Kerusuhan Ganggu Prabowo ke China, Buat Sri Mulyani Diganti | GASPOL Ft Andi Widjajanto

Kompas.com www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang analisis kerusuhan yang terjadi pada 25-31 Agustus, menyoroti pola baru orkestrasi kerusuhan yang menargetkan elit, serta potensi keterlibatan pihak-pihak yang memahami AI. Andi Wijayanto juga memberikan pandangannya mengenai langkah-langkah pemerintah dalam memulihkan kepercayaan publik, pentingnya membentuk tim pencari fakta, dan potensi eskalasi ketatanegaraan jika darurat sipil atau militer diberlakukan.

  • Kerusuhan Agustus menunjukkan pola baru yang menargetkan elit dan memanfaatkan AI.
  • Pemerintah perlu memulihkan kepercayaan publik dan antar instansi.
  • Pembentukan tim pencari fakta penting untuk mengungkap kebenaran.
  • Darurat sipil atau militer dapat memicu eskalasi ketatanegaraan.

Menseskab Jokowi Saat MU Masih Sering Juara

Andi Wijayanto dan Tata Gurito membuka diskusi dengan membahas situasi terkini terkait aksi demonstrasi atau kerusuhan yang terjadi sekitar tanggal 25 hingga 30 Agustus. Andi menyebutkan bahwa saat itu, Manchester United (MU) masih sering menjadi juara, menandakan periode waktu yang cukup lama. Mereka kemudian beralih membahas isu utama terkait keterlibatan aparat dalam penjarahan dan pembakaran selama aksi tersebut.

Sistem Keamanan Aparat di Rumah Pejabat Dipertanyakan

Andi Wijayanto menjelaskan bahwa tim analis Lab 45 sedang mengumpulkan data terkait demo yang terjadi di 173 kota di Indonesia, di mana 22% di antaranya berujung pada amok. Amok ini tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga menyasar kediaman pribadi pejabat seperti anggota DPR Syahroni dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Andi juga menyoroti peran aparat, mulai dari ketidakhadiran hingga kegagalan pengamanan, yang menyebabkan terbakarnya gedung DPRD Makassar dan penyerangan markas Brimob. Aksi amok dan penjarahan di rumah pejabat utama negara menjadi perhatian khusus yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Pola Baru Orkestrasi Kerusuhan di Indonesia

Andi Wijayanto menjelaskan perbedaan antara eskalasi dari demo ke anarkis dan dari anarkis ke amok. Eskalasi dari demo ke anarkis sering kali disebabkan oleh ketegangan prosedural, seperti mahasiswa atau buruh yang belum merasa aspirasinya ditampung namun harus bubar karena aturan jam 5 sore. Sementara itu, eskalasi dari anarkis ke amok perlu dianalisis lebih lanjut, apakah bersifat insidentil, terdesain, atau terprovokasi. Provokasi yang awalnya acak, seperti kasus mobil perintis yang menabrak almarhum Afan, dapat berubah menjadi gerakan sistematis dengan pembakaran fasilitas umum di berbagai kota.

Ide Pembakaran Dimunculkan Lebih Dulu di Medsos

Andi Wijayanto menyoroti fenomena baru di mana ide atau simulasi kerusuhan, seperti pembakaran gedung DPRD, muncul terlebih dahulu di media sosial melalui apa yang disebut sebagai "glitch." Glitch ini muncul tiba-tiba, seperti air mendidih, namun kemudian menghilang setelah kejadian sebenarnya terjadi. Andi menduga bahwa ada pihak yang mencoba melempar ide melalui glitch di media sosial, dan setelah ide tersebut menjadi kenyataan, glitch tersebut menghilang. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi aparat yang bergerak di bidang digital dan siber, seperti Kominfo, BSSN, Polri, TNI, dan intelijen, untuk dipelajari dan diantisipasi agar tidak terulang kembali.

Siapa Pihak Dibalik Kerusuhan Agustus?

Andi Wijayanto menyatakan bahwa temuan-temuan analisis menunjukkan adanya pihak-pihak yang cukup kuat mengorkestrasi gerakan-gerakan kerusuhan ini. Pihak-pihak ini sangat memahami dan mampu mengoptimalkan AI untuk menyebarkan glitch-glitch di media sosial seperti TikTok dan WA grup, serta mengarahkan kerumunan di lokasi-lokasi yang disasar. Andi menekankan pentingnya back tracing dan kerja sama antar instansi yang memiliki kapasitas teknologi untuk menyiapkan teknik mitigasi ke depan. Selain itu, pihak-pihak ini juga memiliki pemahaman tentang bagaimana menggerakkan massa dan ilmu intelijen.

‘Angsa Hitam’ Lepas dan Bobolnya Intelijen Prabowo

Andi Wijayanto memberikan warning kepada pemerintah bahwa ada pola baru dalam eskalasi demonstrasi menjadi anarkis dan amok yang berbeda dari sebelumnya. Pola ini sangat signifikan untuk stabilitas politik dan keamanan. Andi mengibaratkan situasi ini dengan "angsa hitam" yang lepas, yang berarti skenario terburuk telah terjadi dan menunjukkan kegagalan intelijen. Andi menekankan pentingnya menebus kegagalan tersebut dengan memastikan skenario ini tidak berulang. Namun, Andi juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini bahkan tidak tahu di mana angsa hitam itu kembali ke sarangnya, sehingga sangat mungkin angsa hitam ini terbang lagi.

Strategi Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Publik

Andi Wijayanto menekankan bahwa masalah utama saat ini adalah masalah kepercayaan (trust), bukan hanya dari publik ke pemerintah, tetapi juga di dalam instansi pemerintahan itu sendiri. Memulihkan kepercayaan ini membutuhkan waktu dan proses yang mendalam. Andi menyarankan agar pemerintah fokus pada langkah-langkah jangka pendek untuk memulihkan keadaan, seperti memulihkan trust antar instansi dan memilah tuntutan-tuntutan yang relevan untuk memulihkan kepercayaan dalam masa short term. Andi juga menyoroti bahwa reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo adalah salah satu bagian dari upaya memulihkan trust di level strategis, namun perlu juga dilakukan pemulihan trust di level taktikal.

Jangan Bilang Indonesia Baik-baik Saja

Andi Wijayanto menekankan pentingnya narasi komunikasi yang tepat dari pemerintah. Ketimbang mengatakan bahwa Indonesia baik-baik saja, lebih baik pemerintah mengakui bahwa kondisi sedang tidak baik dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama memulihkannya. Andi juga menyoroti perubahan protap di Kantor Staf Presiden (KSP), di mana deputi komunikasi dipecah menjadi Kantor Komunikasi Presiden yang lebih powerful. Kantor Komunikasi Presiden inilah yang kemudian harus membuat narasi yang lebih baik, yaitu narasi yang mengajak kerja bareng-bareng menyelesaikan masalah negara.

Alasan Prabowo Pilih Sjafrie Ketimbang Bege

Andi Wijayanto menjelaskan alasan Presiden Prabowo memilih Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) alih-alih memilih tokoh lain seperti Menkopolhukam. Andi menyebutkan dua alasan utama: pertama, alasan idiosinkratik personal, di mana Prabowo memiliki pemahaman yang mendalam tentang operasional, skill, dan tempo seorang Sjafrie karena mereka sudah lama bekerja sama. Kedua, Prabowo dengan latar belakang jenderal bintang 4 lebih memahami operasional tempo dari Angkatan Darat. Oleh karena itu, dalam critical time, Prabowo membutuhkan orang yang sudah betul-betul dipercaya dan dipahami, dan itu ada pada diri Sjafrie.

Benarkah Kerusuhan Mengarah ke Makar?

Andi Wijayanto menjelaskan bahwa untuk terorisme, tujuannya adalah menebar ketakutan, yang sudah terjadi ketika anarkis berubah menjadi amok. Sementara itu, makar memiliki tiga pengertian: ingin mendirikan negara lain di dalam Indonesia, ingin menggulingkan pemerintahan yang sah, atau ingin mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan dengan menggoyang stabilitas politik dan keamanan negara. Andi berpendapat bahwa yang ketiga, yaitu mengganggu jalannya pemerintahan, telah terjadi. Hal ini dibuktikan dengan pembatalan rencana kunjungan Prabowo ke Cina, yang menandakan terjadinya gangguan ke fungsi pemerintahan yang normal.

Alasan Pemerintahan Prabowo ‘Diganggu’

Andi Wijayanto menyampaikan beberapa hipotesis terkait motif pihak-pihak yang mengganggu jalannya pemerintahan Prabowo. Hipotesis paling strategis adalah adanya negara atau kumpulan negara lain yang tidak suka dengan arah kebijakan luar negeri strategis Prabowo. Contohnya, Amerika Serikat yang tidak suka Indonesia tetap menggunakan Curies. Hipotesis lainnya adalah adanya friksi di elit tingkat nasional, di dalam pemerintahan sendiri, atau di institusi tertentu. Andi menyarankan untuk menelusuri dan mematahkan hipotesa-hipotesa ini satu per satu.

PDI-P Bukan Oposisi, Megawati Temani Prabowo di Massa Krisis

Andi Wijayanto menepis anggapan bahwa kerusuhan diorkestrasi oleh kelompok oposisi. Ia mencontohkan kehadiran Megawati Soekarnoputri di samping Prabowo saat krisis sebagai simbol bahwa PDI Perjuangan tidak beroposisi. Andi menekankan pentingnya membaca simbol-simbol politik untuk mengukur apakah hipotesa friksi berlaku atau tidak. Kehadiran Megawati di samping Prabowo menunjukkan bahwa hipotesa friksi antara Prabowo dan Megawati tidak berlaku.

Bentuk Tim Pencari Fakta

Andi Wijayanto sepakat dengan dorongan untuk membentuk tim pencari fakta sebagai bagian dari pemulihan trust secara cepat. Tim pencari fakta ini dapat dibentuk dari gabungan instansi pemerintah, diserahkan ke Komnas HAM jika ada indikasi pelanggaran HAM, atau merupakan kumpulan dari tokoh-tokoh independen. Andi menekankan bahwa tim pencari fakta adalah cara terbaik yang sudah berkali-kali dipakai untuk segera memulihkan trust.

Darurat Sipil atau Militer Bakal Picu Ekskalasi Ketatanegaraan Lebih Tinggi

Andi Wijayanto menjelaskan bahwa istilah darurat sipil, darurat militer, dan kondisi perang berlandaskan pada kerangka regulasi yang obsolid dan tidak bisa dipakai. Penggunaan Perpu 2359 atau Undang-Undang Penanganan Keadaan Bahaya tahun 1999 akan menimbulkan masalah ketatanegaraan. Andi berpendapat bahwa usulan darurat sipil atau militer akan memunculkan eskalasi politik ketatanegaraan yang lebih tinggi. Ia menyarankan agar pemerintah membuat undang-undang darurat yang baru dalam kondisi yang tidak eskalatif untuk meminimalkan komplikasi politik ketatanegaraan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Ketika sudah ada kejadian pelindasan almarhum Afan, saya bilang, "Ini kok ada glitch gedung DPRD dibakar." Ya, saya rasa ini ada sesuatu yang memang dicoba relatif berhasil ya di eksperimentasi di antara 25 sampai 31 Agustus ini. Dan tadi yang baru adalah amoknya targeted, personal targeted, elite. Ini enggak mungkin organik, ada pola baru nih, ada eskalasi dari demonstrasi anarkis amok dengan cara yang baru yang tidak ada sebulan yang lalu. Mitigasi segera. Kalau dalam bahasa komunitas intelijen, pastikan angsa hitamnya enggak terbang lagi. Bunuh angsa hitamnya sebelum dia terbang lagi. Kalau bahasa intelijen ini angsa hitam terbang. Skenario terburuk pecah. Angsa hitam terbang. Sudah kegagalan intelijen. Petugas intelijen

0:45 itu menghadirkan angsa hitam bilang ke presiden, "Pak, ini ada angsa hitam skenario terburuk. Tugas kami membunuh angsa hitam itu." Angsa hitamnya lepas nih, Mas. Artinya sangat mungkin situasi kayak kemarin itu terjadi lagi ya. Kalau dilihat apa yang dilakukan secara taktikal ya di pemerintah sekarang, mereka bahkan enggak tahu angsa hitamnya balik ke sarang yang mana. Jadi sangat-sangat mungkin angsa hitam ini terbang lagi. [Musik] Sahabat Kompas.com, bertemu lagi bersama saya Tata Gurito di acara kelas Wah

1:31 unggulan nomor 1 Kompas.com. Gaspol Ngobrol ngegas pasti. Semangat hari ini walaupun Jakarta diguyur hujan yang aneh ya karena seperti langit langsung menumpahkan semua air ke Jakarta. Tapi hari ini spesial ini bertemu dengan apa? tokoh yang selalu memberikan pencerahan kepada saya dan juga kepada publik tentang situasi-situasi terkini. Kita sudah bertemu dengan penasihat senior Lab 45 dan Gubernur LEM Hanas dan Menteri Sekretaris Kabinet Mas Andi Wijayanto. Selamat sore, Mas. Selamat sore. Iya. Ini kayak gini main sasap loh ya, Mas Ih, Mas

2:17 ya. Beberapa abad yang lalu kayaknya sudah lama banget ya. Iya. Waktu itu MU masih sering juara ya waktu itu ya? Heeh. Sedih Mas. Situasi memang lagi enggak oke Mas setan merah ya. Iya. Tapi selamatlah Onana sudah enggak udah udah. Oke Mas kita mau membahas soal ee situasi yang terjadi masih sekitaran tentang aksi demonstrasi atau kerusuhan lah yang mungkin bisa kita bilang di 25 sampai sekitar 30 Agustus ya Mas. Ini aku penasaran nih, Mas Sandi kalau dalam pandangan Mas Andi itu meyakini enggak, Mas Andi bahwa di tanggal-tanggal itu itu ada aparat juga yang terlibat entah dalam apa penjarahan, entah dalam

3:03 pembakaran. Ee saya dengan teman-teman analis lab 45 ini memang sedang mengumpulkan data ya. Heeh. ee datanya memang cukup mengagetkan yang sementara kami kompilasi ee demonya itu terjadi di 173 kota. 173 kota di Indonesia. Lalu demo yang kemudian berekalasi menjadi Amok. Heeh. Itu kira-kira 22% ya. Jadi kami memilih datanya itu ada demo unjuk rasa yang memang aspiratif konstruktif yang bisa

3:50 dilakukan oleh kumpulan mahasiswa atau gerakan serikat pekerja buruh. Lalu demo itu berekalasi menjadi anarkis. Heeh. Biasanya karena sudah mendekati jam 5.00 sore ketika mereka harus bubar tapi aspirasinya belum ditampung sehingga memutuskan tetap bertahan. Lalu untuk 25 sampai 30 31 Agustus itu ketika anarkisnya berubah menjadi amok. Oke ya. Amok ini yang paling kelihatan adalah perusakan pembakaran fasilitas umum. Tapi yang benar-benar baru di politik Indonesia di 2025 ini adalah Amok yang menyasar ee fasilitas kediaman

4:38 pribadi beberapa tokoh pejabat mulai dari anggota DPR seperti Syahroni sampai Ibu Menteri Keuangan ee Sri Mulyani. Ini sesuatu yang menarik untuk dianalisis. Nah, dengan melihat itu ee kita kemudian bisa memilah yang tadi aparat. Heeh. Perannya apa? Ya. Ya, ada yang paling minimal adalah aparat yang tidak hadir ya. Aparat yang tidak melakukan fungsi gelar pengamanan sehingga misalnya gedung DPRD Makassar terbakar ya, aparat yang gagal untuk mengamankan aksi AMK di pejabat utama negara. Heeh. Seperti ee ya ini juga sudah memunculkan ee

5:25 kegagalan ya dalam ee pelibatan aparat ini yang juga harus kemudian secara minimal secara taktikal ya harus dievaluasi oleh pemerintah lubangnya di mana sih di protokol ee pengamanannya ya sehingga ada falsitas umum dibakar ada bahkan markas brimok dikitang yang di Sekerang. Markas Brimop yang ada di Kelapa DU juga diserang. Ya, kemudian ada terutama adalah aksi amok penjarahan di rumah pejabat utama di republik ini. Itu harus sesuatu yang ee kita pelajari lagi ya protapnya. Nah, yang biasanya ee ruwet adalah ketika kita kemudian lagi-lagi secara

6:12 taktikal berusaha untuk mengungkap dari demo menuju anarkis itu biasanya karena ketegangan prosedural ya. Oke. Mahasiswa atau buruh belum merasa aspirasinya ditampung, tapi mereka sudah harus bubar karena aturan sampai jam 5.00 sore. Nah, itu ketegangan prosedural antara aparat yang harus membubarkan karena sesuai aturan hanya sampai jam 5.00 sore dengan mereka yang memutuskan bertahan. Tapi dari anarkis menuju Amok ee di situ apakah itu sifatnya insidentil? Ya, seperti mobil perintis yang menabrak almarhum Afan. Apakah itu insidentil? Apakah itu terdesain? Baik desain, apakah itu terprovokasi? Apakah provokasinya lagi-lagi hanya acak

6:59 atau provokasinya yang semula acak kemudian menjadi satu gerakan yang sistematis ya. Nah, provokasi yang acak itu terjadi ketika ee mobil rantis itu ee menabrak melindas almarhum Afan. Itu provokasi acak. Tapi begitu kemudian menjadi gelar serentak di nyaris ee 30-an kota untuk melakukan pembakaran fasilitas umum, infrastruktur dan seterusnya provokasinya sudah berubah menjadi acak menjadi satu perintah yang sistematis. itu yang bisa kemudian secara oke ya secara taktikal kita melakukan reengineering ke belakang back tracing

7:45 ya dengan teknologi yang ada sekarang back tracing-nya bisa dilihat dari ee media sosial back tracingnya bisa dilakukan oleh aparat ee penegak hukum ke WA grup misalnya ke Telegram ke signal ee dan seterusnya sehingga sistematisasi sesuatu yang tadinya nya insiden menjadi satu serangan ee terkoordinir itu ee bisa kemudian kita ungkap dan di situ pembelajaran bisa kita lakukan. Hm. Analisanya bisa nyampai ke situ ya, Mas. Tapi ee melihat misalnya katakanlah rumah-rumah ee pejabat itu ya, Mas yang kemudian ee apa diserang oleh sejumlah orang yang beberapa ee media akhirnya juga mengungkap bahwa ternyata bukan

8:31 orang situ juga yang melakukan. Tapi ada masa yang kemudian dari luar ada kelompok tertentu bahkan ada kecurigaan dugaan bahwa yang di rumahnya Bu Sri Mulyani itu ada satu kode kembang api kembang api dan lain sebagainya. Ini satu pola yang apa temuan Mas Andi dan teman-teman di Lab 45 cukup mengagetkan enggak? Artinya kok bisa mereka sampai paham bahwa rumah-rumah itu ada di situ terus datang barengan gitu ya. Ya, itu sesuatu yang baru ya. ee ee kita bisa melihat bagaimana dari tadi demokrasi menjadi anarkis, menjadi amok itu panjang ke belakang. Sebetulnya datanya bisa ditarik panjang ke belakang ya. bisa sampai demo 6566,

9:17 demo 7478 ya, terutama 9798, 99 ketika kejatuhan Gus Dur ya di masa Jokowi data kami bisa 46 data set ya, data 46 titik data di masa Pak Prabowo ini ada delan titik data ya yang bisa kita ee gali. He. Nah, ee untuk Agustus 2025 ketika targetnya menjadi spesifik personal ya dan itu jauh dari wilayah ee inti dari demonstrasi unjuk rasa ini sesuatu yang sesuatu yang menarik ya. Biasanya kalau ada aksi perusakan, aksi penjarahan begitu itu terjadi di lintasan unjuk

10:03 rasa dan anarkis ini. Tapi sekitaran doang ya, Mas ya. ya unjuk rasa anarkisnya terjadi di mana, tapi amok unjuk rasa amok dan penjarahannya terjadi di mana ya. Jadi misalnya kalau pakai playbook 9798 ya, kalau pakai playbook 9798 ee amoknya sudah terjadi di Kitang. Oke. Di depan Marco Brimok. Oke ya. Kalau pakai 9798 maka pertokoan mall di seputaran situ pasti dijarah. Itu kalau polanya sebelah 98 ya. I kita buka lagi ya. Brimop-nya saja sudah tumbang ya. Apalagi misalnya mall yang ada di sekitaran situ dan ada mall besar ya di seputar situ mall-nya tidak kejadian. Iya sama sekali enggak jadi kan. Jadi

10:49 playbook 9798 enggak keluar nih ya. Berlaku dalam pola ini ya enggak berlaku malah playbook 9798-nya ditutup. Sekarang kita mempelajari playbook yang baru ya. playbook yang baru adalah ada spesifik target individual elit ya yang mengarah ke satu anggota DPR dan kemudian mengarah ke ee pejabat utama dari negara ini Ibu ee Sri Mulyani. Nah, itu sesuatu yang harus kita pelajari ke depan. ada pola apa yang sekarang ee dimainkan ee sehingga untuk menggoyang stabilitas politik dan keamanan ya playbook yang lama tidak lagi dirasa cukup. Playbook yang baru diciptakan dan playbook yang baru ini kemudian sudah

11:35 ada hasilnya kemarin ketika terjadi resavel kabinet dan salah satu menteri yang diavel adalah menteri yang menjadi target spesifik dalam Amok kemarin. Hmm. Oh iya, Buulian ya dalam konteks ini ya. Tapi kalau kita lihat, Mas, kemarin itu kan sempat juga muncul ee aku termasuk yang sempat mengamati ya di medsos itu sekitar tanggal 252 25 malam atau setelah Van meninggal itu sudah mulai juga muncul ini Mas ajakan-ajakan untuk melakukan penjarahan ke ee apa yang menuju pada etnis tertentu Tionghoa. Artinya kan waktu itu aku ngelihatnya waduh kok ini hampir sama kayak 98. Mas Andi melihatnya itu dicoba untuk dioperasikan atau sebenarnya itu

12:22 sekedar apa ya dekoi, umpan aja karena ada pola yang kemudian berbeda ya untuk sementara ya. Karena kita sekarang juga harus mempelajari bagaimana ee dari anarkis menuju Amok itu sebetulnya sudah disimulasikan di media sosial. ya lewat AI itu sudah disimulasikan karena saya enggak tahu istilahnya apa ya istilah formalnya apa dalam dalam teman-teman yang secara spesifik mempelajari AI ee di media sosial sekarang untuk sepantara saya menyebutnya glitch ya G L I T C H Glitch sesuatu yang muncul tiba-tiba gitu ya kayak kayak air mendidih gitu loh blup. Oh jadi kayak isunya dilemparin dulu di medos gitu

13:07 blup terus tiba-tiba turun lagi ya. Tapi kalau seandainya glitch-nya berhasil menjadi kinetik ya, glitch itu kemudian viral ya. Nah, saya mengamatinya gini, saya cerita sih ke teman-teman di analisis L 45 itu he ya. Ketika ee sudah ada kejadian pelindasan almarhum Afan, terus saya bilang, "Ini kok ada glitch ee gedung DPRD dibakar ya?" Dan saya enggak bisa enggak bisa saya jadi ini glitch nih di media sosial saya, di TikTok saya kok ada glitch media muncul ya gedung DPRD terbakar lalu saya ketik aja gedung DPRD saya scroll itu muncul muncul muncul tapi kemudian saya pindahkan ke

13:53 search engine yang normal seperti Google dan seterusnya saya ketik gedung DP terbakar saya enggak nemu apa-apa enggak lama kemudian Makassar terbakar glitnya hilang Loh, ya. Jadi, ada sesuatu yang disimulasikan. Saya bilang ini kayak ada sesuatu yang lempar ide nih ya sebagai glitch di tapi ketika sudah terjadi beneran hilang. Ini hilang ya, ini hilang. Saya enggak enggak menemukan cara. Mungkin saya belum punya tekniknya ya, Teman-teman juga belum punya tekniknya untuk menarik lagi, untuk meng-crolling lagi sesuatu yang tadi kayak air mendidih ada buih ya, ada blep gitu ya, sudah terus hilang. Nah, saya bilang, "Wah, ini sesuatu yang baru nih yang harus kita kita pelajari ee ke depan." Dulu di kami dulu membantu Pak Jokowi membentuk kali warning-nya, hal-hal seperti ini

14:39 ee belum ada. Nah, jadi ee saya rasa ini ada sesuatu yang memang dicoba ya relatif berhasil ya di eksperimentasi di antara 25 sampai 31 Agustus ini ya. Kemudian sekarang aparat ya terutama yang bergerak di digital di cyber mulai dari KOMDI BSSN ya cybernya polisi, cybernya TNI, cybernya intel itu harus duduk bareng benar-benar menjadikan ini sebagai lesson sehingga tidak terdadak lagi kalau seandainya ada eskalasi yang tidak kita inginkan. Hm. Tapi artinya dengan situasi-situasi temuan-temuan paling enggak analisa Mas ee tadi Mas Awi tadi itu menunjukkan

15:25 bahwa ada ada pihak-pihak yang cukup kuat mengorkestrasi gerakan-gerakan ini. Iya. Dan pihak ini sangat memahami AI ya. Bisa mengoptimalkan AI ya. Tahu bagaimana cara memanfaatkannya di WAg. Heeh. Cara memanfaatkannya di ruang digital ee yang interaktif seperti ee TikTok ya. Ee ya ketika pemerintah kemudian benar memutuskan live TikTok di-off-kan ee dulu ya karena kita tidak tahu apa yang apa yang benar-benar di sana itu mana yang deep fake, mana yang real itu sudah enggak tahu di live TikTok itu benar-benar sudah enggak tahu. Ketika di-off-kan dulu itu agak

16:11 ee meredakan. Tapi begitu live TikToknya diofkan ya kemudian berseliweran langsung berseliweran di WAg dan seterusnya. Dan kali ini ee terlihat bahwa ada kemampuan yang cukup signifikan untuk menembak glitch-glitch tadi ke kerumunan-kerumunan di lokasi-lokasi yang ee memang disasar tertentu. Nah, itu saya pikir sesuatu yang harus kita ee apa ya? back tracing ya ke belakang lalu ee duduk bareng-bareng terutama dari ee instansi-instansi yang memang memiliki kapasitas teknologi di situ. He ya untuk kemudian menyiapkan ee satu teknik mitigasi ke depan. Oke, Mas. Cuman sekedar tahu AI atau

16:59 orang-orang yang di belakangnya ini, pihak-pihak siapapun itu cukup tahu soal bagaimana menggerakkan masa? artinya juga punya ilmu dari sisi perangnya gitu, intelijennya git akhirnya akhirnya memang membutuhkan kombinasi antara apa yang terjadi di ruang digital virtual dengan apa yang terjadi kinetik ya yang digital di virtual itu kalau seandainya tidak menjadi kinetik yang saya sebut glitch kemudian dia hilang tapi begitu glitch yang tadi ada gedung DPRD terbakar saya enggak tahu lokasinya di mana, lalu menjadi kinetik gedung Makassar DPRD Makassar terbakar Makassar yang terbakar ini yang kemudian nyebar ke mana-mana berupaya ya tidak lagi berupaya dengan teknik misalnya, tapi sudah berubah ke mana-mana

17:45 ya dan ya pasti ada tim lah ya tim bayang-bayang tim hantu begitu yang memang ee secara ee cermat itu bisa memahami ini unjuk rasanya sudah lewat jam .00 Siap-siap anarkis nih ya. Waktu Jakarta pertama kali ini sudah lewat jam 5. Mahasiswa kan tidak hadir. Buruhnya sudah bergerak mundur. Buruh belum bergerak mundur muncul kerumunan baru anak-anak muda. Ya, muncul kerumunan baru anak-anak muda yang sudah pasti akan anarkis karena mereka bawa bambu, bawa tongkat dan seterusnya yang kemudian merusak mobil-mobil yang ada. He. Beritanya menjadi viral karena mobil yang dirusak adalah mobil eslon 1

18:31 di satu kementerian kan langsung cepat ini viral ada mobil eslon 1 ee cepat kementeritian kemudian Jakarta maca total ya orang dari kantor saya yang di Menteng mau menuju ke era-aerah SPI misalnya 5 jam ya kan macet total akhirnya jadi berita di mana-mana ya berita di mana-ana sudah tercapai bahwa viralitasnya sudah eskalatif untuk membuat orang di situ ya besoknya tidak berhasil diredam dengan skala pengamanan yang signifikan. Malah ada insiden mobil rantis melindas almarhum Afan dari anarkis langsung berubah menjadi satu situasi yang matang untuk menjadi amok ya. Dan tadi yang baru adalah amoknya targeted, personal targeted elite eh

19:17 targeted. Ini enggak mungkin organik ya. dari dari demo menjadi anarkis, menjadi amok, apalagi amoknya targeted, elite targeted, enggak mungkin organik pasti ada yang ee mengorkestrasi secara taktikal. Apakah dia dari awal memang merancang demo demo eskalatif menjadi anarkis menjadi ee amok? saya enggak terlalu yakin, tapi ada yang kemudian memanfaatkan celah-celah eskalasinya untuk kemudian mendapatkan ee ketegangan dan ee skala kerusakan yang dia inginkan. Saya pikir itu ee dilakukan. Benar. Berarti Mas Andi meyakini bahwa orkestrasi pertama kayaknya enggak

20:03 nyampai ke Amok ya? Enggak nyampai. Enggak nyampai. Orkestrasi yang paling rutin dilakukan ya dari demo ke anarkis. Cuman itu doang I ya. Amok itu di republik ini hanya kejadian beberapa kali kok ya. Terutama 9798. He ya. 9798 yang sekarang dan polanya enggak pernah jauh dari titik tempat demonstrasi ya Mas. Betul. Betul. Jadi insidennya ya yang kemudian menyebar menjadi amok di seputaran wilayah itu ya 9798 ya. Amoknya terjadi di Semanggi, insidennya di Sliipi, insidennya di ee kota Pecinan dan seterusnya. itu 9798 ya dan masih sangat terkait dengan anarkisnya. Yang ini enggak anarkisnya ada di mana, amoknya ada di mana.

20:48 Oke. Nah, sesuatu yang baru yang betul-betul harus kita pelajari. Nah, Mas, kalau kita misalnya melihat bahwa semuanya itu tadi itu tidak mungkin apa organik seperti kata Mas Sandi, artinya apakah mungkin pihak-pihak yang menggerakkan ini justru juga orang-orang yang punya apa sumber daya intelijen dan kemampuan yang juga mumpuni? Artinya gini, Mas. Kan ada beberapa berseliwuran bahwa ee ada yang mengatakan bahwa memang tentara gitu terlibat juga dalam proses ini. Ada video yang tersebar di mana polisi menangkap tentara. Tapi kan sampai hari ini tuh kita enggak pernah jelas gitu apakah memang akhirnya keterlibatannya juga sejauh apa? Apakah memang sengaja melakukan apa ya, Mas, provokasi dan lain sebagainya. kayaknya gimana

21:34 ya kayaknya ee fungsi kita di ruang publik ini di pembicaraan publik ini ya cukup untuk me-warning pemerintah ya mengatakan eh lihat ada pola baru nih ya ada eskalasi dari demokrasi demonstrasi anarkis amok dengan cara yang baru yang tidak ada sebulan yang lalu yang tidak terjadi di selama pemerintahan Jokowi tidak terjadi di ee kejatuhan Gus Dur atau 979 98. Pelajari baik-baik ya. Pola ini sangat signifikan untuk stabilitas politik dan ee keamanan ya. Ee apakah ada dugaan pertarungan elit kah, apakah ada dugaan friksi di dalam institusi dan seterusnya kita kasih warning saja. Oke,

22:21 ya. Itu fungsi kita ya di ruang ini kasih warning sehingga kemudian baik siapun yang menonton ini dari pihak pemerintah aparat yang melihat ini, kita harus meyakinkan ini bukan keadaan biasa nih. Ini ada sesuatu yang yang anomali nih ya. Temukan anomali itu ya. Ya, kita berdua kan enggak ada pangkatnya nih. Iya. Enggak ada surat tugasnya kan ya. Kita berdua ya cuma itulah yang bisa kita lakukan. mewarning bahwa ada sesuatu yang anomali yang bisa secara signifikan menggoncang stabilitas politik dan pemerintahan yang membuat bisa perhatian Presiden Prabowo untuk menjalankan kebijakan-kebijakannya beralih karena

23:06 hal-hal seperti ini bisa diulang. Ya sudah kita warning sekarang pelajari itu, lakukan prosesnya sehingga bisa menemukan mitigasi segera. Kalau dalam bahasa komunitas intelijen, pastikan angsa hitamnya enggak terbang lagi. Angsa hitamnya enggak terbang lagi. Bunuh angsa hitamnya sebelum dia terbang lagi. Kalau bahasa intelijen ini angsa hitam terbang. Skenario terburuk pecah. Angsa hitam terbang sudah kegagalan intelijen. Ya, tugas intelijen itu menghadirkan angsa hitam bilang ke presiden, "Pak, ini ada angsa hitam skenario terburuk. Tugas kami membunuh angsa hitam itu kemarin 25 sampai 31 Agustus angsa hitamnya ucul terbang. Oh enggak enggak enggak enggak berhasil dibunuh. Angsa hitamnya enggak berhasil dibunuh.

23:52 Itu sudah kegagalan. Kalau di komunitas intelijen sudah kegagalan. Tapi kegagalan intel itu harus segera ya ditebus ya dengan kemudian memastikan skenario ini enggak berulang. Tapi kalau lihat tadi bahwa dalam pandangan Mas Andi angsa hitamnya lepas nih Mas, artinya sangat mungkin situasi kayak kemarin itu terjadi lagi ya. Kalau dilihat apa yang dilakukan secara taktikal ya di pemerintah sekarang ya mereka bahkan enggak tahu angsa hitamnya balik ke sarang yang mana ya. Hm. Jadi sangat-sangat mungkin angsa hitam ini terbang lagi. Ya. Misalnya begini ya. 10 korban tewas. Iya. Ya, sekian 24 lah kalau saya enggak

24:39 salah ya, yang terkait dengan DPRD itu dibakar ee dirusak. Iya. Ya kan? Ee yang kemudian kita tahu sudah diproses ada pelakunya dan pelakunya dipecat secara tidak hormat hanya kasus Avan. Iya. Yang lain belum. Lainnya belum ya. Apa yang terjadi di DPRD Makassar misalnya yang ada staf DPRD menjadi korban meninggal belum tahu ya? Ya, kegagalan-kegagalan pengamanan tadi saya bilang untuk penjarahan di rumah-rumah pejabat kita ya. Ee perotap pengamanan mana yang lubang ya? Ya, begitu. Perot pengamanan yang lubang

25:26 yang minimal di internal mereka langsung tahu, oh komandan ini digeser, komandan ini digeser karena gagal menerapkan produk pengamanan. Nah, kita tidak tahu ya. Tapi kalau di kacamata publik, he harus ada akuntabilitas tentang 10 korban tewas. Hmm. Yang sekarang baru dilakukan satu. I itu saja dulu. Ya, kalau itu tidak dilakukan angsa hitamnya enggak keuber karena dia bisa masuk ke mana angsa hitamnya enggak keuber ya siap-siap angsa hitamnya lepas lagi karena tidak ada pembelajaran minimal di level taktikal yang sedang dilakukan oleh aparat keamanan saat ini. Karena misalnya kita mengibaratkan pakai

26:11 bahasa apa Mas, angsa hitam ini bisa berkelindan dengan isu-isu yang kemudian atau kemarahan-kemarahan publik, kekecewaan publik itu ya. Betul. Iya. I betul yang namanya juga angsa hitam ya sangat-sangat jarang untuk orang itu memperhatikan dia begitu berteduh di pohon yang rindang enggak kelihatan angsa kan biasanya putih. Iya makanya ini black swsa hitam ya. Black Swsa hitam itu kalau muncul di komunitas intelijen itu disebut skenario terburuk akan pecah. Udah pecah kemarin jangan sampai pecah lagi. Hmm. Hm. Oke, oke, oke. Nah, Mas, kalau kita lihat kan sebenarnya aparat kepolisian itu sudah sempat memeriksa sekitar 5.000-an lebih orang katanya ee dalam kerusuhan yang terjadi di seluruh Indonesia. Terus kemudian terakhir kali itu aku update ada sekitar 500-an lebih

26:57 yang kemudian masih melanjutkan proses hukum. Yang lainnya sudah dilepas tuh. Nah, tapi sampai hari ini kan belum ada pengumuman walaupun polisi berjanji akan aktor intelektualnya. Menurut Mas Andi lebih baik mengurus dulu soal pertanggungjawaban dari yang 10 ini selain Avan misalnya katakanlah atau memunculkan ini nih aktor intelektualnya ini siapa? Karena kalau kita lihat sekarang kan situasinya kayaknya sudah postrut banget ya. Masyarakat kayak enggak percaya gitu loh apapun yang dikatakan polisi gitu loh. Itu gimana Mas Andi? Ee ya tadi tepat seperti yang dikatakan ini masalah teras ya. masalah teras bukan hanya dari publik rakyat ke pemerintah, tapi juga teras di dalam instansi ee pemerintahan itu sendiri.

27:45 Dan itu sesuatu yang sangat-sangat susah untuk di ee pulihkan ya. Begitu mistrust atau distrasust itu sudah muncul ya, menggeser kata miss atau dis sehingga benar-benarnya terust lagi, itu satu proses yang mendalam yang biasanya ee butuh waktu ya. Ee ya kalau kita orang yang mempelajari krisis manajemen Heeh. ya pada saat eskalasi sudah terjadi ya ada yang disebut sebagai tipping point ya. di pingpong itu ini tadinya batu besar ada yang nyangga terus nyangganya ternyata berhasil dipatahkan, batu besarnya berguling nih ya batu besarnya berguling maka strategi yang harus segera dilakukan itu jangka pendek short term ya short term untuk

28:34 memulihkan keadaan memastikan bahwa segala sesuatu yang tadinya rusak tidak berjalan pulih lagi ya baru kemudian konsolidasi ya untuk membentuk tim yang lebih solid ya. Short term ya, short term dulu aja ya. Jadi ee ada tuntutan baru misalnya 17 plus8 ya sangat bagus ee tuntutannya harus dipilah mana tuntutan-tuntutan yang memang relevan untuk memulihkan kepercayaan dalam masa short term ya. Kalau sekarang saya misalnya berada di dalam pemerintahan, maka yang saya fokuskan adalah memulihkan tras antar ya instansi yang ada di pemerintahan. Kalau

29:21 isunya ini adalah friksi di kepolisian, pulihkan trust itu. Kalau isunya ini adalah polisi dengan angkatan darat, pulihkan trustnya. Kalau isunya antara elit A lawan elit B berusaha mendapatkan perhatian atau pengaruh yang lebih besar ke presiden, pulihkan ya teras itu. Itu jangka pendeknya harus di situ. Nah, Presiden Prabowo kemarin dengan menapukan resavel adalah salah satu bagian short ya dari memulihkan teras itu. Tapi itu langsung di level strategis ya. Sementara h di stras yang paling kelihatan di level taktikal ya kan. Nah level taktikal tuh baru satu yang benar-benar terjadi berusaha untuk pemulihan teras

30:07 untuk meredam agar kekacauan atau kerusakannya tidak ke mana-mana. Heeh. Ya, itu terjadi di sidang yang etik itu antis ee itu pemulihan terust di level taktikal tapi panjang ini ya sampai ke level strategisnya. Presiden Prabowo sudah pemulihan terust di level taktikal sudah ya dengan ee sidang etik. Kemudian ada pemulihan tras berusaha dilakukan di level strategis dengan ee resavel ee tersebut ya. ee hanya kalau kalau ngelihat resavel tersebut, resavel tersebut tidak seluruhnya terkait dengan 25 31 Agustus. Ya. Jadi misalnya apa hubungannya Menteri Koperasi dengan 25 sampai 31 Agustus?

30:52 Apa hubungannya Menpora dengan 25 sampai 31 Agustus? Nah, begitu ada Menteri Koperasi yang diavel, Menteri Menpora yang diravel, apa sih presiden pesan presiden? Ya, bahwa masalahnya bukan hanya 25, 31 Agustus. masalahnya ada yang lain yang juga harus beliau selesaikan ya. Oke ya. Sehingga kalau kalau misalnya hanya terkait dengan 25 31 Agustus ya minimal ada Menteri Keuangan. Oke kita paham. Oke ya karena ada desakan kemudian ada Amok yang mengarah ke sana. Tapi begitu ada Menteri Koperasi, Menteri ee Pemuda Olahraga kalau misalnya yang menteri satu lagi apa? Ee pekerja migran ya. Pekerja migran. Iya. pekerja migran. Ya, mungkin pemahamannya lagi kita berusaha konsolidasi malah

31:40 buat noise i ya kan lagi buat noise itu warning juga lagi begini-begini kerja yang benar hati-hati segala sesuatu diatur jangan buat noise yang enggak perlu he ya sudah ikutan ya ee di ee resavel tapi jangan sampai memberikan satu ee ee pesan keluar ya termasuk juga image yang kemudian mengacaukan bahwa saat ini sangat-sangat dibutuhkan pemulihan tras menunjukkan bahwa konsolidasi internal pemerintah itu segera pulih. Hm. Berarti artinya trustnya ini dulu ya, Mas ya, yang harus diambil ya daripada tadi kira-kira menunjuk siapa karena pada akhirnya demo ini kan dimulai dari deep feeling ya.

32:27 Iya. ya dari kegelisahan dari lapisan lapisan masyarakat bahwa kita ini lagi susah loh ya toko saya kosong loh ya anak saya sudah lama loh tidak makan di restoran tidak bisa ditraktir ke mana ya terus tiba-tiba kami mendengar ada pejabat yang tunjangan per bulannya sekian ratus juta di feelingnya kan begitu ya begitu tiba-tiba ini menggelinding ya dengan kenaikan pajak bumi bangunan di Pati ya dan ee seterusnya he ya pemerintahnya harus fokus ya untuk menjaga supaya kegelisahan-kegelisahan itu segera terjawab karena itu enggak boleh ada noise

33:12 yang lain-lain aneh-aneh ya. Jadi kalau misalnya narasi ya narasi pemerintah ketimbang mengatakan bahwa Indonesia baik-baik saja ya lebih baik mengatakan ya kami menyadari kondisi ini memang sedang tidak baik ayo kerja bareng-bareng memulihkannya. Nah jangan menegasikan. Iya ya. Ya. Itu seolah-olah dengan mengatakan semua orang lihat atap lu bocor. Ya. Iya. Ya. Lalu solusi lo adalah berharap hujan berhenti. Iya, benar. I kan bukan manggil tukang sebenarnya. Atau minimal taruh ember. Tapi kemudian yang lebih parah lagi mengatakan, "Enggak, atap gua enggak bocor nih gua kering di sini lah." Iya, lu

33:58 duduk di sini atapnya di sana yang bocor. Ya kan? Ya lebih baik bilang, "Iya ada atap bocor ya, kita butuh waktu untuk menambalnya ya." Tapi yakin deh. Hm. H pasti kita tambal. Hm. Daripada menegasikan sesuatu yang orang semuanya sudah lihat bocor atap loh. Ya. Yang paling parah itu kalau nunggu solusi adalah nunggu solusi enggak hujan. Kayak menyerahkan solusinya bukan di tangan kita ya Mas ya. Hm. Nah itu narasinya narasi komunikasinya harus diperbaiki. Itu yang juga saya pelajari sekarang. Ada protap yang beda apa ya dari masa Jokowi ke masa Prabobo? Yang paling saya lihat protap yang beda adalah KSP. Nah, itu gimana Mas? Kantor STA Presiden dulu kantor STA

34:44 Presiden ada deputi empat. Deputi komunikasi ya. Deputi komunikasi dulu ada ee Mas Juri ya. I ya pernah Mas Eko, Mas Juri. Kemudian pernah ee Plt-nya Mbak Ninil ya kan. Nah, kemudian sekarang kedeputian itu dipecah menjadi mestinya lebih powerful Kantor Komunikasi Presiden. Iya. Ya. Nah, kantor komunikasi presidenlah yang kemudian harus membuat narasi. Ya, lebih baik untuk saya lebih baik narasinya ayo kerja bareng-bareng menyelesaikan masalah negara ini daripada mengatakan negara ini enggak punya masalah. Ya, negara ini baik-baik saja atau yakin bahwa kita baik-baik aja kita. Nah, itu malah enggak ini ya. Karena kondisi faktualnya orang merasakan situasi yang enggak enak, Mas.

35:29 Yakin deh kita itu semuanya warga negara ini kalau dikasih tahu ini masalahnya, dikasih tahu kita harus bergerak ke A untuk sama-sama menyelesaikan masalah, gerak kok. Hm. Ya. Tapi kalau dibilang enggak ada masalah terus kita mau ngapain? Iya. Iya. Iya, iya. Nah, Mas narasi itu yang kemudian juga menjadi bagian dari kemunculan kegelisahan-kegelisahan di feeling tersebut. Hm. Jadi, bahayanya di feelingnya akan terpelihara ya. itu yang harus dipecah sama untuk saya masih terpelihara, masih ada. Oh ya karena tidak ada yang secara signifikan akan cepat berubah ya di feelingnya struktural kok. Hm. Ya. Di feelingnya itu adalah bahwa terjadi penurunan daya beli masyarakat, terjadi penurunan kelas menengah ya. ee

36:14 kelas menengah yang turun itu begitu turun dia dari kelompok ekonomi menengah menjadi miskin langsung daya beli langsung ee turun. Itu struktural turun ya sifatnya struktural. Itu baru di feeling struktural ekonomi. Kalau di feeling di politik misalnya yang sudah kami warning berkali-kali regresi demokrasi. Demokrasi sedang turun ya. Jangan sampai kemudian tiba-tiba ee demokrasinya, regresi demokrasinya itu ditutup dengan membuat tidak ada suara kritis. Nah, ya kan? Iya. Demokrasi itu ditutup dengan membuat suara kritis itu tersalurkan sehingga bisa rembukan bareng-bareng. Harusnya kan gitu ya, Mas ya.

37:00 Harusnya gitu. Karena kalau enggak massa tuh akan memilih untuk ya sudah kita enggak punya waktu. Begitu suara kritis itu tidak tersalurkan. Apa sih metode dari teman-teman mahasiswa atau teman-teman buruh? Ya, gedor-gedor iya gerbang DPR kan. Iya. Gergedor-gedor debang DPR itu karena mahasiswa dengan buru tidak bisa telepon. Heeh. Ya, ke representasinya di dapilnya dengan mengatakan di dapil ini kurang beras, di dapil ini minyak enggak ada. He. Ya. Dan itu terjadi berbulan-bulan. Kita enggak ada pilihan. Ayo kita kumpul 100 orang kita ke DPRD gedor gerbang ya. karena cara normal menyuarakan suara kritis tidak lagi bisa dikanalisasi gitu. Oke, Mas. Dari analisa Mas Andi tadi berarti bisa enggak aku menyimpulkan bahwa ternyata situasi 25 sampai 31

37:48 Agustus kemarin at least memberikan satu tanda bahwa ternyata intelijen di eranya Pak Prabowo ini paling enggak setahun ini ternyata bobol juga. Kalau kemarin ya bod ya namanya kalau dalam dalam bahasa komunitas intelijen pendadakan strategisnya terjadi lingkaran pendadakan strategis strategic surprise-nya terjadi lingkaran intelijennya patah ya dan begitu pendedakan strategis lingkaran intelijen patah mereka sudah tahu kok apa yang harus dilakukan untuk membuat lingkaran intelijennya mutar lagi ya untuk membuat ee pendadakan ee strategis itu minimal dari tadi Protap ee

38:33 Protap mulai dari pengumpulan Intel ya sampai nanti perumusan operasi Intel ya bisa diperbaharui ya sesuai dengan perkembangan yang ada ya. Tapi yang paling pasti kalau pendedakan strategis terjadi, angsa hitam terbang dan angsa hitam terbang memunculkan anomali baru yang tadi saya bilang ada anomali amok baru. Ee itu intelnya harus duduk bareng dan mengatakan ini ada apa sehingga anomali baru muncul pada saat kita sedang berjaga. Ya. Mm. H ya itu tadi yang Mas Sandi bilang sebenarnya mau itu intel dari instansi apapun sudah waktunya duduk segera

39:20 analisa cari itu ya karena itu tadi angsa hitamnya belum ketemu ya senang bola kan ya jadi kira-kira semua tim Inggris hari ini berusaha untuk membuat kalau Arsenal dapat bola jangan sampai corner kick karena Arsenal jago-jago banget corner kick jadi back-nya di di diperintahkan Jangan buang bola ke arah belakang kita. Buang bola ke arah samping supaya tidak corner kick kan. Hm. Ya sudah begitu ya. Sama ya anomali bahwa setiap corner kick Arsenal itu gol. Itulah pendedadakan strategis kita sekarang. Mm. Oke. Oke. Oke. Harus dipelajari. Harus dipelajari. Harus dipelajari. Oke, Mas. Kalau misalnya soal kebijakan pemerintah air ya, Mas Andi melihatnya

40:05 gimana, Mas? Ketika kemudian langkah yang diambil Pak Prabowo adalah memunculkan Menhun, alih-alih menkopol hukam dalam situasi kemarin itu. Itu apakah kemudian wajar jika ada pandangan orang punya ketakutan soal darurat militer atau seperti apa yang harus kita baca, Mas? Ee saya membacanya dua ya. Yang pertama ini masalah ideosinkratik personal. Hm. yaan kreatiik personal bahwa Presiden Prabowo ee jauh-jauh lebih dalam ya memahami ee operasional skill dan tempo seorang Safri daripada siapapun di republik ini ya karena mereka sudah barengan lama

40:51 banget itu Mas ya barengan di Kopasus barengan ketika Pak Safri harus mengaman amankan Pak Prabowo barengan ketika di operasi ee Timor Timur, operasi Papua dan seterusnya. Jadi kira-kira Pak Prabowo itu Pak Safri ngangguk saja sudah tahu tiga kalimat yang harusnya diucapkan Pak Safri. Nah, ya sudah sebaik itulah bondingnya, chemistrynya sudah terbentuk sejak lama. He. Jadi pada saat critical time terjadi memang sebaiknya tidak mencari tidak membentuk tim baru. Oh malah enggak enggak membentuk enggak boleh. Critical time itu bukan learning process. Critical time bukan learning proses. Critical time adalah

41:37 saat saat di mana pemimpin harus segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang decisif. Oke. Kebijakan di TV itu cepat tuntas dan membutuhkan orang yang sudah betul-betul dipercaya, dipahami. Itu ada di diri Pak Safri. Nah, itu yang pertama. Terus yang kedua ya Prabowo dengan latar jenderal ee bintang 4 dengan latar prajurit komando dan seterusnya memang lebih memahami operasional tempo dari angkatan darat. Iya. Ya. Daripada misalnya kepolisian ya. Karena itu wajar kalau dalam critical time sekarang ya diksi bahasa kata yang dipahami oleh Prabowo itu lebih mengarah kepada diksi bahasa kata yang ada di

42:22 struktur operasi angkatan darat lebih cocok kemudian disajikan ke Pak Safri. Hm. Berarti itu justru bagi Masadi adalah sebuah keputusan yang tepat akhirnya ya memunculkan menhand aleh-alih menkopolkam gitu misalnya ya critical time tidak memungkinkan seorang pemimpin untuk membentuk learning curve critical time mengharuskan pemimpin mengambil apa yang dia sudah pahami dia yakini sehingga dia bisa disasihive nah itu untuk saya ada di relasi antara Pak Prabowo dengan Pak Safri I. Tapi emang akhirnya make sense enggak buat Mas Andi ketika Pak Prabowo mengatakan bahwa ini ada satu upaya mengarah ke makar atau terorisme dalam aksi kemarin itu?

43:09 Ee untuk terorisme gampang dilihat ya, bahwa terorisme satu aksi sebetulnya tanpa tujuan ee tanpa tujuan politik atau ekonomi keinginannya cuma satu, menebar ketakutan. Oke. Ya, menegar ketakutan itu sudah terjadi ketika terutama dari anarkis menjadi amok. itu sudah ee kejadian. Kalau makar, pengertian makar di kita itu sekarang ada tiga. Makar pertama ingin mendirikan negara lain di dalam Indonesia. He. Ya. Makar kedua ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Makar ketiga ingin mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan dengan me ee menggoyang stabilitas politik dan keamanan negara. Oh, cuman mengganggu jalannya pemerintahan itu sudah masuk. Makar. Nah, yang ketiga kejadian. Tapi

43:55 kalau makar ingin mendirikan negara lain dengan bendera baru dan seterusnya, enggak. Makar ingin menggulikan Pak Pak Prabowo ya. Sehingga kemudian harus ada proses konstitusional bla bla bla. Itu juga enggak. Yang ketiga. Iya. Ya. Yang ketiga karena kemudian jalannya pemerintahannya terganggu. Yang sederhana membuktikan jalannya pemerintahan terganggu. Pak Prabowo sempat membatalkan rencana kunjungan ke Cina kan. Iya. Pak Prabowo kan mestinya dua kali ke Cina. Ada yang Shanghai Corporation di tiang Jin. Lalu dari Shanghai Corporation ke tiang jin, Pak Prabu mestinya ke Beijing. Oke. Yang ke Beijing terjadi, tapi yang tiang jin tidak terjadi. Dari Beijing mestinya Pak Prabo ke Osaka, dari Osaka ke Tokyo. Yang kejadian cuma yang di Parade 3 September untuk

44:41 itu pun juga langsung pulang. Ya itu ada rangkaian kunjungan strategis ya antara Pak Prabowo dengan ee negara lain ya. Apalagi di Tianjin itu Shanghai Corporation loh. I ya. Sanghai Corporation itu satu kumpulan negara yang sangat ee signifikan, batal. Ee dan itu sudah sudah menandakan terjadinya gangguan ke fungsi pemerintahan yang normal. Apa, Mas yang sebenarnya kalau Mas Andi lihat ya motifnya ketika misalnya tadi kita sepakat bahwa ada orkestrasi atau dari pihak-pihak tertentu itu untuk kemudian mengganggu ini tadi jalannya pemerintahan Pak Prabowo ini kalau kita baca motifnya itu memang akhirnya tuh mau ke mana, Mas? Ee ya untuk sementara dideretkan saja

45:29 semua hipotesa-hipotesa yang mungkin ya. Heeh. Hipotesa paling atas, paling strategis adalah ada negara lain, kumpulan negara lain yang tidak suka dengan arah kebijakan luar negeri strategis. Pak Prabowo ya. Kalau mau contoh simpel, Amerika Serikat enggak suka kita tetap ngotot pakai curis. Iya. ya ingin itu di stop oleh Indonesia sehingga kita kembali pakai Swift misalnya berarti pakai visa pakai master ya terus tiba-tiba curies-nya sudah bisa dipakai oleh negara lain terus dibilang ini Indonesia enggak mau didengerin enggak mau dengerin kita ganggu ya kan ya misalnya ee itu dari aktor yang di sana ya sudah dilanjutkan aja

46:16 ee friksi di elit tingkat nasional. Heeh. Bisa diirakan A-nya siapa? Kalau nyebut nama satu kota pasti juga paham ya arah ke mana. Sudah friksi di dalam ee pemerintahan sendiri, friksi di misalnya di institusi satu kota arah ke mana itu ya tadi mungkin institusi kepolisian dan seterusnya ya sudah telusuri aja satu-satu ya. Kemudian ya sudah patahkan hipotesanya satu persatu. Cara ngelawannya gitu aja ya Mas ya. Iya batakan. Jadi misalnya ee saya mendengar kemungkinan bahwa ini dilakukan oleh kelompok oposisi ya ya misalnya ya kalau ditanya ke PD Perjuangan, PD Perjuangannya kan kita bukan oposisi kita berimbang. Tapi kalau kemudian

47:01 partai oposisinya yang dianggap KPD Perjuangan lah Ibu Mega hadir di istana waktu yang krisis itu ya. Iya. Pada saat critical time Ibu Mega hadir di samping eh Pak Prabowo, Mas. Tapi itu yang menarik loh, Pak Prabowo milihnya Bu Mega sebelah kanan ya. Yang kiri kan ketua MPR ya, Pak Muzani ya. Ya, makanya itu kan kemudian kita harus melihat simbol-simbol ya, simbol-simbol politik, simbol-simbol politik Jawa yang harus kita interpretasikan ya untuk kemudian mengukur ee ini sebetulnya tadi hipotesa friksi itu berlaku enggak ke PDIP dan misalnya misalnya untuk itu. Tapi kalau Ibu Mega hadir ya mestinya hipotesa friksi antara Pak Prabowo dengan Ibu patah. Iya. Ya. Yang hadir kok.

47:47 Iya. Ya. Di situ. Heeh. Oh, artinya melawannya tinggal gitu aja. Artinya gini, Mas. Sebenarnya kalau bahkan dari Mas Andi yang memahami banget soal intelijen itu apa? Ee kan gini, kadang orang itu kan gini kan ketika Pak Prabowo ngomong, "Wah, itu ada asing yang enggak suka sama kita." Nenengan ada ngomong, "Mohon maaf nih, Mas, ngablu nih presiden misalnya gitu loh, Mas." Masa iya sih menciptakan musuh sendiri misalnya gitu. Tapi kan sebenarnya itu ada beneran ada ya, Mas upaya-upaya itu ya. Kalau kalau dalam pandangan Mas Andi yang paham banget intelijen upaya intervensi-intervensi dari luar pada kita gitu ya. Ya. Pada saat eskalasi ketegangan naik ya sehingga kemudian sudah kelihatan bahwa ini menggoyang stabilitas politik dan keamanan. Memang lebih baik berpikir skenario terburuk

48:34 daripada berpikir hope. Lebih baik berpikir fear daripada hope. Begitu kita berpikir fear ya tugas berikutnya adalah patahkan fear itu. Karena itu langsung kelihatan ya, Mas. Kalau berpikir pakai patahkan, patahkan, patahkan sehingga kita bisa bilang, "Udah ya, nanti 20 Oktober 2025 fear-nya hilang. Fe-nya hilang karena semua kemungkinan untuk menghasilkan skenario terburuk lagi. Heeh. sudah patah satu-satu ya. Tugas utama dari komunitas keamanan dari tugas utama dari komunitas intelijen memang membuat skenario terburuk tapi tidak berhenti di situ. Koma ya sampaikan skenario terburuk ke user koma tawarkan cara untuk mematahkan skenario terburuk itu.

49:20 Enggak cuman skenarionya tok tapi solusinya ya Mas. Iya. Kalau skenario terburuk doang yang disampaikan ya itu membuat user mimpi buruk ya. Intel yang jago menyampaikan skenario terburuknya ke user. Setelah skenario terburuk ke user itu disampaikan, usernya tidur tenang karena yakin penyampai skenarionya tahu cara mematahkannya. Harusnya seperti itu. Oke. Siap, Mas Adi. Ini ada pertanyaan titipan, Mas. Mas, berbagai langkah sudah dilakukan pemerintah dan DPR juga aparat kepolisian. Tapi masih ada ini, Mas, dorongan untuk membentuk tim pencari fakta agar bisa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mas Andi sepakat enggak dengan itu? Sepakat. Ini bagian dari pemulihan teras secara cepat ya, dengan menggunakan ee metode akuntabilitas yang sudah

50:08 berulang dilakukan dan sudah juga ee berkali-kali menunjukkan ya teras bisa dipulihkan dengan tim pencari fakta. He. Tinggal nanti apakah tim pencari fakta itu dibentuk gabungan instansi pemerintah atau tim pencari fakta itu katakannya diserahkan ke Komnas HAM kalau memang ada indikasi pelanggaran HAM atau tim pencari faktanya merupakan kumpulan dari tokoh-tokoh independen. Oke. Atau hibrid. Pemerintahnya ada, Komnasamnya ada, tokoh independennya juga ada. Tapi itu cara terbaik ya yang sudah kita pakai berkali-kali untuk segera memulihkan trust. Oke, Mas. Menjelang terakhir tapi pertanyaannya ini agak ya agak sensitif gini Mas. Ini kan ee tadi kalau nyambung

50:56 soal korban-korban yang kemudian sudah meninggal, ada juga dorongan untuk kemudian menagih janji Pak Prabowo ketika mengatakan bahwa aparat-aparat juga harus diinvestigasi gitu. Nah, kalau tadi bicara soal dalam situasi krisis memulihkan kepercayaan publik tadi, langkah cepat yang harus diambil itu apa, Mas? Karena ada juga dorongan untuk melakukan reformasi polri. Tapi kan ini kan lama, Mas. Justru itu yang harus dilakukan. Tawarkan proses dengan mekanismenya. Jangan langsung tawarkan outcome atau result-nya ya, proses mekanismenya. Jadi misalnya begini ee ada desakan ya untuk mencopot anggota DPR yang yang begini begini begitu gitu. Kalau saya saya akan mengatakan partai ada mekanisme

51:41 internalnya, partai ada mahkamah etiknya ya partai ada dewan etiknya. Heeh. Hidupkan itu. Lakukan prosesnya secara transparan untuk menghasilkan satu putusan yang akuntabel. Oke, ya. Kembalikan ke proses kelembagaan yang ada. Kalau proses kelembagaannya ternyata tidak dipercaya, baru buat seperti tadi tim baru. Heeh. Heeh. Tapi harus dikanalisasi dengan proses institusi kelembagaan yang ada ya sehingga tidak ada keputusan-keputusan sporadik yang individual, yang emosional, impulsif gitu ya. Impulsif ya. pada saat ada kasus apalagi sudah menyebabkan kematian orang, emosi

52:30 itu tinggi banget. Nah, itu harus diredam, dikan memakai kerangka kelembagaan yang ada. Tapi betul-betul harus dilakukan prosesnya. Jangan lip service. Hm. ya kalau seandainya Pak Prabowo katakan menyetujui ada tim pencari fakta diucapkan hari ini yang minimal dalam hari besok atau lusa itu sudah ada rapat ya untuk mengusulkan ke Pak Prabowo ini usulan opsi tim pencari fakta tadi misalnya saya usulkan tiga internal pemerintah komnashham atau independen ya atau kemudian hibrid gabungkan semuanya minimal sudah ketunjuk ada opsinya bagus-bagus kalau kemudian 3 hari kemudian timnya sudah dibacakan

53:17 susunannya. Hm. Dan proses-proses itu dibuka ke publik ya. Dibuka ke publik ya. Itu yang enggak kelihatan mekanisme mekanisme kanalisasi kelembagaan itu itu adalah transparansi akuntabilitas dengan satu tujuan tunggal memulihkan terust. Hmm. Artinya Mas melihat bahwa misalnya katakanlah ada desakan untuk mencopot Kapolri itu juga bukan sesuatu yang akhirnya menyelesaikan persoalan. Lagi-lagi agar mekanisme kelembagaannya. Presiden tidak punya kewenangan loh untuk mencopot Kapoli. Oh iya, Mas ya. Harus ke DPR. Iya deng. Iya. I iya iya. Harus proses ke DPR. Jadi kalau misalnya ada desakan itu ya Presiden kemudian mengatakan secara ketatanegaraan saya harus menyampaikan he satu nama pengganti ke DPR untuk

54:05 diproses. Hm. H ya sudah harus disampaikan dulu mekanisme catatan kelembagaannya seperti apa. I walaupun speed-nya ya harus cepat misalnya gitu ya katakanlah gitu ya. Jadi jangan sampai presiden diminta gantik pejabat A dari instansi tertentu lalu ada kebetulan ada yang seragam yang sama tunjuk lu aja deh yang jabat enggak bisa harus mekanisme kelembagaan itu. Iya sama lagi nanti publik ngritik lagi bingung lagi ya Mas. I lah, Mas. Ini terakhir, Mas. TNI dan pemerintah mengatakan tidak ada arah untuk melakukan darurat militer. Tapi apakah mungkin langkah darurat militer itu diambil dengan cara dan istilah yang lain apabila amok kembali terjadi? Karena kan gini, Mas. Kadang kan kita, Mas Andi juga paham situasi republik ini kan kadang enggak ada undang-undangnya dibikin undang-undangnya, enggak ada aturannya bisa dibikin aturan. Ya. Ya.

54:52 Darurat militer mungkin atau dengan cara lain, istilah lain ya. Kalau saya pertama dari sisi kerangka regulasi ya. Heeh. istilah darurat sipil, darurat militer, kondisi perang he itu berlandaskan kepada kerangka regulasi yang obsolid, tidak bisa dipakai. Oke, ya. Kita kemudian akan mengacu ke Perpu 2359 bahwa namanya masih mengandung kata Perpu. Nah, itu sudah menunjukkan secara ketatanegaraan ada yang salah nih ya karena tidak ada undang-undang atau regulasi yang bisa diberlakukan setelah sekian tahun dengan tetap memakai kata Perpu. Perpu kan setelah 30 hari berubah menjadi undang-undang ya. ini Perpu 2359 pasti ada yang ada masalah kalau kita memakai itu atau kita memakai Undang-Undang

55:39 Penanganan Keadaan Bahaya tahun 99 ya di masanya Gus Dur menjadi masalah kalau saya misalnya nanya itu Undang-Undang nomor berapa undang-undangnya sah tidak pernah diundangkan undang-undangnya sah tapi enggak pernah diund enggak pernah diundangkan karena itu enggak ada nomornya ya jadi kalau sekarang ada yang mengusulkan dar darurat sipil atau darurat militer kita akan kesulitan membangun bangun pohon undang-undangnya. Hm. Ya, enggak ada. Kalau enggak legitim tanpa undang-undang kacau juga ya, Mas. Jadi tadi yang harus dilakukan tadi kalau ada yang mengusulkan darurat sipil atau darurat militer, maka pengusul itu harus datang ke presiden dengan kerangka Perpu. Hm. Ya, kalau dengan kerangka Pertu, maka harus ada proses ketatanegaraan yang

56:25 harus dilakukan 30 hari di DPR. Perpunya langsung berlaku ya. Tapi kemudian ada 30 hari ee di DPR kalau kondisinya naik eskalatif 30 hari itu tidak mungkin berjalan normal. Oh, prosesnya ya. Ya, jadi saya orang yang cenderung berpendapat usulan itu memang akan menghasilkan atau ee ya menyiapkan satu kapasitas atau mobilisasi baru bagi presiden, tapi akan memunculkan eskalasi politik ketatanegaraan yang lebih tinggi. Eskalasi politik ketatanegaraan yang lebih tinggi. Iya. Karena Perpu itu kemudian seolah-olah presiden gua enggak sempat ya buat undang-undang yang normal. Gua keluarin ini dulu. Nah, DPR ayo resahkan

57:13 ini ya. Hm. Dalam waktu 30 hari ya. Nah, terus kemudian ada komplikasi ketatanegaraan baru yang dilakukan. Idealnya apa? Idealnya mumpung ya mumpung eskalasinya belum muncul lagi ya sudah apakah prakarsa atau inisiatif buat undang-undang daruratnya. Malah buat dulu sekarang. IT. Sekarang undang-undang daruratnya kalau ada pihak yang saat ini sudah punya naskah Perpu ya. Ya sudah naskah Perpu itu kalau dari pemerintah ya jadikan prakarsa. Bahas di DPR majukan ke Komisi 1 atau komisi 3 misalnya lakukan ya. Mumpung kita sekarang punya waktu untuk ee menggodoknya dalam kondisi yang tidak

58:00 eskalatif ya. sehingga komplikasi politik ketatanegaraannya bisa sangat jauh diminimalkan, diredam. Oke, gitu. Terima kasih, Mas Andi. Luar biasa pokoknya mantaplah ini, Mas. Nanti datang lagi, Mas, pencerahan-pencerahan selanjutnya. Makasih sudah diundang lagi. Siap. Baru pertama kali ke sini. Iya, kan biasanya kita kan waktu itu di tempatnya Mas Andi gitu. Sahabat.com, terima kasih sudah menyimak. Semoga mendapatkan pencerahan dan manfaat dari obrolan ini. Saya Tatang Gurito mengucapkan terima kasih. Kita bertemu lagi denganegas dan nampol selanjutnya. Bye bye. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube