SEPANJANG TAHUN KENAPA HIDUPMU TIDAK BERUBAH - PETER GUNTUR

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya refleksi diri di akhir tahun untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan bertumbuh dalam iman. Ujian dan pencobaan diizinkan Tuhan untuk memurnikan hati dan menguji kesetiaan kita. Kekristenan sejati ditandai dengan perubahan karakter yang terus-menerus menjadi serupa dengan Kristus, serta dampak positif bagi orang lain.

  • Refleksi diri penting untuk pertumbuhan rohani.
  • Ujian memurnikan hati dan menguji kesetiaan.
  • Kekristenan sejati membawa perubahan dan dampak positif.

Intro

Pembicara memulai dengan menekankan pentingnya refleksi diri di akhir tahun. Orang yang bijaksana akan mengevaluasi tindakan dan perbuatan mereka sepanjang tahun, mempertimbangkan apakah hal tersebut berkenan di hadapan Tuhan atau tidak. Refleksi ini menjadi pelajaran berharga untuk pertumbuhan di masa depan.

Pentingnya Perubahan dan Ujian

Pembicara membedakan antara orang yang hanya menjalankan rutinitas keagamaan tanpa perubahan karakter dan orang yang terus-menerus diubahkan menjadi serupa dengan Kristus. Ujian diperlukan untuk naik ke level yang berbeda, seperti ujian yang harus dilalui siswa untuk naik kelas. Ujian juga menguji kedalaman kasih kita kepada Tuhan, seperti bangsa Israel yang diuji di padang gurun.

Menguji Hati dan Motivasi

Cinta kita kepada Tuhan diuji melalui berbagai hal, termasuk masalah keuangan. Apakah kita menjadi orang yang kikir atau murah hati? Apakah kita menggunakan berkat untuk kepentingan diri sendiri atau untuk kemuliaan Tuhan? Ujian-ujian ini diizinkan untuk menguji hati kita dan memastikan bahwa kita benar di hadapan Tuhan.

Refleksi Diri dan Pengenalan Diri

Kehidupan Kristen harus bertolak dari iman kepada iman dan mengalami perubahan karakter. Ujian dan pencobaan menyelidiki sampai kedalaman batin kita, menguji apakah mata kita tertuju pada kasih setia Tuhan dan apakah hidup kita berada dalam kebenaran. Jika kita menyadari hal ini, kita akan menjadi orang yang hatinya lembut dan mudah diubahkan.

Fokus pada Tuhan dan Koreksi Diri

Orang yang fokus pada Tuhan akan mudah diubahkan dan cepat menyadari kesalahan mereka. Penting untuk menyadari kesalahan dan tidak terus melakukannya, karena hal itu akan membawa kehancuran. Tuhan ingin kita semakin berkenan di hadapan-Nya melalui sikap, tindakan, dan karakter kita.

Mengevaluasi Diri di Akhir Tahun

Pembicara mengajak untuk mengevaluasi diri dari Januari hingga Desember, mengidentifikasi kesalahan dan kegagalan yang terjadi. Jika tidak ada peningkatan dalam hidup kita dari tahun ke tahun, itu berarti terjadi kemerosotan. Berjalan bersama Tuhan seharusnya membawa promosi dan peninggian.

Melupakan Masa Lalu dan Fokus ke Depan

Penting untuk belajar melupakan kejadian buruk di masa lalu dengan pimpinan dan kekuatan Roh Kudus. Sesekali melihat ke belakang itu perlu, tetapi fokus utama harus ke depan. Kita perlu mengevaluasi apakah perkataan dan pikiran kita sudah sejalan dengan firman dan pikiran Kristus.

Dampak dan Pengaruh yang Lebih Besar

Firman Tuhan seharusnya mengubahkan kita hari demi hari, sehingga karakter kita semakin menjadi serupa dengan Kristus. Jika karakter kita serupa dengan Kristus, Tuhan akan mempercayakan pengaruh yang lebih besar kepada kita. Kekristenan kita harus bisa dipercayakan perkara yang lebih besar dan berdampak bagi orang lain.

Menyerahkan Diri Sepenuhnya kepada Tuhan

Jangan menjadi Kristen yang kelakuannya seperti setan. Jika pikiran kita jelek terus, datanglah kepada Tuhan dan izinkan Roh Kudus mengenali pikiran kita. Jika kita menyerahkan hati, pikiran, dan perasaan kita sepenuhnya di hadapan Tuhan, kita akan semakin diubahkan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Tuhan Mencari Orang yang Bisa Dipercaya

Tuhan masih mencari orang yang bisa dipercaya untuk melakukan banyak hal ilahi. Kepercayaan didapat dari kesetiaan dalam perkara kecil. Seperti Yosua yang setia memperhatikan Musa, kita juga harus memiliki kerinduan untuk mengenal Tuhan dan memiliki cara pikir yang berbeda.

Menjadi Kristen yang Pintar dan Bertanggung Jawab

Tuhan ingin kita menjadi Kristen yang pintar, bukan bodoh atau agamawi. Kekristenan harus bisa dipercaya dalam segala hal menurut kacamata Tuhan. Jika kita belum bisa dipercayakan apa-apa sampai hari ini, koreksi diri dan belajar untuk diubahkan.

Persiapan untuk Tahun Depan

Tahun depan kita akan melihat sesuatu yang ilahi yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kita akan menikmati terobosan dan kelimpahan. Dimulainya dari hari ini, dengan mempersiapkan hati kita dan memperbesar kapasitas kita.

Transparansi dan Dedikasi

Kehidupan Kristen kita harus transparan, seperti ikan di akuarium. Tidak ada ruang tersembunyi untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Tuhan ingin memanifestasikan sesuatu yang ilahi dan mencari orang yang bersedia memberikan diri dan hidupnya sepenuhnya di hadapan Tuhan.

Koreksi Diri dan Tanggung Jawab

Jangan tetap sama terus. Koreksi diri jika kita gagal dalam pekerjaan atau sebagai suami. Para suami harus bekerja keras dan bertanggung jawab menghidupi keluarga mereka. Kita harus mengerjakan apapun yang dipercayakan dengan sepenuh hati dan tanpa mengeluh.

Berjalan dalam Kebenaran dan Kemenangan

Selama hati kita benar di hadapan Tuhan, Dia sendiri yang akan memberikan terobosan. Kita harus berkomitmen untuk melakukan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan dan didapati berkenan di hadapan-Nya. Izinkan Roh Kudus menembus sampai kedalaman batin kita dan membawa kita ke dalam perjalanan berkemenangan.

Doa

Pembicara menutup dengan doa, memohon agar firman Tuhan mengoreksi hati kita dan mencabut segala kenajisan dan kejahatan. Dia memohon agar Roh Kudus memberikan kemampuan untuk berjalan dalam kebenaran dan mempermuliakan nama Yesus. Dia juga memberkati setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan memohon kesembuhan bagi yang sakit.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 Hari ini kita akan lanjutkan kembali. Kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Bapak Ibu, kita sudah memasukin akhir di tahun 2025. Orang yang bijaksana, dia akan melihat sepanjang tahun ini saya melakukan apa, apa yang saya sudah perbuat, apa yang sudah saya lakukan. Yang saya katakan ini berkenan di hadapan Tuhan atau belum? Yang saya perbuat selama ini berkenan di hadapan Tuhan atau belum? Orang yang bijaksana, dia selalu sesekali melihat ke belakang, melihat perjalanan sepanjang tahun, di akhir tahun ini jadi pelajaran yang mahal. Pencapaian apa kira-kira yang diperbuatnya apa bikin kesalahan apa?

0:47 Nah, orang-orang seperti ini akan memiliki hati yang mau diubahkan. Tapi ada orang hanya sekedar menjalankan hidup dari tahun ke tahun tidak pernah berubah. Rajin ibadah. rajin pelayanan, mengerjakan kegiatan rohani, tapi karakternya gak berubah, sikapnya gak berubah, kelakuannya gak berubah, dan ujungnya apa? Dari tahun ke tahun tetap sama. Padahal Tuhan mau perjalanan hidup kita ini berjalan dari kemuliaan satu pada kemuliaan yang lain, dari iman yang satu pada iman yang lain, from glory to glory. Sehingga semakin hari kita didapati menjadi orang yang diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Orang yang mau memberi dirinya dikoreksi, orang yang mau memberi dirinya untuk merefleksi diri sepanjang

1:35 tahun ini, saya ini ada melakukan apa yang lebih banyak kuk kerjakan, berkenan di hadapan Tuhan atau tidak? Sekarang coba kita lihat di Mazmur 26 mulai ayat yang kedua. Ujilah aku ya Tuhan. Kadang kita perlu diuji loh. Cinta kita sama Tuhan perlu diuji, pelayanan kita perlu diuji, motivasi kita perlu diuji. Nah, ujian tadi akhirnya menghasilkan kemurnian kalau didapatinya. Ujian itu membuat kita ini semakin murni di hadapan Tuhan. Sebab tanpa ujian kita tidak akan bisa naik ke level yang berbeda. Seperti anak sekolah ketika dia mau naik kelas, dia harus melewati namanya ujian di akhir semester itu menentukan orang ini bisa naik apa

2:21 tidak, anak ini bisa lulus apa tidak. Kalau didapatin lulus, dia akan naik ke level yang berbeda. Nah, ujian-ujian terjadi dalam kehidupan itu kadang diizinkan Tuhan untuk menyelidiki supaya kedalaman batin kita. Kita ini mengasihi Tuhan apa tidak. Di kulangan pasal yang ke-8 dikatakan bahwa bangsa Israel disengaja oleh Tuhan diizinkan melewati padang gurun enggak langsung ke tanah perjanjian dibawa ke dalam perjalanan yang memutar. Tujuan untuk ngetes hatinya orang Israel ini terpaut kepada Tuhan atau terpaut kepada Mesir. Dan ternyata secara fisik mereka sudah keluar dari Mesir. Tetapi Mesir tidak pernah keluar dari hati mereka. Sehingga selama perjalanan menuju tanah perjanjian yang jauh lebih bagus daripada tanah perbudakan di Mesir,

3:06 mereka menggerutu, ngoceh, ngeluh, ngomel, ngelawan pemimpin, melawan Tuhan. Isinya, hidupnya komplain terus dari tahun ke tahun dan ujung dari kehidupan mereka adalah mati bangkainya di padang gurun semuanya gak teruji. Kadang cinta kita sama Tuhan diuji lewat banyak hal. masalah keuangan kita ini menjadi orang yang pelit, kikir, melek, medit, gak karu-karuan atau kita menjadi orang yang murah hati. Kita pakai berkat kita ini untuk apa? Untuk kepentingan ego dan hawa nafsu kita. Atau kita bisa kelola hartanya Tuhan itu dengan baik. Kalau kita bisa didapatin dan bisa dipercaya, tentunya Bapak, Ibu akan ditambahkan berkat yang berkelimpahan. Tapi ketika Bapak, Ibu tidak bisa dipercayakan apa-apa dan ujungnya hidupmu akan kacau, ujung dari hidupmu

3:54 akan berantakan, ngawur semuanya. Makanya ujian-ujian diizinkan terjadi dalam hidup kita. Ngetes hati kita ini sebenarnya benar di hadapan Tuhan apa tidak. Coba kita lanjutkan lagi. Ujilah Aku ya Tuhan. Cobalah aku. Selidikilah batinku dan hatiku. Dites sampai kedalaman batin. Kita ini cinta Tuhan apa tidak? Benar enggak hati kita ini mengasihi Tuhan? Banyak orang mulutnya mengasihi Tuhan. Banyak orang mengasihi Tuhan dengan cara melayani. Tapi karakternya gak teruj. Ketika ngalami tantangan tetap saja jatuh dalam dosa. Ketika ngalami pencobaan terseret jatuh dalam dosa. Gak bisa kontrol emosinya, gak

4:39 bisa kontrol amarahnya. Enggak bisa memiliki pengendalian diri. Gak bisa ditegur, gak bisa dinasihatin. Hidupnya dari tahun ke tahun berkutat di area yang sama terus dan gagal di area yang sama, jatuh di area yang sama terus. Bapak, Ibu bisa bayangkan perjalananmu dari tahun ke tahun seperti itu akan sangat-sangat membosankan dan menjenuhkan. Kalau Bapak, Ibu memiliki perjalanan kehidupan seperti itu, engkau tidak akan mencapai destinasi Tuhan. Dari tahun ke tahun tetap sama. Bapak, Ibu harus belajar diubahkan. Bapak, Ibu harus belajar benar-benar mengerti kehendak Tuhan. Semakin hari semakin tahu dan mengerti apa yang Tuhan mau, semakin tahu dan mengerti apa yang Tuhan inginkan sehingga perjalanan hidupmu akan semakin menjadi serupa segambar

5:25 dengan Kristus. Bapak, Ibu, kehidupan kekristenan kita kan harus bertolak dari iman kepada iman. Harus diubahkan karakter kita. Karena perjalanan kekristenan kita kan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Makanya diizinkan ujian, pencobaan, menyelidiki sampai kedalaman batin. Mata kita ini tertuju pada kasih setia Tuhan apa tidak? Hidup kita ini di dalam kebenaran apa tidak? Kan semuanya teruji lewat masalah keadaan, lewat semua kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Nah, Bapak Ibu, kalau Bapak Ibu sadarin itu, engkau akan menjadi orang yang hatinya lembut, mudah diubahkan. Engkau menjadi orang yang kokoh, teguh setiap menghadapi tantangan Bapak Ibu mesti tahu bahwa di baliknya Tuhan berurusan dengan hati kita. Dari setiap kejadian yang terjadi

6:10 diizinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Sebenarnya Tuhan sedang berurusan dengan hati kita. Tuhan sedang beracara dengan hati kita. Hati kita ini harus pusatnya kepada Kristus. Hati kita ini pusatnya hidup di dalam kebenaran. Kalau tidak kita akan menipu diri kita sendiri. Bapak Ibu bisa bayangkan bertahun-tahun rajin gereja, bertahun-tahun beribadah, ngaku percaya Yesus dan melakukan banyak hal kegiatan rohani. Tapi kalau ditinjau dari kelakuan, sikap dan perbuatannya persis seperti orang dunia, bahkan lebih jahat dari iblis. Bapak, Ibu bisa bayangkan kekristenan yang model seperti itu dari tahun ke tahun tetap jatuh dalam dosa yang sama. dari tahun ke tahun jeratnya di area yang sama dan membuat hidupmu

6:57 babak blur. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau itu terjadi dalam hidupmu engkau akan mengalami kekacauan sehingga orang Kristen gak berkemenangan. Enggak didapatin finish well dan finish strong. Bapak, Ibu kan pengin didapatin finish well, finish strong di dalam setiap kehidupan yang Bapak, Ibu jalanin. Dan Tuhan mau dalam setiap kehidupanmu engkau ngalami kemenangan, engkau ngalami breakthrough, engkau ngalami terobosan dan perjalananmu akan semakin menjadi serupa segambar dengan Kristus. Ngadapi tantangan apapun tetap fokusnya kepada Tuhan. Nah, orang-orang kayak begini akan mudah sekali diubahkan kalau dia bikin kesalahan, dia cepat sadar sekali. Kalau ditegur hatinya lembut, mau koreksi diri. Bapak, Ibu bisa bayangkan banyak orang gak menyadari apa yang diperbuatnya selama ini salah dan tetap

7:43 dilakukan terus. L dan ujungnya pada kehancuran. Kalau sudah itu salah dan Bapak, Ibu tetap lakukan terus, ujung dari kehidupanmu akan hancur. Ujung dari apa yang Bapak, Ibu kerjakan akan hancur dan tidak dapat berkenan di hadapan Tuhan. Padahal Tuhan mau dapatin kita ini semakin hari semakin berkenan di hadapannya. Lewat sikapmu, tindakanmu, karaktermu semakin mencerminkan kemuliaan Tuhan. Dan Bapak Ibu bisa mengkoreksi diri, hatinya mudah diubahkan sekali. Sekarang kita akan lihat di Mazmur 139 mulai ayat yang ke 23. Selidikilah aku, ya Allah, kenallah hatiku. Ujilah aku dan kenallah

8:30 pikiran-pikiranku. Lihatlah apakah jalanku serong dan tuntunlah aku di jalan yang kekal. Ini orang yang mau merefleksi diri. Bapak, Ibu bisa bayangkan sepanjang tahun ini, sekarang di akhir bulan di tahun ini Bapak, Ibu koreksi diri dari Januari sampai Desember ini. Apa yang Bapak Ibu bikin? Kesalahan apa tidak? Lebih banyak melakukan kesalahan apa tidak? Sering jatuh dalam dosa apa tidak? Sering ngalami kegagalan apa tidak? Golmu sudah tercapai atau belum? Bapak, Ibu coba bayangkan kalau dari tahun ke tahun tidak ada peningkatan hidupmu, artinya terjadi kemerosotan. Hidupmu enggak benar di hadapan Tuhan. Karena berjalan bersama Tuhan tuh naik terus ngalami promosi, ngalami

9:16 peninggian. Iya, ngalami proses, iya ngalami pencobaan, iya ngalami ujian. Tapi orang ini tetap jalannya ke depan. Dan orang yang berjalan bersama Tuhan itu semakin diberkati tentunya. Tidak hanya secara materi. Apapun yang dikerjakan Bapak Ibu menggaramin banyak orang, memberkati banyak orang, mengubahkan banyak orang. Bapak, Ibu bisa bayangkan dari tahun ke tahun kamu tetap sakit hati, kamu tetap kepaitan. Yang di hatimu, yang diingat-ingat kejadian di masa lalu yang tidak bisa dilupakan kejadian yang buruk-buruk. Padahal kalau Bapak Ibu belajar melupakan penuh kasih karunia itu perlu namanya pimpinan Roh Kudus dan kekuatan Roh Kudus. Kalau kamu bisa melakukannya dengan kekuatan Roh Kudus, kamu bisa melihat ke depan, bukan hanya melihat ke belakang. Memang kita perlu ketika

10:03 nyetir lihat sesekali spion, tapi tidak harus melihat spion terus. Lihat ke depan. Kalau Bapak Ibu nyetir, mau mobil, mau mobil listrik, mau mobil bensin dan apapun juga namanya, ketika nyetir memang sesekali lihat spion tapi fokusmu harus ke depan. Kalau Bapak, Ibu lihat spion terus, ujungnya Bapak Ibu akan babak belur nabrak berdarah-darah. Hidup kita juga sama. Sesekali kita ngelihat flashback sepanjang Januari, Februari Maret April Mei Juni dan sampai hari ini. Benar enggak yang saya perbuat ini dalam trknya Tuhan atau belum? didapatin berkenan di hadapan Tuhan atau belum? Yang aku kerjakan ini menjadi berkat bagi banyak orang atau belum? Perkataanku ini sudah sejalan dengan firman atau belum? Pikiranku ini

10:48 sudah sesuai dengan pikiran Kristus belum? Kalau belum berarti kita harus berubah terus, kita harus belajar terus. Fungsinya firman harusnya kita diubahkan hari demi hari. Semakin diubahkan, semakin diubahkan tentunya karaktermu semakin menjadi serupa segambar dengan Kristus. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau karaktermu serupa segambar dengan Kristus, kamu penuh hikmat, pengertian, dan pengendalian diri, Tuhan akan percaya akan pengaruh yang lebih besar. Dampakmu akan lebih besar. Kenapa banyak orang Kristen yang jadi pendeta, yang jadi pelayanan dampaknya enggak begitu besar? Karena tidak bisa dipercayakan. Karena tidak didapatin kapasitas yang besar. Dia puas dengan apa yang dicapainya. Dia puas dengan apa yang dilakukan. Kekristenanmu harus bisa didapatin, dipercayakan perkara yang

11:35 lebih besar. Kekristenanmu harus beranjak dari iman kepada iman, dari glory kepada glory, dari kemuliaan satu pada kemuliaan yang lain. Semakin hari hidupmu berdampak, hidupmu memberi warna yang berbeda kepada orang lain, memberkati orang lain, mengubahkan orang lain. Kekristenan kita harus mengalami breakthrough dan terobosan. Kekristenan kita harus mengalami perubahan semakin menjadi serupa segambar dengan Kristus. Jangan jadi Kristen kelakuannya malah seperti setan. Jahatnya enggak ketulungan, emosinya gak terkontrol, hatinya busuk, pikirannya jelek terus. Nih, Bapak, Ibu. Kalau pikiranmu jelek-jelek terus, coba datang kepada Tuhan. Izinkan Roh Kudus mengenali

12:21 pikiranmu. Jalanmu itu serong atau belum? Jalanmu itu sejalan dengan Tuhan apa tidak? Kalau Bapak, Ibu memberi hatimu, pikiranmu, perasaanmu sepenuhnya di hadapan Tuhan, engkau akan semakin diubahkan. Memiliki sikap hati yang berbeda, karakter yang beda, kelakuan yang berbeda, dan ujungnya engau akan jadi berkat bagi banyak orang. Dan saya berdoa Bapak, Ibu semakin hari kita ini semakin melangkah diubahkan. Jangan sampai mentok dan puas di dalam posisimu hari ini. Tuhan masih mau lakukan lebih. Tuhan pengin memanifestasikan kuasanya. Tuhan pengin banyak bicara untuk menceritakan apa yang menjadi rencananya di tahun-tahun yang akan datang, di generasi yang akan datang. Dan Bapak Ibu, sampai hari ini Tuhan masih mencari

13:06 orang yang bisa dipercaya untuk melakukan banyak hal yang ilahi di dalam hidupnya. Kalau dalam bekerja aja enggak tanggung jawab. Dalam urusan rumah tangga Bapak, Ibu enggak tanggung jawab. Dipercayakan apapun enggak tanggung jawab. Maumu enak-enakan terus, maumu engkang-engkung kaki dan ujungnya hidupmu akan bapak belur. Kepercayaan didapat dari Tuhan itu tidak ujuk-ujuk dapat. Bapak, Ibu harus setia dari perkara kecil. Tuhan akan tambahkan perkara yang lebih besar dan di ujungnya Bapak Ibu akan dipromosi ngalami perkara yang lebih besar. Apa yang Tuhan percayakan kepada Yosua? Dimulai dari hal yang sederhana. Ketika Musa mencari Tuhan, dia di gunung itu dan Yosua bujangnya memperhatikan apa yang Musa lakukan ketika Musa sudah turun. Tapi

13:53 Yosua tetap pengin kenal Tuhan yang disembah oleh Musa. Ini orang bisa dipercaya. Memiliki kerinduan memiliki cara pikir yang berbeda. Dan ujungnya dia dipercayakan. Di zaman generasi Yosua itu powerful sekali loh. Bangsa Israel hidupnya takut akan Tuhan. Luar biasa sekali. Dan perjalanannya benar-benar penggenapan atas janji Tuhan itu terjadi loh, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu, Tuhan mau Bapak, Ibu menjadi orang yang pintar. Bukan Kristen yang bodoh, bukan Kristen yang agamawi, rajin ibadah, enggak ngerti apa-apa, enggak ngerti tujuan hidup isinya, ribut isinya komplain, isinya berantem, isinya gegeran, pikiranmu jahat, pikirannya busuk, pikiranmu jelek, gak mau koreksi diri, enggak mau belajar. Kalau kamu

14:38 seperti itu terus, sampai mati pun kamu enggak akan jadi berkat. Tetap jadi trouble, tidak akan pernah ke mana-mana dan Tuhan tidak akan percayakan apa-apa. Kekristenan itu harus bisa dipercaya dalam segala hal menurut kacamatanya Tuhan. Kalau Bapak, Ibu belum bisa dipercayakan apa-apa sampai hari ini, koreksi diri, koreksi hatimu. Belajar untuk diubahkan. Semakin hari engkau semakin memberi diri, semakin diubahkan. Hidupmu akan jadi dampak bagi banyak orang. kekristenanmu akan jadi berbeda. Amin. Jangan hanya pintar ngutip ayat tapi enggak pintar nghidupin. Ini kita akan beranjak ke tahun ke depan. Tahun depan kita akan melihat sesuatu yang ilahi yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kita akan menikmati terobosan. Kita akan menikmati kelimpahan. Kita akan menikmati berkat

15:24 Tuhan. Dimulainya dari hari ini. Bapak, Ibu mesti persiapkan hatimu. Semakin kamu mempersiapkan wadah yang besar, jatahmu akan besar. Wadahmu kecil, kamu akan terima jat yang sesuai dengan wadahmu. Kapasitasmu diperbesar, karaktermu diubahkan. Engkau bisa jadi orang yang dipercaya, memiliki tanggung jawab, dan hidupmu takut akan Tuhan. Dan engkau akan jadi berkat bagi banyak orang dan nama Tuhan akan dipermuliakan. Amin. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini mengubahkan hatimu, mengkoreksi hatimu. Selidiki. Izinkan Roh Kudus menyelidiki hatimu, pikiranmu, kehendakmu, kemauanmu, egomu. Seluruhnya kehidupan kekristenan kita harus transparan. Seperti ikan di akuarium

16:10 bisa dilihat dari segala sisi. Enggak ada ruang tersembunyi yang kita tutupi untuk melakukan dosa dan pelanggaran. Bapak, Ibu, Tuhan pengin memanifestasikan sesuatu yang ilah, yang dahsyat. Tuhan pengin bicara banyak, menceritakan rencananya di tahun-tahun ke depan dan dicari orang yang available memberi diri, memberi hidupnya bersekutu dengan Tuhan, mendedikasikan hidupnya sepenuhnya di hadapan Tuhan. Amin. Jadi, orang Kristen berbeda. Jangan tetap sama terus. Koreksi. Kamu kerja gagal terus. Coba lihat tanggung jawab apa enggak. Kamu jadi suami gagal enggak memenuhi kebutuhan keluargamu. Coba dicek, ada yang salah itu kalau seperti itu. Dengarin baik-baik para suami, kamu harus kerja, kamu harus rajin, kamu harus sungguh-sungguh, kamu harus

16:56 bertanggung jawab menghidupin keluargamu. Saya ini pendeta yang kerja keras sekali. Saya kerja keras. Saya tidak pengangguran mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Saya rajin. Saya dipercayakan apapun saya kerjakan dengan sepenuh hati saya. Dan tidak pernah keluar dari mulut saya itu komelan, gerutu, keluhan. Never. Saya tidak pernah mengeluh. Saya jalanin apapun itu enak gak enak saya jalanin. Saya tahu kok selama hati saya benar di hadapan Tuhan, di ujungnya Tuhan sendiri yang akan bikin breakthrough dan terobosan. Dan saya komitmen sepanjang tahun-tahun ke depan saya mau lebih melakukan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Saya pengin didapatin berkenan. Sikapku, tindakanku, perbuat pengin didapatin berkenan di hadapan Tuhan.

17:41 Saya berdoa ini waktu momen yang tepat. Koreksi diri. Koreksi diri. Izinkan Roh Kudus tembus sampai kedalaman batinmu. Engkau diubahkan, kau dilawat Tuhan dan Tuhan akan bawa kamu ke dalam perjalanan berkemenangan mulai hari ini. Amin. Tutup Alkitabmu, tutup matamu dan kita berdoa. Bapa terima kasih buat firman-Mu. K materikan firman ini dengan darah anak dombalah Allah nempel sampai kedalaman batin kami Tuhan. koreksi sampai kedalaman batin kami. Kalau engkau dapatin kenajisan, kekotoran, kejahatan, trauma masa lalu, hal yang buruk di masa lalu, kepahitan dan luka batin, Tuhan cabut sampai ke akar-akarnya. Roh Kudus berikan kemampuan untuk berjalan dalam kebenaran, mempermuliakan nama Yesus.

18:28 Hidup benar sejalan seperti yang Kristus mau dan Kristus inginkan. sehingga nama Yesus dipermuliakan melalui kehidupan kami, perkataan dan tindakan kami. Tuhan, terima kasih. Kami kembalikan semuanya untuk hormat, kemuliaan buat Raja kami yang maha mulia. Kami dedikasikan hidup kami sampai kedalaman batin kami untuk kemuliaan nama Tuhan. Roh Kudus bicara terus, tuntun terus, jangan pernah tinggalkan kami sendirian. Kami pengin dipimpin oleh Tuhan, kami pengin diurapin Tuhan. Kami pengin dituntun berjalan berkemenangan sampai finish well dan finish. Kami berjanji hidupkan untuk kemuliaan nama-Mu Tuhan. Berkati setiap orang yang rajin mendengarkan apa yang hamba-Mu sampaikan. Berkati bisnis, pekerjaan, pelayanan, apapun yang mereka kerjakan.

19:15 Para suami diberkati Tuhan istri diberkati, anak-anak diberkati, orang tua mereka diberkati semuanya. Tidak ada yang kekurangan, tidak ada yang sakit penyakit, tidak ada yang mengalami kelemahan. Mereka umur panjang, sehat, dan sejahtera. Bagi yang sedang sakit, taruh tangan kananmu di bagian yang sakit. Oleh bilur Yesus, oleh darah Yesus. Jadilah Engkau tahir, jadilah Engkau pulih, jadilah Engkau sembuh, sehat sepersediakal. Dalam nama Yesus, anugerah kemurahan Tuhan melimpah-limpah. Berkat-Mu yang tanpa batas melimpah-limpah dalam kehidupan kami. Terima kasih ya Tuhan. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan buat Raja kami yang maha mulia dalam nama Yesus. Haleluya. Amen. And God bless you.

20:02 [Musik] Jesus name. Jesus name Jesus. Jesus. Ibu ini sesang terima semakin semakin semakin [Musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat [Musik] kuasanya

20:49 [Musik] Jesus tenang down [Musik] tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan kuasa Jesus semakin mengalami Jesus. Biar [Musik] tuan now Jesus name Jesus Jesus [Musik]

21:42 saya lihat dalam mimpi ketika saya [Musik] [Tertawa] [Musik] Sini sini now angkat [Musik] belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapan ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali. [Musik] Urapan Tuhan turun ya.

22:28 Go Jesus. Bu maju sini sini. Gua enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the urapan itu turun. Go Jesus. He, Pak, Bu, Pak. Sini, sini, sini. Jamah, Ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name. Jesus name. Bapak enggak akan tahan

23:14 dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu [Musik] Jesus name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Rezip. Risip Bu Lani. Saya mau doain Bu Lani.

24:02 Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah. Tuhan jamah ibu. Nah, Rizik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me breath of God. Tuhan jamah. Ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name. [Musik]

25:07 nam [Musik] ini [Musik] Ya [Musik] kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus,

25:53 [Musik] Roh Kudus. [Musik] n-mu [Musik] sembah [Musik]

26:46 Angkat suaramu, nyanyikan mazmu, tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [Musik] We worship you. We adore you. We adore you. [Musik]

27:39 Mia [Tertawa] [Musik] We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] Dari hati kami.

28:28 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan, [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik]

29:34 Kau saja yang suci. [Musik] Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.

30:25 Kau layak terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [Musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering

31:12 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang

31:57 kesayangan-Mu. Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube