Alam yang Kecewa dan Sedih - SATRIO PININGIT

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang kesedihan melihat penebangan pohon dan rumpun bambu, serta dampaknya terhadap lingkungan. Video ini juga memberikan solusi dan alternatif untuk mengurangi penebangan pohon, seperti mencari sumber penghasilan lain, menggunakan bahan alternatif selain kayu, dan menanam kembali pohon setelah ditebang.

  • Penebangan pohon berdampak negatif pada lingkungan, seperti hilangnya sumber oksigen dan mata air.
  • Penebangan rumpun bambu, terutama tunas muda, sangat disayangkan karena tidak memberikan manfaat yang sepadan.
  • Ada alternatif untuk mengurangi penebangan pohon, seperti mencari sumber penghasilan lain dan menggunakan bahan alternatif selain kayu.
  • Penting untuk menanam kembali pohon setelah ditebang dan melestarikan pohon-pohon yang bagus dan kokoh.

Dampak Penebangan Pohon dan Bambu

Video dimulai dengan mengungkapkan kesedihan melihat pohon-pohon dan rumpun bambu ditebang habis. Penebangan ini menyebabkan hilangnya penyumbang oksigen dan mata air, penguat lahan, serta peneduh dan penyumbang hawa sejuk bagi lingkungan. Penebangan pohon umumnya dilakukan karena kebutuhan membangun rumah atau alasan ekonomi, seperti menjual kayu untuk mendapatkan keuntungan. Namun, penebangan rumpun bambu muda hanya karena alasan gelap dan agar suasana lebih terang sangat disayangkan karena bambu muda tersebut dibuang begitu saja.

Alternatif untuk Mengurangi Penebangan Pohon

Bagi para penjual kayu, disarankan untuk memiliki profesi lain agar tidak bergantung sepenuhnya pada penebangan pohon. Pemilik pohon sebaiknya mencari ide lain untuk menghasilkan uang tanpa harus menebang pohon, seperti berdagang atau beternak. Jika terpaksa menjual pohon, gantilah dengan menanam bibit pohon baru di tempat pohon yang ditebang, bahkan lebih dari satu bibit pohon. Selain itu, carilah alternatif bahan selain kayu, seperti kusen beton, daun pintu dan mebel dari plastik, atau bahan konstruksi logam dan beton yang lebih awet.

Solusi Penggunaan Kayu dan Pelestarian Lingkungan

Jika sudah terlanjur menggunakan kayu, rawatlah kayu tersebut agar awet sehingga tidak perlu menebang pohon lagi. Untuk penggunaan kayu bakar dalam industri, carilah alternatif lain selain kayu tebangan, seperti sabut kelapa, tempurung kelapa, ranting kering, atau sisa-sisa kayu mati. Jika masih harus menggunakan kayu tebangan, tanami kembali lahan yang telah ditebang. Kombinasikan dengan sistem tebang pilih, pilih yang besar saja, lalu tanami kembali dan rawatlah lahan agar senantiasa lestari. Kayu-kayu yang bagus dan kokoh sebaiknya tetap dilestarikan sampai beratus-ratus tahun kedepan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:05 Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Sedih kalau melihat pohon-pohon ditebang dan rumpun-rumpun bambu yang dibabat habis beserta tunas-tunas mudanya. Hal-hal yang teringat atau terbayang saat melihat pohon atau rumpun bambu yang ditebang adalah tumbangnya sang penyumbang oksigen dan penyumbang mata air, juga tumbangnya sang penguat lahan atau tanah serta tumbangnya sang peneduh dan penyumbang hawa sejuk bagi lingkungan dimana segala macam makhluk hidup

0:55 tinggal di sekitarnya, termasuk manusia. Apa sebenarnya alasan manusia menebang pohon bahkan rumpun bambu? Kita bisa menerka bahwa alasan paling utama adalah kebutuhan, misalnya dipakai untuk membangun rumah dan alasan ekonomi kalau itu ditebang untuk dijual demi mendapatkan keuntungan berupa uang. Ada juga orang yang memang berprofesi dalam jual-beli pohon atau kayu. Maka bagi yang berprofesi jual beli kayu atau pohon sebaiknya tidak bergelut dalam satu profesi, tetapi

1:49 hendaknya memiliki profesi lain misalnya jual beli ternak atau jual beli hasil bumi selain dari membeli pohon tadi. Maksudnya supaya jual-beli pohon tidak menjadi usaha satu-satunya sehingga jika suatu saat keadaan menyuruh berhenti dari menebang pohon, tidak serta-merta menganggur melainkan masih punya pekerjaan lain yang dapat menghasilkan uang. Karena sayang sekali Jika pohon-pohon itu terus-menerus ditebang, sayang sekali hanya karena uang yang tidak seberapa harus

2:38 mengorbankan pohon. Tetapi pembabatan habis rumpun bambu beserta bambu muda bahkan tunas yang masih sangat muda itu sama sekali sulit diterima. Apalagi alasannya hanya karena gelap dan biar suasana jadi lebih terang. Akhirnya bambu muda itu pun dibuang begitu saja, tergeletak begitu saja tidak berguna. Ini sama sekali tidak bisa diterima, sayang sekali dan menyedihkan sekali. Lalu bagi para pemilik pohon sendiri, carilah ide lain untuk menghasilkan uang tanpa harus menebang pohon

3:29 untuk dijual. Sayang sekali jika pohon-pohon sampai ditebang. Carilah cara lain menghasilkan uang misalnya berdagang berternak dan usaha lain. Biarlah pohon-pohon itu tetap lestari hingga beberapa puluh tahun kedepan, beberapa ratus tahun kedepan, bahkan ribuan tahun kedepan. Biarlah mereka--pohon-pohon itu--menyumbang banyak kebaikan bagi anak cucu kita kelak. Lalu bila masih saja terpaksa menjual pohon dan pohon itu ditebang maka gantilah dengan menanam bibit pohon baru di tempat

4:17 pohon-pohon itu ditebang. Bila perlu untuk satu pohon yang ditebang gantilah dengan lebih dari satu bibit pohon, maka itu lebih baik. Karena nyatanya habis menebang pohon lahan dibiarkan gundul begitu saja. Ini adalah suatu keadaan yang sangat menyedihkan, sangat mengecewakan. Kemudian yang juga tidak kalah pentingnya yaitu, kalau mungkin carilah alternatif bahan selain kayu. Hal ini untuk mempersedikit penggunaan kayu. Misalnya menggunakan kusen beton, daun

5:05 pintu dan mebel dari plastik, bahan konstruksi logam, beton serta bahan konstruksi yang bukan kayu lainnya malah lebih awet daripada kayu. Jika sudah terlanjur memakai kayu dalam hal apapun, rawatlah kayu-kayu itu agar awet seawet-awetnya, biar tak lekas menebang pohon dan menebang pohon lagi. Ada pula penggunaan kayu itu untuk kayu bakar dalam industri-industri tertentu. Untuk yang satu ini mungkin solusinya hendaknya dicari alternatif lain selain kayu bakar yang

5:52 berasal dari menebang pohon. Misalnya menggunakan sabut kelapa atau tempurung kelapa, ranting-ranting kering atau dahan-dahan kering, dahan-dahan bekas pangkasan, dahan-dahan kelapa yang sudah tua dan kering dan sisa-sisa kayu yang memang sudah mati, bukan kayu yang sengaja ditebang. Kalaupun masih harus menggunakan kayu tebangan dan tidak ada jalan lain, ya sudah. Biasanya pohon kayu yang dijadikan kayu bakar adalah kayu-kayu murah yang cepat tumbuh besar dan tidak begitu berkualitas. Biasanya kayu-kayu demikian memang tergolong kayu yang ditanam untuk ditebang dan untuk kayu

6:45 bakar. Lalu masalah yang satu ini menjadi tugas para pemilik lahan, yakni apabila habis ditebang segeralah tanami kembali. Sebagai petani kayu hendaknya selalu menyiapkan bibit untuk penanaman kembali lahan yang telah gundul. Lebih baik lagi kalau dikombinasikan dengan sistem tebang pilih. Pilih yang besar-besar saja, lalu tanami kembali dan rawatlah lahan agar senantiasa lestari. Biar sumbangan oksigen tidak terlalu berkurang banyak, bahkan kembali segar dan suhu tidak terlalu

7:33 berubah drastis, bahkan suhu yang sempat panas kembali sejuk seperti semula. Adapun kayu-kayu yang bagus dan kokoh baiknya tetap dilestarikan sampai beratus tahun bahkan beribu-ribu tahun kedepan. Demikian pembahasan kali ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan semoga bermanfaat. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Share

Ringkasan Video YouTube