0:00 Semoga Allah selalu [musik] membimbingmu dan biarlah angin menuntun langkah-Mu. [musik] tak [musik] henti ini udara di sini nih. Lihat debunya tuh sudah ke mana-mana, sudah bertebaran tuh
0:47 di mana-mana tuh. Lihat. Dan ini tidak semuanya orang bekerja dan berusaha lewat batu kapur tuh. Saya enggak tahu kadar udaranya sudah berapa karena Dinas Lingkungan Hidup lagi saya tugaskan untuk menghitung kadar udara. Kadar udara dihitung terus kemudian juga dampak terhadap lingkungan termasuk tenaga kerja. Kita tahu bahwa bayar upahnya rendah banget, belum keamanan kerja. Kita jalan lagi. Kemarin bukan ini ya, bukan payun ada ini banget nih. Oke,
1:33 pabrik kan? Anu poin pabrik apa anu kamari bukan lain di pabrik pabrik nih ini pabrik pabrik penghanap sudah
2:24 sepatu ada. Ayo, Pak. Yeah. Ya orangnya enggak ada.
3:15 Ah. Hei. Wah. Mana payahan dulu payahan pula Aduh
4:05 ad ka mana tadinya Pak lihat tuh orang kerja gini bos kamu digaji berapa coba? Kayak gini nih orang lain tuh punya berat.
5:07 Waduh. Ieu pabrik naon ieu? Kapur pengolahan. Kapur. Pengolahan apa? Ee batu kapul. Ini teh batu ini teh bahan apa ini? Bahan apa? Batu kapul biasanya buat buat apa? Tambak udang. Oh tambak udang. Dari sini berapa upahnya sehari? Sampai sabaraha digaji? Lamun tadi mah tanggung borongan lagi sama dengan yang kemarin. Berapa borongannya? Paling rata-rata 500 lah. Seminggu seminggu lebih murah dari kemarin. BPJS? BPJS enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Bayar. Bapak enggak punya BPJS? Dikasih makan
5:54 enggak? Kalau hari Jumat, Jumat aja. Susu tidak jadi 500 seminggu. Jadi seharinya tidak jatuh Rp100.000 ya. Ya. Ini lancarnya mesin, Pak. Oh mesin 500 itu rata-rata gitu Pak. Sekarang lagi lancar lagi susah. Lagi lancarlah. Lagi lancar. Berapa karyawannya di sini? Kalau borongan ada lima. Hah? Lima orangan. Ada lima orang. Lima orang karyawan ini di sini. Iya. Sama orang kantor sama mekanik 10. 10 orang. Ini PT apa? PT Barokah. Hah? Raja Barokah Abadi, Pak. Ini teh PT Raja Barokah Abadi. Yang punyanya orang mana?
6:39 Orang Ciburuy. Anjir. Orang Cibur. Siapa namanya yang punya ini? Kalau nama aslinya saya kurang tahu, Pak. Bapak masa kerja di perusahaan sama bosnya enggak tahu, Pak. Padokai yang dibilangnya Padokai itu. Oh, iya. dibilangnya Pak Dokai. Heeh. Jadi dibilangnya Pak Dokai dibilangnya Pak Dokai dibilangnya. Tapi Bapak suka ketemu sama yang punyanya. Suka suka dikasih THR kalau lebaran. Iya. Dikasih berapa kalau kalau lebaran kemarin? Rp1.2. Rp1.200. Tiap hari begini. Enggak dikasih masker ya. Inilah maskernya ya. Enggak dikasih. Enggak dikasih sepatu pengamanan. Enggak ada. Enggak ada. Jadi gini aja telanjang. Bapak suka karena diperiksa
7:25 kesehatan tidak 3 bulan sekali karena potensi asmanya tinggi ispanya. Ya. Iya, Pak. Gangguan pernapasan karena ini potensinya tinggi. Bapak pernah sakit batu berobat sendiri, Pak. Hah? Bapak sakit berobat sendiri. Kata dokter, "Bapak sakit apa kemarin?" Ee Asma. [musik] Ah ya udah masih asli berobat sendiri. Berobat sendiri. Jadi kalaupun saki atma membiayai hidup sendiri ya. Dipakung sendiri lah. Hah? Dipakung kemarin dipakum tiap hari ini sudah berapa karyawan nih. Ini barangnya dikirim ke mana? Dia kalau biasanya ke Sulawesi.
8:10 Ke Sulawesi dari sini ya. Ngambil batunya dari mana? Dari pembakaran batu kapuri. Kapur itu sebelah yang sebelah. Yang pembakaran batu kapur punya siapa? Kurang tahu itu, Pak. Punya ya. Ini belinya dari sana barangnya dari pembakaran batu kapur. Jadi ada pabrik batu kapurnya di sebelah. Batu kapur yang sebelah ngambil dari gunung nambang dari gunung. Nambang dulu kan dari gunung. Rendah upahna nya ai gunung beak ai rakyat sangsara teu di teu lamun dibere pagawean sajen daek anu gajina leuwih gede rah daek daekan saya enggak mau saya mau alihin ieu teh sabaraha pabrik di dia teh seueur pak
8:56 da 1000 karyawan kan kecuali anu pabrikna agung pak heeh aya nu pabrikna agung aya soalna di rolingna kan aya gasp aya si aya Pabrik ageung. Pabrik mana? Kurnia. Agung. Sabar 1000.000 karyawan moal. Moal kurang leik. Oh, ada pabrik yang paling besar. Peteknia ini karyawannya 600-an. Kalau ini mah nublanku 50 kemari. Ini tiap hari Bapak masuk jam berapa? Masuk jam. Pak pulang ya tergantung. Paling paling sore jam 5. Jam berarti kerjanya lebih dari 8 jam. Kata saya kalau borongan mah enggak tentu Pak. Ini bahannya gimana caranya? Batu dari
9:41 mana? Batu. Batu dari mana? Batu nih sok saya kasih tahu petunjuk produksinya gimana ya? Kalau misalnya di atas Pak itu. Heeh. Jadi gimana? Batu dikirim. Batu bisa pakirim. Batu yang bulat gelede. Heeh. Ai meulahna ini, Pak? Di sini dibelahnya manual apa langsung mesin? Mesin biasanya kan yang di sana mah manual di belahan. Oh, ditaruh mah mesin. Oh, batunya langsung digiling. Oh, mobil nu tadi tapi mobil gede tadi. Mobil bahula mobil tahun 0-an atas itu Pak. Pabrik sebelah. Pabrik sebelah. Kalau ini dari mana? Yang yang dibakar itu, Pak. Itu batunya sudah dikirim ke sini. Sudah batu dalam bentuk batu tambang. Sudah dibakar. Sudah dibakar.
10:27 Sudah dibakar tinggal digiling. Tapi gede-gede kan batunya. Iya. Yang di atas itu ya segitu. di atas gitu. Oh, ini Bapak bagian di mana? Engak lubang barusan di atas, Pak. Bukan kerja Bapak di sini tiap hari. Iya, di atas. Heeh. Bukan. Bapak bagian di mana kerjanya? Bapak, Bapak di atas. Anes. Bapak teh Bapak namina saha? Oh Rahmat. Pak Rahmat di mana gawena? Bagianana. Di dieu bagian naon? Coba lihat. Nah, bagian apa di sini? Bapak bagian apa? Di atas. Heeh. di atas tadi itu batu dimasukin tuh batu yang belah-belah sini yang sudah masukin ke sini terus dari sini dari sini ke atas kan ini dari sini digiling muter mesin sana geser
11:12 heeh geser terus ya itulah heeh nanti keluar bapak teh bagian apa kerjanya bagian ini aja lah itu yang di bawah itu. Oh masing-masing masing-masing ya. masing-masing. Ini berapa orang yang di sini sekarang? Sekarang empat. Empat orang. Semuanya berapa orang yang borongan? Lima orang. Lima orang. Heeh. Yang Bapak empat orang. Semilan orang. Bapak borongan juga kan? Jadi hari ini yang kerja lima orang. Lima orang. Yang borongan ini. Oh. Di luar itu sebagai apaagi pegawainya karyawannya? Di kantor, Pak. di kantor. Mekanik. Mekanik. Kantornya ada bidang
11:58 administrasinya? Ada. Bosnya enggak? Ada. Enggak ada. Enggak ada. Coba sok hidupin mesinnya. Ayo. Kumaha? Ayo. Mesinnya gimana? Ngidupin sok hidupan mesinnya kumaha? Sok. Heh. Sok. Ayo. Cicing. Kan bisa mesin mana, Pak? Eh, tadi kan hirup. Heh. Kumaha ngirupanana? Udah aja, Pak. Lah. Oh, kumaha? Oh, sok. Oh, langsung. Giling jalan duk jalan. Oh.
13:04 ie naon Ya, sampai ini timbangan Bapak kalau nanti saya diajakin kerja di tempat saya Rp.200 200 ma saya ajakin kerja di jabar jadi Bapaknya
14:50 [musik]
15:43 nya berapa? berapa 25 kilo. Bapak berapa orang di sini?
16:43 Berti lima orang minta KTP-nya saya KTPnya sama Bapak nama-namanya sama nomor kontaknya. Ya, hasil teman-teman. Enggak tahu, Pak. Kalau ya udah nanti namanya disatutin. Oh, iya. Kalau Bapak mau tempat kerja saya pindahin kerjanya ya. Bayangin loh, gaji hanya R500.000 U seminggu tanpa jaminan kesehatan BPJS tanpa jaminan ketengajaan
17:31 melahirkan mungkin banyak orang kaya dilahirkan di sini dan ini enggak jauh dari gedung pemerintahan kita, para pengawas kita selama ini ngawasin apa kita berdemonstrasi ini juga bagian yang harus kita perjuangkan yang jauh lebih berat. [musik] Ya, Pak. Oh, iya. I ya, Pak. Bapak Bapak Ipari
18:18 gini. Jadi kalau borongannya rendah itu sedikit. Kalau borongannya banyak itu maka tiap hari harus mereka gede. Tidak boleh sakit. Kalau sakit ya dapat duit. Iya. Jadi kalau Bapak sakit enggak ada duit. Kalau Bapak sakit enggak ada duit enggak ada obat, enggak ada biaya. Harga berapa gajinya? Rp50.000. R Rp80.000 sehari. Bagian apa?
19:05 Siapin peralatan karung. Enggak ngomong aja bagian apa? Rp80.000 sehari masih ada upah 80. Siapin karung tenang. Apa yang sudah kurang saya siapin Bapak masuk yang lima orang ini bukan? Iya masuk. Tadi ada ya untuk bekal pulang ya. Bapak kalau saya ajak di tempat lain kerja mau dengan upahnya minimal R juta mau bukan? Boleh saya. Bapak mau enggak ini tiap hari begini biasanya berapa? Hah? Biasanya berlima kecil karena pada Oh, biasanya berlima. Sekarang tinggal bertiga. Berdua. Berdua yang harian ini.
19:50 Heeh. Ini harian bukan? Ini borongan. Borongan. Harian juga. Heeh. Iya. Iya. Kantornya mana? Kantornya, Pak. Sehat Pak. Bapak bagian naon, Bapak bagian apa kerjanya Bapak? Ah, lagi ini lagi ngebangun. Enggak, Bapak bagian apa kerja di sini? Ya mau saya ee saya mau ini aja apa kalau di sini itu lagi ngekupin bat enggak? Bapak kerja enggak di sini? Oh, mau ngambil apa? Batako.
20:36 Batako. Ya udah, udah. Ini kantornya? Iya. Iya, Pak. Hah? Ini kantornya gini aja. Ini kantornya ada kantor administrasinya ini. Di sini ada pegawainya? Ada. Lagi pada lagi. Pada ke mana? Pada keluar kayaknya, Pak. Pada keluar atau tiba-tiba pada keluar? Pada keluar. Makan dulu kayak sudah jam berapa kan? Sudah lewat jam makan. Ini yang punyanya bukan Pak. Bukan. Ini siapa? Kurang tahu, Pak. Saya di sini zaman dulu. Oh, bukan yang punya. Bukan ya? Bukan. Saya mah di sini sama ini ng
21:21 ini. Bukan bosnya. Bukan. Bukan ini nih. Ini bohong nih sertifikat nih. Kalau dari pengakuan tadi ini ada sertifikat kesetara kepesertaan Raja Barokah. Ini jalan raya Bandung Barat. Ini saya Kamil gambar ya. Ini ada sertifikat nih kepesertaan BPJS-nya. Tapi ketika saya tanya tadi kan tidak. Coba lihat ini [musik] sertifikat keperstaannya gimana nih?
22:12 Montor nih. Bapak bagian naon di Bapak? Harian Kuliahan harian bagian apa? sama Pak yang tadi yang lima itu berarti ini mekanik Pak mekanik bagian apa ya mesin ya Pak mesin tadi yang lima itu tadi nitip ya untuk bawa pulang dari saya tadi ada Iya Pak ya Pak ya sebelumnya Pak Iya jadi lima orang ini n tadi Iya heeh lima orang jadi hari ini yang kerja lima orang ada yang nama borong mah ked cuma yang sekarang kerja 5 hari eh 5 orang sekarang ini yang kerja lima orang iya Pak Bapak bagian berapa kulinya sehari 100 100 ini lebih gede lumayan Rp100.000 per hari. Udah senior? Sudah Bapak sudah berapa puluh tahun? Engak paling aja 5 tahun.
22:58 Oh 5 tahun sudah senior? Iya senior ya? 5 tahun. Iya. Termasuk Bapak punya BPJS KIS Pak ini Pak BPJS itu kan ada sini ayah Pak sini sini sini sini sini sini takut saya diangkat nih. Nah ini nih ini ada sertifikat nih. Nih sertifikat. Muhun. A ya sertifikat kepesertaan Raja Barokah Abadi. Nah, jam raya ini artinya PT Raja Barokah Abad ini pegawainya di punya dibayarkan BPJS Bapak dibayarkan nya aya jangan aya-aya Bapak ay Bapak cenah pakai kiss tadi jangan takut eta mah kis mah nu di bumi kitu Pak Bapak mana kartu peserta BPJS-nya saya
23:44 lihat gaduh udah di bumi Pak Bapak ini enggak jangan bohong Pak bohong bukan Bapak peserta BPJS ya belum pernah diangin Pak sudahlah Bapak tidak punya sudah jangan ngebohong P Ai Kis mah gaduh pang dib lain kis ieu mah kartu BPJS Bapak boga teu? Teu gaduh. Heueuh teu boga ya kan? Sing singsing mau ini sekali lagi Bapak nih nih Bapak punya kepesertaan BPJS? Eh [musik] enggak punya kamarikan, Bu. Ini ini kelalaian kita loh. Kalau enggak saya mampir ini pengawas ketenagakerjaan di sini pegawainya tidak dibayar standar, tidak punya peserta BPJS, tidak ada jaminan kesehatan. Tidak ada jaminan keselamatan kerja.
24:30 Coba Ibu lihat [musik] kerjanya. Coba sini Bu. Aduh Bu ini pengawas kita ini harus rajin tiap hari keliling dan kelilingnya tidak boleh ngasih tahu kayak saya. Det datang-datang. Tuh lihat ini yang di sini. Yang di sana lebih parah Bu. Coba Bu ini gajinya Rp500.000 seminggu, Bu. Iya Pak. Tu lihat. Iya, Pak. K3nya. Iya. Tuh kan dia tuh dobel. Ternyata dia sopir juga noh. Dia ngebungkusin. Ah, dia ngebungkusin di sini kerjanya dia. Ibu ini
25:16 hampir semuanya begini. Karena saya ini pabrik yang kedua yang saya sidak. Nah, jadi dia doble dia bagian ini dia bagian manggul. Dia bagian operator mesinnya juga. Betul. Dia di situnya ada ini sertifikat BPJS-nya, tapi mereka enggak punya. Cuman sertifikatnya aja ada. [musik]