Lagu Santai Pop Hits Indonesia ~ Lagu Terbaru 2025🤍🎧 | Sedia Aku Sebelum Hujan, Alamak 💗🍃

Valovadinata www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini adalah kumpulan lagu-lagu yang mengeksplorasi berbagai tema cinta, kehilangan, harapan, dan penerimaan diri. Lirik-liriknya puitis dan penuh emosi, mencerminkan perjalanan pribadi dan refleksi mendalam tentang hubungan dan kehidupan.

  • Cinta dan kehilangan adalah tema sentral.
  • Harapan dan penerimaan diri menjadi pesan penting.
  • Lirik puitis dan emosional menciptakan pengalaman mendalam.

Dari Waktu Itu Dingin

Lagu ini menggambarkan tentang seseorang yang selalu hadir dan memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintainya, bahkan jika dirinya sendiri sedang kesulitan. Dia siap sedia dalam segala situasi, baik suka maupun duka, dan memaafkan segala kekurangan pasangannya. Baginya, kebahagiaan orang yang dicintai adalah prioritas utama.

Kemarin Kulihat Awan Membentuk Wajah-Mu

Lagu ini menceritakan tentang kerinduan yang mendalam terhadap seseorang. Penulis melihat tanda-tanda kehadiran orang tersebut di alam, seperti awan yang membentuk wajahnya dan angin yang menyebut namanya. Firasatnya mendorongnya untuk segera bertemu dengan orang yang dirindukannya, berharap dia segera kembali. Penulis percaya bahwa alam pun ikut berbicara dan memberikan pertanda.

Ulah Siapa Yang Bisa Buatku Begini?

Lagu ini menggambarkan kebingungan dan kegembiraan seseorang yang sedang jatuh cinta. Dia merasa seperti kehilangan akal sehat, namun juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Dia rela memberikan segalanya untuk orang yang dicintainya, bahkan nyawanya sekalipun. Penulis mempertanyakan apakah ini yang dinamakan jatuh cinta dan merasa seperti sedang bermimpi.

Apalah Arti Cinta Yang Indah

Lagu ini tentang perjuangan dalam sebuah hubungan yang penuh dengan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Penulis berusaha untuk meyakinkan pasangannya bahwa dia akan selalu menjaganya hingga akhir hayat. Dia meminta bantuan alam untuk menenangkan hati pasangannya dan menghilangkan rasa cemburu dan curiga. Baginya, hati ini hanya untuk pasangannya seorang.

Lihat Kebunku

Lagu ini menggunakan metafora kebun dan bunga untuk menggambarkan perasaan kehilangan dan kesedihan. Penulis merasa sedih karena bunga kesayangannya telah diambil orang. Dia berharap bunga tersebut dapat mekar dengan bahagia di tempat lain. Penulis juga merelakan kepergian bunga tersebut dan berharap dia dapat tumbuh dengan bahagia.

Ku Terbangun Lagi

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merasa terluka dan terbiasa berpura-pura tertawa. Dia mengutuki diri sendiri karena tidak bisa mengubah masa lalu. Penulis merasa lelah dan ingin menangis sebelum kembali membohongi diri sendiri. Lagu ini juga menyampaikan pesan untuk beristirahat sejenak ketika lelah dan memberikan ruang serta waktu untuk diri sendiri.

Di Setiap Masa Yang Telah Kelewati

Lagu ini tentang kerinduan dan harapan dalam sebuah hubungan. Penulis mengajak pasangannya untuk kembali ke tempatnya menanti jika merasa sepi. Dia juga meminta diajarkan cara melupakan dan merelakan, seperti dulu dia diajarkan cara bahagia dan dewasa. Penulis ingin diyakinkan bahwa pasangannya telah menemukan yang dicari.

Dari Sekian Dan Bintang Cakrawala

Lagu ini mempertanyakan makna kehidupan dan misteri alam semesta. Penulis merasa banyak hal yang tidak diketahui dan mengajak untuk menikmati waktu yang ada. Dia juga menyadari bahwa tidak sepenuhnya memahami pasangannya dan mungkin itu yang membuat hubungan mereka menarik. Penulis mempertanyakan ke mana jiwa pergi saat tidur dan mengajak untuk menjelajahi misteri bersama.

Bilur Makin Terhampar

Lagu ini menggambarkan perasaan mendambakan seseorang yang mungkin tidak peka terhadap perasaannya. Penulis siap sedia untuk menjadi tempat bersandar dan berlindung bagi orang yang dicintainya. Dia yakin bahwa malaikat tidak selalu bersayap dan rela menanti tanpa batas dan tanpa balas. Penulis ingin menjadi cahaya di angkasa yang sulit dijangkau namun tetap ada.

Kau Datang Takkalah

Lagu ini tentang kekecewaan karena orang yang dicintai ternyata bukan rumah yang diharapkan. Penulis merasa hanya menyewa dari tubuh seorang perempuan yang memintanya untuk pulang. Dia menyadari bahwa orang tersebut bukanlah tempat yang bisa dijadikan tempat berlindung dan merasa tidak memiliki tempat untuk pulang.

Badai Tuan Telah Berlalu

Lagu ini tentang harapan akan kebersamaan selamanya dengan orang yang dicintai. Penulis merasa aman berada di samping pasangannya dan berharap bisa bersama hingga tua dan menjadi debu. Dia ingin dimakamkan di sebelah pasangannya. Lagu ini juga menggambarkan tentang badai yang telah berlalu dan harapan akan masa depan yang cerah bersama.

Suatu Malam Dan Bercerita

Lagu ini menceritakan tentang perbedaan yang muncul dalam sebuah hubungan. Penulis menyadari bahwa mereka tidak lagi berada di jalur yang sama dan memiliki perbedaan dalam keyakinan. Meskipun sulit, dia berusaha untuk berdamai dengan apa yang terjadi dan menyadari bahwa ini adalah soal hati, bukan hanya soal keyakinan.

Tatkala Mentari Terbenang Di Ufuk Barat

Lagu ini adalah ungkapan cinta dan janji untuk menjadi suami yang baik. Penulis berjanji akan memberikan yang terbaik untuk pasangannya dan menyadari bahwa liriknya tidak seindah lagu indie yang sering didengar pasangannya. Dia memastikan bahwa ini bukan hanya tentang senja dan lara, tetapi tentang cinta yang tulus.

Dari Kejauhan Tergambar

Lagu ini tentang kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang terpisah jarak dan waktu. Penulis ingin mengungkapkan rindunya lewat kata-kata indah, namun merasa tidak cukup karena orang tersebut terlalu indah dari sekadar kata. Dia merasa dunia berhenti sejenak untuk menikmati keindahan orang yang dicintainya. Penulis juga menyatakan bahwa hidup tidak akan seindah kemarin jika tidak bersama orang tersebut.

Mencintaimu Seumur Hidupku

Lagu ini adalah ungkapan cinta abadi dan kesetiaan. Penulis berjanji untuk mencintai dan menanti selamanya, meskipun hanya di dalam hati. Dia menyadari bahwa ada hal yang tidak mungkin kembali dan ada hal yang tidak pernah terjadi. Baginya, segalanya tentang orang yang dicintainya sangat berarti di hatinya selamanya.

Hai, Masihkah Luka Itu

Lagu ini tentang penyesalan dan permintaan maaf atas luka yang pernah ditinggalkan. Penulis merindukan masa lalu dan ingin mengulanginya. Dia ingin memberikan bunga maaf yang layu karena egonya. Penulis mempertanyakan apakah ada rindu di balik kebencian dan menyadari bahwa waktu terasa berbeda tanpa kehadiran orang yang dicintainya.

Mungkinkah, Mungkinkah Kau Mampir Hari Ini?

Lagu ini tentang harapan dan kerinduan terhadap seseorang yang telah tiada. Penulis berharap orang tersebut dapat mampir hari ini dan menjadi bunga matahari yang tiba-tiba mekar di taman. Dia ingin diceritakan tentang tempat tinggal yang baru dan memastikan bahwa orang tersebut bahagia di sana. Penulis juga ingin menceritakan tentang hidupnya tanpa orang tersebut.

Inikah Kisah Cinta Yang Aku Sesali?

Lagu ini tentang penyesalan atas kesalahan di masa lalu dan janji untuk selalu menjaga orang yang dicintai. Penulis meminta maaf atas luka yang pernah diberikan dan berjanji akan selalu menjaga hingga akhir waktu. Dia juga berjanji tidak akan ada cinta yang lain hingga tua bersama. Penulis memohon agar orang yang dicintainya kembali dalam pelukannya.

Ku Menemukanmu Saat Ku Terjebak

Lagu ini tentang kehilangan dan perubahan setelah bertemu dengan seseorang yang istimewa. Penulis merasa dilindungi dan dirangkul saat terjebak dalam situasi yang sulit. Namun, tiba-tiba orang tersebut pergi tanpa sebab, meninggalkan luka yang mendalam. Penulis menyadari bahwa alam semesta mungkin tidak menerimanya dan waktu tidak memberikan kesempatan.

Ada Bahagia Yang Belum Kita Rasa

Lagu ini tentang harapan dan keyakinan akan kebahagiaan di masa depan. Penulis mengajak untuk terus berusaha dan tidak pernah lelah. Dia menyerahkan segalanya kepada sang pencipta dan yakin bahwa doa mereka berdua akan didengar. Penulis juga mengajak untuk tidak menyerah karena waktu masih panjang dan yakin waktunya akan datang.

Masa Ini Datang Lagi

Lagu ini tentang kenangan dan kerinduan yang terus menghantui. Penulis merasa dihantui oleh kenangan indah dan luka yang membekas. Meskipun begitu, dia masih ingin orang yang dicintainya kembali. Penulis merasa tidak kuat dan hilang akal sehat. Dia akan selalu menunggu sampai masa sepi tidak lagi menghampiri.

Aku Ingin Jadi Teman Nyamanmu

Lagu ini tentang keinginan untuk menjadi teman yang nyaman dan tempat berbagi keluh kesah. Penulis ingin menikmati waktu bersama tanpa beban dan khayalan tentang masa depan. Dia ingin berdansa dan tertawa bersama, bergandengan tangan. Penulis menyadari bahwa dunia pasti ada akhirnya dan mengajak untuk menikmati sementara yang ada.

Bersandar Padaku, Taruh Di Bahuku

Lagu ini tentang menawarkan kenyamanan dan dukungan kepada orang yang dicintai. Penulis mengajak untuk bersandar dan merelakan semua beban. Dia menyampaikan cintanya dalam nyanyian yang bergemar sampai selamanya. Penulis menyadari bahwa dunia pasti ada akhirnya dan mengajak untuk menikmati sementara yang ada.

Menghitung Hari Detik Demi Detik

Lagu ini tentang penantian dan harapan akan jawaban cinta. Penulis meminta untuk tidak diberi harapan palsu dan menginginkan ketulusan hati. Dia meminta untuk tidak pergi dari cintanya dan tetap bersamanya. Penulis ingin semua orang tahu bahwa orang yang dicintainya adalah miliknya.

Jangan Pergi Dari Cintaku

Lagu ini adalah ungkapan cinta yang mendalam dan ketakutan akan kehilangan. Penulis belum pernah jatuh cinta sekeras ini dan meminta untuk tidak disakiti jika tidak bisa mendapatkan orang yang dicintainya. Dia tidak ingin disakiti hatinya.

Ku Tak Pernah Ikat Rambutku Lagi

Lagu ini tentang pengorbanan dan keinginan untuk menjadi sempurna di mata orang yang dicintai. Penulis mengubah penampilannya dan melakukan hal-hal yang disukai orang tersebut. Dia mengabaikan kata orang lain dan melakukan apa pun untuk membuat orang yang dicintainya terkesan. Namun, tampaknya sempurna tidak cukup baginya.

11.000 KM Kuempuh Sendirian

Lagu ini tentang pengorbanan yang sia-sia dan kesadaran bahwa dirinya bukan yang dibutuhkan. Penulis melakukan perjalanan jauh dan mengabaikan ketakutannya demi orang yang dicintainya. Dia membatalkan janji hanya karena takut orang tersebut membutuhkannya. Namun, tampaknya sempurna tidak cukup bila ternyata dia bukan yang diperlukan.

Kalah Mata Telah Menghuskan

Lagu ini tentang melepaskan dan merayakan mati rasa. Penulis menyadari bahwa waktunya telah tiba dan langit memanggil orang yang dicintainya. Dia meminta untuk tidak risau karena semesta bersamanya. Penulis membiarkan air mata jatuh dan melepaskan raga rasa yang lalu. Baginya, melepaskan adalah cara mencintai.

Ambun Di Pagi Buta

Lagu ini adalah doa dan permohonan cinta abadi. Penulis memohon kepada Tuhan untuk mencintai orang yang dicintainya dan memberikan dia hidup. Dia berjanji tidak akan menyakiti orang tersebut dan siap dihukum jika terjadi. Penulis mengakui bahwa dia tidak mudah untuk mencintai dan mengatakan cinta. Dia bersumpah akan mencintai sampai menutup mata.

Belum Ada Satu Bulan

Lagu ini tentang kesulitan menerima kenyataan setelah putus cinta. Penulis menyadari bahwa orang yang dicintainya tampak baik-baik saja, bahkan lebih bahagia. Sementara dia hampir gila dan belum bisa menerima perpisahan. Penulis mempertanyakan apakah sudah ada orang lain yang menggantikannya dan berharap orang tersebut tidak terburu-buru.

Jatuh Bangun Dan Berdarah-Darah

Lagu ini tentang perjuangan dan harapan di tengah kesulitan. Penulis merasa ingin menyerah, namun hati kecilnya terus berbisik untuk bertahan. Dia diingatkan untuk mengingat sudah sampai sejauh ini dan merelakan yang bukan untuknya. Penulis diyakinkan bahwa akan tiba masanya segala yang diinginkan akan teramini.

Sekedar Berandai Menetapi Diri Ini

Lagu ini tentang perjalanan mencari jati diri dan kembali pulang untuk menenangkan diri. Penulis pergi tanpa pamrih dan pamit, mencari apa yang lama dicari. Dia kembali pulang untuk menenangkan luka dan merayakan genggaman tangan yang masih ada. Penulis mencari peluk hangat untuk menyembuhkan luka.

Gambaran Kita Suatu Hari Nanti

Lagu ini tentang harapan akan masa depan yang indah bersama orang yang dicintai. Penulis yakin pada satu hati yang tepat untuk menemaninya hingga tua nanti. Dia ingin memiliki rumah untuk tempat bermesra dan bertukar cerita di ruang keluarga. Penulis membayangkan kehidupan sederhana yang bahagia bersama orang yang dicintainya hingga akhir hayat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:05 [musik] Dari waktu [musik] itu dingin kuberi kau hangat. Walaupun ku juga beku, tapi ku aman saat [musik] kau nyaman. Dari waktu itu panas kuberi [musik] kau angin. Walaupun ku juga gerak, tapi ku [musik] penuh saat kau teduh. Sudah pahamkan [musik] sejauh ini. Ku yang lama di sini menjagamu tak patah

0:52 hati. [musik] Sedia aku sebelum hujan. Apa [musik] yang kau butuh ku berikan. Ke mana pun tak akan kau [musik] temukan yang siapkan bekalmu di peperangan. Jika tak setara ku maafkan. Memang sebegitunya aku. Ku [musik] tak punya pilihan yang dikendali pikiran. Ada namamu disebut, [musik] ke situlah arahku berjalan. Sudah paham kan sejauh ini.

1:41 Ku yang lama di sini menjagamu tak patah hati. [musik] Sedia aku sebelum hujan. Apa yang kau butuh ku berikan. Ke mana [musik] pun tak akan kau temukan yang siapkan bekalmu di peperangan. Jika [musik] tak setara kuafkan. Memang sebegitunya aku. Soal cintaku [musik] jatuh. Yes. Ini janjiku untuk hadir dan mencintaimu [musik]

2:28 di hari baikmu dan [musik] di hari burukmu. Sedia aku sebelum hujan. [musik] Apa yang kau butuh ku berikan. Ku yang lama di sini menjagamu tak patah hati. [musik] Sediaku sebelum hujan. Apa yang kau butuh [musik] ku berikan. Ke mana pun tak akan kau temukan. Yang siapkan bekalmu [musik] di peperangan. Kumaafkan memang [musik] sebegituyaku soal cintaku jatuh.

3:13 [musik] Aku [musik] H [musik]

4:03 Kemarin kulihat [musik] awan membentuk wajah-Mu. [musik] Desa angin meniupkan namamu. Tubuhku terpaku [musik] semalam. Bulan sabit mengkungkan [musik] senyummu. Tabur [musik] bintang serupa kilau auramu. [musik] Aku pun sadari ku segera berlari. [musik]

4:49 Cepat pulang, cepat kembali. Jangan [musik] pergi lagi. Firasatku [musik] ingin kau untuk cepat pulang, cepat kembali. Jangan pergi lagi. Akhirnya [musik] bagai sungai yang mendambah. Semudra. Ku [musik] tahu pasti ke mana ku bermuara. [musik] Semoga ada waktu sayangku.

5:39 [musik] Kupercaya alam pun berbahasa. [musik] Ada makna di balik semua pertanda. Firasah ini entah [musik] rindu kau atau kau kanda bahaya. Aku tak peduli ku terus berlari. Oh cepat pulang, [musik] cepat kembali. Jangan pergi lagi. Firasatku inin kau [musik] tu cepat pulang,

6:28 cepat kembali, jangan [musik] pergi lagi. Dan [musik] lihatlah sayang, hujan turun membasahi. [musik] Olha tuk berair mata. Cepat tolong cepat kembali. Jangan pergi [musik] lagi. Tidak saat ku inin kau [musik] untuk cepat pulang. Cepat kembali. Jangan [musik] pergi lagi. Tira saat ku inin [musik]

7:15 kau untuk cepat pulang. pulang ya [musik] H [musik] Ulah siapa yang bisa [musik] buatku

8:00 begini? Gila ini bahagia apa menderita [musik] langit lagi bagus-bagusnya. Tapi bagiku biasa saja dia buatku terkesima. menyapamu tak [musik] berani menciummu apalagi mata, pundak [musik] lutut kaki gementetku berdiri kalau sampai kumiliki tak mau ku tidur lagi. Alamat malam [musik] nanti kau pergi. Kalau ada sembilan nyawa, mauamu [musik] saja semuanya

8:47 ini dada isinya [musik] kamu semua. Amak inikah jatuh cinta? [musik] Apa kamu sayang? Apa khayalan cubit aku sekarang? [musik] Buat mabuk kepayang. Seketika pingsan mana nafas buatan? Can I see you for a minute? Boleh [musik] aku visit? See moment that pamit. Kalau memang naga-naganya kau [musik] berkenan ku berangkat sekarang. menyapamu tak berani menciummu apagi mata, pundak lutut kaki komentarku berdiri kalau sampai kumiliki

9:34 tak mau [musik] ku tidur lagi. Alamat malam nanti kau pergi. Kalau ada [musik] sembilan nyawa, mauamu saja [musik] semuanya ini dada isinya kamu semua inikah jatuh cinta naga-naganya ku telah jatuh cinta. [musik] Alama inah jatuh cinta C

10:28 [musik] H h h. Apalah arti cinta yang indah. Apalah arti cinta dan sayang. selalu terhalang masa lama tentang rasa percaya.

11:15 Hati yang kujaga [musik] selalu untuk dirimu yang mengeluh. [musik] Tentang pribadi yang selalu salah di [musik] pandanganmu sayang. Tapi [musik] ku tetap terus melangkah karena ku tak mau berpisah. Hilangkan [musik] semua curiga yang membuat kita terus [musik] berjara. Percayalah pada diriku. [musik] Ku kan selalu menjagamu hingga akhir hidupku. [musik]

12:01 Malam bantu aku kuluhkan dia. Bintang [musik] bantu aku untuk tenangkan dia dari rasa cemburu, dari rasa curiga. [musik] Karena hati ini kusimpan hanya untukmu. [musik] Tenangkan dirimu. Kau terlalu jauh [musik] sebenarnya aku tak seburuk itu.

12:48 Semua perjuanganku di belakang [musik] dirimu semata karena ku tak mampu hidup tanpam-mu. [musik] Tapi [musik] ku tetap terus melangkah karena ku tak mau berpisah. Hilangkan [musik] semua curiga yang membuat kita [musik] terus berjarak. Percayalah pada diriku. Ku kan selalu [musik] menjagamu.

13:41 [musik] bantu aku. [musik] Tuluhkan dia. Tuluhkan dia. Antang bantu [musik] aku untuk tenangkan dia dari [musik] rasa cemburu, dari rasa [musik] curiga. Karena hati ini kusimpan hanya [musik] untukmu. Tenangkan dirimu. [musik]

14:26 Kau terlalu jauh sebar sebenarnya [musik] aku diriku tak seburuk itu. [musik] Semua perjuanganku dibelakkan dirimu [musik] semata karena ku tak mampu hidup [musik] tanpau. Semua perjuanganku di belakang dirimu. Semata karena ku tak mampu hidup tanpam-mu.

15:16 Tak [musik] karena ku tak mampu hidup tanpamu. H [musik] Lihat kebunku penuh dengan [musik] bunga. Ada yang putih, ada yang merah.

16:03 Setiap hari kusiram [musik] semua. Mawar melati semuanya indah. [musik] Sungguh kelabu kulukis [musik] indah rupamu. Oh, sungguh layu [musik] harapanku kepada-Mu. Oh mengapa bunga di taman [musik] hatiku hanya satu? Oh menghilang

16:49 bunga kesayanganku [musik] diambil orang. [musik] Mekahlah selamanya di taman yang lain. Sungguh kelapu kini tamanku tanpamu. Jangan kau [musik] layu semestakan menjagamu. [musik]

17:35 Mengapa bunga di taman hatiku [musik] hanya satu? Oh menghilang bunga kesayanganku. Entah mengapa bila di taman [musik] hatiku tak berbunga, senanglah, bersenanglah bunga kesayanganku tumbuh bahagia. [musik]

18:21 H [musik]

19:09 Ku terbangun lagi. Di antara sepi [musik] hanya pikiran yang ramai. [musik] Mengutuki [musik] diri tak bisa kembali untuk mengubah halur [musik] kisah. Ketika mereka meminta [musik] ternyata [musik] rela tak semudah kata. [musik]

19:58 Tak perlu khawatir, [musik] ku hanya terluka. Terbiasa. pura-pura [musik] tertawa. Namun bolehkah sekali saja ku menangis [musik] sebelum kembali membohongi [musik] diri? [musik] Ketika kau lelah,

20:46 berhentilah dulu. Beri ruang, beri waktu. Mereka bilang, "Syukurilah [musik] saja. Padahal rela tak semudah kata. Tak perlu khawatir ku hanya terluka. [musik] Terbiasa terpura-pura [musik] tertawa.

21:31 Namun bolehkah sekali saja ku menangis sebelum kembali membohongi [musik] diri? [musik] H

22:32 Di setiap masa [musik] yang telah kelewati, menua bersama kisah tak terganti. Senja mulai membiru [musik] menunggu yang berlalu. Harup air mata menyela. Iringi [musik] rindunya. Jika kau merasa [musik] sepi, kembalilah ke tempatku menanti sebelum waktu menuntut mati. [musik]

23:26 [musik] beritahu aku cara [musik] melupakanmu seperti kau ajarkanu ku dewasa. [musik] Beritahu aku cara merelakan-Mu [musik] seperti kau ajarkan ku bahagia. [musik]

24:11 [musik] Biarkan [musik] ku menerapi jika kau takkan kan kembali [musik] dan yakinkanku bahwa kau telah temukan yang [musik] kau cari. Izinkan kuu membenci pada [musik] sang pengganti dan yakinkanku bahwa kau telah [musik] temukan yang kau

24:58 cari. Berahu [musik] aku cara melupakan-Mu seperti kau ajarkan [musik] dewasa. Beritahu aku [musik] cara merelakan-Mu. Seperti kau ajarkan [musik] bahagia. [musik] Tuhan

25:44 seperti kau [musik] ajarkan dewasa. Beritahu aku cara merelakanmu [musik] seperti kau ajarkanu untuk selalu [musik] sempurna. [musik]

26:39 dari [musik] sekian dan bintang cakrawala. Apa hanya kita saja yang bernyawa lahir? [musik] Kita semua tak berdaya. [musik] Lalu hidup kita mesti berupaya. dan dewasa [musik] terpaksa memiku raya. Banyak

27:25 yang [musik] aku tak akan tahu, yang kamu tak akan juga [musik] tahu jawabannya sejenak berhenti bertanya. [musik] Nikmati saja waktu yang kita punya. Nikmati saja [musik] waktuku yang kupunya. Musta [musik] hiluk pahamu. [musik] Tak sepenuhnya kau pun memahamiku. [musik]

28:10 Tak tahu mungkin memang [musik] n kita. Mungkin bila [musik] semua aku pahami, mungkin rasa ini tak menarik lagi. [musik] Yang aku tak akan tahu, yang kamu tak akan juga [musik] tahu jawabannya sejenak berhenti [musik] bertanya. Nikmati saja [musik] waktu yang kita

28:56 punya. Nikmati saja waktuku yang [musik] kupunya. [musik] Aku tak pernah tahu ke mana pergi jiwaku saat tidur [musik] tubuhku, hidup dan segala misterinya. [musik] Bolehkah ku terjang denganmu? [musik] Banyak yang aku tak akan tahu, yang kamu tak akan juga tahu [musik] jawabannya sejenak berhenti bertanya.

29:47 Nikmati [musik] saja waktu yang kita punya. Banyak yang [musik] aku tak akan tahu, yang kamu tak akan juga tahu [musik] jawabannya sejenak berhenti bertanya. Nikmati saja waktu yang kita punya. Nikmati [musik] saja waktuku yang kupunya. [musik] denganmu

30:36 [musik] Bilur makin terhampar dalam rangkuman asal. [musik] Kalimat hilang makna logika [musik] tak berdaya

31:26 di [musik] tepian [musik] hasrat terbungkamu sunyi. [musik] Entah aku pengecut, entah [musik] kau tidak peka. [musik] Ku mendambahkanmu, mendambahkanku. [musik] Bila kau butuh telinga tuk mendengar, bahu [musik] tuk bersandar, raga tuk berlindung. [musik] Pasti kau temukan aku di garis terdepan

32:15 bertepuk [musik] dengan sebelah tangan. Kau membuatku [musik] yakin malaikat [musik] tak selalu bersayang. Biar [musik] saja menanti tanpa batas, tanpa balas. Tetap [musik] menjelma cahaya di angkasa yang sulit tertampik [musik] dan sukar tergapai.

33:01 Bila [musik] kau butuh telinga untuk mendengar, bahu bersandar, raga [musik] tu berlindung. Akulah orang yang selalu ada untukmu. [musik] Meski hanya sebatas teman, pasti kau temukan aku [musik] di garis terdepan bertepuk dengan sebelah tangan. [musik]

33:47 Kau datang takkalah sinar senjaku [musik] telah redup dan pamit ketika purnamaku penuh setuhnya. [musik] Kau yang singgah takti tak sungguh. Kau yang [musik] singgah tapi tak sungguh. Kukira kau rumah. [musik] Nyatanya kau cuma aku sewa dari tubuh seorang perempuan [musik]

34:34 yang memintamu untuk pulang. Kau bukan rumah. [musik] Kau bukan rumah. Kau bukan rumah. [musik] Kau bukan rumah. [musik]

35:47 Kukira kau rumah [musik] nyatanya kau cuma aku sewa dari tubuh [musik] seorang perempuan yang memintamu untuk pulang. [musik] Kau bukan rumah. [musik] Kau bukan rumah. [musik] Kau bukan rumah. Kau bukan rumah.

36:34 [musik] Kau bukan rumah. Kau bukan [musik] rumah. Kau bukan rumah. [musik] Badai

37:21 tuan telah perl Lalu. Salahkahkah ku menuntut mesra? [musik] Tiap pagi menjelang kau di sampingku. Ku aman ada bersamaamu selamanya [musik] sampai kita tua

38:06 sampai jadi debu [musik] kudiliang yang Satuku di sebelah-Mu. [musik]

38:55 Badai buang salah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra? [musik] Tiap [musik] taufan menyerang kau di sampingku. [musik] Kau aman ada bersamaku selamya sampai kita tua

39:41 sampai jadi debu k [musik] diang yang satu. ku di sebelahmu. Hai [musik] [musik]

40:27 Suatu malam dan bercerita, hawanya [musik] tak lagi di jalur yang sama. Bacaan dan doa yang mulai [musik] berbeda. Ego dan air mata kita [musik] bicara. Kila [musik] tak masuk logika. termangu hatiku. [musik] Kau menggenggamku menadahnya.

41:19 [musik] Berdamai dengan apa yang terjadi, [musik] kunci dari semua masalah ini. Jujur [musik] tak mudah untuk melangkap pergi. [musik] Ini soal hati bukan yang diyakini. [musik] Oh gila tak masuk logika [musik] termangu. Kau [musik] menggenggamku menadanya

42:07 gilnya [musik] ini tak biasa. Kau [musik] terteegun hatiku. Kau menggenggamku [musik] menadanya. [musik] Jangan salahkan [musik] pahamku kini. tertuju. [musik] Oh, siapa yang tahu? Siapa yang mau? Kau di sana, aku [musik] di seberangmu.

42:56 Cerita kita [musik] suit cerna tak lagi sama cara berdoa. Cerita kita [musik] sulit diterkang tak lagi sama arah kiblatnya. Cerita [musik] kita suit terkaita [musik] kita suit ditah tak lagi sama arah kiblatnya.

43:43 [musik] tatkala mentari Terbenang di ufuk barat. Di saat itulah dingin rindu selimuti keindahan. Senyuman dari lesung [musik] pipi itu. Menikmati imaji bersamamu. Maka terimalah diriku.

44:30 Kita akan bahagia. Selamanya ku berjanji jadi suamimu [musik] dan ku akan memberikan yang terbaik untukmu. [musik] [musik] Ku sadar lirikku tak seindah lagu indie yang selalu kau [musik] dengar meracuni telingamu. Kupastikan ini bukan tentang senja dan larah.

45:17 Sahajamu warnai [musik] duniaku. Maka terimalah diriku [musik] kita. akan bahagia selamanya. [musik] Ku berjanji jadi suamimu dan ku akan memberikan [musik] yang terbaik untukmu. [musik] Maka terimalah diriku. [musik]

46:04 Kita akan bahagia selamanya. Ku berjanji jadi [musik] suamimu dan ku akan memberikan yang terbaik untukmu. [musik] terbaik untukmu. Oh. [musik]

47:00 Dari kejauhan tergambar cerita tentang kita. [musik] Terpisah jarak dan waktu. Ingin kuungkapkan [musik] rindu lewat kata indah. [musik] Tak cukup untuk dirimu. Sebab kau [musik] terlalu indah dari sekadar kata. Dunia berhenti [musik] sejenak menikmati indahmu. [musik]

47:47 Dan apabila tak bersamamu, kupastikan kujalani dunia. [musik] Tak seindah kemarin sederhana tertawamu sudah cukup [musik] lengkapi sempurnanya. hidup bersama-Mu. [musik] Oh, jika harului tanpa hawamu, [musik]

48:33 percuma senyumku dengan Dia. Dan apabila [musik] tak bersamamu, kupastikan kujalani [musik] dunia. Tak seindah kemarin, sederhana, tertawamu [musik] sudah cukup. Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu. [musik] Dan apabila tak bersamamu, kupastikan

49:19 kujalani dunia. [musik] Tak seindah kemarin, sederhana, tertawamu sudah [musik] cukup. lengkapi sempurnanya. hidup bersamu [musik] sebab kau terlalu indah [musik] dari sekadar kata

50:05 dunia berhenti sej Cak menikmati indah-Mu. [musik] mencintaimu seumur

50:52 hidupku [musik] selamanya setia menanti walau di hati [musik] saja seluruh hidupku selamanya [musik] kau tetap [musik] milikku.

51:38 Hanya [musik] satu yang tak mungkin kembali. [musik] Hanya satu yang tak pernah terjadi. [musik] Segalanya teramat berarti di hatiku. [musik] selamanya [musik]

52:48 mencinta-mu [musik] seumur hidupku selamanya. Kau [musik] tetap milikku. Hanya satu yang tak mungkin [musik] kembali. Hanya satu [musik] yang tak pernah terjadi. Segalanya [musik] teramat

53:34 berarti di hatiku [musik] selamnya. [musik] Hai,

54:20 masihkah [musik] luka itu ada di [musik] sana yang ku tinggalkan [musik] saat kita masih [musik] bersama. Kini waktu [musik] terasa berbeda tanpa hadirmu. [musik] Keras hati yang dulu [musik] bicara berujung pilu.

55:05 Andai ang ingin mengulang sebuah [musik] masa yang telah usang. Kan ku telah bumi hanya untukmu. [musik] Terima bunga maafku [musik] layu termakan egoku. Meski ku tahu tak bisa. Oh. Mungkinkah [musik] ada rindu di [musik] balik benci itu yang perlahan [musik] menghilang saat nyamanku tak lagi kau

55:55 butuh. Kini waktu terasa berbeda tanpa [musik] hadirmu. [musik] Keras hati yang dulu bicara berujung [musik] pilu. Andai ang ingin [musik] mengulang sebuah masa yang telah usang, kan ku telah [musik] bumi hanya untukmu. Terima bunga maafku layu termakan [musik] egoku.

56:41 Meski ku tahu tak bisa. [musik] Andai ingin mengulang semua masa [musik] yang telah hilang, kan ku telah bumi hanya [musik] untukmu. Terima bunga maafku [musik] layu terakan egoku. Meski ku tahu meski ku tahu ku tak [musik] akan bisa.

57:41 [musik] Mungkinkah, mungkinkah kau mampir hari ini? Bila [musik] tidak mirip kau?

58:28 Jadilah bunga matahari yang tiba-tiba [musik] mekar di taman. Meski bicara dengan bahasa tumbuhan, [musik] ceritakan padaku bagaimana tempat [musik] tinggalmu yang baru. Adakah [musik] sungai-sungai itu benar-benar dilintasi dengan air susu? [musik] juga badanmu tak sakit-sakit lagi. Kau dan [musik] orang-orang di sana muda lagi. Semua pertanyaan

59:17 temukan [musik] jawaban. Hati yang gembira sering [musik] kau tertawa. Benarkah orang bilang ia memang suka bercanda? [musik] Mungkinkah mungkinkah mungkinkah [musik] kau mampir hari ini? Bila tidak mirip [musik] kau, jadilah bunga matahari [musik] yang tiba-tiba mekar di taman. Meski [musik] bicara dengan bahasa

1:00:04 tumbuhan kuceritakan padamu [musik] bagaimana hidupku tanpamu. [musik] Kangennya masih ada di setiap waktu. Kadang aku menangis bila [musik] aku perlu, tapi aku sekarang sudah lebih lucu. [musik] Jadilah menyenangkan seperti katamu. Jalani hidup [musik] dengan penuh sukacita dan percaya kau ada di [musik] hatiku

1:00:50 selamanya. Mungkinkah Mungkinkah? Mungkinkah Mungkinkah? [musik] Inikah

1:01:36 kisah cinta yang aku sesali? Kini [musik] kau tinggal. diriku. Ku tahu ini semua kesalahanku [musik] yang selalu membuatmu terluka. Maafkanlah sayangku. Dengarkan janjiku [musik] selama jantung ini berdetak. Ku akan selalu [musik] menjagau

1:02:24 hingga akhir waktu. Selama nafas ini berhembus. [musik] Tak akan ada cinta [musik] yang lain hingga tua bersama. [musik] Ku mohon kembalilah dalam pelukanku. [musik] Lihatlah diriku

1:03:11 tanpamu. Maafkanlah [musik] sayangku. Dengarkan janjiku. Selama [musik] jantung ini berdekat, [musik] ku akan selalu menjaga hingga akhir waktu. Selama nafas [musik] ini berhembus, tak akan ada cinta yang lain [musik] hingga tua bersama. Hati ini [musik]

1:03:56 takkan mungkin tanpa cintamu yang begitu tulus [musik] mencintaiku. jantung ini bergetar. [musik] Aku akan selalu menjaga [musik] hingga akhir waktu. Selama nafas [musik] ini berhembus. Tak akan ada cinta [musik] yang lain

1:04:44 hingga tua bersama. [musik] Ku akan selalu menjagamu hingga akhir waktu. Ku menemukanmu [musik] saat ku terjebak di situasi [musik]

1:05:31 yang membuatku resah. Kau merangkulku. [musik] Di saat yang lain menindasku, [musik] ingin rasanya aku selalu bersamamu. [musik] Tapi mengapa tiba-tiba seakan kau [musik] pergi melepas rangkulanmu dan berhenti [musik] melindungiku tanpa sebah.

1:06:18 Mungkin alam [musik] semesta tak menerimanya. [musik] Dan waktu tak memberi kesempatannya. Tapi setidaknya kau telah [musik] merubahku dari resah menjadi luka. [musik] Ku menemukanmu [musik] saat ku terjatuh [musik]

1:07:03 ke dalam ruang yang penuh k. [musik] Kau melindungiku di saat yang lain menyerangku. [musik] Ingin rasanya aku [musik] melihatmu di setiap langkahku. Tapi mengapa tiba-tiba [musik] seakan kau pergi [musik] melepas rangkulanmu dan berhenti [musik] melindungiku tanpa sebab.

1:07:54 Mungkin alam semesta tak menerimanya. [musik] Dan waktu tak memberi kesempatannya. [musik] Tapi setidaknya kau telah merubahku [musik] dari resah menjadi luka. [musik]

1:08:42 Ada bahagia yang belum kita [musik] rasa setelah bersama. Usahakan semua [musik] kira-kira kapan waktunya tiba. Segala [musik] upaya apapun kita coba [musik] dan tak pernah lelah. Kuserahkan padanya sang pencipta. [musik] Dengarlah

1:09:27 doa kita berdua. [musik] Jika tidak hari ini, mungkin minggu depan. Jika [musik] tidak minggu ini, mungkin bulan depan. Jika tidak bulan [musik] ini, mungkin tahun depan. Segala harapan kan datang yang kita impikan. Janganlah [musik] menyerah dulu, waktu masih panjang. [musik] Ingat doa kita selalu yang tak pernah

1:10:13 usang. [musik] Kita usahakan lagi sayang. Yakin waktunya [musik] datang. Jika [musik] tidak hari ini, mungkin minggu depan. Jika tidak minggu ini, [musik] mungkin bulan depan. Jika tidak bulan ini, mungkin tahun [musik] depan. Segala harapan kan datang [musik] yang kita impikan. Janganlah menyerah dulu, waktu masih

1:11:01 panjang. [musik] Ingat doa kita selalu [musik] yang tak pernah usang. Kita usahakan lagi [musik] sayang. Yakin waktunya kan datang. [musik] Kita usahakan lagi sayang. Yakin [musik] waktunya kan datang.

1:11:49 [musik] Masa ini datang lagi. Namamu [musik] belum juga pergi dari hati. Rintik kembali. membasahi bibi sebab bayangmu [musik] masih di sini. Kukira hanya sekali ku [musik] dihantui kenangan indah memori. Luka [musik] yang kau gores membekas.

1:12:40 Namun ku [musik] masih ingin kau kembali. Dulu [musik] kukira ku akan kuat. Kini [musik] aku hilang akal sehat. Kau kan selalu jadi yang kuunggu [musik] sampai nanti saat masa sepi tak lagi mau menghampiri. [musik] Kukira hanya [musik] sekali.

1:13:29 Ku dihantui kenangan indah [musik] memori. Luka yang kau guris membekas abadi. [musik] Namun aku masih ingin kau kembali. [musik] Dulu kukir ku akan kuat. Kini [musik] aku hilang. Dengar kau sehat, kau kan [musik] selalu jadi yang ku tunggu sampai nanti saat masa sepi [musik] tak lagi mau menghampiri.

1:14:33 [musik] Aku ingin jadi teman nyamanmu. Tempat kau hilangkan [musik] keluk kesahmu. Tak berbincang, tak karuan, tanpa beban, dan juga khayalan tentang masa depan. Ku [musik] tak ingin cepat berlalu. Berlalu. [musik] Waktu yang kupunya denganmu. Kita berdansa dan tertawa [musik] gandeng tangan.

1:15:20 Semoga bergemah sampai [musik] selamanya. Dunia pasti ada akhirnya. [musik] Bintang-bintang pun ada umurnya. Maka tenang saja kita di sini berdua. [musik] Nikmati sementara yang ada. [musik]

1:16:06 Bersandar padaku, [musik] taruh di bahuku. Relakan semua bebas [musik] semaumu. Percayalah ini sayang terlewatkan. [musik] Terlewatkan. Kusampaikan dalam nyanyian bergemar sampai selamanya. [musik] Dunia pasti ada akhirnya. [musik] Bintang-bintang pun ada umurnya. Maka [musik] tenang saja kita di sini berdua. [musik]

1:16:54 Nikmati sementara yang ada. Dunia pasti [musik] ada akhirnya. Bintang-bintang [musik] pun ada umurnya. Maka [musik] tenang saja kita di sini. berdua. [musik] Nikmati sementara yang ada. [musik]

1:17:42 Semoga [musik] bergemar selamanya. menghitung [musik] hari detik demi Detik menunggu itu kan menjemukan. [musik]

1:18:27 Tapi kuabar menanti jawabmu. Jawab [musik] cintamu. Jangan kau beri [musik] harapan padaku seperti ingin tapi [musik] tak ingin. Yang aku minta tulus hatimu bukan [musik] pura-pura. Jangan [musik]

1:19:12 pergi dari cintaku. [musik] Biar saja tetap denganku. [musik] Biar semua tahu adanya. dirimu memang [musik] punyaku. [musik]

1:20:27 Jangan [musik] pergi dari cintaku. Biar saja tetap denganku. [musik] Biar semua tahu adanya. Dirimu memang punyaku. [musik] Belum pernah ku [musik] jatuh cinta. sekeras ini seperti [musik] padaMu. Jangan kau sakiti

1:21:15 [musik] hati ini bila tak bisa dapatkan engkau. [musik] Jangan kau sakiti hati ini. Ku tak pernah ikat [musik] rambutku lagi semenjak kau bilang rambutku indah bila [musik] terurai panjang. Baju hitamku tak pernah kusentuh lagi. [musik] Sejak hari itu kau bilang warna

1:22:00 gelap membosankan. Kubaca [musik] tuntas semua buku yang paling kau suka. Mungkin suatu saat kau anggapku [musik] cerdas. Tak kuiraukan kata mereka [musik] ini berlebihan. Untukmu ap pun akan kulakukan [musik] ingin sempurna di matamu. [musik] Hanya itu yang aku [musik] mau. Namun tampaknya sempurna tak cukup

1:22:46 [musik] bagimu. [musik] 11.000 km [musik] kuempuh sendirian. Bawa peluku yang ternyata [musik] tak kau rindukan. 36.000 Ibu kaki di atas laut ku tahan. Kau [musik] tahu benar ku takut ketinggian ingin sempurna [musik] di matamu. Hanya itu yang [musik] aku mau. Namun tampaknya [musik]

1:23:33 sempurna tak cukup bila ternyata aku bukan yang kau perlu. [musik] Kubatalkan setiap janji hanya karena takut tiba-tiba [musik] kau butuh aku di sisiMu. [musik] Ingin sempurna di matamu. Hanya itu yang aku mau. Namun tampaknya sempurna [musik] tak cukup bagimu. H

1:24:20 ingin sempurna di matamu. [musik] Ingin kau lihat aku lebih jauh. [musik] Ingin kau tahu. [musik] Tiada yang sayangimu lebih dari aku. Ah [musik]

1:25:08 kalah mata telah menghuskan arti [musik] pulang jadi hal yang berarti [musik] dan ku harus melepas-mu [musik] dengan [musik] sederhana Di tengah [musik] keempitannya perayaan [musik] rasa.

1:25:54 [musik] Bila waktunya [musik] langit memanggilmu, pulang wahai mentari. [musik] Jangan kau risau semesta bersamamu. [musik] Biarkan rebah pada tangisku. [musik] Raga rasa kita yang lalu melepas [musik] itu caraku

1:26:41 mencintaimu [musik] masih nyala dalam [musik] dekatku Semua asa yang [musik] kita rengkuh dan tertati. Dia mencari hatimu [musik] dengan lembut. Retahkan semua [musik] yang kau mau dan [musik] rayakan

1:27:29 mati rasa. Bila waktunya [musik] langit memanggilmu, pulang [musik] wahai mentari. Jangan kau [musik] risau semesta bersamamu. [musik] Biarkan rebah pada tangisku. Raga rasa kita yang [musik] lu

1:28:15 melepas itu caraku mencintaimu. [musik] Ambun di pagi [musik] buta

1:29:02 menebarkan bau basa. Detik demi [musik] detik kuhitung. Inikah saat ku pergi? [musik] [musik] Oh Tuhanku cinta dia. Berikanlah [musik] aku hidup. Takkan kusakiti [musik] dia. Hukum aku bila terjadi aku tak mudah untuk [musik] mencintai.

1:29:50 Aku tak mudah mengaku kucinta. Aku tak [musik] mudah mengatakan aku jatuh cinta. Senandungku [musik] hanya untuk cinta. Tiradaku hanya untuk engkau. Tiada dusta. [musik] Sumpah ku cinta sampai ku menutup mata. [musik] Cintaku sampai ku menutup

1:30:36 mata. Oh Tuhanku cinta dia. Berikanlah aku hidup. Takkan kusakiti [musik] dia. Hukum aku bila terjadi [musik] aku tak mudah untuk mencintai. Aku tak mudah mengaku [musik] ku cinta.

1:31:21 Aku tak mudah mengatakan [musik] aku jatuh cinta. Senandungku hanya untuk cinta. Tidakkan [musik] hanya untuk engkau. Tiada dusta. Sumpah ku cinta sampai ku [musik] menutup mata. Cintaku [musik] sampai ku menutup matamu. [musik]

1:32:33 Belum ada satu bulan. [musik] Kuyakin masih ada sisa wangiku di bajumu. Namun kau tampak baik saja, bahkan senyummu lebih lepas. Sedang [musik] aku di sini hampir gila, [musik] kita tak temukan jalan. Sepakat [musik] akiri setelah beribu debat panjang. Namun kau [musik] tampak baik saja.

1:33:18 Bahkan senyummu lebih lepas. Sedang aku [musik] di sini belum terima. Buka tangismu [musik] sore itu di peluku. Nyatanya pergiku [musik] pun tak lagi mengganggumu. Apa sudah ada [musik] kabar lain yang kau tunggu? Sudah adakah yang [musik] gantikanku? Yang khawatirkanmu setiap waktu. [musik] yang cerita tentang apun sampai hal-hal

1:34:04 tak [musik] perlu. Kalau bisa jangan buru-buru. Kalau bisa jangan ada dulu. [musik] Baru lewat [musik] satu bulan. Kemarin ulang tahunku [musik] tak ada pesan darimu. Tak apa mungkin kau lupa [musik] atau sudah ada hati yang harus kau jaga.

1:34:52 Sudah adakah yang [musik] gantikanku? Yang kau antar [musik] jemput setiap Sabtu yang selalu [musik] ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu. Kalau bisa jangan [musik] buru-buru. Sudah [musik] adakah yang gantikanku? yang khawatirkanmu [musik] setiap waktu. Yang cerita tentang apun [musik] sampai hal-hal tak perlu. Kalau bisa jangan buru-buru. [musik]

1:35:40 Kalau bisa jangan [musik] jatuh bangun dan berdarah-darah terbawa arus tak tentu arah

1:36:30 Tuhan benarkah kau mendengarku [musik] ke mana pergi doa Doaku ingin menyerah. [musik] Namun hati kecilku terus berbisik. [musik] Bertahanlah. [musik] Ingat kau sudah sampai sejauh [musik] ini.

1:37:19 Rela, relakanlah. [musik] yang bukan untukmu, bukanlah untukmu. [musik] Tenang, tenangkanlah. [musik] yang harus terjadi pastilah [musik] terjadi. Mungkin belum saatnya, bahkan [musik] selepas badai terbitlah pelangit. [musik]

1:38:06 Akan tiba masanya [musik] segala yang kau ingini akan [musik] teramini. [musik] Oh. [musik] Relakan yang bukan

1:38:52 untuk-Mu. [musik] [musik] Rela, relakanlah. yang bukan [musik] untukmu, bukanlah untukmu. Tenang [musik] tenangkanlah. [musik] yang harus terjadi pastilah terjadi. [musik] Mungkin belum saatnya, bahkan selepas badai

1:39:37 terbitlah [musik] pelangit. Akan tiba [musik] masanya segala yang kau ingini akan terami. [musik] Akan tiba masanya segala yang kau ingini akan [musik] teramini.

1:40:26 Sekedar berandai [musik] menetapi diri ini berpencar pergi [musik] untuk mencari apa yang lama dicari. [musik] Pergi tanpa pamri, pergi tanpa [musik] pamit akan ke sana kemari [musik] tanpa arah serta ratusan makian. Kembali pulang untuk [musik] menangi. Banyaknya luka yang berantakan. Peluk hangat [musik] sikap sembuhkan.

1:41:13 Kembali pulang [musik] bersama terang menghiasi diri [musik] merayakan genggaman tangan yang masih ada. [musik] Kembali pulang untuk [musik] menenangi banyaknya luka yang berantakan peluk [musik] hangat sikap tuk sembuhkan

1:42:02 kembali. Pulang [musik] bersama terang [musik] menghiasi diri merayakan genggaman [musik] tangan yang masih ada. [musik] Kembali pulang untuk [musik] menenangi. Banyaknya luka yang berantakan.

1:42:49 Peluk [musik] hangat sikap sembuhkan. Kembali pulang [musik] bersama terang menghiasi [musik] diri merayakan genggaman tangan yang masih ada. [musik]

1:43:42 H gambaran kita suatu hari nanti setelah sekian lama kita jalani lewati masa-masa yang berarti. Kini [musik] ku sudah yakin pada satu hati [musik] yang kurasa tepat untuk temani. Sekarang hingga aku tua nanti. [musik] Ingin punya rumah untuk tempat

1:44:29 bermesrah. [musik] Kau dipanggil ibu sementara aku ayah. Bertukar cerita [musik] di ruang keluarga. Percengkerraman menimang buah hati [musik] kita. sederhana [musik] bahagia ini lengkap sudah sama-sama hingga nanti [musik] kita tutup mata

1:45:21 [musik] Ingin punya rumah untuk tempat bermesra. Kau [musik] dipanggil ibu sementara aku ayah. Bertukar [musik] cerita hingga lelap mata. Lalu datang pagi kau [musik] memasak ku bekerja sederhana. Bahagia [musik] ini lengkap sudah

1:46:07 sama-sama hingga nanti ajal [musik] kita tiba. Semoga saja [musik] niat baik kan terwujud segera. Asal kita [musik] percaya [musik] dia maha segalanya. Jangan dulu lelah, yakin semua indah. Pejamkanlah mata padanya kita berserah.

1:46:53 Ah.

Share

Ringkasan Video YouTube