0:00 Nazar adalah niatnya. Niat. Oke. Persiapan. Persiapannya adalah infak. Infak. Action-nya adalah sedekah. Actionnya adalah zakat. Enggak ada yang satu sunah, satu fardu. Enggak gitu. Itu satu siklus. Satu kesatuan enggak bisa. Kesatuan. Iya. Nah, hasilnya adalah kesadaran saya yang bertumbuh. Hm. Harta saya yang bertumbuh. Hm. Ee hidup saya yang lebih mudah gitu. Itu artinya zakat. Assalamualaikum. Selamat datang di Ngaji Bareng dari lisan menuju kesadaran. Kita kembali menyelami lagi ayat-ayat Al-Qur'an untuk menikmati makna-maknanya, untuk meresapi dan mengamalkannya. Karena Quran didesain bukan hanya untuk dibunyikan.
0:46 Quran didesain bukan hanya untuk dikhatamkan. Dan kita sudah paham bahwa khatam itu sempurna. Baca, pelajari, pahami, amalkan, sampai syiarkan. Dan kita sudah banyak membahas esensi-esensinya dan mempermudah bagaimana kita menyalami Quran untuk menjadi kesadaran dan lifestyle dalam keseharian. Kita sudah bahas tentang konteks di mana mengamalkan dalam konteks yang namanya sedekah. Digaris bawahi bahwa sedekah itu membenarkan, membenarkan apa yang dialirkan. Atau mungkin kita sering dengar ada hadi kecil di sini. Dan itu bukan hanya memberi dalam konteks uang, harta, tetapi saat memaafkan pun ketika ada hati kecil mengatakan untuk memaafkan, sedekah adalah mengampuni dengan hati kecil itu. Maka dalam konteks yang kemarin kita bahas, bersedekahlah baik
1:32 lapang maupun sempit. Dan kita tahu bahwa lapang dan sempit ini berkaitan dengan Al Imran 134,135 yang sudah kita bahas di situ. Ada konteksnya surga seluah surga, langit dan bumi gitu dunia dan akhirat. Dan kita akan lanjutkan dalam konteks yang namanya zakat. Lanjut, Mas. Gimana, Mas? Iya. Jadi, kan pertama tuh kita harus niat kan. Niat namanya nazar, ya kan? Nazar. Nazar itu harus murni dari kepentingan kita, keinginan kita, kemauan kita, kehendak kita, apapun agendaagenda pribadi kita gitu. He. Oh, selisih lahudin ya. Diin itu ada tunduk patu. Lalu kemudian setelah itu bersiap-siap. bersiap-siap itu juga harus ee bekerja dan sebagainya gitu kan atau mungkin mempersiapkan diri gimana saya mau bagiin ilmu kalau saya
2:18 enggak punya ilmu gitu Bu ya harus dialirkan dulu gitu persiapkan diri hati semua ituul lalu setelah dialirkan kita action benarkan gitu nah di dalam proses ini di surat 65 ayat 7 t kemarin di sebelumnya itu kita bahas bahwa Allah akan memberikan kelapangan sudah kesempitan kelapangan ini bukan cuman sekedar kelapangan dunia tapi juga akhirat gitu. Hm. Jadi di tubuh kita lapang lepas, tapi juga hati kita tuh di akhiratnya tuh lapang juga gitu. He. Nah, berarti hati kita, dada kita tuh lapang gitu. Lapang tuh artinya bisa menerima ee menjadi kontainer atau saluran yang lebih besar gitu kira-kira. Larinya sempit gitu. He
3:05 ya. Hidupnya melarat gitu. Iya ya. Jadi ee sekarang jadi lapangan. Coba kita buka ya. Nyata lapangnya itu juga di langit atau di di non fisiknya. Oke. Surat 6 ayat 125. I see 6 125. Wah, bagus nih perumpamaannya nih. Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah petunjuk, dia akan membuka dadanya untuk menerima Islam. Heeh. Dan barang siapa dikehendakinya menjadi sesat, dia jadikan dadanya sempit dan sesak. seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Nah, di sini kata-katanya barang siapa dikehendaki Allah ya, Kang Abu kita nanti mesti bahas mengenai kehendak ini ya. Dikehendaki atau
3:53 menghendaki ya. Oh, mayasa itu ya bahas ya. Oke. Mayas karena ada orang bilang bahwa ini prerogatif Tuhan gitu. Hm. Mayas itu kalau Tuhan enggak menghendaki ya enggak akan bisa gitu. Sudahah kan nanti gimana tuh ya kita bahas ya. ya. Oke. Nah, lalu kemudian karena enggak ada orang enggak dikehendaki dapat hidayah tuh enggak ada. Karena hidayah atau hadiah kalau bahasa Arabnya ya itu sudah diberikan sebelum kita minta gitu berkelimpahan tiada hentinya gitu. Jadi dia akan membukakan dadanya. Dadanya itu artinya bukan dada sebenarnya dada fisik di sini. Artinya shodrohu itu artinya shod shodrohu itu sudur itu kesadarannya gitu. Jadi kesadarannya tuh akan dibuka untuk li Islam, untuk pasrah, berserah gitu.
4:38 Ini lagi-lagi bukan ngomongin agama lah ya. Oke. Jadi dia akan kesadarannya lepas untuk menerima kesadaran untuk pasrah dan berserah. Begitu si si kesadaran dibuka untuk dia pasrah dan berserah, sebenarnya semua-semua itu adalah diperjalankan, Kang. He. Bukan kita yang melakukan, tapi Tuhan yang melakukan. Jadi ilmu tertinggi, kesadaran tertinggi dalam spiritual itu pasrah. Hm. Jadi kalau kita sudah kesadaran dibuka untuk bisa dibantu untuk pasrah, jadi pasrah aja kita enggak bisa. Harus dibantu oleh Tuhan gitu ya untuk kemudian pasrah, memasrahkan segala-galanya lalu kemudian berserah menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Udah itu udah jalannya udah
5:24 istilahnya modalnya udah cukup. Jadi modal spiritual tuh hanya pasrah dan berserah. Oke. Untuk Islam. Nah, tapi kalau sesak dia kesadarannya jadi sempit dan sesak gitu. H baru dikasih orang ininya udah enggak mau terima gitu. Oke. Apalagi Tuhan mau ngomong sama dia gitu kan. He. Nah, itu siksa kepada orang-orang yang tidak berpercahaya atau beriman. Lanjut ya. 166 itu. Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat kami kepada orang-orang yang menerima peringatan. Heeh. Bagi mereka disediakan tempat yang damai dalam kurung surga di sisi Tuhannya. Dan dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan. Heeh. Jadi inilah jalan yang langsung sebenarnya tuh ya kan itu ada
6:11 bahas juga di tiga fakir itu bahwa siratu rabbikal mustaqim gitu. Jadi artinya ini jalan Tuhanmu yang langsung sirat ya yang di level 7 tuh ya. He ya. Jadi ini kita bahas ya nanti ya. PR nih banyak nih PR-nya banyak. Karena Quran ini ujung ujungnya akan membawa kita kepada jalan siratal mustaqim gitu. Jalan yang langsung gitu ya. I. Nah, jadi begitu kita terbuka kesadarannya untuk bisa tunduk pasrah dan berserah kepada Tuhan itu akan ditunjukin jalan langsung habis itu. Jadi, jalan langsung tuh dari kesadaran dan tadi kita bilang orang yang tidak menahan energi tuh gitu. Jadi, jadi di situ akan ada jalan yang langsung gitu
6:58 kira-kira gitu, Kang Abu. Oke. Oke. Nah, terus menarik nih ya, Mas ya, kalau kita bicara, kita review lagi bahwa ada infak, sedekah. Nah, zakat sendiri itu kan artinya kan murni ya, Mas ya atau bersihlah gitu. Bertumbuh. Bertumbuh. Nah, mungkin boleh agak dielaborasi gitu, Mas, bahwa zakat itu kan sekarang ya sor ya, Mas ya ee kebanyakan cuman tahu 2,5% per tahun gitu. Ada zakat A, zakat B, zakat C dan seterusnya lah gitu. Tetapi secara hakikat kalau kita bisa bicara dalam konteks kesatuan antara infak, sedekah dari nazar infak, sedekah, zakat, sebetulnya zakat itu gimana sih? Nah, jadi zakat itu adalah hasilnya. Hmm. Jadi satu siklus nazar adalah niatnya. Niat. Oke. Persiapan. Persiapannya adalah infak. Infak. Action-nya adalah sedekah. Adalah
7:45 zakat. Jadi kalau zakat saya mau nyapu halaman besok saya berniat. Itu namanya nazar. Lalu saya nyiapin sapu, pengki, pel segala untuk saya siapin. Besok saya nyap apa? Nyapu itu namanya infak. Lalu besok bangun pagi saya nyapu, itu namanya sedekah. Hasilnya pantai atau halaman yang bersih. W itu namanya zakat gitu. Jadi itu satu siklus yang semuanya sebenarnya sama. Hm. Fardu gitu. Oke. Enggak ada yang satu sunah satu fardu. Enggak gitu. Itu satu siklus. Satu kesatuan. Enggak bisaan. Iya. Kalau saya niat untuk nazar, kira-kira Tuhan ngasih aliran enggak? Bimbingan enggak? Hmm. Kan niat itu kuat dan kuat mancing lah
8:32 ya. Heeh. Karena saya berkehendak kan nanti kita bahas mayasya itu. Berkehendak. Lalu kemudian setelah saya berniat kira-kira yang mempersiapkan ilmunya, hartanya, apanya semua kan semua kan milik Tuhan kan. Pasti Tuhan bantu kan untuk berinfak itu ya kan? Makanya berinfaklah di jalan Allah katanya gitu ya. Artinya dibimbing sama Tuhan gitu. Lalu waktu action saya dibimbing sama Tuhan tuh. Hm. Membenarkan petunjuk yang ada di Nazar dan infak itu kan dibimbing tuh. Betul. Betul. Bahkan bukan sekedar dibimbing. Harusnya pada satu titik kita tidak melakukan apa-apa. Kita hanya yang melakukan semua tuh Tuhan melalui tangan saya. Benar. Lewat bibir saya, mulut saya, pikiran, pendengaran, ee apa
9:18 namanya? ee penglihatan hati semua tuh tuh Tuhan yang lagi pakai gitu. Betul. Nah, hasilnya adalah kesadaran saya yang bertumbuh, hmm harta saya yang bertumbuh, hmm ee hidup saya yang lebih mudah gitu. Oke. Itu artinya zakat. Oke. Coba kita buka ayatnya, ya. Sebelum situ, Mas, ada pengalaman gini, Mas. He tentang aliran. Pernah dalam satu kondisi ngelihat ada orang yang minta tapi tuh enggak pengin nolong gitu, Mas. Anda rasa gitu ya, enggak pengin gitu. Udah aja. Terus di momen setelahnya itu ketemu teman dia tuh enggak ngomong dia perlu bantuan gitu tapi entah gimana pengin nolong aja sama dia. Begitu habis nolong ya maksudnya membuka conversation baru dia ngomong bahwa iya memang sebetulnya saya lagi gini gini gini gini gini gitulah kira-kira. Nah itu kan aliran
10:06 yang dalam konteks ya ketika ketemu si peminta-minta ini enggak pengin ngasih tapi justru ke yang enggak kelihatan minta-minta pengin ngasih itu aliran enggak sih Mas? Sebenarnya aliran. I enggak semua orang minta tolong harus ditolong kan enggak Bu? That's it. Yes. Pertolongan terbaik tuh kadang-kadang mendoakan. Oke. Bukan menolong. Menolong secara fisik. Oke. Iya. I karena Tuhan hendak memberikan pelajaran pada dia. Jadi kita tuh harus berbuat baik di sisi Tuhan gitu. Hm. Kalau Tuhan ngasih lagi ngasih pelajaran, kenapa lu tolongin dulu nih? Jangan lu tolongin yang ini. Iya. Ya. Karena itu dalam pembelajaran dia bertumbuh kan. Iya. Kalau kita tolongin kan kita jadi enggak satu satu ee ini dengan Tuhan satu visi gitu. I si kita kan membenar kita lagi sodekah. Betul betul kita tanya dulu
10:53 dong ke Tuhan benar apa yang dialirkan baru kita bisa sedekah. Benar enggak membenarkan aliran itu sebenarnya. Benar. Benar. Tapi di satu sesi juga pernah habis ngasih kesal si ya itu makanya biasanya sama saudara sendiri. Sama saudara sendiri orang-orang terdekat. Habis gitu, habis ngasih kesal minta tolong lagi jadi bergantung gitu. Aduh udah deh. Itu memang beneran deh. Oke Mas kita lanjut. 92 ayat 19 2 18 sampai 21. Oke. Yang menginfakkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkan dirinya. He heeh. Alladzi yuti malahu yatazakka gitu kan. Malahu yatazakah dengan menafkahkan. Oke. Untuk menumbuhkan atau membersihkan. Oke. Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang
11:41 harus dibalasnya. Iya. Tapi tetapi dia memberikan itu semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya yang maha tinggi. He. Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan yang sempurna. Jadi untuk bisa ilatiha wajhi rabbil ala. Wajhi itu wajah, Kang Abu. Hmm. Wajah itu artinya bertemu Tuhan. Oke. Gitu. Jadi orang yang sudah bertumbuh kesadarannya, sudah zakat gitu ya. Kalau dibilang membersihkan harta tuh saya enggak enggak terlalu cocok sih harta tuh enggak ada yang kotor, yang benar tuh he menumbuhkan gitu sebenarnya hartanya tumbuh. Hartanya tumbuh. I see tumbuh. Iya iya iya iya iya. Harta tuh kan macam-macam kan. Ini by the way ada kata-kata keridaan, Mas. Keridaan itu melakukan sesuatu sesuai aliran enggak sih sebenarnya maknanya? Iya. Eh di sini
12:29 wajha wajhi betha wajhi rbiil ala wajah Tuhan. Hm. Walau faard dia mendapat kepuasan. Jadi artinya sebenarnya wajah itu artinya pertemuan. Oke. Jadi, jadi Quran ini akan mengantarkan kita untuk bertemu dengan Tuhan gitu. H ya kan? Makanya di 18 110 kemarin sudah kita bahas bahwa kalau kamu mau melakukan perjumpaan dengan Heeh. berbuat baik dan tidak mempersekutukan Tuhan gitu. H ya. Jadi apa namanya? Ee jadi hasilnya adalah hasilnya nih tadi kan sudah satu siklus hasilnya dari zakat artinya artinya kesadaran yang bertumbuh. Akhir hasilnya juga adalah bertemu dengan wajah Tuhan gitu. I tapi wajah Tuhan bukan muka ya. Iya. Bukan fisik.
13:17 Wajah muka kan Tuhan bukan bukan sesuatu yang serupa dengan makhluknya di 42 ayat 11 gitu. Nah isa kamisliun. Jadi, he wajah Tuhan ada di mana? Di mana-mana ya kan 2 115. Iya. Iya. Mapun kamu menghadap di situ ada wajah Allah. Jadi artinya kita bertemu dengan jalan langsung untuk ketemu wajah Tuhan. Itu adalah balasan dari orang-orang yang sudah sakat gitu. Oke, thank you Mas. Jadi kita terbuka banget ya, Teman-teman. Semoga mulai bisa apa ya menyelami lagi terminologi-terminologi yang kadang-kadang kita ucapkan sehari-hari, yang kita bahas sehari-hari atau tahu sehari-hari ternyata dalam perspektif kesadaran, dalam perspektif hakikat ke dalam konteks Al-Qur'annya banyak sekali kita melihat dan
14:02 memperdalam apa yang sudah kita lakukan sebelumnya. Nah, di-review sedikit bahwa pertama ee konteks mengamalkan itu atau kita bicara dalam konteks khatam itu sempurna itu bukan hanya dibaca. Sekali lagi bukan hanya 30 juz tetapi baca, pelajari, pahami, amalkan sampai nanti kita syiarkan. Nah, amal yang terbaik itu adalah mensekahkan atau membenarkan apa yang dialirkan. Maka nazar kita sudah bahas pertama ada niat dulu, habis nazar persiapan menjadi infak, habis itu membenarkan menjadi sedekah dan setelah itu bertumbuhnya dalam konteks apapun konteks yang entah itu harta, entah itu pengetahuan itu menjadi zakat. Dan ini semua menjadi satu siklus yang seyoganya mari kita lakukan dalam keseharian untuk
14:48 kita bisa mendalami Al-Qur'an lebih baik lagi. Terima kasih. [Musik]