0:00 Mie gacauan ini melanggar atau tidak melanggar itu dulu? >> Melanggar. >> Pengguna komersial yang melaporkan ada yang enggak >> ada yang sudah bayar gitu kan laporannya enggak jelas. >> Ya, kita pahami juga kenapa seperti itu. Karena >> harusnya para pencipta lagu ini kaya-kaya dong. >> Harusnya. >> Betul enggak ya? >> Harusnya kaya-kaya. Kenyataannya kenapa ada yang miskin melarat? Legend loh. Teman-teman, hari ini kita akan membahas
0:46 tentang pertanyaan UKM tentang apakah menyalakan musik di tempat umum ada hukumnya atau tidak dan apakah Anda bisa masuk penjara gara-gara kasusnya migoan. Dan sebetulnya bukan cuma mcoan, ada banyak lagi yang enggak muncul. Yang ramai adalah kasus migowoan. Nah, hari ini saya akan hadir ngobrol dengan Fedi Erianto yang ee juga merupakan Presiden Direktur Nom Baden TV, Presiden Direktur VNT Network dan beliau memiliki >> banyak ee hubungan ya dengan >> hubungan terlarang. >> Hubungan terlarang >> banyak ngobrol-ngobrol dengan lagi banyak
1:31 diundang kan sama >> Iya. orang-orang penting ya. >> Iya, kebetulan topiknya sedang >> hot ya. Lagi hot ya. >> Betul, >> Bro. Cerita dulu nih kasus sebelum kita bicara kasus ee MACAN ini melanggar atau tidak melanggar itu dulu? >> Melanggar. >> Berarti layak kena >> dissih ya. >> Kena sanksi. Layak kena sanksi. >> Tapi kan masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang membuat para pengusaha sekarang ini kebingungan. >> Iya. ya pertanyaannya benar-benar apa ya ee membingungkan. >> Membingungkan >> apakah saya kalau memutar musik di kantor? Kantor kan komersil >> berarti kena
2:16 >> hukuman anak kantor nih yang dengerin nih. Atau misalnya >> gym. >> Gym itu kan wah sekarang apa musiknya? Apa enggak boleh ada musik sepi. Terus gimana? Iya. Nah, ee apa yang membuat lu terlibat dengan >> Asik bahasanya terlibat ya. >> Nah, dengan >> udah ada hubungan terlibat lagi >> dengan dengan kasus ini gitu loh. Kenapa kok lu udah enak-enak hidup nomaden TV mau cari gara-gara? >> Iya iya iya coach >> gimana ceritanya? Jadi eh kita bahas yang ini ya Mbak Mcoan ya gitu kan. >> Kalau dilihat tress history-nya itu dari 2022 Bacowan ini udah dapat peringatan lah. Jadi memang bukan sekonyong-konyong
3:03 tiba-tiba langsung gaps, langsung tersangka dan sebagainya. Jadi memang ada >> usaha teman-teman dari PH pelaksana harian MKN itu untuk datang eh bayar dong ini lu baca ini undang-undangnya dan sebagainya bayar dong dan sebagainya. He. >> Nah, tapi upaya ini mungkin dilihat ya saya enggak bisa bilang totally 100% BU salahnya karena disengaja juga mungkin karena >> edukasi yang kurang ya, Coach ya. Jadi mungkin ngelihat sebelahnya sebelah enggak bayar aman gitu ya kan. Terus ya sudah saya mencoba untuk enggak bayarlah apes >> ya kan. Tapi undang-undangnya semua sudah mengatur sih Coach semuanya. >> Jadi >> sejak kapan sih itu undang-undang itu? >> Itu Undang-Undang Hak Cipta itu kan umum ya 2014 itu sudah ada tapi itu umum. mengatur enggak cuma musik aja, semua ee
3:50 ciptaan ee karya tulis dan sebagainya, lukisan dan sebagainya umum. Nah, untuk khusus yang musik tata kelolanya dan pelaksanaan ada di turunannya tuh PP Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2021 >> gitu, Coach. Gitu. Jadi, semua sudah dijelasin di sana tata kelolanya seperti apa. Terus yang namanya ee ee apa namanya? pengguna komersial nih tadi kan membahas kalau gue di kantor nyetel musik kayak gimana. Nah, pertanyaan gua, lu monetize enggak itu kantor? Contoh, >> oh >> kantor ya warung kopi contoh ya. >> I simpel lah skinclinik. >> Yes. >> Dia menyalakan lagu healing, relaksasi. >> Yes. Itu harus bayar. >> Itu kan menjadi satu fasilitas ambience kan.
4:36 >> Fasilitas untuk customernya supaya tenang. >> Betul. >> Walaupun yang dengar cuma satu orang tuh. Yes. Kan fasilitas bayar udah diatur undang-undang. Tapi ya itulah >> kafe juga sama. >> Sama >> coffee shop lounge dengerin musik jazz. >> Yes. >> Harus bayar tuh. >> Bayar semua kan ada penciptanya itu. >> Oh >> nanti gua akan jelasin itu music ya. Seberapa ribetnya satu satu aset karya rekaman tersebut itu tuh kandungannya pencipta pencipta. Ada hak cipta ada hak terkait dan sebagainya. >> Wah ngeri ya. Jadi memang satu lagu itu kalau coach tahu ya banyak orang yang belum tahu ya. Saya ceritain sedikit satu lagu itu banyak komponen sekali. Di dalamnya itu ada yang namanya ISRC
5:22 >> International Sound Recording Code gitu kan. Ada ISWC juga >> ada IPN gitu kan untuk performers-nya IPI untuk apa pencipta lagu dan sebagainya. Jadi bayangin ya, sekali kita setel lagu itu yang menerima hak ciptanya itu dan hak terkaitnya itu banyak sekali manusia. >> Masa? >> Yes. >> Oh, jadi bukan cuma pencipta eksklusif, >> bukan. Jadi cipta itu kan hanya lirik, komposer, dan sebagainya gitu kan. Terus nanti ada terkait lagi >> produser akan nyari tuh apa siapa yang cocok untuk menyanyikan lagu ini. >> Oke. >> Di recording ya kan perusahaan rekaman kan label dan sebagainya. Jadi yang terlibat dalam satu lagu itu banyak sekali gitu. >> Oke, sekarang gua mau nanya nih. >> He.
6:09 >> Ada datanya enggak seorang pencipta lagu atau penyanyi legend >> Heeh. >> Mereka bisa terima berapa dari karya mereka atau dari royalti ini? Nah, ini yang ditanya di Indonesia atau di luar negeri nih? >> Di Indonesia. Nah, di Indonesia ini terus terang aja pencatatannya ee boleh dibilang masih belum lengkap. >> Belum lengkap, >> belum lengkap. Jadi ee ada pencatatan namun karena metode metode collectionnya kita sekarang ini kan blanket. blanket itu kayak borongan lah. Jadi contoh kayak kursi berapa dan sebagainya ambil dicolek collek collek collek nanti total usage-nya penggunaan aset karya rekaman semua locksit itu yang disebut lock usage-nya >> itu akan dibagi locksit-nya itu dapat harga indeks royalty-nya tersebut. Nah,
6:55 locksit ini jarang dis-ubmit sama pengguna komersial. Jarang sekali. Bayangin aja coach ya. Kalau coach tadi bilang, "Saya punya kafe." >> He. >> "Oke, saya sudah bayar royalty deh." Di PP56 itu pasal 9 poin 1 itu tertulis bahwa itu semua komersial wajib mengurus lisensi kan. >> Iya. >> Poin tiganya itu sebenarnya masih ada. >> Setelah mengurus royalti lu tuh harus submit reportnya penggunaan aset karya rekaman, >> lagu apa aja yang ditayangkan gitu ya. Yes. Nah, Teman-teman banyak tadinya kan menggunakan CD player dan sebagainya kan zaman dulu kan CD player mekanical-nya udah benar. Nah, namun ini bergeser sekarang karena kemudahan menggunakan streaming apa namanya ee player yang
7:42 hijau sama merah saat ini gitu kan. Nah, teman-teman banyak menggunakan player-player tersebut padahal player tersebut untuk personal >> ya dan itu clear tuh enggak boleh >> clear itu sudah disklaim enggak boleh lu pakai yang merah atau hijau gitu kan yang hijau mereka sudah ngomong bahwa itu gua enggak bertanggung jawab ya. Oke. >> Nah, user kita banyak menggunakan apa namanya e player tersebut. Kenapa? Satu enggak tahu. Yang kedua ee enggak ada opsi juga di Indonesia. Hm. >> Itulah makanya kita bangun music player gitu kan khusus untuk komersial yang sudah dikerja samamakan dengan LMKN itu. >> Oke. Nah, pertanyaannya adalah kalau memang sudah dan industrinya besar sekali kan musik kan dari konser aja udah berapa banyak dari
8:28 >> TikTok sekarang musiknya banyak diolah ya luar biasa kan. Yes. >> Harusnya para pencipta lagu ini kaya-kaya dong. >> Harusnya. >> Betul enggak ya? >> Harusnya kaya-kaya. Kenyataannya kenapa ada yang miskin melarat >> legend loh. >> Nah itu tadi udah asyik-asyik bangun TV gitu kan. Kenapa lu malah mau ke arah ini? Kan gitu loh. Kita tahu untuk ngeberesin ini. Gua bilang, >> "Wow, ini challenge-nya luar biasa sih." Tapi gua pengin ngebangun satu legend nama gue gitu kan di apa di at least tata kelola ini gitu kan. Akhirnya kita berinisiasi untuk ngebangun teknologinya, kita baca literaturnya, kita cari tahu di luar negeri itu seperti apa dan sebagainya. Akhirnya terbangun sistem distribusinya. Nah,
9:17 pertanyaan coach tadi gitu kan ee ada enggak pencipta lagu di Indonesia tuh harusnya kan tajir ya. >> Iya. >> Mereka punya ee ya inilah ya bisa nurun ke ahli warisnya dan sebagainya. Harta karun yang bisa turun-temurun ya kan. >> Benar. >> Apalagi pencipta lagu bisa sampai 70 tahun tuh Coach. >> Hmm. >> Aturannya sudah ada. Tapi ya itu tata kelolanya kita yang kita rasa belum digital ya, belum transparan. Akhirnya masih manual konvensional. Coach. >> Jadi flow-nya begini ya. Misalnya contoh ya, kita flow-nya kan >> ee ada lembaga >> Yes. >> yang tugasnya collect >> ya kan? Collect informasi dan collect >> ee tagihan >> mm >> ke perusahaan-perusahaan atau keal >> pengguna komersalil semua pengguna komersial.
10:04 >> So, mereka datang lalu kemudian mereka bilang, "Oke, ini kamu pakai lagu kamu harus bayar." >> Heeh. Ada aturannya ada di Permenkum ee Permen Kumham. di Iya. Aturannya ee apa namanya ee harga dan sebagainya sudah diatur semuanya. Kita bisa cek di website-nya L >> Rp10.000 yang Rp10.000 per seat itu blanket license sih se. >> Oke. Jadi setelah mereka dapat dan mereka bayar >> kan ada yang lapor, ada yang enggak lapor. >> Hm. >> Ada yang lapor. Saya memutar lagu Jedak Jeduk tiga kali, memutar lagu Iwan fals lima kali. Yes. Dedores sekian kali. >> Yes. >> Ya, >> capek kan? >> Itu harus dilaporkan tuh. >> Iya. Capek kan?
10:49 >> Gimana caranya? >> Makanya >> oke. Andai kata yes, gua laporkan. >> Kita dengan disiplin melaporkan >> gimana cara LMK mendistribusikan royalti kepada penyanyi-penyanyi itu. >> Nah, ini yang jadi challenge kan. Akhirnya kan kita cari tahu, okelah. Seperti yang coach tadi bilang, e pengguna komersial samip reportnya mereka dapat. Emang semua pengguna komersial udah bayar? Udah bayar lu bikin gua ribet lagi. Gua harus hire satu orang untukat lagu apa dan sebagainya. Enggak, enggak kerjaan men gitu kan. Ininya untuk ke sana kan gitu. >> Sekarang pakai apa sih ngolahnya? >> Maksudnya di >> di di yang ngurusin royalty diolahin >> belum ada. Makanya kita baca ini runutannya ada di
11:35 mana nih. Oke, di sini leak. Oke, di sini week, di sini apa dan sebagainya. Akhirnya kita desain satu tata kelola tuh yang benar-benar end to end dari ujung ke ujung. >> H. >> Nah, kita susurin tuh tadi pertanyaan coach ya. Itu kan pencipta lagu kan harusnya tajir ya. Kenapa enggak? >> Iya. Nah, duitnya nyangkut di mana? >> Oh, duitnya nyangkut dia di tengah nih. Kenapa di tengah enggak? Ini awal mulanya oh dari hulunya. Kenapa ya? pengguna komersial ada yang bayar, ada yang bayar, ada yang submit. >> Malas K ada yang >> tahun lalu laporannya apa dia resubmit lagi dengan di tahun ini. Jadi kita ngelihat oke bagaimana mempermudah si pengguna komersial ini men-submit. >> Iya >> kita bangun teknologinya. Ada yang dulu tuh berasi berinisiasi bahwa tuh ngebangun alat deteksi aja nih >> player terserah deh lu
12:21 >> mau pakai player apa kan gitu. Kita pakai alat deteksi. Saya bilang enggak mungkin kayak Sazam gitu dan sebagainya tapi enggak efektif. Saya bilang kenapa? >> Music diplay terus kita ada noise kan kita ngomong dan sebagainya. >> Mika juga pakai SAM kan dia di ini kan ditesnya. >> Iya itu pelaksana hari salah satu pelaksana harian yang random datang. >> Capek dong ya. >> Capek semuanya capek sebenarnya. PH-nya capek apa namanya pengguna komersial juga capek sebenarnya. >> Enggak. LMK-nya juga capek. Dia akan harus hire orang begitu banyak. >> Iya banyak. Betul. ya kan kalau di Indonesia ada 67 juta bisnis berarti dia harus menyediakan >> ee orang untuk mengontrol 67 juta bisnis itu. Itulah panggilan alam. >> Hmm.
13:08 >> Kenapa? Aduh gitu. >> Ya udah deh. Gue gue tuh senang challenge ee coach. Jadi ngelihat ini kayaknya rumit bagi orang gitu kan. Coba deh gua masa kagak bisa sih gitu. Dirunutin satu satu satu kebangun nih semua. Nah, bukan hanya musik player aja seperti si hijau yang kita bangun atau si merah kan gitu lebih dari mereka malahan. Karena contoh kemudahan untuk nge-manage 1000 toko di seluruh Indonesia gitu kan mereka terkoneksi aja gitu kan. Toh >> ee kita bangun ada web player juga gitu kan, ada Android TV eh iPad ya e dengan tablet gitu kan. Nih contoh kayak seperti ini nih. >> Mungkin lu cerita dulu background lu tuh apa sih sebetulnya? >> Nanya. Yakin nanya background? Yakin anak ekonomi gue.
13:53 >> Anak ekonomi. >> Iya. >> Bisa terjun ke teknologi gimana ceritanya? >> Passion. >> Ah, ini menarik nih. Kalau lu ngupas passion ya, Coach ya. Eh, ekonomi karena background-nya orang tua ya. Ngelihat zaman dulu kita kuliah kan udahlah >> ekonomi aja ya. >> Lu mata sipit dah ini aja deh ekonomi dah. Dagang ujung-ujungnya kan. >> Tapi passionnya mengatakan berbeda kok. Gua senang ya sama yang sesuatu yang teknologi, networking dan sebagainya kan. Akhirnya benar kata-kata teman-teman bahwa tuh di luar sana bahwa tuh kalau lu ngikutin passion-nya el, lu pasti kerja atau sesuatu yang lu jalanin dengan sesuai dengan passion-nya lu, lu enggak akan berasa dan hasilnya akan lebih maksimal. >> He. Kan menyenang menyenangi ya.
14:40 >> Menyenangi dan menikmati. >> Menikmati, menikmati, menikmati, >> menikmati. Jadi awalnya memang bangun streaming TV dari awal. >> Ee awal mulanya yakin ya nanya awal mulanya tuh aduh kerjaannya enggak enak banget ya. Dulu tuh scan kertas ya 2000. Iya >> kertas >> digitalisasi zaman dulu tuh. >> Oh >> kertas-kertas pajak dan sebagainya kita scan jadi digital. >> Oh jasa scanning. >> Jasa scanning bongkar-bongkar kontainer dan sebagainya gitu kan. Dan >> bermula dari sana baru expand gitu kan. Berarti lu benar-benar ngikutin tuh ya digitalisasi itu dari paper paper-paper lu scan sampai sekarang ya. Keren ya. >> Iya. >> Nah, bergerak itu terus punya mimpi lagi
15:25 bagaimana e bangun perusahaan yang menyediakan layanan networking. >> Hm. >> Jadi provider internet bergerak lagi. >> Provider internet itu kayak kayak >> ASP lah ya. >> Kayak ASP. >> Iya. I. >> Tahun berapa tuh? >> 2011 ya. >> Hmm. H. >> Customernya siapa? Umum atau >> ee korporasi manufacturing dulu? >> Manufcturing. >> Wah, kantor kita daerah Bekasi. Wah, jadi Bekasi, Cikarang dan sebagainya. Itulah dulu kan jarang banget main di sana kan jauh sekali teman-teman. Jadi kita bangun di sana dulu. Dari sana berkembang karena main di korporasi, main di perhotelan. >> Mulai tuh ngebangun solusi tuh bandwid managemen lah dan sebagainya. Akhirnya kebangun tuh yang nomen TV 2019. >> Itu juga orang bilang digital.
16:12 transformation itu benar-benar shifting teknologi TV ya gitu kan kita yang pertama menyiapkan TV itu di cloud. Wah, teman-teman ASP, bos-bosnya pada nanya begitu kan, owner-owner apa ASP kan teman-teman ya. >> Lu enggak rugi, Fed gitu kan eh provide layanan seperti itu? Zaman dulu tuh bandwid ya, dedicated bandwid untuk hotel 100 mega tuh udah mewah sekali. >> Hm. >> Gua tuh kasih 300 gitu kan, 500 lu gila katanya gitu kan. Tapi gua bilang sama dia buat tuh ee ini bakal jalan sampai ini gamblingnya mahal sih gitu kan. Dia bilang,
16:57 "Kalau lu mampu ngambil customer gue, itu ada hotel bintang lima di Sudirman. Ambil deh ambil-ambilin customer-customer gua." Wah, gua bilang ini challenge nih luar biasa. Gua buktiin hari ini ke ambil sama gua semua. >> H >> satu grup-grupnya semua. Karena gua percaya gitu kan sesuatu yang gua bangun ini gitu kan bermanfaat dan ee apa ya kita enggak kalah lah ya teknologinya dengan >> satu paket lah dengan internetnya ya. Internet TV. >> Kalau kalau umpamanya bahasa zaman dulu tuh ya kalau jualan internet tuh cuma nasi putihnya doang. Hm. >> Ah, gua nasi Padang >> no. >> Gua kasih ayam, gua kasih ini dan sebagainya.
17:42 >> Hukumnya gimana tuh menayangkan? Ee berarti kan ini lu bikin kayak YouTube-nya kan, >> platform. Jadi gua bangun platform gitu kan. Jadi seperti eh application aggregator. >> Eh >> jadi kan kalau seperti teman-teman di video YouTube dan sebagainya ee apa namanya di Netflix dan sebagainya itu kan content aggregator sebenarnya mereka >> i kan. Nah gue ini rumahnya parah konten agregator itu >> berarti YouTube ada di situ juga lu bisa akses YouTube, Netflix i >> semuanya bisa di situ. Oke. >> Jadi gaya nonton di hotel itu berbeda. >> Betul. Di zaman itu tuh begitu lu nyetel TV, nyalain TV tuh channel 1 promo hotel. >> 2 3 4 5 ya masih channel-channel biasa kan. >> Iya. Iya.
18:28 >> Itu kita tuh yang mulain tuh. >> Hm. >> Pada saat kita zaman itu tuh masih ada orang-orang tuh jualan sistem aja. Jadi bangun sistem berapa miliar di hotel >> atau mereka berlangganan itu loh TV cable ya. >> Iya. Iya. TV kabel-nya di dimasukin dikombinasi dan sebagainya. Tapi kan owner-owner hotel disuruh beli mungkin begah juga ya. >> Iya. Mahal. mahal. Akhirnya gue bikin cloud biar bisa lebih masif >> tahun 2019 tuh >> 19 >> sudah balik modal >> ya harusnya udahlah ya. >> Jadi usernya ada berapa sekarang? >> Ee hotel tuh ada 600-an lah ya. >> Oh 600 ya banyak. >> Iya banyak kan grup-grup hotel sih kita.
19:14 Jadi ya itulah yang bikin senang itu ee begitu loh bangun suatu produk ya gitu kan disukai sama orang kayak kita masak CF gitu ya. Jadi begitu kita masak disukain sama banyak orang lu tuh makin gila masaknya. >> H. Nah, itu itu gue gitu loh. Dan tim paham sekali sih gitu loh. Makin berkembang, makin bergembang, makin jadi sih gitu loh. Makin banyak kompetitornya, makin banyak followernya, makin senang gue. Berarti apa? Konsep lu proven. >> Pemainnya sekarang udah lebih banyak dong. >> Banyak sekarang yang ngopi. Terus gua harus keep moving ide dapat ide baru lagi. >> Bangun lagi. Iya, ide baru lagi bangun lagi ini bangun apa lagi dan sebagainya. Dan eh boleh dibilang leading market saat ini sih. >> Karyawan berapa karyawan?
20:01 >> Karyawan saat ini ada 100 something lah ya. >> Developer semua tuh. >> Enggak lah. >> Kan ada orang bisnis juga dan sebagainya sih gitu loh. >> Wah jadi ya senang juga sih ngelihat tim juga rata-rata masih muda-muda ya coach ya. Jadi gua yang paling tua mungkin ya di di kantor ya. Jadi ee ngelihat teman-teman yang punya idea banyak, spirit yang sama gitu kan anak-anak sekarang kan begitu di challenge digitalize. Ah ini ini agak seru ya kalau kita cerita mengenai digitalize gitu kan. Gua tuh dulu senang mengkhayal. >> Hmm. Lu tahu, Coach, mengkhayal itu gua dapat sesuatu. Ternyata mengkhayal itu zaman dulu kan begitu kita mengkhayal pasti di
20:46 >> dihajar sama orang tua. >> Gila lu mengkhayal mimpi si yang bolong kan gitu loh. Ngapain kan gitu loh. Mendingan lu kerja yang lebih efektif dan sebagainya. Tapi sebenarnya mengkhayal itu sesuatu yang bagus. Kenapa? Lu lagi melakukan virtualisasi di kepala. Hm. >> Ya, pada saat lu ketemu real case dan sebagainya, kita sudah bisa, >> sudah kebayang ya. >> Iya. Karena lu sudah melakukan simulasi. Zaman dulu belum ada yang namanya virtualisasi kan. >> Iya. I iya. >> Tapi kita sudah visualize di sini kan gitu semua. Dan itu gua ee ee benar-benar hadapi yang kayak gitu-gitu. >> Kenapa orang-orang pemain ISP lainnya yang ee melihat lu bermain di TV streaming ini bilang, "Lu yakin lu apa
21:31 enggak rugi?" apa apa dasarnya mereka, pertimbangan mereka, mereka juga orang bisnis kan? >> Yes. Karena teman-teman masih ngelihat bahwa tuh ee internet itu menjadi satu komoditi. Lu masih pernah dengar dong, Coach? Pernah dengar dong bahwa tuh suatu saat internet akan murah? >> Hm. >> Seberapa murah? >> Orang enggak bisa definisi seberapa murah. He. >> Yang ada harga per megganya itu lebih murah. >> Iya. >> Dulu kita bayar Rp300.000 10 M, sekarang mungkin R00.000 100 M. Jadi kalau dibagi kan harga per megganya lebih murah. >> Tapi orang enggak bisa mendefinisikan mau sampai harga berapa ini semurahnya. Mau dibilang murah enggak gitu kan. Tapi kapas kalau di apa benchmark dengan kapasitas per megganya yes >> gitu kan. Jadi >> gua coba untuk ngelihat enggak bisa nih
22:17 kayak gini terus lu cuma jualan internet aja dan sebagainya lu harus harus punya edit value yang orang lain enggak punya. >> Iya. Jadi pada saat kita jual ya itu nasi bungkus, nasi Padang gitu kan, lu berbeda sendiri. Orang lain masih jual nasi putih kan gitu loh. Akhirnya teman-teman juga ngelihat, oh iya ini nih yang benar. Nah kita shifting dari ASP jadi DSP, >> Anything Digital. >> Jadi rajinlah ngebangun platform-platform dan sebagainya kan gitu. Salah satunya ya musik ini. >> Musik. Oke. Sekarang gua mau lihat lu punya katanya udah ada platformnya. >> Yes. >> Namanya apa? >> Ada Velo Diva. >> Velo Diva >> I. Mari kita tampilkan velow artinya apa? >> Velo itu kalau di Prancis itu kendaraan. >> Oh. >> Diva itu represent of artis cewek ya.
23:03 >> Oh ya. I. >> Jadi mudah-mudahan ini kita bangun jadi kendaraan para artis untuk generate royalty kan gitu. >> Oke. Jadi ini sudah >> ya. >> Wah ini ini mirip >> web player-nya ya. web player-nya agak sedikit menarik nih karena pemecahannya enggak sama dengan pemecahan ee selera musik >> ya. Tampilannya kelihatannya berbeda karena ini gua nge-hire tim kurasi profesional. >> Hm. >> Jadi benar-benar ee kalau lu menggunakan musik player, musik-musik player yang di luar ya, Coach ya gitu kan ee lu enggak akan dapat yang seperti ini karena apa? bingung kalau lu pakai musik di coffee shop dan sebagainya, lu tuh enggak punya
23:49 referensi. >> Ya, kita cari aja jazz atau apa ya, habis itu kita play. >> I >> tapi di sini kemudahan udah kita siapin. Jadi ada untuk hospitality ini, ada untuk lobi, lounge dan sebagainya, kolam berenang, full >> beda ya. >> Agak berbednya beda ya. >> Yes. Karena ini dibangun memang untuk komersial untuk penggunaan komersial. >> Nah, ini kan buat >> jadi ada comforting sound, musik breakfast, >> musik kolam renang. Wah, keren juga ya. >> Iya. Iya. >> Etnik lah ya. >> Terus. Terus ada ini juga ya, ada ee special event juga ya. Musik-musik special event. >> Betul. Ini yang kadang-kadang teman-teman kan bingung kalau Ramadan tuh lagunya apa ya? >> Hmm. >> Nah, ini juga menarik ya. Teman-teman di luar sana pada ngomong harusnya Sambimbo
24:35 itu mendapat royalti luar biasa banget. Ramadan tiap Ramadan ya. Masalahnya kenapa ya seperti yang coach bilang kan ujung-ujungnya kok masih belum selesai sampai ke ujung kan gitu. >> Benar. >> Nah, ini salah satunya coach yang kita bangun sebenarnya awal muaranya di sini. >> Hmm. >> Jadi tadi kita ngomong mengenai peraturannya sudah ada. Kenapa pengguna komersial itu masih enggak mau melakukan apa ya ya compliance lah ya kepada ee undang-undang karena belum tersedianya music player. Mereka komplain lah lu tagi royal tapi gua enggak dikasih musiknya. Gua bingung nih kan gitu loh. Alasannya banyak lah. Membayar sesuatu tapi tidak ada in ya something in return ya. Betul gitu kan. Padahal sebenarnya
25:21 kita harus cerita gitu kan bahwa itu eh lisens atau public performing ini ya terbagi dua nih. Satu yang live event yang live music satu yang memang public performing. Jadi memang apa lisensi untuk mengumumkan. >> Jadi saya kalau teman-teman di sini ee masih belum paham gitu kan ee menggunakan musik di public area gitu kan kita tuh harus ngurus lisensi ke LMKN ya yang disebut dengan eh lisensi public performing. Hak mengumumkan coach. Jadi seperti SIM kita tempat usaha kita harus punya apa namanya? SIM-nya dulu. >> Hm. Punya izin ya. >> Izinnya. Betul. Dan ini di apa namanya? Diperpanjing setiap tahun. >> Oke. >> Nah, parameternya gitu kan bisa dicek di LMKN juga semua harga contoh kayak
26:07 restoran, hotel, dan sebagainya sudah ditetapkan di Permen Kumham itu gitu kan. Tarif-tarfnya sudah baku gitu. Jadi kalau hotel juga ada grading-nya room-nya dari room sekian sampai room sekian harganya berapa per tahun loh. >> Iya. >> Nah ee semua harga yang diatur di LMKN ini saat ini adalah e modelnya blanket license. >> Hm. >> Jadi teman-teman yang punya usaha di luar sana dan sebagainya harus melakukan klarifikasi dulu. Klasifikasi bahwa tuh bisnis gua masuk ke mana. >> Terus lihat ee skalanya masuk ke yang mana gitu kan. dan urus. Kalau menggunakan musik untuk public area, kita monetize loh musiknya. >> Iya. >> Kita gunakan musik ya. Apa ya? Tadi kita bahas mengenai
26:53 >> lu pakai musik ini >> ee buat apa? >> Iya. Kalau buat di kantor hanya buat kerja, buat nemenin dan sebagainya, saya rasa enggak ini gitu loh. Tapi kalau misal kita monetize menjadi satu satu kesatuan bagian dari fasilitas bisnisnya kita, >> bayarlah >> kayak seminar gitu. >> Bayar, Coach. Itu ada tarifnya di di apa di LMKN juga. >> Ada tarifnya. Jadi kalau kita sedang eh conference, >> yes. >> Bayar, >> bayar >> bazar, exhibition udah diatur semua ada. Kalau enggak salah saya bazar itu seminar tuh R25uta kalau enggak salah saya nanti cek di website-nya LMKIN juga gitu. >> Oke. >> Jadi, nah tentunya harus disertakan sama
27:38 report apa namanya, Coach. >> Iya. >> Supaya bisa didistribusikan ini punya siapa dan sebagainya gitu. Nah, selain ini coach ya, ini muaranya kan tadi kan saya bilang ini mempermudah teman-teman komersial ya. Jadi enggak >> untuk pilih musik, >> pilih musik habis itu habis dimainkan dan sebagainya. Di sini pun apa? Special event ada Indonesia juga buat coffee shop. Betul. >> Cafe. Buat kafe beda, buat klub beda. Betul. Ini ambience ya? buat ambience beda. Mencari yang lebih ya untuk suas-suasana spa, suasana mana gitu ya. >> Ini kayaknya bolak-balik ngomongin spa terus ya. >> Iya. Karena tadi tadi kasih gua kasih dengar musik spa, gua jadi pengin spa gitu. >> Ini yang menarik, Coach.
28:24 >> Ini yang menarik kita bikinin etalase satu gitu kan. Mastro musik Indonesia. >> Oh. >> Kita mau e bawa tuh mastro-mastro zamannya kita dulu. Ya, ini ee beneficiary-nya gitu kan. Ahli warisnya bisa mendapat hasil yang >> kalau lagu daerah ke mana dia? >> Ee ada pencipta semua. >> Ada >> ada. >> Oh, >> semua lagu. Nah, ini yang harus saya klarifikasi lagi di luar sana setelah cash-nya Mbak M gacoan ini. Udahlah kita setel lagu barat aja deh. >> Iya, sama juga ya. >> Sama. Kita kan harus bayar lisensi. ngurus lisensi dulu. Nomor satu. Nomor dua >> kita juga harus ee penuhi faktor mekanikalnya. Kalau zaman dulu mekanikalnya itu kita harus menggunakan
29:11 CD atau kaset. Itu yang benar karena lu beli CD-nya original. >> Oke. >> Oke. Nah, saat ini >> bergerak ke streaming teman-teman yang banyak menggunakan yang e si merah sama si hijau. >> Iya. >> Which is mereka sudah disclaimer di sana bahwa tuh gue kagak boleh digunakan di comercial area. >> Terus yang sering saya tanyakan adalah kenapa lu masih pakai? >> Hm. berarti yang salah si penggunanya kan. Nah, ini hari ini kita pengin kasih tahu bahwa itu >> ya Velodiva ini sudah bekerja sama resmi dengan LMKN. >> Jadi memang untuk Oh ya per Februari kemarin Februari kemarin. >> Jadi ini memang dihadirkan untuk mengakomodasi >> dan memberikan kemudahan kepada teman-teman menggunakan musik. Otomatis loh >> kita menggunakan musik apa terlapor langsung terkoneksi ke >> LMKN. Nah saya saya demokan sedikit ya.
29:58 >> Lagu apa? Lu klik klik salah satu >> lagu yang tidak ada royalty-nya harusnya nihy >> enggak ada copyright-nya >> ya lagu inilah ya dengan judul inilah ya gitu kan nanti kita lihat bisa lihat >> di LMKN itu laporannya sudah sudah e di sini juga di Velodiva juga mereka ee memberikan laporan bahwa itu penggunaan musik sudah berapa kali dan sebagainya di sini ya kan. Nah, yang membedakan dengan apa personal tuh gini, Coach. Kita punya scheduling. >> Iya. >> Dan kita bisa ngremote semua player-player yang di luar sana dengan single dashport. >> Luar. Oh, >> kemudahannya gitu kan. Oke, ini ada schedule dan sebagainya. Nah, laporannya
30:44 Vin bisa dibantu >> LMKN. >> Berarti saya pemilik kafe. He. >> Oke. Saya sudah set nih. Saya punya 100 cabang >> ya. 100 cabang musiknya harus sama semua. >> Yes. >> Misalnya, >> misalnya >> pokoknya gua play dari satu tempat. >> Iya. Ngatur semua dari satu tempat. >> Ngatur dari satu tempat. J mereka enggak usah pusing lah ya. >> Enggak usah pusing. Kadang-kadang yang kadang-kadang jadi masalah kan gini, >> saya mau nuansa tadi ya, contoh spa ya gitu kan. Saya mau nuansa spa saya itu begini loh, >> angklung dan sebagainya mungkin suara-suaranya dan sebagainya. Kan kita enggak tahu ya tim kita di lapangan dan sebagainya lagu dangdut lah, koplo lah dibuat jadi enggak match kan. Nah, ini kemudahan-kemudahan gitu yang kita bangun sebenarnya gitu. Nah, ini laporannya coach.
31:30 >> Oke. Jadi setelah kita tayangkan >> dia akan terekam >> secara digital karena sudah tahu tuh. Heeh. >> Play berapa menit ya kan. >> Kapan >> kapan >> di mana aja ini? >> Di mana aja keluar tuh. >> Betul. Ini ini live ini semua customer yang sudah menggunakan Velo Diva >> ini live. Oke. Nah, setelah keluar >> itu kan jelas banget tuh >> Coach melaporkan >> ini sudah otomatis lapor masuk. Jadi benar-benar >> lu pakai Velo Diva >> ini akan menjadi tagihan >> ini menjadi ee ee membantu LMKN pada saat kita melaporkan >> tadi lisensi kita kita kita bayar lisensi gitu kan itu kan Balki ya kan. Nah, pecahnya cacanya di sini nanti. Oh, iya. Spa yang ini lu setel musik selama
32:15 >> berarti LMKN yang harus bayar lu dong. >> Ya ini harusnya menjadi tugasnya kalau di PP 56 ini menjadi tugasnya LMKN. >> LMKN. LMKN harus bayarini >> bayar license teknologinya harusnya ya. >> Korek. Betul. >> Betul. Ya. >> Nah, berarti setelah ini keluar pokoknya si kafe udah enggak usah bikin report lagi dong. Enggak perlu ketimbang sat. >> Selama dia pakai ini. >> Iya betul. Velodiva. Justru >> selama dia pakai Velodiva. >> Justru kita ngebangun Velo Diva spirit-nya ini. >> Oke. >> Jadi ya dari hulu >> ya distribusinya kita kasih ke LMKn ini live semua jadi kelihatan penggunaan musik. Saya bisa diunclaim Vin. Bisa kelihatan itu ee satu aset karya rekaman itu contoh nih lagu apa tadi yang disetel itu sudahudah berapa kali dan sebagainya. Hm.
33:02 >> Nah, ini menjadi acuan LMKN untuk melakukan distribusi kepada pemilik hak. Nah, balik lagi nih contoh kayak overview tadi, Vin. Niya. Nah, balik lagi ke overview tu kelihatan tuh artisnya siapa, songwriternya siapa, itu ada ISRC-nya dan sebagainya, albumnya apa, >> labelnya siapa dan sebagainya, UPC dan sebagainya. Dia pakai OS apa, IP-nya berapa sampai di ujung sana juga kelihatan gitu. >> Ini enggak bisa enggak bisa lari ya. Enggak bisa lari ya. >> Enggak bisa lari. Nah, kita tuh butuh sebenarnya apa namanya? ee ee database yang rapi seperti ini, Coach. Gitu. >> Nah, di Indonesia ini. Nah, balik lagi pertanyaan tadi nih, >> kenapa pencipta lagu dapatnya >> sedikit gitu kan ya? Karena pencatatan masih konvensional. >> Iya. >> Ada pengguna komersial.
33:49 >> Iya. Ada pengguna komersial yang melaporkan >> ada yang enggak >> ada yang sudah bayar gitu kan. Laporannya enggak jelas >> ya. kita pahami juga kenapa seperti itu. Karena udahlah mikir bisnis, pusing bisnisnya, fokus ke bisnis, gue harus bikin laporan lagi dan sebagainya. Makanya Vel Diva muncul. Oke. Oke. Setelah orang ee report ini, >> He. >> Bagaimana mekanismenya membayar ke para pencipta lagu. >> Nah, >> dan distribusinya. >> Oke. Dari LMKN. LMKN kan memang sebenarnya di undang-undang itu menyatakan bahwa itu yang berhak untuk mengolek itu adalah LMK. Cuma pemerintah membentuk LMKN ini supaya semua masuk
34:34 tuh sentral. >> Hm. >> Jadi penagihan di dilakukan satu pintu dari LMKN ini akan dipecah ke masing-masing LMK. Ada LMK pencipta, ada ee LMK pelaku pertunjukan, ada LMK yang produser, mewakili produser. >> Iya. Nah, si para ee pencipta lagu dan hak terkait ini gitu kan ee pelaku pertunjukan dan e produser mereka harus mendaftarkan semua dalam ke LMK. Semua aset karya rekaman juga dilaporkan ke sini. H. Nah, inilah menjadi data ee primary ya akan digunakan sama LMKN untuk memecah distribusinya >> yang sudah dicollect dan dipecah gitu loh. >> Jadi sekali lagi mungkin teman-teman di luar sana pengguna komersial dan
35:22 sebagainya ee bukan haknya kita juga untuk bertanya. Kadang-kadang ada yang bertanya butuh nyampai enggak tuh reality? >> Hm. >> Entar gua bayar kagak nyampai lagi. Enggak usah pusing. Bayar dulu. Kenapa gitu kan? Once kita bayar berarti kewajiban kita sudah selesai. Masalah itu distribusi itu tugasnya LMKn untuk melakukan distribusi. Toh mereka ada laporan dan sebagainya kan gitu. Nah, coach yang menariknya adalah >> ee 2 tahun lebih gitu kan saya masuk ke industri musik ini saya pelajari battlenck-nya tuh ada di mana sih sebenarnya gitu kan. Ee industri musik ini kompleks ya. Seperti yang saya bilang tadi itu bahwa tuh satu aset karya rekaman itu tuh yang punya tuh banyak sekali. Bayangin aja
36:08 Coach ya kalau saya bisa pecah sedikit ya gitu kan. Pencipta lagu aja itu sebenarnya ada komponennya yang penulis lirik, ada komposernya, >> ada arrangernya. Wah, benar benar benar benar >> ini. R. Habis itu sama producer di apa namanya? Dipckaging lagi gitu kan. Oh, oke. Yang tepat nyanyiin lagu ini adalah si e artis apa namanya? Si >> semiorangkir. Let's say baru kemarin ketemu semiimkir gitu kan. Eh, Sam coba nyanyi bawain. Wah, ini cocok gitu kan. Producer setting setting setting lagi dan sebagainya. Habis itu baru naik ke rekaman. >> Hm. >> Rekaman baru dipublish ke agregator dan
36:53 sebagainya. Jadi satu lagu yang kita ee mainkan gitu kan. Bayangin aja ini sistem begitu Velo Diva play langsung pecah tak >> hmm >> tak sampai ke ujung. Jadi sistem yang kita bangun tuh dari hulu collection-nya sampai ke LMKN, LMK sampai ke pencipta atau pemilik hak tersebut sampai di ujung. >> Nah, ini semua coach enggak bisa terbangun secara rapi kalau enggak ada yang namanya pusat data lagu dan musik. >> Kalau di tempat kita tuh kita namain >> gerbang musik lah. >> Heeh. Ini library metadata yang tadi coach lihat. >> Iya. >> Itu ada detail lagu dan sebagainya itu kan diplay sama Velodiva. >> Iya. >> Dia enggak bisa sekonyong-konyong keluar langsung datanya lengkap seperti itu. Enggak dong, Coach. Jadi si Velow Divine
37:38 ini akan bertanya, "Eh, saya ng-play lagu ini ada nomor identitasnya tadi kan ISWC, ISRC-nya dan sebagainya. Nah, itu adalah nomor identifikasinya. >> Lagu pun ada nomor KTP-nya." >> Hm. Ya, ya, ya, ya, ya. Inilah cikal bakal data yang harus digunakan sama teman-teman LMKN dan LMK ini untuk melakukan distribusi karena enggak mungkin salah alamat. Oke. >> Asetnya ini karena nomor identifikasinya ada. Nah, masalahnya sekarang, Coach, Indonesia ini kan 10 tahun sudah ee ee 11 tahun ya Undang-Undang Hak Cipta ini sudah beredar tertulis tuh di situ yang harus ngebangun pusat data lagu dan musik ini harusnya
38:24 Kementerian Hukum >> Hukum. Terus yang membangun yang namanya ee sistem informasi lagu dan musik itu harusnya LMKM. >> Which is ee kalau di tempat kita sebutnya sistem manajemen royalty tadi >> enggak terbangun >> sampai sekarang. >> Sampai sekarang. Jadi inisiatif gua juga akhirnya ngebaca ini apa ya? Oh iya. Distribusinya seperti ini. Kita bangun satu satu semua sampai ke ujung. Termasuk yang pusat data lagu dan musiknya itu librarynya >> termasuk disbersement pendistribusian ke >> pemusik. Pempek pecah porsinya juga kelihatan. >> Hm. >> Saya bisa di showing mungkin portion-nya
39:09 salah satu supaya coach tahu bahwa tuh nih contoh ya bunga citra lestari nih ya mulai memulai kembali contoh ya. Ini ini sampel data aja karena ini sistem belum digunakan sama teman-teman nih kelihatan >> mm >> performa 50% ada detail kontraknya dengan songwriternya dan sebagainya. Contoh data-data sudah diplay berapa kali? He. >> Sebelah sananya sebenarnya ada rupiah-rupiahnya. Oke. >> Cuma belum digunakan ini. >> Oke. >> Ini yang sebenarnya ee kita coba untuk propose kepada ee ee ee kementerian terkait >> andai kata para pencipta lagu dan penyanyinya ini mengklaim, mereka bisa lihat data ini dong. >> Bisa. Ini yang dibilangkan akuntable dan transparan, kan? >> Iya, betul. Betul. >> Nah, kita berharap bahwa itu sebenarnya musisi kita. Nah, balik lagi nih
39:56 pertanyaan kos di ujung kenapa pencipta-pencipta lagu yang lama dan sebagainya masih belum >> belum sejahtera >> mendapatkan ya sejahtera lah ya. Iya. >> Masih Kismin ya kan? >> Melarat. >> Melarat ya kan ya. Karena sistemnya belum terbangun dan belum transparan. >> Iya. I. >> Jadi kalau udah kayak gini nih >> seberapa besar industri ini? >> Gede >> gede banget ya. >> Sebenarnya kalau kita ngelihat ini gede sekali apalagi Indonesia ya multiculture. Terus kita juga banyak ee ini ya suku kesukuan dan sebagainya. Kita banyak island. Dan sebenarnya ee salah satu yang ee apa namanya ee negara harus jaga itu adalah kebudayaan kita yang luar biasa kayaknya ya.
40:41 >> Iya. >> Nah, bukan hanya kebudayaan aja coach yang kita ngilihat ya gitu kan bahwa tuh dengan adanya platform dengan ada distribusi yang benar gitu dan sebagainya. Lu setuju enggak coach bahwa di Indonesia banyak sekali seniman. >> Oh iya. Bukan hanya seniman, musisi dan sebagainya loh. Kesenian kita tuh luar biasa sekali, Coach. Gitu. Benar. >> Yang pengin saya ngomongin apa yang pengin saya bahas itu adalah Coach bisa bayangin enggak anak kita terlahir, habis itu dia enggak punya pilihan dan dia punya skill main piano, main gitar, dan sebagainya. Sekarang orang tua-orang tua di luar sana ngelihat anaknya bisa main piano, musik, itu jadi komplimen aja. >> Hmm. He.
41:27 >> Karena apa? Enggak ada masa depan. >> Hmm. Benar. >> Enggak ada musisi yang tajir katanya. >> Iya. >> Benar enggak? >> Benar. Benar. >> Nah, ini kita bangun mimpi. Tata kelola kita benahi kesejahteraannya naik dan mimpi ini bisa terwujud bahwa tuh ee anak terlahir dan sebagainya mereka jadi musisi. Kita dorong biar mereka tajam. >> Siapa yang paling menentang SMR ini? Bukan menantang ya. Ini bahasanya provokasi banget ini coachnya gitu. Bukan menantang. Mungkin pemerintah belum melag dan belum tahu. Ah, enggak mungkin enggak tahu. >> Ee harus diedukasi.
42:12 >> Harus diedukasi. botu mungkin gini sih, S yang ngebangun sistem sekompleks ini negara-negara Amerika Latin >> h >> di luar sana sudah ada belum >> yang seperti ini? Mereka punya aplikasi sendiri dan >> Iya sudah ada berarti >> sudah ada >> ee apa sistem untuk mendistribusi. >> Tapi mereka jual ada. >> Hmm. >> Ada. Tapi kalau misalnya ini digunakan sama pemerintah, saya bisa pastikan kita di AC pasif paling jago. >> Iya. paling jago karena apa? >> Bisa kebayang bisa kebayang >> kayak kita apply sebagai pemusik ya kan kita meregister >> yes >> under hukum juga ya kan dengan link dengan ee apa tanda bahwa ini adalah hak cipta kita. >> Yes.
43:00 >> Lalu kemudian berapa yang muterin nih kayak kita posting Instagram aja. >> Yes. >> Berapa yang view ya kan? >> Yes. Correct. >> Berapa yang >> dipakai di mana aja? pakai di mana aja? Siapa aja yang ngelihat kita dapat >> dapat AdSense gitu misalnya kan AdSense kan. Oh iya gua dapat AdSense dari mana aja berapa banyak yang e ini afiliator kan ini judulnya kan sebenarnya >> sih coach di luar sana udah seperti itu. >> Iya >> di Indonesia ini aset karya rekaman masa sate lu mau diambil dipatenin sama sebelah. >> Hmm >> ya kan sarung mau dipatenin sama mana. Ini kekayaan milik negara yang harus diselamatkan. >> Iya iya i. Nah, yang pengin message yang pengin gua kasih tahu itu adalah ini tata kelola pendataan wajib >> i >> pemerintah wajib hadir gitu kan karena
43:47 apa ini makin bertambah umur dan sebag >> ini kalau dibeli sama pemerintah dikasih enggak >> ya kita ngomonglah ya kita ngomong >> pemerintah bilang ah jangan swasta sih saya yang saya yang ambil aja saya beli gitu >> bisa enggak >> bisa gitu kan cuma ee kalau kita ngelihat oke pemerintah yang akuisisi gitu kan. Tapi harus serius juga. >> Hmm. >> Coach jangan ini diakuisisi. Habis itu tata kelolanya oke. Enggak serius. >> Kalau dibikin bebas bisa enggak bikin bebas? >> Dibas. Nah, jadi gini. >> Bebas. Ini aset karya rekaman >> industrinya eksklusif. Enggak ada yang bebas. Bayar semua, Bos. >> Pusing ya. Pusing pusing, pusing, pusing, pusing. Enggak artinya kalau misalnya kita indie,
44:32 >> yes. >> Ya, gua bikin musik sendiri. Saya daftarkan ke >> daftarkan ke mana? Haki >> ya? Haki ya. Habis itu >> terus gua daftarin juga ke >> Velodiva. >> Iya >> ya. Kalau ada yang nyanyi nih. >> Heeh. >> Langsung aja direct ke pemusik. Enggak pakai LMK. >> Enggak bisa. Enggak bisa. >> Kenapa enggak boleh? >> Enggak boleh di perundang-undangan kita itu menganut kolektif. Jadi bukannya enggak boleh, di luar sana tuh ada yang lagi ribut-ribut sekarang ini gitu kan. Tapi coach bisa bayangin bahwa tuh bayangin ya kalau boleh direct license kafe atau spa >> tiba-tiba pencipta lagu. Eh lu set lagu gue bayar dong.
45:17 >> Gimana enggak direct license? Bisa orang kenyataannya orang nyanyi di konser bisa konteks sama pemusiknya langsung. >> Heeh. >> Ya kan? >> Yes. >> Bukan musisi, pencipta lagunya. Gua bayar ya. Berapa nego-nego? R juta ya nego 2,5 juta bolehlah. Enggak lewat LMK? >> Iya. >> Yang nyanyiin siapa? >> Nyanyiin orang lain. Mau ribet enggak? Maksudnya ya kalau misalnya kita nyanyiin 10 lagu 10-sepnya kita telepon mati kan. >> Wis katakanlah misalnya gua nyanyiin lagunya Dani >> Ahmad Dani kan satu orang tuh >> dia nyanyi >> atau okelah dia mau repot direct license itu bisa. Bayangin kalau satu Ahmad Dani aja mungkin >> enggak akan repot ya. >> Enggak akan repot ya. >> Tapi kok misalnya jutaan jutaan di luar
46:03 sana yang menginginkan hal yang sama juga. >> Iya. >> Yang kita lihat tuh gini loh. >> Makanya teknologi ini pakailah ini >> bukan benar. Ini sebenarnya bukan hanya direct license, direct distribution. >> Iya betul. Dia enggak usah ada lembaga penengah lagi dong. >> Ya jangan ngomong begitu. Entar kita jadi negara sudah menyiapkan ini, Coach. negara >> lu jangan bypass-bypass aja nih kan gitu loh banyak kok >> ya artinya kan kalau misalnya negara ee kesulitan ya kan dan tidak ada support >> kalau musisi support semua membuat ini menjadi salah satu platform milik asosiasi why not kan bisa aja >> sebenarnya bisa karena >> tapi kan maksudnya gini negara kan
46:51 enggak enggak ngambil untung dari sit >> ee Ee gini ya, ini menarik. Satu, saya harus jelasin dulu. LMKN itu lembaga negara tapi non APBN. Enggak dibiayai negara. >> Hm. >> Jadi dia hidup itu dari operasionalnya collection. >> Iya. Bisa dibubarin? Bisa. >> Jadi negara enggak usah keluar duit lagi. Dia juga enggak usah keluar uang lagi. Ya enggak >> bisa. Cuma gimana industrinya mau berkembang sih gitu. >> Berkembang ada diva. >> Ih jangan gitu. Gitu kan. Kita tetap butuh negara untuk memayungin ini biar ada dasar hukum dan regulasi. >> LMKN berada di dalam velodiva. >> Sebenarnya harapannya begitu ya. >> Iya. >> Harapannya harusnya ini menjadi fasilitas negara. >> Menjadi menjadi milik negara. Fasilitas negara
47:36 >> ya. Kita ngomong sama Pak Prabow lah ya. >> Heeh. Mau enggak jual? >> Jual lagi ngomong. Murahlah sebetulnya dengan sekian banyak >> murah >> dengan dengan menyelesaikan banyak masalah murah >> Coach. >> Jangan dilihat biayanya. >> Iya >> jangan dilihat biayanya. Satu ya coach ya. PNBP. >> Hmm. >> Benar. >> Ini kan terima royalti 15%. >> Benar. Penerimaan pajak penerimaan negara gede. >> Iya gede. Collection-nya semakin cepat banyak orang yang bayar karena trust. Iya. Itu kan penerimaan pajak juga gede. >> Justru industrinya akan terbantu dengan adanya >> korek >> dengan adanya insentif. >> Iya. >> Saya menciptakan lagu berkarya ada insentifnya.
48:22 >> Yes. Yes. Dan kesenian kita luar biasa loh. >> Benar. Betul. >> Dan negara memang harus ngelihat ini sih, Coach. >> Benar. Benar. Bisa >> manggil kita berdua kali ya. >> Benar. Benar. P ini penting banget loh. Kenapa? Karena ada storynya. >> Ini storynya traceability-nya. Nah, kalau kopi aja sekarang bisa diracing. >> Oh, ini dari Go, dari mana? Dari mana? Ini musik gila >> apalagi ada musik daerah segala keren banget. >> Iya. Iya. Harusnya negara ya kita sudah ngomong ya dengan LMK budaya juga gitu kan. Ee teman-teman tuh antusias sekali punya ini kan kayak marketplace-nya lah music player >> yang which is kita bukan >> monetize artisnya secara ini ya. kita ngelihat kan makanya ini kan rata nih semua ada dari ee kalau kita ngelihat
49:10 tadi di ee budaya ya kesenian ya saya bisa dibantu untuk ya ke bawah oke ini kan tuh bayangin alat musik kita >> lagi budaya-budaya setiap daerah dan sebagainya sengaja kita bikinin satu etalase supaya apa >> kita jangan lupa sama budaya kita >> benar benar benar >> ini yang harus men di luar sana senang sekali loh dengar lagu-lagu etnik kita Benar. Ini bisa mendunia. Ngomong-ngomong kalau e ya benar ya tahu >> hijau >> beliau mendistribusikan ke artis-artis direct atau enggak atau ke lembaga lagi? >> Lembaga. >> Ke lembaga juga ya. >> Public performing ke lembaga. >> Hm. >> Jadi ada yang ngolek e khusus digital
49:55 gitu. ini hari ini di era gini udah enggak bisa enggak pakai sistem. >> Betul banget. >> Jadi kalau dulu itu artis ciptain lagu dan sebagainya hitungan eh lu jual berapa kopi nih? Weh 1 juta kopi udah hebat banget tuh ngitungnya masih pakai ceklok ceklok ceklok ceklok R juta. >> Kalau sekarang kan streaming lawannya apa? Digital. Perhitungan juga harus >> digital kan gitu collection-nya. Jadi harusnya lembaga negara kita fasilitasi dengan teknologi juga gitu kan. Jadi ya memang ee digital dihadapin dengan digital gitu. >> Keren, keren, keren >> gitu kok. >> Kalau ada satu pesan buat para musisi atau mungkin pemerintah yang sekarang atau pengusaha-pengusaha
50:41 >> yang sekarang lagi ketakutan nih. >> Iya iya iya. Apa apa pesannya nih? >> Ada ada trauma ya. >> Ada trauma. >> Sebenarnya enggak perlu takut, Coach ya. Bagi teman-teman pelaku industri di luar sana gitu kan yang menggunakan musik monet, kita monetize untuk ee ee kepentingan komersial gitu kan urus aja lisensinya gampang kok ya kita lagi berbenah secara digital dan sebagainya urus apa untuk mengurus ee lisensi dan sebagainya enggak terlalu susah tapi kalau misalnya dirasakan ee ee susah dan sebagainya bisa kontak Velodiva juga sih. Jadi teman-teman Velodiva sih bisa accomodate mau dibandle dengan ee apa music player dan sebagainya bisa. Sebagian >> di komersial malah kita bandel dengan layanan internet dan sebagainya. >> Untuk bisa masuk ke Velodiva gimana caranya? >> Ada di website gampang se
51:27 >> website nanti berarti gua kasih linknya aja ya di bawah ya. >> Iya boleh gitu kan >> ee Velodiva nanti daftar dan seterusnya. >> Yes. Ikutin flow-nya aja ada membership dan sebagainya di sana. Kalau enggak tahu juga nanti diasis sama teman-teman. >> E >> iya ini karena ini teknologi enggak membership tuh means ee jadi karena ini adalah komersial. >> Iya. Jadi kalau personal kan bayar kartu kredit selesai email kan gitu kan. Kalau ini memang kita harus tahu dulu >> usaha lu apa, kategorinya apa dan sebagainya. Karena ini relate ke lisensi. Nanti >> pada saat teman-teman ngurus lisensi data yang sama akan >> kita ajukan ke LMKM. >> Oke. Misalnya kafe 100 seat. >> Heeh. >> Berarti akan dihitung >> kalkulatornya sudah ada. Betul. >> Jadi kita tuh lisens kagak boleh ngambil untung tuh di situ. Jadi itu back to back. Hm.
52:12 >> Jadi ee LMKN sudah pesanin bahwa tuh ini peraturan pemerintah sudah apa ee di di Permen Kumham gitu kan sudah ditetapin >> tarifnya sekian. Jadi kita enggak boleh ngambil cuan tuh di sana tuh. >> Jadi cuannya dari mana sekarang? >> Back to back kita dari jasa layanannya Veludifa aja. Jasa teknologinya teknologinya. >> Siapa yang bayar teknologi? Yang >> si pengguna juga >> si pengguna. Jadi ada >> saat ini ada dua dua komponen biaya. >> Berarti ada dua biaya ya. >> Betul. ini seperti seperti yang bayar si hijau lah. Nah, komponen si hijau tuh dipindahkan Velifa. >> Tapi ingat kenapa gitu kan di komersial itu music player-nya ee lebih pricing-nya lebih mahal karena mechanical-nya ada harga. Mechanicalnya untuk komersial lebih mahal >> tapi enggak terlalu >> tapi tidak signifikan buat >> untuk misalnya kafe dengan
53:00 >> R juta per bulan gituan. Ya >> signifikan enggak signifikan. Jadi, makanya >> oke daripada ribet ya diurus di di dituntut-tuntut kayak gitu. >> Ribet. Betul. Tapi ingat tadi yang kewajiban untuk melakukan pelaporan. Lu enggak ribet-ribet lagi. Lu pakai Velo Diva udah laporan lu udah back to back. Jadi bayar selesai. Tenang. I i. >> Tapi kalau teman-teman masih bingung konakct Velodiva gitu. Nanti teman-teman Velodiva bantu asis gitu. >> Jadi trauma-trauma ini udahlah come on gitu kan. Jangan ngomong oh saya menggunakan musik ini aja deh. Musik jangkrik. musik, suara burung dan sebagainya itu semua ada penciptanya. >> Jangan main-main ya, kecuali lu nyiptain sendiri atau sekarang orang pada nyiptain lagu pakai AI, >> AI, jingle dan sebagainya. Tapi kan gini loh, esensi. Nah, ini yang paling
53:45 penting, Coach. Apapun bebunyian yang kita hadirkan di public area dan kita monetize itu gitu kan, itu adalah public performing. >> Hm. He. >> Jadi kalau kita menciptakan dari AI atau suara burung, suara angklung yang kita buat, kita recording sendiri dan sebagainya, enggak apa-apa lu putar jingle-nya el ya kita sebut jingle ini. Lu putar jinglennya el, duit yang lu bayarkan itu bisa balik lagi ke tempat lu kok. Gimana caranya? Ikutin tata caranya. Lagu lu, lu daftarin ke LMK-nya. >> Habis itu ee ee apa namanya? Lu putar aja lagunya lu. Terus balik lagi tuh semua lu klaim lewat apa? lewat si >> LMK lagi kan gitu loh. >> Walaupun kita ciptakan lagu kita sendiri tetap kita harus bayar royalti.
54:31 >> Betul. Betul. Kan kita juga terima royalty-nya kan gitu kan. Jadi melalui mekanisme yang benar gitu kan. Jadi banyak orang yang enggak tahu bahwa tuh ah kita setel lagu jangkrik kok suaranya suara jangkrik ada suara burung dan sebagainya aman. Enggak juga. >> Hmm. >> Ada di luar sana yang malah ngomong eh kita stop putar lagu Indonesia kita putar lagu barat aja. Enggak. Bukan begitu cara berpikir >> lari dari masalah ya. >> Bukan. Jadi kita harus dapat SIM-nya dulu. SIM-nya membayar izin. Jadi bisnis kita udah ada izin. Nah, terus kita putar lagunya itu menggunakan music player yang sudah direkomend rekomendasikan sama LMKN ini. >> Karena apa? >> Ini ngembantu el. >> Banyak orang tuh berpikir, "Ah, lu mah dagang doang gitu kan. No way gitu kan.
55:17 Lu kalau mau ribet enggak apa-apa >> lu pakai CD player aja tuh. >> Iya iya iya iya. original loh. Lu enggak boleh ngopi loh. Lu ngopi kena lagi tuh Undang-Undang ITE 32. Menyalin, mengcopi, memindahkan kena lagi tuh. Kalau gacohan kemarin kan 100 ee 117 ya kalau enggak salah saya karena undang-undangnya itu. >> Hmm. Gede juga >> memutar lagu tanpa izin. >> H >> izin kan sebenarnya ee karena pencipta mewakilkan ke LMK kan. Negara bilang di undang-undang butuh LMK yang bisa >> melakukan collection gitu kan. Jadi kita ini bekerja sama dengan para LMK gitu kan, Umbrella licens-nya. Jadi Velodifa ini ya one stop package-nya lah ya di sini gitu kan. Kita sediakan walaupun kita teknologi player kita membantu teman-teman komersial juga >> ya.
56:03 >> Banyak yang enggak paham Coach. >> Hm. >> Makanya ah gua enggak bayarlah atau memilih ah gua enggak setel lah. Yang jadi masalah gini Coach. Oke lu enggak setel ya kan bisnisnya udah enggak nyaman, hening nih kan enggak ada suara dan sebagainya. Tiba-tiba nanti tamu datang, eh selamat ulang tahun dia nyanyilah tet tet tet tet atau langsung >> atau mereka menggunakan apa namanya ee e whatever itulah ya yang setel di handphone dan sebagainya bunyinya di lokasi kita disyuting orang masuk Instagram. Hmm. Kena dah tuh. >> Iya. Iya. >> Ya. Sekarang makanya yang gini-gini harus kita edukasi sih sebenarnya. banyak yang enggak paham ya.
56:48 Contoh tadi coach bilang ya, saya seminar gimana kalau misalnya seminar saya setel-setel lagu-lagu Michael Jackson atau apa dan sebagainya itu ada aturannya semuanya si Coach enggak ribet kalau kita tuh paham. >> Tapi kan sebetulnya kalau kayak seminar peserta cuma 30 orang harus bayar ekstra R2 juta, harga seminar juga enggak terlalu signifikan. Ngurus izinnya ribet. Terus gimana >> ya? Makanya kita siapin platform kan mempergampang mempermudah. >> Iya. Ini bisa one time juga enggak bisa >> yang mana? Which one? >> Veliva. >> Velodiva enggak subscription kan model >> misalnya kita mau mau apa namanya mau ikut >> yang seminar live event. >> Ah ini platformnya berbeda. Saya bisa dibantu Velow Stage tunjukin yang fellow stage.
57:35 >> Kita juga ngebangun ini yang fellow stage ini untuk konser. Konser live event. Nah ini ya gua cerita ya coach ya. >> Iya. Live event itu ada dua. Ada yang komersial, lu jualan tiket. >> Iya. >> Ada yang non komersial. Kampanye. >> Hm. >> Itu kan enggak jualan tiket tuh. Orang datang kan. >> Kafe. Kafe. >> Kafe. Yang >> kan enggak jual tiket >> reguler tuh. Yang regular. Regular tuh public performing sudah include. >> Oh. >> Yang tadi >> kita ngurus izin buat kafe include >> ini udah include sama yang tadi. Kalau yang live event gitu kan bersifat jualan tiket >> sama yang non. IAL kan gitu. Nah, nanti ada seminar dan sebagainya ada tarif sendiri. >> Nah, kita bangun yang namanya Velocage ini gitu kan platform untuk para
58:21 promotor mempermudah promotor. >> Hm. >> Saya bisa dibantu untuk draft-nya mungkin lihatin salah satu contoh konser yang belum dis-submit ya gitu. Nah, ini gua bangun sebenar OSS, Bos. Wow. Itu jadi semua perizinan gitu kan ada di sini gitu. Jadi promotor contoh ya, let's say lah ya, sampling dan sebagainya kita ngurus eh oke draft kelihatan nih live event LMK consultantnya mana ini pelaksana hariannya kita bisa milih ya kan konser namanya Nusantara gitu kan terus venue-nya di mana nah ini nanti venue juga dapat >> loginnya dia bisa tahu tuh kelihatan kalendernya tuh event yang ini benar enggak dapat approval dan sebagainya kan
59:09 gitu. Oke, ini ada informasi mengenai venue-nya gitu kan. Next V bisa dibantu ya. Tiketing detail. Jadi si promotor bisa menentukan bahwa tuh ini adalah komersial. Nah, ini ke depannya integrasi dengan online tiket agency >> yes. Jadi penjualan dan sebagainya. Nah, ini mereka menentukan >> harga tiketnya gitu kan. Total tiket yang ee mereka siapin secara komersial yang komplimen berapa gitu kan. Kelihatan. Next. Ini yang menarik gitu kan performernya siapa ya? Bunga Citra Lestari, IPN numbernya di sekolah dari origin dari country mana dan sebagainya. >> Oh >> oke next. Ini adalah roundown-nya. Jam berapa jam berapa? Jam berapa akan roundown seperti apa? Nah ini adalah lagunya. Nah, yang ribut-ribut sekarang
59:56 nih, Teman-teman pencipta lagu menginginkan bahwa tuh red-nya gue enggak gue enggak mau mengikuti hitungan sekarang karena apa gitu kan. >> Murah gua mau sendiri gitu kan diperlakukan bahwa gue mau mendap karena merasa lagunya dia valuasinya lebih tinggi. >> Iya. Iya. I >> di kita sistemnya akhirnya gua mendapatkan ide. Oke, berarti kalau dia menginginkan ee ee ee apa namanya? Ee memvaluasi asetnya dia lebih mahal dan sebagainya, ya udah gua pecah aja nih. Ada yang kolektif, ada yang spesial redet. Itu yang tadi kita ngomong >> yang direct juga yang bisa direct sebenarnya kan ujung-ujungnya >> negiable >> bukan negotiable sih, harus ditentukan negara juga nanti tiba-tiba nanti katanya lagunya dia harganya Rp10 juta satu lagu gitu loh.
1:00:42 >> Tapi ya contoh contoh contoh halnya adalah contoh saya add deh satu lagu ya. Jadi di sini let's say lagu apa? My way. My Way nih. Kita lihat My Way yang mana, versi siapa dan sebagainya gitu kan. >> Wow. Wow. >> Library ini nih >> ngambilnya dari mana? >> Tadi metadata, pusat data. Makanya saya bilang Indonesia harus punya pusat datanya dulu. Lebrinya >> ini. Ini ngambil dari mana? Bikin sendiri, >> bangun sendiri, nyari sendiri semua librarynya. Jadi bayangin aja negara belum ada library seperti ini. Gimana tata kelolahanyaanya mau benar? >> Benar. Benar sekali. >> Jadi mau enggak mau kenapa kita bangunnya segila gaban begini kan gitu loh ya. Kalau enggak bangun enggak jalan ini yang kita cerita enggak ada
1:01:29 >> ya. Ini orang yang harus orang industri yang ngerti ini juga ya. Harus mengerti seluk-beluknya ya. >> Yes. >> Hmm. >> Puyeng juga >> belajar industri C. Oke, let's say eh saya ngambil separuh nafas deh ya. Mungkin ini separuh nafas saya kita set. Oke, ini ada specialed nih di situ tuh harganya. Saya pilih deh separuh napas ini. Saya klik. >> Oke, ada notifikasinya. Lagu promotor akan memilih kan lagu ini kan. Eh, lagu ini spesial red >> ee >> lu tetap masih mau continue atau enggak? Oh, jangan deh gua budget gua kagak ada ya. Lu pilih yang lain. >> Oke, >> ini solusi, >> Coach. Iya iya iya. Buat artis yang masa gua disamain sama yang baru >> merasa valuasi legend dengan tidak
1:02:14 legend gitu. >> Legend >> kan? Benar enggak? >> Apa definisi legend itu? >> Uh dia merasa populer lagi hype lagi rame banget. >> Almad Albar legend enggak tuh? >> Legend. Tapi gua ya mungkin enggak enggak ramai hari ini. >> Oke. >> Di zamannya ya legend ya? I pas di zamannya itu mungkin dia lagi >> top >> masuk legend adalah masuk top 40. >> Eh lagu top 40 special rate. >> Iya iya iya bisa juga >> tapi ini semua harus dire si pemerintah. >> Pemerintah. Betul banget. >> Nah platform inilah yang kita tawarkan kepada pemerintah gitu kan. Buk ayolah kalau punya hati mau ngeberesin ini. Makanya gua hari ini enggak mau
1:03:00 sembarang ketemu sama orang sih. >> Iya benar benar. Apa cuma hanya ngomong, ngalor ngidul dan sebagainya? Enggak. >> Jadi udah ketemu siapa aja >> ya? >> Penyanyi-penyanyi udah jalan ya. >> Udah teman-teman >> udah udah udah lihat lah ya ini ya. >> Udah lihat >> mereka harusnya happy dong. >> Support happy kalau ini bisa diwujudkan gitu. >> Harusnya happy. Tapi nanti si Aril lagi uji materi gimana? >> Di MK. >> Di MK >> ya berjalan aja enggak apa-apa. Tapi ngelihat sih e kalau arahnya sih harusnya >> ya menuju tata kelola yang lebih baik lah ya. keinginan untuk ke arah sana tuh ada gitu. Cuma kalau kita berjalannya dari sisi ee digitalize, >> Iya. >> Harusnya >> solusinya apa sih sebenarnya? >> Harusnya sejalanlah dengan apa yang diharapkan oleh >> harusnya betul
1:03:46 >> Aril dan kawan-kawan ya. >> Iya yang dikatakan tata kelola digital, tata kelola ekosistem itu kan di luar sana ekosistem lah tata kelola itu tuh apa? Ekosistem nih kita enggak ngomong cuma satu pihak loh. >> Iya. pencipta lagu. Enggak. Ekosistem itu semua pihak yang di dalam satu industri ini. >> Which is ini yang kita bangun. >> Iya. I ya. >> Gitu, Coach. Keren, Bro. >> Ini solusinya sebetulnya sudah ada, ya. Bagaimana pemerintah dan teman-teman ini men-support ya, mendukung >> ee tentunya demi kebaikan kita semua. Kalau bikin sendiri mahal ya, Bro. Kalau mereka pemerintah mau bikin
1:04:32 sendiri ribet dan mahal. >> Ribet dan mahal belum tentu jadi juga. Itu itu yang kejadian yang lama-lama kan udah ada yang pengin bangun tapi kan gagal. >> Pokoknya barang ini sebenarnya enggak boleh didorong ke kepentingan khusus >> khusus. >> Jadi benar-benar makanya harus orang yang pemerintah yang harus hadir >> he >> untuk benahi ini ngelihat bukannya memperkaya. Ada juga yang bermikir entar kalau misalnya gua ini nanti si Fedy kaya lagi. Mikirnya kayak gitu coba. Padahal kita menggunakan layanan kayak Google dan sebagainya emang kita memperkaya mereka. >> Iya kan? Sama juga kan sebenarnya sama anak bangsa ngebangun ini platformnya sudah ada ya lu pakai jasa layanan ya kan. Fungsinya untuk memberesin tata
1:05:18 kelola yang >> kita maksud. ini kan sebenarnya coach gitu loh >> ya. Jadi teman-teman ini hal yang ee visioner sekali ya. Ada skill di situ sudah ada teknologinya kenapa enggak di >> manfaatkan >> ya. Semoga pemerintah nonton video ini tolong disebarkan ke >> akses-akses pemerintah sebarkan di WA-wa grup di mana-mana ya bahwa ini sudah ada, kenapa enggak dipakai. >> Iya. Selain itu juga sebenarnya kita pengin ee kasih tahu kepada pengguna komersial di luar sana gitu kan. Jangan takut untuk menggunakan memutar musik. Ngurus lisensi itu gampang, enggak terlalu susah. >> He. >> Keinginannya ada gitu kan. Ayolah kalau teriak teman-teman, ah percuma gua bayar enggak di enggak didistribusikan dan
1:06:05 sebagainya. Bukan tuh bukan bukan haknya kita untuk untuk memvonis itu. >> Kita jalanin kewajiban kita, kita patuhi undang-undang dan sebagainya. Karena apa? Muaraanya ada di kita. kita pakai, kita bayar. LMKN dan teman-teman LMK melakukan distribusi, musiknya berkembang terus menciptakan lagu untuk kita. >> Ini yang namanya ekosistem kan, saling feeding circelnya kan gitu. Jadi >> ingat >> bayar royalti itu ngurus royalti itu enggak susah, gampang sekali ya. Kalau bingung kontak dah teman-teman Vel Diva gitu, Coach. >> Baik, thank you teman-teman. Komen di bawah belajar apa hari ini. Saya Tom MCle. Salam pencerahan. Ciao. >> Hanya di Top Coach Indonesia bisnis
1:06:52 pasti maju.