LU 3 - 1. Kodrat Keadaan

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kodrat keadaan dalam pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yang terdiri dari kodrat alam dan kodrat zaman. Guru diharapkan dapat menghubungkan pembelajaran dengan konteks lingkungan murid (kodrat alam) dan perkembangan zaman (kodrat zaman) agar murid dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Selain itu, video ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam merespon pengaruh global serta penerapan asas Trikon (Kontinu, Konvergen, Konsentris) dalam melakukan perubahan.

  • Kodrat keadaan terdiri dari kodrat alam dan kodrat zaman.
  • Pembelajaran harus kontekstual dan relevan dengan lingkungan murid.
  • Guru berperan sebagai penghubung murid dengan sumber belajar.
  • Adaptasi terhadap perkembangan zaman penting untuk membantu murid.
  • Kearifan lokal menjadi filter dalam menerima pengaruh global.
  • Asas Trikon (Kontinu, Konvergen, Konsentris) sebagai prinsip perubahan.

Pendahuluan

Video ini memperkenalkan modul tentang mendampingi murid dengan utuh dan menyeluruh, dengan fokus pada materi kodrat keadaan. Tujuannya adalah untuk memahami kodrat keadaan pendidikan yang sesuai dengan zaman berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kodrat keadaan merupakan bagian penting dari dasar pendidikan murid, yang terdiri dari kodrat alam dan kodrat zaman.

Kodrat Alam

Kodrat alam adalah dasar pendidikan murid yang berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan tempat mereka berada. Murid yang berada di lingkungan perkotaan harus dilihat sebagai bagian dari masyarakat perkotaan, sehingga pembelajaran yang diterima harus relevan dengan konteks tersebut. Guru sebaiknya tidak memberikan ilmu di luar konteks kehidupan murid, tetapi membantu mereka dengan pembelajaran kontekstual. Guru berperan sebagai penghubung murid dengan sumber belajar di sekitar mereka, baik fisik maupun digital, yang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan murid. Contohnya, materi menjaga kelestarian alam dapat dikaitkan dengan merawat pohon karet agar produksi getahnya semakin baik.

Kodrat Zaman

Kodrat zaman adalah bagian dasar pendidikan murid yang berhubungan dengan isi dan irama. Isi dan irama pendidikan harus bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Pendidikan di masa lalu berbeda dengan pendidikan saat ini, sehingga pendidik harus beradaptasi untuk membantu murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Perubahan zaman adalah keniscayaan, dan guru harus mempersiapkan murid untuk hidup berdampingan dengan perubahan tersebut. Guru dapat memberikan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kecakapan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi.

Pengaruh Global dan Kearifan Lokal

Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa pengaruh dari luar harus dipilah sesuai dengan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Di era informasi yang berlimpah, pendidik tidak bisa membatasi informasi secara langsung, tetapi dapat membantu anak menemukan kecakapan berpikir kritis dalam menerima dan merespon informasi. Penanaman budaya kearifan lokal dapat membantu murid menjadi bijak dalam kehidupannya. Dengan memegang kuat kearifan lokal, kita dapat merespon pengaruh luar dengan bijak, sehingga adopsi pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya Indonesia.

Asas Trikon

Untuk mewujudkan dan menjaga keselarasan antara pengaruh global dan kearifan lokal, diperlukan prinsip-prinsip dalam melakukan perubahan yang disebut sebagai asas Trikon: Kontinu, Konvergen, dan Konsentris.

  • Kontinu: Kemajuan kebudayaan merupakan keharusan lanjutan langsung dari kebudayaan itu sendiri.
  • Konvergen: Kebudayaan menuju arah kesatuan kebudayaan dunia atau kemanusiaan.
  • Konsentris: Kebudayaan harus mempunyai karakteristik dan sifat kepribadian sendiri sebagai pusatnya dalam lingkungan kebudayaan dunia atau kemanusiaan. Dengan menggunakan asas Trikon, kebudayaan Indonesia tidak akan tertinggal, berjalan beriringan dengan kebudayaan lain, dan memiliki ciri khasnya sendiri.

Refleksi

Guru diajak untuk merefleksikan apakah sudah memberikan pembelajaran berdasarkan kodrat keadaan murid dan apa yang dapat dilakukan agar kodrat keadaan murid dapat menuntun kekuatan-kekuatan dan potensi pada murid.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:10 Salam dan bahagia Ibu dan Bapak guru hebat. Selamat datang di modul mendampingi murid dengan utuh dan menyeluruh. Modul ini terdiri dari beberapa materi. Kali ini kita akan mengulas materi kodrat keadaan agar kita dapat memahami kodrat keadaan pendidikan yang sesuai dengan zaman berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kodrat keadaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dasar pendidikan murid. Kodrat keadaan terdiri dari dua hal, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa segala perubahan yang terjadi pada murid dihubungkan dengan kodrat keadaan baik alam maupun zaman. Lalu, bagaimana cara

0:57 kita menghubungkan dasar pendidikan murid dengan kodrat alam dan kodrat zaman? Kodrat alam adalah dasar pendidikan murid yang berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana mereka berada. Murid dengan kodrat alam perkotaan sejatinya dilihat sebagai bagian dari masyarakat perkotaan. Maka pembelajaran yang diterima murid sebaiknya mampu membantu mendekatkannya dengan konteks atau kodrat alamnya. Bukan sebaliknya malah menjauhkannya. Tidak jarang kita menjumpai guru membantu memberikan ilmu dan wawasan di luar konteks di mana murid tinggal dan hidup. Misalnya, mayoritas murid adalah anak

1:43 petani karet. Diberikan wawasan dan informasi bagaimana menjaga kelestarian dan ekosistem laut. Sebenarnya tidak apa-apa. Mungkin saja murid akan mendapatkan informasi dan cara bagaimana menjaga kelestarian laut. Apakah cara dan informasi itu sesuai dengan kodrat alam murid? Oleh sebab itu, karena guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar murid, maka guru dapat membantu murid dengan memberikan pembelajaran kontekstual. Guru berperan sebagai penghubung murid dengan sumber-sumber belajar yang ada di sekitar murid atau di sekolah, maupun dengan sumber-sumber belajar digital yang mengaitkan setiap

2:30 materi dengan konteks di mana murid hidup. Misalnya materi menjaga kelestarian alam dikontekskan dengan merawat pohon karet agar produksi getahnya semakin baik kualitasnya dengan membersihkan gulma atau tanaman pengganggu pohon karet. Pembelajaran kontekstual dan peran guru sebagai penghubung sangat dibutuhkan murid karena itu akan membantu mereka menguatkan kekuatan-kekuatan kodratnya. Sementara kodrat zaman adalah bagian dasar pendidikan murid yang berhubungan dengan isi dan irama. Isi dan irama pendidikan bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.

3:17 Muatan pendidikan dan cara belajar di kala kita sebagai murid pasti berbeda dengan zaman saat ini. Pendidikan setelah masa kemerdekaan tentu juga berbeda dengan pendidikan pada abad ke-21. Maka kita pendidik bergegas beradaptasi terhadap kodrat zaman untuk membantu murid mencapai selamat dan bahagia. Perubahan zaman merupakan keniscayaan yang tidak mungkin dihindari dan dicegah. Perubahan zaman pun akan datang sendiri tanpa diminta. Namun, banyak dari kita yang belum menyadari akan hal itu. Kenyamanan-kenyamanan yang dirasakan saat ini akan diselimuti kegelisahan-kegelisahan akibat perubahan

4:03 zaman. Misalnya, kemajuan pesat teknologi membuat cara belajar dan berinteraksi murid juga berubah. Jika tidak kita siapkan dan beradaptasi dengan baik, maka murid-murid mungkin tidak akan mampu hidup berdampingan dengan perubahan zaman. Contohnya guru yang terbiasa mengajar dengan menggunakan metode utama ceramah. Menyampaikan informasi-informasi yang sudah ada di mesin pencari atau digital. Membuat murid memiliki kompetensi yang tidak relevan dan sesuai dengan keterampilan abad ke-21, yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Maka sebagai pendidik kita juga dapat membantu

4:49 memberikan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kecakapan tersebut. Seiring dengan perubahan yang terjadi dalam pendidikan secara global, Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa pengaruh-pengaruh dari luar hendaknya tetap dipilah mana yang sesuai dengan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Namun di era berlimpahnya informasi saat ini, kita pendidik tidak bisa membatasi, menolak, dan memilih informasi-informasi secara langsung. Pengaruh-pengaruh luar sangatlah banyak dan terus-menerus membanjiri halaman kita. Cara merespon banyaknya pengaruh luar tersebutlah yang menjadi perhatian kita sebagai pendidik.

5:34 Dengan begitu banyaknya informasi yang datang, kita tidak bisa benar-benar menyaring mana yang diterima oleh murid karena ia bisa mendapatkan informasi dari mana saja. Yang dapat dilakukan pendidik adalah membantu anak untuk menemukan kecakapan berpikir kritis dalam menerima dan merespon informasi. Penanaman budaya kearifan lokal yang logis dapat membantu murid menjadi bijak dalam kehidupannya. Jika kita dapat memegang kuat kearifan lokal budaya Indonesia, kita juga akan mampu merespon pengaruh-pengaruh luar dengan bijak. Sehingga adopsi muatan dan konten pengetahuan akan sejalan dengan

6:21 nilai-nilai kemanusiaan dan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia. bahkan semakin menguatkannya menjadi kodrat alam dan kodrat zaman dalam mendidik murid-murid kita. Untuk mewujudkan dan menjaga itu semua diperlukan prinsip-prinsip dalam melakukan perubahan. Ki Hajar Dewantara menyebutnya sebagai asas trikon kontinue, konvergen, dan konsentris. Continue. Kemajuan kebudayaan merupakan keharusan lanjutan langsung dari kebudayaan itu sendiri. Konvergensi kebudayaan menuju arah kesatuan kebudayaan dunia atau

7:07 kemanusiaan. Konsentris. Kebudayaan harus mempunyai karakteristik dan sifat kepribadian sendiri sebagai pusatnya dalam lingkungan kebudayaan dunia atau kemanusiaan. Maka dengan menggunakan asas trikon sebagai prinsip melakukan perubahan, kebudayaan bangsa Indonesia tidak akan tertinggal. Kebudayaan Indonesia akan berjalan beriringan dengan kebudayaan lain dan memiliki karakter dan ciri khasnya sendiri. Mari kita refleksikan bersama. Apakah kita sudah membantu memberikan pembelajaran berdasarkan kodrat keadaan murid? Apa yang dapat kita lakukan sebagai pendidik agar kodrat keadaan murid dapat menuntun kekuatan-kekuatan dan potensi pada

7:53 murid? Selamat belajar Bapak dan Ibu guru hebat. Salam dan bahagia.

Share

Ringkasan Video YouTube