0:00 Kali ini kita mulakan dengan bacaan Fatihah yang secara khusus kita hadiahkan kepada wasilah terbesar kita mendapatkan hidayah Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersama para sahabat, tabiin, pengikut beliau ila yaumil qiamah. Kepada guru-guru kita, kepada kedua orang tua kita dan semua orang yang berjasa baik dalam kehidupan kita. Semoga kajian kita pada sore hari ini diridai oleh Allah dan pahalanya mengalir untuk orang-orang baik, guru-guru kita, dan orang tua kita yang baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Dan semoga yang kita pelajari menjadi ilmu manfaat untuk kita, ilmu yang berkah. dengan semua niat baik ini. Alfatihah.
0:52 Ihdinasiratal mustaqimatalladina anamtaai magubi alaihimadin. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. la syarikalah waadu anna sayidina muhammadan abduhuasul nabi w ba subhanaka la ilmaana illa maamtana innaka antal alimul hakim wala haula wala quwwata illa billahil aliilimbi yassir w tuassirbi tamim bilhair amma
1:38 bau ikhwani wa akati hafidakumullah alhamdulillah aldulillah sore ini kita akan melanjutkan pembahasan kita berkenaan dengan sifat yang melekat pada diri nabi dan rasul gitu ya. Jadi pembahasan kita ini adalah pembahasan akidah ya. Pembahasan ilmu akidah. Ilmu akidah itu, ilmu akidah itu merupakan ilmu yang wajib dipelajari. Fardu ain hukumnya dipelajari bagi setiap muslim tanpa memperhatikan apa latar belakangnya. Ya, selama dia muslim wajib belajar. Di antara yang wajib dipelajari adalah ilmu akidah, ya. Kemudian ada
2:24 ilmu fikih ya, fikih ibadah, fikih muamalah, dan seterusnya. Sehingga ee duduk kita pada sore hari ini adalah bagian dari upaya kita untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, sebagai seorang muslimah. Ya, kalau disebut ee apa? Thababul ilmi. Thaabul ilmi faridatun ala kulli muslim itu ulama mengatakan menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. ilmunya itu pakai ee isim makrifat yang menunjukkan ilmunya spesifik ya. Ilmunya spesifik. Bukan semua ilmu yang wajib dipelajari tapi ilmu spesifik yang ulama kemudian mensyarahkan maknanya yaitu ilmu
3:11 syariat. Nah, di antara ilmu syariat yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah adalah ilmu akidah. Ilmu akidah itu berkaitan dengan konsep ketuhanan, kemudian rukun iman kita. Begitu ya. dan iman kita terhadap hari akhir. Nah, berkenaan dengan Nabi, kemarin kita sudah membahas tentang ee sifat wajibnya Nabi dan Rasul ada empat yang teman-teman hafal sejak kecil ya. Yang disingkat dengan staf siddiq, tabligh, amanah, dan fatanah gitu ya. Insyaallah sudah clear. Kemarin kita juga sudah membahas tentang bagaimana sebenarnya kronologi kejadian Nabi Adam Alaih Salam mendekati pohon terlarang itu. Nah, sekarang kita masuk pada pembahasan sifat jaiz bagi Rasul gitu ya. Nah, sifat jaiz bagi Rasul itu perlu
3:59 kita pahami begitu ya untuk mendudukkan dan memposisikan rasul nabi dan rasul begitu ya. sehingga konsep pemahaman kita tentang nabi dan rasul itu sesuai dengan ee apa yang diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang yang kemudian diajarkan kepada sahabat tabiin dan seterusnya. Begitu ya. Maka sore ini bertajuk dengan sesungguhnya saya adalah manusia. Ini adalah kutipan ya. Kutipan dari sebuah ayat yang populer itu g-nya terlalu banyak ya. Sesungguhnya ya kok dikurangi satu sesungguhnya saya adalah manusia sebagai ungkapan deklarasi para nabi dan para rasul bahwa saya adalah manusia gitu ya.
4:45 Sehingga teman-teman sekalian tidak boleh ada lagi alasan ketika teman-teman diajak ayo salat ayo salat sik toh aku sibuk gitu ya sik toh aku sibuk gitu ayo salat Rasulullah itu salatnya di awal waktu misal bilang begitu Rasulullah itu salatnya di awal waktu kemudian kita berkilah kan itu nabah gak bisa karena Nabi juga manusia apa yang bisa dilakukan oleh Nabi maka mestinya itu bisa dilakukan oleh manusia tentu ada istisna apa ee ee istisna ya, beberapa pengecualian bagi para nabi dan para rasul. Tapi secara umum kita perlu tahu bahwa rasul itu adalah manusia dari unsur manusia. Dimensinya dimensi kita, dimensi manusia. Bukan dimensi malaikat yang kita mungkin membayangkan
5:30 bagaimana wujudnya begitu ya. Baik. Nah, ini beberapa ayat di dalam Al-Qur'an yang menegaskan dan mempertegas status kemanusiaan para nabi dan rasul. gitu ya. Ada di dalam Quran surah at-Taubah ya. Ini biasa kita baca sebelum baca kitab-kitab maulid itu ya. Laqad jaakum rasulun min anfusikum. Telah datang sungguh telah datang e kalian seorang utusan min anfusikum a min jinsikum. Min anfusikum itu oleh ulama tafsir diartikan a min jinsikum a min qumikum yaknil arab. Gitu ya. bahwa Kanjeng Nabi itu telah datang seorang rasul dari
6:17 jinsikum. Jinsikum itu dari jenis kalian yaitu manusia. Yaitu manusia gitu ya. Kemudian di Alkahfi 110 ya ee Allah berfirman, "Innama ana basyarun mlukum." Jadi memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mendeklarasikan di hadapan umat yaitu innama ana basyarun mlukum. Sesungguhnya aku adalah manusia sebagaimana kalian. Nah, di situ diksi yang dipakai itu basyar. Di Al-Qur'an itu kalau menyebut manusia itu ada beberapa diksi yang kalau dalam bahasa Arab dia disebut mutaradif. Mutaradif itu sinonim gitu ya. Manusia
7:03 itu di dalam Al-Qur'an kadang disebut dengan al-Anam, kadang disebut al-Annas, kadang disebut al-insan, kadang disebut albasyar. Setiap penggunaan kata itu memiliki konotasi dan filosofi makna yang berbeda sesuai dengan konteks pembicaraan ayatnya. Nah, saya spesifik ke sini. Kalau Allah menggunakan istilah basyar, maka Allah sedang ingin menjelaskan manusia sebagai sosok yang memiliki anatomi tubuh, ya. Kemudian ee memiliki jasmani, fisik, rohani, dan unsur psikologis yang ada di dalamnya. Itu kalau Allah menggunakan istilah basyar. Nah, ketika Allah kemudian memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada umatnya, qul innama ana basyarum mlukum.
7:51 Sesungguhnya Rasulullah ingin mendeklarasikan di hadapan umat, saya ini manusia seperti kalian. Ya, itu ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadis yang lain. Ini lahum lillah waqokumlah. Demi Allah sesungguhnya aku adalah seseorang yang paling bertakwa kepada Allah di antara kalian dan paling takut kepada Allah di antara kalian. Jadi tidak ada laki-laki yang paling takwa selain Rasulullah. Tapi kemudian Rasulullah itu mengungkap sisi basyariahnya, sisi kemanusiaannya. Apa itu? Lakini usoli waquudu. Akan tetapi setakwa-takwanya aku kata Rasulullah, aku salat aku juga istirahat. Artinya gak kemudian salat tanpa istirahat.
8:37 Tidak. Aku salat aku istirahat. Istirahat itu menunjukkan bahwa beliau punya hak tubuh yang harus ditunaikan. Ya, tubuh kita butuh istirahat. Kalau gak pasti ada sesuatu yang terjadi. Meskipun tidurnya Rasulullah itu berbeda dengan tidurnya kita. Ya. Jadi tidur itu menjadi salah satu sifat jaiz bagi Nabi dan Rasul. Tetapi untuk diunderline, digaris bawahi tidurnya Nabi berbeda dengan tidurnya kita. Apa kira-kira yang membedakan? Ada yang tahu apa yang membedakan tidurnya kita dan tidurnya para nabi? Tidurnya nabi itu terpejam matanya, tapi terjaga hatinya. Terus terhubung dengan Allah Subhanahu wa taala. Itu berbeda sekali dengan kita gitu ya.
9:24 kadung terlanjur tidur lelap lelap selelap-lelapnya gitu ya. Itu bedanya bedanya. Terus Rasulullah mengatakan wa asum wair. Aku puasa tapi aku juga berbuka. Menunjukkan ciri ciri makhluk hidup apa? Membutuhkan makanan. Ya Rasulullah makan meskipun. Nah meskipun nih Rasulullah itu punya khususiah, punya kekhususan. Apa kekhususan? Rasulullah itu kalau puasa pernah nerus gak pakai buka. Nah, sehingga sahabat itu sempat ada yang niru, "Saya pengin niru engkau ya Rasulullah. Aku lihat kau puasa gak pernah makan." Kata Rasulullah, "Kau berbeda dengan aku. Karena di waktu malam Jibril mengirimiku makanan. Kalau kita yang ngirimi Gofood atau Grab." Nah, gitu ya. Kalau Rasulullah langsung malaikat. Itu bedanya. Dan yang ketiga
10:11 ini sisi kemanusiaan yang paling utama juga yaitu wa atazawajun nisa dan aku menikahi kaum wanita gitu ya. Itu sisi basyariahnya Nabi Muhammad. ini dalam Quran surah Al-Kahfi 110. Tetapi, tetapi pahami bahwa pemosisian Rasulullah sebagai manusia itu bukan kemudian secara mutlak. Secara mutlak. Makanya dikatakan oleh ulama Rasulullah memang manusia tetapi tidak seperti manusia pada umumnya dalam beberapa hal tertentu. Di antara khususiannya apa? Allah memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad. Nah, ini sudah punya kedudukan tersendiri gitu ya. Jadi jangan ngomong begini, gak boleh ngomong begini bisa kufur lah. Muhammad ini pada menungsoni karo aku loh. Kufur dia. Ya wong iku loh
10:58 Al-Qur'an. Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia kamu harus lanjutin ayatnya yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang esa. Itu yang membedakan secara apa namanya? Secara ee esensial bahwa Nabi Muhammad ini nabi dan rasul. Begitu ya. Yang ketiga, magribnya jam berapa? 17. Berapa? 5. Yang ketiga, Al-Furqan ayat 20. Ada juga ada juga di Al-Furqan ayat 7 kalau gak salah. Allah berfirman yang artinya, "Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu Muhammad melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar." Itu basyariah sekali.
11:45 Itu di Al-Qur'an. ya, bahwa nabi itu disifati oleh Allah, mereka makan makanan dan mereka jalan ke pasar. Ya, itu kan sisi kemanusiaan sekali. Nek malaikat kan kiro-kiro enggak kepikiran bakal ngono. Kenapa? Karena malaikat itu disifati oleh Allah la aqla wala surba w nauma lahum. Ya, malaikat itu la aqla ndak makan, la surba ndak minum wala nahum dan tidak tidur sama sekali. Nah, tapi kalau Nabi Allah yang menyifati dalam Al-Qur'an dan tidak ada pensifatan yang lebih yang lebih apa ya yang lebih valid begitu ya di dalam mensifati makhluknya kecuali pensifatan alkhaliq sang pencipta bahwa nabi itu juga jalan ke pasar. Artinya
12:30 bagi seorang nabi dan rasul hal yang wajar jalan ke pasar bukan aib begitu ya. Bukan aib. Oke. Yang keempat Arraad ayat 38. Sungguh kami benar-benar telah mengutus para rasul sebelum engkau Nabi Muhammad dan kami berikan kepada mereka istri-istri dan anak keturunan. Itu basyariah sekali. Kenapa? Karena malaikat disifati apa? Malaikat disifati apa? Mereka tidak ada laki, tidak ada perempuan, dan mereka tidak diberikan nafsu oleh Allah Subhanahu wa taala. Sehingga malaikat itu tidak bereproduksi. Nah, sedangkan Nabi disifati oleh Allah, mereka diberikan istri dan diberikan keturunan oleh Allah. Artinya menjalankan fungsi biologis mereka, fungsi manusiawi mereka. Gitu ya. Itu
13:17 dalil Al-Qur'an bahwa rasul itu manusia gitu ya. Rasul itu manusia. Next. Nah, tetapi kemudian ada pertanyaan, lantas apa hikmah diutusnya Rasul itu dari golongan manusia bukan dari malaikat? Kan sebenarnya kalau diutus dari golongan malaikat wah banget gitu ya. Waduh menungsone kok. Apa hikmahnya? Pertama, ulama mengatakan sebagai bentuk rahmatnya Allah bagi manusia agar mereka dapat diteladani oleh umatnya. Tadi yang saya bilang di awal ra ono alasan maneh ya. Kanjeng Nabi iku yo manusia. Nabi Muhammad itu juga manusia. Kalau Nabi Muhammad bisa salat di awal waktu, kita bisa salat di awal waktu. Kalau Rasulullah bisa atau Nabi Daud bisa puasa sunah Daud, mestinya kita juga bisa puasa sunah. Maksudnya begitu.
14:04 gitu ya. Bukan Rasul angel loh koyoke engok mati ojo-joeng Ramadan gak Nabi Muhammad sudah mengerjakannya dan Rasulullah tambah sehat ketika berpuasa ya berarti ya kita pun mampu ya berarti Rasulullah pun mampu kita pun mampu. Yang kedua, mereka hidup bersama di tengah umatnya sehingga ajarannya dapat mudah diterima ya. Sehingga apa namanya? umatnya itu bisa melihat secara langsung, mengakses langsung iki loh sosok Nabi Muhammad kesehariannya seperti ini. Sehingga mereka tidak hanya kemudian menerima informasi tentang ajaran nabinya dari dokumen yang tertulis ya, dari wahyu Tuhan yang didokumentasikan, tetapi mereka melihat secara langsung sosok
14:50 manusia yang disebut dengan nabi dan rasul itu. Maka sahabat menjadi manusia-manusia yang paling beruntung karena mereka menyaksikan langsung sosok nabi dan rasul itu. Begitu. Sehingga tidak ada alasan koyoke e tidak ada interpretasi koyoke di dalam agama. Karena mereka mengakses langsung sumber syariat itu yaitu Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan itu bentuk welas asihnya Allah kepada kita ya. diwujudkan Nabi Muhammad dari unsur manusia gitu ya. Artinya yang bisa dilakukan oleh Rasulullah kita bisa melakukannya. Nah, itu hikmahnya ya. Ah, sekarang kita masuk ke sifat jaiz Rasul. Apa sifat jaiz Rasul itu? Jaiz itu artinya boleh. Jaza yajuzu artinya boleh. Boleh. Wajar
15:39 begitu ya. Tidak harus tapi juga tidak terlarang. Boleh netral hukumnya. Netral. Sah-sah saja ya. Sah-sah saja. Nah, ada di kitab akidatul awam dikatakan wajizun fiqihim minhairi ismatuhumil malaikah wajibatun waadolul malaikah waizun dan boleh jaiz nggih boleh atau jaiz fi haqihim fi haqir rasul Di dalam haknya Rasul dari sifat-sifat kemanusiaan. Boleh.
16:26 Nabi punya sifat kemanusiaan itu boleh. Apa sifat kemanusiaan? Lapar ya boleh gak aib. Nabi lapar gak aib gak ada masalah. Sebagaimana Yusuf lapar manusiawi begitu. Wakadalik sebaliknya kenyang maam terus warek. Ya wajar menungso gitu ya. Nah sama kayak begitu Yusuf kenyang habis makan. Ustaz tanya, "Gimana ini, Ustaz? Kenapa saya habis makan kok kenyang?" Gak apa-apa itu wajar ya. Wajar ya. Apalagi nanti kita sebutkan bighhairi naqsin. Nah, ini ini yang perlu digaris bawahi. Bighhairi naqsin. Tetapi sifat kemanusiaan yang melekat pada diri nabi dan rasul itu tanpa mengurangi derajat kenabiannya. Oke. Gak sampai menjatuhkan marwahnya
17:13 sebagai seorang nabi dan rasul. Contohnya apa? seperti sakit yang ringan. Sakit yang ringan. Sakit boleh? Boleh. Sakit itu manusiawi ya. Nak kemudian sakit wah iki bermasalah gak. Sakit itu normal sebagai sifat kemanusiaan. Maka nabi dan rasul sakit wajar begitu ya. Maka coba lihat saja sejarahnya. Baca sejarah sakitnya para nabi. Nabi Muhammad pernah sakit ya? Nabi Muhammad pernah sakit. Bahkan Rasulullah wafat itu mukadimahnya sakit. Nabi Muhammad itu siapa? Nabi lain yang sakit yang paling terkenal Nabi Ayub Alaih Salam. Nanti kita bahas di situ sakitnya Nabi Ayub Alaih Salam. Yo
17:59 wajar wong loro kok. Ooh wajar. Itu haknya tubuh. Kalau kata Ki Mak'ruf itu orang sakit itu Allah ngasih jatah kita untuk istirahat. Ya Allah ngasih jatah tubuh kita untuk istirahat. Terus w istirahat gak gelem istirahat dipekso karo Pangeran gak istirahat. Harus ada istirahat. Next. Nah, ini ini di antaranya ya. Maka jaiz bagi Rasul boleh bagi Rasul untuk satu makan dan minum. Nek enggak makan enggak minum yo malaikat jenenge. Ya, dalilnya nopo? Tadi yang saya sebutkan di Al-Furqan ayat 20 ya. Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu melainkan mereka pasti menyantap makanan mereka. Makan dan itu boleh wajar. Misal-misal Nabi Isa alaih salam. Nabi
18:44 Isa alaihi salam itu diminta sama siapa? Sama hawari, sama pengikutnya, sama murid-muridnya. Nabi Isa jenengan lak Nabi. Kita ini lapar. Lapar gara-gara dikejar-kejar orang Bani Israil itu ya yang mau mau membunuh Nabi Isa. Apa? Nabi Isa kemudian berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Anzil alaina maidatan minasama takun lanaidan liawalina wa akirina waatan minka. Ya Allah, jenengan turunkan hidangan makanan dari langit dan akan menjadi perayaan bagi kami orang-orang terdahulu kami dan orang-orang di kesudahan kami. Nabi Isa minta makanan diturunkan dari langit serupa hal serupa dilakukan oleh Nabi Musa Alaih Salam. Ada dalam Quran surah Albaqarah ya. Ee ketika Nabi Musa itu
19:31 diminta oleh Allah ee diminta oleh kaumnya untuk meminta makanan dikasih manna wasalwa. Tapi Bani Israil malah minta timun, bawang, dan lain sebagainya. Ya, Nabi Musa makan. Di dalam kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi di situ disebutkan bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu menyukai beberapa jenis makanan. Dalam kitab Khasaisun Nabi disebutkan bahwa Rasulullah itu makan ee timun atau makan labu dan makan apa? Ee ee gandum ya. Rasulullah makan gandum, Rasulullah makan kurma, Rasulullah makan roti dengan adon-adon seterusnya dan
20:16 seterusnya. Rasulullah makan makan makanan tersebut. Rasulullah makan daging kambing ya. Jadi wajar orang makan dan minum itu boleh. Boleh ya. Jadi kalau kalian baca iki Nabi kok maem ya boleh. Cuma bedanya begini teman-teman. Kalau teman-teman membaca kitab sirah atau kitab Syamail kemudian di situ itu dituliskan begini. Makanan yang disukai oleh Nabi. Pemahaman disukai itu jangan disamakan dengan disukai dalam versi kita gitu ya. Kalau kita nih Yusuf suka sate misalnya ya, kalau suka sate Yusuf itu setiap hari dikasih sate bisa mau Yusuf. Sahabat itu memb dan para ulama perawi hadis itu membahasakan Rasulullah suka dengan sebuah makanan itu hanya ketika
21:02 Rasulullah melihat sesekali dan Rasulullah disebut suka. Begitu ya. Jadi sekedar mereka pernah melihat Rasulullah makan itu sudah disebut Rasulullah suka. Karena Rasulullah itu hidupnya tidak untuk makan. Kalau kita kan beda ya. Wis kadung seneng duren ben musim duren ngenteni. Nah itu bedanya kita dengan Rasulullah. Kalau Rasulullah itu sekali dilihat pernah makan dan nampak agak lahab. Rasulullah suka. Makanya Rasulullah banyak riwayat disebutkan suka daging kambing, suka labu. Labu gitu ya. Rasulullah suka minum yang manis dan dingin. J manis itu maksudnya suka itu sekedarnya bukan kemudian terus-terusan. Nah, yang kedua, Rasulullah itu boleh sak nabi dan rasul itu boleh sakit dan terluka. Boleh gak? Kemudian nabi dan
21:49 rasul itu karena utusan Allah kemudian apa namanya? Kulitnya itu apa namanya? Tahan peluru, anti peluru ya gak. Mereka kalau terkena benda tajam ya luka tergores. Itu sifat basyariahnya Nabi dan Rasul. Hadis riwayat albukhari dan Muslim ini di antaranya dalam riwayat yang lain kita banyak menemukan pada hari perang Uhud wajah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam terluka, gigi seri beliau patah dan helm pelindung beliau pecah menunjukkan Rasulullah gak kebal bacok. Rasulullah terluka dan itu sah. Boleh tidak menurunkan derajat kenabian gitu ya. Yang ketiga boleh Rasulullah para nabi bekerja itu boleh. Boleh. Karena itu sifat basyariah. Dan ini sekaligus menunjukkan teman-teman
22:35 sekalian nabi dan rasul saja yang merupakan utusan Allah, mereka menjalankan tugas kemanusiaan khalifatullah fil ard yaitu nyambut gai. Nah, kita bukan nabi dan para bukan rasul kemudian tidak bekerja kemudian mengatasnamakan rezeki dijamin oleh Allah. Siapa kita? Kalau kemudian ada orang yang mengatakan, "Rezeki sudah dijamin sama Allah, saya gak perlu bekerja," maka yang paling layak mengatakan itu para nabi dan para rasul. Karena mereka utusan Allah. Tapi meski demikian, para nabi dan para rasul itu bekerja untuk kehidupan mereka. Ini saya kutip panjang sebenarnya paragrafnya. Dalam kitab albarokah fi Fadli S'i wal haraqah karyanya Imam al-Hubaisyi. Sungguh setiap nabi memiliki keterampilan bekerja yang
23:20 dengannya mereka menjalani kehidupan adalah Adam merupakan seorang pedagang dan peladang dan penun kain. Adapun Hawa adalah pemintal benang. Sedangkan Nabi Idris adalah penjahit dan penulis kaligrafi. Nabi Nuh mebel kayu. Nabi Musa, Nabi Muhammad penggembala kambing dan seterusnya. Para nabi punya rasul punya keterampilan, punya skill, punya kompetensi. Dan dalam riwayat hadis disebutkan ee sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala mencintai seorang hamba yang bekerja dengan skill keterampilan yang dia miliki. Paham ya? Jadi itu keteladanan yang diberikan Nabi dan Rasul. Dan Nabi bekerja itu jaiz, boleh. Padahal mereka bisa saja minta, "Ya Allah, turunkan kepadaku makanan seperti Nabi Isa alaihiam bisa." Du berapa
24:06 jumlah nabi dan rasul? 124.000 nabi. Itu seandainya melakukan hal yang sama, Allah bisa memenuhi itu. Tapi Allah ingin mengajarkan melalui utusan-utusannya bahwa kau hidup di dunia harus mengikuti sunatullah yang ada di dunia gitu ya. Harus ada effort dan usaha inin berkejaran dengan waktu. Nah, sekarang berkaitan dengan sakit yang baca yang sebelah kanan dulu. Penting diperhatikan para nabi dan rasul adalah manusia terbaik dan terbebas dari segala dosa. Ini saya cantumkan itu agar kemudian tidak ada pikiran bagi kita kan. Kalau kemudian kita sakit biasanya kita berpikir dan memang ada hadisnya kalau kita sakit bisa menjadi penebus dosa kita. Benar ya? Nah, kalau kalau kita berbicara tentang sakitnya para nabi, jangan pernah ada pikiran, oh itu
24:52 g nebus dosan nabi. Nabi tidak punya dosa. Lantas apa hikmahnya Allah memberikan ujian sakit kepada nabi dan rasul? Itu ada beberapa poin hikmahnya saya tuliskan. Ini sumbernya dari kitab semua aljawahirul Jawahirul Kalamiyah dan beberapa referensi lain. Hanya saya membahasakan dalam bahasa yang lebih praktis dalam slide agar teman-teman lebih mudah. Di riwayat itu yang pojok pojok kiri atas, manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang-orang saleh dan seterusnya. Jadi sama-sama demamnya antara Nabi Muhammad dan demamnya kita itu berbeda. Karena semakin tinggi derajat seseorang di hadapan Allah, ujiannya semakin berat. Sama-sama demam tapi suhu panasnya itu berbeda. Nah, hikmahnya apa? satu dilipat
25:40 dilipatkan pahala serta memperjalas ketaatan mereka dengan kita menyaksikan bagaimana kesabaran dan ketaatannya Nabi Ayub kita takjub. Itu yang ingin Allah tunjukkan dari sakitnya Nabi Ayub. Nabi Ayub itu sakit ada yang mengatakan 3 tahun, ada yang mengatakan 7 tahun itu tak pernah sekalipun menengadahkan tangan kemudian meminta kepada Allah, "Ya Allah, sembuhkan sakitku." Tak pernah sekalipun. Hingga sampai pada akhir-akhirnya istrinya yang mengatakan, "Wahai suamiku, engkau utusan Allah. Angkat, pengadahkan tanganmu. Minta sama Allah agar Allah menyembuhkan sakitmu. Karena ini sudah habis-habisan. Apa jawaban Nabi Nabi Ayub? Allah telah memberiku usia usia sekian panjang puluhan tahun dan sekian puluh tahun itu aku diberikan sehat oleh Allah. Sakitku hanya diuji 37 tahun. Itu artinya lebih
26:26 sedikit dari jumlah sehat yang Allah berikan kepadaku. Aku malu jika dengan ujian yang sedikit ini kemudian aku harus mengangkat tangan untuk Allah mengangkat sakitku ini. Coba itu yang Allah ingin tunjukkan dari Nabi Ayyub Alaih Salam. Kan kita gak ada yang model kayak begitu, tapi kita diminta meneladani Nabi Ayub Alaih Salam gitu ya. Dan itu pun doanya Nabi Ayub bukan, "Ya Allah sembuhkan aku." Tapi Nabi Ayub berkata, "Rabbi anni masanur wa anta arhamurahimin." Ya Allah, saya sedang sakit, jenengan maha welas asih. Itu saja doanya Nabi Allah Ayub Alaih Salam. Nah, itu yang Allah ingin tunjukkan dari sakitnya Nabi Allah Ayub Alaih Salam. Yang kedua, komitmen dan kesabaran mereka kepada Allah. Sama ya seperti yang tadi saya ceritakan. Yang ketiga, agar umat manusia meneladani mereka
27:11 dalam kondisi sakit dan ditimpa musibah. Sehingga kita punya tolok ukur. Nabi Daud kayak begitu. Nabi Muhammad juga sakit tapi sabar Nabi Muhammad. Ya. Agar manusia memahami bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan. Nabi itu manusia yang paling istimewa di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ya, tapi bagi mereka manusia istimewa itu mereka juga merasakan sakit. Kalau nabi saja manusia pilihan Allah ngerasain sakit, apalagi kita yang bukan siapa-siapa. Itu yang ingin dimaksudkan oleh Allah ya. Ya Allah, kenapa engkau timpakan sakit kepadaku? Lah, Nabi Muhammad loh sakit. Kamu ini siapa ngomong gak perlu sakit itu. Nah, begitu maksudnya. Kemudian agar tidak ada pengkultusan atau
27:56 anggapan sebagai Tuhan terhadap para nabi dan para rasul. Karena Allah memberikan mukjizat dari diri mereka agar tidak ada klaim ya bahwa mereka bisa sakit. Berarti manusia ini bukan Tuhan itu. Kemudian menegaskan status mereka sebagai hamba. Betapaapun agungnya kedudukan mereka bahwa mereka tidak mampu mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Ya, ojo profesor, ojo dokter spesialis. Ini nabi utusan Allah juga sakit dan mereka berikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan gitu ya. Nah, jadi betapapun agungnya mereka gak bisa menghindari madarat itu gak bisa. Allah annafi wadar itu Allah yang memberikan manfaat dan Allah yang memberikan mengangkat bahaya itu ya.
28:43 Bukan diri nabi dan rasul itu sendiri. Nam. Nah, ini yang perlu kita pertegas karena banyak beredar di luar sana gitu ya dari para ustaz, dai dan lain sebagainya ketika menceritakan kisah Nabi Ayub Alaih Salam yang Nabi Ayub itu sakitnya luar biasa digerogoti tubuhnya oleh ulat yang utuh hanya lidah dan hatinya karena senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa taala. riwayat itu benar adanya. Ada di mana tafsir Ibnu Katsir, tetapi dikomentari sama ulama yang lain. Oke, kita baca. Abu Yasad Muhammad almaliki dalam kitab Jalaul Afham, beliau mengatakan, "Dan apa yang dikatakan sebagian pendapat bahwa Nabi Syuaib
29:30 buta, hal tersebut tidak ada dasarnya. Demikian pula yang dikatakan bahwa ulat keluar dari tubuh Nabi Ayub Alaih Salam ketika sakitnya. Hal tersebut adalah sesuatu yang dusta dan mustahil. Kenapa? Tadi kita sudah punya nazamnya di awal bahwa sakitnya para nabi dan rasul itu sakit yang ringan. Gak sampai kemudian di karena di narasinya itu disebutkan Nabi Ayub kemudian disingkirkan, dibuang di tempat sampah dan seterusnya. Mustahil bagi para nabi mengalami yang demikian. Ya, dipertegas oleh Syekh Muhammad Ali Assabuni. Jadi, Syekh Muhammad Ali Asabuni ini seorang ulama Syria, ahli tafsir, tapi juga ngajar di pondoknya Sayid Muhammad Almaliki yang di atas itu. Sayid Muhammad almaliki.
30:15 Sayid Muhammad Almaliki punya pondok di Rusaifah Mekah. Di antara pengajarnya namanya Syekh Muhammad Ali Asabuni. Syekh Muhammad Ali Ashabuni punya tafsir terkenal namanya Rawaiul Bayan. Tafsir fi fil ayatil Ahkam. Nah, Syekh Muhammad Ali Asabuni punya kitab judulnya Annubuwah wal Anbiya. Beliau memberikan keterangan yang senada. Perkara seperti ini adalah dinukilkan dari kisah israiliyat. Kisah-kisah Bani Israil yang tidak sah. Di antaranya seperti kerabatnya Nabi Ayub yang menjauhkan diri. Bau badannya busuk hingga keluar ulat. Dia dibuang dari negerinya. dia dicampakkan ke tempat sampah dan lain-lain. Semuanya ini menafikan kedudukan nubuwah. Sebagaimana yang telah diputuskan oleh ulama tauhid bahwa para nabi itu bersih dan selamat dari
31:02 penyakit yang menjijikkkan. Bagaimana ia mungkin sesuai dengan martabat kenabian. Sehingga clear. Cerita-cerita yang menjelaskan tentang sakitnya Nabi yang menjijikkan, digeliling apa? Digerogoti ulat itu sesuatu yang bertentangan dengan konsep akidah ahlusunah wal jamaah. gitu nggih. Jadi ngaji ahlusunah wal jamaah itu bukan masalah amaliah saja, tetapi urusan ini dan ini lebih penting karena urusan akidah gitu. Karena ini urusan akidah. Nam ini terakhir e menjelang magrib ini terakhir. Dari semuanya itu ada sebuah kesimpulan empat poin utama ngaji kita pada sore hari ini ya. Pertama, kita wajib meyakini bahwa para nabi dan rasul memiliki sifat
31:49 indah dan luhur, bersih lahir dan batin mereka. Demikian pula ucapan dan perbuatan mereka terhindar dari hal yang tercela. Ini iktikad dasar ahlusunah berkaitan dengan kenabian dan kerasulan. Yang kedua, para nabi layaknya manusia. Karena nabi itu manusia, ya. Layaknya manusia begitu ya, dengan sifat kemanusiaan pada umumnya. Ya. Jadi kalau kalian baca riwayat, kok nabi ini sakit, kok Nabi ini makan, kok Nabi ini keluar darah, kok Nabi ini tidur, ya sesuatu yang lumrah karena itu sifat kemanusiaan dan tidak menjatuhkan derajat kenabian mereka. gitu ya dengan
32:36 segala termasuk ini termasuk ini yang mumpung ingat termasuk ini kisah yang menyebutkan bahwa Nabi Yusuf ngejer-ngejer Sayidah Zulaikha yang kemudian disebutkan bahwa Nabi Nabi Yusuf hampir saja melakukan hal perbuatan terlarang. Itu mustahil terjadi pada diri Nabi Allah Yusuf Alaih Salam. Karena Nabi Yusuf itu maksum. Tidak mungkin kemudian melakukan hal terpikir yang demikian. Tidak mungkin. Nah, sehingga bagaimana memahaminya? Dilihat tafsirnya nanti seperti apa kronologi yang sebenarnya ya. Karena kebanyakan orang itu kalau sudah cerita didramatisir kisah Nabi disama-samakan sama drama Korea gitu ya. Semakin oh semakin anut semakin wah begitu gak. Kita harus jujur harus adil. Apalagi yang kita ceritakan tentang nabi dan
33:22 rasul dengan segala perbuatan dan keadaan yang tidak mengurangi ketinggian derajat dan martabatnya. Coba bayangkan seorang Nabi Yusuf ngejar-ngejar perempuan karena dia tergila-gila itu kan gak pantas bagi seorang nabi dan rasul. Jangankan melekat sifat itu pada diri nabi dan rasul. Ada seseorang tergila-gila sampai masuk kamar misalnya. Misalnya itu disandarkan kepada seorang pimpinan daerah, pimpinan universitas, itu saja sudah gak pantas secara etik dan secara attitude. Lah ini utusannya Pangeran, utusannya Allah. masa ia melakukan hal yang semisal seperti itu gitu ya. Allah menjaga mereka. Jangankan nabi, kata ulama itu aulia itu aulia itu di bawahnya para nabi, para wali-wali Allah
34:07 itu jangankan melakukan kemaksiatan, terpikir melakukan maksiat mereka gak pernah. Makanya doanya kita sama doanya wali itu berbeda. Kalau doa kita, "Ya Allah, tutup aib-aib kami, dosa-dosa kami, ampuni ya Allah." Tapi kalau doanya para kekasih Allah itu, "Ya Allah, tutup hati kami dari keinginan melakukan maksiat kepadamu, Ya Allah." Itu bedanya, ya. Nah, yang ketiga, Allah memilih mereka dari segenap penghuni seluruh alam dan mengutus mereka dengan risalah, perintah, dan hukum Allah agar seluruh alam mengenal Allah dan mengerti segala aturannya. yang logikanya kalau mereka mengajarkan halal haram, maka mereka lebih dulu tahu tentang halal haram itu. Ya, artinya gak mungkin mereka melakukan
34:53 melanggar sesuatu yang diharamkan oleh Allah di saat yang bersamaan dia melarang umatnya gitu ya. Nah, yang terakhir para nabi dan rasul tidak pernah melanggar. Ini berkaitan dengan Nabi Adam dan berbeda dalam ketentuan pokok agama ya. Jadi dalam urusan akidah tauhidullah para nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad tidak ada perbedaan. Jadi kalau ditanya kalian, "Apa agama Nabi Adam?" Jawabannya Islam. Apa jawab? Apa agamanya Nabi Idris? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Nuh? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Musa? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Syuaib? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Musa? Jawabannya Islam. Apa? Jawab apa
35:40 agamanya Nabi Yunus? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Isa Alaih Salam? Jawabannya Islam. Apa agamanya Nabi Muhammad? Jawabannya Islam. Mereka dalam urusan tauhid satu, tidak ada perbedaan. Yang berbeda di antara mereka adalah konsep syariatnya yang berbeda. Mereka salat, salat semua tapi tata caranya berbeda. Kenapa begitu? Baris terakhir perubahan seiring dengan berbedanya umat, masa, tempat, keadaan, dan adat kebiasaan. Itu terbukti dari mana? Riwayat Sahih Albukhari yang menceritakan tentang mikrajnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mendapatkan titah dari Allah. Umatmu wajib 50 waktu salat dalam sehari semalam bertemu dengan Nabi Musa Alaihi Salam. Muhammad aku ngasih masukan nih
36:27 sama kamu. Gak mungkin mampu umatmu. Gak mungkin mampu umatmu 50 waktu. Kenapa Nabi Musa begitu? Kata ulama, karena Nabi Musa umatnya mendapatkan kewajiban 50 waktu dan umatnya gak mampu. Padahal secara fisik, fisik umat Nabi Musa lebih kuat dari umat Nabi Muhammad. Maka minta banding kamu sama Allah. Naik Nabi Muhammad. Ya Allah, nyuwun keringanan aku kasih lima untukmu, tapi pahalanya seperti 50 waktu bagi umat Nabi Musa Alaih Salam. Sayangnya Allah untuk Nabi untuk umat Nabi Muhammad. Ya kenapa? W ojo ngomong seket lim ae kadang. Apa? Liturgi. Liturgi. Liturgi. Ya, jangankan 50, lima saja kita ini masih zuhur mepet asar,
37:15 magrib mepet isya, subuh dijamak sama dhha. Itu lima. Lima apalagi 50. Nah, syariatnya berbeda. Tetapi berbeda itu kaifiahnya. Maksudnya tata caranya bahwa Nabi Adam salat, iya. Nabi Musa salat, iya. Tapi tata caranya, waktunya itu yang berbeda. Kenapa itu alasannya? Karena perbedaan masa, tempat, keadaan, dan adat kebiasaan. Tapi satu hal yang pasti yang mereka sembah sama Allah Rabbul Alamin. Agar mereka, agama mereka sama yaitu sammaakumul muslimin. Agama mereka dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad agamanya Islam. Jadi kalau kalian ditanya apa agama samawi? Agama samawi hanya satu, agama Islam. Tidak ada agama samawi selain Islam. Tapi
38:01 kalau pertanyaannya apakah ada berapa kitab samawi? Kitab samawi ada empat. Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Tapi agama samawi hanya Islam. Satu-satunya agama yang Allah turunkan untuk umat manusia di muka bumi adalah Islam. Innaddina indallahil Islam. Begitu nggih. Semoga manfaat. Sehingga kesimpulan terakhirnya sekali lagi para nabi dan rasul itu satu, mereka manusia dua, tapi mereka diutus sama Allah. Jadi berbeda dengan kita manusia iya secara fisik tetapi mereka punya privilege Allah utus. Itu privilege yang mereka dapatkan. Yang ketiga, mereka membawa risalah karena mereka mendapatkan misi dan tugas khusus dari Allah. Sebagaimana pegawai mendapat tugas dari kantornya, dia difasilitasi
38:47 dengan uang perjalanan dinas. Ia dilengkapi dengan transportasi, akomodasi, konsumsi sama nabi itu petugas utusan-utusan Allah juga mendapatkan fasilitas dari Allah yang bernama penjagaan dari Allah yang disebut dengan maksum sehingga mereka terbebas dari segala dosa dan Allah lengkapi mereka dengan mukjizat untuk menekankan menguatkan risalah yang mereka bawa. Akhirnya wallahu taala alam bisawab. Semoga bermanfaat yang ngebut ini gitu ya. Tapi insyaallah ini sudah tersarikan tentang bagaimana kita memahami sifat jaiznya Rasul begitu ya. Sifat mustahil sudah. Nah, sekarang sifat jaiznya Rasul. Apa sih sifat jaiznya Rasul itu tadi? Bahwa sifat basyariah yang melekat pada diri Nabi
39:33 yang boleh para nabi melakukannya tidak harus tapi juga tidak terlarang sebagaimana manusia pada umumnya. Begitu nggih. Demikian semoga manfaat. Astagfirullahalazim. Astagfirullahalazim astagfirullahalim subhanakallahum wabihamdik asadu alla ilahailla anta astagfiruka waubuik wasallahu sayidina muhammadin alasiradirjil munir waamhamdulillahabbilaminumalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhumsalam warahmatullah