0:00 hadis berikutnyaahu Alaihi wasam akhlak nabiahu Alaihi wasah kamuir makah kamuangaetunyaim ak Akak nabir Arya nabi mengamalkan menerapkan isi alquran semuanya
0:48 Mus was Ah ya ketika kita membacaah Azza W ini tidak usah mengatakanubillahyairim bahkan kalau kita mengatakan seperti itu salah Ya salahnya dari dua sisi pertama menyelisihi sunah Nabi Nabi langsungah Azza walla di sini perkataan Aisyah ya tapi dalam hadis yang lain nabi juga melakukan seperti ini kemudian kesalahan yang kedua adalah kita mengatakan Allahi Azza waalla kalam Allah Azza waalla kemudian azubillah minasyaitanirrajim
1:35 padahal allah tidak pernah mengatakan azubillah karena yang mengatakan nazubillah ini manusia ya manusia mengatakan Aku berlindung kepada Allah Allah enggak perlu perlindungan dari siapun termasuk perlindungan dari dirinya sendiri enggak enggak perlu ya Allah apa eh justru yang memberikan perlindungan sehingga tidak perlu minta perlindungan Ti kembali ke sini hadis ini menunjukkan bahwa akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah isi alqur semuanya jadi semua ayat Quran diterapkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam kehidupan beliau sehingga akhlak beliau kalau ingin diketahui bagaimana ya lihat Quran itulah yang dilakukan oleh Rasul Sallallahu Alaihi wasall engkau berada dalam akhlak yang agung guru
2:23 [Musik] kamiekhlin ya syekhl beliau milik Pesantren Pembina pesantren mukhlasin di ee Magelang beliau menjelaskan bahwa akhlak yang terpuji itu ada tiga tingkatan tingkatan yang paling rendah adalah al-akhlakul Hasanah akhlak yang baik tingkatan di atasnya al-akhlakul karimah Akhlak Yang Mulia tingkatan paling tinggi adalah alakhlakul adimah akhlak yang agung ini penjelasan dari Beliau wallahuam saya belum pernah membacanya dalam ee satu kitab ee Beliau mengatakan memberikan contoh kalau Kalau anda di ee perbaiki apa di ada orang berbuat buruk kepada anda anda tidak membalas dengan keburukan maka itu berarti akhlak yang
3:09 Hasanah tidak membalas keburukan dengan keburukan ini berarti Hasanah kalau karimah itu adalah membalas keburukan dengan kebaikan ada orang mengajak kita maka kita mengucapkan jazakumullahu khairon ya Anda sudah mengingatkan saya ee memang apa yang Anda katakan itu mungkin kesalahan dari saya saya akan melihat kondisi saya nah ini berarti membalas keburukan dengan kebaikan yang berikutnya lagi khulukinim akhlak yang agung yaitu bukan hanya membalas keburukan dengan kebaikan tapi bersungguh-sungguh untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepada kita jadi ada tambahan sungguh-sungguh untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepada kita Nah itulah yang dimaksud khulim kata beliau begitu
3:55 ya dan memang akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seperti itu ada orang Yahudi ya diceritakan dalam cerita yang terkenal itu setiap hari meludah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi begitu tidak meludah lagi Kemudian dicari di mana dia ternyata sakit dijenguk dan sebagainya meskipun riwayat-riwayat seperti itu kadang-kadang derajatnya tidak sahih apa sanadnya ya tapi hanya sekedar sirah sebagai cerita tidak perlu kita mencari sanadnya yang EE ketat sebagaimana dalam masalah hukum ya berbeda memang sikap terhadap hadis-hadis yang hanya sekedar cerita saja tapi kembali ke sini contoh akhlak yang mulia Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana Beliau mengatakan was menjadi watak belia
5:03 tafsir suratulam jadi contohnya sifat malu kemudian Dermawan kemudian pemberani kemudian Safah memaafkan ya hilm sikap Aris yaitu tidak mudah untuk menghukum atau membalas kemudian Akhlak Yang Mulia apapun Akhlak Yang Mulia sebagaimana sahih dalam hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah maka contoh yang paling bagus untuk hilm misalnya beliau tidak mudah atau tidak cepat membalas adalah apa yang di meriwayatkan tentang Aisyah radhiallahu taala anha ketika memecah piring yang dikirim oleh EE Ummu Salamah radhiallahu taala anha ee kemudian ee jatuh piring tersebut menjadi pecah jadi dua kemudian makanannya tumpah maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menyuruh Aisyah untuk mengambil makanan tersebut tetapi
5:48 beliau sendiri yang mengambilnya kemudian setelah itu beliau mengatakan Gat ummukum ya Ibu Kalian sedang apa namanya sedang cemburu Nah setelah itu Kemudian beliau mengatakan kepada para sahabatnya kulu Ya silakan Ini dimakan makanan yang tadi jatuh karena sudah di ee ambil oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kata syekhuna Said alkamali Beliau mengatakan seperti itu ya Ibu kalian cemburu sambil tersenyum wallahuam bawab saya belum mendapatkan kata-kata beliau Tersenyum Dalam hadis-hadis yang saya cari ya tapi kata Beliau wallahuam bawab mengatakan seperti itu sambil tersenyum lah inilah Hm yang dimiliki oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mudah-mudahan kita semuanya juga diberi oleh Allah Taufik untuk apa berusaha menjadi orang yang memiliki sifat hilm ini hadis berikutnya 17
6:34 alhaditusasar jawazu qatil quranah W bolehnya membaca Quran di atas kendaraan dan bolehnya melakukan tarjih di dalam membaca Quran An Abdillah Mal radhiallahu Anhu Q Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya Fathi Mak wahua naqtinqtil Fathi wahua rawahul bukhi wa muslim wairuhuma hadis ini menunjukkan bolehnya membaca al-quran di atas kendaraan karena Nabi Al naq dan ini tidak dianggap sesuatu yang tidak sopan enggak ya boleh baca Quran dalam kondisi berdiri atau berjalan atau berbaring dan sebagainya Adapun yaj tarji itu adalah bacaan Quran yang ada apa namanya alunannya begini Jadi tidak lempeng gituah memang masalah
7:22 tarj ini diperselisihkan oleh para ulama qura sebagian masikuna termasukekh qu ya Syekh qu beliau berpendapat bahwa tidak boleh membaca Quran dengan ee apa namanya lengkukan begitu baca Quran ya yang lempeng aja Jaa Ya udah gitu aja tidak boleh Jaa enggak boleh begitu yang dimaksud tarjih seperti itu Nah maka tarji di sini menurut beliau sikhuna Ahmad alqar jawaz tarj tarj Enggak ada masalah karena di sini Rasul Sallallahu Alaihi wasallamaj membacanya dengan tarjih Nah bagi pendapat yang pertama yang mengatakan tidak boleh tarjih mereka memahami bahwa tarjiknya nabi Ini bukan tarji yang disengaja karena beliau itu ala naqah di atas unta tahu sendiri kan unta berjalannya Begini Nah sehingga
8:08 orang yang berada di atasnya kalau membaca maka otomatis bacaannya ikut menjadi tarjih sebagaimana gerakan unta tersebut wallahuam baawab maka dalam hal ini memang ada perselisihan pendapat tapi Insyaallah ini termasuk ikhtilaf yang eh tidak ada masalah ya E fihi wjhat nadar sehingga boleh kita mengikuti salah satu dari mazhab tersebut FAQ muallif rahimahullahu taala wfidahullahu taala Al haditamin asar anahyufari Bil mushafi biladil kufri W uiidih larangan dari bersafar membawa mushaf ke negara-negara kafir dan negara-negara musuh apabila dikhawatirkan jatuhnya mushaf itu pada tangan-tangan mereka Abdillah Umar
8:56 radhiallahu an nah Rasullah [Musik] terhadap Alquran maksudnya mushaf al-quran bahwasanya dia tidak disobek tidak dilempar ke tanah atau tidak disentuh oleh orang kafir maka boleh bersafar dengan mushaf
9:42 Alqur'an hadis ini menunjukkan bahwa kita dilarang untuk membawa mushaf al-quran ke negara kafir apabila dikhawatirkan mushaf al-quran itu akan dipegang atau jatuh pada tangan mereka karena itu orang-orang kafir tidak boleh menyentuh mushaf al-qur'an karena orang-orang kafir adalah orang-orang yang najis sebagaimana kalam Allah subhanahu wa taala di dalam Alquran Innamal musyrikuna najasun pada surah at-taubah ayat 28 ya ayyuhalladina amanu Wahai orang-orang yang beriman Innamal musyrikuna najas sesungguhnya tiada lain orang-orang musyrik najis Fala yaqul Masjid Haram jangan masuk Masjidil Haram Dan ini juga berlaku terhadap semua masjid meskipun bukan
10:28 masjid Masjidil Haram dan hadis ini mengingatkan kepada kita tentang sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di mana Beliau mengatakan la yamal qurana ill thhirun lama Janganlah menyentuh alqurana mushaf Alquran jadi yang dimaksud al-quran di sini bukan Alquran yang kita baca itu tetapi maksudnya mushafnya yaitu bukunya jangan menyentuh mushaf Alquran kecuali orang yang suci hadis riwayat Thabrani derajatnya kata Syekh Albani sahih tetapi memang hadis ini jujur kita katakan mukhtalafun Fih diperselisihkan derajatnya oleh para ulama di dalamnya ada Rawi bernama Sulaiman bin Musa
11:15 alumawi Dia seorang Rawi yang dif menurut Al imam annasai dan kata Imam Bukhari hadis-hadisnya adalah hadis-hadis yang mungkarah maka Sebagian ulama mendhaifkan hadis ini yaitu hadis larangan seorang yang Ee tidak Suci menyentuh al-qur'an karena itu apakah orang yang hadas boleh menyentuh al-qur'an ini diperselisihkan oleh para ulama Imam sukani sangat bagus menjelaskan hadis ini Di dalam kitab nailul autar Beliau mengatakan apa yang dimaksud thahir di sini Jangan sentuh Quran kecuali orang suci suci ini apa maksudnya karena suci itu banyak kemungkinan makna kemungkinan makna pertama suci dari hadas kecil berarti yang boleh apa menyentuh adalah yang yang sudah wudu kemungkinan kedua
12:01 suci dari hadas besar berarti kalau hadas kecil masih boleh menyentuh kemungkinan ketiga suci dari najis artinya kalau tangan kita kena najis kita tidak boleh sentuh Quran Tetapi kalau hadis besar pun junub misalnya masih boleh pegang Quran selama tidak ada najis pada tangan kita misalnya kemungkinan keempat thahir di sini maksudnya adalah orang beriman karena sebagaimana Allah subhanahu wa taala menyebutkan pada ee surah at-taubah tadi bahwasanya musyrik adalah najis berarti sebaliknya yang dimaksud Suci adalah orang-orang beriman Nah maka bisa diartikan jangan menyentuh mushaf al-qur'an kecuali orang-orang beriman yaitu orang yang suci dan ini penjelasan yang keempat atau tafsir yang keempat ini sangat bagus sekali sangat kuat dan itu rupanya yang dipilih oleh Al Imam
12:47 assyaukani demikian juga yang dikuatkan oleh para guru-guru kita demikian juga Syekh Al Albani eh memilih pendapat ini bahwasanya eh orang yang Mukmin itulah yang boleh menyentuh Quran sementara orang kafir itulah yang tidak boleh menyentuh al-qur'an Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda almukmin la yanjus Innal Mukmin Sesungguhnya orang beriman itu la yanjus dia tidak najis hadis muttafaqun alaih najis kebalikan dari Suci Nah maka berarti yang dimaksud tadi adalah la yamassul Quran illa thahir jangan menyentuh al-qur'an selain orang yang suci yaitu orang yang beriman dan makna ini juga dikuatkan oleh hadis yang kita baca tadi bahwasanya nya nabi melarang kita Safar membawa Quran ke negara musuh kenapa
13:34 Eh amanuulu saya tidak merasa aman bahwa musuh atau orang kafir itu memegangnya atau mendapatkannya inilah eh penjelasan yang ringkas untuk hadis ini karena itu menurut eh pendapat yang dipilih oleh beberapa guru kami bahwa orang mukmin boleh menyentuh mushaf Alquran dalam kondisi Apun juga kondisi dia sedang hadis kecil kondisi dia sedang hadis besar haid misalnya atau apa junub misalnya boleh untuk menyentuh mushaf al-qur'an meskipun pendapat ini khilaful jumhur menyelisihi mayoritas para ulama tetapi memang kalau kita cari hadis-hadis yang melarang orang haid atau orang junub menyentuh Quran Ternyata kita temukan antara dua
14:20 kemungkinan saja kemungkinan pertama dalil tersebut adalah shahihun ghairu shih hadisnya sahih tetapi tidak jelas menunjuk larangan tersebut kemungkinan kedua shihun giriru Shahih hadisnya jelas menunjukkan larangan orang yang hadas untuk menyentuh Quran tetapi hadisnya dif sehingga kembali ke hukum asal bahwa hal tersebut tidak dilarang yaitu menyentuh Mushaf al-qur'an wallahuam bisawab dan ini mengingatkan kita kepada masalah yang lain yaitu Bolehkah orang haid orang junub untuk membaca Quran pendapat yang dipilih oleh guru-guru kita juga bahwasanya e menyentuh apa membaca Alquran Boleh bagi orang yangid demikian juga orang yang junub dan itu adalah pendapat Al Imam
15:06 albukhi rahimahullahu taal sebagaimana Beliau mengatakan di dalam Kitab sahihnya Ibrahim berpendapat boleh kalau membaca satu ayat saja tap kalau membaca satu surat atau beberapa ayat tidak boleh Ibu Abas berpendat apaap baca al-qur'an bagi orang yang junub Nah maka ketika Imam Bukhari menampilkan ee apa fatwa seperti ini di dalam judul babnya menunjukkan bahwa inilah e fikih yang dipilih oleh Al Imam albukhari rahimahullah kemudian Imam Bukhari menguatkan pendapat ini dengan sabda Nabi eh dengan Apa hadis nabi Wana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan adalah kebiasaan Nabi yzkurullah zikir kepada
15:52 Allah ala kulli Ahyani atas segala kondisi membaca Quran termasuk zikir kepada Allah subhanahu wa taala segala kondisi termasuk dalam kondisi junub Nah kalau orang junub boleh membaca al-qur'an maka orang haid lebih boleh membaca Quran Kenapa lebih boleh karena orang junub itu bisa menghilangkan junubnya dengan mandi selesai junubnya Adapun haid tidak bisa menghilangkan haidnya dia harus menunggu sampai hilangnya eh hilang sendiri haid tersebut wallahuam bawab dan sekali lagi meskipun ini adalah pendapat yang menyelisihi jumhur tetapi itulah yang dipilih oleh guru-guru kita memang Mere mereka rata-rata berpendapat sesuaihab ahl had had berikutnya had yang
16:42 ke-1 apa yang dilakukan oleh orang yang rancu terhadapnya bacaan Quran karena dahsyatnya ngantukahasahah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam bersabda apabila bangun salah satu kalian dari waktu malam lalu Alquran itu istam terkunci terhadap lidahnya maksudnya
17:29 mana terkuncinya ini maksudnya adalah dia tidak mengetahui apa yang dia ucapkan yaitu karena sangatnya ngantuk maka hendaklah dia berbaring hadis ini menunjukkan kepada kita bahwa adab membaca Quran adalah kita harus mengerti maknanya kalau orang-orang Ajam seperti kita tidak mengerti maknanya maka hendaklah kita berusaha untuk mengetahui maknanya karena kalam Allah subhanahu wa taala diturunkan itu untuk ditadaburi bukan hanya untuk dibaca semata-mata tanpa tadabur Allah subhanahu wa taala mengatakan di dalam Alqur'an kitabun anzalnahu mubarun libaru ayatihi waliakarul Albab satu kitab yang agung kami telah Turunkan dia kepada engkau
18:16 dia itu dibarokahi supaya mereka mentadaburi ayat-ayatnya Nah maka inilah intinya Quran diturunkan supaya tidak ada buri sehingga kalau kita paham maka bisa mengamalkan isinya Adapun hanya membaca sa Sa Memang ada pahalanya tetapi itu belum menunaikan kewajiban terhadap al-qur'an alkarim karena itu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam suruh orang yang baca Quran kemudian ngantuk pada saat salat tahajud ya fastjamal Quran Al lisani sehingga Qurannya terkunci pada lidahnya artinya tidak bisa membaca sesuai dengan ee yang seharusnya dia tidak paham apa yang dia baca Mungkin dia membaca surat Albaqarah meloncat Kepada surat yang lain tanpa sadar Nah maka hendaklah dia falyati tidur ya ituu untuk melenyapkan ngantuknya dulu karena ngantuk itu ada
19:02 waktunya ya dalam 24 jam kita tidur itu ada waktunya mungkin ada yang 4 jam cukup nah Berarti kalau dia masih ngantuk karena belum ee Sesuai dengan jadwal tidur dia dia baru tidur 2 jam misalnya tidur dulu baru kemudian nanti ee bisa bangun lagi untuk salat Tahajud dan ini mengingatkan kita kepada kalam Allah subhanahu wa taala yang semisal dengan masalah ini ya mirip dengan masalah ini yaitu larangan Allah terhadap orang-orang yang ee apa orang-orang yang mabuk untuk salat pada Surah Annisa ayat 43 ya ayyuhalladina amanu la taqrbus shata Wa Antum sukar Hatta talamu Ma taqulun Wahai orang-orang yang beriman janganlah mendekati salat maksudnya jangan melakukan salat dalam keadaan kalian itu
19:47 mabuk sehingga kalian itu mengetahui apa yang kalian ucapkan maka orang yang salat mestinya harus ngerti apa yang diucapkan sehingga kalau dia tidak mengerti apa yang diucapkan ya salat tahajudnya dihentikan dulu tidur kemudian baru setelah fresh maka dia baru bisa melakukan salat tersebut sukaro di sini mabuk ini ada dua tafsiran ada yang mengatakan mabuk karena minuman keras dan ini berarti ayatnya turun sebelum diharamkannya minuman keras secara mutlak jadi minuman keras itu memang e ada tahapnya ya di awal-awal Islam Halal secara mutlak kemudian Allah subhanahu wa taala mengharamkan tapi haramnya atau larangannya hanya menjelang salat saja
20:33 sehingga bakda magrib sampai Isya tidak boleh minumun keras tapi pada isya sampai subuh masih boleh minum-uman keras yang penting Nanti salat Subuh sudah siuman maka di sini Allah katakan Jangan dekati salat dalam kondisi mabuk artinya jangan mabuk mendekati waktu salat kalau mabuknya jauh dari waktu salat tidak ada masalah karena masih bisa salat dengan baik setelah siuman makna yang kedua sukar mabuk di sini adalah mabuk dari sebab ngantuk sukaro Minan nuas ya mabuk dari sebab ngantuk alias dia tidak sadar apa yang dia ucapkan sebagaimana orang mabuk tidak sadar apa yang dia ucapkan dan Tafsir yang kedua ini sesuai dengan hadis ini ya Meskipun dianggap apa namanya Ee tidak sesuai dengan makna asal dari sukara