Balik Modal 100% dari Dividen Meski Beli di Harga Tertinggi (All Time High)

Ringkasan Singkat

Video ini membahas strategi untuk tetap mendapatkan keuntungan dari investasi saham melalui dividen, terutama saat harga saham sedang turun. Berikut poin-poin pentingnya:

  • Dividen sebagai harapan saat capital gain tidak tercapai.
  • Pentingnya memilih saham yang rutin membagikan dividen.
  • Contoh perhitungan dividen dari saham batu bara selama 10 tahun terakhir yang menunjukkan potensi balik modal meski dibeli pada harga tinggi.
  • Perbandingan antara capital gain dan dividen dari berbagai aspek (potensi keuntungan, risiko, frekuensi, dan prediktabilitas).

Pendahuluan

Video ini membahas tentang bagaimana dividen bisa menjadi solusi bagi investor yang sudah terlanjur membeli saham di harga tinggi dan mengalami penurunan harga. Dividen sering dianggap kecil dibandingkan potensi kerugian, namun dalam jangka panjang, dividen dari perusahaan yang konsisten membagikan dividen dapat memberikan keuntungan yang signifikan. Investasi saham memiliki dua keuntungan utama: capital gain (selisih harga) dan dividen (cash flow). Jika capital gain tidak tercapai, dividen bisa menjadi harapan.

Contoh Nyata: Balik Modal dari Dividen

Video ini memberikan contoh data historis pembagian dividen sebuah perusahaan batu bara dari tahun 2015 hingga 2025. Dividen per lembar saham perusahaan ini fluktuatif, pernah mencapai Rp1.094, namun pernah juga hanya Rp75. Dengan asumsi memiliki 100.000 lembar saham, total dividen yang diterima dari tahun 2015 hingga 2025 adalah sekitar Rp447 juta. Jika saham dibeli dengan harga Rp3.000 per lembar (modal Rp300 juta), maka investasi sudah balik modal di atas 100%, mencapai 149%. Bahkan jika saham dibeli pada harga yang lebih tinggi, seperti Rp4.000 atau Rp4.500, potensi balik modal tetap ada. Jika dibeli pada harga tertinggi dalam 10 tahun terakhir (Rp5.025), balik modal masih sekitar 89% hingga tahun 2025, dan akan mencapai 100% jika perusahaan terus konsisten membagikan dividen di tahun-tahun berikutnya.

Simulasi Perhitungan Dividen dan Pengurangan Modal

Video ini memberikan simulasi perhitungan pengurangan modal awal investasi dengan dividen yang diterima setiap tahun. Contohnya, jika saham dibeli pada harga Rp5.025 (harga tertinggi), dividen yang diterima setiap tahun akan mengurangi modal awal, sehingga harga saham secara neto menjadi lebih rendah dari harga pasar saat ini. Meskipun harga saham PTBA (Bukit Asam) turun sekitar 51% dari harga tertingginya, investor yang sudah lama memegang saham ini dan menerima dividen secara rutin akan merasa lebih tenang karena harga saham neto mereka sudah lebih rendah.

Capital Gain vs Dividen: Plus dan Minus

Video ini membandingkan capital gain dan dividen dari berbagai aspek:

  • Capital Gain:
    • Plus: Potensi persentase keuntungan lebih besar, bisa diperoleh lebih sering sesuai kemampuan analisa, potensi keuntungan besar.
    • Minus: Ada potensi capital loss, sulit diprediksi, portofolio bisa menurun, bergantung pada kemampuan analisa.
  • Dividen:
    • Plus: Tidak ada dividen loss, nominal dividen lebih konstan, lebih mudah diprediksi, dengan melihat history bisa diproyeksikan dividen di masa depan, lebih dipilih bagi yang ingin memperoleh cash flow tahunan.
    • Minus: Persentase dividen biasanya lebih kecil, hanya diperoleh satu sampai dua kali dalam setahun, tidak ada dividen yield besar dalam jangka pendek, bergantung pada kebijakan perusahaan dan jumlah laba.

Investor dapat memilih antara capital gain dan dividen sesuai dengan profil dan preferensi masing-masing. Capital gain cocok bagi yang ingin meningkatkan portofolio dengan cepat dan menyukai tantangan, sementara dividen cocok bagi yang lebih konservatif dan mencari cash flow rutin.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 [Musik] Hai semua, selamat datang di channel Baca Saham. Pada video ini kita akan membahas satu topik dengan judul sebagai berikut. Tapi seperti biasa, semua pembahasan bukan rekomendasi dan hanya informasi. Ingat, kerugian kamu tanggung sendiri, ya. Nah, saya mau membahas satu topik yang menarik. Sebenarnya topik ini sudah sering saya bahas pada video-video sebelumnya. Tapi berhubung banyak saham besar yang mengalami penurunan signifikan di tahun 2025, jadi saya berpikir untuk membahas topik ini lagi yang semoga bisa menjadi penghibur bagi teman-teman yang sudah terlanjur beli di harga yang cukup tinggi. Meski begitu, saya mau disklaimer dulu. Solusi ini bukan satu-satunya solusi yang memberikan kepastian, tapi ini hanya

0:46 merupakan salah satu solusi yang bisa kamu pertimbangkan apabila sudah terlanjur membeli di harga yang cukup tinggi dan harganya mengalami penurunan yang drastis. Apakah itu? yaitu berharap dari sisi dividen. Memang dividen ini sering dikatakan hanya memiliki dividen yield yang kecil karena katakanlah misalkan sudah floating loss di atas 10% 20% tapi hanya memperoleh dividen yield katakanlah 5 sampai 10% saja. Alhasil jika kita net off ternyata memang masih mengalami kerugian dibandingkan dividen yang kita terima. Tapi ingat itu hanya merupakan persepsi jangka pendek. Karena dividen itu jika perusahaan konsisten membagi dividen, mereka akan terus bagi dividen setiap tahunnya. Dan tanpa melakukan apapun, kita sebagai pemegang saham akan tetap menerima dividen itu secara rutin setiap tahun selama

1:33 perusahaan terus membagikan dividen. Itu artinya sangat penting bagi kita untuk mencari perusahaan-perusahaan yang membagikan dividen secara rutin. Meskipun harga sahamnya mengalami penurunan, tapi setidaknya ada satu opsi dari keuntungan investasi saham yang bisa kita harapkan yaitu dividen. Karena ingat di investasi saham hanya ada dua keuntungan. Yang pertama dari sisi capital gain alias naik turun harga. Dan yang kedua adalah dari sisi dividen alias cash flow. Jika kita tidak memperoleh dari sisi kapital G-nya, kita bisa berharap dari sisi yang satu yaitu dividen. Nah, pada video kali ini saya mau menampilkan satu contoh sederhana yang mana ini adalah bukti nyata bahwa saham ini bisa memberikan balik modal dari dividen. Tapi ingat, ini data di masa lalu, di masa depan kita tidak tahu apakah bisa terulang lagi atau tidak.

2:19 Jadi, kamu pastikan harus memiliki analisa dan proyeksi yang matang. Oh, iya. Sebagai informasi juga, mohon agar kamu dapat cek lagi datanya. Bisa saja ada salah input atau salah hitung. Mari coba kita lihat sekilas datanya sebagai berikut. Ini merupakan data rekapan pembagian dividen dari tahun 2015 hingga tahun 2025. Kamu bisa lihat perusahaan ini membagikan dividen dengan angka yang relatif fluktuatif. Pernah membagikan dividen yang mencapai 1094 per lembar saham, tapi pernah juga membagikan dividen hanya Rp75 per lembar saham. Kamu tentu sudah tahu saham ini bergerak pada sektor apa. Ya, adalah saham batu. Karena dari sisi dividen pernya saja kita sudah bisa melihat bahwa angkanya cukup fluktuatif. Kadang sangat tinggi, kadang biasa saja, kadang sangat rendah. Nah, dari growth-nya kamu bisa lihat di

3:05 sini terjadi penurunan ataupun kenaikan dalam beberapa tahun ini. Kamu bisa lihat di sini pada tahun 2016 terjadi penurunan 11%, turun lagi 1% di tahun 2017 naik 12%, naik 7%, turun 4% turun 77% di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 naik 82%, naik 59% turun 64% turun lagi 16%. Nah, dari dividen yang sangat fluktuatif seperti ini ternyata jika kita tarik dalam jangka panjang sebenarnya masih cukup menarik karena apabila kita asumsikan memiliki 100.000 R000 lembar saham. Dan mari coba kita hitung berapa dividen yang diterima setiap tahunnya. dengan angka dividen persier yang bisa kamu lihat di sini, maka pada tahun 2015 akan menerima

3:51 dividen Rp32 juta, 2016 28 juta, 2017 R28 juta, 2018 Rp31 juta, 2019 Rp33 juta, 2020 Rp32 juta, 2021, juta, 2022 Rp68 juta, 2023 Rp109 juta, 2024 Rp39 juta, dan terakhir di tahun 2025 Rp33 juta. Itu artinya jika kita total dividen yang sudah diterima sejak tahun 2015 hingga tahun 2025 sekitar Rp447 juta. Dan asumsikan katakanlah kita membeli di harga Rp3.000. Itu artinya untuk membeli 100.000 lembar saham maka modal yang dikeluarkan adalah Rp300 juta. Dengan kata lain sudah balik modal di atas 100% mencapai 149%.

4:38 Tapi jika kita melihat data price performance dari aplikasi Stockbit ini, kamu bisa temukan informasi bahwa ternyata harga sahamnya pernah menyentuh angka di atas Rp3.000, yakni Rp4.000 bahkan hingga mencapai Rp5.000. Sekarang mari coba kita simulasikan. Katakanlah ini kita ganti bukan Rp3.000, tapi harga saham kita menjadi Rp4.000. Kamu bisa lihat dengan harga beli Rp4.000, maka kita masih bisa balik modal sekitar 111% untuk periode tahun 2015 hingga tahun 2025. Padahal angka ini sudah relatif cukup tinggi. Katakanlah kita naikkan lagi. Harga belinya bukan R.000 melainkan menjadi 4.500. Nah, balik modalnya sekitar 99,4% masih balik modal. Dan ini berarti dalam jangka panjang meskipun kita membelinya di harga yang relatif cukup tinggi yaitu

5:25 4.500 sebenarnya masih bisa balik modal 100%. Katakanlah kita menggunakan harga all time high-nya dalam 10 tahun terakhir yaitu 5.025. Mari coba kita hitung berapa kira-kira dividen yang kita terima dari sisi persentasenya dengan harga saham. Mari kita hitung terlebih dahulu 5.025 kemudian kita kalikan dengan lembar sahamnya 5.025. Kita hitung berapa kira-kira dividen yang kita terima untuk angka 25. Maka balik modalnya sekitar 89%. Memang jika kita menggunakan angka all time high-nya yaitu 5.025 dalam 10 tahun terakhir, balik modal kita masih 89%. Tapi ingat ini hanya hingga data tahun 2025. Dengan kata lain, apabila di tahun

6:12 2026, 2027, 2028 dan seterusnya perusahaan tetap konsisten bagi dividen, akan ada saatnya angka 89 ini akan berubah menjadi 100%. hanya membutuhkan waktu saja kita menunggu hingga dividennya bisa balik modal 100%. Nah, dengan konsep sederhana ini sebenarnya kita sudah tidak peduli dengan harga saham yang naik ataupun turun. Padahal jika kamu lihat untuk angka dividen peri yang cukup fluktuatif seperti ini ternyata bisa juga balik modal 100%. Memang ini merupakan data di masa lalu. Di masa depan kita tidak tahu apakah hal ini bisa terulang kembali atau tidak. Tapi yang jelas dari data di masa lalu ini kita bisa belajar bahwa jika kita membeli saham-saham yang rutin membagikan dividen dengan yold yang menarik, dengan prospek yang masih bagus, dengan laba yang cenderung

6:57 mengalami kenaikan meskipun kadang juga mengalami penurunan akan ada masanya. Di mana dividen ini kita terima setiap tahun meskipun harga sahamnya mengalami penurunan akan ada masanya di mana kita bisa balik modal dari tahun ke tahun. Memang angka ini tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat karena seperti contoh ini membutuhkan waktu yang cukup panjang yaitu tahun 2015 hingga tahun 2025. Bahkan jika kita membeli di harga tertinggi yaitu 5.025 membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi di atas tahun 2025. Tapi setidaknya kamu bisa lihat datanya di sini bahwa jika kita membeli saham yang bertumbuh, jika kita membeli saham yang bagus, jika kita membeli saham yang masih memiliki prospek di masa depan, kita bisa berharap dari sisi keuntungan investasi saham yang satunya. Bukan capital gain, tapi dari sisi

7:43 dividen. Kamu sudah lihat faktanya ini saya gunakan angka all time high 10 tahun terakhir di angka 5.025. Bahkan saham ini bisa memberikan balik modal sekitar 89% jika saya tidak salah hitung ataupun salah input. Jadi, pastikan kamu hitung lagi. Kamu pastikan cross check lagi di sumber resminya. Nah, semoga video ini bisa memberikan manfaat kepada kamu. Khususnya bagi kamu yang saat ini sedang galau. Harga saham mengalami penurunan sangat signifikan. Kamu sudah terlanjur membeli di harga atas dan kamu harus melakukan apa? Jika kamu yakin dengan perusahaan tersebut, jika masih ada prospek di masa depan, menurut saya pribadi jika kamu melakukan cutl sebenarnya itu sangat disayangkan. Apabila dana kamu itu merupakan dana dingin, sebaiknya kamu bisa menunggu untuk terus update kinerja terbarunya.

8:28 Jika perusahaan itu masih terus prospek di masa depan, masih ada harapan terkait labanya bisa bertumbuh dengan dividen yang stabil atau bahkan bisa meningkat, sebaiknya kamu terus update kinerja terbarunya dan bisa berpikir untuk hold dan mengharapkan dari sisi dividen. Memang tidak ada jaminan di masa depan dividennya akan terus besar. Tidak ada juga jaminan di masa depan bisa balik modal 100% dari dividen. Tapi setnya dengan detek ini kamu bisa memiliki sedikit harapan untuk berharap dari sisi keuntungan investasi saham yang lain, yaitu dari sisi dividennya. Memang membutuhkan waktu yang panjang, memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Tapi dari sini kamu bisa lihat seiring berjalannya waktu akan ada masanya balik modal juga dari dividen. Karena kita asumsikan seperti misalkan kita membelinya di harga tertinggi yaitu 5.025.

9:14 25. Pada tahun 2015 kita memperoleh dividen sebanyak 325. Maka kita kurangi dengan harga beli kita. Nah, artinya pada tahun 2015 setelah menerima dividen, modal kita bukan 5.25 lagi menjadi 4.700. Oke, di tahun 2016 dengan modal 4.700 ini kita menerima dividen lagi sebanyak 290 maka modal kita sudah menjadi 4.410. Di tahun 2017 dengan modal kita 4.410 kita menerima dividen lagi 286. Modal kita sudah berkurang lagi menjadi 4.125. Pada tahun 2018 kita menerima dividen lagi sebanyak 319. Modal kita sudah turun lagi menjadi 3.800 pada tahun 2019 dari 3.806

10:02 kita terima dividen 340 maka modal kita sudah menjadi 3.400-an. Oke, pada tahun 2020 kita terima dividen lagi 326. Modal awal kita sudah menjadi 3.140. Pada tahun 2021 kita terima dividen lagi sebanyak 75. Meskipun dividen persirnya turun drastis, modal kita juga turun menjadi 3.065. Meskipun tidak turun signifikan. Pada tahun 2022 modal kita sudah menjadi 2.377. Pada tahun 2023 dengan simulasi ini, modal awal kita sudah menjadi 1283. Pada tahun 2024, mari coba kita lihat di sini. Modal awal kita ternyata sudah mengalami penurunan lagi menjadi 885. Dan pada tahun 2025, model kita sudah

10:48 berkurang lagi karena menerima dividen menjadi 553. Nah, kamu bisa lihat datanya di sini dari awalnya harga beli kita di angka 5.025 pada tahun 2015 ini saya asumsikan kita membeli di harga yang all time high. Mari coba kita lihat data harga sahamnya di sini. Apakah di tahun 2015 harganya sudah di atas Rp5.000? Nah, kamu bisa lihat datanya di sini. Harga saham Rp5.000 itu baru tercapai pada tahun berapa? Dan dengan angka ini kita jadi berpikir lebih konservatif karena kita menarik mundur untuk harga tertingginya untuk memastikan bahwa angka yang kita beli itu adalah angka harga saham all time. Hanya dengan kondisi seperti ini sebenarnya kita bisa berpikir menjadi lebih konservatif lagi. Karena pada tahun 2015 harga saham ini tidak mencapai 5.025 berdasarkan grafik

11:34 yang ada ini. Tapi ingat silakan kamu cross check lagi di sumber resminya untuk memastikan tidak ada kesalahan data. Tapi dari simulasi ini yang mau saya tekankan adalah jika kita membeli di harga yang paling tinggi, katakanlah di harga R.025 untuk dividen yang sudah kita terima dari waktu ke waktu, modal beli harga saham kita sudah menjadi berkurang. Dari yang awalnya 5.025 sudah menjadi 553. Dengan kata lain, penurunannya sangat signifikan. Meskipun harga sahamnya turun, katakanlah dari Rp5.000 hingga video ini dibuat, katakanlah harga sahamnya turun ke angka 2.440. Oh iya, saham yang kita bahas adalah saham PTBA atau PT Bukit Asam. Nah, dengan penurunan harga saham yang signifikan dari angka 5.025 ke angka harga saham saat video ini dibuat di angka 2.440. Mari coba kita lihat untuk

12:20 penurunannya sudah seberapa banyak. 2.440 kita kurangi dengan angka all time high-nya kita bagi dengan angka all time high-nya. Harga sahamnya dari all time high turun sekitar 51%. Tapi bagi mereka yang sudah memiliki saham ini sejak lama dan sudah menerima dividen, mereka sebenarnya santai-santai saja karena mereka sudah memiliki harga saham secara neto jika dikurangi dividen yang lebih rendah dari 2.440. Kamu bisa lihat contoh simulasinya berdasarkan data yang ada ini. Ini merupakan salah satu hal menarik dari dividen. Meskipun kita tidak melakukan apapun selama perusahaan bagi dividen, kita masih menerima cash flow setiap tahunnya. Oh iya, sebagai informasi apabila kamu tertarik mempelajari topik dividen dengan lebih detail, mungkin ebook baca saham ini bisa berguna bagi kamu. Yang pertama, strategi nabung

13:06 saham. Yang kedua, stock for living. Apabila tertarik melakukan pembelian, silakan chat saja di nomor WA di awal atau di akhir video ini. Semoga video ini bisa memberikan manfaat kepada kamu. Dan sebagai informasi, sebelumnya juga saya sudah sempat buat satu video yang mungkin bisa berguna. Nonton hingga selesai agar memperolehi pemahaman yang utuh. Tentu bagi kamu sering memperdebatkan antara capital gain dan dividen. Kamu tentu sering mendengar dan menonton banyak pembahasan yang memperdebatkan dua hal ini. Mana yang lebih baik antara capital gain dan dividen. Mana yang lebih besar, mana yang lebih sering, dan lain sebagainya. Untuk itulah pada video kali ini saya mau membahas satu topik sederhana yang sering diperdebatkan. Kita akan melihat dari dua sisi yang berbeda, yaitu sisi plus dan sisi minus. entah itu capital gain maupun dividen. Semoga dengan video

13:52 ini kamu jadi bisa memperoleh kesimpulan manakah yang menarik bagi kamu. Tentu saja entah itu capital gain atau dividen, semuanya tergantung kepada profile investor dan trader itu masing-masing. Ada mungkin yang lebih nyaman dengan capital gain, tapi di sisi yang lain ada juga yang mungkin lebih nyaman dengan dividen. Nah, jadi tujuan video ini kita akan melihat sisi plus dan minusnya sehingga kamu bisa menentukan kamu adalah orang yang lebih nyaman yang mana. kapital gain atau dividen. Kita langsung masuk saja ke dalam pembahasannya. Pertama kita lihat dulu dari sisi capital gain. Poin plus-nya secara persentase memungkinkan untuk lebih besar dari dividen. Kamu tentu sudah tahu orang-orang yang menganut sistem capital gain biasanya mungkin saja mendapatkan capital gain di atas 10%, 20% bahkan lebih. Sedangkan

14:39 untuk dividen biasanya secara persentase cukup kecil. Misalkan di angka 5%, 7%, 10%. Dan jika di atas 10% itu sebenarnya sudah termasuk besar untuk dividen yang diperoleh dalam jangka pendek. Discammer kita hanya membahas dari sisi dividen jangka pendek. Mungkin untuk jangka panjangnya kita bisa memperoleh dividen dengan yield yang lebih besar lagi. Tapi pada video kali ini kita mau fokus membahas yang jangka pendek saja. Sedangkan untuk poin minusnya, capital gain persentase lebih besar tidak hanya kalau profit, tapi juga kalau rugi. Itu artinya selain kapital gain, ada juga potensi capital loss. Jika kamu berpotensi memperoleh capital gain 20% artinya tidak menutup kemungkinan juga kamu bisa memperoleh capital loss 20%. Bagaimana dengan dividen point plus-nya?

15:25 Kalau capital gain ada capital loss, kalau dividen tidak ada dividen loss. Artinya apa? Kemungkinannya hanya dua. Yang pertama, kamu memperoleh dividen dan yang kedua adalah kamu tidak memperoleh dividen. Tidak ada yang namanya dividen loss. Yang ada hanyalah tidak memperoleh dividen. Dengan kata lain, secara probabilitas kamu mungkin memperoleh dividen 0% tapi tidak sampai minus. Sedangkan untuk capital gain, meskipun kamu bisa memperoleh capital gain katakanlah 20%, tapi di sisi yang lain kamu bisa memperoleh capital loss minus 20%. Poin minus dari sisi dividen. Pertama, persentase dividen biasanya lebih kecil dari capital gain. Ini seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Jika capital gain bisa memperoleh angka 20% untuk dividen angka 10% saja sebenarnya sudah cukup besar

16:11 secara jangka pendek. Poin keduanya untuk kapital gain secara plus bisa diperoleh lebih sering sesuai kemampuan analisa. Tentu saja tidak ada batasan seseorang bisa memperoleh capital gain maksimal berapa kali dalam satu waktu periode tertentu. Katakanlah dalam 1 bulan. kamu bebas memperoleh kapital gian satu kali, dua kali, 5 kali, 10 kali, dan lain seterusnya. Semuanya tergantung kepada kondisi pasar dan tergantung kepada kemampuan analisa kamu. Sedangkan untuk poin minasnya, tidak selamanya mendapat kapital gain dalam transaksi, bisa juga capital loss. Katakanlah dalam 1 bulan kamu melakukan 10 kali transaksi. Tidak menutup kemungkinan dari 10 kali transaksi itu kamu memperoleh kapital gain tuuh kali dan kapital loss tiga kali. Tapi di sisi yang lain tidak menutup kemungkinan juga terjadi hal yang sebaliknya. kamu

16:56 memperoleh kapital gen tiga kali dan memperoleh capital loss 7uh kali untuk sisi dividennya. Untuk poin plus-nya, nominal dividen biasanya lebih konstan dari tahun ke tahun. Meskipun secara persentase lebih kecil, untuk dividen biasanya persentasenya lebih konsisten. Katakanlah jika kamu biasanya memperoleh dividen 5% biasanya di tahun-tahun selanjutnya akan memperoleh dividen sebesar tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika kamu memperoleh dividen katakanlah 7%, mungkin saja di tahun-tahun ke depan kamu akan memperoleh dividen dengan yield seperti itu. Dengan catatan kita menghitung harga saham di tahun tersebut. Apabila kita membeli saham sudah jauh-jauh tahun sebelumnya, maka secara yeld bisa saja lebih besar. Poin minusnya, biasanya hanya diperoleh satu sampai dua kali dalam 1 tahun. Ini merupakan salah satu

17:42 kelemahan dari dividen yang sering diperdebatkan. Dividen itu biasanya hanya diperoleh satu sampai dua kali dalam 1 tahun. Karena dividen itu sangat berkaitan dengan pencapaian laba yang biasanya dibukukan dalam waktu 1 tahun untuk tutup bukunya. Kita masuk kepada poin ketiga dari sisi capital gain plus-nya. Punya probabilitas memperoleh capital gain begger. Seperti yang saya katakan tadi, tidak ada batasan maksimal untuk persentase capital gain. Kamu bisa memperoleh 10%, 20%, 30%, bahkan 100%. Tidak ada batasan. Tapi di sisi minusnya sulit diprediksi secara persentase karena tergantung kondisi pasar. Artinya mungkin ada suatu kondisi di mana kamu bisa memperoleh capital gain dengan sangat mudah. Katakanlah semua saham yang kamu beli semuanya memperoleh profit dengan angka yang sangat

18:27 maksimal. Tapi di sisi yang lain, hal itu sulit diprediksi karena semuanya tergantung pada beberapa kondisi di pasar saham. Entah itu dari sisi pergerakan harga, dari sisi bandar, dari sisi makroekonomi dan lain sebagainya. untuk sisi dividennya. Poin plusnya lebih mudah diprediksi dibandingkan persentase capital gaat. Ini seperti contoh yang keduanya di mana untuk dividen biasanya kita lebih mudah memprediksikan dan memproyeksikan dan ke depannya seperti apa. Sedangkan untuk sisi minusnya tidak ada dividen yield bager dalam jangka pendek. Artinya untuk memperoleh dividen katakanlah di atas 10% saja sebenarnya sudah cukup baik. Karena biasanya dividen itu akan dibagikan dengan persentase di bawah 10%. Artinya, kamu tidak pernah mendengarkan orang memperoleh dividen 100% dari saham yang dibeli dalam jangka

19:14 pendek. Ingat, kita menghalat kata jangka pendek karena dalam jangka panjang sebenarnya hal itu bisa saja terjadi. Kamu tentu sudah tahu beberapa cerita di mana orang-orang yang membeli suatu saham dengan harga yang rendah pada puluhan tahun yang lalu dan kini dividen yang mereka terima sudah sama dengan harga beli mereka. Saya tidak akan membahas lebih jauh terkait pembahasan itu pada video kali ini dan mungkin kita akan membuat video khusus terkait hal tersebut. Untuk poin keempat dari sisi capital gain plus-nya bergantung pada kemampuan analisa setiap investor atau trader. Artinya jika kemampuan analisa kamu sangat hebat, kamu memiliki probabilitas yang jauh lebih besar untuk memperoleh kapital gen. Itu semuanya tergantung kepada kemampuan analisa kamu secara pribadi. Untuk poin minasnya, tidak selamanya

20:00 hasil analisa tepat bisa juga salah. Sebagai seorang analis, tentu saja tidak ada seorang analis pun yang memiliki akurasi 100%. Artinya kadang bisa benar, kadang juga bisa salah. Untuk sisi dividennya, poin plus-nya adalah dengan melihat history bisa diproyeksikan dividen di masa depan. Seperti yang sudah sering kita bahas bahwa dividen itu mengacu kepada data laba, data PA rasio, dan data history. Sehingga dengan menggunakan data-data tersebut kita jadi lebih mudah bisa memprediksi dividen di masa depan. Tapi ada sisi minusnya, bergantung kepada kebijakan perusahaan dan jumlah laba yang dihasilkan. Artinya meskipun kita bisa menghitung secara proyeksi dan meskipun misalkan laba perusahaan besar, tapi jika kebijakan perusahaan menetapkan tidak bagi dividen, tidak ada yang bisa melakukan

20:46 intervensi karena kita hanya sebagai pemegang saham mayoritas. Dengan kata lain, kita bisa saja tidak menerima dividen meskipun kita bisa memprediksikan ke depannya seperti apa. Karena yang bisa kita hitung hanya secara angka, tapi secara kebijakan kita tidak mengetahuinya. Poin kelimanya untuk capital gain lebih dipilih bagi mereka yang ingin meningkatkan portofolio. Tentu jika kamu memiliki modal yang terbatas atau modal kecil akan lebih efektif untuk meningkatkan portofolio dengan mengandalkan capital gain. Katakanlah seperti yang saya sebutkan tadi, capital gain 10% bisa meningkatkan portofoliumu 10% dan tidak ada batasan untuk capital gain. Bisa saja 20%, 30% dan lain sebagainya. Tapi sisi minusnya portofolio tidak hanya bisa meningkat tapi bisa juga menurun. Artinya kalau

21:32 portofolio kamu berpotensi naik 20% di saat yang sama portofolio kamu juga berpotensi turun 20%. Itu merupakan dua hal yang sangat berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Untuk dividensi C+-nya lebih dipilih bagi mereka yang ingin memperoleh cash flow tahunan. Nah, itu merupakan suatu keuntungan dari dividen karena biasanya lebih stabil dengan persentase yang lebih kecil dari capital Gen secara relatif, tapi biasanya lebih rutin dan lebih konsisten dalam jangka panjang. Artinya jika pada tahun ini kamu memperoleh dividen dari saham A, katakanlah misalkan R10 juta. Pada tahun depan biasanya jika kondisi perusahaan itu relatif stabil dari tahun ke tahun, angka dividen yang kamu terima tidak akan berubah terlalu jauh. Mungkin ada naik turunnya, tapi biasanya tidak terlalu jauh jika perusahaan itu stabil

22:19 dan kebijakan payout rasionya tetap. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga di suatu waktu tertentu perusahaan tiba-tiba tidak bagi dividen atau nominal dividennya menjadi lebih kecil sehingga kamu tidak memperoleh dividen atau cash flow secara tahunan dan atau juga kamu memperoleh cash flow dengan nominal yang lebih kecil. Nah, ini merupakan beberapa poin plus dan minus dari capital gain dan dividen. Silakan kamu mempertimbangkan dan silakan kamu memilih kamu lebih condong yang mana. Apakah capital gain atau dividen. Tentu saja setiap orang punya preferensi dan pilihannya masing-masing. Ada yang mungkin lebih cocok dengan capital gain karena tidak ada batasan dari sisi potensi capital gain yang mereka peroleh. Seperti yang saya katakan tadi, kamu mungkin bisa memperoleh capital gain 5%, 10%, 20% dan lain sebagainya. Orang-orang seperti ini mungkin lebih

23:05 menyukai tantangan. dan mereka lagi fokus meningkatkan portofolionya. Tapi di sisi yang lain ada juga orang-orang yang lebih konservatif. Mereka tidak perlu memperoleh kapital gain, katakanlah 20% 30% setahun. Tapi mereka lebih mencari perusahaan-perusahaan yang bisa menghasilkan cash flow rutin kepada mereka. Katakanlah 5 sampai 7% setiap tahun, tapi dengan nominal dan dengan frekuensi yang lebih tetap. Artinya jika tahun ini mereka dapat 7% dari dividen, di tahun depan mereka juga mengharapkan dividen 7% dan seterusnya. Tentu saja semuanya tidak ada yang pasti di pasar saham. Entah itu capital gain, entah itu dividen, keduanya memiliki poin plus dan minusnya masing-masing. Dan tidak ada yang pasti untuk sisi capital gain dan sisi dividen itu sendiri. Jadi, pastikan kamu selalu memiliki mitigasi risiko dan mempertimbangkan setiap kemungkinan yang

23:51 bisa terjadi di masa depan agar supaya hasil analisa dan keputusan kamu menjadi lebih akurat. Ingat, tidak ada yang menjamin kamu selalu profit dan tidak ada juga yang menjamin kamu selalu rugi. Semuanya tergantung kepada berbagai hal yang mungkin kamu bisa kendalikan dan kamu tidak bisa kendalikan. Jadi, pastikan kamu memiliki pertimbangan yang matang-matang dan kamu telah mengetahui resiko terburuk yang siap kamu hadapi. Semoga video ini bisa memberikan manfaat kepada kamu. Demikianlah pembahasan singkat pada video ini. Selalu ingat bahwa semua saham dan pembahasan yang ditampilkan bukan rekomendasi dan hanya bersifat edukasi. Segala resiko kerugian menjadi tanggung jawab kamu sendiri. Mohon juga agar dapat mengecek kembali data yang ditampilkan karena bisa saja terjadi kesalahan pengetikan atau pengambilan data. Di video berikutnya ingin dibahas materi apa lagi? Tulis di

24:38 kolom komentar ya. Berikut ini beberapa list ebook baca saham. Pertama psikologi saham. Kedua, stock for living. Ketiga, strategi nabung saham. Keempat, the stock market. Dan yang kelima, cara analisa laporan keuangan. Info pembelian silakan chat saja pada nomor WA yang tercantum pada video kali ini. Sebagai informasi, kamu bisa support channel ini dengan cara melakukan pembelian produk apa saja di Shopee menggunakan link yang diklik pada video ini. Produknya bebas. Thank you. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube