KEHILANGAN KEMULIAAN TUHAN | PS DEBBY BASJIR

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang pentingnya kemuliaan Tuhan dalam kehidupan orang percaya, belajar dari kisah bangsa Israel yang kehilangan kemuliaan Tuhan. Beberapa poin utama meliputi:

  • Kemuliaan Tuhan berbicara tentang kemenangan dan kelepasan.
  • Kehilangan kemuliaan Tuhan mengakibatkan kekalahan dan kesedihan.
  • Tuhan tidak bisa direkayasa dan melihat hati serta kehidupan kita.
  • Pentingnya hidup takut dan hormat akan Tuhan serta menjauhi dosa.

Pendahuluan: Kerinduan akan Kemuliaan Tuhan

Pembicara membuka dengan menekankan kerinduan untuk hidup dan melihat kemuliaan Tuhan sebagai hal terpenting dalam pengiringan kepada Tuhan. Kemuliaan Tuhan adalah kemenangan dan kelepasan. Banyak orang Kristen yang merasa sudah melakukan berbagai hal namun belum mengalami kemuliaan Tuhan. Kisah bangsa Israel akan menjadi pelajaran tentang kehilangan kemuliaan Tuhan.

Kisah Imam Eli dan Keluarga: Penyebab Kehilangan Kemuliaan

Kisah ini diambil dari 1 Samuel 4, menceritakan tentang Imam Eli yang gagal mendidik anak-anaknya, Hofni dan Pinehas, yang melakukan dosa dengan mengambil bagian persembahan untuk diri sendiri dan meniduri wanita-wanita yang melayani di Bait Tuhan. Tuhan marah dan menyatakan bahwa tidak ada korban yang dapat menghapus dosa keluarga Eli. Sejak saat itu, Tuhan memilih Samuel sebagai pengganti Eli. Bangsa Israel hidup tanpa kemuliaan Tuhan. Seringkali, orang Kristen masih melakukan rutinitas keagamaan tanpa menyadari bahwa mereka hidup tanpa kemuliaan Tuhan.

Tabut Tuhan Dirampas: Konsekuensi Kehilangan Kemuliaan

Bangsa Israel berperang melawan Filistin dan kalah, dengan 4.000 orang tewas. Mereka memutuskan untuk membawa Tabut Perjanjian dari Silo ke medan perang, percaya bahwa Tabut akan membawa kemenangan. Hofni dan Pinehas mengizinkan Tabut dibawa tanpa izin. Ketika Tabut tiba, bangsa Israel bersorak dengan nyaring hingga bumi bergoncang. Namun, pembicara menekankan bahwa teriakan dan sorak-sorai yang mengguncang bumi belum tentu mengguncangkan hati Tuhan. Bangsa Israel tidak menyadari bahwa kemuliaan Tuhan sudah meninggalkan mereka.

Reaksi Bangsa Filistin: Ketakutan dan Keberanian

Bangsa Filistin mendengar keributan dan mengetahui bahwa Tabut Tuhan telah dibawa ke perkemahan Israel. Mereka menjadi takut karena mengetahui kekuatan Tuhan Israel yang telah melakukan banyak mukjizat di masa lalu, termasuk menghajar bangsa Mesir dan membelah laut. Namun, mereka saling menguatkan dan memutuskan untuk bertindak berani seperti laki-laki, karena tidak ingin menjadi budak orang Ibrani.

Kekalahan Israel dan Kematian Eli: Tragedi Kehilangan Kemuliaan

Bangsa Filistin berperang dan mengalahkan Israel, dengan 30.000 orang tewas. Tabut Elohim dirampas, dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas. Seorang dari suku Benyamin melarikan diri dari pertempuran dan membawa kabar kepada Eli. Mendengar bahwa Tabut Elohim dirampas, Eli terjatuh dan meninggal karena lehernya patah. Menantu perempuan Eli, istri Pinehas, melahirkan seorang anak dan menamainya Ikabot, yang berarti "Kemuliaan Tuhan telah meninggalkan Israel."

Pentingnya Hidup Takut akan Tuhan: Kemuliaan yang Sejati

Pembicara menekankan bahwa Tuhan tidak bisa direkayasa dan melihat hati serta kehidupan kita. Dia menentang praktik "titip doa" dan menekankan pentingnya memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan. Dia memberikan contoh tentang orang yang ingin rumahnya didoakan tanpa kehadirannya, dan menjelaskan bahwa berkat sejati datang dari hidup yang benar di hadapan Tuhan. Sekalipun seseorang melayani, membayar persepuluhan, atau memakai simbol-simbol keagamaan, jika hidupnya tidak benar, maka kemuliaan Tuhan tidak ada padanya.

Pertobatan dan Berkat Orang Tua: Kunci Kemuliaan dalam Keluarga

Pembicara memberikan contoh lain tentang keluarga kaya yang ingin anaknya diurapi sebelum kembali ke Amerika. Dia menekankan pentingnya kehadiran orang tua dan berkat dari mereka bagi anak-anak. Dia menceritakan bagaimana sang ayah awalnya enggan karena merasa tidak layak, tetapi kemudian bertobat dan memberkati anak-anaknya. Berkat dari orang tua yang hidup dalam pertobatan adalah berkat terbesar bagi anak-anak.

Penutup: Hidup dalam Kemuliaan Tuhan

Pembicara menyimpulkan dengan menekankan bahwa Tuhan tidak bisa direkayasa dan persembahan hidup serta pertobatan lebih menyenangkan hati Tuhan. Bangsa Israel berpikir bahwa membawa Tabut akan membawa kemenangan, tetapi mereka salah karena hati mereka tidak menghormati Tuhan. Pembicara mengajak pendengar untuk hidup takut dan hormat akan Tuhan, meninggalkan kehidupan lama, dan sungguh-sungguh hidup dalam kehidupan yang baru bersama Tuhan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 [Musik] Amin. Amin. Tepuk tangan sorak-sorai buat Tuhan. Silakan duduk Bapak Ibu. Shalom. Iya, Bapak Ibu ya. Tidak ada yang lain yang kita rindukan di dalam hidup pengiringan kita kepada Tuhan selain kita ini hidup dan melihat kemuliaan Tuhan. Amin. Ya. Karena ketika Tuhan memanggil kita untuk percaya kepada Dia, Tuhan sudah menyediakan kemuliaannya bagi kita. Dan apa yang terpenting yang harus kita dapatkan di dalam hidup pengiringan kita kepada Tuhan yaitu ya kemuliaan Tuhan itu. Karena kemuliaan itu berbicara tentang

0:46 kemenangan. Kemuliaan Tuhan berbicara tentang kelepasan. tentang semua hal yang kita rindukan terjadi. Saya banyak mendapatkan konseling, Ibu. Saya ini sudah bertahun-tahun ikut Tuhan. Saya sudah berdoa, saya sudah ini, saya sudah itu, saya sudah ini, dan itu. Tapi kenapa saya tidak mengalami ya yang namanya kemuliaan Tuhan? Saya tidak mengalami yang namanya ini ya kelepasan seperti yang saya dengar dan saya baca di dalam firman Tuhan. Hari ini kita akan belajar dari kisah hidup bangsa Israel. Bagaimana ketika bangsa Israel mengalami kehilangan kemuliaan Tuhan. Ya, saya akan ambil dari 1 Samuel pasal yang keempat. Saya sedikit ee beritahu

1:32 kepada kita kisahnya pada waktu itu ketika Tuhan sudah tidak berkenan atas Imam Eli dan keluarganya. Ya, Imam Eli adalah orang yang dipilih menjadi imam ketika itu di Silo, ya. dan dia menjadi imam membawa bangsa itu untuk dekat kepada Tuhan. Tapi kegagalan Eli adalah ketika dia membiarkan kedua anaknya itu hidup di dalam dosa. Ya, dosa apa yang dilakukan oleh anak-anaknya Eli? Mereka mengambil bagian Tuhan. Ya, kalau bangsa Israel datang mempersembahkan korban bakaran ya, kambing, domba, sapi untuk dipersembahkan sebagai korban penghapusan dosa. Anak-anaknya itu meminta harusnya itu korban diolah dulu

2:19 bagi Tuhan pertama kali dipersembahkan. Tapi anak-anak Imam Eli berkata, "Berikan kepada kami." Lalu petugasnya berkata, "Ini kita buat Tuhan dulu. Enggak usah. Pokoknya kami mau bagian ini. Mereka yang tentukan apa yang menjadi hak mereka. Dan Tuhan marah. Bahkan ketika pada waktu itu anak-anak Imam Eli, Hofni dan Pinehas mereka meniduri ya wanita-wanita yang melayani ya di Bait Tuhan pada waktu itu. Mereka melakukan segala kecemaran, kenajisan, percabulan, bahkan di rumah Tuhan. Dan itu menjadi satu dosa yang Tuhan berkata kepada Imam Eli, "Karena engkau membiarkan anak-anakmu hidup tidak

3:05 menghormati Aku, maka mulai dari hari ini aku akan menghukum engkau dan keluargamu." Dan Tuhan berkata, "Tidak ada lagi korban apapun yang dapat menghapus dosa keluarga Imam Eli." Maka satu keadaan yang sangat malang bagi seorang manusia ya adalah ketika dia dosanya tidak diampuni. Amin. Apa amin? Ya, firman Tuhan berkata, "Berbahagialah orang yang dosanya diampuni dan yang meninggalkannya." Ya. Tetapi terkutuklah orang yang dosanya bahkan tidak diampuni. Tuhan berkata, "Tidak ada lagi korban yang bisa menghapus dosa dari Imam Eli dan

3:51 keluarganya." Sejak hari itu Tuhan mulai memilih seorang pengganti yaitu Samuel yang akan menggantikan Imam Eli. Dan kita melihat dalam keadaan itu, Israel hidup kehilangan kemuliaan Tuhan. Bapak Ibu seringki kita merasa kita masih ke gereja, kita masih melakukan rutinitas kekristenan kita. Tapi tanpa kita sadari, seringki kita ini hidup tanpa kemuliaan Tuhan. Waktu engkau hidup dalam kemuliaan Tuhan, semua orang akan melihat, wow. Dia sungguh orang yang disertai Tuhan. Amin.

4:37 Karena kita adalah suratan Kristus yang terbuka yang hidup kita harusnya dapat dibaca oleh semua orang. Apa yang terjadi ketika kemuliaan Tuhan meninggalkan bangsa Israel? Mari kita lihat 1 Samuel pasal yang keempat. Tulisannya, judulnya di sana adalah tabut Tuhan dirampas. Ya, Filistin merebut tabut perjanjian. Ayat yang pertama, perkataan Samuel dinyatakan kepada seluruh bangsa Israel. Ya, sekarang bangsa Israel pergi berperang menghadapi bangsa Filistin. Mereka berkemah di samping ya di samping Ebenzer dan bangsa Filistin berkemah di AfE. Ayat yang kedua baca sama-sama ya

5:23 supaya saudara tidak nganggur. Jadi saya juga ada temannya. Nanti kalau nganggur tidur. Orang itu kalau kebanyakan nganggur bahaya. Amin. Ya, supaya saudara aktif juga. Saya tahu nih banyak yang enggak baca Alkitab di rumah, jadi baca Alkitab di gereja. Yuk, baca bersama. 1 2 3. Bangsa Filistin mengatur posisi barisan mereka untuk menghadapi Israel. Pada saat terjadi pertempuran, bangsa Israel terpukul kalah oleh bangsa Filistin. Mereka menewaskan kira-kira 4.000 orang dari pasukan Israel di medan pertempuran. Israel kalah atau menang? Berapa ribu orang yang tewas? 4.000. Kalah. Israel kalah terhadap orang Filistin. Ayat yang berikutnya.

6:11 Lalu orang-orang itu masuk ke dalam kemah berkata para tua-tua Israel, "Mengapa hari ini Yahwe membuat kita kalah di hadapan bangsa Filistin? Marilah kita membawa tabut perjanjian Yahwe dari Silo ke tengah-tengah kita. agar tabut itu dapat menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita. Ketika mereka kalah, terpukul 4.000 orang mati, bangsa Israel berpikir, "Loh, kan ada tabut." Tabut berbicara tentang kemuliaan Tuhan. Tabut itu berbicara tentang kehadiran Tuhan. Tabut itu berbicara tentang kemenangan.

6:56 Tabut itu berbicara tentang kuasa Tuhan yang dahsyat. Kenapa kita enggak ambil tabut itu lalu kita bawa ke tengah-tengah tempat pertempuran? Mereka percaya kalau tabut itu ada bersama-sama dengan mereka, maka mereka akan mengalami kemuliaan yaitu kemenangan di medan pertempuran. Apa yang terjadi? Kita lanjutkan ayat yang kelima. Ayat yang keempat ya. Ayat yang keempat. Lalu baca bersama. Bangsa itu mengutus ya orang ke Silo supaya mereka mengambil dari sana tabut perjanjian Yahwe Sabot itu. Yahwe semesta alam yang berdiam di

7:43 antara kerup-kerup. Kedua anak laki-laki Eli yaitu Hofni dan Pinehas ada di sana bersama tabut perjanjian Elohim itu. Hofni dan Pinehas ada di sana. Mereka tahu tabut itu di sana dan mereka mengizinkan tabut itu dibawa pergi. Padahal mereka tahu tidak sembarangan untuk membawa tabut itu pergi dari sana. ya harus ada persetujuan dari Imam Eli dan lain sebagainya. Tapi kedua anak ini ya mengambil alih bahkan tidak bertanya apa-apa. Mereka membawa tabut itu. Ayat yang kelima berkata, "Ketika ketika

8:29 tabut perjanjian Yahwe itu masuk ke dalam perkemahan, seluruh orang Israel apa? Bersorak dengan nyaring sampai bumi bergoncang." Wow. Enggak wow. Kan? Kenapa mereka bersorak dengan nyaring? Karena mereka berpikir, "Wow, kemenangan besar akan terjadi. Waktu tabut itu ada, kemuliaan Tuhan datang, maka kita pasti akan menang." Lalu mereka bersorak-sorai sampai bumi bergoncang. Saudara pernah bersorak sampai bumi bergoncang? Rumahmu ajalah, kamarmu aja bergoncang. Ada. Tapi kayaknya ini teriakan dahsyat banget ya sampai membuat bumi bergoncang

9:17 ya. Dan apa yang terjadi ketika teriakan besar itu, ketika sorak-sorai itu terjadi, bahkan apa yang saya dapat di sini, Saudara? Teriakanmu, sorak-sorakmu sekalipun membuat bumi bergoncang, belum tentu itu menggoncangkan hati Tuhan. Amin. Ya, jangan cuma hebat di gereja waktu nyanyi. Uh, ya, kita nyanyi dengan luar biasa. Kita buat iblis gemetar. Ya, sampai di rumah iblis buat kita gemetar. Ya, itu yang banyak saya lihat sih dari orang Kristen ya. Bukan soal lompat-lompatmu seperti apa. Sekalipun bumi bergoncang karena teriakanmu, belum

10:04 tentu hati Tuhan tersentuh. Bangsa Israel bersorak-sorai karena tabut itu datang. Tapi mereka tidak sadar bahwa kemuliaan Tuhan sudah tidak ada bersama-sama dengan mereka. Mereka enggak sadar bahwa kemuliaan Tuhan enggak tinggal lagi dengan mereka. Kita lihat ayat yang berikutnya berkata begini. Bangsa Filistin apa? Mendengar keributan dari teriakan itu dan berkata, "Apakah arti keributan dari teriakan dahsyat di perkemahan orang-orang Ibrani itu?" Lalu mereka mengetahui bahwa tabut Yahwe telah datang ke dalam perkemahan

10:49 itu. Orang Filistin penasaran apa yang membuat mereka bersorak begitu hebat. Setelah diselidiki, oh ternyata tabut Tuhan sudah dibawa ke perkemahan Israel di medan pertempuran. Lalu apa yang terjadi ketika orang Filistin tahu bahwa tabut itu dibawa? Baca bersama ayat 7. Bangsa Filistin menjadi takut. Takut. Bahkan musuh-musuh Israel pun gemetar ketika mereka mendengar tentang tabut Tuhan yang dibawa. Karena mereka tahu bahwa tabut itulah yang sudah membuat banyak mukjizat besar di antara orang Israel. Mereka tahu ketika Tuhan hadir

11:36 maka sesuatu itu pasti terjadi. Mereka tahu bahwa ketika Tuhan ya yang semesta alam itu ada di pihak Israel, maka mereka enggak bisa berbuat apa-apa. Dikatakan di sana mereka berkata, mereka menjadi takut. Mereka berkata, "Elohim telah datang ke dalam perkemahan itu." Lalu mereka juga berkata, "Celakalah kita." Sebab belum pernah ada yang seperti itu sebelumnya. Mereka sangat tahu, tidak ada Tuhan yang seperti Tuhannya orang Israel. Tidak ada kuasa lain yang sebelumnya pernah terjadi di tengah-tengah orang Israel. Bagaimana ketika kemuliaan Tuhan itu

12:23 hadir, sesuatu yang luar biasa pasti terjadi. Kita lihat ayat yang ke-8, ayat yang ke-9, ayat yang ke-8 berkata, "Celakalah kita." Orang Filistin bilang, "Sudah celaka kita pasti." Siapakah yang akan melepaskan kita dari tangan Elohim yang hebat itu? Itulah Elohim yang telah menghajar bangsa Mesir dengan setiap tulah di padang gurun. Mereka mendengar apa yang dilakukan oleh Tuhan ketika Tuhan hendak membebaskan umatnya, bangsa Israel. Tulah demi tulah terjadi. Mereka juga tahu bahwa Tuhan yang sama yang menyertai bangsa itu yang sudah membelah laut sehingga pasukan Firaun mati semua

13:09 tenggelam di laut itu. Mereka juga tahu Tuhan yang sama itu Tuhan yang berjalan bersama-sama bangsa Israel yang memberi tiang awan ketika panas terik itu datang. Mereka juga tahu Tuhan itu yang memberi sinar, memberi tiang api di tengah malam kegelapan di padang gurun. Mereka tahu Tuhan yang sama, Elohim itu yang sudah menurunkan mana dari surga. Itulah kemuliaan Tuhan. Itulah kedahsyatan Tuhan. Biar musuh-musuhmu, biar orang lain melihat bahwa hidupmu itu disertai Tuhan. Sehingga mereka akan berkata, "Wow, sungguh Tuhan yang dia sembah itu Tuhan

13:54 yang dahsyat." Karena itu jangan biarkan kemuliaan itu hilang dari hidupmu. Kita akan lihat bersama apa yang terjadi. Bangsa Filistin takut, gemetar melihat Elohim datang bersama-sama orang Israel. Lalu mereka berkata begini, "Kuatkanlah dirimu." Orang Filistin dia bilang, "Kuatkanlah dirimu dan bertindaklah berani seperti seorang laki-laki." Memang laki-laki itu harusnya berani. Amin, Bapak-bapak. Di sini enggak ada laki-laki yang penakut, kan? Kalau kau penakut sebagai laki-laki, berhenti jadi laki-laki. Terus jadi apa, Bu? Cucok meong. Jangan jadi cucok meong, ya. harus bertindak seperti seorang

14:43 laki-laki yang dewasa. Ya, dan ini bagi kita semua juga di sini ya, artinya apa? Spiritnya itu loh yang harus kita ambil. Walaupun kita wanita, kita harus bertindak seperti seorang laki-laki ketika di dalam perjuangan iman. Artinya apa? Laki-laki itu ya lambang dari kekuatan, kedewasaan. Tapi ada yang bilang, "Bu, suami saya itu enggak dewasa-dewasa. Memang susah mengukur kedewasaan laki-laki, kecuali ketika dia ada di tukang potong rambut. Kalau dia bayarnya Rp50.000, itu berarti dia laki-laki dewasa. Karena ada tulisannya dewasa Rp50.000, anak-anak R25.000. Ya, hanya di situ saja kelihatan kedewasaan laki-laki itu waktu dia bayar potong rambut. Tapi di sini tidak. Semua

15:30 laki-lakinya dewasa. Amin. Amin. Haleluya. Kok aminnya kurang mantap gitu ya? Ya, laki-laki yang dewasa itu menjadi imam yang benar bagi rumah tangganya, suami yang benar bagi keluarganya, yang berdiri teguh di dalam firman. Amin, Bapak-bapak. Amin. Itu adalah tanggung jawabmu. Ya, harus bawa istri dan anak-anakmu takut Tuhan. Kalau engkau saja sebagai seorang imam sudah tidak berdiri benar, maka rumah tanggamu pasti goyang. Orang Filistin berkata, "Jangan takut. Kuatkanlah dirimu, bertindaklah sebagai seorang laki-laki, hai orang-orang Filistin, supaya kamu tidak menjadi budak orang-orang Ibrani itu.

16:16 Sebagaimana dahulu mereka adalah budak-budakmu. Kamu harus memberanikan diri dan berperanglah. Satu yang membuat orang Filistin menjadi semangat, mereka bilang, "Jangan sampai kamu kalah dan kamu akan jadi budak." Menjadi budak itu gak enak. Demikian juga menjadi budak dosa itu gak enak. Ada banyak orang Kristen yang hidup sebagai budak dosa. Setiap hari dia jatuh dalam dosa yang sama. Engkau sedang diperbudak. Hari ini apapun yang memperbudak hidupmu, lepaskan di dalam nama Yesus. Ada orang lain berkata, "Bu, saya ini saya sukanya selingkuh, Bu. Tapi saya tahu itu dosa, Bu. Tapi saya mau lepas enggak bisa-bisa, ya, Bu." Saya bilang,

17:01 "Ya, kamu mau lepas. Kamu sudah tahu itu sama dengan orang bilang gini, "Saya ini tiap hari jatuh di God, Bu. Tapi saya bingung ya jatuh terus." Kenapa? Soalnya saya mainnya dekat God. Nanti kalau jatuh di God yang salah siapa? God. Ya, kayak ada bapak-bapak di Sulawesi, istrinya bilang, "Kalau kau pulang gereja, kau jangan habiskan itu anggur perjamuan, nanti kau mabuk lagi." Dia bilang, "Tidak, nanti kau jatuh di god. Saya malu tahu. Setiap kali kamu pulang gereja, kamu mabuk, kamu jatuh di God. Nanti orang datang panggil, "Bu, itu loh suaminya di God." Dia bilang, "Saya malu." Suaminya bilang, "Tenang.

17:47 Saya sudah hafal di mana itu? Jadi saya tidak mungkin jatuh di God. Ya. Eh, benar. Besoknya pulang gereja orang datang, "Bu, suamimu jatuh di got." Dia datang ambil suaminya. Saya kan sudah bilang, "Pak, saya itu malu kau jatuh di got terus karena mabuk. Keluar kau." Dia bilang, "Kemarin tidak ada got di sini." Kenapa ada god? Siapa yang pindahin ni God ke sini? Nah, yang salah God. Orang itu kalau diperbudak dosa ya selalu dia salahin orang ya. Jangan engkau mau diperbudak. Satu-satunya alasan yang membuat bangsa Filistin maju dengan keberanian yang kokoh. Karena di otaknya mereka tidak mau diperbudak. Mereka enggak mau jadi budaknya orang Israel. Apa yang terjadi Bapak Ibu?

18:33 Alkitab berkata, baca bersama ayat yang ke-10. Lalu berperanglah bangsa Filistin itu dan bangsa Israel menang atau kalah? Alkitab berkata dengan jelas di sana bangsa Israel terpukul kalah dan mereka masing-masing berlari ke kepahnya. Terjadilah apa? Pembantaian yang besar. Sebab ada berapa yang mati? Ada 30.000 orang dari pasukan bangsa Israel yang gugur. Sebelum mereka berperang membawa tabut perjanjian, berapa yang mati?

19:21 4.000. Setelah mereka membawa tabut perjanjian, menang atau kalah? Yang mati berapa? Berlipat kali ganda yang mati. Lalu mereka bertanya, "Di mana kemuliaan Tuhan itu? Bukankah kami sudah membawa lambang dari kehadiran Tuhan di tengah kami? Bapak, Ibu, Tuhan itu tidak bisa direkayasa. Mari engkau punya pemahaman yang benar akan firman Tuhan." Kenapa saya selalu berkata, "Jangan engkau suka titip-titip doa. Engkau harus datang sendiri kepada Tuhan. Engkau harus bertemu Tuhan supaya engkau memiliki pengalaman pribadi

20:08 dengan Tuhan." Tapi ada banyak orang Kristen tuh yang enggak ngerti. Saya ditelepon, "Bu Debi, saya itu ada beli rumah baru di kawasan elit. Ibu bisa enggak doakan rumah saya sebelum saya tempati dengan keluarga? Nanti saya kasih alamatnya, nanti saya antar kuncinya ke rumah Ibu beserta dengan amplop persembahannya. Tapi saya enggak ada, Bu. Ibu aja pergi ke sana. Dalam hati saya bilang, "Pret." Dia pikir ketika dia utus pendeta datang berdoa buat rumahnya, lalu rumah itu akan diberkati dan setannya pergi. Saya bilang, "Pak, kalau saya datang doakan rumah itu bisa. Misal ada 10

20:54 setan di dalam, saya doakan, saya kuduskan 10 setan pergi. Tapi ketika Bapak masuk, setan ini ajak teman satu-satu jadi 20 setan. kembali ke rumah itu dan tinggal dengan Bapak dan Ibu dan seak-anak. Makanya terjadi pertengkaran tiap hari. Tiap hari ribut. Kenapa? Lalu ngomong, "Loh, dulu didoakan pendeta Debi, kenapa jadi malah tambah banyak?" Saya tanya. Saya bilang, "Saya tidak akan berdoa. Biar Bapak kirim amplop tebal." Maaf ya, Bapak Ibu. Jangan kau pikir pendeta itu ya cuma mau terima amplop. Emang saya pendeta apaan? Pret, pret pret. Kalau ada pendeta yang mau begitu, sudah jangan percaya lagi

21:41 sama itu pendeta. Jangan percaya itu pendeta abal-abal tuh. Suruh dua doakan rumah kosong. Mau gak ada orangnya yang penting dapat amplop. Pret ajarkan kepada umat itu pengajaran yang benar. Am. Amin. Saya bilang, "Bapak, Ibu harus ada di rumah itu. Nanti Bapak, Ibu yang doa pengurapan." Saya cuma berdoa supaya apa? Waktu Bapak, Ibu yang berdoa, setannya pergi. Bapak, Ibu tinggal, setannya juga takut. Karena dia bilang, "Ini dulu yang berdoa. Dia orang yang beriman. Jangan kau itu punya pemahaman yang salah. Makanya sekalipun kau pelayanan, sekalipun kau bayar persepuluhan,

22:28 persembahan, kau pakai kalung salib yang besar, di rumahmu ada gambar Yesus yang gede. Kau pikir setan takut? Hello. Bangsa Israel berpikir dengan mereka membawa tabut perjanjian, maka Tuhan akan berpihak kepada mereka. Tuhan bukan Tuhan yang bisa direkayasa. Saya ada masalah, Bu. Saya baca doa Bapak Kami 100 kali. Dia kira setelah dia berdoa, "Bapak kami 100 kali, yang ada Tuhan tuh gak ter gerak hatinya, mulutmu berbusa." Iya, karena kau baca doa Bapak Kami 100 kali. Bangsa Israel bersorak karena tabut itu

23:13 datang. Bahkan bumi gemetar karena sorak-sorak mereka, tapi Tuhan enggak ada di sana. Tuhan enggak hadir di situ. Saudara membuat ucapan syukur di rumahmu. Engkau mau datangkan pendeta besar, pendeta hebat. Bukan itu persoalannya. Apakah hati dan hidupmu itu benar-benar menghormati Tuhan? Apakah engkau menghormati kekudusannya? Apakah engkau hidup menghormati Tuhan dan dosa-dosa engkau buang dari hidupmu? Sekarang ini terlalu banyak orang yang bermain-main. Berapa banyak orang melayani Tuhan di mimbar, tapi mereka mencemarkan mimbar seperti anak-anaknya Hovni dan Pinehas

24:01 anaknya Eli. Mereka melakukan kenajisan. Mereka tidur dengan perempuan-perempuan. Maka saya berkata, "Hello, engkau para pelayan mimbar. Kita bukan gagah-gagahan di sini ditampilkan di sini nyanyi-nyanyi keluar di YouTube keluar di mana. Kalau hidupmu tidak dalam kemuliaan Tuhan, engkau hidup bersina, engkau hidup dalam kenajisan, engkau melakukan percabulan, banyak sekarang para WL, selingkuh, singers, pemain musik, hidup mereka enggak benar. Di sini gak ada, gak ada yang ngaku. Tapi mari kita kuduskan hidup kita. Amin. Supaya pelayanan kita tuh juga berdampak.

24:47 Supaya apa yang kita sampaikan itu bisa diterima oleh orang. Hamba Tuhan, kalau hidupmu sendiri di luar kemuliaan, maka pelayananmu omong kosong. Sekalipun engkau berkhotbah, itu tidak akan masuk ke dalam hatinya orang yang mendengar. Sebab engkau sendiri tidak menjadi pelaku-pelaku dari firman Tuhan. Itu yang terjadi. Saya diundang satu keluarga kaya, "Bu, anak saya mau balik ke Amerika." Mereka kuliah di Amerika sekolah. Jadi, Ibu tolong doakan urapi mereka. Besok jam 8.00 pagi kalau bisa Ibu datang ke rumah kami. Saya bilang, "Ya, saya mau datang asal ada bapaknya dan ibunya di situ." Mamanya bilang, "Oh, saya pasti ada, Bu." Tapi suami saya enggak tahu ya. Kayaknya dia enggak

25:35 bisa, Bu. Karena dia tuh sibuk. bisnis ada, meeting, ada kepiting, ada ini, ada itu. Oh, Bapak kerja terus sibuk ya? Iya. Terus ngundang saya kenapa? Ya, supaya anak kami diberkati. Dia pikir kalau didoakan pendeta terus anaknya itu diberkati. Lalu saya bilang, "Kalau Bapak ada, saya datang. Tapi kalau Bapak gak ada, saya gak datang dalam hati saya." Ya, siapa saya? Kamu aja yang punya kepentingan dengan anakmu kok enggak menghormati Tuhan? Kok kamu suruh saya datang? Walaupun amplopmu tebal. Mereka tuh seringki pikir pendeta itu hanya sekedar amplop. Saya juga berdoa supaya para pendeta

26:20 yang mendengarkan khotbah saya ini bertobat. Kau jangan melihat amplopnya tebal. Katakan sesungguhnya yang benar tentang firman Tuhan. Ajarkan yang benar kepada umatmu. Jangan karena amplop, karena orang kaya. Terus akhirnya oke oke oke. Lakukan sesuai firman Tuhan. Akhirnya dikabari malam-malam, "Bu, oke Bu, saya bisa bujuk suami saya Bu, akhirnya besok dia bisa, Bu, jam 0.00 ya, Bu. Oke, saya datang." Ketika sudah berkumpul saya berdoa, lalu saya bilang, "Nanti saya akan berdoa buat anak-anak." Tapi yang akan mengurapi anak-anak ini Bapak dan Ibu. Suaminya mulai kelimpungan, bingung. Hah? Hah. Saya H

27:07 saya bilang, "Loh, kenapa Pak?" Ya, tidak ada berkat yang lebih besar bagi seorang anak daripada berkat dari orang tua. Amin. Karena orang tua pasti memberkati anak dengan segenap hati. Kalau pendeta kan hanya sekedar mendoakan, tapi orang tua dengan harapan, dengan air mata dia rindu anaknya ini benar-benar diberkati oleh Tuhan. Lalu, loh, Bu, Bu Deb, sini sebentar, Bu. Saya diajak ke ruang sebelah. Kenapa, Bu? Kan katanya kalau kita doakan berkat, tumpang tangan kepada orang itu bisa transfer spirit ya, Bu? Terus saya bilang, "Iya, kenapa, Pak?" "Lah nanti saya kalau doakan anak-anak saya bisa transfer spirit. Emang Bapak ada roh apa ya?

27:55 Kok takut anaknya transfer spirit? Emang spirit apa yang ada dalam Bapak?" Terus ya kan bukan gitu ya Bu. Maksudnya kalau saya ada dosa ya nanti ya emang dosa apa yang ada sama Bapak ini yang saya suka saudara ya. Kenapa? Kenapa saya panggil? Karena saya tahu yang begini-begini ini. Kenapa, Pak? Ada dosa apa? Mending Bapak sekarang bertobat. Saya kasih Bapak waktu beberapa saat supaya Bapak bertobat dulu. Setelah Bapak bertobat, minta ampun sama Tuhan. Kuduskan tanganmu, kuduskan hatimu dan hidupmu. Lalu engkau lepaskan berkat buat anak-anakmu. Terus, oh iya, Bu. Sebentar, ya, Bu. Ya sudah dia masuk ke kamar mandi biar

28:42 dia bertemu Tuhan di kamar mandi. Bapak-bapak, enggak ada berkat yang lebih besar bagi anak cucumu selain berkat dari hidupmu. Makanya engkau harus hidup dalam pertobatan. Amin. Akhirnya dia keluar masih tanya lagi, "Jadi saya ya, Bu?" "Iya, jadi Bapak. Ya sudah, akhirnya dia doakan anak-anaknya. Itu yang benar. Jangan engkau pikir ketika engkau panggil pendeta hebat terus anakmu diberkati gitu. Tuhan tuh enggak bisa direkayasa. Tuhan tuh gak bisa main-main. Kau pikir kau bisa sogok Tuhan?

29:28 Enggak bisa. Karena persembahan hidup, pertobatan itu yang lebih menyenangkan hati Tuhan. Itu yang lebih membuat Tuhan tuh bergetar. Bangsa Israel berpikir ketika mereka membawa tabut itu maka mereka akan mengalami kemenangan. Ayat yang ke-11 baca bersama. Dikatakan di sana tabut Elohim akhirnya dirampas. Bahkan juga kedua anak laki-laki Eli Tewas, yakni Hopni dan Pinehas, Tuhan sudah berfirman kepada Imam Eli lewat Samuel, "Karena engkau tidak bertobat, maka anakmu berdua akan mati. Engkau pun akan mati di hari yang sama dan tidak akan ada lagi kakek di dalam keturunanmu

30:14 karena kamu semua akan mati." Dan benar terjadi ayat yang ke-12, seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran. Orang itu lari ya dan dia datang ke Silo pada hari itu juga pakaiannya terkoyak-koyak dan debu tanah di atas kepalanya. Ini orang lari dari medan pertempuran memberi kabar kepada Eli. Ketika ia datang, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan sambil menunggu mengamat-amati. hatinya sangat gelisah karena apa? Tabut itu dibawa lari oleh anaknya pergi ke medan pertempuran. Hatinya gelisah karena tabut Elohim itu. Dan ketika orang itu masuk ke dalam kota, ia memberi laporan. Lalu seluruh kota itu menjerit

31:02 mendengar cerita bahwa tabu Tuhan dirampas. Hofni dan Pinehas mati di medan pertempuran. penduduknya menjerit. Bukan lagi bersorak ya, tapi menjerit. Ayat yang ke-14 berkata ya, ayat yang ke-14. Saat Eli mendengar kegaduhan dari teriakan itu, ia berkata, "Suara gaduh itu kegemparan. Apakah itu?" Ya, orang itu pun bergegas dan datang segera memberi laporan kepada Eli. Ayat 15 di sana dikatakan, "Eli telah berumur 98 tahun dan matanya telah rabun sehingga ia tidak dapat melihat. Udah buta Eli." Orang itu pun berkata kepada Eli,

31:49 "Akulah datang dari barisan tempur itu dan hari ini aku telah melarikan diri dari barisan tempur." Eli berkata, "Apa yang telah terjadi di sana, anakku?" Ayat yang ke-17, pembawa kabar itu menjawab dan berkata, "Israel telah melarikan diri dari hadapan bangsa Filistin dan di sana juga telah terjadi pembantaian yang besar-besaran di antara rakyat. Kedua anakmu juga telah mati, yakni Hofni dan Pinehas dan Tabut Elohim telah dirampas." Lalu dikatakan ketika ia menyebutkan tentang tabut Elohim itu dirampas, Eli terjatuh ke belakang dari tempat duduknya. Di pinggir pintu gerbang,

32:36 lehernya patah dan ia pun mati pada hari yang sama dengan kedua anaknya itu yang mati. Karena orang itu telah tua dan gendut, berat. Makanya jangan gendut-gendut. Eli telah menjadi hakim atas Israel selama 40 tahun. Tragis matinya. Dan ayat yang berikutnya berkata, "Waktu itu menantu perempuannya, istri dari Pineha sedang hamil tua dan hampir melahirkan. Ia mendengar kabar tentang tabut Elohim itu yang telah dirampas dan mendengar bahwa ayah mertuanya serta suaminya mati." Telah mati semua. Lalu ia membungkuk dan bersalin karena memang waktu melahirkan telah tiba. Saat itu

33:23 juga melahirkan istrinya Pinehas. Dan ayat yang berikutnya berkata, "Menjelang saat kematiannya, mati juga dia habis melahirkan, wanita-wanita yang berdiri di sampingnya berkata kepadanya, "Jangan takut, engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab, bahkan tidak memperhatikannya. Lalu ia menamai anak itu Ikabot sambil berkata, "Kemuliaan Tuhan meninggalkan Israel, sebab tabut Elohim telah dirampas dan karena ayah mertuanya serta suaminya telah tiada." Tragis apa yang menimpa bangsa Israel. Ikabot, kemuliaan Tuhan telah meninggalkan.

34:09 Mari kita berdoa Bapak, Ibu sebagai orang percaya, anak-anak Tuhan, mari hidup takut dan hormat akan Tuhan. Tuhan tidak bisa direkayasa. Dia melihat hatimu, dia melihat hidupmu. Kita yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan, mari kita hormati Tuhan. Amin. Mari kita mau berkata Tuhan, kami mau meninggalkan apa yang ada di belakang kami dan kami mau mengarahkan hidup kami kepada apa yang di depan. Kita mau katakan di hadapan Tuhan, kami mau tinggalkan hidup lama kami Tuhan. Kami mau sungguh-sungguh hidup dalam hidup yang baru bersama Engkau. Terima kasih Bapa.

34:59 [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube