0:00 Hari ini kita akan belajar sesuatu supaya kita ini semakin hari semakin mengerti apa yang Tuhan mau sehingga kekristenan kita itu beranjak dewasa. Karena banyak orang umurnya dewasa tetapi secara rohani gak dewasa. Orang yang dewasa itu berubah karakter, sikap, tindakan, dan perbuatannya. Sekarang kita akan lihat Ibrani pasal yang ke-12. Karena kita mempunyai banyak saksi bagaikan awan yang mengelilingi kita. Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Jadi, kekristenan kita ini masing-masing akan bertanggung jawab di hadapan Tuhan
0:46 karena kita harus melewati perjalanan. Perjalanan kita itu seperti sebuah perlombaan yang diwajibkan. Dan harusnya seorang yang mengikuti perlombaan ini ngikuti aturannya yang ada supaya sampai garis akhir. Kalau seorang pelari tidak mengikuti peraturan yang ada, dia bisa potong kompas dan bisa capek lebih dulu dari yang lain, tetapi tidak berkenan, tidak mendapatkan upah. Dan kita ini kekristenan kita ini berjalan step by step ngikutin perlombaan yang ditetapkan oleh Tuhan. Tujuannya mendapatkan suatu hari piala yang kita harusnya terima. >> Nah, fokusnya kalau berlomba itu harus
1:35 menanggalkan semua beban dan dosa. Kalau ikut lomba lari tapi bawa gula 5 kilo, kira-kira bisa menang apa tidak? Bapak, Ibu jalan-jalan mau ke Surabaya, tetapi di tasmu ada 25 kilo, kamu enggak taruh, tapi kamu taruh di punggungmu apa yang terjadi? >> Bengkor loh, lama-lama. Coba perhatikan baik-baik. Ini >> ini ketika diangkat enteng apa tidak? >> Enten? >> Enten ini. >> Betul enggak? >> Heeh. >> Bagaimana kalau ini dipegang ditaruh dalam 12 jam? Jadi berat atau enteng? >> Berat. >> Dari hal yang enteng tiba-tiba jadi
2:21 berat. Kalau saya pegang begini terus selama 24 jam apa yang terjadi? >> Pegal. >> Pegal ini. Keram >> pegal. >> Kalau saya pegang 2 hari apa yang terjadi? >> Pasti akan terjadi sakit penyakit dan lain sebagainya. Padahal ini hal yang ringan. >> Iya. Banyak orang Kristen kelihatannya hidupnya baik-baik saja, tapi dia tetap memiliki sikap tindakan, pola hidup, gaya hidup, kelakuan, sikap yang lama. Dan itu yang merintangin perjalanan kekristenan kita loh. Apalagi yang sakit hati, kepahitan, enggak bisa mengampuni, gampang tersinggung, dan lain sebagainya. Kamu jadi orang Kristen rajin ibadah, kelakuanmu seperti itu, kamu seperti naruh beban.
3:07 yang kamu pegang seumur hidupmu. >> Dan ujungnya tidak heran Bapak belur. >> Kenapa kok kekristenan kita tidak mengalami kemajuan? Kenapa perjalanan hidup kita ini enggak ngalami breakthrough dan terobosan? Cenderung terseok-seok jatuh bawa belur bahkan ngalami penderitaan yang luar biasa. Enggak pernah ngalami kemenangan. Karena tanpa disadarin pegang beban, pegang masalah, tidak mau menanggalkan dosa. Kasih minum ibu. Bayangin kalau ini ringan kita pegang dalam 5 menit masih enteng.
3:53 Dalam 1 jam mulai agak kerasa pegal semua. Dalam satu hari yang enteng ini tiba-tiba membuat tangan jadi keram. Pegang 2 hari badanmu akan mengalami sakit penyakit. Sama semua beban yang tidak berkenan di hadapan Tuhan harus ditanggalkan. Terutama dosa. Dosa itu adalah pelanggaran terhadap firman Tuhan. Kata Alkitab, >> apapun namanya yang bertentangan dengan firman itu dosa. Dan dosa memutuskan hubungan kita dengan Tuhan. Kalau hubungan kita dengan Tuhan putus, kita di luar perlindungan Tuhan bocor. Seperti air ini kalau ini bocor airnya akan habis.
4:40 >> Kalau kita tanpa perlindungan Tuhan kita memposisikan diri kita ini menjadi musuhnya Tuhan. Dan apa yang terjadi? Kita akan jadi bulan-bulanannya setan di luar proteksi, di luar perlindungan dan hidup kita akan bawa belur. Berapa banyak orang kekristenannya bawa belur? Kekristenannya dari tahun hanya muter di area yang sama, stres, bingung, kacau, ruwet. Karena apa? di luar perlindungan dan tetap melakukan dosa. Kalau kita mau mengikuti perlindungan, kita mengikuti perlombaan, kita harus menanggalkan dosa, terus menanggalkan beban, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Perhatikan ayat selanjut. Marilah kita melakukan dengan
5:26 mata yang tertuju kepada Yesus. Seorang yang ikut pertandingan lomba lari, lomba maraton atau lomba apapun dia fokus tujuan akhirnya. Dia enggak peduli loh orang yang tepuk tangan. Alah kamu kalah, kamu gagal, kamu alah enggak mungkin menang. Bayangin kalau ikut lomba lari tapi dengerin perkataannya orang lain. Apa yang terjadi? Ikut marah. seorang pemain bola disorak-sorakin terus atau apalah pemain lomba apapun jugalah terus disorakin dan dia marah >> apa yang terjadi dia enggak bisa kontrol dirinya >> dia tidak akan bisa menyelesaikan sampai
6:11 garis akhir. Sekalipun cedera, sekalipun berat nafasnya ngos-ngosan. Ketika seorang ikut lomba, dia lakukan terus sampai garis akhir. Tapi berapa banyak kekristenan kita lebih suka dengarin perkataan buruk orang lain daripada dengarin perkataan Tuhan? Gak terfokus sama Tuhan. Dan ujungnya kehidupan kita ngapain? Stres, sakit hati, jengkel, marah, tersinggung, malas gereja. Kenapa banyak orang Kristen malas pindah gereja satu ke gereja yang lain? Kenapa orang Kristen enggak mau ibadah lagi ke gereja? karena sakit hati dengan orang lain, dengan perkataan orang lain. Padahal hidup kita tidak ditentukan oleh perkataan orang. Hidupku ditentukan oleh perkataan Tuhan.
6:56 >> Amin. >> Amin. Amin. >> Orang boleh ngomong apap pun gak usah didengarin. >> Amin. >> Dengarin firman Tuhan jalan. Amin. >> Ujungnya kita akan sampai garis akhir. >> Makanya mata kita ini harus tertuju kepada Yesus yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan. step by step berjalan dari iman satu kepada iman yang lain. >> Dari hikmat satu pada hikmat yang lain. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau setiap hari kita kan saya sudah ngajarin kan minimal satu hari beri waktumu sama Tuhan sejam 2 jam ketemu raja di atas segala raja setiap hari. Kira-kira hidupmu berubah enggak dalam 3 tahun 4 tahun berubah. >> Pasti berubah ketemu raja di atas segala raja. memiliki hikmat pengertian,
7:42 pengetahuan, pengurapan, power dan otoritas, pengaruh dan lain sebagainya. Yang jadi masalahnya kan enggak mau duduk diam di kaki Tuhan. Senangnya kan ngumpul-ngumpul seperti ini kan. Datang ibadah kan senang kan ketemu yang lain ya. Tapi duduk di kaki Tuhan kan gak mudah. Benar apa enggak? >> Dibutuhkan komitmen loh. >> Iya. Orang kalau mau belajar tekun, datang ibadah tekun, belajar firman, tekun, berdoa terus, komitmen, engkau akan dipimpin kekristenanmu dari iman satu pada iman yang lain, dari kemuliaan satu pada kemuliaan yang lain, dari promosi satu pada promosi yang lain. Hidup kita pasti berubah. Makanya Alkitab katakan, "Engkau akan menjadi kepala, bukan menjadi ekor. Engkau akan
8:29 menjadi naik dan tidak akan menjadi turun. Karena setiap hari bergaul dengan raja di atas segala raja. Tidak mungkin orang Kristen hidupnya bapak belur. Karena banyak orang Kristen hanya sekedar datang ibadah, tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Seperti hubungan suami istri tidur bareng, serumah bareng tapi tidak pernah ngobrol bareng. Akhirnya misunderstanding, ujungnya ribut dan bisa percerai. Sama dengan kekristenan kita tanpa memiliki hubungan dengan Tuhan. Kekristenanmu itu hanya sekedar ibadah. rajin ibadah dari Senin sampai Senin. Hidupmu gak berubah, kelakuanmu gak berubah. Tetapi orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan, luangkan waktu setiap hari ketemu dengan raja di atas segala raja, hidupmu pasti berubah. Katakan amin.
9:14 >> Amin. >> Perlu komitmen ini apa yang saya sampaikan ini yang membawa kita akhirnya kepada kesempurnaan hidup kita. Akhirnya disempurnakan karakter, sikap, tindakan perbuatan kita. Katakan saya >> saya >> sedang >> disempurnakan >> setiap hari. >> Lihat caranya Tuhan menyempurnakan dan yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi dia yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah. Perhatikan. Ingatlah selalu akan dia dan tekun yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap dirinya dari pihak orang berdosa supaya kamu yang supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
10:02 Perhatikan nih selama kita tinggal di bumi, apa yang terjadi? Dalam pergubulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Kekristenan kita sampai hari ini kan enggak mencucurkan darah kan. perjuanganmu, persoalanmu, masalahmu kan enggak mencucurkan darah kan. Bisa dibenci oleh anak, cucu, mantu, bisa dimusuhin oleh orang lain, boleh ngalami kekurangan, boleh hidup pas-pasan keuangan Bapak Belur, boleh dimaki-maki oleh siapapun juga. Tapi kan kita enggak sampai mencucurkan darah. Betul apa enggak? >> Iul. >> Wong kita nyatanya masih bisa tidur nyenyak pakai AC, pakai kendaraan yang nyaman, kita makan yang enak dan lain sebagainya kok. Tapi lihat nih dalam pergumulan kamu melawan dosa, kamu belum sampai mencucurkan darah. Yesus sudah
10:48 mencucurkan darah. Bahkan para rasul matinya mengerikan semuanya. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, "Hai anakku, jangan anggap enteng didikan Tuhan dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkannya." Caranya Tuhan menyempurnakan kita lewat didikan, lewat nasihat seperti yang yang di katakan, dikhotbahkan Pak Petrik lewat didikan, lewat didikan, kenyataan, persoalan hidup, tekanan, himpitan. Itu caranya Tuhan mendidik kita loh. Supaya
11:33 ngapain? supaya kita menjadi serupa, segambar dengan Allah. >> Amin. >> Makanya kalau ditegur bagus itu >> kayaknya kalau dengerin khotbah-khotbah yang agak tajam kan saya yang khotbah ya dibanding gembala-gembala yang lain ya kan. Bersyukur kan kalau tersinggung dengan makanya saya berdoa khotbah saya itu nyinggung perasaanmu loh supaya kamu berubah loh. >> Kalau hanya diibar dikasih gula-gula, nanti tambah tua tambah diabetes nanti ngantuk ibadah nanti. >> Iya. Kalian harus berubah jadi berkat. >> Amin. >> Lewat didikan, nasihat, lewat kejadian apapun, persoalan apapun juga itu akan membuat hidup kita diubahkan. >> Amin. >> Lihatin. Hai anak-anakku, jangan anggap
12:19 enteng didikan Tuhan dan janganlah putus apabila putus asa apabila engkau diperingatkannya. Siapa yang suka ditegur? Rata-rata kan enggak suka ditegur kan? Sukanya dipuji kan. Ayo Bu. Maju ya Bu ya. Ayo maju terus dalam Tuhan maju. Tak gentar. Maju terus. Kamu kelihatan cantik banget loh hari ini. Luar biasa ganteng. Ayo terus salam. He kalau kalau ibadah ya sungguh-sungguh ya tolong matiin handphone kan gak enak tuh. >> Heeh. >> Motivasimu harus benar. Datang ibadah ya digituin kan gak enak kan. Men nyinggung perasaan. Benar apa, Kak. >> Teguran nasihat itu gak enak buat daging kita. >> Tapi caranya Tuhan didik kita untuk sampai diubahkan
13:05 menjadi serupa segambar dengan Tuhan itu lewat didikan. Saya perhatikan anak-anak sekarang itu dididik dengan cara yang salah. Apalagi para psiki psikolog atau apa itu dididik anak enggak boleh gaya VOC. Akhirnya anaknya lembek ditekur dikit ngambek kabur. Anak-anak sekarang kan liar semua kan karena didikannya didikan memble lemas semuanya. Kita dulu dididik ala VOC malah jadi orang yang berhasil punya tata krama etika yang baikan. >> Ya sekarang banyak anak enggak bisa berjuang enggak punya daya juang karena apa? Terlalu dimanja cara didiknya itu semua dicukupi. Lah dulu kita enggak pernah diantar jemput, enggak pernah dibekelin. >> Iya. Sekarang dibekelin A, B, C, D, E, F, G. Diantar, jemput semuanya,
13:51 everything tersedia. Dan anak enggak mau susah. >> Kita pernah ngalami masa susah itu. >> Kalau anak terlalu dimanja, akhirnya anak itu gak punya daya juang. Anak kadang harus dibiarkan dia ngalami proses dan penderitaan supaya tahu menghargai hidup dan menghargain uang. >> Iya. >> Kita terlalu sayang. Saya perhatikan ada berkali-kali orang cara didik anaknya ngawur semuanya semua dicukupin, semua disediain sampai dia nikah, sampai dia punya anak dan gak bisa berjuang apa-apa. Enggak bisa cari duit, enggak bisa ngatur hidup semuanya tergantung papinya. Enggak punya pola pikir bagaimana harus mandiri. Padahal didikan itu baik kok. Alkitab
14:37 katakan, "Didiklah anakmu dengan rotan supaya masa tuanya enggak mempermalukan. Tapi sekarang kan enggak boleh gayanya psikiater itu cara didik anak memble itu lemas itu. Itu enggak perlu didengerin tuh gitu-gitu >> kita belajar firman Tuhan kok. Kalau Tuhan aja didik kita dengan keras kok. Bayangin kalau kita punya anak kita enggak didik seperti Imam Eli itu loh enggak bisa didik anak. Nanti pelajarin di 1 Samuel 2 Samuel namanya Imam Besar namanya Imam Eli. anaknya bikin salah nidurin para perempuan di bait Allah dibiarin aja enggak ditegur akhirnya mati binasa. >> Makanya kalau Tuhan masih tegur artinya Tuhan sayang sama kita. >> Amin. >> Tapi kalau kita bikin dosa terus enggak
15:23 mau berubah ditegur enggak mau berubah tinggal tunggu murka Tuhan. Seperti kejahatannya orang Amori ditunggu genap dulu baru murka Tuhan nyampai. Kalau hari ini bikin dosa dan kesalahan belum ada murkanya Tuhan, artinya Tuhan masih beri kesempatan untuk bertobat dan berubah. >> Amin. >> Didikan itu baik, teguran dan nasihat itu luar biasa. >> Yang sering didik dan nasihatin saya kan istri saya, bagaimana ngatur pola makan dan lain sebagainya. Supaya memiliki pola hidup yang sehat dan metabolisme tubuh yang sehat, ya harus ngikutin nasihat yang baik. Amin. >> Amin. >> Tuhan didik kita lewat masalah dan persoalan. >> Nikmati persoalan dan masalahmu. Selama responmu benar, Gua akan melihat sesuatu
16:11 yang ilahi. >> Amin. >> Amin. Ya. >> Tapi kalau anak gampangan, itu enggak dididik. Orang yang dekat dengan kita, kita baru dididik nasihatin kan. Apalagi anak kita, kita pasti tegur dan nasihatin. Kalau anaknya orang lain, enggak gak mungkin. Ngapain kita didik anaknya orang lain? Lihat nih. Karena Tuhan mengajar orang yang dikasihinya dan Ia menyesal orang yang diakuinya sebagai anak. Kalau anak-anak haram enggak dididik. Karena kita ini anak-anaknya Tuhan dididik, dinasihatin, diakuinya sebagai anak. Karena Tuhan mendidik orang yang dikasihinya supaya apa? Dipercayakan lebih besar. Amin. >> Di ayat ketujuhnya, jika kamu harus menanggung ganjaran, Allah memperlakukan kamu seperti anak.
16:56 Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Dengerin banyak bapak enggak mau hajar anaknya terlalu sayang dan anaknya sekarang jadi kurang ajar. Loh, Tuhannya hajar anaknya kok. Alkitab katakan perhatikan. Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak diajar oleh ayahnya? Bayangin kalau kita bikin salah dibiarin terus, bikin dosa dibiarin terus. Apa yang terjadi? Kata orang Jawa, mursal liar, berantakan kacau ruwet s enak udele dewe. Banyak saya itu konyol kadang dengerin jemaat untuk nyerahin anaknya yang sudah dewasa suruh didik kita. Padahal dari kecil enggak pernah dididik dan dinasihatin. Pikir kita ini apa
17:42 gitu. Jadi pendeta itu apa gitu. Saya bilang lah. Kamu enggak jadi fungsi itu sebagai bapak. Kalau jadi bapak enggak bisa didik anaknya, enggak usah jadi laki-laki. Itu pakai rok aja. Itu saya bilang. Jadi, Bapak harus bisa didik anaknya, kasih nasihat, kasih contoh yang baik. Jangan kalau anaknya sudah bapak belur, sudah tua, sudah di atas 20 tahun diserahin ke pendeta, telat. Karena perhatikan ini, Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh anak ayahnya? hajaran itu membuat kita itu supaya sadar dan berubah. Saya itu baru sadar beberapa tahun terakhir ini. Kenapa kok saya waktu kecil enggak boleh main
18:29 dengan teman sebaya saya? Kemarin saya ngobrol dengan istri saya enggak boleh ngobrol bergaul sama para bambungan. Tahu enggak? Para bambungan itu orang yang enggak terdidik, orang yang liar, yang enggak punya pendidikan. Waktu kecil saya enggak boleh loh. Mereka main kelereng saya enggak boleh suruh belajar. Mereka main layang-layang dikasih waktu aduh enggak boleh. Pokoknya enggak boleh bergaul dengan orang-orang yang liar. Pokoknya kamu suatu hari jadi orang penting, jadi orang yang hebat, jadi orang yang berguna. Kamu harus pokoknya jadi orang yang mulia dan lain sebagainya. Dididik dari sejak kecil saya. Waktu itu saya menderita, berontak. Kok dia boleh ini kok saya enggak boleh. dia boleh main kok enggak, saya enggak boleh dan lain sebagainya. Ternyata tanpa disadarin orang tua saya mempersiapkan saya untuk
19:15 masa depan saya menjadi seperti apa. Kadang didikan waktu itu datang kepada kita kan gak enak kan. Ternyata itu mempersiapkan untuk sesuatu yang besar di masa yang akan datang. >> Teguran yang datang tiba-tiba kadang gak enak nyinggung perasaan kan makek rasanya. Tapi itu baik buat kita. >> Siapa yang masih makan sembarangan? Jeroan dimakan terus apaagi? Santen-santen dimakan ditegur. Kadang enggak apa-apa ini enak segala macam enak. Kamu bantah lewat teguran itu nanti penyakit mendatangimu. >> Betul apa enggak? >> Kadang teguran itu gak enak. Ditegur itu kan gak enak toh. Benar apa enggak? Kan pelihatannya suka ditegur semua ini kelihatannya.
20:03 >> Enggak enak toh ditegur? tersinggung kadang sakit hati enggak bisa tidur, mau makan langsung kenyang mendadak. Benar apa enggak >> benar apa enggak? >> Dari senyum mukanya langsung kecut. Benar apa enggak? >> Benar. >> Tapi teguran itu membuat kita ini berubah menjadi lebih baik. >> Amin. >> Bapak yang baik dia akan menghajar anaknya. Mendidik. Bukan digebukin sampai mati. Bukan. >> Dididik, diajar, dinasihatin supaya anak itu tidak liar. Kalau papa terlalu memanjakan anaknya sebenarnya menjerumuskan pada kehancuran di masa yang akan datang kehidupan anak-anaknya. >> Amin. >> Kita sebagai orang tua harus didik anak-anak kita supaya disiplin, supaya
20:48 ngerti masa depan yang punya pengharapan dan jadi berkat. Ayat yang ke tujuhnya, jika kamu harus menanggung ganjaran Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi jikalau kamu bebas dari ganjaran yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukan lelat tetapi anak-anak gampang. Hidupmu mau liar, serampangan, tanpa dididik, nasihatin. Kamu bukan anak-anaknya Tuhan. Kamu anak-anak gampangan, anak-anak haram, bukan menjadi miliknya Tuhan. Makanya orang Kristen pasti dididik, dinasihatin, ditegur, didewasakan supaya semakin menjadi serupa, segambar dengan Tuhan. Di ayat yang keesemb selanjutnya
21:34 dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran dan mereka kita hormati. Kalau demikian, bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa sebab segala roh supaya kita beroleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek. sesuai dengan apa yang mereka anggap baik. Orang tua kita didik kita dengan waktu yang pendek dan apa yang dianggap baik oleh orang tua itu didikan diajarkan kepada kita supaya kita beroleh masa depan yang baik. Tetapi Tuhan dia mengajar kita untuk kebaikan kita supaya kita beroleh bagian dalam kekudusannya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia
22:22 diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Benar apa enggak? Waktu ditegur bikin mulut kita monyong, bukan tersenyum manis seringkiali. Kejadian buruk bukan membuat kita sukacita seringki kok begini ya Tuhan? Kenapa begini? Apa begitu? Kadang masa-masa sulit membuat kita kadang berpikir dan mempertanyakan Tuhan. Tapi sebenarnya itu diizinkan Tuhan mendidik kita supaya kita memperoleh ganjaran dan kemudian menghasilkan buah kebenaran dan memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Jadi orang Kristen yang terlatih dan ujungnya dapat upah. Amin.
23:08 >> Amin. >> Gak mungkin ada orang Kristen yang membimb sebenarnya kalau ngerti ini. >> Gak mungkin ada orang Kristen yang stres dan putus asa ketika ngadapin masalah. >> Ini pendetamu ni sering ngalami ngadapin masalah loh. Diam ngobrol sama Tuhan. Gak pernah cerita sama siapapun. Pernah kita ngalami bapak blur secara finansial kita bangkrut selama 5 tahun? Gak ada yang tahu. Orang tua pun enggak tahu. Dan tetap itu ngajarin Tuhan rendah hati. Kadang Tuhan harus bawa ke dalam titik terendah supaya kita bergantung sepenuhnya sama Tuhan. >> Supaya kita menjadi orang yang rendah hati. Gak gampang menghakimi dan menilai orang lain. Kalau kita pernah di titik terendah, kita hati-hati untuk ngomong dan menilai orang lain. Betul apa
23:54 enggak? Kita jaga lidah bibir kita supaya jadi berkat. Tapi kalau kita enggak pernah di titik terendah kita akan menjadi orang yang ndak. Kepala jalannya ndak. Tahu enggak orang yang sombong itu antibodinya lemah? Tahu enggak kenapa orang sombong antibodinya lemah? Kalau jalan kan begini kan? >> Iya. Enggak. >> Kalau hujan kemasukan air hujan hidungnya pilek semuanya. Tapi orang yang rendah hati itu belajar tahu memposisikan diri dengan tempat menghormati orang lain. >> Amin. >> Dan saya percaya di tempat ini dalam kondisi apapun kau jalan sama Tuhan kau akan melihat sesuatu yang ilahi. Amin. >> Masalah dan persoalan itu caranya Tuhan mendidik kita supaya kita bergantung sepenuhnya. >> Amin.
24:40 >> Bangkit berdiri. Sama-sama. Terima kasih Tuhan. Kami kembalikan segala hormat pujian, pengagungan untuk kemuliaan Raja kami yang maha mulia. Kami materikan firman-Mu dengan darah anak domba Allah. Berkati setiap orang dalam ruangan ini tanpa terkecuali. Berkati kami semuanya Tuhan. Berkat-Mu turun memenuhi kami. Memenuhi kami. Buka tanganmu doa-doa. Tuhan berkat-Mu berkelimpahan. Berkat-Mu berkelimpahan. >> Berkat-Mu berkelimpah. >> Memenuhi setiap orang dalam ruangan ini bawa mengalami perjalanan. Perjalanan penuh sukacita sekalipun di padang
25:26 gurun, sekalipun ngalami tantangan, >> menghadapi tembok tebal, proteksi, jagain. >> Amin. >> Masa tua mereka, >> masa keemasan. >> Amin. >> Masa gilang-gemilang. >> Amin. >> Masa menerima jarahan. Amin. >> Masa diberkati. >> Amin. >> Dan jadi berkat bagi banyak orang. >> Amin. >> Berikan kesehatan yang sempurna, umur panjang dan takut akan Tuhan. >> Pakai sepanjang umur hidupnya jadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan. >> Kesehatan yang sempurna, >> damai sejahtera, sukacita yang melimpah. >> Dalam nama Yesus >> menyerahkan sepenuhnya dalam tangan kuasa. >> Dalam nama Yesus. Haleluya. >> Amin. Amin.