SEBUAH BERKAT AKAN LAHIR DARI PROSES KEHILANGAN - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Khotbah ini membahas tentang paradoks kehilangan dalam iman Kristen. Mukjizat, kemerdekaan, terobosan, dan berkat seringkali lahir dari kehilangan, kematian, atau penderitaan. Prinsip ini bertentangan dengan kecenderungan alami manusia yang enggan kehilangan apapun, termasuk harga diri, kesabaran, atau pujian.

  • Kehilangan adalah prinsip utama dalam mengiring Tuhan.
  • Mukjizat dan berkat lahir dari kehilangan dan penderitaan.
  • Manusia secara alami tidak suka kehilangan.

Pembukaan

Pendeta Ruth membuka khotbah dengan rasa terkejut karena ditempatkan di sesi pertama, yang dianggap sebagai sesi tersulit karena peserta baru tiba dan mungkin merasa lelah. Ia bercerita tentang pengalamannya belajar berkhotbah, termasuk kesulitan dalam menyampaikan khotbah yang lucu. Tema khotbah kali ini adalah "Surrender" (Menyerah), yang menurutnya cukup berat.

Rehobot: Kelonggaran dan Ruang Baru

Pendeta Ruth membagikan impresi yang ia dapatkan saat berdoa untuk sesi ini, yaitu "Rehobot," yang berarti Tuhan memberi kelonggaran atau ruangan baru yang lebih luas. Ia berharap setiap peserta retreat akan mendapatkan kelonggaran dan ruangan baru yang lebih besar, lebih diberkati, dan lebih dahsyat setelah retreat ini. Ia mengajak jemaat untuk membuka kitab Kejadian pasal 26.

Prinsip Kehilangan dalam Mengiring Tuhan

Sebelum membahas kisah Ishak, Pendeta Ruth menjelaskan bahwa salah satu prinsip utama dalam mengiring Tuhan adalah prinsip kehilangan, yang seringkali tidak disukai oleh banyak orang. Ia mencontohkan ajaran Tuhan Yesus yang mengharuskan pengikut-Nya meninggalkan keluarga dan menyangkal diri. Manusia pada umumnya sulit untuk memberi karena takut kehilangan.

Kisah Perjalanan ke Israel dan Kehilangan Harga Diri

Pendeta Ruth menceritakan pengalamannya saat perjalanan ke Israel bersama rombongan Victory. Ia menggambarkan bagaimana para peserta, terutama ibu-ibu, sangat antusias berfoto di berbagai tempat, seperti Tembok Ratapan dan Kapernaum. Ia juga menceritakan pengalaman lucu saat ia dipaksa berdandan oleh ibu-ibu dan didandani dengan gaya "smoky ice" yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Momen Memalukan dengan Tour Guide

Pendeta Ruth melanjutkan ceritanya tentang pengalaman memalukan saat tour guide di Israel mengomentari riasannya yang terlalu tebal. Tour guide tersebut mengatakan bahwa wanita di sana tidak perlu banyak make-up untuk terlihat cantik. Pendeta Ruth merasa malu karena ia adalah satu-satunya yang berdandan tebal di rombongan tersebut.

Egoisme dan Konsep Kehilangan dalam Alkitab

Pendeta Ruth menjelaskan bahwa orang cenderung egois dan ingin selalu terlihat baik dalam foto. Namun, konsep yang diajarkan Tuhan dalam Alkitab berbalik dengan konsep dunia. Jika sebuah biji tidak jatuh ke tanah dan mati, ia akan tetap menjadi satu biji saja. Mukjizat, kemerdekaan, terobosan, dan berkat lahir dari kehilangan, kematian, dan penderitaan. Ia menutup khotbah dengan menekankan bahwa meskipun tema "Surrender" (Menyerah) tidak enak didengar, itu adalah bagian penting dari iman Kristen.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Perhatikan banyak perumpamaan, banyak pengajaran Tuhan. Semua kebanyakan berbicara tentang kehilangan. Intinya apa? Di dalam proses kehidupan mengikut Tuhan, prinsipnya sebuah mukjizat, sebuah kemerdekaan, sebuah terobosan, sebuah berkat akan lahir dari sebuah kehilangan. Kami ucap syukur sekali lagi Tuhan buat sore hari ini. Kami percaya Tuhan hadir di tengah-tengah kami. Dan di mana ada hadirat Tuhan, di situ ada kemerdekaan, ada kesembuhan, ada kelepasan, ada sukacita yang baru. Terima kasih Tuhan

0:46 berbicara buat kami semua sore hari ini kami siap untuk menerima di dalam nama Tuhan Yesus. Haleluya. Amin. Puji Tuhan. Bapak, Ibu, pada waktu saya membaca rundown, saya baru baca waktu terakhir ya. Kira-kira berangkat tadi pagi saya baru baca kemarin. Saya cukup terkejut karena saya ditaruh di session yang pertama. Session yang paling susah itu session yang pertama. Kenapa? Karena orang baru datang capek semua. Ngomong keseriusan saya tidur sama saudara. Ngomong gak serius suruh yang melawak. Tergantung mood, Bapak Ibu. Kalau lagi mood, kabelnya langsung

1:33 nyambung, antenanya, sinyalnya bisa gila. Tapi kalau nak keluar juga untuk melawak. Saya baru ngerti dalam dunia belajar khotbah. Jadi saya baru mengerti besok kita ada Pak Marcel ya, Pendeta Marcel kan. Ah, semua senang kan? Senang lucunya atau gantengnya? Firman yang disampaikan senang enggak? Jangan-jangan kalau ditanya, "Pak Marcel habis khotbah apa?" Enggak tahu. Ganteng sekali. Gawat, Saudara. Distraction. Ada yang ngaduk-manduk gak tahu. Pokoknya ganteng banget itu orang. Saya baru ngerti waktu belajar

2:18 tentang khotbah, Bapak, Ibu. Khotbah yang menurut saya paling susah itu khotbah ngelawak. Benar. Saya latihannya di depan suami. Saya tanya lucu gak? Sama sekali gak lucu. Jadi paling susah itu khotbah ngelawak dan paling khotbah yang paling tu bah ngamuk-ngamuk saudara paling gampang. Kenapa? Karena kita semua tendensinya punya ngamuk-ngamuk. Jadi mumpung waktu khotbah kita pelampiasan. Cek cek sat du cek.

3:04 Kita punya tema, Bu El. Ini kalau kasih tema beratberat lebih berat daripada tema akhir zaman. Surrender berat. Berat baca aja berat apalagi suruh ngerjakan lebih berat. Aduh aduh aduh. Gak apa-apa deh. Berhubung temanya ini mau gak mau saya terpaksa pakai tema ini juga kan. Saya mau cerita nih, Bapak Ibu, judul saya session pertama. Mudah-mudahan saya enggak kelamaan karena pendeta itu sekali pegang mic lupa. Jadi masih ada session yang lain. Jadi saya mudah-mudahan nak menyita terlalu

3:50 lama. Saya mendapatkan satu impresi, saya mendapatkan satu kesan pada waktu berdoa untuk session ini yaitu rehobot. Nah, itu yang saya mau bagikan sore hari ini. Arti kata rehobot kalau Anda baca di kitab Kejadian pasal 26 adalah Tuhan memberi kelonggaran. sebuah tafsiran yang lain dari arti Rehobot adalah ruangan baru yang lebih luas. Ada satu impresi yang Tuhan taruh bahwa setelah lepas dari retreat ini, saya berdoa setiap anak-anak Tuhan akan mendapatkan kelonggaran ruangan baru

4:37 yang lebih luas, lebih besar, lebih diberkatin, lebih dahsyat, lebih dalam segala-galanya. Amin. Sekarang kita buka Kejadian pasal 26. Saudara, sebelum bicara tentang cerita Isak, kalau Anda perhatikan di Alkitab sebetulnya salah satu prinsip utama di dalam mengiring Tuhan adalah sebuah prinsip yang saya percaya kita semua gak suka. Anda perhatikan dari kebanyakan pengajaran Tuhan Yesus, prinsip ini selalu diajarkan berulang-ulang, yaitu yang namanya prinsip kehilangan.

5:25 Perhatikan banyak perumpamaan, banyak pengajaran Tuhan, semua kebanyakan berbicara tentang kehilangan. Contohnya Tuhan bilang begini, "Kalau kamu mau ikut aku, kamu harus meninggalkan bapak ibumu, semuanya, keluargamu, ya kan? Ada prinsip kehilangan di situ. Barang siapa mengikut aku, dia harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut aku." Itu baru salah satu contoh pengajaran Tuhan selalu berkaitan dengan mengikut Tuhan adalah siap-siap untuk kehilangan. Masalahnya enggak ada dari saudara dan saya yang suka hilang, ya kan? Betul. Bapak, Ibu tahu gak kenapa orang paling

6:13 sulit untuk memberi memberi duit? Karena takut hilang. Orang sulit untuk memberi karena takut kehilangan. Paling sulit kita tuh kehilangan sesuatu. Kehilangan harga diri, kehilangan kesabaran. Pokoknya sesuatu yang diambil dari kita. Kehilangan pujian, kehilangan puja-pujaan. Contoh nih, tadi waktu makan siang sudah banyak loh acara foto-foto. Pokoknya kalau sama perempuan tuh foto terus isinya ya. Foto terus burut foto yuk, foto yuk. Satu angle bisa berbanyak-banyak angle ya. Saya masih ingat kesan paling impresif buat saya

6:59 waktu perjalanan ke Israel sama rombongannya Bu Eli. Ini ada teman-teman, ada Bu Weni, Bu Katherrin. Uh, Bapak Ibu, Anda gak tahu kalau kami berangkat ke Israel. Kita kalau berangkat ke Israel, pernah ada yang tahu ke Israel? Kita jalan di tembok ratapan. Masih ingat Eli? Jalan di Tembok Ratapan. Barisan kita ajaib, enggak ada yang ngatur. bisa berjajar seperti ini. Bisa berjajar seperti ini. Itu kalau di film slow motion mirip dengan genglen bos. Semuanya pakai high heill kecuali saya. Saya gak bisa high heal.

7:46 Begini jalan di Tembok Ratapan dan saya kasih tahu ya. Wah, pokoknya siap-siap kalau berangkat. Ini heboh hebah. Saya ditanya sama orang-orang Yahudi, beneran biasanya orang Yahudi gak pernah ngomong pamali sama orang asing. Tapi berkat mereka, orang Yahudi mau nanya sama saya. Dia tanya begini, "Are you artis? Are you actress, actor? Are you from Hollywood?" Saya jawab, no. Holyand. Not Hollywood. I kan. Wuh. It kebetulan sama suami juga. Suami ikut. Nah, suami

8:33 saya ini punya hobi foto. Woh, itu orang Jawa bilang tumbuh oleh tutup. Wah, ketemu. Cocok itu per peserta tiap peserta. Bu, foto. [tertawa] Pernah tahu tempatnya Kapernaum yang bekasnya sinagog runtuh. Itu kan cuman batu-batu kan? Iya toh. Ibu, Anda tahu namanya peserta retreat rombongannya Victory. Woh, satu orang di satu batu itu 10 angle, Bu. Pak Yopi tolong-tolong, Pak Yopi. [tertawa]

9:22 Terus nanti sini sini sini berdua. Itu baru di Batu Kapernaum. Masih ingat enggak kita berkunjung ke kuburannya Lazarus? Kuburan. Kuburan Lazarus itu tempatnya namanya kuburan kan kecil di dalam. Tapi mereka gak mau terlalu lama di dalam. Karena di luar itu ada tangga. Jadi tangganya tuh lebar-lebar, keren. Jadi ibu-ibu itu bisa kreatif, ayo cerut foto di sini, foto di sini. Itu tanpa ada yang ngajarin. Ibu-ibu bisa duduk zigzag. [tertawa] Zigzag. Ayo, Pak Yopi foto zigzag. Nanti

10:09 gaya lain lagi. Zigzag gaya lain lagi. Sampai Turgatnya bilang, "Burut, besok gak bisa loh seperti ini. Enggak sanggup saya. Mereka kebanyakan foto loh, Bu Rut. Mereka kebanyakan foto. Saya bilang begini, "Sudahlah, Pak. Ndak apa-apa asal mereka happy, nanti daripada enggak dibayar loh. [tertawa] Udah ikutin aja foto-foto." Tapi yang menjengkelkan, Bapak, Ibu, jadi tour guide, jadi pemimpin rohani juga harus siap kehilangan. Kehilangan apa? Suatu hari ibu-ibu ini ngomong gini, "Bur Rut, ndak seru, semua dandan. Ibu Rut aja yang gak dandan.

10:56 [tertawa] Ibu-ibu tahu apa yang dilakukan? Saya dipaksa makan pagi di ruangan makan didudukkan di kursi terpisah. Lalu saya dikeroyok tiga orang mendandan saya. Masalahnya mereka ini enggak ngelihat muka saya tuh cocoknya dandan style apa. Mereka asal tancap aja semuanya smokey ice. Saya didandanin smokey ice. Anda bisa bayangkan kalem-kalem kayak gini model polos inosent didandanin smoky ice dan saya gak bisa ngajak kan. Udah percaya aja Bu Rut cantik, Pak. Cantik pokoknya didandan saya gemeter. Saudara

11:44 Tuhan tolong saya, selamatkan saya dari percobaan ini. Masuk ke ruangan lift, selesai didandanin Bu. Suami saya ndak komentar apa-apa. Kalau cantik, dia pasti bilang, "Cantik, Non. Cantik gak apa-apa." Tapi dia no komen, berarti saya tahu gak cantik. Masuk lif, lif-nya ada kacanya loh. Bapak, Ibu tahu ada kacanya. Saya lihat lif-nya langsung gini, darah Yesus. Saya di dalam lif darah Yesus. Saya sendiri kaget lihat muka saya. Smoky ice. Ini aura dari hadirat Tuhan. Yang mana ini? Smoky ice. Terus kok ko kok

12:30 tak hapus ya? Tak hapus ya. Jangan gak enak sama teman-teman. Ak enak ya apa? Aku isin kok. Aku isin ini hitam kayak panda di tonjok ko. Ini kayak habis ditonjok loh. Ini enggak semy ini tonjok. Oh aku malu. Udah ndak apa-apalah sehari ajaalah besok pagi kamu cepetan hilang dari ruang makan aja. Ini sudah terlanjur sudah terlanjur. Gak enak sama teman-teman. Bapak Ibu kok ya hari itu pas sial saya. Saya pas Apes [tertawa] naik bis toh. Abuni kan selalu duduk di baris kedua kan Abuni ya toh. Turget di baris satu kan depan

13:15 masuk Bethtlehem targetnya kan ganti harus orang sana kan yang naik ini gini masuk dia langsung gini [tertawa] terus dia tanya sama tourgate-nya, "What is this?" Saya tahu kalimat itu. What is this? Langsung gawat. [tertawa] Saya mau dengar dia komentar berikutnya. What are they doing? Turgate saya bingung. What? What do you mean?

14:02 Why do they put make up too much? langsung gini. Mampus aku. Aduh. Aduh. Gawat. Saya duduk di baris dua. Aduh. Nanti kalau dia tanya Abuni mana Abuni? Aduh. [tertawa] Kenapa mereka taruh make up terlalu banyak? Saudara tahu komentar target-nya gini loh, Men. Wanita di sini untuk cantik gak perlu pakai banyak make up. Aku pas pakai lagi. Aduh, Anda bisa bayangkan dia pikir abuninya gimana loh. Malu kan aku. Akhirnya dia beneran tanya setelah dia

14:48 ngomel, "Wanita di sini cantik itu dari kesederhanaan. You don't need to put that make up too much. Ngomongnya gitu too much. [tertawa] Mukanya ndak enak too much. Mereka ndak tahu karena mereka di belakang sibuk ngobrol sendiri. Saya yang dengar pertama langsung stres saya. Terus habis itu sungguhan gogo. Tolong K de kalau tanya aku. Kamu aja yang maju kok. Loh, kamu abuninya kok. Ini juga ndak nolong saya suami saya loh. Kamu abuninya kok. Loh, tapi ini gak ada apa-apa sudah terlanjur. Biarinlah nanti kan gak ketemu lagi toh. Sudah terlanjur. Sungguhan tanya, "Where is Abuni?" [tertawa] "Where is Abuni?" Saya gini, Bapak Ibu.

15:38 Yes. Abuni. Can I talk to you? Talk to my husband. Talk to my husband. [tertawa] Udahlah, Bapak, Ibu sama Victory di mana-mana. Heboh, [tertawa] heboh beneran. Wuh, itu foto terbanyak sepanjang sejarah saya membawa rombongan ke Israel. Setiap orang punya koleksi foto yang amazing persis majalah-majalah F gue. [tertawa] Fog gue saudara. Lah masalahnya gini Bapak Ibu tahu kenapa mereka fotonya

16:24 banyak? Karena gini loh. Habis foto jepret. Mana Pak Yopi? Lihat lihat. Woh aku kok kurang miring ya? Oh aku kemiringan loh. Aku lupa gini loh. Aku kurang gini. kurang gini. Jadi, ya ampun revisinya enggak ada yang kita semua mau kelihatan jelek kan. Makanya kalau lihat foto pasti yang dilihat pertama foto saudara sendiri kan. Betul enggak? Foto bareng. Saya yakin di dunia ini Anda dan saya egois semuanya. [tertawa] Foto yang Anda lihat pasti foto saya. Selama foto saya cantik, oke, aman. lulus seleksi. Selama foto saya jelek,

17:09 ulang. [tertawa] Enggak ada orang yang pada dasarnya mau kehilangan. Mereka semua aku dan aku dan aku. Tapi di Alkitab konsep yang diajarkan Tuhan berbalik sama sekali dengan konsep dunia. Konsep yang diajarin Tuhan adalah jika sebuah benih sebuah biji tidak jatuh ke tanah lalu mati, dia akan menjadi satu benih saja. Lihat enggak enak semua. Intinya apa? Di dalam proses kehidupan mengikut Tuhan, prinsipnya sebuah mukjizat, sebuah kemerdekaan, sebuah terobosan, sebuah berkat akan lahir dari sebuah kehilangan. dari sebuah kematian, dari

17:56 sebuah proses penderitaan. Nah, ini yang saya ndak suka karena judulnya surrender. Kan enggak enak kan surrender.

Share

Ringkasan Video YouTube