0:00 [musik] Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahilladzi malaa quluba auliya bimahabbatih wakhtas arwahahum bisuhudiomatih wya asruhum lihamdi makrifatih Allahumma sholli ala sayyidina muhammadin abdika wa nabiikaasulika nabil ummi waa alihi wasobihi wasallim tasliman biqaditika fi kulli wqtin wahin amma Bismillahirrahmanirrahim. Ee kita lanjutkan ya. Ini dauh-dauhnya
0:47 Syekh Abil Hasan Asyadili Qaddasallah sirah radhiallahu anh. Ini masih tentang bab mahabbah, bab ee apa? mencintai Allah itu. Jadi suatu ketika ee apa ya saya review sedikit kemarin ada yang bertanya tentang mahabbah kepada beliau dan beliau jawab, "Al mahabbatu akhidatum minallah liqolbi abdih kulli. ang kulli syek siwah.
1:32 Jadi mahabbah itu adalah satu tarikan raihan ilahiah yang ee terhadap hati hamba-Nya agar itu segala hal selain Dia, selain Allah itu sudah tidak ada lagi dari hati. hatinya ini. Ah, itu ee mahabbah. Jadi kemudian fataron nafsa mailatan lihtatih.
2:18 Ah ini jadi di dalam diri kita ini ada nafsu, ada kalbu, ada roh, ada sir. mereka punya mekanisme kalau di dalam satu bangunan mesin gitu ya, ada berfungsi sendiri-sendiri. Nah, nafsu yang semula memiliki kecenderungan untuk buruk, berkobar untuk ee apa itu memenuhi syahwatnya dan seterusnya. Karena mahabbah itu tiba-tiba mailatun ila thaatih. Nafsu penginnya langsung pengin taat saja.
3:05 Aku kok pengin taat saja sekarang ya. Aku bertekad untuk itu sebenarnya nafsu yang sedang dirahmati oleh Allah melalui cintanya Allah tadi ya menjadi demikian. Kemudian walqlu mutahasinan bimrifatih. Akal. Akal terus-menerus menjaga atmosfer makrifahnya. Itu akal. Kalau sudah diberi pantulan cinta oleh Allah, akal tiba-tiba enggak ingin yang lain kecuali ingin menjaga kemakrifatannya. Itu akal. Karena akal bicara soal benar dan salah. Ini
3:52 makrifah makrifatan. Ini makrifat beneran. Ini yang aku jaga. Contohnya seperti itu. Warruh makhudatun fi hadratih. Roh kita makhudzah. Jadi ee apa ya? diraih oleh Allah untuk hadir di hadapan Allah. Sudah roh enggak enggak mau ke mana-mana di hadrat Allah itu roh kita enggak mau nengak-nengok dan seterusnya. Kemudian wasirru magmurun fi musyahadatih
4:40 sirrah itu tenggelam total dalam musyahadah itu. Itu tugas sir kita. Hidupnya sir kita ketika dilimpahi cintanya Allah. Sir kita ketika dilimpahi cinta oleh Allah itu senantiasa full musyahadah terus. Jadi musyahadahnya
5:25 sir kita itu seperti apa ya? Ya, pokoknya melihat apa saja sebelum sesuatu mata Anda melihat sesuatu tadi sudah ada Allah lebih dulu dibanding sesuatu tadi. Sudah enggak ada kesempatan yang lain. itu musyahadah Pak. Saya istigfar. Astagfirullahalazim. Musyahadahmu gimana? Allah memberi ampunan kepadamu
6:14 lebih dulu sebelum istigfarmu. Jadi sampean kalau istigfar itu yang penuh husnudan. karo Gusti Allah. Ya Allah, Engkau ngampuni aku ini. Ya Allah, engkau ini sedang mengampuni aku. Jadi sampean kalau salat tobat itu yang cinta betul. Karena cintanya Allah itu sedang turun. Innallaha yuhibbut tawwabin. Allah mencintai orang-orang tobat. Jadi jangan sampai salat tobat kok aras-arasan. Aduh, sudah tobat nih. Cinta luar biasa itu.
7:00 Ah. Ee nah itu maka wal abdu yastazid fuzatu wufahu bima huabu min munajatih fuksa hilalqrib al batil qurbah sang hamba semakin tambah semakin tambah enggak ada ceritanya kok seorang hamba kayaknya sudah final ini cintaku kepada dia dan cintanya kepadaku. Ya selesai kalau begitu enggak ada selesai sang hamba semakin kanjeng nabi itu loh
7:46 sampai berdoa rbi zidni ilma. Kanjeng Nabi semakin berdoa semakin bertambah, semakin sempurna, semakin berdoa. Jadi kata Ibnu Athaillah, manusia itu semakin hakikat justru semakin syariat itu ya. Tapi syariat yang diekspresikan oleh hakikat. Contohnya gimana ya? Sampean salat hajat tadi contohnya nih ya sampean salat hajat
8:33 secara hakiki Allah itu sedang tampil sifat ghinanya. Maha mencukupinya maha mulianya maha kuatnya. Maha qurahnya, Maha Kuasanya kepada Anda. Tiba-tiba Anda menjadi fakir. Ah, ketika Allah tampil tadi hakikatnya rasa fakir Anda ketika salat hajat, rasa hina-dina, rasa tak berdaya, rasa enggak mampu lemah itu syariatnya. Semakin Anda merasakan hadirnya sifat Allah, sifat-sifat ilahiyah tadi, sifat
9:20 rububiyah, maka semakin sifat ubudiyah Anda tampil, maka salat hajatnya indah sekali. Ya Allah. Dia merasakan, "Ya Allah, Engkau takdirkan aku salat hajat ini lebih utama dibanding ditunaikannya hajat-hajat Anda." Maka Syekh Abil Hasan Asyadili mengatakan, "La takun farhuka fiddua biijabatih
10:06 la munajati maulak fatakuna minal mahjubin." Jangan sampai bahagiamu ketika berdoa termasuk salat hajat tadi ditunaikannya. Karena ditunaikannya doa-doamu, dikabulkannya doa-doamu. Bukan karena engkau ditakdirkan bisa munajat kepada Allah, bisa berdoa. Oh, itu luar biasa. Ditakdirkan dongo loh luar biasa. Lah kalau kita itu dikit-dikit, wah hajatku apa itu nanti fatakuna minal
10:52 mahjubin. Anda malah tergolong orang-orang terhijab dari Allah. Karena apa? Kok terhijab gimana? Iya. Yang ketok, yang kelihatan adalah hajat-hajatnya bukan Allah. Kan gitu. Setumpuk persoalannya yang tampak di depan matanya. Bukan Allah lah itu. Bismillahirrahmanirrahim. Jadi faysil takrib al batil qurbah. Maka, nah ini kemarin sempat kita singgung ya sudah ee wayamusu abkarul haqqaiq
11:38 watatul ulum. Jadi kita memakaikan ee apa? Hakikat-hakikat original yang murni sejati dan pengetahuan menjadi sudah enggak terbantahkan. Y yakin. Nah, ini nah itu qalq eh wamin ajlialika qu auliyaullah arais wala yar araisal mujrimun. Para aulia Allah itu adalah temanten-temanten. Temanten ilahi. Artinya temanten itu ya isinya satu bentuk suasana kebahagiaan.
12:26 ya karena bisa bersanding dengan Allah dan temanten-temanten ini di wilayah orang di wilayah pesta penganten itu kan tidak akan pernah dilihat oleh para penjahat. Orang yang memiliki kejahatan jiwa di dalam dirinya tidak akan pernah melihat aulia Allah. A itu
13:11 q lahul qoil qod alimtu alhubba fama surobul hub fama syarobul hub mengenal cinta tapi minuman cinta itu apa ya wama kaul hub gelas jin Cinta itu apa ya? Wama asi. Siapakah sang peminum minuman cinta itu? Waduq. Apa yang disebut rasa cinta itu? Ya, kita ini seringki ngaku-ngaku mencintai Allah, mencintai Rasulullah.
13:58 Pernah enggak kita meneguk minuman cinta itu sendiri? Wamar apa yang disebut rasa puas? Orang habis minum itu kan puas ya. Wasuk apa mabuk cinta itu seperti apa? Wamah. Apa yang disebut waras? Sadar. Setelah mabuk sadar. Nah, ayo kita biar ya supaya tahulah kita ya. Karena yang kemudian gitu menghadirkan ini semua ya Allah kita
14:44 tinggal menyiapkan diri saja. Bismillahirrahmanirrahim. Qalah lahu. Kata jawabnya Syekh Abil Hasan ajal baik. Asyura. Surab itu adalah cahaya yang memancar dari bukit sang kekasih. Jadi cahaya cinta yang luar biasa dari Allah itulah minuman para pecinta ya cahayanya yang luar biasa tadi. Nah, walu hual lututfu al musilualika
15:34 ila afwahil quluh. Sedangkan gelasnya di depan disebutkan alkau itu adalah makrifatul haq. Makrifah kepada Allah itu gelas. Dia memiliki sang makrifah ini memiliki fungsi sebagai satu kelembutan rohaniah ya yang menghantar ya kepada bibir kalbu. Gelas kan menghantar ke bibir tapi ini bibirnya kalbu. gelasnya adalah makrifah
16:19 yang menghantar kita kepada Allah kan makrifatullah itu tadi. Tapi sekali lagi ya dulu pernah saya sampaikan makrifah itu gelas. Nah, kalau gelasnya bagus, indah, yo, ya sudah. Namanya gelas ya tempatnya air, bukan untuk dilihat, dikagumi. Nanti sampean kagum dengan makrifat sampean ya nanti enggak jadi minum kan gitu. Enggak jadi minum, dipenterelengin aja bertahun-tahun. Dan banyak yang begitu asik dengan kemakrifatannya. Dunal mak'ruf. Bukan Allah yang dimakrifati.
17:05 Itu minal mustadrojin namanya. Tergolong orang-orang yang terkena istidraj. Bahaya loh ya. Kalau enggak kenal itu nanti dianggap itu tadi merasa sudah final, sudah makrifat saya kok. Terus ya makrifat terus sayang penting kemakrifatan itu cuman gelas penghantar. Bismillahirrahmanirrahim. Was wasaki wal mutawallil maksusil akbar wasihina min ibadi wahuallahulimu bil maqadirh ahbabih. Sedangkan minuman tadi ya, minumannya
17:53 sang peminum ya, sang peminum adalah sang adalah orang yang dilimpahi cahaya tadi ya. Dilimpahi cahaya tadi. Makanya disebut lil makhsusil akbar. Orang yang oleh Allah dinilai spesial. Maksusil akbar spesial secara spiritual rohaniah nuraniah wasihina min ibad dan orang-orang saleh dari hamba-hambnya wahua yatawallas shihin Allah. Jadi kesalehan itu sebenarnya istiadat untuk limpahan limpahan cintanya Allah. Dan itulah para
18:40 aulia sebenarnya. Pak, para aulia itu ya pasti saleh. Karena kesalehan itu adalah wadah wadah bagi wilayah tadi. Min ibadi wallahim maqadir. Allah yang maha tahu dengan maqadir. Kepas apa ukuran-ukuran. Oh hambaku si A cinta cinta yang pas itu segini kadarnya. Si B segini kadar Allah yang tahu. Alalimu bil maqadir. Makanya kita ini enggak usah memaksa diri dengan ilusi kita, framing
19:26 yang ada di dalam otak kita. Kayaknya cintanya Allah padaku nanti begini. Cahayanya pasti sebesar ini. Yo. Janganlah. Itu urusannya Gusti Allah. itu urusannya Allah. Pasrah saja ee walihi ahbabih ahbabih dan kemaslahatan para kekasih-Nya. Ya, enggak ada ceritanya para kekasih Allah itu membuat imajinasi bahwa kayaknya cintanya Allah nanti rasanya beginilah gitu. kayaknya cintanya Allah padaku nanti akan membuat aku jadi begini. Enggak ada itu kekasih Allah pada begitu.
20:14 Itu namanya ngajari Gusti Allah. Iya to jangan. Faman kusyifahualikal jamal wa bisaiin minhu nafasan nafasaini. Siapa yang dibuka keindahan itu oleh Allah, keindahan cinta tadi ee ee dan diberi bagian satu nafas saja. Satu nafas saja dia merasakan itu atau dua nafas se mak beleng tenggelam dalam lautan cinta itu ya misalnya.
21:02 saatan eh bukan ar hijab mustaq kemudian dia tirainya terbuka dialah disebut daik sang orang yang merasakan merasakan ee minuman cinta yang berupa nur dari Allah tadi yang dipenuh Uhi rasa rindu luar biasa. Minum dengan disertai rasa rindu luar biasa kepada Allah. Ah, itu sang peminum cahaya cinta tadi.
21:55 Terus sampean mikir, "Apa saya harus cara meminum cahaya cinta ini tadi urutannya harus begitu ya? Enggak usah minum ya minum aja kan gitu. Orang minum kan enggak mikir-mikir dulu. Mas minum Mas gelas didelok gelas ini pabriknya di mana ya gitu ya. Pikir bahan bakunya dari apa ya itu dari bahan-bahannya di bukit apa ya ora sido ngombe terus belum lagi akhirnya dipikir iki halal apa haram gitu ya toh itu kira-kira dari sumber mana? Di dalam bukit. dari bukit itu kira-kira ada campuran-campuran enggak jadi
22:41 minum-minum saja biar Gusti Allah yang ngatur. Seperti sampean diajari baca surah Fatihah. Diperintah baca surah Fatihah. Baca aja kan baca aja. itu saking sayang dan cintanya Allah kepada kita pocon nanti kamu ngerti sendiri pelan-pelan menurut aku yang akan mendidik kamu bukan menurut kamu manusia ini pengin aduh ya itulah
23:27 manusia tuh penginnya ngajari Gusti Allah Gusti Allah suruh manut dia. itu itu namanya ya sleng spiritual itu ya kayak begitu. Bismillahirrahmanirrahim nanti kalau sudah begitu munculnya addawa. Addwah itu ngaku-ngaku mengklaim suka mengklaim aku bisa begini Gusti Allah itu begini kepadaku. Weh macam-macam ya. Bismillahirrahmanirrahim. Barang siapa dawang langgeng merasakan minuman cinta gelk g sampai sejam sampai
24:12 2 jam dialah sang peminum sejati. Ini sang peminum sejati itu ya. Waman tawalla alaiil amru minarillahunahika. Siapa yang tawalla alaihil amr? Jadi dilimpahi oleh Allah alamul amri.
24:57 Alam ada alam itu ada dua. Alamul khalqi, ada alamul amri. Alamul khalq itu alam nyata. Ini alamul amri itu alamul malakut, alamul jabarut. Eh itu alamul amri isinya itu dilimpah itu full oleh Allah. Wadama lahu sur dan langgeng abadi minumnya merasakan w sampai terus ini ini loh yang disebut minuman surga ini. Ini kan enggak bisa dibayangkan enggak gimana ya suasananya gimana rasanya ya enggak bisa kamu minum ini aja bercerita enggak bisa kamu menceritakan keindahan
25:45 dan kenikmatan. Ya, wakaandihaqo. Digambarkan di surga ada gelas-gelas yang diputar itu ya. Itu gelas-gelas ini, gelas-gelas cinta ini, gelas-gelas makrifah. Coba bayangkan gelas kok gelas makrifah ya. Kan enggak bisa dibayangkan. Apalagi memproyeksi bentuk ya. Oh, enggak enggak bisa. Enggak bisa. Gelas makrifah bentuk piye? Enggak bisa. Gelas surgawiah itu ya
26:32 ee khatam talaat urukuh wafasiluhu min anwaril hamazunah. Sampai diibaratkan urat-urat otot-otot. Ya, itu dipenuhi rasa mengalirnya minuman cahaya tadi full karena dawamnya dia. Maka itulah yang disebut arroy. Segar, puas. Puas dengan minuman tadi. Eh, warubama maksud wal maquul. Kadang-kadang orang tadi goba anil maquul wal mahsus sirna dari
27:18 sesuatu yang hal-hal yang bersifat logika dan sesuatu sirna juga dari hal-hal yang indrawiah. Indrawiah pasti ada bentuknya, tempatnya arahnya gambarnya rupanya. bentuknya itu itu pas di Indrawiah itu enggak ada sudah. Jadi ya enggak bisa dibayangkan wong bentuknya aja enggak ada gitu loh ya. Kemudian wal makbul hal-hal yang sifat rasional logis.
28:03 Kemudian oh ini mestinya begini dan pasti begini. Itu juga enggak ada. secara logika begini enggak juga. Sekali lagi saya sampaikan mengenai ayat kursi. diingat-ingat pastil jawab dahsyatnya ayat kursi itu pada apa sebenarnya ketika Anda menghayati ayat kursi almahsus almaquul itu sudah enggak ada sesuatu yang logis rasional dan tertera oleh indraw sudah enggak ada karena semua kembali pada Allah
28:50 enggak ada sendiri UT kembali kepada bayangan Anda. Hikmah ayat kursi enggak ada. Full Allah kabeh ya. Bismillahirrahmanirrahim. Fala yadri ma yuqol w yaakul fadzalika hua syukr. Dia enggak tahu lagi dia ngomong apa. Ngomong apun dia juga enggak tahu. Hafal juga enggak apa yang barusan diomongin gitu. Dan yang dikatakan orang lain pada dia juga enggak tahu dia.
29:35 Itulah yang disebut mabuk cinta. Suket ya. Bukan seperti orang yang kejang-kejang ya, zikir sampai kejang-kejang ya. Oh, itu buka mabuk cinta itu seperti alanwa anwarullah almakhzunah waqot taduru alaihimulkaat
30:21 kadang-kadang yang berputarlah gelas-gelas makrifah tadi watakalifulimulat masing-masing hamba Allah yang dilimpahi cahaya apa itu minum cinta tadi minuman cinta tadi beda-beda situasi kondisi rohaninya si A, si B, si C ya enggak sama. Walaupun dengan cahaya cinta yang sama. Ya, kira-kira begini ajalah. Ee air yang mengalir kepada satu pohon, mengalir pada pohonnya, pada cabangnya,
31:08 pada daunnya. Ini airnya sama kok. Ada yang jadi daun ya, ada yang jadi cabang ya, jadi buah, jadi bunga ya. itu yang disebut suasana halat, situasi rohani yang berbeda-beda dan semua tadi bunga, buah, daun, cabang, kulitnya, pohon berterima kasih kepada si air itu tadi. Makasih air itu karena kamulah yang membuat aku begini. Semuanya yang berbeda-beda rohania tadi semua full syukur kepada Allah. Enggak ada yang mary kepada temannya. Kok itu jadi buah? Aku kok cuman jadi daun. Kan enggak ada itu yang mari ya.
32:02 Semua mensyukuri dan Allah rida dengan syukurnya. Air yang mengaril kepada biji tadi. Kemudian daun pun rida. Ah, itulah radhiallahu anhu. Dan mereka waraduna dan mereka pun rida. Enggak ada satuun bunga itu yang tidak rida kepada Allah. Aku engkau takdirkan jadi bunga saja rida. Ya Allah. Nah, itu ya. Ee bismillah wa tahaudunikri
32:50 w thaah. Kemudian setelah itu kembali pada zikir dan taat. Ini mulai normal nih. Mulai nih. Mulai normal nih. Eh, zikir lagi dia lailahaillallah. Asalnya tadi bengong aja gitu berjam-jam gitu ya. tenggelam dalam lautan cinta cahaya ilahiah. Habis itu normal kembali nih lailahaillallah atau selawat atau istigfar wis terserah atau tasbih atau apa. Watah thaat. Nah ini namanya apa? Wala yuhjabuna sifat ma eh maazahumil maqurat. dan dia tidak
33:35 terhijab dari sifat-sifat ilahiah dengan limpahan-limpahan yang penuh di balik ee pembagian-pembagian Allah yang berbeda-beda tadi. Fadzaka waktu shahfihim. Itulah waktu sadar namanya. Tadi mabuk sekarang sadar. ketika sadar kembali, "Mas, iki opo handphone, Pak?" Ah, sadar dia, "Mas, iki opo?" Allah. Oh, sik mabuk dia. Masih mabuk dia. Ya, kalau masih mabuk ya jangan diikuti ya. Kalau sudah sadar silakan ngikuti.
34:23 Rasulullah itu membawa hakikat dan syariat. ketika menyampaikan ee itu pasti dalam suasana sadar tadi, tapi dilimpahi oleh hakikat cahaya Allah yang luar biasa. Itu pun kanjeng nabi masih galau. Faasttagfirullah sabina marrah. Hingga aku istigfar sampai 70 kali. Jadi kalau kita istigfar karena banyak dosa itu ya karena kegelapan-kegelapan
35:11 yang melimpah di hati kita. Istigfar kita. Ya Allah gusti nyun ngapuro Gusti. Kalau Kanjeng Nabi istigfar karena apa? Karena cahaya. Karena nur yang luar biasa melimpah pada beliau, jangan sampai nur yang begitu indah ini membuat aku terhalang dengan Engkau Allah. Tidak melihatmu Allah. Sampean dikasih nur oleh Allah dikit pak. Nabi Musa baru diur dikitdikit mabuk teriak semaput ya. Gunung hancur semaput
35:59 Rasulullah. Astagfirullahalazim. Astagfirullah. Nah, kalau kita ini masih cari nur memang ya. Allahumma nawir qulubana binuri hidayatik. Iya. Karena kita syairin sedang menuju kepada Allah. Jangan sampai di tengah-tengah kegelapan kita seperti semut hitam yang merambah batu di bukit ya tersesat. Ya Allah cahaya ya Allah cahaya. Bismillahirrahmanirrahim. Ee
36:47 mana tadi? Bismillahirrahmanirrahim. Ee wattisai nadorihim wazidi ilmihim. Itulah cara pandang mereka menjadi semakin luas dan ee apa ya pengetahuannya pengetahuannya semakin bertambah dan semakin dia muttaqin. Semakin muttaqin semakin bertambah. Artinya kalau karena itu nuruhu yang menambah pengetahuan
37:32 seseorang pasti orang semakin dekat dengan Allah. Kalau semakin jauh gimana orang ini semakin pintar misalnya ya dia semakin terhijab dari Allah sebenarnya dia semakin menjadi mustadrajin semakin terkena istidraj tadi ya. Ee bismillahirrahmanirrahim. Fahum binujumil ilmi waqamar tauhid yahtadun fi lailihim. mereka itu dengan bintang-bintang pengetahuan ee waqamari tauhid dan
38:17 bulan tauhid. Tauhid yang digambarkan seperti rembulan. Ilmu pengetahuan ilahiah yang digambarkan seperti taburan-taburan bintang. mengambil petunjuk di dalam fi lailihim, di dalam kegelapan malam mereka. Jadi, Nabi Ibrahim, sampean pikir Nabi Ibrahim ketika melihat bintang, ketika melihat bulan dia mengatakan, "Oh, itu Tuhanku bintang. Besok enggak ada bintang, ganti bulan." "Oh, ini lebih gede Tuhanku." Ini bulan hilang ganti matahari. Itu Nabi Ibrahim ketika umur 4 tahun. Bukan Nabi Ibrahim sudah jadi nabi
39:03 bukan. ketika umur 4 tahun sedang melaku sudah mencapai satu perenungan ruhaniah, sufiah, falsafiah ya namanya anak kecil kan gitu. Heh, Tuhanku ini kayaknya. Ah, kan gitu. Bocah cilik, bocah umur 4 tahun istilahnya masih bocil lah gitu ya. Dan itu pun sudah menemukan Tuhan. Aku enggak kepengin yang la uhibbul afilin. Aku enggak kepengin yang disebut Tuhanku adalah yang hilang
39:49 hilang hilang hilang sirna. Tetapi yang menciptakan bintang, bulan, matahari, dan seluruh alam semesta fati samawati wal ard, langit dan bumi itu Tuhanku. Nah, dalam perspektif dunia sufi, suatu ketika Anda akan mengalami yang dialami Nabi Ibrahim dalam wilayah rohaniah. Begitu sampean mulai ahli zikir, mulai weh khusyuk, mulai dibuka oleh Allah pengetahuan-pengetahuan luar biasa. Wah.
40:38 Tiba-tiba Anda akan mengatakan begini, "Ini kayaknya aku sudah ketemu Tuhanku." Katanya gitu loh. Baru dibuka pengetahuan luar biasa oleh Allah loh. Sudah mengklaim dia, "Sudah ketemu Tuhanku aku." Itu baru nujumul ilmi itu loh. Tiba-tiba begitu wusul aku saiki. Waduh. Padahal masih ada qaramarut tauhid. Besok zikir lagi. Eh, enggak tahunya ada yang lebih indah, lebih indah luar biasa, lebih gede cahayanya lebih memancar luar biasa.
41:27 Anda pun juga akan mengatakan, "Kayaknya sudah selesai perjalanan tasawufku iki. Besok ada matahari yang lebih terang namanya digambarkan sebagai syumuzul makrifah." Asyamsul makrifah, matahari makrifah. Anda pun mengatakan, "Weh, makrifat aku selesai aku sudah." Padahal makrifah itu bergelombang terus. Lah kalau tiba-tiba makrifah menyingkir nanti pasti akan seperti Nabi Ibrahim.
42:14 kata, "Ya Allah, ternyata bukan ini semua, bukan nujumul ilmi, bintang-bintang pengetahuan di balik mukasyafah. Bukan itu yang aku cari. Bukan kedalaman tauhid yang terbuka di hadapanku. Bukan itu ternyata. Bukan juga matahari makrifah yang luar biasa. Bukan itu. Itu pelajaran dari Nabi Ibrahim. Tapi engkau Allah yang empunya ilmu, yang empunya tauhid, yang empunya makrifah. Hah? Jye-piye entar gimana ya, Pak? Ya jangan
43:00 ya toh biasa-biasa sajalah ya. Lapangkan dada kita. Bismillahirrahmanirrahim. Nah itu. Bismillahirrahmanirrahim. M ulaika ulaika hizbullah ala inna hisballahi humul muflihun. Itulah pasukan-pasukan ilahi itu. Ya, itu tadi orang-orang yang meminum apa itu cahaya cinta yang luar biasa
43:46 dengan gelas-gelas makrif itu namanya Hizbullah. Pasukan-pasukan Ilah itu yang begitu itu. Bukan yang pakai bendera Hizbullah nih bukan. ya. Ah, harus ada itu baru dapat stempel Hizbullah dari Allah kita. Ya sudah gitu ya sementara nanti mabuk enggak waras-waras. Winkum wallahualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik]