Lelah Menghadapi Ujian Hidup? Ini Rumus & Solusi dari Ustadz Hilman Fauzi!

Ringkasan Singkat

Video ini membahas empat bekal penting ("4I") yang dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan tenang, kuat, dan tidak mudah menyerah pada ujian. Keempat bekal tersebut adalah Iman, Istiqamah, Ilmu, dan Ikhlas.

  • Iman: Keyakinan yang kuat kepada Allah yang menjadi landasan dalam menghadapi segala persoalan hidup.
  • Istiqamah: Konsisten dalam beramal dan berbuat kebaikan.
  • Ilmu: Pengetahuan yang membimbing dan memberikan kebijaksanaan dalam bertindak.
  • Ikhlas: Melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah tanpa mengharapkan imbalan dari manusia.

Pembukaan

Kehidupan dunia adalah tempat ujian, di mana setiap manusia akan diuji dengan kebahagiaan dan kesedihan. Ujian kebahagiaan menguji rasa syukur, sedangkan ujian kesedihan menguji kesabaran. Banyak orang merasa resah, gelisah, dan lelah dalam menghadapi ujian hidup. Oleh karena itu, penting untuk memiliki bekal agar senantiasa kuat dan tidak mudah menyerah.

Iman

Iman adalah kekuatan yang harus dimiliki setiap manusia untuk mendapatkan kekuatan dalam hidup. Iman berarti meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan amal perbuatan tentang kebesaran Allah. Orang yang beriman tidak akan mudah bersedih atau merasa lemah dalam kehidupan. Iman menjadi benteng yang menguatkan dalam menghadapi persoalan hidup. Dengan iman, setiap persoalan akan menjadi cara untuk meningkatkan derajat. Rasulullah bersabda bahwa segala perkara bagi orang beriman adalah baik. Ketika mendapat kebahagiaan, ia bersyukur, dan ketika mendapat kesedihan, ia bersabar. Orang beriman akan senantiasa terikat kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bentuk kasih sayang-Nya.

Istiqamah

Istiqamah berarti terus-menerus dan berkelanjutan dalam beramal sebagai bukti dari iman. Amal yang dilakukan dengan istiqamah akan mendatangkan ketenangan dan kekuatan. Allah berjanji bahwa malaikat akan turun kepada orang-orang yang istiqamah, memberikan kabar gembira tentang surga. Teruslah istiqamah di jalan ketaatan dan kebaikan, tanpa peduli dengan omongan orang lain yang mencoba menggoyahkan. Istiqamah itu berat karena pahalanya adalah surga. Allah mencintai amalan kecil yang dilakukan secara istiqamah daripada amalan besar yang dilakukan hanya sekali-sekali.

Ilmu

Setelah beriman dan beramal dengan istiqamah, ilmu akan mengarahkan dan menunjukkan jalan terbaik dalam kehidupan. Orang yang berilmu akan memiliki pandangan yang lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu. Ilmu akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah. Jangan pernah berhenti menuntut ilmu dan merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki. Dengan ilmu, seseorang akan mendapatkan cahaya petunjuk dan keberkahan dalam hidup. Ilmu yang diamalkan akan berbuah istiqamah dan niat yang ikhlas kepada Allah.

Ikhlas

Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu hanya semata-mata karena Allah. Orang yang ikhlas tidak akan bersandar dan berharap kepada manusia, tetapi hanya kepada Allah. Berharap kepada manusia akan menyebabkan patah hati. Orang yang ikhlas akan mudah menerima apapun yang terjadi dalam hidupnya sebagai pesan cinta dari Allah. Ia tidak akan silau dengan pujian dan tidak akan tertekan dengan hinaan. Jika seseorang tidak melibatkan Allah dan tidak memiliki orientasi ikhlas, ia akan mudah sombong ketika berhasil dan kecewa ketika gagal. Orang yang ikhlas akan senantiasa melibatkan Allah dalam setiap urusan dan meyakini bahwa segala sesuatu adalah karunia dari-Nya.

Penutup

Dengan memiliki 4I (Iman, Istiqamah, Ilmu, dan Ikhlas), seseorang tidak akan mudah gelisah, lelah, dan akan senantiasa kuat dalam menjalani kehidupan. Teruslah menjalani kehidupan dengan baik, berbuat baik, dan menghadirkan perbaikan dalam hidup. Dunia ini bukan tempat tinggal kita, tetapi tempat yang akan kita tinggalkan. Jangan terlalu banyak khawatir dan bersedih atas apa yang menimpa kita, tetapi khawatirkanlah dosa-dosa kita dan perbanyaklah amal kita di hadapan Allah.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Ayah Bunda, kita akan coba membahas satu hal yang penting dalam kehidupan agar bagaimana caranya saat kita menjalani kehidupan ini benar-benar dijalani dengan penuh ketenangan, dengan penuh keberkahan dan dengan penuh kelapangan. Bicara kehidupan dunia, maka dunia ini adalah tempat ujian. Selama kita hidup, selama itulah kita akan diuji. Dan ujian dalam hidup itu hanya ada dua. Satu, ada yang ujian bentuknya sesuatu

0:49 yang membahagiakan. Dan di saat yang bersamaan kita sedang diuji, apakah kita pandai bersyukur atau tidak dengan ujian itu? Dan yang kedua, ujian dalam bentuk kesulitan atau kesedihan. Dan di saat itu kita sedang diuji. Apakah kita bersabar dengan ujian kesedihan atau kesulitan itu? Maka dalam menjalani hidup, tidak sedikit di antara kita yang mengalami perasaan resah, gelisah, tak tentu arah, merasa lelah, bahkan kemudian dia menyerah dari hidupnya. Sehingga

1:34 yang harus menjadi pertanyaan adalah kira-kira bagaimana agar kita senantiasa kuat, agar kita senantiasa tidak mudah menyerah, gelisah, dan lelah dengan setiap ujian yang datang dalam kehidupan kita. Maka setidaknya ada empat hal yang bisa dijadikan bekal untuk kita agar tidak mudah menyerah, agar tidak mudah lelah dan gelisah dalam menjalani kehidupan. Empat hal itu saya akan rangkum dalam 4 i

2:19 bekal yang perlu disiapkan agar kita tenang dan kuat menjalani kehidupan. I yang pertama adalah iman. Iman itu adalah kekuatan yang harus dihadirkan oleh setiap hamba manusia jika dia ingin mendapatkan kekuatan dalam hidupnya. Iman bermakna dia meyakini dalam hatinya, mengucapkan dalam lisannya, membuktikan dengan amal perbuatannya tentang kebesarannya Allah Subhanahu wa taala. Dalam hati dia meyakini bahwa yang

3:04 mengatur setiap urusan kita adalah Allah. Yang menciptakan kita adalah Allah. Yang menghidupkan kita adalah Allah. Yang mematikan kita pun pada akhirnya adalah Allah. Hati benar-benar meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa tiada Tuhan selain Allah. Tidak ada yang wajib kita ibadahi kecuali Allah. Dan tidak ada yang mengatur urusan kita kecuali Allah. Lisan mengatakan bahwa setiap hari-harinya diisi dengan zikrullah, mengingat dan menyebut nama Allah. Begituun dengan amal perbuatannya, dengan sikap dalam hidupnya dia hanya menyibukkan diri dengan

3:49 taat kepada Allah. Dia lakukan semua perintah Allah dan dia tinggalkan semua larangan Allah. Bagi orang beriman tidak akan mudah bersedih, tidak akan mudah lemah, lelah dalam kehidupan. Sebagaimana Allah sebutkan di dalam Al-Qur'an tepatnya di surah Ali Imran ayat 139. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Silakan ayah bunda yang mungkin ingin membuka Al-Qur'an silakan. Surah Ali Imran ayat 139. Kata Allah, "Wala tahinu

4:36 wala tahzanu wa antumul a'launa intuntum mukminin." Dan janganlah kamu merasa lemah dan janganlah kamu merasa sedih. Sebab kamu adalah yang paling tinggi jika kamu sekalian menjadi orang-orang yang beriman. Saat kita memiliki benteng iman di hati kita, di lisan kita, dalam sikap amal perbuatan kita, maka iman itulah yang akan menguatkan kita. Sesulit apapun persoalan yang dihadapi, seberat apapun masalah yang sedang

5:22 dihadapi, maka dengan kekuatan iman itulah dia akan menjadikan setiap persoalan dalam hidupnya adalah cara untuk membuat dia naik derajat dalam kehidupannya saat ditatap dengan iman. Maka apapun yang datang akan selalu menakjubkan, akan selalu mengagumkan. Sebagaimana baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Ajaban liamril mukmin, sungguh menakjubkan, mengagumkan perkara bagi orang beriman itu. Inahuir

6:07 setiap perkara yang datang bagi orang beriman itu adalah baik dan itu hanya bisa didapatkan bagi dia yang beriman. saja. In asobathu saru sakar fakanairullah. Ketika dia mendapatkan kebahagiaan, dia bersyukur karena itu baik baginya. Wa asobathu shobaro fakanairullah. Ketika dia mendapatkan kesedihan, kesulitan, maka dia bersabar karena itu pun juga baik baginya. Iman ini begitu penting untuk dihadirkan oleh setiap manusia. Iman ini menjadi sangat fundamental

6:53 untuk senantiasa dihadirkan oleh kita selama kita hidup. Hamba yang beriman maka tidak akan ada keresahan dalam dirinya. Hamba yang beriman tidak akan ada sesuatu yang menggelisahkan dalam dirinya. Kalaupun dia gelisah, kalaupun dia resah, kalaupun dia kecewa, kalaupun dia merasa lelah hanya sebentar saja, wajar manusia biasa dia tidak akan berlebihan memiliki sikap yang khawatir, yang gelisah. Kenapa? Karena ada iman di hatinya. Maka teruslah tingkatkan iman kita ya. Teruslah perbaharui iman kita. Tajdidul

7:41 iman. Karena dengan iman itulah kita akan mendapatkan kebaikan. Siapakah orang beriman itu? Di dalam surah al-Anfal ayat 2, Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Kirallah wajubum waat alaihim ayatuhum imana waimatawakalun." Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah dia yang ketika disebutkan nama Allah bergetar hatinya. Dan ketika dibacakan ayat-ayat Allah, ketika dia membaca ayat-ayat Allah, maka bertambah imannya dan dia yang senantiasa bertawakal kepada

8:27 Allah. Pentingnya iman sebagai pondasi dasar untuk bekal hidup yang menguatkan dan menenangkan. Sehingga kita perlu ngecas iman ya, ngecas hati kita. agar senantiasa terikat dan terpaut kepada Allah Subhanahu wa taala. Sehingga ketika kita menjalani hidup, kita hanya akan berserah diri, kita akan benar-benar minta tolong kepada Allah. Dan setiap apapun yang dihadirkan dalam kehidupan kita itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Jika dengan semua skenario itu membuat kita makin dekat dan taat kepada Allah.

9:14 I yang pertama iman. I yang kedua agar hidup kita tidak mudah resah dan gelisah dan kuat dalam menjalani kehidupan adalah istiqamah. Ya. Apa itu istiqamah? Istiqamah itu artinya istimrar terus-menerus berkelanjutan. Seseorang yang beramal sebagai bukti dari imannya, maka amal yang dihadirkan dengan istiqamah akan mendatangkan ketenangan dan kekuatan. Amal yang ditunjukkan dengan keistikamahan. Sesuatu yang terus-menerus dijalankan

10:01 akan berbuah kebahagiaan dalam hidupnya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam surah Fusilat ayat 30. Silakan ayah bunda dibuka Al-Qur'annya surat Fusilat ayat 30. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Kata Allah, innalladina, sesungguhnya orang-orang yang mereka mengatakan rbunallah, Tuhan kami adalah Allah tumqomu. Kemudian mereka istiqamah di jalan Allah. Mereka istiqamah dalam amal-amal yang disukai oleh Allah. Maka perhatikan janji Allah untuk yang

10:47 istiqamah. Tatanazzalu alaihimul malaikah. Maka malaikat akan turun kepada mereka seraya malaikat itu menguatkan kita. Alla takfu wala tahzanu wa absyiru bil jannatillati kuntum tuadun. Janganlah engkau takut, janganlah engkau khawatir, janganlah engkau sedih. Dan berikanlah kabar gembira kepada mereka yang istiqamah, yaitu surga. sesuai dengan apa yang dijanjikan untuk dirimu yang istiqamah. Maka setiap manusia yang hidup itu rugi

11:32 kecuali orang yang berilmu. Semua orang yang berilmu rugi kecuali orang yang beramal. Semua orang yang beramal pun rugi kecuali orang yang istiqamah. Teruslah istiqamah di jalan ketaatan dan kebaikan. Belajarlah untuk tidak peduli dengan omongan, cibiran, bulian, ajakan orang lain yang menggelincirkan hati kita untuk tidak istikamah di jalan Allah Subhanahu wa taala. Karena bagi yang istikamah, dia akan mendapatkan ketenangan dan kekuatan. Istikamah dalam kebaikan. Istikamah

12:19 dalam ketaatan. Istikamah untuk menghadirkan setiap apapun yang dicintai, diridai, dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Istikamah itu berat ya, Ahilan. Iya. Karena pahalanya surga. Yang ringan itu namanya istirahat. Ya, kalau istikamah itu mudah, mungkin pahalanya bukan surga. Mungkin yang lain yang lebih ringan karena berat. maka pahalanya adalah surga. Dan Allah sangat mencintai perkara kecil tapi dilakukan istiqamah daripada perkara besar tapi dilakukan hanya sekali-sekali. Saat kita hadir di majelis ilmu, istiqamahlah untuk hadir di majelis ilmu.

13:05 Saat kita bangun di sepertiga malam untuk menunaikan salat tahajud, istikamahlah dalam salat tahajud itu. Ketika kita tahu fadilah puasa sunah, ya. Ketika kita tahu keutamaan sedekah, maka kita hadirkan setiap amal-amal baik dari keutamaan yang bisa kita hadirkan selama hidup ini dengan cara istikamah. Karena bagi orang yang istikamah akan ada kemuliaan yang Allah hadirkan dalam kehidupannya. Kalau sudah istikamah, tidak harus ada yang kita khawatirkan dalam kehidupan ini. Karena sungguh ada balasan terbaik yang sedang Allah siapkan untuk kita yang istikamah.

13:52 Tiga i yang bisa membuat kita semakin kuat dan tidak mudah resah gelisah dalam kehidupan adalah ilmu. Ilmu. Setelah kita beriman, kemudian kita beramal dengan cara istiqamah, maka ilmu itulah yang nanti akan mengarahkan kita, menunjukkan kepada kita jalan-jalan terbaik ketika melangkah dalam kehidupan dunia ini. Seseorang yang berilmu dan tidak berilmu jelas berbeda. Seseorang yang berilmu dia akan memiliki pandangan yang lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang datang dalam hidupnya.

14:38 Seorang ayah yang berilmu, maka dia akan mendidik anaknya dengan penuh kebaikan. Seorang ibu, seorang bunda yang berilmu, maka dia akan membersamai keluarganya dengan kebaikan. Seorang suami yang berilmu, maka dia akan memperlakukan istrinya dengan cara yang baik. Tentu karena ilmunya. Seorang istri yang berilmu, maka dia akan melayani suaminya dengan baik. Karena dia tahu bagaimana keutamaan dan pahala seorang istri yang melayani suaminya. Seorang anak yang punya ilmu, maka dia akan menghadirkan kemuliaan, kehormatan terbaik untuk orang tuanya. Karena

15:24 dengan ilmu. Maka perhatikan firman Allah di surah Almujadilah ayat 11. Di pertengahan ayat Allah Subhanahu wa taala sampaikan kepada kita, "Yarfaillahina amanu minkum walladina utul ilma darat." Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu sekalian dan orang-orang yang berilmu di antara kamu sekalian darajat dengan derajat yang tertinggi. Allah angkat derajatnya. Allah angkat derajatnya. Allah angkat derajatnya. Kenapa? Karena ilmunya. Maka jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Jangan pernah berhenti untuk terus memperbanyak ilmu kita.

16:12 Jangan pernah merasa pintar. Harusnya pintar merasa. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang kita dapatkan saat ini. Karena ilmu Allah itu luas. Sehingga kita harus terus-menerus mau menuntut ilmu. Ya, dengan ilmu itulah dia akan mendapatkan cahaya petunjuk. Ilmu yang kemudian diamalkan berbuah istikamah, niat dengan iman kepada Allah, maka ilmu itu akan berubah menjadi buah keberkahan dalam kehidupan kita. Dengan banyaknya ilmu bukan menjadikan

16:58 kita sombong. Dengan banyaknya ilmu bukan menjadikan kita takabur. Justru salah jika ada orang yang merasa memiliki ilmu tapi malah sombong dalam hidupnya. Salah total jika ada orang yang merasa memiliki ilmu tapi tidak punya adab dan akhlak dalam kesehariannya. Sehingga dengan ilmu itulah maka kebaikan-kebaikan akan datang dalam hidupnya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Man yuridillahu bihiir yufaqqihu fiddin." Barang siapa yang

17:44 diinginkan oleh Allah menjadi orang baik, mendapatkan kebaikan, maka yufaqihu fiddin. Orang tersebut akan diberikan pemahaman atas urusan agamanya, termasuk ilmu agamanya. Teruslah menyiapkan ilmu, teruslah menambah ilmu. Karena dengan ilmu itulah kita akan semakin bijak menyikapi apapun yang datang dalam kehidupan kita sehingga kita tidak mudah menyerah, tidak mudah gelisah, dan tidak mudah merasa lelah dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita. I yang pertama iman. I yang kedua istiqamah. I yang ketiga, ilmu. Dan I yang keempat yang harus kita hadirkan agar hidup kita

18:30 kuat, tidak mudah gelisah, tidak mudah resah adalah ikhlas. Apa itu ikhlas? Ikhlas itu aduhur, suci, bening, bersih. Melakukan segala sesuatu hanya semata-mata untuk Allah, karena Allah, di jalan Allah. Orang yang ikhlas adalah orang yang menghilangkan sandaran hatinya, hidupnya kepada manusia. Dia tidak mudah untuk bersandar dan berharap kepada manusia.

19:15 Karena hati dan manusia itu mudah berubah. Dia hanya menautkan, mengikatkan setiap amal, perbuatan, kelakuan dalam hidupnya semata-mata untuk Allah. Berharap kepada manusia itu adalah patah hati yang disengaja. Jika ingin bahagia, berharapnya sama Allah saja. Hati dan ucapan manusia kadang berbeda-beda. Hari ini memuji kita, hari ini menyanjung kita, boleh jadi besok menghinakan kita, merendahkan kita. Maka janganlah terlalu bersandar, terlalu berharap kepada manusia. Kita

20:02 diajarkan dan ditekankan untuk menautkan hati ini agar senantiasa ikhlas kepada Allah. Inna shati wausuki wa mahyaya waamati lillahi rabbil alamin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah. Maka apapun yang terjadi dalam hidupnya, dia akan mudah menerimanya. Dia akan mudah menangkapnya sebagai pesan cinta dari Allah. Kemudian dihadirkan amal perbuatan terbaik dalam hidupnya semata-mata untuk Allah. tidak silau dengan pujian orang lain

20:47 dan tidak akan merasa tertekan dengan hinaan orang lain. Kalau seandainya seluruh manusia memuji dirinya tidak lantas membuat dia mulia. Kalau seandainya seluruh manusia menghinakan dirinya, tidak lantas kemudian dia menjadi hina. Kenapa? Karena dalam pandangannya, dalam perspektif hidupnya, dalam orientasi setiap apapun yang dia jalaninya semata-mata yang dia kejar adalah penilaian Allah Subhanahu wa taala. Yang seringki membuat kita sakit hati karena terlalu berharap kepada selain Allah. Seorang suami yang terlalu berharap kepada istrinya siap-siap kecewa ketika

21:35 istrinya tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan harapannya. Seorang istri yang terlalu berharap kepada suaminya siap-siap kecewa ketika suaminya tidak mampu menghadirkan apa yang diinginkan oleh istrinya. kita yang bekerja di sebuah perusahaan. Jika kita terlalu berharap kepada tempat bekerja kita, kepada perusahaan kita, siap-siap kita kecewa. Kita yang punya bisnis, punya usaha, dan terlalu berharap kepada apa yang menjadi usaha kita, bisnis kita siap-siap kecewa. Maka orang yang dalam hidupnya tidak melibatkan Allah, tidak memiliki

22:20 orientasi untuk ikhlas semata-mata karena Allah, ketika dia berhasil, dia akan sombong. Seakan-akan itu hasil usahanya. Ketika dia gagal, dia akan kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasi yang direncanakannya. Makanya kenapa kita mudah sombong, kenapa kita mudah gelisah, mudah kecewa? Cek. Jangan-jangan di hati kita hilang keikhlasan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi orang yang senantiasa ikhlas kepada Allah, melibatkan Allah dalam setiap urusan, ketika dia berhasil, dia tidak akan sombong. Kenapa? Karena dia tahu itu

23:06 adalah bagian nikmat yang Allah hadirkan kepadanya. Hadza min fadlibi. Ini adalah keutamaan karunia dari Tuhanku, dari Allah Subhanahu wa taala. Ketika dia gagal, ketika dia tidak berhasil dari apa yang diusahakannya, maka dia pun tidak akan mudah menyerah, tidak akan mudah lelah. Karena boleh jadi Allah sedang menunda apa yang diinginkan dalam kehidupannya. Tetap dia terpaut, terikat dengan Allah. Ya, dia tidak mudah putus asa karena dia sangat yakin rahmat Allah itu begitu besar.

23:54 Sehingga hadirin jemaah yang dirahmati Allah, kalau kita sudah memiliki 4I bekal fundamental dalam kehidupan ini, insyaallah kita tidak akan mudah gelisah, kita tidak akan mudah lelah, dan kita akan senantiasa kuat dalam menjalani kehidupan ini. I yang pertama iman. I yang kedua, istiqamah. I yang ketiga ilmu dan I yang keempat ikhlas. Setelah ini kita miliki maka kita akan lebih tenang menjalani kehidupan. Kita akan lebih yakin untuk mengarungi setiap hari-hari selama Allah masih titipkan usia kepada kita.

24:39 Hidup ini adalah hitungan-hitungan hari yang tentu setiap harinya akan kita pertanggungjawabkan. di hadapan Allah Subhanahu wa taala, maka teruslah menjalani kehidupan ini dengan baik. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik dan jangan pernah untuk bosan menghadirkan perbaikan-perbaikan dalam hidup. Orang yang beriman, orang yang istikamah, orang yang berilmu, orang yang ikhlas, maka setiap hari-hari yang dia jalani akan diisi dengan kebaikan dan perbaikan. Kebaikan

25:25 dan perbaikan. Tengok apa yang sudah kita perbuat di hari kemarin untuk perbaikan di hari yang selanjutnya. Karena muhasabah itu menjadi sikap yang dihadirkan oleh orang beriman agar setiap hari yang dia jalani semakin baik. Ya ayyuhalladina amanutqulahazur nafsum ma qamat. Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah apa yang sudah kalian perbuat di waktu yang kemarin untuk hari esok kita. Dunia ini bukan tempat tinggal kita. Dunia ini adalah tempat yang akan kita tinggalkan. Hidup di dunia bukan untuk hidup, tapi untuk yang maha hidup. Mati

26:14 bukan akhir kehidupan. Justru mati itulah adalah awal kehidupan yang sebenarnya. Selama kita hidup, jangan terlalu banyak khawatir, jangan terlalu banyak gelisah, jangan terlalu banyak bersedih ya atas apapun yang menimpa kita. Yang perlu kita khawatirkan adalah dosa kita yang banyak ketika kita belum sempat minta ampun dan bertobat kepada Allah. Yang perlu kita khawatirkan adalah amal kita masih sedikit. sehingga kita ingin terus memperbanyak amal kita di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Semoga kita semua senantiasa

27:00 diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk menjadikan setiap hari-hari dalam hidup ini penuh dengan kebaikan dan perbaikan. Sebentar lagi tidak terasa kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadan. Semoga apa yang bisa kita hadirkan sebelum bertemu dengan Ramadan ini mampu menjadi kekuatan untuk kita agar saat nanti kita berjumpa dengan Ramadan, kita siap untuk bertemu dengan Ramadan. Kita siap dengan Ramadan yang tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun yang sebelumnya. Ya, hidup ini jangan dibikin ribet. Hidup ini jangan dibikin susah.

27:46 Percayalah ada Allah. Jangan sedih, jangan khawatir, jangan takut. Innallaha maana. Sesungguhnya Allah bersama dengan kita. Luruskan niat, teguhkan niat kita. Perbaiki orientasi hidup kita semata-mata untuk Allah. Maksimalkan ikhtiar, kuatkan doa, hasilnya kita serahkan kepada Allah. Syukuri apa yang ada. Jangan gelisah dengan apa yang tidak ada. Berpikir positif, berprasangka baik. Semoga Allah Subhanahu wa taala menghadirkan kebaikan atas kehidupan kita selama di dunia ini. Dan kelak saat kita kembali kepada Allah, kita mampu memanen hasil tanaman kita di dunia

28:33 dalam kebaikan-kebaikan ini. Ya ayyatuhan nafsul mutmainah irjiikatan mardiyah fadkuli fi ibadi wadkuli jannati. Ingat 4I bekal hidup agar lebih tenang dan lebih kuat. Satu, iman. Dua, istiqamah. Tiga, ilmu. Empat ikhlas. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan bisa kita amalkan dalam kehidupan kita. Ahil Fauzi mohon maaf lahir batin jika banyak kekurangan. Yang benar tentu dari Allah. Yang salah dari ahilman yang banyak kekurangan dan banyak kesalahannya. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share

Ringkasan Video YouTube