0:00 Kita tertarik sama seseorang tuh karena mirror neuron kan. Bagaimana neuron kita kok merasa sama nih kayak orang ini nih. Nih orang juga ambisius nih. Aku juga tertarik sama dia deh. Jadi bukan cuma karena dadanya tapi karena memang isinya gitu. H ada kaitannya sih. Karena fokusnya bukan di fisiknya doang lebih ke value-nya kan. Cara pandangnya visinya. Ya. Betul. Kita semua berbicara dari kepala yang berbeda dengan pemahaman berbeda, persepsi yang beda-beda. Itu yang terjadi di pernikahan. mereka merasa, "Aku udah ngomong, aku udah ini, aku udah ini." Tapi tidak diterima seperti yang dimaksudkan. Jadi kayak maksudnya salah tangkap, salah paham. Itu yang terbanyak di pernikahan sih. Trauma itu bukan hilang gitu aja, kenangan buruk di sini ya. Dia menetap tuh, tapi bisa salah satu terapinya adalah ditambahkan kenangan-kenangan baik. Jadi akhirnya dia enggak percaya lagi. Misalnya kayak gara-gara pernah dilecehkan atau pernah
0:46 diabuse sama mantan pacar, aku trauma berhubungan. Ternyata dia dapat terus orang nikah dan si waktu pernikahan ni pasangannya tuh menghujani dia dan kasih sayang, cinta. Akhirnya believe dia yang cowok semuanya brengsek misalnya gitu ya. Terkoreksi dengan adanya suaminya yang baik hati. Lebih dari 60% wanita di Indonesia terutama yang sudah menikah itu punya kesulitan orgasme. Berarti sebenarnya harusnya wanita paling banyak dong dan bahkan lebih dari sepertiga pria di Indonesia itu punya disfungsi seksual alias impoten. Oke, sebelum kita mulai episode hari ini, aku cuma mau bilang, ternyata mayoritas dari penonton Suara Berkelas itu belum subscribe Suara Berkelas. Jadi izinkan aku untuk reminder teman-teman di sini yang baru sadar selama ini belum subscribe. Subscribe itu gratis dan
1:34 dengan kalian subscribe maka kita bisa membangun akun ini bareng-bareng. So, selamat menonton episode hari ini. Halo semuanya, kembali lagi di podcast suara berkelas. Hari ini spesial sekali karena kita kedatangan tamu berkelas orang yang bantu kamu lebih kenal Sex Education. Ada Kak Febri. Halo, terima kasih sudah kes berkelas. Iya, terima kasih juga sudah diundang. Bagi teman-teman yang sudah klik video ini, mereka penasaran siapa Febri. Kira-kira apa yang akan kita bahas selama 1 jam ke depan dan kira-kira yang nonton itu cocoknya di umur berapa gitu. Oke, di umur berapa? Sebenarnya setelah pubertas bisa ya, cuma ini akan agak dewasa. Jadi, kira-kira di atas 17 tahun sampai dengan tidak terbatas. Salis
2:20 lansinya juga bisa. Karena seks edukasi itu dimulai dari newborn bayi baru lahir sampai dengan lansia. Yang pertama seks edukasi. Selanjutnya adalah mitos dan fakta soal seks. Dan kita akan e narrowing ke pas. Ada banyak yang mau dikupas karena sebetulnya seks itu bukan sesuatu yang tahu-tahu bisa tapi harus dipelajari. Dan karena itu saya sendiri salah satu faktor indikator terpenting ya dalam pernikahan ya. Dan karena ini banyak kali dipelajari, akhirnya banyak hubungan yang rusak dan retak dan berujung ke perceraian gara-gara orang enggak belajar tentang seks edukasi. Hm. Tu dan banyak lagi sih kalau mau dikulik-kulik sebenarnya. I aku yakin pasti pasti banyak hal yang selama ini teman-teman enggak aware atau kalian hindari untuk dengar. Tapi hari ini bakal kita gali dari kacamata edukasi ya. Belajar. Betul. Heeh.
3:06 Ada studi yang menyebutkan kalau angka kelahiran di Indonesia Heeh. itu semakin menurun. Iya. Sebaliknya. Heeh. Angka living together juga meningkat gitu. Iya. Apa yang terjadi dari kacamata Kak Febri? Oke. Kalau angka kelahiran menurun jelas karena ada emansipasi tadi ya, jadi perger ee pergeseran bahwa kalau perempuan tadinya kan hanya di rumah gitu enggak? Tapi sekarang kan makin banyak wanita karir. Bahkan kalau enggak salah kemarin saya lihat di berita 50% dari wanita pekerja adalah tulang punggung keluarga. Tulang punggung loh ya, bread winner gitu ya. Nah, itu. Jadi, gimana mau punya anak lagi kalau mereka aja sudah kerepotan bagi waktu antara kerja dan ngurus rumah tangga dan ngurus anak gitu ya. Itu yang pertama kelahiran. Yang kedua, living together. Ya, sebetulnya kalau secara kita yang
3:52 agama ee mayoritas agama Islam itu kan memang bertentangan gitu ya secara sosial juga. Iya. Cuma sekarang-sekarang ini makin digaungkan dengan sosial media. Dan aku baca banyak banget baca di threads nih yang sharing soal pengalaman living together gitu dan makin terbuka orang-orang zaman sekarang karena makin terbuka makin dinormalisasi jadi makin banyak orang yang mengikuti dan tidak dianggap terlalu tabu lagi. Dan lagi karena alasan mereka ya yang paling banyak aku lihat karena biar enggak beli kucing dalam karung daripada keburu nikah ternyata enggak cocok gimana? Jadi kita coba aja ibaratnya test drive gitu. Oke. Oke. Hm. Aku mau double klik di cerita tentang teman-teman di luar sana yang let's say bread winner ya, yang
4:38 banyak sal tanggungannya, enggak ada waktu lagi untuk pasangannya gitu ya. Iya. Pengalaman-pengalaman dari klien-klien yang pernah sharing dengan Kak Febri gitu, apa aja kendala lainnya yang mereka hadapi gitu. Siapa tahu yang satu sibuk, satu sibuk jadi enggak ada waktu lagi untuk bersama gitu. Oke. Kalau sibuk sih masih penting, tapi terbanyak adalah. Tahu enggak? Eh, coba Kak Bilal tebak ya. Kelayan yang datang itu banyakan cewek apa cowok? Aku karena kamu mancing itu aku nbaknya cowok kali ya. Iya, cowok. Eh, benar sih 70% cowok kan dikira punya masalah seksual cewek ya. Karena sebetulnya berdasarkan data dari penelitian FKWI 2018 bahwa lebih dari 60% wanita di Indonesia, perempuan di Indonesia terutama yang sudah menikah itu punya kesulitan orgasme. Berarti
5:23 sebenarnya harusnya wanita paling banyak dong dan bahkan seper lebih dari sepertiga pria di Indonesia itu punya disfungsi seksual alias impoten. Tapi kenapa banyakan datang cowok ya? Ternyata cowok-cowok itu datang banyak yang disuruh istrinya karena mereka tidak bisa function secara seksual. yang paling banyak adalah disfungsi ereksi. Nah, ini menarik banget nih. Padahal yang banyak lebih banyak apu kan perempuan ya. Tapi gini masalahnya kalau seks itu terjadi itu kan harus ada syaratnya ya. Bagaimana kita siap berperang, siap melakukan hubungan seks itu ada syaratnya. Kalau di perempuan itu syaratnya adalah harus lubrikasi sempurna alias misv harus basah. Kalau di laki-laki penisnya ini sori ya kita pakai bahasa yang ini ya ilmiah ya. Penisnya harus ereksi maksimal gitu ya.
6:09 Nah, saat namanya manusia rumah berumah tangga pasti banyak masalah kan. Nah, kalau banyak masalah di rumah tangga akhirnya tidak tercapai nih. Wanitanya enggak bisa basah, laki-lakinya tidak bisa ereksi. Tapi masalahnya kalau wanita enggak bisa basah diakalin sama pelumas masih ada gitu. Tapi kalau udah enggak bisa ereksi mau diapain, Mas? Gitu kan. Jadi akhirnya suami-suamilah yang akhirnya datang dan mereka datang dengan kepercayaan diri yang sudah hancur kayak saya kalau impoten saya bukan manusia seutuhnya lagi. Padahal enggak gitu bisa banget dibenerin gitu. Hmm. Aku tersenyum karena aku belum paham konteksnya di detail ya. Aku mau mewakili teman-teman yang juga mungkin tersenyum dan enggak paham-paham banget. Terutama sebelum aku mau menggali sisi living together tadi.
6:55 Iya. aku belum nikah dan sebagian teman-teman juga menonton ini belum nikah gitu. Pemahaman apa, sex education apa yang mungkin selama ini kita mencoba untuk hindari, tapi sebenarnya itu penting kita sadari karena kita belum nikah gitu. Oke. Kalau belum nikah kan ini kalau belum nikah nih gini coba biasanya kalau kita zaman sekolah cowok misalnya ada yang nonton porn itu dianggap biasa kan kalau cewek dianggapnya wah gatal banget gitu. He. Padahal sebenarnya perempuan dan laki-laki sama-sama punya gairah, punya nafsu. Nonton sama-sama enggak boleh sebetulnya gitu kan. Tapi untuk nafsu seksual banyakan nih. Ini mitos yang paling banyak ya. Kalau perempuan ngomongin seks itu wanita nakal. Sedangkan laki-laki kalau ngomongin seks itu perkasa. Apalagi kalau dia body cownnya atau gantangan tuh. Wih gila dia perkasa banget. He.
7:40 Nah, perempuan dituntut untuk tidak mengerti seks untuk lurus anak baik-baik gitu ya. Laki-laki dituntut sudah tahu semuanya. Begitu nikah, si perempuan yang enggak tahu apa-apa ini dituntut untuk bisa melayani dan memuaskan suaminya. Gimana caranya orang kita cari tahu aja sebelum nikah enggak boleh gitu kan. Nah, ini sih misleading yang akhirnya orang-orang yang datang ke aku, tadi yang aku bilang suami-suami tuh banyak yang mengeluhkan bahwa istri saya kurang binal, istri saya kurang playful. Aku tarik lagi dulu milih istri berdasarkan apa? Karena dia cewek baik-baik. Ah, cewek baik-baik itu berarti kan enggak ngomongin seks ya. Terus gimana kamu berharap dia langsung playful kalau dia aja mindsetnya lebih tabu seks itu. Itu sih. Jadi buat teman-teman yang belum nikah justru belajar seks edukasi enggak apa-apa banget dan justru harusnya dimulai sebelum nikah. Tapi ya tadi jangan test
8:25 drive dulu. Hmm. Berarti ada klien-klien yang lesnya baru menikah atau masih di fase kayak honeymon ya? Iya. Itu datang. Heeh. Cuma untuk konsultasi karena mereka kaget gitu. Kaget? Iya. kaget atau yang sudah lama menikah bahkan kok enggak kayak dulu sih pas awal nikah gitu. Kok banyak hambatannya sih gitu dan sekarang klien-klien ke seks solo makin muda. Tadinya kan 40 50 60 sekarang dari 22 tahun loh sampai 30-an tahun yang datang ke aku. Yang 50 malah jarang gitu. Apakah kamu mempelajari juga studi tentang semakin kita sibuk, semakin kita stres, semakin banyak opsi di sosial media, kita ngelihat sana sini, sana sini sehingga apa ya gairah atau
9:12 libidonya menurun? Mungkin kedalaman atau keintiman dengan pasangan udah udah mulai menurun. Oh, iya tuh pasti. Jadi kan drive atau ee libido seksual itu dipengaruhi banyak hal. Kalau dalam ee payung besarnya adalah dipengaruhi oleh tiga hal. Yang pertama faktor biologis, faktor fisiologis, dan faktor psikologis. Oke, psikologis ini yang saya pegang dan ini banyak ya turunannya ya. Jadi kalau orang datang ke aku itu biasanya aku eliminasi dulu faktor biologis, fisiologisnya dengan cara tes hormon, rujuk ke androlog segala macam. Kalau udah clear dari mereka enggak ada apa-apa. Artinya disfungsi seksual yang dialami itu dari pure psikologis. Nah, psikologis breakdown lagi banyak banget. Ada namanya performance anxiety, ada yang namanya enggak bisa ereksi atau disfungsi ejakulasi gara-gara PMO juga.
10:00 Ada yang gara-gara bermasalah sama istrinya, dia menahan luka. Luka pernikahan bertahun-tahun enggak keluar. Itu kan luka dan trauma disimpan di tubuh ya. Jadi akhirnya saat bersentuhan atau berinama istrinya dia enggak bisa ereksi karena terlalu banyak luka yang dipendam. Nah, itu banyak banget. ada ekspektasi, ada ah banyak banget deh pokoknya. Gimana caranya pasangan itu bisa memetakan ekspektasi ya iya satu sama lain gitu tanpa kayak melanggar value-value mereka ya yang sudah mereka tetapkan atau banyak selama ini mungkin susah untuk komunikasinya. Iya benar. Iya sih ada orang yang tadi yang belum nikah sekarang yang sudah menikah. Iya. Oke. Tapi bingung nih mau mulai dari mana gitu atau sebelum mereka ke sok Solok harusnya pendekatan
10:45 mereka berdua itu dari mana? Ini yang udah nikah atau yang belum nikah nih? Mau udah nikah. Kita mau yang udah nikah dulu. Udah nikah. Yang punya masalah apa yang enggak punya masalah? Yang punya masalah. Oke. Yang punya masalah. Pokoknya gini sih biasanya kan yang ngeluh ke aku tuh gini. Ee tolong dong suamiku tuh enggak perform udah bahkan kayak 6 tahun enggak HS secara reguler gitu tapi suamiku enggak mau diajak. Nah itu susah tuh. Komunikasi seksual tuh sebenarnya menurut aku takhta tertinggi nih. Karena nih komunikasi hal yang sensitif banget. Sama kayak komunikasi soal duit gitu ya. Kalau komunikasi soal, maksudnya gini, kalau komunikasi gimana mau komunikasi seksual kalau kamu cuma ngomongin soal anak yang biasa aja tuh bisa berantem apalagi komunikasi seksual udah pasti enggak bisa nih kan ada step-stepnya sebenarnya paling tinggi komunitas seksual. Jadi menurutku kalau orang pasangan bisa hubungan seksualnya sangat memuaskan, orgasm dan satisfaction-nya
11:31 tinggi, berarti dia sudah melewati segala komunikasi dengan baik bawahnya. Jadi kalau memetakan kayak misalnya nih kalau wanita ya biasanya istri nih sulit untuk orgasme atau klimaks, laki-laki sulit untuk ereksi langsung ke seksoloh aja atau kayak misalnya ee ngobrol dulu pertama ya komunikasi seksual ubah mindsetnya bahwa seks itu enggak tabu sama sekali kan udah halal. Hm. Pasangan kan ladang bermain gitu ya dalam hal diranjang ya bagim. Jadi kayak diomongin ee menurut aku, nah tapi diomonginnya karena ini sensitif harus nunggu momen tepat dan memilih diksi-diksi yang tepat terutama pakai I message asertif. Jadi kayak aku merasa beberapa kali kita berhubungan sepertinya kamu ada beberapa kali lebih ini ya ereksinya kurang maksimal ya.
12:17 Jangan yang kayak kamu kenapa sih impoten ya git kenapa sih aku enggak cantik lagi ya itu kan accuse ya kayak menuduh gitu kan ya atau labeling judgemental makin mundurlah kalau digituin. Jadi lebih ke komunikasi asertif misalnya sudah dicoba gaya ini, gaya ini, ubah pola hidup, pola makan enggak berfungsi juga langsung pergi ke seks solo. Jangan cari obat kuat yang enggak jelas BPOMnya gitu karena itu berbahaya. Baru aku masuk atau mau double klik. Heeh. Tentang living together ya. Iya. Karena aku pernah dengar statement dari Jemi Peterson ya. Aku lupa ni tahun berapa, tapi aku ingat dia bilang banyak studi kasus di luar sana, terutama di Amerika yang sebelumnya live together itu angka penceraian tinggi atau justru susah untuk menikah karena kan tadi
13:02 kayak kamu bilang ada bahasa kayak test drive gitu ya. Nah, kalau dari kacamata kamu seksolog atau melihat situasi di zaman sekarang rata-rata apakah akhirnya jadi menikah? He. Atau justru karena itu mereka cuma mau ngetes doang malah enggak berlanjut gitu. Ada yang bilang living together tuh rugi di perempuan ya. Aku agree to disegeri. Jadi setuju enggak setuju sih itu ada ada juga yang memang ada yang berhasil. Living together akhirnya marit tapi banyak juga yang enggak berhasil karena memang ee satu dan lain hal gitu menurut aku living together. Tapi gini kalau cuma untuk menentukan kecocokan apa enggak, living together tuh cuma bisa mengeliminasi beberapa kemungkinan. Kayak misalnya ternyata dia orangnya jorok ya, ternyata dia orangnya rapi ya, ternyata dia orangnya pelit. Paling cuma itu. Tapi kan masalah pernikahan jauh daripada itu. Bisa living together.
13:49 Kalau di luar negeri living together biasa ya. Dan kalau misalnya keluarga besar enggak ikut campur tuh di masalah pernikahan. Kalau di Indonesia deh living together kan masih pacaran orang tua enggak ikut-ikut ya kayaknya smooth gitu. Begitu nikah, begitu punya anak, punya mertua, punya ipar, punya keluarga besar, udah tanggung jawabnya beda lagi. Jadi memang tidak terlalu menurut aku di budaya Indonesia living together itu enggak jadi jaminan sama sekali untuk bisa menunjukkan suksesnya pernikahan apa enggak. Justru menurut aku yang paling penting itu adalah ee psikotes sih karena itu bisa menelanjangi personality orang dan mengetahui luka-luka dan traumanya lebih akurat menurut aku. Ya, berarti seperti kata Jod B tadi bahwa emang itu tidak event tidak bermain peran di atas 50% ya. Iya betul. Iya. Tidak menentukan sama sekali ya.
14:35 Benar. Karena banyak klien-klien gue juga emang udah living together dan masih masalah juga gitu. Hm. Karena seks sebelum nikah dan setelah nikah itu beda banget. Sebelum kita lanjut, buat kamu yang suka ngeklip suara berkelas, aku punya kabar baik untuk kamu. Ya, sekarang kamu udah bisa nge-klip langsung dan dibayar oleh suara berkelas. Gimana caranya? Masuk aja langsung ke Linkit lalu daftar klik campaign, klik Clipper, pilih YouTube suara berkelas dan tinggal join aja. Setelah itu kamu bisa langsung ngeklip video-videonya suara berkelas dan setiap 1000 views kamu akan mendapatkan 1000. Ini bisa kamu jadikan penghasilan
15:21 sampingan kamu. Dan sedikit mengingatkan untuk para clippers ya, ambil momen ini untuk lebih memajukan industri clipping di Indonesia. Jangan ambil viralnya aja, tapi kutip value-nya dan jadilah bagian dari industri clipping kreatif di Indonesia. Tapi yang menarik, kamu gak cuma bisa dibayar dari views doang. Kamu juga bisa cek apakah narasumber tersebut tuh punya produk Linkit-nya yang bisa kamu affiliatin. Misalnya Agus Leo punya produk ruang kreatif. Jadi ketika ada orang yang beli lewat Linkit affiliate kamu, kamu juga bisa mendapatkan komisi tambahan. Misal nih ya R1 juta views menghasilkan Rp1 juta dari campaign. Lalu ada 10 orang yang daftar ruang kreatif lewat link affiliate kamu. Nah, kamu bisa dapetin tambahan komisi yang gede banget dari penjualan tersebut. Jadi, satu konten bisa punya dua sumber penghasilan dari performa views dan dari
16:07 penjualan affiliate kamu. So, mulai sekarang jangan cuma upload konten doang. Manfaatkan setiap klip yang kamu buat untuk jadi peluang income lewat klip campaign suara berkelas. Tunggu apaagi? Langsung aja nge-clip suara berkelas dan yes, happy clipping, guys. Aku serius sama salah satu postingan ya beberapa waktu yang lalu ee dan aku ingin menanyakan ini langsung ke Febri gitu. Ada studi yang bilang terutama studi ilmiah dari psikolog Firen Suami ya dan Martin Jitof yang yang diterbitkan di jurnal PLOS1. Oke. Bahwa pria dengan status ekonomi rendah itu atau yang punya problem dengan finansial he cenderung menyukai ukuran pidra wanita yang gede gitu. Dalam tanda kutip di sini fokusnya ke fisiknya doang.
16:54 Oke. Iya. Iya. Dibandingkan pria yang kaya atau mapan itu. Heeh. Heeh. Oke, itu studinya. Nah, menurut kamu apakah ada hubungannya ee sosial status, kemampuan finansial seseorang dengan ee gaya seksualnya atau selera dia ngelihat e fisik wanita itu? Oke. Menurut aku ada sih secara psikologis ya. Jadi, kayak preferensi seksual tuh kan beda-beda ya, tergantung ee banyak hal yang dilewatinya dan banyak hal yang menuju ee memenuhi pikirannya. Menurut aku kalau orang-orang kelas menengah atas yang atau enggak orang-orang yang memang fokus untuk masa depan, emang fokus berjejaring networking mengupgrade diri, belajar segala macam, dia akan karena dia tuh ee berusaha untuk learning ya, berusaha untuk pintar, jadi orang pintar, dia akan juga tertarik sama orang yang sama kayak dia.
17:40 Jadi, dia akan tertarik dengan women with brain gitu ya. Orang-orang yang pintar, nyambung, diajak ngobrol gitu ya. Mungkin semua orang juga suka orang secara fisik juga suka kan. Kayak ditanyain juga, kamu suka orang ganteng, kamu suka orang cantik? Ya suka. Tapi enggak udah sampai situ aja, enggak sampai dilanjutin gitu kan. Tapi kalau orang-orang yang menengah bawah atau mungkin bukan ekonomi ya, tapi memang dia tidak punya hasrat yang besar untuk tujuan yang jauh gitu ya, jangka panjang, visi misi yang jelas gitu ya memang cenderung memenang hanya memenang dari segi visi karena apa ya dia kurang tertarik sama orang wanita pintar karena menurut banyak orang wanita pintar itu cenderung sulit untuk menurut untuk nurut gitu ya untuk dikontrol ya kan. Jadi memang dia ya yang penting seksi dan montok aja udah gitu secara seksual. Justru orang-orang yang menengah atas
18:25 atau orang-orang yang ee secara upgrade iya upgrade diri ya cenderung lebih tertarik sama orang-orang yang wanita yang nyambung ngajak ngobrol gitu karena ee independen gitu kan ya karena memang mencerminkan diri mereka. Karena kalau aku pinjam dari kata-kata Prof Adm Edison pernah ke sini kalau enggak salah ya. Kita tertarik sama seseorang itu karena mirror neuron kan. Bagaimana neuron kita kok merasa sama nih kayak orang ini nih. Nih orang juga ambisius nih. Aku juga tertarik sama dia deh. Jadi bukan cuma karena dadanya tapi karena memang isinya gitu. Hm. Ada kaitannya sih. Karena fokusnya bukan di fisiknya doang, lebih ke value-nya kan. Cara pandangnya, visinya ya. Betul. Betul. Betul banget. Iya. Cara pandang visi misi itu menarik banget sih. H. dan orang-orang yang mungkin let say tadi gabut atau enggak punya goals yang
19:11 lebih besar ya itu mencari visi dan misi lain yaitu lebih ke pasangannya gitu. Iya pasangannya. Heeh. yang bisa dikontrol yang ya memang menarik aja secara itu dan udah gitu bukan bukan sebagai ke partner hidup tapi ya objek mungkin ya objek seksual. Apakah relevan kalau aku mau simpulkan, menyimpulkan kamu kan bilang juga tadi pas offcam ya, bahwa ada studi juga yang bilang orang-orang yang emang PMO itu He justru orang yang enggak tahu goals-nya apa, banyak waktu dan ya emang enggak tahu ngapa-ngapain gitu. Iya, benar, benar, benar. Iya. Jadi kalau dari ini data kenu aja ya, kalau kita ngambil dari penelitian kadang-kadang penelitian kan banyak ya source-nya ee di negara mana tuh kadang-kadang takutnya enggak relevan. Tapi dari klien klien-klienku aja,
19:57 orang-orang Chanon PMO adalah orang-orang yang punya banyak waktu luang. Akhirnya mereka ya PMO ee buka-buka porn gitu. Tapi kalau orang-orang yang mau sibuk membangun ini, bangun segala macam, fokusnya ke sana biasanya enggak kepikiran PMO gitu. Karena namanya adiksi kan jadi adiksi ya atau enggak terbalik orang-orang yang adiksi jadinya akhirnya enggak bisa mikir lebih jauh karena adiksi juga mempengaruhi preferontal cortex kan. Jadi dia susah untuk ee punya target, punya goals, mplanning segala hal tu jadi kesulitan. Jadi kayak aksi-reaksi aja timbal baliknya gitu. Apa yang kita enggak tahu juga tentang dampak buruknya dari terus-terusan PMO gitu, terutama H bagi mereka sudah menikah gitu. Oke. PMO nih ya. PMO kan porn,
20:44 masturbation, orgasm. Berarti harus nonton porn, habis itu sambil nonton pornurbation dan akhirnya orgasm. Ini banyak banget kasus suami disfungsi ereksi dan ejakulasi dini tuh gara-gara PMO. Ini masuk dari berbagai pintu. Yang pertama PMO porn itu itu kan stimulasi nonorganik. Sedangkan pasangan orang yang real itu stimulasi organik. Kenapa non organik? Karena ya dilebai-lebaiin kayak misalnya bisa 2 jam. Ih gila berarti dia langsung kayak aku juga langsung bisa 2 jam. Enggak men. Jadi kalau orang normal tuh cukup 3 sampai 30 menit aja kalau durasi ini ya e ereksinya ya, ejakulasinya maksudnya. Nah, itu jadi ee misalnya kan pakai finish p buat perempuan dan laki-laki jadi kayak punya fantasi ketinggian. Padahal itu semua kan enggak real ya kan mereka semua kan kayak dim up gitu ya. Ada yang diimplan pakai finish spam
21:31 terus apa di shootnya 3 hari loh itu bukan 3 jam tapi 3 hari gitu kan ya itu dari situ jadi simulasinya jadi begitu dia lihat istrinya udah enggak menarik lagi. Eh kayaknya standar gue yang ini nih kenapa jadinya ini gitu kan enggak enggak napak bumi gitu enggak real enggak organik. Yang kedua dari ee kecanduan untuk masturbasi. Masturbasi kan pakai tangan rata-rata tangan jepitan tangan sama jepitan Misfi atau vagina tuh kan beda ya lebih kencang tangan apalagi kalau udah keseringan lama-lama mak gripnya makin kencang kalau makin kencang masuk vagina udah enggak kerasa sama sekali akhirnya bisa namanya delayed ejaculation jadi kayak enggak ngerasa kayak kok punya kamu ini sih ngedol gitu maksudnya kayak udah longgar padahal dia yang selama ini terlalu banyak [ __ ] dengan kejepitan terlalu keras jadi secara fisik ngaruh secara mental ngaruh
22:17 secara fisik juga ngaruh gitu gitu dan tadi ya kan mempengaruhi kinerja otak juga kalau adiksi PMO. H gitu sih. Jadi banyak banget mudorotnya sebetulnya PMO. Tapi kalau kita ngomongin sisi happiness ya atau produktivitas ya. Iya. Apakah itu juga berpengaruh dari atau sangat berpengaruh dari kualitas hubungan seks suami dan istri? Karena ee aku kenal beapa teman-temanku yang ee sudah menikah. Heeh. itu mereka kayak kelihatan happy banget karena juga sama istrinya k terdengar terdengar cerita-cerita dia kayak intim banget gitu setiap hari ketemu dan juga word of information quality time dan segala macam kan seberapa pengaruh itu menurut kamu
23:03 oh pengaruh banget jadi kalau penyakit mental itu ya kan ada banyak ya cuma ee sebagian besar tuh akarnya itu dari kesepian perasaan tidak diterima, perasaan tidak dicintai seutuhnya unconditional love jadi kayak perasaan-perasaan yang tidak diterima secara sosial. Dengan punya pernikahan yang baik dan harmonis kan terpenuhi kebutuhan emosional terbesar manusia yaitu sebagai manusia makhluk sosial yang terkoneksi dengan manusia lain di mana yang paling memungkinkan adalah sama pasangan gitu ya. Jadi kalau benar yang pertama dari relasi relasinya baik wah itu udah pasti dia jadi produktif karena hormon-hormon bahagia muncul setiap hari dan meningkatkan produktivitas itu pastinya. Udah gitu kita kerja apa di support sampai rumah pokoknya kita jadi merasa secure secara emosional jadinya kita bisa fokus sama
23:48 kerjaan kita. Yang kedua, nah ini yang kedua kalau udah kita attachmentnya baik segala macam dan seksnya kualitas seksnya bagus, sering orgasm berkualitas gitu ya, itu sangat-sangat ngaruh ke kesejahteraan wellbeing ya, kesejahteraan seks, kesejahteraan mental dan produktivitas kerja. Makanya aku pernah diundang suatu BUMN untuk ngisi bagaimana membangun ketahanan keluarga dan menciptakan kualitas seksual yang baik agar performa mereka meningkat. Tadinya kan kayak kok bisa sih seksolog diundang ke mana gitu ya kan yang kayak teknik banget gitu ya. Bisa banget karena ngaruh ini kan kerja kita kerja kita kerja pakai ini. Ini enggak akan bisa jalan kalau jarang orgasme. Aku bilang gitu. Hmm. Kejadian sih bak ya mungkin ya atau
24:35 ibu-ibu yang suka marah-marah. Siapa tahu deh kurang orgasme. Ternyata kita gali pengalaman ketemu klien dengan Iya. Febri langsung gitu ya. Iya. Apakah ada studi kasus seserupa kayak aduh aku kayak produktif, aku kurang ini, kurang itu, kurang segala macam. Ternyata memang problemnya di situ. Iya, benar banget. Kayak ee banyak masalah di kantor enggak perform under performance gitu terus gampang marah. Jadinya sering sck sama teman setim atau atasan. Terus pokoknya e under performance terus kindernya jelek gitu ya. Sama dia enggak betah di kantor pokoknya tapi di rumah juga enggak betah. Jadi dia lebih sering nongkrong atau apa. Jadi pokoknya ngawang akhirnya dia larinya banyak-banyak hal. Ternyata waktu dikulik dari pasangan samp pasangannya masalah s pasangan dibilang saya enggak
25:22 bisa happy kalau pulang ke rumah apalagi diranjang saya tidak terpenuhi. Makin pusinglah dia gitu. Jadi emang ngaruhnya tuh ke mana-mana kayak lingkaran setan aja gitu. Di rumah enggak bisa orgasme, di kantor enggak perform. Kalau di k enggak perform pulang ke rumah kadang-kadang gini ya di dimarahin atasan di kantor misalnya under performance atau ada isu layoff sampai rumah marah-marah terus akhirnya enggak bisa orgasme. It tuh muter kayak lingkaran setan. Saling pengaruh sih. Wah muncul pertanyaan baru nih. Menurut aku nih bagus pertanyaannya kalau kalau aku bisa menjelas menanyakan dengan simpel ya. Heeh. Gimana caranya pasangan itu tetap bisa menjaga kualitas hubungannya? Heeh. Kalau keduanya tuh sibuk gitu sih. Iya. Di bayangan aku
26:07 dua pasangan. Iya. I ee mereka sibuk tuh yang suami bekerja nant five tapi pulangan nantri juga melakukan hal yang sama gitu. Sehingga ketika mereka ketemu ya di fase dua-duanya capek gitu. Setiap hari capek. Heeh. Di mana di mereka harus mulai dari mana untuk kemudian bisa ee balik ke fase normal dan lebih sehat gitu. Oke, Mas Bilal tahu enggak waktu pandemi pandemi udah mulai podcast ini. Hm. Itu angka penceraian malah meningkat kan. Padahal di mana-mana WFH enggak boleh keluar rumah, enggak boleh WFO udah enggak ada sementara waktu itu kan. Tapi banyak malah justru menggugat cerai. Kenapa? Karena ternyata pas di rumah pas seharian sama pasangan justru keluar ee justru terjadi konflik-konflik yang selama ini enggak konflik karena berjauhan jaraknya kayak pulang sudah
26:54 malam, sudah tidur. Jadi kayak enggak konflik. Enggak, konflik itu bukan berarti harmonis, tapi emang belum belum ketemu aja waktunya buat konflik sebetulnya ya kan. Jadi konflik itu tidak tergantung waktu dan kesibukan sebetulnya memang ada pengaruhnya. Kalau kita kecapin kerja kan pasti capek bawannya pengin emosi. Tapi kita lihat deh kemarin dari kasusnya begitu pandemi langsung malah naik padahal justru di rumah terus harusnya kita mikirin wah di rumah terus nih bisa kelonan terus nih. Enggak malah ribut terus banyakan kan dan pa jadi penuh peg pengadilan agama. Jadi kalau misalnya ee tadi soal harmonis apa enggak itu bukan tergantung waktu walaupun pasti ada pengaruhnya tapi bukan tergantung waktu yang nomor satu tapi lebih tergantung ke kualitas hubungan dan relasi. Kualitas relasi, kualitas komunikasi dan juga trust. Jadi kalau misalnya sama sibuk nih sama-sama pulang yang 1 jam 08.00 atau jam 10.00
27:40 tapi masih ketemu ada waktu 2 jam misalnya dimaksimalin 2 jam itu. Jangan 2 jam pulang capek main handphone. Enggak kan bisa mandi bareng. Mandinya enggak sih dimandi bareng. Habis itu cuma cukup setengah jam aja waktu. Luangan waktu sama pasangan tanpa handphone. 30 menit de talk tuh cukup banget. Apalagi habis itu berlanjut kan tuh udah cukup banget sebenarnya. Jadi bukan salahin waktunya salahin bagaimana dirimu dan pasangan mengelola waktu yang ada gitu sih. Hm. Manajemen waktu. Sekali lagi. Tapi ada juga konten-konten yang aku nonton di TikTok di IGI yang Heeh. Kadang hiburannya suami istri itu sambil nonton konten-konten lucu gitu ya. Ya, buka HP juga sih. Cuma sama-sama konten-konten lucu gitu. Oke. Buka HP tapi kan berdua. Eh, lihat
28:27 deh kita nonton ketawa bareng bukannya sendiriendiri. Iya. Heeh. Beda sih gitu. Pokoknya enjoy time together aja gitu. Jadi selama akan beda kan yang 24 jam e barengan tapi enggak enggak connected sama yang ketemu paling cuma 1 jam 2 jam tapi connect gitu kan. Pasti beda di sini rasanya. Makanya kesepian yang paling membunuh itu sebetulnya kesepian dalam pernikahan. Orangnya mah ada, tapi kok kesepian ya kita? Nah, ini paling banyak didayal nih sama orang-orang. Karena kalau kesepian pas jomblo ya wajar enggak punya siapa-siapa tapi udah nikah tiap hari bareng dia kok masih sepi juga. Nah, itu merasa terjebak dalam hubungan biasanya karena intimesinya sudah pudar. Aku mau double klik juga di kesepian dalam pernikahan. Heeh. Itu gitu. Heeh.
29:13 Cara baliknya gimana? Uh, wah, wah, banyak banget ini cara baliknya tergantung akarnya. Jadi, kayak ya orang-orang yang datang pasti kan orang-orang yang pernikahannya bermasalah ya. Itu diusut dulu benar-benar harus digali, gali. Ada yang pakai berbagai macam tes, ada yang pakai wah banyak deh konseling, wawancara. Kebanyakan dari mereka itu ngerasa salah satu sama lain merasa aku yang paling berjuang di pernikahan ini. Pasangan juga ngomong gitu kayak dari mana asalnya? Ternyata dari luka dan trauma mereka masing-masing. Dari perbedaan love language juga. Kayak misalnya aku tuh ngerasa enggak disayang sama suamiku. Suamiku enggak pernah ngasih hadiah, enggak pernah nggat hari ulang tahunku. Tapi menurut suaminya aku udah ngelakuin semua yang aku bisa. Aku selalu servis dia, sarapan aku masakin apa segala macam yang dikasih. Padahal si istri ngareapinnya apa? Gift. Enggak nyambung
30:00 dong. Kayak nyetel radio tapi frekuensinya enggak nyambung gitu kan. Jadi kayak emang harus diune in, dimatchin aja nih si frekuensinya dan itu butuh terapi pasangan couple konseling kayak gitu. Mas Bal tahu enggak ada berapa bahasa di dunia ini? 197. Kalau Masnya berapa? Berapa bahasa di dunia? Banyak. Tapi dia dia including bahasa burung kali ya. Oke. Burungnya mana nih? Oke, jawabannya adalah bahasanya di dunia itu adalah sejumlah kepala di dunia ini. Di bumi ini, sejumlah penduduk di bumi. 8 miliar bahasa. 8 miliar bahasa. Karena kita semua walaupun bahasa Indonesia ngomong bahasa Indonesia, tapi kita semua berbicara dari kepala yang berbeda dengan
30:46 pemahaman berbeda, persepsi yang beda-beda. Itu yang terjadi di pernikahan. Mereka merasa aku udah ngomong, aku udah ini, aku udah ini. Tapi tidak diterima seperti yang dimaksudkan. Jadi kayak maksudnya salah tangkap, salah paham. terbanyak di pernikahan sih. Iya. Aku aku sering banget ketemu goteng-goteng lucu loh di di explore yaitu ketika si istrinya LC Heeh. ee udah bilang terus si suaminya, "Hah, emang kamu sudah bilang?" Misalnya kayak si suaminya tanya, "Heh, ee saya ngaku di warung ini, kamu mau nitip apa?" gitu. "Oh, yang tren suami pelenger ya?" Iya. Istrinya udah jawab pengin A gitu ya. Terus suaminya nanya pengin pengin a enggak gitu gitu. I iya itu aku sen lucu sih. Ah oke. Tapi apa apa yang terjadi dari kacamata kamu gitu. Nah pas banget pas banget tanya ya. Aku
31:31 enggak tahu kenapa tapi mulai dari tahun lalu sampai per tahun ini tuh puncaknya tahun ini kayaknya ya itu mungkin 70% masalah pernikahan ternyata disebabkan oleh suaminya ADHD. Wah ADHD. Dan itu salah satu trennya ngomong apa enggak dengar. Bukan enggak dengar dia dengar tapi lewat gitu. Jadi enggak ditangkap sama ini. Jadi kayak hal kecil ketinggalan. diomongin berkali-kali enggak bisa kayak disuruh-suruh baru entar entar entar kalau udah ngamuk banget baru dikerjain itu salah satu ciri tapi gak boleh save diagnose ya enggak boleh jadi datang ke aku kayak bentar-bentar saya kok agak curiga ya kalau emasnya mengalami ADHD coba aku e ada beberapa indikator oke sekarang saya rujuk ke psikiater dan psikolog yang khusus ADHD keluar hasil dari mereka benar jadi ternyata udah ADHD diterapi pakai obat
32:18 misalnya terus membaik dong gara-gara itu. Jadi memang ternyata treatable h masalah pernikahan mereka karena mereka bilang kan enggak saya enggak mau lagi sama dia. Dia itu enggak pernah dengerin saya seumur hidup. Jadi saya enggak mau membuang waktu sisa hidupku terlalu lama buat sama dia. Dikasih obat baik bisa fokus jadinya. Tapi aku enggak bisa ngejak sini karena aku belum baca studinya. Ee aku notice banyak teman-teman laki-laki sih yang yang edit. Karena kadang kita lagi bengong toh kita lagi melamur sendiri gitu. Makanya banyak yang bilang Pia kalau lagi makan tuh sambil melamun kan kasihan. Karena banyak banget yang dipikirin kan pikirin A B C. Kadang ketika kita ngomong dia susah untuk multitasking juga ya. Iya. Iya. Benar. Atau sekarang lagi podcast tiba-tiba aku mikirin A mikirin keluarga mikirin ini sehingga
33:04 kadang obrolan atau chat isi tadi tuh kayak bukan sesuatu yang kita tangkap. Itu lewat aja gitu. Iya. Lewat-lewat aja bisa-bisa. Heeh. Kemarin aku baru aja lihat postingan di akunnya sekelas ya. He. Ee postingannya bedanya cara mikir wanita dan pria kalau teman-teman bisa lihat. He. Oh, oke. Iya. I. Terus yang wanitanya bilang, "Aku nih sangat butuh kepekaan tanpak aku harus bilang penting kamu peka." gitu. Terus cowoknya bilang, "Aku butuh dikasih tahu dengan jelas kalau bisa lebih dari sekali gitu biar aku paham gitu kan." Terus si cewek juga bilang, "Aku butuh interaksi yang memproses. Kalau kita lagi ada konflik yang penting diproses." Iya. Iya. Terus si cowok, aku butuh ruang untuk memproses konflik ini. Jadi kayak kadang si cowok harus butuh waktu sendiri. Iya iya iya i. Apakah itu bahasa-bahasa yang kamu sebut 8 miliar tadi? Dan
33:52 biar apa ya? Biar ketemu atau siapa tahu ini memecahkan masalah teman-teman yang menonton terutama suami istri? Apa nih pendekatannya? Betul. Nah, jadi banyak bilang aku udah ngomong sama dia, aku udah komunikasi, aku coba komunikasi bentar. Komunikasinya kayak apa dulu? banyak komunikasi itu ada banyak dari cara dan gesture dari diksi yang dipilih dan sayangnya yang paling mempengaruhi adalah gesture dan eh nonverbal language. Jadi intonasi dari nada suara dari mata yang rolled ice gitu dari tangannya itu kan ngaruh semuanya jadi bisa e mispersepsi gitu kan. Jadi kalau misalnya ee apa tadi ADHD misalnya diomongin dia enggak nangkap itu beda lagi itu karena neurovergen. Cuma banyak yang ngerasa aku tuh e suaminya ngerasa dia enggak enggak respek sama aku kayak enggak respek gimana aku udah ngomong apa yang ngomongin kok gitu.
34:37 Aku pernah baca buku Men from Venus, Women from Mars apa kebalik ya. Ya itulah pokoknya aku tahu tapi belum baca. Ah iya jadi itu bilangnya gini ee komunikasi itu penting tapi enggak cuma apa yang diomongin tapi caranya. Misalnya kalau misalnya lagi marahan cowok maunya dikasih waktu. Jadi cowok tuh kayak karet gelang. Ee dia melar dulu, menjauh dulu, terus lama-lama mendekat kalau udah enak lagi. Tapi cewek enggak kebalikannya. Kalau lagi marah maunya didekatin, dipeluk. Begitu dia malah menghindar dia akan merasa terluka dan ngerasa enggak aman. Kan ini ya masalahnya ya. Jadi banyak yang ngerasa kok dia kalau misalnya e berantem pergi aja karena itu kebutuhan laki-laki. Enggak semua. Sekali lagi enggak semua ya. Enggak bisa jelasir. Tapi ada banyak yang kayak gitu. Jadi cowok tuh karena enggak aduh enggak tahu mau ngomong apa. Entar aku mau cooling down dulu. pergi dulu. Sedangkan ceweknya ngerasa, "Kamu enggak sayang
35:22 aku?" Ya, pergi malah ninggalin. Nah, makin besar enggak tuh masalahnya? Iya. Lebih ke aku ngasih isi ko edukasi ke pasangan sih. Perbedaan perempuan dan laki-laki bukan secara general, tapi secara kebutuhan mereka. Kamu butuhnya diapain, kamu butuh diapain. Jadi, kayak dimatch. Jadi, kamu harus paham juga. Boleh kamu misalnya kamu enggak suka ditinggalin nih. Nah, masnya kalau misalnya mau keluar bilang, "Sorry, aku tetap sayang kamu, tapi aku butuh 10 menit aja mengungsi ke kamar sebelah." Jadi enggak ngerasa ditinggalin komunikasinya itu loh. Iya. Ya, aku ada temanku juga em dia pernah ke suara berkelas tapi dia cerita pas offcam yang dibang kayak aku tu iya curhat kayak aku tuh tipe orang yang butuh satu kamar kosong gitu loh untuk aku internalisasi semuanya kayak enggak bisa bukan berarti kita bisa ranjang katanya
36:08 tapi kadang ada umumnya memang butuh sendiri dan ternyata oh mau tahu oh ternyata ada pernikahan yang seperti itu. He. Mereka nikah lebih dari 25 tahun dan oh ternyata pendekatannya mungkin seperti itu gitu ya. ada guanya sendiri dan itu perempuan harus menghormati bondaris pasangan juga sebaliknya. Hm. Heeh. Ya. Tuh. Aku tadi belum selesai menggali sisi tentang pria sibuk, wanita sibuk, ya, suami istri sibuk. Iya. Heeh. Ini cuma isi kepalaku ya. Lesnya mereka sibuk nih kan. Tapi kan sibuknya kadang kualitas sibuknya tuh enggak 5050, enggak 50-50. Siapa tahu yang lebih sibuk itu si istri. Iya, benar. Si istri nih 70, suaminya 30 dan si suami kan butuh
36:54 istri. Iya. Kadang dia tuh ada energi, ada waktu yang kadang enggak tahu dipakai ke mana. Dan kamu tadi mention tentang Heeh. Heeh. Kadang mereka menyalurkan ke banyak hal. Nah, yang ditakutkan kalau menyalurkan ke banyak hal ke wanita lain. Iya. Atau per lain. Apakah itu salah satu hal-hal yang bikin orang tuh gampang selingkuh? Karena yang ini 70% nih, wah gak ada waktu sama sekali untuk aku. Dan kalau ada waktu pun kayak kamu bilang tadi, enggak sempat e mandi bareng, enggak sempat komunikasi, langsung tidur terus besok kerja lagi. Apa yang terjadi? Karena banyak orang-orang yang enggak sibuk pun kayak banyak deh orang yang tenggo pulangnya tetap ya jam 5. udah di rumah terus tapi masih masih bisa selingkuh gitu sebenarnya. Jadi bukan ke waktunya sekali lagi lebih ke kedalaman dan kualitas relasinya kayak apa,
37:40 attachmentnya kayak apa. Jadi kayak ngerasa ada nih di rumah terus misalnya ada orang yang dua-dua misalnya ee 2 hari di kantor, du hari di rumah misalnya kok banyak di rumah tapi kok bawannya pengin menghindar terus dari istrinya penginnya kongko apa segala macam di rumah tapi dia memilih untuk keluar karena enggak enggak harmonis gitu kan sama aja keluar selingkuh atau apa kan sama aja. Jadi sebenarnya gini ya, pertama banget disclaimer mau kayak gimanapun kita okenya, mau gimana gimapun kita servis pasangan kalau pasangan mau selingkuh ya selingkuh aja. Itu keputusan selingkuh itu ada di tangan si pelaku gitu yang pertama. Tapi yang bisa kita usahakan adalah menjadi pasangan yang sebaik-baiknya demi kesehatan mental kita sendiri. Karena kalau kita enggak baik kan akhirnya ribut. Kalau ribut siapa juga yang repot kita gitu kan ya.
38:26 Jadi bukan soal sibuknya, tapi soal attachment-nya atau kualitasnya yang kurang. Kayaknya mereka baik-baik aja kalau kekondangan berdua segala macam. Tapi kan tuh enggak. Ternyata waktu share jokes misalnya sharing memes gitu dianya enggak ketawa. Terus kayak ya garing sendiri dong gue. Itu kan salah satu kualitas sebenarnya enggak bisa sharing ee sesuatu yang bersama gitu kan. Lebih kualitas relasi sama kualitas seksual sih. Hmm. Daripada sekedar sibuk doang. Banyakan sama lingkungan ngaruh. Kan banyak nih kantor-kantor yang menormalisasi suami istri di kantor. Pasangannya di rumah tapi di kantor tuh kayak dicobang-coblangin gitu. Ini kan istriku di kantor, ini suamiku di kantor. Banyak. Oh, oke oke oke. Paham paham paham. Banyak. Heeh. Normalisasi itu normalisasi bercandaan itu ya
39:13 kayaknya ada yang sampai kebablasan deh ya kayak gitu bercandaan gitu yang dicomblangcomblangin gitu atau di kantor banyak perselingkuhan nih banyak nih kayak pernah datang ke aku orangnya benar-benar alim banget deh alim banget benar kayak enggak nyangka deh ternyata dia dulu pernah jadi pelaku dan dia bilang aku jadi pelaku karena aku secara tanpa sadar menormalisasi perselingkuhan karena semua 90% deh itu selingkuh di kantorku y banyak banget aku bilang ya gimana orang enggak ke orang enggak kebawa kalau kayak gitu. Karena faktor lingkungan kan juga pengaruh karena waktu yang dihabiskan lebih banyak di kantor. Betul. He gitu. Tapi sebelum kita bahas tentang detail kantor, tapi ini menarik ya. Aku enggak enggak enggak akan kebayang kita ngebahas ini gitu. Iya. Di level mana itu kategorinya masuk ke
39:58 perselingkuhan? Oh. Apakah di sekedar memuji doang terus diulangi terus pujiannya? Udah kesentuhan fisik atau apa? Oke. Nah, ini aku bahas di reels aku ya. Kayak punya banyak dukungan. Jadi ya menurut KBBI selingkuh itu perbuatan apapun kepada lawan jenis atau sesama jenis. Kalau dia suka sesama jenis ya tapi pokoknya ke lawan ke gender yang dia suka ya. Kalau dia heteroseksual berarti kelawan jenis. Kalau dia homoseksual ke sesama jenis yang di mana dia enggak mau itu ketahuan pasangannya. Oh oke oke. Misalnya kalau hai cantik tapi dia langsung hapus delete itu selingkuh. Tapi kalau ei cantik gitu di depan pasangan, pasangan tahu dan dia enggak apa-apa itu enggak selingkuh. Tapi ada bedanya kalau enggak selingkuh ada yang melewati batas sama enggak. Tapi bukan selingkuh karena pasangannya tahu kalau aku pasangannya bete kamu selingkuh ya?
40:44 Enggak karena aku depan kamu. Aku enggak mau tapi kamu kayak gitu dikurangin ya. Oke berarti tinggal boundaries-nya kan. Tapi kalau emang sengaja enggak boleh pasangannya tahu diam-diam itu selingkuh berarti sekedar nanya lagi apa terus dihapus. Nah, itu sudah masuk selingkuh micro cheating. Hmm. Dan ya maksudnya yang keduanya juga sama-sama mau siapa tahu yang di chat itu juga punya pasangannya sendiri ya. Nah betul. Dan dia juga enggak mau ketahuan oleh pasangannya ya. Nah, iya sama-sama ngapus jadinya ya. Oh, heeh. Kalau tren berapa tahun terakhir sih bukan sekedar ngapus tapi chattingan di ada yang aneh-aneh ya kan? Apalagi aplikasi Gojek yang Grab atau apa. Iya. I ya ya yang ya enggak enggak enggak nyampai. Oh ternyata bisa ke sini gitu ya. Iya bisa ya aku. Iya benar benar
41:29 karena jadi kan selingkuh bukan khilaf niat. Hmm khilaf mah kalau kita marah terus mukul ng ya enggak bisa ngontrol ini kan di ini kan di planning gitu kan. Jadi memang pilihan sih. Dan please jangan salahin pasangannya. Hm. He. Gara-gara kamu enggak ngurusin sih, eh lihat kan korban selingkuh kurang apa banyakan kan tetap di tangan perselingkuh itulah tanggung jawabnya. Benar benar. Heeh. Tapi kalau di dunia kantor juga kadang orang enggak sadar gitu itu masuk ke ketua pelecehan. Kadang sori for saying misalnya ada bapak yang nge-jokes yang suka saya menyurutkan karena dia kan sesuatu yang otak kita kan kadang karena itu dinormalisasi ya kita enggak aware kalau itu buruk kan karena sudah
42:15 biasa aja gitu. Iya. Iya. Iya. Nah, di level tadi persingkuhan kita masuk ke level di kategori apa tuh? Ah, kategori pelecehan di tempatsi umum, di kantor, di heeh sampai mana itu pelecehan? Jadi ada undang-undang undang-undang TPKS tindak pindak kekerasan seksual yang disahkan di 2022 aku lupa nomor berapa dan itu dijelasin apa yang masuk pelecehan seksual dan mana yang masuk kekerasan seksual. Jadi, ternyata pelecehan seksual itu payung besarnya adalah kekerasan seksual. Kekerasan seksual itu ada 15 lagi, 15 part di bawahnya. Ada kayak pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pelecehan seksual, ada merital rap. Ah, banyak-banyak banget lah di bawahnya. Nah, pelecehan seksual itu banyak ada pelecehan fisik, visual, verbal, sama eh gesture. Nah, ini aku
43:01 pernah ngambil cours-nya di Amerika aku ya. Dan aku ngasih ngisi juga di kantor-kantor tentang pelacayan seksual. Ternyata banyak kantor yang karena banyak e kasus pelacahan seksual yang tadi yang kayak cating apa segala macam tapi dinormalisasi. Mereka manggil aku ke sana untuk mengedukasi para pelaku. Jadi kayak mereka kan dibilang, "Pak, pelecehan nih apaan sih gitu aja pelecehan baper." Tapi kalau ada ekspert yang ngomong diam mereka jadinya kan. Hm. Jadi at least mereka punya dulu nih edukasinya karena kebanyakan dari mereka ya zaman dulu kan masih seksis ya gitu kan dianggap biasa atau perempuannya enggak berani ngelawan. Tapi sekarang begitu ada undang-undangnya kita tegakkan ini plcehan. Nah bisa dituntut tuh Mas Bilal. Jadi event ya misalnya ada yang banyak yang diprotes nih event kita misalnya aku direktur di direktur
43:46 itu setiap seminggu dua kali itu ada meeting yang semua divisi datang ke sana ke ruanganku nih misalnya. Tapi di ruangan itu aku memajang foto orang telanjang gitu. Hm. Itu enggak boleh pelecehan. Pelecehan visual itu. Pelecehan visual. Visual karena semua orang di situ dan bikin enggak nyaman. Kecuali kalau ruangan pribadi yang orang enggak mau, yang keluar masuk cuma yang terdekat banget aja gitu. Tapi kalau emang akan dipakai orang dan dia jelas-jelas itu bikin orang enggak nyaman, bisa pelecehan visual masuknya. Jadi memang lebih ketat lagi sekarang. Iya, pelecehan visual. Apalagi kalau fotonya sendiri lebih aneh sih. Ngapain di ekbisionis juga itu ya masuknya ya? Tu bagus sih ada payungnya sekarang. Iya payung hukum.
44:32 Apa yang aku enggak tahu juga tentang pelecean seksual yang mungkin kamu sudah pelajari atau kamu sudah bikin konten-kontennya gitu. He he. Pelecehan seksual itu berat banget ya. Kan ada pasien-pasien yang akhirnya bisa bukan cuma trauma tapi sampai disociative identity disorder alias kepribadian terpecah. gitu. Kalau pernah lihat film apa ya, Split mungkin pernah lihat film apa pokoknya yang keberadaan ganda bukan ganda mungkin 4 apa 16 kayak siil gitu biasanya kadang-kadang berawal dari pelachan seksual dan pelacayan seksual juga menjadi salah satu faktor orang menjadi berubah orientasi seksualnya dari hetero jadi homoseksual misalnya. Hmm. Itu bisa karena trauma seksual ya. aku belum pernah menanyakan itu. Tapi walaupun agak sensitif enggak
45:17 apa-apu tanya di sini gitu ya. Dan ee ini disclaimer cuma untuk menanyakan aja kok bisa berubah gitu. Ee jadi mungkin ya aku pernah dengar langsung ya gitu enggak satu dua ini. Jadi ee awalnya dia suka sama teman sekelasnya cantik lah. Pokoknya waktu SD kan ya suka sama yang cantik misalnya cowok ya sukanya sama cantik gitu kan. Tapi ternyata dia dilecehkan berkali-kali sama mahasiswa gitu atau ya orang sekitar dia yang gendernya sama ya dan dia enggak berani ngomong karena diancam atau pokoknya berlangsung lama. Akhirnya dia jadi karena trauma dia jadi punya ketertarikan yang sama dengan si pelaku itu, abuser itu. Oh. Dan waktu gedenya jadi pelaku jadi enggak putus rantainya malah dilanjutin gitu. Baru tahu. Iya. kayak konteks pembulian ya yang
46:05 ternyata ternyata tuh itu traumanya kemudian dia jadi pelakunya pelaku juga. Iya bisa jadi kayak gitu. Oh bisa atau nah yang masuk nih ke disfungsi seksual pas gedenya sudah nikah malah jadi disfungsi seksual. Pas gede sudah nikah. Pas sudah nikah jadi disfungsi seksual. Misalnya dia enggak bisa vaginismus. Pernah dengar enggak? Vaginisus itu adalah kekakuan otot vagina mendadak pada wanita yang jadi kayak dimasuk enggak bisa masuk jadi kayak nabak tembok gitu. Itu derajatnya ada lima dari sat sampai 5. Ada beberapa pasienku yang juga vaginismus dari cuma enggak benar enggak bisa masuk ya harus terapi terapinya banyak ini dan dari berbagai expert gitu. Pas diurut ke belakang ternyata dia ee korban pelecehan seksual. Jadi dia takut, jadi kayak nutup. Otomatis
46:50 traumanya tersimpan di al kelaminnya dia. Jadi begitu ada sesuatu bahkan cocor bebek yang buat spapmare langsung di enggak bisa ditembus gitu karena tubuhnya mengirim sinyal kotaknya ini bahaya. Wah, beranul tubuh kita tahu sesuatu yang kita enggak tahu ya. Kayak dia bekerja sendiri tanpa izin kita ya. Benar, benar banget. Jadi ini buat teman-teman ya kan ada yang bilang kayak jangan mendem nanti jadi autoimune. Benar. Jadi emotion itu kan energy in motion. Kalau Mas Bilal pernah SMA dulu, kalau dalam hukum fisika energi tuh enggak bisa hilang kan, cuman bisa dialirkan berpindah tempat atau berubah bentuk. Kalau kita emosi sama seseorang terus kita enggak mendem aja gitu karena mungkin di atasan kita atau orang tua kita, tubuh kita eh kayak enggak di luar enggak bisa nih, ya udah simpan di tubuh. H. Nah, salah satunya misalnya kalau
47:36 kita ketemu sama orang yang kita pengin banget balas gitu ya, misalnya dia kata-katanya menyakitkan tapi kita enggak bisa balas. Kadang-kadang ketemu dia tuh enggak enak rahangnya gitu misalnya atau misalnya lagi marah sama suami istri nih pasangan mau dipeluk kayak enggak mau gitu kayak enggak bisa meluknya menghindar di sini ke dada itu ada teorinya itu. Iya. Tapi terutama kalau soal keamanan security itu di alat lamin. Makanya untuk laki-laki susah ereksi, untuk perempuan vaginismus tadi. Itu itu memang karena tubuh yang meang langsung ambil action-nya kan. Beda sama kayak pasangan ngambek terus tangannya kita pegang dikerasin. Oh iya beda itu beda itu marah ya. Dikerasin sengaja dikerasin. Iya iya i itu emang kemauan dia kan biar ingin dipahami gitu. Iya dipahami gitu. Tapi kalau ini emosinya didenai sama otaknya kayak aku
48:23 enggak apa-apa kok. Aku enggak marah lagi kok. masih loh padahal. Hm. Wow, banyak sekali. Aku enggak tahu ternyata banyak. Dan bagaimana peran pasangan ya untuk kemudian jadi safe space ya? Em karena bisa jadi ini cuma em he apapun yang pernah aku baca aja kali ya. Em banyak teman-teman di luar sana yang terut terutama sudah menikah. He he. Mungkin tidak jadi tidak punya safe space lagi. Makanya tadi kamu bilang ada kesepian. He. Di rumah tangga. Itu yang lebih bahaya kan daripada kesepian sendiri gitu. Iya. E restart tombol restart itu bisa dimulai dari mana untuk punya ruang yang aman terutama pasangan kita sendiri. Oke. Jadi memang ada hubungan yang kayak bersifat sebagai corrective emotional security eh emotional attachment. Jadi kayak
49:08 dulunya punya trauma apa segala macam dan pasangannya kan ee kalau aku pinjam lagi dari tadi yang e neuroscientis ya trauma itu bukan hilang gitu aja tapi dia e kan kenangan buruk di sini ya dia menetap tuh tapi bisa salah satu terapinya adalah ditambahkan kenangan-kenangan baik jadi akhirnya dia enggak percaya lag misalnya kayak gara-gara pernah dilecehkan atau pernah diabuse sama mantan pacar aku trauma berhubungan ternyata dia dapat terus orang nikah dan si waktu pernikahan ini pasangannya tuh menghujani dia dengan kasih sayang cinta akhirnya dia yang cowok semuanya brengsek misalnya gitu ya. Terkoreksi dengan adanya suaminya yang baik hati, ngasih kasih sayang gitu bisa banget kayak gitu. Jadi bisa sebagai salah satu ee e yang terapi trauma gitu. Tapi sekali lagi ingat pasangan kamu bukan
49:55 terapis. Jadi jangan sampai kita bergantung penuh sama pasangan. Kayak aku punya trauma nih. Kamu sembuhin dong kamu jangan kayak gini kayak gini kamu ngertiin aku dong. Enggak bisa gitu. sebagai pemilik trauma, dia juga bertanggung jawab atas pemulihannya. Jangan menggantungin sama pasangan. Karena aku pun misalnya psikoloh nih punya pasangan yang trauma aja susah. Apalagi ya pasangan yang non ini kan psikolog atau psikiater gitu. Jadi sekali lagi yang punya trauma itulah yang harus menyadari dialah yang mengambil aksi yang paling bertanggung jawab atas traumanya bukannya malah membebankan pada pasangannya tapi pasangannya juga perlu tetap melakukan dia dengan baik tapi bukan tanggung jawab pasangan sepenuhnya. sebelum kita ke KN kali ya ee untuk merangkum ini apa apakah berarti level ee hubungan seksualitas itu sangat
50:41 dipengaruhi oleh latar belakang seseorang ya traumanya atau even sesimple kondisi ekonominya sebenarnya. Oke. Kalau trauma-trauma tadi ya trauma seksual bisa sampai ke disfungsi seksual. Tapi sebetulnya kalau preferensi seks kali ya ee dia jadi kalau orang itu sebenarnya bisa berbuat seksual kalau secara psikologisnya udah rileks, rileks, tenang gitu ya. Terus eh attach, secure, intimasynya baik, for play-nya oke gitu. Kalau dibilang iya e kurang duit nih, gimana mau mikirin hubungan seksual. Kalau duitnya kurang, enggak. Semua orang yang kurang duit enggak mau berhubungan seks. Enggak kok. Karena yang masalah seringkiali bukan jumlah uangnya aja. Tapi bagaimana ee menyikapi
51:27 uang? Ada yang enggak punya uang kayak, "Maaf ya sayang, aku baru bisa kasih ke sini, segini kita cari bareng-bareng ya. Yang penting kamu senang bahagia." Kan enak di hati daripada nih enggak usah nuntut lagi ya udah cukup-cukupin aja cuma ngasih berapa misalnya gitu. Itu kan lebih sakit hati kan. Akhirnya apa? Enggak nafsu mau berhubungan, malas sama pasangannya gitu. Jadi bukan karena apanya tapi lebih karena bagaimana pasangan itu menyikapi masalah. Jadi masalah tuh netral sebetulnya, tapi bagaimana pasangan menyikapi aja? gitu. Bukan setelah duitnya, strata ekonomi, satu sosial tuh enggak enggak kayak gitu ya. Pantasan banyak negara-negara yang selesai seperti India atau negara-negara di ee negara dunia ketiga itu justru secara ekonomi biasa-biasa aja atau di menengah ke bawah tapi anaknya juga semakin banyak ya.
52:13 Iya. Iya. I benar-benar tapi emang punya anak beda sama punya ee sama enak-enak tuh beda sebenarnya kalau punya anak karena mereka tabu sama kontrasepsi. Oke oke oke. I betul lagi tuh. Nah, kalau sekarang kan justru yang sudah lebih dapat edukasi seksual justru malah takut punya anak banyak-banyak karena proteksinya makin ini nih dijaga nih KB dari mulai Ayudi, kontrasepsi dan lain-lain kondom gitu-gitu. Hm. Apa pelajaran yang Kak Febri sadari? Les mungkin 7 tahun sebelumnya Kak Febri punya mindset, oh ternyata seksualitas seperti ini, bla bla bla. He. Terus dua atau 3 tahun belakangan belajar hal baru gitu yang kayak sebelumnya ternyata seperti ini ternyata setelah dipelajari oh ada yang lebih
52:59 baru. Apa yang kira-kira aku enggak tahu? Aku kira aku sendiri juga baru tahu ya. Aku kira ee memang udah takdir gitu ya kalau misalnya nikah nikah lama bosan enggak berhubung seksual lagi terus ya ke mana-mana atau enggak ya kalaupun misal orang enggak selingkuh tapi dia ya misah aja dari pasangannya. Aku kira memang semua pernikahan tuh akan jadi separed gitu kan, terpisah secara emosional gitu ya. I aku kira wajar juga kalau misalnya jatuh cinta hanya di awal, aku kira ee cinta itu ee akan menghilang gitu kan sirindangan waktu. Ternyata enggak. Cinta itu setelah aku pelajari segala macam cinta itu diupayakan bukan ditunggu padam. H kita kalau misalnya aduh enggak bosan enggak ada spark diciptakan bukannya malah mencari orang yang baru kayak
53:46 gitu. Jadi dan sekarang kan aku juga belajar seksologi juga sama anti-aging kan karena satu guru lah gitu ya. Itu ternyata kita semakin tua misalnya 60 tahun nih kalau Bilal punya e ayah 60 tahun itu tapi hidupnya sehat banget ya menjaga kadar testosteron segala macam. Sama Bilal nih misalnya sekarang suka ngerokok, suka minum terus kayak g hidupnya gemuk gitu. bisa jadi yang lebih bergairah dalam hal seksual dengan pasangannya bisa jadi ayah Bilal daripada Bilalnya gitu. Jadi bisa di-reverse to aging-nya. Jadi ternyata yang aku tahu kata kuncinya adalah konsistensi dan kerja keras. Mempertahankan kadar testosteron, mempertahankan relasi dengan pasangan itu semua kerja keras karena sulit. Mumpung Bilal belum nikah ya. Ya. Iya. Jangan sampai Heeh. Makanya banyak yang sekarang udah
54:31 mulai ngecek body age-nya itu kayak sebenarnya mereka 25 tahun pas dicek body age mungkin karena olahraga enggak pernah makannya random begadang segala macam ini body-nya 58 ada orang sebaliknya gitu kayak misalnya Ronaldo 40 tahun bernya kayak 22 tahun gitu iya iya ya makanya makin rendahlah usia-usia orang-orang yang pergi ke seksoloh karena emang makanannya ngaco gitu kan begadang tontonannya dan lain-lain lah makin banyak polus usinya dibanding zaman dulu. Apa distraksi yang paling berbahaya sebenarnya dalam jangka panjang lesing ditarik 5 tahun deh. Heeh. Yang justru bisa merusak kualitas teman-teman di sini terutama yang belum nikah? Sosial media dan porn sih. Porn kan dari sosial media karena dulu zaman dulu porn
55:17 susah diakses ya. Zaman kita dulu kecil itu kalau mau pornografi harus ke tukang divid tertentu itu pun diam-diam gitu-gitu kan susah. Jadi enggak semua anak terpapar pornografi. Zaman sekarang anak 3 tahun aja udah terpapar. Dan Bilal tahu enggak yang kasus anak SD eh anak TK umur 4 tahun menyodomi temannya. Enggak tahu itu karena terpapar pornografi dari HP ayahnya pas dia mau nonton Choco Melon. Terus si mau cobain ke temannya. Jadi emang udah semasif itu dampak pornografi. Makanya harusnya seks edukasi dimulai sedini mungkin. Jangan bilang tabu tabu tabu. Karena udah lebih lebih duluan masuk pornografi daripada seks edukasi sekarang tuh. Aku bisa simpulkan berarti edukasi ini bukan sekedar edukasi terhadap bagaimana kamu berhubungan seks berhubungan seks itu lebih ke kayak mana
56:02 pencegahan mana yang harus dihindari mana yang harusnya bounder segala macam gitu dari bayi baru lahir. Wah nol hari. Tapi kenapa dari SD, SMP, SMA itu yang kita pelajari hanya sekedar kayak foto bagian reproduksi doang gitu ya? Iya. itu bukan seks edukasi, itu namanya pelajaran anatomi reproduksi, bukan seks edukasi. Beda, seks edukasi lebih ke behavior-nya. Bagaimana cara mencegah, hygienya gimana, mengamati, mengenali predator seksual, kayak gitu-gitu. boundaries, hubungan lawan jenis kayak gimana kayak gitu-gitu sih. Berarti spesifik seks edukasi menurut kamu belum ada di pelajaran? Belum kan spesifik spesifik paling tambahan dari luar gitu kan kayak aku suka didong sekolah-sekolah terus aku nanya-nanya
56:48 belum ada yang benar-benar masuk buku paling cuma reproduksi ini vagina nih penis ini rahim udah gitu doang tapi udah dipelajarin pun kan tahu ya kalau misalnya jadi anak tuh kalau sperma ketemu sel telur tapi masih banyak pernikahan di luar pernikahan dini di luar di luar pernikahan yang anak-anak SMP SMA kenapa mereka enggak tahu harus pakai kontrasepsi padahal sudah belajar oke oke kebayang berarti seks edukasi ini tuh sebenarnya konteksnya tadi emang edukasi agar Teman-hin dampaknya yang belum ada. Oh gitu. Heeh. Gampang kena bujuk rayu jadinya kan. Iya ya. Dan mereka tahu apapun yang mereka lakukan hari ini itu dampaknya enggak cuma untuk mereka doang tapi untuk keluarga-keluarganya. Betul. Iya. Sama mengenali kayak shell grooming yang kayak kasus Aureli. He ya. Ya. Aku juga baru sadar ya justru
57:35 se edukasi ini juga bisa mencegah anak-anak di luar sana. He dari child grooming ini karena banyak sekali konten-konten yang aku nonton itu kayak tiba-tiba bapak-bapak ketemuan sama anak kecil 17 tahun, 16 tahun gitu. I sebenarnya bisa dimulai dari sesimpel seks edukasi terhadap anak itu sendiri agar tidak bisa gampang dibujuk rayu gitu. Apa yang bisa kamu share di sini? Ya kayak zaman dulu kan kita cuma dikasih tahu paling kayak ee bahkan mitos yang dikasih tahu awas kamu jangan salaman, jangan dekat-dekat sama cowok. Nanti kalau kamu salaman bisa hamil misalnya gitu kan. Terus kita percaya aja lagi gitu. Nah, itu kan karena orang tua banyak menakut-takuti kadang dengan mitos orang tua guru segala macam itu. Karena biar kita enggak mendekati. Justru karena kita mau puber itu kan ada ledakan hormon seksual ya. Jadi secara natural banget badan kita itu kita akan
58:22 tertarik sama sesuatu berbau seks sebetulnya. Nah, di situlah tugas orang tua untuk memagari dan memfasilitasi keingintahuannya. Karena kalau enggak difasilitasin kayak, "Mah, testis itu apa sih?" Ih, jorok jangan dibahas. Mereka cari tahu sendiri dari porn, dari teman-temannya yang justru bisa jauh lebih berbahaya daripada udah diverifikasi orang tua gitu. Nah, child grooming nih. Child grooming ini sebenarnya masih agak sulit karena bahkan masyarakat masih nyalahin korbannya. Salah sendiri kenapa mau gitu. Salah sendiri sudah tahu kayak gini salah sendiri. Salah sendiri. Ya karena diajarin dari kecil bahwa kan cuma diajarin ya jangan dekat-dekat sama cowok berduaan nanti setan gitu doang kan ya. Jangan, ini kamu bisa hamil. Tapi proses ke sananya gimana? Jadi dikenalinlah misalnya ada loh namanya predator seksual. Predator seksual tuh masuknya lewat dua pintu. Yang pertama
59:08 pemaksaan yaitu lewat pelecehan seksual. Yang kedua lewat jalur baik-baik banget. Jadi dia akan berusaha menjadi orang yang sangat baik, sangat dekat, dan biasanya orang terdekat bisa jadi keluarga kayak ayah kandung, ayah tiri gitu ya, Om, Tante. Itu dia akan mencoba mendapatkan kepercayaanmu, ngasih hadiah segala macam. Tapi ujungnya pelan-pelan minta kamu menanggalkan sih kayak ee melanggar boundaries kamu kayak kamu hari pakai celana dalam apa? Tante mau lihat dong. Oh mau lihat dong kayak gitu kan pelan-pelan. Nah itu kamu harus kenalin dan kalau kayak gitu kamu harus segera lapor ke orang tua kayak gitu kan enggak diajarin. Iya sih. Iya kan? Makanya ini jadi salah korban. Padahal korban enggak tahu apa-apa. Ngajarin ada drakor yang pernah aku tonton ya.
…