0:01 [musik] Di padang [musik] gembala, di malam [musik] yang hangi datang seorang malaikat bawa [musik] berita. Jangan [musik] takut ada berita [musik] kesukaan besar untuk seluruh [musik] bangsa. Hari ini telah lahir [musik]
0:50 bagimu selamat. [musik] Yang itu Kristus di kota Daud. [musik] Danilahnya bagimu. Kami akan [musik] menjumpai seorang bayi yang terbus dengan kain lampi [musik] dan terbaring di palungan. Kuliahan [musik]
1:35 hatimu di tempat maha tinggi damai [musik] sejahtera di antara [musik] manusia [musik] yang berkenan padanya [musik] [musik]
2:24 hari ini lahir bagimu [musik] selamat yang [musik] itu Kristus di kota Daud [musik] danilah [musik] bagiMu kami akan [musik] menjumpai seorang bayi [musik] yang terbus dengan kain lambi dan terbaring [musik] di palungan. [musik]
3:11 Kemuliaan hatimu. [musik] Tuhan maha tinggi damai [musik] sejahtera dii di [musik] antara manusia yang terkenan [musik] kepada-Nya. Bem afenwah ha Elohim ehat di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Allah yang esa.
3:58 Amin. Shalom, selamat pagi. Di masa peringatan Natal ini kita masih membahas topik-topik Natal yaitu Immanuel, The Light within Us. Immanuel, terang yang bersama kita. Kita baca Matius pasal 1 ayat 22 sampai 23. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh Nabi. Ayat 23. Sesungguhnya anak darah itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan dia Imanuel yang berarti Allah bersama kita. Matius 1 ayat 23 ini adalah penggenapan
4:43 dari Yesaya 7 ayat 14. Kita baca ayatnya. Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda. Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan dia Immanuel. Lahen yen adonai hulahem ot hine haal alma hara feyoledet ben fekarmo imanuel orang sering mempersoalkan korelasi antara matius 1 ayat 23 yang dipandang sebagai nubuat Yesaya 7 ayat 14 mereka
5:29 mempersoalkan bahwa Yesus Kristus tidak pernah dipanggil dengan nama Imanuel. yang artinya Allah bersama kita di dalam hidupnya. Dan untuk memahami ini, Anda harus paham filsafat Ibrani. Orang-orang Ibrani, satu orang bisa memiliki lebih dari satu nama. Dan setiap nama yaitu Syem yang disematkan kepadanya lebih bersifat karakter atau jiwa, yaitu nesyama. Sehingga orang yang menyandang nama memiliki jiwa dari nama yang disematkan kepadanya. Nama dalam filsafat Ibrani lebih dari sekedar label, lebih dari sekedar panggilan.
6:15 Nama adalah jiwa, nama adalah karakter. Dalam filsafat Ibrani kuno, kata untuk nama adalah Syem. Sham memiliki hubungan etimologis dengan kata nesama yang berarti nafas atau jiwa atau nyawa. Bahkan kadang nesyamah disinonimkan dengan neves yang bisa juga berarti nafas, jiwa, hidup, keinginan atau eksistensi manusia. Dengan demikian, dalam paradigma Ibrani, memberi nama bukan semata-mata memberi label identitas atau memanggil namanya dengan suara, tetapi pemberian nama
7:02 adalah menyematkan jiwa atau karakter atau potensi eksistensial kepada orang itu. Nama adalah pintu ke dalam esensi seseorang. Dalam sejarah Alkitab banyak contoh orang yang mendapatkan nama-nama baru dan nama baru itu mencerminkan perubahan karakter, misi atau status rohaninya. Misalnya, nama baru bukan hanya formalitas. Ia menyatakan transformasi batin sekaligus panggilan hidup. Misalnya yang pertama adalah Abram menjadi Abraham. Nama Abram Afrang artinya bapa yang luhur atau dapat dibaca sebagai af Aram artinya bapak
7:51 orang Aram. Kemudian oleh Tuhan namanya diganti menjadi Abraham yang artinya bapak sejumlah bangsa besar. Afham Goyim. Mungkin pada mulanya Tera menginginkan putranya akan menjadi bapaknya bangsa Aram. Karena memang mereka berasal dari Urkasdin dan kemudian pindah ke Haran. Dan memang darah itu adalah daerah yang menggunakan bahasa Arab. Dan Tuhan kemudian mengubah nama Abraham ini menjadi Abraham. Perubahan nama ini menandai perluasan misi dan perjanjian Allah. Bahwa kamu Abraham tidak hanya menjadi bapak bagi orang Aram, tetapi kamu akan menjadi
8:37 Afamon Goyim. Kejadian 17 ayat 5. Bapak dari sejumlah bangsa yang besar. Abraham dipanggil bukan hanya sebagai leluhur satu keluarga saja, tetapi dia menjadi bapak bagi banyak bangsa. Kemudian contoh yang kedua adalah nama Sarai menjadi Sarah. Nama Sarai artinya putriku atau my princess. Kemudian dia diubah menjadi Sarah yang artinya putri bangsawan atau ratu. Nama baru ini mencerminkan inklusivitas perjanjian bahwa Sarah menjadi ibu bagi bangsa-bangsa. Kejadian 17 ayat 15 sampai 16. Dan status rohaninya
9:23 diperluas bersama-sama dengan Abraham. Contoh yang ketiga adalah Yakub yang diubah namanya menjadi Israel. Nama Yakub bahasa Ibraninya Yaakov yang artinya dia yang memegang tumit. Kemudian oleh Tuhan diganti namanya menjadi Israel yang artinya dia bergumul dengan Allah dan dia menang. Atau Israel ini dalam artian Israel, the prince of God. Dan inilah perubahan karakter yang paling dramatis. Yakub berubah dari seorang penipu yang manipulatif menjadi pemenang rohani dan namanya menjadi identitas bagi bangsa
10:10 pilihan. Jadi kita sudah memahami sekarang ketika kita memanggil seorang dengan nama itu bukan sekedar memanggil identitas luarnya. Nama itu memanggil seluruh jiwanya, potensinya, dan jalan hidupnya. Dalam pengertian itu kita dapat mengaplikasikan filsafat Ibrani pada nama Imanuel. Imanuel Allah yang menyertai kita dan itu disematkan kepada Yesus Kristus. Dan bila kita pahami dalam lensa Ibrani, nama itu bukan sekedar prediksi historis bahwa Allah akan datang di antara kita. Nama itu adalah deklarasi esensial bahwa
10:57 hakikat Allah bukan hanya sebagai entitas metafisik, karena dia telah memilih untuk memasuki kehidupan manusia untuk tinggal bersama-sama dengan manusia yang dikasihi. Dengan demikian dia melakukan satu tekad untuk inkarnasi. Allah yang menjadi daging menjadi sama dengan makhluk ciptaannya. Ketika kita percaya bahwa Imanuel, kita tidak sekedar percaya pada sebuah cerita, melainkan kita membuka diri untuk menerima Allah yang tinggal di dalam pribadi kita. Maka Imanuel menjadi panggilan identitas. Ketika kita
11:42 mengenal Dia, kita juga menerima bahwa identitas kita ini berhubungan dengan Dia. bahwa nama bukan sekedar kata tetapi kehidupan. Sehingga dengan pengertian filsafat Ibrani ini kita dapat bersama-sama mengerti korelasi antara Yesaya 7 ayat 14 sebagai nubuat dan penggenapannya dalam Matius 1 ayat 23. Pembunuhan semakin nyata penggenapannya dalam pelayanan Tuhan Yesus Kristus. Contohnya ada mukjizat yang terjadi di sebuah kota yang bernama Nain di wilayah Galilea ketika Tuhan Yesus dan murid-muridnya berjalan bersama-sama
12:28 dengan orang banyak. Dan ini dicatat di dalam Injil Lukas 7 ayat 11 sampai 17. Saat melihat janda yang sedang berduka, Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan. Ia menghampiri usungan jenazah, menyentuhnya, dan memerintahkan anak muda itu untuk bangkit. Dan anak muda itu pun hidup kembali dan diserahkan kepada ibunya. Dan peristiwa ini membuat orang banyak memuliakan Allah. Kita baca Lukas 7 ayat 16 yang memberikan suatu bukti bahwa inilah bukti secara nyata Imanuel Allah yang bersama-sama dengan kita. Kita baca
13:14 ayatnya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita dan Allah telah melawat umat-Nya." Perhatikan pada frasa Allah melawat umatnya adalah pengertian secara konkret Imanuel Allah yang sedang bersama-sama dengan kita. Tuhan Yesus membangkitkan anak muda diin dan orang banyak melihat pelayanan mukjizat Tuhan Yesus seperti Elia atau Elisa. Dan orang banyak itu melihatnya sebagai figur profetis yang besar yang dulu pernah membangkitkan orang yang mati. Di dalam diri Yesus
14:00 Kristus terbukti bahwa memang Allah sendiri yang sedang hadir melawat umatnya. Walau Tuhan Yesus tidak pernah dipanggil dengan nama Imanuel, tetapi fungsi dan manifestasi Yesus Kristus menggenapi makna Imanuel. Allah beserta kita. Sehingga Lukas 7 ayat 16 ini adalah satu teks terkuat yang menegaskan kehadiran Allah secara langsung melalui Tuhan Yesus Kristus. Dan Yesus bukan sekedar agen manusia. Tuhan Yesus bukan sekedar nabi, tetapi dia adalah Allah yang mendatangi, melawat, dan hadir di tengah-tengah umatnya. Itulah Imanuel Allah yang
14:49 bersama-sama dengan kita. Selanjutnya kita akan menghayati renungan Natal dan inkarnasi Allah yang menjadi terang di dalam kehidupan kita. Dan mari kita merenungkan satu nama Mesias yang paling lembut namun paling dahsyat yaitu Imanuel. Allah yang menyertai kita. Bukan hanya Allah yang jauh di langit, bukan Allah yang sekadar mengawasi, tetapi Allah Imanuel adalah Allah yang tinggal bersama-sama dengan kita. Dan lebih dari itu Allah yang ingin tinggal di dalam kita. Tuhan Yesus adalah Imanuel. Artinya melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Allah datang ke dunia
15:34 untuk menyertai dan menolong manusia. Allah bukan lagi Allah yang jauh, tetapi kini Tuhan Yesus, dia adalah Allah yang dekat. Dia mendengarkan doa dan yang tahu kebutuhan hidup kita. Di dalam tradisi Ibrani, kehadiran Allah disebut syekina. Kehadiran ilahi yang berdiam dan tinggal yang membuka kemahnya di tengah-tengah umat. Dan pada Natal syekinah itu turun bukan dalam api, bukan dalam angin, bukan dalam gempa, tetapi dalam rupa seorang bayi. Sebuah misteri yang begitu dalam. Allah yang maha tinggi menjadi yang paling rendah. Di antara seluruh gelar Mesias, tidak
16:22 ada yang lebih lembut sekaligus lebih dahsyat daripada Imanuel. Bukan hanya Allah yang di atas kita, bukan hanya Allah yang di dekat kita, tetapi Allah di dalam kita. Ini adalah syekinah, kehadiran ilahi yang tinggal, yang berdiam, yang bersyaakan, yang bertaji Syekina mencapai puncaknya. Ia tidak hanya tinggal di kemah, tidak hanya di dalam bait, tetapi kini dia tinggal di dalam diri seorang bayi. Dan lewat bayi ini, Allah melawat umatnya. Inkarnasi
17:08 adalah terang yang menyelinap masuk ke dalam kegelapan. Injil Yohanes tidak memulai kisah Natal dengan peristiwa palungan, gembala, dan bintang. Rasul Yohanes memulai sebuah deklarasi kosmik di dalam Yohanes 1 ayat 5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. VHor heir Bahosyek. VHek lo hisigo. Yohanes 1 ayat 5 ini menggambarkan inkarnasi bukan sebagai peristiwa sentimental tetapi peristiwa kosmik. Perang itu bercahaya di dalam kegelapan
17:53 dan kegelapan tidak dapat menguasainya. Di dalam Midraj Yahudi ada konsep Orhagianus, terang yang tersembunyi, cahaya yang tersembunyi dari hari pertama penciptaan yang Allah simpan untuk orang-orang yang benar. Sebagaimana ditulis dalam Besyit Raba 12 ayat 6. Orhaganus, sebuah cahaya yang tidak pernah hilang tetapi disimpan oleh Tuhan menunggu saat yang tepat untuk dinyatakan. Dan Rasul Yohanes ingin kita melihat bahwa terang itu bukan energi, bukan sinar, bukan metafora. Terang itu adalah pribadi. Itu adalah sang firman, itu
18:41 adalah sang putra. Itu adalah Yesus Kristus yang pada malam Natal cahaya yang tersembunyi sejak penciptaan masuk ke dalam dunia yang diliputi bayang-bayang kematian. Kegelapan yang paling dalam dari sisi manusia. Bapak-bapak gereja melihat Tuhan Yesus sebagai pemenuhan misteri ini. Sang terang yang dahulu tersembunyi kini menampakkan diri dalam rupa manusia. Dan ketika ia lahir, cahaya itu tidak hanya menerangi gua kandang di Betlehem, tetapi menembus di setiap sujud gelap di dalam diri manusia. Dan Imanuel bukan hanya Allah yang
19:29 menyertai kita, tetapi Allah yang di dalam kita. Inkarnasi bukan sekedar Allah yang turun, tetapi Allah yang menyatu. Yohanes 1 ayat 14 menuliskan, "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai anak tunggal Bapa penuh kasih karunia dan kebenaran." Kita baca bahasa Ibraninya. Nihya vasaron betoken kevodo kikevot benah leav rafeset.
20:17 Yohanes 1 ayat 14 ini menyatakan firman itu telah menjadi daging dan berdiam. Skeno yang berhubungan dengan kata Ibrani syakhan di antara kita. Kata berdiam ini merujuk kepada istilah mishkan, yaitu tabernakel atau kemah suci. Tujuannya bukan hanya untuk tinggal di sekitar manusia, melainkan untuk tinggal di dalam manusia. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, "Kristus ada di dalam kamu pengharapan akan kemuliaan." Kolose 1 ayat 27. Sehingga Natal berarti terang yang dahulu di luar kita kini menyala di dalam kita.
21:05 Pahamkan hati kita. Betapa besar kasih Allah dulu ada di zaman Israel di padang gurun. Ia tinggal di kemah suci. Kemudian dia tinggal di bait suci di Yerusalem. Tetapi melalui Yesus Kristus, ia memilih tempat tinggal yang baru di hati manusia. Immanuel bukan hanya bermakna God with us, tetapi God within us. Sehingga natal berarti terang itu tidak lagi ada di luar kita, tapi terang itu sekarang menyala di dalam kita. Immanuel menjadi terang yang membentuk karakter kita. The light within us bukan hanya cahaya pasif, ia menegur kegelapan
21:53 di dalam diri kita. Ia menyembuhkan luka batin kita. Ia menerangi keputusan kita. Ia membakar ego dan kesombongan kita. Ia menyinari masa depan kita. Ia menuntun kita untuk hidup seperti terang itu sendiri. Tuhan Yesus tidak hanya datang untuk kita. Tuhan Yesus datang ke dalam diri kita. Karena itu kehidupan orang Kristen bukan sekedar ritual atau pengetahuan. Kehidupan Kristen adalah proses menjadi terang. Karena sang terang tinggal di dalam kita. Matius 5 ayat 14. Tuhan Yesus berfirman, "Kamu adalah terang dunia. Maka kita adalah
22:39 refleksi dari Dia yang tinggal di dalam kita. Dia sang terang yang tinggal di dalam kita." Ketika Tuhan Yesus tinggal di dalam hati, The Light within Usia melakukan pekerjaannya secara sunyi namun pasti. Ia menegur setiap kegelapan di dalam diri kita. Ia menyembuhkan luka yang bahkan kita sembunyikan dari diri kita sendiri. Dan dia membakar kesombongan, iri hati, dan kepahitan. Ia menerangi langkah kita yang sering takut menghadapi masa depan. Natal bukan hanya cerita 2000 tahun yang lalu. Natal adalah pernyataan bahwa hari ini di tengah kekacauan dunia, di tengah
23:27 pergumulan pribadi kita, ada terang yang tidak padam. Tuhan Yesus tidak hanya datang untuk kita. Tuhan Yesus datang ke dalam kita. Ketika dunia gelap, Imanuel mengingatkan kita ini tidak sendirian. Natal bukan sekadar peringatan kelahiran. Natal adalah peringatan bahwa saat hati terasa kosong, Imanuel berkata, "Aku di dalam kamu." Dan saat jalan tampak gelap, Imanuel berkata, "Aku di dalam kamu." Saat jalan tampak gelap, dia berfirman, "Akulah terangmu. Saat dunia tampak keras, dia berbisik, damaiiku tinggal di dalam kamu."
24:14 Imanuel menjadikan kita bukan hanya penonton terang, tetapi penjala terang. Ia mengajar kita untuk menjadi pembawa cahaya bagi sesama yang sedang hancur dan lelah. Ketika dunia gelap, ingatlah terang itu sudah ada di dalam kamu. Dan jika hatimu sedang letih, jika jalan di depan terasa gelap, jika iman terasa kecil, ingatlah suatu hal. Jika engkau berjalan, engkau tidak berjalan sendirian. Imanuel, Allah berjalan di dalam engkau. Ketika dunia tidak menawarkan kepastian, Allah berkata, "Akulah terangmu." Ketika hati penuh kecemasan, ia berbisik, "Damaiku tinggal
25:00 dalam kamu." Ketika hidup terasa berat, ia berkata, "Cukuplah kasih karuniaku kepadamu." 2 Korintus 12 ayat 9. Karena itu Imanuel tidak menjanjikan jalan yang mudah, tetapi ia menjanjikan kehadirannya. Dan kadang-kadang itu lebih dari cukup. Dan biarlah terang itu menyala. Natal bukan soal lilin di tangan. Natal adalah soal terang di hati. Dan lilin itu tidak akan padam karena Imanuel Allah menyertai kita. Imanuel Allah tinggal di dalam kita. Imanuel Allah menjadi terang kita. Dan terang itu tidak akan pernah
25:47 padam. Tidak ada badai yang cukup kuat untuk memadamkannya. Tidak ada masa depan yang terlalu gelap bagi terang yang sudah tinggal di dalam kita. Dan hari ini mari kita berkata, Imanuel, terima kasih Engkau telah dekat. Engkau telah tinggal dalam hatiku. Engkau adalah terang yang membimbing setiap langkahku. Dan kiranya the light within us membuat kita berjalan dengan berani, mengasihi dengan tulus, dan hidup sebagai pembawa terang bagi dunia yang sedang mencari pengharapan. Selamat mengasihi dan selamat merayakan Natal.
26:33 BH Venuah Kodes Helohim Ead di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Allah yang esa. Amin. [musik] Di padang gembala, [musik] di malam yang hangis, datang [musik] seorang malaikat bawa [musik] berita. Jangan
27:19 takut [musik] ada berita kesukaan [musik] besar untuk seluruh [musik] bangsa. Hari ini telah lahir [musik] bagimu juru selamat yang [musik] itu Kristus di kota Daud. [musik] Danilahnya [musik] bagimu. Kami akan
28:04 menjumpai [musik] seorang bayi yang terbus [musik] dengan kain lampi dan terbaring di palungan. [musik] Kemuliaan hatimu di tempat maha tinggi [musik] damai sejahtera di [musik] antara manusia [musik] yang berkenan padanya
28:51 [musik] lahir [musik] bagimu selamat yang [musik] itu Kristus di kota Daud [musik] danilah
29:37 [musik] bagiMu kami akan menjumpai [musik] seorang bayi yang terbus dengan [musik] kain lambi dan terbaring di palungan. [musik] Kemuliaan hatimu di [musik] tempat maha tinggi damai sejahtera [musik] di antara [musik] manusia
30:22 [musik] yang terkenan kepadanya. hanya [musik]