Hidup Mati Kita Ditangan Tuhan - Ps. Henny Kristianus

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana Henny Kristianus belajar mempercayai Tuhan di tengah ketakutan saat berada di pesawat. Pengalaman menghadapi goncangan dan situasi ekstrem di udara membawanya pada pemahaman bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Ia menyadari pentingnya menyerahkan diri pada kehendak Tuhan dan percaya bahwa selama rencana Tuhan belum selesai, ia akan dilindungi.

  • Hidup dan mati ada di tangan Tuhan.
  • Pentingnya mempercayai rencana Tuhan dalam hidup.
  • Keberanian menghadapi ketakutan dengan iman.

Pengalaman Rohani di Pesawat

Henny Kristianus menceritakan pengalamannya yang sering naik pesawat, bahkan hingga 150 penerbangan setahun, dan bagaimana ia merasa lebih rohani setiap kali berada di pesawat. Ia mengutip perkataan seorang pilot yang merasa lebih bisa membawa orang kepada Tuhan karena orang cenderung berdoa saat naik pesawat. Di atas pesawat, iman dan kepercayaan seseorang diuji, terutama saat menghadapi turbulensi atau situasi menegangkan seperti gagal mendarat.

Menghadapi Ketakutan dan Mengingat Keluarga

Saat pesawat mengalami guncangan hebat, Henny mengaku merasa takut dan secara refleks menggenggam tangan orang di sebelahnya. Dalam momen-momen genting seperti itu, ia hanya mengingat anak-anaknya, Chloe, Zoe, dan Excel, dan berdoa agar Tuhan melindungi mereka. Ia menyadari bahwa saat menghadapi maut, hanya keluarga yang terlintas dalam pikirannya.

Percaya pada Kesetiaan dan Perlindungan Tuhan

Di atas pesawat, Tuhan mengajarkan Henny untuk percaya bahwa Dia tidak akan membiarkannya dan selalu setia. Ia belajar untuk berdoa dengan keyakinan penuh, menyerahkan diri pada kehendak Tuhan, dan percaya bahwa selama tugasnya di dunia belum selesai, ia tidak akan mati, seberat apapun guncangan yang dihadapi. Roma 14:8 menegaskan bahwa hidup dan mati kita adalah untuk Tuhan.

Hidup dan Mati di Tangan Tuhan

Henny menekankan bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk mematikan dan menghidupkan. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut mati, asalkan hidup kita berada di dalam tangan Tuhan. Selama Tuhan belum mengizinkan, kita tidak akan mati. Kematian seseorang terjadi karena kehendak Tuhan telah selesai dalam hidupnya. Kita harus mengizinkan Tuhan menjadi Tuhan dalam hidup kita.

Mempercayai Rencana Tuhan

Henny belajar mempercayai Tuhan di dalam pesawat. Jika ia selamat dalam penerbangan, itu berarti rencana Tuhan dalam hidupnya belum selesai. Sebaliknya, jika ia meninggal dalam penerbangan, itu berarti rencana Tuhan sudah selesai. Ia tidak lagi takut mati dan yakin bahwa anak-anaknya serta pelayanan ICI dan YTP akan dipelihara oleh Tuhan. Bahkan, ia pernah mengalami situasi di mana kapten pesawat terlihat lebih panik darinya saat menghadapi guncangan hebat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:07 Tuhan tuh ngasih saya pewahyuan luar biasa di atas pesawat anda tahu seorang Henny ini naik pesawat setahun bisa 150 penerbangan tapi tiap kali di pesawat saya lebih rohani dari sebelumnya kenapa teman saya seorang pilot bilang gini gue dulu pengen jadi pendeta tapi gue pikir pikir gue jadi pilot gue lebih bisa bawa orang kepada Tuhan kenapa lu lihat aja tiap kali gua naik pesawat orang berdoa dia bilang jadi gua lebih senang jadi pilot dia bilang gitu di atas pesawat itulah iman kita diuji kepercayaan kita diuji yang setuju katakan amin anda pernah naik pesawat yang tiba-tiba nukik kakimu

0:52 hmm gitu pernah saya udah pernah pesawat gagal landing 5 kali saya udah pernah turun dari ketinggian sampai buk buk buk udah pernah saya udah pernah segala goncangan di pesawat selain jatuh saya belum pernah ya saya kasih tahu tiap kali pesawat goyang meskipun terbang udah katakan ribuan kali tiap kali goyang gua takut ngaku saya cengkram tangan siapapun yang duduk di sebelah saya gue pegang tangannya gue bodoh amat deh dia suami atau bukan deh kalau udah goyang saya cengkram takut saya waktu pesawat nukik kayak gini sekali

1:39 saya ingat Chloe Zoe Excel cuma itu aja saya nggak ingat harta gua nggak ingat siapapun gue cuma ingat Tuhan lindungi anak anakku Tuhan kasih kesempatan Aku masih mau lihat Chloe Zoe dan Excel cuma mereka yang ada di hati saya parah nggak tuh di detik gua mau mati rasanya gitu tapi di atas pesawat Tuhan ngajarin saya percayakah kamu bahwa Tuhan nggak akan membiarkan percayakah kamu bahwa Tuhan tuh setia sayang bilang sama Tuhan Aku percaya Engkau setia Aku percaya Engkau nggak akan membiarkan Aku

2:27 di atas pesawat itu yang biasanya saya takut sampai nggak bisa tidur saya suka cerita kan di pesawat saya nggak bisa tidur kan 24 jam nggak tidur saya berapa kali terbang ini saya naik dan berdoa biar goncangan gue tidur dengan kepenuh kepercayaan kalaupun pesawat jatuh gue tahu waktu gue udah selesai tapi selama apa yang Tuhan mau saya kerjakan belum selesai saya nggak akan mati separah apapun goncangannya saya udah percaya saya mau kasih tahu hidup dan mati kita di tangan Tuhan Roma 14:8 sebab jika kita hidup kita hidup untuk Tuhan jika kita mati kita mati untuk Tuhan katakan amin jadi baik hidup atau mati

3:13 kita adalah milik Tuhan kalau kita yakin kita milik Tuhan mau hidup mau mati kita milik Tuhan 1 Samuel 2:6 Tuhan mematikan dan menghidupkan Dia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan Dia mengangkat dari sana jangan pernah takut mati lagi cuma pastikan hidupmu ada di dalam tangan Tuhan amen kalau Tuhan belum izinkan kamu mati kamu coba minum apapun kamu nggak akan mati selama Tuhan belum izinkan kamu ndak akan mati makanya jangan pernah marah kenapa orang meninggal sederhana kehendak Tuhan selesai Dia yang mematikan dan menghidupkan kita ndak punya kuasa izinkan Dia jadi Tuhan dan bukan kita saya belajar mempercayai Tuhan di dalam pesawat

4:01 kalau saya di dalam pesawat ini masih bisa tiba dengan selamat berarti rencana Tuhan dalam hidup saya belum selesai kalau sampai saya mati di pesawat ini berarti rencana Tuhan sudah selesai saya udah nggak peduli lagi kami pulang pergi dari Jakarta LA SF Jakarta goncangan terus geruduk geruduk sampai kapten-nya aja lebih panik dari gue pesawat udah goyang goyang udah turun sekali doang saya pegang tangan suamiku saya tidur udah nggak takut puji Tuhan amen saya udah nggak takut mati saya cuma yakin kalaupun saya harus pergi anak-anak saya dipelihara Tuhan leader leader ICI dipelihara Tuhan ICI dan YTP dipelihara Tuhan amen

Share

Ringkasan Video YouTube