STOP MEMBANTU ORANG MALAS DAN ORANG MANIPULATIF | PS DEBORA KRISTANTO

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang siapa saja yang sebaiknya tidak ditolong, bukan karena berhenti mengasihi, tetapi agar mereka mengalami pertobatan dan perubahan karakter. Tiga tipe orang yang dibahas adalah mereka yang tidak mau bertobat, orang malas, dan orang manipulatif. Intinya adalah menolong dengan bijaksana, memberikan apa yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan, agar orang lain dapat bertumbuh dan bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

  • Jangan menolong orang yang tidak mau bertobat agar mereka berharap pada Tuhan.
  • Jangan terus-menerus menolong orang malas agar mereka mau bekerja dan menjadi berkat.
  • Jangan menolong orang manipulatif agar mereka tidak terus memanfaatkan orang lain.

Pembukaan

Renungan pagi dimulai dengan doa syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan setiap hari. Firman Tuhan diharapkan menjadi rema dan membawa kebijaksanaan serta pengenalan akan Tuhan.

Orang yang Tidak Mau Bertobat

Jangan terus-menerus menolong orang yang tidak mau bertobat. Ini bukan berarti berhenti mengasihi, tetapi menghentikan dukungan yang justru membuat mereka tidak berharap kepada Tuhan dan terus melakukan kejahatan. Tetaplah berbuat baik kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan.

Orang Malas

Alkitab mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (2 Tesalonika 3:10). Membantu orang yang sedang mencari pekerjaan atau baru di-PHK adalah baik, tetapi jangan terus-menerus menolong orang yang memang malas dan tidak mau bekerja. Tuhan ingin setiap orang berubah, dipercaya, dan menjadi berkat. Bahkan pencuri pun harus bekerja keras dan berbagi dengan orang lain (Efesus 4:28). Jangan menjadi penghalang bagi perubahan hidup seseorang.

Analogi Ulat dan Kepompong

Analogi ulat dalam kepompong digunakan untuk menggambarkan pentingnya perjuangan. Jika ulat dibantu keluar dari kepompong terlalu cepat, ia akan menjadi lemah. Orang malas adalah orang yang egois dan tidak mau menjadi berkat, sehingga jangan terus-menerus membantu mereka. Kita dipanggil untuk menjadi pembimbing (coach), bukan perawat jiwa.

Orang Manipulatif

Orang manipulatif suka drama dan menjual cerita sedih untuk menguasai hidupmu. Mereka ingin menguasai pikiran, waktu, tenaga, dan uangmu. Mereka memanfaatkan orang lain untuk keuntungan sendiri dan tidak peduli dengan kebahagiaanmu. Mereka memutarbalikkan keadaan sehingga masalah mereka menjadi masalahmu. Kebaikanmu dianggap sebagai kewajiban, dan kamu akan merasa bersalah jika tidak menolong mereka.

Contoh Kasus Manipulasi

Contoh kasus seorang yang ingin menitipkan barang kepada hamba Tuhan di bandara menggambarkan bagaimana orang manipulatif membuat orang lain merasa bersalah. Hamba Tuhan yang menolak karena tidak tahu isi barang tersebut dituduh tidak punya kasih. Orang manipulatif akan terus memanfaatkan orang lain jika selalu ditolong.

Yesus dan Pertobatan

Yesus mengasihi dan rendah hati, tetapi tidak semua orang bisa mengendalikan Dia. Pertobatan adalah yang terpenting di hadapan Tuhan. Jangan selalu mengikuti keinginan orang lain hanya karena mereka lantang menyuarakan kebutuhan mereka. Setiap orang harus bertanggung jawab atas kehidupannya.

Kisah Bapak yang Memanjakan Keluarga

Kisah seorang bapak yang bekerja di luar negeri dan memanjakan keluarganya menggambarkan dampak buruk dari terus-menerus menolong orang yang tidak mau bekerja. Anak dan menantunya tidak ada yang bekerja dan selalu bergantung padanya, sehingga ia tidak bisa pensiun dengan tenang.

Masalah Orang Manipulatif Menjadi Masalah Orang Lain

Contoh kasus seorang yang meminjam uang saudaranya untuk DP rumah dan tidak mengembalikannya menggambarkan bagaimana masalah orang manipulatif menjadi masalah orang lain. Saudaranya kehilangan kesempatan untuk membeli rumah dan rumah tangganya menjadi berantakan.

Menjaga Diri dan Hikmat

Jaga dirimu sendiri dan jangan selalu menuruti apapun yang orang lain mau, sekalipun mereka menangis. Bantulah sesuai kemampuanmu, bukan sesuai keinginan mereka. Berdoalah kepada Tuhan untuk hikmat agar bisa membedakan siapa yang perlu ditolong dan siapa yang tidak.

Konsekuensi Memanjakan Orang Manipulatif

Orang manipulatif akan terus memanfaatkanmu jika kamu tidak bisa menolak. Mereka akan memeras hidupmu sampai habis. Ketulusanmu akan dilihat sebagai kesempatan untuk memerasmu. Tetaplah mengasihi dan berbuat baik, tetapi jangan memberikan apapun yang mereka mau.

Memberikan Apa yang Dibutuhkan

Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, agar kita memiliki karakter yang benar. Berikan apa yang orang lain butuhkan, bukan yang mereka inginkan. Hentikan bantuan agar mereka keluar dari zona nyaman dan bergantung kepada Tuhan serta kemampuan mereka sendiri. Target kita adalah supaya mereka berubah dan bertobat.

Penutup dan Doa

Doa memohon kebijaksanaan agar tidak mudah dimanfaatkan dan dimanipulasi. Visi "renew your mind" (perubahan cara pikir) diharapkan terwujud dalam kehidupan para pendengar.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:10 Shalom semuanya. Selamat pagi. Hari ini kita bertemu lagi di renungan pagi. Mari kita berdoa. Terima kasih Tuhan Yesus untuk pagi hari ini. Pagi yang cerah, pagi yang luar biasa. Karena setiap hari adalah baru bagi kami. Setiap hari adalah berkat. setiap hari adalah pengalaman perjalanan dengan Engkau, perjalanan mukjizat. Karena setiap hari kami ada di dalam penyertaan Tuhan. Dan hari ini kami mau mendengar firman Tuhan. Biarlah setiap firman-Mu menjadi rema, menjadi daging dalam kehidupan kami. Karena firman-Mu membuat kami bijaksana dan membuat kami semakin mengenal Engkau. Terima kasih Tuhan di dalam nama Tuhan Yesus. Haleluya. Amin. Firman Tuhan hari ini masih melanjutkan firman Tuhan di renungan pagi kemarin.

0:56 Kemarin kita membahas tentang siapa-siapa orang yang tidak perlu ditolong. Tidak perlu menolong di sini bukan berarti saudara berhenti menjadi orang yang mengasihi, berhenti untuk menolong orang. Tetapi di sini berbicara untuk tidak menolong lagi mereka yang punya masalah. Kayak yang pertama kemarin, kita jangan lagi menolong orang yang memang tidak mau bertobat, tetapi tolonglah orang lain karena masih banyak orang yang perlu ditolong. Bagaimana dengan ayat firman Tuhan tentang jangan jemu-jemu berbuat baik? Loh, jangan. Kita tentu saja jangan cemu untuk berbuat baik. Tetaplah menjadi orang yang baik tetapi bijaksana. Saudara sudah menolong seseorang. Tetapi kalau pertolonganmu justru membuat orang itu tidak bertobat, maka kamu harus berhenti

1:44 menolong dia supaya dia mulai berharap kepada Tuhan. Jangan mendukung kejahatan dia. Jangan mendukung sifat dia yang kurang baik. Engkau mungkin berhenti untuk menolong dia, tetapi engkau tidak pernah berhenti untuk menolong orang lain karena ada banyak orang yang perlu ditolong. Jadi, berhentilah menolong seseorang kalau pertolonganmu membuat dia tidak berhenti untuk berbuat jahat atau kalau pertolonganmu membuat dia justru tidak pernah bertobat. Yang kedua, siapa yang tidak perlu kita tolong? Yaitu orang yang malas. Karena Alkitab berkata begini di dalam 2 Tesalonika 3 ayat 10 berkata, "Sebab juga waktu kami berada di antara kamu,

2:30 kami memberi peringatan ini kepada kamu. Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." Nah, ini adalah firman Tuhan. Kalau kamu berkata bahwa oh sekalipun dia tidak mau bekerja, aku akan terus mencukupi dia, maka engkau tidak melakukan firman Tuhan atau engkau merasa lebih pintar dari Tuhan. Nah, orang tidak bekerja di sini bukan berarti kemudian langsung kita tidak bantu, tetapi kita membantu seseorang karena orang itu butuh makan, orang itu belum bekerja atau baru saja di PHK. Saudara harus menolong dia supaya dia masih tetap bisa makan. Saudara menolong dia supaya dia bisa melamar pekerjaan

3:17 lagi. Sehingga mungkin saudara memberikan dia biaya transportasi, biaya untuk nge-print ee ijazah dan sebagainya. Saudara mencukupkan kebutuhan dia. Tetapi berbeda kalau ada orang yang memang malas dan memang tidak mau bekerja. Nah, ini lain ceritanya. Kalau orang sudah memang tidak mau bekerja, kamu jangan lagi menolong dia. Jangan terus men-supplai dia untuk dia bisa makan, untuk dia bisa hidup. Karena sekali lagi Tuhan itu mau setiap orang berubah. Setiap orang harus bisa dipercaya oleh Tuhan dan supaya dia bisa menjadi berkat. Bahkan Alkitab berkata begini tentang seorang pencuri di dalam

4:02 kitab Efesus 4 ayat 28. berkata begini, "Orang yang mencuri janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan." Nah, Tuhan itu enggak cuma mau orang yang mencuri itu bertobat, tetapi sekarang kamu harus bekerja. Setelah bekerja meningkat lagi levelnya. Bukan hanya bekerja untuk dirimu, tetapi supaya kamu bisa menjadi berkat, bisa menolong orang lain juga. Nah, karena target Tuhan itu yang terpenting adalah pertobatan dan

4:49 perubahan karakter. Itu sebabnya jangan kita itu menjadi penghalang untuk orang itu mengalami perubahan hidup. Sama seperti kalau ada ulat di dalam kepompong, kamu membantu ulat itu supaya cepat keluar menjadi kupu-kupu. Karena ulat yang masih di dalam kepompong, kalau dia sudah menjadi kupu-kupu, dia akan berusaha keras untuk keluar dari kepompongnya. Itu kelihatan sangat ee susah sekali dia keluarnya. Lalu saudara membantu dia, maka dia akan menjadi lemah. Apalagi kalau dia tidak berusaha keluar dari kepompong dan kamu yang merobeknya. Nah, itu akan menjadikan dia bukan punya karakter Kristus karena dia menjadi orang yang tidak mau berjuang

5:35 menjadi orang yang malas. Karena orang yang malas adalah orang yang egois. Dia mementingkan dirinya sendiri. Dia tidak mau bekerja, tidak mau menjadi berkat. Dia menjadi benalu dan beban bagi orang lain. Itu sebabnya jangan membantu atau menolong orang yang malas. Pertama kali saudara harus menolong. Kalau terus saudara sudah tolong, tetapi dia tidak mau bangkit dari kemalasannya, maka berhentilah untuk men-supplai dia. Karena sekali lagi yang selalu saya khotbahkan, kita tidak dipanggil untuk menjadi perawat atau menjadi babysitter untuk jiwa-jiwa, tetapi seorang coach atau seseorang yang memuridkan orang lain supaya mereka bisa bertumbuh di dalam Tuhan. Yang ketiga, orang yang

6:20 tidak perlu kita tolong adalah seorang manipulatif. Seorang manipulatif adalah seorang yang suka drama. Dia suka menjual cerita kesedihan. Tetapi tujuan dia adalah untuk menguasai kamu. Dia ingin menguasai hidupmu. Dia ingin hidupmu itu hanya untuk dia. Pikiranmu, waktumu, tenagamu, uangmu untuk dia. Seorang manipulatif akan berusaha menguasai kamu, menguasai semua yang menjadi milikmu, menguasai hatimu, perasaanmu untuk kebutuhan Dia. Seorang manipulatif adalah seorang yang suka memanfaatkan untuk keuntungan dia, tetapi dia tidak peduli untuk kehidupan kamu. Orang

7:07 demikian akan menjadi orang yang sangat egois. Seorang manipulatif adalah seseorang yang suka memanfaatkan, tetapi sekaligus dia tidak suka dengan kebahagiaan kamu. Seorang manipulatif akan memutar balik keadaan sehingga beban dia menjadi beban kamu, kesusahan dia menjadi kesusahanmu. Bahkan setiap masalah yang ditimbulkan karena kebodohan dan karena dosa yang dia buat, dia ingin kamu yang bertanggung jawab. Seorang manipulatif akan memanipulasi kamu sehingga kebaikanmu menjadi kewajiban. Menolong dia menjadi kewajiban. Dia akan membuat kamu merasa bersalah kalau tidak menolong dia. Dia

7:53 akan membuat kamu merasa bukan orang Kristen yang baik kalau tidak menolong dia. Padahal dia sendiri tidak peduli dengan kamu. Kayak dulu ada seseorang mau nitipkan barang kepada seorang hamba Tuhan yang akan pergi ke luar negeri. Tetapi tentu saja hamba Tuhan ini menolak titipannya. Karena hamba Tuhan ini sudah ada di bandara dan jemaatnya menitipkan barang. Dia berkata enggak berani membawa barang demikian aja karena dia tidak tahu apa isinya karena membahayakan. Dan orang ini berkata, "Oh, hamba Tuhan kok tidak punya kasih dititipin begini aja kok tidak mau." Padahal hamba Tuhan ini bukan tidak mau dititipin, tetapi pada waktu dia mau memasuki masuk ke dalam orang ini titip

8:39 begitu saja. Yang hamba Tuhan ini tidak tahu isinya. Enggak mungkin kan dia langsung dititipin, dia bawa langsung dimasukkan tas dan lari ke pesawat. Nah, seringki seorang manipulatif dia akan membuat saudara bersalah, merasa saudara adalah seorang pendosa. Merasa saudara adalah seorang yang tidak punya kasih sehingga saudara menjadi serba salah. Dan orang ini beberapa kali berkata, "Hamba Tuhan kok curigaan, hamba Tuhan kok tidak punya kasih dan sebagainya." Tetapi hamba Tuhan ini luar biasa. Dia minta maaf tidak bisa membawa dan dia tetap masuk di bandara itu dan tidak mau mengambil barang yang dititipkan oleh jemaatnya sendiri. Nah, seorang manipulatif kadang tidak perlu dibantu. Dia akan berkata, "Kamu tidak punya

9:25 kasih." Padahal dia sendiri tidak punya kasih. Kalau dia punya kasih, dia mengerti kalau seseorang menolak titipannya. Karena dia harus paham kalau titipannya itu ternyata barang yang dilarang untuk dibawa ke bandara, maka orang itu bisa dipenjara. Nah, inilah seorang manipulatif dan kalau dia selalu ditolong maka dia akan terus memanfaatkan orang dengan gaya manipulatifnya. Tuhan Yesus itu mengasihi. Tuhan Yesus itu rendah hati. Tetapi tidak semua orang bisa mengendalikan Dia. Sekalipun Yesus sangat mengasihi, tetapi tidak semua orang dia turuti kemauannya. Karena sekali lagi yang terpenting di hadapan Tuhan adalah pertobatan seseorang. Hanya

10:11 karena seseorang lantang menyuarakan kebutuhannya, tidak semua hal harus kita ikuti. Karena pada dasarnya setiap orang harus bertanggung jawab atas kehidupannya. Kayak dulu ada seseorang saya kenal dia bekerja di luar negeri. Dia sudah tua. Seorang bapak dia sudah tua. Jalannya aja sudah agak bongkok. Tetapi dia tidak berani untuk pulang ke Indonesia. Kenapa kok tidak berani? Karena kalau dia pulang Indonesia belum cukup uang untuk masa pensiun dia. Kenapa? Ternyata sejak dia datang ke luar negeri untuk bekerja, dia termasuk orang yang memanjakan keluarganya. Sebenarnya dia membiayai keluarganya. Dia punya dua anak, kemudian dua menantu dan menantunya juga anak-anaknya

10:56 semuanya tidak ada yang bekerja. Selalu mereka berkata, "Karena pekerjaan susahlah, mereka dipecatlah bosnya jahatlah sehingga dia selalu membiayai keluarganya." Saya katakan bahwa itu salah dia sendiri karena dia terus membiayai anak-anak dan mantunya sehingga mereka merasa ngapain bekerja dan mereka bergantung kepada ayah atau mertua mereka. Padahal ayah mereka ini sudah tua sekitar umur sudah 70 tahun, jalannya sudah agak bungkuk. Bahkan tangannya itu, jari-jarinya ini sudah besar-besar gitu loh. Di sininya di sendi-sendinya itu kelihatan bengkak besar-besar begitu. Kenapa ya? Karena

11:43 dia terus membiayai orang yang tidak mau bekerja. Padahal Alkitab sudah berkata orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Karena kemalasan bukan karakter kerajaan Allah. bukan karakter anak-anak Allah. Seorang manipulatif akan membuat masalah dia menjadi masalah kamu. Ada seorang yang meminjam uang kepada saudaranya. Dia berkata bahwa akan diganti 1 bulan kemudian. Dia bilang sangat butuh. Nah, saudaranya karena mengasihi meminjamkan uangnya. Padahal uang ini adalah uang tabungan untuk DP rumah yang sudah dikumpulkan suaminya bertahun-tahun sampai terkumpul R50 juta. Dan saudaranya ini karena

12:28 mengasihi saudara dan percaya dia meminjamkan R50 juta kepada saudaranya dan ternyata saudaranya tidak mau mengembalikan uangnya. Pada waktu suaminya sudah menemukan rumah dengan nilai DP yang cukup dengan tabungan dia, dia dengan senang mengatakan kepada istrinya, "Dia bakal beli rumah." Pada waktu dia melihat tabungannya, ternyata tidak ada uang sama sekali. Istrinya nangis-nangis dan berkata, "Dipinjam saudaranya dan belum dikembalikan sampai hari itu." Padahal waktu itu sudah beberapa bulan berlalu, tetapi saudaranya tidak mengembalikannya. Suamiemya marah, marah banget karena harapannya hancur. Saudaranya bebas dari masalah, mereka berbahagia. Sekarang

13:15 yang punya masalah adalah saudaranya yang telah meminjamkan uang. Mereka tidak punya rumah. Mereka akhirnya bertengkar di dalam rumah tangga itu. Suaminya sangat sakit hati karena dia merasa kerja kerasnya selama ini sia-sia. Kedua, dia merasa ditipu oleh istrinya. Kenapa istrinya enggak ngomong dulu? tiba-tiba mengambil uangnya sehingga dia sangat kecewa. Nah, masalah dari saudaranya menjadi masalah dia. Kenapa? Seorang manipulatif dia pandai membuat cerita. Itu sebabnya saudara harus bisa menjaga dirimu sendiri. Sekalipun seseorang nangis-nangis, bukan berarti engkau selalu menuruti apapun yang dia mau. Bantulah sesuai dengan kemampuanmu, bukan sesuai dengan keinginan Dia. Itu sebabnya selalu

14:02 berdoa kepada Tuhan supaya kita punya hikmat. Ada orang-orang yang memang harus kita tolong, ada orang-orang yang tidak perlu ditolong. Seorang manipulatif akan suka untuk morotin kamu dengan jual ceritanya kalau bisa sampai habis. Selama dia bisa memanfaatkan kamu, selama dia melihat kamu tidak bisa menolak, kamu adalah orang yang mudah dimanfaatkan. Kamu adalah orang yang tidak pernah tega untuk berkata tidak, maka dia akan terus morotin kamu atau memeras hidupmu bila perlu sampai habis. Karena seorang manipulatif, dia melakukan segala sesuatu untuk kepentingan dia tanpa peduli pada korbannya. Justru ketulusan kamu akan

14:48 dia lihat sebagai kesempatan untuk memeras hidupmu. Sekali lagi, tetap mengasihi. Engkau tidak perlu kepahitan, tetap berbuat baik kepada orang itu. Tapi bukan berarti berbuat baik adalah dengan memberikan apapun yang dia mau. Tuhan aja di dalam kehidupan kita tidak semua yang kita inginin Tuhan berikan, tetapi yang kita butuhkan yang Tuhan berikan. Karena Tuhan mau kita memiliki karakter yang benar. Setelah kita menjadi orang yang benar, menjadi orang yang bisa dipercaya, baru Tuhan memberikan apa yang kita inginkan. Demikian juga dengan hidup kita kepada orang lain. Enggak semua yang dia inginkan kita berikan, tetapi apa yang dia butuhkan kita berikan. Bagaimana memberikan apa yang mereka butuhkan? Ya,

15:33 dengan stop men-supplai mereka, stop memberikan bantuan sehingga mau enggak mau mereka keluar dari convert zone mereka. Karena untuk mendidik orang adalah bukan dengan memberikan apa yang mereka mau, bukan memberikan apa yang mereka inginkan, tetapi berikan apa yang mereka butuhkan. Yang mereka butuhkan adalah ketegasan berhenti suplly supaya mereka akhirnya bergantung kepada Tuhan dan bergantung kepada kaki mereka sendiri. Karena target kita adalah supaya mereka berubah dan supaya mereka bertobat. Mari kita berdoa. Terima kasih kepada-Mu Tuhan, Engkau menyelamatkan kami untuk membawa keselamatan bagi banyak orang. Berikan kami kebijaksanaan

16:19 sehingga kami tidak mudah dimanfaatkan, dimanipulasi sehingga hidup kami hancur dan keluarga kami hancur. Tapi kami bersyukur firman-Mu mengajar kami hidup bijaksana. Dan biarlah semua yang ikut renungan pagi ini menjadi orang-orang yang bijaksana. Karena seperti visi yang Kau berikan, renew your mind, yaitu perubahan cara pikir, memperbarui cara pikir. Kami bersyukur kepada-Mu Tuhan. Terpujilah nama-Mu di dalam nama Tuhan Yesus. Haleluya. Amin. Tuhan Yesus memberkati dan jangan lupa untuk subscribe dan share video ini ke teman-teman yang lainnya. Tuhan Yesus memberkati. Selama kau besertaku

17:08 ku melihat ada mukjizat setiap hari. Selama ku menyembah-Mu. Selama ku menyembah. Kami percaya mukjizat-Mu Tuhan.

Share

Ringkasan Video YouTube