How I Turned Frustration Into Creative Success | Joshua Schachter | TED

TED www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Joshua Schachter berbagi pengalamannya membuat seni menggunakan komputer dan plotter, yang awalnya tidak mendapat perhatian. Namun, ketika ia mulai membuat video yang menampilkan robot yang melakukan tugas-tugas sederhana namun menjengkelkan, seperti menggambar lingkaran atau labirin dengan cara yang tidak efisien, videonya menjadi viral. Ia menyadari bahwa batasan dan harapan yang dilanggar dapat menciptakan emosi yang kuat pada penonton, meskipun seringkali berupa kekesalan. Pada akhirnya, ia merasa terjebak dalam mengulang formula yang sama dan memutuskan untuk berhenti sejenak.

  • Eksperimen seni digital awal tidak mendapat perhatian.
  • Video robot yang melakukan tugas sederhana dengan cara menjengkelkan menjadi viral.
  • Batasan dan pelanggaran harapan dapat menciptakan emosi yang kuat.
  • Penulis memutuskan untuk berhenti sejenak karena merasa mengulang formula yang sama.

Seni Geometris dan Kegagalan Awal

Joshua Schachter telah lama membuat karya seni menggunakan komputer, termasuk seni geometris dengan pena dan kertas menggunakan plotter. Ia menulis program dan merakit mesinnya sendiri. Karya-karya ini diunggah ke media sosial dengan harapan orang-orang akan menyukai suara-suara lembut yang dihasilkan oleh plotter, namun tidak ada yang tertarik dengan karyanya.

Eksperimen dengan Ekstruder Cokelat

Seseorang memberinya ekstruder printer 3D untuk cokelat, yang kemudian ia isi dengan cat akrilik. Ketika dinyalakan, hasilnya berantakan. Ia mencoba membuat beberapa titik dengan program sederhana, tetapi hasilnya tetap berantakan. Reaksi orang-orang terhadap eksperimen ini beragam, mulai dari marah hingga merasa kasihan pada robot tersebut, bahkan ada yang menari mengikuti iramanya.

Menemukan Formula Viral: Ketidakefisienan yang Menjengkelkan

Joshua menyadari bahwa ia bisa menciptakan berbagai macam emosi hanya dengan robot, pena, dan kertas. Salah satu videonya berjudul "Hari Sial di Pabrik Lingkaran" menunjukkan robot yang menggambar lingkaran dengan cara yang tidak efisien, membuat banyak orang kesal. Orang-orang mulai menyindirnya, tetapi dengan cara yang halus. Video-videonya mulai menjadi viral dan mendapat banyak respon.

Memainkan Ekspektasi dan Batasan

Orang-orang memintanya untuk membuat labirin, dan ia menerima tantangan tersebut dengan membuat pola labirin yang kacau. Ia menyadari bahwa video yang menarik harus berdurasi pendek (12-15 detik) dan memiliki momen yang tidak terduga yang membuat penonton kesal. Ia berjanji untuk membuat video yang awalnya menyenangkan, tetapi kemudian menghancurkan kesenangan itu.

Keterbatasan dan Keputusan untuk Berhenti

Banyak orang mengira ia menggunakan AI dalam karyanya. Salah satu videonya menjadi sangat viral, dengan orang-orang menghabiskan berjam-jam untuk menonton video berdurasi 17 detik. Ribuan notifikasi masuk hingga ponselnya mati. Pada akhirnya, ia merasa bahwa batasan memang berguna dalam menciptakan karya seni, tetapi ia merasa hanya mengulang-ulang karya yang sama dan memutuskan untuk berhenti sejenak. Ia mengingatkan penonton bahwa jika mereka melihat video yang membuat mereka kesal di internet, itu mungkin ulahnya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Translator: Ramadha Abuzar Pratama Reviewer: Mulyani . Selama bertahun-tahun, saya telah membuat karya seni menggunakan komputer. Seperti seni geometris dengan pena dan kertas menggunakan plotter. Saya yang menulis programnya, dan terkadang juga yang merakit mesinnya. Karya-karya itu akan saya unggah ke media sosial, berpikir mungkin orang-orang menyukai suara-suara lembut, klik, pop, dan lainnya Namun tak seorang pun tertarik. (Suara plotter) Suatu ketika, seseorang memberi saya sebuah ekstruder printer 3D untuk cokelat, dan saya mengisinya dengan cat akrilik. Ketika dinyalakan hasilnya benar-benar berantakan. (Tertawa) (Suara plotter)

0:48 Saya ingin mencoba membuat beberapa titik, saya buat program sederhana, namun hasil titiknya berantakan. (Tertawa) Ini respon yang kudapat dari orang-orang Ada orang yang marah. Ada juga yang merasa kasihan pada robot itu. (Tertawa) Bahkan ada yang menari mengikuti iramanya. Walau sebagian besar marah. (Tertawa) (Video) Narator: Akan lebih cepat kalau kau membuatnya berurutan. Jika kau buat berurutan, itu akan lebih cepat kau harusnya berurutan. Jangan dari ujung ke ujung, buatlah berurutan agar kau lebih cepat. Oh ayolah — berurutan! (Tertawa) Joshua Schachter: Yang satu ini judulnya “Hari Sial di Pabrik Lingkaran.”

1:35 Saya menyadari bahwa kita bisa menciptakan berbagai macam emosi. Hanya bermodalkan sebuah robot, pena, dan selembar kertas. (Tertawa) Ya sudah saya manfaatkan saja sekalian. (Suara plotter) (Tertawa) Orang-orang jadi sangat kesal. (Tertawa) Saya disindir banyak orang. Tapi dengan cara yang halus. Ada yang bilang “Semoga kau tidur nyenyak malam ini.” (Tepuk tangan) Tak disangka video saya mulai menjadi viral.

2:25 (Tertawa) Dan banyak mendapat respon. (Video) Narator: Lingkaran, lingkaran, lingkaran, aku mencintaimu. Lingkaran, lingkaran. Apa terlalu cepat? Kayaknya kecepetan! Lupakan, lupakan! (Tawa) JS: Orang-orang memintaku untuk membuat labirin. OK. Bagaimana kau mengacaukan pola labirin? Inilah hasilnya. Tantangan diterima. (Tertawa) Ada sebuah aturan di media sosial, dimana video itu harus berdurasi 12 atau mungkin 15 detik. Agar menarik untuk ditonton, dan harus ada momen yang tidak terduga,

3:14 (Tertawa) yang pada akhirnya membuat para penonton menjadi kesal. (Tertawa) (Penonton: Aww.) (Tertawa) Saya berjanji kepada orang-orang (Tertawa) Awalnya saya janjikan video yang akan membuat mereka senang, dan kemudian akan saya hancurkan kesenangan itu. (Tepuk tangan) Orang-orang mengira aku bermain dengan AI. (Tertawa)

4:02 Video itu menjadi sangat viral. Orang menghabiskan berjam-jam hanya untuk menonton video berdurasi 17 detik. Ribuan notifikasi masuk hingga ponselku menyerah dan mati. Pada akhirnya, batasan memang berguna dalam menciptakan karya seni, Tapi pada akhirnya saya merasa bahwa saya hanya mengulang-ulang karya yang sama. Jadi saya putuskan untuk berhenti sejenak. Tapi ingatlah, saat kamu membuka internet, dan melihat video yang membuatmu kesal. itu mungkin ulah saya. (Tertawa) Terima kasih. (Tertawa dan Tepuk tangan)

Share

Ringkasan Video YouTube