0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali, kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Bapak, Ibu, kadang kebanyakan orang hari ini lebih mementingkan dirinya sendiri. Sebab akhir zaman orang lebih mencintai dirinya sendiri. Ketika seseorang sudah mengasihi dirinya sendiri, terlalu mencintai dirinya sendiri, yang difokuskan adalah kepentingannya, egonya, hawa nafsunya. Nah, ketika orang-orang ini tidak cocok dengan yang lain atau orang lain atau pasangan hidupnya atau siapapun yang gak sejalan dengan dia, apa yang terjadi? Diprotes, dikomplain karena merasa apa yang dianggapnya benar selama ini dan
0:45 orang lain harus mengikuti apa yang dilakukan padahal belum tentu benar. Kenapa kok kita sampai konflik dengan orang? Kenapa kok kita sampai konflik dengan pasangan? Karena kita tidak bisa mengendalikan diri kita dengan baik, tidak bisa menguasai diri kita dengan baik. Kita sukanya berbantah, sukanya berantem, sukanya gegeran, sukanya ribut, merasa kalau orang itu sudah kita injek, kita gak hormatin, kita sudah tekan dan dia gak bisa ngapa-ngapain, kita merasa di atas angin. Padahal prinsip kerajaan Allah berbeda dengan prinsip kita. Kita harus belajar merendahkan hati kita di hadapan Tuhan. Orang yang tinggi hati merasa dirinya
1:31 lebih hebat dari orang lain. Merasa dirinya lebih terpuji terhormat levelnya di atas dan suka merendahkan orang lain. Dan apa yang terjadi kalau seperti itu? Ego hawa nafsu, keinginan, amarah yang mengontrol dan mengendalikannya. Dan di ujungnya pasti tidak pernah cocok dengan orang lain. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau kita ini dipertemukan dengan siapapun gak cocok. Kita di kantor gak cocok, di rumah tangga enggak cocok nikah juga enggak cocok berantem di kantor gak cocok sama karyawan berantem sama pembantu berantem sama sopir gegeran semua orang berantem. Berarti ada yang salah dengan kita. Kalau kita ditempatkan di mana pun gak pernah cocok dengan orang, kita enggak
2:16 bisa disentuh, kita enggak bisa disenggol, sukanya berantem, membela diri, ada yang salah yang kita harus ubah. Di kitab Amsal 20 ayat yang ke 3, terhormatlah seseorang jika ia menjauhi perbantahan. Dia enggak suka berbantah, ini sukanya damai. Karena hukum yang pertama dan hukum yang kedua yang paling utama dan terutama itu kembar siam. Hukum yang pertama, kasihlilah Tuhan Allah-mu dengan segenap jiwamu, segenap hatimu, segenap kekuatanmu, segenap akal budimu, dan hukum yang keduanya, kasihlah sesamamu. Ini penting sekali yang akan menuntun langkah kita ini jadi berkat bagi banyak orang. Kalau tidak, kita hanya fokus pada diri kita sendiri, suka
3:03 berbantah. Bapak, Ibu, orang yang suka berbantah adalah orang yang membesarkan emosi dan amarahnya. Karena apa yang dianggapnya benar selama ini, apa yang diperbuatnya kelihatannya benar di pemandangannya, tapi kan belum tentu benar di hadapan Tuhan. Terhormatlah seseorang jika ia menjauhin perbantahan. Orang yang suka enggak suka berantem itu malah terhormat. Tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarannya meledak. Orang bodoh, orang yang gak punya hikmat, orang yang enggak punya pikir panjang, orang yang fokus pada dirinya sendiri. membiarkan amarahnya yang tak terkontrol itu meledak dan ujungnya menyakitin banyak
3:48 orang. Kita dipanggil untuk jadi berkat bukan jadi batu sandungan. Kita dipanggil untuk mengasihi sesama kita. Jadi berkat buat mereka mendukung, menolong menopang menguatkan meneguhkan orang-orang di sekitar kita supaya mereka berjalan bersama-sama kenal Tuhan dan hidup kita jadi berkat bagi banyak orang. Tapi kalau kita suka berantem dengan orang lain, suka berantem dengan istri, suka berantem dengan suami, dengan anak, dengan mantu, dengan besan, dengan mertua, dengan orang-orang di sekitar kita, kita sukanya ngomongnya ketus, ngomongnya jahat, pikirannya busuk, sikapnya jelek. Berarti coba dicek di dalam diri kita ini benar apa tidak. Jangan-jangan kita
4:33 enggak mengasihi Tuhan, kita lebih mengasihi diri sendiri. Padahal hukum yang pertama, kasihlilah Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu. Jangan-jangan kita enggak mengasihi Tuhan. Orang yang mengasihi Tuhan pasti sejalan dengan hukum yang kedua. Dia mengasihi sesamanya. Kalau orang tidak mengasihi Tuhan, pasti mengasihi dirinya sendiri. Kalau orang mengasihi dirinya sendiri, mana mungkin dia bisa mengasihi orang lain karena fokusnya pada dirinya sendiri. Orang yang mengasihi dirinya sendiri selalu merasa paling hebat, paling benar, paling pintar dan orang lain salah semua. gampang tersinggungan, gak bisa disinggung, enggak bisa direndahkan, enggak bisa di sakitin dan lain sebagainya. Orang yang terlalu over, sensitif dan orang-orang seperti ini jadi trouble di mana-mana loh. Dia
5:18 gak bisa mengasihi sesamanya. Boro-boro mengasihi sesamanya, dia enggak mengasihi Tuhan kok. Yang dipikirkan adalah dirinya sendiri, kepentingannya sendiri, kemauannya sendiri. Gak peduli orang itu terluka apa tidak, orang itu punya perasaan apa tidak, orang itu tersakitin apa tidak. Gak peduli yang dipikirkan adalah dirinya sendiri. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau kita memiliki sikap hati seperti itu, kita menjadi orang yang degil, kita menjadi orang yang keras, kita menjadi orang yang arogan, kita menjadi pemarah, kita jadi orang yang gampang emosi, dan ujungnya hidup kita jadi batu sandungan bagi banyak orang. belajar mengkoreksi hati, menyelidiki sampai kedalaman batin kita. Sebenarnya saya ini orang yang terhormat apa tidak? Atau
6:06 jadi orang yang bodoh. Kalau kita jadi orang yang bodoh, gak bisa mengendalikan diri, gak bisa menguasai diri, ujungnya apa? Kita akan menuai kehancuran. Kita akan melihat di kitab Amsal 29 ayat yang ke-11. Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya. Nak terkontrol amarahnya. Ini cirinya orang bebal. Tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. Bapak, Ibu, kalau kamu suka marah di jalan, suka marah di rumah, suka marah meledak di kantor, kamu bukan orang bijaksana. Kamu orang bebal, sudah ngerti firman, rajin ibadah, dengerin khotbah, dengerin pengajaran, tapi masih pemarah. Akhirnya apa? Tidak bisa mengendalikan diri dan
6:53 membesarkan amarahmu. Kamu jadi orang bodoh. Ciri-cirinya bagaimana? gampang meledak segala sesuatu yang enggak sesuai dengan apa yang dia mau. Meledak ngomongnya nyakitin, ngomongnya ketus, ngomongnya jahat, ngomongnya ngelukain. Itu ciri loh. Suatu hari kalau sudah meledak gampang marah itu suatu hari kamu akan meledak benar dan ujungnya kamu malah hancur karena kamu terlalu sombong dan keras hati. belajar mengkoreksi hati, belajar menyelidiki mencapai kedalaman batin. Sesungguhnya apa yang aku perbuat ini sudah tepat seperti yang Tuhan mau, sepadan dengan firman apa tidak. Jangan-jangan apa yang aku perbuat ini justru akan menghancurkan bagi banyak orang. Tetapi
7:40 kita harusnya lebih bisa menguasai diri. Kita lebih banyak mendengar seksama. kita bisa banyak menganalisa, kita bisa belajar menguasain diri dengan baik, kita bisa lebih banyak berpikir dengan lebih jernih baru kita bisa ngambil keputusan. Bapak, Ibu-ibu kalau Bapak Ibu gampang marah, gampang sekali meledak, ketika Bapak Ibu marah dan ngambil keputusan dan ujungnya keputusanmu salah. Ketika keputusanmu salah, akibatnya yang menanggung dirimu sendiri dan banyak orang. Itu sangat merugikan. Dan orang-orang seperti ini akan selalu trouble sepanjang hidupnya. Kalau kita gampang marah dalam segala hal, koreksi diri, jangan jangan kamu pernah ada luka. Jangan-jangan kamu
8:25 pernah disakitin dan belum bisa mengampuni. Jangan kamu simpan luka batin di masa lalu yang membuat kamu jadi trauma, jadi merasa jadi orang yang tersakitin. Kalau Bapak Ibu piara itu biarkan itu lama-lama itu akan menguasai dirimu, akan membentuk karaktermu menjadi karakter pemarah. Dan orang enggak akan nyaman dengan hidupmu. Orang enggak akan bisa tenang dengan hidupmu. Orang kerjaannya marah, kerjanya emosi dan meledak. Dan ujungnya nama Tuhan tidak dipermuliakan melalui hidup. Di mana-mana selalu tidak cocok dengan orang. Di mana-mana selalu bikin keributan sama tetangga, ribut sama istri, ribut sama suami, ribut sama karyawan, ribut di jalanan, ribut.
9:12 menunjukkan bahwa orang tidak ada pengendalian diri, orang tidak ada penguasaan diri, hanya membesarkan kedagingan dan membesarkan hawa nafsunya dan ujungnya akan ketemu banyak problem dan masalah. Saya berdoa, Bapak, Ibu bisa mengendalikan dirimu dengan baik, menguasai dirimu dengan baik dan kau menjadi orang yang penuh hikmat dan pengertian. Setiap yang Bapak, Ibu mau kerjakan, mau katakan, mau putuskan, akhirnya tepat seperti yang Tuhan mau. Sehingga segala sesuatunya diputuskan dengan penuh hikmat dan pengertian. Bapak, Ibu, meski sadar kenapa kok Tuhan kasih mulut kita ini satu dan telinga kita ini dua? supaya kita lebih banyak menyaring, lebih banyak mendengar dulu
9:59 dan berpikir baru bereaksi lewat perkataan kita sehingga jadi berkat yang keluar dari mulut kita. Tapi kalau kita gak bisa kontrol, kita enggak bisa kendalikan ujungnya kita sendiri yang akan menerima akibatnya. Di Pengkhotbah 7 ayat yang ke-9, janganlah lekas-lekas marah dalam hati. Jangan gampang marah, jangan gampang emosi. Tenang dulu. Selaraskan hatimu dan pikiranmu dengan Tuhan. Dalam hati kita bisa kontrol dan kendalikan dengan baik. Karena amarah menatap dalam dada orang bodoh.
10:45 Alkitab katakan amarah itu adanya pada dadanya orang bodoh. Karena apa? Gak bisa mengendalikan diri, gak bisa menguasai diri. Kita yang akan tanggung akibatnya sendiri. Kita yang akan ujungnya bapak belur, hidup kita trouble dan jadi berkat bagi banyak orang. Belajar menaruh hatimu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan melampiaskan seluruh amarahnya dan akhirnya jadi trouble. Jangan membuat kekacauan. belajar jadi berkat. Dan saya berdoa Bapak Ibu semakin hari engkau semakin bisa mengendalikan diri dengan baik. Engkau bisa menguasai dirimu dengan
11:31 baik. Menjadi orang yang penuh dengan hikmat dan pengertian. Apapun yang diputuskan, apapun yang dikerjakan tetap sejalan dengan apa yang Tuhan mau. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan dalam sikap, tindakan, dan keputusanmu. Engkau jadi orang yang penuh dengan penguasaan diri sekali. Engkau jadi orang yang mencerminkan kemuliaan Tuhan. Bukan jadi orang yang gampang sekali meledak, gampang sekali terpancing. Ada orang-orang tertentu itu gampang sekali telinganya panas ketika dengar perkataan dari orang. Kalau telingamu cepat panas, emosimu cepat naik, nang yang trouble itu dirimu sendiri. Jangan sampai hidup sekali kita habiskan dengan marah-marah.
12:17 Cepat tua, cepat darah tinggi, nanti menimbulkan sakit penyakit dan lain sebagainya. Belajar mengendalikan diri, menguasai diri. menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. Dedikasikan hatimu, pikiranmu, perasaanmu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini membuat kita semakin penuh penguasaan diri. Kalau orang cepat marah itu memperbesar kebodohannya. Bukan jadi orang yang terhormat. Bapak bisa bayangkan dikit-dikit marah di jalanan, marah di rumah, marah. Kamu bukan orang yang terhormat. Kamu orang bebal. Kamu orang bodoh isinya apa? Emosi. Tapi orang yang bijaksana itu tenang. Segala sesuatu yang mau dikatakan dicerna dulu, dipikir dulu.
13:04 Ini nyakitin apa tidak, ini ngelukain apa tidak, ini membuat orang tersandung apa tidak. Bapak, Ibu, coba bayangkan kalau sikap, tindakan perbuatanmu seperti itu. Kamu jadi orang yang disukain banyak orang. Kamu dapat belas kasihan dari banyak orang. Kamu dapat favor of God dan of man. Orang-orang di sekitarmu akan terberkati. Bapak, Ibu, kalau engkau jadi seorang pemarah aja, bagaimana kamu bisa bangun hubungan bisnis dengan orang? Bagaimana kamu bisa bekerja dengan orang? Jadi, karyawan marah-marah dengan bosnya. Jadi, bos marah-marah dengan anaknya. Anak buahmu tidak produktif kalau kamu sebagai bos pimpinan gak bisa mengendalikan diri. Apalagi para anak buah gampang marah dengan bosnya. Padahal bosmu yang gaji kamu kasih income buat hidupmu. Belajar
13:51 menguasai diri. Jadi berkat kalau kamu disukain banyak orang, akhirnya berkat datang, pekerjaan datang, dan kasih karunia melimpah atas hidupmu. Tapi kalau jadi pemarah, orang malas dekat dengan kamu. Seperti herder, menyala terus, marah terus, nyakitin terus, ngelukain terus. Belajar koreksi diri. Jangan jadi orang yang gampang meledak, tapi penuh dengan pengendalian diri, penuh dengan penguasaan diri. Hari demi hari hidupmu akan jadi berkat. Hidupmu akan memberkati banyak orang dan banyak orang akan diubahkan. Banyak orang akan diberkati dan ujungnya nama Tuhan yang dipermuliakan. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa. Bapa dalam nus terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak domba Allah.
14:38 Firman nempel dalam hati kami. Firman memberkati, mengubahkan hidup kami. Dan mau berdoa dalam nama Yesus, kasih karunia-Mu melimpah-limpah, anugerah-Mu melimpah-limpah pertolongan anugerah kemurahan Tuhan melimpah-limpah dalam nama Yesus. Terima kasih ya Tuhan. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan. Kami percaya orang yang mendengar firman ini diberkati Tuhan. H mau berdoa orang yang rajin mendengarkan firman ini, proteksi, jagain, lindungin, berkati setiap apa yang mereka kerjakan dan lakukan. Mau berdoa untuk orang yang sakit dan mengalami kelemahan tubuh oleh bilur Yesus, oleh darah Yesus. Jadilah engkau tahir, jadilah engkau pulih. Jadilah engkau sembuh, sehat seperti sedia dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. And God bless you.
15:25 [Musik] Jesus name. Jesus name. Jesus. Jesus ibu ini sesang terima semakin semakin semakin [Musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat [Musik] Kuasanya power
16:12 [Musik] Jesus tenang down [Musik] tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan. Kuasa Jesus semakin mengar Jesus. Biarin [Musik] tuan Jesus. [Musik] Jesus
17:03 [Musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdua [Tertawa] [Musik] Now angkat [Musik] belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapannya ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali. [Musik] Urapan Tuhan turun ya.
17:50 Gousnya Bu maju sini sini. Gua enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the ur turun. Go Jesus. He pak sini sini sini jam ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name. Jesus name. Bapak enggak akan tahan
18:37 dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu [Musik] Jesus name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Risip reip Buulan Lani. Saya mau doain Bu Lani.
19:25 Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah. Tuhan jamah ibu. Nah risik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me breath of God. Tuhan jamah ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name. [Musik]
20:30 nam [Musik] ini [Musik] Kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus.
21:16 [Musik] Roh Kudus [Musik] sembah dia.
22:09 Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. [Musik] We worship you. We adore you. We adore you. [Musik]
23:01 Mia We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] Dari hati kami.
23:51 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan, [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik]
24:57 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.
25:48 Kau layah terima glori. [Musik] Hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih. [Musik] Kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering
26:34 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang
27:19 kesayangan-Mu. Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan. Merasakan Tuhan datang. Yeah.