0:18 Baik, Sobat ASN bisa kita mulai acara pada pagi hari ini. Baik, kita mulai ya, Sobat ASN ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Halo, Sobat ASN. Senang sekali saya bisa kembali menyapa sobat ASN semua di hari kedua dalam acara pengembangan kompetensi teknis administrasi kepegawaian dan perkantoran di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur dengan transformasi kompetensi ASN melayani lebih cepat, bekerja lebih
1:05 tepat, dan beradaptasi lebih hebat. Bersama saya Hani Dwi Refitasari yang akan memandu jalannya kegiatan kita di hari kedua ini. Sebelum memulai acara, mohon izin menyampaikan beberapa tata tertib demi kelancaran jalannya Zoom pada pagi hari ini dengan menggunakan format penamaan nama OPD nama peserta. Sekali lagi kami tegaskan dengan menggunakan format penamaan nama OPD nama peserta. Bilamana ada peserta yang tidak sesuai dengan format yang kami tentukan, maka dengan berat hati akan kami keluarkan di ruang Zoom meeting ini. Kemudian yang kedua, peserta
1:50 diharapkan menonaktifkan mikrofon selama narasumber menyampaikan materi dan diharapkan dapat mengaktifkan kamera selama kegiatan berlangsung. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama sampai dengan hari keempat pada tanggal 18 Juni 2026. Dan apabila terdapat pertanyaan dapat disampaikan melalui fitur chat atau akan kami berikan kesempatan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Kemudian daftar hadir, link materi dan virtual background dapat diakses melalui rumah ASN. Dan karena kapasitas Zoom meeting yang sangat terbatas, maka kami bagi
2:38 sobat ASN yang tidak dapat masuk ke Zoom meeting bisa menggunakan live YouTube BKD Jawa Timur. Baik, Sobat ASN, bagaimana kabar hari ini? Semoga masih sama antusiasnya ya atau bahkan lebih semangat lagi dibanding dengan kemarin. Boleh dong bisa ditulis di kolom chat dengan kata siap. Mohon izin mungkin tim ada yang bisa ngecek. Iya banyak. Sudah siap sudah siap-siap. Siap. luar biasa antusias ya yang masih sangat-sangat tinggi pada pagi hari ini. Semoga semua dalam keadaan sehat dan siap menerima materi yang begitu luar biasa pada pagi hari ini. Sobat ASN,
3:23 untuk mengawali kebersamaan kita dan semangat kita pada pagi hari ini, izinkan saya untuk menyampaikan sebuah pantun dan sobat ASN boleh membalasnya dengan kata cakep secara kompak dan semangat. Baik, kita mulai ya. Membuat anyaman dari rotan karya indah buatan tangan. Mari bertransformasi demi kemajuan. ASN unggul siap hadapi tantangan. Baik, Sobat ASN. Kemarin di hari pertama kita telah sukses membahas tentang pengembangan kompetensi teknis dan internalisasi C value berakhlak melalui
4:11 transformasi budaya ASN. Pengembangan kompetensi dan internalisasi core value berakhlak adalah pilar utama dalam transformasi budaya ASN untuk menciptakan birokrasi berkelas dunia. Langkah ini mengubah pola pikir sekedar dari sekedar pemenuhan administratif menjadi perilaku kerja harian yang nyata, profesional, dan berdampak langsung pada pelayanan publik. Dan saat ini tentu sudah hadir bersama kita pada pagi hari ini yang terhormat fungsional analis kebencanaan ahli muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Dadang Ikwandi, SST.P,MT.
5:00 Selamat pagi, Bapak. Iya. Bagaimana kabarnya hari ini, Bapak? Izin. Alhamdulillah baik. Suara saya jelas, Mbak? Ya, jelas suaranya jelas. Jelasel jelas Bapak suaranya. Oke, selamat bergabung bersama kami Bapak. Dan yang kami hormati juga narasumber kita yang kedua, yaitu Bapak Feri Trimudah Riadi, S., M.M., fungsional arsiparis ahli muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Selamat selamat pagi Bapak Feri. Apakah Bapak Feri sudah bergabung
5:45 bersama kami? Ada Bapak Oh, baik. Mungkin bisa bergabung dengan kami nanti siang ya, sesuai dengan jadwal Bapak ee memberikan materi. Baik, Sobat ASN. Baik, Sobat ASN. Hari ini kita akan melangkah lebih dalam lagi me yang lebih menantang lagi dan tentunya lebih ekstrem lagi dalam pembahasan kita pada pagi hari ini bersama pembicara-pembicara yang luar biasa. Karena yang akan kita bahas pada pagi hari ini adalah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di kantor serta pengelolaan sistem kearsipan bagi ASN di instansi. Mitigasi dan kesiapsiagaan
6:31 bencana di kantor merupakan langkah krusial untuk melindungi keselamatan karyawan, meminimalkan kerusakan aset, dan memastikan kelangsungan operasional bisnis saat krisis terjadi. Langkah-langkah ini harus diintegrasikan ke dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau SMK3 di setiap instansi. Langkah-langkah tersebut adalah mitigasi struktur dan lingkungan kantor yang berfokus pada pengurangan dampak fisik dan penguatan fasilitas kerja. Dan yang kedua adalah kesiapsiagaan dan kapasitas karyawan yang berfokus pada kesiapan mental dan prosedur operasional seluruh staf. Dan yang terakhir adalah penataan jalur
7:16 evakuasi dan titik kumpul, yaitu memastikan visualisasi keselamatan terpasang dengan jelas di seluruh area kantor. Seperti apa penjelasan terkait tiga hal tersebut? Sabar, nanti akan kita kupas tuntas agar Sobat ASN bisa siapsiaga menjaga lingkungan sekitar dan lingkungan di keluarga. Kemudian yang materi kedua yaitu pengelolaan sistem kearsipan bagi ASN di instansi pemerintah yang kini berfokus penuh pada transformasi digital melalui penerapan sistem pemerintah berbasis elektronik atau SPBE. Dan pengelolaan ini tidak lagi sekedar menumpuk kertas di gudang,
8:02 melainkan mengintegrasikan data secara nasional untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel. Alhamdulillah. Baik, tidak perlu berlama-lama lagi di layar kita sudah hadir narasumber yang sudah siap siaga pastinya semangat membara berapi-api teman-teman untuk memberikan ilmunya kepada sobat ASN semua. Langsung saja kita sapa. Selamat pagi Bapak Dadang Ikwani SST, MT. Salam sehat selalu. Baik, Bapak. Izin sudah siap untuk memberikan ilmunya kepada Sobat ASN pagi hari ini, Bapak? Siap. Sangat siap. Alhamdulillah. Baik, Sobat ASN kita
8:47 simak bersama materi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan narasumber Bapak Dadang Ikhwandi. SSTP ehst MT. Dipersilakan. Mana SST? Terima kasih Bu Hani, SSTP, MM atas kesempatan yang diberikan. Ee mohon izin suara saya jelas nggih. Saya izin share screen ya terkait dengan materi hari ini. Jadi kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Apakah yang saya share terlihat Bu Hani? Baik. Terlihat. Oke, terima kasih. Mengawali pertemuan pada hari ini, saya ingin
9:35 memaparkan dua video. Yang pertama, kejadian bencana yang ada di sekitar lingkungan kita. Kemudian yang kedua, video yang kejadian bencananya barusan saja kemarin, yaitu gempa yang terjadi di wilayah Filipina dengan kekuatan 7,7 skala rikter. di video yang pertama ini saya izin. Nah, ini kejadian gempa di Cianjur ya, video amatir dari handphone saat
10:20 anak-anak melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar ya. Nah, kita bisa lihat ini lemari meja ini pada bergoyang. Ini juga kejadian di Cianjur ketika terjadi gempa keluar. Nah, genteng berjatuhan ini ya.
11:06 Nah, ini di salah satu pondok pesantren kebakaran ya di Ponpes Riyadul Awamil. ini di salah satu sekolah dasar juga. Jadi ini bukan simulasi, benar-benar terbakar ini.
11:58 Nah, ini juga di Pondok Pesantren Putri ya. Dari berita yang kita baca ini ada salah seorang santriwati yang meninggal ya terperangkap di lantai du tidak bisa menyelamatkan diri. Nah, ini banjir dan seterusnya. Baik, video yang kedua ini barusan saja kemarin ya kita lihat betapa dahsyatnya
12:44 gempa di skala 7,7 ya. Nah, ini bumi. Coba lihat. Nah, ini juga di salah satu sekolah sepertinya sekolah TK ini. Nah, baik rekan-rekan sekalian itu dua video kejadian bencana yang sehari-hari ada memang di sekitar lingkungan kita
13:31 gitu ya, di lingkungan tempat kerja kita, di lingkungan tempat belajar kita, dan lain-lain. Nah, untuk kejadian gempa, faktanya ya, fakta yang dihadapi saat terjadi gempa adalah panik gitu ya. Kemudian tidak dapat atau sulit berlari gitu karena memang keseimbangan terganggu dan mudah jatuh. Nah, untuk poin yang pertama ini seringki orang menganggap ah masa iya gitu ya. Masa iya kita tidak bisa lari. Nah, dari video tadi terlihat memang ketika gempa di atas enam itu sangat sulit sekali kita ee bahkan untuk berdiri saja pun sulit.
14:18 Nah, kami di BPBD Jawa Timur ee punya taman edukasi bencana. di Taman Edukasi Bencana itu ada simulator gempa yang kami bangun tahun lalu. Nah, Teman-teman bisa datang ke sana mencoba untuk membuktikan apa yang saya sampaikan ini. Apakah benar ketika gempa di atas enam itu kita bisa berdiri atau tidak, gitu ya. Nah, di simulator gempa yang kami miliki itu panjenengan bisa mau mencoba gempa model apa saja. gempa Jogja, gempa Palu, gempa Aceh, e gempa mana lagi itu ya, gempa Bali atau bahkan mau mencoba berapa skala rect ya,
15:04 berapa MMI. Nah, itu ada di kantor kami. Jadi panjenengan untuk kemudian yakin bahwa teori tidak dapat berdiri, tidak dapat lari pada saat gempa besar, maka silakan datang ke kantor BPBD Jawa Timur ya. ada simulator gempa yang sudah kami bangun dan alhamdulillahnya antusias masyarakat, antusias pelajar saat ini sangat tinggi. 1 bulan itu bisa 2.000 siswa. Bulan April itu 2000, bulan Mei kemarin itu 1700-an kalau saya tidak salah. Jadi antusias masyarakat ee teman-teman siswa itu sangat sangat tinggi sekali. Barusan saja kemarin itu
15:50 dari ibu-ibu Muslimat NU ya belajar ke Taman Edukasi Bencana. Kemudian fakta yang kedua memang tubuh kita mudah terbentur ya. Tadi di video yang pertama pada saat anak-anak itu sepertinya lagi latihan gitu ya, kerja kelompok ketika terjadi gempa mereka berlarian panik ya padahal pintunya cuman kecil. Dan dari video amateri yang kita lihat itu plafon pada berjatuhan ya. Dan di kejadian yang lain kita lihat juga genteng segala macam itu ee berjatuhan. Resiko tertimpa reruntuhan. Kejatuhan satu genteng saja ke kepala kita kan lumayan minimal bocor ya jahit 3 jahit
16:37 5. Nah, fakta yang terakhir bahwa ee gempa itu tidak lama 10 20 detik saja. Sepanjang sejarah manusia, gempa yang terlama itu terjadi tahun 5 di Jepang di Great Hansin istilahnya ya di Kobe. Dan bulan Januari tahun lalu saya ke sana melihat memang ada sengaja bongkahan dari tiang tol yang tumbang. Jadi tidak hanya rumah lagi yang runtuh, tiang tol pun diayun gitu ya, tolnya sampai tumbang. Nah, itu sengaja di sebagian dibiarkan dijadikan semacam monumen pembelajaran bagi masyarakatnya bahwa
17:23 gempa dahsyat 9,3 skalaritas pernah terjadi di Jepang yang tidak hanya rumah hancur, tiang tol pun jalan tol itu pun tumbang dibuatnya. Video-video di YouTube itu banyak. Nah, itu 40 detik. Nah, selama ini di kita ya di periode 10 20 detik saja. Ada yang pernah mengatakan periodenya menit, 1 menit saja sudah rata bangunan kita ya. Jadi ee sepanjang sejarah manusia 40 detik itu yang terlama. Kecuali kalau anaknya ya kan gempa besar terus ada anaknya ada anaknya lagi dalam sehari bisa 50 gempa. Setiap satu gempanya ya 10 detik, 5 detik gitu ya.
18:10 Nah, dari fakta ini 10 sampai 20 detik, seberapa jauh sih kita dapat melangkah gitu ya? Apa iya 10 20 detik itu kita bisa melangkah 20 m? Apakah kita bisa melangkah 40 m? Berlari 40 m kan sulit. Apalagi kalau di tempat yang ramai gitu ya. di tempat yang ramai, di mall kita waktu itu misalnya atau di ruang kelas kan sulit sekali. Nah, dari fakta-fakta ini maka ada beberapa hal nanti teori disampaikan apa yang harus kita lakukan pada saat ee terjadi gempa maupun kebakaran. Karena
18:57 memang gempa kebakaran itu kejadian bencana yang ada di sekitar kita. jalur efak. Saya melihat di beberapa kantor jalur evakuasi tangga darurat itu dipenuhi dengan dokumen-dokumen gitu ya. Sehingga untuk larinya pun nanti kalau terjadi sesuatu lift tidak bisa kita gunakan dan memang tidak boleh digunakan. Kita melewati jalur evakuasi tangga darurat itu tapi penuh dengan dokumen. Nah, ini PR besar bagi kita. Nah, oleh karenanya timbul tiga pertanyaan gitu ya. Timbul tiga pertanyaan. Kenapa setiap orang harus memahami potensi bencana yang ada di sekitarnya? Ya, jadi ibarat kalau mau
19:46 perang gitu ya, ini tentu harus tahu nih musuhnya apa gitu ya. Karena bencana yang ada di sekitar perkantoran kita itu gempa kebakaran. tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka mengurangi resiko bencana gempa dan kebakaran tersebut. Kemudian kenapa setiap orang harus meningkatkan kapasitas atau kemampuannya dalam penanggulangan bencana? Karena berdasarkan penelitian dan hasil survei kejadian bencana di KOB tahun 5 dari 15.000 ribu orang yang kemudian disurvei gitu ya, yang disurvei dapatlah beberapa
20:31 jawaban ya. Ternyata 30% itu orang di Kobe itu bisa selamat karena dia memahami ya memahami bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa ya. Kemudian yang berikutnya kenapa orang-orang di Jepang itu bisa selamat ya dari 15.000 Ibu yang disurvei. Jawaban yang kedua karena dia dibantu oleh orang-orang terdekatnya. Dibantu keluarga, dibantu ayah, dibantu ibu, dibantu anak, dibantu istri gitu ya. Itu juga sekitar 30-an%. Kemudian yang kedua dibantu
21:18 teman-teman di sekitarnya, dibantu tetangga, dibantu teman di dalam ruangan kantor itu 20-an%. Jadi hasil kumulatif orang-orang bisa selamat saat kejadian gempa besar di Jepang itu ya 90-an% karena dirinya dan karena orang-orang yang ada di sekitarnya. Nah, pertanyaannya berapa persen tim regu penolong itu bisa menyelamatkan orang-orang itu hanya sekitar 1 sampai 2% saja ya 1 sampai 2% saja. Karena pada saat terjadi gempa atau bencana lainnya tim BPBD, tim Basarnas, TNI, Polri, relawan tentu tidak ujuk-ujuk kemudian sampai di lokasi kejadian bencana. Butuh
22:06 waktu. Apatah lagi kalau misalnya ee bencana itu terjadi di lokasi yang jauh. Nah, untuk lingkungan perkantoran tentu yang paling berperan penting ya adalah orang-orang yang ada di kantor tersebut ya. Namun, nah ini PR besar bagi kita gitu ya, PR besar bagi kita bahwa untuk mengurangi risiko bencana itu minim sekali tenaga yang memiliki kapasitas dalam penanganannya. Untuk menggunakan APAR saja banyak dari kita yang ee tidak mengerti ya. Sehingga pertanyaan yang ketiga, kenapa sih setiap orang harus terlibat aktif gitu ya? arus di kantor DLH misalnya ya, maka
22:55 tim harus ada tim regunya, regu penolongnya, regu EFAK-nya dibentuk sendiri oleh Dinas Lingkungan Hidup ya harus terlibat aktif tidak mengandalkan kemudian ee teman-teman BPBD karena fase golden time bencana itu 1 sampai 6 jam itu harapannya diri sendiri dulu nih ngurus terus gitu ya diri sendiri dulu tidak kemudian regu penolong. Nah, ini beberapa hal sebagai pengantar bahwa tiga pertanyaan ini harus kita jawab dan harus kita tindaklanjuti. Kita harus memahami potensi bencana yang ada di sekitar kita. Ibarat mau perang, kita harus tahu
23:40 musuhnya. Kita harus mempersiapkan. Sudah tahu ee potensi bencananya. kebakaran yang disiapkan perahu kan tentu keliru ya. Maka persiapan ini berbasis potensi bencana yang ada di sekitar kita, di sekitar lingkungan kerja kita termasuk ee pengelolaan risiko lainnya, penataan ruang ya di beberapa perkantoran itu kalau kita ingin menemui seseorang itu seperti melewati labirin ya. melewati labirin. Maka ketika terjadi bencana itu ya apa ya keluar keluar ruangannya gitu. Belum lagi pintunya cuman satu kecil gitu.
24:26 Nah, selanjutnya saya ingin menyampaikan bahwa kita ini memang hidup di lingkungan yang di wilayah yang berpotensi bencana tinggi Bapak Ibu ya. Jadi hasil pendataan kita di 2024 Jawa Timur itu kan ada 8.000 500 desa kelurahan ya 8.500 desa kelurahan. Nah, dari sekian ini hasil pemetaan kami yang sudah tertuang di kajian risiko bencana KRB yang sudah dilegalkan menjadi pergup ya, Pergup 53 tahun 2023
25:12 itu terdapat 5.254 desa kelurahan rawan bencana kategori tinggi ya 5254. Berarti kalau kita bandingkan dengan total keseluruhan desa ini berarti 2/3-nya lah ya. 2/3 dari desa kelurahan yang ada di Jawa Timur itu desa rawan bencana kategori tinggi ya 5.254. Nah, kita memang ee tinggal ya tinggal di lingkungan ya begitulah adanya potensi bencananya tinggi. Nah, kalau kita lihat kerangka lempeng tektonik dunia, jadi
25:58 bola bola dunia itu kemudian kita gelar, kita bentangkan. Maka seperti inilah kondisinya kita itu berada di lempeng Eurasia. Nah, ini di perbatasan lempeng Eurasia. Nah, akibat rotasi bumi gitu ya, maka lempeng-lempeng ini, tataan lempengan ini bergerak, Bapak, Ibu. Ini seperti keramik-keramik itu ya. Di mana lempeng Indian Australia ini bergerak ke utara, lempeng Aurasia ini bergerak ke tenggara. Kemudian lempeng Filipin ini juga bergerak ke utara. Nah, pergerakan-pergerakan lempeng ini yang kemudian menimbulkan tumbukan antar
26:45 lempeng yang mengakibatkan gempa. Ya, gempa. Jadi ibarat benturan. Nah, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tersebut. Jadi kita di sini nih. Nah, ini Jawa kecil. seperti itu. Dan pertemuan-pertempuan lempeng ini ya mereka itu bergerak Bapak Ibu. Lempeng Indo Australia bergerak 71 mili per tahun atau kalau kita rata-rata ya kalau kita rata dibagi 365 hari ya lebih kurang 0,2 mili per hari ya 0,2 mili per hari. Kalau setahun berarti 7,1 cent.
27:31 Tentu teman-teman akan berpikir, "Ah, ini kan cuman mili, Pak, Mas." gitu ya. Iya. Kalau lempengnya kecil gitu ya, keramik sebesar keramik. Ini lempeng raksasa. Bergerak sedikit itu menimbulkan gempa yang luar biasa. Nah, kemarin gempa besar di di Filipina memang dia berada di jalur cincin api dunia ya, pertemuan lempeng-lempeng tadi. Dan kita salah satunya ini kita berada di jalur cincin api dunia ini ya, Jawa ini. Makanya ee kita berada di wilayah yang rawan bencana ya. Ibarat dua sisi mata uang ya. kita diberikan potensi bencana
28:18 yang luar biasa, tapi di satu sisi kita memang diberikan anugerah alam yang juga luar biasa indahnya. Nah, dari tataan lempeng tektonik dunia tadi dibentang kemudian muncul segmen-segmen subduksi yang kecil-kecil, lempeng yang kecil-kecil. Nah, di selatan Jawa Timur, di selatan Jawa Timur ada Megatras is Java. Jadi, ini nanti teman-teman bisa download di buku yang diterbitkan oleh Pusat Gempa Nasional ya. Dan infonya sudah di-update. Jadi, banyak caesar-sesar yang ada di darat itu di-update ya. Nah, potensi segmen subduksi yang ada di
29:05 selatan Jawa Timur itu 8,7 skal hektar. Bahkan yang terakhir saat kami melaksanakan ee latihan evakuasi mandiri di Desa Tegalrejo, Lumajang itu sudah di-update oleh BMKG terkait besaran potensi gempa yang ada di selatan Jawa Timur ya. Nah, ini yang berada di zona-zona subduksi. Nah, salah satu generator gempa ya, salah satu generator gempa itu adalah lempeng-lempeng kecil tadi. Nah, kemudian ada generator gempa yang lain yang berada di darat ya, yaitu yang disebut dengan istilah caesar. Nah, di Jawa Timur itu ada tujuh caesar. Namun infonya itu sudah di-update. Ada
29:52 tambahan-tambahan lagi cesarnya seperti Caesar Pati, Caesar Kendeng yang segmennya itu sampai ke Surabaya, Pasuruan Probolinggo Wongsorejo RMKS. RMKS itu Rembang, Madura, Kangean, Sakala, kemudian Caesar Bawean yang tahun 2024 ya, gempa Sardi di Bawean yang kalau saya tidak salah bulan Ramadan itu dampaknya terasa sampai ke ee Surabaya. Nah, dari ee kondisi alam, kondisi geografi kita, kondisi lempeng tektoni kita, maka memang Indonesia itu kejadian gempanya luar
30:38 biasa. Panjenengan bisa lihat kan dari sekian pulau besar yang tidak tertutupi ya pulau Kalimantan ini karena memang jauh dari zona subduksi, jauh dari zona ee generator gempa yang besar-besar ya yang ada di selatan Jawa Timur, di barat, Sumatera gitu ya. Warna menandakan kedalaman gitu ya. Jadi memang banyak sekali gempa di ee Indonesia ini, gempa-gempa dangkal gitu ya, yang berdampak luar biasa terhadap infrastruktur dan lain-lainnya. Dan yang ini khusus Jawa Timur. Nah, kita bisa lihat ternyata banyak sekali titik-titik
31:24 kejadian gempa itu berada di zona subduksi kan ya. Nah, ini teman-teman bisa lihat banyak sekali titik-titik kejadian gempa di Jawa Timur itu di sini nih ya yang saya arsir ini. Nah, nah ini kan kelihatan ini sebarannya. Artinya memang zona subduksi ya di wilayah selatan Jawa Timur itu selalu bergerak. Bapak, Ibu tadi yang kita sampaikan 0,2 mili per hari ya. Dan kita ee di dunia kebencanaan kalau pergerakannya sedikit-sedikit tu kita bersyukur ya. Jadi ibaratnya begini ya,
32:17 nah ini kita anggap ee tanah daratan Jawa. Nah, ini zona subduksi itu yang masuk menyungsep ke bawah ya. Nah, ketika ini terus bergerak 0,2 mili per hari tadi itu kita bersyukur. Jadi, ada pelepasan energi yang tidak menumpuk. Nah, yang kita khawatirkan itu adalah ketika dia ini bergerak tapi tertahan di sini nih ya. Tertahan di titik ini. Kalau kita analogikan seperti ini, tertahan, tertahan, tertahan. Kemudian dia melepaskan energi tersebut sekaligus seperti kejadian di ee Aceh tahun 2004 dengan kekuatan di atas 9 skala rektor
33:06 yang kemudian menimbulkan tsunami dan korban jiwa kalau saya tidak salah 170.000 ya 170.000 orang tahun 2004. Nah, itu karena memang energinya menumpuk. Jadi, tertahan, tertahan, tertahan dan lepas gitu ya. Nah, itu yang kita khawatirkan. Maka ketika terjadi gempa-gempa kecil, nah bagi kita itu ee pelepasan energi ya. Mungkin di kalau panjenengan nanti main ke BPBD, panjenengan datang ke pusdlop kita, pusat pengendalian operasi kita, itu ada layar sebesar tembok ada dua.
33:51 Panjenengan nanti bisa melihat berbagai ee pantauan fenomena alam ya. Misalnya gempa bumi, tinggi muka air, pergerakan siklon, pergerakan angin, curah hujan, titik panas, hotspot, itu kita pantau semua. Nah, kejadian-kejadian gempa ini terpantau oleh kita ya, terpantau oleh kita. Teman-teman bisa melihat gitu ya, bahwa memang di Jawa Timur itu seringkiali terjadi gempa-gempa kecil ya. Gempa-gempa kecil. Pelepasan energinya ya sedikit-sedikit ya, tidak menumpuk. Jadi ibaratnya kita dicubitlah gitu ya, dicubit tidak ditabuk. Nah, yang kita khawatirkan itu kan kalau ditabuk tadi
34:37 sakitnya luar biasa. Nah, mungkin ya ini ee mungkin di Jawa Timur ini banyak pondok pesantren, banyak orang-orang yang berselawat, doa gitu ya. Jadi kita terhindar dari situasi yang ee bahaya tersebut. Nah, selanjutnya Bapak, Ibu dari statistik kejadian gempa di dunia ini ternyata kalau dirata-rata setiap detik ada gempa ya. setiap detik ada gempa. Kalau dirata-rata dari seluruh kejadian gempa bumi di berbagai belahan bumi yang ada di dunia ini. Nah, ini adalah kejadian gempa bumi yang disimulasikan ya yang tadi saya
35:23 sampaikan setiap detiknya. Warna menandakan kedalaman, diameter menandakan magnitude. Ya, kita lihat ya kita lihat. Nah, ini yang yang warna-warna ini bukan lampu Bapak, Ibu ya. Ini kejadian gempa. Ini bumi berotasi adanya pergesekan antar lempeng tadi mengakibatkan terjadinya gempa. Warna menandakan kedalaman. Diameter menandakan magnitude. Nanti panjenengan bisa lihat ya tahun 2004 Desember. Sekarang kan Januari 2003. Nanti panjenengan lihat di sisi Sumatera ini tahun 2004, sekarang Oktober 2003.
36:09 Nah, ini waktunya April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Jedar. Ada dua kali. Nah, ini gempa besarnya yang kemudian menimbulkan tsunami yang luar biasa ya. terjadinya deformasi sepanjang 600 kilo kemudian deformasinya itu 30 m mengakibatkan air tsunami di garis pantai itu 34 m ya melewati tinggi pohon kelapa itu dan airnya masuk ke darat sampai lebih dari 6 kilo. Makanya ada
36:55 monumen kapal dia ya di Aceh itu. Itu kapal dari laut masuk ke darat sampai 6 kilo. Nah, atas kejadian-kejadian gempa ini yang yang kita memang berada di wilayah yang rawan bencana gempa, maka kami dari BPBD, nah ini saya lagi di Klaten dan di Jogja saat ini. Kami sedang belajar EWS gempa bumi berbasis Gastradon ya, berbasis Gastradon. Nah, nanti saya jam 11.00 ee bersama ee tim akan menemui Prof. Sunarno ya di UGM. Ini kemarin kami ke Klaten ngecek pemanfaatan sistem
37:41 pemantauan gasradon ya, gasradon untuk ee peringatan dini gempa bumi. Jadi hasil penelitian Prof. Sunarno dan tim ini ketika akan terjadi gempa ya bahkan 1 sampai 14 hari sebelum terjadi gempa bumi kita ini mengeluarkan gasradon Bapak Ibu. Nah, ini yang sedang kami belajar ya. Nanti jam 11.00 kami akan ee belajar ke beliau itu seperti apa metodologinya. Karena kalau kita bisa kemudian mengukur gasradon ini, kita bisa memprediksi ya 1 sampai 14 hari. Bahkan terakhir infonya 1 sampai 4 hari sebelum terjadi gempa itu gasradonnya
38:29 mengalami fluktuasi yang semakin tinggi dan itu infonya ee bisa dimonitor. Makanya beliau memasang alat ini radon monitoring ini dan kita berharap ini nanti akan kita aplikasikan ke Jawa Timur ya. kita aplikasikan ke Jawa Timur. Dalam bayangan saya ini, saya mau belajar ketika kita memonitor terjadinya fluktuasi peningkatan gas radon, maka kita kemudian bisa mendiseminasikan kepada masyarakat dalam rangka apa? Dalam rangka kesiapsiagaan. Bahkan ini peneliti penelitian awalnya bisa menentukan arah katanya ya. arah. Jadi gempanya itu arah wilayah mana?
39:14 Berdasarkan penelitian beliau. Nanti kami akan belajar nih jam 11.00 pagi ini di lab beliau di UGM ya. Jadi hasil penelitian empiris laboratorium UGM mengkonfirmasi bahwa fluktuasi gastradon di tanah merupakan prekursor nonsekis yang efektif. Jadi ibaratnya indikatornya lah indikator dan ee ini dikombinasikan oleh beliau dengan pemantauan level air tanah juga ya level air tanah juga dan beliau sudah memasang di beberapa stasiun di Pacitan, Bantul, dan Maguarjo. Nah, ini yang kami mohon doanya juga dan kemudian nanti kalau memang ini ee
40:01 tepat kita akan bawa ke Jawa Timur kemudian kita akan aplikasikan karena memang di beberapa kejadian gempa itu efek terhadap ee infrastruktur terhadap manusia itu luar biasa. Kejadian gempa 2021 dengan pusat gempanya di selatan Malang. Kalau panjenengan masih ingat 2021 itu 6.000 rumah loh Bapak Ibu yang rusak ya. 6.000 rumah kan. Tentu ini ee bagi masyarakat sangat-sangat ee memberatkan gitu ya. Nah, di Jawa Timur memang kita seperti itulah adanya Bapak Ibu. Kita memiliki tujuh gunung api aktif ya. Kemudian
40:47 penduduk yang banyak, kemudian kita juga punya DAS, kita luas wilayah kita luar biasa gitu ya. Nah, ini kemudian menjadikan secara pemetaan ya secara pemetaan panjenengan bisa lihat itu peta multiahaya. Nah, jadi Jawa Timur berdasarkan kajian resiko bencana ada 14 jenis potensinya nggih. Makanya teman-teman kami di BPBD provinsi lain itu kalau menyebut Jawa Timur itu palugada Bapak Ibu. Apa itu? Apa lu mau gua ada? Bencana apa saja di Jawa Timur itu ada banjir sampai dengan likuifaks ya. Dan ketika itu kita overlay berbagai jenis
41:33 peta potensi bencana tersebut kita overlay, kita tambalkan, maka kelihatan di sini peta ini kok mayoritasnya merah gitu ya. Mayoritasnya merah. Nah, seperti ini. Terutama panjenengan bisa lihat ini di gunung-gunung ini berarti potensi becananya erupsi gunung, longsor, banjir bandang gitu kan ya. kebakaran hutan dan lahan. Nah, saat ini kita sedang masuk fase itu nggih, fase musim kemarau dan kita ke tambahan fenomena elnino. Ya, nanti saya akan jelaskan secara singkat dan hasil ee pemetaan kita atas kejadian-kejadian
42:19 bencana mulai tahun 2022 sampai 2025 memang di Jawa Timur itu dominan bencana hidrometeorologi ya. hidrometeorologi yang ada hubungannya dengan cuaca, dengan iklim ya, dengan air. Jadi di atas 90% setiap tahunnya di Jawa Timur itu bencana hidrometeorologi ya. Banjir baik hidrometeorologi basah maupun kering ya. Saat ini kita kering dan atas perkiraan dari BMKG tahun ini adalah tahun terlama sepanjang 30 tahun. Kemudian musim kemarau terpanjang. Beberapa daerah yang musim kemaraunya masuk di bulan April itu ada yang tembus di 240
43:05 hari. 240 hari berarti 8 bulan. Berarti kira-kira sampai dengan November, Desember musim kemarin di tahun ini seperti itu. Nah, ini fakta kejadian di 2026 kalau kita lihat ya masih sama hidrometeorologi ya juaranya angin kencang banjir kemudian tanah longsor. di tahun ini sampai dengan 31 Mei 2026 sudah ada 141 kejadian bencana level tinggi dan sedap. Jadi yang kita update, yang kita publish itu adalah level kejadian bencana tinggi sedang baik itu atas kerusakan, korban
43:52 jiwa dan seterusnya sudah ada parameter-parameternya. rumah yang rusak sudah 2.660 2.616 unit ya jadi meninggal hilang satu jiwa dan seterusnya bencananya hidrometeorologi yang menjadi juara. Nah ini ee tadi saya akan menyampaikan sekilas. Jadi musim kemarau di tahun ini potensi bencananya pasti kebakaran ya. Kalau di wilayah perkotaan seperti kita mah kalau untuk kekeringan, kekurangan air kita mungkin aman-aman ya. Aman-aman karena kita ada apa namanya? PDAM gitu ya. Tapi kalau desa-desa yang jauh tidak
44:37 punya instalasi PDAM tentu ya sangat kesulitan untuk memperoleh air. Nah, tadi sudah saya sampaikan kita ada fenomena elnino ya. Fenomena Elnino di mana uap air yang ada di Indonesia tertarik ke Samudra Pasifik. Jadi kita lebih kering ya. Elnul itu kan bahasa Latin artinya cowok ya. Kalau tahun lalu kita lanina bahasa cewek artinya. Makanya kita lebih basah di tahun kemarin. Tahun ini di 2026 sama persis dengan yang di tahun 2023 ya. kita juga ee ada Elnino. Makanya tahun 2023 kebakaran di mana-mana kan kebakaran di gunung gunung. Bahkan yang viral waktu itu yang di kejadian ee Bromo ya yang
45:27 apa itu flyer mantenan itu ya foto preewedding kalau saya enggak salah. Nah, ini puncak puncak kita akan masuk di bulan Agustus September ya puncaknya. Dan panjenengan bisa lihat ini semakin pekat warnanya itu bulan Juli sudah masuk ya. Tinggal panjenengan cek saja wilayah panjenengan. Wah saya misalnya wilayah ee Bangkalan. Nah Juli itu sudah masuk tuh Bangkalan ya. Sampang sebagian juga sudah masuk. Atau misalnya wilayah Jember selatan Jember itu Juli sudah masuk ya. ini perkiraan ya, prediksi.
46:13 Kemudian ini panjangnya waktunya jadi 22 sampai 24 dasarian. Satu dasarian itu 10 hari. Jadi ada beberapa daerah yang nantinya ee 24 dasarian 240 hari gitu. Nah, itu info sekilas terkait dengan kondisi yang saat ini sedang kita hadapi. Makanya kita siaga hidrometeorologi kering. Kita tidak berharap ada kejadian-kejadian kebakaran yang luar biasa. Karena kalau terjadi kebakaran terutama di wilayah-wilayah hutan di gunung itu kesulitan sekali Bapak Ibu melakukan pemadamannya. pakai gepyok ya, pakai gepyok karena kita kan tidak bisa bawa air ke atas. Mobil tangki kan enggak bisa naik. Nah,
47:00 kita mengkombinasikan dengan ee water bombing menggunakan helikopter. Nah, Bapak Ibu sekalian di dalam penanggulangan bencana ada rumusan strategi penanggulangan bencana ya yang kita lakukan saat ini. Saat ini kita sedang melaksanakan peningkatan kapasitas ya. sedang melaksanakan peningkatan kapasitas. Jadi resiko sama dengan Hzard dikali kerentan dibagi dengan kapasitas. Ya, jadi ibaratnya resiko bencana itu adalah perpaduan antara potensi bencana di Jawa Timur ini ada 14 kali kerentanan dibagi dengan kapasitas. Kalau dari rumus ini semakin
47:47 tinggi potensi bencananya maka risiko akan semakin tinggi karena berbanding lurus ya kalau rumus matematika kan. Kemudian kerentanan itu isinya jiwa terpapar ekonomi lingkungan infrastruktur. Semakin tinggi empat hal ini, maka risiko semakin tinggi. Makanya daerah-daerah yang padat penduduk, ekonominya tumbuh, kemudian pembangunannya luar biasa, itu resiko bencananya tinggi karena kerentanannya tinggi ya Surabaya. Nah, kalau di hutan ya resiko bencananya bisa jadi kecil ya karena kerentanannya kecil. tidak ada penduduk di sana, tidak ada pembangunan di sana. Nah, yang kita
48:33 lakukan adalah C. Meningkatnya C maka resiko akan semakin turun karena berbanding terbalik kan. Nah, seperti ini. Semakin tinggi C maka risiko bencana semakin semakin turun. Ini berbanding terbalik. Saya tidak akan menjelaskan secara spasial ya nanti terlalu lama. Nah, ini hitung-hitungannya Bapak, Ibu secara spasial per potensi bencana. Per potensi bencana. Jadi, resiko terhadap banjil kita akan melakukan pemetaan H ini ya. Pemetaan H di dalam kalau spasialnya itu kluster 100* 100 m ya. di sini ya enggak cukup waktunya kalau menjelaskan secara spasial, tapi secara
49:19 filosofi adalah kita saat ini sedang melakukan peningkatan kapasitas dalam rangka menurunkan risiko. Panjenengan berlatih, maka risiko bencana di wilayah tempat panjenengan bekerja itu semakin turun secara filosofi matematika. Karena panjenengan sedang meningkatkan kapasitas ya, sedang meningkatkan kapasitas atau kemampuan. Kalau di daerah untuk mengukurnya ada tujuh prioritas, ya. Ada tujuh prioritas. Kemudian dijabarkan menjadi 71 indikator yang kemudian dijabarkan lagi menjadi 284 pertanyaan. Nah, dari tujuh prioritas ini, Bapak, Ibu,
50:06 ternyata pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan itu bobotnya gede loh, ya. 56% menentukan bahwa ee kita mampu menurunkan risiko bencana. Jadi dari C yang 100% ya, C yang 100% 56%-nya dari persiapan kita ya, 56%-nya dari persiapan kita. Dan ini cocok dengan hasil survei yang dilakukan oleh Jepang atas kejadian bencana Jepang tahun 95 tadi ya. 90-an tadi kalau panjenengan masih ingat itu
50:53 karena kemampuan dirinya, orang-orang di sekitar dirinya. Ya. Jadi apa yang dilakukan pada fase persiapan, fase pra bencana sebelum terjadi bencana? Kalau secara survei yang dilakukan oleh Jepang itu menentukan 90% orang itu hidup atau tidak. Tentu ini beda dengan bab takdir ya. Kita berbicara bab ikhtiar. Kalau bab takdir sedang ceramah pun bisa meninggal, sedang duduk pun bisa meninggal, sedang salat pun bisa meninggal. Tapi yang kita bicarakan adalah bab ikhtiar. Dan ini terbukti dengan perhitungan C ya, memiliki bobot pengaruh 96%. Yang lainnya terkait kebijakan, kajian risiko, pengembangan sistem
51:40 informasi dan seterusnya, pemulihan pasca bencana yang 14%. Nah, yang dilakukan pada fase pra itu menentukan sekali ya. Nah, saya akan masuk ee apa yang dilakukan kesiapsiagaan ya terhadap menghadapi gempa bumi ya. Gempa bumi jadi dimulai dari fase sebelumnya dulu. Jadi penting sekali ini Bapak Ibu, penting-penting sekali memperhatikan kondisi bangunan ya. Yang pertama tempat kita bekerja, tempat penataan furnitur ya. Misalnya begini, saya masih melihat terutama ini kemarin
52:26 itu saya ke sekolah ya. Jadi ini ada meja guru, ini ada lemari di sini. Nah, di atas ini bertumpuk dokumen-dokumen gitu ya. Nah, ini kalau terjadi gempa ada orang duduk di sini lak nimpa ini ya. Ada lagi ya termasuk saya gitu ya. Ini tempat tidur biasanya kadang-kadang di sini ada lemari kan. Nah, bedanya saya sudah saya tambatkan ke tembok di sini di tembok rumah. Jadi hal yang sederhana ini menentukan misalnya ketika terjadi bencana gempa di malam hari kita tidur lemari kita ini tidak kita tambatkan, kita ikatkan ke tembok kita paku. Maka terjadi gempa, kita tidur nyenyak,
53:12 lemarinya jatuh, tangi-tangi pindah wis gitu ya. Penting sekali hal-hal yang sederhana ya. Bahkan di Jepang itu ini diajari loh ya diajari kepada masyarakatnya. Bapak Ibu di masyarakatnya itu mereka ada poster-poster ayo lemarinya itu dipakukan ke tembok diikat pakai kawat. Ya, hal-hal yang sederhana itu karena memang Jepang negara dengan potensi pidana gempa yang tinggi. Penataan furnitur ya. Kemudian ee furnitur kita itu seperti labirin ya. memperhatikan letak pintu darurat. Makanya ketika di mana pun kita berada, kita harus memiliki sense of ini ya,
53:58 sense of crisis lah ya bahasanya. Kita punya oh di mana nih pintu darurat? Misalkan ke mall gitu ya. Oh di sana kita ngajak anak kita nduk itu pintu daruratnya ya. Nah seperti itu. Kemudian menentukan peran dan tugas setiap orang. Makanya di lingkungan perkantor ini harus dipertegas ini siapa yang menjadi IC commandernya, siapa yang menjadi ketua tim evakuasi di tiap-tiap ruangannya. Seperti itu. Memperhatikan setiap orang memahami apa yang harus dilakukan. Bagaimana cara berlindung saat terjadi gempa, memperhatikan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Ngapunten barangkali ya, barangkali di kantor kita itu ada ee mohon maaf orang tuna daksa misal ya
54:46 misal kemudian ada yang orang ibu-ibu hamil. Nah, itu kita perhatikan dan kita bantu. Apakah di tempat kerja kita ada jalur efak? ya. Oke. Kita memahami harus lari ke mana. Nah, bagaimana dengan tamu-tamu yang datang berkantor ke kita? Kan tidak tahu dia gak paham jalur efaknya ke mana. Nah, tentu dia akan mengikuti jalur evakuasi yang ada. Menyepakati lokasi titik kumpul. Ya. Ya, kadang-kadang karena keterbatasan lahan lokasi parkir penuh dengan mobil-mobil gitu ya. membentuk tim siaga bencana, kemudian latihan evakuasi, latihan gladi
55:31 setiap tahun. Penting sekali Bapak, Ibu. Nah, ini yang tadi saya sampaikan lemari itu ya terjadi gempa jatuh update informasi dari lembaga-lembaga seperti BMKG dan seterusnya. Kemudian saat terjadi gempanya apa yang harus dilakukan? Nah, ini tetap tenang, jangan panik ya. Kemudian lakukan drop, cover and hold. Nah, saya sudah membuatkan nanti saya sudah share ke panitia skenario kejadian latihan kejadian bencana gempa bumina dan kebakaran. Saya berharap Bapak Ibu yang ada di OPD OPD latihan ya minimal setahun sekali gitu ya. Ketika saya di Jepang itu menjadi
56:17 program ee latihan rutin bagi mereka sejak anak-anak PAUD loh diajarkan ya. Jauhi kaca jendela, barang-barang pecah belah dan seterusnya. Nah, ini bila di kursi roda kita lakukan apapunlah yang bisa kita raih untuk kemudian ee melindungi yang barang sejengkal ini, leher sampai kepala. Kalau tidak ada sesuatu yang bisa digunakan, maka kita bisa menggunakan tangan kita untuk melindungi depan, kepala, batang leher, ya. Jika di pantai kita maka segera menjauh karena ada beberapa gempa yang kemudian berpotensi terjadi tsunami, ya. Hindari pohon tinggi dan seterusnya, tiang listrik baliho.
57:03 Jika sedang berkendara pinggirkan mobil ya dan seterusnya. Jika sedang berada di gunung, waspada, bencana susulan dari gempa bumi itu ya, bumi bergetar kemudian mengakibatkan longsoran, batu-batu yang besar itu berjatuhan. Kemudian, nah setelah terjadi bencana, tetap proses lindungi kepala saat proses evakuasi. Tadi kalau kita lihat video kan anak-anak berlari, ya. Padahal kan panjenengan lihat material-material ee plafon genteng itu pada berjatuhan, maka tetap lindungi kepala dengan mengikuti arahan. Nah, di lingkungan perkantoran itu siapa yang kita tunjuk? Ya, Pak Kepala menunjuk si A sebagai
57:50 penanggung jawab ruangan ee atau ruangan satu, si B penanggung jawab ruangan du dan seterusnya. sehingga terjadi ketika terjadi bencana, maka yang bertanggung jawab untuk membantu proses evakuasi teman-temannya secara teratur dan baik adalah si A, si B tadi ya. Jika berada di lif dan seterusnya ini bisa panjenengan baca gitu ya. Kemudian pada saat terjadi kebakaran. Nah, ini yang hubungannya dengan kebakaran. Nah, untuk mencegah terjadinya kebakaran ada beberapa hal. Nah, ini yang ya PR kita l ya PR kita bersama. Colokan sudah kayak ee menara
58:37 sudah kayak apartemen bertingkat-tingkat ya. Di sini magicom, di sini kulkas, di sini cas HP dan seterusnya. Kemudian rumah-rumah yang lama ngapunten kita hasil warisan dari Mbah Buyut kita menaikkan watt-nya dayanya tapi instalasi yang di atas genteng itu masih instalasi yang lama-lama ya kan kalau menambah daya itu kan ampermeternya yang MCB-nya yang diganti kan misalkan dari 1300 ke 2000 dan seterusnya tapi kan instalasi yang di atas masih instalasi yang lama-lama ya. Itu yang menjadi catatan kita ya, bahwa banyak sekali kebakaran ya penyebabnya
59:24 adalah consleting tadi terutama yang seringkiali itu yang colokan ini sudah kayak apartemen itu. Kemudian LPG kita tidak punya ini di rumah ya, tidak punya APAR di rumah dan seterusnya dan seterusnya ya. Jadi PR sekali lagi PR kita bersama. Nah, panduan pada saat terjadi kebakaran ya jangan banyak ini bisa panjenengan baca tidak menyentuh kabel jangan menggunakan elevator kemudian jika ada asap menunduklah karena memang asap itu dia naik ya udara yang bersih ada di bawah dan mengikuti petunjuk dari tim ya dan seterusnya. Ini penting sekali.
1:00:12 Harus latihan Bapak, Ibu. Kalau baca begini-begini aja mah lupa, ya. Harus latihan minimal setahun sekali. Minimal itu setahun sekali. AP yang ada di kantor tuh dicoba ya. Dicoba. Kalau kita memang sering mengedukasi lembaga-lembaga ya, kita ajarkan cara menggunakan apar ya, cara penanganan api dan seterusnya. Nah, ini yang tim-tim yang sudah ini coba disusun di masing-masing kantornya ya. Tim siaga bencana gempa, tim siaga bencana kebakaran dan berikutnya. Ini yang tadi sudah saya siapkan
1:01:00 untuk latihan evakuasi mandiri. Ini dasar-dasarnya. Nah skenarionya seperti ini. Jadi, ada skenario gempa berkekuatan. Monggo, terserahlah ya, 6,1 skalar atau 7,7 mau nyoba skenarionya yang Filipina tadi. Kemudian apa yang dilakukan oleh karyawan? Seluruh karyawan berlindung di bawah meja, melindungi yang sejengkal ini, baik menggunakan meja ataupun kursi atau apapunlah. Kemudian setelah getarannya berhenti, IC commander kepala OPD atau wakilnya Pak Sekretaris membunyikan alarm atau sirine karyawan melakukan evakuasi secara mandiri menuju titik kumpul yang sudah disepakati ya
1:01:45 dengan nah ini dengan dibantu oleh koordinator. Tiap-tiap ruangan ditunjuk siapa koordinatornya. Misalnya koordinator ruangan, salah satu ruangan di Bapeda, Bu Diana. Nah, Bu Diana ini yang kemudian memandu, "Ayo teman-teman tidak grombelan gitu ya, tidak keluar bareng tapi beratur gitu menuju titik kumpul yang telah ditetapkan. Nah, skenario yang berikutnya ada kebakaran di salah satu ruangan asap. Maka tim pemadam api yang telah ditunjuk oleh Bapak Kepala di kantor kita yang memahami cara penanganan api, dia langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadapkan.
1:02:31 Kemudian ee karyawan, pendataan seluruh karyawan oleh koordinator dari tiap-tiap ruangan tadi ya. Kemudian memastikan seluruh karyawan dalam keadaan aman ya. Kemudian memastikan api sudah padam dan seterusnya simulasi selesai. Nah, dari kegiatan ini panjenengan evaluasi ya pascanya, jalur evakuasinya itu tercepat dan aman. Jangan sampai tercepat tapi tidak aman gitu ya. Tercepat tidak aman. Nah, ini dievaluasi. Jalur evakuasi harus bebas dari barang-barang yang dapat mengalami proses evakuasi. Nah, di salah satu kantor itu tangga daruratnya ditempati dokumen-dokumen ya. ya karena
1:03:17 memang gudangnya sudah penuh sehingga untuk penempatan administrasi dokumen-dokumen SPJ yang lama lama itu enggak ada tempat lagi. Akhirnya ditaruh di tangga-tangga. Nah, ini sebenarnya membahayakan ya karena ketika terjadi bencana sulit sekali ya untuk kemudian melewati jalur tangga darurat tersebut ya. Kemudian harus memiliki jalur evakuasi memiliki penerangan yang cukup. Kemudian kita evaluasi sarprasnya sudah adakah titik kumpul penanda jalur efak sirine petugasnya apar dan seterusnya. Nah, ini hal yang sederhana. Misalnya jalur efak
1:04:03 yang di jalur tangga yang penurunan tangga misalkan gedung panjenengan itu lebih dari satu lantai. Nah, itu harus yang scotlight kan ya. Ketika terjadi kita lembur misalnya di kantor kita malam terjadi gempa, mati lampu kita okelah kalau kita hafal sudah ya jalur di kalau yang tidak murah-murah nyungsep ya lewat tangga karena jalur penanda jalur evakuasinya tidak spotlight. Nah, ini sudah saya siapkan juga time frame-nya. Enggak lama, Bapak, Ibu, ya. Tidak lama, ya. Kejadian gempanya, ya. Kejadian gempanya mulai pukul 10.00. Jadi, simulasinya sebentar doang, 10 sampai 10.45. 45 menit sekali
1:04:49 setahun ya. Sekali setahun diambil 45 menit. Kan sebentar banget itu ya latihan ya dari jam 10. Jam 10. 45 hanya 45 menit sekali setahun. Wis mudah banget, hanya 45 menit ya, tidak lama-lama. Nah, kalau itu rutin kita lakukan, maka ee kita berharap resiko bencananya turun. Nah, ini tindakan yang berlindung di bawah meja tuh seperti apa sih? Nih sudah ada foto-fotonya ya, seperti ini, seperti ini ya. Kalau yang ada hanya kursi. Kalau tidak ada kursi gimana, Pak, Mas? Ya, pakai tangan seperti ini, ya. Paling
1:05:36 tidak yang barang sejengkal kepala kita ini terlindungi dengan aman. Se ini pada saat keluar tidak ada tas, tidak ada benda apapun ya pakai tangan. Kalau ibu-ibu lagi di dapur ya pakai kualinya itu lindungi kepala ya seperti ini. Dan ini contoh denah jalur evakuasi ya. panjenengan rapatkan di kantor itu mana yang kita sepakati titik kumpulnya. Kemudian dari blok ini menuju titik kumpul itu harus lewat mana? Misalnya kantor panjenengan banyak blok gitu ya. Nah, itu ke mana larinya? Disepakati supaya apa? Supaya ketika nanti beneran terjadi bencana, kita tidak berharap pendataan mudah dilakukan. Ya, kalau ini
1:06:24 tidak disepakati ya ini tidak disepakati pada saat terjadi bencana si A melayunya nang warung kafe sebelah. Wah, Pak Kepala bingung ning di si A kok tidak kumpul di sini. Tibno ee ngopi dia di warung sebelah ya. Jadi disepakati titik kumpulnya di mana? Hanya untuk mempermudah pendataan. Ya, pendataan. Demikian Bapak Ibu yang dapat saya sampaikan. Jadi materi-materi ini sudah saya share ke panitia, nanti akan disampaikan oleh panitia kepada panjenengan semua. Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
1:07:15 sampun Bu Hani. Zoom meeting dan via YouTube BKD Jawa Timur. Baik, ee izin kami informasikan terlebih dahulu untuk sobat ASN ya, karena antusiasme yang begitu sangat luar biasa pada diklat teknis ini, maka BKD Provinsi Jawa Timur memberikan kebijakan bahwa Sobat ASN berhak mendapatkan sertifikat diklat teknis jika minimal kehadiran dari hari pertama sampai dengan hari terakhir. adalah minimal 75% kehadiran. Sekali lagi kami informasikan untuk sobat ASN karena antusiasme yang
1:08:03 begitu sangat luar biasa pada Diklat Teknis, maka BKD Provinsi Jawa Timur memberikan kebijakan untuk sobat ASN berhak mendapatkan sertifikat diklat teknis jika minimal kehadiran dari hari pertama sampai dengan hari terakhir adalah minimal 75% kehadiran dan ee ee tambahan sekali lagi wajib mengerjakan post tes ya sobat ASN ya dan prees nanti yang di akhir acara dari pemaparan Bapak Dadang tadi saya ucapkan terima kasih Bapak untuk paparan Bapak pada pagi hari ini. Dari pemaparan Bapak Dadang, ada satu
1:08:50 prinsip yang harus kita ingat bahwa lebih baik siap menghadapi bencana yang belum tentu terjadi daripada mengalami bencana tanpa persiapan sama sekali. Mitigasi bukan sekedar teori di atas kertas atau simulasi tahunan, melainkan refleks yang harus kita latih secara terus-menelerus. Dan mari jadikan kantor kita tempat yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan tangguh menghadapi segala bencana. Baik, Sobat ASN, saatnya kita ke sesi tanya jawab. Kami informasikan bahwa untuk sesi tanya jawab akan kita buka
1:09:36 terlebih dahulu dengan tiga pertanyaan dengan satu pertanyaan melalui video Zoom meeting, satu melalui kolom chat, dan satu melalui ee YouTube. Namun jika tidak ada pertanyaan melalui dua fasilitas tersebut, maka kami berikan kesempatan bertanya ee bertanya kembali kepada Sobat ASN di ruang Zoom meeting di YouTube ada WA ya, Pakar. Oh iya. Baik. Eh, ada satu raise hand dari Bapak
1:10:25 Danar Andrianto dari BKD UPT P3. Izin Bapak Danar. Izin Bapak Danar. Bisa Bapak Danar izin masih unmute. Iya, sampun ya. Baik. Monggo Bapak Dan untuk bisa bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Makasih. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar Pak Dadan siap Bapak tolong tulisin apa pertanyaan Pak Satrio. Siap. Teman-teman di BPBD luar biasa ini. Apa si siapsiaga Pak? Menarik sekali tadi ee
1:11:12 hal yang disampaikan. Bahkan panjenengan sudah apa pernah lama di tinggal di Jepang ya. Enggak lama, Pak. Belajar 1 bulan aja. Saya dulu pernah ke ke ke ke ke ke Osaka, Pak. Jadi di Osaka itu memang bangunannya itu memang seperti itu, Pak. Ya, konstruksinya. Cuma yang saya herankan itu subway-nya itu sampai lima lapis, Pak. Subway sampai ke Shinkansen itu sampai lima lapis. Saya bayangkan kalau di Indonesia iso apa ora bangun kayak gitu dan bahkan itu semua tangguh terhadap apa ee gempa ya seperti luar biasa itu. Namun gini, Pak. Kalau kita melihat fenomena di kalau saya kan sering update di Twitter itu kan hari ini pun di Indonesia bagian timur tuh ee apa lima
1:12:00 magnitud ee enam yang gempa yang kecil-kecil itu sering terjadi, Pak. Karena memang mungkin daerahnya ya. Tapi paling enggak ee isu megatras ini, Pak. saya yang kadang-kadang apa ee apa ya apa ada mitigasi apaak bahkan kalau di perkantoran tuh ee apa ya enggak ada semacam mm peringatan dini ya Pak Pak Dadan ya apalagi tadi panjenengan ee apa ee harus ada ee petugas ya paling enggak ini minim banget ya kemarin aja ketika di ee apa kepulauan di apa Gersik itu bah bagian itu terasa di di lantai 5, Pak. Iya. Nah, jadi apalagi ya apa apa
1:12:45 mereka-mereka yang tinggal di kondominium ya lantai-lantai 20 40. Iya itu, Pak. Nah, paling enggak begini, Pak. Em ee apa saya tadi sepakat, Pak Daden, ketika ee ada apa simulasi tadi karena memang jarang banget, tapi paling enggak ee ASN itu ee punya bekal tadi, Pak. Jadi paling enggak tadi saya juga lihat di Twitter di Filipina itu sampai seperti kayak apa ya? kayak main main-main roller coaster itu, Pak ya. Iya. Iya. Jadi anak-anak kecil sampai seperti itu. Jadi tadi jenengan maturut keceblokan sengnya wis kayak gitu. Apalagi keceblokan beton seperti kayak bencana di
1:13:31 Pondok Sidarjo yang sampai kehilangan DNA itu. Saya luar biasa, Pak. Jadi mohon mungkin lebih di apa masifkan, Pak karena memang Iya. kondisi kita sudah tua. Nah, jadi memang ee Pulau Jawa ini memang perlu diruat, Pak. Saya paling suka, Pak, kalau membahas-embahas masalah masalah-masalah seperti ini. Karena kalau tadi ada gas yang keluar, ternyata kalau zaman dulu itu ada hewan yang yang mulai mengungsi, Pak. Ya, mulai bergerak. Jadi, itu kan suatu fenomena alam yang kadang-kadang manusia tidak menyadari, manusia kurang kurang bersentuhan dengan alam. Jadi itu, Pak. Mungkin itu aja, Pak, sharingnya, Pak Daden. Luar biasa. Saya ucapkan selamat, teman-teman BPD
1:14:18 24 jam untuk apa semuanya untuk bangsa. Makasih. Sukses selalu, Pak. Ngih. Asalamualaikum wabarakatuh. Waalaikumsalam, Bu Ani. Saya langsung aja Bu Hani. Monggo. Iya, langsung aja ya. Baik Bapak terkait dengan isu Megatras. Bukan isu itu, Bapak. Itu beneran ya. beneran potensinya ada tadi yang sudah saya sampaikan zona subduksi itu zona megatras ya zona subduksi itu zona megatras potensinya ada 8,7 skala rektor hanya saja kita tidak tahu kapan terjadinya ya apakah Jawa Timur pernah pernah tahun 94 yang berdampak ke Banyuwangi. Jadi gempa
1:15:05 yang kemudian terjadi di zona subduksi, zona Megatras itu mengakibatkan tsunami ya, mengakibatkan tsunami yang terjadi pukul 45 kalau saya tidak salah dini hari pada saat orang sedang enak-enaknya tidur dengan korban jiwa 250 orang. pernah kita mengalami tahun '94 ya. Dan ini menjadi pelajaran penting, menjadi pelajaran penting sekali bagi kita bahwa bencana itu gak bisa kita prediksi ya kapan terjadinya. Kapan terjadinya kita tidak tahu perkembangan teknologi ke depannya ini ya. Perkembangan teknologi ke depannya ini
1:15:52 seperti yang akan kami pelajari ini gas radon ini. Apakah iya ya? Mungkin misalkan kita mendeteksi gas radon ini kemudian bisa kita perkiraan perkirakan berapa hari kemudian terjadi gempa. Ini yang sedang kami pelajari. Mohon doanya dan akan kita coba nanti di Jawa Timur karena ini dampaknya luar biasa sekali ya. dalam ini dalam bayangan saya ya misalnya terdeteksi peningkatan gas radon dan kita bisa oh 4 hari lagi gempa di wilayah ini. Wah itu masyarakat bisa kita siapkan Bapak Ibu ya. Bisa kita siapkan. Luar biasa sekali. Makanya kita mohon kami mohon doanya untuk kemudian bisa mempelajari ini, kemudian
1:16:39 mengaplikasikan. Nah, penting sekali banyak sekali gedung-gedung perkantoran di kita Pemp itu lebih dari satu lantai kan. Apalagi kantornya kantor utara itu berapa ya? Tujuh lantai ya? Tujuh lantai. Nah, ketika terjadi bencana gempa kebakaran itu gimana? Itu larinya lewat tangga darurat, tangga daruratnya penuh dokumen dan seterusnya. Nah, ini PR sekali lagi kalau yang isu Megatras tadi Pak Andrianto itu bukan isu tapi memang beneran potensinya ada ya bahkan pernah terjadi di Jawa Timur tahun 94 kita tidak tahu periodisasi ulang tahunnya ya itu kapan lagi.
1:17:27 Tapi ee kalau gempa yang kemudian berpotensi tsunami itu berdasarkan banyak riset ya, banyak penelitian. Cirinya dua, gempanya di atas enam skala rektter. Kemudian ee yang kedua gempanya itu gempa dangkal gitu ya. Gempa dangkal atau gempanya itu lebih dari 20 detik. Makanya ada ada semacam inilah ya panduan praktis bagi masyarakat ketika berada di pantai. Yaitu ketika terjadi gempa lebih dari 20 detik punya kesempatan lari 20 menit di ketinggian 20 lebih dari 20 m. Ya, jadi
1:18:16 itu ee panduan-panduan yang sering disampaikan oleh banyak praktisi kebencanaan kepada masyarakat dalam rangka menghadapi gempa berpotensi tsunami. Meskipun tsunami itu tidak hanya diakibatkan oleh gempa saja ya, bisa jadi longsoran seperti yang terjadi tahun berapa itu di Pangandaran yang vokalis eh grup band 17 ya kalau saya tidak salah. itu kan akibat dari longsoran badan anak Gunung Karakatau ya. Jadi longsoran di bawah laut yang mengakibatkan gelombang tsunami seperti itu. Jadi ee nanti saya bisa share ke panitia juga kalau panjenengan kesulitan men-download
1:19:01 buku Pusgen tadi. Saya nanti akan kirimkan ke teman-teman PKD untuk ke ditaruh di driveya kumpulan-kumpulan materi. Jadi saya banyak punya buku-buku gempa Bapak Ibu saya bisa share termasuk untuk setiap jenis bencana itu kita ada buku ee bagaimana cara menghadapinya untuk seluruh jenis potensi bencana. Saya akan kirimkan juga nanti ke teman-teman BKD. Terima kasih. Baik, terima kasih. Kita berikan applause yang mulia untuk pertanyaan dari Bapak Dan kepala UPT P3 BKD Prof Jatim. Baik, ee kita sekarang ke pertanyaan via
1:19:49 YouTube ya, Bapak ya. Izin. Ee ini ada pertanyaan dari Ibu Apina dari UPT Banyuwangi. Via YouTube. Ee apa aja perlengkapan darurat yang harus disiapkan untuk mengantisipasi bencana di kantor dan apa saja proteksi yang diberikan oleh PEMPR jika terjadi bencana. Mungkin ini terjadi bencana di kantor ya gitu ya Ibu ya. Kemudian yang kedua Bapak ada pertanyaan dari YouTube juga apa ada asuransi bencana baik alam maupun lainnya terutama buat daerah rawan bencana meski bencana banjir akibat
1:20:37 bendungan yang bukan karena alam? Baik, saya langsung mungkin bisa jawab langsung Bapak Dadang biar tidak lupa. Baik, yang pertama untuk peralatan-peralatan tadi sudah saya sampaikan di awal bahwa menyesuaikan dengan potensi bencana yang ada di sekitarnya. Barangkali Bapak Ibu berada di wilayah pegunungan ya, longsor segala macam, tapi umumnya umumnya perkantoran itu tentu di wilayah perkotaan. Maka untuk menghadapi potensi bencana kebakaran maka terkait dengan apar ya apar hidran itu harus ready dan harus dimaintenance.
1:21:23 Kita pintar kadang-kadang pintar belinya saja ya bisa kita beli, mampu kita beli. Tapi untuk mmaintenance-nya itu apar misalnya hanya sebulan sekali saja untuk membalikkan atau mengocoknya ya. tabungnya itu pun kadang-kadang tidak dilakukan ya. Jadi peralatan yang ada misalnya untuk menghadapi kebakaran di lingkungan perkantoran seperti apar ya kemudian itu perlu disediakan ya di tiap-tiap lantai. Di tiap-tiap lantai harganya juga gak terlalu mahal ya dan di maintenance. Kemudian sirine tentu sirine ada di setiap ee kantor
1:22:10 panjenengan. Kemudian tools-tools seperti yang bisa menjadi penanda bahwa itu adalah koordinator misalnya koordinator pemadaman api dan seterusnya itu helm, kemudian peralatan sarpras rambu, peralatan titik kumpul, sarpas titik kumpul dan seterusnya. Jadi ee suyokianya pihak kantor menyediakan hal-hal itu dalam rangka apa? Mengurangi risiko bencana yang ada di lingkungan kantornya masing-masing. Kemudian tidak lupa juga bahwa latihan rutin. Jadi kalau sarprasnya sudah tersedia tapi tidak pernah latihan ya sami rawon ya percuma. Tapi latihan minimal 45 menit saja dalam
1:22:59 setahun. Bukan 45 menit per bulan, bukan 45 menit per hari, 45 menit dalam 1 tahun saja latihan sudah paket minim-minim banget itu. Jadi peralatan-peralatan itu disediakan oleh pihak-pihak kantor rambu, jalur efak, titik kumpul, sirine, sarpras misalnya apar, hidran dan seterusnya. Kemudian memitigasi. Memitigasi misalnya lingkungan perkantoran panjenengan itu berada di wilayah ee lereng ya berarti pasti ada potensi bencana longsor. Dilakukan survei mikror tremor, dilakukan retrofiting dan seterusnya. Karena
1:23:46 memang kemarin kita melakukan survei mikremor di salah satu sekolah di Probolinggo. Kita lakukan survei bahwa memang sekolah ini potensi bencananya longsor. Hasil pendataan pengukuran mikroremor kita juga rentan. Kalau saya tidak salah beberapa bulan setelahnya terjadi longsor beneran ya. Karena itu berbasis data. Kita sudah sampaikan, "Bu ini longsor toh potensinya ya." Jadi hal-hal seperti itu yang perlu dilakukan ya. Kalau memang berada penguat eh berada di wilayah rawan bencana, maka penguatan-penguatan itu wajib dilakukan. Kalau asuransi kita kan pegawai ada ya, PPJS asuransi itu kan
1:24:32 ada kita ini yang bisa jelasin siapa ya? PKD kayaknya ya seperti itu. Tapi yang jelas ee untuk asuransi kesehatan itu ada kita ya. Cukup Bu ya, Bu Eni. Oke, terima kasih Bapak Dadang atas ee bantuan menjawab terkait pertanyaan via YouTube. Ini kami buka lagi satu pertanyaan ya via Zoom Meeting untuk Sobat ASN. Ada satu pertanyaan dari Ibu Enda Satpol PP. Mohon izin Ibu Enda. Monggo bisa dipersilakan. Izin Ibu Enda bisa onc terlebih dahulu.
1:25:29 Baik, terima kasih Bu Enda. Monggo. Bisa pertanyaan? Izin Bu Enda, suara masih posisi unmute. I oke. Baik, terima kasih. Monggo. Asalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Terdengar ya, Bu Hani suara saya? Baik, terdengar sangat jelas Ibu. Terdengar ya. Eh i eh Oh ya, terima kasih. Eh materinya ini
1:26:17 sangat luar biasa sekali dan ee menambah pengetahuan kami khususnya di OPD kami Satpol PP Provinsi yang di mana kita juga saling sinergi dengan BPD Prof. Jatim. Ee gini Bapak Dadang. Izin saya mau menanyakan terkait ee kita itu memang untuk gempa itu kan ada persiapan mental dan pengetahuan. Contoh semisal saya ini seorang perempuan, Pak. Ada beberapa pertanyaan sih. Saya ini seseor seorang perempuan itu cenderung panik saat gempa pertama kali terjadi. Nah, itu kan juga ada reaksi fisiologis ee yang terjadi pada tubuh saya.
1:27:03 Bagaimana cara kita mengatasinya? Yang kedua, pertanyaan saya, apa yang harus kita lakukan kalau kita itu panik dan lupa posisi pintu keluar terdekat saat terjadinya guncangan? Baik. Ee terakhir Bapak untuk ee teknik kita waktu terjadi goncangan itu bagaimana teknik pernapasan paling cepat buat nanganin diri pas guncangan mulai terasa gitu, Pak. Kadang kan ada gempa blut gitu ya. Izin, Mbak. Barangkali itu pertanyaan dari saya. Terima kasih.
1:27:50 Baik, Bu Hadi saya langsung ya. Baik yang pertama tentu by ilmu ya. Jadi by ilmu dan by latihan. Ketika kita tidak mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat terjadi gempa, maka tentu hal yang dilakukan kita hal yang kita lakukan itu salah, gitu ya. Maka by ilmu yang pertama, yang kedua by latihan. Nah, dengan adanya latihan itu kemudian menjadi sebuah kebiasaan yang menjadi ee darah daging. Saya ini saya tidak kemudian menilai orang lain. Saya sendiri ketika waktu
1:28:37 itu ada membantu penanganan di Palu terjadi gempa jam .30 dini hari. Posisi tidur Bu Endah. posisi tidur, maka yang respon yang saya lakukan itu salah, Bu Endah. Ya, itu kan kejadiannya 2019, saya pindah ke BBD 2017, belajar bencana itu baru berapa? 3 tahun. Padahal kita sudah ngajari orang di mana-mana. Ya, pengetahuan kebencanaan kita memang tidak sejak kecil, tapi ketika sudah dewasa. Maka respon yang saya berikan pada saat terjadi bencana ya keliru juga Bu Enda ya. Saya melakukan apa? Mencolot saya lari waktu
1:29:22 itu ada Mas Saiful tak tinggal juga ya sudah. Nah ini yang kemudian ee perlu latihan ya perlu latihan. Jadi ilmu kemudian latihan terus-menerus yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Dan ketika terjadi beneran bencana gempa itu kita bisa menghadapinya gitu ya. Kalau secara mental bagaimana kemudian mentalnya? Nah, ini teman-teman psikolog nanti yang bisa membantu. Tapi kalau dari saya berbasis ilmu dan berbasis latihan. Perbedaan antara orang yang kemudian memiliki ilmu dan sering latihan dengan orang yang tidak punya ilmu dan tidak latihan ya jauh sekali perbedaannya ya.
1:30:09 Jadi saran dari kami pelajari ilmunya kemudian latihan. Nah, apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa? Yang pertama drop cover and hold. Jadi tidak kemudian terus berlari ya. Gempa itu tidak lama. Tadi di awal-awal sudah kami sampaikan seberapa jauh sih orang bisa berlari dalam rentang waktu 10 detik itu. Apalagi misalkan berada di mall yang lantai 3 seberapa jauh? Maka yang paling penting itu adalah lakukan drop cover and dengan benda apapun dengan di bawah meja, kursi atau tidak punya meja, tidak punya kursi, pakai apapun deh tas yang penting barang sejengkal ini dilindungi. Nah, ada
1:30:55 alasan ilmiahnya kenapa ini dilindungi Bapak, Ibu sekalian yang sejengkal ini. Itu ada alasannya. Yang pertama ini adalah pusat otak kita di sini. pusat sensor. Nah, kenapa ini harus dilindungi? Karena ketika terjadi bencana dan ya apesnya kita, salah satu anggota tubuh kita itu ee tertimpa tertimpa beton, maka kita masih bisa memikirkan hal-hal yang ee benar ya. Hal-hal yang benar. Karena ini masih aman kan. Misalnya ketika berada di runtuhan, kita tidak boleh teriak minta tolong ketika memang belum ada regu penolong.
1:31:41 Karena apa? Karena nanti justru matinya kita itu karena sesak napas terhirup debu tadi ya. Panjanglah penjelasannya ya. Maka yang bisa kita lakukan adalah mengambil sesuatu kemudian memukul-mukul dengan ee benda yang menimbulkan suara yang yang nyaring seperti itu. Jadi ee kenapa harus melindungi ini? Itu banyak penjelasan ilmiahnya. Mungkin tidak cukup di sini Bu Endah. Tapi paling penting adalah agar kita masih bisa berpikir jernih, berpikir dengan benar ya. Nanti kita harus ngapain? Oh, ternyata saya telah belajar. kita gak boleh teriak-teriak loh ya. Nanti terhirup debu di reruntuhan tersebut gitu. Ee apalagi ya? Kayaknya sudah
1:32:26 semua ya mungkin itu kami. Terima kasih teman-teman Satpol WP sering sekali ee berkolaborasi dengan BPBD dalam situasi bencana. Sering-sering banget kami berterima kasih kalau tidak salah teman-teman SPP hebat-hebat itu. Baik cukup Bu ya. Baik, cukup Bapak. Terima kasih. Kita berikan applause untuk Ibu Enda Satpol
…