0:00 Salam rahayu, salam sejahtera, salam budaya. Asalamualaikum. Halo dulur. Mudah-mudahan sehat selalu nggih. Lancar selalu rezekinya dan selalu dalam perlindungan. Tuhan yang maha esa. Amin. Dulur, tayangan kali ini saya akan bahas mengenai tahun dal nggih. Jadi, satu sura dimulai satu sura tahun 2025 ini masuk tahun dal. Nah, ini saya membahas mengenai hari sangarnya ya atau hari yang jangan dipakai untuk segala keperluan penting panjenengan. Nggih, monggo disimak dulur untuk lebih jelasnya. Wilujeng rahayu sugidangetaken. [Tepuk tangan]
0:47 [Musik] Dulur, bagi panjenengan yang tidak percaya atau tidak menggunakan hari-hari, monggo silakan skip saja nggih daripada menghabiskan waktu untuk menonton sesuatu yang sekiranya panjenengan tidak perlu. Tapi bagi panjenengan sing tetep nguri-nguri budaya jawi, sing tetap melestarikan apa yang ada pada tinggalan leluhur Jawa nggih yang mana selalu menentukan ee perhitungan di setiap kegiatan apapun. Nah, panjenengan bisa menghindari hari-hari yang saya sampaikan ini, nggih. Nah, hari ini adalah hari sangar
1:33 selama 1 tahun dimulai dari satu sura ya, Jumat Kliwon kalau menurut huruf asapon atau Sabtu legi dalugi untuk perhitungan abogi nggih. Saya akan menjelaskan keduanya karena memang berbeda dulur. Makanya hitungan itu ndak sama. Kenapa? Karena ada yang menggunakan petongan asapon, ada yang menggunakan aboge. Nggih. Untuk aboge sendiri itu memang babone dulur, patokane, pedomane nggih. Tetapi uripe huruf kui 120 tahun atau 120 tahun. Jadi sekarang itu sebenarnya sudah memasuki asapon. Tetapi karena
2:18 orang tua zaman sekarang masih ngikuti ee perhitungan primbon Jawa menggunakan abog nggih, maka hasilnya itu kadang tidak sama ya. Sedangkan saya pribadi saya menggunakan asapon karena saya mengikuti siklus kurup yang mana saat ini tuh sudah masuk asapon ya yang akan dipakai sampai tahun 1987 Jawa. atau masehinya itu sampai 2053 Masehi. Nah, hari-hari ini jangan panjenengan pergunakan untuk keperluan penting panjenengan seperti mau buka usaha nggih
3:06 awal mula ngerintis usaha jangan menggunakan hari ini. Kemudian hajatan dan hal-hal penting yang berkaitan dengan masa depan nggih. Apapun itu. Jadi jenengan catat nanti nggih. Sekiranya panjenengan hal penting yang memilih hari, maka hindari hari ini, nggih. Nah, saya akan menyebutkan hitungan saya berdasarkan ee huruf asapon dan abog nggih dulur. Jadi, panjenengan bisa pilih salah satu atau lebih baiknya memilih keduanya nggih amprih penake. Dan ini berlaku selama tahun dal nggih dulur. sur tahun dal ini sampai menjelang akhir besar nggih e
3:55 tahun B suro 2026 nanti nggih monggo dicatat ada yang bilang semua hari itu kan baik tidak ada hari yang buruk nggih dulur saya juga setuju kalau semua hari itu baik tidak ada yang buruk ng tapi dulur setiap adat punya peraturan masing-masing di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Artinya di Jawa itu kita hidup itu tidak sendirian, kita berdampingan nggih. Dino-dino sing dihindari ya, hari-hari yang dihindari bulan ataupun tahun ya di situ agar tidak gasrukan, tidak bergesekan dengan
4:40 energi-energi yang kontra dengan kita. Makanya saya juga heran ya dengan orang yang selalu menentang hari ya. Di mana katanya semua hari baik lah. Kalau semua hari baik lek nikah yo enggak usah milih hari berarti ya. Sekarang pengin nikah ya nikah saja. Sudah ngurus surat-suratnya jadi langsung aja nikah. Nyatanya pernikahan kan tetap menggunakan hari baik toh. Milih hari baik toh. Ngambil bulan ruah besar, Jumat akhir, Syawal. Ya lah milih hari baik dan bulan baik itu tujuannya untuk apa? Tapi kadang nentang enggak percoyo. Dino kui apik lah. Nyatane nikah saja masih butuh mencarikan hari. Jadi kalau
5:27 ada edukasi semacam ini, kalau tidak sependapat boleh-boleh saja. Cuma tahan jari jangan sampai lebih cepat daripada otaknya. Sak pinter-pintere awake dewe l dulur, leluhur kita itu luwih pinter nyatane iso merediksi sesuatu yang belum kita jalani tapi sudah disebutkan jauh-jauh hari. Nah, untuk hari-hari yang panjenengan hindari nggih untuk keperluan penting panjenengan selama tahun dal ini nggih ini untuk perhitungan huruf asapon dulu nggih. Yang pertama itu Jumat Kliwon. Kenapa? Karena Jumat Kliwon itu lahiri
6:13 tahun, itu galengan tahun. Bahasa Indonesiane itu awal suro ya. Asapon dimulai dari Jumat Kliwon untuk tahun dal itu jangan dipakai ya karena miwiti dino. Berikutnya yang kedua itu hari Minggu pahing atau Ahad pahing. Nah, kenapa tidak digunakan? Ya, karena ini hari tali wangk ya. diketahui dari 3 hari setelah awal surga tidak boleh dipakai untuk kepentingan yang menyangkut hajat panjenengan.
7:02 Lalu yang ketiga itu Kamis Wage. Kamis wage iki diarani sangar ing tahun atau tahun sangar atau entek-entekane tahun akhir tahun ya. ini menjelang malam sura nggih. Jadi tidak boleh dipakai. Dan yang keempat ini adalah hari Senin legi atau Senin Manis. Nah, ini awal satu sura di tahun J nggih dulur. Ini namanya Jatarang. Kenapa tidak boleh dipakai? Karena masih nipak jeik mambu-mambu satu sura tahun kemarin. Ibarate gini dulur. Ini tempat yang saya duduki nggih. Kemudian saya berpindah ke sebelah saya lagi. Tempat yang saya
7:49 pindahi ini kan masih anget ya, jadi ndak bisa dipakai karena masih hanget, masih berpengaruh. Nah, ditunggu sampai saya pindah tempat lagi. I wis gak bekas. Bahasa mudahnya seperti itu. Sebenarnya masih ada lagi, dulur, tetapi empat ini yang utama nggih yang panjenengan hindari untuk petongan asapon ya. Hari-hari yang jangan panjenengan pakai untuk kepentingan panjenengan. kepentingan vital nggih. Jumat kliwon, Minggu pahing, Kamis wage, dan Senin legi. Nah, untuk yang perhitungan abog sekarang nggih kita ya kebanyakan memang menggunakan
8:35 perhitungan abog karena pini sepuh-pini sepuh itu masih menggunakan abuke yang mana rumusnya masih menata dulur, masih tertata ya. Kadung penak ngitung gawe abog kui lanjut terus. ya. Ee sebenarnya masanya itu setiap 120 tahun itu ganti dan sekarang itu sebenarnya memang sudah ganti asapon tetapi ya tidak apa-apalah ya kita menghargai perhitungannya pakai abog atau asapon ya dan panjenengan bisa menggunakan salah satu dari perhitungan yang saya sampaikan atau menggunakan keduanya untuk perhitungan abog ya dal tugi tahun dal Ya, itu galengan tahunnya itu Sabtu
9:22 legi. Jadi, Sabtu lagi itu ndak dipakai. Kemudian yang kedua, hari tali wangkinya itu Senin Pon ya, jadi jangan dipakai. Kemudian yang ketiga itu Jumat Kliwon. Ini sangar ing tahun ini juga jangan dipakai. Dan yang keempat itu Selasa paing karena itu tadi ya, Jati Ngarang ya. Ini awal suro di tahun J ya, makanya disebut dengan Jing ya. Nah, untuk keempat ini panjenengan bisa hindari untuk perhitungan primbon Jawa abuge. Nah, terserah panjenengan kedelapan yang saya sampaikan ini dihindari semua atau pilih salah satu? Yang jelas saya
10:08 sampaikan kedua perhitungan supaya panjenengan tidak bingung ya. Kok bedo karo sing kae kae kae ii ii wis tak itungne wis tak delokne mengenai rumus abogi dan asap pon mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa panjenengan pergunakan ee untuk kebermanfaatan panjenengan dewe nggih. Dan inti dari apa yang saya sampaikan ini adalah supaya panjenengan menghindari hari-hari sangar ini ya. Sehingga apa yang panjenengan tentukan, panjenengan pilih, panjenengan lakukan itu tidak mengalami kegagalan, tidak menemui rintangan, hambatan, ciloko, tekor, atau bangkrut, dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya
10:54 ya. Agar panjenengan bisa berhasil dengan jalan yang panjenengan pilih atau panjenengan lakukan. Ini sebatas ikhtiar untuk menghindari harinya saja loh nggih dulur. Kalau hari baiknya ya ada hitungannya sendiri. Baik dulur, demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf nggih kalau penjelasan saya ini mungkin kepanjangan atau mungkin panjenengan tetap tidak paham. Kemampuan saya dalam berbahasa memang seperti ini. Mudah-mudahan bisa dimengerti. Saya Fitri Ika. Salam rahayu. [Musik]