[Live Session] UT1 - #01 : Kuliah Perdana Ushul Tafsir - Ustadz Umar Rais Hisyam, B.A., B.A., M.A.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kajian usul tafsir dalam Islam, dipimpin oleh Ustaz Umar Rais di HSI Akademi. Dalam pertemuan pertama ini, beberapa poin penting yang dibahas meliputi pengertian dan urgensi dari usul tafsir, tujuan belajar usul tafsir, serta hukum menafsirkan Al-Qur'an. Video ini juga menjelaskan hubungan antara ulumul Qur'an dan usul tafsir, serta memperkenalkan sumber-sumber yang digunakan dalam kajian.

  • Pengertian dan urgensi usul tafsir.
  • Hukum menafsirkan Al-Qur'an.

Pengenalan dan Tujuan Usul Tafsir

Pada bagian pengenalan, Ustaz menyampaikan rasa syukurnya atas pertemuan kali ini dan harapannya agar kajian ini memberikan keberkahan. Ia menjelaskan pentingnya menyiapkan alat tulis untuk mencatat faedah dari materi yang disampaikan. Ustaz Umar kemudian menjelaskan bahwa materi usul tafsir mencakup kaidah-kaidah yang perlu dipahami melalui banyak contoh, serupa dengan pembelajaran asal bahasa Arab yang memerlukan praktek.

Definisi dan Hukum Menafsirkan Al-Qur'an

Ustaz memberikan gambaran tentang usul tafsir sebagai ilmu yang mempelajari landasan dalam menafsirkan Al-Qur'an. Ia menjelaskan urgensi memahami usul tafsir untuk mengontrol penafsiran agar tidak terjadi kesalahan serta membedakan tafsir yang benar dari yang salah. Hukum menafsirkan Al-Qur'an, menurut Ustaz, adalah wajib, karena setiap Muslim diharuskan untuk merenungkan makna Al-Qur'an, dan penafsiran dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai pemahaman tersebut.

Hubungan Antara Ulumul Qur'an dan Usul Tafsir

Ustaz menjelaskan bahwa ulumul Qur'an adalah bidang yang lebih luas dibandingkan dengan usul tafsir. Ulumul Qur'an mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur'an, sedangkan usul tafsir lebih tertuju pada metode dan kaidah dalam memahami tafsir. Pada bagian ini, Ustaz juga menjelaskan tentang berbagai tema yang akan dipelajari dalam mata kuliah usul tafsir, serta sejarahnya yang berkembang sepanjang waktu.

Penafsiran Al-Qur'an oleh Al-Qur'an

Pada bagian ini, Ustaz mengulas pentingnya penafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an itu sendiri, yang menjadi salah satu sumber utama dalam memahami makna ayat. Ia menekankan bahwa penafsiran yang terbaik adalah yang dilakukan berdasarkan pemahaman dari Al-Qur'an itu sendiri, dikarenakan Allah adalah yang paling mengetahui makna dari firman-Nya. Ustaz juga memberikan contoh-contoh tentang bagaimana satu ayat dapat menjelaskan ayat lainnya.

Penafsiran Al-Qur'an dengan As-Sunnah

Ustaz menjelaskan tentang pentingnya sunah dalam menafsirkan Al-Qur'an, mengacu pada hadits-hadits yang menjelaskan makna-makna tertentu dalam Al-Qur'an. Hukum asalnya adalah bahwa sunah mendukung dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. Dalam video, terdapat penjelasan tentang urgensi sunah dalam memahami dan menjelaskan Al-Qur'an serta bagaimana sunah melengkapi informasi yang tidak ada di dalam Al-Qur'an.

Tanya Jawab dan Kesimpulan

Video ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta seminar mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan penafsiran Al-Qur'an. Ustaz memberikan penjelasan mendalam tentang setiap pertanyaan dan mengakhiri pertemuan dengan meminta semua peserta untuk bersyukur atas ilmu yang telah didapatkan serta pentingnya terus belajar. Ustaz berharap semua peserta dapat mengamalkan apa yang telah dipelajari dalam imannya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastain waa um dunya wdin wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin waa alihi wasohbihi waman tabiahum bihsani ilai yaumiddin. Amma ba'du. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa taala yang telah mempertemukan kita pada kesempatan yang penuh keberkahan ini. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan orang-orang yang istikamah mengikuti sunah beliau hingga akhir zaman nanti. Para peserta Liqomu rahimahullah, dengan penuh rasa syukur kita memasuki pertemuan perdana pada perkuliahan usul tafsir bersama guru kita Al Ustaz Umar

0:47 Rais BA MA. Hafidahullahu taala. Semoga majelis ini menjadi majelis ilmu yang diberkahi, diliputi dengan ketenangan, dan menjadikan jalan bertambahnya pemahaman kita terhadap kalamullah dan sunah-sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sebelum halaqah dimulai, kami mengingatkan kepada seluruh ikhwah peserta liq maftuh untuk menyiapkan alat tulis dan buku catatan agar faedah-faedah yang disampaikan oleh ustaz dapat dicatat dengan baik. Serta bagi ikhwah yang tidak ada uzur dimohon untuk dapat open kamera serta menempatkan diri di tempat yang kondusif. Walaupun halaqok kita dilaksanakan secara online, semoga kita tetap dapat menjaga adab-adab selama bermajelis ilmu serta menghadirkan hati di dalam menuntut ilmu. Tanpa berpanjang

1:34 kata, marilah kita membuka majelis ini dengan memohon keberkahan ilmu dari Allah Subhanahu wa taala kepada Ustaz Umar Rais BA hafidahullahu taala. Waktu dan tempatnya kami persilakan. Tafadul Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wasastagfiruh wubillahuri anfusina waminati aalina yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil

2:22 fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Alhamdulillah bersyukur kepada Allah kita semua bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala bisa dipertemukan di kajian perdana atau pertemuan perdana session di Alaq ASI Akademi Usul Tafsir Dan kita memohon kepada Allah Subhanahu wa taala untuk memberkahi pertemuan ini dan

3:08 menjadikannya jalan untuk lebih memahami Al-Qur'an, lebih dekat dengan tafsirnya dan juga memahami penafsiran para ulama dengan baik dan benar. Para mahasantri His Akademi. Susunan acara sore ini insyaallahu taala seperti yang telah disampaikan kepada kami insyaallah 60 menit atau sekitar ee sampai jam berapa berarti di sana? Jam di sini sampai jam 5.30 ya. Oh di sana jam 09.30 30

3:58 akan kita murajaah dari halaqah 1 sampai 10 tentang materi usul tafsir ini. Kemudian 30 menit setelahnya ada akan ada sesi tanya jawab jika ada yang ingin ditanyakan dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kami kemudahan untuk menjawab. Tayib. Sebelum kita masuk ke materi, ana memberikan dua tanbih atau dua himbauan tentang materi usul tafsir ini,

4:46 ya. Yang pertama, materi usul tafsir ini itu berupa kaidah-kaidah. Jadi wajar kalau misalnya seorang murid mempelajari sebuah kaidah belum terlalu tergambar dengan baik kecuali dengan banyaknya contoh setelah mempelajari kaidah tersebut seperti seorang mempelajari kaidah nahwu, kaidah sarf, dia tidak akan bisa memahaminya dengan baik. kecuali setelah dia mempelajari contoh-contohnya

5:31 dan bahkan lebih baik lagi jika belajar membaca kitab gundul dan seterusnya. Begitu juga usul tafsir. Kita tidak akan bisa memahami kaidah-kaidah yang telah kita pelajari dengan baik, kecuali setelah kita banyak menelaah tafsir-tafsir para ulama dan mempraktikkan kaidah-kaidah yang telah kita pelajari dalam ee penafsiran mereka. Kemudian yang kedua ya lebih ke penjelasan tentang sumber dari materi kita ini. Jadi materi yang telah kita susun ana sendiri

6:19 sama dengan Ustaz Uma hafidahullahu taala adalah yang telah kita pelajari di Jamiah Islamiyah Madinah. selama program studi satu ana sendiri. Kemudian Ustaz Ustaz Umair berhubung beliau adalah memang di Qism tafsir kalau ana sendiri di Qisum Qiraat beliau di Kisum Tafsir maka kami berusaha untuk meringkas apa yang telah kita ee dapatkan di kuliah dari berbagai kitab yang modern

7:04 sebenarnya belum jadi yang disusun oleh ulama belakangan atau masyaikh belakangan seperti almuhazab fi ushuli tafsir dan attrir fi ushuli tafsir, fusul fi ushuli tafsir. Kita berdua berdiskusi kemudian berusaha menyusun ee dengan lebih runtut dan lebih lebih baik menurut ijtihad kamu berdua. Nah, mungkin itu sedikit yang ana tambahkan di awal liq ini. Kemudian di sini ada 10 halaqah. Insyaallah kita akan baca ringkas agar kita bisa istikarf atau

7:50 mengingat kembali apa yang telah kita pelajari. Yang pertama tentang mukadimah, pendahuluan. Usulut tafsir. Di halaqah pertama kita mempelajari tentang ee beberapa tema penting yaitu pengertian usul tafsir urgensi yang juga di dalam bahasa Arab disebut dengan ahami ya. Kemudian tujuan hadf kenapa kita belajar usul tafsir. Kemudian hukum menafsirkan Al-Qur'an dan hubungan ulumul Quran

8:38 dengan usulut tafsir. Yang pertama ushul tafsir secara bahasa dan secara istilah. Kita fokus ke istilahnya saja ya karena ini yang menjadi inti bahasan kita untuk dan untuk meringkas waktu. Dan usul tafsir adalah almadzi yabu ususi walqidumu alai tafsirul Quran. Ilmu yang mempelajari landasan-landasan yang menjadi dasar dalam menafsirkan Al-Qur'an. Ya, baik itu kita akan menjadikannya

9:24 dasar sebab jika kita ingin menafsirkan Al-Qur'an, menjelaskan makna Al-Qur'an atau kita menjadikannya dasar untuk menilai penafsiran seseorang. Menilai penafsiran seorang mufassir. Apakah itu benar ataukah itu salah? urgensi pahamiah tentang mempelajari usul tafsir ini yaitu untuk mengontrol penafsiran Al-Qur'an agar tidak jatuh ke dalam kesalahan. Kemudian juga semakna dengan itu menjadi tolak ukur untuk membedakan penafsiran yang benar dan yang salah. Kemudian melawan anggapan bahwasanya

10:10 tafsir adalah produk semata yang tidak ada ee kaidahnya. Semua orang bisa menafsirkan sesuai apa yang dia kehendaki. Kemudian keempat melawan anggapan bahwasanya makna Al-Qur'an berubah sesuai dengan waktu dan tempat. Al-Qur'an tentu saja cocok maknanya ee bisa untuk membawa maslahah di semua waktu dan tempat. Tapi bukan berarti maknanya berubah-rubah. Maknanya berubah-rubah menyesuaikan tempat tersebut. Ya, itu sesuatu dua hal yang berbeda maknanya tetap tetap ee

10:57 satu atau tetap yang benar yang dimaksudkan. Tapi makna ini bisa memberi maslahat di tempat manaun dan di ee waktu kapan. Kemudian hukum mempelajari dan menafsirkan Al-Qur'an secara umum. Ini masuk ke pembahasan kedua dari halaqah yang tadi ya. Halqah pertama ini yaitu secara umum hukumnya adalah wajib. Karena mentadaburi Al-Qur'an adalah wajib sesuai perintah Allah Subhanahu wa taala. tidak akan bisa mentadaburi Al-Qur'an kecuali dengan mengetahui penafsirannya. Dan Al-Qur'an

11:43 menafsirkan ayat yang tidak bisa ditafsirkan. Dan ini berkaitan dengan hukumnya tadi ya. Jika kita masih ee kita diwajibkan untuk mentadaburi Al-Qur'an, apakah artinya semua Al-Qur'an itu bisa ditafsirkan? Ternyata ada Al-Qur'an yang kita tidak bisa menafsirkannya, tidak bisa ditafsirkan. Ini disebutkan dalam sebuah asar ya inana dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma tentang pembagian tafsir. Ada yang dinamakan dengan mutasyabihul Quran yang tidak diketahui maknanya kecuali Allah kecuali Allah Subhanahu wa taala yang mengetahuinya.

12:29 seperti hal-hal yang gaib seperti kaifiah atau ee tata cara Allah Subhanahu wa taala ketika beristiwa. Maka ini termasuk hal yang tidak bisa ditafsirkan, diketahui maknanya secara pasti karena kita tidak diberitahu oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun maknanya, maknanya kita paham ala wartafaa seperti yang disebutkan oleh para ulama. Tapi bagaimana ala wartafaa ini kaifiahnya tidak ada yang tahu. Nah, kemudian contohnya adalah contohnya lagi tentang ee kapan hari kiamat itu datang.

13:18 Nah, kemudian arti dari araful muqattaah. Banyak e pendapat para ulama tentang makna ahlul muqatah. Namun yang dirojikan di sini yaitu itu adalah ee dan itu termasuk ee pendapat sebagian ulama muqatah tidak ada yang tahu maknanya. Allah Subhanahu wa taala menurunkannya demikian dan kita tidak bisa mereka-reka maknanya. Adapun ee bagian kedua yaitu tafsir menafsirkan ayat yang bisa ditafsirkan. Maka jika diketahui penafsirannya dari bahasa Arab, maka jika orang itu mengetahu tahu tentang bahasa Arab punya dasar dalam

14:04 bahasa Arab maka boleh menafsirkan. Jika tidak bisa, maka tidak boleh menafsirkannya. Kemudian ada juga yang bisa diketahui dari ee Nabi sallallahu alaihi wasallam beserta juga para ulama karena mereka adalah pewaris para nabi. Nah, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa taalaikai wahum yatafakarun. Dan hukum mempelajari tafsir ada yang wajib, ada yang tidak wajib. Yang wajib adalah yang berkaitan dengan kewajiban amaliah

14:51 seorang muslim seperti tauhid dan syirik, rukun iman dan seterusnya yang hukumnya wajib ain. Yang tidak dip wajib adalah yang lainnya. seperti penafsiran ee tentang kisah-kisah dan seterusnya. Baik. Kemudian tentang ulumul Quran dan usul tafsir. Hubungan antara kedua ilmu ini. Ulumul Qur'an lebih luas mencakup banyak hal yang berkaitan dengan semua ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur'an. baik itu yang ee mencakup maknanya atau yang berkaitan dengan ee bacaan dan

15:38 seterusnya. Ee Al-Qur'an apa? Ulumul Quran itu lebih luas dari ushulut tafsir. Tib. Halaqah kedua masih tentang pendahuluan mencakup tiga tema utama, yaitu apa saja yang dibahas dalam usul tafsir, kemudian sejarahnya, kemudian beberapa karya tulis tentang usul tafsir yang dibahas dalam usul tafsir yang pertama mukadimah asasiah, pendahuluan, kemudian masadirut tafsir, kemudian ijma dan ikhtilaf.

16:24 syarat dan adab seorang mufassir dan qawaidut tafsir. Yang terakhir tentang qawaidut tafsir ini sebagian ulama menyendirikannya menjadi sebuah ilmu tersendiri. Walaupun sebenarnya dia masuk dalam usulut tafsir, tapi karena banyaknya kaidah-kaidah tafsir yang telah disimpulkan oleh para ulama atau yang telah dibukukan oleh para ulama akhirnya menjadi sebuah ilmu tersendiri. Dan di kuliah kami di Madinah ada pelajaran tersendiri yang membahas tentang qawaidut tafsir. Dan sepertinya di halaqah kali ini halaqah Aademi tidak dibahas dengan

17:13 ee detail karena memang itu tadi. Jadi tafsir sebagian ulama menjadikannya sebuah ilmu tersendiri. Adapun yang kita bahas di halaq kita dari nomor 1 sampai 4 dalam ee pelajaran mata kuliah ini. Tib. Kemudian sejarahnya ada beberapa fase. Yang pertama tentang fase peletakan pondasi. Artinya awal ya. Semua ilmu syari berawal dari Al-Qur'an dan Asunah. Dari zaman Rasul sallallahu alaihi wasallam, dari praktik Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menafsirkan Al-Qur'an. Kemudian beliau mengambil sebuah kaidah

18:00 atau menerapkan

18:46 menerapkan sebuah kaidah Bismillah terpotong sedikit karena ada telepon

19:33 saya ruler. Ayo. Ee jadi kita sampai ke sejarah tentang usul tafsir. Kemudian setelah fase pondasi ini ada fase pembukuan. Setelah di para ulama meneliti ilmu ini dari hadis-hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam. Mereka menulisnya dalam kitab-kitab yang membahas ilmu-ilmu lain. Mereka selipkan kaidah-kaidah ini seperti dalam kitab-kitab tafsir itu sendiri. dalam mukadimahnya atau di tengah-tengahnya. Kemudian ada juga dalam kitab kitab

20:20 Ulumul Qur'an. Karena ulumul Quran tadi setelah setelah kita sebutkan ya kan mencakup juga ulumut tafsir. Kemudian juga kitab ushul fikih karena usul fikih di banyak kaitannya juga dengan usul tafsir seperti yang kita bahas nanti ada tentang taksisul yaitu mengkhususkan lafaz yang umum dan seterusnya. Kemudian mereka mengambil contoh dari Al-Qur'an mempraktikkannya. Maka itu termasuk pembahasan usul tafsir juga. Kemudian juga kitab-kitab bahasa seperti Majzul Quran dan Tahibul Lugh. Kemudian setelah itu baru ada yang membukukan secara khusus, secara independen, yaitu contohnya adalah

21:06 almukadimah fi usul Tafsir karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala dan juga kitab-kitab lain setelahnya. usulun tafsir karya Sikhul eh Isad Alimin dan juga yang membahas beberapa ee pembahasan khusus dalam usul tafsir seperti qawaidut tarjih tafsirul lhawi, al ijma fit tafsir. Ini adalah beberapa tema dalam usul tafsir yang disendirikan oleh beberapa penulis. Nah, kemudian kita masuk ke halaqah ketiga

21:53 yang membahas tentang penafsiran dengan Al-Qur'an. Penafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an. Sebelum kita masuk, kita membahas tentang arti dari masadir tafsir, yaitu almarajiul awali. ee rujukan utama yang dijadikan landasan seorang mufasir. Dan ada beberapa istilah lain seperti ruruk tafsir. Jadi ini bedanya bisa dilihat dari isi sisi pandangnya ya. Turukut tafsir metode metode. Kemudian marajut masodirulut tafsir adalah

22:38 sumber. Seorang yang menggunakan sumber ee tafsir tertentu tentu metodenya tidak sama dengan sumber lainnya. Maka sebagian menamakannya dari sisi pandang sumbernya. Sebagian lain menamai dengan sisi pandang metodenya. Dan yang disebutkan dalam pembahasan itu ternyata sama yaitu tentang masadirut tafsir. Ada tujuh ee secara umum yaitu Al-Qur'an, sunah, tafsirus Sahabah, walut tabiin, lhah Arrailiat. Tafsirul eh Alqur'an bil Quran yaitu

23:25 bayan ma ayat ayat ukra penjelasan dari sebuah ayat dengan ayat yang lain baik secara sarif atau secara ee istimba atau di diambil kesimpulan oleh para ulama dan dikaitkan dengan ayat lain. pahami ya kenapa tafsir Al-Qur'an itu penting. Tafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an itu penting karena seorang yang ee mengucapkan pasti atau Allah Subhanahu wa taala yang menfirmankan Al-Qur'an pasti lebih tahu tentang makna dari firmannya sendiri.

24:11 Jika itu telah dijelaskan dalam Al-Qur'an maka itu adalah sebaik-baik penafsiran. Dan ini juga digunakan oleh para salafus saleh ya. Dan juga digunakan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam ketika menafsirkan syirik dengan nuzul. Beliau mengaitkan dengan ayat lain. Begitu juga yang menjadikan penafsiran Al-Qur'an ini adalah penafsiran yang kuat adalah yang kita sebutkan tadi ya. Mutakallim orang yang atau yang mengucapkan itu lebih tahu tentang apa yang ma dia maksudkan dalam ucapannya.

24:59 Tayib. penafsiran Al-Qur'an dan Al-Qur'an terbagi menjadi dua. Dan ini sama ya, nanti ada juga di tafsir ee sunah bisunah. ada yang sorih, ada yang ada yang ee tidak demikian, yaitu yang dikaitkan oleh yang lain, oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam atau sahabat atau tabiin. Yansari yang langsung dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa taala seperti makna wali aulia. Allah Subhanahu wa taala langsung sebutkan penjelasannya di ayat setelahnya. Adapun yang ee ghairus shih yaitu yang

25:46 dikaitkan oleh seorang mufasir itu Nabi sallallahu alaihi wasallam maka itu ee wajib diterima. Kemudian sahabat dan tabiin rahimahumullahu taala. Maka dilihat jika ijtihadnya itu berdasarkan dalil yang kuat maka waktunya diterima. Apalagi jika ijma mereka ijma, maka ada unsur lain yang membuat ee penafsiran itu menjadi lebih kuat untuk diterima. Nah, baik. Bagian kedua kita membahas tentang

26:39 ee macam-macam penafsiran ayat dengan ayat lainnya. Dan ulama-ulama yang masyhur dengan metode ini. Yang pertama bayanul mujmal. Almujmal yang global butuh dijelaskan lagi. Iya. Nah, contohnya fahimatul an'am illa ma yutla alaikum. yang di Allah Subhanahu wa taala menghalalkan bahimatul an'am kecuali yang disebutkan yang telah diharamkan. Apa yang telah diharamkan ini? Yaitu yang disebutkan dalam surat Al-Maidah

27:24 yaitu bangkai ee darah, babi, dan seterusnya. Kemudian takqyidul mutlak. almutab ya. Ini semua istilah-istilah ini berkaitan juga dengan ilmu ushul fikih. Makanya tadi kita sebutkan di awal bahwasanya pembahasan pembahasan usul tafsir itu sebelum dikubuhkan dalam karya tulis tersendiri banyak juga didapati dalam ee kitab-kitab ushul fikih. dan kitab-kitab usul fikih itu lebih dahulu adanya daripada kitab ushul tafsir yang tersendiri yang bukan ee di sela-sela kitab dalam pembahasan lain.

28:11 Takqyidul mutlq. Kemudian juga taksisul am. Kemudian tafsiru lafzin bilfah. Lafzah lafzah. Ya, ada lafaz yang garib, yang asing. Kemudian ditafsirkan dalam ayat lain dengan lafaz yang lebih familiar, lebih banyak digunakan sekalipun dua-duanya tentu fasih. Kemudian maknan bimakna apa yang dimaksud dalam ayat laus bihimul diratakan bumi. Dijelaskan dalam surat Annaba, seandainya mereka seperti menjadi tanah saja sehingga tidak

28:57 dihisab oleh Allah subhanahu wa taala. Bayanul mubham. Mubham itu yang tidak diketahui ee tidak daketahui personalnya. kemudian dijelaskan dalam ayat lain personal yang dimaksud dalam ayat tersebut, ya. Kemudian ee penjelasan dari sebuah hal yang disebutkan secara ringkas dengan ee yang disebutkan secara panjang lebar di tempat lain. Nah, pembahasan ketiga dalam halaqah yang keempat ya, ini adalah tentang beberapa ulama yang masyhur

29:43 dengan karya tulisnya atau dengan metodenya, yaitu menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an. Yaitu yang pertama Muqatil bin Sulaiman Albalhi dan semua kitab alwujuh wadhaif di kalangan para ulama. Karena alwujuh itu beberapa ayat yang ee lafaznya itu beda-beda tapi sebenarnya maknanya mirip. Nadir kebalikannya. Afwan. Alwujud itu satu wafat yang bermakna banyak seperti ummah beberapa. ada ada yang maknanya ini, ada yang maknanya

30:29 itu. Dan annadhaif beberapa lafaz yang beda tapi maknanya sama. Nah, ketika dua pembahasan ini dikaitkan dengan Al-Qur'an, maka otomatis dia akan mencari ayat-ayat yang yang sama, kemudian maknanya beda-beda dan saling berkaitan dan akhirnya menafsirkan satu ayat dengan ayat lain dan akhirnya itu masuk dalam tafsir Al-Qur'an fil Qur'an. Nah, kemudian beberapa ulama lain seperti Abdur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam ini salah satu adbaut tabiin. Kemudian Ibnu Katsir Addimasqi dalam kitab beliau tafsir Al-Qur'anul

31:16 Azim dan beberapa karya tulis lainnya. Kemudian kelima, alaqah kelima tentang penafsiran Al-Qur'an dengan hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kita baca tema utamanya yaitu pengertian, kemudian urgensi, kemudian sebuah masalah yaitu apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam menafsirkan seluruh Al-Qur'an. Kemudian beberapa pembagian tentang metode penafsiran ini pengertiannya adalah segala sesuatu yang

32:06 ee apa pengertian dari tafsir di sunah adalah bayan mail ayatil quraniyah bima war fah penjelasan makna dari sebuah ayat dengan apa yang datang dalam sunah rasul sallallahu alaihi wasallam. Nah, dalil dari hadis tentang penafsiran ini tentang dalil dari Al-Qur'an bahwasanya hadis itu menjelaskan Al-Qur'an adalah firman Allah Subhanahu wa taalazalnaikinasi nuzila ilai

32:52 kami menurut Turunkan kepadamu Al-Qur'an agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka. Kemudian hadis Aisyah kana khuluquul Quran. Jadi Rasul sallallahu alaihi wasallam tidak semata-mata menjelaskan dengan perkataan saja tapi juga dengan perbuatannya. Makanya tadi bima sunah seluruh yang datang dari sunah beliau sallallahu alaihi wasallam. Nah, urgensi ahamiah. Kenapa hadis itu sangat penting dalam menafsirkan Al-Qur'an? Yang pertama karena Rasul sallallahu alaihi wasallam adalah yang menyampaikan Al-Qur'an ini.

33:38 Kemudian hukum asalnya sunah dalam menjelaskan Al-Qur'an berdasarkan ayat tadi. Dan yang ketiga ini seperti sebuah tanbih ya, bahwasanya Asunah itu tidak ada yang bertentangan dengan Al-Qur'an. Jadi ini bantahan kepada orang yang me menganggap bahwasanya sunah itu tidak bisa diterima atau yang disebut dengan kelompok mungkirus sunni atau yang disebut dengan quraniyun yang mereka hanya me menerima ayat Al-Qur'an saja karena mereka anggap sunah itu

34:25 adalah semuanya semanya difas sallallahu alaihi wasallam tidak muthawatir ahad dan seterusnya. Maka hal ini bertentangan dengan ee kaidah ini. Fungsi dari hadis dalam menafsirkan Al-Qur'an ya. Salah satu fungsinya yaitu memutus khilaf. Jika ada beberapa pendapat dalam penafsiran sebuah ayat kemudian ada hadis yang menjelaskannya, tentu saja yang datang pada hadis tersebut itulah

35:11 penafsiran yang paling utama. Tib. Kemudian ini semacam tanbih juga bahwasanya yang meninggalkan atau mengesampingkan penafsiran dengan asunah maka dia akan tersesat. Nah, ini yang ditanbih dalam Rasul sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis bahwasanya ada akan ada orang yang hanya menerima Al-Qur'an saja. Ma wajadna bainana wainakum kitabullah. Mereka seakan-akan membahasakannya dengan

35:56 berpegang teguh dengan Al-Qur'an. Quraniun kita punya kitabullah. kita apa yang kita temui di situ yang halal kita akan menghalalkannya dan yang kita dapatkan di situ haram maka kita akan mengharamkan kemudian mereka tidak mengakui hadis maka ini adalah kesalahan dan beliau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya apa yang Rasul sallallahu alaihi wasallam haramkan maka itu seperti yang Allah subhanahu wa taala juga haramkan karena sunah menjelaskan Al-Qur'an. Masuk ke pembahasan kedua yaitu apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam

36:43 menafsirkan seluruh Al-Qur'an dalam artian apakah ada riwayat dari Rasul sallallahu alaihi wasallam tentang penafsiran semua ayat Al-Qur'an. Maka jawabannya tidak. Karena Al-Qur'an diturunkan kepada para sahabat yang mereka sangat fasih dalam bahasa Arab. Sebagian Al-Qur'an itu bisa langsung mereka pahami karena mereka atau sebagian banyak ya sebagian besar. Bahkan sebutkan bahwasanya penafsirannya adalah yaitu dengan

37:29 pembacaannya itu sendiri. Ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyampaikan, maka itulah sudah penjelasan dari Rasul sallallahu alaihi wasallam. Karena mereka langsung memahaminya dengan tabiat bahasa mereka. Kecuali ada beberapa ayat yang memang musykil. Kemudian mereka bertanya kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasul sallallahu alaihi wasallam menjelaskan. Apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam menjelaskan secara global? Tentu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjelaskannya secara global. Dan ini menjadi ee

38:16 makna dari ayat tadi ya. yanginasi agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka. Apakah penjelasannya semuanya secara rinci? Jawabannya tidak. Ada yang secara global dari akhlak beliau, dari ee bahasa Arab yang memang saat itu dipahami oleh para sahabat dan seterusnya. tafsir. Kemudian yang pembahasan selanjutnya yaitu attafsirun ee nabawi dan at-tafsir asunah bisun almubasyir. Pembagian

39:02 tentang tafsir dengan hadis ini sama dengan Al-Qur'an tadi. Ada yang shih itu yang disebut dengan ee almubasyir. Dan ada juga yang menamainya dengan tafsirun nabawi seperti makna dari almagdubi alaihim dan juga addalin yaitu alyahud wan nasara dan seterusnya. Ini yang Nabi sallallahu alaihi wasallam menafsirkannya secara langsung. Kemudian yang ghair mubasyir yaitu yang dikaitkan oleh para ulama setelahnya seperti yang dalam ee tafsir Al-Qur'an

39:49 bil Quran tadi juga ada yang shih yang yang diambil dari ee penjelasan mufasir baik itu Nabi atau setelah mereka setelah beliau sallallahu alaihi wasallam. hujiah atau keabsahan. Tafsir an-Nabawi. Tafsirun Nabawi adalah hujah yang tidak boleh diselisi. Tentu saja jika hadisnya sahih. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullahu taala menukil ijma di sini ya. Ajmaal muslimun.

40:36 sunatu rasulillahi sallallahu alaihi wasallam lam yakun lahu ayadaahai ahad kemudian yang gir mubasyir maka dilihat apakah mereka ijmak dalam hal pengaitan hadis tadi sebagai penjelasan ayat atau ada khilaf nah Tayib. Kemudian selanjutnya tentang masih berkaitan dengan tafsir sunah bisunah, kita akan memurajaah tentang ee contoh-contoh dan macam-macam tafsir

41:23 Quran di sunah dan juga beberapa karya tulis. Yang pertama ada Izalatul Labas. Ini yang ee diriwayatkan dari sahabat Adi bin Hatim radhiallahu anhu tentang makna e khaitul abad, benang putih dan benang hitam yang dimaksud adalah fajr. Kemudian idohful musykil sesuatu yang yang mengganjal atau musykil. tidak bisa diketah tidak diketahui maknanya. Kemudian tafsirul lafzul garib ya tadi juga ada dia di Al-Qur'an dengan

42:12 Al-Qur'an. Di sini juga ada di Al-Qur'an dengan Asunah. Kalau tadi lafzun bilf kalau di sini lafz garib dengan hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian taksisul amam tadi juga ada di Al-Qur'an bil Quran. Kemudian taqyidul mutlak, tafsirul mujmal atau bayanul mujmal. Bayanmal ini sangat banyak ya, karena banyak sekali syariat-syariat Allah Subhanahu wa taala dalam dalam Al-Qur'an yang tidak dijelaskan detailnya kecuali dalam Asunah. Tentang tata cara salat, tentang ee tentang kadar zakat dan seterusnya.

43:02 Taihul mubham yang tidak jelas. tidak disebutkan secara jelas ee personalnya dan seterusnya. Atamsil yang berupa permisalan menjelaskan dengan permisalan. Beberapa ulama yang masyhur dengan metode ini ya. termasuk para sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dan juga tabiin dan juga para pengarang tafsir setelah mereka. Tayib. Kita lanjutkan

43:48 ee TB di halaqah ketujuh tentang penafsiran dengan para sahabat dengan perkataan para sahabat atau penafsiran para sahabat itu sendiri. Halaqah pertama kita membahas tentang definisi sahabat. Kemudian urgensi atau kenapa penafsiran para sahabat itu penting untuk memahami Al-Qur'an. Kemudian juga dari mana para sahabat mengambil ilmu tafsir mereka. Definisinya yaitu siapapun yang bertemu dengan Rasul sallallahu alaihi wasallam

44:34 dalam keadaan mukmin dan meninggal dalam keadaan mukmin juga. urgensi. Kenapa para sahabat ini ee penafsirannya itu sangat penting ya, karena mereka menyaksikan turunnya Al-Qur'an secara langsung. Bagaimana kondisi Rasul sallallahu alaihi wasallam saat itu, bagaimana kondisi masyarakat saat itu, sehingga mereka memahami keadaannya. Kemudian mereka tahu juga tentang bahasa. Saat itu mereka memahami bahasa Arab yang fusha, yang fasih.

45:24 Kemudian mereka tahu keadaan orang-orang yang di sekitar Rasul sallallahu alaihi wasallam atau secara umum semua masyarakat saat itu, baik yang musyrik atau munafik atau Yahudi dan Nasrani dan seterusnya dan keadaan kaum muslimin mereka mengetahuinya. Kemudian pemahaman mereka yang sempurna. Artinya mereka bukanlah orang yang ingin menyelisihi kebenaran. mereka berusaha untuk ee mengikuti kebenaran dan itu telah di tazkiah ya telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa taala dalam firman Allah Subhanahu wa taala

46:09 wasabiqual aaluna minal muhajirin Allah Subhanahu wa taala telah memuji keadaan mereka dan menyuruh kita untuk mengikuti mereka. Tayib. Kemudian pembahasan kedua yaitu tentang sumber penafsiran mereka. Mereka mengambil penafsirannya dari Al-Qur'an. Jadi kalau dilihat dari sini ini juga termasuk pembahasan Al-Qur'an tafsirul Quran bil Qur'an. Jadi contoh ini cocok cocok untuk pembahasan ini dan juga cocok untuk pembahasan penafsiran Al-Qur'an bil Quran yang telah kita lalui.

46:56 Nah, karena yang menasir yang menafsirkannya, yang mengaitkannya adalah sahabat. Kemudian dengan sunah bisunah juga ee apa Al-Qur'an bisunah. Kemudian dengan asbabun nuzul seperti yang disebutkan di sini tentang asal mula turunnya atau asbabun nuzul turunnya ayat infa wal marwat wal marwata min syairillah. Kemudian tentang ee bahasa Arab yang mereka ketahui maknanya. Walaupun tentu saja mereka tidak satu level ya semuanya.

47:42 dalam bahasanya ya seperti umumnya manusia mereka juga bertingkat-tingkat dalam pemahaman bahasanya. Ada yang ahli bahasa, ada yang ya tidak demikian. Tapi yang jelas mereka bertutur bertutur kata dengan bahasa yang fasih, bahasa Al-Qur'an. Kemudian Ahlul Kitab. Ahlul kitab. Mereka juga mengambil beberapa riwayat dari Ahlul Kitab. Contohnya dari Abul Jalid ini yang menafsirkan arraud dengan angin. Arraud yang makna yang masyhur yaitu guntur petir.

48:30 Mereka meriwayatkan pendapat lain yang berasal dari ahlul kitab yaitu ee arh yang berarti angin. Kemudian mereka juga berijtihad. Mereka juga berijtihad menyimpulkan dari hasil analisis mereka dari makna ayat. Nah, kemudian halaqah selanjutnya tentang hukum tafsir para sahabat. Hukum artinya hukum menerimanya ya. Apakah wajib diterima atau tidak dan beberapa pembagiannya. Kemudian karakteristik ya sifat sifat yang menonjol dalam

49:15 tafsir para sahabat. Kemudian beberapa sahabat yang masyhur kemudian perbedaan tingkatan ee sahabat. Ada yang ada yang alim, ada yang sigharus sahabah. Nah, kemudian beberapa karya tulis yang banyak menyebutkan karya ee penafsiran mereka. Hukum tasir para sahabat yang pertama yang harus diterima, yang tidak boleh ditolak yaitu yang tidak ada ruang bagi pendapat untuk ikut serta di situ. Contohnya tentang asbabun nuzul ya. Mereka enggak reka-reka. Mereka akan melihat kejadian

50:02 yang terjadi saat itu. Kemudian mughayyabat, hal-hal yang gaib. Mereka enggak mungkin me membuat-buat. Mereka pasti mendengarnya dari Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dari israiliyat yang ini dijelaskan ya dengan beberapa perinciannya di halaqah khusus. Kemudian dari ijtihad, jika itu disepakati maka wajib diterima. Jika masyhur dan tidak ada yang menyelisihi, maka juga menurut kebanyakan ulama adalah hujah.

50:49 Nah, TB. Kemudian jika itu dari ee jika itu berupa analisis para sahabat dan ada beberapa pendapat artinya mereka tidak sepakat maka dilihat mana yang rajih di antara pendapat-pendapat tersebut. Jadi kita baca ringkas saja karena waktu sudah hampir habis. Kemudian karakteristik atau ciri khas ya dari tafsir para sahabat

51:36 tadi dalam bagian urgensi telah kita sebutkan beberapa. Kemudian yang lain yaitu mereka penafsirannya tidak mencakup seluruh Al-Qur'an dari awal sampai akhir ya. yang mereka sudah tahu itu sudah jelas maknanya, mereka tidak menjelaskannya lagi. Kemudian yang banyak diriwayatkan yaitu lafaz yang samar maknanya yang tidak banyak diketahui oleh orang awam. Kemudian mereka juga tidak banyak menulis tafsir. Sama seperti ilmu-ilmu lain di zaman itu belum banyak karya tulisnya dan mereka juga tidak banyak berselisih ya jika dibandingkan dengan

52:21 generasi setelah mereka. beberapa sahabat yang masyhur dalam bidang ilmu tafsir yang banyak riwayatnya ini disebutkan dalam beberapa disertasi ilmiah ya yang meneliti menghitung riwayat-riwayat yang mereka riwayatkan tentang tafsir dan mereka mengurutkan 10 sahabat. Kemudian kenapa ada perbedaan tingkatan sahabat dalam penafsiran? Karena perbedaan keilmuannya dan perbedaan ee waktu menemani Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ada yang lama, ada yang sebentar. Dan itu tentu berpengaruh pada keilmuan

53:08 mereka juga. Dan perbedaan ee banyaknya murid, banyaknya yang meriwayatkan dari mereka. Kemudian di sini ada beberapa tafsir yang banyak menukil riwayat para sahabat dan juga beberapa karya tulis ilmiah yang membahas tentang hal tersebut. Pembahasan terakhir kita ya tentang pembahasan tafsir tabiin dan juga atbaut tabiin. Nah, pengertian dari tabiin adalah yang bertemu dengan para sahabat

53:55 kemudian meninggal dalam kondisi beriman. Adapun atba tabiin ya yang bertemu dengan tabiin dan meninggal dalam kondisi beriman dan mereka memiliki fadilah khusus karena disebutkan dalam hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam tentang generasi terbaik. Nah, dan di sini ada penjelasan kapan generasi tabiin terputus, yaitu saat meninggalnya Khalaf bin Khalifah tahun 180 di akhir abad ke-2 Hijriah. Kemudian adapun generasi sahabat terputus dengan meninggalnya ee Amir bin Wailah bin Wailah tahun 110

54:46 Hijriah di awal abad kedua. Nah, penafsiran tabiin dan adbaut tabiin ini karakteristiknya ya kebanyakan adbaut tabiin itu menukil dari tabiin. Jadi enggak sebanyak para tabiin itu sendiri. Tabiin lebih banyak menafsirkan daripada atabau tabiin. Sedangkan atabau tabiin lebih banyak menukil. Nah, di zamanut tabiin telah tersusun sebuah kitab yang ya mencakup seluruh Al-Qur'an dari akal sampai akhir. Salah satunya Muqatil Ibnu Sulaiman yang telah kita sebutkan tadi

55:33 awal ya, bahwasanya beliau masyhur dengan ee metode penafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an. Kemudian urgensi. Kenapa ini penting? Kenapa penafsiranut tabiin dan juga tabiin itu penting? Itu yang disebutkan oleh para ulama dalam kitab-kitab ushul tafsir. Karena mereka mengedepankan tafsir bil maksur. Tafsirul maksur lebih dekat dengan penafsiran Rasul sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka menukil dari para sahabat secara langsung. Nah, kemudian mereka juga hidup di masa di mana ihtijajul lghawi,

56:20 di mana bahasa Arab itu masih dijadikan hujah. Karena setelah masa mereka bahasa Arab banyaknya tercampur dengan dengan ujmah dengan bahasa ajang sehingga tidak bisa dijadikan hujah dalam ee bahasa Arab. Kemudian mereka juga jauh dari hawa nafsu sama dengan sahabat tadi. Dan mereka memiliki kedudukan yang tinggi, yang istimewa. Karena disebutkan dalam hadis tadi ya, sebaik-baik generasi. Sumber penafsiran mereka ada dari

57:06 Al-Qur'an, kemudian dari Asunah, kemudian dari sababun nuzul. Tentu saja mereka menukilnya dari sahabat, tidak melihat langsung. Kemudian tafsir generasi sebelumnya bagi atbaut tabiin, mereka menukil dari tabiin. Dan yang kelima adalah bahasa Arab. Yang keenam dari israiliyat sama dengan sahabat tadi. Yang ketujuh adalah dari ijtihad. ijtihad hasil ee analisis pendapat mereka. Namun tentu saja mereka tidak mengikuti hawa nafsu dalam berpendapat. Namun

57:53 memperhatikan ee kaidah-kaidah yang benar dalam berijtihad. Kemudian dipak terakhir ini sudah habis waktunya kita baca dengan singkat uji ya keabsahan kemudian karakteristik dan juga beberapa tabiin yang terkenal dengan riwayat-riwayat tafsirnya banyak diriwayatkan dari mereka. Maka ada dua pembagian utama. Yang pertama tafsir manqul yang mereka hanya menukil saja. Kemudian tafsir ijtihad yang mereka me memakakan pendapat mereka, hasil analisis mereka.

58:40 Tiib tafsir mangqul ya. Jika berupa tafsir Al-Qur'an bil Quran yang sori maka jelas wajib diterima telah kita bahas tadi ya. Kemudian jika tidak soreh maka sama dengan as humnya yang ijtihad. Begitu juga dengan hadis. Adapun asbabun nuzul, asbabun nuzul tentu saja hujah karena mereka mengambilnya dari para sahabat. Namun jika sanadnya lemah atau terputus maka bukan hujah. Israiliyat akan ada pembahasan khusus di alaqon. karena ada pertiannya. Kemudian

59:28 jika mereka sepakat maka tentu saja itu adalah hujah yang wajib diterima. Karena karena ijmak itu sendiri, kesepakatan itu sendiri adalah hujah. Namun jika tidak disepakati maka ditargih, maka diambil mana yang paling kuat. Nah, tayib. Kemudian beberapa karakteristik atau sifat-sifat istimewa dari para tafsir tabiin. Mereka sangat perhatian dengan ee tafsir

1:00:13 para sahabat. karena mereka adalah murid mereka secara langsung. Kemudian mulai ditulisnya ilmu tafsir ya karena mereka hidup di abad ke-2 Hijriah yang memang saat itu mulai banyak ilmu-ilmu syari yang ditulis. Kemudian ikhtilaf tafsir atau perbedaan pendapat mereka lebih banyak daripada generasi sahabat. Kemudian banyak riwayat israiliyat karena ya mereka di zaman futuhat juga ya di zaman pembebasan dan banyak di zaman itu ee negeri-negeri Nasra dan Yahudi yang dibebaskan.

1:00:59 Kemudian mereka mendengarkan maklumat dari mereka. Kemudian ini jumlah mufasir ya dari kalangan riwayat ee tabiin. Adapun atbaut tabiin mereka lebih sedikit ijtihad daripada tabiin. Mereka banyak menukil saja. Kemudian tadi ada kitab tafsir lengkap dari awal sampai akhir karya Muqatil Ibnu Sulaiman dan juga karya-karya lain yang berkaitan dengan ulumul Quran dan ee ulum tafsir.

1:01:45 Nah, jumlah mufasir di kalangan para atâut tabiin lebih sedikit dari kalangan para tabiin. beberapa karya tulis atau ulama yang masyur di kalangan para tabiin bersamaan dengan sanad gurunya ya. Ikrimah dari Ibnu Abbas, Masuk dari Ibnu Mas'ud, Abul Aliah dari Ubay bin Ka'ab dan Alhan Albashri dari Anas bin Malik. Nah, jadi dan ini banyak di di sebut dengan madaris tafsir. Madaris tafsir ya. perguruan tafsir. Ada yang di Basrah, ada yang di Madinah, ada yang di Makkah dengan beberapa ee

1:02:33 dengan beberapa ulama yang tersehor di perguruan tersebut. Ini beberapa nama yang masyhur di kalangan arba tabiin dan beberapa karya yang ber perhatian dengan penafsiran mereka banyak menyebutkan penafsiran mereka tayib. Wallahuam bawab. Mungkin ini yang bisa kita baca ringkas dari alfas 1 sampai 10. Dan akan lebih jelas lagi tentu saja seperti yang telah kita sebutkan tadi jika kita

1:03:19 banyak membaca kitab-kitab tafsir itu sendiri dengan penjelasan para ulama. Banyak juga halaqah-halaqah yang di bisa diambil faedah di YouTube atau di dalam media lainnya tentang tafsir atau usul tafsir seperti Syekh Saidid Ataya dan Syekh Abdurrahman Asyahiri dan beberapa para masyaikh lainnya yang banyak membahas tentang tafsir dan usul tafsir. Wallahuam. Ee kurang lebihnya mohon maaf kami kembalikan ke nam ustaz jazakallahu khairan atas

1:04:05 penjelasannya. Baik ee ikhwah sekalian kita masuk pada sesi tanya jawab. Bagi ikhwan yang ingin bertanya dipersilakan untuk mengangkat tangan atau menggunakan fitur rin terlebih dahulu. Adapun bagi akhwat yang ingin bertanya dapat menuliskan pertanyaannya melalui kolom komentar yang akan kami bacakan. Tafadol kami persilakan. Baik. Ee pertanyaan yang pertama Ustaz dari Jaka Sinung ARN 24119 Jaka Sinung kami persilakan.

1:04:51 Alhamdulillah. Ee terima kasih atas waktunya. Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah. Ya, dalam penjelasan ee dalam mata kuliah di HIS Akademi ini kami sudah mendapat tentang tafsir waktu itu. Tafsir ayat-ayat pendek waktu itu. Itu. Nah, dalam suatu penjelasan ee dikatakan oleh beliau, Ustaz bahwa [berdehem] dalam menjelaskan yang tadi kaitannya dengan menafsirkan ayat dengan sunah tadi, maka ada ada beberapa ada hal yang dilakukan oleh para mufassir menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan hadis-hadis yang lemah itu. Nah, bagaimana itu ee kaidahnya

1:05:37 atau aturannya atau penjelasan lebih lanjut? Ustaz syukran. ya penafsiran yang kita bahas dalam usul tafsir di sini tentu saja yang kita maksud adalah dengan hadis yang sahih. Makanya tadi kita enggak bahas ee tentang kita enggak enggak nyinggung banyak tentang sanad hadis. Karena yang kita maksudkan adalah hadis yang sabit yang bisa dijadikan hujah. Adapun para adapun

1:06:23 hadis-hadis yang tidak tabit yang tidak bisa dijadikan hujah, baik itu diif atau munqati atau maudu dan seterusnya tentu saja tidak bisa dijadikan acuan dalam menafsirkan. Ada beberapa ulama yang memberi keringanan atau memberi ee kelonggaran ya kan dalam hal yang bukan bukan amaliah yang bukan berkaitan dengan ibadah seorang muslim. Misalnya dalam hal kisah-kisah kisah-kisah Ashabul Kahfi misalnya kisah kisah Bani Israil walaupun sanadnya lemah. ada juga di dan ini juga ada yang dari israiliyah

1:07:10 juga intinya hadis-hadis yang sangat nyalam. Namun ya perlu diperhatikan jika yang ee ayat itu berkaitan dengan amaliah dengan dengan ibadah seorang muslim atau akidahnya, kita tidak bisa meyakini itu adalah yang dimaksudkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Karena tafsir itu adalah kita menjelaskan atau menyebutkan apa yang dimaksud oleh Allah Subhanahu wa taala dalam ayat tersebut. Kita bisa menjadikannya sebagai ee istinnas istilahnya. Istinnas itu

1:07:56 wawasan yang sebagai wawasan luas tentang ayat tersebut. Tapi kita tidak bisa memastikan itu adalah tafsirnya. Jika hadis itu adalah lemah ya atau bahkan terputus mungqati atau maudu bahkan palsu. Jika palsu maka jelas kita menolaknya. Wallahuam naam. Eh, selanjutnya bagi ikhwah yang lain tafadol silakan untuk dapat res.

1:08:52 Belum ada ini. [tertawa] Nam. Oh, naam. Ada dari ALN 242, Irfan Abdul Aziz. Kami persilakan. Bismillah. Asalamualaikum, Ustaz. Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Pak. Ustaz, atas hukumnya ee yang ingin ana tanyakan, bagaimana hukum seseorang itu ketika dia menjelaskan tafsir Al-Qur'an itu dengan ee

1:09:38 logikanya, maksudnya menyesuaikan dengan artinya, Ustaz, tapi dia enggak paham bahasa Arab, tapi dia menjelaskan itu tidak jauh dar dari konteks artinya itu. Nah, nah, kalau seperti ini bagaimana, Ustaz, hukumnya, Ustaz? Syukran Ustaz jazakullah khairan. hilang. Baik. Ee coba ee diulangi lagi, Pak

1:10:25 mungkin pertanyaannya. Tes ti jelas pertanyaannya ya. Ee mikrofonnya belum nyala, Ustaz. Ee baik, mohon maaf tadi terputus karena ada yang nelpon seluler, ya.

1:11:13 Ya. Ee yang menafsirkan dengan logikanya dan tidak sesuai dengan konteks ayat gitu, Pak. Gitu, Pak Irfan. Ya, saya ingat saya sesuai dengan konteks ayat itu yang dijelaskan. Cuman dia enggak ee enggak tafsir Ibnu Katsir, enggak jadi enggak berpedoman kepada satu kitab tafsir gitu. Jadi dia menjelaskan secara logika dengan artinya gitu Ustaz. Tapi dia enggak paham bahasa Arab gitu, Ustaz. Pang hukum seperti itu, Ustaz. [mendengus] Ya, perlu ditinjau ulang tentunya kalau dia hanya menggunakan pendapatnya. dan sangat rawan untuk jatuh dalam kesalahan jika hanya mengandalkan ee

1:12:01 pendapatnya. Apalagi enggak bisa bahasa Arab, sedangkan Al-Qur'an turun dengan bahasa Arab. Bab ee perlu ditinjau ulang jangan langsung diterima untuk harus dicek ulang. Namam. Ee bagi ikhwah yang lain ada yang ingin ditanyakan? Tafadul kami persilakan. Heeh. Ini ada pertanyaan dari kolom komentar Ustaz. dari saya. Mohon maaf e sebelumnya saya izin tutup

1:12:47 tutup kamera gak gak masalah ya karena mau sambil jalan sebentar. N Ustaz tafadol Ustaz I ya silakan silakan dilanjut nam dari ARN 2123313 dari Mujahidin. Bismillah barakallahu fikum ustaz izin bertanya. perihal tafsir ulama Indonesia seperti Buya Hamka dengan tafsir A-Azhar dan tafsir AHzan tokoh persis. Apakah boleh digunakan Ustaz? Baik. Wallahuam. Mereka semua adalah para ulama kita ya. Dan ana sendiri belum sempat menelaah tafsir-tafsir

1:13:33 mereka. Jadi mungkin bisa ditanyakan ke para ustaz yang memang karena ee hukum menghukumi sesuatu itu farun anawuri ya harus dilihat dari ee harus tahu dulu gitu ya apa yang dia hukum. Wallahuam n ustaz jazakallah khairan. Ee mungkin ada yang ditanyakan lagi ikhwan atau dari akhwat mungkin.

1:14:18 Afan Ustaz izin ini kira-kira dapat menjawab menjawab berapa pertanyaan lagi ya Ustaz? Ee mungkin satu lagi mungkin ya saya mohon maaf karena ini kebetulan di telepon ada kegiatan yang agak mendak ustaz tafadul ikhwah kita ee adakan satu pertanyaan lagi bagi yang ingin bertanya dari ikhwan maupun akhwat atau tidak ada? sepertinya sudah tidak ada lagi.

1:15:04 Baik ee Ustaz izin ee kita cukupkan dulu, Ustaz, mungkin pada sesi kali ini. Alhamdulillah ee demikian untuk sesi tanya jawab pada Liqo Maftuh kali ini. Sebelum halaqah kita akhiri, kiranya ustaz ee dapat berkenan memberikan nasihat sebagai penutup bekal untuk kami di dalam menuntut ilmu dan mengamalkan apa yang telah kami pelajari pada majelis kali ini. Tafadul ustaziran atas kesempatannya untuk berbagi dengan para maha santri sekalian. Sungguh kesempatan yang sangat berharga bagi kami

1:15:50 bisa ee ikut bergabung di HSI Akademi ini. dan secara pribadi ber terima kasih kepada ee para pengurus Akademi dan para tim ilmiah dan tim ee lainnya dan para peserta semua yang dengan semangat mengikuti ee HSI, program HSI akademi ini dan memang butuh sabar ya untuk memahami ini usul tafsir ini yang terkadang mirip-mirip pembagian-pembagiannya, terkadang ee agak

1:16:35 agak susah dicerna maknanya. Maka itu semua adalah yang pertama dari kekurangan kami sebagai pemateri dan

1:17:38 Hah? itu Asalamik

1:18:33 ee mungkin karena jaringan Ustaz Qadarullah sedang buruk ya. Nam ee kita cukupkan. Baik. Alhamdulillahiabbil alamin. Segala puji bagi Allah subhanahu wa taala atas nikmat, ilmu dan kesempatan yang telah Allah berikan kepada kita pada halaqah malam hari ini. Kami mengucapkan jazakumullah khairan wabarakallahu fikum kepada Ustaz Umar Rais BA, MA hafidahullahu taala atas ilmu, nasihat, dan faedah yang telah disampaikan. Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga beliau, memberkahi ilmu dan amal beliau, serta menjadikan apa yang telah beliau sampaikan sebagai pemberat timbangan di sisi Allah subhanahu wa taala. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Liq Maftuh yang telah hadir

1:19:19 dalam mengikuti halqoh kali ini dengan penuh perhatian dan juga adab. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan langkah kita di dalam menuntut ilmu ini sebagai jalan menuju rida Allah subhanahu wa taala. Kami selaku panitia memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kali ini terdapat banyak kekurangan baik di dalam penyampaian teknis pelaksanaan maupun hal-hal yang lainnya yang kurang berkenan. Semoga Allah subhanahu wa taala berkenan memaafkan kekurangan kita dan memberikan setiap upaya kecil ini di dalam menghidupkan majelis ilmu ini. Baik, ee kita cukupkan akhirul kalam. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaih. Wasalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh.

Share

Ringkasan Video YouTube