Langkah Pertama Jadi Miliarder

Leon Hartono www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tujuh instrumen investasi terbaik untuk pemula dengan modal kecil, mulai dari yang risikonya rendah hingga tinggi. Prioritas utama adalah melunasi utang sebelum berinvestasi. Berikut poin-poin pentingnya:

  • Reksadana Pasar Uang (RDPU) & Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT): Investasi aman dengan return stabil.
  • Cryptocurrency (Bitcoin, Ethereum, Solana): Return tinggi, risiko tinggi, perlu pemahaman mendalam.
  • Bank Digital: Bunga menarik, perhatikan jaminan LPS.
  • Saham Perbankan Indonesia & Saham AS (ETF SPY, QQQ): Stabil, potensi dividen, diversifikasi global.
  • Emas: Aset safe haven, performa stabil jangka panjang.
  • Bshare: Investasi kolektif di bisnis, akses ke informasi keuangan.

Prioritas Utama: Lunasi Utang

Sebelum memulai investasi, prioritas utama adalah melunasi utang, terutama utang dengan bunga tinggi seperti kartu kredit (sekitar 21% per tahun) atau pinjaman online (sekitar 35% per tahun). Melunasi utang sama dengan mendapatkan return 21-35% yang pasti, karena uang tersebut tidak akan terbuang untuk membayar bunga. Hindari berutang untuk hal konsumtif seperti membeli iPhone Pro Max.

Reksadana Pasar Uang (RDPU) dan Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksadana adalah pilihan investasi yang relatif aman untuk pemula. RDPU memberikan return sekitar 4-5% per tahun dengan investasi 100% pada instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi jangka pendek. RDPT memberikan return sekitar 6-7% per tahun dengan minimal 80% investasi pada obligasi pemerintah atau korporasi. Penting untuk memahami isi reksadana yang dipilih, misalnya obligasi pemerintah (risiko lebih rendah) atau obligasi korporasi (risiko lebih tinggi). Manfaatkan promo dari platform seperti Makmur untuk mendapatkan alpha (return lebih tinggi). Diversifikasi investasi RDPU dan RDPT untuk mengurangi risiko.

Cryptocurrency: Bitcoin, Ethereum, dan Solana

Cryptocurrency menawarkan potensi return yang tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi. Bitcoin memiliki karakteristik mirip emas (pasokan terbatas, diterima global, desentralisasi), tetapi lebih volatil karena usianya yang relatif muda. Ethereum dan Solana bisa dipertimbangkan untuk diversifikasi, tetapi perlu dipelajari secara detail. Return tahunan Bitcoin sekitar 50%, Ethereum sekitar 70%, dan Solana sekitar 200% (sejak 2020), tetapi harganya sangat fluktuatif. Gunakan platform seperti Toko Crypto dan manfaatkan fitur pairing dengan USDT untuk mendapatkan spread yang lebih kecil. Aktifkan TKO Deduction untuk mendapatkan diskon trading fee.

Bank Digital: Bunga Tinggi, Perhatikan Jaminan LPS

Bank digital menawarkan bunga yang menarik dari tabungan dan deposito, tetapi perlu diperhatikan apakah dana tersebut dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jika bunga yang ditawarkan melebihi 4,25%, dana nasabah tidak dijamin oleh LPS. Beberapa pilihan bank digital antara lain Krom (6% bunga tabungan, 7-8,75% deposito fleksibel), Superbank (6% bunga tabungan, 7,5% deposito), dan Bank Neo Commerce (4,25% bunga tabungan, 6-8% deposito).

Saham Perbankan Indonesia

Saham perbankan di Indonesia relatif stabil dibandingkan saham sektor lain. Bank besar seperti BCA dan Mandiri memiliki kinerja yang baik selama bertahun-tahun dan rajin membagikan dividen. Return tahunan BCA sekitar 14-29% dengan dividen yield 1,5-2,5%, sedangkan Bank Mandiri memiliki dividen yield 4-5%.

Saham AS: ETF SPY dan QQQ

Investasi pada indeks saham AS melalui ETF (Exchange Traded Fund) seperti SPY (S&P 500) dan QQQ (Nasdaq 100) adalah cara yang baik untuk mendapatkan eksposur ke pasar global tanpa perlu memilih saham satu per satu. SPY berisi 500 perusahaan terbesar di Amerika, sedangkan QQQ fokus pada perusahaan teknologi. Return tahunan SPY sekitar 8,4% dan QQQ sekitar 14% (dalam 20 tahun terakhir), ditambah potensi penguatan US Dollar.

Emas: Aset Safe Haven

Emas sering dianggap membosankan, tetapi merupakan aset safe haven yang baik saat pasar tidak stabil. Return tahunan emas dalam 5 tahun terakhir sekitar 14%, 10 tahun terakhir sekitar 10%, dan 20 tahun terakhir sekitar 13%. Beli emas secara rutin (dollar-cost averaging) dan manfaatkan platform digital untuk membeli emas mulai dari nominal kecil.

Bshare: Investasi Kolektif di Bisnis

Bshare adalah platform untuk investasi kolektif di bisnis. Dengan modal kecil (misalnya Rp100.000), investor dapat mengakses informasi keuangan (profit and loss) dari bisnis yang diinvestasikan, seperti Sour Sally dan Menantea. Ini memberikan kesempatan untuk mempelajari prospek bisnis dan melakukan benchmarking.

Kesimpulan

Tidak ada investasi yang tanpa risiko. Pahami setiap instrumen sebelum berinvestasi, mulai dari kecil, dan bangun mental sebagai investor jangka panjang, bukan spekulator. Disiplin dan konsisten adalah kunci kesuksesan dalam investasi.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Kalau misalnya lu baru memulai investasi tapi ngerasa modalnya itu kekecilan, takut rugi atau belum ada ilmunya, gua bakalan sharing tujuh instrumen investasi terbaik yang bisa kalian beli dengan modal Rp100.000-an. Gua bakalan mulai dari yang return-nya itu kecil tapi stabil yang high return, tapi bisa bikin kalian jantungan. Dan gua bakalan bahas tips unik supaya kalian bisa maksimalin Cuan di setiap instrumen. Let's go. [Musik] Ada tujuh instrumen investasi yang gua bakalan bahas. Tapi sebelum itu, ada satu hal terpenting yang wajib kalian lakukan. Dan prioritas ini lebih tinggi lagi daripada prioritas investasi, yaitu

0:45 bayar utang. Kenapa bayar utang itu lebih tinggi prioritasnya dibandingkan investasi? Soalnya bunga salah satu payat terbesar di Indonesia itu 2,95% per bulan. Kalau misalnya di jarin setahun itu 35an%. Kalau misalnya kartu kredit bunganya itu 1,75% per bulan alias tahun itu 21%. Jadi gara-gara kalian itu bakal keluarin uang buat bayar bunga, kalian bisa ngelihat utang itu sama aja kayak duit yang otomatis lenyap 21 sampai 35% per tahun. Atau sebaliknya kalau misalnya kalian bayar utang ini sama aja kayak misalnya kalian tuh cuan 21 sampai 35% per tahun. Dan ini super tinggi ya, soalnya ini uang yang kalian pasti harus keluarin bukan kayak krypto atau saham

1:32 yang return-nya itu enggak pasti. Makanya menurut gua jangan sok-sokan investasi kalau misalnya masalah utang pinjol atau kartu kredit itu belum kalian beresin. Fokus dulu lunasin utang baru habis itu kalian mulai investasi. Atau lebih baik lagi, jangan ngutang pakai bunga 20 sampai 35% buat beli iPhone Pro Max. Lalu kalian pikir itu keren karena menurut gua itu kebodohan. Langsung aja kita masuk ke investasi pertama. Ini quick disclaimer dulu ya. Ini bukan financial advice. Setiap orang kondisi keuangannya itu berbeda-beda. Jadi ini purely untuk kepentingan edukasi. Dan semua angka return di video ini berdasarkan sejarah ya. Dan yang pasti belum tentu di masa depan performanya itu bakal sama perchase. Gua

2:18 mulai dulu pakai yang relatif aman dan aplikasi yang gua udah pakai hampir 2 tahun yaitu Makmur. Makmur ini aplikasi untuk beli Rexada dan walaupun di dalam itu ada enam tipe reksada dan gua cuman bisa rekomen dua tipe untuk para-para pemula. Yang pertama itu adalah reksadana pasar uang alias RDPU. RDPU ini sejarahnya bisa memberikan return sampai dengan 4 atau 5% per tahun. Dan isinya RDPU ini 100% instrumen pasar uang kayak deposito sertifikat Bank Indonesia atau obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Yang kedua itu reksa dana pendapatan tetap alias RDPT. RDPT ini sejarahnya bisa memberikan return sampai dengan 6 atau 7% dan isi RDPT ini harus minimal 80%

3:07 itu diutang alias obligasi pemerintah atau korporasi. Kalau dari sisi spektrum RDPU ini gua taruh di kategori yang low risk dan low return. Dan RDPT ini yang resikonya itu sedikit lebih tinggi dan return-nya itu juga relatif lebih tinggi. Walaupun dua-duanya ini kelihatan aman, ini tips yang wajib lu terapin. Enggak cuman di Rexada Dana aja. Tapi buat semua investasi, lu harus benar-benar paham apa isi dari investasi itu. Ini gua contohin aja buat cari tahu isi reksadana itu gimana caranya. Ini gua highlight dua ya. Reksadana pendapatan tetap yang isinya itu utang pemerintah sama yang isinya itu utang korporasi. Kalau misalnya kalian lihat bahana ABF Indonesia Bond index Fund, isinya itu FR0056,

3:54 FR0068, dan FR0082. Ini itu semuanya obligasi negara Indonesia seri fixed rate alias utang pemerintah. Jadi bisa dibilang ini tuh hampir enggak mungkin bisa bangkrut ya. Supaya instrumen yang isinya ini FR bangkrut, artinya negara itu harus bangkrut dulu. Indonesia itu enggak bisa bayar utang baru FR-nya ini gagal bayar. Ini berbeda ya kayak misalnya di Trimega Fixed Income Plan Syariah yang isinya itu ada sukuk swasta kayak sukuk Indah Kiat P and Paper, sukuk Metco yang walaupun ini adalah perusahaan yang bisa tergolong relatif aman dan besar tentu Kans gagal bayarnya ini lebih tinggi dibandingkan negara Indonesia yang gagal bayar. Jadi perbedaan pertama itu dari

4:40 sisi resiko. Perbedaan yang kedua, harganya ABF Indonesia Bond index Fund ini berfluktuasi ya, beda sama triegah fixed income plan syariah. Secara general biasanya yang isinya obligasi pemerintah ini lebih berfluktuasi harganya soalnya lebih sering diperdagangkan, bisa dijual beli sehari-hari dan emang efir itu lebih liquid di pasar secondary. Beda sama obligasi atau sukuk swasta yang lebih ada kecenderungan untuk beli lalu di-hold dan enggak dijual-jual sampai udah jatuh tempo. Makanya harganya itu lebih stabil. Tips selanjutnya biar lu bisa lebih cuan, lu harus tahu yang namanya itu alpha. Kalau misalnya kita balik ke spektrum ini, Alpha itu ada di atas garis. Intinya kalian mau cari yang

5:27 cuannya itu lebih tinggi atau yang resikonya itu lebih rendah atau kalau misalnya bisa yang paling perfect itu dua-duanya. Udah lebih cuan resikonya lebih rendah pula. Nah, apa alpha dari reks dana? Menurut gua ini lumayan simpel ya. Intinya kita mau gimana caranya kita bisa dapetin barang yang sama tapi lebih coan atau gimana caranya kita bisa dapetin reksa dana yang sama tapi return-nya itu lebih tinggi. Salah satu caranya adalah dengan promo makmur ini ngasih ekstra 3% untuk user baru atau 1 sampai 2% untuk existing user. Jadi bayangin kalau setahun lalu lu masukin di Shalendra pendapatan tetap premium dan dapat 7,52% di tempat lain. Di Makmur lu bisa dapat 10,52%. Kalau misalnya tahun lalu lu masukin di

6:14 trimegah fixed income plan syariah dan dapat 7% di Makmur lu bisa dapat 10%. Kenaikan 3% ini kalian jangan anggap remeh ya. Apalah artinya 3%. Menurut gua ini peningkatan yang sangat signifikan. Soalnya ini dari 7% ke 10an% menaikkan cuannya ini 40-an% dibandingin kalian gak pakai promo. Dan buat instrumen yang sejarahnya ini naik lumayan stabil dan kategori yang relatif low risk bisa dapetin 10% dalam 1 tahun terakhir ini bisa jadi lumayan attra. Buat mitigasi resiko, gua saranin jangan beli satu instrumen. Walaupun RDPU dan RDPT ini teorinya udah diversifikasi ke berbagai instrumen-instrumen lainnya, enggak ada alasan untuk tidak diversifikasi RDPU

7:01 dan RDPT-nya. Soalnya performance mereka ini kan relatif enggak jauh beda. Kalau misalnya ada cara untuk ngurangin resiko secara gratis tanpa ada dampak terhadap return, kenapa kita masih all in? Nah, kalau tadi yang paling aman, gua mau langsung bahas ke ujung spektrum yang resikonya itu tinggi, yaitu cryptocurrency. Buat para pemula, menurut gua yang paling masuk akal itu mulai dengan Bitcoin. Bitcoin ini memiliki karakteristik yang mirip sama emas. Supply-nya itu terbatas, diterima oleh pasar global, decentralized alias enggak dikontrol sama pihak manapun. Enggak kayak mata uang Fiat yang bisa nge-print duit berlebihan dan ngurangin value dari mata uangnya itu sendiri. Lalu Bitcoin itu juga secure. Soalnya networknya

7:48 Bitcoin itu belum pernah ke-CK sekalipun dalam 15 tahun terakhir. Tapi yang kalian harus note walaupun Bitcoin dan gold ini memiliki karakteristik yang mirip, Bitcoin ini masih relatif muda. Baru lahir 10 tahun yang lalu, sedangkan gold ini udah dipakai sejak ribuan tahun yang lalu. Implikasinya, Bitcoin ini masih tergolong investasi yang volatil dan juga berisiko. Sedangkan emas ini yang relatif lebih stabil. Nah, tapi kalau misalnya crypto lainnya resikonya ini jauh lebih tinggi lagi daripada Bitcoin. Mungkin kalau misalnya kalian emang mau explore-eksplore dan mau coba-coba, kalian bisa pertimbangin Ethereum atau Solana. Tapi ingat, kalian harus pelajarin detailnya termasuk tesis

8:33 cuan dan juga risiko-resikonya. Tapi kalau misalnya dari segi return cuan 3 ini, Bitcoin, Ethereum, dan Solana ini emang lumayan tinggi ya 5 tahun terakhir. Return tahunan Bitcoin itu sekitar 50%-an. Ethereum itu sekitar 70-an% dan sejak dirilis tahun 2020 return tahunan Solana ini 200-an% harganya. Tapi ini sangat-sangat volatile ya, naik dan turun. Jadi kalau misalnya jantung kalian itu gak kuat buat lihat uang kalian berkurang setengah atau lebih, mending kalian jangan invest di crypto. Dan ini success story tiga crypto yang nembus top five ya di luar dari BNB dan juga USDT. Di sisi lain banyak altcoin yang nyungsep dan duitnya itu hilang 100%. Nah, tapi

9:18 kalau misalnya kalian udah milih mau beli crypto yang mana, gua mau jelasin kungfu salah satu aplikasi yang paling populer di Indonesia yaitu Toko Crypto. Kungfu ini gua yakin banyak dari kalian yang belum tahu ya dan ini seputar pairing cryptocurrency di toko crypto dengan USDT yang jarang ada di aplikasi lain. Intinya kalau misalnya di mayoritas aplikasi lain gua belinya itu langsung dari rupiah ke Bitcoin di toko crypto, gua ini bisa punya opsi untuk beli dari rupiah ke USDT lalu dari USDT ke Bitcoin. Rahasianya itu di sini ada benefit yang jelas soalnya spread USDT itu kecil banget antara bit dan ask. Soalnya yang jual beli Bitcoin pakai USDT itu market global. Sedangkan yang beli Bitcoin pakai IDR ini cuman orang

10:05 Indonesia aja. Ini kalian lihat sendiri kalau misalnya di rupiah bit dan ask-nya itu spread-nya bisa sampai 10-an juta alias 600-an dolar lebih per bitcoin. Tapi kalau misalnya kita beli Bitcoin pakai USDT, selisihnya antara bat dan ask itu cuman 1 sen. Ini menunjukkan bahwa spread di pasar global ini emang jauh lebih kompetitif dibandingkan pasar lokal. Emang benar kalau misalnya kita beli lewat USDT ada minusnya juga. Minusnya itu kita perlu transaksi dua kali dan kita juga kena margin saat beli USDP pakai rupiah. Contohnya di sini kalian bisa lihat juga ada selisih antara bit dan ask. Artinya kita ini kena biaya transaksi dua kali bukan cuman sekali. Nah, tapi dengan

10:51 kelebihannya bit dan ask yang tipis dan kekurangannya transaksi dua kali. Intinya buat kita mana yang lebih cuan? pakai rupiah langsung beli Bitcoin atau pakai rupiah beli USDT dulu baru kita beli Bitcoin. Daripada banyak berteori gua let signence do the work. Gua buktiin aja pakai eksperimen Rp0 juta. Gua masukin Rp juta ke dua akun toko crypto. Di akun yang pertama gua beli dari rupiah ke Bitcoin dua kali dan gua beli rupiah ke Etherium dua kali lagi. Semuanya itu R5 juta per transaksi. Jadi totalnya itu Rp20 juta. Lalu setelah gua beli, gua jual lagi Bitcoin dua kali dan gua jual Ethereum dua kali. Sedangkan di akun yang kedua, di saat yang bersamaan,

11:37 gua belinya itu dari rupiah ke USDT, lalu dari USDT ke Bitcoin dan ke Etherium. Ini gua lakukan dengan cara yang sama ya, masing-masing itu dua kali dan setiap transaksi itu R5 juta. Nah, hasilnya yang lebih cuan itu beli USDT dulu baru beli Bitcoin dan Ethereum-nya. Tepatnya kalau misalnya gua beli lewat USDT gua dapat Rp19.730-an.000 kembali. Dan kalau misalnya gua beli langsung cryptonya, gua dapatnya itu Rp1.660-an.000. Nah, kalau misalnya lu mau yang lebih maksimalin cuan lagi, ini ada satu kungfu yang belum pernah dibahas. Pas kalian masuk ke aplikasi Toko Crypto, kalian bisa klik VIP dan kalian bisa toggle TKO Deduction. Dengan aktifin

12:24 ini, kalian bakalan dapat promo trading fee sebesar 25% menggunakan TKO. Simpelnya itu kayak gini. Biasanya kalau misalnya kalian jual beli crypto, untuk biaya trading-nya itu bakalan ambil dari saldo IDR kalian. Sementara itu kalau misalnya kalian pegang token TKO, biaya trading fee kalian akan diambil dari saldo TKO kalian dengan diskon 25%. Diskonnya ini ada tier-nya ya, kalian bisa cek sendiri. Tapi intinya semakin besar trading volume kalian atau semakin banyak TKO yang kalian pegang, diskonnya ini bakalan semakin besar. Gua paham ya, crypto ini emang aset yang relatif baru, tapi menurut gua ini worth itelarin. Apalagi kalau misalnya emang kalian

13:10 belum terlalu berani untuk alokasiin dana yang besar, kalian bisa beli mulai dari Rp1.600 doang buat beli Bitcoin di toko crypto. Selanjutnya, bank digital. Menurut gua risk reward-nya itu mirip-mirip kayak RDPU. Kita bisa dapat bunga yang lumayan. Tapi resikonya kalau bunganya itu tinggi, uang kita itu tidak dijamin oleh LPS. Ini ada bedanya ya antara peserta LPS dan dijamin LPS. Suatu bank digital bisa jadi peserta LPS tapi belum tentu dijamin sama LPS. Untuk bisa dijamin sama LPS, salah satu persyaratannya itu suku bunga yang ditawarkan saat ini enggak boleh lebih dari 4,25%. Kalau misalnya banknya itu collaps dan

13:56 produk deposito dan tabungannya itu di atas 4,25% maka dana nasabah itu tidak dijamin. Lalu ada juga kriteria lain misalnya maksimal itu 2 miliar per nasabah per bank. Dan ini banyak yang punya salah persepsi ya. Kalau misalnya duit kalian di bank itu 3 miliar bukan berarti 2 miliarnya itu ditanggung dan 1 miliarnya itu hangus. Itu salah ya. Yang benar itu 3 miliar. 3 miliarnya itu tidak ditanggung. Jadi note bahwa bank-bank yang gua bakal sebut itu adalah bank yang bungganya ini di luar jaminan LPS. Bank digital ini bisa ngasih kalian cuan dari tiga cara ya. Bunga dari tabungan, bunga dari deposito yang fleksibel dan bunga dari deposito tapi yang non

14:42 fleksibel. Dari tabungan ini intinya berapapun tabungan yang kalian punya setiap hari ini bakalan jadi perhitungan bunganya ya. Jadi nominalnya ini emang fleksibel, bisa naik turun sesuai dengan penggunaan. Kalau misalnya bunga dari deposito yang fleksibel ini kalian masukin misalnya 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, tapi kalian bisa pecahin depositonya sewaktu-waktu dengan konsekuensi tertentu. Kalau misalnya tabungan yang non fleksibel, artinya kalau misalnya kalian masukin 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun itu udah dikunci. Ya, mau ada kebutuhan yang urgen kalian tetap tidak bisa pecahin depositonya. Bank-bank digital pilihannya ini ada banyak ya. Ada Chrome yang dimiliki oleh Credivo dan mereka bisa ngasih 6% untuk

15:28 bunga tabungan dan depositonya itu bisa antara 7 sampai 8,75%. Ini yang tipe fleksibel ya, bisa dipecahin depositonya sebelum jatuh tempo. Lalu ada Superbank yang ngasih bunga 6% untuk bank tabungan dan depositonya itu bisa 7,5%. Lalu ada Bank Neo Comommerce yang ngasih bunga 4,25% untuk bunga tabungan, 6% sampai 7,5% untuk yang fleksibel, dan 6,25% sampai 8% untuk yang non fleksibel. Keempat, kalau buat instrumen investasi lokal yang menurut gua oke juga, itu saham perbankan di Indonesia. Secara spektrum risk dan return itu di atas bank digital. Kenapa gua bahasnya itu saham perbankan? Di IHSG ini ada sekitar

16:14 900-an saham ya. Dan kalau misalnya kalian bermulai ini pasti kalian bingung mau lihatin yang mana. Banyak miskonsepsi. Kalau misalnya beli saham itu artinya cari perusahaan yang bagus. Tapi kalau misalnya kalian mau cari yang cuan dari saham perusahaan yang bagus, itu cuman salah satu faktor. Masih ada banyak faktor-faktor lainnya. Kayak managementnya kayak gimana, harganya undervalued atau overvalued, potensi pertumbuhannya itu kayak gimana, corporate action-nya itu kayak gimana, premium PE ratio-nya kayak gimana, dan lain-lain. Tapi intinya dibandingkan saham-saham yang lain, sektor perbankan ini relatif stabil dibandingkan saham-saham lainnya. Bank besar kayak misalnya BCA atau Mandiri ini punya kinerja yang bagus selama

16:59 bertahun-tahun. Dari data 20 tahun terakhir, kedua saham ini ngasih return sekitar 14 sampai 29% per tahun. Dan mereka juga rajin bagi dividennya. Contoh, dividen yield BCA itu sekitar 1,5 sampai 2,5% dan dividen yield Bank Mandiri ini 4 sampai 5%. Jadi, lu ini bukannya cuman dapat capital gain aja, tapi kalian juga bakalan dapat income tambahan dari dividen. Yang kelima ini saham US. Risk dan return-nya ini gua urutin di sini. Secara lebih spesifik, SAM US yang menurut gua ini lebih cocok buat pemula adalah invest di indeks melalui misalnya kayak ETF SPY dan juga QQQ. Ini ETF yang terkenal di pasar Amerika ya. ETF ini gampangnya kalian beli satu keranjang yang isinya ini ada

17:46 banyak saham. Contoh SPY ini yang ngetrack S&P 500 yang isinya itu 500 perusahaan terbesar di Amerika. Sedangkan QQQ itu yang ngetrack Nasdaq 100 yang isinya ini lebih fokus ke perusahaan teknologi kayak Apple, Microsoft, Tesla. Buat para pemula yang mau punya exposure ke pasar global tapi enggak mau ribet pilih saham satu persatu, menurut gua SPY dan QQ ini bisa kalian pertimbangkan. Ini lu basically invest di indeks Amerika ya dan lu cuman perlu percaya sama satu hal yaitu Amerika bakal terus maju dan bakal terus berinovasi. Kalau lu percaya perusahaan Amerika bakal terus berinovasi, negaranya ini bisa terus stabil, ini pilihan yang baik. Dan di saat yang

18:31 bersamaan, lu juga bisa dapat penguatan dari US dollar. Soalnya sejarahnya dalam jangka panjang rupiah itu selalu melemah relatif ke US Do. EF, Spyy, dan QQ. Ini kalian bisa beli di berbagai aplikasi ya. Kalau misalnya yang tahun lalu gua ngomongin itu peluang dan go trade. Tapi belakangan ini ada beberapa aplikasi lain juga yang nawarin saham US. Jadi pilihannya ini semakin banyak. Harusnya ini bakal lebih oke lagi ya buat kita sebagai investor. Sejarahnya dalam 20 tahun terakhir SPY itu return per tahunnya sekitar 8,4an%. Sementara QQQ ini return-nya hampir 14% per tahun. Dan kalau misalnya ditambah selisih kurs yang kurang lebih itu 2,7% per tahun, return SPY itu 11% per tahun

19:19 dan KQ ini sekitar 16-an% per tahun. Tapi yang butuh di Note, valuasi SPY dan QQ ini saat ini udah lumayan tinggi ya. Kita adalah nyampai ke all time high dan belakangan ini return-nya udah bagus banget. 1 tahun terakhir itu 30 sampai 40%. Menurut gua ini gak make sense ya untuk kita expect return tahun depan itu bisa sampai 30 atau 40%. Kalau misalnya ini bisa lanjut sampai 10 sampai 20% menurut gua ini udah cukup lumayan. Instrumen keenam ini emas. Dan di spectrum risk reward gua taruh di sini ya. Emas ini sering dianggap sebagai investasi yang jadul dan juga membosankan. Enggak keren lah. Padahal seringkiali ini bisa jadi safe even setiap kali market ini lagi enggak stabil. Contoh, waktu 2020 COVID, emas

20:05 itu naik dari 1500-an dolar perunce jadi 2.000-an dolar alias naik 36% dalam 7 bulan. Kalau misalnya secara rupiah gara-gara ada pelemahan kurs naiknya itu 45%. Atau waktu global financial crisis tahun 2008 sampai 2009 gold itu naik dari 750 ke 1$.000 dan kalau misalnya pakai rupiah itu naiknya sekitar 35%. Tapi menurut gua, kita ini enggak usah berusaha untuk timing the market ya. Samalah kayak instrumen-instrumen lainnya. Kita cukup mikirnya long term aja dan rajin top up setiap bulan. Justru waktu lagi ada market crash, kita harus terus beli selama fundamentalnya itu tidak berubah. Lagian kalau misalnya

20:50 kita tarik jangka panjang 5 tahun terakhir return tahunan emas itu 14an pers terakhir itu 10an% dan 20 tahun terakhir itu 13an%. Jadi emas emang kedengarannya ini enggak seksi ngebosenin, tapi secara long term performanya ini lumayan stabil dan relatif bagus. Dan kalau misalnya lu enggak mau ribet beli emas fisik, sekarang udah ada banyak ya platform digital yang memungkinkan untuk lu ini bisa beli emas mulai dari nominal yang kecil. Terakhir, instrumen ketujuh adalah Bshare, yaitu platform untuk investasi di bisnis secara kolektif. Nah, jujur di sini gua belum menemukan cara dapetin cuan yang gede gimana ya. Di tahun 2022, gua cuman iseng masukin R juta ke menanti dan 1,5 juta ke Sour

21:37 Sally buat ngetest. Tapi yang gua suka kita itu bisa dapat akses ke profit and loss setiap perusahaan yang kita invest cuman dengan uang yang sangat-sangat kecil. Jujur buat gua yang lumayan nerd ini menarik ya. Bayangin cuma dengan modal Rp100.000 lu bisa punya akses ke pembukuan dan finance Holica Sally, Zenbu, Dental, Project Film Grand Friendly dan Bobo Cabin. Ini menurut gua akses informasi yang jauh lebih mahal dari Rp100.000 ya soalnya lu bisa pelajarin prospek bisnis restoran, dental, perfilman, hotel cuman dengan modal Rp100.000. Dan kalau misalnya lu dalam usaha itu atau lu membuka usaha serupa, lu bisa lakukan benchmarking. Lu bisa pelajarin perusahaan-perusahaan gede, pembukuannya itu kayak gimana,

22:23 budgetingnya itu kayak gimana. Soalnya walaupun kita bisa akses data misalnya kayak financial statement perusahaan Alfamart secara keseluruhan yang udah gop, kita belum bisa tahu PNL di satu cabang Alfamart. Soalnya untuk mayoritas UMKM tentu itu yang lebih penting buat kita jadiin benchmarking, bukan yang satu perusahaan gede Alfamart kayak gitu. Waktu gua beli ini jujur gua enggak terlalu ngelihatin return-nya ya. Gua cuman mau tahu aja sour sell itu cuannya kayak gimana, menanti itu cuannya kayak gimana. Jadi itu tadi tujuh investasi terbaik buat pemula versi gua. Ingat, enggak ada investasi yang tanpa resiko, ya. Jadi, lu harus pahami betul setiap instrumen sebelum lu memulai untuk masukin duit. Mulai dari kecil dulu aja, jangan tergesa-gesa. Bangun mental lu sebagai investor, bukan

23:10 sebagai spekulator atau penjudi yang kadang bisa naik dua kali lipat, kadang bisa hilang semua duitnya. Yang paling penting adalah disiplin dan konsisten. Karena di dunia investasi yang menang ini bukan yang paling cepat, tapi yang paling konsisten dalam jangka panjang. Anyway, kalau misalnya lu mau nonton pembanding aplikasi crypto mana yang paling coan, lu bisa klik di sini. Atau kalau misalnya lu mau nonton apa perbedaan mindset miliarder dan orang yang gajinya itu kagak naik-naik, lu bisa klik di sini. Thank you and I will see you guys again in the next [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube