Andai aku di umur 20an sudah ngerti tentang UANG

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tiga kesalahan yang harus dihindari oleh orang berusia 20-an dan 30-an untuk mencapai kesejahteraan finansial. Kesalahan tersebut meliputi pembelian kendaraan melalui cicilan jangka panjang, pengisian rumah secara berlebihan, dan mengabaikan persiapan pensiun. Ditekankan betapa pentingnya memiliki pola pikir yang tepat dalam mengelola keuangan agar tidak terjebak dalam jebakan konsumsi yang tidak produktif.

  • Kesalahan pertama adalah membeli kendaraan dengan cicilan lebih dari 2 tahun.
  • Kesalahan kedua adalah mengisi rumah dengan barang-barang yang tidak perlu setelah membelinya.
  • Kesalahan ketiga adalah menganggap pensiun masih lama dan tidak mempersiapkannya sejak dini.

Kesalahan dalam Pembelian Kendaraan

Orang di usia 20-an cenderung mencari aktualisasi diri melalui pembelian kendaraan. Membeli kendaraan dengan cicilan lebih dari 5 tahun sangat berisiko karena kendaraan akan mengalami depresiasi. Pembelian kendaraan yang tidak bijak ini dapat mengurangi kemampuan untuk menabung, yang menjadi kesalahan pertama yang harus dihindari.

Mengisi Rumah dengan Berlebihan

Saat mencapai tahap memiliki rumah, kesalahan kedua adalah bersemangat mengisi rumah dengan berbagai barang yang tidak perlu. Penting untuk memahami gaya hidup dan kebutuhan pribadi sebelum membeli furniture atau perlengkapan rumah, agar tidak terjebak dalam pembelian yang sia-sia. Banyak orang baru sadar setelah membeli barang-barang yang tidak terpakai.

Mengabaikan Persiapan Pensiun

Kesalahan yang terakhir adalah menganggap waktu pensiun masih jauh. Memulai kebiasaan menabung untuk pensiun sejak dini sangat penting. Jika tidak mempersiapkan dari awal, menjelang pensiun bisa terlambat dan harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan. Disarankan agar menyisihkan hingga 50% dari pendapatan untuk masa pensiun agar lebih aman.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Apa kesalahan yang harus dihindari oleh orang 20-an dan 30-an? Mungkin boleh tiga kesalahan karena baik dari kita sekarang mungkin tidak bisa melihat dari sudut pandang usia 40-an. Kalau aku kan masih 20-an ngelihat 40-an kayak masih aman deh. Masih aman aku bisa saving gitu ya. Apa yang harus aku hindari dari sekarang? Ya itu pertanyaan bagus banget. di konten itu aku juga bilang kesalahan pertama yang harus kamu hindari adalah biasanya di umur 20-an tuh orang kepingin aktualisasi pencapaian dia dan paling gampang aktualisasi pencapaian itu adalah membeli kendaraan. I ya kenapa kelihatan benar kalau rumah ya masalnya lu selfie-selfie gitu kan di depan rumah gitu atau depan apa kan orang juga malas lihat ya tapi kalau mobil tuh kayak ketok gitu loh orang Jawa bilang tuh gitu kelihatan. Nah, yang paling bahaya adalah kamu beli

0:47 kendaraan dengan bantuan cicilan di atas 5 tahun. Itu bahaya banget. Oke, logikanya kendaraan itu kan akan depresiasi. Makanya kalau sampai kamu beli dengan bantuan cicilan itu sebenarnya maksimal secara teori foundation planning itu cuman 2 tahun. Hm. Pertanyaannya kalau 2 tahun ya mobilnya LCC dong gitu kan. Istilahnya kayak gitu ya. Apa tuh yang low cost apa itulah gitu kan. Terus akhirnya e kita jadi naikin dikit ah gitu. Padahal itu titik kesalahan pertama. Karena once cicilan kita agak naik di area aset yang depresiatif seperti itu, maka kemampuan saving kita nurun. Benar ya dong.

1:32 I ya kan? Dan kamu udah kebiasaan ada di situ gitu titiknya. Itu biasanya kesalahan yang pertama. Next-nya adalah saat dia udah mulai bisa punya rumah nih Bilal. He. Saat dia udah mulai punya rumah, titik kesalahannya adalah wah ini rumah yang udah gue idam-idamin, gue udah frugal efek banget. Jadi sekarang gue mau ngisi rumah gue gila-gilaan. Salah. Jangan melakukan itu. Sabar. Lihat aja. Masuk dulu ke rumahnya. Understand your own lifestyle, kebutuhan kita. Karena sering banget ini kayak ibu-ibu baru melahirkan anak. Segala perintilan dibeliin gitu ya, enggak tahunya enggak kepakai. Tanya deh sama ibu-ibu baru ngelahirin anak pertamanya. Dia beli sendok ini apa segala macam buntutnya enggak dipakai buntutnya. Akhirnya dia dapetin tuh yang enak buat dia sama bayinya. Itu sama

2:19 dengan rumah Bilal. kita sebenarnya lifestyle kita tuh apa sih? Apa kita orang yang lebih sering di depan sofa atau kita orang yang memang butuh ada ruang tamu, ruang ini atau semua malah bisa mix apa gimana itu akhirnya kita understand apa yang memang kita butuhin. Nah, kalau itu bisa kita redam biasanya kredit renovasi kita tuh enggak ada. H karena godaan kita adalah misalnya kita beli rumah yang memang dari developer, kita pengin ngrenov nih sesuai dong wah impian kita. Nah, itu letak kesalahan yang kedua. H. Nah, yang terakhir letak kesalahannya adalah menganggap again pensiun terlalu lama. Oke, menganggap pensiun terlalu lama. Yes. Karena kan logikanya gini ya, gila gua baru umur 20 ngapain gua mikirin

3:05 pensiun? Itu exactly apa yang di otak aku juga dulu aku really juga i kan kayak emang gua udah setua itu gitu kan. Gampangnya kayak gitu. Ini bukan ngomongin setua itu, tapi ini ngomongin habit. Kenapa? Karena saat kita tidak memaksakan diri kita untuk mencoba menyisihkan untuk our own retirement life, it would be too late saat kita udah sadar. Dan pada saat udah late, kita jadi terpaksa bikin e saving-nya tuh harus agak lebih besar. Jadi, kita tiba-tiba kayak kok tiba-tiba gua kayak frugal apa segala macam. Padahal kalau kita punya kebiasaan itu, itu bisa lebih bagus. Nah, itu sebenarnya yang dulu aku tuh enggak ngerti ya. Waktu dulu ibu mertuaku tuh pernah nasihatin aku pada saat aku pertama kali fres grade, kamu kurang ya

3:53 kalau cuman 10% buat retirement. Gue kayak, "Hah? Kalau 10% kurang emang berapa?" "30% gitu kan." Terus dia bilang, "Sebisa mungkin 50%." buat aku saat itu tuh kayak absurd banget gitu loh. Gimana ceritanya sih 50% gitu ya bisa gua ini dan kenapa mesti 50%? Ternyata then I understand bahwa dalam hidup tuh plot twist-nya banyak banget. H. Jadi kalau enggak pada saat the moment kita bisa 50% kita kerjain nanti enggak akan terjadi tuh momen itu lagi gitu loh Bilal. Karena kayak so many things happen in our life gitu. Plotnya banyak banget gitu ya. Or saat misalnya kita beneran ada duitnya kita enggak kurang kebayang bahwa target kita tuh 50%. Jadi kita pakai buat yang lain. Iya. Iya enggak sih? Iya. Nah, sekarang ya coba lu pikir baik-baik ya. Kalau misalnya kita nyisihin income kita

4:39 sekarang, let's say ambil setengah lah gitu ya, 50% untuk retirement. Logikanya itu aja ya. Kita tuh udah nurunin taraf hidup loh. Hm. Kan taraf hidup kita 100%. Iya. Terus sudah lu turunin gitu loh. Istilahnya kalau kita bilang tua juga belum tentu susah ya understand gitu. Tapi kalau sampai plot twist-nya ternyata jadi susah kan kita kan ngerepotin orang istilahnya gitu. So kenapa enggak ya udah kita sisihin kalau ternyata nanti oh ini ternyata bisa kita pakai nih misalnya buat dana pendidikan anak lah atau apa ini itu kan jadi bagus banget gitu loh. Benar benar tapi mindsetnya tuh harus ke situ. Perkara udah bisa dikerjain apa enggak itu adalah hal yang berbeda gitu. H iya aku setuju. Ngomongin tentang ketika punya rumah baru, pengin ngisi sebanyak mungkin, itu persis banget sama cerita

5:25 temanku yang kayak dia orangnya suka olahraga gitu. Dan ketika punya rumah baru, "Tenang, Bil. Gua akan ada gym di rumah gitu." Oh, gitu, gitu. Terus 3 bulan berjalan karena aku juga member salah satu gym, terus kayaknya di rumah bosan dia, Bilang akhirnya ke gym juga. Akhirnya ambil member juga di gym di luar gitu loh. Itu itu rilis sih. Maksudnya kadang kita merasa kita punya kemampuan. Heeh. Tapi kita belum belajar atau memahami lingkungan kita atau kita punya feel seperti apa di rumah baru mungkin. Jadi ingin terlihat sukses juga ada tuh di situ tuh kayak dengan beli barang, beli mobil segala macam. He. Kalau Mbak Perita sendiri yang mungkin sudah lama di industri keuangan seperti ini, Heh. Bisa mencium enggak sih aroma orang yang memang ingin terlihat sukses ya atau benerang sukses atau benerang kaya tapi tidak ingin terlihat gitu atau

6:12 pernah mengalami hal itu gitu? Oh ya sering dong. Gimana? Aku penasaran sih, sering banget. Karena gini, kita tuh sebenarnya manusia itu ya aku juga mempelajari baru-baru beberapa tahun terakhir sih sejak pandemi itu kita tuh ternyata kebagi jadi beberapa tipe kepribadian. Oke. Yang pertama tuh namanya money avoiders. Buat dia, Heeh. buat dia tuh kayak ada uang enggak ada uang sama aja lah. Terus katanya uang akan datang dengan sendirinya saat kita perlu kepercayaannya tuh gitu gitu ya. Makanya biasanya kalau diajak ngumpulin duit buat dana pendidikan anak jawabannya selalu tiap anak sudah ada rezekinya. Reekinya. Nah, yang kedua adalah tipe yang namanya money vigilance. Ini biasanya terlalu berhati-hati nih. Nah, orang yang terlalu berhati-hati ini biasanya masa lalunya itu suka ada ee hal-hal yang enggak enak kejadian sama dirinya dia. Entah itu pernah ketipu, ngelihat orang

6:58 tuanya bisnisnya bangkrut. Jadi, dia tuh lebih kayak hati-hati banget pada saat mengeluarkan uang. Nah, pada saat dia hati-hati banget mengeluarkan uang, bisa jadi sebenarnya dia tuh udah kemampuannya di atas, tapi dia jadi kayak kelihatan kok agak pelit ya. orang lain mungkin menilai gitu. Buat dia enggak. Buat dia adalah saya pokoknya mau ngejaga apa yang udah saya dapetin dengan susah payah. Itu yang kedua tuh namanya money vigilance. Yang ketiga, money status. Nah, kalau ini yang seperti tadi tuh yang emang dia pengin semua orang ngelihat eh gua levelnya udah ada di sini loh. Gitu. Bahkan kadang-kadang mencari em validasi dari lingkungan based on apa yang orang ngomong tentang dia. Gimana tuh? Misal, ih gila si Bilal keren banget ya sekarang podcastnya

7:45 berkelas banget gila datangin artis-artis gitu kan. Heeh. Tapi aslinya lu gimana juga buat dan lu buat lu tuh kayak wah ini nih yang gua cari gitu. Tapi aslinya lu lagi gimana? Apa misalnya lu lagi kesusahan nyicil duit apa segala macam orang enggak ada yang tahu gitu loh. Pokoknya orang lihatnya Bilal sukses dah gitu dari luar. dari luar dan lu gitu loh. Dan lu enjoy di di apa diseru-seruin kayak gitu. He itu adalah orang-orang yang tadi lu bilang tuh dia sebenarnya enggak mampu segitu tapi dia pengin kelihatan kaya. Hm. Ya. Nah, ada yang paling terakhir nih namanya money focus. Kalau orang yang money focus ini pokoknya dia motivasinya adalah kalau gua pengin dapetin itu gua pasti bisa. Jadi pokoknya apapun itu gua pasti bisa tanpa dia ngelihat kemampuan

8:30 dirinya dia dalam hal misalnya dia sebenarnya udah capek, udah burn out, udah ini buat itu, tapi wah dia kejar banget. Pokoknya mang fokus. Biasanya orang-orang kayak gini juga suka banget sama cicilan. Oh gitu. Hm. Karena buat dia cicilan itu katanya ee semangat hidup dalam konteks. Dalam konteks. Jadi dia kerjanya rajin. Oke. Katanya kalau enggak ada cicilan kayak apa nih yang dikejar katanya gitu. Oke. Ya buat lu mungkin enggak. Tapi kalau orang lain ada yang banyak yang kayak gitu. Oke. Jadi katanya kalau enggak ada cicilan tuh kayak kerja enggak semangat nih apa nih dikejar nih kalau ada enggak ada deadline gitu loh kira-kira tuh kayak gitu. Aku juga pernah dengar yang nomor empat tadi itu dari temanku sendiri yang di mana dia bilang kayak lu bil ada hutang enggak? Enggak ada gitu. Heeh. Lu harus ada hutang. Kalau lu enggak ada hutang itu enggak ada yang nge-push lu

9:16 untuk working harder atau smarter gitu loh. Heeh. Terus mikir satu sisi, oke iya juga. Enggak. Tapi satu sisi lain emang karena enggak ada pressure-nya gitu loh. Makanya dia mungkin pakai mindset itu gitu. Bisa jadi dia masuk yang money focus. Oke. Itu sebab em memang orang itu akan terbelah jadi empat itu dan akhirnya ends up dengan yang kita lihat nih. Oh nih orang tuh sebenarnya bisa ya dia sebenarnya well off banget tapi enggak kelihatan. Ada juga yang well off dan kelihatan. Ada yang juga misalnya sebenarnya enggak well off tapi kelihatannya seperti well off gitu kan. Nah, itu sebenarnya hasil dari gimana kita dibesarkan, lingkungan kita seperti apa gitu. Terus gimana kita ee kebiasaan mengambil keputusan finansial. Jadi kalau aku

10:03 bilang sebenarnya itu bukan perkara satu salah satu benar, enggak. Tapi once kita misalnya milih gaya hidup atau ee cara hidup seperti itu, itu pasti ada plus minusnya. Iya. orang yang misalnya milih gua pengin kelihatan nih kalau gue ini ya plusnya mungkin dia dihargai orang dia dapat tuh maksudnya kayak orang tuh ngelihat dia tuh hormat apa segala macam ini itu resp atau networking atau apa ini itu kan mungkin-mungkin aja tapi bahayanya mungkin itu enggak sustainable gitu loh jadi e bisa jadi sekarang bagus nanti tiba-tiba jatuh jadi hidupnya tuh roller coaster banget gitu loh itu kan plus minus ya mungkin buat dia I'm ok with this tapi mungkin untuk orang lain enggak jadi kalau aku bilang Kuncinya tuh kita mesti understand ourself untuk kita tahu yang seperti apa

10:49 sih cara mengelola uang atau cara mengendalikan diri atau cara menjalani hidup yang memang bisa membuat kita sejahtera gitu loh. mmmmm

Share

Ringkasan Video YouTube