Masa Depan Wisata Kabupaten Pasuruan: Masalah, Solusi, dan Arah 5 Tahun ke Depan

Ringkasan Singkat

Video ini membahas potensi pariwisata di Kabupaten Pasuruan, dengan fokus pada pengembangan wisata selain Gunung Bromo. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Potensi wisata Kabupaten Pasuruan sangat kaya dan beragam, tidak hanya Bromo.
  • Pentingnya promosi wisata lokal melalui media sosial dan dukungan dari berbagai sektor.
  • Revitalisasi wisata Banyu Biru dengan anggaran dari pusat.
  • Pemanfaatan efek positif Bromo untuk memasarkan wisata lokal lainnya.
  • Digitalisasi agen travel dan pendampingan untuk memudahkan wisatawan.
  • Peningkatan keamanan dan penerangan jalan menuju tempat wisata.
  • Pemberdayaan UMKM di sekitar tempat wisata dengan branding dan penataan yang menarik.
  • Pemanfaatan aset pemerintah daerah yang terbengkalai sebagai rest area dan sentra oleh-oleh.
  • Harapan untuk pengembangan pariwisata Pasuruan di masa depan dengan dukungan pemerintah dan masyarakat.

Pembukaan dan Pengenalan Narasumber

Mas Ali membuka diskusi "Jawara Jagongan Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Pasuruan" dengan tema pariwisata Kabupaten Pasuruan. Ia menekankan kekayaan potensi Pasuruan, mulai dari pegunungan hingga kawasan industri, sebagai modal dasar untuk mengembangkan pariwisata. Hadir sebagai narasumber adalah Bapak Eko Suyono, Bapak Hasan Bisri, dan Bapak Muhammad Aminuddin dari Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan. Diskusi ini bertujuan untuk mencari cara agar pariwisata Pasuruan bisa lebih baik dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Potensi Wisata Selain Bromo

Mas Ali membuka diskusi dengan pertanyaan tentang potensi wisata lain di Pasuruan selain Bromo. Bapak Hasan Bisri menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki banyak potensi wisata seperti Danau Ranu Grati, pemandian alam Banyu Biru, wisata candi, dan Taman Safari. Ia menekankan pentingnya mengemas dan mempromosikan wisata lokal agar dapat mendampingi popularitas Bromo. Bapak Eko Suyono menambahkan bahwa pengelolaan Bromo berada di bawah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), sehingga kebijakan Kabupaten Pasuruan harus mendukung agar wisatawan semakin banyak berkunjung.

Revitalisasi Wisata dan Dukungan Legislatif

Bapak Eko Suyono menyampaikan kabar baik tentang revitalisasi Banyu Biru yang akan dilakukan tahun ini dengan anggaran dari pusat. Saat ini, proyek tersebut dalam tahap DED (Detail Engineering Design). Bapak Hasan Bisri menambahkan bahwa Ranu Grati juga perlu direvitalisasi karena merupakan penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) kedua terbesar setelah Banyu Biru. Legislatif mendukung perkembangan wisata dengan memberikan dukungan anggaran.

Pemanfaatan Efek Bromo dan Keamanan Wisata

Bapak Muhammad Aminuddin menjelaskan bahwa popularitas Bromo sebagai destinasi wisata kelas dunia dapat dimanfaatkan untuk memasarkan wisata lokal lainnya di Kabupaten Pasuruan. Ketika wisatawan datang ke Bromo, mereka dapat ditawarkan untuk mengunjungi candi atau air terjun yang ada di Pasuruan. Terkait keamanan, Bapak Aminuddin menyatakan bahwa jalur menuju tempat wisata, terutama di daerah timur, sudah aman. Program penerangan jalan dengan CCTV yang digagas oleh Bupati juga meningkatkan keamanan di jalur wisata.

Tata Kelola Agen Travel dan Digitalisasi

Bapak Hasan Bisri menjelaskan bahwa tata kelola agen travel di Pasuruan sudah bagus, namun perlu dikembangkan lebih lanjut melalui digitalisasi. Agen travel di Pasuruan memiliki keunggulan seperti penyewaan jaket khusus untuk wisatawan yang akan ke Bromo. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi wisatawan yang kesulitan mengakses tiket digital. Bapak Aminuddin menambahkan bahwa Pok Darwis (Kelompok Sadar Wisata) dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar tempat wisata.

Pengembangan Wisata Selain Bromo

Bapak Aminuddin menekankan pentingnya pendampingan dari Dinas Pariwisata untuk mengembangkan wisata lain selain Bromo, termasuk peningkatan SDM di sekitar objek wisata. Bapak Hasan Bisri menceritakan pengalamannya mengunjungi Dieng yang memiliki wisata pendukung selain Gunung Dieng, yaitu wisata trail. Ia mengusulkan agar daerah pegunungan di Kabupaten Pasuruan dijadikan wisata trail untuk meningkatkan PAD dan menarik wisatawan.

UMKM dan Pariwisata

Bapak Hasan Bisri menjelaskan bahwa UMKM di tempat wisata sudah bagus, tertata, dan terdaftar. Ia menekankan pentingnya membranding UMKM agar lebih menarik. Ia mengusulkan pemberian tenda seragam dengan tulisan "Pasuruan" dan pembuatan sentra oleh-oleh yang menjual produk UMKM dari berbagai daerah di Pasuruan. Bapak Eko Suyono menambahkan bahwa potensi sentra oleh-oleh dapat memanfaatkan fasilitas milik negara yang ada di Pogading.

Pemanfaatan Aset Pemerintah dan Harapan Jangka Panjang

Bapak Eko Suyono setuju dengan gagasan pembuatan sentra oleh-oleh dan pemanfaatan aset pemerintah yang terbengkalai. Bapak Aminuddin menambahkan bahwa terminal Paserpan juga dapat dimanfaatkan sebagai sentra UMKM. Para narasumber berharap agar pariwisata Pasuruan semakin berkembang dalam 5 tahun ke depan dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Mereka juga berharap agar jumlah wisatawan meningkat, ditemukan objek wisata baru yang menasional, dan UMKM semakin bertambah serta menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Promosi Wisata Pasuruan

Bapak Eko Suyono mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Pasuruan selain Bromo, seperti Banyu Biru, Ranu Grati, Kebun Raya Purwodadi, Taman Safari Pandaan, Sumber Tetek, Kakek Bodoh, Candi Jawi, dan Candi Cenggo. Ia menekankan pentingnya peningkatan promosi dan mengajak masyarakat untuk mengunjungi Pasuruan yang memiliki banyak referensi wisata, kuliner, dan budaya.

Penutup

Mas Ali menutup diskusi dengan menekankan bahwa pariwisata adalah wajah daerah dan alat untuk mensejahterakan rakyat. Ia berharap agar potensi yang ada dikelola dengan baik, kritik dijadikan evaluasi, dan kebijakan memihak kepada rakyat. Ia yakin bahwa tujuan untuk hidup berkesejahteraan dan penuh kebahagiaan dapat tercapai di Kabupaten Pasuruan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 wisata di Kabupaten Pasuruan itu banyak. He banyak. Tapi kita tidak terlepas dari itu. Kita punya Gunung Bromo. Oke. Nah, yang mana Gunung Bromo ini menjadi salah satu icon masker di Indonesia. Heeh. Sampai ke mancanegara. He Gunung Bromo ini tidak dimiliki oleh daerah lain. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Saya Mas Ali, host

0:46 Dialog Massa hari ini akan memandu jalannya diskusi bersama dalam program Jawara Jagongan Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Pasuruan. Pemirsa yang budiman di mana pun Anda berada, jawara jagongan wakil rakyat ini bukan sekedar program bincang-bincang. Jawara adalah ruang diskusi, ruang bertemunya antara gagasan, problematika, dan juga solusi. Hari ini kita akan membahas satu hal yang sangat menarik di Kabupaten Pasuruan, yaitu tentang pariwisata Kabupaten Pasuruan. Kita tahu bahwa Pasuruan adalah kabupaten yang cukup kaya. Bahkan bukan cukup tapi kaya,

1:32 Kabupaten Pasuruan memiliki pegunungan. memiliki juga lautan, memiliki juga hamparan persawahan dan tidak ketinggalan pasuran memiliki daerah atau kawasan perindustrian. Semua itu adalah modal dasar. Semua itu adalah potensi yang sangat kuat untuk bagaimana menunjang bagaimana pariwisata di Kabupaten Pasuruan bisa optimal, bisa maju, dan bisa besar, dan bisa menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Untuk berbincang tentang tema tersebut, kita sudah kehadiran tamu-tamu yang punya kapasitas di bidangnya. Beliau-beliau adalah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Komisi 3. Sebelum kita ngobrol

2:18 lebih jauh, kita akan memperkenalkan satu persatu narasumber kita yang hadir hari ini. Yang pertama ada Bapak Eko Suyono. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Eko waktunya. sehat selalu. Amin. Yang kedua, kita juga kedatangan sama dari komisi 3 yaitu Bapak Hasan Bisri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih kesempatannya Pak Bisri ya. Ini sibuk semua ini orang-orang. Dan yang ketiga tamu kita hari ini ialah Bapak Muhammad Aminuddin ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam, Pak. ini saya sebagai host di Jawara hari ini merasa

3:05 bersyukur ya bisa kedatangan panjenengan semua. Terima kasih atas kesempatannya. Kita hari ini ngobrol santai tentang tema pariwisata. Tujuannya cuma satu ya, bagaimana wisata kita ke depan bukan ke belakang ya. Itu bisa lebih baik dari hari ini. Jadi melihat ke belakang sudah bukan menjadi tradisi. Kita fokus lihat ke depan. ya, bagaimana masyarakat kita legislatif ya bersama masyarakat juga bersama eksekutif kita bahu membahu bersama membangun Kabupaten Pasuruan di semua sektor termasuk sektor pariwisata. Ee Bapak-bapak saya awali dengan sebuah pertanyaan ya. Kalau kita bicara pariwisata terutama di Pasuruan itu yang muncul di benak pertama kali dan itu ini

3:52 juga berdasarkan survei beberapa netizen ya bicara Pasuruan yang luar luar Pasuruannya yang keluar di benaknya itu Bromo kayak gitu. Jadi Bromo itu masih menjadi ikcon menarik bagi Pasuruan yang selalu muncul pertama di benak orang-orang kayak gitu. Nah, ee pertanyaan kami, apakah wisata yang lain selain Bromo itu tidak bisa diangkat juga supaya ada varian begitu ya? Jadi di Pasuran itu ada warna-warni yang bisa menjadi titik kunjung dan tidak hanya titik kunjung tapi memang sangat menjual gitu loh. Orang itu enggak terfokus ke Bromo walaupun Bromo ya harus harus meningkat tentunya. Bagaimana, Mbak? Kira-kira siapa yang

4:37 ingin memberikan pandangan terlebih dahulu? Monggo. Jadi begini, Mas, ya. Sebenarnya wisata di Kabupaten Pasuruan itu banyak. Heeh. Banyak. Tapi kita tidak terlepas dari itu. Kita punya Gunung Bromo. Oke. Nah, yang mana Gunung Bromo ini menjadi salah satu ikon masker di Indonesia. Heeh. Sampai ke mancanegara. Heeh. Gunung Bromo ini tidak dimiliki oleh daerah lain yang ada di Jawa Timur. Tapi Gunung Bromo ini dalam kapasitas Bromo itu milik TNBTS, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

5:23 Oke. Tapi paling tidak menjadi sebuah wadah Gunung Bromo. Di situlah kita nanti memasukkan wisata-wisata lokal yang ada di Kabupaten Pasuruan. ya ee bagaimana kita bisa mengkemas ee wisata lokal supaya turut hadir oke untuk mendampingi pariwisata yang ada di Pasuruan. Oke. Misalkan kita melalui ee sosial media i kita nanti perkenalkan bahwasannya ee wisata ke Bromo melalui jalur Pasuruan ya itu kita punya ini ini kah? He, itu yang harus kita promosikan. Oke. Itu harus kita promosikan melalui sosial media dan didukung dari sektor-sektor

6:10 yang lain. Heeh. Heeh. Itu harus kita harus kita genjot, harus kita bomingkan. Ee jadi sebenarnya wisatanya bukan hanya Bromo, Pasuruan. Pasuruan kaya wisata banyak. Kaya ee di Pasuran itu juga ada Danau Ranu. Oke. Danau Ranu Grati juga ada pemandian alam banyu biru. Heeh. ee wisata candi juga ada. Oke. Oke. Oke. Wisata Taman Safari pun juga ada di Pasuruan gitu. Jadi banyak ya. Jadi banyak tidak hanya Bromo. Tapi okelah kita berbicara Bromo yang mana ketika ada satu pemikiran itu Bromo diilah kita nanti masukkan siap wisata-wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan. Betul sekali. Iya. Kalau menurut Pak Eko sendiri kira-kira ee wisata yang lain

6:57 yang bisa atau sangat potensi hari ini untuk dimaksimalkan apa, Pak Eko. Iya, kalau menurut saya itu selain Bromo karena memang Bromo itu kan pengelolaannya kan ada di nasional Mas. Di mana TNBTS. Jadi untuk wilayah Kabupaten Pasuruan, kebijakan ini kan memang harus mendukung iya kan agar nanti bisa apa namanya ee para turis ini kan bisa lebih banyak lagi gitu kan pengunjung-pengunjungnya itu. Nah, selain itu untuk wisata lokal kalau menurut saya itu memang kan apa yang dikatakan oleh Pak Bisri tadi memang banyak iya kan terutama Ranu juga

7:44 banyu biru juga apa namanya Taman Safari apa Purwo jadiadi itu ya kan I itu raya kebun raya apalagi sekarang ini kan untuk mendukung agar wisata lokal ini bisa apa namanya berkembang ini kan tahun ini Kan kalau enggak salah itu kan ada revitalisasi nanti tahun ini di wilayah mana? Di wilayah di wisata Banyu Biru. Oh, kabar bagus ya. Iya. Jadi itu sudah sudah menjadi agenda apa masih direncanakan? Sudah ada anggarannya. Sekarang ini tahap dalam tahap DED. Iya kan? Insyaallah itu apa? Anggaran itu ambil dari pusat. Oke, mungkin begitu. Jadi kalau misalkan itu

8:31 sudah ada dananya, kira-kira nih pelaksanaannya tahun ini apa tahun depan gitu, Pak? Ya, insyaallah tahun ini. Insyaallah tahun ini. Iya. Sekarang tahap-tahap untuk 3 bulan ini adalah untuk DED. Habis itu nanti langsung kemudian di launching pelelangannya. Itu tujuannya ya untuk agar apa namanya ee pengunjung-pengunjung lokal ini terutama yang apa yang wisata di mana? di wilayah Kabupaten Pasuran ini bisa bisa bisa berkembanglah dengan dengan baik. Oh iya. Jadi alhamdulillah terutama di legislatif mendukung ya untuk perkembangan wisata dalam bentuk support dalam anggaran seperti itu, Pak. Ya. Dan seperti yang tadi diutarakan Pak Eko

9:17 yang sudah ACC mungkin begitu ya itu banyu biru ya. He. Dan itu tidak menutup kemungkinan nanti di bisa bertahap di sektor lain terutama yang ada di Ranu itu juga kan apa PAD kedua itu setelah Banjiro itu kan Ranu Mas ya. Jadi itu memang perlu juga direvitalisasi kalau di situ ya juga ada apa embung ya itu danau ya danau itu ee Pak Amin ya kalau Pak Amin sendiri melihat ee selain yang sudah disebut ini mana sih ada wisata mana sih yang seharusnya bisa digenjot Pak Sur memang ketika kita bicara Bromo itu memang kan nasional seperti yang sudah kita ketahui bersama bukan hanya nasional gaungnya bahkan

10:03 internasional bahkan kan apa namanya ee sunrise paling indah ya kan salah satu apa nomor dua apa nomor berapa itu seperti itu. Nah, oleh sebab itu ketika di situ kita ada pariwisata Bromo yang mana di situ kelasnya dunia, paling tidak ketika wisatawan itu masuk ke kita, turis-turis mancanegara dari kita, itu kan sebuah apa? Keuntungan tersendiri bagi kita. Sehingga kita yang ada di Bromo atau kita ya di legislatif atau pemerintah itu apa namanya ee pancinganlah bahasanya. ketika banyak turis masuk ke situ, kita memasarkan wisata-wisata lokal yang ada di Kabupaten Pasuruan sehingga siap betul

10:49 bukan hanya Bromo yang kita jual misal kayak kita ada candi ya, ada air terjun misalnya di situ kita banyak juga ada wisata sawah yang ada di Purwodadi itu mungkin seperti itu. Jadi ada efek yang bisa dimanfaatin gitu Pak ya. Jadi oke banyak pengunjung yang animunya ke Bromo. Nah kita manajemen aja marketingnya ya. Jadi dari situ kita jual apa pasar-pasar yang lain dari seperti itu mungkin seperti itu. Dari pariwisata yang lain. Sangat menarik, Pak. Kita coba melihat dari ee ee sebelum acara itu saya sempat melihat di Sosm itu bagaimana tanggapan netizen terutama yang di luar kabupaten terhadap ee wisata yang ada di Pasuruan gitu. Ini saya tidak tahu artinya fakta di lapangan seperti itu atau tidak.

11:35 seperti contoh misalkan ee pengaturan harga ee hotel-hotel itu ee ada yang harga sekian, ada yang harga sekian. Egyip-nya ada yang harga sekian, ada yang har sekian. Itu sebenarnya ee mereka tidak tahu atau emang variasi harganya memang tidak tidak rapi begitu. Yang bisa diceritakan seperti apa, Pak? Ya, jadi begini ee sebenarnya kalau untuk harga Heeh. Sebenarnya untuk harga itu sebenarnya sudah setara lah. Oke. Setara dalam artian begini, Mas. Karena memang ada perbedaan harga di antara melalui jalur si A, jalur B, ataupun jalur Pasuruan. Oh iya. Heeh. Yang membedakan itu adalah di fasilitas,

12:20 Mas. Oh. Nah, ada di fasilitas misalkan contoh seperti Jeep dan lain sebagainya. Sama cara ee itu sebenarnya kalau rate harganya itu sudah rata-rata karena paguyupan itu sudah ada. Oh. Jadi paling tidak yang membedakan itu yang perlu kita ketahui bahwasanya pesona di Kabupaten Pasuruan ini banyak spot-spot bagus daripada penanjaan yang lain. H ee seperti di Sunres, seperti kampung warna-warni yang ada di Tosari dan lain sebagainya. Heeh. Heeh. Jadi hal-hal seperti itu tambahan spot-spot seperti itu mungkin yang membedakan dengan rate-rate yang lain. Hm. He. Jadi yang perlu kita sikapi sebenarnya ee mempromosikan dan memberikan wawasan bahwasannya yang melalui jalur Kabupaten

13:08 Pasuruan itu yang membedakan itu adalah ini ada tambahan ini tambahan itu. Jadi yang membedakan itu sebenarnya fasilitas saja gitu. Siapap ada harga ada rupa. Ada harga ada rupa. Benar. Jadi memang kita punya rupa-rupawan warnanya ya. Rupa-rupa warnanya ya. I gitu ya Pak ya. Iang masuk masuk karena kita kaya jadi varian kita banyak jadi harga juga varian juga artinya kalau misalkan ada yang nyebut bahwa enggak jelas itu harganya ada yang bilang segini tapi saya datang sendiri segitu. Nah itu dia tidak punya varian dia. Dia enggak tahu benar penanjakan saja kan di kita kan ya. Ya. Penanjakan saja di Pasuruan. Pasuran penanjakan bagus ya. ya. Satu dua itu

13:54 ee untuk agen travel misalkan ya semacam itu ee kira-kira apakah tata kelolanya itu sudah bagus atau masih bisa dikembangkan dalam bentuk digitalisasi seperti itu untuk mengakomodir wisata wisatawan-wisatawan luar. Sebenarnya kalau agen wisata itu sudah bagus Mas. Sudah bagus ya. Tapi perlu kita kembangkan, kita berikan ini istilahnya kita kan ke arah infrastruktur ya. Iya. Benar. Jadi agen agen-agen itu sebenarnya sudah bagus ya. Karena memang kemarin saya sempat pernah ke Bromo melalui via Pasuruan, penanjakan Pasuruan. Jadi di agen Travel itu ada sedikit yang membedakan, Mas. I. Jadi ketika wisatawan ee luar datang ke Pasuruan, agen travel

14:41 yang ada di Pasuruan itu ada perbedaan plus penyewaan jaket. Oh. Nah, jadi wisatawan yang ee datang ke ke Bromo melalui via Pasuruan itu di sana Travel menyediakan jaket khusus untuk di Bromo. Oh, gitu. Jadi jaketnya itu bukan jaket yang biasa seperti halnya yang di Eropa-Eropa itu pun sewa gitu loh. I benar Gus dan modelnya itu fasilitas bervariasi anti dingin. Anti dingin. Anti dingin dan juga spot-sot foto itu baguslah gitu. Heeh. Ee tapi untuk kita istilahnya memanajemen ya memanajemen apakah masih

15:27 ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki untuk kenyamanan para wisatawan itu ya gitu. Yang perlu dipermudah itu gitu Mas ee kita itu kan harus mulai digitalisasi. Hm. Senang tapi banyak kalangan yang belum paham terkait tiket online digital. Heeh. Heeh. Heeh. baik itu wisatawan lokal maupun asil sebagian saja yang yang sudah paham terkait tiket digital. Paling tidak begini, bolehlah tiket digital itu kita kembangkan, tapi untuk mempermudah kita bisa dibantu dan diakses oleh pihak travel. He. Jadi ketika kita ada kesulitan untuk mengakses tiket digital itu tadi

16:14 yang pendaftarannya yang bersifat online itu mungkin bisa dibantu dari piasana yang offline itu offline tapi buy digital. By digital. Jadi memang kayak ada fasilitator kayak ada pendampingan harus ada pendampingan seperti itu. Dan memang sejauh ini di tempat-tempat wisata itu ada Pok Darwis-nya kan ya yang keluar sadar wisata yang artinya mereka itu bisa membantu karena itu juga nanti bisa meningkatkan ekonomi mereka sendiri. Kalau menurut Pak Amin dari infrastruktur ya apa kita sudah bagus ya Pak? terutama di daerah timur itu kan kadang kita apa dari sisi keamanan misalkan gitu. Apa yang misalkan di Pasuran itu sudah dilakukan untuk menjaga keamanan di area atau di jalur

17:02 menuju tempat wisata? Apa sudah bagus atau ada yang seharusnya bisa dilakukan, Pak? Sebetulnya sejauh ini sudah bagus itu, Mas. Ya, kebetulan ee saya juga dari Dapil sana termasuk Torsari itu kan saya beberapa kali lewat sana tengah malam daerah Paserpan ke atas itu Pak Puspo itu saya rasa sudah amanlah. Saya beberapa kali malam dari sana itu juga aman. Terus sekarang akhir-akhir kan banyak sepeda-sepeda gitu ya. Toriing dari situ juga amanlah. Mungkin ee perlu ditingkatkan lagi, perlu penyempurnaan bahasanya perlu penyempurnaan. ada posnya atau apa sebetulnya pos sudah ada di sana. Jadi saya dengar kalau program Mas Bupati yang baru-baru ini ini penerangan

17:48 jalan luar biasa katanya. Apakah yang arah ke sana juga tersentuh apa sudah aman dari sisi? Sudah sudah jadi ee mulai tahun kemarin Iya. penerangan jalan lampu PJU yang terintegritas. Heeh. baik itu penerangan jalan yang otomatis satu paket dengan CCTV-nya. Nah, jadi ee Mas Bupati sekarang itu mempunyai gagasan lampu penerangan jalan yang sudah ada fasilitas CCTV. Jadi dari tingkat keamanannya itu sudah bisa kita pantau melalui satu sistem. Ada dua anu ya, dua kinerja di ada dua kinerja yang penerangan dan CCTV dan itu sudah tersistem di satu lok.

18:34 Iya. Jadi bisa kita lihat itu mulai dikerjakan dari tahun kemarin dan tahun-tahun berikutnya itu akan dikembangkan dan akan diteruskan. Itu sebuah inovasi bagus dari Pak Bupati kita. Luar biasa ya, Mas Rusdi ya. Jadi sudah terang orang sudah tidak mau berbuat jahat karena sudah terang. sudah terang dan sudah ter masih ditambah CCTV jadi lebih al memang anu Mas terkait masalah apa namanya keamanan untuk jalur mana jalur via Pasuruan ini kan memang imit yang berkembang itu dulu-dulu memang enggak aman gitu loh banyak begal begitu tapi sekarang sudah insyaallah sudah kondusif aman saya sendiri kan orang paserpan gitu loh

19:20 iya jadi tahu kondisi sana gitu ya. Dan ini nilai-nilai jual memang artinya apa? Ee orang mau wisata itu kan nyari kesenangan ya. Iya benar. Kalau bagaimana pemda itu sudah mendukung sebagaimana rupa seperti ini ya nah ini sudah istilahnya ee tinggal panennya aja. Benar. kita yang ada di di DPRD selaku ada di Komisi 3. Kita mendorong dan men-support pemerintah Kabupaten Pasuruan khususnya ee Mas Bupati kita sepenuhnya ya untuk meningkatkan lampu penerangan jalan. Iya. Mulai dari arah Ranggeh itu sampai ke Bromo. Iya. Paling tidak arah wisata ini tersistem

20:06 mulai dari penerangan jalannya dan CCTV-nya. Oke, itu yang kita tetap support dan kita dorong melalui kita yang ada di komisi. Kita mendorong itu agar pemerintah Kabupaten Pasuruan terus melakukan ee penerangan jalan ini sepanjang jalur wisata. Siap. Heeh. Kolaborasinya. Siap. Tapi yang perlu diingat anu Mas apa namanya? Jalur itu kan jalur nasional. Jalur nasional bukan milik pemda. Jadi ketika ya memang harus mengikuti aturan-aturan pusat itu karena begitu loh ada penyesuaiannya apa yang dikatakan oleh Pak Bisri ini kan benar gitu loh anggarannya memang harus dari dari sana dari sana

20:52 Mas Bupati harus proaktiflah untuk kalau kalau memang bisa apa istilahnya ee mendukung jalur-jalur itu terkait masalah penerangan. Oke. Ee mungkin Pak Amin ya, Pak Amin kalau kita bicara Bromo itu kan mungkin sudah fix ya, memang banyak animo masyarakat itu yang mau ke sana gitu. Tapi apa sih yang kira-kira bisa kita upayakan bersama ya agar supaya wisata lain yang tidak sevel dari Bromo ya, tapi bisa juga menanjak karena kan mau bagaimanapun juga wisata itu sumber penghasilan juga. Benar. Benar. bagi daerah ya. Kira-kira apa, Pak, yang bisa dilakukan, Pak? Ee

21:38 ketika memang bicara pariwisata di situ kompleks memang artinya ee banyak sisi-sisi ee positif ya bagi masyarakat yang ada di sekitar objek wisata itu ee seperti misalnya UMKM atau pedagang-pedagang pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar itu juga seperti itu ya. mungkin adanya ee pendampingan dari dinas terkait, Dinas Pariwisata, sosialisasi, bagaimana cara pengembangan pariwisata, apa yang dibutuhkan di ee objek wisata tersebut seperti itu. Jadi ee ya apa ee SDM-nya juga harus di ditingkatkan seperti itu ya. banyaklah ee tetap

22:26 seperti itu juga ketika apa namanya ee pariwisata itu ee apa namanya pendampingan itu tadi pendampingan intinya seperti itu. Jadi menambahkan dari Gus Amin ya ketika kita berbicara Bromo apa pariwisata lain yang mendukung biar tidak hanya Bromo ya. Jadi ee beberapa waktu yang lalu kita itu sudah komunikasi, Mas I sama teman-teman komunitas. Karena saya pernah datang ke salah satu daerah di Jawa Tengah yang terkenal di sana itu kan Gunung Dieng. Oke. Nah, ketika kita datang ke Dieng apa selain Dieng? Oh I kan tidak harus Dieng lah. Kita

23:13 beranggapannya wisata pendukung lah. Jadi di sana itu ada wisata tril sapuran. Oke. Ee wisata Tril Sapuran itu sekarang sudah booming. Jadi teman-teman komunitas karena komunitas tril ini menyeluruh se-Indonesia ya banyak yang berdatangan ke Dieng itu dikarenakan adanya wisata trail. Oh Pasuruan ini kaya dengan pegunungan. Heeh. Heeh. Kenapa kita tidak desain seperti itu gitu ya? Nah, hal-hal seperti itu sudah kita bicarakan sama teman-teman komunitas. Mungkin nanti ke belakang akan kita jadikan daerah pegunungan Kabupaten Pasuruan

24:00 itu menjadi wisata trail. Oh. Dan ini bisa meningkatkan PAD di Kabupaten Pasuruan bisa mendatangkan ee wisatawan untuk berkunjung ke Pasuruan. Tidak hanya Bromo saja. Jadi, Pasuruan menyajikan juga wisata TR. Ada yang wisata trail keluarga pakai ATV. Oke. Atau wisata trail yang sifatnya terabasan di jalur-jalur ya. Benar. Yang ekstrem-ekstrem. Iya. Benar. Itu kita harus memberikan inovasi-inovasi baru. Kenapa tidak? Kita jalurnya sudah ada kok. Tinggal kita cara pengemasannya, pengelolaannya dan juga support pemerintah itu harus hadir di situ. Iya. Memang di ee di era teknologi yang sangat canggih ini semuanya itu bisa ditiru ya. Ya, makan

24:45 teori bisnisnya ATM ya, amati, tiru, modifikasi, modifikasi. Iya. Tinggal mungkin di sana ada trail model kayak gitu kita malah bisa lebih bagus. Iya, tidak mungkin sama. Pasti lebih bagus karena contohnya sudah ada. Benar, secara alam kita sudah memenuhi syarat. Alam menunjang. Alam menunjang. Komunitas kita rangkul, pemerintah hadir gitu. Oke. Kita selaku yang ada di PRD harus men-support itu, gitu. Betul. Betul. Jadi, ada potensi tambahan yang bisa dimunculkan seperti trail kayak gitu ya. Dan di sana kalau di bawah-bawah kalau enggak salah juga ada taman bunga. Itu yang kecil-kecil itu termasuk bunga apa itu yang bunga abadi itu bunga abadi, bunga kerisan. Banyak lagi ya. Itu itu kan mungkin ee dari sisi ee

25:31 promosinya ya yang barang kali bisa ditingkatkan. Promosi harus kita tingkatkan sosialisasinya, promosinya. promosi melalui media itu yangos karena sekarang sudah zaman digital. Oke, Pak. Ini karena merembet kepada ee penunjang ya, mulai dari wisata penunjang. Kemudian di antara yang tidak bisa dilupakan penunjang lain itu UMKM. Benar ya. He. UMKM itu tidak spesifik ke pariwisata, tetapi dampak dari wisata mau enggak mau adalah harus ada UMKM, UMKM itu sendiri. Jadi kita fokus di UMKM yang ada kaitannya atau di lingkungan atau di jalur pariwisata. Sejauh ini menurut Bapak-bapak UMKM kita yang di tempat-tempat wisata sudah bagus dan apa yang perlu sebenarnya ditambahin gitu ya.

26:17 Sebenarnya kalau untuk UMKM itu sebenarnya sudah bagus dan sudah tertata dan sudah terdaftar. Terdaftar ya. Sudah terdaftar. Jadi misalkan seperti halnya contoh saja ya yang sudah ada di Banyu UMKM di sana itu sudah terdaftar ya. Jadi tinggal kita membranding saja. Oke. Membranding karena kita itu beda kemasan, beda beda pandangan penglihatan kan begitu. Iya sama-sama isinya. Brandingnya beda, harganya pun lain kan begitu. Sudah naik sudah. Jadi kita harus membranding bagaimana semenarik mungkin. Heeh. Agar UMKM itu kelihatan nampak. Oke, seperti contoh untuk areal arah ke Bromo misalkan itu di situ harus ee tertata UMKM yang sekarang sudah ada sebenarnya

27:03 ya. Tinggal ke depannya bagaimana penataan itu, branding itu biar tambah nampak. Coba Pak, gagasannya gimana, Pak? Natanya seperti apa kira-kira? Eh, paling tidak begini, kita berikan tenda yang seragam dan di situ bertuliskan Pasuruan gitu. Paling tidak mereka yang datang itu tahu, "Oh, berarti ini UMKM-nya Pasuruan gitu." Oh, iya. Jadi label-label hibur itu harus nampak. Harus nampak. Dan satu lagi, Mas. Iya Pak. Pasuruan itu kaya akan UMKM. Nah, kaya akan UMKM. Seperti halnya contoh tempe yang ada di Puro tadi, seperti halnya ada lempuk yang ada di Ranugrati. Ya, ketika kita mau melaju ke arah Bromo, enggak mungkinlah kita mampir ke Purwosari dulu untuk membeli tempe, lalu ke Grafi untuk membeli lengkuk kejauan. Paling tidak harus ada sentra.

27:50 Betul. Baiklah. di sana tempat mereka untuk ee produksi. Oke. Tetapi ketika distribusinya distribusinya di sepanjang jalur pariwisata ini harus ada bisa ini lempuk gratis ini tempe dari Purwosari. Jadi wisata luar yang datang ke sana itu tahu oh UMKM sini ni ternyata lengkap. Kita enggak perlu datang ke lokasinya tapi cukup di sini ada semuanya gitu. N. Jadi walaupun energinya atau waktunya hanya untuk satu titik lokasi wisata ya gitu ya, tapi kita bisa dapat oleh dari UMK kami ada di Kabupaten Pasuruan gitu. Pak Eko. Kalau misalkan kita nih mau

28:36 bikin kayak sentra oleh-oleh kan sentra oleh-oleh kita kayaknya yang terkenal masih di Jengho kayak gitu ya. Heeh. Mungkin di titik lain yang masih di Kabupaten Pasuran ada tapi belum maksimal gitu. Kalau misalkan di jalur daerah Pasrepan atau dari apa Gondang Wetan arah Bromo gitu, apakah ada potensi fasilitas milik negara, Pak yang bisa di Iya. Pakai, Pak. Barangkali saya sebenarnya setuju dengan apa namanya gagasan dari Pak Bisri. Heeh. Iya. Kan terkait untuk mendukung UMKM yang di wilayah jalur itu. Iya. Terutama terkait masalah untuk pasang tenda-tenda tadi. Terus kemudian Iya. Terus kemudian ada sentra. Iya kan untuk bisa mengumpulkan apa mana beberapa UMKM yang ada di wilayah

29:22 Kabupaten Pasuruan ini sebenarnya potensi untuk untuk sentra itu sebenarnya ada sih Mas kepunyaan pemda yang ada di wilayah Pogading itu luas juga ya wilayah Pogadeng Kecamatan Paserban di situ itu strategis Pak ya strategis sebenarnya itu juga enggak kepakai sebenarnya apa namanya fasilitasnya juga ada di situ. lengkap sebenarnya. Oh iya. Iya. Jadi di itu potensi ya untuk misalkan jadi pusat oleh-oleh bisa ya, Pak ya? Bisa jadi itu gitu loh ya. Mudah-mudahan nanti bisa komunikasi dengan pihak anu ya eksekutif. Tapi insyaallah bupati senang kalau yang kayak gitu-gitu ya. Insyaallah tipenya kan karena daripada aset itu daripada mudah

30:08 daripada aset itu ganggur kan begitu enggak kepakai optimalkan aja. Iya. lebih baik kalau memang ada gagasan seperti itu kan he justru malah mendukung dari mana para UMKM itu. Iya betul karena pariwisata itu juga menjadi visi misi bupati di poin nomor 13. Iya. Oh, iya. Jadi paling tidak potensi-potensi seperti itu harus kita tingkatkan. Seperti yang dicontohkan Pak Eko itu ada aset ee pemerintah daerah yang terbengkalai. Sebenarnya itu baik, bagus untuk dijadikan rest area untuk menunjang wisata yang mau ke arah selatan. Paling tidak seperti itu, Pak. Pak Amin ada yang mau ditambahkan

30:55 ya? Itu apa? ee sama Pak Bisi sama Pak Eko itu bagus sekali itu. Jadi untuk penyeragaman ya dari UMKM itu bisa menambah untuk pundi-pundi penghasilan. Tadi idenya juga bagus ya kalau misalkan di daerah Pasrepan itu UMKM-nya kan cenderungnya ke buah-buahan hasil alam gitu ya. Tapi kalau di daerah yang bawah-bawah itu kan ada yang kayak kerepik-kipik kayak gitu ya. Iya betul. Sebenarnya untuk jalur-jalur apa namanya wisata itu di wilayah Pasorban Pak Mas itu sebenarnya ada dua sih sebenarnya punyaan aset pemerintah itu. Itu yang apagi di mana di satu lagi di terminal Paserban itu. Itu kan juga terbengkalai kan begitu. Masih luas.

31:43 Iya. bisa dipakai nanti kalau memang nanti di situ apa namanya ee sentra sentra dibuat sentra untuk MKM itu. Di situ juga ada kios-kios, Mas. Tinggal nanti apa istilahnya ngatur aja lah. Memb-branding. Membranding. Oke. Insyaallah bisalah karena dengan kolaborasi apapun bisa dilakukan. Benar. Eh, coba kita ee Pak Amin dan Bapak-bapak yang lain ya, kita bicara jangka panjang nih di benak panjenengan sedoyo nih. Ee misalkan kita bicara pariwisata Pasuruan 5 tahun ke depan. Apa sih harapan atau menurut Bapak 5 tahun iki ngene loh? Heeh. Atau punya bayangan ya nggih? Barangkali paling tidak paling tidak begini

32:30 ee harapan kita 5 tahun ke depan pariwisata Pasuruan semakin berkembang. Oke. Dengan potensi pariwisata-pariwisata pendukungnya. Tidak hanya pariwisata yang ada, tapi pariwisata-pariwisata pendukung yang akan muncul itu harus di-support oleh pemerintah daerah. Betul. Heeh. Agar supaya menjadi wisata pendukung untuk masa yang akan datang. Paling tidak seperti itu. H gitu. Kalau menurut saya ya paling tidak jumlah pengunjung wisatawan itu di Kabupaten Basuan itu lebih meningkat, lebih signifikan dan apa ditemukannya apa objek-objek wisata yang kalau bisa

33:16 menasional juga selain Gunung Bromo. Oh. Jadi ee yang sudah ada dioptimalkan kemudian yang kalau bisa meriset lagi gitu ya. Jadi apa ada potensi baru ya itu dikembangkan yang tadi lumayan ya bisa dikembangkan dril itu kalau di daerah pasrepan timur itu. Oh bagus ya spotnya bahkan bisa untuk ee kayak ajang lomba juga kan. Nah trek trek melebar bisa jadi fasilitas. Jadi treknya di sana nanti ee tempat parkirnya rest areanya di Pogading atau di terminal Paspan kan gitu kan. Jadi saling tarik-menarik. Heeh. IO jalan ya jalan, IO jalan, jalan. Pemasukan ke daerah juga jalan. Paling tidak mereka yang datang ke Pasuruan membelanjakan uangnya di Kabupaten

34:03 Pasuruan. Pasuruan termasuk itu yang barangkali ee bisa anak-anak muda terutama ya yang suka desain-desain kreatif kayak gitu. Heeh. Itu kalau saya ee bermain ke luar daerah itu, itu selalu ingin beli kayak baju-baju atau topi atau apa yang ada tulisannya kota itu. sepele tapi kita aslinya enggak butuh tapi selalu mau beli buat kadang buat kecil butuh slogan kadang ya di kawas-kawas seperti itu ya kan slogan-slogan kayak g artinya melalui segmen hari ini kita ini bisa memberikan apa ee referensi ide referensi gagasan yang barangkali nanti bisa dikolaborasi dan dipakai oleh ee pelaku dalam hal ini pemda ya dan di-support oleh masyarakat agar ya

34:50 seperti yang dibik tadi 5 tahun ke depan memang Memang wisata kita satu meningkat, yang kedua PAD PAD-nya naik, yang ketiga UMKM-nya juga bertambah dan tambah hasil. Tidak hanya usaha, tapi juga pundi-pundi keuangannya ya meningkat, berputar juga, berputar juga. Kalau cuman sibuk berbisnis, uangnya enggak ada kan ya sama aja, sama aja. Ee Pak, ini mungkin di ujung ya. Jadi saya pengin Pak Eko barangkali ee mempromosikan deh Pasuruan ke publik ya. Ya. Di Pasuruan ada apa aja, Pak? Selain apa? Selain apa namanya? Selain Bromo bisa apa yang bisa dikunjungilah oleh orang-orang. Jadi kalau menurut saya ya apa namanya

35:37 selain Bromo itu sebenarnya potensi-potensi wisata di Kabupaten Pasuran itu banyak sebenarnya. He. Hanya perlu memang perlu apa namanya ee promosilah, peningkatan promosi peningkatan promosi itu terutama yang ada di wilayah baju wisata banyuiru, terus kemudian wisata Ranungrati, terus kemudian Kebon Raya Purwojati, terus kemudian Taman Safari Pandaan. Terus kemudian sumber tetek, sumber tetek, sumber tetek itu. Terus kemudian Kakek Bodoh juga ada. Terus, terus kemudian ada Candi Jawi, Cengo. Itu juga semua adalah ee salah satu dari wisata Kabupaten Pasuruan yang bisa yang bisa dioptimalisasikanlah

36:23 dan dikunjungi ya oleh teman-teman. Jadi, Pasuran ini ee menarik dan banyak referensi yang bisa dikunjungi. Jangan khawatir kalau Anda main ke Bromo bisa istirahat dulu, hotelnya banyak. Habis itu main-main ke tempat yang lain. Ada tretes ya, ada air terjun, ada wisata air ya, wisata budaya, wisatawisata budaya seperti candi-candian ya ada walaupun pasupan banyak candi juga banyak. Kuliner, kuliner. Kuliner juga banyak mulai dari asam, asin, manis ya, nano-nano. Nano-nano di sini ada ya. Keripik-keripan, basah-basahan kita ada semua. Jadi kita bangga menjadi Pasuruan dan mudah-mudahan ke depan Pasuran akan lebih baik. Amin. Amin.

37:09 Bapak-bapak mungkin cukup untuk obrolan hari ini tutup ya. Ee pemirsa yang budiman di mana pun Anda berada, kita sampai di puncak dari diskusi jawara jagongan wakil rakyat DPRD Kabupaten Pasuruan. Saya dalam kesempatan ini ingin mengatakan bahwa pariwisata itu adalah wajah daerah. pariwisata itu tentang bagaimana rakyat menjadi bagian dari perkembangan dan kemajuan bangsa itu sendiri. Dan bukan hanya itu, pariwisata ini tentang bagaimana alam ya, budaya, ekonomi, dan masyarakat itu berjalan bersama, beriringan. ya. Jika potensi-potensi yang ada itu dikelola dengan baik, jika kritik-kritik itu dijadikan sebagai alat

37:55 evaluasi kebijakan, ya maka dan jika kebijakan itu benar-benar memihak kepada rakyat, maka sesungguhnya pariwisata bukan hanya menjadi satu hal yang membanggakan, tapi akan menjadi alat yang mensejahterakan. Karena sejatinya suatu daerah yang hebat dan yang maju bukan daerah yang mampu mendatangkan banyak orang asing datang ke sini. Bukan. Itu bukan ukurannya. Daerah yang maju adalah daerah yang paling mampu mensejahterakan rakyatnya. Kita yakin bahwa kita yang ada di sini dan yang tidak ada di sini punya satu tujuan. Bagaimana kita hidup berkesejahteraan dan penuh kebahagiaan. Mudah-mudahan itu tercapai di Kabupaten Pasuran yang kita cintai bersama. Sampai

38:40 jumpa dalam segmen yang lain tetap di Jawara Jagongan Wakil Rakyat DPRD Kabupaten Pasuran. Sampai sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.

Share

Ringkasan Video YouTube