Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan Dunia | Geograsi SMA

kejarcita www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia. Dijelaskan bagaimana faktor geografis dan sejarah geologis mempengaruhi keberadaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di berbagai wilayah. Selain itu, video ini juga menyoroti pentingnya mempelajari topik ini untuk meningkatkan kesadaran akan keanekaragaman hayati dan perlindungan lingkungan.

  • Sebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga zona: Asiatis, Peralihan, dan Australis.
  • Sebaran flora di Indonesia dibagi menjadi empat zona: Sumatera-Kalimantan, Jawa-Bali, Kepulauan Wallacea, dan Papua.
  • Sebaran fauna di dunia dibagi menjadi delapan zona, sedangkan flora dibagi menjadi enam zona.

Intro

Video ini membahas mengapa hewan seperti kanguru banyak ditemukan di Australia dan Papua, sementara tapir banyak ditemukan di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Hal ini disebabkan oleh sejarah geologis di mana Australia dan Papua pernah menyatu dalam paparan Sahul, sementara Sumatera dan Semenanjung Malaya tergabung dalam paparan Sunda pada zaman es. Setelah zaman es berakhir, kenaikan permukaan laut memisahkan daratan-daratan tersebut, sehingga hewan dan tumbuhan di wilayah tersebut memiliki kemiripan.

Zona Sebaran Hewan di Indonesia

Zona sebaran hewan di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah utama. Wilayah Asiatis meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, dengan fauna khas seperti gajah, harimau Sumatera, badak, dan pesut Mahakam. Wilayah Peralihan mencakup Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku, yang menjadi habitat bagi komodo, burung maleo, kuskus, dan katak terbang. Terakhir, wilayah Australis meliputi Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, di mana dapat ditemukan kanguru, walabi, burung cendrawasih, dan burung kasuari.

Zona Sebaran Tumbuhan di Indonesia

Zona sebaran tumbuhan di Indonesia diklasifikasikan menjadi empat zona. Flora Sumatera-Kalimantan didominasi oleh tumbuhan seperti meranti, damar, dan Rafflesia. Flora Jawa-Bali memiliki ciri khas edelweis Jawa, sedap malam, dan bunga kantil. Wilayah Kepulauan Wallacea (Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku) memiliki tumbuhan seperti kenari, cendana, dan bintangur. Sementara itu, flora Papua didominasi oleh eukaliptus, matoa, dan rhododendron.

Zona Sebaran Hewan di Dunia

Zona sebaran fauna di dunia terbagi menjadi delapan wilayah. Wilayah Ethiopian meliputi Afrika (kecuali bagian utara), Madagaskar, dan selatan Arab, dengan fauna khas seperti zebra, singa, kuda nil, dan jerapah. Wilayah Paleartik meliputi Eropa, Inggris, Afrika Utara, dan Asia Timur, dengan fauna khas seperti panda, unta, dan rusa kutub. Wilayah Neartik meliputi Amerika Utara dan Greenland, dengan fauna khas seperti bison, muskox, dan rakun. Wilayah Neotropikal meliputi Amerika Tengah dan Selatan, serta sebagian Meksiko, dengan fauna khas seperti piranha, belut listrik, dan anakonda. Wilayah Oriental meliputi Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan), dengan fauna khas seperti harimau Sumatera, badak bercula satu, dan orangutan. Wilayah Australian meliputi Australia, Papua, Maluku, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, dengan fauna khas seperti kanguru, koala, dan burung cendrawasih. Wilayah oseanik memiliki fauna yang mirip dengan wilayah Australian, dengan fauna khas seperti burung kiwi dan spenodon. Terakhir, wilayah Antartika meliputi benua Antartika dan pulau-pulau di sekitarnya, dengan fauna khas seperti penguin, anjing laut, dan paus bergigi.

Zona Sebaran Flora di Dunia

Zona sebaran flora di dunia dapat diklasifikasikan menjadi enam, yaitu padang rumput (ditemukan di Amerika Utara, Nusa Tenggara, dan Australia, dengan tumbuhan seperti rumput bluestem dan Indian grass), padang gurun (ditemukan di Afrika Utara, Timur Tengah, Tiongkok, Mongolia, dan Australia, dengan tumbuhan seperti kaktus, kurma, dan tumbleweed), tundra (ditemukan di lingkaran kutub utara, dengan tumbuhan seperti lumut kerak dan lumut rusa), hutan tropis (ditemukan di Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Republik Demokratik Kongo, dengan tumbuhan seperti pohon meranti, pohon murat, dan pohon akasia), hutan gugur (ditemukan di negara empat musim seperti Amerika Serikat dan Eropa, dengan tumbuhan seperti maple, beech, dan linden), dan taiga (ditemukan di Skandinavia, Kanada, dan Rusia, dengan tumbuhan seperti konifer, spruce, dan birch).

Mengapa Penting Belajar Tari Tradisi?

Mempelajari sebaran flora dan fauna bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam memilih tanaman yang sesuai dengan iklim di rumah. Selain itu, kita dapat membangun pengetahuan tentang kekayaan sumber daya alam dan bagaimana lingkungan hidup mempengaruhi keberadaan tumbuhan dan hewan. Hal ini dapat membangun kepedulian terhadap perlindungan tumbuhan dan hewan di tempat hidupnya, serta memahami dampak deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Tujuannya adalah agar keragaman tumbuhan dan hewan bisa terus lestari untuk generasi mendatang.

Soal Kece

Terdapat beberapa pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan, seperti hewan yang mungkin ditemui di Rusia, negara yang akan dikunjungi untuk penelitian, dan zona persebaran fauna di Kalimantan Timur. Penonton diajak untuk menuliskan jawaban di kolom komentar dan mengunjungi website atau aplikasi Kejar Cita untuk latihan soal.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:03 Sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia. Hai teman kece. Pernahkah kalian berpikir mengapa Kang Guru banyak ditemukan di Australia dan Papua, tetapi tidak ditemukan di pulau-pulau lain di Indonesia? Apa yang membedakan Papua dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia? Padahal Australia dan Papua tidak berada pada daratan yang sama dan dipisahkan oleh selores yang panjang. Contoh lainnya, tapir. Mengapa tapir banyak ditemukan hanya di wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaya? Ya, padahal kita semua juga tahu bahwa Sumatera dan Semenanjung Malaya dipisahkan oleh Selat Malaka. Tapi mengapa hal ini bisa terjadi? Ya,

0:50 penasaran kan? Yuk, langsung saja tonton video ini. Mengapa Kang Guru banyak ditemukan di Papua dan Australia? Serta tapir banyak ditemukan di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Pada zaman es saat permukaan laut sangat rendah, benua Australia dan Papua menyatu dalam satu daratan yang disebut paparan Sahul. Begitu pula Sumatera dan Semenanjung Malaya yang tergabung menjadi satu daratan dan dikenal dengan nama paparan Sunda. Kang Guru hidup di paparan Sahul, sedangkan Tapir hidup di paparan Sunda. Setelah zaman es berakhir, kenaikan permukaan laut dan aktivitas geologis mengakibatkan terpisahnya daratan Australia dari Papua serta Sumatera dari

1:37 Semenanjung Malaya. Oleh karena itu, tidak heran jika hewan dan tumbuhan di Papua juga banyak ditemukan di Australia. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan di Sumatera yang dapat dengan mudah ditemukan di Semenanjung Malaya. Nah, karena dahulunya pulau-pulau di Indonesia memiliki sejarah geologis yang berbeda, maka kenampakan biotik yaitu hewan dan tumbuhan yang ada di setiap pulau juga berbeda. Perbedaan hewan dan tumbuhan tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa zona sebaran hewan dan tumbuhan. Lalu, apa saja zona sebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia? Zona sebaran hewan di Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu wilayah Asiatis,

2:25 Peralihan, dan Australis. Wilayah Asiatis meliputi pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Hewan yang hidup di wilayah Asiatis adalah gajah, Harimau Sumatera, Badak, dan Pesut Mahakam. Wilayah peralihan meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku. Hewan yang hidup di wilayah peralihan adalah komodo, burung maleo, kuskus, dan katak terbang. Selanjutnya, wilayah Australis meliputi pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Hewan yang hidup di wilayah Australis adalah kangguru, walabi, burung cendrawasih, dan burung kasuari.

3:12 Sementara itu, zona sebaran tumbuhan di Indonesia diklasifikasikan menjadi empat zona, yaitu flora Sumatera Kalimantan, flora Jawa Bali, flora kepulauan, dan flora Papua. Tumbuhan yang dapat ditemukan di wilayah Sumatera dan Kalimantan adalah Meranti, Damar, dan Ravresia. Tumbuhan yang dapat ditemukan di wilayah Jawa dan Bali adalah Edelwis Jawa, Sedap Malam, dan Bunga Kantil. Tumbuhan yang dapat ditemukan di wilayah kepulauan Walsia adalah Kenari, Cendana, dan Bintangur. Wilayah Kepulauan Walsia mencakup kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Terakhir, tumbuhan yang dapat ditemukan

3:58 di Papua adalah eukaliptus, Matoa, dan Rododendron. Wah, ternyata flora dan fauna di Indonesia sangat beragam, ya. Lalu bagaimana dengan sebaran flora dan fauna di dunia? Zona sebaran fauna di dunia terbagi menjadi delapan, yaitu wilayah Ettiopian, paliatrik, Neatrik, neotropikal, oriental, Australian, Oseanik, dan Antartik. Wilayah Ethiopian meliputi seluruh benua Afrika kecuali bagian utara, Pulau Madagaskar, dan selatan daratan Arab. Fauna khas wilayah Ethiopian adalah zebra, singa, kudanil, dan jerapah. Wilayah palayatrik meliputi

4:44 daratan Eropa, Kepulauan Inggris, Afrika bagian utara, dan Asia Timur. Fauna khas wilayah paleatrik adalah panda, unta, dan rusak kutuk. Wilayah neatrik meliputi Amerika Utara dan Greenland. Fauna khas wilayah neatrik adalah bison, Muskoks, dan rakun. Wilayah neotropikal meliputi Amerika Tengah dan Amerika Selatan serta sebagian negara Meksiko. Fauna khas wilayah neotropikal adalah ikan piranha, belut listrik, dan anakonda. Wilayah oriental meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara yang termasuk Indonesia. Namun wilayah Indonesia yang termasuk zona oriental hanya Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Fauna khas wilayah

5:32 oriental adalah harimau Sumatera, Badak bercula 1, dan orang utan. Wilayah Australian meliputi benua Australia, Papua, Maluku, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna khas wilayah Australian adalah kangguru, koala, dan burung cendrawasih. Wilayah oseanik merupakan pengembangan dari wilayah Australian. Oleh karena itu, jenis fauna di wilayah Oseanik hampir sama dengan di wilayah Australian. Fauna khas wilayah oseanik adalah burung kiwi dan spenodon. Wilayah Antartik meliputi benua Antartika dan pulau-pulau di sekitarnya. Fauna khas wilayah Antartik adalah pinguin, anjing laut, dan paus bergigi.

6:19 Sementara itu, zona sebaran flora di dunia dapat diklasifikasikan menjadi enam, yaitu padang rumput, padang gurun, tundra, hutan tropis, hutan gugur, dan taiga. Padang rumput banyak ditemukan di Amerika Utara, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Australia. Contoh tumbuhan yang hidup di padang rumput adalah rumput bluem dan Indian Grass. Padang gurun banyak ditemukan di Afrika Utara, Timur Tengah, Tiongkok, Mongolia, dan Australia. Contoh tumbuhan yang hidup di padang gurun adalah kaktus, kurma, dan tumblew. Tundra terdapat di lingkaran kutub utara. Tumbuhan yang hidup di tundra adalah lumut kerak dan lumut

7:04 rusa. Hutan tropis dapat ditemukan di Asia Tenggara. Amerika Selatan dan Republik Demokratik Kongo. Contoh tumbuhan yang hidup di hutan tropis adalah pohon meranti, pohon murat, dan pohon akasia. Hutan gugur dapat ditemukan di negara yang mengalami empat musim, misalnya Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Tumbuhan yang hidup di hutan gugur adalah Maple, Beach, dan Linden. Taiga banyak ditemukan di negara-negara Skandinavia, Kanada, dan Rusia. Tumbuhan yang hidup di taiga adalah conver, sproge, dan birch. Wah, lengkap sudah ya penjelasan tentang sebaran flora dan fauna di Indonesia dan di dunia. Sekarang coba pikirkan mengapa ya kita

7:51 perlu belajar topik ini. Belajar topik sebaran flora dan fauna ternyata bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari loh. Misalnya jika kita ingin menanam tanaman di rumah, kita bisa memilih jenis tanaman yang sesuai dengan iklim di daerah kita sehingga tanaman kita tidak memerlukan perawatan berlebih. Selain hal praktis seperti memilih jenis tanaman, kita juga dapat membangun pengetahuan mengenai kayanya sumber daya alam di bumi ini serta bagaimana lingkungan hidup mempengaruhi keberadaan tumbuhan dan hewan di dalamnya. Dengan demikian kita dapat membangun kepedulian terhadap perlindungan tumbuhan dan hewan di tempat hidupnya masing-masing. Kita mulai memahami dampak deforestasi,

8:36 polusi, perubahan iklim pada kehidupan tumbuhan dan hewan di seluruh dunia, dan mengurangi kebiasaan kita yang dapat mengancam lingkungan tempat hidup mereka. Semua ini kita lakukan agar keragaman tumbuhan dan hewan bisa terus lestari untuk generasi mendatang. Sekarang yuk coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Satu, kemungkinan hewan yang ditemui oleh Iren di Rusia adalah [Musik] dua. Kemungkinan negara yang akan dikunjungi oleh Gary saat melakukan penelitian adalah tiga, jika didasarkan pada zona persebaran fauna di Indonesia, maka Kalimantan Timur termasuk ke dalam zona.

9:24 Coba tulis jawabanmu di kolom komentar, ya. Kalau mau latihan soal topik sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia, yuk kunjungi website kejarcita.id atau download aplikasi Kejar Cita di Play Store. Like dan share juga video ini ke teman kece lainnya, ya. Kejar cita, kejar ilmu, Rai Cita. [Musik]

10:20 Oh

Share

Ringkasan Video YouTube