al-Qur'an itu ada loh di rumah kita ya. Jadi ee tentu saja jangan sampai kita ee hari ini berhenti sudah bagus tahsinnya, sudah bagus bacaannya, sudah dapat sanad Al-Qur'an, berhenti di situ ya. jangan sampai berhenti di situ, tetapi masuk ya ke ee wilayah yang lebih dalam lagi. Bagaimana Al-Qur'an bisa menjadi atau merubah cara berpikir kita, cara memandang kehidupan ya, keberanian mengambil keputusan itu gimana prosesproses itu ada. Eh, sahabat Quran, saya merasa sebagai orang yang fakir ilmu, saya
1:46:08 merasa orang yang kurang ilmu. Maka dari itu saya menggenjot diri saya di sisa-sisa waktu saya untuk belajar. Bagaimana dengan belajar itu kita ada langkah-langkah maju dalam cara berpikir, cara memandang suatu masalah, cara memandang kehidupan. Itu kan ketika kita belajar dibimbing dengan Al-Qur'an, pola pikir kita itu semakin maju, semakin terbuka. Bagaimana kita punya konsep kehidupan ya. Misalnya begini. Ketika kita melihat satu perintah, perintah jilbab misalnya, jilbab tidak hanya sekedar perintah, tetapi ketika
1:46:53 kita berpikir tentang konsep, ternyata ayat jilbab ini adalah sebuah konsep dari Islam untuk melindungi kaum wanita agar wanita terhormat, agar wanita kelihatan berwibawa, agar wanita terjaga dan agar dia punya identitas. seseorang itu harus punya identitas yang ingin dikenali oleh masyarakat sebagai apa gitu ya. Itu baru tentang jilbab. Jadi ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur'an lebih jauh lagi maka itu akan mempengaruhi cara pandang kita tentang hidup. Bisa jadi kan kita juga akan berbeda cara pandang kita ketika kita melihat ujian. Bagaimana itu ujian? Bagaimana kita
1:47:40 melihat konsep ujian itu melalui cara pandang Al-Qur'an gitu ya. Sehingga ee ada level, ada penaikan level ya dalam kehidupan kita. Kita hidayah itu kita minta kepada Allah Subhanahu wa taala bukan berhenti dapat hidayah masuk Islam, tapi kan dari Islam menjadi mukmin, dari muslim menjadi mukmin, dari mukmin menjadi muhsin. Terus ada peningkatan kualitas pada diri kita. Sehingga ketika kita berhadapan dengan Allah, kita pulang kepada Allah subhanahu wa taala menjadi manusia yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala gitu. Karena Allah menciptakan kita ada tujuannya. Nah, kita pulang kepada Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya dan kita akan membahagiakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi,
1:48:28 mari sahabat semuanya kita kembali kepada manhaj tarbiah quraniyah. Kita kembali untuk mengubah narasi-narasi Quran. Bukan sekedar belajar bagaimana cara memahami, tetapi bagaimana menghidupkan kembali metode yang pernah melahirkan generasi sahabat. Bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu melahirkan para sahabat. Pendidikan seperti apa sebetulnya yang dirasakan oleh para sahabat dulu? Ya, perjalanan sejati kita dimulai dari tilawah, disirami dengan tadabur hingga bisa memanen hidayah. Ya, sebagaimana tadi ya ayat yang saya bacakan di dalam Al-Qur'an. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
1:49:14 Kitabun anzalnahu ilaika. Alquran. Kitab Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah kepadamu wahai Rasulullah,
…