0:00 Jadi sebenarnya ketakutan itu sebenarnya teman, teman besti yang obsess banget, protective banget sama kita. Fear itu serve a purpose in my life. Dia enggak sejelek itu. Tapi kalau dia diturutin terus-terusan, kalau dia tidak pernah diajak ngobrol secara rasional, elgak grow. Skill apa yang menurut lo akan sangat berguna untuk dipelajari, untuk digeluti oleh anak muda di zaman sekarang zaman AI, zaman digital ini ada skill tapi di bawahnya ada echitute dulu gitu. Menurut guaitude di saat ini di mana zaman perlu banyak berubah itu humility. Humility. Kerendahan hati. Kerendahan hati untuk mengakui bahwa apa yang gua lakukan mungkin salah. Baru di atasnya menurut gua tuh ee skill adaptasi ya. Karena pada akhirnya lo
0:46 akan sukses itu butuh orang lain. Dan kalau lo interpersonalnya baik, bukan AI kok yang akan menyelamatkan lo nanti. Bukan teknologi, bukan apa, tapi eh other people. Apa yang lo ingin sampaikan terkait dengan agama, kepercayaan, dan spiritualitas itu, Om? Menurut gua, spiritual journey setiap orang harus dihormati. Nanti dia kelak dia menetapkan, "You know what? kayaknya gua bertemu Tuhan di sini deh. Apa yang lo pengen kasih tahu ke anak-anak muda ketika mereka merasa cemas, gelisah soal masa depan mereka? Gua percaya overthinking itu adalah akibat underoing. Lu overthinking karena lu enggak cukup bergerak, karena lu enggak cukup bertindak. [Musik]
1:35 Kita udah kedatangan tamu spesial, seorang selep tweet, seorang penulis. Om Henry ini dulunya juga praktisi periklanan dan marketing. Om Henri, apa kabar? Baik. Apa kabar, Rori? Baik. Thank you so much for coming to the show. Baik. Jadi, ini episode yang spesial banget karena kita akan ngebahas sebenarnya nasehat. Dia tadi enggak setuju dikatakan wejangan karena kelihatan tua banget. Tapi ini adalah nasehat buat orang yang sudah melewati lima dekade hidup ya kan. Tua banget ya, Om. 50 tahun hidup untuk kita-kita yang masih muda. Gue sebenarnya juga udah enggak muda sih, cuman ini buat lo yang mungkin usianya di usia 20-an. That's why buku dari Om Henry 50 to 20 ini akan kita bahas dan kita kulik di sini karena di sini banyak banget nasehat yang bermanfaat buat lo
2:22 yang masih berusia 20-an atau bahkan 30-an. Refleksi dari seorang Henry Manampiring ketika dia di usia 50 tahun yang seharusnya di 20 tahun gua melakukan hal ini dan hal itu dan tidak melakukan AB CD. Kita akan bahas bareng-bareng di episode kali ini. So, gua akan memulai dengan pertanyaan em general question. Menurut lo dari sekian poin yang lo utarakan di sini ada 30 lebih 50 50 to be exact 50 poin yang lu utarakan di sini mana yang menurut lo itu adalah kesalahan yang lo seharusnya tidak lakukan di masa lalu atau kesalahan itu justru memberi a lot of benefit, a lot of lesson hari ini, Om? Mm.
3:08 Gua bilang ada dua ya, ada dua. Yang pertama ee gue terlalu takut, takut gagal gitu. Itu menurut gua kesalahan diri gue di usia 20-an. Jadi tidak cukup banyak eksperimental gitu, mencoba hal yang baru. Nah, itu menurut gue sayang. Jadi buat pendengar juga yang usia 20-an karena periode kita apa ya boleh membuat kesalahan itu makin tua sebenarnya window-nya makin kecil gitu. Makin kecil. Jadi berbuat salahlah selagi lu masih muda. Betul. Betul gitu. Karena berbuat kesalahan di usia 20-an sama berbuat kesalahan kayak gua di usia 50-an itu konsekuensinya beda banget. Satu contoh yang menurut lo ketakutan
3:55 ini membuat lu tidak bisa berkembang atau lo sesalin apa? Ketakutan soal apa, Om? misalkan soal karir, misalkan mencoba hal karir yang menarik. Terus dulu kan mungkin angkatan gua kan cukup konservatif ya. Maksudnya gua kan GenX gitu, gua bahkan enggak nyampai milenial. Jadi memang waktu itu lebih ditekankan stabilitas gitu kan, security of income gitu. Jadi kita dulu omongan passion itu terlalu jauh lah gitu. Tapi kan itu sebenarnya inhibit yourself itu tuh sebenarnya membatasi diri lo sendiri. Hm. E karena kalau misalkan lu gagal pas muda, so what gitu loh, lu masih waktunya panjang buat ee recover, buat balik lagi nyoba lagi yang lain gitu. Tapi kalau udah di usia segini tuh udah agak telat sih gitu.
4:40 Oke. Jadi berbuat salahlah selagi lu masih muda. Karena ketika tua window untuk kita berbuat salah itu semakin kecil. Tapi ini ada menarik nih di em section 13 dua pertanyaan sumber keberanian yang rasional. Ini gua menarik banget dan gue kasih catatan bahwa sebenarnya kalau misalnya lo takut pada sesuatu, poin pertama lo adalah apa sih hal terburuk yang mungkin terjadi dari pilihan ini? Betul. Pertanyaan kedua, jika benar terjadi apa hal tersebut benar-benar buruk? Maksudnya gimana? Dari dua pertanyaan ini lo memberikan contoh public speaking misalnya atau presentasi di depan rapat misalnya. Betul. Iya. Pas di usia 20-an ada opportunity datang nih gitu kan. Tetapi ee elak mau ngambil itu
5:28 karena takut gagal. Oke, gitu. Nah, biasanya orang ah malasnya nanti gua gagal, gua malu atau gagal nanti gimana. Nah, itu sebenarnya dua pertanyaan tadi tuh untuk mengevaluasi itu. He, gitu. Yang yang pertama, what is the worst thing that could happen sih kalau lu gagal? Gitu kan. Misalkan lu dapat ini usia 20-an berarti kan usia kuliah ya. Iya kan? Misalkan dapat kesempatan presentasi mungkin. He. Iya kan? Tugas kuliah biasanya kan pada lempar-lemparan tuh. Ah, lu aja enggak lu aja gitu. Padahal kalau dievaluasi tuh emang what's the worst that could happen sih gitu kalau lu salah ngomong ya kan diketawain diketawain. Nah itu terus pertanyaan kedua kalau kejadian pun emang itu betul-betul buruk gitu.
6:13 Jadi sebenarnya kita banyak kehilangan opportunity pas masih muda, enggak mau ngambil karena takut gagal karena enggak dipikir secara rasional gitu. Padahal ya, so what gitu loh. Iya. Jadi kalau misalnya tadi contohnya adalah presentasi di kelas ee hal negatif yang could happen adalah kita misalnya ngomong salah ngomong atau kita grogi beli penting malu dapatnya kan. Iya. Dan ketika terus ke pertanyaan nomor dua, jika maku itu terjadi, apa hal tersebut benar-benar buruk? Ya udah orang akan lupa anyway. Iya, orang akan melupakan anyway. Dan eh misalnya si A kemarin presentasi belibet loh, besoknya udah enggak akan dibahas. Enggak akan dibahas lagi karena semua orang sibuk sama dirinya sendiri. Enggak. Gua gua suka bilang ada GR positif, ada GR negatif. Kalau GR
7:00 positif gampang dong. Ya kan? misalkan dikirimin WA lawan jenis ee kamu sudah makan siang. Hah? Dia udah cinta padaku gitu. Oh itu gua bilang itu ger positif gitu. Jadi ada sinyal yang biasa aja ditafsirkan sebagai hal yang positif tapi ada GR negatif. Apaan tuh? BGR negatif itu sebenarnya kebalikannya gitu. Bahwa orang sebenarnya enggak segitunya mikirin el secara negatif tapi lu udah lebai gitu. Ya ampun ini orang ini yang nganggap gua orang terbego di dunia ya. Padahal yang orang lain tuh juga kagak enggak peduli juga karena mereka sibuk mikirin dirinya sendiri gitu. Iya. Ini kayak e perumpamaan di gym sih, Om. Ah, kenapa di gym? Biasanya orang aduh aku malu, aku takut datang ke gym karena yang lain udah
7:46 gede-gede karena gua masih kurus, gua masih kecil atau enggak gua masih overweight. Man, orang-orang di gym itu enggak peduli sama el. Mereka peduli sama diri mereka sendiri. itu that's why mereka spend bermenit-menit berjam-jam di gym nga itu karena mereka peduli sama diri mereka sendiriak benar benar banget analogi narik narik jadi ketakutan untuk melakukan sesuatu itu yang pertama yang kedua apa om kesalahan yang menurut lo paling besar impactnya di waktu muda dulu kalau gua nih ya kan gua enggak bisa memaksakan pengalaman hidup gua itu sama ee ada hubungannya sebenarnya sama persiapan finansial gitu. Jadi ee gua merasa gua telat investasi. I see menurut gue teman-teman di usia 20-an
8:32 itu udah saatnya masuk investasi. Lu cindo aja telat investasi apalagi gue yang Jawa coy. Iya tapi gua masalnya generasi generasi juga sih. Sejujurnya generasi gua dulu kan akses sama instrumen investasi itu limited banget. Oh gitu. Jadi enggak enggak segampang sekarang lah. Sekarang lu invest buka app kan. Heeh. He. Kalau zaman dulu tuh memang memang susah, no excuse sih. Heeh. He. Ee cuman poinnya tuh jangan pernah mikir gini loh, investment tuh urusannya orang gede. Investment tuh urusannya orang 30-an. Sekarang gua mau hura-hura duit gua gua beli barang-barang LBubu atau ngfe terus gitu. Gua saatnya enjoy life. Gua enggak bilang lu jangan enjoy life gitu. nikmatilah karena masih muda.
9:19 Tetapi even dari muda pun sebenarnya lu sudah bisa mulai invest karena dalam jangka waktu yang panjang walaupun kecil ya kan orang suka mikir gini ya tapi kan gua kecil yang bisa diinvest tapi time is on your side orang tuh suka lupa bahwa apa yang kecil itu dalam rentang waktu panjang itu jadi gede. Jadi start now. H. Jadi if I could turn back time, I wish tuh gua udah duluan beli saham BCA Mandiri. Gua udah tajir sekarang, tapi dulu gua enggak melakukan itu gitu. Iya. I coba bayangkan ya, misalnya 30 tahun yang lalu lu sudahud beli saham BCA. Wow. Iya. Tinggal ongkang-kang kaki karena sahamnya sudah naik terus gitu. Oke, sekarang gua akan ee masuk ke perbidang. Kalau tadi secara general, sekarang perbidang.
10:04 Soal karir dan pendidikan. He. Em, banyak anak muda yang bingung milih karirnya seperti apa. Dan di buku ini lo menyebutkan bahwa you decide your career. Lo yang mendikt, lo yang menentukan karir lo. Maksudnya gimana sih, Om? Dan kenapa kita harus memilih karir kita tidak menunggu kira-kira apa yang cocok buat gue, kira-kira apa yang datang mampir ke hidup gue? Iya. Jadi pilihan karir itu sebenarnya lucu, bisa berdasarkan banyak faktor. Yang pertama gua gua yakin juga masih banyak nih. Terserah deh apa kata orang tua. Gua gua yakin masih banyaklah yang kayak gitu kan. Kadang-kadang karena gua kayak gitu dulu gitu gua gua menentukan karir dan akibatnya kuliah gua itu simply karena orang tua bilang, "Udahlah kalau kamu ngambil ini dapat
10:50 kerjaan gampang." He. Sebenarnya enggak salah sih itu akuntansi ya. Iya. Gua kuliah akuntansi itu karena ya memang gitu ada persepsi itu. Enggak ada yang salah, tetapi kalau itu ditelan mentah-mentah doang ee kayaknya sayang gitu. Atau pertimbangan lain itu ikut tren. Pokoknya apa yang lagi ramai ya udah deh gua ikut gitu kan gitu. Teman-teman gua lagi mau ke mana ya udah deh gua ngambil itu juga tanpa betul-betul dipikir itu fit enggak sama your strength, your weakness, your personality. He he gitu. Jadi kalau keputusan karir itu terlalu diserahkan ke pihak luar, bisa orang tua, teman, media sosial, influencer, itu takutnya nanti lu nyesal gitu. Hm.
11:35 Ee riset, riset, riset. Tapi oke kan, Om, ee ketika kita kuliah A1 kadang-kadang yang kita ambil itu tidak sesuai dengan apa yang kita suka dan passion kita. Dan akhirnya kita baru menemukan passion kita itu bertahun-tahun setelah lulus S1. Betul. Apakah itu yang terjadi sama lo? Iya, itu gue gitu. Jadi gua ee ngambil kuliah akuntansi ya udahlah ya pertimbangan pragmatis nyari duit gitu. Tetapi belakangan gue menyadari bahwa ini bukan dunia gue loh. Hm. Dunia finance tuh bukan gue. Nah, di situlah letak perlunya berani banting setir gitu. Untungnya gua baru 2 tahun kerja itu gua berani make the decision, gua harus pivot sekarang nih, gitu. Jangan
12:21 kelamaan di sini. Ee dan situasinya mengakomodir gua sehingga gua bisa pindah ke marketing waktu itu di tempat ee gua kerja. Waktu itu gua dapat resistensi dari orang tua gua dari bokap gua. Which is wajar dong bok gua bilang kamu tuh udah pendidikannya bagus, kerjaannya sesuai pendidikan. Kamu tuh nyari apaagi sih? Tapi gua tahu nih kalau gua bertahan lebih lama nih gua enggak akan happy. Dan ketika el udah kelamaan di sebuah bidang karir yang lu searang enggak suka, makin lama lu karir lo naik, makin berat ninggalinnya kan? Betul. Titel lo udah keburu tinggi, udah jadi manajer, gaji lo udah gede, terus tiba-tiba kayaknya ini bukan buat gua deh. Berat loh pindahnya. Belum belum tentu bidang yang lainnya tuh mau terima lu di level yang sama dengan gaji yang sama. Betul. Jadi, gua make that decision waktu itu
13:07 udahlah gua akan e berani ngikutin panggilan gue dan apa yang cocok sama gue. Akhirnya waktu itu lu jadi regional vice president of marketing. Oh, itu udah akhirnya udah di setelah berapa 25 tahun kerja di gua ada di level situ. Tapi dari akuntansi ke em advertising dan juga ke marketing. Apa penyesuaian yang lu lakukan pertama kali di saat lu tadi bilang 2 tahun lu bekerja di akuntansi terus kalau lu pindah haluan penyesuaiannya kayak gimana tuh? Nah hard sebenarnya kalau lu pivot-nya di awal penyesuaian itu enggak berat loh. Hm. Jadi di salah satu bab buku gua kan gua bilang kuliah itu penting enggak penting. Itu sebenarnya paradoksikal kan gitu. Gua bilang kuliah itu enggak
13:52 penting kalau lu mengira bahwa semua mata kuliah yang lu pelajari itu tuh akan menentukan sukses lo. Enggak, enggak. Percayalah enggak gitu. Enggak, enggak, enggak sepenting itu. Karena the real knowledge nanti datang pas sudah udah kerja begitu. Yang penting dari kuliah itu sebenarnya soft skill menurut gue. Soft skill, networking, character building itu penting. Nah, jadi ke pertanyaan lu tadi ketika gua pivot-nya cepat, it's ok gitu. Iya, gua kuliah ee 8 semester akuntansi, tapi karena waktu itu usia gua baru berapa? Baru 23an ketika gua masuk bidang baru, gua belajar lagi on the job. H dan itu cepat gitu. Oke. Oke. Soal passion, lebih penting kejar passion ini di awal karir lo atau lebih penting lo bangun
14:39 skill lo dulu? Nah, gua makan menghindari pertanyaan lu dengan dengan jawaban yang beda lagi. Gua bilang, "It's not about passion apa skill dulu." Menurut gua prioritasnya itu adalah lu bisa mandiri enggak gitu di usia mud. The first priority lu bisa mandiri atau enggak? Iya. Jalannya seperti apa? Terserah yang penting lu bisa mandiri enggak gitu. Itu dulu yang diprioritaskan. Mandiri artinya em lu udah enggak jadi beban bagi orang tua kan. Gua assume kalau lu sekolah lu masih ditanggung orang tua kan gitu. Tapi lu udah bisa keluar dari situ. Lu bisa enggak nyusahin bahkan support mungkin orang tua atau adik-adik lu. Itu lu jadiin imperatif. Mencapai itu bisa berbagai macam cara. Hm. Kalau dengan mencapai itu elion
15:26 l, wah itu bonus banget buat gua. It's your it's your privilege untuk bisa mendapat mandiri, dapat duit di passion yang sukai. Iya. Tetapi kalau untuk mandiri itu lo kebetulan enggak bisa melakukan passion l, it's ok to itu bukan hina gitu kad. Jadi kadang-kadang gua tuh terganggu sama influencer-influencer di medsos tuh yang wah hidup tuh passion bro gitu kan. Kesannya tuh kalau enggak sesuai passion kerjaan enggak sesuai passion tuh kayaknya hina gitu. No. Gua sangat respect pada orang-orang yang mandiri bisa menafkahi keluarga bahkan orang tua adik-adika. Walaupun dia enggak ngerjain hal yang passion passion-nya dia gitu. Iya. Tapi ini gua relate banget sih karena dulu waktu gue kuliah juga bayar
16:13 sendiri Om. Gue kuliah di Solo. Em dan gue kerja untuk mandiri dulu. Tahu keperjaan gue apa awal-awal? Gua sempat kerja jadi badut. Keren. Gua sempat kerja jadi badut. Jadi apapun kerja gua lakuin dan itu adalah event organizer kecil gitu dan kadang-kadang bisa jadi badut, kadang-kadang bisa jadi MC-nya. Heeh. untuk kita tawarin kayak program lomba mewarnai di sekolah-sekolah. Kalau lu berhasil meyakinkan sekolah itu, oke gua mau berarti lu jadi team leadernya, lu yang jualan death program. Cuman kan tidak hanya tim leader, namanya juga ke anak-anak TK ada yang butuh badutnya, ada yang butuh MC hore-nya gitu. Kadang-kadang gua jadi MC hore, kadang-kadang gua jadi badutnya. That's my first ever job. Apakah itu sesuai passion gue jadi badut? Enggak ternyata. Ya kan? Terus
17:00 yang kedua berkembang berkembang gue jadi sales promotion boy. Gue jualan produk multivitamin yang warna hijau ever fashion itu gitu. Dan gua melakukannya selama 1 seteng tahun. Apakah gua passionnya jadi sales promotion boy? Enggak. Tapi gua belajar banyak banget soal ilmu selling sama ilmu membaca manusia. Dan akhirnya setelah lulus kuliah ini adalah waktunya gua mengejar passion karena gue udah melakukan yang bukan passion gue untuk mandiri dulu nih. Iya. Dan akhirnya gua masuk ke Metro TV di journalism and that's my passion gitu. Jadi ternyata butuh proses untuk sampai kita pada titik di mana this is betul myion dan jalan hidup itu enggak harus linear langsung some people beruntung langsung ngerjain passion-nya good for them tapi for some people tuh muter dulu and it's ok
17:47 gitu dan tadi lu race point yang bagus gua gua senang banget lu bilang lu jadi sales lu jadi badut ini buat para yang nonton nih ya jangan menganggap remeh sebuah job atau karir yang bukan passion law itu jangan dianggap remeh karena itu bukan passion law berarti jelek. H jangan. Karena ada banyak hal yang walaupun bukan passion, tapi knowledge sama skill yang lu dapat dari situ nanti precious buat pada saat lu ngerjain passion el. Betul. Iya kan? Gitu. Gua yakin lu jadi badut pun ada something that you take away yang kepakai sekarang. Gua sih gua yakin gua enggak tahu sih lu setuju apa enggak. Apalagi lu jadi sales i gitu kan. lu ketemu orang, lu empati dan sebagainya. Jadi, ya
18:32 oke. Ini juga apa namanya? Ee pelajaran juga sih kayak bahkan nama-nama besar yang mereka adalah selfmade man or woman, prajago pangestu misalnya, dulunya dia adalah sopir. Pak Prajog pangestu salah satu orang terkaya saat ini di Indonesia adalah dulunya sopir gitu loh. So, ya semuanya ada prosesnya dan ya kita bisa assume bahwa menjadi sopir bukan passion Pak Praes tu. Of course. Tapi beliau melewatinya dari gitu. Oke, gua akan sekarang ke bagian keuangan. Ee mungkin gua akan revisit lagi soal gaya hidup konsumtif. Oh. Dan orang emm ya gue sekarang udah kerja, gue udah mandiri. Enggak apa-apa dong gue senang-senang dikit, Om. Enggak apa-apa dong gue beli labu. Enggak apa-apa dong gue clubbing. Enggak
19:17 apa-apa dong gue padal seminggu dua kali. Toh ini uang-uang gua sendiri gitu. Nah, apakah pandangan itu salah di usia lo yang sekarang 50 ketika bercermin melihat anak-anak usia 20-an punya mindset seperti itu? Em, look, spending itu tuh inolation tuh enggak salah gitu. Lu mau beli barang Vomo, lu mau ikut apa olahraga lifestyle gitu ya, lu mau hang out in inis isolation tuh enggak bisa dibilang salah atau benar, tapi harus lihat dalam bigger context gitu. Ketika el spend untuk hal itu, apakah lu sudah allocate ee jumlah yang cukup tuh buat
20:06 kalau lagi masa susah gitu loh. Iya kan? Iya. darurat misalnya kalau karena darurat lu udah punya enggak gitu. Kalau lu sudah invest untuk jangka panjang gitu, lu sudah nabung dan ada sisanya after all that, he be my guess gitu kan maksudnya sil silakan aja gitu. Heeh. Heeh. Tapi kalau lu enggak punya dana darurat gitu kan, kalau lu tiba-tiba di PHK ee lu enggak bisa hidup gitu, lu enggak punya tabungan pensiun dan lu duit lu sudah keburu habis di tempat ini, apakah itu bijak? Jadi, jadi untuk men-judge itu enggak bisa lu salah, lu enggak boleh padel, enggak gitu. Ada orang yang padelan dan dia baik-baik aja sebenarnya. Ud. Ada orang yang padelan tapi masih tab
20:51 tulang, pinjol dan lain-lain. Itu jangan dong gitu. Iya. Oke. Oke. Sekarang gua akan ke topik soal relasi dan pergaulan. Mm. Oke. Soal pilih teman atau lingkungan dalam dia bergaul, kesalahan apa yang paling banyak anak muda temuin, Om? Ini kesalahan ini adalah ee gue gue pakai istilah ini pernah dengar ungkapan jangan kalau berteman jangan milih-milih enggak? Iya. Iya kan kita kan dengan semuanya main terima aja kan wisdom itu kan berteman jangan milih-milih. Waktu gua muda juga gua naif gitu kan. Oh iya itu benar tuh kalimatnya bagus tuh. Berteman jangan milih-milih. Ee makin ke belakang di usia gua sekarang looking back gua bilang enggak lu berteman harus milih-milih sih. H
21:37 gitu. Lu berteman harus milih-milih. Kenapa? Dan gua suka compare gini lu beli mangga aja lu pilih kan. H gitu. Ini mangga loh. Masa teman yang mungkin affecting your life tuh lu enggak milih. Cuman milihnya itu bukan milih untuk bukan milih dengan pertimbangan yang enggak rasional menurut gue kayak gua milih yang cakep aja, gua milih yang hits aja, hits aja, gua milih yang followernya banyak gitu. Tapi lu pilih teman-teman yang bersama mereka. Lu tuh elevate, lu tuh naik gitu. Realitanya enggak semua teman lu kayak gitu gitu. Ada teman-teman yang mungkin drag you down. Ada loh. I iya kan kalau lu cerita mimpi lo. Iya. Kalau lu cerita mimpi lu, dibilang, "Ah, udahlah, Bro. Ngapain susah?" gitu kan. Negatif. Terus
22:22 lu mau spend kebanyakan teman ee waktu dengan orang kayak gini? He. Atau lu mau spend waktu dengan teman-teman yang supportif tapi juga supportifnya kritis ya, bukan supportif halu gitu loh. Lu pasti bisa men padahal kagak bisa gitu kan. Tapi kan ada beberapa teman tuh mengequip lo to become better, ngasih pertanyaan yang bagus. and they root for you. Jadi mereka tuh dengan tulus itu pengin lihat lo berhasil sukses gitu. Nah, lu kelilingilah dengan teman-teman kayak gitu. Nanti di kantor juga sama. Dan banyak justru em kita berteman dengan orang yang ketika kita sukses mereka merasa intimidiated dan akhirnya enggak suka. Iya. Dan akhirnya menunusuk dari belakang gitu. Iya. Sayang kan gitu. Dan teman-teman kayak gitu seharusnya kita singirkan dalam hidup om.
23:08 Iya. Karena gua punya prinsip resources kita terbatas. I kan waktu kita dalam hidup itu berapa jam sehari, berapa hari seminggu itu kan terbatas. Berarti lu enggak bisa entertain semua. Berarti lu harus priority orang-orang yang konstruktif yang membuat hidup lu lebih baik. Nih ini sesuai judul loh. Room room for improv. Orang-orang yang memberikan room for improvement. Yes. Orang-orang yang elevate dan membuat lo menjadi lebih baik ya. Iya. Nah, masih soal relasi dan pergaulan, mungkin sekarang lebih relasi yang lebih serius which is menikah. Em, di section 17 lo menulis menikah telat dan ini yang lo lakukan dan ada em dua kontradiksi which is ini positifnya ini, negatifnya
23:54 ini, tapi ternyata lebih banyak positifnya. Why menikah telat lebih banyak positifnya? Iya, gua di bab itu memang gua kasih pro dan pro dan konnya walaupun gua agak leaning ke lu menikah itu di delay. Mungkin kalau kata telat tuh kesannya ada expiry date gitu. Gua lebih suka bilang delayed gitu ya, delate marri karena gua lagi-lagi gua suka analogikan kita dengan kita mau membeli barang gitu. Kita beli barang makin mahal makin milih-milih ya. Enggak betul. Beli mobil atau motor tuh wah risetnya dalam banget. banyak. Apalagi sudah mau beli tempat tinggal misalkan kan, beli apartemen, rumah kita kunjungin. Nah, itu benda-benda mati itu kita perbandingan aja segitu toronya. He.
24:40 Masa lu menikah yang harusnya forever dong, gitu. Masa lu melakukannya tergesa-gesa sih? Menurut gua tuh agak paradoks enggak sih gitu. Dan gua bilang lu delay itu karena begini, kalau lu menikah pada saat usia lo sebenarnya masih banyak ee perubahannya gitu. Jadi masih 20-an awal, lu masih ngejar karir, lu masih belum tahu persis ee lu bergerak passion lu apa gitu. Itu masih belum habislah dengan diri sendiri, selesai dengan diri sendiri. Iya. Masih inflaks kan. Apakah itu bijak? Udah oke gua pengin sama orang yang seperti ini right now forever gitu. Karena takutnya kebutuhan l, aspirasi lo akan teman hidup itu pun juga masih influx gitu. Masih masih berubah sesuai
25:26 dengan ee perkembangan hidup lo. I terus apakah lu udah cukup banyak bertemu kandidat? Jadi gua gua sih orangnya realistis ya gitu. Tapi orang kemudian berpikir lah kalau misalnya lu ee menikah telat atau delayed dan lu baru menikah di usia 35 tahun, entar anak lo kecil lu udah usia 45 tahun, lu udah lemah secara fisik, lo udah enggak kuat lari-lari diajak main dan mungkin lo udah em encok, udah lehernya terkilirlah, udah ututnya gemeteran lah. Itu lu gimana nanggapinnya? Dan itu gua tulis juga gitu. Gua gua bilang umur itu is real gitu. Jadi kalau lu jadi orang tua, anak lu masih kecil dan lu udah udah lumayan jompo gitu ya,
26:12 lu akan berasa gitu. Iya. I ya. Ee makanya itu enggak ada yang perfect kan, lu harus timbang-timbang. On the other hand, lu ada financial. Biasanya lu financially lebih establish kalau lu menikah lebih delate. Jadi lu pertengkaran soal duit tuh semoga lebih sedikit karena lu udah ini dan itu buat gua motivasi buat jaga kesehatan. Hmm. Hm. Sekarang anak gua masih kecil nih di usia gua segini. Itu memotivasi gua loh buat jaga makan, buat buat olahraga gitu supaya gua tetap fit buat dia. Iya. Dan gua percaya sih, Om. Maksudnya gini, ketika kita enggak olahraga, kita enggak latihan beban, mau lu usia berapun, once kita sudah melewati usia 30, mau lu usia berapa pun deh, lu juga akan tetap encok, lu juga akan tetap terkilir, lu juga akan tetap ee sakit-sakitan kalau lu enggak latihan
26:59 beban dan enggak olahraga. Sepakat. He. Ketika kita bahkan usia 50 60 tahun, banyak e narsum gue, banyak teman-teman gue yang usianya sudah 50 60 tahun, tapi mereka olahraga, jaga makan, jaga tidur, mereka latihan beban, justru malah mereka lebih kuat daripada usia yang 30 tahun tapi enggak ngapa-ngapain. Iya, iya, iya. Agree. So, there's no excuse sebenarnya ya. Enggak ada excuse. Iya. So, Teman-teman, menikah delayed, delayed marriage is really fine. Bahkan disarankan oleh Om Henry Manam piring. Nah, tapi terus lu juga ngebahas nih soal masih soal menikah. Tidak menikah mungkin lebih baik. What is that? Iya. Gua mengambil posisi kontroversial bahwa menikah itu bukan buat semua orang. Hm. Kenapa itu? And and I stand by the statement. Loh, gampang lu. Look around, man. Gitu. Masa
27:47 lu enggak ngelihat, masa lu enggak kenal langsung orang atau lu minimal tahu dari pemberitaan gitu ya, di mana orang ini tuh dengan menikah itu malah membawa penderitaan gitu. Hm. KDRT misalnya dia pelaku KDRT apa enggak dia lebih baik single aja ya gitu. Kalau dia jadi orang tua yang menelantarkan anaknya kan itu cerita kayak gitu banyak kan gitu. Tapi kan kadang-kadang sifat ini enggak ketahuan sebelum memang benar-benar sudah menikah, Om. Baru oh ternyata dia begini begitu setelah menikah ketakuannya. Memang emm enggak mungkin 100% for sure. Tapi gua gua percaya kalau lu mau membuka mata mungkin sebenarnya sains-nya itu sinyal-sinyalnya tuh ada gitu. Tapi memang enggak mungkin
28:34 100% gitu. Eh, jadi itu kenapa gua bilang, you know what, mungkin menikah enggak bisa buat semua orang sih, gitu. Beberapa orang itu emm memang sekedar enggak capable aja jadi partner atau jadi orang tua. Itu satu. Yang kedua, ada orang-orang yang sebenarnya happy aja enggak menikah. I and and it's great gitu. Gua punya teman-teman yang stay single sampai di usia 40-an, tapi gua melihat mereka genuinely happy gitu. He. Dan belum tentu kalau mereka dipaksa menikah, mereka sehappy sekarang gitu. Ee jadi itu sih menurut gue. Terus ada kekhawatiran, yah kalau misalnya nanti enggak menikah gimana nanti hari tua siapa yang nemenin kita? Nah itu ada tuh gua sampai ada bab
29:19 sendiri gua bilang anak itu bukan dana pensiun kita. Ya itu tuh itu opini gua. Masalnya masih banyak yang melihat anak itu dana pensiunnya mereka. Gantian dong. Kemarin dulu gua biayain lu, sekarang gua lu biayain gue gitu ya. Iya. Dan gue tuh enggak fair banget gitu memang. Posisi gua mungkin sangat tidak konvensional ya di culture kita. Tapi nih anak nih dihadirkan mereka enggak minta loh. Pertama mereka datang ke dunia yang udah mau climate change rusuh ini mereka enggak minta. Udah mereka datang enggak minta tiba-tiba dapat beban. Lu nanti yang bayarin tu ya. Hah. Gu tuh sadis banget gitu. Dan dalam hal ini gue dapat teladan dari orang tua gue. Jadi orang tua gue tuh benar-benar prepare. Mereka punya hari tua itu enggak mau ganggu kita anak-anaknya. Mereka tuh enggak mau gitu. Enggak. Kami
30:04 udah udah prepare gitu. Bahkan mereka masih pengin memberi buat cucunya gitu kan. Jadi gue juga enggak pengin seperti itu gitu. Biarkan gua menyiapkan sendiri hari tua gue. He anak ini punya hidupan sendiri gitu. Biarkan dia live his life. Ee apa yang dia mau jangan dibebani oleh saya. Iya. Anak bukan investasi pensiun ya. Anak investment. Jadi tidak menikah mungkin lebih baik buat sebagian orang ya, Om ya. Buat sebagian orang. Menikah bukan kewajiban tapi menikah adalah pilihan. Iya. Bahkan gua di situ setengah bercanda gua bilang harusnya ada surat izin menikah gitu, SIM gitu. Karena kalau lu nyetir mobil naik nyetir truk aja lu perlu diuji kelayakannya. Oh gitu ya. Kok menikah kan lu perlu
30:50 diuji? Beneran? Iya iya iya harus ada ujian siap enggaknya layak enggaknya gitu. Nice nice om sekarang yang ee banyak ngeracunin anak muda nih karena mungkin anak muda banyak ngelihat e influencer sukses kaya ya kan yang orang gym dikatain goblok karena dipikirnya miskin. Miskin itu goblok gitu gua inget lu ingat kan? Em, apakah anak muda harus fokus ngejar materi dulu ketika dia misalnya lulus kuliah, dia harus ngejar materi dulu atau seharusnya apa yang dia kejar? Iya, itu frasa mengejar materi itu bisa misleading gitu. Gua prefer kejarlah financial freedom. Heeh. Gitu. Financial freedom itu tidak artinya uang sebanyak-banyaknya. Tidak.
31:37 Tapi financial freedom tuh buat gua adalah lu mencapai level di mana lu punya opsi. H gitu. Freedom itu artinya lu punya opsi. Punya opsi. Misalkan ketika lu enggak happy dengan sebuah jalur karir gitu, lu bisa pindah tanpa ketakutan gitu kan. Ketika ekonomi lagi memburuk misalkan ada badai PHK lu juga enggak desperate gitu. Jadi freedom itu punya opsi. Nah, pas muda lu kejarlah membangun financial freedom itu gitu. Nah, itu tadi kalau lu terima uang ya jangan semuanya dispend lu lo lu investasi segala macam. Em maka termasuk investasi di skill, Om?
32:23 Iya, ini karena tadi topiknya materi. Emm, berarti gua bicara duit dulu ya dan investment. Tapi skill juga. Skill juga by the way. Karena skill itu memberikan lu opsi kan. I kalau lu sepanjang hidup lu cuma tahu satu expertise saja, eh tiba-tiba AI datang menggusur profesi lu, lu bingung. Waktu gua muda, gua punya bos, mentor gue, ini kata-katanya mungkin sedikit kasar, tapi ini maksudnya bagus. He dia bilang gini dan gua enggak akan pernah lupa nasihat Henry, lu harus make sure lu kerja dan lu punya duit yang dia sebut maaf ya F money. Lu gua enggak usah panjangin kan F money. F money tahu ya harus gua jelasin apaan tuh gua nanya gitu kan. Terus dijelasin apa itu F money?
33:09 Everyone itu adalah lu punya uang sehingga ketika lu kesal sama bos lu, lu bisa masuk ruangannya dia dan lu bilang, "Fua cabut." gitu. Dan gua ketawa waktu itu karena kan lucu kan, tapi gua ngerti maksudnya. You have the freedom untuk make your own decision tanpa ketakutan. Aduh, gua harus ngemiss sama kerjaan sama orang ini. Aduh, gua di gua diabuse di kantor enggak apa-apa deh. Karena gua desperate banget. Butuh duitnya. Enggak. You don't have to do that ketika lu punya F money gitu. Karena bodo amat gitu. Gua masih bisa survive gitu. Nah, itu tuh balik ke pertanyaan lu. Apakah orang ngejar materi lu mau beli Labubu, lu mau beli barang-barang FOMO? Enggak apa-apa. Tapi
33:55 pos yang ini lu udah punya belum? Kalau pos ini sudah punya silakan. Mau travel konser silakan. Tapi kalau lu belum punya itu dan lu habis buat barang-barang ini, nanti pada saat situasi lagi susah, takutnya lu enggak enggak bisa resilien gitu. Oke. Oke. Soal anak muda yang takut salah langkah. Tadi kita sudah ngebahas bahwa what could happen sih kalau misalnya kita salah langkah. Terus yang kedua, iya kalau misalnya kita sudah salah langkah, what's the worst can happen to our life? Gitu kan. Nah, em tapi di satu sisi banyak orang tetap ketakutan salah melangkah. Iya. Em dalam hal karir, dalam hal pasangan, dalam hal keuangan, is it wise to say that enggak apa-apa yang penting
34:40 lo coba dulu atau apa nasihat lo soal orang yang saking ketakutannya salah langkah, akhirnya enggak ngapa-ngapain. Ya, itu e jadi bab sendiri tuh tentang berhubungan dengan rasa takut. Eh, di usia gue, gue menyadari bahwa anak muda tuh harus mengubah relationship dengan konsep ketakutan. Tadi kan lu berkali-kali bilang kalimat lu takut salah langkah, takut ini, takut ini, gitu kan. Eh, sadar enggak bahwa relationship kita dengan rasa takut itu tuh sifatnya konfrontatif? He. Kalau enggak percaya, lihat bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia itu rasanya tuh begini, mengalahkan rasa takut. I enggak rasa takut. menaklukkan rasa takut, mengusir rasa takut, membunuh rasa
35:27 takut. Selalu rasa takutnya adalah musuh. Iya. Lihat ya. Lihat ya. Selalu rasa takut tuh dijadikan musuh gitu, kombatif gitu. Kita sebuah sebuah pertempuran. Dan itu menurut gua tanpa sadar menyebabkan ketika lu dilanda rasa takut berarti el kalah gitu kan. Atau el memakai excuse gua masih takut berarti gua enggak bisa mencoba. He. Sekarang gua renungkan ya, bahwa itu semar enggak sehat. Wah, gitu. Karena kalau kita merenungkan, kalau ketakutan itu kita personifikasi, ya kita jadikan dia sosok jadi hidup, takut itu niatannya sebenarnya baik apa enggak? Untuk dirinya sendiri, untuk kita. Untuk kita baik sebenarnya karena takut
36:14 kita mencegah sesuatu hal yang buruk terjadi pada kita. Exactly. Jadi sebenarnya ketakutan itu sebenarnya teman, teman besti yang obses banget, protektif banget sama kita. Oh wow, that's a good mindset. Iya, dia bukan buat dibunuh, diusir, ditaklukkan. Enggak. Orang di niatnya baik kok. Gua takut berbicara depan umum. Kenapa? Gue takut lu malu. Hm. Gue takut nembak cewek itu. Kenapa? Karena gue takut lu ditolak. Ditolak. Iya. Gue takut menciptakan bisnis baru. Kenapa? Karena gue takut lu bangkrut. Jadi rasa takut itu sebenarnya niatannya baik. The moment kita mengubah itu menurut gua tuh tuh first step untuk menyadari wait fear itu serve a purpose in my life. Dia enggak sejelek itu. Tapi
37:00 kalau dia diturutin terus-terusan, kalau dia tidak pernah diajak ngobrol secara rasional, lu enggak grow. Hmm. Gitu. Jadi menurut gue takut itu jangan ditunggu hilang. Takut itu didengerin dan diajak ngobrol. ada internal dialog dan jangan diturutin terus-terusan karena most likely kalau diturutin terus-terusan lu enggak ke mana-mana gitu. Oke. Itu yang tadi gua bilang. Aduh gua gua naksir dia. Ini gua pakai contoh yang simpel aja ya gebet menggebet. Aduh gua pengin nembak dia tapi gue takut. Lu takutnya kenapa sih? Lu ajak ngomong dong diri lu. Iya iya kan? I ditolak. Ya udah deh. Emang gua kalau ditolak kenapa gitu kan. Emang segitu buruknya ya kan? Masih ada yang lain gitu. Betul. Ketika lu menempatkan takut itu bukan
37:46 sebagai musuh yang harus dihilangkan, tapi sebagai teman ngobrol menurut gua jadi lebih sehat loh. H. Oke, anyway gua akan bergeser ke topik yang ini. Sebenarnya di buku ini menurut gue eh banyak banget contohnya, tapi ini lebih ke konsep yang lo salah satunya lo adalah tokoh yang gua tahu yang memperkenalkan konsep soal stoisisme. Hm. Em, dalam pemikiran gue yang eh gue belum banyak baca soal stoicisme itu, itu ada lebih sebenarnya kemampuan kita untuk let go, kemampuan kita untuk nerimo, kemampuan kita untuk mengontrol apa yang bisa kita kontrol dan mungkin ada pengertian yang jauh lebih dalam daripada itu, Om. Tapi sebenarnya dari prinsip stoisisme ini, apa sih yang bisa kita dapatkan em sebagai seorang manusia?
38:31 Iya, itu filosofinya kan besar dan banyak ajarannya ya. Tapi kalau harus dipilih satu buat ee percakapan kita itu yang disebut dikotomi kendali itu yang tadi lu sudah mention sih bahwa hidup itu tuh lu harus sadar ada hal-hal yang di luar kendali lo. H. Tetapi ini hanya separuhnya. Karena separuh yang kedua ada hal-hal yang bisa lo kendaliin, bisa dibawa kendali lo. Masalahnya sumber orang stres, marah-marah itu atau galau itu karena terlalu fixated sama yang di luar kendali. Hm. Jadi energi habis untuk hal yang mereka enggak bisa ganti. I kan. Sori sebelum lebih jauh, hal yang enggak bisa kita kendalikan tuh misalnya kayak omongan orang ke kita. banyak dari omongan orang mungkin negara yang lu dilahirkan gitu kan. Kenapa aku terlahir
39:18 WNI misalkan ngapain berlama-lama gitu meratapi itu gitu kan. Ee iya mungkin ee keluarga tempat lu dilahirkan, kota tempat lu dilahirkan, gue dilahirkan misalnya ee gender gue atau warna kulit gue gitu kan. Iya gitu. itu itu contoh em tempat lo bekerja, sikap masyarakat, kebijakan pemerintah misalkan itu banyak banget hal-hal luar kendali lo gitu yang kalau lu memberikan porsi yang tidak sehat, dipikirin diratapin dimarahin itu menghabiskan energi lu untuk yang hal-hal yang sebenarnya di bawah kendali lu. Oke, gitu. Ee menurut gua metafor yang paling bagus itu permainan kartu. Gua taruh di buku itu. Hidup tuh ke main kartu lagi.
40:06 Main kartu itu kan ada dua elemen kan. Kartu yang lu terima enggak dibawa kendali lu dong. Itu kan disuffel lu kan dibagi kan. Betul. Dalam hidup itu el kayak bermain kartu banyak banget hal yang lu enggak bisa kendaliin gitu ya kan. Negara lo berada mungkin e look el gitu, talent lu dan lain sebagainya. Tetapi kan main kartu tuh kemudian lu harus memainkan kartu lu dan itu kan keputusan lu kan. Betul. Dengan kartu ini gua bisa mainin sebaik-baiknya apa enggak gitu. Nah, itu elemen yang yang yang dibawa kendali lu gitu. I dan ada juga emm istilah undian hidup life lottery. It's real ya kan. Kalau misalnya dilahirkan tinggi, lu dilahirkan cantik atau ganteng, lu dilahirkan ee kulit putih di
40:53 Amerika. Hm. lu punya rambut misalnya blond ataupun brunet itu adalah life lottery. Iya. Privil gitu. Iya. Nah, tapi bagaimana dengan orang yang selalu berpikir bahwa lu enak, lu dilahirkan dengan privilege, lo kaya, lo ganteng, lo cantik, lo punya bakat nyanyi gitu. Sementara gue enggak punya privilege. Nah, soal privilege ini gimana pendapat lu, Om? untuk mereka yang merasa mereka enggak punya privilege sehingga mereka ya udah gue ketinggalan dalam hidup. It's real. I think privilege dan under privilege itu real ya. Em kayak lu bilang some people are born in the right family, in the right city gitu kan atau whatever in the right environment
41:39 koneksinya bagus gitu. Some people are not. Kita terima itu kan. Nah sekarang what can you do with that situation gitu? Apakah lu akan menghabiskan, meratapi terus dan memaki-maki mereka yang privilege atau energi dan waktu lu itu bisa lu pakai? Ya udah, what do I have now? Heeh. He iya kan? There are something that I can improve gitu atau there are something yang gua bisa leverage. Gua balikin dulu ya ke permainan kartu. Lu, lu pernah main kartu dong sama teman-teman? Pernah dong. Lu kesal enggak kalau ada satu orang nih lagi main kartu rame-rame ngomel terus bahwa kartunya jelek atau dia sibuk mencibir kartu orang lain? Kesal banget. Kesel kan? Kes banget. Kesel kan? dia menghabiskan waktunya. Wah, lu curang, L, kartu lo bagus banget gitu. Ah, ini kartu gua jelek. Dan ini kan analogi hidup tuh kayak gitu gitu
42:24 loh. Lu akan lebih appreciate orang yang hah oke fine gitu. Gua akan make the best supaya kalahnya minimal enggak malu-maluin amat. He. Toh yang dapat kartu bagus belum tentu menang loh kalau dia main kartunya bego. Betul. Betul. Sama kayak privilege. Oh, orang yang kayak terakhir di keluarga belum tentu hidupnya sukses bahagia. IR cakep keluarganya apa? OKL orang kaya lama banyak. Iya. Kalau disia-siakan melarat juga kan. Iya. I pernah kan ngelihat orang cakep atau kaya yang akhirnya enggak bahagia dipraktis banyak om. Banyak banget. Iya. Itu kartunya enggak dimainin dengan baik. Dan gue ee ini mungkin agak melebar tapi gue menemukan orang yang terakhir kaya tapi mungkin karena kecilnya dimanja dan tidak dididik em untuk bekerja keras untuk mandiri. Ketika orang tuanya gone,
43:11 dia enggak jadi apa-apa. Hartanya habis, Om. Iya. Atau bahkan mungkin karena dia lahir di keluarga kaya, keluarga pejabat, akhirnya dia end up jadi e drug user misalnya pakai narkoba atau enggak jadi siapa-siapa aja gitu. Iya. Kartunya bagus tapi disia-siakan, enggak bisa mainin. Iya. Dan dan gua percaya ini balik ke analogi main kartu ya. Gua percaya semesta itu memberikan kita permainan kartu itu beronde-ronde. Hm. Jadi bukan cuman sekali bagi selesai. Enggak. Nanti lu mainin kartu ditarik lagi, dikocok ulang lu main lagi gitu. He. Dan semesta menguji kita gitu. Lu main kartunya ngeselin enggak? Kalau lu main kartunya sibuk apa? Ee meratap. Iya. Mengumpat. Maki-maki doang. E berarti lu enggak enggak enggak lulus uji gitu.
43:58 Play your card, man. Play your card. Em overthinking cemas. Em kemarin gua wawancara kebetulan sama dokter emm dokter ahli kesehatan komunitas. Dia bilang bahwa 67% eh gen itu datanya kan burn out dan di Indonesia itu angkanya bisa jauh lebih lebih besar. Burnout ini salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran, kecemasan, overthinking akan masa depan, akan karir yang enggak jelas, akan nasib mereka di masa depan, gitu. Apa yang lo pengin kasih tahu ke anak-anak muda ketika mereka merasa cemas, gelisah soal masa depan mereka di tengah kondisi ekonomi, kondisi politik yang memang lagi buruk seperti ini, Om? Gua bukan psikolog. Jadi kalau gua
44:44 ngasih tips ini, take it with the grain of salt, ya. Ini gua gua orang awam tapi ini formula gua sendiri nih Rori emm overthinking kan tadi masalahnya kan gua percaya kalau ada sesuatu yang over berarti ada hal lain yang under. Hmm. Alasan gue karena ee waktu kita terbatas, energi kita terbatas gitu. Jadi kalau sesuatu over ada yang under nih. Mungkin gua pakai bahasa Jim. Gua enggak tahu kalau ada orang yang melatih upper body gitu, tapi lowernya mungkin terlantarkan gitu kan. Nutrisi juga over protein tapi lu kurang karbo gitu kan pasti ada yang naik turun gitu. Nah, gua percaya overthinking itu adalah akibat
45:29 underoing. Ah, boleh gua ini gua bangga banget sama kalimat ini. Wow. Tunggu tunggu. Overthinking. Overthinking adalah adalah akibat dari under doing. Ini cuma bahasa don't do things enough gitu. Iya, ini bahasa keren aja. Overthinking itu karena lu kurang kerjaan. Underdoing itu adalah kurang kerjaan. Oke. Lu overthinking karena lu enggak cukup bergerak, karena lu enggak cukup bertindak. Dan gua punya contoh untuk membuktikan ini apa itu? Tapi ini memang cocok buat mahasiswa. Tapi enggak sih orang kerjaan, orang kantoran juga. Bayangkan lu mahasiswa terus lu lagi overthinking tentang negara lah, masalah di luar banyak banget gitu kan. Lu doom scrolling gitu kan terus tiba-tiba lu dapat pesan masuk WA gitu. Teman lu bilang, "Bro, lu tugas kuliah
46:17 besok udah kelar." Hah? Tugas yang mana ya? He kan dosen ini ada tugas gitu. Iya kan? Lu harus bikin paper lagi tiga halaman dikumpulin besok pagi. Oke. Oke. Gua jamin overthinking lu hilang. Benar enggak? Karena langsung ngerjain Ali. Benar enggak? Karel tiba-tiba mengerjakan sesuatu. Benar enggak? Dalam keadaan panik dan lu ada deadline, lu mengerjakan sesuatu, overthinking lu hilang. Jadi menurut gue overthinking itu karena lu kurang kerjaan aja gitu, kurang sibuk. Iya, lu kurang sibuk. Lu jempol lu yang yang sibuk. Lu enggak pengin overthinking, go to the gym, man. Gitu. Workout. Tapi kalau kalau misalnya Om itu tadi overthinking yang menurut gue short term to midterm. He. Tapi kalau overing long, aduh gua kerja gini aja, nanti gimana masa depannya kok
47:03 gue gaji gue kok ya gini-gini aja gak naik-naik, nanti masa depan gue gimana? Apakah gue siap untuk menikah? Masa depan nanti anak-anak gue kayak gimana? Apakah em itu overthinking yang positif yang akhirnya membawa kita harus planning lebih baik misalnya than what to do untuk mengatasi overthinking ini yang long term ini atau sebenarnya em lo melihat bahwa ya itu tetap overthinking yang eh enggak perlu dan lu jalanin aja yang underoing ini lu penuhin gitu. Nah, ini balik ke pertanyaan lu tentang stoikisme sebenarnya gitu. Ketika lo overthinking sesuatu, cepetan dipisah yang mana yang di luar kendali gue, yang mana yang di bawah kendali gue. He. Kalau misalkan lu kerja di sebuah industri terus lu galau dan resah karena
47:49 aduh nih ada AI. He, iya kan? Atau aduh startup lagi ee berat nih pendanaan gitu kan. Itu overthinking yang sehat. Tapi kalau lu hanya stop di situ doang, lu enggak produktif. I see. Padahal ini waktunya bisa dipakai untuk ya udah deh yang masih dibawa kendali gua apa ya? Gua enggak bisa mengendalikan fenomena AI. Mungkin gua enggak bisa tahu resesi dunia Amerika lah, perang lah, apa gitu kan. Mungkin berpengaruh ke industri gua. Sekarang gua bisa ngapain ya? Apakah gua udah saatnya bikin skill ya kan? Kayaknya gua udah harus siap nyeberang deh ke industri lain atau gua harus nambah skill supaya kalau sampai ada apa-apa gua bisa kerja di bidang ini. Itu kan di bawah kendali lu ya. Y gitu loh. Again masih ada hal yang dibawa kendali lu. Tapi lu sering enggak sadar. karena mata
48:36 lu terlalu fokus sama hal-hal yang di luar kendali lu. I see gitu. Sebenarnya podcast ini juga muncul karena itu sih em gue dulu di media dan media udah sekarang sudah sunset industry karena ter diserap oleh media baru kol ee digital gitu. Dan akhirnya ee salah satu kenapa podcast ini muncul adalah why, kenapa gua tidak membuat media tapi dengan gaya yang atau dengan karakteristik yang ee future proof yang sekarang ee ya udah digital bisa dinikmati kapan aja lebih ke ngasih tahu orang caranya sehingga kontennya evergreen ataupun ee abadi bisa divisit kapan aja gitu. Iya, itu berarti salah satu sangat em kita mengatasi overthinking di masa
49:21 depan itu. Betul. Betul. Makanya gue suka banget sih sama room for improvement ini. Karena menurut gue dia ngirim pesan ke siapapun yang nonton gitu ya. There is always a room for improvement. He gitu. Cuman lu mau mau milih, mau lihat itu, mencari itu apa enggak gitu. Sedap. Masuk ya barang ya. Masuk ya promosi channel masuk gitu. Masuk ini barang. Oke, sekarang kita ada di segmen Rapid Fire. Rapid Fire ini pertanyaan cepat dan gue pengin lu jawab cepat, Om H. Siap. Pilihan impulsif yang dulu ketika lo muda loan, pilihan impulsif atau belanja membeli suatu barang impulsif yang waktu lo muda lu lakukan dan lu akhirnya nyesal? Emm, gua gua pernah beli rumah
50:08 tergesa-gesa terus ya nyesel habis itu ini rumah buat apa ya? cuman karena kan kata orang lu harus punya rumah padahal enggak enggak benar-benar diproses dipikirin gitu kan ikut ikut nasehat orang gitu ee ya udah akhirnya kan gua ngambil KPR segala terjebak di situ. Tapi untungnya cepat-cepat gua jual sih dan gua lunasin KPR-nya. Lebih bahaya ikuti kata hati atau ikuti kata orang? Kata orang. Karena orang belum tentu tahu apa yang terbaik buat lo gitu. Kalau kata hati kan dari diri lo sendiri. Kalau ee orang belum tentu. Gua enggak bilang semua kata orang lain buruk ya. Ada nasihat yang bagus, tapi karena ini rapid fire, kalau lu selalu ngikutin apa kata orang bisa berbahaya. Oke, jadi dengarkanlah kata hati, jangan kata orang ya.
50:53 Ciri-ciri kamu lagi ambil keputusan yang salah, emosional. Ngambillah emosional dan tergesa-gesa gitu. Dan keputusan itu berlaku buat semua. Dari lu beli motor, beli jaket, ya kan? beli rumah, menikah gitu ya. Kalau keputusannya diambil karena emosional, aduh gua pengin banget jaket itu. Aduh gua udah cinta banget gitu kan. Dan waktu pemikirannya terlalu pendek, nah itu ciri-ciri keputusan yang salah menurut gue. Hm. Termasuk orang memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang sebenarnya dia belum mampu. Tapi kalau enggak sekarang kapan lagi dan akhirnya peleter atau pinjol. Aduh ya apalagi? Jangan sampai ke
51:38 situlah. Jangan sampai ke pinjol. H. Oke. Anak muda lebih butuh nekad atau lebih butuh sabar, Om? Anak muda ee nekad. Gua akan pilih nekat. Sabar itu jatahnya gue yang udah tua gitu. Karena menurut gue emang sih nekad agak negatif, tapi buat gue tuh nekad itu adalah keberanian. Kalau ditafsirkan sebagai keberanian ee make mistake ya, berani untuk mencoba, berani make mistake, maka it's good sih. Sepanjang rasional ya. Jangan mencoba narkoba, jangan mencoba hal-hal yang bodoh gitu ya. Itu ya jangan. Ini nekad yang tujuannya adalah untuk lo lebih baik, untuk lu maju kan. Iya. Start your own business, start your own podcast channel. Mau coba jadi
52:25 contonent kreator ee mau coba kuliah yang hal yang baru. Please resign dan memulai sesuatu yang gitu misalnya. Iya. Sepanjang lu masih muda. Go ahead. Jadi habiskan kesalahan lo mumpung lo masih muda. Karena ya lu tadi bilang ya semakin kita tua semakin room for errornya semakin sempit. Satu buku yang wajib dibaca biar enggak gampang salah langkah kecuali bukunya Henry Manampiring. Enggak boleh reomen buku gua sendiri ya. Gue emm satu buku yang menurut gua timeless. Gua enggak tahu apakah ini membantu lu mengurangi kesalahan atau enggak ya. Tapi gua selalu rekomen bukunya Del Carnegi sih yang how to eh apa itu how to influence, how to make friends
53:10 and influence people. Itu judulnya tacky banget menurut gua agak iu gitu kan. Judul tuh kayaknya manipulatif banget. Tapi kalau lu baca itu tuh sebenarnya basic interpersonal skill menurut gua. Dan the reason kenapa buku itu gua rekomen buat usia 20-an karena pada akhirnya lu akan sukses itu butuh orang lain. H gitu. Dan kalau lo interpersonalnya baik bukan AI kok yang akan menyelamatkan lo nanti. Bukan teknologi, bukan apa, tapi e other people. Gue tadi lu mention something tentang selfmade man. Ya, gua tuh suka banget sama biografinya Arnold Suarzenegger yang judulnya Be Usful. He. Dan dia bilang gini, dia benci banget dibilang sebagai selfmade man.
53:55 Oh, kenapa tuh? Lucu asik ya. Iya. Bilang, "Never call me a selfmade man." Padahal bisa orang berlomba-lomba pengin menyebut diri selfmate man kan. Iya. Karena penginnya orang jadi perintis, bukan pewaris. Iya. Atau bahwa gua tuh berjuang karena diri gua sendiri gitu. Dan dia bilang, "Saya bukan selfmate man. Dia sesukses ini karena banyak banget jasa orang lain. I ada mentor, ada orang yang ngenalin, ada orang yang buka akses, ada orang yang ngasih modal, ada orang itu. Dia bilang, "Gua mana bisa menyebut diri gua selfmate man. Tanpa orang-orang ini gua enggak akan seperti ini." Wow. Dan kalau lu sadar bahwa lu berhasil butuh orang lain, maka masuk tuh buku yang gua bilang, e, "How to win friends and influence people, gitu. Bikin orang lain happy menolong lo." Bikin orang lain tulus. melihat lu
54:40 berhasil. Wow, itu membuka mata sih ya. Selfm biasanya orang ya kayak lu bilang tadi orang mengejar itu gue kayak karena kemampuan gua sendiri tapi ternyata dipatahkan sama Arnold bahwa wei gue sampai di posisi ini karena orang lain. Nobody is a selfmade man. Nobody. Karena banyak orang lain berkontribusi ya Om. Iya. Em kita sudah ada di menjelang akhir dari podcast ini, Om. Skill apa yang menurut lo akan sangat berguna untuk dipelajari, untuk digeluti oleh anak muda di zaman sekarang, zaman AI, zaman digital ini? Ini sebenarnya jawabannya dua layer. Ee ada skill tapi di bawahnya ada dulu gitu. Menurut guaitude di saat ini di mana zaman perlu banyak berubah itu humility. Humility. Kerendahan hati.
55:27 Kerendahan hati untuk mengakui bahwa apa yang gua lakukan mungkin salah, apa yang gua lakukan sedang optimal. Dan gua tidak akan malu untuk banting setir. Tadi you mention something interesting about lo di media terus media ternyata sunset terus lu pindah ke sini. Enggak perlu ada gengsi kan? Heeh. Heeh. Gitu. Itu kan datang dari humility. Gua enggak perlu ngotot dengan identitas gue yang lama. It's ok gitu. Eh dulu gua orang marketing, gua orang advertising, gua sekarang switch jadi full time writers gitu. Buat sebagian orang itu gila karena gua meninggalkan privilege dan prestige orang kantoran. Exactly. You know what? I don't need that gitu loh. Gua enggak apa-apa jadi ah cuman penulis it's ok gitu. Eh jadi to be humble untuk melihat kenyataan dan kalau perlu siap berganti skill, berganti
56:13 arah. Baru di atasnya menurut gua tuh eh skill adaptasi ya gitu. You should be able to adapt gitu. Karena lu enggak akan pernah tahu dunia berubah, industri apa akan naik, industri apa yang akan ee turun. Jadi kalau lu kaku, gua enggak bisa nih, gua tahunya ngerjain ini, gua enggak mau belajar yang lain gitu. Lu akan susah gitu. Gua, gua penulis tapi gua harus belajar video editing juga. Iya. Gua harus bikin ee video konten. Mungkin enggak sebagus el, tapi ya udahlah gua disent gitu. Kalau gua ngotot, gua hanya penulis, maka kewajiban gua hanya menulis. Gua akan kalah, man. Gua enggak enggak bisa bersaing. Karena memang zamannya sudah seperti ini. Penulis harus mempromote, penulis harus bikin konten, penulis harus bikin video, gitu. Jadi eh humility habis itu yang kedua lu
57:00 harus eh adaptive enough gitu, mau belajar skill macam-macam. Wow. Ini jadi enggak cuman skill tapi juga attitude, humility, adaptability. Heeh. Emm. Soal agama. Aduh berat banget agama. Lu menyebut buku di sini. Deg-degan loh gue. Lu nyebut buku di sini bahwa kadang-kadang kita terlahir. Emm Lu nyaman enggak ngomong? Ah, enggak apa-apa. Go ahead. Go ahead. Ya, ayo dong. Kadang-kadang lo terlahir ada di agama tertentu, lo enggak mengeksplore agama itu. Hasilnya beda. Ketika lohir di suatu em keluarga dengan agama tertentu dan ya udahlah melanjutkan ini aja dan meyakini
57:45 adalah yang terbaik. Sementara ada orang yang dia kemudian mencari, mengekplore sehingga ketika setelah riset mendalam bukan riset malas-malesan, riset mendalam tanya sana sini observasi merasakan dia akhirnya memilih kepercayaannya gitu. Em apa yang lo ingin sampaikan terkait dengan agama, kepercayaan, dan spiritualitas itu, Om? Di buku ini ada nih. Iya. Jadi, gua gua tertarik sama sebuah quote dari emm eh seorang filsuf Yunani sudah ribuan tahun lalu. Aduh, gua lupa namanya Heraklitus bukan ya? Ee jadi dia bikin pengamatan seperti ini. Dia bilang, "Emm, kan zaman dulu agama juga sudah banyak ya." Heeh. Gitu. Berbagai kepercayaan dewa-dewa kan banyak gitu. Dan dia bilang gini, dia bilang dalam pengamatan dia ketemu orang dari berbagai kebudayaan, berbagai
58:32 kebangsaan. Dia bilang, "Semua orang akan merasa agama tempat dia dilahirkan itu sebagai agama terbaik." Hm. Semua orang akan merasa, semua orang akan merasa itu gitu. Kalimat itu kan sebenarnya membuat kita berpikir gitu kan. Kalau el merasa sesuatu itu terbaik, padahal itu simply sesuatu yang lu you were born into, lu tahu dari mana bahwa itu terbaik? Gin kan tahu tahu gitu. You were born into it dan langsung bilang this is the best gitu. Iya. Dan lu enggak membandingkan, lu enggak riset, lu enggak observasi. Iya. Iya. Ee itu namanya lu enggak pernah betul-betul tahu terbaik. Ya enggak apa-apa kalau lu punya opini itu, tapi sadarilah bahwa tanpa lu explore dan perbandingan sebenarnya judgement lo itu enggak komplit gitu.
59:19 Itu satu. Yang kedua, gua mungkin pengin emm kan kadang-kadang orang dinyinyirin gitu ketika belajar agama lain, mencoba ee agama gua Kristen tapi gua mau dengarin pengajian. Agama gua muslim, gua mau dengar ajaran Buddha kan suka dimaki-maki duluan, dimarah-marahin lu sesat lu apa segala macam. Ee don't gitu. Karena menurut gua spiritual journey setiap orang harus dihormati. Betul. Ada orang yang mau tetap terus dalam keyakinan tempat dia dilahirkan, ya silakan. Heeh. Tetapi ketika ada orang yang mengembara secara spiritual itu juga jangan jangan dicela, jangan dicemooh. Dia sedang melakukan perjalanannya sendiri loh. Dan dan gua merasa gua respect sama orang-orang ini karena ketika nanti dia kelak dia menetapkan, "You know what, kayaknya gua bertemu
1:00:05 Tuhan di sini deh." He. Kalimat dia tuh lebih valid karena dia sudah melakukan pengembaran itu. He gitu. Itu ibaratnya gini loh. Lu lahir di mana? Kota apa? Solo gue. Lu bayangin misalkan lu lahir kota Solo, lu tinggal di Solo terus dan lu berani-beraninya bikin klaim Solo is the best city in the world. Diketawain kan lo. Iya gitu. Karena lu belum explore dari kecil gede lu di Solo. Gimana lu bilang Solo terbaik gitu atau orang yang lahir di New York bilang New York terbaik tapi enggak pernah keluar he New York gitu. Nah itu itu buat gua hargailah orang-orang yang sedang seperti itu. Karena menurut gua dia sedang mencari Tuhan dengan cara yang lebih keras. Menurut gue, I see. Dan agama tidak menentukan spiritualitas Om.
1:00:50 Beda. Itu dua hal yang berbeda gitu. You can be spiritual walaupun mungkin secara religion dinilai tidak apa ya, tidak ibadahnya gua wah enggak enggak gimana banget. And you can be all those. He sangat religious tapi spiritually you are poor. Gua percaya itu. Iya. Dan banyak banget di Indonesia orang yang pakai atribut-atribut, orang yang mungkin juga ibadahnya luar biasa e rajinya, tapi korupsi juga. Iya. Bahkan haji dikorupsi, bayangin, uang katering dikorupsi ya kan. Ini juga mungkin terjadi juga di gereja, teman-teman gue juga pada cerita ya itulah. H ya, agama dengan spiritualitas adalah dua hal yang berbeda. Terakhir banget, apa yang lo pengin sampaiin ke anak-anak
1:01:36 muda? Emm, yang ini kesalahan ini el banget dulu. Jangan lakukan. Hei, teman-teman yang masih muda jangan lakukan ini karena ini gue kesalahan terbesar. Ketika gua waktu muda dulu, gua mungkin enggak pakai contoh spesifik kayak, "Oh, gua kurang berinvestasi atau apa ya, ee gua menikah salah umur atau apapun itu ya." Tapi gua mungkin jawabannya lebih lebih general aja. He gitu. Ee di usia 20-an lu selalu mikir itu dua time frame gitu, yaitu time frame jangka panjang sama time frame jangka pendek. Dan ini harus barengan. I see gitu. Kesalahan gue justru waktu gue 20-an gue mikirnya jangka panjang doang. H
1:02:21 gua kurang enjoy. Gua kurang present to be honest. Jadi gua dulu tuh terlalu khawatir tentang aduh nanti gua tua gimana, duitnya gimana, karir segala macam. Gua gua sampai lupa enjoying my time. I wish I enjoy my time more waktu kuliah. H waktu gua S2 itu gua terlalu serius, gua terlalu kutu buku gitu. On the other hand, lu juga jangan menikmati present time too much, tapi lu enggak mikir jangka panjang gitu. Iya kan? Sampai lu lupa menyisihkan dikit buat buat investment atau build your skill gitu karena lu sibuk hura-huranya doang gitu. Jadi in your 20s pakai dua topi itu gitu. Topi jangka pendek. Gua akan enjoy ini. Gua akan make mistake mumpung gua akan muda. Gua akan kenalan orang sebanyak-banyaknya. Gua akan patah hati sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan menikah gitu. Tapi
1:03:07 terus ada topi lain, topi jangka panjang, ke gym, lari, jaga kesehatan karena itu longterm investment ya kan. Build your network, build your skill. Itu adalah bentuk-bentuk topi jangka panjangnya. Where both heads. Om Henry, thank you banget. Gua harap di usia 20 tahun dulu gua ketemu sosok kayak lu sih, Om. Oh, gua dulu di usia 20 tahun enggak ada guidance. Tapi ada satu hal yang gue dulu pelajari e bukunya Billy Bun. Tapi itu di usia early theory sih 20 gue belum ada guidance apa-apa. Jadi semoga ini bisa jadi guidance untuk teman-teman yang usianya 20 atau early 30s. Semoga eh bermanfaat dan belajar dari Om Henry yang udah hidup lebih lama daripada kita tapi belum jombo. Pralansia.
1:03:52 Pral lansia. Jombo is a choice. Age is just number. Iya setuju R. Thank you, Om. Thank you. R. Thank. Kita ketemu lagi di episode berikutnya. Bye bye. [Musik]