0:00 asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillahi nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiatialinaahdihillahu Fala mudillalahu yudlil Fala hadialah Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasulallahu Alaihi waa alihi bihi wasallam para pendengar radio bas FM kaum muslimin dan muslimat di manaun saja berada Alhamdulillah Pada sore yang berbahagia ini kita kembali dipertemukan oleh Allah untuk melanjutkan bacaan kita
0:47 dari Kitab alarbaun al-quraniyah yang ditulis oleh as Syekh ABD Ahmad IBN Abdur razzaq alanqari hafidahullahu taala pada pertemuan sore yang berbahagia ini kita akan masuk pada alasar yaitu pada hadis yang ke-12 yang disebutkan oleh almusanif hafidahullahu taala kata beliau alitasar yaitu hadis yang ke-12 kfiat Q Nabi Shallallahu alhi wasam lilran cara dan tata cara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam membaca
1:34 al-qur'an beliau as Syekh hafidahullah membawakan hadis dari hudzaifah radhiallahu taala Anhu an nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Sha fakana marro biayati rahmatin saal waid Mar biaytiabinar wa Mar biaytiniha tillahbah rawahu Ibnu Majah wasahul Albani pada hadis yang pertama ini diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Majah radallah rahimahullah waradhi Anhu dan disahihkan oleh Syekh alalbani
2:20 rahimahullah dari sahabat hudzaifah Beliau berkata bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika salat Mar biayti rahmatinal di dalam salat beliau apabila beliau membaca ayat dan ternyata ayat yang beliau baca itu adalah ayat tentang rahmat-rahmat Allah maka beliau Berhenti sejenak dan memohon dan meminta kepada Allah akan rahmatnya dan apabila beliau melewati ayat membaca ayat-ayat ayat yang berkenaan dengan azab-azab dan siksa-siksa istajar beliau pun memohon perlindungan
3:07 kepada Allah waid marro biayatin fiha tanziihun lillah sabbaha dan apabila beliau membaca ayat yang di dalam ayat tersebut terdapat pengagungan mensucikan Allah subhanahu wa taala maka beliau pun Bertasbih beliau pun Bertasbih kepada Allah subhanahu wa taala ini hadis yang pertama pada bab kaifiati qiraatin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Lil Quran bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau berhenti ketika membaca ayat ayat Rahmah dan beliau pun memohon
3:53 kepada Allah rahmatnya begitu juga ketika ayat-ayat azab beliau berhenti dan berlindung kepada Allah dan ayat-ayat yang berkenaan dengan tasbih berkenaan dengan tanzih mensucikan Allah mengagungkan Allah maka beliau pun Bertasbih kepada Allah whu dan juga hadis dari hudzaifah yang diriwayatkan oleh annasai rahimahullah dan disahihkan oleh Syekh Al Albani annahu Sha Ila jambin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lailatan faqara suatu malam hudzaifah pernah salat di samping Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan beliau membaca
4:39 ayat fakana ID marro biayati adabin waqofa wa taawad Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan di sampingnya adalah hudzaifah ketika nabi salat dan membaca ayat-ayat tentang azab nabi pun berhenti dan nabi memohon perlindungan kepada Allah waahmatin waq kata hudzaifah dan nabi wasam apabila membaca ayat-ayat Rahmah maka beliau pun berhenti sejenak dan membaca dan memohon rahmat-rahmat Allah subhanahu wa taala kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah dalam hadis yang mulia ini Nabi Sallallahu Alaihi
5:26 Wasallam mengajarkan tentang manhajiah manhajiah metode dalam membaca ayat-ayat Allah metode dalam mentadaburi ayat-ayat Allah cara membaca dan mentadaburi ayat-ayat Allah yaitu dengan mentadaburi maknanya memahami maknanya ketika kita paham akan makna ayat yang kita baca maka kita berhenti kita berhenti apabila itu ternyata ayat-ayat Rahmah dan kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah merahmati kita begitu juga ketika kita membaca ayat-ayat tentang azab dan siksa-siksa maka kita pun berhenti dan
6:13 kita memohon perlindungan kepada Allah agar kita dijauhkan dari siksa-siksanya ini yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka kaumlim pendengar Radi B FM yang dimuliakan Allah di kan bagi siapa saja yang membaca ayat-ayat al-qur'an membaca firman-firman Allah subhanahu wa taala baik di dalam salatnya maupun di luar salat hendaklah mereka menghadirkan hati ketika membaca mereka menghadirkan hatinya dan mereka memasang telinganya ketika dia membaca ayat Rahmah maka hatinya pun akan akan
7:01 bangkit dan hatinya pun akan bertambah keimanannya dan inilah orang-orang yang beriman menghadirkan hati dan telinga apabila membaca ayat-ayat tentang azab Mereka pun semakin takut bertambah khaufnya kepada Allah bertambah khaufnya rasa takut sehingga dia memperbanyak untuk berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari segala azab-azabnya baik di dunia maupun di akhirat Al Imam Ibnu qayyim rahimahullah Beliau mengatakan di dalam kitabnya Miftah dari
7:47 Sa'adah kata beliau rahimahullah alhamdulillahilladzi ja'ala kalamahu hayatan Lil Qulub wasifaan lima Fis sudur segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kalamnya yaitu firman-firmannya ayat-ayat Allah tersebut menjadi kehidupan untuk hati menjadi obat bagi jiwa Karena orang yang sakit hatinya orang yang mati hatinya orang yang lemah jiwanya ketika dia membaca al-qur'an dengan mentadaburinya maka hatinya akan kembali
8:33 tumbuh hatinya akan kembali sehat dan jiwanya akan kembali kembali sehat kembali bisa untuk memahami apa yang apa yang difirmankan oleh Allah di dalam ayat-ayat tersebut maka tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati manusia kata beliau rahimahullah ada yang bermanfaatagiti manusia Sain membaca Alquran denganabriabri dan mikirkan memahami makna-na yang terkand di dalam
9:19 ayat-ayatersebutle karena itu kiauahah kata beliau kalau seandainya manusia itu tahu apa yang akan dia peroleh ketika membaca Alquran dengan tadabur ketika dia membaca Alquran dengan menghadirkan hati ketika dia membaca Alquran dengan memasang telinganya kalau seandainya mereka tahu manfaat dari itu semua niscaya mereka akan menyibukkan
10:05 waktu-waktunya untuk membaca mentadaburi ayat-ayat al-quran dan meninggalkan perkara-perkara yang lain kalau seandainya mereka mengetahui rahasia yang terkandung dari membaca al-quran dengan mentadaburi dengan memasang memasang pendengarannya dan menghadirkan hatinya ketika dia membaca tersebut Al Imam Al Hasan Al bashri rahimahullah Imam dari kalangan ulama tabiin rahimahullahu taala Beliau mengatakan unzilal quranu liya'mala Bih fattakhidzu tilawatahu
10:52 Amala suesungguhnya diturunkan al-qur'an itu untuk diamalkan maka jadikanlah bacaan-bacaan al-quran tersebut sebagai amalan seorang mukmin dia meyakini bahwa al-quran merupakan kalamullah firman Allah subhanahu wa taala dan bukan makhlukNya keyakinan di dalam hati bahwa Alquran adalah Firman Allah dan bukan makhlukNya dan Alquran diturunkan oleh Allah kepada nabya mereka membaca dengan lisannya membaca dengan lisannya mentadaburi dengan hatinya dan
11:37 mengamalkan dengan anggota badannya ini adalah mukmin yang sebenarnya dia menjadikan al-qur'an di dalam hatinya diimani bahwa datangnya Allah Alquran minhu bada wa ilaihi yaud al-qur'an datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah al-qur'an dibaca dengan lisannya dan al-qur'an diamalkan dengan anggota badannya sebagaimana pengertian iman menurut ahli Sunah bahwa iman adalah ucapan dengan
12:25 lisan keyakinan dengan hati dan di amalkan dengan anggota badan oleh karena itu ketika seorang dekat dengan al-qur'an ketika hari-harinya digunakan dengan al-qur'an maka akan semakin bertambah keimanannya tapi ketika jauh dari al-qur'an menjauhi al-qur'an meninggalkan al-qur'an maka keimanannya akan semakin turun dan turun menjadi lemah itulah keimanan seorang mukmin bertambah dengan membaca dan mentadaburi Alquran kurang ketika menjauhi Alquran oleh karena itu Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam surat
13:11 alanfal ayat keedu bahwa orang-orang yang beriman apabila dibacakan ayat-ayat Alquran kepada mereka keimanan mereka Bert tambah keimanan mereka bertambah kemudian selanjutnya di antara faedah dari hadis hudzaifah radhiallahu taala Anhu bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi mengajarkan kita agar memperhatikan bacaan sehingga kita bisa berdoa
13:57 kebaikan atau kita berlindung dari keburukan Abdullah bin Mas'ud radhiallahu taala Anhu beliau berwasiat kepada seorang Q samallah Azza waalla yaqul ya ayyuhalladina amanu FA ilaikakaihaakahuiruni a tusu diriwayatkan oleh Al Imam albaihaqi dalam syabul iman Abdullah bin Mas'ud radhiallahu taala
14:45 Anhu ketika didatangi oleh seorang dan dia dia meminta wasiat maka Abdullah Bin Masud beliau berwasiatah azzaall wahai Fulan apabila engkau mendengar Allah subhanahu wa taala berfirman ya auhina amanu baik ketika dia membaca maupun dia mendengar ya auhina amanu di dalam Alquran maka pasang baik-baik [Musik] telingamu karena bisa jadi di situ ada kebaikan yang dengannya engkau diperintah untuk melaksanakan atau ada
15:31 hal-hal yang harus engkau hindari yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala maka ketika dibacakan nidaatahman ayat-ayat yang itu adalah panggilan-panggilan Arrahman Allah kepada orang-orang yang beriman ya ayyuhina amanu maka kita pasang baik-baik telinga kita untuk mendengarkan apa yang akan datang setelah kalimat amanu ya siam maka di situ ada perintah untuk berpuasa ya ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu Baina yadaillahi wa rasulih janganlah engkau mendahulukan perkataan manusia daripada perkataan Allah dan rasulnya ada perintah maka di
16:18 situ ada kebaikan ada larangan maka di situ ada bahaya apabila sampai diterjang dan sampai di dilanggar Oleh karena itu inilah yang disebutkan oleh Syekh hafidahullahu taala kemudian yang terakhir di antara faedah dari hadis yang mulia ini annahu shalla Ila jambin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lailatan faqara dalam hadis tersebut bahwa hudzaifah salat malam bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di samping nabi salat malam di samping Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian nabi membaca ayat dalam hadis seperti ini menunjukkan bahwa
17:07 jaw maka ini menunjukkan bolehnya seorang melaksanakan qiamulail secara berjamaah di luar bulan Ramadan tetapiah tetapi tanpa ada malam-malam tertentu yang itu menjadi kebiasaan dilaksanakan secara berjamaah ya akan tapi mungkin ya kebetulan pada saat itu dia bermalam di rumahnya kemudian ikut berjamaah atau Kebetulan lagi menginap di masjid kemudian salat berjamaah tanpa ada kesepakatan tanpa ada ya Ee menentukan waktu-waktu
17:55 tertentu ya maka ini dibolehkan dan tidak menjadi suatu kebiasaan ini dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam baik dengan hudzaifah atau dengan Ibnu Abbas atau yang yang lainnya kemudian kaum muslimin jemah radio bas FM yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala selanjutnya adalah alhitasar hadis yang ke13 batasan bolehnya seorang mengkhatamkan al-quran atau batasan dan waktu Kapan seorang mengkhatamkan Alquran beliau membawakan hadis dari
18:41 Abdillah bin Amr IBN as radhiallahu anhuma nabiallahu Alaihi Wasallam bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda kepada Abdullah IBN Amr IBN asq qu Wah Abdullah bacalah Alquran dalam S bulan maknanya khamkan Alquran dalam S bulan ya rasulah aku masih kuat aku bisa lebih aku bisa lebih cepat daripada S bulan karena aku kuatq k nabi Wah Abdullah kalau begitu baca dalam 20 hari sesaikan khatamkan
19:29 dalam 20 20 hari qala inni ajidu quah kata Abdullah bin Amr Bin Ash Ya Rasulullah aku sanggup ya lebih cepat daripada 20 hari qala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam katakan Iqra Fi khamsa asarah wahai Abdullah maka khatamkanlah al-qur'an dalam 15 hari qala inni ajidu quah kata Abdullah Ibin Amr Bin Ash Ya Rasulullah aku masih mampu dan aku kuat lebih cepat daripada 15 hari ya aku bisa lebih cepat daripada 15 hari yni sebelum 15 hari bisa selesai khatam Q Iqra Fi asrin kata nabi kalau begitu
20:16 bacalah khatamkan dalam 10 hari q inni ajiduah ya Rasulullah aku masih mampu dan aku bisa lebih cepat dalam mengkhatamkan sebelum 10 hari qala Iqra Fi Sabin maka kata nabi kalau begitu bacalah dan khatamkan Dalam 7 hari W tidannaik kalau begitu maka khatamkan al-quran Dalam 7 hari dan jangan engkau tambah lagi daripada itu maknanya nabi membatasi selama 7 hari ya ini yang beliau wasiatkan kepada Abdullah IBN Amr IBN as radhiallahu hadis ini diriwayatkan oleh Al imam
21:02 albukhari dan Muslim Abu Daud ya dan yang lainnya hadis ini dalam sahihain sahih Bukhari dan Muslim kaum muslimin pendengar radio bas FM di mana saja berada dalam hadis yang mulia ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan kaidah dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan beliau mengajarkan dan membimbing umatnya tentang bagaimana mengatur waktu Bagaimana mengatur waktu dan ibadah sesuai dengan kemampuan sesuai dengan kemampuan dan kesibukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak memerintahkan ya umatnya melebihi dari
21:48 kapasitas atau kekuatannya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak membebani umatnya melebihi ya di luar kemampuannya begitu juga Allah subhanahu wa taala tidak membani umatnya tidak membbani hamba-hambanya di luar kemampuannya Ya Allah sebutkan dalam surat Albaqarah La yukallifullahu nafsan illa wus'aha Allah tidak membebani ya Satu Jiwa ya di luar kemampuannya Oleh karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliaum mengingatkan tentang pentingnya mengatur ya Ee waktu mengatur ibadah ini disebutkan oleh Beliau di dalam hadisnya ya diriwayatkan oleh imam muslim di dalam
22:35 sahihnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau sabdakan sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang k terusmenerus meskipun sedikit tapi berkelanjutan tapi ktinue terusmenerus dilaksanakan bukan dalam ya waktu hari pertama kedua dia semangat kemudian hari selanjutnya dia meninggalkan dan berhari-hari Bahkan berminggu-minggu dia tidak laksanakan ibadah tersebut akan tetapi ketika diamalkan sedikit kemudian besoknya sedikit dan terus berkelanjutan ya maka ini lebih lebih
23:22 baik dalam hadis yang mulia ini terdapat beberapa faedah di antaranya nya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang keistimewaan Abdullah bin Amr bbin Ash sahabat anaknya sahabat beliau bernama Abdullah ayahnya bernama Amru Bin Ash seorang sahabat yang begitu semangat dalam beribadah sahabat yang begitu semangat di dalam membaca al-qur'an Bahkan dalam riwayat yang lain begitu semangat dalam berpuasa kemudian nabi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membimbingnya membimbing sesuai dengan kemampuan sesuai dengan keadaannya Oleh karena itu Nabi
24:07 Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ingin memberatkan umat-umatnya maka dianjurkan untuk tadarruj di dalam beribadah tadarruj berangsur-anssur berangsur berangsur-angsur maka dimulai dengan yang paling ringan dimulai dengan sedikit demi sedikit yang apabila itu dijadikan suatu kebiasaan dan membiasakan maka ini akan lebih baik dan ini ya disesuaikan dengan kemampuan juga disesuaikan dengan kesibukan sesuaikan dengan kemampuan dan disesuaikan dengan kesibukan Oleh karena itu seorang hamba hendaknya dia melihat tentang kemampuan dirinya baik kesehatannya melihat kewajiban-kewajiban rumahnya
24:54 kewajiban-kewajiban pekerjaannya maka dia harus memperhatikan tidak boleh seorang karyawan tidak boleh dia seorang ee apa namanya pekerja kemudian dia menjadi ya orang yang diberi amanah sebagai karyawan meberi amanah sebagai ya pekerja dia gunakan untuk membaca al-qur'an Di saat dia bekerja dengan alasan adalah membaca al-qur'anah ini tidak dibenarkan Kenapa karena membaca al-qur'an adalah tilawatul Quran Maslahah KH sedangkan membaca al-qur'an ini permasalahan khusus bagi dia pahala untuk dia sendiri nyalir untuk dia sendiri ya urusan Kebaikan dia sendiri waq hawaijinas
25:41 maslahatunah wahuaaman alaiha sedangkan dia bertugas sedangkan dia bekerja sedangkan dia mengemban Amanah ini adalah amanah umat yang harus dia laksanakan dan ini ya kebaikannya merata dan lebih umum maka hendaknya seorang memperhatikan masalah ini tidak boleh dijadikan alasan karena dia membaca al-qur'an karena disibukkan dengan al-qur'an sehingga dia meninggalkan tugas-tugasnya Kenapa karena membaca al-qur'an yang hukumnya adalah sangat dianjurkan tetapi ketika dia bertugas tersebut ialah amanah yang harus dia laksanakan maka tidak boleh mengesampingkan kewajiban kemudian dia mengambil perkara yang itu adalah sunah ini tidak dibenarkan hendaknya dia ya
26:27 memiliki waktu khusus hendaknya dia melihat kewajiban-kewajiban dia dan jangan sampai dia meninggalkan kewajiban dengan alasan adalah untuk membaca membaca al-qur'an kemudian selanjutnya para pendengar radio bas FM kaum muslimin dan eh kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala as Syekh membawakan hadis pada Al haditur Rabi asyar hadis yang ke-14 hadis yang ke-14 dari Abi Hurairah radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Q Adam
27:19 asajataasajad ya waahamjudaj ahu muslim bagwiahah alagawi ya waahjud Akir kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam qnu Adam asajadahajad Apabila anak Adam umat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membaca al-qur'an dan bertepatan dengan ayat-ayat tentang sajadah ayat-ayat sujud fasajad kemudian
28:07 dia sujud baca Alqur'an bertepatan dengan ayat-ayat sajadah kemudian dia sujudal yabki maka Setan Pun tazal menjauh dari orang tersebut sambil menangis setan menangis setan menjauh dari orang yang sujud tadi ya kemudian setan menangis ya ya Wailah kata setan Celakalah Celakalah aku setan menangis sambil dia mengatakan sungguh Celakalah Aku sungguh sedihlah aku Umir
28:53 adamujudajadahulah anak-anak Adam anak-anak diperintahkan untuk sujud Mereka pun patuh dan taat sehingga mereka sujud kepada kepada Allah maka mereka mendapatkan surgajud sedangkan aku diperintahkan untuk sujud dan aku membangkang tidak mau sujud maka bagiku neraka set jauh dari orang yang sujud sambil menangis dan dia mengatakan sungguh beruntung anak Adam yang sujud karena dia mendapatkan surga sungguh merugi dan celaka para setan-syaan dan bala
29:40 tentaranya ketika diperintahkan untuk sujud mereka enggan dan bagi mereka adalah neraka mereka menyesal tapi tidak ada guna ya ini hadis dibawakan oleh Syekh hafidahullahu taala pada hadis yang ke-14 di mana Syekh mengatakan yustahabbu Liman Mar biayati sajadah yasjudah dianjurkan bagi orang yang membaca ayat-ayat sajadah dianjurkan untuk sujud dianjurkan untuk sujud dan ini ya Selain merupakan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga sebagai
30:25 ya balasan kepada setan dan bala tentaranya yang tidak mau sujud jadi kalau ingin membuat setan menangis mudah ya Membaca ayat al-qur'an dan apabila melewati ayat-ayat tentang sujud maka kita sujud nah di sana setan akan menjauh dan menangis menyesali ya karena dia tidak mau sujud Nam dalam hadis yang mulia ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau mengkabarkan tentang ibadah dan ibadah yang paling mulia di antara ibadah yang paling mulia adalah sujud kepada Allah sujud hanya kepada Allah dan tidak
31:12 sujud kepada makhlukNya sujud hanya kepada Allah Oleh karena itu Allah subhanahu wa taala firmankan Qul Inna shati wusuki wahya Wati lillahibbilam syarikalah katakan wahai Nabi inati Sesungguhnya salatku di dalam salat ada ruku ada sujud ya inati wausuki dan sembelihanku wa mahyaya dan hidup waamati dan matiku lillahiabbil alamin la syarikalah hanya untuk Allah rabbul alamin dan tidak menyekutukannya ini kewajiban seorang hamba adalah tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah dengan sujud kepada Allah dan
32:00 janji Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa orang-orang yang mau sujud kepada Allah dengan sekali sujud maka Allah akan angkat derajatnya satu derajat orang yang mau sujud maka dia sangat dekat dengan Allah Oleh karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau menyebutkan ketika seorang yang salat dan dia sedang sujud kata Nabi Sallallahu Alaihi wasam bahwa kondisi seorang hamba yang paling dekat kepada Allah pada saat dia sujud maka Perbanyaklah Perbanyaklah berdoa pada saat sujud dan ini pada saat kita sedang salat Oleh karena itu ini
32:45 merupakan ibadah yang mulia Karena ini menunjukkan bahwa kita ini rendah menunjukkan bahwa kita ini lemah menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa taala Maha Kuasa Allah Maha Tinggi sehingga ketika di dalam sujud kita kita membaca Subhana rabbial ala maha suci Allah yang Maha Tinggi ala ini ketundukan kita dan kita merendahkan diri menghinakan diri dengan sujud kepada Allah subhanahu wa taala berbeda dengan orang-orang kufar berbeda dengan mereka orang-orang yang berbuat Syirik kepada Allah mereka sujud kepada selain Allah mereka menyamakan Allah dengan makhlukNya
33:32 sehingga mereka sujud kepada bulan ada yang sujud kepada matahari ada yang sujud kepada bintang-bintang ada yang sujud kepada pepohonan ada yang sujud kepada bebatuan ada yang sujud bahkan kepada hewan ada yang sujud manusia kepada hewan Allah muliakan manusia dengan akal pikiran tapi mereka sujud kepada hewan ada yang sujud kepada kuburan ini merupakan bentuk-bentuk kesyirikan dan kekufuran karena sujud hanya untuk Allah subhanahu wa taala dan ini merupakan ibadah yang paling mulia adalah sujud merendahkan diri di hadapan Allah subhanahu wa taala termasuk sujud yang dianjurkan adalah ketika kita
34:17 membaca ayat-ayat Sajadah dari al-qur'an ketika kita membaca ayat-ayat sajadah baik kita sedang dalam keadaan salat maupun kita sedang membaca al-qur'an di luar salat maka dianjurkan untuk ya bersujud dan ini disebut dengan sujud tilawah disebut dengan sujud tilawah na kemudian para jemaah kaum muslimin pendengar radio bas FM yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala sujud tilawah ini bukan hanya ya berhubungan dengan Surah sajadah saja bukan tetapi ayat di mana saja dari
35:03 ayat-ayat al-qur'an yang itu menunjukkan sujud maka di situ kita dianjurkan dan disunahkan untuk sujud tidak hanya berhubungan dengan Surah sajadah karena di dalam al-qur'an ya ada sekitar 15 ayat ya yang menunjukkan tentang sujud dan kita dianjurkan untuk sujud apabila kita membaca ayat-ayat sajadah tersebut kemudian sujud tilawah dan ini dikatakan sebagai sujud tilawah dan bukan sujud qiraah ini ada perbedaan ya Kenapa dikatakan sujud tilawah dan bukan sujud qiraah karena qiroah itu terkesan hanya membaca sekilas orang membaca nama maka
35:51 itu dikatakan qiraah membaca ya qara Fulan ismahu ya Si Fulan membaca namanya qara Fulan ismul Madrasah Si Fulan membaca nama sekolahan jadi sekolah kadza W kadza atau namanya KAD wa kada khas membaca berbeda dengan tilawah ya enggak ada orang bilang Tala Fulan ismah Si Fulan membaca namanya dengan kata-kata Tala yatlu tilawah gak tapi dia kata qah karena hanya sedikit tapi kalau membaca al-quran maka ini disebut dengan ya tilawatul Quran atau qiraatul Quran tetapi dalam masalah sujud ini dikatakan
36:36 sebagai sujudut tilawah karena seorang hamba ketika dia membaca al-qur'an yang bukan hanya pada ayat sujudnya bukan hanya potongan kalimat sujudnya tetapi ayatnya itu sangat panjang dan dia baca sehingga disebut dengan sujud sujud tilawah kemudian jumhur ulama ya mayoritas para ulama mereka mengatakan bahwa sujud tilawah ini hukumnya sunah muakadah sunah yang sangat ditekankan karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sering melaksanakan dan sering melakukan sujud tilawah Ya begitu juga para sahabat nabi
37:22 sallallahu alaihi Sallallahu Alaihi Wasallam di antara dalil bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau ya beliau Sallallahu Alaihi Wasallam sujud adalah hadis di dalam sahih Bukhari dari Abdullah bin mas'udin radhiallahu taala Anhu bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam qara suratan Najmi fasajada biha fama baqiya ahadun Minal qumi illa Sajad kata Abdullah bin Mas'ud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membaca surat annajm dan nabi pun sujud karena sujud
38:09 tilawah dan semua sahabat yang ada di belakang Nabi Mereka pun semua sujud tidak ada seorang pun yang tidak sujud semua ikut Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk sujud ya dalam riwayat yang lain dalam sahih Bukhari dan Muslim utkan oleh sahabat Zaid Iin Tsabit radhiallahu taala Anhu Beliau mengatakan qu Alan Nabi shallallallahu Alaihi Wasallam W naajmi falam yasjud fiha aku pernah membaca surah annajm kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak sujud ini disebutkan oleh Al Imam
38:55 albukhari dengan menyebutkan bab Man qarasjadah walam yasjud BAB ya seorang yang membaca ayat-ayat sajadah Naam dan dia tidak sujud maka ini dibolehkan kalau seandainya itu suatu kewajiban Niscaya akan diperintahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi ini sangat ditekankan dan sangat di sangat disunahkan kemudian kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah pendengar radio bas FM di mana pun berada Apakah sujud tilawah ini memiliki syarat sebagaimana syarat syarat sahnya salat ulama berbeda pendapat Sebagian ulama dan ini
39:41 mazhab ya mazhab jumhur ulama pendapat mayoritas ulama Nam disyaratkan dalam sujud tilawah itulah disyaratkan sebagaimana seorang untuk salat maknanya syarat sujud tilawa sama dengan syarat sujud di dalam salat apa dia harus taharah dia harus menghadap kiblat dia harus menutup aurat ya ini dianjurkan eh bukan dianjurkan bahkan disyaratkan bagi orang yang hak sujud tilawah maka harus menutup aurat menghadap kiblat ya kemudian dalam keadaan suci baik itu yang membaca
40:26 maupun yang mend dengar ya ini pendapat jumhur pendapat Sebagian ulama bahwa sujud tilawah tidak disyaratkan Thaharah tidak disyaratkan juga harus menghadap kiblah Ya karena memang ini adalah ibadah mustaqillah ibadah tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan salat karena ini ibadah di luar salat meskipun sama-sama ada sujudnya ini pendapat yang dipilih oleh Abdullah bin Umar sahabat kemudian juga sy'bi Al Imam sya'bi Al Imam Al Bukhari ya kemudian juga Al Imam Ibnu hazam syekhul Islam Ibnu Taimiyah sh'ani sukani Syekh ibnutsimin dan yang lainnya dan pendapat ini pendapat yang rajih
41:14 pendapat yang kuat bahwa sujud tilawah tidak disyaratkan untuk thaharah atau menghadap menghadap kiblat dalilnya apa dalilnya adalah di dalam sahih Bukhari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah sujud ketika membaca surah annajm disebutkan oleh Abdullah IBN abbasin radhiallahu radhiallahu anhuma Ana nabi shallallallahu Alaihi Wasallam sajada bin Najmi wasajada maahu Al muslimun wal musyrikun wal Jin Wal ins kata Abdullah IBN Mas'ud suatu hari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah membaca surah annajm Kemudian beliau pun sujud dan bersama sujudnya nabi ya kaum
42:02 muslimin ikut sujud orang musyrik yang ada di situ pun ikut sujud jin dan manusia semua padaada ikut sujud ya Sehingga para ulama mengatakan bahwa tidak ada dalil yang sahih mengharuskan seorang untuk Thaharah terlebih dahulu di dalam sujud tilawah maka ya sujud tilawah ini berbeda dengan sujud salat kemudian selanjutnya Para pendengar yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Bagaimana dengan sujud tilawah Apakah harus berdiri dulu atau ketika
42:49 kita sedang duduk membaca al-qur'an Maka langsung kita sujud tanpa berdiri ya Ini ada dua pendapat ya di kalangan para ulama seorang ketika membaca ayat ayat sujud dan dia di luar salat ketika sedang membaca karena orang berbeda-beda ada yang membaca dalam keadaan duduk ada yang membaca dalam keadaan berdiri ada yang membaca sambil berbaring dan ini semua dibolehkan ah ketika dia membaca ayat-ayat sujud Apakah dia harus bangkit berdiri kemudian dia sujud atau dia langsung sujud dalam keadaannya tersebut pendapat yang pertama bahwa seorang yang membaca ayat Sajadah maka dia harus bangkit berdiri dulu kemudian baru turun
43:34 untuk sujud ya baru turun untuk sujud pendapat yang kedua bahwa tidak disyariatkan berdiri dulu ketika dia sedang duduk maka dia ketika membaca ayat sujud maka dia langsung sujud ya Kenapa karena tidak ada dalil yang mengharuskan ya seorang harus bangkit berdiri terlebih dahulu kemudian dan baru sujud dalil yang sahih yang sarih tidak ada dalam masalah ini ya Oleh karena itu apabila seorang di luar salat dan membaca al-qur'an yang bertepatan dengan ayat-ayat sujud maka hendaknya dia sujud dalam keadaan baik dia duduk ya maka dia kemudian sujud atau berbaring maka dia bangkit untuk Naam
44:21 sujud tanpa harus berdiri terlebih dahulu kemudian selanjut ya kaum muslimin pendengar radio bas FM yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala tadi pada hadis yang ke enam 14 yaitu tentang masalah anjuran untuk sujud tilawah dan ini ya sebagai pembeda ya Bahkan ini menjadikan sebab kemarahan dan tangisan setan-setan yang mereka tidak mau sujud kepada Allah subhanahu wa taala kemudian selanjutnya adalah Al haditul khamis asyar Hadis yang ke-15 hadis yang ke-15 ini Syekh
45:08 hafidahullah Beliau mengatakan karatuut bil quran anaahu yataabi itu tidak dibenarkan seorang itu mengangkat suara bacaan al-qur'an sedangkan di sampingnya ada orang yang ada orang lain yang sedang beribadah ada orang lain yang sedang istirahat ada orang lain yang sedang ngobrol ada orang lain yang sedang konsentrasi maka tidak boleh dia mengangkat suara bacaan al-qurannya sehingga mengganggu orang lain yataab mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya ya hadis dari albayad radhiallahu Anhu
45:55 bahwa Rasulullah Rasulullah sallallahuaihi was beliau keluar menuju para sahabat sebagian mereka ada yang seb baca al-qur'an jadi nabi mendatangi para sahabat sebagai mereka ada yang sedang salat sebagai mereka ada yang membaca al-qur'an dengan bacaan yang keras faqal maka nabi mengatakan Innal musolli
46:41 yunajiah ketahuilah wahai para sahabat Sesungguhnya orang yang salat ini sedang bermunajat dengan Allah Munajat dengan Tuhannya faliandur Ma yunajih maka perhatikan apa yang dia munajatkan dengan rabnya waj baukum Bil Quran maka janganlah seorang mengangkat suara mengeraskan bacaan kepada saudaranya yang lain terlebih saudaranya sedang bermunajat dengan Allah di dalam salatnya maka tidak boleh seorang mengganggu dengan bacaan Alqurannya ya hendaknya dia melirihkan suara merendahkan bacaannya tidak mengeraskan sehingga mengganggu konsentrasi dan kesusaan temannya yang sedang sedang
47:28 salat hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad Imam Malik Wan nasai dan Baihaqi dan hadis ini hadis yang sahih jemaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah hadis yang mulia ini mengisyaratkan Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ingin menjadikan kaum muslimin bersaudara ingin menjadikan kaum muslimin saling menyayangi sehingga di antara mereka tidak ada yang saling ya dizalimi ada yang sedang bermunajat dengan rabb-nya ada yang sedang membaca al-qur'an jangan sampai mereka menjadi bermusuhan Padahal mereka sama-sama sedang beribadah kepada Allah yang satu beribadah dengan salatnya Yang satu beribadah dengan bacaan al-qur'annya maka hendaknya yang membaca al-qur'an
48:16 merendahkan suara tidak mengeraskan bacaan sehingga akan mengganggu saudaranya sedang sedang salat ya kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah ada beberapa faedah penting di sini yang pertama larangan membaca al-qur'an dengan suara keras tersebut ini mencakup baik di dalam salat maupun di luar salat Ya baik di dalam salat maupun di luar salat kata Syekh amrun am yatanawaluaakhil W khij ini perkara baik itu apa namanya eh di dalam salat maupun di luar salat tidak boleh dia mengeraskan bacaan karena sebagian orang sang salat ya dia mengeraskan bacaannya dengan speaker di luar masjidnya speaker
49:02 di luar musalanya padahal tetangga di sekitarnya ada mereka yang apa yang sakit Ada mereka sedang istirahat ya dan ini mengganggu mereka ada wanita-wanita yang memang tidak ada kewajiban untuk jamak di masjid mereka sedang istirahat atau mereka sedang memiliki bayi ya sedangkan mengeraskan bacaan di luar musala di luar masjidnya tersebut tidak ada tidak ada manfaatnya Kenapa karena jemaah sudah cukup mendengarkan dengan suara di dalam di dalam masjid dan di dalam musalnya maka cukup dia mengeraskan suara menggunakan pengeras suara tersebut adalah untuk jemaah yang ada di dalam kecuali jemah tersebut membeludak sampai di luar masjid yang tidak mungkin mereka bisa mengikuti kecuali dengan mendengar bacaan tersebut
49:48 dan suara tersebut n kemudian perlu diperhatikan juga bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi melarang sahabat yang satu untuk mengeraskan bacaan al-qurannya kepada sahabat yang lain sedang salat ini larangan dalam perkara amal saleh bacaan al-qur'an amal saleh tapi ketika mengganggu orang lain ya mengganggu orang lain hukumnya haram maka tidak boleh dia menjadikan amalan Saleh tersebut ya membuat orang lain ya tidak konsentrasi dalam salatnya tidak apa namanya ee konsentrasi di dalam doanya dan lain sebagainya apalagi kalau sampai mengganggu orang salat mengganggu orang
50:35 lain dengan musik dengan nyanyian dengan Teriakan dengan obrolan dan lain sebagainya maka ini lebih berat larangannya ya kalau mengganggunya saja dengan bacaan al-qur'an yang itu adalah ibadah dilarang oleh Nabi apalagi dengan apa suara musik-musik suara nyanyian-nyanyian suara tertawa dan suara apa obrolan yang sampai mengganggu orang yang salat maka ini berat ini berat Oleh karena itu kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala hendaknya ketika seorang beribadah dia melihat kondisi yang ada di sekitarnya apabila ya akan mengganggu orang lain hendaknya dia menahan diri jangan sampai yang ibadah tersebut harusnya dia mendapatkan pahala malah sebaliknya dia
51:22 mendapatkan murka dan mendapatkan dosa waliyadubillah wallahuam mudah-mudahan ini bermanfaat dan Insyaallah bisa dilanjut pada pertemuan yang akan datang Nam