Dari Grab ke Climate Tech: Rahasia Second Curve Eks Bos Grab & Strategi Bisnis Disruptif #IntrigueRK

Ringkasan Singkat

Video ini membahas perjalanan karir Rizky Kramadibrata dari industri penerbangan ke dunia teknologi dan keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya membuat dampak positif bagi banyak orang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Diskusi mencakup evolusi gig ekonomi, tantangan regulasi, pentingnya relevansi dan reliabilitas dalam bisnis, serta inovasi dalam mengatasi masalah lingkungan melalui teknologi.

  • Pentingnya membuat dampak positif bagi banyak orang.
  • Adaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi.
  • Relevansi dan reliabilitas adalah kunci dalam bisnis.
  • Inovasi teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan.

Perkenalan dan Latar Belakang

Rhenald Kasali memperkenalkan Rizky Kramadibrata, seorang tokoh yang telah berkecimpung di berbagai industri yang penuh tantangan, mulai dari maskapai penerbangan hingga Grab Indonesia dan sekarang di Carbon Zep yang fokus pada dunia karbon. Rizky menjelaskan bahwa keahlian manajemennya bersifat lintas industri, dan ia selalu mencari cara untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi banyak orang. Ia menekankan pentingnya beradaptasi dan keluar dari zona nyaman untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Evolusi Karir dan Motivasi

Rizky menjelaskan bahwa ia memiliki kesamaan dengan Rhenald Kasali dalam hal keahlian manajemen yang bersifat industri-agnostik. Awalnya bergelut di bidang telekomunikasi, kemudian beralih ke industri penerbangan, dan akhirnya ke aplikasi, Rizky selalu didorong oleh keinginan untuk memberikan dampak yang lebih besar. Ia menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan perubahan untuk mencapai tujuan tersebut.

Gig Ekonomi dan Peran Teknologi

Diskusi beralih ke gig ekonomi, di mana Rizky menjelaskan bahwa teknologi telah memungkinkan pekerjaan yang sudah ada sejak lama menjadi lebih mudah diakses dan terhubung. Ia mencontohkan bagaimana desainer lepas dapat dengan mudah menemukan pelanggan dari seluruh dunia berkat adanya platform online. Hal yang sama berlaku untuk layanan transportasi dan pengiriman makanan, di mana teknologi telah memungkinkan skalabilitas yang sebelumnya tidak mungkin. Kemudahan bergabung dan menggunakan platform menjadi kunci pertumbuhan industri ini.

Edukasi Pemerintah dan Regulasi

Rizky mengenang masa-masa awal mengedukasi pemerintah tentang industri ride-hailing, yang tidak selalu mudah. Ia menceritakan analogi tentang regulasi kereta kuda di Inggris pada tahun 1800-an, di mana aturan yang tidak tepat guna justru menghambat kemajuan. Rizky menekankan pentingnya regulasi yang adaptif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Ia juga berbagi pengalamannya berdebat dengan pejabat pemerintah tentang undang-undang yang relevan dengan industri ride-hailing.

Tantangan Terbesar dan Relevansi

Tantangan terbesar dalam industri ini adalah memberikan produk dan layanan yang relevan dan dapat diandalkan. Rizky menekankan bahwa ketidakrelevanan adalah "silent killer" bagi bisnis. Ia mencontohkan Nokia, yang tetap disukai banyak orang namun akhirnya menjadi tidak relevan. Selain itu, reliabilitas juga penting, di mana pelanggan mengharapkan layanan yang cepat dan efisien. Kemampuan organisasi untuk mendengarkan pelanggan menjadi kunci untuk mencapai standar keunggulan.

Persaingan dan Otomatisasi

Rizky membahas persaingan antara Gojek dan Grab, yang menurutnya merupakan kebetulan yang menarik. Ia juga menjelaskan bagaimana otomatisasi dan algoritma berperan dalam meningkatkan efisiensi dan skalabilitas bisnis. Otomatisasi memungkinkan perusahaan untuk mengatasi keterbatasan manusia dan membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang luas. Namun, ia juga mengakui bahwa proses machine learning tidak selalu mudah dan membutuhkan kesabaran.

Fokus pada Dampak Jangka Panjang

Rizky menjelaskan keputusannya untuk mengundurkan diri dari industri ride-hailing dan fokus pada isu lingkungan. Ia ingin memberikan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh anak cucu di masa depan. Inisiatifnya dalam mengatasi perubahan iklim merupakan upaya kolektif umat manusia untuk menjaga bumi tetap layak huni. Ia menekankan pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama metana, yang memiliki potensi pemanasan yang jauh lebih besar daripada CO2.

Solusi Teknologi untuk Masalah Lingkungan

Rizky menjelaskan bahwa ia fokus memerangi metana melalui teknologi, yang disebut climate tech. Ia memiliki dua perusahaan: Planet Karbon yang mengadress upstream (perkebunan dan pertanian) melalui teknologi biochar, dan Carbon Zep yang menggunakan AI Computer Vision di hilirnya (industri makanan dan lain-lain) untuk membantu mengurangi food waste. Biochar adalah arang dari biomassa yang dapat memperbaiki tanah dan menyimpan karbon secara stabil selama ratusan hingga ribuan tahun. AI Computer Vision digunakan untuk menganalisis food waste di hotel dan restoran, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam pengendalian inventaris dan mengurangi pemborosan.

Orkestrasi Ekosistem dan Kesimpulan

Rizky berharap dapat menjadi orkestrator dalam ekosistem keberlanjutan ini, dengan memberdayakan berbagai pihak untuk bekerja sama mencapai tujuan yang sama. Ia menekankan pentingnya manajemen yang baik, teknologi yang berjalan, dan manfaat yang dirasakan oleh semua pihak. Rhenald Kasali menutup diskusi dengan menekankan kata kunci yang disampaikan Rizky, yaitu relevan dan reliable, serta pentingnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Seberapa rumit sih industri pada saat itu mengedukasi pemerintah? Kalau dulu terlalu banyak, Prof. Apa yang harus dilakukan ini, itu ini, itu. Saya hargai juga waktu itu pemerintah adalah kemudian mau melakukan deregulasi. Salah satu ketakutan saya terbesar sebagai pemimpin bisnis adalah ketika servis itu tidak menjadi relevan lagi buat market. Ini adalah inisiatif terbesar yang Mankind pernah lakukan secara kolektif yang membuat saya tentunya berpindah waktu itu untuk masuk ke Grab sebelum nanti ini ke Climatech ke Carbon itu adalah impact karena itu doa saya tiap hari Prof. >> Saya pengin bermanfaat buat banyak orang dan saya jadi mau kasih ini hati-hati juga dalam berdoa Prof. karena impact bisa sangat besar gitu ya. Hati-hati dalam berdoa. [Musik]

0:51 Tamu saya kali ini adalah tokoh yang menjalani beberapa industri yang penuh dengan tantangan. Saya tahunya dia dulu adalah salah seorang director atau tokoh di sebuah perusahaan airlines yang sedang berjaya. Namanya berkibar-kibar. tiba-tiba dia pindah masuk ke industri yang baru muncul yang belum jelas masa depannya dan kantornya pun diruko begitu ya. Lalu kemudian itu tubuh berkembang jadi besar dan menjadi sahabat saya untuk saya mendapatkan e pengetahuan yang lebih jelas apa sih yang tengah terjadi di Indonesia online itu. Dan pada waktu itu saya kemudian sampai harus bertempur dengan teman-teman regulator dan menjelaskan bahwa industri online ini suatu ketika justru akan menjadi migrasi dalam gig ekonomi bahkan

1:37 juga memberikan kehidupan bagi UMKM. Bayangkan kalau tidak ada dunia online ini. Tapi pada saat itu mereka menghadapi tantangan. Bannya digembosin kalau masuk wilayah tertentu dikerjain oleh opang ojek pangkalan dikerjain. Tapi kemudian tumbuh berkembang dan hari ini industri ramai. Lalu kemudian dia beralih lagi masuk lagi ke dalam industri yang tengah menjadi perhatian di dunia. Betapa adaptifnya dan situasinya sangat menarik. Tamu saya kali ini adalah Rizky Krama di Brata, mantan komisaris dan presiden Grab Indonesia, Executif Chairman Carbon Zep yang hari ini beralih ke dunia karbon. Selamat datang di Cafe Brizi, Pak Rizki. >> Apa kabar, Prof? >> Thanks for having me. >> Thank you. Thank you. Ya, jadi ada

2:22 Gojek, ada Grab. H >> seru tuh pertarungannya. Kalau dulu kan ada Uber. >> Iya. I >> ya. Dan Anda di situ. Tapi sebelumnya cerita dulu dong. Anda tuh beralih dari air ya >> airlines >> pakai dasi walaupun itu low cost care carer tetapi gegap gempita kan begitu ya Tony Fernandez >> yes betul >> Malaysia memelopori low cost care carer dan kemudian orang yang tadinya tidak bisa terbang jadi terbang no can fly gitu kan >> betul banget >> terus kemudian Anda beralih ke Grab H >> cerita dong kenapa >> ya Prof saya tuh sama Prof tuh sebetulnya sama >> punya kesamaan >> keahlian kita manajemen Prof. >> Jadi industri agnostic sebetulnya kita tidak terpaku kepada industri tertentu, tapi pakem-pakemnya apa >> yang menjadi apa ya namanya ya ee

3:10 kunci-kunci kesuksesan, >> kunci juga failers juga gitu ya, challenge, opportunity. N sebetulnya pakemnya mirip. >> Iya. >> Nah, cuman saya tuh emang berevolusi kali ya dari awalnya saya dulu teknolog komunikasi Prof. Jadi Telco. Telco >> tel. >> Saya orang Telco awalnya. saya di Indonesia terus di Amerika juga mungkin saya 5 tahun kerja di Amerika, di Chicago waktu itu balik lagi masih Telco, pindah ke airlines >> kemudian ya itu pindah ke aplikasi adaptifnya begitu kira-kira ya. Tapi sebetulnya kenapa kita memilih seperti itu saya pribadi? Karena sebetulnya ya saya berpikiran impact sih >> bagaimana we can make more impact. Setiap ada tantangan atau mungkin opportunity juga untuk make more impact

3:55 to more people >> itu drives me, Prof. >> Itu berarti keluar dari zona nyaman >> banget banget. >> Anda kan create the second curve. >> Yes. >> Ya. The future belum jelas gitu ya. Iya. >> Dan future itu jadi karena kita bergerak bersama-sama dengan beragam pihak begitu ya. >> Iya. I >> uncertain kan? >> Uncertain. Saya dari dulu juga terbiasa dengan uncertain, terbiasa dengan apa ya ee apa namanya challenger sebagai challenger apa in the industry sudah terbiasa seperti itu. >> Didikan mungkin ayah saya. Saya ngelihat ayah saya ketika saya besar dari kecil sampai ini beliau birokrat sebetulnya almarhum ayah saya tapi banyak di industri-industri. Jadi pernah di ee apa namanya? pelabuhan. He. Jadi saya sudah biasa ngelihat seperti itu dari masa kecil saya.

4:42 >> Nah, yang membuat saya tentunya berpindah waktu itu untuk masuk ke Grab sebelum nanti ini ke Climatech ke Carbon >> itu adalah impact. Karena itu doa saya tiap hari Prof. >> Saya pengin bermanfaat buat banyak orang. Bagaimana membuat impact untuk banyak orang dan saya jadi mau kasih ini hati-hati juga dalam berdoa Prof. Karena impact bisa sangat besar gitu ya. Hati-hati dalam berdoa. >> Jadi kenyataan. Jadi kenyataan. >> Jadi kenyataan. You making it into realizations your dream >> kita menjadi realizations e karena kita keingin sekali kan seperti itu. Make impact ya itu sebetulnya alasannya eh make impact tapi dengan keahlian saya yang sama mirip dengan keahlian Prof. adalah keahlian management. >> Kita berusaha untuk adaptif eh doing the right principles, doing the right business and then ya itu kita dorong untuk growth. Tadi mulai dari Prof

5:28 bilang dari ruko. Benar-benar dari ruko itu Prof. kita. >> Jadi, e manajemen itu kan intinya adalah industri bisa berbeda-beda, tapi pakemnya kan kurang lebih sama. Kita lihat ee ini harus begini, kita analisa dulu begini medannya kayak gini. Keahlian negosiasi itu penting. Itu kan jam terbang begitu ya. Ketika kita melihat sesuatu kita enggak berdasarkan teori aja, tapi kita punya insting yang sudah terlatih dalam negosiasi dan lain sebagainya. Kemudian juga membaca laporan keuangan. Bukan cuma angka yang kita lihat kan ini ke mana di balik ini ada apa begitu kan. Betul. Kadang-kadang kan k kita ngelihat kalau di dalam bisnis apalagi bisnis yang dari awal yang kita lihat itu sebetulnya opportunity-nya di mana >> ya saya kalau ini dulu industri right healing awalnya Prof. Oh, right healing.

6:14 Yes. >> I kan asalnya kan right healing disebutnya ya karena transportation sebetulnya technology to enable transport lah ya. Right helling itu >> dulu kan kecil masih dilihatnya walaupun sudah sangat menjadi perhatian tapi masih kecil. Paling banyak di Jakarta. >> Ee di tempat saya dulu berkarya juga masih ada di Jakarta, Bali dan Padang waktu itu, Prof. for some unknown reason ya. >> Iya. Dimulai dengan ngantar surat itu 10.000 perak gitu kan. >> Benar. >> Kira-kira gitu kan. >> Kira-kira begitu ya. tukang kurir saya di sini bilang lu ganti beralih e ganti pekerjaan jadi security aja surat gua titipin aja 10.000 Ibu kalau lewat tol aja berapa begitu kan. >> Betul. Betul. Nah, tadi prinsip salah satu manajemen adalah ngelihat opportunity kan Prof. di situ opportunity di mana kita lihat ternyata kan enggak segitu aja >> besar kan potensinya untuk make impact

7:00 bisa berkembang berkembang >> bisa berkembang tapi kuncinya adalah kan you apa namanya hire the right team ya kita bukan superstar lah ya kita justru cari superstars gitu kan in >> kemudian ya tadi Prof bilang kita networking dengan bagus karena it's all about partnerships juga kita harus berkembang itu dalam partnerships ya hasilnya alhamdulillah waktu itu dalam jangka waktu setahun dari tiga kota berkembang cepat menjadi 100 kota waktu gitu ya. Jadi emang luar biasa sekali. Selain juga animo dari masyarakat yang bagus, animo dari juga pencari kerja yang juga bagus, ini kan menyediakan lapangan kerja quote unque. Tadi Prof sempat bilang gig economy workers ya. Ini kan suatu yang unik, yang baru, tapi juga gayung bersambut di mana-mana bagus gitu ya. Tapi tentunya dengan segala dinamikanya.

7:45 Pak Rizki di sini saya dapat Trujiva. Trujiva ini ada brand baru yang ee salah satu produknya ini menarik. Ini adalah natural eh sweetener. >> Wow. >> Yang zero calori. >> Nah, Anda sebagai nah Anda sebagai pelari kan? >> Sebagai atlet, sebagai orang yang senang olahraga. Saya bukan atlet sih, Prof. Cuman penggemar aja lah. >> Penggemar ya. Nah, nanti kita ini kita pesan dulu kopinya. Wah, >> ini ada natural sweetenernya. Tentu kita perlu kopinya gitu ya. >> Langsung segera, Prof. >> Langsung kita segera. Kita pesan dulu ya. >> Anda mau kopi hitam atau mau kopi inspirasi? >> Boleh. Saya kopi inspirasi deh. >> Kopi inspirasi. Dua kopi inspirasi >> biar tambah inspirasi kita, Prof. >> Biar tambah inspirasi kita dengan menggunakan e gulanya dari sini nanti ya. Jadi ini ee apa kalau stevia ini

8:32 rasa manisnya bisa 200 300 kali dari gula biasa tapi zero kalori. >> Wow. >> Jadi saya kira ini bagus. Bahkan di kedai kopi tertentu saya lihat pertees itu orang bayar Rp3.000 R000 per tertetes itu. >> Jadi hati-hati netes ini ya, Prof. Ya, kalau kebanyakan kemanisan ya, Prof. >> Kemanisan tapi zero kalori. Ini amannya ya. Saya kira semakin hari >> semakin baik. Karena Tom Hang itu ee mulai berubah tahun 2013 tahu saya ketika dia lihat, "Wah, gua kena diabetes tipe 2." Lalu kuncinya apa? Berubah gaya hidup dia. >> Oh. >> Jadi memang kita harus merubah gaya hidup. >> Benar >> ya. Bukan hanya merubah pekerjaan. >> Siap, Prof. >> Ya. Baik. Ini Truiva sekali lagi ya. Baik. Sambil menunggu kopinya e Pak Rizki, kita cerita lagi tadi. Jadi, Anda sudah terbiasa dengan melihat itu. Lalu kemudian Anda ee mengembangkan di Grab

9:21 ya, bagaimana itu berubah. Saya ingin tahu tentang industri ini. >> Apa sih yang membuat dia jadi besar dan mengapa sekarang banyak orang mengatakan dia tidak menciptakan lapangan pekerjaan tuh? Katanya >> pekerjaan itu sudah ada dari dulu begitu ya. Tapi kan sekarang masyarakat perlu tahu ini gig ekonomi ini >> gig ekonomi kan sebenarnya sektor informal. He. >> Dan akhirnya muncul pertanyaan, siapa yang harus bayar THR-nya? Begitu ya. >> Kan kita kalau digek ekonomi kan enggak dapat THR. >> Iya. Enggak. >> Kita sendiri ya kan yang harus nabung begitu kan. >> Entrepreneur kan >> entrepreneur begitu. >> Dan ini menjadi pertanyaan karena gigi ekonomi kan meluas bukan cuma ojek online. Wah itu service yang ditawarkan banyak sekali termasuk desain. Anak saya itu bikin desain itu pesanannya datang dari dari Qatar, datang dari Belanda,

10:07 datang dari Jerman. ya. Dan itu luar biasa desain-desain dia begitu. Dan dia bisa membuat produknya tidak hanya di sini, bisa datang dari negara lain juga dia kirim langsung ke tempat itu, tapi dia yang buat begitu. >> He >> itu gigi ekonomi itu >> saya suka contoh Prof. tadi ya dari misalnya desain dulu ya sebelum saya lari kepada right helling dan kemudian food delivery ya des >> ee desain ini sebetulnya tadi Prof sempat bilang kan pekerjaan itu sudah ada dari dulu >> sudah ada dari dulu >> sudah ada gig ekonomi untuk freelancers untuk desain itu dari dulu sudah ada >> problemnya adalah menghubungkannya yang dulu tidak ada >> ah >> teknologi waktu itu belum ada mungkin teknologi mulai ada, cuman mungkin enggak semuanya dipegang orang >> ya >> ingat zaman personal komputer Kan e Prof ya, ke mana-mana kita di itu adanya

10:54 personal komputer mulai ada laptop. Laptop masih gede-gede dulu ya. I >> tebal ya, Prof. Ya dulu kan itu telepon pertama yang mobile phone itu kan segede batu bata itu dua batu bata dulu >> dan harus nembus mobil Prof. >> Harus nembus mobil antenanya. >> Nah karena keterbatasan itulah dulu orang tidak bisa connect. >> Iya >> platform atau kita sebutnya marketplace belum ada waktu itu karena teknologinya tidak diable. Apa yang menyebabkan revolusi ini terjadi adalah mobile phones yang mumpuni. >> Mobile phones mungkin sudah ada sejak zaman Nokia dan lain, tapi tidak mumpuni karena apa? Teknologinya belum ready. Apa yang membuat dia ready? Nomor satu chipsetnya. Makin cepat, makin kencang dia, makin processingnya makin bagus dia semua >> makin efisien. Kalau super komputer zaman dulu sudah kalah, Prof sama our

11:40 smartphone zaman sekarang. Ya. >> Makin sedikit yang diperlukan. >> Makin sedikit yang diperlukan makin efisien. Yang kedua adalah connections-nya. Oke, >> broadband >> cepat. >> Dulu sudah ada mobile phone bisa internet tapi lelet. Susah lah ya. >> Nah, ketika ini enablement ini sudah ada teknologi ini keluar ada cloud. Cloud keluar adalah namanya aplikasi. Aplikasi itu juga marketplace tapi marketplace untuk aplikasi gitu ya. Di orang bisa download dan lain-lain. Inilah enablement-nya untuk semuanya. Sehingga yang tadi pekerjaan misalnya anaknya Prof gitu ya, desainer freelancers yang tadinya itu mungkin wah susah banget nih cari customer saya atau dia juga susah demand juga susah mencari suplainya. ini sekarang dibuat jadi lebih mudah dengan teknologi. Prinsip yang sama terjadi untuk ride helling dan food delivery. >> Dari dulu sudah ada, Prof. >> Sudah ada

12:26 >> orang untuk dipanggil, untuk nganterin, dibayar, apa segala macam, tapi tidak dalam skill yang sekarang terjadi. >> Masif seperti ini dan >> tukang ketoprak pun bisa terhubung begitu ya. Tukang sate >> saking saking mudahnya. Yang mudah tuh apanya? Yang pertama onboarding-nya. Orang gabungnya mudah, Prof. Kalau dulu mungkin sulit, sekarang gabungnya pun mudah. yangersnya juga mudah, yang ingin penggunanya pun juga mudah. Itu yang pertama ya, Prof. ya. Yang kedua tentunya kebutuhannya juga jadi makin terhubung semua sehingga orang makin tambah banyak. Semakin demand semakin banyak, >> sulynya pun akan semakin tertarik untuk masuk kevernya makin tinggi di situ, >> makin tinggi di situ. Jadi ini kembali kepada teknologi lah sebetulnya yang mengenabling ini. Kalau Prof bilang dari dulu tukang anter sudah ada. Betul sudah

13:12 ada tapi tidak diabled ini sehingga tidak bisa scaling seperti sekarang. Tentunya itu konsep mudahnya. Di balik itu masih ada lagi bagaimana algoritma apa dan lain-lain. Tapi secara sekilas industri ini bertumbuh karena itu. >> Tapi dalam perjalanannya kan ternyata wah kita harus mengedukasi government. >> Hm. >> Masih ingat dulu ketika >> masih ingat Prof. Masa-masa >> gua sampai berantem itu sama Menteri Perhubungan itu gitu ya. berbeda pendapat bagaimana menjelaskan sesuatu yang tentang masa depan saat itu. Ternyata kan juga tidak mudah begitu ya, >> tidak mudah berkelahi dengan pelaku-pelaku konvensional >> ya. Kasihan mereka itu saat itu. Tapi >> saya tetap menjelaskan ini kayaknya ke depannya beda nih. Ini caranya berbeda. Itu kan diperlukan kemampuan melihat

13:58 beyond what we see now gitu ya. >> Nah, terus kemudian ada automation. J Pak Rizki kita ee coba dulu ya. Ini tetes ini. Ini adalah Stevia. E oke. >> Saya excited dan terinspirasi, Prof. >> Mudah-mudahan cocok. >> Kopi inspirasi kan? >> Kopi inspirasi ya. Dicoba aja ini han berapa tetes sebulnya gitu ya. Makasih ya. Oke. Saya nikmatin ya, Prof. Mantap. Ini >> ada rasa manisnya kan? >> Iya. Rasa stevianya mantap. Ya, Prof. Lanjut. >> Iya. Mudah-mudahan cocok, ya. Baik,

14:43 >> ya. >> Jadi, kita bicara tentang bagaimana kita mengedukasi. Jadi, government itu kan juga mesti diedukasi kan. Seberapa rumit sih industri pada saat itu mengedukasi pemerintah, kemudian juga industri yang sudah ada. Kan ini kan ada >> pemain sebelumnya. >> Heeh. >> Ya. Yang sudah menikmati harga yang branded gitu kan. >> Iya. Iya. produknya branded di atas terus kemudian didisrupsi >> masuklah ini right helling yang segmennya di bawah. Kalau dulu kan di sini nih harganya tinggi. Kalau demand curve tuh kurvanya di atas, segmennya menengah ke atas. Mereka tawarkan terus yang >> berkualitas se hanya orang kaya saja yang bisa naik. Sementara sekarang Anda masuk di bawah ini mendisrupsi dan orang-orang yang tadinya enggak bisa naik naik taksi, naik ojek begitu

15:30 sekarang bisa naik begitu menikmati >> dan kemudian ininya benefitnya semua dibagi. itu bagaimana mengedukasi pelaku lama dan juga pada government. >> Iya, regulasi itu selalu harus menyesuaikan ya, Prof. dengan apalagi indust apalagi sesuatu yang disruptif. >> Harus begitu. I >> saya mau memberi cerita dulu >> di tahun 1800-an di negara yang maju sekarang ya, >> yaitu di Inggris. >> Hm. >> Waktu itu ada sebuah revolusi dalam transportasi yaitu kereta kuda. >> Kereta kuda. Yes. Yes. Yes. >> Itu semua revolusi, Prof. Tadinya naik kuda, sekarang naik kereta kuda. I >> iya naik kereta kuda. Nah, apa yang terjadi? Karena terjadi perubahan itu, >> regulasinya pun berubah. Yang jalan yang tadinya orang silakan jalan kemudian

16:16 >> mulai dibuat sebuah regulasi. >> He. >> Nah, kalau bahasanya bahasa Inggrisnya itu biasanya disebut New Jerk regulations yang tidak logis gitu ya. Yang aneh. Apakah regulasinya waktu itu? silakan boleh googling nanti dan lain yaitu flag regulations. Jadi gini, ketika orang pakai kereta kuda gitu ketika berjalan >> ini di fit the purpose. Eh ini contoh regulasi yang diit the purpose yang yang menigate sebetulnya kecepatan tersebut. >> Iya. >> Diminta harus ada dua orang berjalan di depan. >> Oke. >> Membawa bendera. Oke. >> Ketika dia akan melewati sebuah misalnya perempatan, >> dia diminta untuk mengangkat benderanya untuk membuat orang lain aware bahwa ada kereta kuda yang mau lewat. Di mana di fits the purpose-nya, Prof. adalah kuda

17:02 yang mestinya jalannya lebih cepat dengan kereta itu. Jadi lambat karena ditaruh regulasi dua orang harus bawa harus bawa bendera. Dia jalan dua orang tersebut bukannya naik kuda juga dia jalan untuk aman kereta >> turun. Orang itu adalah regulasinya harus jalan kaki dan membawa bendera. itu kan regulasi yang tidak tepat guna gitu ya. Purpose-nya benar adalah untuk keamanan tapi tidak menyesuaikan terhadap apa yang sebetulnya terjadi revolusi di >> karena itu belum ada mobil ya. >> Belum ada mobil Prof. Belum ada mobil. Jadi tidak aneh Prof ketika waktu itu Prof. mungkin menjalani satu masa gitu ya. Ya. Saya juga berkolaborasi dulu dengan Prof. di situ ya. Di mana mungkin semua berusaha menyesuaikan ini regulasinya gimana, bertanya-tanya itu tidak heran karena di negara semaju itu pun dulu terjadi yang seperti itu.

17:48 >> Semua juga bingung bagaimana sih bagusnya dulu sebelumnya regulasinya adalah seperti ini. Misalnya argo gitu ya, misalnya harus ada pool misalnya itu kan dirombak semua jadi enggak ada pool. adalah justru malah di depan gitu semua sudahudah jelas malah dan lain-la ini adalah hal yang harus dilakukan penyesuaian semuanya >> ya apa yang kita lalui mungkin waktu itu itu adalah bagian dari memang konsekuensi logis >> dari sebuah teknologi yang disruptif >> kalau kita lihat pada saat itu kayaknya kita bebal sekali ya meregulasi ini. nya di industri itu larinya kencang, teknologinya bergeraknya >> cepat sekali sementara regulator mengacu pada undang-undang lama. Saya masih ingat kok berdebatlah dengan salah seorang pejabat bilang, "Anda tuh enggak

18:33 ngerti undang-undang." Terus saya jadi bertanya, "Undang-undang yang mana gitu kan." Undang-undang yang mana? Gua bertanya juga undang-undang yang mana. Ya, akhirnya ditunjukin, "Oh, undang-undang lalu lintas." Saya buka ah. Saya pbuka sampai saya melotok begitu saya baca wah sudah selesai baca saya bilang undang-undangnya salah ini ya terlalu details ngaturnya karena mengatur teknis dan teknologi padahal teknologi terus berubah begitu berkembang industri sudah bergerak jauh yang saya masih di ini kan soal safety begitu terus mundur di situ aja enggak jauh-jauh di situ ya. Nah, ini kan pertarungan pada saat itu lumayan itu >> Anda institusinya kan belum belum terjadi, belum >> asosiasi segala macam belum ada. Teknologi pun masih belum jelas ke depannya itu. >> Apa yang kemudian dilakukan oleh teman-teman di industri pada saat itu?

19:19 >> Iya. Ya, terusang emang kalau misalnya waktu itu mungkin salah regulasinya ya kita bersyukur ya regulasinya benar ini dan lain-lain ya. Karena waktu itu juga diskusi berjalan akhirnya berjalan juga dengan baik. ada ada orang-orang yang menjadi apa ya kayak bukan hanya proponen tapi ee melihat bahwa ini yang kata Prof tadi keniscayaan sehingga dibawa dan lain-lain. >> Nah, emang kalau sampai salah ini existential threat memang waktu itu ya artinya bisa enggak jadi itu si industri bisa bubar itu ee industri ini enggak jadi mundur semuanya. >> Kita kan negara yang sangat agresif dalam right healing industri ini. >> Betul betul betul. Nah, apa yang dilakukan memang adalah ya kembali ke basic Prof. diskusi diskusi ini gimana sih sebetulnya jalan tengahnya apa untuk bukan jalan tengah kita komprom tapi

20:05 jalan tengah adalah untuk menuju ideal state. Tadi Prof misalnya bilang safety ya mungkin pada waktu itu adalah emang satu dua hal safety yang menjadi koncern >> yang bukan kita bilang itu adalah hal yang lain. Itu hal yang sangat luar biasa menjadi perhatian kita. Tapi kan butuh proses semuanya untuk ke arah sana. kita tingkatkan teknologinya, kita tingkatkan prosesnya, kita tingkatkan prosedurnya, bagaimana follow up-nya, kita tingkatkan partnership-nya dengan siapa, apa, dan lain-lain menjadi sesuatu yang rigid yang bisa mengadress apa yang menjadi koncern bagi regulator. At the same time, kita juga lihat bagaimana ini proses onboarding-nya apa dan kalau dulu terlalu banyak, Prof. apa yang harus dilakukan ini itu ini itu. Saya hargai juga waktu itu pemerintah adalah kemudian mau melakukan deregulasi untuk hal tersebut di mana persyaratan yang mungkin dulunya relevan menjadi tidak relevan lagi bisa di bisa dirubah

20:52 lah ya untuk itu. >> Dan pada saat itu tidak bisa dihindari dong anak-anak muda itu kan memang menuntut perubahan menuntut ee karena mereka juga enggak punya pekerjaan >> mereka masuk ke gigi ekonomi juga. >> Iya. I >> ya. Apa yang kemudian ee tantangan terbesarnya pada saat itu setelah kemudian pemerintah mau ee diskusi, mau mendengarkan anak muda sendiri juga langkahnya cepat sekali. Apa yang tantangan yang terbesar pada saat itu? >> Ya, kalau saya rasa tadi regulasi satu ya, >> tapi yang lebih besar tantangannya adalah to deliver the relevant and reliable products and services. >> The relevant and reliable. relevant and reliable itu menjadi kuncinya sih relevant and reliable. Relevan itu apa? Artinya dibutuhkan. Benar. Saya tadi

21:37 sempat ngobrol-ngobrol sebelum di sini ya. Salah satu ketakutan saya terbesar sebagai pemimpin bisnis adalah ketika service itu tidak menjadi relevan lagi buat market. >> Stay relevant. >> It's a silent killer buat bisnis. Apa sih tidak relevan itu, Prof? Kalau menurut saya kenapa lebih berbahaya? He >> karena semua indikator bilang tidak ada yang tidak suka produk itu. Produk itu dicintai >> tapi tiba-tiba tidak relevan dan hilang. Saya salah satu bisnis case tadi dikasih tahu oleh timnya Prof itu benar banget. Begitu saya bilang seperti itu adalah mungkin saya kasih satu contoh Nokia. >> H >> siapa yang tidak suka Nokia? >> Sampai hilangnya pun semua masih suka sama Nokia. We have good memories. Enggak ada bad memories tentang Nokia. >> Tapi become irrelevant di situ. Itu salah satu fears-nya eh biasanya bisnis leaders. I. >> Jadi bagaimanage itu bukan hanya daror

22:24 tapi juga kita melihat sing semua melihat sekitar bukan hanya tapi new tech yang ada juga karena dia menjadi silent competitor new technology ini dia tidak ada di space industry tersebut seperti ada di industri lain tapi menyedot ee apa namanya pasar dan pengguna kita. Yang kedua adalah reliability. >> Ketika sudah diperbolehkan nih secara regulasi dan lain-lain. Apa yang terjadi Prof? Ketika orang harus menunggu 20 menit untuk layanannya dilayani misalnya, itu adalah menjadi nightmare, >> kegelisahan. >> Kegelisahan >> ketika segala sesuatu bisa real time begitu ya. >> Betul. Real time. Sekarang ini kan semua katanya instant generation. Semua pengin cepat semuanya enggak ada yang lama-lama. Nah, main instantnya kalah cepat. >> Iya. Kita mungkin ngobrol segini aja udah dibilang kelamaan gitu. >> Iya. I iya iya ya. Nonton nonton film

23:10 aja tuh bisa di >> diskipskip sekarang kanip digesereser. >> Udah ada feature untuk dicepetin lah apa >> baru mulai sudah tahu kesimpulan. Iya. >> Start from the end. >> I start from the end. Ya. >> Nah, jadi reliability itu penting banget karena orang butuh cepat semuanya. Nah, ini adalah kombinasi dari memang teknologi, operational, feedbacks. Tapi menurut saya yang paling penting adalah the ability for the organizations to listen to their customers. >> Bagaimana ini prinsip bisnis lagi, Prof. Management ya. Seperti yang gampang dibilang listen to the customer, listen to the customers. Tapi pada akhirnya mungkin banyak yang merasa listen to the customers, tapi tidak benar-benar listen to the customers. on the ground >> mau mendengarkan feedback yang tidak enak. >> Kadang-kadang kita penginnya dengar yang enak. Iya aja itu terjadi harus juga terjadi >> harus kita sangat review industri itu

23:56 benar-benar berkembang untuk menjadi apa ya standard of excellence gitu ya karena tanpa itu reliability tidak akan terjadi. >> Yang menarik juga ini kan ee ada dua orang teman yang dulu kuliah di Harvard begitu ya. Dua orang teman kuliah di Harvard. Terus kemudian dua-duanya mulai dan kemudian dua-duanya bertarung di sini. >> Pada saat itu kan Indonesia tahunya hanya Gojek begitu ya. Terus kemudian muncul The Grab gitu ya. Terus kemudian >> tidak mengenal Indonesia tapi kemudian bisa cepat tumbuh di Indonesia. Dan masyarakat menyukai karena ada pilihan kan >> ada Gojek, ada Grab begitu keduanya. Tapi di belakangnya kan belakangan kita ketahui pemiliknya kan kurang lebih orang-orangnya kurang lebih sama-sama juga ya kan. Ada ada kesamaanlah beberapa investor kita ngomong bukan

24:42 pemilik investor investornya kurang lebih sama begitu. Ada enggak Anda merasakan lucu juga ya gua k di perusahaan kayak begini dalam situasi kayak begini ini kan dialami juga oleh beberapa startup baru yang lain begitu >> ya. Saya pikir itu mungkin agak kebetulan sih ya, Prof. ya, dalam satu hal itu agak kebetulan. Cuman kebetulan yang menarik ya. >> Eh, both are great individuals kalau menurut saya eh innovators tapi juga make things happen, punya visi untuk dunia dan region gitu ya. Di situ ya saya menerjemahkan visinya mungkin untuk negara Indonesia gitu ya dalam hal ini ya. membuat hal juga lebih mudah karena butuh visioner seperti itu. In a way, competition waktu itu juga membantu juga ya. Artinya membantu untuk lebih giat gitu ya.

25:28 >> Iya. Seru ya itu >> seru. Seru. Perhatian juga tinggi sekali gitu ya. Cerita-cerita seperti itu menambah ee unsur drama gitu ya. >> Adrenalin adrenalin unsur drama bukan menjadi core factornya tetapi menambah keseruan lah ya dari semuanya ya. Saya pikir itu satu hal yang kebetulan. E kalau untuk investors kita lihat mungkin bukan hanya di industri ini banyak sekali industri-industri lain banking juga misalnya financial eh apa industry global industry financials itu kan investornya juga sebetulnya mirip-mirip ada kesamaan mereka punya punya apa ya ee minat di daerah situ terus misalnya hospitality hotel juga mirip-mirip semuanya juga punya >> mereka mempromote persaingan kanom >> sengaja biar aja lu bertarung gitu pengin lihat mana yang >> karena as investors you want to see yang

26:14 bagus yang keluar kan yang sebagai pemenangnya seperti itu kan. Tapi memang itu hal yang menurut saya juga lazim terjadi across industries. H >> perkembangan teknologi itu juga kita kan pernah bicara gitu ya. Saya minta Pak Risi jelasin sama anak-anak di sini waktu-waktu itu dan bercerita tentang bagaimana automation itu terjadi, algoritma itu bekerja dan kemudian pada waktu itu kan kita peralihan tuh mengalami tadinya orang masih dominan begitu ya terus kemudian eh kok diganti pakai algoritma begitu ya. I >> dan pernah ada terjadi problem kan >> problem. Oh kita ini jangan khawatir nanti gua kasih tahu jam sekian gua akan pasang nih sistemnya begitu. >> Ternyata kan ada human error begitu. >> Ada human error. >> Seperti apa sih kejadian-kejadian seperti itu ketika mulai menerapkan automation? Pasti kan ada penyebabnya

27:00 kenapa kita melakukan automation. >> Iya. Automations itu kan dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas yang manusia tidak bisa lakukan sebetulnya. Terutama ketika si scaling dalam jumlah yang sangat besar. Iya, itu nightmare. Kalau di >> orang bisa merasa tahu, "Oh, ini biasanya patternnya kalau pagi ini begini, Pak. Misalnya Prof tahu daerah sini ya, sekitar sini ya, Prof. tahulah kira-kira pagi ini seperti ini." Tapi kita tidak tahu faktor yang di luar itu sebelum nyampai di situ, apa yang terjadi di tempat lain? >> Kita tidak tahu, kita tidak terlihat. Tidak terlihat. Ini hanya salah satu contoh ya, Prof. Ya. >> Tapi machines >> membuat itu menjadi enable. Iya. >> Kita tahu di sini kita merasa kita paham di sini nih. Tapi kita yang tidak tahu kita jadi bisa tahu. Oh, >> dulu cuman pakai feeling aja. >> Dulu cuman pakai feeling aja. Kesalahan-kesalahan yang sangat

27:45 situasional seperti inilah yang dieliminate oleh automations. >> Oke. >> Menjadi algoritm jadi lebih luas, faktornya bisa jadi lebih banyak. ya tetap human yang sebetulnya semua itu maksudnya maning gimana sih theemnya dan lain-lain tapi machines membantu itu menjadi lebih mudah lebih scalable dan semua faktor bisa dimasukkan di situ. Apakah ada learning-nya? Ada. >> Machine sama Prof kayak anak kecil >> harus learning. Makanya ada reason namanya disebut machine learning. >> Karena dia belajar dulu dia enggak bisa langsunglangsung pintar Prof. He. >> Nah, bagaimana proses machine learning inilah yang painful >> karena semuanya harus jadi satu dulu diproses. Sekarang juga sama, Prof. E kita kalau bicara eh large language model apa namanya generative AI yang sering kita pakailah ya, Char GPT, Gemini dan lain-lain itu juga ada

28:32 learning-nya dulu. >> Ada namanya data training yang disebutnya biasanya kalau tanpa data training dia juga dump dengan segala kemumpunannya tapi dia tidak ada data training dia dump. Nah, kuncinya apa supaya data training, machine learning itu berjalan adalah sebanyak mungkin faktor dimasukkan supaya dia learning. >> Sebanyak mungkin possibility yang terjadi itu masuk. Ini kita bicara AI secara general ya, bukan hanya di satu itu. Karena machine learning itu adalah subset dari AI, Prof. Subset dari AI di mana semuanya itu adalah prinsipnya seperti itu. >> Nah, inilah yang mungkin yang tadi Prof. bilang ya ketika ada ketidaksabaran gitu ya, ketika dalam proses learning, proses data training human merasa lebih pintar. Benar. Pada satu saat human itu lebih pintar. >> Ada kejadian apa di situ yang bisa?

29:17 >> Iya. Jadi misalnya kejadiannya tuh adalah ee kita merasa adalah lebih pintar ketika hujan, Prof. gitu ya. Hujan Jakarta macet biasanya yang naik itu biasanya ee kendaraan roda empat misalnya. >> Iya. Orang mau enggak mau pakai mobil ya. >> Betul. Betul. Cuman kejadian silinya adalah kalau kita manual seperti itu ketika hujan berhenti siapa yang tahu Prof? >> Bisa aja kelewat human kan seperti itu. Di sini hujan di situ enggak hujan. >> Itu benar banget Prof. Yang Prof itu bilang kita bilang bahwa oh sekarang Jakarta sedang hujan. Generalisasi Prof. >> Mungkin Jakarta Timur yang sedang hujan tapi Jakarta Selatan tidak mungkin seperti itu. Kan itu generalisasi itu juga kecenderungan kesalahan manusia. hal-hal seperti inilah yang diadress dan harus harus dibuka e mindsetnya e scopnya dan lain-lain. >> Sekarang bisa digunakan untuk ee

30:03 memecahkan masalah hukum ya, masalah kriminalitas ya. Katakanlah misalnya kasusnya kemarin yang kita duga bunuh diri atau bunuh itu kan dilihat ternyata ke pergerakan >> dari sini ke mana kalau enggak ada GPS, kalau enggak ada cloud, kalau enggak ada selular phone begitu ya. I >> terus kemudian terhubung dengan e Grab atau Gojek, terhubung dengan taksi online begitu ya dia bergerak ke mana kan sekarang mudah sekali terdeteksi >> ya walaupun memang semua kan katanya ada batasannya yaitu apa personal data dan lain-lain di mana semuanya harus membutuhkan konsen mungkin Prof sering lihat sekarang suka muncul tiba-tiba ya aplikasi ini cookies harus di mau diapain minta izin dulu >> iya data anda sudah terekam selama berapa bulan ini apakah mau dilanjutkan atau tidak itu bagian dari memang

30:49 personal data privacy sih untuk jadi pilihan kita kan >> dia minta izin untuk lihat foto kita, video kita segala macam begitu ya. >> Itu orang suka enggak sadar >> ini permasalahan yang 10 tahun lalu tidak ada gitu ya kira-kira >> tidak ada 10 tahun yang lalu ya suka duka di dalam industri ini ya. >> Terus kemudian Anda mengundarkan diri. Kenapa Anda mengundarkan diri dari industri ini? >> Ya saya pikir samalah kalau dalam kita berbisnis gitu ya. Apalagi kita kan apa namanya ikut memiliki gitu ya di sini ya. pada saatnya adalah ya orang yang lebih baik untuk bisa menjalankan itu ya lebih baik menjalankan gitu kan prinsipnya lebih gampang seperti itu kan Prof >> daripada apa namanya kita ego kita ada di sana apa dan lain-lain if this would make it become more successful kenapa tidak dan melihat sekarang adalah ada

31:36 hal yang unik dari apa yang saya lakukan sekarang >> kalau dulu impactnya banyak nih orang >> jutaan orang >> tapi the living people >> kalau saya sekarang berpikirnya adalah impact yang harus saya ee berikan adalah bukan hanya to the living people, >> tapi to the not yet living ones juga saya akan memberikan impact. Siapa itu? >> Anak dan cucu kita, Prof. >> Karena inisiatif yang sekarang saya sedang purpose driven lakukan ini sebetulnya the main benefitnya bukan saya dan bukan kita. Main benefitters-nya adalah nanti >> i >> yang generasi berikutnya >> ini sejalan dengan pepatah orang Indian. >> Apa itu, Prof? >> Kita tidak mewariskan alam ini kepada anak kita. >> Oh. tetapi kita meminjamnya dari mereka >> itu. Wah, terima kasih Prof. Benar banget itu mengingatkan itu. Itu benar.

32:22 >> Jadi kita harus kembalikan kepada mereka seperti keadaan semula. Kurang lebih begitu kan? >> Kira-kira begitu. Karena apa yang kita lakukan sekarang punya konsekuensi terhadap generasi berikutnya. >> Apakah konsekuensinya mau lebih baik atau lebih buruk itu kita yang membantu menentukan. >> Tapi apakah ini individual works? Tidak. >> Ini adalah mankind's works. Kalau menurut saya >> mankind. >> Iya. Seluruh ini menurut saya untuk inisiatif klimat ini yang sekarang saya lakukan ini adalah inisiatif terbesar yang mankind pernah lakukan secara kolektif >> yaitu untuk battling global warming >> tidak terjadi melebihi derajat celcius dari industrialisasi >> ya 1,5 derajat tuh itu pengaruhnya besar sekali >> pengaruhnya besar sekali Prof ini angka

33:07 yang terlihat kecil >> tapi efeknya besar sekali kita kan sudah mulai mel melihat nih anomali-anomali yang terjadi karena 2024 kemarin itu sudah menjadi tahun terpanas ya berua kali sudah heating >> ngeri ngeri makanya ruangan ini pun saya pasang tertutup jadi pasang AC karena tahun lalu itu panas sekali >> terasa padahal tadinya enggak terlalu begitu ya Pak >> enggak terlalu ini kan di tengah-tengah pohon kan mungkin di satu-satunya kafe yang pohonnya banyak di tengah-tengah ada pohon beringin di sini ada pohon matoha di tengah-tengah bahkan di dapur kami di situ ada pohon bisbull >> yang anak sekarang mungkin enggak pernah lihat buahnya atau pohonnya seperti apa. Di pinggirnya sini ada pohon sukun dua untuk besar-besar. >> Iya. Iya. Saya sudah tahu rumah perubahan ini dari 2016 buat yang nonton di sini ya. Ee perkembangannya rumah perubahan ini luar biasa bagus. Tapi ada

33:53 satu konstan yang saya lihat terus adalah pohon-pohon dan tanamannya. Luar biasa perhatian Prof untuk pohon dan tanaman luar biasa sekalian selalu dengan pohon. Jadi jangan sampai jalan itu mengalahkan pohon. >> Betul banget itu >> ya. Karena saya pernah suatu ketika menebang pohon saya nangis Pak Rizki. >> Iya. I. Karena di atas itu rupanya ada rumahnya Musang. >> Aduh saya ikut sendihut >> rumahnya dia di atas begitu ya. >> Terus saya dikasih tahu sama anak, "Pak, ada anaknya ini." >> Saya bilang, >> "Kita kayak dosa banget gitu ya, >> dosa banget." Bayangin coba ada keluarga di atas gitu, pohonnya kita babat begitu ya. >> Wow. Sejak saat itu saya bilang, "Enggak deh, kita ngalah aja deh." >> Makanya kalau kita jalan di sini tengah-tengah ada pohon terus ada orang Alifengsu bilang, >> "Mendingan begini deh, mendingan bikin begitu." Terus Feng bilang, "Enggak

34:38 boleh, Pak. Ini artinya merintangi merintangi rezeki Bapak gitu ya. Aduh enggak apa-apa deh rezeki gua ini tapi dapat alam yang sejuk udara. >> Nah ini kan tadi Prof bilang ya hewan segala macam ya ini semua mankind dan lain-lain. >> Betapa tidak nyamannya bisa dibayangkan enggak Prof kalau terjadi global warming? Bagaimana anak cucu kita belum jaminan hidup seenak kita sekarang? Prof aja baru menghadapi ini harus kasih AC dan lain-lain. Bagaimana heat wave jadi makin sering terjadi flooding karena ee apa namanya? ee level air meningkat karena apa namanya suhu yang meningkat juga >> filtrasi air asin kepada tanah >> masuknya semakin dalam >> pertanian jadi sulit di situ banyak gagal panen dan lain-lain dan masih banyak lagi sih Prof. Tapi okelah beban iklim apa ke sana jadinya.

35:25 >> Nah, tapi gini saya jelaskan dulu konteksnya ya Prof ya. Apa sih penyebab global warming? Major majority dari sacientist itu sepakat penyebab global warning adalah greenhouse gas >> atau e gas rumah kaca >> yang mana ya efek pemanasan dan lain-lain dia membentuk gas rumah kaca. >> Nah, gas rumah kaca ini yang paling terkenal apa, Prof? Yaitu karbon diokside kan CO2 itu terkenal banget kita semua tahulah CO2 suka dilihat kita. >> Iya. Iya. Dari pabrik-pabrik dari ya semacam-macam lah itu. >> Betul. Iya. Betul. Nah, tetapi sebetulnya di dunia ini ada tiga greenhouse gas yang dominan. >> Yang pertama CO2 >> ya. >> Yang kedua metana CH4 >> ya. Metan termasuk kotoran sapi, sampah. >> Betul. Betul. Yang ketiga nitrus oxide N2O. >> N2O. >> Iya. Apa yang saya lakukan sekarang ini

36:12 adalah saya fokus memerangi CH4. Bagaimana caranya adalah melalui teknologi. Makanya disebut climate tech ya. Itu teknologi untuk apa? membantu klimat lah. Kira-kira seperti itu. >> Ee apa sih sebetulnya penyebab terjadinya metana ini? Biasanya dari food chain. Ee ee Prof. food itu adalah sumber organik yang kalau menjadi sampah >> i >> apakah karena kandungan airnya >> atau karena dia tertimbun di yang tidak ada udara >> dia akan mengundang sebuah mikroba yang disebut dengan metanogens. >> Itulah yang menyebabkan menguraikan mengoksidasi mengeluarkan CH4 metana. sehari-hari ada di mana-mana itu ya, >> di mana-mana kejadiannya. Semanjang kita menelantarkan biomass waste gitu ya, eh itu akan terjadi biasanya metana

36:58 emissions. Nah, ini yang jarang diketahui oleh orang-orang methana emissions ini dari segi greenhouse gas atau gas efek rumah kaca ini lebih poten dibandingkan CO2 sampai 84 kalinya, Prof. >> Jadi, 1 ton metana itu sama dengan 84 ton CO2 ekivalen disebutnya. efek gas rumah kacanya. Jadi apa yang kita battling itu adalah itu apa yang kami lakukan ini kita ngelihat kalau food chain itu Prof tahu ya upstream dan downstream ya. Jadi dari hulu ke hilir. >> Hulu apa sih? Pertanian sampai e perkebunan dan lain-lain. Hilir adalah industri ee makanan dan lain-lain. Saya ada dua perusahaan tadi Prof. sempat sebut ya. Satu planet karbon. >> I planet karbon. >> Planet karbon ini mengadress upstream

37:45 >> perkebunan dan pertanian. Oke. >> Melalui apa? Yaitu kita sebutkan teknologinya adalah biochar. >> Biochar. >> Biochar itu ada dua kata di situ, Prof. Bio dan car. Biomas dan charcoal. Bentuknya itu charkoal. >> Arang tapi dari biomassa. Ini uniknya rantai karbon ini akhirnya saling berhubungan gitu ya. Bagaimana caranya dia dipanas dari biomassa waste yang terbuang mestinya dan menghasilkan metana dia dipanaskan panas tinggi Prof. 600 sampai 800 derajat celcius tanpa oksigen. >> Tanpa oksigen ya. menghasilkan biochar ini. Apa kelebihannya? Biochar ini? Biochar ini kelebihannya selain dia kalau ditanam di tanah itu bisa memperbaiki tanah karena unsur porosityya. Tapi yang lebih penting adalah >> karbonnya stable, dia tidak dirilase ke atas. Berapa lama dia stael-nya? Minimal

38:32 100 tahun, bisa sampai 1000 tahun. Jadi ini sangat reliable untuk carbon removal atau carbon sequestration. Itu saya dari sisi tadi hulunya ya. Dari sisi hilirnya saya menggunakan AI, Prof. H >> untuk industri-industri yang ada di hilirnya >> misalnya restoran, hotel, ee groceries dan lain-lain >> waste-nya. >> Nah, ini uniknya >> saya kita menggunakan di Carbon Zap ini menggunakan teknologi disebut AI Computer Vision. Ini cabang dari AI yang khusus computer vision. Apa sih tugasnya? Dia tuh bisa membuat foto, video itu lebih cerdas, pintar, bisa membaca, membantu pembaca dan lain-lain. >> Lebih tajam. >> Lebih tajam. Tadi Prof sempat sebutkan food waste-nya >> di diadress di situ ya. >> Iya. >> Tugasnya bukan itu, Prof. Kita bukan

39:18 memproses food waste tapi kita mengurangi >> mengurangi waste. >> Mengurangi waste. >> Caranya gimana? Nih contohnya nih ya contohnya ya hotel >> Prof. sering kalau keluar kota hotel buffet kan? >> Iya >> banyak kan sisanya biasanya buffennya dan lain-lain. Bagaimana cara menguranginya? Orang bingung kan ada hotel melakukan pencatatan tapi granularitynya rendah sekali. biasanya totalnya hari itu berapa? Dia enggak bisa lagi analisis pakai computer visions kita, kita bisa analisis misalnya nih sayur hari ini berapa sisanya, daging semur berapa sisanya, ayam berapa, roti berapa dan lain-lain. >> Inventory dong. Iya, >> termasuk inventory di situ. >> Tapi dia cepat sekali bacanya dan sangat grandolarity-nya sangat tinggi dan pintar sekali dan membantu untuk decision making. Karena sebelumnya misal pun sudah didata ya dan jarang sekali misal sudah didata orang enggak tahu

40:05 hari ini berapa, hari libur berapa, jam spesifik jam pagi, siang malam enggak tahu berapa, >> inventory control sehingga mereka bisa melakukan decision making untuk itu. Ini salah satu contohnya aja. Walaupun teknologi kami ini AI computer vision ini bisa keluar dari sustainability juga. Kita juga melakukan di antaranya misalnya toko-toko misalnya bisa dilakukan kayak ini Prof ini berapa orang masuk jam sekian? Berapa keluar berapa karyawan yang dibutuhkan aktif tidak? Ketika Prof nanti membuka ee apa namanya? Breeze lagi di tempat lain, Prof. OL dari jauh supervisornya dan lain-lain. Tapi kira-kira itu jadi saya ada dua planet karbon tadi biochar di hulunya terus carbon zap menggunakan AI di hilirnya untuk membantu mengurangi food waste. >> Jadi Anda menjadi orkestrator dalam satu ekosistem ini.

40:51 >> Mudah-mudahan sih, Prof. Cita-citanya seperti itu sih Prof. >> Orchestrator ya bukan sesuatu yang semuanya Anda kerjakan sendirias. Tidak, Prof. Tidak, Prof. Kita enable enable lah. >> Inilah inilah memang cara kerja baru yang pernah saya juga ulas di buku MO hashag MO itu >> mobilization and orchestration. Karena salah satunya kuncinya adalah kita bisa mobilize. >> Saya punya buku itu kok >> ada yaitu ya kita pernah diskusi tentang itu ya mobilizing and orchestrating the ekosistem begitu ya sehingga kemudian kita bisa lebih efisien dalam mengerjakannya. >> Ya, pada akhirnya kan seperti yang kita bicara di awal tadi, it's about management. Kita punya purpose, kita tahu tapi bagaimana to make this happen. Ya, pertama tentunya kita buat teknologinya berjalan. Kedua,

41:36 bisa merasakan manfaatnya. Kemudian kita dari situ >> betul sekali. >> Make imp karena negara ini, Profan, dan pertanian, Prof. Itu kalau kita bisa address eh the food chain-nya, food waste-nya untuk reduce emissions itu impactnya besar sekali, Prof. >> Sangat menarik sekali. >> Iya, >> terima kasih banyak, Pak Rizki sudah sharing. Jadi, inilah persahabatan saya. banyak orang yang tidak ee tahu bahwa kami ini sangat dekat gitu ya, sangat dekat dengan Pak Rizki sebagai pimpinan Grab tempat saya selalu bertanya, sering diskusi. Ya, kami juga dekat dengan kompetitornya Pak Rizki ya sebagai seorang akademisi >> ee saya memang berada dalam beragam industri dan hampir semuanya kami cukup kenal baik. Terima kasih sudah berbagi

42:23 sehingga membuat kami juga tahu keadaan industri perkembangan challenge yang dihadapi. Kata kuncinya tadi adalah relevant and reliable. Ya, yang paling kita takuti adalah kita menjadi tidak relevan dan tidak reliable. Oleh karena itu, stay relevant. [Musik] Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube