0:00 goal besarnya sih pengen bantu mereka biar mereka bisa jualan online. Rata-rata tuh yang masuk di saya orang-orang yang dari nol banget, Pak. Ee yang pengin saya latih adalah ilmu jualannya, Pak. Karena saya meyakini ketika ngerti jualan itu insyaallah bisa jualan apapun. Jualan bukan cuma jualan produk, Pak. Kita kalau mau ke masuk ke ke company jualan diri tanda kutip kan CV harus bagus, kita harus bisa ngejual orang personal branding, gitu. Jadi emang itu ilmu wajib sih, Pak, untuk kita bisa berubah hidup ya. Ya, episode kali ini sangat-sangat istimewa ya. Saya baru pulang dari ee Ceciang, satu provinsi di China. Wah, keren banget. Karena di sini ada empat kota besar. Ada Hanca, Hancau dengan
0:45 Alibabanya dan kemudian berkembang menjadi luar biasa. Dan yang membuat saya terperengah ternyata di China itu ya ee saya melihat bahwa pemerintahnya hadir ya mereka tahu bahwa live streamer digital marketing pelaku itu sangat penting. Karena mungkin menurut saya China sudah melihat ke depan itu ya jualan itu akan makin digital, makin tidak bertemu, makin tidak offline. Oleh karena itu, bayangkan ya ini saya belum pernah share. Di China ada sekolah itu ada di BY dan Dance yang memberikan kursus gratis untuk menjadi live streamer. Nanti bayar kalau mau ngambil ujiannya. Nah, ujiannya bayar 300 yuan. Tapi kalau lulus dapat sertifikat pemerintah
1:31 mengembalikan 900 untuk 600. Jadi menurut saya pemerintah betul-betul hadir dan ini menurut saya kemarin kita kan juga ada ruang kerja ya yang diberikan di depan ya dan ternyata saya enggak tahu apakah itu cukup efektif atau tidak. Mari kita terus belajar. Oleh karena itu, saya berkepentingan ya hari ini saya memaksa untuk hadir di studio seorang pelaku ee edukasi untuk menjadi digital marketer. Ya, ini tamu saya anak muda usia 33 drop out. Dia adalah Fahmi Audi. Terima kasih sudah hadir. Siap. Sama-sama. Terima kasih banyak, Pak undangannya. Apa nama perusahaanmu tuh? Mahir digital. Mahir digitalnya Mahir Digital. Jadi ini memberikan apa? Kursus training. Kursus.
2:19 Iya. Intinya bantu teman-teman supaya bisa jualan online. Bantu bisa jualan online. Yes. Bantu teman-teman supaya bisa jualan online. Kan kalau ngomong digital marketing sebenarnya luas banget ya, Pak ya. Iya. I ada affiliator, ada dropshipper, ada reseller, ada bangun brand, ada kerja jadi orang sebagai advertiser juga kolaborasi gitu. Nah, intinya kita ngajarin hal dari mulai basic-nya sampai advance-nya. golnya supaya mereka dapat duit dari jualan online gitu. Persis dilakukan oleh China ya. Jadi kalau udah gitu sejalan sejalan jadi iya jadi harus ikut saya lah ke Cina kamu untuk belajar. Gila gila gila gila. Pengin banget ikut Pak Mei ya Mei mungkin ya insyaallah doakan saya sehat gituah. Jadi bayangkan ya saya ngelihat kemarin
3:06 nih yang lebih gila lagi apa Mi mereka tuh ada kawasan industri. Saya kan sekarang di rebana. Jadi saya belajar tentang melihat kawasan industri. Rebana itu adalah aglomerasi kumpulan dari kawasan-kawasan industri. BYD tempat kita, Finfest P kita. Sepatu on Cloud juga di Rebana. Di sana itu ya ada kawasan industri khusus 30 hektar khusus live streaming 30 hektar khusus live streaming fashion. Oh. Wah. Jadi ada studio, ada kantor, ada apartemen, ada mall, ada gedung untuk catwalk. 30 hektar. Jadi betapa menurut saya China benar-benar apa mau membuat rakyatnya itu enggak nganggur lah kan dari situ kan bisa jadi pekerja bisa jadi bikin
3:53 usaha sendiri. Sudah berapa tahun mahir digital? Iya kalau saya pribadi digital marketing 12 tahun. Kalau di My Digitalnya sekitar 2 tahun. Jalan jalan 2 tahun. Heeh. Kurang lebih. Udah berapa yang yang e sekolah atau ngaji? Sekolah yang belajar di atas 10.000. Di atas 10.000. Iya. Membership-nya ya. kayak gitu member-membernya. Tapi kalau secara keseluruhan akumulasi kita ada webinar segala macam mungkin ya puluhan ribu sih, Pak secara total gitu. Oh, membership itu lain ya paketnya ya? Tahunan. Iya. Iya. Kita bikin sengaja setahun biar benar-benar mereka belajarnya tuh lengkap gitu, intens. Apa aja yang diajarin, Mih? cukup banyak dari hal basic dari advertising-nya e bikin landing page. Goal besarnya sih pengin bantu mereka biar mereka bisa jualan online. Jadi dari hal basic
4:38 rata-rata tuh yang masuk di saya orang-orang yang dari nol banget, Pak. Yang enggak punya background ya. Enggak punya background pemula, gaptek, bahkan modalnya pun juga terbatas. Nah, maka kita sediakan beberapa cara ya, beberapa pilihan. Kalau yang benar-benari nol biasanya pakai traffic organik atau gratisan. Jadi enggak pakai ads karena ada juga karena ibu-ibu baru masuk, bapak-bapak, ibu rumah tangga, modal terbatas, pengetahuan sama skill juga terbatas, kita ajarin ads pusing gitu ya. Saya aja masih pusing gitu. Nah, jadi solusinya dengan cara yang lebih sederhana. Jualan via WhatsApp, jualan via Instagram ee TikTok misalnya itu kamu ngasih pendinginnya gratis enggak juga. Oh, itu termasuk dalam paket tadi. Jadi, jualan bisa melalui WhatsApp, bisa melalui Instagram,
5:24 bisa bikin TikTok juga gitu. Jadi, ada banyak banget ee cara Iya. Facebook termasuk Facebook sama Meta kan e Facebook sama Instagram kan sekarang satu company ya, satu paket gitu termasuk juga. Terus apa lagi yang diajarin? Semua dari mulai ee meta ads, IG, Instagram Ads, nanti kamingung itu apa? Meta Ads dan Instagram. Jadi Metas itu cara ngiklan di meta ya. Jadi buat teman-teman yang sudah punya produk, biasanya kan masalah di UMKM itu mereka punya produk ya, Pak. Iya. Tapi enggak ngerti cara jualan. Karena cara jualan sama cara bikin produk itu dua hal yang berbeda, sangat berbeda gitu. Nah, banyak orang yang ngerti cara bikin produknya tapi mereka akhirnya dead stock enggak ngerti cara jualannya. Nah, saya itu 12 tahun enggak punya produk. Jadi, benar-benar saya cuman jualan
6:10 produk orang. Saya fokus di cara jualnya, digital marketingnya. Kerja sama sama banyak orang jualan produknya. He gitu. Nah, produk dari orang. Produk dari orang mau afiliator, mau misalnya kolaborasi sama banyak orang gitu. Kayak misalnya Pak Helmi punya produk terus kita colab itu juga bisa misalnya kayak yang tadi kita bahas. Nah, intinya adalah ee yang pengin saya latih adalah ilmu jualannya, Pak. Karena saya meyakini ketika ngerti jualan itu insyaallah bisa jual apapun. Termasuk harus ads itu ya. Salah satunya salah satunya salah satunya ads gitu. Jadi jualan itu kan banyak ya konsepnya kan banyak channel-nya, banyak caranya juga dan sayangnya juga banyak. Sayangnya juga banyak. Betul. Makanya kalau ngerti benar-benar cara jualannya, jiwanya, mentalnya, mau cara online, mau cara offline. Kalau kata teman saya ee jualan sama dengan ilmu anti miskin.
6:57 Jadi, at least ketika kita bisa jualan keluar dari company, minimal kita bisa hiduplah. Setuju. Setuju. Malah kalau saya pernah bikin seminar tuh untuk asuransi ya. Saya bilang, "Kalau mau kaya jadilah penjual." Hm. Karena margin paling besar itu adanya di penjual. Yes. Kita kan pertama kalau kita siklus produksi ya, pertama kan bikin desain. Desainer dapat duit enggak banyak. Heeh. Terus di apa? Produksi eh dari ide dulu yang punya ide biasanya kan dibayar di depan ya atau dia dapat fee enggak banyak, habis itu didesain enggak banyak fe-nya. Produksi enggak banyak. Enggak banyak. Ya, yang paling banyak itu adalah sal sales. Bayangin ya. Ada sepatu misalnya On Cloud atau sepatu Nike kalau saya boleh sebut nama. Kita belikan 100 euro gitu.
7:44 Bikinnya kan di Tangerang di Bekasi ya kan. On cloud sekarang sudah di Majalengka tuh tempat saya di rebana cuman berapa ya. Jadi saya jadilah penjual. Setuju saya. Jadi ee Fami di mahir digital ngajarin cara jualan termasuk beriklan. Termasuk beriklan salah satunya di cara bikin kontennya. Cara bikin konten. Cara bikin copywriting-nya. cara bikin landing page, cara reset produk gitu ya. Jadi A sampai Z-nya itu kita bantu ada beberapa video-nya juga di sana gitu. Wow. Bahkan jualan bukan cuma jualan produk, Pak. Kita kalau mau ke masuk ke Pak ke ke company jualan diri tanda kutip kan CV harus bagus, kita harus bisa ngejual orang personal branding gitu. Jadi emang itu ilmu wajib sih, Pak untuk kita bisa berubah hidup ya jualan.
8:29 No wonder ya e pemerintah Tiongkok begitu kepengin supaya seluruh warganya yang jumlahnya miliaran itu adalah mengerti ilmu digital marketing. Wah, itu bagus banget programnya. Benar-benar e bukan cuma di pabrik ternyata kan itu kan 30 hektar ya, Pak ya. Sebenarnya di toko-toko juga satu toko tuh 5 live streamer, 10 live streamer gitu. BR jangan, jangan kaget kamu di mall-mall itu. Itu ada live streamer tuh. Ada live streamer jalan, dia pakai portable gitu, pakai roda gitu, dia jualan bantu dari toko ke toko. Ada satu live streamer jualan mungkin ada 100 handphone kali. Hm. Ya, saya pernah lihat si jadi ya. Jadi menurut saya, mari kita belajar. Ee no wonder ya, China majunya luar biasa. Jadi yang daftar yang sudah ikut lebih dari 10.000. Yang sudah ikut lebih dari 10.000.
9:15 Yang berhasil menjadi digital marketing berapa orang? Berapa persen? Yang yang berhasil biasanya standarnya ini di bawah 50% gitu. Kita punya data track-nya. Kenapa enggak bisa kita tracking? Karena mereka banyak yang punya produk sendiri juga Pak. Datang belajar, mereka punya bisnis properti. Praktik ilmu dari MD ini saya singkat ya Rigital. Ilmu dari MD ini dipraktikin untuk bisnisnya mereka. Omset naik. Nah, kita enggak bisa nge-tracking. Kenapa enggak bisa traacking? Gitu karena kita enggak ada data omset mereka berapa gitu. Jadi, mereka kepentingannya cuman buat belajar aja. Mereka enggak jadi member. Mereka jadi member tapi makai ilmunya buat produk mereka masing-masing. Oh, kali itu enggak enggak enggak bisa kelacak sama kamu ya. Enggak bisa karena saya harus nanya satu-satu kan gitu. Tapi ya beliau lumayan banyak gitu. Kalau yang belajar dan keetraacking itu biasanya mereka yang masuk enggak punya produk.
10:01 Nah, 90% di MD ini memang enggak punya produk. Awalnya kan kita cuma ya udah platform aja buat belajar enggak ada produknya. Ternyata banyak permintaan Mas ini saya bingung mau jual apa gitu. Dari situ akhirnya kita kolaborasi sama banyak supplier digital produk fisik afiliator juga kita kolaborasi. Jadi orang-orang yang masuk mereka bukan cuma dapat ilmunya aja tapi mereka juga bisa jual produknya yang ada di situ. Kita kurasi dulu. Nah itu kita bisa tracking tuh produk apa aja yang laku, berapa banyak jenisnya dan segala macam. Jadi, Fami menyediakan produk juga ya untuk muridnya jualan. Akhirnya akhirnya mau enggak mau karena mereka bingung, Pak, nyari produknya kan juga enggak mudah. Enggak mudah, harus dikurasi lagi, ya. Harus dikurasi. Jadi, supply chain-nya lagi. Betul. Supplier banyak yang masuk, kita kurasi. Mana yang memang produknya
10:47 bagus, oke masuk ya sudah kita kolaborasi. Belum logistik lagi ya. Cara jualannya udah oke. Ada yang beli, tapi ngirimnya bingung gitu. Betul. Karena di awal kalau mau jualan itu jangan fokus ke bikin brandnya, jangan fokus ke produknya. Karena produk itu kan bikinnya terlalu enggak terlalu sulit sekarang kan. Tapi ketika sudah punya produk mereka gak bisa jualannya. Jadi saya prefer dan menyarankan mereka buat belajar ilmu jualan, jual dulu produk apapun. Reseller dropshipper. Reseller. Betul. Reseller, dropshipper. Teman-teman saya yang jadi reseller dropshipper juga banyak yang gede, Pak. Ratusan juta sebulan gitu. Itunya itunya bisa jalan. Modal ada ee kemampuan juga ada, skill ada pengalaman ada dapat jaringan juga. I baru pelan-pelan bikin brand baru ditambahin baru bikin brand bikin brand itu arti bikin produk sendiri ya bikin produk sendiri dibranding sendiri
11:34 gitu jadi saya aja butuh waktu mungkin ya tiap orang beda-beda. Tapi kalau saya pribadi tuh udah baru setelah 10 tahun baru akhirnya bikin brand sendiri gitu. Sebelumnya saya jualin produk orang aja properti saya jual dulu sempat jual produk yang di e Tokopedia buat handphone lah, casing dan segala macam gitu. Apa yang bisa saya jual dulu? Saya jual semuanya. Udah, udah tepat tuh, Luk. Ini ketemu saya. Saya kan lagi terhubung dengan banyak sekali asosiasi ee di China gitu. Asosiasi Home Appli, asosiasi medical Equipment, asosiasi stationary. Saya baru pulang tuh dari Ningbo. Jadi kalau mau butuh produk apa gitu dari China atau dari negara lain. Oh boleh Pak. Iya. Jadi kerja sama kita kan butuh produk ya. Butuh produk
12:21 langsung jualan juga. Saya diajarin oleh pami juga cara jualan zaman colab sekarang ya, Pak. Kita enggak bisa sendiri lah. Maksudnya saya saya ngapain fokus cari produk sedangkan sudah ada orang yang punya produk saya ngurusin haki, BPOM, Legal. Wuh repot apalagi punya pabrik. Enggak gampang bikin pabrik, Fami. Belum pernah didatangin oleh ormas. Ya, member saya ada teman-teman member saya ada yang sudah didatangin jual produk kedatangan akhirnya ternyata enggak gampang ya, Mas ya. Udahlah kita punya kalian masing-masing. Ada yang kalian ahli produksi enggak jago jualan ya kan? Ada yang jago jualan tapi enggak ahli produksi. Ya udah kabol saja. Benar ada rezekinya masing-masing. Ada partnya masing-masing. Jadi disarankan oleh pami dulu lah ya.
13:08 Orang untuk jualan dari kalau dari nol banget ya. Kalau benar-benar enggak ada capital enggak ada modal itu jadi apa? Dropshipper. Dropshipper bisa, affiliator bisa, reseller bisa. Banyak sih. Banyak caranya. Bisa. Kepalangan kamu akademisi dalam bidang ini. Apa sih bedanya dropshipper, reseller, apalagi tadi? Afiliator, sama satu lagi apa? Ee biasanya kerja sama. Kerja sama itu kolaborasi lah biasanya. Apa sih? Dropshipper itu apa? Dropshipper. Dropshipper itu kita jual produk orang tapi enggak perlu stok. Enggak perlu stok. Enggak perlu stok. Saya sebenarnya Iya. Gampangnya kalau di dunia industri property mungkin seperti agen ya. Ag ya enggak di dia enggak harus dibeli. Betul gitu. Jadi misalnya beli baju, kita enggak perlu bikin bajunya, kita enggak perlu punya bajunya, kita enggak perlu stok sama sekali.
13:53 Oke. Tinggal kontak ke supplier, mereka punya baju, eh ada yang beli nih hari ini 10 pisis. Itu harus harus kontrak dulu ya artinya atau harus punya perjanjian dulu dengan yang punya barang ya? Biasanya ada beberapa yang enggak udah langsung beli aja tuh ada beberapa yang kayak gitu cuma kalau mau eksklusif biasanya ada yang memang partnership langsung belinya gimana? Jadi kalau laku marketplace ada baru beli iya. Jadi ada supplier yang memang khusus buat ee dropshipper, tapi jumlahnya mungkin enggak bisa satu ya sekali beli jumlahnya bisa bisa satu. Bisa satu ya bisa satu. Jadi marginnya digedein sama mereka Pak. Jadi ada yang direbranding, ada yang memang marginnya di kali 2* 3 gitu. Jadi market di marketplace sama market di Instagram dan di meta berbeda. Produk yang sama dijual dengan harga yang berbeda. Laku dua-duanya.
14:39 He gitu. Jadi satu baju Rp50.000 di marketplace, satu baju Rp200.000 di IG. Sama nih bajunya nih, Pak. Oke. Laku dua-duanya. Itu uniknya. Mungkin saya mau basic banget nih ya. Karena saya tahu sekarang banyak yang jadi beginian kan dari ibu-ibu yang enggak punya background. Yang disebut marketplace itu apa sih, Om? Marketplace itu mungkin simpelnya kayak Shopee, Tokopedia, Lazada gitu ya. Oke. Oke. Itu marketplace. Itu marketplace. Betul. Jadi Heeh. Heeh. Jadi ada orang yang jualan di marketplace juga, ada orang. Jadi ada ada yang jualan di marketplace, ada yang jualan di e landing page. Biasanya itu semacam browser versi online ya atau kalau website kan yang versi ribetnya banyak tombol-tombol
15:25 segala macam. Oke. Nah, biasanya kalau mau simpel itu landing page selembar juga bisa tuh, Pak. Jadi kita menjelaskan tentang produk kita jual baju, bajunya terbuat dari apa, bla bla bla. Ada foto itu di dalam satu landing P. Itu bisa video juga dong ya. Bisa video juga gitu. Nah, kalau berminat hubungin ke sini. Ya, betul. Itu yang keranjang apa istilahnya itu? E itu beda lagi. Beda lagi apa lagi? Keranjang kuning. Keranjang kuning dari TikTok. Dari TikTok. Heeh. Nah, kalau landing page ini ee kita bikin website ya, ada domainnya kita sewa domain dan segala macam kita bikin sendiri. Nanti kita bisa desain sendiri tuh, Pak, produk kita. Nah, call to action-nya itu biasanya ke formulir atau ke WA. Ke WA I banyakan WA ya. Banyak. Nah, tergantung produk. Tapi WA bakil. Kalau kita push nanti ada WA nanti dia respon.
16:10 Betul. Betul. Nah, itu yang itu landing page. Itu landing page. Jadi kalau orang mau jualan ini kan mereka perlu tahu alur ya. Alur dari awal mereka beli eh dari awal mereka kena iklan sampai beli. Nah, itu beda-beda. Ada yang di TikTok. Kalau di TikTok biasanya mereka scroll TikTok ada keranjang kuning. Eh, ada lampu bagus nih, menarik yang tadi saya kasih contoh ya di belakang diklik. Nah, TikTok itu kan connect sama TikTok ee Tokopedia ya kan. diklik langsung masuk ke platform-nya, diklik beli bayar di situ, beres tuh. Nah, itu kalau pakai TikTok, kalau pakai iklan di meta sama di Instagram itu juga banyak tuh, Pak. Kita sebutnya ee funel ya atau corong ya. Corong itu juga banyak. Nah, salah satunya kalau mau yang simpel itu pakai landing page, bikin sendiri.
16:57 Jadi, kita bikin konten. Oh, tetap bisa bikin landing page. Bisa juga gitu. Jadi, walaupun melalui TikTok jualannya ya bisa juga ya. Cuma kalau TikTok kebanyakan langsung ke shop shopnya mereka. Betul. Kalau landing page ini biasanya dipakai buat ee yang iklan di meta, di Instagram, di Google juga bisa gitu. Jadi bikin satu foto, video atau foto baju diklik masuk ke landing page-nya. Landing page kan kayak browser ya, diklik lagi baru masuk ke nah ini bisa ke WA, bisa ke Shopee, bisa beli di situ juga. Nah, itu macam-macam tergantung kita maunya pakai yang mana gitu. Terus motong katanya ada potongan dari TikTok ya. Oh iya, ada kalau laku melalui mereka tuh ada potongan. Iya, TikTok, e, Shope, Tokopedia semua memang ada potongannya dan adminnya lumayan besar. Beda-beda. Ee ada yang
17:42 11. Kalau saya ada satu toko yang Shopee Mall I lumayan kayaknya gede 20 20% ya gitu. Jadi emang harus dimark up dan memang supaya bisa meng-cover itu ya. Supaya bisa meng-cover dan kalau saya memang pakai WA juga, LP juga, TikTok ee TikTok juga sama Shopee juga gitu. Cuman harga di Shopee sama di ee landing P saya bedain. Mana yang lebih mahal? Shopee pasti Shopee lah karena ada fee untuk Shopee-nya. Fe-nya besar sekali. Mereka saya dengar juga harus juga kita masang ads ya kalau tidak tidak dipromosikan. Salah satu strateginya bisa pasang ads juga. Betul. Itu diajarin juga di di tempat diir digital ada Shopee ada gitu. Shopee cuma jarang karena Shopee itu biasanya buat orang-orang yang sudah punya brand. Oh. Jadi kalau pemula banget nih, Pak, kalau ibu-ibu, bapak-bapak baru mau mulai biasanya mereka kan belum punya
18:28 produk sama sekali. Nah, itu mereka jual produk orang dengan dua cara. Kalau memang e skill setnya ada dan punya kemauan yang kuat buat ngulik, saya arahin ke ads. Oke. Oke. Belajar ads ya. Nih Rp50.000 sehari buat ngiklan itu bisa 5 chat masuk, tiga chat masuk gitu. Buat mereka yang pertama kali belajar tuh senang banget, Pak. Aku aja udah senang dong ya. Iya. Chat aja udah senang kan gitu. Karena itu shifting mindsetnya di situ biasanya, Pak. Dia mereka shifting banget. Oh, ternyata ada satu cara di mana kita enggak kenal sama satu orang pun. Kita ngiklan pakai uang Rp50.000 dapat lima chat. Belum beli loh, padahal dapat lima chat. Oh, ada nih yang nge-chat nyamperin kita. Itu aja buat mereka udah keajaiban, Pak. Iya. I gitu. Apalagi dari nobody enggak dikenal sama
19:14 sekali ya. Iya. Ternyata jadi kalau kalau organik berat ya. Nah, organik dibiarin aja gitu sampai orang tahu apa akun kita berat. Tergantung orangnya organik itu kan dalam arti kalau dibedah juga lumayan banyak ya, Pak ya. Ada yang memang organiknya ini memang mereka organik tapi mereka bikin konten sendiri Pak. He gitu. Kayak Pak Helmi kan bikin account IG kemudian enggak diklaim kan ya enggak ada adds kan. Nah kalau konten-konten yang memang menarik sesuai sama target marketnya view-nya bisa gede. He. Tapi kalau buat ibu-ibu yang mungkin mereka belum ya view-nya mana? dari views, dari view, dari view. Oh, udah bisa udah IG udah bisa monetizing belum kan? Oh, bukan bukan monetize kalau kalau kita jualan. Kalau jualan biasanya dari IG diarahin tuh oke diarahin ke link bio. Kalau dari IG dari
20:00 ke link bio. Nah, dari link bio baru kan ada link-linknya tuh ee ke Shopee kah, ke WA kah, ke mana kayak gitu. fashion misalnya produk fashion pasang di Instagram bikin konten dibost post diiklanin nanti diarahinnya bisa ke Shopee bisa ke website-nya langsung bisa ke WA-nya langsung gitu tapi kalau pemula banget saya nyaraninnya memang pakai traffic yang organik jadi pakai WA sama Instagram aja dari nol banget gitu mungkin kalau benar-benar pertama kali banget enggak punya modal saya selalu bilang kalau ke teman-teman kalau mau jualan, kalau mau bisnis itu pasti butuh modal. I. Nah, modal itu bukan cuman modal uang. Betul ya. Modal uang, modal waktu, tenaga, modal mikir. Nah, minimal kalau kita enggak punya uang mau mikir, mau ada waktu, mau
20:46 benar-benar ngeluangin energi dan segala macamnya. Nah, masalah banyak orang itu biasanya mereka enggak punya duit, malas juga Pak. Oke. He he. Itu tuh masalah yang paling berat banget gitu ya. Semua masalah bisa diberesin. Oh, saya enggak ngerti skill A, saya enggak ngerti skill B, saya belum bisa jualan ini, saya belum bisa copywriting. Itu ada solusinya. Tapi kalau alasan dia malas, nah itu ah susah ditolong tuh, Pak. Nah, jadi saran kalau emang benar-benar dari nol dan belum ada modal iklan sama sekali, saya nyaranin dengan cara organik ee lewat di awal lewat keluarga biasanya, Pak. H gitu. Jadi kita tahu diri, kita enggak punya apa-apa, ya sudah minimal tawarin orang-orang yang kita kenal dulu, family and friends ya. R1 ya biasa R1 itu kan keluarga besar ee kemudian R2 masuk ke teman, saudara dan seterusnya. He. Nah, R3 ee apa? Luang recup yang ketiga
21:34 baru kita masuk ke grup WA, masuk ke Facebook juga bisa, masuk ke Instagram juga bisa, bikin konten, bikin TikTok juga bisa dan segala macamnya. Jadi opsinya tuh sebenarnya banyak itu buat yang benar-benar enggak ada modal sama sekali, enggak ada laptop juga, enggak ada skill sama sekali pakai cara itu. Tapi kalau ada ads aja, kalau ada uang ya misalnya Rp50.000 R nih sehari buat ngiklan saya nyaranin ads aja karena LB efisien gitu bisa langsung dapat chat juga kan tidak idealnya kalau sebagai pemula mungkin kalau memerlukan budget untuk budget berapa ya ee 50 sampai Rp100.000 per hari biasanya Pak per hari. Per hari ya Rp3 juta lah kurang lebih ya. Rp3 juta sebulan ya. I dan itu uang dingin ya Pak maksudnya ya. Jangan jangan pakai buat e tabungan anak makan
22:20 buat sehari-hari gitu. Jangan dari pinjol juga itu udah salah mulai ya kalau dari pinjol ya. Oh, gitu. Dari e oke masih teori. Kalau reseller apa bedanya dengan Oh, I kita baru masuk dropship tadi. Reseller kita stok biasanya. Heeh. Jadi misalnya ada produk parfum, kita jadi resellernya dapat harga lebih murah, kita stok barangnya, kita bayar, kita jualan. Oke, gitu. Jadi bedanya reseller sama dropship, reseller stok produk. Kalau dropship kita enggak stok produk. Oke. Kalau affiliator, afiliator itu biasanya lebih ke digital. Kalau di TikTok biasanya mereka sebenarnya mirip-mirip kayak dropship, Pak. Cuma kalau dropship kan biasanya produknya produk ee apa namanya? Produknya produk fisik. Nah, afiliator pun ada keduanya. Itu biasanya buat istilah di TikTok gitu. Afiliator TikTok kan sekarang.
23:06 Jadi sebenarnya sama aja kurang lebih mirip-mirip. Cuman memang teknikalnya itu kalau di TikTok lebih automate. Jadi kita enggak perlu stok produk juga. He kita bikin konten kayak yang tadi saya contohin. Kita bikin konten. Eh, ini barangnya di sini nih. Cek keranjang kuning ya. Pas diklik ini masuknya bukan ke toko saya Pak. He. Tapi ke toko supplier. Iya. Nah, check out di sana, belanja di sana, transfer. Transfernya ke sana semua. Kita sedikit pun enggak ngurusin apa-apa. Bahkan brandnya brand mereka. Tapi kita dapat karena pakai link kita. Nah, kita dapat komisi. Mencari lead ya. Mencari lead. Benar. 3%, 7%, 10% cuman ya kecil ya pasti kecil angkanya gitu. Lead itu istilah untuk siapa yang melibatkan transaksi ya. Betul. Oke. Kalau kita promosiin terjadi
23:52 transaksi itu disebut dengan lead. Betul. Betul. Yes. Oke. Oke. Oke. Wah, saya dengar tuh ada afiliator kaya juga ya. Oh, iya. Afiliator. Ada yang sampai miliar-miliaran juga ya. Afiliator banyak, Pak. Afiliator apapun kan sekarang bisa diafiliatin ya. He. Ee company besar aja ya. Contoh Gojek ada affiliat. Ada affiliate-nya. Baung aja seorang afiliator ya. Iya. Artis sekarang artis afiliator ya. Partner saya udah kaya banget. Masih live TikTok, Pak. Masih live TikTok. Masih live TikTok gitu. Yang tadi kan belum tentu live ya, bikin video-video konten-konten aja ya. Iya betul. Rekaman konten 1 menit. Ini ada produk bagus nih. Saya jual baju bahannya begini gini gini gini. Dia check out ke sini yuk. Udah gitu doang. Dia enggak enggak enggak perlu stok produk apa-apa. Dapat tuan. Kalau apa sepengetahuan apa Fahmi
24:37 Heeh. Ada enggak sih seorang misalnya afiliator gitu yang penghasilannya berapa gitu? Yang saya kenal yang saya yang saya enggak kenal sih banyak yang yang saya kenal itu R00 juta R00 juta ada sebulan. Sebulan sebulan. Beliau punya 17 akun. Jadi nit-nya dibedain, Pak. H tergantung produknya ya. Tergantung produknya dan jadi hidupnya sehari begitu doang ya. Bikin konten sehari bisa 20 konten, 10 konten gitu. Review produk dapat dia review di meja gitu. Nah itu saya baru banget launching tuh kemarin Pak e-course-nya di My Digital e-course-nya. Jadi saya ajak kolaborasi karena kan saya enggak ngerti, saya bukan praktisi di TikTok, saya kan praktisinya di advertising meta sama di Instagram. Ya udah daripada saya repot-repot harus
25:23 terjun segala saya kolaborasi. Beliau sudah praktisi sudah lumayan lama juga omsetnya juga sudah ratusan juta. Saya kolaborasi beliau mau juga ee bangun visi bareng di MD. Akhirnya sekarang baru 2 bulan terakhir launching dan alhamdulillah cukup ramai yang nonton tiap kita webinar gitu. Jadi kita ada webinar rutin juga, Pak. Ada webinar juga. He. Jadi kalau kursusnya ini ada video, betul ya? Oh, belajar dari video. Betul. Online? Oh belajarnya belajarnya. Terus ada webinar juga live which is ya. Betul. Ada kopdar juga dengar ya. Ada Kopdar ada empat. Yang paling utama kita pakai video course yang eksklusif premium. Ee ini lebih dari 400 video ya. Kurang lebih. belajar apa aja ada di situ, belajar apa aja seputar digital marketing, ee sales, cara bikin video
26:11 ads, bahkan juga ada video ads ya. Ini belum pernah ada kayaknya deh cara bikin konten video ads-nya ada partner juga. Terus yang kedua ee selain 400 ini ada webinar. Jadi kalau mereka bingung nonton video, saya arahin mereka buat ikut webinar itu bisa 15 sampai 20 kali sebulan. Ee yang ketiga kopdar kopdar sebulan sekali saya sama para co-founder dan mentor tuh keliling seluruh Indonesia. kemarin ke Tulung Agung. Oke. Heeh. Sama yang terakhir grup WhatsApp ya. GR ya. Grup WhatsApp itu. Jadi situ bisa tanya jawab ya. Kalau mereka bingung mereka boleh nanya. Dua arah. Dua arah tanya jawab dari pagi sampai malam. Sabtu Minggu tetap on semua. Mentor saya ada 8 sampai 10. Yang yang nongkrongin yang nongkrongin 24 jam. Ee enggak pagi sampai malam gitu. Enggak
26:57 nafas kalau tadinya 24 jam Pak. Tapi keman mentor saya sendiri. Akhirnya standarisasinya jadi tinggi banget kan ya. Gimanapun ini company ya. Saya bangun perusahaan, ada karyawan-karyawan juga. Jadi kalau 24 jam kayaknya puyeng. Akhirnya dibikin pagi sampai malam tapi tetap gitu. Tapi Sabtu Minggu tetap aktif gitu. Dan mentor saya juga rata-rata semua praktisi juga. Wah, saya menyuruh anak-anak saya nih ponakan di dep. Eh, mahal tapi enggak R99.000 per bulan ya. 1,1 lah setahun kurang lebih 1,1. Bayarnya per bulan. Bayarnya per tahun atau per 6 bulan? Per 6 bulan. Per 6 bulan. 800 semua ilmu diajarin. Semua ilmu terkait dengan digital marketing. Kalau saya pribadi tuh banyak bahas kemarin soal mindset, money managemen, mental mental block juga cara
27:44 bikin goal yang efektif gitu. Jadi bukan cuma technical ads. Kalau technical ads di YouTube banyak, Pak sebenarnya. Tapi gimana cara ngebangun pondasi diri mereka yang kuat, punya mental yang kuat, enggak gampang nyerah, itu yang itu yang paling banyak, Pak, masalahnya ternyata. Karena kalau teknis tuh gitu-gitu aja, update ada. Tapi kebanyakan dari mereka, "Mas, saya gak bisa bikin landing patch, Mas. Udah coba nonton video, saya cobain dua kali enggak bisa." Mereka ngerasa ini bukan bidang mereka. Mereka mereka nyerah, give up dan mereka pindah bidang gua tuh. Kalau udah mentok banget enggak apa-apa. Masalahnya kan ini udah benar-benar nyoba enggak bisa. Maksudnya ketika mereka gagal, pindah bidang, gagal lagi pindah bidang. Kan mau sampai kapan ya, Pak ya. Gitu. Jadi yang saya kuatin di sana mentalnya. Ketika ada orang yang enggak
28:30 bisa, tapi ada orang yang bisa, berarti memang ada cara yang mereka belum tahu yang orang ini tahu. Ya, kita fokusnya ke solusinya gitu aja. Nah, itu saya bangun tiap hari benar-benar dan ya itu kekuatan kelemahan mereka paling banyak di situ. Bukan enggak ngerti teknisnya. Iya. Iya. Iya. Kadang-kadang gitu ya. Mental block, resilience ya, kemampuan bertahan gitu. Itu juga penting. Dia jadiin algoritma juga. Betul. Algoritma bikin konten copywriting dan segala macam juga di for basic ada gitu. Kamu punya punya berapa trainer punya berapa coach ya? Ee total 8 sampai 10. 8 sampai 10. Kalau yang internal 8 sampai 10. Tapi kalau yang kolaborator juga banyak colab. Justru saya banyak dengan siapa aja nih? TikTok affiliate. Ada satu praktisi dari Bandung. Mereka udah udah namanya Mas Rizki. Beliau juga udah handle e budget
29:16 lumayan besar miliaran juga. Omsetnya juga cukup besar. Terus TikTok Ads affiliator tuh dua hal yang berbeda. Marketplace spesialis itu juga ada namanya Mas E Fadel. Beliau punya agency juga ee Grand Slam kalau Bapak pernah dengar itu salah satu agency cukup besar juga untuk ee video ads. Jadi orang kan kebanyakan belajar bikin video. Iya. Nah, ini video ads, Pak. Video khusus iklan 30 detik sampai 60 detik dan itu konversi bagus banget. Jadi, jadi dalam waktu 60 detik dia bisa ngebedah segitu canggihnya sampai orang bisa benar-benar terhipnotis tanda kutipnya diajarin ada ilmunya ya. Diajarin gitu. itu ada ilmunya, bikin hook-nya, bikin kontennya, bikin visualnya kayak gimana, narasinya gimana. Gimana boleh boleh gitu. Terus ee TikTok tadi udah meta
30:05 juga meta ya. Terus eh pindah ke seberang saya ada satu materi digital marketing for travel umrah, digital marketing for property, digital marketing for apa itu baru kita buat juga gitu. sales sales eh materi ecor sales ini yang bawain mantan manajer eh ada satu perusahaan the best kalau pernah dengar Pak Besto eh perusahaan Fred Chicken cukup cukup besar ya di Indonesia cabangnya banyak itu dari satu cabang beliau bisa naikin omsetnya 2 sampai 4 kali lipat ke semua cabang dipraktikin omsetnya brek naik semua gitu itu mantan manajer sales-nya The Besto nah sekarang di Mahir Digital ngisi seputar sales dan megang brand saya juga sekarang brand saya. Kamu punya brand sendiri juga? Ada. Ada di balik layar ada beberapa
30:50 brand yang saya handle. Ada partnership, ada nge-handle produk ee apa brand fisik juga, brand herbal, ada ngebangun platform juga sama beberapa kolaborator. Yang herbal saya dengar sudah puluhan miliar ya. Amin, Pak. Amin. Kok amin kan? Udahlah deh. Terlalu humble dia. I lumayanlah, Pak. Oke. Background apa sih, Mi? Background saya enggak ada background bisnis, Pak. Saya kuliah tuh enggak nyambung, enggak enggak selesai juga dulu di UNJ Raumangun. Jangan dicontoh ya, Pak ya. Nih takutnya banyak mahasiswa yang ngelihat gitu. Banyak yang nanya bagusan apa sih kuliah atau kerja atau bisnis atau apa ya? Kalau bisa tiga-tiganya kan bagus ya, Pak. Kuliah jalan, bisnis jalan, pekerjaan jalan gitu. Ee cuma saya waktu itu mutusin untuk nah
31:38 ini yang banyak orang salah paham. Saya enggak lulus kuliah itu bukan karena malas. H karena sudah punya tujuan di tempat yang lain. H gitu. Jadi kan banyak orang yang bilang, "Oh, Bill Gates aja enggak selesai ya." Tapi mereka udah Iya. Mereka udah kuliahnya di Harvard. Harvard. Betul. Itu udah punya tujuan. Udah jadiin contoh masuk Harpard itu sudah hebat tuh. Udah sudah enggak tamat pun enggak ada masalah juga. Iya. Mau ada uang banyak juga enggak bisa Pak kan masuk Harvard tapi dulu apa terlalu sibuk sudah mulai ini jadi saya sambil kuliah sambil jualan sales offline dulu Pak saya jualan sempat multievel juga gitu. Akhirnya di maser di semester 67 kalau di saya kayaknya sertifikat enggak kepakai nih kalau di saya karena saya pengin kan bangun usaha gitu. Tapi kalau jurus apa dulu? PR Heeh. Ada related-nya dong kan berpromosi untuk jualan.
32:24 Harusnya ada, Pak. Cuman kan saya enggak pernah masuk, Pak kuliahnya. Itu mah lain persoalan kalau itu. Itu kuliah apapun, jurusan apap pun enggak ada enggak ada relevansinya dong. Harusnya sih ada ya. I saya dulu ngambil D3, habis itu pindah lagi ke kampus yang ngejar ijazah doang lah waktu itu. He. Cuman kayaknya enggak bisa nih duduk lama-lama di kampus. Saya orang lapangan. Otakmu udah dagang aja ya. Otak saya udah dagang juga. Dan kalau saya mikirnya memang jangka panjang kalau di saya memang tidak kepakai sertifikasinya. Jadi bukan berarti jelek atau apa ya. Kalau di kedokteran mau masuk apa ya itu mah kan wajib ya kuliah gitu. Jadi jangan dicontoh bagian ininya lah Pak. Kuliah jalan, bisnis jalan itu lebih baik lagi. Biasanya yang kecewa kan Bapak Ibu ya. Iya kan semua semua orang tua kan kepengin anaknya pengin anak lulus kuliah gitu cuma saya benar-benar ngomong dari
33:10 kehati ke hati dan saya buktiin sama mama sama siapa saya buktiin sama mama sama ayah saya dari SMA sudah jualan di saat teman-teman saya lagi pada main nongkrong pulang sekolah saya ngambil motor pulang 2 jam 3 jam ke trotoar ee ke stasiun ketemu orang ke Gramedia prospecting ya pokoknya jualan apa dulu saya jualan herbal offline terus saya prospecting ketemu sama orang yang ngelatih mentalnya di sana. Prod ee dulu produk dari China, Pak. Hm. Herbalnya apa? Shampo, obat? Ee obat-obat buat suplemen. Suplemen. Suplemen. Ada yang ada yang buat jantung, ada yang buat berat berat badan, ada yang buat tinggi badan, ada yang buat teh detoksifikasi. Produknya lumayan banyak. Ada puluhan dulu. Dari Cina ngant dari Cina gitu. Dari Cina saya kerja sama ada kantornya di Indonesia. Saya
33:56 jadi salah satu ee distributornya di sana. He. Mental saya dilihat di sana, Pak. Jadi saya dari SMA itu emang benar-benar wah itu sakit, Pak. Dari yang diajak sama teman nongkrong tiap hari sampai enggak pernah karena udah tahu saya pasti enggak bisa. H. Dan itu pas saya mau UAN. Jadi kelas 2, kelas 3 itu benar-benar tiap pulang sekolah saya jualan dan tiap Sabtu Minggu saya pasti ikut seminar buat belajar sama orang-orang yang up level yang jauh di atas saya ilmunya. Berapa lama itu proses itu? 2012 2011 sampai 2016 4 5 tahun 5 tahun 5 sampai 6 tahun lah kurang lebih di umur berapa kamu berhasil melakukan penjualan pertama 17 17 18 jual apa tahun dulu jual tadi jual herbal
34:41 herbal laku ya dulu Rp300.000 lumayan lah Pak Rp400.000 handphone pertama kali impian saya Blackberry yang kotak tuh yang 700.000 1000 second tuh ada itu udah alhamdulillah banget senang banget gitu dulu beli itu dulu kan butuh modal Pak saya tuh di di perusahaan sebelumnya itu benar-benar diajarin buat punya mental oh kan bekerja di perusahaan dulu ee jadi semacam kayak daftar distributor gitu Pak oh jadi bukan bukan kerja yang bukan yang dapat gaji bulanan bukan bukan freelance lah bas komisi freelance kalau jual sekian bisa dapat apa ini itu dan segala macam pakai bonus-bonus biasanya ya dapat bonus juga nah dulu modal itu Rp jut he namanya anak SMA enggak ada modal sama sekali. Dari orang tua juga waktu itu belum ada modal. Bukan enggak ada, enggak berani minta karena kan takut ganggu sekolah.
35:27 Akhirnya saya diajarin buat cari fokus ke 1000 solusi. He. Saya kontakin semua teman saya, dapatlah ee 40 orang per orang Rp50.000. Saya pinjamin satu-satu, Pak. R50.000 Rp50.000 Rp50.000. Total 40 orang dapat R2 juta. H gitu. 3 4 bulan balik modal. He. Jadi saya belajar kamu pinjamin supaya beli perduk kamu. Oh. saya ee daftar untuk membernya itu Rp juta waktu itu, Pak. Jadi saya butuh modal dulu. Oke. R juta di awal buat beli produknya dulu sebagai e apa? Agen Oh, jadi kamu daftar orang yang mau beli teman-temanmu. Saya minjam sama teman saya buat Jadi saya kan harus daftar R juta, Pak, buat daftar membershipnya. Nah, saya enggak punya R juta. Nah, makanya saya minjam ke 40 orang. Ke 40 orang. Tambeng juga muka lu ya.
36:12 Ya gimana enggak punya uang? Kalau gengsi juga enggak bisa hidup, Pak. Kalau gengsi mati katanya. Gengsi mati. Miskin loh. Gengsi enggak akan bisa bawa kita ke mana-mana. Tapi kalau kita ada uang, ada hasil, kita bergengsi kan jadinya kan. Kebayang loh kemampuan minjam utang ngutang dari teman-teman sendiri. Iya. Jangan dicontoh ya. Ini maksudnya konteksnya lebih ke kalau emang niat banyak jalannya. Banyak jalan, banyak sekali jalannya. Sampai sekarang juga cara itu masih bisa dipraktikkan. Bapak Ibu mau tahu W enggak tahu Pak enggak tahu sampai kamu kelas berapa atau umur berapa baru orang tua tahunya jualan tapi minjamnya tuh enggak tahu tahunya pas sudah balik modal waktu jualan enggak dikomplain enggak enggak komplain komplain komplain komplain cuma saya tahu yang saya lakuin itu niatnya baik buat ngebantu orang tua
36:58 oke jadi diat waktu itu kondisi orang tua lagi drop orang tua saya ada usaha percetakan dan saya baru tahu ternyata lagi drop lagi turun dan punya tanggungan yang cukup besar dulu tuh mesin-mesin tuh gede banget banget miliaran harganya dan kalau ke bank kan cukup ketat ya gitu. Dari situ kok ada hutang papa ada. Iya waktu itu ada tanggungan. Nah ee hebatnya takjubnya orang tua kan mau seeras apapun mereka enggak pernah ngeluh ya Pak ya. Itu ayah itu luar biasanya orang tua yang hargainlah ayahmu di luar dia mungkin mau diancam orang, dibunduh orang. Iya. I iya. Mungkin kecelakaan dia tidak pernah menger benar-benar kayak jadi pelindung keluarga tuh ayah ibu kerja sampai usia kepala 5, kepala 6 sampai sekarang ayah saya juga masih berkarya
37:44 gitu. Dan enggak ada satuun keluh kesah yang keluar keluar dari orang orang tua saya gitu. Enggak ada. Enggak ada. Heeh. Nah, itu ya saya merinding juga ngomongnya. Tapi namanya anak pertama saya mikir, "Wah, ini enggak bisa gini gitu." Orang tua saya enggak ngomong mau dibantu, tapi kan dari sudut matanya kelihatan. Kalau lagi saya tiga, saya pertama ee saya ada dua adik gitu. He. Dari matanya kelihatan kalau benar-benar yang mama lagi drop dan segala macam itu udah ditahan-tahan. Tapi mama dulu sempat bareng sama ayah wirausaha. Oh. Kemudian pas ee qadarullah drop baru akhirnya mama sempat kerja juga gitu. Tapi sekarang sudah pensiun. He. Itu ya. Ya udah dari situ saya diam-diam gimana caranya minimal banget enggak nyusahin orang tua.
38:30 H minimal minimal banget enggak nyusahin orang tua. Saya bisa bayar kuliah sendiri, saya bisa minta saya bisa jajan pakai uang saya sendiri gitu. Jadi berangkat dari situ, Pak. Makanya saya di SMA tuh ngelihat peluang apa saya ambil, lihat peluang apa saya ambil gitu. Dan saya selalu doa di sujud terakhir. Ini nih keajaiban momen saya tuh selalu mulai dari doa, Pak. Setiap saya doa minta sesuatu itu Allah langsung tunjukin jalannya. The power of doa. The power of doa. Dan afirmasi. Afirmasi. Jadi, ya Allah harus percaya. Percaya. Benar. Banyak yang doa gagal gara-gara enggak percaya, Pak. Enggak percaya. Benar. Exactly. Dan MD, Pak, sekarang lahir itu saya saya masih yakin itu kekuatan marketing langit. Doa dari orang tua, dari partner, dari komen-komen di YouTube sampai detik ini, keluarga, saudara itu tuh yang
39:16 langsung ke atas gitu, langsung ke Allah. Zakat tidak putus dong, ya. Ya, insyaallah. Alhamdulillah. Umur berapa kamu mandiri lepas dari Bapak Ibu? Begitu udah ya ee kuliah, Pak. Kuliah mungkin 18 19 ya sekitar 20-an lah. Itu saya sudah mulai enggak minta ya enggak minta sama orang tua gitu. Termasuk untuk SPP. Wah struggle tuh SPP di awal masih gitu tapi uang bulanan segala macam waktu itu minta untuk ya udah mah enggak usah dikasih lagi ya bismillah bisa berjuang sendiri aja. Masih jualan masih yang di perusahaan itu masih masih. Habis itu saya jualan Kanggeng Water. Kalau pernah dengar, Pak. Tahu Kang Water. Kangen Water. Ya, Kang itu saya ngutang lagi, Pak. Mesinnya Rp50 juta mesinnya. Kan lumayan mahal murah kan. He. Saya mengutang lagi Rp50 juta. Itu kan jual mesin kan ya? Jual mesin.
40:01 Saya jual mesin sama jual air juga. Waktu itu masih boleh jual air gitu. Saya jual mesin, jual air, saya bisa ju airnya dibotolin. Airnya digalonin bisa, dibotolin bisa, dipray juga bisa. e pakai nama Kangen Water sama Beauty Water waktu itu. Oke. Itu saya bisa jual total lebih dari 100 mesin waktu itu. Jadi ee 2 sampai 3 tahun jadi top leader. Ee sempat jadi yang lumayan tinggi peringkat di Indonesia tertinggi termuda waktu itu. Wow. Salah satunya. W. Saya tahu tuh saudara saya ada jualan Kangen Water juga tuh. Oh iya Pak. Iya iya iya kan mesinnya enggak murah kan. Iya. Mesinnya dari mulai 27 sampai ke Rp0 jutaan. Nah itu dari sampai 2016 tuh Pak. H itu jadi saya 2014 sampai 201617 akhirnya banyak dong komisin dari lumayan lumayan banget dulu Kang satu mesin aja jualnya dulu bisa puluhan ee
40:49 komisinya bisa puluhan juta. Puluhan juta. I posis dan kamu sudah melakukan ber mau menjual 500 100 100 mesin dengan harga saya saya baru mikir lagi ya Pak jual 100 mesin harga Rp50 juta bisa ya ternyata ya bisa ternyata ya orang kalau punya uang kan mesin air mah Rp50 juta. Mending DP mobil, mending motor kan atau mending buat invest gitu tapi laku dan bisa gitu. Dari situ kamu kan skill jualannya kan terlatih dong ya. Iya. Nah, dari situ akhirnya confident offline, Pak. Itu yang mulai confiden. Tapi kan itu kan offline ya, Pak ya. Saya harus ketemu orang, bikin training, ketemu kayak gini satu-satu dan segala macam gitu. Nah, sampai akhirnya di magic momen saya, saya datang ke satu kelas dulu 20151 ketemu sama satu
41:35 ee mentor. Terus saya ngelihat ada anak kecil enggak kecil belasan tahun, Pak. 1920 tahun dia bisa dapat income itu 30 sampai Rp50 juta cuma modal laptop sehari sebulan dropship sebulan. He. Jadi kayak nongkrong di kafe di mana kelihatannya kan kayak nongkrong kan, Pak. Padahal itu ternyata omsetnya e puluhan juta, ratusan juta. Nah, di situ akhirnya saya switching mindset nih. Ini ternyata ada satu metode, satu cara di mana cuman pakai laptop doang bisa dapat income puluhan bahkan sampai ratusan juta dengan dropship pakai meta ads waktu itu dijual ke ya ke meta juga ke IG, ke WA dan seterusnya. Oh, ternyata ada cara ini nih. Nah, tapi kan saya blank, buta, enggak ngerti apa-apa. Nah, di titik itulah akhirnya saya mutusin untuk
42:20 oke ini enggak tahu gimana caranya, enggak tahu mulai dari mana, enggak punya duit juga, bismillah bisa udah titik. Nah, itu titik pertama, Pak. Saya akhirnya mutusin buat terjin ke digital marketing. Belajar, belajar langsung saya kulik habis tuh saya ngabisin semua tabungan buat belajar kelas-kelas R juta, R juta ikut training A, B C D E gitu. Belajar bisa 12 jam sehari, 14 jam sehari langsung saya jualan produk dropship. Dulu sempat produk pertama itu gelad casing handphone dari belakang yang ditempel. Saya ngambil dari Tokopedia sekitar R0.000-an. Saya jual eh saya ngambil sekitar R8.000 dari Shopee Tokpad Rp50.000 Rp60.000 setelah rebranding enggak direbranding udah langsung jual aja waktu itu enggak ngerti apa-apa kan gitu. Itu lumayan di awal buat belajar-belajar. Saya lakuin 2 tahun 3
43:06 tahun sampai akhirnya saya direkrut sama satu mentor saya untuk ngembangin company-nya beliau. Saya dipercaya megang brand herbalnya waktu itu. He. Nah, itu dari nol banget saya iklan tuh mulai dari R30.000, Pak, sehari. H R30.000 naik Rp50.000. Alhamdulillah growth kita scale up sampai akhirnya akumulasi bisa miliaran 1 bulan gitu. Iklan sebulan ratusan juta akumulasi miliaran gitu. Dari satu brand herbal ini yang turunannya lumayan banyak. Oke. Nah, di situlah mulai portofolionya naik, dipercaya sama banyak orang, megang banyak brand gitu. Akhirnya bikin sendiri. Akhirnya lama tuh, Pak. Saya bikin platform dulu sempat saya saya gagal udah 12 kali ada mungkin dihitung-hitung
43:52 ya. Oh, iya gagal juga. Oh, gagalnya banyak, Pak. Cuman kan orang enggak ngelihat ya. Apa gagal tuh ada produk yang enggak jalan gitu. Ada banyak, Pak. Dulu saya jual safron enggak jalan. Saya sempat jual produk e ada herbal juga enggak jalan juga. Saya sempat bikin platform untuk Kangen Water dulu itu habis belasan puluhan juta enggak jalan juga collabs gitu. Terus terakhir saya bikin satu brand itu buat pencernaan habisnya hampir 12eng M baru tahun lalu gagal juga gitu. Saya bikin sabun modal juga R00 jutaan enggak jalan juga stoknya sampai sekarang masih ada di rumah gitu. Jadi gagalnya banyak Pak cuman orang kan enggak lihat ya gitu. Pada akhirnya apa yang membuat Fahmi memutuskan untuk sharing? Ya kamu sharing aja jadi mar kan jadi saingan
44:38 kamu tuh jadi banyak. Betul. Jadi waktu itu saya bikin YouTube, Pak. Saya stuck banget waktu itu. Akhirnya saya bikin YouTube. Saya menjelaskan saya presentasi di YouTube, saya bikin konten. Semua pengalaman saya selama 10 tahun saya ee implementasikan di YouTube. Saya sharing semuanya di sana. saya ngembangin buran herbal tadi saya saya share di sana semua dari cara ngiklannya, cara bikin kontennya, cara produknya. Nah, ternyata di situ view-nya gede banget Pak. Ee lumayanlah 400.000, R300.000 komentarnya banyak dan sampai sekarang detik ini itu setiap setiap bulan bisa 500 sampai 1000 orang yang ngontak saya. Enggak pakai ads ya gara-gara itu gara-gara YouTube sama gara-gara Instagram. Nah, ngontak untuk apa? Untuk ngontak untuk Mas ajarin dong kerja sama dong. Ada pengusaha botol, pengusaha
45:23 apa, Mas ya. Punya uang sekian M bantuin dong cara jualannya. Kita kerja sama, "Mas, mau saham berapa?" Terserah deh kayak gitu-gitu. Banyak banget, Pak. Alhamdulillah. Sampai sekarang. Nah ee yang bikin saya benar-benar tergerak itu ketika saya baca komen, "Mas, makasih banyak ya dari video YouTube." Gratis kan, Pak? YouTube saya kan gratis. Itu saya bisa ee bayar utang, saya bisa beli susu buat anak saya. Sekarang income saya naik jadi R juta, Mas. per bulan saya bisa dropship, bisa dapat R juta pertama itu tiap hari, Pak. Masuk dan begitu-gitu ya. Dan saya dengarnya merinding, Pak. Wow. Ternyata yang butuh banyak. Makanya saya kalau feedback ke belakang ini mah saya dulu saya enggak punya harapan. Saya enggak tahu hidupnya mau ke mana. Saya enggak jelas juga arahnya mau ke mana. Kuliah enggak beres juga. Saya enggak
46:08 punya skill set apa-apa. Tapi alhamdulillah lewat wasilah digital marketing Allah kirim saya buat berubah lewat sini. He. Makanya kayaknya panggilan hati saya selain saya ngerjain berbagai macam brand, saya pengin ini bisa ngebantu banyak orang juga nih, gitu. Karena beneran banyak yang hidupnya berubah, Pak, dari digital marketing gitu. Karena saya bel-nya kuat sama itu, akhirnya saya tuangkan ke YouTube dan emang ternyata banyak. He. Barulah dari situ akhirnya saya bikin, wah saya bikin agency dulu, Pak. Lama tuh 2 3 tahunan lah itu bikin agency, bikin brand segala macam, kerja sama. Baru dari situ akhirnya sama teman kita bikin yuk supaya bisa benar-benar dapat impact buat banyak orang. Karena kalau kelas saya dulu itu cuma 7 orang terbatas saya bikinnya private. Nah, sedangkan saya visinya di MD pengin
46:55 kayak Gojek. Ada satu orang cfoundernya ini bisa menghidupkan 8 juta driver Gojek. He. Bisa punya nafkah, bisa punya rezeki, bisa kasih nafkah ke istri dan seterusnya. Nah, cuma saya bikin versi digital marketingnya. Oke. Jadi kalau orang masuk Gojek pengin pengin income deh R5 juta, R juta udah masuk aja Gojek jadi driver insyaallah bisa tuh. Nah, saya goal jangka panjangnya seperti itu juga. Saya pengin 2037 targetnya 1 juta orang itu bisa terbantul lewat platform Air Digital. Enggak gede-gede, Pak. Minimal Rp3 juta, R juta sebulan. Tapi ada ribuan orang itu buat saya ultimate ultimate dream saya ke sana gitu. Jadi saya pengin benar-benar kalimat bermanfaat buat banyak orang itu
47:41 mungkin itu kelise, tapi buat saya itu maknanya sangat dalam gitu. Dan alumni itu juga jadi sumber ya. Jadi mereka menjualkan produknya apa pami juga ya. Ada juga tapi banyak juga yang mereka punya produk sendiri. Ada juga yang mereka punya jadi punya karyawan Pak. Mas saya punya CS sekarang 5, saya punya CS sekarang 7uh. Berarti kan secara enggak langsung satu orang ini bisa berkembang lagi ya. bisa ngebantu banyak orang bisa ngurangin angka pengangguran juga di Indonesia kan gitu itu bersyukurnya sih gitu dan membuat pasar para digital marketer ini juga menjadi growing ya kan sekarang jadi terjadi shifting tuh he dari apa transaksi offline ke transaksi online kan on offlin jadi dampaknya begitu he ya berapa karyawan punya
48:27 sekarang total hampir 60 60 kurang lebih iya ya itu juga happy juga Pak, jadi punya tim. Iya, karan gua aja agak segitu kali. Tapi kan omsetnya beda, Pak. Kecil-kecil tapi kali sering kali banyak lah. Valuasinya kan beda, Pak. Itu kalau valuasi itu masalah branding. Umurnya beda, pengalamannya beda. Tapi saya suka lah ya, Fami anak muda gitu. Bisnis itu real ya, enggak flexing-flexing gitu, enggak ujung-ujungnya nipu orang. Aduh, ya Allah banyak banget. Kita pikir hebat banget. Ah, ternyata Mandi Game. Ah, ternyata Ponzi. Iya. Jadi, ya mudah-mudahan sih enggak enggak ke sana. Insyaallah arahnya. Heeh. Saya senang banget ya bisa mengundang kamu dan semoga yang nonton ini menjadi apa? Enggak ada alasan kita untuk miskin
49:15 sebenarnya asal mau kerja. Betul. Dan tahu caranya. Yes. Hari ini saya ngasih tahu caranya ya. Jadi tinggal kemauan nih ya mau enggak kerja, mau enggak melakukan kan itu yang penting. Jadi ini ada pengalaman 10 tahun seorang Fahmi Yahudi dari nol ada gagalnya, banyak gagalnya dan sekarang dirap up dalam satu apa? Kursus training ya. Yes. Dalam satu platform. Dari satu platform saya nyebutnya mungkin ekosistem sih karena bukan sekedar kelas ya. Kita semuanya kita sediain. Bahkan kalau teman-teman memang mau kolaborasi pun juga kita open kolaborasi. gitu. Masih produknya dicariin juga produknya. Betul gitu. Dan karena saya percaya visi ini besar jadi saya enggak bisa sendiri. Makanya ada Pak Helmi juga
50:01 yang kita bisa kolaborasi nanti setelah ini. Saya pun butuhlah ya. Saya ini juga masih terus belajar. Jadi kalau orang mau apa belajar ke mana? Ke apa linknya harus harus iya CTA-nya pasti kontaknya ke mana atau apa gitu. Oh mungkin ada itu nanti ya kita kasih link saja. Saran saya sih baca-baca dulu aja. Baca dulu aja. detailin programnya ee cek website-nya juga gitu. Nanti mungkin ditaruh di web aja buat mau belajar ya. Heeh. He. Enggak disebut aja website-nya apa? Mahir digital. Mahir. Mahir digital. Tapi nanti ada link khusus yang dari Bapak gitu. Heeh. Jadi nanti kita buatkan di bawah. Takutnya salah juga linknya. Oke. Oke. Jadi ikutin linknya ya. Jadi biar langsung terarah. Heeh. He oke. Betul. Pami. Wih, hampir 1 jam. Ada yang ingin disampaikan lagi?
50:47 Eh, mungkin lebih ke ya mungkin tips buat teman-teman kali ya. Jadi yang pertama terlepas dari ada atau kejamah digital karena saya banyak berubah hidup dari sini. Jadi teman-teman apapun itu platformnya segera belajar i karena digital marketing ini bukan digital marketing sih sebenarnya ilmu jualan ya. I I ilmu jualan ini ilmu hidup. I kalau dengan kondisi sekarang yang kita sudah punya banyak masalah, kita sudah punya banyak keterbatasan, mungkin cari kerja juga susah gitu ya. Bukan berarti bisnis juga gampang, bisnis bahkan ya banyak juga banyak sekali tantangannya. Tapi at least dengan teman-teman belajar cara jualan kita enggak ketergantungan dan opportunity terbuka sangat lebar gitu. Terus yang kedua
51:32 ketika udah masuk kesalahan paling banyak itu biasanya mereka di mental blok Pak. Hm. di limitnya tuh benar-benar staknan gitu. Karena ini yang dari dulu akhirnya membedakan saya dengan yang lainnya. Mungkin banyak teman-teman saya yang jago banget digital marketing, jago banget ads, tapi mohon maaf ya di situ-situ aja gitu. Nah, bedanya di apa? Padahal cara ngiklannya ngerti, Pak. Sama cara ngekliknya sama, cara ngiklannya sama. Nah, bedanya di kapasitas kepala, isi kepala. Jadi, ada satu orang yang meyakini ilmu digital ini bisa ngebawa dia sampai ke puluhan miliar. Iya, satu orang kayaknya R juta cukup. All about mindset. I jadi tipsnya ini cuma tools tetap utamanya gedein wadah kita, gedein kapasitas kita dan hidup saya itu
52:18 berubah memang karena digital marketing atas izin Allah. Tapi yang paling utama saya upgrade dulu isi kepala saya. Karena saya mau saya mau ngerubah income dari yang sejuta, R juta, R juta, 1 M. Berarti kan otak saya harus berubah dulu nih, harus upgrade dulu. saya enggak bisa pakai otak saya yang lama untuk target yang baru ya gitu. Jadi saya rubah dulu isi kepalanya, rubah dulu otaknya, upgrade ketemu dengan ya orang-orang yang hebat. Salah satunya ketemu dengan Pak Helimi sekarang networking, belajar skill set dan segala macam. Baru kita switch ilmunya eh switch apa otaknya untuk apa yang lebih besar lagi. Jangan takut mimpi juga gitu karena semua berawal dari mimpi gitu ya. Jadi buat Allah ngasih uang R juta kayaknya gampang ya, Pak ya. M kayaknya gampang.
53:03 Tapi kesalahan banyak orang tuh mereka mengkotak-kotakkan diri mereka sendiri. Itu banyak p member saya kayak gitu, Pak. Kayaknya saya R10 juta aja susah, Mas. Iya. Tuh dia R juta aja. Itu istilah dalam konten dua. Jangan pernah mengunderestimate diri lu sendiri. Betul. Wah, saya pasti enggak bisa lah. Dia jago. Wah, enggaklah. Saya tuh enggak bisa pasti. Jadi itu kan ngeremehin dirinya sendiri dan itu terjadi loh masuk ya Pak ya ke sugesti otak. Jadi satu lagi kalau saya bisa simpulin dari apa yang dikatakan oleh Fahmi Audi. Jadi semuanya itu tentang mindset ya. Jadi menurut saya kita tidak akan pernah bisa merubah hasil kalau kita tidak merubah cara, merubah strategi,
53:51 merubah efot, merubah mindset. Yakin ajalah saya jauh lebih miskin dari Audi startnya gitu ya. Tapi karena mindset gitu, saya mau saya mau apa terusang dulu saya mau kaya, saya mau kaya bosan saya jadi orang miskin dihina, ditolak ya jadi enggak salah itu. Dan kan diciapin dalam hati kalau wah gua mau kaya itu memang dianggap gila gitu. Dalam mati saya tulis, saya mau berhasil, saya mau jadi yang terbaik, saya mau kaya, saya mau K. Oh iya, saya punya dreamook. Saya punya 50 dream book mungkin 44 sudah tercapai. Wah, masyaallah ya. Jadi, jadi Dream Book itu beneran benar-benar I. Iya. Kan itu mensugesti kita tuh mensugi. Iya. Saya flashback buka Dream Book tercapai tercapai tercapai tercapai
54:36 karena kita believe I dan warnanya sama Pak. Iya. Iya. Kendaraan ini warnanya ini. Iya. I kok umrah tahun segini apaapai gitu ya. Itu Iya. Saya tinggal tinggal lima atau enam lagi yang belum tercapai. Tahun ini saya umur 63 saya ingin mencapai 63 negara dikit lagi. Wih. itu anak kampung nih nih anak kampung nih bisa tergantung belief gitu jadi mimpi gitu ya Allah juga akan membantu yang minta kan di yes ah jadi yang minta gitu enggak minta ya udah salah sendiri ya ada yang bilang salah satu ee cara salah satu yang meremehkan Allah adalah ketika kita enggak minta dan mengkhawatirkan besok takut makan apa. Iya. Iya. I itu ternyata bentuk dari kita menghina. Iya. Iya. Iya. Padahal ya Allah maha maha besar. semua
55:23 minta apa juga ya saya bikin konten tuh sudah bagus banget. Heeh. Ada orang tuh entah mungkin arogan atau dia yang enggak percaya sama orang. Ah itu kan di sana di sini kan lain. Dan gua enggak suka banget di Konoha kan lain. Come on. Saya tuh enggak suka banget orang nyebut Konoha itu kan agak-agak pelecehan tuh. H. Jadi think positif ya. Jadi hari ini saya sharing saya nanti judul ya. Jadi apa ini adalah ilmu anti miskin. Ilmu anti miskin. Iyalah jualan aja lah. Iya jualan aja. Jangan malu jualan ya, Pak ya. Jangan jangan malu jualan. Memang ada mental blok ada yang wah jualan malu hina. Aduh lu kalau apa malu gitu enggak ke mana-mana ya Pak ya. Ya tipsnya coba dirubah aja teman-teman
56:09 Pak. Jadi saya sering merubah kalau saya punya Bapak kan juga pasti ketika makin ke sini makin banyak tantangan. Saya punya tantangan juga gitu. Jadi ini saya berlakukan di apapun, Pak. Ee ketika saya upgrade goal, ketika saya di teknis enggak ngerti apa-apa, saya rubah kalimat yang tadinya bisa atau enggak bisa di otak saya, saya rubah jadi bagaimana caranya. Ya, itu benar-benar saya praktekin banget. Yang saya mikir gimana ya ngejar sekian M sebulan bisa enggak ya saya rubah, Pak. Jadi gimana caranya? Itu turunannya langsung banyak sekali. Ter otaknya langsung mikir, "Oh, cara A, cara B, cara D, C gitu." Sekarang sudah berapa mulan? Enggak mau ngomong hutang ayahnya sudah lunas. Alhamdulillah ya. Insyaallah cukup, Pak. Maksudnya kalau kalau dari diri sendiri kan sebenarnya
56:54 ya udah cukup ya udah cukup gitu ya. Maksudnya kalau mungkin Bapak juga sudah pasti merasakan ketika beli apa, beli apa itu senangnya sesaat ya, Pak. Senangnya. Tapi ketika ngebantu orang, ketika ada keluarga saudara yang kebantu itu priceless ya, Pak. Jadi goal saya pengin benar-benar berdampak. Mudah-mudahan lewat mudah-mudahan lewat podcast ini juga bisa ngasih dampak buat banyak orang juga. Iya, pasti pasti. Kalau enggak ngapain gua ngundang lu? Siap. Podcast ini hanya untuk yang ada manfaatnya. Saya tidak akan mengundang orang yang anfaedah ya. Salam untuk papa mamanya dengan keluarga juga ya. Y insyaallah. Dan pesan saya terakhir ya, jangan pernah berhenti belajar. Saya aja usia segini masih terus belajar. Hari ini saya banyak sekali mendapatkan insight dari seorang anak muda ya. Jangan-jangan
57:39 saya akan nyemplung juga nih digital. Ayo Pak kita nyemplung bareng Pakam kolaborasi. Bismillah ya semoga lancar-lancar semua disaksikan oleh Indonesia. Oke itu dia. Wi 1 jam persis ya kita ngobrol semoga menjadi insight. Semoga ini bisa membantu banyak orang, bisa membantu Anda, bisa membantu keluarga Anda. Ya, kita jumpa lagi dalam apa podcast saya berikutnya dengan sesuatu yang insightful seperti ini. Bye bye.