HP 2 Jutaan pemegang REKOR DUNIA - Infinix HOT 60 Pro+

GadgetIn www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas Infinix Hot 60 Pro Plus, sebuah ponsel yang menonjol karena desainnya yang sangat tipis namun tetap menawarkan spesifikasi yang kompetitif di kelas harga 2 jutaan. David dari GadgetIn menyoroti bagaimana Infinix berhasil menyeimbangkan desain tipis dengan fitur-fitur penting seperti layar AMOLED 144Hz, chipset Helio G99, kamera 50MP, dan baterai 5160 mAh.

  • Desain sangat tipis dan ringan, memecahkan rekor sebagai ponsel layar lengkung tertipis.
  • Spesifikasi tetap kompetitif di kelas harga 2 jutaan, tanpa banyak kompromi.
  • Kualitas layar AMOLED yang bagus dengan refresh rate 144Hz.
  • Performa kamera yang memuaskan untuk kelas harganya.

Infinix Mengungguli Samsung...

David memperkenalkan Infinix Hot 60 Pro Plus sebagai pesaing serius di pasar ponsel tipis, menantang dominasi Samsung dengan menawarkan desain yang lebih tipis, baterai lebih besar, dan harga yang jauh lebih terjangkau. Dia membandingkannya dengan Samsung yang harganya hampir 20 juta, menekankan bahwa Infinix menawarkan nilai yang jauh lebih baik dengan harga sekitar 2 jutaan. David juga menyebutkan bahwa dia akan membandingkan ponsel ini dengan seri Note 50 dan Techno lainnya yang juga populer di kelas harga yang sama.

Desain Tipis Kotak Tebal

David menjelaskan desain kotak kemasan Infinix yang khas dengan warna hijau kebanggaan Infinix dan kolaborasi dengan JKT48. Desain kemasan ini mirip dengan Hot 60 Pro sebelumnya, dengan efek kertas yang dibalik untuk menekankan ketipisan ponsel. Infinix sangat membanggakan desain super tipis mereka, hanya 5,95 mm, dan mengklaimnya sebagai ponsel dengan layar lengkung tertipis saat ini, bahkan memecahkan Guinness Book of Record. Fitur-fitur lain yang disebutkan termasuk Infinix Aone, memori internal 256GB, RAM 8+8GB, kamera utama Sony IMX 882, in-display fingerprint, dan sound by JBL.

Isi Kotak Lengkap

David menunjukkan isi kotak Infinix Hot 60 Pro Plus, termasuk tempered glass, casing hard case dove dengan desain yang mendukung ketipisan ponsel, Smart Fend 792GB (33GB per bulan selama 24 bulan), lisensi dari Qualcomm, petunjuk pengguna, stiker pelindung, charger 45 watt, kabel type A to type C, dan sim ejector. Keberadaan tempered glass dan casing menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada merek lain.

Desainnya Muantab

David terkesan dengan desain Infinix Hot 60 Pro Plus yang terasa tipis dan ringan saat digenggam, mirip dengan Samsung H. Bagian depan dan belakang ponsel melengkung, memberikan efek tipis yang ekstrem. Meskipun ketebalannya 5,95 mm, desainnya membuat ponsel terasa lebih tipis saat digenggam. Berat ponsel juga sangat ringan, hanya 154 gram, sedikit lebih ringan dari yang tertera di spesifikasi.

Spek Tetep Bagus Lho

David menekankan bahwa meskipun tipis, Infinix Hot 60 Pro Plus tetap menawarkan spesifikasi yang kompetitif, mirip dengan ponsel 2 jutaan lainnya seperti Pova dan Note. Ponsel ini menggunakan chipset Helio G200, baterai 5000 mAh, kamera 50 megapiksel, stereo speaker, IP64, dan layar AMOLED. David merasa bingung bagaimana Infinix bisa memasukkan semua fitur ini ke dalam desain yang sangat tipis tanpa mengorbankan spesifikasi.

Lubang2 Colokan

David menjelaskan desain bagian belakang ponsel dengan bentuk kamera kotak membulat (squircle) yang terinspirasi dari gula kotak. Kamera utama memiliki sensor Sony MX 882 50 megapiksel, dengan lampu flash dan IR blaster di bagian bawah. Di sebelah kiri terdapat tombol power dengan aksen warna hijau, dan di atasnya terdapat tombol volume. Bagian atas ponsel memiliki speaker JBL dan mikrofon, sedangkan bagian bawah memiliki port type C, speaker, mikrofon, dan SIM tray yang bisa memuat dua kartu nano SIM.

Layar Cantik!

David memuji layar Infinix Hot 60 Pro Plus yang melengkung 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan perlindungan Gorilla Glass 7i. Layar ini memiliki lampu notifikasi dan tampilan awal yang disambut dengan wallpaper JKT48. David juga membahas antarmuka pengguna (UI) yang mirip dengan iOS dan Color OS, serta fitur-fitur AI seperti volx, call assistant, AI note, subtitle AI galery, circle to search, dan Gemini.

Udah 12 Menit Masih Terkagum2

David terus mengagumi desain unik Infinix Hot 60 Pro Plus yang sulit ditiru oleh merek lain. Layarnya juga sangat cantik dengan brightness yang tinggi, mencapai 1600 nits dalam high brightness mode. Meskipun resolusinya hanya full HD (1080 x 2400), layarnya tetap bagus dan didukung oleh OS yang bagus.

Software Cakep

David membahas fitur-fitur AI yang ada pada Infinix Hot 60 Pro Plus, seperti Gemini yang mampu mendengarkan dan menulis apa yang diucapkan dengan akurat. Dia juga mendemonstrasikan fitur AI studio untuk mengedit foto, termasuk AI extender yang dapat memperluas foto dengan hasil yang alami.

Speaker

David menguji kualitas speaker stereo Infinix Hot 60 Pro Plus. Hasilnya, suara yang dihasilkan cukup baik dan pas, meskipun tidak terlalu ramai atau impresif. Secara keseluruhan, kualitas speaker mendapatkan nilai 7 sampai 7,5 dari 10.

Tes Benchmark + Gaming MLBB & Genshin

David melakukan tes benchmark dengan skor AnTuTu sekitar 460.000, standar untuk Helio G99. Untuk gaming MLBB, setting masih di high frame rate (60 fps) dengan resolusi HD. David berharap ada update yang memungkinkan frame rate lebih tinggi (90 fps). Untuk Genshin Impact, performa tidak terlalu lancar, dengan rata-rata 30 fps pada setting terendah. Namun, suhu ponsel tetap terjaga di 40 derajat Celsius berkat pengaturan software gaming Infinix.

Kamera Juga...

David menguji performa kamera 50 megapiksel Infinix Hot 60 Pro Plus. Hasilnya, kualitas foto sangat baik dengan dynamic range yang luas, warna yang bagus, dan noise yang minim. Untuk perekaman video, kamera depan dapat merekam hingga 2K 30 fps. Terdapat juga fitur stabilizer untuk video yang lebih mulus, meskipun resolusinya diturunkan menjadi 1080p 30 fps.

Kesimpulan Infinix HOT 60 PRO+

David menyimpulkan bahwa Infinix Hot 60 Pro Plus adalah ponsel yang sangat baik dengan desain tipis, ganteng, dan cantik di harga 2,5 juta tanpa banyak kompromi soal spesifikasi. Chipset, baterai, kualitas layar, dan kamera masih oke. Fitur-fitur seperti dual speaker dan NFC juga berlimpah. Meskipun tidak ada headphone jack, ini sudah menjadi tren di pasar ponsel 2 jutaan. David juga membandingkannya dengan ponsel lain di kelas harga yang sama, seperti Pova, Note 50, dan Technocamon, yang memiliki keunggulan masing-masing. Secara keseluruhan, Infinix Hot 60 Pro Plus adalah pilihan yang hebat di kelas harganya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Halo, Guys. David sini dan ada HP gila lagi dari Infinix. Anda masih ingat enggak sama Galaxy H? HP Samsung yang jualan feeling spesial karena bentuknya super tipis, cuma 5,8 mm, beratnya 163 gr. Sesuai sama dompet user-nya setelah beli karena harganya mahal ya hampir Rp20 juta. Beh, mending S25 Ultra, Bang. Mending ini, mending itu. Atau kalau mau cari HP tipis doang, mending Infinix Hot 60 Pro Plus yang kali ini kita bahas. Bentuknya juga penyet, baterainya lebih gede, bobotnya malah lebih enteng. Dan harganya juga jauhjauh lebih murah dari Samsung di 2 jutaan aja. Diskonnya hampir 80% dari

0:48 Samsung. benar-benar ya King Phoenix ini. Let's go lah kita lihat bareng sebagus apa Infinix Hot 60 Pro Plus ini. Cuma menang tipis doang kah atau malah bisa saingan sama 2 juta lain kayak seri Note 50 yang juga luar biasa. Dulu pernah kita bahas, kita juga bakal bandingin sama Techno yang mantap habis di 2 jutaan trenion semua. Kita lihat dulu kotaknya. Desain kotaknya Infinix sekali ya. Ada warna hijau kebanggaan Infinix itu warna brand mereka ada Infinix dan JKT48. Mereka sedang kolaborasi di pojok kanan atas ini ada efek seperti kertas yang mau dibalik atau stiker yang mau ditarik gitu. Tema desainnya mirip kayak Hot 60 Pro kemarin

1:34 ya yang udah pernah kita unboxing juga. Itu juga HP yang bagus banget. Kalau teori saya sih ada efek kertas yang dibalik itu pengen nunjukin kalau HP-nya tuh setipis dan seringan kertas. Walaupun enggak selebai itu ya. Tapi emang Infinix sangat membanggakan desain mereka yang super tipis ya, cuma 5,95 mm buat Hot 60 Pro Plus ini. Sampai mereka tulis ini slim record redefinede. Karena HP ini megang record sebagai HP dengan layar lengkung yang tertipis saat ini. Mereka enggak berani bilang HP tertipis saat ini karena itu Samsung aja udah lebih tipis kan. Tapi kalau HP lengkung dia ngeklaim sebagai yang paling tipis mecahin Guinness Book of Record. Itu harusnya legit ya, resmi banget tuh. Di bawahnya ada fitur Infinix Aone, ada

2:21 silhouet dari HP-nya, ada bentuk tiga kamera di sini ada gambar-gambar kayak bunga-bunga dan ada tulisan 60. Buat nandain seri HP-nya Hot 60, ada memori internal 256 gig dan RAM-nya 8 plus 8 gig. Yang benar cuma 8. Ini ada Sony IMX 882 buat kamera utamanya. Ada in display fingerprint, ada sound by JBL. Terus di sini ada fitur-fitur yang lain lagi. Ada Hot 60 Pro Plus, di sini ada layar 144 Hz, ada 5 year fluency. Itu klaim mereka doang kalau dia bakal lancar sampai 5 tahun ke depan. Ada IP64 tahan hujan pakai Corning Gorilla Glass 7i. Ada NFC, ada bonus marfend, ada calcare service 12 bulan. Di sebelah kanan ada beautiful

3:09 beast, tipis tapi sadis. Di belakangnya ada spek-spek lengkap yang bakal sangat panjang kalau dibacain. Sini saya bacain yang penting, yang utama aja. 256+ 8, tebalnya 5,95. Baterainya 5.160, 144 Hz, Mediatch Helio G2. Ini one tab AI, ada kamera 50 megap. Rasanya enggak ada fitur atau spek yang dikurangin ya, walaupun dia punya bentuk yang tipis. sampai mecahin rekor kita lihat aja bentuknya kayak gimana. Oh ya, di sini ada ketulis varian warna yang kita unbox ini. Titanium silver. Dia punya enam varian warna ya. Ada slick black, titanium silver yang ini, ada coral tightes, misty violet, Sonic yellow, dan Moco Cyber Green. Benar-benar fokus soal

3:55 gaya banget nih HP. Sekarang kita lihat saja penampakan HP-nya seperti apa. Di sini ada bungkus dari HP-nya. Kita taruh dulu di kiri buat lihat kelengkapannya. Sebentar kita dapetin ada tempered glass loh. Walaupun ini belum dipasang ya. Kalau misalnya Anda enggak pd pasang mungkin bisa minta teman Anda yang udah ahli atau bawa ke counter kasih duit duit apa yang enggak yang ramah keluarga. Duit kopi. Duit duit apa ya? Ya gitu. Duit masang. Iya. Duit masang. Terus kita bakal dikasih casing yang agak dove-dove. E ini tipe hard case punya. Di kanan sama kirinya dia bolong.

4:40 Mungkin biar mendukung desain HP-nya yang kanan kirinya pun tipis sekali terus dibikin bening biar warnanya juga keluar tidak mau ditutup-tutupin. Tapi tetap ada proteksinya. Di pojokan sini juga ada detail-detail garis-garis gitu sih. Mungkin biar lebih nge-grip atau ada tonjolan kalau misalnya HP-nya jatuh di bagian sudut seperti ini. Terus ada Smart Fend 792 gig. Ini apa? 33 gig setiap bulan selama 24 bulan dicicil ya. Tapi itu ada bayar lagi enggak sih? Gua enggak pernah pakai paket ginian atau kita harus bayar bulanan kan. Kalau itu kan percuma. Kalau 33 giga sebulan selama 2 tahun sih mantap ya kalau gratis. Ada license by Qualcom. Seperti biasa HP-HP tren sekarang selalu ada

5:25 license by Qualcom walaupun chipsetnya tentu saja tetap pawang Mediatch ada Hot 60 Pro Plus petunjuk pengguna. Terus ada stiker-stiker pelindung. Kalau misalnya kita pengen pasang temper glass yang pakai perekat dari UV ini lumayan unik ya dikasih beginian. Saya jarang lihat di brand lain. Mungkin karena ada hubungannya sama si tempered glass yang ini. Jadi dikasih bawaan seperti ini. Di sini ada charger 45 watt, terus ada kabel type A to type C. Oke, standar. Dan di sini ada sim ejectornya. Oke, sekarang coba kita lihat si Infinix Hot 60 Pro Plus yang pegangnya pun udah berasa lucu ya, karena rasanya tipis sih. Ini feelingnya mirip kayak pegang

6:10 Samsung H kemarin yang saya kagum karena jarang-jarang ada HP setipis itu. Sementara si Infinix Hot 60 Pro Plus kita coba buka dulu. Set. Wei, dari depan sih kelihatan seperti HP-HP yang punya layar lengkung biasa ya. Tapi kalau kita lihat bagian sampingnya be ini karena depannya dilengkungin, belakangnya dilengkungin jadi efek tipisnya jadi makin ekstrem gitu. Padahal kalau kita lihat dari atas ini ya mungkin lumayan standar aja lah ya. Padahal ini 5,95 mm. Dan di sini dia pres lagi, dia jepit lagi, dia sandwich lagi. Jadi bagian yang bisa kita pegang mungkin sekitar 3 sampai 4 mm doang di

6:56 genggaman kayak gini. Itu ya rekayasa desain yang udah sering dipakai di HP-HP yang lebih tebal oleh semua brand. Biar efek genggaman kita bagian yang kena kulit itu jadi lebih tipis dan rasanya HP-nya makin tipis lagi. Ini juga sangat-sangat enteng ya. Coba tolong timbangan B. Kalau dari speknya sih 155 gr. Kita kurang mikrometer aja sih itu yang kita jepit terus kita putter-putter itu kan dulu dipakai di lab fisika atau di ya pokoknya di lab IPA-ipa gitulah. 154 bukan 155 kayak yang ditulis Infinix ya. Berarti di studio kita mecahin rekor guiness juga 1 gr lebih tipis lagi. Dan hebatnya itu gimana ya? Kalau Samsung H

7:43 kan dia memang lebih tipis tapi banyak dikritik karena kameranya berkurang, baterainya juga dikurangin. Ada spek-spek yang dikurangin lah biar dia bisa jadi lebih tipis karena emang ruangnya lebih sedikit. Tapi si Infinix dia tetap pakai spek yang mirip-mirip kayak HP 2 jutaan lain kayak si Pofa, kayak si Note, kayak si harganya R jutaan semua. 2,5 juta kurang lebih. Ini pakai Helio G100, G200, G99 yang sama ngomong-ngomong 99, 100, 200 itu cuma rebranding doang. Si Infinix ini dia pakai chipset yang sama si Helio G200 dibentuk setipis ini. Baterainya juga 5000 mAh. Kameranya juga enggak

8:29 berasa dikurangin 50 megapel juga. Stereo speaker IP64 layar AMOLED gimana gitu caranya? Saya agak bingung di bagian situ. Kalau ini si kotak ini, si note ini juga 5.200 mAh kok. Jadi, begitulah rasanya alasan-alasan yang biasa kita dengar dan kita mengerti juga karena lebih tipis, lebih sedikit spek yang bisa dimasukin jadi mental gara-gara ada HP ini. Mantap sih. Dan harganya juga enggak jadi alasan buat naikin harga. Mereka bisa aja bilang engineering-nya susah, mikir R&D-nya bertahun-tahun. Ya enggak juga. Kalau desain belakangnya ini standar saja. Dia pakai bentuk kamera yang kotak membulat gini, yang istilah gaulnya itu squirkle. Infinix

9:16 sendiri bilang ini terinspirasi dari apa ya, gula kotak gitu. Jadi ya memang mirip sih bentuk sampai ukurannya. Di sini kamera yang beneran sih cuma 50 megapel ya, dia cuma punya satu aja yang sensornya Sony MX 882. Ini ada lampu flash sementara yang di bawahnya ini cuma pelengkap saja, cuma hiasan aja. Oh ya, di bawah sini Infinix nyelipin IR blaster juga ya. Ini kayaknya udah mulai jadi tren buat HP-HP buat nyelipin air blaster ke sini, bukan bagian atas lagi. Di sebelah kiri ada tombol power yang ada dikasih aksen warna hijau. Di atasnya ada tombol volume. Di atas sini sisi atas ada speaker JBL, ada mikrofon, terus ada tidak ada apa-apa. Dan di bawah dia ada port type C, ada speaker

10:02 lagi, mikrofon, dan SIM tray yang bisa dimasukin dua kartu nano SIM. Walah, kalau misalnya kita pengin memori internal yang lebih lega, pilih yang 256 gig. Kalau yang 128 gig standar-standar aja, ngepas-ngepas aja. Enggak bisa masuk banyak game. Kalau buat gaming gimana? Ya, mari kita hidupkan saja. Di sini adalah Infinix powered by Android. Layarnya melengkung ini 6,78 inci, 144 Hz. Terus kacanya pakai Gorilla Glass 7i yang biasa dipakai di HP 567 juta. Dam. Eh, ada lampunya loh. Tuh tuh tuh tuh tuh tuh. Widih. Lumayan ya kalau lagi gelap gini atau

10:50 ruangannya lagi banyak ditutupin sama kelihatan ada sedikit apa ini? Gundakan. Gundukan. Gundukan juga di sini. Tipis. Sip. Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Infinix Hot 60 Pro Plus. Langsung disambut dengan dua anggota dari JKT48 yang saya e enggak kenal sih. E dua orang ini satu pasang ini. Saya cuma tahu Nabila dan lu tahu siapa? Ith >> Melodi. >> Melodi. Itu kayak angkatan satu. Oh ya. Yang Haruka juga tahu. Frea. Iya Frea benar juga ya. pernah satu film tapi enggak pernah ketemu. Enggak pernah ketemu ya. Bahkan premiernya aja enggak ketemu. Kalau Osi Anda yang lain, Wi ini ada tiga pasang

11:37 sih, jadi ada enam orang. Jadi 1/8 anggotanya. Ada ini siapa ini? Silakan. Ee kalau memang nge-fans kalau ini juga ya seperti itu kalau kita pakai wallpaper yang netral saja. Soalnya banyak wallpaper lain yang desainnya bagus-bagus juga di sini. Vibes-nya kayak iOS, kayak Color OS. Enggak berasa kayak bikinan Infinix yang brandnya belum banyak yang kenal. Saya juga terkejut kalau misalnya saya ngobrol sama orang-orang yang enggak ngikutin HP sama sekali, kenal saya, temenan sama saya, tapi enggak nonton review gadget-gadgetan sama sekali, Infinix apa katanya? Iku apaan? Dia tahunya Oppo, Vivo, Samsung. Jadi pasar mereka di

12:24 sana. Kalau Infinix ini sayang sih kalau mereka enggak tahu kalau ada HP kayak ginian di pasaran. Karena ya gimana ya 2,5 juta Anda bisa dapetin HP seperti ini yang desainnya sangat-sangat unik, yang belum banyak bisa ditiru brand lain. Yang mau mirip kayak gini harus mahal di sini R,5 juta aja. Terus layarnya ini juga cantik sekali sih. Kalau brightness-nya udah berasa agak terang. Ini sebenarnya dia masih setengah doang. Kalau kita pentokin dia udah putih sekali saudara-saudara. Dia high brightness mode-nya di 1600 nits. Ini belum high brightness mode by the way. Dia cuma bakal aktif kalau kena sinar matahari yang terang. Dan pas saya

13:09 tes yah bikin layarnya masih tetap jelas walaupun kita tantang matahari jam 09.30 30 yang lagi trik-triknya eh enggak trik-triknya tapi udah terang banget. Layarnya juga amoled, warnanya bagus sekali. Refresh rate-nya tinggi. Terus katanya sih ini resolusinya 1,5K ya, tapi pas saya baca-baca katanya bukan 1,5K tapi cuma full HD doang. Di sini saya coba cari settingan buat resolusinya apakah ada. Kalau enggak ada berarti cuma satu aja. resolu tidak ada. Sekarang coba kita screenshot. Oke, cara lihat resolusi dari layar itu gampang saja. Pas kita screenshot dia bakal nunjukin resolusi

13:56 layarnya. 1080 * 2400 ini 1080p sih, bukan 1,5K yang 1240-an sekitar itu. Tapi tetap ini layar yang bagus dan dia juga diisi oleh OS yang bagus juga. Udah mantap sekali. XOS atau apa ya yang dari trensin tuh sama semua beda nama doang. Ada AI AI-nya juga ada volx, ada call assistant ada AI note subtitle AI galery, ada circle to search, ada Gemini. Kalau kita tahan seperti ini, Gemini, ayo tolong dengarkan saya dan tulis apa yang saya ngomong dari tadi. Kalau misalnya miss satu saja, maka kamu bukan Gemini. W

14:42 benar sekali. Gemini itu dengarnya itu udah bagus banget. Saya demoin satu AI studionya aja buat ngedit-ngedit foto. Ada AI extender sih yang mungkin bakal sangat berasa bedanya kalau foto udah bagus tapi kita pengen perluas lagi. Start expansion, domain expansion 100 berapa 50 60%. Kita lihat sealami apa chimori farm team park ini akan diperluas. Ini kandang alpaka lagi minum. Apakah sebelahnya tiba-tiba ada harimau? Enggak tahu juga harus keekonnect sama internet ya. Dan ini gratis di HP R jutaan. Waduh. >> Waduh parah sih. Ini enggak bisa

15:27 digeser. Hapus aja pakai erasernya. Ini kect loh. Pohonnya bagus, pondoknya bagus. Ini kandangnya tambah luas. Senang alpakanya kayak gini. Awannya alami banget loh. Wuh >> luar biasa. Kalau kita perluas lagi bisa jadi satu taman bermain sendiri mungkin begitulah. E saya gak tahu mau kritik apa. Coba kita cari ya. Infinix biasanya dulu speakernya kureng. Nah, kita coba apakah speaker stereoya hanya gimik saja. Kita coba save and sound. HP tipis seperti apa suaranya? Not bad. Suaranya pas. Tapi ini udah 100% ggak super ramei tapi udah enak.

16:13 Coba gimana. Untungnya kita pakainya NCS terus ya. No copyright sound. Jadi aman enggak ada. Wah ada tipis banget. yang sama agak agak berantakan sih memang ya okelah okelah kalau saya diam dengerin aja jadi oke 7 lah 7 sampai 7,5 enggak jelek tapi enggak impresif gitu. Nah, bagaimana dengan speknya? Kita lihat skorut2-nya R60.000. Ini lagi-lagi udah standar Helio G99 100 dan 200 ya. tidak ada yang berbeda dari yang lain. Dia sama-sama aja kayak HP-HP yang lebih tebal di sini. Jadi gitu

17:01 noh-aneh buat setting-nya dia masih di high frame rate aja ya. Jadi mentoknya di 60 sama resolusinya di HD belum yang bisa ultra. Jadi di 60 fps maksimalnya kalau misalnya ada update mungkin bisa jadi 90 atau kita itu ya komplain ya kalau enggak salah ada tombol buat ng komplain atau suruh Muntunnya pikir ulang dan biasanya diterima biasanya tiba-tiba ada unlock settingan biar frame rate bisa lebih tinggi lagi. Kalau misalnya keunlock performanya bakal lebih gila nih orang Yin ya maniak loh. Benar-benar

17:48 maniak sih. Oke udah nih 51 nih. Tapi habis nih. Walah kalau misalnya dia udah ke-unlock 90 FPS udah pasti bisa kena sampai sana juga. Karena kita udah ngerasain di beberapa HP lain, Helio G200 dan kawan-kawannya, keturunannya bisa dengan santai menarik MLBB 90 FPS. Ini juga responnya mantap. Layarnya cakep sih. Ini cakep sih HP ini. Kalau buat Gensin, game-game berat ee enggak bakal terlalu lancar ya. Kalau Helio G99 yang paling ngebut yang pernah saya coba buat game ini, dia bisa kena di 38 atau

18:35 hampir 40 gitu. Itu kayaknya R, tapi enggak tahu HP apa, udah lupa. Yang pasti tetap aman sih buat game-game apapun asal kita menjaga ekspektasi saja. settingan kita turunin banget. Terus frame rate ya jangan ngarep yang sangat mulus, bisa lancar, stabil kayak gini aja udah oke. Buat HP 2 jutaan ya. Kalau HP R jutaan 4 jutaan harus minta lebih sih. Buat si Hot 60 Pro Plus sendiri kalau di tes man Gensin setting lowest dia rata-ratanya juga kurang lebih 30 fps saja. Yang hebatnya sih Infinix entah gimana ya cara mereka nyetting software gaming-nya karena suhu mainnya cuma 40 derajat aja. Mungkin karena ini tipis jadi mereka lumayan

19:22 ngejaga performanya biar enggak lebih-lebih dari yang level nyaman ya. Yang penting suhunya adem karena bodinya juga tipis. Termalnya juga otomatis lebih beresiko. Sistem pendinginnya juga enggak bakal bisa semewah HP yang lebih tebal. Sekarang kita cobain kameranya. Gimana performa kamera 50 megap dari si Hot 60 Pro Plus ini. Kamera itu jadi bagian yang lumayan dikompromiin di Samsung Edge ya. Ada kamera telefoto yang dihilangin. Apakah si megapel ini juga dierve atau dikurang-kurangin? Jawabannya ternyata tidak, Saudara-saudara. Justru selama saya ngelihat hasil fotonya, entah karena

20:07 ekspektasi saya yang enggak tinggi karena HP-nya tipis atau emang buat standar R juta ini bagus, tapi saya sering mikir kok Infinix bisa bikin beginian? Bagus, bagus banget. Dynamic range-nya luas. Ini saya coba mau trade down yang di baliknya ada matahari dan enggak ada overnya sama sekali. itu langitnya enggak ada putih, daunnya masih ada kelihatan dengan jelas warna hijaunya bagus, buat foto malam juga masih bening, lighting-nya rapi, warnanya enggak pudar, noise enggak berasa. Aneh sih bisa bikin kayak ginian 2 jutaan lagil-lagi. [Musik]

21:42 Ak Buat perekaman kamera depan Infinix Hot 60 Pro Plus bisa kena di resolusi yang tajam ya di 2K 30 fps. Mantap buat HP R jutaan. Walaupun emang videonya goyang sih. Videonya gempa sih. Kalau pengen yang stabil ada ada tombolnya stabilizer. Kita tinggal tekan langsung jadi mulus. Tapi bayarannya adalah resolusinya yang diturunkan jadi 1080 30 fps. Ada juga 1080p 60 fps biar frame rate-nya lebih smooth tapi dia enggak bisa stabil. Jadi ini yang paling mending sih. Ini yang paling enak

22:28 dilihat. Apalagi kalau di HP enggak perlu yang terlalu tajam pun udah berasa jelas. Ini dynamic range-nya lagi trik-triknya enggak terlalu luas. Belakang lumayan putih, tapi masih bagus buat HP yang harganya R2 juta. Kesimpulan saya buat Infinix Hot 60 Pro Plus, saya enggak nyangka sih Infinix bisa bikin HP setipis, seganteng, secantik ini di harga 2,5 juta tanpa banyak kompromi soal spek. itu sekali lagi sangat-sangat penting. Mereka ggak jadiin body yang seminim ini buat tameng ya. Jadi alasan buat ngurang-ngurangin spek itu enggak berasa. Chipsetnya masih dapat yang

23:15 mantap buat R jutaan. Baterai masih di atas 5000 mAh. Kualitas layar juga super duper bagus dari warna sampai brightness. Kamera juga masih oke. Barusan kita lihat fiturnya, sensornya berlimpah dual speaker NFC. Walah, enggak ada headphone jack sih, tapi si Comeon yang lebih tebal juga enggak ada headphone jack sih. Kalau siva ada masih yang tebal ini. Ini note juga enggak ada headphone jack sih. Jadi saya enggak bisa bilang enggak ada headphone jack itu kelemahan lagi ya. Sayangnya kayak gitu ya. Saya berharap bisa bilang enggak ada headphone jack itu kelemahan. Tapi sayangnya pasar mulai 2 juta pun udah ngarah ke sana. Enggak ada bagian yang harus diertiin lah dari ini HP. Mentang-mentang dia tipis. Palingan

24:01 kalau mau komplain, kalau mau kita banding-bandingin ya dia enggak punya baterai 7000 mAh kayak si Pova. Dia enggak punya desain yang ganteng, kotak yang tegas seperti Note 50 yang punya wireless charging terus charging-nya 90 watt. Ya, itu pilihan. Dia juga enggak punya kamera ultra wide seperti Technocamon ya. Itu karakter masing-masing HP 2 jutaan ini sih kita juga enggak bisa bilang 3 HP ini terlalu tebal kan kok enggak bisa setipis Hot 60 Pro enggak bisa menang semuanya bisa banyak minta-minta di harga R juta gitu pun udah hebat sih karena trend ini yang bikin kita bisa minta lebih buat duit yang enggak segila flexit hebat sih udah

24:47 berapa kali saya ngomong hebat di video ini. Jadi gitu unboxing buat Infinix Hot 60 Pro Plus. Like kalau Anda suka dan video ini, dislike kalau enggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo. Wah, inisplay fingerprint. Hap. Widih. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube